All language subtitles for Kabhi.Haan.Kabhi.Naa.1994.HDRip-RizkyOrama

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan oleh : Rizky Orama

Twitter & Instagram : @rizkyorama

Pak...

Anna! Ya ampun!

Aku datang, Anna. Anna!

Aku dapat cincinnya. Anna, berhentilah!

Anna, aku datang.

Anna... Anna... Aku dapat cincinnya.

Aku datang, Anna. Aku...

Kakak!

Aku datang, Anna. Ini cincinnya.

Kakak, bangunlah!

Hei...

Aku Nikki, bukan Anna.

Bangunlah!

Kukira ada musibah apa pagi-pagi.

Jika kau tunggu sebentar saja, aku akan menikah.

Siapa yang menikah? Kau mimpi apa?

Lupakan saja.

Omong-omong, jam berapa sekarang, Nikki?

Sudah pukul 8.

Ya Tuhan! Sudah pukul 8.

Jika aku terlambat latihan, Imran akan marah padaku.

Dan aku harus ke stasiun pukul 12.

Aku harus cepat.

Astaga! Banyak sekali foto Anna!

Buku Bahasa Inggris ada Anna, Ekonomi ada Anna...

...Psikologi pun ada Anna juga.

Hanya satu pelajaran yang kusuka, Anna, Anna...

...dan Anna.

Tapi, Kak, dia tak mencintaimu.

Dia menyukaiku.

Dia bisa jatuh cinta padaku hanya dalam lima menit.

Jadi karena itu kau mau ke stasiun? / Ya.

Dia datang setelah pergi selama setahun.

Dan aku mau jadi orang pertama yang dia lihat di stasiun.

Dia akan senang melihatku, 'kan? / Ya.

Kakak, pake jaket hijau ini.

Kau akan terlihat tampan.

Baiklah. / Nikki, Sunil!

Ya, Bu! Sebentar lagi.

Bu, berikan padaku. Kenapa repot-repot?

Bu, Nikki bilang Ibu ada urusan di bank.

Ibu tak perlu kesana. Biar aku saja.

Aku akan kesana. Katakan, aku harus apa?

Tak ada. / Tak ada?

Ya, Ibu juga harus ke pasar...

...untuk belanja keperluan sehari-hari.

Aku tidak pergi ke bank ataupun pasar.

Tak perlu mencari perhatianku!

Kau sudah dapat uang saku minggu ini.

Tidak... / Jangan serakah!

Nikki, nanti sarapannya dingin. Panggil ayahmu.

Itulah yang kusuka dari Ibu. Tak suka basa-basi.

Ibu! / Ayah.

Ya? / Sarapan sudah siap.

Sebentar. Aku cuci tangan dulu.

Oh, Sunil! Kau jangan kinta uang lagi.

30 rupee saja, Bu. Hanya 30 rupee!

Nikki, ambil susunya.

Beri aku 20 rupee saja, Bu.

Minggu depan aku takkan minta lagi...

Anakku tersayang!

Kau minta apa? Minta uang?

Mintalah pada ayahmu.

Aku akan beri berapapun kau minta. Pasti kuberi.

Kau anak kesayanganku.

Kau membanggakan orang tua.

Kau sudah tiga kali gagal ujian.

Dan kali ini kau gagal semua pelajaran.

Hebat! Kenapa tak temani saja ayahmu di bengkel?

Tanganmu yang halus akan terkena oli yang kotor.

Tidak. Kau memang dilahirkan untuk sesuatu yang hebat.

Aku senang sekali menjadi ayahmu.

Terima kasih, Anakku. Terima kasih.

Lakukanlah apapun yang kau suka.

Kau bisa keluyuran seharian.

Kau boleh pulang besok pagi.

Atau kau boleh habiskan waktu bersama teman-temanmu yang tak berguna...

...menyanyi-nyanyi tak jelas!

Ayah, itu terompet. / Terserah!

Band kami bukanlah band sembarangan.

Musik kami enak didengar.

Dan aku takkan bekerja di bengkelmu.

Jadi kau mau main musik seumur hidupmu?

Bagaimana kau bisa makan?

Biarkan saja aku. Aku akan cari pekerjaan.

Sungguh? Rama, kau dengar itu?

Ucapannya seperti kita menghambat kesuksesannya.

Bagaimana jika kau tidak lulus ujian?

Tidak lulus? Itu bukan pertanyaan.

Kau sudah gagal selama tiga tahun!

Kali ini apapun yang terjadi, aku pasti lulus.

Jika tidak, berhenti main musik dan kerjalah di bengkelku.

Biarkan saja.

Aku paham. / Paham apanya?

Aku paham apa yang kau katakan.

Bu, aku pergi. / Sarapan dulu!

Selamat pagi, Romo. / Hei, Sunil!

Sunil! Sebentar, Anakku!

Tunggu sebentar! Apa-apaan ini?

Bahkan kau tak berhenti saat menyapaku.

Maaf, Romo! Aku buru-buru.

Seburu-buru apapun, jangan lupa tata krama. / Tentu, Romo.

Ayo, antar aku ke gereja.

Tapi, gereja lewat sana. Aku mau lewat sini.

Jalan manapun yang kau tempuh...

...semua adalah jalan Tuhan. / Tapi, Romo...

Aku terlambat latihan... / Sopan santun!

Tata krama! / Baik, Romo. / Ayo.

Sunil, jangan terlalu cepat.

Pelan-pelan saja.

Aku tahu surga itu indah.

Tapi aku tak mau cepat kesana. Pelan-pelan!

Kenapa cepat sekali?

Romo tidak tahu. Aku selalu telat tiga hari ini.

Aku tahu Imran pasti marah padaku!

DILARANG MENYANYI

Mati aku!

Apa alasanmu hari ini, Sunil?

Percayalah, ini bukan alasan.

Romo Braganza memintaku...

...mengantarnya ke gereja. Aku tak bisa menolak.

Kemarin ini juga alasanmu.

Ya, tapi aku berbohong kemarin.

Kali aku aku bertemu dengannya. Sumpah! Percayalah padaku.

Bagaimana aku bisa percaya?

Alasanmu adalah pergi ke bank dan ke pasar.

Tampaknya kau mengantri minyak disana.

Habis alasan, kau mengarang bertemu Romo Braganza!

Lupakanlah, Imran.

Paling tidak dia datang!

Diamlah, Yezdi. / Hei!

Hei, Kawan! Ada kabar gembira.

Kakakku sudah bicara pada Patel dan dia telah diyakinkan.

Ya! / Kabar bagus!

Maafkan aku, Imran.

Ya! / Ya!

Tapi, Imran. Patel itu siapa?

Dia manager klub China Town.

Dia mencari band bagus, dan dia dapat kita.

Ya! / Dengar semuanya!

Ini pertama kali kita menjadi profesional.

Kita takkan sia-siakan kesempatan ini.

Tapi Smita akan menikah.

Siapa yang menggantikannya?

Yezdi, pikirkan nanti saja.

Tony, jujur saja. Kita harus apa?

Jangan khawatir. Semuanya beres.

Kakakku Richie, teman baiknya Patel.

Malam ini dia akan bawa kita ke China Town...

...dan kenalkan kita pada Patel. / Malam ini?

Hanya sekali audisi, ini jadi pekerjaan kita.

Jadi tunggu apa lagi?

Ayo lakukan! / Tunggu...

Pikirkan lagu yang bagus agar Patel terpesona.

Jangan khawatir, Imran. / Baik...

Mainkan itu. Tony, ambil gitar... / Ayo.

... cepat pikirkan nada dan liriknya.

Memang harus cepat. Aku harus pergi

Pergi kemana?

Anna datang hari ini./ Ann...

Diam! Jangan sampai ada yang tahu.

Kau bilang mau menemaniku wawancara.

Persetan wawancaramu!

Kau tak pernah lolos bekerja.

Untuk apa wawancara? / Harus bagaimana aku?

Ayahku memaksaku bekerja.

Wawancara... / Hei, Sunil! Lakukan pekerjaanmu.

Ya, Imran. Aku sedang memikirkan irama romantis.

Kita harus banyakkan melodinya, 'kan?

Benar! Melodi itu pemanis...

...yang dapat menyentuh hati. Irama romantis!

Pikirkan! Apa liriknya?

Iramanya harus sesuai...

...dengan temanya. Pikirkan!

Imran, dengar ini.

Dapat!

Aku dapat temanya, Imran.

Temanya adalah seorang kekasih yang tak sabar...

...menunggu kedatangan kekasihnya, cintanya...

...di jalur kereta api.

Aku tahu siapa gadis itu. Anna.

Bagus! Bagus sekali!

Hebat, Sunil! Selanjutnya apa lagi?

Lalu...

Pemuda itu tampan dan rupawan.

Keretanya melewati hutan...

...dan gadis itu menengok kearah jendela.

Pohon-pohon yang bergoyang...

Dan monyet ada di pohon itu!

Diam kau, monyet!

Burung-burung yang beterbangan...

Ya, aku bisa lihat.

Sebuah lorong yang melewati bukit...

...dan dilanjutkan dengan siulan mesin.

Deewana Gila

Dil Deeewana Hatiku gila

Deewana, Tera Deewana Gila, tergila padamu

Kab Se Kare Hain Tera Intezaar Aku telah menunggumu sejak lama

Kab Aayegi Meri Jaan-e-Bahaar Kapan kekasihku akan tiba?

Kab Se Kare Hain Tera Intezaar Aku telah menunggumu sejak lama

Kab Aayegi Meri Jaan-e-Bahaar Kapan kekasihku akan tiba?

Ke Jitna Hi Behlaaoon Telah kucoba mengalihkan perhatianku

Yeh Utna Hi Machalta Hai Dil Yang ada aku semakin gelisah

Deewana, Dil Deewana Gila, hatiku gila

Deewana, Tera Deewana Gila, tergila padamu

Ayo!

Idenya mentok!

Kuharap Chris ada disini.

Tapi dia ada di Bangalore.

Chris!

Irama yang bagus. Indah! Itu dia!

Untung kau disini, Chris. Kau tahu...

...kami membuat lagu baru? / Kenapa?

Kami mau Patel mendengarnya. / Patel? Oh, China Town?

Tony, kau berhasil! / Ya.

Kabar baik, Kawan.

Tapi ide kami buntu. / Kenapa?

Bantu kami membuat lagu. / Baik.

Ayo, mulai dari awal. / Sebentar.

Latihannya agak cepat, ya. Aku harus pulang cepat.

Kenapa?

Karena Anna kembali hari ini. / Anna!

Hebat! / Anna datang hari ini.

Sial! / Karena itu aku kembali dari Bangalore...

...setelah kuselesaikan kerjaan disana.

Begus. Smita sudah ada pengganti.

Anna akan jadi anggota band kita.

Sekarang pria konyol itu akan ke stasiun juga.

Kupikir hanya aku yang ke stasiun menyambut Anna.

Chris, katakan pada Anna kita akan menjumpainya...

...di toko roti, ya? / Baik.

Ayo latihan. / Baik.

Hai, Chris! / Hai, Sunil. Hai, Yezdi!

Kau tampak senang hari ini.

Tentu saja. Anna akan tiba hari ini.

Benar. Tapi kau tak perlu ke stasiun, Chris!

Kenapa? / Aku bertemu saudaranya Albert tadi pagi...

...katanya dia yang menjemputnya.

Dia akan kesana. Begitu juga aku.

Aku sudah menantikan hari ini.

Kau sia-sia menunggu, Chris.

Kenapa? / Sekarang kereta api sering telat.

Biasanya telat berjam-jam.

Kemaren sampai telat 12 jam.

12 jam? / Ya.

Astaga! Aku tak mau kesana. / Benar.

Aku akan kesana, biar terlambat.

Chris, kemarilah. / Ya?

Bantu kami selesaikan lagunya.

Ya! Ayo, cepat.

Aku juga harus ke stasiun. / Yezdi!

Main di B minor. / Baik. / Tony...

Imran, aku harus pulang cepat. / Kenapa?

Kau mau ke stasiun juga?

Tidak. Untuk apa aku kesana?

Aku disuruh ayahku mengerjakan sesuatu.

Dan kau tahu kalau... / Kau boleh pulang cepat.

Terima kasih, Ketua.

Hei, Tony. Temponya agak cepat, ya?

Ingat, kita harus bertemu di China Town malam ini.

Pukul berapa, Tony? / Pukul 7.

Baik! / Sunil, jam 7 tepat!

Tak masalah, Ketua.

Ayo kita latihan. Mulai!

Andaz Dikhlaati Saaton Tarah Ke Dia sangat menawan

Jalwe Lutati Hui Dia menunjukkan jati dirinya

Andaz Dikhlaati Saaton Tarah Ke Dia sangat menawan

Jalwe Lutati Hui Dia menunjukkan jati dirinya

Aati Hogi Mausam Ke Saath Dia datang seperti hembusan angin

Gulshan Khilati Hui Yang membuat bunga bermekaran

Aa Bhi Jaa Datanglah

Ab Jaane Jaa Wahai Kekasihku

Deewana, Dil Deewana Gila, hatiku gila

Kab Se Kare Hain Tera Intezaar Aku telah menunggumu sejak lama

Kab Aayegi Meri Jaan-e-Bahaar Kapan kekasihku akan tiba?

Ke Jitna Hi Behlaaoon Telah kucoba mengalihkan perhatianku

Yeh Utna Hi Machalta Hai Dil Yang ada aku semakin gelisah

Dil Se Laga Karke Rakha Ab Tak Telah kusimpan sapu tanganmu

Resham Ka Tera Rumaal Dekat dihatiku sampai kapanpun

Dil Se Laga Karke Rakha Ab Tak Telah kusimpan sapu tanganmu

Resham Ka Tera Rumaal Dekat dihatiku sampai kapanpun

Aage Kahoon Kya Jaaneman Apa lagi yang bisa kukatakan, Kasihku

Aa Dekh Ja Mera Haal Kau lihatlah keadaanku

Aa Bhi Jaa Datanglah

Ab Jaane Jaan Wahai Kasihku

Deewana, Dil Deewana Gila, hatiku gila

Toota Sitara Toh Ketika bintang jatuh

Maanga Tha Rab Se Tujhko Hi Jaane Wafa Aku memintamu pada Tuhan, Sayangku

Toota Sitara Toh Ketika bintang jatuh

Maanga Tha Rab Se Tujhko Hi Jaane Wafa Aku memintamu pada Tuhan, Sayangku

Jo Toot Jaye Taare Tamaam Walaupun semua bintang jatuh

Maangu Wohi Ek Duaa Aku hanya meminta dirimu

Aa Bhi Jaa, Ab Jaane Jaan Datanglah, wahai Kasihku

Deewana, Dil Deewana Gila, hatiku gila

Kab Se Kare Hain Tera Intezaar Aku telah menunggumu sejak lama

Kab Aayegi Meri Jaan-e-Bahaar Kapan kekasihku akan tiba?

Kab Se Kare Hain Tera Intezaar Aku telah menunggumu sejak lama

Kab Aayegi Meri Jaan-e-Bahaar Kapan kekasihku akan tiba?

Ke Jitna Hi Behlaaoon Telah kucoba mengalihkan perhatianku

Yeh Utna Hi Machalta Hai Dil Yang ada aku semakin gelisah

Deewana, Dil Deewana Gila, hatiku gila

Deewana, Tera Deewana Gila, tergila padamu

Ambillah. / Terima kasih.

Sudah lama aku tak melihatmu. Kau jadi lebih cantik dari sebelumnya.

Sudah banyak perubahan.

Kau tak berubah, Sunil.

Sudah kebiasaanmu berbohong untuk memuji orang.

Tidak, Anna. Aku jujur. Kau lebih cantik dari sebelumnya!

Tak ada duanya di dunia! / Baiklah, aku tersanjung.

Berhentilah memujiku dan katakan hal yang lain.

Anna, ada berita hebat.

Anna, aku lupa bilang sesuatu.

Sungguh? Apa?

Aku jatuh cinta.

Jatuh cinta!

Manisnya! Siapa gadis itu?

Gadisnya sangat cantik dan menggemaskan.

Anna, dia sungguh mempesona!

Tiada duanya di dunia ini!

Barusan kau bilang itu padaku.

Ya, karena gadis yang kubicarakan adalah kau!

Sunil!

Aku mencintaimu, Anna. Sumpah!

Sunil, ada-ada saja kau.

Albert datang. Hai, Albert! / Albert?

Anna! Anna. / Albert, aku disini!

Apa kabar? / Maaf aku telat.

Mobilku mogok saat kemari.

Tak ada masalah, 'kan? / Tidak!

Sunil kesini tepat waktu. / Sunil?

Sedang apa dia disini?

Hai, Albert! / Begitu.

Jadi kau kemari menyambut Anna?

Tidak, aku menjemput temanku. / Temanmu?

Ya, tadi disini. Pasti sudah pulang.

Sungguh? Dan bunga ini?

Bunga ini...

Kau dapat dari kedai teh?

Jadi sekarang kedai teh menjual bunga?

Ya. Tidak. / Lalu siapa yang jual teh?

Lupakan, Albert. Dia kemari menyambutku.

Ayo pulang. Aku rindu Ayah dan Ibu!

Baik, kau tunggu di mobil.

Kami bawakan barangmu. / Baik.

Ayo. / Mau kemana kau?

Memanggil kuli. Kuli, kuli!

Buat apa kuli? Kita saja.

Kau mau aku bawa ini...

...ke dalam mobil? / Tidak, ke rumah.

Hei, Albert! Albert! Albert...

Sial!

Anna puriku, ayahmu membuat kue ini...

...untuk menyambut kedatanganmu.

Oh, Yah! Ayah baik sekali.

Kau buat kue yang enak! / Aku tahu, jangan memujiku.

Makan kuenya. / Baik.

Ini, Nak. / Terima kasih, Bu.

Simon! / Ya, Sayang?

Jangan tatap kuenya.

Tampaknya kau ingin sekali kuenya.

Aku mau sedikit saja.

Pikirkan keadaanmu. Kau terkena diabetes.

Tapi, Mary, sedikit saja. Dengar, Mary...

Aku membuat kue ini dengan penuh cinta.

Izinkan aku memakannya. Sedikit saja.

Kau ingat kata dokter?

Jika sayang hidup, berhenti makan yang manis.

Dan ini hukuman dari Tuhan untukmu!

Paham? / Mary, apa hubungannya Tuhan dengan diabetes?

Anna putriku, bagaimana kuenya?

Enak sekali, Yah!

Anna sayang, beri aku sedikit.

Kumohon! Sedikit saja.

Ibumu takkan tahu.

Kumohon! / Cepat, buka mulut!

Enak!

Anna, yang ada cerinya.

Tidak, Yah! / Ibumu tak tahu.

Kumohon. / Baik.

Enak. Kau tahu aku merendam ceri ini dalam brandy semalaman?

Ibu! / Simon!

Simon!

Ada apa? Sini kulihat.

Oh, Sunil! Hati-hatilah.

Astaga! Kau membawa kopernya sampai rumah?

Kenapa ceroboh sekali?

Sungguh malang!

Aku mau membantunya, tapi dia tak mau.

Halo, Paman! Halo, Bibi!

Sunil, apa kabar?

Kau baik saja? / Ya, baik saja..

Hasil ujiannya sudah keluar, Sunil?

Belum. Mungkin tak lama lagi.

Ayo, Bu. Semua orang tahu dia akan gagal lagi.

Sunil, sudah cukup. Cukup!

Kau harus menghilangkan kebiasaan gagal ini.

Paham? Kau harus fokus belajar.

Sunil, kenapa kau tak mencontoh Chris?

Chris luar biasa, Ayah. Serba bisa.

Sekarang dia bekerja di kantor ayahnya.

Selain itu, dia pandai main musik.

Berhenti mengusik hidupnya! Ayo, Sunil.

Ambil kuenya dan ikut aku.

Ayah, bersiaplah. Aku akan mengantarmu ke toko roti..

Aku mau ke bengkel. Mobilku bermasalah.

Baik, pergilah, Nak.

Ini dasi untuk Albert.

Untukku?

Bagaimana kacamatanya?

Itu untuk Chris.

Bagus.

Kau bawa apa untukku, Anna?

Maaf, Sunil.

Aku tak bawa apa-apa untukmu.

Aku mau mencarikan sesuatu untukmu.

Aku melihat benda yang cocok untukmu.

Sunil, ini undah dan unik.

Kurasa ini cocok untukmu.

Tapi setelah membeli semua ini...

...aku kehabisan uang. Maafkan aku, Sunil.

Tak apa, Anna. Jika kau habis uang...

...itu tak apa-apa.

Setidaknya kau berniat membawakanku sesuatu.

Kau tahu, niat itu lebih dari segalanya. Semua hadiah ini hanya simbol.

Tak mungkin aku tak membawakanmu apa-apa, Sunil.

Ini indah sekali, Anna.

Sunil hebat bermain musik. / Benar.

Itu buka apa-apa, Bu. Alat musik itu hanya ditiup.

Tidak, Albert. Ini seni.

Rasanya seperti aku duduk dibawah pohon ceri...

...dipinggir danau di musim dingin...

...dan memakan kue stroberi.

Simon, kau dilarang memikirkan yang manis-manis.

Lihatlah.

Terima kasih! Terima kasih banyak, Anna.

Hadiahnya hebat sekali!

Kita bertemu di toko roti malam ini, ya?

Baik.

Daah! / Daah!

Tidak! Kenapa dia kemari?

Tak apa, simpan saja kembaliannya.

Hai, Chris! / Sunil, kau disini?

Sunil, kau bilang ada urusan dengan ayahmu.

Benar. Tapi dia menyuruhku mengirim parsel ke stasiun.

Untungnya aku bertemu Anna disana.

Ada apa? Aku menunggumu disana.

Kukira kau tepat waktu...

Ya...

Banku bocor.. Agak sulit juga...

...sampai ke stasiun. Tapi...

Sudah terlambat, 'kan? / Ya.

Aku sedih mendengarnya.

Bertemu di stasiun ada daya tarik tersendiri, 'kan?

Tapi tak apa. Sana temui Anna.

Sunil...

Bagaimana Anna?

Apa dia menanyakanku?

Dia menanyakan siapapun. Kurasa dia juga menanyakanmu.

Aku tak ingat. / Kau tak tahu, Sunil.

Aku sangat ingin bertemu Anna.

Rasanya agak aneh. Doakan aku.

Ya, tentu saja. / Akan kutemui kau, ya?

Ya, silahkan.

Astaga! Itu Romo Braganza. Aku harus kabur.

Hei, Imran! Imran, sebentar, Nak.

Oh, tidak! / Tunggu sebentar.

Selamat pagi, Romo. Maaf tak bisa menemuimu.

Tak apa. Antar aku ke bengkelnya Vinayak.

Tapi, aku lewat sini, Romo.

Tak masalah kau mau lewat mana...

...semua adalah jalan Tuhan. / Semua adalah jalan Tuhan.

Kita ke bengkelnya Vinayak, ya? / Ya.

Albert, bocor mana yang kau bicarakan?

Lebih jelaslah.

Bocor yang mana maksudmu? / Paman, maksudku...

...yang kuperbaiki saban hari.

Yang sudah kusebutkan...

Katanya itu sudah dilas...

Tidak! / ...tapi masih bermasalah.

Maksudku bukan itu, Paman.

Paman malah menyuruh mengganti semuanya.

Aku cuma tanya...

...kenapa bocor ini... / Bilang saja...

...ini belum selesai!

Selamat pagi. Ada apa? / Selamat pagi, Romo.

Apa yang kalian ributkan?

Tanya saja dia, Romo.

Romo, aku memperbaiki mobil ini kemarin.

Bagian ini bocor lagi. Aku harus apa?

Romo, ini bukan salahku.

Bagian mobil ini sudah banyak yang rusak.

Sudah kusuruh dia untuk mengganti bagiannya.

Tapi dia hanya memperbaikinya sementara.

Aku harus apa kalau rusak? / Tapi, Albert...

Kenapa kau tak jual saja mobil ini dan beli sepeda?

Diam! Ini bukan gayamu. Ini mobil!

Anakku, kalian tak boleh bertengkar.

Jangan bertengkar, ya.

Vinayak, apa masalah mobilnya?

Romo tanyakan apa masalah mobil ini.

Apa masalah mobil ini?

Semuanya bermasalah. / Sungguh?

Mesin ini... / Mesin?

Romo paham apa itu mesin? Yang ini.

Ya, mesin itu.

Mesinnya perlu dibongkar ulang.

Kabel-kabelnya sudah banyak digerogoti tikus.

Sungguh? / Ya.

Apa tikus makan kabel?/ Sungguh? / Ya.

Albert, apa masalahmu?

Aku harus apa, Romo? Aku telat ke kantor.

Permisi, Romo. Tolong hentikan bocornya!

Selamat siang, Romo. / Terberkatilah kau.

Nanti sore kuambil mobilnya, ya?

Baik, Romo. Aku pergi dulu.

Terima kasih banyak, Nak. Dadah.

Vinayak, lanjutkan kerjamu. / Selamat siang, Romo.

Selamat siang. Lanjutkan saja kerjamu. / Makanlah dulu.

Ambil manisan ini.

Ini dibuat khusus untukmu. / Oh, terima kasih.

Dan manisan ini untuk perayaan Tahun Baru kami.

Ya! Ini hari Gudi Padwa!

Selamat Gudi Padwa! / Terima kasih, Romo.

Bagaimana?

Enak! Enak sekali!

Terima kasih. Sunil sangat menyukainya.

Romo, lakukan sesuatu pada Sunil.

Tampaknya dia tak lulus lagi.

Sabar, Vinayak. Sabar.

Sunil anak yang baik.

Biarkan dia jalani hidupnya.

Sunil, lihat!

Ya ampun!

Kau menabraknya! / Untung tak luka.

Bicara apa kau? Ini bahaya sekali.

Bosco, Bosco! Kemari.

Hei, Sunil, lihatlah. / Apa? / Lihatlah.

Dia tampak sangat berbahaya.

Ayo kabur.

Ayo kita lari. / Angkat...

Nanti kita malah ke RS bukan ke China Town.

Berhenti! / Ayo cepat!

Cepat hidupkan!

Tancap gasnya!

Lupakan. Kita tangkap nanti.

Sekarang cepat. Kita ke dermaga.

Barangnya akan tiba. Ayo.

Hentikan lagunya. Hentikan!

Richie, ini band yang main disini?

Jangan khawatir, Chris. Mereka hanya sementara.

Tn. Patel! Sahabatku.

Hei, Richie! Apa kabar?

Kudengar kau mau menikah. / Ya.

Bagus! Kau beruntung.

Ini pasti mereka yang kau katakan.

Ya, Pak! / Tn. Patel, mereka sangat berbakat.

Ayo masuk.

Akan kuperkenalkan mereka.

Ini Imran, drummer hebat.

Dan ini Chris... / Grup ini tidak ada wanitanya?

Ada satu. Anna.

Suaranya bagus.

Bagus sekali. Hebat!

Kapan kalian bisa mulai?

Apa? Maksudmu kami dapat pekerjaannya?

Tentu, Kawan.

Baca syarat dan ketentuannya lalu tandatangani kontraknya.

Terima kasih, Tn. Patel.

Oh, tidak!

Lempari mereka. Mereka tak berguna!

Ya, lempari saja mereka!

Lagu mereka buruk. Usir mereka!

Kumohon, tidak!

Dimana si Patel itu? Dari mana dia dapat...

...band tak berguna ini?

Aku datang!

Kumohon dengarkan aku!

Jangan lemparkan gelasnya. Harganya 300 per lusin.

Singkirkan dulu band membosankan ini dari sini!

Kalau tidak, kami lempar gelasnya!

Lempari mereka!

Jangan lempar gelasnya! Ayo, mainkan yang lebih cepat.

Kalian tidak nonton MTV? / Astaga!

Kau lihat, Richie? Orang-orang disini gila.

Mereka bajingan. Penjahat!

Jika tak suka musiknya, mereka banting gelas.

Dan band ini, mereka tak punya pengalaman. Bagaimana?

Mereka meminta kesempatan padaku. Dan Tn. Patel ini memberikan kesempatan pertama.

Sekarang, semuanya sudah berakhir!

China Town akan begitu-begitu saja!

Sahabatku!

Saudaraku!

Kuharap ini bukan pertunjukan pertama kalian.

Jawab aku! Kenapa diam saja?

Pernah main atau tidak?

Tentu saja, Mr. Patel. Tentu saja pernah.

Kamu sudah sering main, Tn. Patel. 'Kan, Yezdi?

Ya, pertunjukan hebat.

Tn. Patel, orang disini tak seberapa kasarnya.

Tak ada apa-apanya. / Sungguh?

Kami pernah main di publik yang lebih kasar.

Apa kau bilang? / Ya.

Suatu ketika, kami melakukan pertunjukan.

Apa nama klubnya?

Nama klubnya...

...klub Enter the Dragon. / Rasanya pernah dengar.

Tempatnya berbahaya. Orang disini hanya melempar gelas.

Disana mereka juga melempar piring!

Piring? / Ya, mereka ambil dan lempar.

Ambil-lempar, ambil-lempar, ambil-lempar...

Cukup!

Bahkan pelayannya pun melempar piring juga.

Pelayannya juga? / Pak!

Kau pergi sana. / Terima kasih..

Jangan bilang ini didepan pelayan.

Jika mereka lempar piring...

...apa lagi setelah itu? / Apa lagi, Tn. Patel?

Saat band kami main...

...mereka semua terdiam! / Terdiam!

Mereka seperti sapi! Sapi yang menggoyang ekornya.

Sunguh? / Ya, ingat?

Kurasa sapi tak menggoyang ekornya.

Sungguh? / Tidak.

Maksudku, ekor mereka bergoyang seperti anjing!

Seperti anjing! / Seperti itu!

Kau tahu bagaimana mereka memuji kami?

Mereka melempar uang. Pound, Dollars, Riyals. /

Bahkan ada yang melempar kepingan emas!

Kepingan emas? / Dan kepingan itu...

...mengenai kepala Imran. / Kau lihat bekas lukanya, 'kan?

Tidak, Sunil. Kau diam.

Tn. Patel, sebenarnya kmi belum pernah tampil didepan umum. Tapi... / Apa?

Tn. Patel, dengar kami dulu. Band kami lebih bagus...

...daripada band ini.

Maaf, Kawan. Jika mereka mulai melempar piring...

...aku akan minggat dan pergi ke Cina.

Dengar kami dulu. / Pergi!

Jangan lakukan itu, Sunil.

Kubilang jangan lakukan itu!

Kenapa kau melakukannya, Sunil? Imran jadi jengkel.

Imran jengkel dengan ini dan aku jengkel dengan Imran.

Kenapa kau bilang pada Patel kalau kita belum pernah tampil?

Jangan mulai lagi! / lmran benar, Sunil.

Kita tak perlu berbohong untuk mencari pekerjaan.

Apa salahnya bohong demi kebaikan?

Kau gila? Ini penipuan

Curang! / Curang apanya?

Kita tak mengedarkan uang palsu.

Kita hanya perlu sedikit berbohong.

Bagaimana, Anna? Benar, 'kan?

Benar-benar salah! Harusnya kau malu.

Ini tak bisa diterima!

Klub Enter the Dragon!

Baik.

Kali ini kami sangat berharap, Anna.

Kami hampir mencapai tujuan. Tapi...

Aku heran kenapa ini terjadi pada kami.

Sial!

Tak apa, Chris. Semuanya baik saja.

Jangan khawatir, jangan risau.

Kau tahu, Anna, kenapa ini terjadi pada kami?

Percobaan yang bagus, Sunil. Aku terkagum.

Kau bilang apa? Bahkan pelayan melempar piring.

Yezdi! / Ada kabar bagus, Kawan.

Kalian tahu... / Apa Patel meninggal?

Richie mau kita main di pernikahannya. / Sungguh?

Tapi dia telah menyewa band lain.

Dia membatalkannya. Dia mau kita yang main.

Ya! / Ada lagi!

Patel akan datang.

Dia harus dengar musik kita, dan kita bisa ke China Town.

Kalian sudah siap, 'kan? Sudah dipersiapkan?

Kami sungguh siap. Biarkan Tn. Patel datang.

Kami membuat lagu baru. Sangat hebat.

Bagus!

Sunil, aku sangat haus.

Kuambilkan minuman.

Anna! / Hai! / Sedang apa...

Sunil mengambilkanku minuman. / Ayo menari.

Terima kasih. / Terima kasih.

Mary! / Ya?

Chris dan Anna terlihat cocok, 'kan?

Itu orangtuanya Chris.

Akan kutemui di kantor. / Tentu.

Aku tak paham kenapa Chris sangat dekat dengan anak penjual roti itu?

Hai, Charles! Selamat pagi. / Halo!

Lama tak berjumpa, ya?

Aku ingin bicara sesuatu. / Katakan saja.

Da Cunha sudah tiba. / Ayo temui mereka.

Kita sambung nanti.

Halo! / Halo!

Mana Sharon tak kelihatan?

Ada, itu dia.

Halo, Paman! Halo, Bibi! / Halo, Nak.

Bu, Jean juga datang.

Sungguh? / Ada apa, Sharon?

Kau semakin hari semakin cantik.

Ayolah, Bibi. Kurasa Bibi memuji gaun ini.

Katakan, Sharon, kau sudah jumpa Chris?

Belum.

Sungguh? Biar kupanggil dia.

Chris! Chris! Kemarilah.

Permisi. / Hei!

Kapan kapan aku akan kerumah Bibi, ya? / Baik.

Daah, Chris! / Daah!

Hei, Chris! Patel ada disini.

Mana? / Disana.

Hati-hati. Pergi sana!

Tn. Patel, apa yang terjadi padamu?

Jangan tanyakan itu. / Baiklah.

Ada apa? Kecelakaan? / Tidak!

Kau jatuh dari balkon?

Tidak. Bagaimana bisa?

Apa balkon yang menjatuhimu?

Kau mengada-ada. / Jadi, apa yang terjadi?

Aku memecat band lama dan menyewa band baru.

Oh!

Sungguh dinamis. Sangat jazz dan berpengalaman. / Begitu.

Dan penampilan mereka membuatku begini.

Jangan kecil hati, Tn. Patel.

Kau pasti akan temukan solusinya.

Diterjemahkan oleh : Rizky Orama

Kyun Na Hum Milke Pyaar Kare Kenapa tak kita ungkapkan cinta bersama?

Baahon Ko Gale Ka Haar Kare Dan buat karangan bunga ditangan kita

Ho, Yaar Mila Ha Ha Ha Yaar Mila Oh, kutemukan kekasihku

Pyaar Mila Ha Ha Ha Pyaar Mila Kutemukan cinta

Chain Mila Armaano Ko Aaj Impianku akhirnya terwujud

Chahat Ke Deewano Ko Aaj Dua cinta yang bersatu

Pyar Ke Do Parwano Ko Aaj Berjemur di hangatnya cinta

Qaraar Mila Kutemukan kebahagiaan

Jaane Bahaar Mila Kutemukan cintaku

Ho, Yaar Mila Ha Ha Ha Yaar Mila Oh, kutemukan kekasihku

Chain Mila Armaano Ko Aaj Impianku akhirnya terwujud

Chahat Ke Deewano Ko Aaj Dua cinta yang bersatu

Pyar Ke Do Parwano Ko Aaj Berjemur di hangatnya cinta

Qaraar Mila Kutemukan kebahagiaan

Jaane Bahaar Mila Kutemukan cintaku

Ho, Yaar Mila Ha Ha Ha Yaar Mila Oh, kutemukan kekasihku

Ya!

Dekho Na Saji Hai Kaisi Pyaar Ke Naam Lihat, pesta ini demi cinta

Mehfil Yaaron Ki Semuanya sudah direncanakan

Yaar Ke Naam Untuk para sahabat

Dekho Na Saji Hai Kaisi Pyaar Ke Naam Lihat, pesta ini demi cinta

Mehfil Yaaron Ki Yaar Ke Naam Semua sudah direncanakan untuk para sahabat

Ab Toh Keh Raha Mera Dil Sekarang hatiku berkata

Lag Ja Gale Se Mere Gulfam Menarilah dalam pelukanku

Chain Mila Armaano Ko Aaj Impianku akhirnya terwujud

Chahat Ke Deewano Ko Aaj Dua cinta yang bersatu

Pyar Ke Do Parwano Ko Aaj Berjemur di hangatnya cinta

Qaraar Mila Kutemukan kebahagiaan

Jaane Bahaar Mila Kutemukan cintaku

Ho, Yaar Mila Ha Ha Ha Yaar Mila Oh, kutemukan kekasihku

Hebat, Kawan!

Musik kalian bagus.

Kalian diterima di China Town!

Selamat!

Ya!

Chhalke Milan Ke Hai Jaam Yahaan Dua insan telah bersatu

Nahi Hai Sambhalne Ka Kaam Yahaan Tak perlu menahan perasaanmu lagi

Chhalke Milan Ke Hai Jaam Yahaan Dua insan telah bersatu

Nahi Hai Sambhalne Ka Kaam Yahaan Tak perlu menahan perasaanmu lagi

Itne Intezar Ke Baad Aku telah menanti sejak lama

Aaya Hai Aisa Bahaaron Ka Samaan Musim semi ada disini

Chain Mila Armaano Ko Aaj Impianku akhirnya terwujud

Chahat Ke Deewano Ko Aaj Dua cinta yang bersatu

Pyar Ke Do Parwano Ko Aaj Berjemur di hangatnya cinta

Qaraar Mila Kutemukan kebahagiaan

Jaane Bahaar Mila Kutemukan cintaku

Ho, Yaar Mila Ha Ha Ha Yaar Mila Oh, kutemukan kekasihku

Ho, Yaar Mila Ha Ha Ha Yaar Mila Oh, kutemukan kekasihku

Chris, Anna! Kalian sungguh hebat.

Pasangan yang serasi!

Sungguh serasi! Kalian terlihat hebat.

Pasangan yang indah!

Kakak!

Pelan-pelan, Kakak.

Ibu dan Ayah bisa bangun.

Siapa yang pencet klakson jam segini?

Itu bukan klakson, itu Sunil. / Apa?

Sunil? Jam segini?

Dia gila?

Sunil! Sunil!

Kumohon, Kak!

Berhenti bermain! / Kakak, berhenti!

Kak, kau cinta Anna, 'kan? Bilang saja.

'Kan, Kakak?

Kau tahu, Nikki?

Bagaimana mereka menyanyi bersama?

Mereka menari bersama...

...saling bersentuhan, berpegangan tangan,...

...saling bertatapan.

Dia sangat dekat dengannya.

Dan aku...

Dia tak pernah mengerti perasaanku padanya.

Bagaimana aku membuatnya mengerti...

...bahwa Chris tak bisa mencintainya...

...seperti aku mencintainya?

Tapi Chris punya mobil,...

...rumah bungalo,...

...dan banyak perusahaan, dia orang kaya...

Tidak, Kakak! Anna tidak seperti itu.

Aku tak percaya kau begitu memikirkannya.

Tapi kau sangat mencintainya.

Tapi, Nikki, dia harus mencintaiku.

Kakak, dia akan mencintaimu. Dia pasti akan mulai mencintaimu.

Kenapa dia tak mencintaimu?

Lagipun, apa kekuranganmu?

Kau bisa bertahan dimanapun kau berada.

Orang-orang senang padamu. Kau menyenangkan semua orang.

Bagaimana Anna bisa tak senang?

Jadi, Kakakku, camkan kata-kataku.

Anna akan mulai mencintaimu!

Sungguh, Nikki? / Ya, sumpah! Ayo.

Sebentar.

Kakak! / Ya.

Kakak, kenapa kau tak bawa Anna ke Carnival Ball?

Anna pasti senang.

Ide bagus, Nikki. Kau pintar sekali.

Kau benar. Chris boleh menang kali ini.

Tapi besok, aku yang menang. / Ya!

Baik, Anna. Aku ke kantor dulu.

Kutemui kau disaja pukul 6 tepat, ya?

Baik. Daah! / Daah!

Sunil, ada apa kemari? / Chris, kau tak ke kantor?

Aku mau ke kantor. Ada bagusnya kau kemari.

Aku mau bicara hal penting padamu.

Ikut aku. / Chris, aku tak bisa ikut.

Aku mau beli roti. / Nanti saja.

Tapi motorku disini. / Tinggalkan dulu. Ayo.

Kau tahu, Sunil?

Akulah orang paling bahagia di dunia hari ini.

Kenapa begitu?

Hidupku berubah, Kawan. / Sungguh?

Aku jatuh cinta. / Sungguh?

Itu hebat. / Ya.

Siapa gadis itu? / Sudah sering kuceritakan padamu.

Kenapa masih tanya? / Kau pernah bilang?

Oh, aku ingat!

Selamat, Chris! Selamat!

Sharon sungguh gadis yang beruntung.

Sharon? Aku tak jatuh cinta pada Sharon.

Bukan Sharon? / Bukan.

Pasti Tina!

Lisa? Padmini! / Diam, Sunil!

Kenapa kau sebut nama-nama itu?

Tidak ada namanya disitu.

Aku tak mengerti yang kau katakan.

Ayolah, bercanda ada batasnya. Sudah sering kubilang namanya.

Sunil, gadis itu adalah Anna.

Ada apa?

Tak ada. Apa kau mencintai Anna?

Bisakah kau cari yang lebih baik...

...daripada Anna?

Kenapa kau bilang begitu? Apa yang salah dengan Anna?

Sungguh? Aku harus bilang apa padamu?

Dia sama sekali tak cocok untukmu.

Apa maksudnya?

Chris, kau itu pintar, cerdas, dan tampan.

Anna itu menjijikkan. Dia jelek.

Apa? Kau gila?

Sunil, aku hanya tahu bahwa aku mencintainya.

Aku sangat mencintainya!

Baik, aku setuju kalau kau mencintainya.

Tapi, Chris, apa Anna mencintaimu?

Ya, hari itu...

Tidak. Aku tak benar yakin.

Kau harus yakinkan itu dulu, Chris.

Ya! Hei, bawakan krimnya.

Chris, pastikan cinta tak bertepuk sebelah tangan.

Baik, akan kupastikan.

Hari ini aku dan Anna akan bertemu di Carnival Ball pukul 6.

Ada apa? Apa yang terjadi, Sunil?

Kau bilang apa? Kau bertemu Anna?

Di Carnival Ball?

Ya, sudah kubilang padanya.

Apa dia mau datang?

Ya, Sunil. Aku sudah beli dua tiket.

Oh, tidak. / Ada apa?

Ini krimnya. / Terima kasih.

Ada apa, Sunil? Apa ini?

Habislah kau, Bung. Tak ada yang bisa menyelamatkanmu.

Tak ada! / Memangnya kenapa?

Dengar, Chris. Aku tak mau kau berprasangka.

Kau sangat mencintai Anna, Kawan.

Ini, makan krim rol ini.

Katakan yang sebenarnya.

Baik, Chris. Tapi kau janji apapun yang kubilang padamu cukup menjadi rahasia kita.

Baik, Sunil. Katakan apa itu.

Kau bukanlah yang pertama dalam hidup Anna / Apa?

Kau tak tahu, Chris.

Anna itu orangnya genit!

Dia pun tak ingat sudah berapa banyak yang dia goda.

Apa kau bilang?

Anna itu... / Ya, Chris.

Tidak, Sunil. Itu hanya gosip.

Anna gadis baik-baik.

Inilah masalahnya. Cinta membuat orang buta!

Dan kau lebih parah dari buta.

Kau tak mau menghadapi kenyataan!

Sama seperti Rahul. / Rahul? Siapa Rahul?

Pria yang kurus tinggi berkacamata itu.

Yang pergi ke Kanada.

Maksudmu Rahul Chowdhary? / Ya, Rahul Chowdhary.

Anna punya hubungan dengannya...

...dan dia pergi begitu saja. / Apa?

Dia orang yang baik, Chris. Sama sepertimu.

Dia tidak tahan dengan ini dan jadi gila!

Apa? / Ya.

Kau bilang apa, Sunil?

Kau yakin semua itu ulah Anna?

Tentu, Chris. Itu ulah Anna.

Tidak, Sunil. Kurasa itu gadis lain.

Jadi, maksudmu aku berbohong?

Bukan itu maksudku.

Kau pikir aku membohongimu dengan gosip ini?

Bukan itu maksudku, Sunil.

Tapi katanya... / Persetan dengan kata orang!

Biar kuceritakan padamu.

Kukatakan padamu tapi kau tak percaya!

Anna telah menipuku, Chris! / Kau juga? / Ya.

Hei, bawa kemari. / Ini untuk pelanggan lain, Pak.

Bawakan yang lain saja.

Kau bilang apa, Sunil? Apa itu benar?

Aku bersumpah, Chris. Sumpah!

Karena itu aku jaga jarak. / Ya ampun.

Kusarankan padamu...

...jangan berhubungan lagi dengannya!

Dengar, Chris, jangan lupakan janji kita yang tadi.

Jangan bilang semua ini pada Anna.

Bayar tagihannya dan pergilah ke kantor.

Kau pasti terlambat, 'kan? Pergilah.

Terima kasih, Sunil! / Tak apa.

Kau telah menyelamatkanku dari jurang.

Tak apa, Kawan.

Takkan kutemui lagi dia. / Baik.

Takkan kulihat lagi wajahnya. / Bagus.

Aku akan sangat membencinya.

Semua ada batasnya. Dia sangat penipu!

Buruk sekali. / Menjijikkan!

Kau tak tahu betapa aku mencintainya. / Aku tahu.

Dan caranya memandangku kemarin...

Sungguh indah sekali, Sunil!

Mata lebarnya yang cantik,...

...dan wajahnya yang polos,...

...senyum polosnya,...

Ya, Sunil. Aku masih mencintainya.

Ya, Sunil. / Aku tak bisa hidup tanpanya. / Dengar, Chris.

Akan kutemui dia. / Tidak, Chris.

Aku mau menemuinya... / Tunggu...

Tunggu! Hei, Chris, kau mau apa?

Pikirkan sekali lagi. Kau anak semata wayang orangtuamu.

Semata wayang! Jika sesuatu terjadi padamu...

...mereka akan sedih. Malang sekali!

Jika kau tak peduli...

...setidaknya pikirkan mereka.

Inilah takdirku, Sunil. / Tidak.

Tak ada yang bisa menghalangi.

Semuanya ada di tangan Anna, Sunil.

Tidak, Chris. Hei, Chris! Chris!

Hai, Anna! / Hai, Sunil!

Bagus bertemu disini. Barusan aku mau kerumahmu.

Sungguh? Kenapa?

Ayo kita keluar malam ini.

Aku ingin jalan-jalan. / Tidak, Sunil. Jangan hari ini.

Anna, ayolah!

Akan kubawa ketempat yang kau suka.

Tidak hari ini, Sunil.

Aku harus bertemu Chris pukul 6. Kami...

...mau ke Carnival Ball!

Dan Chris membeli dua tiket. Aku tahu semuanya.

Aku hanya bercanda.

Sebenarnya, Chris menyuruhku menyampaikan pesan padamu.

Pesan? / Ya!

Karena dia ada urusan mendadak di kantor...

...dia akan terlambat.

Dia mengundur dari pukul 6 ke pukul 7.

Terima kasih pesannya. Daah. / Daah!

Permisi.

Sunil, kau!

Ada apa kemari?

Sebenarnya Chris menyuruhku kemari menemanimu di Carnival Ball.

Ada apa dia? Kenapa tak datang kemari?

Dia ada pekerjaan mendesak dari ayahnya.

Tapi dia meminta menyampaikan maaf padamu...

...dan dia mengirim dua tiket Carnival Ball ini.

Initidak benar.

Sepanjang hari aku menunggu malam ini!

Kenapa tak bilang dari awal?

Setidaknya dia menelepo

Tidak, Anna. Dia mau kesini, tapi ada pekerjaan mendadak.

Apa maksudnya? Dia pikir siapa dia?

Biar bagaimanapun dia harusnya disini menepati janji padaku!

Kurang ajar sekali dia!

Tapi, Anna, kenapa kau marah padaku?

Maaf, Sunil. Aku tak marah padamu, tapi pada Chris.

Dia sudah merusak malamku.

Anna, aku paham keadaanmu.

Tapi jangan terlalu kecewa.

Aku tidak kecewa.

Biarkan saja dia. Persetan.

Ayo. Kita bergembira.

Diterjemahkan oleh : Rizky Orama

Ae Kash Ke Hum Hosh Mein Ab Kuharap aku tak kembali

Aane Na Paaye Pada kesadaranku

Ae Kash Ke Hum Hosh Mein Ab Kuharap aku tak kembali

Aane Na Paaye Pada kesadaranku

Bas Nagme Tere Pyaar Ke Mestinya aku terus bersenandung

Gaate Hi Jaaye Kisah cintaku padamu

Ae Kash Ke Hum Hosh Mein Ab Kuharap aku tak kembali

Aane Na Paaye Pada kesadaranku

Ae Kash Ke Hum Hosh Mein Ab Kuharap aku tak kembali

Aane Na Paaye Pada kesadaranku

Khilti Mehakti Yeh Zulfon Ki Shaam Rambutmu yang harum mewangi

Haste Khanakte Yeh Hothon Ke Jaam Bibirmu yang indah menggoda

Khilti Mehakti Yeh Zulfon Ki Shaam Rambutmu yang harum mewangi

Haste Khanakte Yeh Hothon Ke Jaam Bibirmu yang indah menggoda

Aa Jhoomke Saaz Uthaye Mari menari dalam alunan musik

Bas Nagme Tere Pyaar Ke Mestinya aku terus bersenandung

Gaate Hi Jaaye Kisah cintaku padamu

Ae Kash Ke Hum Hosh Mein Ab Kuharap aku tak kembali

Aane Na Paaye Pada kesadaranku

Bas Nagme Tere Pyaar Ke Mestinya aku terus bersenan

Gaate Hi Jaaye Kisah cintaku padamu

Ae Kash Ke Hum Hosh Mein Ab Kuharap aku tak kembali

Aane Na Paaye Pada kesadaranku

Ho Bas Agar Tum Hamaare Sanam Jika kau bersamaku, Sayang

Hum Toh Sitaron Pe Rakh De Kadam Aku bisa mencapai bintang-bintang

Ho Bas Agar Tum Hamaare Sanam Jika kau bersamaku, Sayang

Hum Toh Sitaron Pe Rakh De Kadam Aku bisa mencapai bintang-bintang

Saara Jahaan Bhool Jaaye Akan kutinggalkan seluruh dunia

Bas Nagme Tere Pyaar Ke Mestinya aku terus bersenan

Gaate Hi Jaaye Kisah cintaku padamu

Ae Kash Ke Hum Hosh Mein Ab Kuharap aku tak kembali

Aane Na Paaye Pada kesadaranku

Bas Nagme Tere Pyaar Ke Mestinya aku terus bersenan

Gaate Hi Jaaye Kisah cintaku padamu

Ae Kash Ke Hum Hosh Mein Ab Kuharap aku tak kembali

Aane Na Paaye Pada kesadaranku

Ae Kash Ke Hum Hosh Mein Ab Kuharap aku tak kembali

Aane Na Paaye Pada kesadaranku

Terima kasih.

Begitu. Disini kau, Romeo.

Hai, Chris! Ada apa kemari?

Itu yang kutanyakan padamu.

Sedang apa kau disini?

Aku? Aku membeli es krim ini untukku sendiri.

Untukmu? / Ya.

Tapi, Sunil, kau membawa dua es krim.

Ini... / Kurasa yang satunya untukku, 'kan?

Kalau kau mau, ambil saja. Ini.

Ada apa dengan Anna?

Dia pasti menunggu es krim ini, 'kan?

Anna? Kau tahu...

Ayo katakan.

Bicaralah, Sunil.

Baguslah kalau kau mulai tahu segalanya, Chris.

Lagipun, kau pasti menyalahkanku.

Aku melakukan ini demi kau.

Anna gadis yang berbahaya. Dia bisa menghancurkan hidupmu.

Takkan kubiarkan itu terjadi, Chris.

Cukup. Sudah selesai? Atau masih ada lagi?

Sunil, semua yang kau bilang tentangnya adalah bohong!

Tentang Anna, Rahul, bahkan tentang dirimu.

Sebenarnya kau mencintai Anna. Sunil, cinta Anna.

Ya, kau cemburu melihat kami bersama.

Kau masih menghormatiku setelah menipuku...

...dan kau bersenang-senang bersama Anna!

Tidak, Chris. Kau salah paham.

Aku... / Aku salah paham?

Ya. / Ayo kita temui Anna.

Kita akan bereskan ini. / Baik, tak masalah..

Hei, Chris! / Ya?

Apa kau mau bawa-bawa Anna?

Ini antara kita, kita selesaikan saja.

Kanapa? Kau takut pada Anna?

Kenapa takut? / Lalu?

Aku berbohong.

Aku hanya bilang yang kudengar.

Sungguh? / Tenang, Kawan.

Kau tak malu berbohong?

Es krimnya jatuh.

Hai Anna, aku membawanya kemari. Ini dia Chris...

Anna, aku... / Apa gunanya kau datang?

Sudah terlambat. / Tapi Anna, ini bukan salahku.

Aku... / Benarkah?

Sampai kesini pukul 8, kau bilang itu bukan salahmu!

Lupakan. Kami berdua senang-senang tanpamu.

Ayo, Sunil. Kita menari lagi.

Ya, Anna. Daah, Chris!

Anna, ini esnya... / Dengar dulu. Anna!

Kau tahu aku menunggumu disini dari pukul 6?

Pukul 6? / Ya.

Tapi Sunil menyuruhku kemari pukul 7.

Itu yang ingin kubilang padamu.

Kita sudah sepakat pukul 6. / Ya.

Tapi Sunil memberi pesan palsu padamu.

Itu bohong. / Semua ini salahnya.

Tapi kenapa? / Tanya dia. Ini sengaja.

Ada apa, Sunil?

Ada apa sebenarnya? / Katakan.

Tak ada salah paham, Anna. Biar kuceritakan.

Chris, ingat kita ke toko roti tadi pagi?

Dan kita tiba-tiba bertemu disana? / Ya.

Aku menaiki motorku? / Ya.

Dan kau memaksaku pergi ke restoran.

Ya.

Katamu kau akan menemui Anna pukul 7.

Kau bohong! Aku bilang pukul 6..

Tidak, Chris. Kau bilang pukul 7.

Coba ingat... / Kau harusnya malu, Sunil.

Kau bohong terus!

Semua ada batasnya! / Aku...

Sebentar, Anna. Dengar aku.

Percayalah, aku bilang kita bertemu pukul 6.

Aku bersumpah padamu!

Baik, Chris. Sunil, katakan sejujurnya. Ada apa?

Kurasa aku salah dengar. Antara 6 dan 7.

Tapi sepakatnya pukul 6, 'kan? / Ya.

Tanya dia kenapa suruh aku sampaikan pesan kalau waktunya berubah.

Pesan? Pesan apa?

Begitu, kau melupakannya. Bagus sekali!

Anna, dia bohong. Aku tak ada pesan apapun..

Kenapa aku berbohong, Anna?

Kalaupun aku bohong, kenapa kusebut pukul 7?

Aku bisa sebut pukul lain. Aku juga bisa ganti tanggalnya.

Aku juga bisa bilang kalau Chris tak ada disni.

Begitu. 'Kan, Chris?

Aku bingung siapa yang benar siapa yang bohong.

Aku benar. / Sunil, kau berbohong.

Jangan mengancamku. / Sudah cukup.

Aku tak tertarik dengan candaan kalian. Persetan dengan kalian!

Aku mau pulang.

Kenapa kau menuduhku? / Kau bohong. Lihat yang kau lakukan.

Anna, dengar aku! / Aku tak mau bicara padamu.

Anna, dengar aku dulu. / Dia tak bisa dipercaya.

Jika kau mendengar, kau pasti marah.

Diam, Chris! / Sekarang kau ketahuan!

Anna! / Chris, kau sudah berjanji...

...jangan bilang pada Anna.

Aku tak ingat. Anna! / Hei! Tunggu!

Anna, dengar yang dia bilang tentangmu.

Anna, dia bilang kau sering menggoda orang!

Kau memberi mereka harapan palsu.

Kau menggoda mereka hingga masuk dalam perangkapmu, Anna.

Apa? Dia bilang apa?

Aku penggoda?

Tidak, Anna. / Ya, Anna! Bukan hanya itu.

Dia bilang kau suka menipu mereka. / Cukup!

Pertama kau menggoda orang, lalu kau pura-pura mencintainya...

...dan saat mereka jatuh cinta padamu...

...kau meninggalkannya, Anna!

Kau bilang ini tentangku, Sunil?

Tidak. / Ya, Anna!

Dia juga bilang kau menjebak Rahul hingga dia tergila padamu.

Sampai dia mengkonsumsi obat-obatan hingga dibawa ke Kanada untuk diobati.

Apa yang kukatakan padamu...

...bisa membuatmu marah. / Tidak, Chris.

Diam, Sunil! / Anna, dia bilang kau penggoda...

...dan kau mencoba menggodanya. / Apa?

Ya, Anna.

Apa aku seperti itu, Sunil?

Sama sekali tidak, Anna. Aku sudah berbuat kesalahan.

Tapi aku tidak sungguh-sungguh. Sumpah, Anna.

Aku sangat menghormatimu. Aku mencintai...

Anna! Anna, tenanglah.

Jangan menangis. Semuanya akan baik saja..

Baik, tenang. Anna, lihatlah...

Anna, jangan menangis.

Tenang, Sunil. Tinggalkan dia sendirian.

Anna, dengar aku dulu sebentar.

Biar kujelaskan kenapa aku melakukan ini. / Sunil...

Sunil, hentikan. / Ayolah, Anna.

Anna! Anna! Tunggu dulu.

Jangan sentuh aku! Jangan pernah muncul lagi dihadapanku!

Jangan bicara padaku. Aku tak mau melihat wajahmu.

Ayo, Chris. / Anna!

Setidaknya ambil es krim ini. Kumohon! Anna!

Apa yang sudah kau lakukan, Sunil?

Aku masuk ke jebakan yang kubuat untuk Chris!

Bagaimana aku keluar dari jebakan ini?

Aku harus keluar dari semua ini.

Karena Anna adalah takdirku.

Anna, beri aku kesempatan sekali lagi.

Aku tahu aku penipu, pembohong, dan sebagainya.

Tapi tolong maafkan aku. Sekali saja.

Jadi, kau sudah memaafkanku?

Terima kasih!

Anna, kau sudah sarapan?

Ya, Bu. / Anna!

Anna!

Sunil, kau?

Anna, ada hal penting yang harus kubicarakan.

Aku mau bilang kalau... / Beraninya kau?

Beraninya kau kemari? / Anna!

Pergi dari sini! / Anna, dengar aku dulu!

Turun?

Selamat pagi, Paman.

Daah!

Romo!

Romo! / Ada apa, Sunil?

Ada yang ingin kubicarakan padamu, Romo.

Tidak, Sunil. Aku tak punya waktu untuk itu.

Ini penting sekali, Romo.

Takkan lama. / Sudah kubilang, Sunil.

Lima menit saja. / Aku ada pekerjaan.

Nanti saja. / Kumohon, Romo!

Aku sedang bermasalah, Romo.

Tidak!

Kau selalu bermasalah.

Ada apa lagi?

Buruk sekali, Sunil.

Kau bilang hal sejorok itu tentang Anna, Sunil?

Kau bilang itu demi cinta?

Cinta semacam apa, Sunil?

Kau sebut gadis polos itu genit. Kau sebut dia pengkhianat!

Kau sebit dia penggoda ulung!

Buruk sekali, Sunil!

Tapi aku tak bermaksud begitu. Itu semua tak berarti...

Apa kau gila? Kau harus tahu batasannya!

Kau mengarang cerita tentang Rahul Chowdhary! Aduh, Sunil...

Tapi dia pergi ke Kanada, Romo.

Dia tidak pergi untuk berobat!

Jika aku jadi Anna, aku akan menamparmu!

Dia sudah menamparku.

Menamparmu? / Ya.

Bagus. Bagus sekali! Gadis baik.

Sekarang kau harus minta maaf.

Aku sudah minta maaf.

Aku memanjat balkonnya dan masuk lewat jendela.

Oh, Sunil! Kenapa kau selalu lewat jendela?

Kenapa tak pakai pintu?

Aku sangat mencintai Anna, Romo.

Semakin aku mendekatinya, semakin dia menjauh.

Sekarang dia marah padaku dan aku tak tahu cara menghadapinya.

Bagaimana agar dia memaafkanku, Romo?

Romo, beri aku saran.

Kumohon, Romo.

Sunil, kau pasti bisa mengambil hati Anna.

Bagaimana bisa, Romo? Aku tak punya apa-apa.

Pasti bisa, Sunil. Pikirkanlah.

Tak ada?

Musik! / Musik!

Kau mainkan musik yang indah.

Tuhan telah memberimu keahlian itu.

Gunakanlah sebagaimana mestinya.

Terima kasih, Romo. Terima kasih banyak.

Kami akan tampil di China Town.

Aku telah membuat lagu dan semua pasti senang.

Hadirin sekalian, ambil gambar mereka yang bagus.

Berikan mereka hasil yang terbaik.

Ayo, Kawan. Cepatlah.

Fotografer akan mengambil foto untuk band kalian.

Sebentar, Chris. / Ayolah, Imran.

Kenapa kalian kejam sekali? Sunil pasti kecewa!

Biarkan saja. Kau harus ingat...

...bahwa dia telah menyakiti Anna.

Kita putuskan Sunil dikeluarkan dari band.

Itu keputusannya. Urusan selesai.

Ayolah.

Anna! Sebentar, Anna!

Yang lalu biar berlalu.

Terima Sunil dalam tim ini.

Silahkan saja. / Sungguh?

Ya. Jika dia kembali, aku yang pergi.

Ayo, ayo. Posisi yang bagus.

Ambil gambarnya. Ayo.

Sebentar. Anna, mendekat ke Chris.

Ayo! Lebih dekat lagi.

Sekarang ambil fotonya.

Bergaya seolah-olah kalian sedang bermain.

Sekarang saling bertatapan.

Ayo, jangan malu-malu.

Senyum. Cukup. Terima kasih.

Terima kasih, Hadirin Sekalian.

Baik, Kawan. Aku pergi dulu.

Sekarang kalian latihan yang bagus.

Main dengan hati dan kagumkan penonton di China Town.

Baik, Tn. Patel. Pasti. Jangan khawatir.

Sudah bagus? / Ayo mulai.

Anna siap? Chris siap? / Ya. / Lakukan yang terbaik!

Baik. Yezdi, main di B Mayor. / Baik.

Tony, ambil gitarmu.

Satu, dua... Satu, dua, tiga, empat...

Tampaknya ada yang tak membaca tanda.

Tanda? Sudah banyak ditulis diluar.

Apa dia tak bisa baca?

Nampaknya ada yang tak tahu malu, Kawan.

Tapi kita abaikan saja.

Kita harus fokus ke pekerjaan kita, 'kan?

Permisi! / Ya?

Halo! / Halo, Sunil!

Hai! / Diam, Yezdi!

Boleh aku duduk disini sebentar? Kudengar musik kalian bagus.

Terima kasih, Pak.

Terima kasih. / Bukan disini, tapi disana.

Ikut aku. Disini. Duduk sini.

Duduk disini dan diam!

Dan, jangan pikir bisa masuk band ini lagi.

Tak akan. / Bagianmu aku yang pegang. Paham?

Paham. / Bagus. Boleh kami mulai?

Silahkan!

Baik, bersiaplah! Satu, dua... satu, dua...

...tiga, empat! / Tunggu sebentar!

Aku menyuruhmu diam.

Maaf! Maaf!

lmran, kurasa lagi ini tak cocok untuk pengunjung China Town.

Aku yakin. Pasti akan gagal.

Sungguh? Gagal? Kau dengar, Anna?

Lagu ini bagus saat acara pernikahan Richie.

Benar! Orang-orang sangat suka mendengarnya.

Ya. Pasangan Chris dan Anna sangat berhasil!

Orang-orang memuji mereka.

Ya, aku tahu. Lagumu mendapat banyak pujian.

Tapi pernikahan Richie pengunjungnya sopan.

Tapi China Town...

Itu dunia yang berbeda, Kawan.

Kau tahu apa jadinya kalau kita mainkan lagu ini disana.

Kau bilang apa? Imran, dia benar.

Ayahku tak mengasuransikanku.

Diam, Yezdi!

Baik, Sunil. Katakan lagu yang mana yang cocok disana?

Biar kuberitahu, Chris.

Lagunya harus menggambarkan pengunjung yang datang ke China Town.

Imran, kau harus membayangkan kehidupan mereka.

Yang berhubungan dengan mereka.

Sesuatu yang membuat mereka terbawa-bawa.

Lagu tentang tindak kriminal!

Lagu tentang dunia kelam, Anna.

Setuju? Kau setuju, Anna?

Omong kosong. Aku tak setuju.

Lagipula, siapa yang mau membuat lagu itu?

Ya, siapa yang mau buat?

Aku sudah buat satu.

Wah! Dia sudah menulisnya.

Hebat, Sunil! Kau jenius. / Aku tahu.

Ini triknya agar dia bisa masuk band lagi.

Kita tak mau lagu itu. Lupakan saja, ya?

Ayo, Chris. / Kami tak mau lagunya.

Sama sekali tak mau!

Lagu tentang tindak kriminal.

Jangan buang waktu kami, Sunil.

Lagu itu sudah ketinggalan zaman.

Hei, Imran, Chris. Setidaknya dengarkan laguku.

Sunil, apa gunanya mendengar kalau kami tak mau?

Anna! Ini bukan taktik.

Percayalah! Mungkin kalian tak mau aku disini...

...tapi terimalah laguku.

Kami tak mau. Kenapa ganggu kami?

Tak apa jika kalian tak mau dengar.

Sumpah, Imran! Baca liriknya sekali saja.

Sudah baca pesannya?

Kau tak paham?

Baik. Persetan dengan bandmu. / Baik!

Hei, pergi sana. / Aku tak peduli band kalian.

Aku tak perlu kalian. Aku senang. / Baik, pergilah...

Hei, pergi sana! / Daah, Sunil.

Daah. / Sampai jumpa.

Dadaah. / Sunil...

Sunil!

Sunil, sebentar! Tunggu dulu, Kawan.

Maafkan semua yang terjadi.

Jika kau mau, aku akan meninggalkan band.

Kau tidak, akupun tidak! / Jangan lakukan itu.

Jangan khawatir. Aku terima semua ini.

Ya, Sunil! kenapa tak lakukan sesuatu?

Kami pergi ke pantai Colva selesai latihan.

Tenangkan Anna disana. Kalau kau berhasil...

...yang lain akan memaafkanmu.

Setuju!

Diterjemahkan oleh : Rizky Orama

Aana Mere Pyar Ko Na Tum Jhoota Samjho Jaana Anna, jangan anggap cintaku palsu

Aana Mere Pyar Ko Na Tum Jhoota Samjho Jaana Anna, jangan anggap cintaku palsu

Sanam Tujhe Paane Ka Yeh Tha Sara Bahana Kasihku, kulakukan semua demi mendapatkan hatimu

Aana Mere Pyar Ko Na Tum Jhoota Samjho Jaana Anna, jangan anggap cintaku palsu

Sanam Tujhe Paane Ka Yeh Tha Sara Bahana Kasihku, kulakukan semua demi mendapatkan hatimu

Chalo Bhi Joh Hua Jaane Do Yang lalu biarlah berlalu

Bahut Ho Chuka Jaane Do Maafkanlah semua itu

Chalo Bhi Joh Hua Jaane Do Yang lalu biarlah berlalu

Bahut Ho Chuka Jaane Do Maafkanlah semua itu

Dekh Meri Taqdeer Lihatlah takdirku

Dil Mein Kiska Geet Hatiku telah terpanah

Aankhon Mein Tasveer Oleh orang di hatiku

Kiski Hai Sanam Siapakah dia?

Chhodo Chhodo Haath, Jaanu Teri Baat Lepaskan aku, aku tahu maksudmu

Jhooti Hai Har Baat Semua katamu dusta

Jhooti Har Kasam Semua janjimu palsu

Jhoota Hoon Ya Sacha Hoon Jaane Sara Zamaana Seluruh dunia tahu aku bohong atau jujur

Aana Mere Pyar Ko Na Tum Jhoota Samjho Jaana Anna, jangan anggap cintaku palsu

Sanam Tujhe Paane Ka Yeh Tha Sara Bahana Kasihku, kulakukan semua demi mendapatkan hatimu

Chalo Bhi Joh Hua Jaane Do Yang lalu biarlah berlalu

Bahut Ho Chuka Jaane Do Maafkanlah semua itu

Chalo Bhi Joh Hua Jaane Do Yang lalu biarlah berlalu

Bahut Ho Chuka Jaane Do Maafkanlah semua itu

Tumne Phenka Jaal Kau coba membohongiku

Ulti Padh Gayi Chaal Tapi rencanamu gagal

Ab Mister Janjaal Rasta Naapiye Sekarang Tn. Pengganggu, pergi sana!

Aise Toh Na Yaar Dil Ko Thokar Maar Sayangku, jangan tolak lamaranku

Samjho Mera Pyaar Pahamilah cintaku

Khuda Ke Liye Sumpah demi Tuhan

Samajh Gayi Ab Chhodo Zyada Baatein Banana Aku paham, sekarang hentikan ocehanmu

Aana Mere Pyar Ko Na Tum Jhoota Samjho Jaana Anna, jangan anggap cintaku palsu

Aana Mere Pyar Ko Na Tum Jhoota Samjho Jaana Anna, jangan anggap cintaku palsu

Sanam Tujhe Paane Ka Yeh Tha Sara Bahana Kasihku, kulakukan semua demi mendapatkan hatimu

Chalo Bhi Joh Hua Jaane Do Yang lalu biarlah berlalu

Bahut Ho Chuka Jaane Do Maafkanlah semua itu

Chalo Bhi Joh Hua Jaane Do Yang lalu biarlah berlalu

Bahut Ho Chuka Jaane Do Maafkanlah semua itu

Chalo Bhi Joh Hua Jaane Do Yang lalu biarlah berlalu

Bahut Ho Chuka Jaane Do Maafkanlah semua itu

Chalo Bhi Joh Hua Jaane Do Yang lalu biarlah berlalu

Imran... Imran! Anna...

Tiga... / Jelaskan pada mereka!

Empat! / Empat!

Anna! Anna, dengarkan aku.

Terima akibatnya.

Pergilah. Jika kalian dipermalukan di China Town...

...aku akan mengejek kalian! / Lihat saja.

Tak apa!

Saudara sekalian, kupersembahkan band baru ke hadapan kalian.

Mereka musisi hebat!

Musik mereka merdu dan indah. / Hei, Patel!

Berhenti mengoceh dan biarkan mereka main!

Kumohon, Kawan!

Tenang, Kawan. Sebentar lagi...

Tenang dulu! / Hei...

Kumohon! / Biarkan mereka main!

Kami mau dengar mereka main!

Kumohon, Kawan!

Jangan pecahkan gelasnya.

Jangan habiskan gelas lagi.

Akan kami pecahkan nanti! / Ya!

Kami akan main peluru!

Ketua kami akan datang kemari.

Siapa? Anthony? / Ya!

Siapa itu Anthony?

Anthony adalah Don (ketua penjahat) di kota ini.

Don!

Hei, Sialan! Kenapa diam saja?

Bicara saja!

Hei, kalian! Menari dan menyanyilah.

Ya, Ketua!

Mulai!

Kyun Na Hum Milke Pyaar Kare Kenapa tak kita ungkapkan cinta bersama?

Baahon Ko Gale Ka Haar Kare Dan buat karangan bunga ditangan kita

Ho, Yaar Mila Ha Ha Ha Yaar Mila Oh, kutemukan kekasihku

Pyaar Mila Ha Ha Ha Pyaar Mila Kutemukan cinta

Chain Mila Armaano Ko Aaj Impianku akhirnya terwujud

Hei, Bodoh! Membosankan sekali lagu kalian!

Chahat Ke Deewano Ko Aaj Dua cinta yang bersatu

Pyar Ke Do Parwano Ko Aaj Berjemur di hangatnya cinta

Lagunya sendu sekali!

Qaraar Mila Kutemukan kebahagiaan

Untung aku pakai helm.

Kumohon!

Hei, Bosco! Itu polisi! Ayo lari!

Kawan! Tunggu, dengar dulu!

Itu bukan sirene polisi.

Aku yang memainkannya. Dengar ini.

Jangan takut.

Pintar sekali!

Terima kasih, Pak. Dengar, silahkan duduk.

Tenang dan duduklah. Yang di belakang sana.

Berikan kami kesempatan untuk bermain lagi yang bagus.

Bos! / Ya?

Dia yang merusak mobil kita saban hari.

Sungguh? Pria ini? / Ya!

Catat dia. Akan kuhabisi setalah ini.

Dia anggap dirinya Romeo-nya Goa!

Dia memainkan sirene. Dia mau bernyanyi!

Dia menabrak mobilku. Pria lemah!

Mulai!

Diterjemahkan oleh : Rizky Orama

Twitter & Instagram : @rizkyorama

Kawan, lagu ini bukan sekedar lagu.

Ini sebuah kisah!

Ya, kisah nyata. Kisah seorang Don!

Sachi Yeh Kahaani Hai, Sun Lo Meri Jaan Dengarlah kisah ini, Kawan

Kahin Ek Shehar Mein Tha Ek Naujawaan Di kota ini ada seorang pria muda

Sacha Seedha Saada Sa, Pyaara Insan Dia baik dan jujur, insan yang sejati

Kya Kahoon Woh Bana... Entah bagaimana dia menjadi...

Kaise Don Seorang Don!

Kaise Don Seorang Don!

Sachi Yeh Kahaani Hai Ini kisah nyata

Sun Lo Meri Jaan Dengarlah, Kawan

Kahin Ek Shehar Mein Di kota ini

Tha Ek Naujawaan Ada seorang pria muda

Sacha Seedha Saada Sa Dia baik dan jujur

Pyaara Insan Insan yang sejati

Kya Kahoon Woh Bana... Entah bagaimana dia menjadi...

Kaise Don Seorang Don!

Kaise Don Seorang Don!

Rozi Ke Liye Jahan Jahan Jaata Woh Kemanapun ia mencari pekerjaan

Thokar Hi Sada Wahan Wahan Pata Woh Tak ada yang mau menerimanya

Rozi Ke Liye Jahan Jahan Jaata Woh Kemanapun ia mencari pekerjaan

Thokar Hi Sada Wahan Wahan Pata Woh Tak ada yang mau menerimanya

Par Woh Jawaan Tha Tapi ia masih muda

Irade Ka Jawaan Hasratnya masih kuat

Chhod Diya Aakhir Shareefon Ka Jahan Akhirnya ia meninggalkan dunia yang baik

Par Woh Jawaan Tha Dia masih muda

Irade Ka Jawaan Hasratnya masih kuat

Chhod Diya Aakhir Shareefon Ka Jahan Akhirnya ia meninggalkan dunia yang baik

Saat dia menjadi Don, orang mulai segan padanya.

Dia menjadi bergelora. Tak bisa kuungkap dengan kata.

Seluruh dunia digenggamnya!

Yun To Jo Bhi Chaha, Woh Mila Apa yang dia mau, pasti didapatnya

Par Dil Ka Gul Na Khila Tapi kehidupan cintanya sangat hampa

Dil Ki Khushi To Milti Jo Dia telah menemukan kebahagiannya

Pyaar Use Karta Kekasih hatinya

Yeh Jahaan Di dunia ini

Yeh Jahaan Di dunia ini

Sachi Yeh Kahaani Hai Ini kisah nyata

Sun Lo Meri Jaan Dengarlah, Kawan

Kahin Ek Shehar Mein Di kota ini

Tha Ek Naujawaan Ada seorang pria muda

Sacha Seedha Saada Sa Dia baik dan jujur

Pyaara Insan Insan yang sejati

Kya Kahoon Woh Bana... Entah bagaimana dia menjadi...

Kaise Don Seorang Don!

Don!

Kaise Don Seorang Don!

Aage Kya Kahoon Uski Kahaniyan Bagaimana aku melanjutkan kisahnya

Jali Hain Sada Aison Ki Jawaniyan Masa mudanya telah hancur

Aage Kya Kahoon Uski Kahaniyan Bagaimana aku melanjutkan kisahnya

Jali Hain Sada Aison Ki Jawaniyan Masa mudanya telah hancur

Apnon Ne Bhi To Na Kiya Usse Pyaar Dia dibenci oleh orang yang dicintainya

Roothi Rahi Sada Mohabbat Ki Bahaar Cinta selalu menjauh darinya

Apnon Ne Bhi To Na Kiya Usse Pyaar Dia dibenci oleh orang yang dicintainya

Roothi Rahi Sada Mohabbat Ki Bahaar Cinta selalu menjauh darinya

Logon Mein Aata Jab Kabhi Setiap ia berada diantara orang-orang

Hansta Hansata Jab Kabhi Tiap ia tersenyum dan membuat orang tertawa

Dekhne Wale Ko Hota Tha Orang-orang yang memandangnya

Us Hansi Pe Rone Ka Ghumaan Mereka merasa seperti menangisi tawanya

Ka Ghumaan Tawanya

Sachi Yeh Kahaani Hai Ini kisah nyata

Sun Lo Meri Jaan Dengarlah, Kawan

Kahin Ek Shehar Mein Di kota ini

Tha Ek Naujawaan Ada seorang pria muda

Sacha Seedha Saada Sa Dia baik dan jujur

Pyaara Insan Insan yang sejati

Kya Kahoon Woh Bana... Entah bagaimana dia menjadi...

Kaise Don Seorang Don!

Don! Don! Don!

Kaise Don Seorang Don!

Don! Don! Don!

Kaise Don Seorang Don!

Kaise Don Seorang Don!

Hebat, Patel! Hebat!

Sungguh lagi yang tragis!

Terima kasih. / Musiknya indah!

Aku ingin bertemu semua anggota band.

Aku ingin memeluk mereka semua.

Hei, Sunil! Sunil! Kemarilah.

Dia Sunil.

Dia yang menciptakan lagunya.

Dia buat iramanya, dia buat semuanya.

Wah, Sunil! Kerja bagus!

Kau tahu, lagu itu adalah kisah hidupku.

Itu kisah Anthony Gomes!

Don yang kau maksud bukan Don lain. Dia Anthony Gomes!

Aku jadi penngemarmu! Aku penggemarmu...

Jika kau dalam masalah, ingatlah Anthony Gomes.

Akan kulakukan semua untukmu. Baik, aku pergi dulu.

Sampai jumpa.

Patel, kemari. / Ya, Bos.

Belikan mereka manisan. Ayo pergi.

Ini kisah nyata

Dengarlah, Kawan

Di kota ini

Ada seorang pria muda

Dia baik dah jujur

Insan yang sejati

Maafkan aku, Kawan-kawan.

Tak seharusnya aku datang setelah dikeluarkan dari band.

Dan aku tak boleh naik ke panggung.

Tapi aku tak bisa menahan diri.

Maafkan aku.

Sampai jumpa.

Hei, Sunil!

Kemari. Mau kemana kau?

Karena kau kami selamat hari ini.

Tidak... / Dan band ini menjadi terkenal...

...berkat kau, Bodoh!

Benar, Sunil. Kau sungguh baik.

Kau benar-benar baik.

Terima kasih banyak, Chris. Tapi semua yang kulakukan padamu...

...saban hari itu... / Lupakan hari itu!

Hari ini kau pahlawan! / Ya.

Selamat, Sunil.

Kami tak menyangka lagunya hebat!

Wah!

Siapa yang merobek kertas lagunya?

Maafkan aku, Sunil.

Tak apa. / Ya!

Bersulang untuk Sunil!

Hip! Hip! / Hore!

Selamat sore, Paman! / Selamat sore, Nak. Apa kabar?

Baik saja.

Paman tampak senang hari ini. / Ya, aku senang sekali.

Aku pun senang juga.

Kau mau kue? / Tidak, Paman. Terima kasih.

Paman, mana Anna?

Anna tak ada disini.

Tapi dia menyuruhku datang kesini.

Sebenarnya, kami mau jalan-jalan.

Aku tak tahu. Tapi Chris katanya mau datang.

Dan dia pergi dengan Anna.

Tapi, Paman... Aku...

Sunil, lupakanlah Anna. Dan pahamilah kalau...

Albert, kau...

Yah, dia harus tahu apa yang terjadi.

Sunil, Chris dan Anna saling mencintai.

Chris mengundang kami ke rumahnya besok.

Jadi kami bisa bicara tentang lamarannya.

Beberapa hari lagi mereka akan menikah.

Sebaiknya kau lupakan Anna.

Bosco.

Di sekitar sini ada orang yang sedang sedih.

Sangat sedih.

Jangan tulis!

Rasakan saja. / Ya, Bos.

Bosco.

Aku sedih sekali.

Lakukan sesuatu. Ayo bawa aku padanya.

Bosco, itu temanku Sunil.

Halo, Tn. Anthony.

Hei, ada apa dengan temanku? Apa yang terjadi?

Dia sangat sedih, Tn. Anthony. Dia kehilangan cintanya.

Maksudmu, dia patah hati?

Begitu.

Itu sebab lagunya sangat menyentuh hati.

Aku juga mengalami hal begitu.

Aku juga mengalaminya.

Aku akan bicara padanya.

Aku ingin bicara dengan temanku.

Jangan khawatir, Teman. Aku disini.

Anthony-mu.

Akan kuperbaiki semuanya!

Yezdi bilang semuanya padaku.

Kau temanku. Ayo, bangun!

Akan kuperbaiki semuanya. Ayo.

Kau menginginkan Anna, 'kan?

Pasti dapat. Tak perlu menangis.

Pertama, akan kutembak Chris.

Lalu orangtua gadisnya.

Akan kutembak keduanya.

Setelah itu, dia milikmu. Menikah, berbulan madu.

Bosco, pesankan hotel di Ooty.

Sebentar, Tn. Anthony! / Apa?

Kau gila? Kau mau membunuh mereka.

Jadi, jangan dibunuh?

Baik, takkan kubunuh. / Ya.

Bosco, hajar saja mereka.

Tidak, Tn. Anthony.

Apa? Dihajar pun tak boleh?

Baik, kuberi solusi sederhana.

Kau tak boleh menolakku.

Bosco, bawa mobil dan culik Anna sekarang...

Sebentar! Kau pikir kau siapa?

Kau mungkin Don, tapi ini sangat jelas!

Aku sangat mencintai Anna.

Lagipun, ini masalah pribadi.

Akan kutangani sendiri.

Jika kalian ikut campur, aku akan marah!

Yezdi...

Beraninya kau bicara seperti itu pada Bos? Kubunuh kau!

Hormatilah sahabatku! Paham?

Sunil! Sunil! Temanku...

Teman, mohon maafkan dia.

Teman, kau sungguh pecinta sejati.

Pecinta sejati, seperti aku!

Kisah kita sama.

Sama-sama.

Sunil, jika kau sedih...

...aku akan sangat sedih.

Aku tak bisa melihatmu sedih. Tak bisa!

Jika kau hanya duduk disini, kau akan kehilangannya!

Datangi dia, dan ungkapkan cintamu!

Jika dia sadar bahwa kau sangat mencintainya...

...dia akan sangat mencintaimu.

Anna, kau siap? Sudah waktunya pergi.

Aku datang, Yah. Sebentar lagi!

Dengar, Simon.

Kita pergi ke rumah Chris. Hati-hati dengan apa yang kau makan.

Jangan yang manis, ya?

Aku tak bisa menegurmu didepan orang.

Ada apa, Sayang? Kau baik saja?

Aku baik saja. / Yakin?

Ya. Baik sekali.

Aku hanya sedikit gugup.

Aku hanya khawatir dengan orangtua Chris.

Aku pun juga.

Mereka orang kaya.

Charles sangat berhasil. / Ya.

Dia telah memantapkan dirinya.

Dan aku?

Aku masih penjual roti.

Yah, zaman sekarang tak ada yang peduli pada hal semacam itu.

Dua sejoli yang saling mencintai. Itu sudah cukup.

Itu hanya berlangsung beberapa hari.

Hai! Ayo!

Hai, Chris! Apa kabar? / Hai, Albert.

Apa kabar, Pak?

Aku senang kalian semua datang.

Ini Sharon. Sharon Da Cunha. / Halo.

Halo! / Sharon, ini Tn. dan Ny. Gonsalves.

Sharon, maukah kau kemari? / Permisi.

Chris, pestanya meriah.

Apa ada yang spesial?

Ya, Bibi. Ini perayaan ulang tahun pernikahan Ayah dan Ibu.

Sungguh? / Kenapa tak bilang?

Chris, kenapa kau tak bilang?

Kami akan bawa hadiah. Akan kubuatkan kue spesial.

Tidak! / Ayolah, Yah.

Simon, ayo kita ucapkan selamat. / Ayo.

Aku mau ambil minum.

Ayo kesana. / Kenapa disana?

Karena besok aku mau ke Bangalore.

Hari ini ingin kuhabiskan waktu bersamamu.

Aku tak mau ada yang ganggu.

Kau ke Bangalore, Chris? Berapa hari?

Tak lama. Hanya beberapa hari. Ayo.

Charles... / Ya.

Kami ingin bilang sesuatu yang penting.

Katakan saja.

Aku bilang kalau Chris... / Charles, Sayang!

Tn. Da Cunha memanggilmu.

Oh ya! Simon... / Ya.

Aku akan kembali. Permisi. / Tak apa.

Kalian kenal keluarga Da Cunha?

Ya. / Kami kenal.

Albert bekerja di hotelnya.

Mereka baik dan kaya. / Ya.

Sudah bertemu putrinya Sharon?

Ya, Chris memperkenalkannya tadi.

Dia sangat cantik.

Mereka mau Chris dan Sharon menikah.

Kami rasa itu rencana yang bagus.

Mereka sedang membicarakan itu sekarang.

Chris mau ke Bangalore. / Ya.

Saat dia kembali... / Sayang...

Kurasa mereka memanggilku.

Sampai jumpa. Permisi. / Tentu.

Astaga! Waktu kita tak tepat.

Sungguh tak terbayangkan!

Simon!

Simon!

Ada apa, Simon?

Tak apa. / Kau baik saja?

Aku baik saja. Hanya sedikit pusing!

Ayo, duduk.

Anna, Albert. Sebentar. / Permisi.

Ya, Bu?

Kita harus pulang sekarang.

Permisi!

Hai! / Hai!

Ada apa, Anna? / Kami mau pulang Chris.

Kenapa terburu-buru? Pestanya baru mulai..

Tunggulah dulu.

Selamat malam, Chris. / Ada apa, Anna?

Kenapa begini?

Tak ada. Ibu ingin pulang. Itu saja.

Pasti ada sesuatu.

Kenapa diam saja, Anna? / Katakan.

Jangan berlagak tidak tahu, Chris!

Bicara apa kau, Anna?

Jelas-jelaslah. Aku tak paham.

Aku membicarakan pernikahanmu dengan Sharon!

Apa?

Dia canti, berbakat, dan kaya.

Mau apa lagi? / Anna!

Anna! Percayalah, Anna!

Sharon bukan apa-apa bagiku.

Kaulah duniaku, Anna. Hanya kau.

Aku mencintaimu, Anna!

Percayalah. Janganlah menangis.

Anna, jangan menangis. / Anna, cepat. Kita telat.

Anna! Sebentar.

Anna salah paham padaku.

Ada apa dengannya?

Chris Anakku. Coba pahamilah.

Kami hanya orang biasa.

Dan kau dari keluarga berada.

Kau diberikan jabatan, kekayaan, dan kehormatan.

Tentunya orangtuamu mau kau menikahi...

...seseorang yang setingkat dengan kalian.

Apa-apaan ini, Bibi?

Semua ini tak ada artinya bagiku!

Kenyataannya takkan berubah, Chris.

Dan kenyataannya adalah...

...pernikahanmu dan Sharon sudah ditetapkan.

Ayo, Bu. / Anna!

Anna, dengar aku dulu.

Anna, jangan cepat ambil keputusan!

Aku bisa bicara dengan orangtuaku.

Kuyakin kalau mereka tahu, mereka akan setuju hubungan kita.

Paman...

Baik. Akan kubicarakan pada mereka sekarang.

Tunggu disini.

Kesempatan yang menggembirakan. / Ya, Charles...

Harus kita umumkan. Ada apa?

Ini pengumuman penting.

Ini sebuah kejutan. / Aku mau bicara...

Sahabatku, minta perhatiannya!

Ada kabar baik untuk kalian!

kalian akan senang bahwa kami telah menetapkan pernikahan Chris...

...dengan putri Da Cunha, bernama Sharon!

Ucapkan selamat padda mereka!

Ibu...

Saudaraku, persiapkan diri untuk pertunjukan berikutnya.

Baik. / Kita hanya punya dua hari.

Harus ada lagu baru di pertujukan ini.

Harus lebih meriah dari sebelumnya... Mana dia?

Dan lebih hebat! / Pastinya.

Kami akan buat lagu. Tapi...

Tony, kenapa datang sendiri? Mana Anna?

Dia tak datang hari ini. / Kenapa?

Dia tak enak badan. / Tak enak badan?

Semoga tak apa-apa.

Dia tak apa-apa. Dia akan datang besok.

Tak apa. / Ya.

Kali ini fokuskan koreografinya.

Hei, Tony! Ada apa dengan Anna?

Sudah kubilang tak apa! Besok dia akan datang.

Kenapa tak datang hari ini? Pasti ada sesuatu.

Sudah kubilang tak ada.

Tony, kau bohong!

Pasti ada apa-apa.

Kau harus katakan padaku. Katakan!

Bicaralah.

Orangtua Chris telah menjodohkannya dengan Sharon.

Sungguh?

Anna baru tahu tadi malam.

Menyedihkan sekali.

Ya, dia sangat tertekan!

Dia tak mau tampil.

Dia mau hanya karena kita ada.

Harusnya Chris tak melakukan ini.

Baik, Kawan. Aku pulang.

Sunil! / Ya?

Aku mau lagu yang segar!

Aku mau lagu yang bisa menyentuh hati seseorang.

Buat mereka terpesona!

Jangan khawatir, Patel. Ada banyak lagu di kepalaku...

...yang bisa menghibur mereka. / Bagus!

Camkan kataku. Kami akan buat terpesona pengunjung China Town.

Bagus sekali! Aku suka.

Tapi ingat... / Apa?

Sekarang tanggal 14, kalian tampil tanggal 16.

Kalian hanya punya dua hari. Lakukan yang terbaik.

Sampai jumpa. / Sampai jumpa!

Ayo, Yezdi.

Tinggal dua hari lagi. / Baik.

Hei, ini tanggal 14? / Ya. Kenapa?

Tanggal 14?

Tanggal 14, pasti ada sesuatu.

Sesuatu yang sangat penting.

Sangat penting bagiku.

Tapi apa?

Pasti ada sesuatu. Tapi aku tak ingat.

Kau lupa, 'kan?

Berarti itu tak penting.

Untuk apa khawatir? Ayo kita buat lagu.

Imran, aku mainkan nadanya.

Astaga! / Ada apa?

Imran! / Ya?

Tony, bagaimana aku bisa lupa?

Tapi ada apa? / Hari ini nilaiku keluar.

Imran, aku pergi dulu. / Mau kemana kau?

Sunil, siapa yang buat lagu? / Sunil!

Sunil, dengar dulu!

Ya Tuhan, luluskan aku kali ini.

Semua ini kehendak-Mu. Jangan kecewakan aku, Tuhan.

Mudah-mudahan aku lulus!

Aku akan kembali.

Ambil ini.

Ya Tuhan, aku sudah gagal tiga kali.

Luluskan aku kali ini!

Ya Tuhan, pemilik alam semesta.

Selamatkanlah aku.

Ya Tuhan, luluskan ujianku kali ini.

Patel!

Kenapa gugup sekali?

Aku tak berani melihat kertasnya.

Kenapa tak berani?

Lihat saja nilainya. Sudah.

Tidak, Patel. Kau lihat dan bilang padaku. / Baik.

Aku tak bisa melihatnya.

Saudaraku, berapa nomormu?

1599! / Itu nomor keberuntungan!

Tak perlu lihat lagi. / Tolong lihatkan.

Ya Tuhan...

1100... 1200... 1500...

1591... 1592...

1595...

1598... 1598...

1598... / Ya?

Apa setelah 1598, Patel?

1599?

Lihatlah, Patel. Katakan!

Lupakan, Sunil! Lain kali akau pasti lulus.

Aku tak peduli lulus atau tidaknya.

Satu-satunya yang ada dalam hidupku adalah musik.

Lulus atau dapat gelar takkan membantuku menjadi musisi yang hebat.

Itulah semangat, Kawan. Gelar itu tak ada pengaruhnya.

Itulah bedanya, Patel!

Bagi ayahku itu berbeda.

Jika tahu aku tidak lulus, dia akan menyuruhku kerja di bengkel.

Dan itu adalah hukuman bagiku!

Musik, band dan China Town, semuanya akan dilarang.

Apa? China Town dilarang?

Kau bilang apa, Kawan?

Kau adalah nyawa band ini!

Semuanya takkan ada tanpamu, Kawan.

Maafkan aku, Patel. Sekarang aku sudah tiada.

Tak ada yang bisa merubah kenyataan ini.

Kenapa kau pikir begitu?

Kita carikan solusinya, Sunil.

Sebentar, ada satu cara.

Tak ada cara, Patel! Ini bukan bercanda.

Aku gagal. Sungguh gagal!

Sunil, siapa bilang kau gagal?

Koran ini yang bilang!

Itu tak benar. / Apa?

Kau tak gagal. Kau melewati ujiannya.

Nomormu tidak sengaja tak tercantu dalam koran.

Paham? / Tidak.

Ini sederhana sekali.

Kita berikan cetakan palsu!

Ayo, Sunil. Kenapa khawatir?

Kakak Sunil, Ayah sangat marah.

Dia tahu kalau kau tidak lulus.

Hati-hati.

Matilah aku, Patel!

Tolong selamatkan aku!

Jangan khawatir, semuanya akan baik saja.

Aku bersamamu. Ayo.

Jangan masuki rumah ini! Pergi sana!

Vinayak, tenanglah.

Turunkan suaramu. Nanti didengar tetangga.

Masa bodoh. Biar mereka dengar!

Pergi sana! / Tapi, Yah, aku...

Aku tak perlu penjelasan!

Semuanya berakhir sekarang. Kau tak perlu belajar lagi.

Kau dilarang keluyuran dan main musik.

Jangan ada alat musik. China...

Tn. Patel! / Ya, Pak.

Dia tak boleh ke China Town. Dia akan kerja di bengkelku.

Dan... / Tapi, Yah, aku lulus.

Besok pagi kau harus bangun pagi...

...dan bersihkan bengkel ini.

Ambil air dan lap mobil itu. / Ya.

Ban bocor ini, kau harus belajar perbaiki.

Aku tak peduli hasil nilainya.

Kau gagal tiga kali... / Yah, aku lulus.

Kau bilang apa? Kau lulus?

Ya. Dari tadi kami mau bilang itu.

Ya, dia lulus.

Nomornya tak tercantum dalam koran.

Sungguh? Tak masuk akal.

Ini hasil nilainya.

Prabha, kemari. Ini nilai Sunil.

Semuanya baik saja? Kuharap kau periksa nilainya, Patel.

Semuanya baik saja. Anthony yang membuatnya.

Tak apa, Anakku. Coba sekali lagi.

Jika Tuhan berkehendak, kau bisa lulus.

Prabha, dia masuk kelas utama!

Apa? / Kelas utama?

Melihat nilainya kau pasti gila.

Psikologi, dia dapat nilai 79%.

Dan ini Ilmu Politik, 85%!

Dan ini Ekonomi...

Ya ampun! 95%!

Apa-apaan ini? 95%?

Kenapa? Kurang?

Tidak. Ketinggian! Harusnya tak segitu.

Hingga sekarang belum ada yang dapat 95% dalam Ekonomi!

Kau sudah mencapainya. Harusnya kau bahagia.

Tidak ada yang harus dibahagiakan.

Aku hanya perlu nilai cukup untuk masuk kelas ketiga!

Harusnya kau bilang dulu.

Anthony adalah penggemar beratmu.

Dia keterlaluan dalam membuat ini.

Aku harus apa?

Lihat mereka, Saudaraku. Orangtuamu sangat bahagia!

Bahagia sekali!

Tapi Prabha, bagaimana nilainya bisa setinggi itu setelah 3 kali gagal??

Tak ada yang tak mungkin. Anakku sudah membuktikan.

Ya, Bu.

Sebenarnya, baru kali ini aku benar-benar belajar untuk ujian.

Lihat, dia mampu, 'kan?

Aku tahu, dia mampu melakukan apapun yang dia mau!

Tn. Vinayak, aku mau bilang sesuatu padamu.

Anakmu tak buang-buang waktu.

Dia berbakat. Bahkan hari ini dia telah bawa penghasilannya.

Sunil, berikan pada orangtuamu.

Ini 1500 rupee. Hanya sekali pertunjukan.

1500?

Ini sungguh 1500? / Ya.

Kau sadar? Anak yang kau sebut tak berguna...

...dia sangat membanggakan dan pintar!

Bagus. Bagus, Anakku.

Patel...

Aku merasa tak enak.

Aku membohongi orangtuaku.

Harusnya aku tak melakukan ini, 'kan?

Saudaraku, yang lalu biarlah berlalu.

Lupakanlah. Nikmati saja, ya?

Kita latihan besok. Ingat, 'kan?

Ayo semangatlah, Saudaraku.

Mulai besok Anna ikut kita.

Anna! Anna!

Anna, lihat yang kubawakan untukmu!

Bagus, 'kan? Akan kuletakkan disini.

Dan ini juga untukmu.

Ayolah, Anna! Semangatlah.

Anna, aku tahu kau marah dan khawatir.

Tapi seorang gadis cantik dan polos sepertimu...

...takkan pernah sedih.

Aku tak bisa melihatmu sedih, Anna.

Kau harus jadi gadis paling bahagia di dunia.

Yang paling bahagia!

Kau tahu, Anna?

Jika kau mau, aku bisa berbuat apapun agar kau senang.

Apapun. Aku bersumpah!

Sekali saja. Senyumlah sekali saja.

Dan camkan kata-kataku.

Saatk kau melakukan itu, aku akan membuatmu tertawa bahagia.

Kau akan lupa bahwa kau sedang sedih.

Aku janji. / Anna! Anna!

Dan Anna, datanglah saat latihan!

Kumohon. Sampai jumpa. Maaf.

Su...

Kemana semuanya pergi?

Hei, Nikki!

Kakak, disini kau!

Ada apa ini?

Ibu dan Ayah sudah menunggumu.

Ibu, Ayah! Kakak Sunil disini!

Lihat, anakmu datang.

Ayah, Kakak Sunil ingin tahu apa yang terjadi.

Semua yang terjadi itu karenamu.

Selamat!

Ya, Anakku.

Sebentar. Semuanya, harap tenang!

Sebentar. Anakku Sunil ada disini.

Berikan dia tepuk tangan karena dia lulus ujian!

Hei, Sunil! Kau tak memberitahu kami.

Kalau begitu, selamat, Kawan!

Kau berhasil, Sunil.

Kau telah membuktikan dirimu pada dunia!

Aku bahagia sekali mendengarnya.

Kawan-Kawan, ini hari paling membahagiakan dalam hidupku!

Hari ini aku ingin bilang sesuatu pada kalian.

Ketia dia gagal 3 kali, aku sangat marah pada Sunil.

Aku sudah menyerah menasihatinya.

Aku sangat jengkel dengan musiknya.

Siang malam dia memainkan alat musiknya.

Dia sangat mengganggu tidurku!

Maksudku, aku, istriku,...

...bahkan orang-orang seperti kalian...

Bukan aku. / Kau juga. / Aku tak pernah begitu.

Semua berpikir Sunil adalah pemuda tak berguna.

Dia tak bisa apa-apa dan tak bisa diharapkan.

Dan saat itu kurasa dia akan gagal lagi dan lagi.

Tapi hari ini, aku dapat yang kuinginkan.

Aku tak mau yang lain lagi.

Mulai hari ini...

...aku takkan meminta anakku untuk kerja di bengkelku lagi.

Takkan lagi!

Lakukan apapun yang kau mau!

Jika karirmu musik, maka lakukanlah sesukamu.

Aku memberkatimu, Nak.

Semoga Tuhan membertimu kebahagiaan dan keberhasilan.

Ayah!

Oh, ya, Anakku, ini hadiah dari kami semua untukmu.

Kau lihat akibat dari lembaran palsu itu, Patel?

Aku tak tahu harus bagaimana.

Rasanya aku tak berdaya.

Perasaanku juga tak enak.

Aku juga tak menyangka akan jadi begini.

Jangan khawatir. Aku akan bicara pada orangtuamu.

Jangan lakukan itu.

Aku tak tahu bagaimana reaksi Ayah.

Tapi bagaimanapun, kita harus memberitahunya.

Palsu maksudmu? Kau memberikan kertas paslu?

Oh, Sunil!

Sunil...

Kenapa kau lakukan itu? Kenapa? Katakan!

Lihatlah orangtuamu. Mereka sangat bahagia!

Mereka mengadakan pesta ini karena kau lulus.

Ketika kau beritahu kebenarannya, kau tahu bagaimana rasanya?

Dasar gila!

Maafkan aku, Romo.

Aku telah melakukan kesalahan.

Romo, maafkan aku dan katakan pada mereka...

Aku? Tidak! Sunil, maafkan aku.

Takkan kuberitahu mereka.

Karena kau yang berbohong, kau yang beritahu mereka.

Tidak. Aku tak bisa melakukannya.

Kau yang berbohong, jadi kau yang harus jujur, Sunil.

Tapi... / Aku tak mau dengar apapun.

Beritahu mereka sekarang. Sekarang!

Kau membohongi kami! Apa kau tak malu?

Kenapa kau lakukan itu? Jawab aku!

Kenapa diam saja, bajingan? Tak tahu malu!

Pergi sana!

Pergi sana jauh-jauh.

Dasar curang, penipu!

Kau membohongiku! Kau membohongi semua orang!

Pergi! / Vinayak!/ Jangan muncul lagi!

Jangan masuki rumah ini lagi!

Kau sudah mati. / Cukup...

Tenanglah. Kau mau semuanya tahu?

Harus, Prabha. Lihat yang anakmu perbuat?

Sahabatku sekalian, ahu harus katakan sesuatu.

Semua yang kukatakan tentang Sunil, semuanya salah.

Bahwa dia membahagiakan, dia membanggakan,...

...dia mendapat berkatku, semuanya salah.

Kalian semua datang dan mengucap selamat...

...karena Sunil telah lulus...

...semuanya bohong. Bohong!

Dia membodohi kita. Dia bohong, dia curang!

Jangankan masuk kelas utama, lulus saja tidak!

Dia telah gagal!

Hasil ujian yang dia beri pada ayahnya...

...itu paslu Semuanya palsu!

Sunil telah mempermalukan kami!

Aku malu menjadi ayahnya.

Vinayak, aku kenal Sunil sudah lama.

Aku tahu sisi baik dan buruknya.

Dia lulus atau tudak bukan berarti kau harus menghakiminya!

Vinayak, sebagian orang di dunia ini...

...ingin hidup sesuai dengan kemauan mereka.

Tak ada yang bisa paksa dia berbuat yang dia tak mau.

Orang seperti itu tak bisa dikekang dalam menjalani hidupnya.

Bagi mereka, perjalanan hidup adalah segalanya.

Itu kebaikan Sunil yang sebenarnya, Vinayak.

Seseorang harus berani seperti itu.

Dan itu adalah keberanian Sunil untuk mengakui...

...kesalahannya dihadapan semua orang!

Mengakui kesalahan dihadapan orang banyak bukanlah hal biasa.

Itu menunjukkan betapa murninya hati Sunil.

Sunil tidak gagal, tapi berhasil dengan nilai terbaik!

Vinayak, kau harus bangga punya anak sepertinya.

Jika kau anggap aku orang yang benar, maafkanlah Sunil.

Ayolah, Vinayak.

Vinayak...

Kau harus memaafkan Sunil.

Ayo, maafkanlah Sunil.

Vinayak...

Woh Toh Hai Albela, Hazaron Mein Akela Dia unik, satu diantara seribu

Woh Toh Hai Albela, Hazaron Mein Akela Dia unik, satu diantara seribu

Sada Tumne Aib Dekha, Hunar Ko Na Dekha Kau selalu melihat aibnya, tak melihat bakatnya

Woh Toh Hai Albela, Hazaron Mein Akela Dia unik, satu diantara seribu

Sada Tumne Aib Dekha, Hunar Ko Na Dekha Kau selalu melihat aibnya, tak melihat bakatnya

Woh Toh Hai Albela Dia unik

Fursat Mili Na Tumhe Kau terlalu sibuk dengan duniamu

Apne Jahaan Se Hingga tak punya waktu

Uske Bhi Dil Ki Kabhi Samajhte Kahan Se Hingga kau tak memahami hatinya

Fursat Mili Na Tumhe Kau terlalu sibuk dengan duniamu

Apne Jahaan Se Hingga tak punya waktu

Uske Bhi Dil Ki Kabhi Samajhte Kahan Se Hingga kau tak memahami hatinya

Jana Hai Jisse Patthar, Heera Hai Woh Toh Heera Kau pikir hanya batu, padahal permata

Sada Tumne Aib Dekha, Hunar Ko Na Dekha Kau selalu melihat aibnya, tak melihat bakatnya

Woh Toh Hai Albela, Hazaron Mein Akela Dia unik, satu diantara seribu

Woh Toh Hai Albela Dia unik

Bansi Ko Lakdi Sada Samjha Kiye Tum Kau kira seruling hanya kayu biasa

Par Uske Nagmo Ki Dhun Kahan Sun Sake Tum Hingga kau tak bisa pahami iramanya

Bansi Ko Lakdi Sada Samjha Kiye Tum Kau kira seruling hanya kayu biasa

Par Uske Nagmo Ki Dhun Kahan Sun Sake Tum Hingga kau tak bisa pahami iramanya

Diye Ki Maati Dekhi Kau lihat lampu tanah liat

Dekhi Na Uski Jyoti Tapi tak pernah melihatnya bersinar

Sada Tumne Aib Dekha, Hunar Ko Na Dekha Kau selalu melihat aibnya, tak melihat bakatnya

Woh Toh Hai Albela, Hazaron Mein Akela Dia unik, satu diantara seribu

Woh Toh Hai Albela, Hazaron Mein Akela Dia unik, satu diantara seribu

Woh Toh Hai Albela Dia unik

Hei, Sunil! Aku baru tahu kau lulus dengan nilai terbaik!

Semua bahagia mendengarnya. Hei, dengar.

Tunjukkan yang ini. Yang ini sangat bagus.

Nilainya 100 semua mata pelajaran.

Dia bawa kertas nilai lagi!

Kenapa mereka tertawa?

Anna putriku, Ayah tahu kau sangat mencintai Chris.

Kau masih mencintainya. Tapi...

...hidup tak memberikan semua yang kau inginkan.

Sunil anak yang baik. Dia juga mencintaimu, 'kan?

Dia akan membuatmu bahagia, benar 'kan? / Ya.

Pikirkan tentang Sunil, Anna.

Ya, Bu. Ibu memanggilku. Ada apa?

Tanya dia. / Kau saja. / Tidak, kau saja.

Sunil, pernahkah kau...

...berpikir untuk menikah?

Menikahi siapa, Yah? Maksudku, siapa yang menikah?

Kau pasti bercanda. Aku belum berpikiran kesana.

Apa kau menyukai seorang gadis?

Maksudmu gadis, Bu?

Tidak. Aku tak pernah memikirkan seorang gadis.

Begitu rupanya.

Bagaimana dengan Anna?

Ya, Anna! Anna?

Anna yang itu?

Lalu siapa lagi? Anna putrinya Simon dan Mary.

Jadi Ayah bicara tentang Anna!

Bu, kami hanya berteman.

Kakak! / Dasar pembohong!

Ya, Bu. Aku sangat menyukai Anna.

Ya! Itu maksudku. Sunil...

...tapi malam aku bicara pada Simon dan Mary tentang pernikahanmu dan Anna.

Harusnya kau bahagia...

...karena mereka setuju. / Ya!

Dengar, pernikahannya dilakukan dengan dua cara.

Pertama di gereja, kemudian dengan adat kita.

Pergilah ke rumah Anna dan minta restu orangtuanya...

...seperti tradisi mereka. Maksudku...

...seperti yang orang Kristen lakukan.

Ayah, aku harus pergi sendirian? / Ya.

Bukan hari ini. Tapi sekarang juga!

Ya!

Berikan hadiah ini untuk calon menantu kami.

Terima kasih, Ibu! Aku pegi dulu.

Kakak, ganti bajumu dulu.

Oh, ya. Pegang ini!

Hari kita ke gereja. / Hari ini?

Ayah! / Hai, Sunil.

Selamat pagi. / Selamat pagi.

Selamat pagi, Albert. / Selamat pagi.

Hari ini aku bahagia sekali...

...karena kau datang lewat pintu bukan jendela.

Ayo duduk. / Maaf, Pak.

Ayo duduklah.

Kerang katakan. / Ya, katakan.

Bicaralah.

Tn. Gonsalves...

Lanjutkan.

...dan Ny. Gonsalves. / Bicaralah, Anakku.

Tn. dan Ny. Gonsalves...

Aku ingin bertanya... Sebenarnya...

Aku meminta restu kalian...

Sunil Anakku, kenapa kaku sekali?

Jangan bertele-tele. Langsung ke intinya.

Kami tahu kenapa kau kemari.

Katakanlah. / Baik. Terima kasih banyak.

Bibi... Paman... / Ya?

Aku ingin bilang pada kalian...

...bahwa sesuatu yang paling indah dan kusayangi di dunia ini...

...adalah Anna putri kalian.

Dan aku tahu bahwa semua orang menganggapku...

...pria tak berguna.

Tapi aku berjanji akan membuatnya bahagia bagaimanapun caranya.

Karena... Paman, Bibi...

...karena aku sangat...

...sangat mencintai...

Cukup, Nak. / Sunil, kami paham.

Kami setuju.

Sunil, aku yakin bahwa kau mampu membahagiakan Anna.

Membuatnya bahagia. Ya, Anakku.

Jadi, Paman setuju pernikahannya?

Tentu saja, Nak. Kami setuju.

Kami setuju dengan senang hati.

Mary, tungu apa lagi? Beri aku kuenya.

Maksudku, untuk kami.

Akan kuambilkan.

Selamat! / Selamat!

Simon! / Ibu, biarkan saja.

Ini kesempatan bahagia.

Baik, makan saja. / Terima kasih.

Sunil! / Ya?

Kami bertiga mau ke gereja.

Ada urusan dengan Romo Braganza. Sampai jumpa.

Sampai jumpa. / Sampai jumpa.

Naiklah. Anna sudah menunggumu.

Anna! Anna!

Hai, Sunil!

Hai, Anna!

Bunganya indah sekali.

Ya... Terima kasih. Anna...

Aku ingin bilang sesuatu padamu.

Aku mau bilang... Sudahlah, Anna.

Sudah kukatakan padamu berkali-kali.

Tapi hari ini akan kukatakan lagi. Anna, aku...

Anna, pahamilah. Bahwa aku...

Kalau kau mencintaiku, Sunil?

Ya, Anna! Aku akan selalu membahagiakanmu.

Aku takkan menyusahkanmu, Anna.

Aku hanya mau...

...kau juga mencintaiku...

...sebagaimana aku mencintaimu.

Anna, Anna, Anna...

Oh!

Aku setuju Anna. Aku mau bilang...

...pada ayah dan ibuku tentang dirimu.

Pada malam pesta itu, aku ingin memberitahu mereka.

Tapi semuanya terburu-buru...

...aku tak bisa bilang apapun.

Tak bisa bilang apapu.

Tapi...

Lanjutkan, Chris. Aku masih mendengarkan.

Aku menyadari semua kesalahanku, Anna.

Aku tahu kalau sudah menyakitimu.

Tapi untuk kali ini saja, maukah kau memaafkanku?

Baik. Kumaafkan kau. Tapi semuanya tak berarti lagi, Chris.

Kenapa, Anna? Kenapa tak berarti lagi?

Kenapa? Kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu.

Tapi kau masih bicara begini!

Anna, aku rela tinggalkan semua demi kau.

Ibu dan Ayahku, rumahku dan semuanya.

Bagaimana aku menjelaskan padamu, Chris?

Tak ada gunanya lagi membahas itu.

Orangtua Sunil dan aku sudah menyiapkan semuanya.

Bahkan tanggal pernikahan sudah ditetapkan.

Aku sudah setuju, Chris.

Aku tak mau menyakiti hati Sunil lagi!

Dia sangat mencintaiku!

Apa itu artinya cintaku tak penting lagi...

...dalam hidupmu? Tak ada tempat untukku?

Sudah terlambat, Chris.

Aku akan menikahi Sunil.

Baik, Anna. Jika ini yang kau mau maka aku ingin...

...kau bahagia selamanya. Kuharap Sunil memberikanmu...

...cinta dan kebahagiaan seperti yang kuberikan padamu.

Dia terlambat lagi.

Kapan Sunil bisa tepat waktu?

Dia selalu telat!

Berapa lama lagi kita menunggu Sunil?

Jangan khawatir, Romo. Sunil datang sebentar lagi.

Mau berapa lama lagi? Kita harus mulai upacaranya.

Aku disini, Romo! / Disana rupanya.

Hai Anna! Hai, Chris! Kalian berdua terlihat bagus.

Maaf, Romo. Aku sedikit telat.

Sungguh? Sedikit lagi kau telat, takkan kunikahkan mereka.

Bagaimana bisa begitu?

Tanpa Sunil, bagaimana Anna dan Chris bisa menikah?

Kau terlihat tampan. / Baik, ambil posisimu.

Wahai Christopher dan Anna, kalian berdua telah datang kemari...

...ingin mengikat cinta dengan ikatan suci...

...di hadapan pendeta dan sesama Kristiani.

Christopher Charles Rodriguez, bersediakah kau...

...menjadikan Anna Simon Gonsalves sebagai istrimu? / Aku bersedia.

Wahai Christopher dan Anna, Kalian telah bersumpah...

...dihadapan Roh Kudus.

Semoga Tuhan memberkati dan memberi karunia-Nya pada kalian.

Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Sekarang pasangkan cincinnya, sebagai tanda cinta dan kepercayaan.

Tuhan memberkati kalian.

Sunil, sudah dapat cincinnya?

Sunil, cincinnya dapat?

Anna, aku dapat cincinnya.

Christopher dan Anna Rodriguez,...

...semoga Tuhan memberkati dan memakmurkan kalian.

Amin. / Amin.

Permisi! Bisa tunjukkan alamat ini?

Permisi...

Alun-alun Gereja Kudus. Lurus dari sini...

...lalu belok kiri, kanan, sebelah kiri dari gereja.

Belok kirinya sebelum atau sesudah gereja?

Aku akan mengantarmu kesana.

Aku juga mau ke sana. / Terima kasih banyak.

Ayo. / Terima kasih.

Ini... Ini semua barangmu?

Sopir taksinya bilang rumahnya ada di dekat sini.

Jadi... Tapi jangan khawatir.

Aku akan bawa semuanya.

Ya Tuhan.

Dengar, kau membawa semua barangnya.

Berikan aku yang itu.

Tidak. Tak ada. Jangan khawatir.

Aku sudah biasa. Koper-koper ini tak ada apa-apanya.

Aku biasa bawa lebih banyak dari...

Kau baik saja? / Ya, tak apa-apa.

Aku akan bawa sedikit. / Tidak. Kita sudah dekat.

Sungguh? Lihat itu!

Ini pertama kalinya aku melihat bintang jatuh.

Sungguh? Pertama kali? / Ya.

Mereka sering jatuh disini. / Sunguh?

Kami sering lihat bintang jatuh. / Begitu?

Kau tahu apa kata mereka tentang bintang jatuh? / Apa?

Katanya kalau ada bintang jatuh dan kau buat permohonan,...

...permohonanmu akan terkabul. / Kenapa tak bilang dari tadi?

Aku punya permintaan.

Aku tahu kalian khawatir...

...dengan kehidupan Sunil. Dia pria yang tangguh.

Dia tak perlu dikhawatirkan.

Lagipula hidup itu kadang iya kadang tidak.

Tetaplah semangat. Seperti Sunil kita.

Bagaimanapun, kisah kami...

Bos, polisi! / Polisi?

Sampai jumpa lagi. / Sampai jumpa.

Bintang akan muncul disana dan hilang disini.

Dari sini ke sana? / Lihat saja.

Sini? / Tidak!

Wah!

Hei, lewat sini! / Ya?

Diterjemahkan oleh : Rizky Orama

Twitter & Instagram : @rizkyorama

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.