Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
INDOXXI Support dengan like & share :)
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
STROBERI SUNG-HO
Bagaimana bisa kau baru muncul sekarang?
Sudah jenguk ibumu di rumah sakit?
Paman Sung-ho.
Bolehkah aku pinjam ponselmu?
Tak ada yang menjawab?
Ya.
Kau tak ingat di mana meninggalkannya?
Sepertinya ponselku tertinggal di kereta.
Gunakan saja punyaku hari ini. Aku tak sedang menunggu panggilan.
Tidak apa. Pasti ada telepon di rumah ini.
Telepon rumah?
Rumah ini tampak paling keren dari semua rumah di desa ini.
Halo?
Halo. Apa kau yang menemukan ponsel ini?
Benar.
Aku pemiliknya. Apakah aku meninggalkannya di kereta?
Benar.
Di mana kau sekarang? Aku akan ke sana mengambilnya.
- Tanya dia. Mungkin kita bisa dapat uang. - Kau saja.
Apa nanti aku akan dapat uang?
Apa?
Ini Galaxy Note 9,'kan?
Kami telepon lagi nanti.
Halo?
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada…
Nomor yang Anda tuju…
CARI TELEPON SELULERKU
MENCARI TELEPON SELULERKU
Halo?
Kau benar.
Ibuku memang gila.
Aku dikunci di dalam rumah.
Mohon maaf. Kau ingin berbicara dengan siapa?
Bukankah ini nomor telepon Sun-hee?
Bukan. Sepertinya kau salah sambung…
Kau lihat lapisan di bagian sebelah kanan otak?
Untuk menghilangkan tumor ini, kita harus menyayat kulit
dan membuka tengkorak kepala sehingga bisa tepat sasaran.
Operasi tak bisa dilakukan di sini.
Pergilah ke rumah sakit besar
dan lakukanlah operasi di sana.
Operasi ini sangat berbahaya, jika meleset kau bisa koma atau kritis.
Kau memotong semua buahnya.
Apa kau ingat Young-mi?
Tidak.
Dia bekerja di perusahaan asuransi.
Kulitnya putih bersih dan hidungnya mancung.
Ada apa dengannya?
Dia akan membantu mengurus semua.
Mengurus apa?
Jangan berpura-pura. Tentu saja uang asuransi.
Mustahil kau bisa kumpulkan 100 juta dengan bekerja di swalayan.
Besok...
kunjungilah makam ayahmu.
Tanyakan kepada pengurus di sana
apakah ibu bisa dikubur di sampingnya
atau bersama-sama dengan ayahmu.
Bagaimana Ibu bisa bicara begitu?
Apa maksudmu?
Apa Ibu merasa pantas dikubur di samping Ayah?
Kenapa?
Apa aku salah bicara?
Jangan bicara seperti itu.
Ibu masih bisa mengecat kuku di saat seperti ini?
24 FEBRUARI 1965 - 27 NOVEMBER 1999
Halo.
Sun-hee! Sepertinya Ibu ingin membunuhku.
Apa?
Cepat kemari. Tahu alamatku, 'kan? Yeongcheon-ri, Bosung-eup nomor 4.
Siapa kau terus menelepon?
Bukankah ini telepon Toko Sun-hee?
Bukan, kau salah sambung.
Omong kosong. Apa kau sengaja melakukan ini?
Apa?
YEONGCHEON-GIL 22, BOSUNG-EUP 4, YEONGCHEON-RI, BOSUNG-GUN
JUMAT, 27 AGUSTUS 1999
LAUTAN API YANG MEMBARA CARA TEPAT UNTUK MENGUSIR SETAN
KAMAR MANDI HANTU AKAN DIBAKAR RAHASIA DAN IBU MEMBAKARKU
Kau tahu siapa dia?
Young-sook...
Young-sook?
Apa dia seorang dukun?
Bukan. Ibunya yang seorang dukun.
Apa rumah itu bekas rumah dukun?
Rumah itu bukan rumah dukun.
Katamu ibu Young-sook adalah seorang dukun.
Kejadian itu sudah lama berlalu.
Mana mungkin aku ingat kejadian tahun 1990-an.
- Tapi kau tadi bilang… - Apa ini, Stroberi?
Sudah kularang, 'kan?
Berapa kali sudah kukatakan? Kemarilah, ikut denganku.
Ayo kemari.
Cepat ikut aku.
26 NOVEMBER 1999
TOKO SUN-HEE
Sun-hee, cepat datang kemari! Cepat!
Apa?
Ibu berusaha membakarku sekarang.
Ibu mau membakar...
Halo?
Halo?
Lepaskan aku!
Halo?
Kenapa kau tak datang kemarin?
Apa kau akan terus seperti ini?
Apa alamatmu benar di Yeongcheon-ri, Bosung-eup nomor 4?
Apa kau bukan Sun-hee?
Aku melihat fotomu, Oh Young-sook.
Foto ini diambil pada tanggal 26 November 1999.
Apa?
Hari ini tanggal 18 November.
Apa kau menulis di buku harianmu kemarin,
"Seseorang lahir dan orang tua mulai menekan lagi"?
SESEORANG LAHIR DAN ORANG TUA MULAI MENEKAN LAGI
Apa kau sedang melihatku?
Walau ini sulit dipercaya,
kita sepertinya berada...
dalam rumah yang sama.
Maaf. Sepertinya aku salah sambung.
Tunggu sebentar.
18 NOVEMBER 1999
PESAWAT JATUH DEKAT BANDARA GIMPO 136 ORANG TERLUKA
Sebuah pesawat akan jatuh dekat Bandara Gimpo malam ini.
Aku mau ayam goreng biasa! Aku mau ayam goreng pedas!
Ayamnya terlihat lezat!
Peli, Peli!
Cepat makan.
Atau kau mau kelaparan?
Kau sebut ini makanan manusia? Sialan.
Apa?
Apa semua ini ada gunanya?
Kau ingin kembali ke rumah sakit jiwa?
Kau ingin menjadi seperti ibumu?
Oh Young-sook.
Oh Young-sook!
Ini karena fengsui rumah ini jelek.
Bila kita pindah,
- akan lebih baik. - Kabar terkini.
Penerbangan domestik kembali mengalami kecelakaan.
Pesawat dengan nomor 1633 keluar jalur saat mencoba mendarat
di bandara Gimpo siang tadi.
KECELAKAAN DI BANDARA GIMPO
Halo.
Bagaimana kau bisa tahu kejadian itu?
Berapa umurmu sekarang?
Aku 28 tahun.
Aku juga 28 tahun.
Aku lahir...
pada tahun 1972.
Begitu rupanya.
Kau menyukai Seo Taiji, ya?
Itu lagu Seo Taiji?
Dia kembali dari Amerika tahun 2000 dengan lagu ini.
Mendengar suaranya, sepertinya dia benar Seo Taiji.
Di dalam telepon akan ada komputer?
Benar.
Namanya ponsel pintar. Kita bisa melakukan apa pun dengan ini.
Kalau dengar lagu?
Kau punya Walkman?
"Walkman"?
Benar.
Kau tak tahu itu?
Alat pemutar musik.
Musik.
Tentu saja bisa.
Telepon itu punya kamera. Kau bisa menonton, juga berbelanja dari sana.
Kau sepertinya berbohong.
Tentu kau tak percaya. Pada saat aku masih kecil,
aku juga tak mengira bisa melakukan panggilan video.
Panggilan video?
Bertelepon sambil melihat wajah masing-masing.
Kalian bisa lakukan itu?
Kau penasaran dengan hal lain?
Bagaimana denganku di sana?
Benar juga.
Coba kucari informasi tentangmu.
OH YOUNG
Tak usah.
Kenapa? Aku bisa mencari informasi tentangmu dengan mudah di sini.
Ibuku berkata aku punya nasib yang sangat buruk.
Katanya nasibku sangatlah brutal dan mengerikan.
Pokoknya dia adalah wanita gila.
Dia mengunciku di rumah dan tak mengizinkanku bertemu orang.
Apa hubungan kalian memang tidak baik?
Dengan ibuku?
Dia bukan ibu kandungku. Ibu kandungku sudah lama mati.
Maaf.
Untuk apa?
Bukan kau yang membunuhnya.
Sebenarnya ayahku juga sudah meninggal saat aku masih kecil.
Benarkah?
Kenapa?
Rumahku terbakar saat itu.
Ibuku lupa mematikan gas.
Hei, Young-sook.
Ya?
Kau bilang tanggal berapa di sana?
Seo-yeon, sepertinya Ibu datang.
Aku akan meneleponmu lagi.
Tunggu sebentar.
21 NOVEMBER 1999
Kita sudah sampai.
Astaga! Ada ayam!
Hati-hati, Seo-yeon. Jangan berlari!
Rumah ini bagus.
Udaranya juga segar.
Rumah ini adalah bekas rumah seorang misionaris.
Ini rumah mewah yang sulit ditemukan di area ini.
Begitu rupanya.
Jangan pegang itu.
Rumah ini punya fengsui yang baik.
Bukankah orang tua sering berkata begini?
Kau harus tinggal di rumah berfengsui baik agar sehat dan bahagia.
Total luas rumah dua lantai ini sekitar 330 meter persegi, 'kan?
Benar.
Besar sekali.
Ada ikan di sana.
Jangan berlari.
Lihat, anakmu punya tempat untuk berlari.
Apa kami bisa lihat lantai dua?
Seo-yeon.
Seo-yeon?
Jangan berkeliaran di rumah orang lain seperti ini.
Apa aku boleh tahu fungsi kamar itu?
Itu kamar putriku.
Tunggu sebentar.
Buka pintunya.
Salam kenal.
Ayah.
Kakak itu mengerikan.
Seo-yeon.
Maaf. Anakku masih kecil, jadi, masih perlu diajari.
Apa namamu Seo-yeon?
Halo.
Hei. Cepatlah bangun. Cepat!
Ada apa?
Tunggu sebentar.
Kalian sepertinya ingin hidup bertani.
Benar. Kami ingin hidup dengan nyaman dan tenang.
Aku juga ingin putriku hidup dekat dengan alam.
Kalau begitu, rumah ini pilihan paling tepat untuk kalian.
Aku ingin membuka kebun bunga.
Sepertinya itu akan sulit untuk orang kota sepertimu.
Aku sebenarnya dari Bosung.
Benarkah? Sungguh?
Benar.
Ayah, aku ingin lihat ayam.
Baiklah, ayo kita pergi.
- Apa kau lihat mereka di taman? - Ya.
Kapan kau lihat ayam-ayam itu?
Apa kau dengar mereka? Bagaimana?
Halo?
Kau terkejut, 'kan?
Hei...
Young-sook, aku...
Apa?
Apa kau...
Kau tahu? Aku punya ide menarik.
Mungkin aku bisa...
menghidupkan kembali ayahmu.
27 NOVEMBER 1999
24 FEBRUARI 1965 - 27 NOVEMBER 1999
374, GUUI 2-DONG, GWANGJIN-GU, SEOUL
Aha, aha, aha
Kau bisa makan semua makanan enak
Dapatkan semua nutrisi yang kau butuhkan
Kau tak perlu lauk terpisah
Juga tak perlu sumpit
Inilah bahan-bahan yang kau butuhkan Untuk membuat nasi hot pot bergizi
Pertama, beras biasa Beras ketan, jamur shiitake
Kedua, tahu goreng, kacang polong, Kacang merah, wortel, rumput laut
Jujube, ginkgo biloba, Kastanya, kacang pinus, dan daun bawang
Kenapa kau bengong saja?
Cepat bantu. Jangan tidur saja di hari libur.
Apa kau dengar Ibu?
Lihat ini, Seo-yeon.
Ayah menangkap katak.
Sepertinya ia masuk karena di luar dingin.
Lihatlah.
Ia punya mata bulat penuh emosi sepertimu.
Ada apa? Apa terjadi sesuatu?
Hei.
Kenapa dia?
Terima kasih, Young-sook.
Terima kasih banyak, Young-sook.
Ternyata berhasil.
Kau tak apa-apa?
Apa kau tidak dimarahi oleh ibumu?
Ini keren.
Ambil ini.
Terima kasih.
Ini bayammu.
Aku ganti taoconya. Apa kau suka?
Pantas saja enak.
- Rasanya segar, 'kan? - Benar.
- Rasanya enak. - Kenapa kau tak makan?
Aku mau makan.
- Supnya terasa sangat segar. Cobalah. - Terima kasih.
"THE FOUR SEASONS" OLEH VIVALDI
Ayo kita mulai. Kau sudah siap?
EPISODE TAIJI - "ULTRAMANIA"
GENERASI X
SIAPA SEO TAIJI BAGI KITA?
Halo?
Ayah, tunggu. Aku angkat telepon dulu.
Kau sedang apa sekarang? Apa kau sedang sibuk?
Young-sook.
Maafkan aku. Bisakah kau telepon nanti?
- Aku sedang sibuk. - Seo-yeon!
Baiklah kalau begitu.
Maafkan aku.
Sampai nanti.
Astaga.
Seo-yeon, hati-hati.
Cepat bereskan apinya.
- Apa itu berat? - Ya, lebih berat dari yang kukira.
Itu pasti kentang. Aku akan buat panekuk kentang.
- Panekuk kentang? - Kita harus nyalakan lampu.
- Tunggu sebentar. - Apa?
Halo?
Halo? Young-sook?
Ada apa denganmu?
Apa?
Bukankah kau mau meneleponku?
Maafkan aku. Kau meneleponku sejak tadi?
Aku dan orang tuaku baru saja pulang.
Begitu rupanya.
Kau mengagetkanku saja. Kukira kau marah.
Sial.
Mati saja kau.
Dasar berengsek... Sial.
Sialan.
Young-sook, kau baik-baik saja? Ada apa?
Dasar berengsek.
Hei!
Halo?
Halo? Young-sook?
Siapa kau?
Kenapa kau bertelepon dengan Young-sook?
Jangan menelepon dia lagi atau kau akan terluka.
Lepaskan aku! Cepat lepaskan aku!
Sialan! Lepaskan aku! Cepat!
Dasar berengsek!
Hei!
Hentikan ini, Bu...
Aku mohon hentikan.
Ibu...
Maafkan aku, Ibu.
OH YOUNG-SOOK
TOKO SUN-HEE
OH YOUNG-SOOK
PERMEN JELI
YEONGCHEON-RI, BOSUNG-EUP NOMOR 4
Bibi.
DUKUN MEMBUNUH PUTRI TIRINYA
SAAT EKSORSIS PRAKTIK BERBAHAYA MASIH MARAK
PRAKTIK EKSORSIS UNTUK MENYEMBUHKAN PENYAKIT KEJIWAAN
DUKUN MEMBUNUH PUTRI TIRINYA SAAT EKSORSIS
Young-sook.
Kau menjawab lebih cepat hari ini.
Jadi, begini. Ibumu...
Ibu?
Di mana ibumu sekarang?
Ada apa dengannya?
Young-sook, dengar aku baik-baik.
Sepertinya malam ini...
kau akan mati.
Apa maksudmu?
Kau sudah meninggal...
di dalam rumah ini.
Kau akhirnya membunuhku juga.
Kenapa kau melakukan itu?
Kenapa kau membunuhku?
- Ramalanmu mengatakan... - Apa?
...ada beberapa kematian di masa depanmu.
Young-sook.
Aku tak peduli.
Lagi pula, nasibku memang buruk.
Jawab aku.
Kenapa kau melakukan itu?
Kenapa kau membunuhku?
Kenapa kau membunuhku?
Jawab aku! Jawab!
Kau masih saja mengatakan hal tak masuk akal itu.
Halo.
Apa kau Young-sook?
Benar. Ini aku.
Kau baik-baik saja? Tak ada masalah, 'kan?
Ya. Semua masalah sudah selesai. Ada sedikit kesalahpahaman saja.
Syukurlah kalau begitu.
Aku sangat khawatir.
Kau sungguh baik-baik saja, 'kan?
Aku seperti terlahir kembali.
Apa?
Hari ini seperti hari ulang tahunku.
Ayo masuk.
Hei, Stroberi!
- Paman akhirnya datang. - Kau di sini rupanya.
Astaga. Ada apa ini?
- Hei. - Aku baru saja memetiknya.
Kau mengirim terus.
Kau bawa stroberi rupanya.
Astaga, banyak sekali.
Semua terlihat sangat lezat.
Warna tahun ini terlihat bagus.
- Cuci ini. - Ini punyamu.
- Karena ini mudah busuk. - Aku saja.
Tak apa.
- Kutaruh di lemari es. - Baiklah.
Apa ini hari spesial?
Apa aku cantik?
Aku membawa stroberi untukmu.
Stroberi?
Ayo ikut aku.
Ibumu sepertinya sedang keluar.
Hei.
Di antara kedua baju ini, mana yang terlihat lebih cantik?
Entahlah. Keduanya terlihat cantik.
Aku tak begitu tahu soal mode.
Benarkah?
Tunggu sebentar.
Astaga.
Apa ini?
Sung-ho.
Bagaimana dengan baju ini?
Apa...
Apa ini sebenarnya?
Kenapa kau buka itu?
Darah...
Pada akhirnya, aku hidup sendiri.
Tetap saja kau harus menikah. Apa kau tak kesepian?
Kesepian karena apa? Aku sama sekali tak kesepian.
Hei, diam. Diam dulu.
Halo.
Jangan... Tolong jangan...
Sial. Padahal ini baju baru.
Ada apa ini?
Apa Paman Sung-ho sudah pergi?
Siapa?
Paman Sung-ho.
Siapa dia?
Paman Sung-ho, pemilik kebun stroberi.
Stroberi?
Apa maksudmu?
STROBERI SUNG-HO
Halo.
Ada apa kau kemari?
Aku ingin bertanya sesuatu.
Apa kau tahu Park Sung-ho, pemilik kebun stroberi di sana?
Kebun apa?
Kebun stroberi di sebelah lahan teh hijau.
Apa ada kebun stroberi di area kita?
Kenapa memangnya?
Apa?
Kenapa kau mencari orang yang sudah lama meninggal?
Sudah lama meninggal?
Benar. Oh Young-sook.
Korbannya adalah Park Sung-ho.
KORBAN SUNWOO JA-OK, PARK SUNG-HO
MAYAT DIMUTILASI SETELAH DIBUNUH
Permisi. Apa ada orang?
Halo?
Halo, Bu.
Kami dari Kepolisian Bosung.
Ada apa kalian ke sini?
Tidak ada masalah besar. Kami sedang mengumpulkan saksi saja.
Apa kau tahu pemilik kebun stroberi yang ada di sebelah gereja?
Apa kau tak tahu Park Sung-ho?
Tidak.
Begitu rupanya.
Baiklah kalau begitu.
Bukankah itu stroberi?
Pak Park kemarin membagikan itu ke semua tetangganya.
Astaga.
Benar juga.
Sepertinya ibuku yang menerima ini.
Apa kami bisa berbicara dengan ibumu sebentar?
- Ibu? - Ya.
Dia sedang pergi.
Kapan dia kembali?
Aku tak tahu.
Dia pergi ke tempat jauh.
Kapan dia pergi?
Dua hari lalu.
IBU, PERGI, DUA HARI LALU
Kau bilang stroberi itu diterima ibumu.
Kalau begitu dia sepertinya pergi kemarin, bukan dua hari lalu.
KEMARIN
BAEK MIN-HYUN
Sepertinya ada kasus pembunuhan di desa ini.
Apa ada yang meninggal?
Selamat datang.
Halo.
Halo. Apa yang kau cari?
Sebenarnya...
Apa kau kenal Oh Young-sook?
Kukira dia anak yang baik.
Dia mendengarkan ceritaku tentang ayahku yang pemabuk.
Aku juga sering diam-diam membawakan kue kering untuknya.
Bila bukan karena ibunya, aku mungkin sekarang sudah meninggal.
Ini aku.
Aku ingin bertanya sesuatu.
Apa kau pelakunya?
Apa?
Apa kau yang membunuh
ibumu dan Paman Sung-ho?
Kenapa tiba-tiba berkata begitu?
"Pembunuh berantai Oh Young-sook dihukum seumur hidup."
Dihukum seumur hidup?
Ternyata memang kau.
Apa itu berarti aku akan membusuk di dalam penjara selamanya?
Padahal aku baru saja hidup dengan baik.
Itukah yang bisa kau katakan sekarang?
Bagaimana polisi bisa tahu?
Paman Sung-ho tidak salah apa pun.
Coba cari tahu bukti apa yang ditemukan oleh polisi untuk kasusku.
Kau tidak lupa, 'kan?
Aku yang menyelamatkan ayahmu.
Dasar wanita berengsek.
Beraninya kau mematikan telepon orang yang masih berbicara, Berengsek.
Orang yang menyelamatkan ayahmu meminta tolong,
tapi kau yang berengsek itu memperlakukannya seperti ini.
Hei!
Dari mana kau belajar itu, Berengsek?
Halo?
Halo?
Berengsek!
Dasar wanita berengsek!
NAMA: OH YOUNG-SOOK
GANGGUAN KEPRIBADIAN ANTISOSIAL GANGGUAN KEPRIBADIAN AMBANG
Pintunya terbuka.
Kau ternyata ada di rumah.
Kami menunggu lama, tapi ibumu tidak datang juga.
Ibumu berjanji akan datang pukul 11.00 ke kantor perumahan.
- Begitu. - Apa dia tak di rumah?
Ibu.
Ibu.
Sepertinya dia tertidur.
Silakan masuk dulu.
Tak apa. Masuklah.
Seo-yeon.
Ada apa?
Apa terjadi sesuatu?
Tidak.
Turunlah sebentar.
Ada apa?
Turun saja dulu.
Astaga!
Jangan berlarian.
Ya, Ayah.
Ada stroberi.
Astaga! Hati-hati.
Jangan kau injak secara tiba-tiba.
Kakimu tidak boleh tegang dan injak secara perlahan.
Bila kopi ini tidak tumpah saat kau berhenti, kau berhasil.
Apa stroberinya enak?
Putri ayah pengendara yang hebat.
Bisa lihat dengan baik?
Kau harus bisa melihat sekelilingmu dengan kaca spion.
Ayah.
Ayah?
Tidak, Ayah...
Ayah!
Ayah! Tidak!
Ayah!
Tidak!
Ayah, jangan pergi!
Ayah!
Tidak!
Kenapa kau tidak menjawab teleponku?
Kenapa?
Lihatlah kekacauan yang kau buat.
SEO-YEON, JAWAB TELEPONKU
Apa ini?
Akhirnya kau menjawabku juga.
Kenapa susah sekali untuk meneleponmu?
Apa yang kau lakukan pada ayahku?
Sudah kukatakan, 'kan? Jangan sembarangan mematikan teleponku.
Apa?
Apa kau tahu?
Tubuh ayam akan tetap bergerak walau lehernya terpotong.
Ayahmu juga ternyata seperti itu.
Dasar wanita berengsek!
Berengsek. Aku akan menemukanmu dan membunuhmu.
Aku akan mencabik-cabikmu dengan cara yang sama!
Hei.
Bagaimana kau bisa membunuhku?
Kau tak bisa ke sini, 'kan?
Tidak, aku salah.
Kau sudah ada di sini rupanya.
Kau ada bersamaku.
Kuberi waktu satu jam.
Cari tahu cara polisi akan menangkapku.
Benar juga.
Bukankah kau juga sangat membenci ibumu?
Sialan!
ALBUM KEENAM SEO TAIJI
KECELAKAAN 31 DESEMBER 1999
SEO-YEON, JAWAB TELEPONKU
STROBERI SUNG-HO
DUA ORANG MENINGGAL
TERLALU DINI
LEDAKAN GAS DI RUMAH KACA
PUKUL 17.00
BARANG BUKTI KUNCI DITEMUKAN DI TOKO BARANG BEKAS
Apa kau sudah menemukannya?
Pisau yang kau buang adalah buktinya.
Pisau?
Polisi menemukan sidik jarimu dan darah korban di pisau itu.
Berdasarkan informasi yang kudapat, pisau itu diambil oleh pemungut sampah.
Di Bowol-ri, Iseo-myeon, Hwasoon-gun nomor 21.
Hwasoon?
Pemungut sampah itu akan tiba pukul 17.00. Cepat ke sana sebelum polisi tiba.
31 DESEMBER
LEDAKAN GAS DI RUMAH KACA DI HWASOON-GUN
31 DESEMBER 1999, PUKUL 17.00
Hei.
Halo. Aku...
Siapa ini?
Ayah... Sepertinya ayahku...
Sepertinya ayahku mati di sini.
Aku sangat takut. Tolong aku.
Apa kau Seo-yeon?
Ini aku.
Aku hampir saja tertipu olehmu.
Aku tidak bisa membayangkan sama sekali.
Bagaimana anak sebaik ini
bisa tumbuh jadi wanita jalang sepertimu?
Dengarkan aku dulu.
Dengarkan aku, Young-sook.
Apa kau bisa mendengar suara ini dengan jelas?
Kau dengar?
Oh Young-sook.
Young-sook, dengarkan aku dulu.
Berengsek! Dengarkan aku dulu, Jalang!
Aku dengar dari Ibu bahwa pohon persik bagus untuk mengusir setan.
Hei, Berengsek!
Sepertinya ada setan pembohong di dalam tubuhmu.
Anak itu tidak bersalah.
Hei. Dengarkan aku dulu.
- Oh Young-sook! - Satu.
Mari kita bicara baik-baik. Aku akan menjelaskan semuanya.
Hei, Berengsek! Coba dengarkan aku dulu!
Dua.
Aku bersalah. Ampuni aku. Aku mohon.
- Aku mohon. - Tiga.
Tidak! Jangan lakukan itu!
Apa kau tahu?
Ada seseorang yang datang.
Kenapa kau tak menjawab teleponku?
Makelar real estat itu bilang kau ke rumah itu.
Hubungi aku bila kau dengar ini.
Hei, Setan Pembohong.
Mau kuberi tahu sesuatu?
Kau pasti sangat ingin tahu hal ini.
Aku sangat bingung apa aku harus memberitahukan ini kepadamu atau tidak.
Namun, kurasa kau lebih baik mengetahui ini.
Kau bilang ayahmu meninggal karena kebakaran, 'kan?
Itu bukan kesalahan ibumu.
Aha, aha, aha
Kau bisa makan semua makanan enak
Dapatkan semua nutrisi yang kau butuhkan
Nyalakan gasnya.
Kau ini.
Apa kubilang saat kau menyalakan gas?
Jauhkan wajahmu dari gas.
Benar. Kita nyalakan.
Bagus sekali.
Kau harus selalu hati-hati dengan api.
Hati-hati dengan gas
Hati-hati dengan api
Hati-hati dengan gas
Hati-hati dengan api
Aku berbicara sebagai profesional.
Apa kau sangat terbiasa berbohong?
Walau kau sangat membenci ibumu, bisa-bisanya kau begitu.
Haruskah aku bunuh dia?
KEPOLISIAN
BUKTI DITEMUKAN DAN DILAPORKAN HWANG YOUNG-CHUL, PRIA, 76 TAHUN
Kakek.
Kenapa kau mengambil barang milik orang lain sembarangan?
Mungkin tampak sepele, tapi bisa mengubah hidup seseorang.
Apa kau benar ibu anak tersebut?
Benar sekali.
HILANG: KIM SEO-YEON, PELAPOR: IBU
MENINGGALKAN STASIUN PUKUL 19.38
Kami sudah mencatatnya.
Apa prosesnya sudah selesai?
Apa kalian tidak mengecek rumah tersebut?
Kami akan mengikuti proses yang ada untuk hal itu.
Begitu rupanya.
Bu.
Apa benar alamat rumah itu adalah Yeongcheon-ri, Bosung-eup nomor 4?
LAPORAN ORANG HILANG YEONGCHEON-RI, BOSUNG-EUP NOMOR 4
Dengar baik-baik. Kau bisa saja mati.
Halo. Aku dari Kepolisian Bosung.
MULAI MENGECEK DALAM RUMAH
IBU ANAK YANG HILANG IKUT
MENGGUNAKAN TELEPON TANPA KABEL
Halo.
Teleponnya.
Tiga, dua, satu.
Pukul berapa mereka pergi dari sini?
Entahlah.
Mungkin sekitar pukul 12.00.
Ini jepit rambut putriku.
Bisakah kami mengecek lantai dua?
Silakan.
Coba cek ke arah sana, Bu.
Sepertinya mereka tak ada.
Mohon izinkan aku menelepon suamiku sekali lagi.
Bisakah kami meminjam teleponmu?
Telepon?
Benar.
Teleponku saat ini sedang rusak.
Teleponnya bisa dipakai.
Dia bilang bisa digunakan. Mohon kecilkan suaranya.
MENGGUNAKAN TELEPON TANPA KABEL
Ibu?
Keluar dari rumah itu sekarang.
Oh Young-sook akan membunuhmu, jadi, cepat keluar dari sana!
Halo?
- Apa itu suamimu? - Bukan.
Seorang wanita mengangkat teleponnya.
Siapa wanita itu?
Dia memanggilku Ibu...
dan menyuruhku cepat keluar dari rumah ini.
Apa?
Berikan teleponnya kepadaku.
Kenapa kau seperti ini?
Bukankah kau ingin ibumu mati?
Walau kau tak berkata begitu, aku tahu jelas keinginanmu.
Kau dan aku sama.
Sial! Lepaskan!
Hei! Buka pintunya!
Buka pintunya!
Aku menelepon dari Yeongcheon-ri, Bosung-eup nomor 4.
Dia berusaha masuk ke dalam kamar ini.
Ibu.
Apa Ibu baik-baik saja?
Dia terus mengetuk pintu.
Kenapa kau masih ada di sana?
Cepat datang kemari!
Ibu, tenangkan dirimu terlebih dulu.
Apa ada sesuatu dalam kamar yang bisa dijadikan senjata?
Mungkin sesuatu yang tajam atau berat untuk memukulnya.
Aku melihat alat pemadam api.
Cepat angkat alat pemadam api itu.
Fokus!
Cepat angkat alat pemadam api!
Tarik pin pengaman dan tunggu sebentar.
Saat pintu terbuka, kau semprotkan langsung ke wajahnya.
Tolong!
Tolong!
Ibu.
Ibu.
Ibu…
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Ibu.
- Ibu... - Seo-yeon, tak apa-apa.
Tak apa-apa. Ibu di sini, jadi, kau aman.
Ibu, jawablah aku.
Aku mohon.
Ibu!
Jawab aku!
Apa kau tak mendengar suaraku?
Ibu.
Ibu!
Maafkan aku.
Ibu, maaf.
Maaf atas perkataanku.
Maafkan aku.
Ibu.
Maafkan aku.
Apa kau tahu orang yang dulu tinggal di Yeongcheon-ri nomor 4?
Yeongcheon-ri nomor 4? Aku tak ingat.
Baiklah. Terima kasih.
24 FEBRUARI 1965 - 11 DESEMBER 1999
Itu dia.
Seo-yeon!
Kenapa kau tak angkat teleponmu?
Ibu berkali-kali meneleponmu.
Ada-ada saja kau ini.
Seo-yeon.
Kenapa kau menangis?
Ada apa?
Lihat penampilanmu sekarang.
Kau ini.
Ternyata kau masih perlu ibu suapi dan pakaikan baju.
Kau tak kedinginan? Bagaimana kalau kena flu?
Astaga. Tanganmu dingin sekali.
Apa yang harus ibu lakukan?
Bila ayahmu melihat ini, dia pasti akan berkata kau seperti bayi.
PARK SHIN-HYE
JUN JONG-SEO
Halo.
Apa kau Young-sook?
Apa kau sudah mencari tahu?
Dengar baik-baik. Kau bisa saja mati.
Apa? Aku bisa saja mati?
Polisi dan ibu Seo-yeon akan segera datang ke rumahmu.
Apa?
Mereka sudah datang.
KIM SUNG-RYOUNG
Pegang terus ponselmu sekalipun tidak berhasil.
Hanya itu cara kita mengubah keadaan.
EL
DISUTRADARAI OLEH LEE CHUNG-HYUN
SEMUA KARAKTER, KEJADIAN, DAN TEMPAT DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
KEMIRIPAN KARAKTER, KEJADIAN, DAN TEMPAT MERUPAKAN KEBETULAN SEMATA
Terjemahan subtitle oleh Betari Andika
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.