Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Stasiun Prefektur Beiwei
Bulan depan kemudikan keretanya sendiri.
Jangan tidak sabaran lagi.
- Ingat semua yang penting? - aku tahu.
Satu, maju. Dua, mundur.
- Perhatikan aku. - Ketiga, Saluran udara.
- Empat, hubungkan. - aku akan lulus.
Permisi, Permisi.
Situasi politik sedang kacau.
aku akan sering ke Kantor Kesehatan.
Hubungilah bibimu, mengerti?
aku tahu, Ayah.
Adikmu belum ada kabar?
Kampus mengabarkan dia tidak masuk kelas selama dua bulan.
aku tidak mengerti pikirannya.
Susah payah kusekolahkan kedokteran.
Apa supaya dia bisa membolos?
kalau ketemu dia,
dia harus aku didik baik-baik.
Ayah, jangan ngomong begitu.
Ling Ling sudah dewasa.
Bebaskanlah dia.
Semua karena kalian memanjakannya.
Di sini.
- Di sana. - Di sini, Bos.
Di sini.
Ada apa ini?
- Ceroboh. - Maaf, Komandan.
Semua barangnya di sini?
Pak, Peralatan menipis.
Hanya bisa membawa ini.
Baik, Ayo naik.
Ayah.
- Ayo kita pergi. - Baik.
Hentikan kereta!
- Hentikan kereta! - Cepat hentikan!
Ada apa?
Seharusnya tidak ada kereta masuk.
Berhenti!
Kalian, Cepat blokir itu.
Baik.
Guru, Ini sepertinya...
Kenapa ada kereta lain masuk?
subtitle by rhaindesign Palu, 9 Januari 2021
Cepat! Cepat!
Cepat!
Cepat! Cepat!
Cepat!
Cepat!
Kalian berdua ke sini.
- Baik - Sisanya ikut aku.
Baik.
Buka pintunya!
- Selamat jalan. - Cepatlah kembali.
Apa rencanamu saat kembali?
Kenapa denganmu?
dipanggil sejak tadi, Berlagak tuli?
Wabah Tikus
Kau sedang apa?
- Ada apa? - Ayah tidak apa?
Tidak.
Nona ini seksi sekali.
Mau sok jagoan?
Akan kuberi pelajaran!
Bos.
Bos.
Bung...
Sesama bandit, satu keluarga.
Saudaraku ini
masih kekanak-kanakkan.
Mohon yang dewasa
memakluminya.
Adik Ketiga.
Simpan uangmu.
Jagalah baik-baik.
Ayah, ayo kita pergi.
Ayo.
Tumpukan sampah itu hampir setinggi gunung.
Baunya sangat menyengat.
Entah berapa banyak tikus berkembang biak.
Tepat sekali.
Di dunia ini, kucing tidak makan tikus.
Di sekitar sini, di mana yang tidak begitu?
Hanya akan gagal panen lagi.
Di desa kami masih ada orang yang menggali sarang tikus mencari makanan.
Bos. Seberapa kuat dia?
Jangan khawatir.
Dia bukan lawan kita.
Diamlah.
Biarkanlah.
Tuan,
terima kasih untuk tadi.
tidak perlu sungkan.
aku Du Da Shan.
Terima kasih, Tuan Du.
Ini takdir. Kuceritakan aku ke utara kali ini...
Nona. Kuberi tahu padamu.
Ayah.
Mau ke mana lagi?
Jaga adikmu baik-baik.
Selain itu, jangan hiraukan pria tidak jelas.
aku...
Sudah lama tidak pulang.
Semua kegiatan bertani tertunda.
Maaf, Tuan Du.
Ayahku memang begitu.
tidak apa.
Ayahku juga begitu.
Bagaimana perjalanan kita kali ini?
Sudah lama baru bisa pulang.
aku juga tidak tahu.
aku rindu rumah.
Lihatlah.
Cuacanya sebentar cerah, sebentar mendung.
Mendung dengan angin dan petir. Kudengar sebentar lagi akan hujan.
Ayah. Lihat tangan polos ini.
Lihat gelang Ibu
sudah dipakai berapa tahun lamanya.
Akan kubelikan di ibu kota.
Kau akan kuajak menemui Bibi di ibukota nanti.
Baik.
Jangan khawatir.
Bibi sangat baik.
Kalian pasti akan bisa bersahabat.
Bibi tahu kau suka ikan asam manis.
Pasti akan khusus membuatkan untukmu.
Kenapa kau ada di sini?
- Ayo ikut aku! - Kau sedang apa?
aku membuang banyak waktu mencarimu.
Kau tidak tahu, ya?
Ling Ling, dia siapa?
aku tidak kenal.
Kau tidak kenal aku?
Baik. Lihat bagaimana aku mengajarimu!
- Kau sedang apa? - Jangan bergerak!
- Lepaskan! - Berhenti!
Lepaskan aku!
- Letnan. - Jujurlah.
Bawa pergi dia.
- Ayo. - Ling Ling!
Ayo ikut aku!
- Ayo! - Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
tidak apa, Ling Ling.
- Lepaskan aku! - Masuk!
Lepaskan aku! Kalian mau apa?
Kemarilah!
Kalian perampok, ya?
Jangan bergerak.
- Lepaskan! - Kuberi tahu kau.
Komandan kami
adalah jenderal garnisun utara.
Siapa pun yang kami bilang perampok, dia perampok.
Paham, tidak?
Tidak masuk akal.
Apa kalian masih punya hukum?
Nona Su adalah tunangan Letnan Tang.
Tikus tua sial macam kau
berani mengaku sebagai ayahnya?
aku memang ayahnya!
Akan kuhajar wajahmu!
Siapa?
Jangan bergerak!
Bagaimana kau bisa masuk?
Huang.
Huang.
Ada suara di atas.
Sepertinya ada tikus.
Tikus dari mana?
Periksalah.
- Tidak mau. - aku takut.
Tidak mau.
Jangan-jangan kau takut tikus, ya?
aku takut tikus?
Periksalah.
Ayo periksalah.
Baik.
Sudah membayar RMB 20,
masih harus menangkap tikus sendiri.
Astaga. Orang ini sedang apa?
Ada apa?
Tikus ini lebih kuat daripada manusia.
Tolong aku!
♫ Daun pohon persik meruncing ♫
♫ Daun willow menutupi langit ♫
Guru.
Kau menggumamkan lagu apa?
aku gumamkan ini. "Mencari Sungai Qingshui"
Dahulu aku mengandalkan lagu ini
untuk mendapatkan istriku.
Kalau begitu, ajari aku.
Baik. Dengarkanlah.
♫ Daun pohon persik meruncing ♫
♫ Daun willow menutupi langit ♫
Bos Cheng.
Bukankah menurutmu cuacanya aneh?
Baru saja cuacanya bersinar cerah.
Baru disebutkan, langsung berubah.
Cuacanya berubah terlalu cepat.
Tapi tidak secepat berubahnya wajah wanita.
Bukankah begitu, Bos Wang?
Dasar kalian, laki-laki!
Hanya tahu mengolok-olok wanita.
Lihat, begitu disebut, langsung berubah.
- Menyebalkan! - Awas kau!
Astaga!
Tolong!
tidak disangka, datang begitu cepat.
Ayah.
Cepat bawa barangnya.
Baik. Bawa barangnya pergi!
Ling Ling, cepat pergi!
- Ling Ling, ayo pergi! - Ayahku masih di belakang.
Ayah!
Cepat bawa kopernya!
Cepat bawa kopernya!
Cepat!
Kuncinya.
Cepat!
Cepat!
Cepat sedikit!
Tolong aku.
Tolong aku.
Tolong aku.
- Minggir. - Minggir.
Ada apa?
Apa ini reinkarnasi?
Minggir!
Ada tikus! Cepat lari!
Cepat minggir!
Mereka kenapa? Naik kereta tidak duduk dengan benar.
Mana ada tikus?
Benar-benar.
Ada tikus!
Ada tikus!
Ada tikus! Cepat lari!
Ada tikus! Cepat lari!
Di siang bolong ada tikus? Aneh sekali.
- Cepat lari! - Pria sebesar ini takut tikus.
Astaga.
Yue Sheng.
Yue Sheng.
Yue Sheng!
Yue Sheng.
Yue Sheng!
Kemarilah.
Cepat kemari.
Minggir!
- Semua minggir! - Yue Sheng!
- Kemari! - Minggir!
Minggir!
- Apa... - Minggir!
Semua minggir!
Cepat minggir!
Cepat!
Ling Ling.
Ling Ling!
- Kakak! - Ayo pergi!
- Kakak! - Ayo!
Cepat minggir!
Ada tikus.
Ada tikus.
Ada tikus!
Cepat lari!
Ada tikus! Cepat lari!
- Ayah. - Cepat lari!
Ada tikus!
Ada tikus!
Cepat lari!
Benar-benar ada tikus!
Pria tua sampai dibuat takut oleh tikus begini.
Menurut kalian, lucu tidak?
- Ayah. - Astaga!
Cepat!
- Ayo. - Ada apa?
- Cepat pergi! - Ayah, sebenarnya ada apa?
Dia mati.
- Apa ini? - Apa yang bergerak itu?
Masih bergerak.
Tikus.
Ada tikus.
Ada tikus.
Astaga. Tikusnya banyak sekali.
Tolong!
- Cepat lari! - Tikusnya banyak sekali!
Cepat lari!
Minggir!
Minggir!
Jangan berkumpul.
Minggir!
Ayah!
Minggir!
Cepat pergi!
Cepat!
Cepat!
Cepat pergi!
- Cepat! - Cepat pergi!
Buka pintunya!
Kau sedang apa?
Buka pintunya!
Cepat buka pintunya!
Buka pintunya!
Buka pintunya!
Ayah.
Ayah, ayo.
- Cepat. Anakku! - Cepat!
Ibu!
Anakku! Jangan tutup pintunya!
- Anakku! - Ibu!
Tidak bisa dihentikan lagi.
Lepas gerbongnya.
Jangan! Keluargaku di belakang.
Jika begini, mereka akan mati.
- Xiao Tang. - Nona.
Xiao Tang!
Xiao Tang! Jangan! Xiao Tang!
Jika pintu ini dibuka,
tidak akan bisa ditutup lagi.
Jangan tutup pintunya!
Xiao Tang.
Xiao Tang. Xiao Tang, kumohon.
Jangan begini, Xiao Tang!
Kumohon padamu, tolong ayahku.
Nona, jangan bergerak.
Xiao Tang.
Letnan Tang.
Kini bukan saatnya ragu-ragu.
Ini perintah.
Xiao Tang. Xiao Tang, jangan!
Xiao Tang. Xiao Tang, jangan!
Buka!
- Bung. - Jangan dobrak.
Kulihat pintu di depan sudah dikunci.
Sudah terlambat.
Lewat atas.
Cepat!
Hati-hati.
Jangan takut.
- Cepat. - Jangan takut.
Hati-hati.
Hati-hati.
Cepat. Cepat.
Hati-hati.
Cepat.
Cepat!
Tarik aku ke atas.
Tolong aku!
Ayo!
Ke arah sana.
Ayah.
Cepat.
Cepat kemari!
Ada apa di belakang?
Guru! Tikus. Tikusnya banyak sekali.
Xiao Tang.
Jangan bergerak.
Jangan bergerak, Nona.
Cepat.
Gerbongnya akan lepas. Cepat!
Ayo!
Nona, cepat!
Hati-hati.
Ayah. Cepat!
Gara-gara kau!
Kau melukai anakku!
Lepaskan!
Lepaskan!
Semuanya, tenanglah.
Lepaskan! Cepat!
Apa ini?
Kalian semua melihat situasi tadi.
Jika tidak ada dia,
kalian semua pasti sudah mati.
Kalian akan begini terhadap pahlawan?
Omong-kosong.
tidak lihat masih ada yang bisa ke sini?
Bos!
Bosku kenapa?
Bos.
Ada apa dengan bosku?
Ini gejala infeksi yersinia pestis.
Ini menular.
Penyakit menular.
Semuanya periksalah.
Orang yang digigit tikus harus dikarantina.
Jika tidak, semuanya bisa tertular.
Sebelumnya, kudengar itu dari luar negeri.
- Semuanya periksa. - Dia tergigit.
aku... aku tidak tergigit.
Tidak.
- Dia digigit. - Dia terluka.
Ayah. Ada masalah dengan Yue Sheng.
- Coba kulihat. - Dia digigit.
Yue Sheng.
Dia digigit.
Yue Sheng.
Lalu kalian mau mengisolasi kami di mana?
Bagaimana ini?
Kalian yang digigit!
Jika ada obatnya, kalian tertolong.
Diamlah!
Ada obat untuk menolong kalian!
Kau barusan bilang apa? Ada obatnya?
Di mana?
aku dari Biro Kesehatan.
Bulan lalu,
aku memesan sulfonamida dari Inggris untuk diuji.
Itu obat khusus penyakit ini.
Di Rumah Sakit Xiaobaihe ada obat semacam ini.
Bagus.
Bos akan selamat.
Kita akan punya obatnya.
Siapa pun tidak boleh pergi.
Kau membual apa?
Melarang pergi.
Banyak nyawa dipertaruhkan.
aku tidak takut memberitahumu
ada rahasia dari atasan
bahwa pasukan pertahanan telah ambruk.
Tikus-tikus ini
terdampak oleh virus tidak dikenal.
Kita tidak bisa mengatasinya.
Kereta tidak boleh berhenti.
Jika kalian ingin menyelamatkan nyawa
Semuanya, jangan bergerak!
Semuanya, jangan bergerak.
Dengar, tidak?
Obatnya harus diambil.
Orang harus diselamatkan.
- Turunkan pistolmu! - Omong-kosong!
Coba saja.
Nyawa diganti nyawa.
Lihat nyawa siapa yang bernilai.
Suruh mereka turunkan senjata.
Dengar, tidak? Turunkan!
- Turunkan. - Cepat!
Jatuhkan senjata kalian.
Semuanya jangan panik.
Jika obat diambil, maka kalian akan sembuh.
Kini kalian dengarlah.
Orang yang belum terinfeksi
pergi ke gerbong sebelah.
- Ayo. - Tolong percaya padaku.
Percayalah padaku.
Percayalah padaku.
Benar-benar harus pergi?
Kenapa kau diam saja?
Bekerja samalah. Ayo bergerak!
Jaga Bos baik-baik. Obatnya akan kuambil.
Tidak. Kau jagalah Bos baik-baik.
Obatnya akan kuambil.
Sudah sampai saat ini. Masih menunggu apa lagi?
Orang yang tidak terinfeksi,
semuanya pergilah.
Jika tidak pergi, harus mati.
Pergilah.
Yang tidak terinfeksi harus pergi.
Cepat pergi.
Cepat!
- Pergilah! - Suruh anak buahmu pergi dahulu.
Anakku ada di belakang.
Ling Ling, ayo.
Lepaskan aku.
Bibi, tidak apa-apa.
Semua akan baik-baik saja.
Ayo.
Bos!
- Tunggu aku. - Berhenti.
- Obatnya aku ambil. - Ayo.
Kau tetap di sini.
- Ayo. - Cepat!
Kau kemarilah.
Kau sedang apa?
Ayo pergi denganku.
Kau risiko tertular orang terinfeksi. Tahu, tidak?
aku mau menolong.
Lalu siapa yang menolongmu?
Kusuruh kau berhenti bicara, kau tidak menurut.
Ini karena ibumu memanjakanmu.
Selain menyalahkan ibuku,
kau bisa bilang apa?
Begini caramu berbicara pada ayahmu?
Saat Ibu menggendongku ke rumah sakit tengah malam,
kau di mana?
Saat dia sulit melahirkan Yue Sheng, kau ke mana lagi?
Apa kau pantas menyalahkannya?
Karena kau seperti inilah, aku tidak ingin pulang.
Baik.
Kau pergilah.
Anggap saja aku tidak punya putri sepertimu.
Ling Ling.
Ayo kita pergi.
Kakak Kedua.
Apakah kau
mau pergi lagi?
Yue Sheng anak baik.
aku tidak akan pergi.
Baik.
Ayo.
Stasiun Xiaobaihe
Masih ada, tidak?
Di sini. Buang semuanya.
Masih ada.
Kakak Kedua, semua barangnya sudah dibuang.
Baguslah.
tidak ada tempat bersembunyi lagi.
Guru.
Kini kita harus bagaimana?
Harus menolong orang dahulu.
Baik.
Pak Tua.
aku ikut mengambil obat.
Tunggu.
aku ikut dengan kalian.
aku juga.
Kakak Kedua.
Jaga Bos baik-baik.
Kuambil obatnya.
Dua jam lagi,
entah kau kembali atau tidak,
aku akan menjalankan keretanya.
aku harus memikirkan keselamatan semua orang.
Ayah.
Kau sedang apa?
Ayah bisa tanpa aku?
Omong kosong! Kembalilah.
Kembali!
Ayah.
Ling Ling dan Yue Sheng sudah tidak punya ibu.
aku tidak mau mereka tidak punya ayah.
Jangan-jangan
kita harus melangkahi ini mulai dari sini?
Tetap berdekatan.
Kita hanya bisa lewat sini.
Kita akan bisa tepat waktu.
Tetap berdekatan.
Tetap berdekatan.
Kau tidak apa?
Tetap berdekatan, Kita akan segera sampai.
Kita akan sampai setelah lorong di depan.
Maksud kalian lorong ini?
Rumah Sakit Kereta Api Xingdong
Sepertinya
mereka takut cahaya.
Mereka tidak bisa lewat.
Manfaatkan cahayanya.
Cepat lewat atas.
Hati-hati dengan kaki kalian.
Semuanya hati-hati.
Tolong aku!
Kakak Kedua.
Ayo ajak Ayah
membeli manisan buah, ya?
Baik.
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Buka pintunya!
Buka pintunya!
Periksa dia terinfeksi atau tidak.
Baik.
Tidak.
Ayo.
Jangan takut.
Beri tahu kami situasi di luar.
Semuanya mati.
Semuanya mati.
Semuanya mati.
Kenapa cuacanya?
Sebenarnya apa yang terjadi?
Mereka
senang berteduh di siang hari.
Keluar jika ada barang.
Apa?
Jangan berisik.
Apa maksudnya? Jelaskan pelan-pelan.
Jika di tempat teduh,
terutama malam hari,
mereka
akan keluar memakan orang.
Semuanya akan mati.
Semuanya akan mati.
Sekarang bagaimana?
Sekarang bagaimana?
Ayo cepat pergi.
Cepat pikirkan solusinya.
- Ayo pergi. - Pikirkan solusinya.
Jika tidak pergi, kita akan mati.
Tidak mau.
Dengar, tidak?
Jika tidak pergi, kita akan mati.
Diam! Siapa yang menyuruhmu bicara?
aku mau hidup.
Membunuhku pun sia-sia.
Namun,
harus kuingatkan.
Mereka sudah digigit.
Kita belum.
Untuk apa kita harus menemani mereka mati?
Ucapannya masuk akal.
- Bung. - aku tidak mau mati.
- Cepat pergi, Bung. - Jangan menunggu mereka mati.
- aku tidak mau mati. - aku masih ingin hidup.
Apa kita akan masih bisa hidup?
aku belum mau mati.
Bukan aku yang menggoda kakak iparku.
Dia yang menggodaku dahulu.
Cepat!
Mereka akan mengejar, Cepat!
Di depan tidak ada jalan.
Bagaimana kekuatanmu?
aku tahu.
Cepat!
Cepat!
Ayo cepat!
Tadi aku ingin kau menjatuhkan kotak kayunya.
Begitukah?
Sudah terlambat, Cepat!
Mereka masih mengejar.
Cepat!
Ayah!
Cepat turun!
Cepat!
Pergi dahulu!
Ayo pergi bersama.
Cepat!
Cepat!
Tuan Du, cepat!
Tuan Du.
Ayo!
tidak bisa dibuka.
Pintunya harus ditarik.
Cepat!
subtitle by rhaindesign Palu, 9 Januari 2021
Berantakan sekali.
Apa ada obat di sini?
Pak Tua.
Apa benar obatnya di sini?
aku tidak yakin.
Nona.
Hati-hati.
Hati-hati sedikit.
tidak apa.
aku belajar silat.
Pelankan suaramu.
Belajar silat?
Kawan.
Tenanglah.
- Tenanglah. - Dasar sial!
Kau mengagetkanku saja.
- Sudah. - Pelankan suaramu.
Tenanglah.
Tenang.
Tenang.
Siapa kalian?
Kami dari Stasiun Xiaobaihe.
Orang-orang tergigit di kereta.
Mereka menunggu kami membawa obatnya.
Katamu yang tergigit bisa diobati?
aku dari Biro Kesehatan.
Di sini ada sejumlah obat khusus penangkal infeksi.
Baguslah.
Ayo.
Istriku.
Istriku.
Anak ini bisa ditolong.
Istriku.
Dia bisa tertolong.
Ada obatnya.
Benar bisa tertolong?
Ya.
Kau tahu gudang obat di mana?
aku tahu.
aku pengelola gudang ini.
Kutuntun kalian.
Jangan takut.
Semua orang ini sudah mati.
tidak akan menyakiti kita.
Tempat apa ini?
Sebelum rumah sakit dibangun kembali, ini adalah penjara.
Setelah wabah menyebar,
ini menjadi ruang isolasi.
Banyak orang mati seperti ini di sini.
Tunggu.
Ini...
Tikusnya banyak sekali.
Ayo.
Ayo.
Tikusnya takut cahaya.
Perhatikan di belakang.
Ya.
Tempatnya di depan.
Semuanya mendekat.
- Mereka belum kembali? - Ya.
Berapa lama lagi mereka akan kembali?
Lama sekali.
Mereka sama sekali tidak terlihat.
Sebenarnya mereka akan datang atau tidak?
Bagaimana ini?
Jangan tunggu lagi.
Jika masih menunggu, semuanya akan mati.
Kau yang bisa bawa pergi kami.
- Kau mau apa? - Kalian sedang apa?
Perhatikan baik-baik.
Malam akan tiba.
Terlambat jika tidak pergi.
tidak bisa.
aku sudah bilang kepada orang itu.
Dua jam.
aku seumur hidup menjadi masinis.
Mengukur waktu, selama ini tidak pernah salah.
Pak Tua.
Jika kereta tidak dijalankan,
hidupmu pun tidak akan ada lagi.
Masih sempat jika pergi sekarang.
Di mana-mana ada tikus.
Jika malam tiba, kita tidak bisa pergi.
- Benar. - Haruskah berkorban demi keluarga kalian?
- Dengarkan dia. Cepat! - Cepat. Ucapannya masuk akal!
aku tidak mau mati di sini.
Lepaskan aku!
Jangan mendorong! Kalian sedang apa?
Semuanya, dengar aku.
Siapa yang berani mencegahku hidup?
Dia yang akan pertama kutembak.
Yang mau hidup, buka talinya. Cepat!
Jika kalian tidak mau hidup,
pergilah.
Kita hanya bisa pergi.
Keluarkan yang tidak mau pergi.
Lepaskan gerbongnya.
Tidak bisa!
Xiao Tang. Kenapa kau begini?
Kenapa masih diam?
Bergeraklah!
- Ayo. - Dengar.
- Sedang apa kau? - Jangan sentuh aku.
aku bisa jalan sendiri.
Ayo.
Cepat!
Jangan sentuh guruku!
Jangan pergi. Kau harus mengemudikan kereta.
Guru.
Pergilah.
Malam akan tiba.
Gerbongnya harus dilepas, lalu kita segera pergi.
- Ini masih sempat. - Benar.
Kapan giliranmu tiba untuk memerintah?
Keparat!
Kau diselamatkan siapa?
Kau lupa?
Kau berani bicara begini padaku?
Kau ingin memberontak?
aku tidak peduli kau siapa!
Percaya tidak kau akan kutembak?
Jika tidak ada aku, kalian bisa lari?
Di luar dibanjiri tikus.
Hanya aku yang tahu tempat teraman.
Benar.
Kau tenanglah sedikit.
Jika tidak ada dia, kita tidak bisa hidup.
Jangan mendesak.
Yang tidak mau hidup, keluar!
Berdosa.
Mau apa? Mengancamku?
- Mengancamku? - aku tidak punya cara lain.
Jika kalian tidak mau hidup...
Pikirkanlah di luar ada berapa banyak tikus.
tidak mau hidup? Sudahlah.
Jangan berkelahi. Malam akan tiba.
Jika tidak pergi, akan terlambat.
Mereka harus diberi tahu.
Siapa yang akan dipatuhi di gerbong ini?
♫ Di mana ini terjadi? ♫
♫ Di bagian barat ibu kota Landian ♫
♫ Di pabrik senjata Landian ♫
♫ Ada putra ketiga keluarga Song ♫
Hentikan dia!
♫ Ada pasangan yang menjual cerutu ♫
♫ Seumur hidup tidak punya putra ♫
♫ Memiliki seorang putri tersayang ♫
♫ Gadis berusia 16 tahun ♫
Ling Ling! Tolong aku!
Ling Ling, tolong aku!
Tolong aku, Ling Ling.
Tolong aku!
Ling Ling. Tolong aku!
Tolong aku! Ling Ling!
Tolong aku!
Ling Ling!
Tolong aku!
Tolong aku!
Ini sarang lama tikus.
Jika mengusik ini, akan merepotkan.
Obat baru itu pasti ada di lantai atas.
Ini membuang-buang waktu.
Pasti tidak bisa dinaiki.
Kulihat tikusnya dalam masa menyusui.
Sepertinya jauh lebih tenang daripada tikus di luar.
Kita punya api.
Pasti tidak masalah.
aku akan pergi.
Tunggu di sini.
Jaga Ting Ting.
Kalau tidak,
aku ikut denganmu.
Akan banyak gerakan.
Lebih baik aku sendiri.
Baik. Pergilah.
Hati-hati.
Hati-hati.
Benar.
Senyawa Trimetoprim
- Dapat. - Cepat turun.
Cepat bawa turun.
Ayah. Hati-hati.
Jangan ke sana. Lempar obatnya.
Jangan! Cepat.
- Ayah. - Lempar obatnya.
- Tangkap! - Lepaskan aku!
Ayah!
Jangan ke sana!
Mereka keluar!
Pak Tua! Cepat!
Jangan ke sana!
Ayah! Ayah, cepat!
- Cepat, apinya padam. - Cepat ke sini!
Cepat!
Kau sedang apa?
Kau sedang apa?
Maafkan aku. Para orang kaya akan bisa membeli obat ini.
Istri dan anakku tidak boleh menderita lagi.
Maaf.
Buka pintunya!
Kembali!
Buka pintunya!
Cepat buka pintunya!
Buka pintunya!
Cepat dobrak pintunya!
Ayo kita pergi.
Cepat lari!
Dasar sial!
Tikusnya mengejar.
- Cepat! - Ayah! Ayo!
- Cepat! - Bawa obatnya.
Ayah! Ayo pergi.
Ayo!
Cepat!
Cepat!
Naik ke mobil! Cepat!
Cepat!
Kau bisa menyetir?
Nyalakan. Injak gasnya.
Itu sangat mudah.
aku tidak tahu kau bisa menyetir.
Kau tak tahu banyak hal.
Kita pergi.
Nona! Kau bisa menyetir atau tidak?
tidak apa, aku akan membiasakannya.
tidak apa.
Pelan-pelan.
Semua senang
Mereka makin banyak.
Apa ini akan selesai?
Persediaan makanan
aku akan lebih cepat. Berpeganganlah.
Mereka akan menyusul.
Cepat!
Lebih cepat, Nona!
Lebih cepat lagi!
Cepat lurus.
Di depan ada cahaya.
Ling Ling.
- Bos! - Ling Ling.
- Ling Ling! - Bos!
Yue Sheng!
- Bos! - Ling Ling!
- Ling Ling! - Bos!
Yue Sheng!
- Bos! - Kalian kembali.
Obatnya sudah diambil?
Sudah.
Ada obatnya.
Kenapa cuacanya berubah lagi?
Cepat! Cepat naik!
- Cepat naik! - Cepat naik!
Ayah!
Berikan obatnya!
Satu, maju. Dua, mundur.
Tiga, pipa udara. Empat, hubungkan.
Dia sudah gila.
Cepat hentikan dia!
aku tidak boleh mati.
Satu, maju. Dua, mundur.
Cepat! Bawa obatnya naik!
Ayah! Cepat naik!
Cepat pergi!
Pergilah!
Anakku.
Kita punya obatnya.
Pergilah!
Ayah!
Ayah! Cepat!
Cepat naik!
Cepat naik!
Ayah, berikan tanganmu.
Ayah!
Cepat!
Tuan Du!
- Cepat! - Tuan Du!
Cepat!
Nona!
Tuan Du!
aku menyukaimu!
Tuan Du!
Dia pria yang baik.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Sudah lebih baik?
Bos. Tahan sedikit.
Kapan aku tidak mengalami hal semacam ini?
Tikusnya masih di belakang.
Kenapa berhenti?
Benar. Tikusnya di belakang.
Di depan terhalang.
Turun dan dorong!
Tikus-tikus akan mengejar.
Jika turun, pasti mati.
Cepat!
Turun dan dorong!
Cepat! tidak ada waktu lagi!
Ayo!
Turun dan dorong!
Cepat!
Nak.
Jangan sia-siakan waktu.
Temani Ibu lebih lama.
Astaga!
Ayah!
Cepat! Turun dan dorong!
Untuk apa kau turun?
Di luar berbahaya. Kembalilah.
Ayah, diamlah. Cepat dorong.
aku tahu kalian takut.
aku juga sangat takut.
Tapi kita bisa sembunyi ke mana lagi?
Di antara kalian
sudah ada banyak orang
yang kehilangan keluarganya.
Tapi mereka berharap kita hidup.
Tidak bisakah kita...
Tidak bisakah bekerja keras...
Bekerja keras bersama agar bisa hidup?
aku ikut.
aku ikut.
aku juga.
aku juga.
aku juga.
- Nak. aku juga akan ikut. - aku ikut.
Ayo.
Semuanya, dengarkan aba-abaku.
Satu, dua, tiga!
Satu, dua, tiga!
Gunakan tenaga!
Satu, dua, tiga!
Satu, dua, tiga!
Gunakan tenaga! Dorong sekuat tenaga!
Dorong!
Dua, tiga!
Satu, dua, tiga!
Satu, dua, tiga!
Hidupku sudah hancur.
aku tidak akan takut pada tikus seperti kalian!
Saudaraku!
Dorong!
Ayo tetap hidup!
Cepat! Ayo naik!
- Cepat! - Naik!
Ayo!
Ayo! Cepat naik!
Cepat!
Cepat naik!
Lari!
Cepat!
Cepat naik!
Cepat!
Cepat!
Cepat naik!
Hei!
Hei!
Tuasnya!
Tuasnya!
Tuasnya!
Cepat!
Keretanya akan ke jalan buntu!
Cepat! Tuasnya!
tidak Ada Akses Kereta Api
Tuasnya!
Tuasnya!
Ayah!
Ayah!
Cepat naik!
- Ayah, cepat! - Ayah!
- Ayah, cepat! - Ayah!
Cepat naik!
Suruh masinis hentikan kereta!
Cepat!
Ayah!
Jangan berhenti!
Cepat pergi!
- Ayah! - Cepat!
Cepat naik!
- Ayah! - Cepat!
Berikan tanganmu!
- Cepat! - Ayah!
Ayah!
Hentikan keretanya!
- Jangan berhenti! - Cepat.
- Cepat lari! - Ayah, cepat sedikit!
Ayah!
Ayah...
Ting Ting.
Kau terlalu pintar.
Ayah!
Kelak kau akan menderita.
Jangan terlalu pintar!
Bicaralah saat naik!
Ayah!
Ling Ling!
Ayah paling mengkhawatirkanmu!
Jangan keras kepala sebagai wanita!
- Ayah. aku salah. - Cepat naik!
aku tidak akan membuatmu marah lagi.
Naiklah.
Ayah, aku salah.
Ayah. Cepat!
Ayah...
Ayah...
Bunyikan Suara
Ayah...
Ayah...
Kakak Kedua.
Apa kita tidak akan bisa pulang lagi?
Asalkan kita ada,
akan ada rumah.
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.