Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MAU ENA ENA BARENG ARTIS TERNAMA? YUK JOIN DISINI www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN NAGIH! BUKTIKAN SENDIRI!
Diadaptasi dari cerita "Dewa Api" karya Tianxia Bachang
Bila dilihat, tanah di hadapan kita ini
dekat laut dan mengarah ke timur.
Orang-orang menyebutnya Kota Jiuhe.
Kota ini mengendalikan kanal Selatan dan Utara,
serta dermaga di kedua jalan Shuihan.
Merupakan tempat terhebat di dunia
yang dikunjungi banyak orang.
juga sebagai tempat munculnya naga dan ular.
Seperti pepatah
Tiga muara sungai menghasilkan orang hebat
ada banyak pendekar berbeda di Jiuhe.
Di sini ada yang disebut
Tujuh keahlian delapan keanehan.
Di antaranya ada kebajikan dan iblis,
ada baik dan jahat,
Karena terbagi jadi baik dan jahat,
maka ada perang antara sekte baik dan jahat
yang berlangsung turun temurun.
Cerita aneh yang hari ini
akan aku ceritakan pada kalian.
sudah tidak banyak orang yang tahu.
Ini dari kitab warisan leluhur.
Jika kau tanya dimana anehnya cerita ini,
maka harus diceritakan.
mulai dari bawah tanah.
subtitle by rhaindesign Palu, 1 Desember 2020
RUANG RAMALAN
Papan ke-9.
Naga dan Ular Jiuhe adalah kehendak langit
tak boleh ditentang
Naga dan Ular Jiuhe,
Apa maksudnya?
Sejak awal, naga dan ular
punya asal-usul yang sama.
Ular bertapa seribu tahun
hingga menjadi naga.
Artinya..
di Jiuhe ada naga
yang akan menghalangi rencana besarmu.
Menghalangiku?
tidak peduli naga ataupun ular,
aku akan tetap balas dendam.
Aku mau Kota Jiuhe,
membayar nyawa dengan nyawa!
KUIL DEWA API
Jangan dibongkar!
Jangan dibongkar!
Kau mau apa?
Jangan bongkar patung dewa api itu!
Dewa Api selalu memberkati kita.
kalian bisa dapat hukuman!
Apa maksudmu?
Di dunia ini,
jika mau kaya, maka berdaganglah.
Jika mau anak, maka menikahlah.
Apa gunanya Dewa Api ini?
Mana mungkin Dewa Api tidak berguna?
Semuanya, bawa ini.
Ya, baik!
Kawan-Kawan, hati-hati!
Ayo, bantulah.
Tak bisa.
Aku harus cari cara menjual jimat penangkal sial.
Dewa Api!
Hati-hati.
Percaya sama takhayul!
Kumohon, Dewa Api.
Kawan-Kawan, cepat selesaikan.
- Setelah selesai, kita pergi makan roti. - Baik.
Pegang yang benar.
Baik.
Kenapa gatal sekali?
Sama-sama, kemari.
Bantu aku.
Benar.
Agak ke kiri.
Benar.
Hati-hati.
Ini jimat penangkal sial
warisan keluarga kami.
Jika tidak terpaksa, aku tidak akan menggunakannya.
Sekarang, aku jual seharga dua Dolar untukmu.
Selain bisa menangkal sial,
juga bisa menambah keberuntungan.
Bagaimana?
Apa yang terjadi?
Ada apa?
Kenapa...
Kenapa berubah?
Dia... dia jadi patung.
Apa yang terjadi?
PROPHESY OF FIRE
Tiga jam yang lalu
Pelecehan!
Pelecehan!
Pelecehan!
Lepaskan aku!
Pelecehan!
Pelecehan!
Tolong aku!
Pelecehan!
Lepaskan! Pelecehan!
Lepaskan!
Pelecehan!
Maaf, pinjam korek.
Tidak ada!
Pelecehan!
Tolong aku!
Pelecehan!
Lepaskan!
- Lepaskan! - Pencuri koper!
Koper!
"Penyelamat" yang kita lihat
berlari di atas kereta api ini
adalah Qian Bu'er dari Sekte Chuangyao.
"Penyelamat" adalah
julukan lain untuk "Pencuri".
Meski Sekte Chuangyao terkenal sebagai pencuri,
namun berbeda dengan sekte pencuri lain,
mereka hanya mengambil barang orang jahat.
Juniornya, Zhang Lisan, adalah pencuri baik
yang merampok orang kaya demi menolong yang miskin.
Saat Qian Bu'er tahu juniornya, Zhang Lisan,
ditangkap oleh Detektif Swasta Charlie,
dia sengaja datang ke Kota Jiuhe untuk mencari kabar.
Dibanding dengan Zhang Lisan,
si pencuri baik yang sudah terkenal,
Qian Bu'er hanyalah pencuri biasa.
Kaburlah.
Kau siapa?
Kenapa terus mengejarku?
Apa kau tahu Liu Heyi?
Detektif hebat dari Selatan, Kenapa?
Di hari pertama bertugas,
aku sudah menangkap pencuri.
Kenapa kau tidak tangkap orang kurang ajar itu?
Kau mencuri kopernya,
dia akan mencarimu.
Nanti akan kutangkap sekaligus.
Mana barangnya?
Kemarikan barangnya!
Aku sungguh tidak ambil!
Ada apa lagi?
Ini mendesak!
Mau ke toilet.
Tidak tahan lagi, Aku tidak akan kabur.
Jangan coba bermain trik.
Bukti Penerimaan Kerja.
Kantor Detektif Swasta Charlie Wang
Kantor Detektif Swasta Charlie Wang?
Bukankah Juniorku ditahan di sana?
KANTOR DETEKTIF SWASTA CHARLIE WANG
Terima kasih.
Begitu saja.
Tahu, 'kan?
Tahu.
Hei, Pangzi.
kau sudah berjasa besar
menangkap Zhang Lisan.
tidak ada detektif yang mau menanganinya.
Tidak ada yang memandang agensi detektif kita.
kau tenang saja, Pak Kepala.
Detektif akan tiba hari ini.
Sebelum ada dia, kita juga tak bisa apa-apa.
Aku tahu.
Jadi, kita harus layani detektif ini baik-baik.
Baik, kau tenang saja. Pasti.
Maaf mengganggu.
Apa kalian mengenalku?
Kau?
apa kalian kenal Liu Heyi?
Kenal.
apa kalian pernah bertemu dengannya?
Tidak.
Ini.
Kau Liu Heyi?
Selamat datang.
Detektif, akhirnya kau datang.
Pangzi sering membicarakanmu.
kau idola kami semua.
Pahlawan dunia, detektif hebat.
Benarkah?
- Apa cocok di tubuhku? - Tampan sekali.
Ketua!
Ada masalah di Kuil Dewa Api!
Apa?
Mereka bilang patung ini berasal dari manusia.
Kami tak terlalu yakin.
Jadi, sebaiknya coba kalian selidiki.
Jika ada petunjuk, laporkan pada kami.
Baik.
Orang ini baik-baik saja, kenapa bisa jadi patung?
Itu benar.
Aku melihatnya sendiri.
Kami semua melihatnya, Benar tidak?
Benar.
Benar.
Hei, jangan berisik.
Lihatlah.
Dia tidak mendengar nasihat
dan merusak patung Dewa Api.
Lihat, terkena hukuman, 'kan?
Dia menjadi patung.
Para pekerja lain yang juga merusak patung dewa.
Sebentar lagi, bukankah akan jadi patung juga?
Bagaimana ini?
Lebih penting menolong Junior.
Harus cari cara untuk kabur.
Di sini,
aku punya jimat penangkal sial warisan leluhur.
Simpanlah.
Apakah ini tempatmu jualan?
Apa ini sungguh patung?
Ayah!
Ayah!
Hei.
Maksudmu ini Ayahmu?
Bukan.
tubuhnya iya, tapi patungnya bukan.
Kau mau apa?
Kau mau apa? Jangan hancurkan!
Bukankah kau bilang patung ini bukan Ayahmu?
itu Ayahmu.
Aku lihat sendiri dia berubah menjadi patung.
Benar.
- Kenapa bisa begini? - Dia Ayahku.
Jika kau hancurkan, Ayahku akan lenyap.
Kenapa dia bisa menjadi patung?
Ketua.
Jika kau memecahkan kasus ini,
kita akan terkenal dan kaya di Kota Jiuhe ini.
- Menurutmu, sebenarnya ada apa? - Ayah!
Bawa semuanya untuk diinterogasi! Bawa semua!
Ayo, kalian kemari!
semuanya, bawa mereka!
Kemari!
Ayo.
Namamu Su Ye?
Dia ayah angkatmu, namanya Su Mu?
kau detektif hebat, pasti punya solusi.
Siapa yang bilang tidak punya?
Lihat ini.
Semua ini..
kasus besar yang belum terpecahkan,
urutannya di depanmu.
Jadi, kau harus antri.
Jadi, aku harus antri sampai kapan?
Dua atau tiga tahun.
Selama itu?
Jadi...
Jadi, Ayahku...
Melihat kau begitu buru-buru,
bisa saja jika mau melewati antrian.
Aku punya uang, Semuanya untukmu.
Hanya ada ini.
Sepertinya tidak harus buru-buru.
Detektif, mana mungkin aku tidak buru-buru?
Kurang garing.
Detektif macam apa itu.
Nona Su.
Hanya tau minta uang.
Ketua, atasan sudah bilang,
kasus ini berhadiah besar.
Ini dokumennya.
Sungguh, dia malah tidak percaya.
Kita semua sudah melihatnya.
- Benar. - Memang menjadi patung.
Detektif hebat pun tak berdaya.
Benar.
Atau kita bawa pulang saja?
Jangan asal ngomong.
Manusia bisa jadi patung?
Aku tak percaya.
Kak.
- Kak, kau kenapa? - Gatal sekali!
Kak.
Kak.
Kenapa ini?
Kenapa?
Kak.
Ada apa?
Ada apa?
Tidak apa, 'kan?
Gatal sekali!
Gatal!
- Apa hadiahnya sudah ada? - Sudah, 500 Dolar.
Apa kita terima?
Terima.
Katanya kalian menangkap Zhang Lisan.
- Aku baru mau bilang, aku yang tangkap. - Hebat.
Hei, Ketua. Tunggu!
Lihat dokumen ini.
Zhang Lisan ini pengembara.
Sengaja mencuri uang orang kaya untuk orang miskin.
Selalu menaruh tiga Dolar
di depan rumah orang miskin.
itulah kenapa dia dipanggil Lisan.
Zhang Lisan anak yang berbakti.
Ibunya tinggal di Kota Jiuhe.
Dia selalu turun dari rumah pohon di siang hari
untuk memberi ibunya makanan.
Kelemahannya satu-satunya adalah fobia darah.
Jadi, dia berhasil ditangkap dengan trik kecil itu.
Namun, diinterogasi hingga kini, dia tetap bungkam.
Kita juga jadi tidak dapat upah.
Pengembara, ya?
Aku mau interogasi dia sekarang.
Lepaskan aku.
Melepaskanmu?
Kau bisa jurus terbang, jika kulepas,
bukankah kau akan terbang?
Kuberi tahu kau.
aku lihat apa kau akan mengaku di kantor polisi nanti.
- Kawan! - Kawan?! Duduk kau!
Kau jangan bilang rekan pencurimu.
Aku tahu, itu aturan masyarakat.
Namun, pencuri baik bukanlah pahlawan.
Menurutmu, benar tidak?
Kalian keluar dulu.
Ayo.
Kenapa kau ada di sini?
Untuk apa kau tahu?
Junior,
kau tahu berapa besar keuntungan yang kau bawa?
500 Dolar.
Begini masalahnya.
Aku dapat identitas palsu.
Aku pasti ketahuan jika menolongmu sekarang.
Setelah kupecahkan kasus ini,
aku beri kau 100 Dolar, bagaimana?
Memberiku 100 Dolar?
Kutendang kau 100 kali!
Aku...
Awalnya aku datang ke Kota Jiuhe untuk menolongmu.
Siapa yang tahu
terjadi kesalahan dan aku jadi detektif?
Kau tunggu aku sebentar lagi.
Nanti kita bagi uang, Kita pasti bisa kerja sama.
Kutendang kau!
Kau tidak lepaskan aku dulu? Kau ambil uang dulu?
Kutendang! Tendang!
aku tendang kau!
- Ketua! - Aku tendang!
Gawat!
Di mana rekanmu? Katakan!
Ada apa?
UGD
Hari itu, aku memang melihat hal aneh di Kuil Dewa Api.
Kau harus percaya padaku.
Dokter Wang.
Su Ye, kenapa kau tidak pergi belajar,
malah mulai meneliti hal yang mustahil terjadi?
Ayahku, dia...
Dia telah menjadi batu.
Apa kau melihatnya sendiri?
Dokter Wang, cepatlah periksa ke UGD.
Tunggu aku di sini.
Bagaimana?
Gatal sekali!
Gatal sekali!
Dokter akan segera datang!
Dokter akan segera datang!
Dokter akan segera datang!
Tolong aku!
Tenangkan diri!
Obatnya sudah habis!
Tidak manjur!
Kondisi mereka semakin parah!
Kenapa bisa ada hal aneh seperti ini?
Bertahanlah!
Aku tahu kau sangat menderita, Bertahanlah!
- Bertahanlah! - Tolong aku!
Apa yang terjadi?
Bertahanlah!
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi di sini?
Bicaralah!
Kau tak apa, 'kan?
- Tak apa, 'kan? - Bagaimana keadaanmu? Berdiri.
- Pelan-pelan. - Kubantu berdiri.
Lepaskan aku!
- Lepaskan aku! - Kau mau apa?
Lepaskan aku!
kenapa denganku?
Keadaannya memburuk.
Apa kau baik-baik saja?
Jangan bergerak!
Xiao Liu!
Xiao Liu!
- Xiao Liu, kau kenapa? - Gatal sekali!
Xiao Liu!
Gatal sekali!
Gatal sekali!
Ini...
Virus berpindah.
Gatal sekali!
Ada apa?
Tolong aku!
Tolong aku!
Ini penyakit menular!
- Jangan pergi! - Cepat isolasi!
- Penyakit menular! - Cepat pergi!
Bisa menular!
Cepat lari! Pergi!
Kau sudah tertular?
Tidak.
Tidak!
- Aku tidak tahu. - Jangan mendekat.
Jangan mendekat!
- Tadi aku masih baik-baik saja! - Jangan mendekat!
Percaya padaku.
- Siapa yang menyuruhmu menembak? - Aku...
Ini memaksa kita untuk mati!
Cepat tolong aku!
Bagaimanapun tetap mati!
Kita harus tetap hidup!
Ayo kita keluar!
Kita keluar!
Kau biarkan mereka membunuhku begitu saja?
Kau bilang kau mencintaiku!
Mana keberanianmu?!
Jangan mendekat.
Baik.
Kita mati bersama!
Aku lihat sendiri seluruh prosesnya menjadi batu.
Dalam sekejap, orangnya lenyap.
Namun, sekarang jangan takut.
Aku punya jimat penangkal sial warisan leluhur.
Jika tak terpaksa, tak akan kugunakan.
Berapa harganya?
Kujual dua Dolar pada kalian.
- Dua Dolar? - Menangkal sial, menambah hoki, tak mahal.
Bisa melindungi nyawa.
- Tidak mau. - Demi keselamatan.
Ini pasti efektif.
Lebih murah lagi.
- Satu Dolar. - Cepat lari!
- Apa bisa lebih murah lagi? - Bisa.
Tolong kami!
Semua pekerja sudah tertular!
Cepat ikut aku pergi!
Ini warisan leluhur, Tentu saja mahal.
Apa yang terjadi?
Kau tak apa, 'kan?
Lepaskan!
RUMAH SAKIT QINGREN
Minggir!
Cepat lari!
Ayo ikut!
Bukankah kau punya jimat ajaib?
Tempelkan ke mereka!
Itu hanya untuk uang makan, jimat palsu.
Gejala mereka sama dengan Ayahku.
Bagaimana ini?
Ayo.
Turun! Cepat!
Turun!
Cepat!
Kenapa bisa separah ini?
Kurasa
terjadi karena Ayahmu merusak patung Dewa Api.
Namun,
Ayahmu bersikeras membongkar itu.
Sudah aku peringatkan, dia tidak mau dengar.
Lihatlah, jika Kuil Dewa Api dibongkar.
mana bisa aku menjual dupa lagi?
Setiap kuil ada aturannya.
Aku hanya berbisnis di Kuil Dewa Api.
Jadi...
Jadi, sebelum Ayahku menjadi batu,
apa ada yang aneh dengannya?
Ayahmu, awalnya sepertinya merasa sangat gatal.
Lalu, tubuhnya perlahan menjadi batu.
Sungguh aneh sekali.
Hari ini tak dapat ikan bagus.
Aku punya ikan.
Ikan apa?
Ikan putih 1,7 kg. Banyak tulang, dagingnya sedikit.
Bisa dijadikan sup.
Bisa untuk ratusan orang.
Tawaranmu besar.
Naiklah.
Permisi.
Apa maksud mereka?
Kode rahasia pasar gelap.
Kira-kira artinya
dari tiga orang, ada dua yang bukan orang sini.
Identitasnya aman, Ayo pergi.
Mari.
Kita mau ke mana?
aku bawa kalian bertemu seseorang.
Mungkin dia punya solusi.
Orang-orang di atas sepertinya tak bisa dikendalikan.
Tempat ini juga sangat aneh.
Namun, mungkin ada solusi menolong Ayahmu.
Tempat ini adalah kota bawah Kota Jiuhe.
Orang biasa tidak bisa kemari.
Lewat gua sebelah kiri itu,
setelah jarak tiga batu, akan tiba di pasar.
Kalau yang kanan?
Itu..
konon adalah pintu masuk neraka.
Bunga mekar ke dua arah.
Dalam hidup, ada baik dan jahat.
Sebelah kiri tempat orang berbisnis.
Sebelah kanan tentu tempat hantu berbisnis.
Bagaimana jelasnya,
hingga kini belum ada yang tahu.
Kuberikan secara cuma-cuma.
Ambil yang banyak.
Mari, minum arak.
Biar aku tuangkan.
Mari.
Kau harus sering datang.
Ayo, tunggu apa lagi?
aku katakan padamu, aku hidup begitu lama,
namun aku tidak tahu ada dunia bawah sehebat ini.
Tentu saja, Semuanya sudah begini dari dulu.
Ayo temui Guruku.
Siapa Gurumu?
Guruku adalah Pak Tua Yu yang tahu
tentang 3.000 tahun lalu dan 3.000 tahun ke depan.
Bukankah kau mau tahu masalah di atas?
Guruku pasti tahu.
Gurumu sehebat itu?
Tentu saja.
Ke sebelah sini.
Ya.
Sekte Guruku
tahu fenomena ajaib di dunia
juga tahu akupuntur dan cara buat obat.
Pokoknya sangat hebat.
Guru!
Guru!
Guru!
Guruku hilang!
Jual arak!
Guru!
Guru!
Sudah.
Nyonya Mao!
Nyonya Mao!
Nyonya Mao!
Nyonya Mao!
Nyonya Mao!
Siapa itu?
Nyonya Mao!
Nyonya Mao, ini aku.
Guruku hilang!
Gurumu menghindari orang.
Jika tak sembunyi di rumah gadis itu,
maka pasti ada di Gang Kembang Api.
Tidak mungkin.
Mana mungkin Guruku menghindari orang lain?
Aku mana tahu dia menghindari siapa?
Siapa dia?
Dia...
temanku.
Temanmu?
Gadis yang begitu cantik.
Sayangnya, sudah tak punya keluarga di dunia ini.
Kau tahu dari mana?
Apa Ayahku tidak tertolong lagi?
Kau tahu dari mana Ayahnya menjadi batu?
Apa ini ulahmu?
Nyonya Mao adalah Senior Guru.
Tidak ada yang tidak diketahuinya.
Nyonya Mao, kalau begitu,
kumohon pikirkan cara menolong Ayahku.
Ini bukan hanya masalah Ayahmu saja,
namun juga bencana bagi Kota Jiuhe.
Nyonya Mao, kami harus bagaimana?
Karena aku menghormati Gurumu,
aku akan membantu kalian.
Pergilah.
Ini adalah bencana.
Naga dan ular Jiuhe menolong Jiuhe,
ikan kuno Jiuhe sedang mencari arak.
Gurumu masih hidup.
Dia ada di sini.
Naga atau ular, hanya dia yang tahu.
Terima kasih, Nyonya Mao.
Beri tahu Gurumu.
Cepat atau lambat, aku akan memakannya.
Pelanggan.
Bos.
Bos.
Apa dua hari ini Guruku beli arak di sini?
Tidak.
Sudah beberapa hari tak kemari.
Jadi kapan terakhir kali kau bertemu Guruku?
aku tidak ingat.
- Aku akan tanya ke tempat lain. - Ayo.
Ada apa?
Apa ada jalan keluar lain?
Ada tidak?
Pergi!
Kembalikan koperku!
Jangan hancurkan jualanku!
Jangan!
Ayo!
Dewa Iblis ingin menemuimu.
Tak berguna!
Kau tak perlu cari obat itu lagi!
Virusnya sudah tersebar.
Pergi bebaskan orang terinfeksi yang dikurung.
Biarkan virus memenuhi kota.
Bangunlah.
Kau siapa?
Guru!
Guru, kau ke mana saja?
Aku sudah lama mencarimu.
kau Pak Tua Yu?
Ya.
Jadi, sekarang kita ada di mana?
Di laut dalam yang terbentuk selama ribuan tahun.
Tidak apa.
Lihatlah.
Laut dalam?
Jangan takut.
Ini adalah rumahku.
Guru.
Kenapa aku tidak tahu
kau punya rumah tersembunyi?
Ini demi keamananku sendiri.
Kau tahu tengah masyarakat begitu berbahaya.
Tidak bisa bertahan jika tidak punya tempat sembunyi.
Jangan rusak rumahku!
Jika kau Pak Tua Yu,
maka kau pasti tahu cara menolong semua orang.
Oh ya.
Ayahnya menjadi batu.
Sekarang sudah menjadi patung.
Juga..
pekerja di rumah sakit punya gejala yang sama.
Menurutku, pasti ada yang aneh.
Oh ya.
Aku juga hampir tertular.
Untung saja kabur bersama mereka.
Kami mencarimu untuk mencari solusi.
Orang yang mengejar kalian
adalah bawahan Wulian Sun.
Aku juga kabur kemari karena menghindarinya.
bertahun-tahun yang lalu,
terjadi kebakaran di Desa Xianghe dekat Kota Jiuhe.
Kebakaran besar itu membunuh semua orang.
Pemuda yang satu-satunya selamat
merasa sangat terpukul, hingga menderita penyakit.
Berganti nama menjadi Wulian Sun.
Wulian Sun yang selamat dari bencana
bergabung ke Perkumpulan Lianhuaqing.
Mereka memulai berbagai kekejaman,
selalu berbuat jahat.
Demi menentang pemerintah,
mereka membuat virus,
menciptakan wabah.
Kini, virus sudah mulai menyebar.
Tak terkendalikan lagi.
Kalian harus bergegas.
Sekarang kuberi kalian kantung sutra.
Carilah orang ini.
Kode rahasianya adalah
Dua labu di punggung orang hebat,
janjinya tak pernah diingkari.
Jangan dibuka!
Sekarang belum waktunya!
Ini harus dibuka saat bertemu penolong kalian!
Ini untuk memandu arah kalian.
Kau pegang saja.
Jadi, Ayahku pasti bisa tertolong, 'kan?
Kali ini, bagi kalian,
ini adalah sebuah tantangan.
Pak Tua, jadi, bagaimana cara kami keluar?
Bukankah kalian
dibawa masuk ke sini oleh ikan kuno?
Apa tadi kita dimuntahkan olehnya?
Bau sekali.
Sekarang aku baru paham kesulitan Guru.
Ketua!
Ini aku!
Kenapa tubuhmu begitu kotor?
Ketua, kuberi tahu, dua hari ini...
Ketua, cepat pergi!
Tolong!
Tolong!
MAU ENA ENA BARENG ARTIS TERNAMA? YUK JOIN DISINI www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN NAGIH! BUKTIKAN SENDIRI!
Kenapa jadi separah ini?
Mereka tertular melalui sentuhan kulit.
Saat baru tertular,
mereka tak akan tahan dengan sakitnya.
Semakin lama,
bagian yang menjadi batu akan semakin banyak,
sampai mereka tidak sadar lagi.
Mereka mengikuti insting
menularkan sebagian virus ke orang sehat
untuk meredakan sakit.
Mereka tanpa sadar menularkannya ke orang lain
dan bisa sembuh sendiri?
Bisa mengurangi sakit.
Memang bisa reda sementara,
tidak bisa pulih sepenuhnya.
Aku harus mencari Ayahku.
Apa kau gila?
jangan ke kantor detektif.
Semua yang di sana sudah tertular.
Ada apa?
Aku melupakan Junior!
Entah siapa yang
membebaskan orang terinfeksi yang dikurung.
Kita harus hati-hati.
Naik ke lantai tiga dari sini.
Belok kiri, jalan ke ruang bukti.
Ayahmu ada di sana, Kau temani mereka.
Aku ke ruang interogasi.
Hati-hati.
Aku tahu.
Kenapa mengikutiku?
Ikut mereka.
Junior.
Ju...
sampai jadi begini?
Junior.
Kalian masuk.
Aku berjaga di luar.
Junior!
Astaga.
Junior!
Junior!
Ini gara-gara aku!
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Awalnya aku mau cari keuntungan.
Tidak di sangka kau jadi terlibat.
Jika Guru di akhirat tahu soal ini,
aku pasti dimarahi habis-habisan!
Jika aku tahu akan jadi begini,
aku tidak akan mau jadi detektif sial ini,
serta mengincar 500 Dolar!
Kau akhirnya datang juga?
Junior?
Jika kau tidak datang, aku akan mati di sini.
Kau tidak menjadi batu?
Aku dikurung di sini.
Kau saja tidak bisa masuk, apalagi mereka?
Jadi...
Jadi, yang di tubuhmu itu...
Lihat kualitas gedung ini.
Saat ada yang berlarian di atas,
debu ini langsung jatuh.
Semuanya jatuh ke tubuhku.
Baik! Kau tunggu! aku akan menolongmu sekarang juga!
Tolong bagaimana? Cepatlah.
Aku percaya padamu untuk yang terakhir kali.
Qian Bu'er!
Jangan bergerak.
Ayahmu adalah manusia batu yang pertama.
Saat itu, waktu para pekerja tahu dia menjadi batu,
mereka semua menyentuh patung.
Sentuhan ini adalah cara penularannya.
Kemudian,
detektif datang ke lokasi,
membawa ayahmu ke agensi detektif.
Lalu, di rumah sakit,
kumpulan orang pertama yang menjadi batu
adalah pekerja.
Yang kedua adalah detektif.
Ayahmu adalah sumber virus.
Mungkin sangat sulit ada harapan.
Junior!
Wah, lihat dirimu.
aku beri tahu, seluruh Kota Jiuhe sudah kacau.
Kita harus segera kabur.
Lalu, Ibuku? Aku harus bawa Ibuku.
Tolong! Tolong aku!
MAU ENA ENA BARENG ARTIS TERNAMA? YUK JOIN DISINI www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN NAGIH! BUKTIKAN SENDIRI!
Tak apa, 'kan?
Tak apa.
Pangzi.
Ruang bukti!
Baik.
Pangzi.
Ketua.
Aku tertular.
Pergi.
Pergi.
Tidak ada yang bisa menolongnya.
Ayo pergi.
Cepat.
Cepat pergi.
Ayo pergi.
Cepat tutup pintu!
Cepat bawa meja itu kemari!
Cepat!
Cepat pergi.
Ayo pergi.
Ketua.
Pergilah.
Lagian, aku sudah tak tertolong lagi.
Hanya bisa mengandalkanmu
agar semua orang bisa tertolong.
Pergilah!
Ayo pergi!
Lari. Cepat lari!
Cepat pergi!
Berdiri! Ayolah!
Cepatlah!
Ada orang di dalam!
Biarkan kami masuk!
Buka pintu!
Buka pintu!
Buka pintu!
Biarkan kami masuk!
Buka pintu!
Buka pintu!
Buka pintu!
Buka pintu!
Kumohon pada kalian!
Buka pintu!
- Biarkan kami masuk! - Kalian berdua sedang apa?!
Di dalam ada orang!
Tendang!
Buka pintu!
Kumohon pada kalian.
Tolong buka pintu.
Buka pintu.
Buka pintu.
Kumohon, Tolong buka pintu.
Putraku ada di luar.
Buka pintu.
Tolong buka pintu.
Buka pintu.
Tolong buka pintu, biarkan putraku masuk.
Di luar penuh orang yang terinfeksi!
Membiarkan putramu masuk?
Tanya mereka, setuju tidak.
Kumohon pada kalian!
Tolong buka pintu!
Buka pintu!
kau buka dulu pintunya.
Putraku orang baik.
Dia pernah membantu banyak orang miskin.
Putraku adalah Zhang Lisan.
Zhang Lisan?
Dia yang selalu menaruh tiga Dolar di depan pintu.
Dialah pencuri baik yang sesungguhnya.
Yang kuat!
Sudah pergi.
Sudah pergi.
Ibu? Kenapa kau ada di sini?
Saat pulang, tetangga bilang padaku, dia ditangkap.
Jadi, aku keluar mencarinya.
- Baguslah. - Putraku.
Kau kenal Dokter Wang?
Dia kakakku.
Kau juga kenal dia?
Dia temanku.
Bagaimana dia sekarang?
Dia...
Kami sudah lama tak berhubungan.
Ini harus dibuka saat bertemu penolong kalian!
Ini untuk memandu arah kalian.
Oh ya.
Mana kantung sutra yang diberikan Gurumu?
Putraku, aku tidak apa. Tenang saja.
Desa Dewa Api?
Apa maksudnya?
Di mana itu?
Oh, Sepertinya aku pernah dengar Desa Dewa Api.
Letaknya 10 mil ke arah Tenggara Kota Jiuhe.
Jadi, apa mungkin maksud Gurumu,
mau kita cari petunjuk di Desa Dewa Api?
Masalah dimulai dari Kuil Dewa Api.
Pembuat ulah yang harus mengatasinya.
Buka pintu!
Apa ada orang?
Buka pintu! Apa ada orang?
Kalian dari mana?
Gudang makanan.
Tunggu!
Aku pernah melihat mereka.
Mereka sudah tertular.
Tidak.
Aku melihatnya sendiri, apa yang "tidak"?
Suamiku melindungiku.
Sungguh.
Jika tidak, biarkan anakku saja yang masuk.
Aku terus melindunginya, pasti tak apa-apa.
Jika tidak, aku periksa dulu.
Tidak boleh!
Terlalu bahaya.
Siapa yang tanggung bila jadi masalah?
Aku harus pastikan kau tidak sakit, baru boleh masuk.
Ini demi semua orang di dalam sini.
Aku bisa buktikan pada kalian.
Aku tidak tertular.
Aku bisa buktikan pada kalian.
Kau mau apa?
Biarkan kami masuk.
Kumohon biarkan kami masuk.
Aku tidak...
Aku tidak tertular.
Jika tadi bukan karenamu,
mereka pasti sudah masuk!
Apa kau masih manusia?
Jaga bicaramu!
Aku Seniormu!
Aku terlalu berharap padamu!
Aku kenapa?
Kau terlalu egois!
Kenapa jika egois?!
Apa salahnya egois?!
Apa tadi hanya aku yang egois?!
Dalam situasi begini,
tukar nyawa dua orang dengan nyawa segedung!
- Kau mau tanggung jika ada masalah?! - Detektif.
Diamlah!
Aku bukan detektif.
Benar.
Tentu saja kau bukan.
Aku memang pencuri.
Untuk apa jadi pahlawan?
Pencuri juga punya prinsip.
Aku ini tidak berprinsip.
Putraku, bagaimana ini?
Ibu.
Tenang saja.
Aku akan ke Desa Dewa Api sekarang,
mencari solusinya.
Sekarang kota sudah ditutup.
Bagaimana cara kalian ke sana?
Aku tahu jalan bawah tanah yang mengarah ke luar.
Aku juga mau ikut.
Ya.
Meski Ayahku...
Namun, masih ada banyak orang yang harus ditolong.
Baik.
aku serahkan tempat ini padamu.
Hati-hati!
Ke... ke... Kenapa malah kau?
Aku jadi seperti ini, semuanya gara-gara kau.
Wulian Sun menciptakan racun.
Kau mencuri kotak obatku,
menyebarkannya di stasiun kereta,
membuat virus tersebar di seluruh kota.
Awalnya setelah menyebarkan virus,
aku bisa sembunyi di tempat yang aman.
Karena aku tidak menemukan obat itu,
aku jadi diutus ke area terinfeksi,
lalu, berubah menjadi seperti ini.
Paling lama tiga hari,
semua orang yang terinfeksi akan mati.
Kau...
Kau juga tak akan bisa kabur.
Ternyata aku yang menyebarkan virus.
Cepat pergi!
Pergi!
Pergi!
Kau kenapa?
Cepat ikat bagian yang terinfeksi dengan tali.
Perlambat menyebarnya virus dalam darah.
Bagaimana? Masih kuat tidak?
Kenapa kau kemari?
Sudah aku pikirkan,
mau hadapi kesulitan bersama kalian.
Jadi, siapa kau sebenarnya?
Qian Bu'er.
Dia Juniorku, Zhang Lisan.
Siapa yang Juniormu?
Meski tidak berguna, aku tetap Seniormu. Ini takdir.
Tenang saja.
Aku takkan membiarkanmu jadi batu.
Kita ke Desa Dewa Api sekarang.
Di sini ada tonggak.
Desa Dewa Api.
Melarang keras ada api?
Kalian mencari siapa?
Sekarang seluruh Kota Jiuhe
dilanda wabah menjadi batu.
Kami datang untuk minta bantuan seseorang.
Benar.
Siapa nama orang yang kalian cari?
Dua labu di punggung orang hebat.
Dua labu di punggung orang hebat!
Dua labu di punggung orang hebat!
Nama orang yang kalian cari terlalu panjang.
Di sini tak ada.
Dua labu di punggung orang hebat!
Dua labu!
- Dua labu di punggung orang hebat! - Dua labu!
Jangan teriak lagi!
Aku kepala desa di sini.
Semua orang di desa kami
hidup dengan membuat petasan.
Satu saja bisa meledakkan seluruh kota.
Jadi, di desa kami,
melarang keras adanya api.
Melarang keras ada api.
Kalian sudah melanggar aturan desa.
Tahan mereka semua!
Baik!
Jangan sentuh kami!
Tunggu! Berhenti!
Ayah.
Aku mengenalnya.
Di kereta api, kau pernah membantuku.
Maaf, pinjam korek.
Ternyata kau.
Cepat bilang pada Ayahmu,
carikan dua labu itu.
Dua labu?
Dua labu...
Rubah cara bertanyanya.
Apa seluruh penduduk desa kalian sudah di sini?
Benar. Semuanya sudah di sini.
Jadi, apa ada yang agak unik?
Agak unik?
Semua penduduk desa kami sangat unik.
Benar juga.
Yang lebih unik lagi?
Yang lebih unik dari semua orang.
Lebih unik lagi?
Lihat aku, apa aku cukup unik?
Apa ada manusia normal?
Normal?
Siapa yang menyuruh kalian mencari?
Pak Tua Yu.
Kenal tidak?
- Pak Tua Yu? - Benar.
Pak Tua Yu.
Pak Tua Yu.
Dia, ya?
Pak Tua Yu adalah penolong Desa Dewa Api kami.
Dia meninggalkan satu orang penting di sini.
Meminta kami melindunginya.
Kami memasukkannya
ke dalam Gua Yanxia Desa Dewa Api.
Sepertinya, dialah orang yang kau cari.
tidak mungkin, 'kan?
Dia kah yang akan menjawab kode rahasia?
Dia adalah penyelamat seluruh kota?
Teman Kecil.
Kau punya keahlian apa?
Aku bicara denganmu.
Kita salah, Ayo pergi.
Oh ya, mana Su Ye?
Siapa yang mengurungnya?
Dia sendiri.
Dia takut tidak bisa mengendalikan diri.
Su Ye!
Su Ye!
- Jangan sentuh! - Angkat.
Ayo.
Su Ye.
Apa yang kau lakukan?!
Qian Bu'er!
Qian Bu'er!
Tidak apa.
Apa yang kau lakukan?
Kita akan segera menemukan solusi.
Benarkah?
Meski dia hanya anak kecil,
namun, aku bisa bawa dia menemui Pak Tua Yu.
Pasti akan ada solusi.
Pak Tua Yu adalah Ayahku.
Ayahmu?
Aku muridnya,
kenapa aku tak tahu dia punya anak?
Dia ada di rumah ikan.
Ayah melarangku bilang pada siapa pun.
Kecuali, ada yang bisa jawab kode rahasia.
Tidak boleh percaya yang lain,
takut aku terlibat bahaya.
Aku mengerti.
Karena itu, kau terus tinggal di Desa Dewa Api?
Benar tidak?
Ya.
Namun beberapa waktu lalu, Ayah menemuiku.
Dia memberiku ini.
Bukankah ini lambang di rumah Guru?
Kenapa tempat ini bisa jadi begini?
Kita harus hati-hati.
Sudah ketemu.
Wulian Sun
mengancam guruku dengan keselamatan Desa Dewa Api.
Dia memaksaku membuat cairan virus menular.
Aku terus merasa ketakutan,
jadi, aku diam-diam membuat obat penawar.
aku jadikan batu
lalu kugantung di leher Xiao Yu'er.
Ini?
Coba dulu.
Sudah sembuh.
Sembuh?
Sini.
Sini.
Sembuh.
Kita tertolong.
Hati-hati!
Bangunlah.
Orang tua ini
ternyata membuat sesuatu untuk menentangku.
Lagi pula, sekarang,
virus sudah menyebar ke seluruh kota.
Kalian tidak akan sempat menolong mereka satu per satu!
Ternyata virus batu itu adalah ulahmu.
Tak ada yang bisa menghentikanku!
Mana Guruku?
Aku sudah lama menduga waktu kematianku.
Ular bertapa seribu tahun
hingga menjadi naga.
Qian Bu'er adalah naga itu!
Muridku pasti bisa membawanya
menemukan obat penawar!
Naga dan Ular Jiuhe adalah takdir!
Kau...
Kau...
Kau tak akan berhasil!
Kau berani diam-diam membuat obat penawar?
Jika kau tidak berikan obat penawar itu,
akan aku ratakan dunia bawah tanah!
Ayah!
Dendam besarku akan terbalaskan.
Semua orang harus mati.
Jangan harap!
Jika dipikir lagi, aku harus berterima kasih padamu.
Kau yang mencuri koper Panlong,
menebarkan cairan itu di tubuh Su Mu.
Su Mu dan orang seluruh kota
celaka gara-gara dirimu!
Yang pertama kali terinfeksi virus adalah induknya.
Begitu bereaksi, akan menjadi batu dalam sekejap.
Semua orang yang menyentuhnya
akan jadi penyebar virus.
Harus terus disebarkan
agar bisa mengurangi rasa sakit dari virus.
Apa itu benar?
Kau duluan yang membantuku menjalankan
rencana balas dendam.
Mereka tidak tahu soal ini, 'kan?
Benar.
Memang salahku.
Ini semua gara-gara aku.
Sekarang aku tak akan kabur lagi.
Jadi,
hari ini hanya ada satu hal yang mau aku lakukan!
Yaitu membunuhmu dengan tanganku!
Lalu, memikul tanggung jawab!
Dengan keahlianmu saja?
Rakyat Kota Jiuhe egois demi keuntungan sendiri!
Mereka pantas mendapatkannya!
Kakak!
Nyonya Mao.
Makhluk sial ini, Mereka menghancurkan tempat ini!
Guru.
Akan kubalaskan dendammu.
Matilah!
Banxia!
Nyonya Mao!
Menarik.
Nyonya Mao.
Nyonya Mao!
Banxia.
Banxia.
Aku pergi mencari...
mencari Gurumu.
Mencari...
Nyonya Mao.
Nyonya Mao.
Nyonya Mao!
Dua pencuri kecil
mau menjadi pahlawan?
Matilah!
Senior!
Senior!
Maaf.
Aku yang mencelakai Ayahmu.
Aku juga yang mencelakai anak ini.
Aku yang mencelakai orang di seluruh kota.
Kenapa kalian keluar?
Di dalam gang sudah tak aman lagi.
Aku memungut pistol di jalan.
Kita harus pindah tempat.
Kalian sudah kembali.
Mana Lisan?
Lisan tak apa.
Kau tenang saja.
Yang penting tidak apa.
Manusia batu yang sekarang terinfeksi
menerobos area isolasi.
Virus sudah tersebar di seluruh Kota Jiuhe.
Wulian Sun berencana menyebar virus.
Kami sudah menemukan cara mengatasinya.
Benarkah?
Akhirnya bisa tertolong!
Hati-hati!
Sembuh.
Lihatlah.
Ini.
Aku sembuh.
Aku juga sembuh.
Kita tertolong!
Lihat, mereka sembuh.
Syukurlah.
Sudah sembuh!
Apa Tuhan sudah membuka matanya?
Bukan Tuhan yang membuka mata.
Qian Bu'er yang memikirkan cara
membuat obat penawar menjadi bubuk,
memasukkannya ke tabung kembang api,
lalu, menyuruh Zhang Lisan membakar petasan,
agar tersebar ke seluruh kota.
Jika orang yang terinfeksi
menyentuh bubuk obat penawar yang tersebar,
virus mereka akan lenyap,
berhasil menyembuhkan semua orang.
Syukurlah.
Kita sudah tertolong.
Guru.
Kami berhasil.
Sembuh!
Sungguh bagus sekali!
Kita tertolong!
Kita tertolong!
Ada pepatah, Pahlawan tidak kenal asalnya.
Dua pencuri menolong seluruh penduduk kota.
Ini sesuai dengan ucapan leluhur,
Meski kau adalah ular liar dalam lumpur,
setelah melewati ujian,
akan tiba harinya kau akan jadi naga di langit.
Ada yang bilang, Dia yang memulai bencana,
ACARA PENGHORMATAN JASA BESAR PAHLAMAN
mana bisa disebut pahlawan?
Namun, menurutku,
mendongeng, acara opera, dan bercerita,
hanyalah hiburan minum teh sore setelah makan siang.
Terlepas Qian Bu'er mendapatkan pujian atau tidak,
pendongeng tak berani menjaminnya.
Jadi, sekarang aku harus memanggilmu Liu Heyi
atau Qian Bu'er?
Qian Bu'er sudah mati.
Kau pahlawan besar.
Kau juga mendonasikan hadiah pemecahan kasus.
Apa kau mau jadi detektif yang sesungguhnya?
Basmi kejahatan dan jaga keamanan.
Aku...
Junior!
Ketua.
Ada pemuda bernama Liu Hengshun,
bersikeras mau bertemu denganmu.
Diusir tetap tidak pergi, lihatlah.
Baik.
Tunggu aku.
MAU ENA ENA BARENG ARTIS TERNAMA? YUK JOIN DISINI www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN NAGIH! BUKTIKAN SENDIRI!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.