All language subtitles for Malasana.32.2020.720p.AMZN.WEB-DL.DD5.1.H.264-NTG

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sultanganteng.com Agen Judi Online Terpercaya

Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%

Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%

1972

Sebas, kembalikan gunduku!/ Tidak.

Kembalikan!/ Masih ada banyak.

Berhenti! Kembalikan padaku!/ Tinggalkan aku sendiri.

Kembalikan, itu milikku!/ Milikmu dari mana?

Ibu, minta Sebas kembalikan itu kepadaku!

Apa kau bodoh?

Ayo.

Kau tahu Ibu tak suka kita berdiri di depan wanita itu.

Julian!

Ayo.

Apa yang kau lakukan?

Gundunya masuk kedalam.

Halo?

Nyonya,

Aku masuk ke dalam rumahmu.

Aku kemari mengambil gunduku.

Nyonya,

Bisa kau kembalikan gunduku?

Sebas! Sebas!

Lari!

Ada yang lahir, ada yang meninggal

Kesedihan dan keindahan, perang dan damai

Selalu ada sesuatu untuk hidup untuk diperjuangkan

Selalu ada seseorang yang menderita

Dan seseorang untuk dicintai

Pada akhirnya, pekerjaan tetap

Dan orang pergi

Yang lain datang melanjutkan

Hidup tetap berjalan sama

4 Tahun Kemudian

Kita sudah sampai?/ Ayo.

Ini tempatnya?/ Benar.

Ini sangat besar! Semua ini tempat kita?

Tidak semuanya. Tapi yang di sana. Lihat?

Lantai tiga. Indah. Kita akan tinggal seperti para raja.

Langit Madrid mengelilingi kita.

Keluarga Olmedo? Kalian akhirnya datang.

Esteban Ocaña, makelar./ Tapi aku bicara dengan Felipe.

Benar, atasanku. Tidak masalah. Aku sudah diberitahu.

Baiklah. Manuel Olmedo Fernández. Dan istriku, Candela.

Senang bertemu denganmu./ Kau juga.

Bisa kita masuk?/ Ya, tentu.

Penjaga pintunya sedang cuti, tapi dia kembali pekan depan.

Surat-surat sedang diusahakan agar liftnya dipasang.

Ini hanya beberapa tangga./ Lantai tiga?

Itu akan sulit untuk Ayahku naik ke sini.

Kau mendengar Tn. Ocaña, kita akan segera memiliki lift.

Itu sebabnya kenapa kau mendapat harga murah,

Apartemen dengan seluruh kenyamanan ini.

Kau membuat investasi yang bagus, percaya aku.

Apartemen ini bukan milik kami, tapi milik bank.

Meski kami jual seluruh barang kami, kami harus mengambil hipotek.

Bagaimana dengan lokasinya yang dekat ke tempat kerja?

Dia mendapat surat rekomendasi untuk pekerjaan di Galerías.

Itu luar biasa. Dan apa pekerjaanmu?

Aku selalu bekerja di pertanahan,

Tapi besok aku mulai bekerja di pabrik truk Pegaso truck.

Ini dia, 3B.

Silakan masuk.

Apa itu?/ Ini dari Mateo.

Aku tidak membacanya.

Kakek,

Apa yang kau lakukan di sini?

Ruang tamu.

Ini sangat panas.

Benar, musim panas di sini berlangsung hingga September.

Kau akan terbiasa. Seperti yang kau lihat,

Ini sama seperti saat pemilik sebelumnya meninggalkannya.

Apa yang terjadi?/ Dia meninggal.

Bisa kita melanjutkan?/ Tentu.

Jendela besar./ Lihat, seperti di desa.

Tapi pemandangannya lebih baik.

Apa? Jangan bilang padaku kau tak suka tempat ini.

Sudah berapa lama ini ditutup?/ Kurasa empat tahun.

Itu yang mereka katakan padaku saat aku datang melihatnya.

Lihat, kita punya alat pemutar musik.

Manolo, jangan lakukan itu./ Kenapa?

Itu kesialan.

Kenapa kita menginginkan tempat sebesar ini?

Candela, apa yang ada di desa?

Tidak ada./ Tidak ada.

Kita di Madrid. Madrid adalah masa depan.

Kita memberi anak-anak kesempatan. Dan juga kita,

Kita jelas membutuhkan itu.

Ayolah. Kau akan lihat. Kita akan begitu bahagia disini.

Jika aku ratu cahaya siang,

Dari angin dan lautan...

Maaf, tapi aku harus pergi.

Aku harap kau menikmatinya.

Selamat datang di rumahmu.

Apa Ibu bilang, Rafael? Jangan didalam rumah.

Kenapa Ibu menaruh itu di sana?

Agar hal-hal baik terjadi kepada kita.

Ini takkan seperti di desa?

Tidak, mulai sekarang semua akan membaik./Ada yang bisa tolong aku?

Pergilah, bantu saudarimu.

Aku akan membantumu./ Tidak, bukan kau, Rafita.

Kamarku yang mana?

Yang diujung.

Rafita!

Ibu, aku mengagetkan Amparo!/ Anak itu...

Hati-hati kakimu di sana.

Lebih ke belakang, ke ruang tamu.

Di sana, di samping meja.

Awas. Awas, awas

Maaf./ Itu caramu perbaiki semuanya.

Amparo, kemari./ Bawa barang-barangmu ke kamarmu.

Candela./ Apa?

Dimana aku letakkan ini?/ Dimana saja yang kau mau.

Risalah Mengenai Fonetik

Kau suka?/ Kenapa aku tidur dengan Kakek?

Karena begitu situasinya./ Tak bisakah aku tidur dengan Amparo?

Saudarimu sudah dewasa.

Amparo, apa yang kau lakukan?

Kau tahu Ayahmu tak suka pintunya ditutup.

Dia bukan Ayahku. Dan ini kamarku, bukan?

Benar, tapi kamar ini berada di apartemen ini.

Aku tahu, kau tak perlu mengingatkanku.

Kau bisa biarkan pintunya terbuka saat kau pergi keluar.

Apa kau membuang semua itu?/ Ya.

Jika kau menginginkan sesuatu... Aku tidak memakainya, itu jelek.

Yang itu bagus.

Meski hijau...

Ibu tak begitu yakin.

Ada yang lain?

Ya, bisa kau mandikan Rafita?/ Sekarang?

Sekarang. Ibu akan menyiapkan makan malam.

Dan besok, kau akan menjaga adikmu selagi kami bekerja.

Candela, kemari dan urus anak ini./ Aku datang.

Bisa kau berhenti bergerak?

Apa kita akan lama tinggal di sini?

Aku rasa begitu.

Aku lebih suka rumah di desa.

Bisa kita bermain lagi?

Lagi?/ Aku mohon...

Kau tak ingin bermain bersama Kakek?

Aku memata-matai...

...dengan mata kecilku.../ Sesuatu...

Yang dimulai...

Dengan huruf "P".

Apakah itu? Apakah itu? Apakah itu?

Comb (Sisir)!/ Bukan.

Corner (Sudut).

Curtain (Tirai)./ Kau takkan bisa menebaknya.

Ayolah, beritahu aku.

Paris.

Apa itu "Paris"?/ Tempat yang tidak berbau busuk.

Itu tidak dihitung. Itu harus sesuatu yang kau lihat.

Tunggu disini sebentar./ Oke.

Kakek, apa yang kau lakukan?

Rafa?

Rafa, buka pintunya.

Rafael, berhenti bermain-main, makan malamnya akan dingin.

Rafa, apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak buka pintunya?

Rafa, apa yang kau lakukan?

Ibu, ada seseorang di sana!/ Kenapa berisik?

Rafael didalam! Dia mengunci pintu, aku tak bisa membukanya!

Rafa! Rafa!/ Minggir!

Kenapa kau tinggalkan dia sendirian?/ Dia hampir saja bunuh diri!

Di mana kepalamu, Amparo?/ Aku melihat seseorang, sumpah.

Apa yang kukatakan padamu? Jangan menutup pintu!

Tak ada lagi omong kosong di rumahku, kau mengerti?!

Berkati kami, Tuhan, juga makanan yang akan kami terima...

Selamat makan.

Operkan aku minyaknya, Pepe.

Ayah, makanlah./ Rafita, makan kentangmu.

Makanlah.

Ada apa, Amparo?

Entahlah, aku...

Kurasa aku mual karena perjalanan. Aku akan tidur.

Ada apa, sayang?/ Itu membuatku takut.

Kakek tidak sehat, dia butuh mesin untuk tidur.

Seperti udang di rumah kita dulu.

Pejamkan matamu.

Benar begitu, bagus.

Bayangkan mereka bernyanyi untukmu

Lebih baik?

Selamat malam, sayang.

Selamat malam, Ibu.

Rafa, apa yang kau lakukan?

Ini sulap.

Tagihan listrik akan menjadi sulap kecuali kau mematikan itu.

Matikanlah, kita akan tidur.

Lihat, Manolo, itu baris 25.

Disini semuanya membantu. Istirahat merokok setiap dua jam.

Jika kau ingin ke kamar mandi, minta seseorang menggantikanmu.

Jika ada pertanyaan, tanyakan aku, mengerti?

Tentu./ Aku Miguel. Selamat datang.

Terima kasih.

Selamat datang. Selamat belanja.

Terima kasih banyak./ Terima kasih banyak.

Yang penting selalu senyum.

Juga memenuhi kuota penjualan. Itu juga sangat penting.

Dan selalu memakai lipstik./ Apa itu juga penting?

Sangat-sangat penting.

Biar aku...

Seperti ini..

Pepe...

Kau akan lihat, kau akan temukan sesuatu.

Ini tak seperti desa, ada tempat untuk semua orang disini.

Bahkan untuk kita.

Aku tak mau pergi.

Bagaimana denganku? Kau pikir aku ingin meninggalkan Mateo?

Tapi kita sudah di sini, kita harus menerima situasinya.

Ada susu hangat di dapur,

Jika kau ingin sarapan sebelum pergi mencari kerja.

Aku Clara

Aku Pepe

Aku menunggumu

Rafael, harus berapa kali aku bilang agar tak bermain gasing disini?

Jika tidak aku takkan pernah belajar.

Lihat, kau merusak lantainya. Cukup, berikan gasingnya padaku.

Maaf.

Bisa kita sarapan?

Sudah cukup. Habiskan sarapanmu.

Mau aku suapi?/ Aku bisa makan sendiri.

Baiklah.

Habiskan semuanya, oke?

Ya, ya.

"Ya", apa?

Rafita.

Apa yang kau katakan?/ Kau tanyakan aku.

Aku tidak menanyakanmu apa-apa.

Kau tanyakan aku...

Kakek?

Jangan ke mana-mana, kau dengar aku?

Apa?

Sangat.

Satu balon, dua balon, tiga balon.

Balon bulan yang terlepas dariku.

Satu balon, dua balon, tiga balon.

Balon Bumi tempatku tinggal.

Satu balon, dua balon, tiga balon.

Balon bulan yang terlepas dariku.

Satu balon, dua balon, tiga balon.

La-la-la, la-la-li,

Aku sangat bahagia.

La-la-la, la-la-loon,

Aku melampaui Bulan.

Aku menunggu cucuku.

Aku sudah buatkan mereka kue.

Anak yang tampan.

Dan sangat besar.

Siapa namamu?

Kau takkan beritahu Nenek Berta siapa namamu?

Kau akan membuatku sangat sedih.

Rafael Olmedo Jiménez.

Nama yang sangat indah.

Katakan padaku, Rafael,

Apa kau mau bermain?

Astaga, Kakek, kau mau ke mana?

Ke peternakan.

Peternakan apa? Kita tak punya peternakan, kita menjualnya.

Aku harus mengambil shotgun.

Ayahmu pasti tahu itu di mana.

Dia takkan membawa kita ke tempat ini.

Dia juga bilang akan kembali, tapi lihatlah situasi kita sekarang.

Kakek, aku mohon, ayo ke dalam.

Wanita itu akan membawa dia.

Siapa? Apa?

Wanita itu.

Aku memata-matai dengan mata kecilku...

Sesuatu.../ Sesuatu...

Dimulai...

Dengan huruf "P".

Apakah itu? Apakah itu? Apakah itu?

Paris?

Bukan.

Peonza (Gasing).

Pepe bisa menaruh itu di tangannya. Dia akan ajarkan aku.

Dan kau?

Kau tak ingin mencobanya?

Mereka tak izinkan aku memutarnya.

Tapi sekarang kau sendirian.

Amparo.

Amparo sekarang tidak di sana.

Kau sendirian bersamaku.

Aku akan memanggil teman untuk menjagamu.

Dia tahu banyak permainan.

Kau tidak tahu betapa dia ingin bertemu denganmu.

Kakek, tunggu di sini, oke?

Aku sudah punya cukup tanggungan.

Rafael, kau sudah selesai sarapan?

Rafael?

Rafa, keluarlah.

Berhenti bercanda.

Rafa! Rafa!

Luar biasa, mereka tinggalkan aku sedikit kue.

Mereka akan segara datang. Aku sangat gugup.

Tidak, bukan mereka. Mereka pasti sudah besar.

Ini, pistolnya. Itu meletus sendiri.

Aku sangat gugup...

Baiklah...

Ada lagi yang ingin ditambahkan?

Ayahku pergi keluar.

Dia sering bingung.

Dia sakit. Kepalanya, dia kesulitan mengingat...

Dan putriku mengejar dia./ Dan meninggalkan si kecil sendirian?

Halo.

Kami sudah periksa seluruh gedung. Ruang sampah, atap...

Kami tanyakan toko setempat dan mereka tak tahu apa-apa.

Hanya itu saja? Kau takkan lakukan hal lainnya?

Kami sudah informasikan seluruh kantor polisi di Madrid.

Selalu berada didekat telepon untuk berjaga-jaga.

Kami belum memasang telepon, kami baru saja pindah.

Kami akan datang jika ada kabar lagi. Pak, Bu, selamat malam.

Manolo, kau tidak lihat...?

Aku tahu, kau benar. Ayo.

Kau mau ke mana?/Mencari Rafa. Aku takkan hanya menunggu di sini.

Aku juga./ Aku ikut denganmu.

Tidak, kami akan sering kembali/ Aku tak mau tetap panik di sini.

Boleh aku pergi?/ Tidak, tetap bersama kakek.

Kita akan temukan dia.

Amparo?

Rafael, kau di mana?

Jangan tinggalkan aku sendiri.

Tidak akan, sayang, tapi beritahu aku kau di mana.

Aku tidak tahu.

Oke.

Apa yang kau lihat di sekitarmu?

Pelan-pelan... Kau akan terdengar.

Apa ada seseorang di sana?/ Ya.

Pria atau wanita? Beritahu aku.

Aku ketahuan.

Ibu!

Rafael!

Ibu!

Rafael! Rafael, apa kau di sana?

Rafael!

Kumohon, tolong! Tolong!/ Kenapa kau berteriak?

Amparo, ada apa?/ Rafael! Dia di sini! Dengar!

Rafael?/Tidak mungkin. Tak ada yang tinggal di lantai tiga.

Putriku bilang mendengar suara anak!/ Ayah, aku mendengarnya. Dia didalam.

Minggir.

Rafael, Nak?!

Rafael!

Lihat? Tak ada siapa-siapa. Apartemen itu sudah lama kosong.

Dia di sini.

Aku rasa aku punya senter.

Rafa!

Rafael, sayang?!

Keluarlah, Nak.

Rafa.

Rafa?

Rafa, apa kau di sana?

Ayah.

Ya Tuhan.

Rafa, ini aku, Amparo.

Rafa, keluarlah, tak apa.

Rafa.

Bukankah dinding itu tersambung ke tempat kita?

Ya.

Amparo!

- Amparo! - Amparo!

Amparo! Amparo!

Amparo!/ Amparo, ada apa?

Amparo, ini aku, lihat aku! Lihat aku, lihat aku!

Ada apa?

Ada apa?

Lihat aku.

Ada apa? Ada apa, Amparo??

Tak ada apa-apa disini./ Apa kau temukan dia?

Bantu aku bawa dia pulang, kumohon.

Kemari. Kemari.

Ayo.

Tak apa, tak apa.

Ini sudah berakhir, ini sudah berakhir.

Bagaimana bisa kita pergi kerja tanpa tahu di mana anak kita berada?

Kita baru sehari bekerja, kita tak bisa tetap di rumah.

Kita butuh uang untuk hipotek.

Candela, kita harus bekerja. Kita tak punya pilihan.

Amparo bilang dia yakin melihat Rafa.

Tolong jangan mulai lagi./ Dia melihatnya.

Di sana tak ada orang sama sekali.

Apa yang dia pikir dia lihat, atau bayangkan...

Itu karena panik, atau...

Aku tidak tahu./ Tapi di mana Rafa?

Kau bilang kota bagus untuk kita. Kita akan menjadi luar biasa.

Aku tak bisa tinggalkan tempat ini tanpa anakku.

Candela, lihat aku.

Kau ketakutan, itu natural. Aku juga takut.

Tapi kita tak boleh kehilangan akal sehat atau harapan.

Kita tidak bisa kehilangan itu.

Itu membuat kakiku sakit.

Aku yakin dia baik-baik saja.

Bagaimana kau tahu?

Karena aku Ayahnya.

Halo?

Apa ini Susana?

Benar, benar...

Tidak, kau tidak mengenalku.

Dengar, aku tinggal di Manuela Malasaña 32, 3B.

Aku ingin bertanya jika kau kenal pemilik sebelumnya.

Halo? Susana?

Cepatlah meneleponnya.

Halo?

Maaf, ada yang bisa aku bantu?

Apa kau datang sendirian?

Apa kau datang sendirian?

Lola, Sayang.

Maaf, aku tidak tahu apa yang terjadi./ Siapa namamu?

Aku? Candela./ Ya.

Maafkan putriku, dia merasa cemas saat aku tidak ada.

Dia pasti melihat sesuatu di dirimu.

Jika ada yang bisa aku bantu...

Lola ingin berikan ini padamu.

Doa Melawan Seluruh Kejahatan

Jika kau mau rekanku datang...

Bacakan itu untuk anakmu.

Tapi.../ Itu akan membantu mereka.

Semuanya baik, Ny. Dávalos?/ Ya.

Kau ingin kami bawakan itu ke binatu?

Aku yang akan mengurusi beliau.

Baik, tentu saja. Maaf.

Sultanganteng.com Agen Judi Online Terpercaya

Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%

Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%

Adikmu baik-baik saja

Bagaimana kau tahu?

Aku tahu dia di mana

Kita bertemu di ruang bawah tanah

Clara?

Halo?

Clara?

Clara.

Halo?

Kakek?

Aku orang yang mengejarmu setiap malam.

Aku orang yang mencintaimu dan tidak hidup lagi.

Orang yang menunggumu,

Orang yang kau impikan,

Orang yang berharap menjadi penguasa cintaimu...

Aku orang yang...

Kakek.

Kakek, ini terbakar.

Amparo.

Tolong aku.

Kau harus keluarkan aku dari sini.

Tolong aku.

Angkat teleponnya, Amparo.

Angkatlah.

Rafael?

Rafa!

Rafa.

Pejamkan matamu.

Rafa...

Rafa.

Kau tak apa?

Manolo!

Manolo!/ Di sini.

Ada telepon untukmu. Ini soal anakmu.

Sekarang aku mendengarkan jantungmu.

Mengingat situasi dia, itu normal dia tidak berbicara.

Dia mungkin butuh beberapa hari untuk bisa bicara lagi.

Aku punya cucu seumuran dia. Kau harus selalu mengawasi mereka.

Terlalu lama di tempat gelap bisa membuat dia syok.

Ketika suaranya kembali, dia akan memberitahumu apa yang terjadi.

Sebaiknya biarkan dia istirahat dan hindari tekanan apapun.

Baiklah./ Terima kasih banyak, Dokter.

Sama-sama./ Lewat sini.

Manolo.

Apa?

Aku tak suka rumah ini, aku tak suka Madrid.

Ini juga tidak mudah untukku.

Aku bisa bicara dengan sepupuku,

Dia bisa memberiku pekerjaan musiman.

Candela, dengar. Kita kehabisan uang.

Kita habiskan semuanya untuk tempat ini.

Kita tak bisa kembali.

Ayo, istirahatlah.

Bagaimana jika Tuhan menghukum kita?/ Ini lagi.

Kita bahkan tak bisa menikah./ Aku tak mau bicara soal itu, paham?

Aku tidak mau, titik.

Amparo.

Kenapa kau belum tidur?/ Bukan apa-apa.

Kau akan keluar?/ Tidak. Ke mana aku akan pergi?

Kau terlihat baik.

Ibu.

Ya?

Bukan apa-apa.

Ada apa?

Apa kau melihat sesuatu?

Pelacur

Candela, mati lampu.

Astaga, ini benar-benar sudah usang.

Amparo.

Aku memata-matai...

"Aku memata-matai."

Dengan mata kecilku...

Milikku

Candela, ada apa? Kau di mana?

Amparo.

Amparo, apa yang kau lakukan?

Bajingan.

Ibu!

Milikku.

Milikku.

Ibu!/ Manolo, bawa Ayahku!

Amparo! Amparo!

Pepe! Pepe!

Milikku.

Amparo! Amparo!/ Ibu!

Mundur!

Lari!

Roh Kudus

Harganya 360 peseta per malam.

390 dengan kamar mandi. Bisa aku minta kartu keluargamu?

Kartu keluarga?

Kami tidak membawanya. Kami buru-buru.

Aku tak bisa izinkan kau menginap kecuali kau tunjukkan aku KK.

Aku akan bayar untuk dua kamar, tapi biarkan kami tinggal bersama.

Aku mau kau keluar besok.

Bapa kami yang bertakhta di Surga,

Terpujilah nama-Mu.

Kerajaanmu telah tiba.

Engkau akan hadir di dunia, selayaknya di Surga.

Berikan kami anugerah setiap harinya.

Ampuni kelalaian kami, seperti kami mengampuni kelalaian mereka.

Dan jauhkan kami godaan,

Singkirkan kami dari kejahatan. Amin.

Halo?

Aku sudah tanyakan soal itu.

Terima kasih banyak.

Kami berikan mereka uang dan sekarang kau harus melunasinya.

Sesuatu terjadi di rumah itu.

Apa? Kebocoran? Apa ada hama?

Ada roh.../Kami tak keberatan kehilangan uang muka,

Atau pembayaran yang sudah kami lakukan.

Aku yakin kami bisa melakukan sesuatu. Menjual mobil...

Pak, hipotek bersifat selamanya

Itu sebabnya kau tanda tangani kebijakan asuransi jiwa.

Aku sarankan kau terus melunasi utangmu tanpa keterlambatan,

Terlepas kau tinggal di sana atau tidak. Selamat siang.

Doa Melawan Seluruh Kejahatan

Dengar... Dengar, sialan...

Aku dipecat./ Mereka memecatmu?

Aku pergi tanpa penjelasan. Apa lagi yang mereka bisa lakukan?

Candela, tenanglah./ Bagaimana aku bisa tenang?

Beri aku waktu. Aku sekarang tak bisa berpikir,

Tapi aku akan mengusahakannya. Aku janji.

Aku takkan biarkan anak-anak tinggal di apartemen itu.

Lalu apa yang kita lakukan?

Tidur di mobil, di bawah jembatan? Apa yang kita lakukan?

Candela, kau mau ke mana?

Seseorang harus menafkahi keluarga ini.

Dávalos... Dávalos...

Dávalos... Dávalos... Dávalos...

Dávalos... Dávalos...

Apa yang kau lakukan?

Aku ingin mengirimkan ini kepada pelanggan secara langsung?

Aku tak pernah berpikir begitu.

Kau datang terlambat dan kau hampir tak menjual apapun.

Saat akhir bulan kau kau harus berikan penjelasan.

Julia.../ Aku benar-benar berusaha.

Aku sangat berusaha, tapi kau tak membuatnya mudah untukku.

Aku merekomendasikanmu, aku memercayaimu,

Meski tahu jika.../ Meski tahu, apa?

Entah apa yang aku harapkan dari orang yang tidur...

...dengan saudara iparnya sementara saudarinya meninggal di ruang sebelah.

Itu masih belum cukup untukmu hancurkan hidup kami di desa,

Hingga kau juga harus menjatuhkan kami di sini?

Jangan ikut campur dengan hidupku.

Selamat sore.

Selamat sore./ Apa yang bisa aku bantu?

Aku dari Galerías./ Kau bisa berikan itu padaku.

Bisa aku bisa dengan pemilik rumah?

Dia tak di rumah. Tapi aku bisa berikan itu padanya.

Rosario, siapa itu?

Kau ingat Lola, 'kan?

Dia bisa mendengarmu dengan baik.

Halo.

Kenapa kau sangat lama untuk datang ke sini?

Apa yang dia lihat ketika kita bertemu Galerías?

Bagaimana dia tahu?

Lola melihat sesuatu yang tidak kita lihat.

Kehadiran sosok butuh pikiran yang lemah untuk berkomunikasi,

Pikiran yang tidak memberikan halangan...

...agar mereka bisa memasuki dia.

Beberapa orang di dunia untuk suatu tujuan.

Ini adalah tujuannya Lola.

Apa yang terjadi di apartemen itu pasti sangat buruk...

...hingga penghuni sebelumnya menolak untuk pergi.

Tapi mengapa? Itu yang tidak aku mengerti.

Kami tak punya salah. Kenapa dia tak tinggalkan kami dengan damai?

Lola melihat itu di dirimu, dan masih begitu.

Suami dan anak-anakmu sudah membawa rasa sakit ini pada mereka.

Apa yang kau katakan kepadaku?

Kau bisa pergi, menjual apartemen...

Itu tidak masalah, itu sudah didalam.

Rasa sakit akan mengikutimu hingga kau bisa menenangkannya.

Kau bisa bantu kami?

Dia menginginkan sesuatu dari keluargamu, Candela.

Sesuatu yang kau miliki.

Pepe, kau dari mana?

Bagaimana bisa kau tinggalkan adikmu sendiri dengan semua yang terjadi?

Itu yang mereka berikan padaku untuk metronom.

Kau pulang ke rumah?

Itu kurang 12 peseta untuk tiket kereta.

Halo.

Ny. Susana López García?

Kau terdengar berbeda di telepon.

Berapa umurmu?

17./ 17.

Bunda Maria.

Apa kau baik-baik saja?

Tidak. Masuklah.

Terima kasih.

Dia pernah lakukan ini sebelumnya?/ Kadang-kadang.

Di mana Amparo?/ Dia tidak bersama denganmu?

Dia bilang dia pergi mencarimu.

Kita harus menunggu putrimu./ Kenapa?

Manolo./ Tidak, tak ada Manolo.

Aku tidak mengerti kenapa anak-anak harus berada di sini.

Kau bisa bantu kami, 'kan? Lakukan yang seharusnya, tapi sendirian.

Bukan begitu cara kerjanya, Tn. Olmedo.

Lalu bagaimana cara kerjanya?

Dia mau kita masuk ke dalam.

Kucing berbeda datang setiap hari. Mereka terus menemaniku.

Terima kasih sudah menemuiku. Kupikir setelah bicara di telepon...

Aku tak suka telepon.

Masuklah... Aku takkan memakanmu.

Julia akan berada di sini bersamamu hari ini, sayang.

Ibu...

Tak apa, Nak.

Ny. Susana, mungkin kau bisa beritahu aku siapa yang tinggal di apartemen itu.

Apa yang kau ingin ketahui?

Nomormu satu-satunya yang ada di buku telepon.

Dan di tagihan.

Dia selalu menelepon.

Tapi tidak kuangkat.

Siapa dia?

Ada berapa orang di keluargamu?

Ibuku, kakekku,

Manolo.../ Saudara laki-laki?

Rafael./ Umur?

5 tahun.

Apa yang dia lakukan kepada Rafael?

Dia mengambilnya, tapi dia kembalikan lagi kepada kami.

Karena seorang anak laki-laki akan datang.

Aku masih bisa mencium perutmu.

Bukankah kau tinggal sendirian?

Ayo.

Demi Tuhan.

Anakku.

Ny. Susana?

Aku rasa aku akan pergi.

Itu bukan aku.

Apa yang terjadi?/ Jangan sentuh dia.

Hukuman tak berdampak padanya.

Ayahku mengurung dia di jam.

Tenggorokannya serak karena menangis hingga dia ditarik keluar.

Tapi itu tidak penting,

Keesokannya dia melakukan hal yang sama.

Dia mengambil gaun hijauku.

Ayahku menggila ketika dia menemukannya di tangga,

Dengan sepatu hak tinggi,

Berpura-pura hamil.

Demi Tuhan.

Suatu hari ayahku temukan dia bersama tetangga di rubanah.

Dia memukulinya hingga hampir mati.

Itu adalah saudaranya.

Kau tahu apa yang dia katakan?

Jika itu bukan Miguel,

Jika kami memanggilnya Clara.

Aku Clara

Itu anak kami.

Jangan lukai mereka,

Kemalanganmu bukan salah mereka.

Kau harus pergi.

Dia tidak sadar bahwa dia melukai kami.

Apa dia seumur hidupnya tinggal sendirian di tempat itu?

Kami tak bisa biarkan dia keluar, dia terobsesi menjadi seorang ibu.

Itu sebabnya dia menculik adikmu.

Ketika dia tahu kau hamil, dia melepaskannya.

Sekarang dia menginginkan anakmu.

Bayangkan yang mereka katakan tentang kami jika melihatnya seperti itu.

Berdandan dan memakai make-up.

Orang tuaku bahkan tak izinkan dia pergi ke pintu masuk.

Ketika orang tuaku meninggal, kami bagi apartemen menjadi dua.

3A milikku, dan 3B milik dia.

Aku harus pergi agar tak mendengar tetangga bergosip.

Memalukan.

Sejak itu, aku tak ingin tahu apapun lagi tentang dia.

Dia terus menerus menelepon hingga dimalam dia meninggal.

Kemudian telepon berhenti berdering.

Mungkin yang dia butuhkan adalah sedikit teman.

Tidak.

Dia tidak pantas untuk itu.

Kenapa dia tak bisa menjadi seperti orang lainnya?

Apa sulitnya untuk berusaha?

Karena dia, kami tak pernah menjadi sebuah keluarga.

Kau bisa, tapi kau menolaknya./ Tidak!

Dia orang aneh!

Yakinlah tentang satu hal.

Jika dia tak mendapatkan itu ketika hidup,

Aku jamin padamu dia akan terus berusaha setelah meninggal.

Aku percaya pada Tuhan Maha Kuasa, pencipta Surga dan Bumi.

Aku percaya pada Yesus Kristus, satu-satunya Putranya, Tuhan kami,

Dipenuhi dengan kuasa dan rahmat dari Roh Kudus.

Aku yakin pada pengampunan dosa, kebangkitan kembali...

...dan hidup kekal selamanya. Amin./ Tidak!

Aku percaya pada Tuhan Yang Maha Besar...

Rafa. Rafa.

Lola! Lola, jangan, Putriku.

Ibu!

Rafael!

Lepaskan adikku!

Berikan padaku.

Tidak.

Tidak.

Aku tahu apa yang mereka lakukan kepadamu itu buruk.

Kau pantas kehidupan yang lebih baik, bukannya ini semua.

Aku minta maaf, Clara.

Berikan padaku!

Milikku!

Kau harus pergi.

Ayah!

Tidak!/ Tidak!

Kau sudah membawa semuanya?

Aku akan mengabarimu jika ada pembeli yang tertarik.

Jangan khawatir, takkan ada yang tahu apa yang terjadi di tempat itu.

Setidaknya dengan asuransi suamimu...

...itu bisa melunasi hipotek dan kau bisa kembali ke desa dengan tenang.

Kirimkan mesin jahitnya padaku saat kau bisa.

Berikan itu padaku./ Tidak, aku bisa melakukannya.

- Amparo. - Pepe...

Itu sudah semuanya, Ibu.

Kau akan baik-baik saja, Nyonya.

Ke stasiun kereta, tolong.

Sultanganteng.com Agen Judi Online Terpercaya

Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%

Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.