All language subtitles for Mohabbatein_2000_By_Oke555

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

- Gurukul? - Ya!

Namaku Karan... Karan Choudhry.

Samir... Samir Sharma.

Hei teman! Gurukul?

Itu adalah pertemuan pertama mereka. Mereka tak tahu kalau pertemuan...

...singkat itu, akan membawa mereka ke persahabatan sejati.

Kamar yang cukup besar.

Siapa yang pertama dia yang dapat, kawan! Ini tempat tidurku.

Astaga! Ini kasur atau batu...? Tak bisa berbuat apa-apa akan ini, kan?

Sekarang kita di Gurukul, kita harus belajar.

Walau kasur sekeras batu, Kita harus tetap tidur.

Hei kawan! Itu syair yang keren, kan?

Tak ada yang mendengar. Tak ada reaksi.

Jika diantara kalian ada yang ngorok, beritahu aku...

...jadi aku bisa menyumpal telingaku dengan kapas.

Agar aku bisa tidur penuh selama delapan jam...

...memimpikan gadis-gadis cantik! Jadi beritahu aku, terima kasih....

Apa itu? Suara siapa itu?

Siapa dia?

Dia adalah rektor dari Gurukul. Tak salah lagi, Pak Narayan Shankar.

Tradisi, Hormat dan Disiplin.

Itu adalah tiga pilar dari Gurukul...

nilai-nilai yang akan membentuk masa depan kalian.

Mereka yang sudah pernah disini...

telah memberi contoh yang baik pada kalian.

Sekarang, mereka semua sudah menjadi orang sukses sesuai bidang mereka...

beberapa menjadi penulis hebat, pengusaha hebat dan beberapa jadi politikus hebat.

Tapi semua itu bisa mereka dicapai karena selama mereka hidup...

...mereka mengikuti prinsip yang diajarkan oleh Gurukul ini.

Hari ini kalian diberi kesempatan untuk menurunkannya.

Kalian terseleksi dari seluruh daerah dinegeri ini, dibawa kesini...

...karena kami percaya bahwa kalian akan menjadi orang hebat.

Tapi keberhasilan tidak datang dengan mudah.

Dibalik semua keberhasilan selalu ada pengorbanan.

Dengan memasuki universitas ini sekarang...

...kalian harus menutup dari dunia luar.

Kami mengharapkan kalian tekun belajar dengan penuh konsentrasi...

...dan mengikuti aturan dan persyaratan Univeritas ini dengan sangat disiplin.

...jika ada siswa yang kedapatan melanggarnya...

...dia akan segera di keluarkan. Dan ingatlah satu hal.

Jika sekali kalian dikeluarkan dari sini maka seluruh pintu...

...dari universitas manapun akan tertutup untukmu, selamanya.

Jadi jika diantara kalian yang tidak mau menjalankan pengorbanan ini...

...maka dipersilahkan untuk pergi sekarang juga.

Tapi jika kalian ingin tetap tinggal disini...

...maka gerbang dan dunia luar itu tidak ada lagi.

Sekarang aku ingin kalian pejamkan mata, dan tundukkan kepala...

...dan pikirkan setiap kata yang kusampaikan pada kalian...

...dan buatlah keputusan.

Penerjemah: Oke555

- Vicky! Itu Fotoku! - Aku tahu, teman...

...tapi siapa gadis disebelahmu? - Bukan siap-siapa, kembalikan padaku.

Hentikan, Vicky... apa yang kau lakukan?

Astaga! ternyata kau. Kau membuat kita takut.

Kemarilah. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu.

Siapa ini?

Ini? Romeo dan Juliet, Heer Ranjha,...

Samir dan ...Samir dan...?

Sanjana! Dan ini tak seperti yang kalian pikirkan.

Dia hanya teman baikku... Lebih tepatnya, dulu dia teman.

Dulu?

Sanju dulu teman kecilku. Kami bersahabat.

Kami bertetangga dan tumbuh bersama.

Foto ini diambil saat di taman hiburan. Saat itu ulang tahunnya...

...dan keesokan harinya dia harus pergi, untuk selamanya.

Ayahnya dipindah tugaskan dan itu terakhir kali aku melihatnya.

Itu enam tahun yang lalu. Saat itu umurku baru 14 tahun.

Tapi apa kau tahu dimana dia sekarang?

Aku dengar beberapa bulan yang lalu dia mungkin berada dikota ini.

Bagus! Berarti kau tahu dimana dia tinggal?

Tidak, aku tak tahu. Dan aku tak ingin mencari tahunya.

Kenapa?

Karena itu sudah lama dan aku tak tahu apa dia masih mengenaliku...

...atau apa dia mau bertemu denganku atau tidak.

Jadi, kita bertemu lagi jika ditakdirkan. Jika tidak, tidak akan.

Hei Samir! Kau benar-benar mencintai gadis ini.

Oh tidak, tidak seperti itu. Dia hanya teman lamaku.

Diam! Teman lama apanya!

Katakan sesuatu, berapa banyak foto teman lama lainnya...

yang kau bawa-bawa selama enam tahun?

Itu bel cintamu!

Ayolah, ini waktunya tidur.

Teman lama, yang benar saja!

Seandainya aku yang punya foto itu. Sekarang...

...mungkin aku sudah berada di rumahnya, menikmati masakan yang dibuatnya untukku.

Dan lihatlah kau! "Kami akan bertemu jika memang ditakdirkan, jika tidak ya tidak bertemu".

Hei, Karan! Kau tahu ada asrama perempuan di belakang kampus kita?

- Jadi bagaimana? - Oh tidak. Kau tak perlu.

Kau cukup pikirkan saja. Aku yang akan bertindak.

Sial! Aku telat. Kenapa masuknya harus pagi-pagi sekali?

Lengan bajuku...!

Siapa itu...? Berhenti!

Berhenti! Kau pencuri.

Ishika! Ibu Monica sudah datang! Cepatlah!

Ishika! . Ishk....

Akhirnya selesai juga! Ayo kita pulang... Aku lapar sekali.

- Kita tetap harus membeli air mineral. - Di toko itu ada yang jual.

Kalian bawa barang-barang ini ke mobil. Aku yang membelinya.

Yang kau pikirkan selalu makanan. Tak ada yang lain dikepalamu ya.

- Berapa harganya? - 1 setengah rupee.

Bagaimana bisa ini 1 setengah rupee?

Harga sebenarnya 2 setengah rupee.

Tidak nona, ini harganya 1 setengah rupee.

Aku tahu segalanya. Harganya adalah 2 setengah rupees...

...dan aku membayarnya sedemikian, tidak kurang tidak lebih.

- Tolong mengertilah apa yang kukatakan... - Aku tak mau dengar lagi!

Kau mau menjualnya atau tidak? Katakan yang jelas.

Tapi nona, harganya 1 setengah rupee, bukan 2 setengah rupee!

Baru minggu lalu temanku membeli barang yang sama ditokomu...

...dengan harga 2 setengah rupee. - Mungkin...

...tapi sekarang harganya 1 setengah rupee. - Tapi akan kubayar 2 setengah rupee.

- Cepat bungkuslah untukku. - Seseorang, tolong buat dia mengerti.

"Kita akan bertemu, jika ditakdirkan."

- Kau mau menjualnya atau tidak? - Bagaimana mungkin aku menjual barang...

2 setengah rupee jika harganya 1 setengah rupees?

Entahlah! Akan kubayar "dhai", ini uangnya, jika kau mau.

Ngomong-ngomong, "dedh = 1 Setengah" lebih kecil daripada "dhai = 2 Setengah" Rupee.

- Benarkah? - Itulah yang...

...coba kujelaskan. - Memang berapa "dedh" rupee?

1 setengah rupee.

Baik, berikan padaku dengan harga "dedh" rupee.

Sesuai keinginan. Gelangmu dan ini kembaliannya.

Tunjukkan padaku gelang ini, tolong.

- Untukmu? - Ya

- Apa? - Bukan, untuk temanku...

yang merah... ya, yang hijau juga...

- Samir.....Samir Sharma ! - Sanju....

- Apa yang kau lakukan disini? - Aku, aku mahasiswa Gurukul.

- Lumayan, Tuan Sharma. - Keren hah!

Berarti kau disini sudah lama...

...dan tak mau menelponku! - Aku tak punya nomor telponmu.

Jangan buat alasan!

Kenyataannya kau bahkan tak memikirkanku...

...jadi kau tak peduli aku ada dikota ini atau tidak.

Nomor teleponku jadi alasan, kan!

- Permisi nona. - Ini punyaku. Terima kasih.

Apa itu?

Bukan, hanya daftar belanjaan yang harus kubeli.

- Sudah ketemu semua? - Ya, sudah ketemu.

Jadi ikutlah denganku! Aku akan menyadarkanmu!

Kau pikir kau siapa? Hanya karena kau mahasiswa Gurukul...

...kau pikir bisa sombong! Kita akan ke rumah.

- Ayah akan sangat senang bertemu denganmu. - Sanju, aku tak bisa sekarang...

- Aku harus kembali ke Gurukul. - Jadi berjanjilah kau akan datang dihari minggu.

- Janji? - Janji.

Khan Baba, kapan kereta dari Aligarh akan datang?

Sebentar lagi juga datang. Kau mau menjemput siapa?

- Profesor dari kampusku. - Oh begitu...

...keretanya akan tiba sebentar lagi.

Khan Baba, siapa gadis itu?

Itu Kiran. Dia cukup sering datang kesini.

Kiran!

Hei! Gurukul. Kau dari Gurukul?

- Bisa kita pergi? - Ya pak...

Baiklah semua, ini dia! Sudah kuputuskan! Hal pertama yang kulakukan besok pagi...

...adalah keluar gerbang, masuk ke asrama putri itu...

...dan dimanapun gadis itu berada, aku akan mencarinya...

...dan menatap tajam matanya dan mengatakan. Kau begitu cantik.

Aku akan melakukannya!

Sekarang kalian katakan padaku keputusan kalian.

Bagaimana, Samir? Apa dia hanya akan menjadi teman diseumur hidupmu.

Sudah bertahun-tahun aku hanya menjadi teman baginya.

Sekarang sudah waktunya untuk berubah.

Hei Karan! Apa yang kau pikirkan?

Aku memikirkan dia sebagai mimpi terindah yang pernah kualami...

...lalu melupakannya. - Apa? Jangan menjadi seorang pengecut!

Kalian semua mungkin lupa, tapi aku masih ingat setiap kata...

...yang keluar dari Narayan Shankar: "jika kau melanggar aturan Gurukul..."

"kau akan langsung dikeluarkan."

Oh ayolah, Karan! Jangan terlalu takut!

Orang biasanya terlalu berlebihan dimulut saja...

...itu bukan berarti harus dianggap serius.

Narayan Shankar bersungguh- sungguh disetiap kata-katanya.

Dia sudah membuktikan sebelumnya, dan dia bisa melakukannya lagi

Memang apa yang dia lakukan sebelumnya?

Ceritanya sudah cukup terkenal.

Ada seorang mahasiswa disini beberapa tahun yang lalu...

...dia sangat pandai. Semua orang berpikir dia akan melakukan sesuatu dalam hidupnya.

Tapi dia membuat kesalahan dengan melanggar aturan di Gurukul. Dia jatuh cinta.

Narayan Shankar lalu mengeluarkannya bahkan tanpa melihat atau bertemu dengannya.

Dan, seperti semua orang tahu...

...sekali kau dikeluarkan darisini, kau tak dapat diterima ditempat manapun lagi.

Sekarang, tidak ada yang tahu dimana dia atau bagaimana keadaannya sekarang.

Adapun gadis yang dicintainya, dia bunuh diri.

Gadis itu adalah putri satu-satunya Narayan Shankar!

Semua orang berpikir kejadian itu akan melunakkan hati Narayan Shankar.

Sebaliknya, dia malah semakin keras.

Jadi bukannya aku seorang pengecut...

...tapi aku tak cukup kuat untuk melawan Pak Narayan Shankar.

Aku tak sekuat itu.

Kurasa dia memang ditakdirkan hanya menjadi teman bagiku.

Kau hanya perlu menunggu, Ishk...

...sampai seseorang datang dan menyelamatkan kita dari Narayan Shankar.

Apa yang kau inginkan? Kau tak boleh masuk.

Pergilah... Pergi!

Aku tak bisa melakukannya sendiri. Darimana saja kau?

Aku dari pasar membeli semua kebutuhan...

...dan kau memiliki masalah dengan lampu.

Pak Seera, aku menyuruhmu menyiapkan dokumen. Apa sudah siap?

- Ya, pak, sudah siap. - Tolong taruh dimejaku.

Ada apa disini?

Selamat pagi pak! Namaku Raj Aryan.

- Aku sudah ijin untuk bertemu denganmu, pak. - Apa kau tak tahu...

...ada banyak mahasiswa disini yang sedang fokus untuk belajar?

Apa kau mengerti kau tidak boleh berisik ditempat seperti ini?

Maaf, pak, ada gadis kecil sedang melihatku memegang biola...

...dan memintaku memainkannya. Aku hanya tak mau merusak hatinya.

Yang lebih penting tak boleh merusak aturan disini.

Ikuti aku.

- Jadi kau mangajar musik. - Ya pak.

Dan kau mengharapkan untuk mengajar musik di universitas ini.

Ya, pak.

Sudah sepenuhnya tahu akan tradisi yang ada di Gurukul?

Ya.

Tahu fakta bahwa musik tidak pernah diajarkan disini...

...atau mungkin tidak pernah ada? - Ya, pak.

Kubaca disini kau sudah ditawarkan pekerjaan di 3 Universitas lain...

...tapi kau malah datang jauh-jauh kesini untuk meminta pekerjaan, Kenapa?

Ada yang bilang padaku kalau kau tak akan mengijinkan aku untuk mengajar musik disini.

Mereka bilang itu mustahil.

Itu seperti tantangan bagiku dan aku suka tantangan.

Dan apa yang membuatmu berpikir kalau kau bisa merubah pikiranku?

Dari semua yang kudengar darimu, pak...

Kupikir kau juga bahkan suka tantangan. Kan pak?

Bagaimana musikmu bisa membantu muridku?

Pak, para murid dipusingkan dengan semua bukunya setiap hari.

Musik akan memulihkan mereka dan membuat mereka semangat belajar lagi.

Lagian, mereka juga akan belajar musik, itu kesenangan tersendiri.

Musik adalah hal yang hebat pak! Ini...

Bagaimana jika kau tak menemukan cukup murid, yang ingin belajar musik?

Tak masalah, pak. Aku akan membawa tas kecil ini dan pergi.

Aku akan pergi.

- Aku suka percaya dirimu Pak Aryan. - Terima kasih, pak.

Kuberikan kau satu kesempatan.

Jika kau menemukan cukup mahasiswa yang ingin belajar musik diwaktu luang mereka...

...kau akan mendapat pekerjaanmu. Jika tidak, kau harus pergi.

Ya, susun disini.... Terima kasih.

Itu seperti ruang kelas yang khusus dibuat untukmu sendiri Pak Aryan.

Maaf pak! Aku hanya berpikir, setelah jam belajar mereka usai...

...rasanya mereka akan lebih baik jika berada diluar. Itu saja.

Kau sudah mendapat lebih dari 10 pelajar sejak kemaren.

- Pencapaian yang baik dalam 1 hari. - Terima kasih, pak! Seperti yang kubilang...

...musik itu sesuatu yang hebat, pak.

Kau mendapat pekerjaanmu, Pak Aryan.

Ini kontraknya. Tolong baca dengan baik dan tandatangani.

Pak Aryan, anda akan menjadi bagian dari Gurukul.

- Aku ingin menjelaskan sesuatu. - Silahkan.

Sudah 25 tahun...

...aku menjalankan tempat ini dengan tradisi, hormat, dan disiplin.

Tak ada yang berubah sejak saat itu.

Itulah kenapa Gurukul tetap mempertahankan kebanggaan murninya.

Kemarin kau ganti perintah urutan beberapa kursi.

Besoknya, mungkin kau mau merubah sesuatu yang lainnya.

Aku tak suka perubahan dalam hal apapun, Pak Aryan.

Aku hanya tak suka perubahan.

Aku mengerti, pak

Bagus. Selamat datang di Gurukul Pak Aryan.

Cinta... inspirasi terhebat dalam musik

Cinta dan musik sangat berhubungan satu sama lain.

Keduanya berasal dari hati...

...dan cara kerja keduanya tergantung apakah hati mengatakan atau tidak.

Jika kau mencintai seseorang... maka pergi dan nyatakanlah.

Jangan khawatir apakah dia akan menerima atau menolaknya.

Sama, jika kau ingin memainkan alat musik yang ada dihadapanmu...

...langsung ambil dan mainkan saja, jangan khawatir apakah akan jelek atau bagus.

Dengarkan saja hatimu dan lakukan apa yang dikatakannya.

Sekarang perhatikan gerbang itu. Itu adalah gerbang yang kalian lihat setiap hari.

Itu adalah gerbang yang tak bisa kalian lewati.

Perhatikan gerbang itu lagi dan bayangkan.

Kalau gadis yang kalian cintai, sedang berdiri dibalik gerbang itu...

menunggumu... memanggilmu!

Ya, ya! Dia memanggilmu!

Dia memintamu untuk datang dan merusak gerbangnya...

...sehingga gerbang itu takkan pernah tertutup lagi.

Dia tak mau menunggu selamanya! Dengarkan kata hatimu!

Cepat! Bangun dan dobrak gerbangnya!

Ayo! Dengarkan saja hatimu Bangun! Dan pergilah!

Pergilah...!

Ada banyak kebencian didunia ini.

Tapi dihati tetap ada cinta.

Maju terus dan katakan pada alam semesta...

Tak ada yang bisa menghentikan kisah cinta ini.

Chalte Chalte yunhi ruk jaata hoon main Aku terhenti saat berjalan

Baithe baithe kahin kho jaata hoon main Aku melamun sambil duduk

Kahte Kahte hi chup ho jaata hoon main Aku terdiam saat berbicara

Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai Apa inikah cinta

Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai Ya inilah cinta

Chalte Chalte yunhi ruk jaata hoon main Aku terhenti saat berjalan

Baithe baithe kahin kho jaata hoon main Aku melamun sambil duduk

Kahte Kahte hi chup ho jaata hoon main Aku terdiam saat berbicara

Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai Apa inikah cinta

Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai Ya inilah cinta

Tumpe marte hain kyon Kenapa aku jatuh cinta padamu

Hum nahin jaante Aku tidak tahu

Tumpe marte hain kyon Kenapa aku jatuh cinta padamu

Hum nahin jaante Aku tidak tahu

Aisa karte hain kyon Kenapa itu kurasakan

Hum nahin jaante Aku tidak tahu

Band galiyon se chup chup ke Hum guzarne lage Aku mulai melewati lorong lorong yang tertutup

Saari duniya se rah rah kar Hum to darne lage Aku mulai merasa takut pada dunia

Hai ye kya karne lage Apa yang kulakukan ini

Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai Apa inikah cinta

Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai Ya inilah cinta

Chalte Chalte yunhi ruk jaata hoon main Aku terhenti saat berjalan

Baithe baithe kahin kho jaata hoon main Aku melamun sambil duduk

Kahte Kahte hi chup ho jaata hoon main Aku terdiam saat berbicara

Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai Apa inikah cinta

Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai Ya inilah cinta

Teri baaton mein ye.. Ek shararat si hai Ucapanmu mengandung kenakalan

Teri baaton mein ye.. Ek shararat si hai Ucapanmu mengandung kenakalan

Meri honton pe ye.. Ek shikayat si hai Dibibirku ada sebuah keluhan

Teri aankhon ko aankhon se Choomne hum lage Aku mencium kau melalui pandangan

Tujhko baahon mein le lekar Jhoomne hum lage Aku merasa bahagia memelukmu

Hai ye kya karne lage Apa yang kulakukan ini

Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai Apa inikah cinta

Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai Ya inilah cinta

Chalte Chalte yunhi ruk jaata hoon main Aku terhenti saat berjalan

Baithe baithe kahin kho jaata hoon main Aku melamun sambil duduk

Kahte Kahte hi chup ho jaata hoon main Aku terdiam saat berbicara

Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai Apa inikah cinta

Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai Aa inilah cinta

Pak Aryan kau sadar apa yang kau minta?

Kau lupa aturan di Gurukul?

Mohon Pak. Pikirkanlah dia tak punya pilihan lagi.

Pak Aryan, kau memintaku untuk mengijinkan seorang murid dari Gurukul...

...untuk bekerja paruh waktu.

Itu tak mungkin!

Pak, ayah Samir sudah meninggal.

Ibunya harus bekerja siang dan malam untuk membiayainya.

Itulah kenapa, dia memikirkan jika dia bekerja dia akan meringankan beban ibunya.

Dan menurutku... kita harus menolongnya.

Kau harus kembali sebelum jam 10 setiap malam.

Siap, pak!

Bagaimana seseorang hidup tanpa cinta? Bagaimana seseorang tidak dicintai?

Lebih manis dari gula! Cinta, Cinta.

Lebih asam dari asam jawa. Cinta, Cinta.

Inilah cinta. Ya cinta, cinta.

Oh, Kakeji, kenapa? Kenapa kau berhenti?

Preeto datang.

Kau mendekat dan tersenyum padaku Kau mengisi hidupku dengan mimpi indah...

Sekarang hatiku tak mendengar Apa yang kulakukan, sesuatu terjadi padaku.

Oh Jaggi, Preeto datang kesini.

Ya.. tapi sekarang dia datang...

...dengan senyum di wajahnya tidak dengan sepatu ditangannya.

Apa yang kau katakan!

- Kakeji - Sebentar. Pergilah.

- Kakeji - Ya nona?

- Sesuatu terjadi padamu? - Ya nona.

- Dimana? - Di sini.

Jujur saja Kakeji sesuatu terjadi padaku juga.

- Benarkah. - Ya.

- Dimana? - Di sini.

- Kakeji, kau ingat sesuatu? - Ya nona, aku ingat.

- Jadi, sekarang sesuatu terjadi padamu? - Tidak nona, tak terjadi apa-apa.

- Sangat bagus! - Sangat bagus nona.

Makan gula dan matilah! Bodoh...

Sudah berapa kali kukatakan jangan macam-macam denganku.

Oh, cinta, cinta. Cinta... cinta.

Ishika, Ishika! Ibu Monica memanggilmu!

Kau memanggilku Bu?

Ya, Ishika masuklah Sepupumu Viren datang ingin menemuimu.

Kubilang padanya kalau aku tak suka pengunjung yang tak meminta ijin dulu...

...tapi kudengar ada sesuatu yang mendesak...

...jadi aku mengijinkannya.

Maaf... Kau!

Ishika sayang, apa kabar. Cepat peluk aku atau...

...kuberitahu Ibu Monica tentang kunjunganmu di pagi hari ke Gurukul itu.

Akhirnya aku bisa melihatmu setelah bertahun-tahun...

...lihat kau sudah tumbuh besar.

Senyum, Senyum, Cantiknya.

Sekarang kau pasti bertanya apa yang kulakukan disini, kan...

Masalahnya Ishika, Sejak pertama ku melihatmu...

Kuterus melihat bayanganmu setiap hari dan...

...kau bahkan mulai datang ke mimpiku sekarang...

...aku yakin aku pasti ada dimimpimu juga kan? Aku tahu itu...

Aku merasa kita tidak harus membuang waktu lagi sekarang...

Tak ada gunanya hanya memandang satu sama lain...

...tak mengatakan apapun... terlihat bodoh kan?

Kurasa kita harus membawa kisah cinta ini lebih jauh.

Jadi aku akan menunggumu dihari minggu...

...di Mall Road Coffee House jam 4 sore.

- Datanglah. Ya. - Tak akan.

"Maaf, namaku Karan, dan kau?"

"Hai! Aku Karan! Kau bilang siapa namamu tadi?"

Kenapa kau selalu melukai dirimu ditempat yang sama, setiap waktu?

Maaf, apa?

Aku tanya kenapa kau selalu...

...terluka ditempat yang sama?

Entahlah, mungkin pikiranku agak kabur akhir-akhir ini.

- Apa kau selalu ingin menjadi dokter? - Aku bukan dokter.

- Oh, jadi kau seorang perawat disini. - Aku tak bekerja disini.

Ayahku membangun rumah sakit ini...

...dan dia menyuruhku untuk mendekorasi ruangan ini.

Sejak saat itu aku sering kesini untuk menghabiskan waktu dengan anak-anak ini.

- Jadi, apa pekerjaanmu? - Tak ada.

Wow! Kuharap aku juga bisa bebas.

Maaf? Aku selalu ingin menanyakan sesuatu padamu...

...malam itu aku melihatmu di stasiun berdiri sendiri...

...kereta datang, dan aku melihatmu lagi dan kau sudah pergi...

Aku tak mengerti siapa yang kau tunggu?

Jika kau tak ingin membicarakannya tak apa-apa, tak masalah.

Kau melihat seorang gadis berdiri di stasiun...

...tapi tak melihat gaun pengantin merahnya...

...inai ditangannya dan sindoor dikeningnya...

Itu Karva Chauth... Aku menunggu suamiku.

Hei Samir, kemarilah. Ya....

kenapa gadis dan pria saling memberikan bunga merah dan kuning?

- Kakeji, ini hari mawar. - Hari mawar? Maksudmu, Hari bunga mawar.

Benar, pak.

Aku sudah dengar tentang Hari Republik, Hari Kemerdekaan, Hari ulang tahun...

- Apa maksud Hari Mawar ini? - Ini hari yang istimewa, pak.

Hari ini, kau bisa memberikan seorang gadis sebuah mawar dan katakan perasaanmu padanya...

...dan dia tak boleh menolaknya.. - Ini hari yang sangat bagus.

Pastinya, pak. Dengar...

...mawar kuning sebagai persahabatan dan mawar merah sebagai cinta.

Hei, simpan mawar kuningmu. Aku hanya butuh mawar merah.

Kenapa kau memberikan semua bagian pembersihan padaku...

Navneet hari-hari ini kau...

Preetoji, preetoji. Lupakan Kakeji, lupakan.

- Selamat hari longgar nona. - Apa?

Maksudku. Selamat hari mawar nona. Selamat hari mawar!

Hari mawar?

Ya nyonya. Sekarang adalah hari istimewa.

Kau harus menerima mawar Kake sekarang kau tak boleh menolaknya.

- Benar? - Ya nona. Kau boleh tanya yang lain.

Oh tidak, Kakeji, kenapa harus tanya yang lain saat kau mengatakan ini hari mawar...

kenapa kau tak memakaikannya di rambutku?

- Apa? - Ya.

- Preetoji? - Ya pak.

Kau benar-benar terlihat seperti Juliet-ku.

Oh Romeo-ku, dihari yang istimewa ini ku ingin memberikan sesuatu yang istimewa.

- Berikan saja nona. - Harus?

Terima ini makan gula dan matilah bersama...

hari mawarmu jangan macam-macam dengan Preeto.

Lupakan persahabatan, sekarang, katakanlah.

- Aku sudah menunggu selama setengah jam. - Maaf, sayang.

Maaf apanya Deepak. Kau harusnya bisa lupakan waktu yang lain dulu.

Lihat, ku terlambat karena harus mencarikanmu bunga yang cantik ini.

- Ayo, kukenalkan kau pada Samir. - Siapa dia?

Samir, ini pacarku yang ingin kukenalkan padamu...

...mengejutkanmu? - Sudah pasti, aku terkejut.

Deepak, ini Samir... teman lama dan tersayangku...

dan Samir, ini Deepak cinta dalam hidupku.

Senang bertemu denganmu. Ini kafemu?

Tidak, aku bekerja disini.

- Maksudmu kau pelayan disini? - Ya.

Ok ayo, ikutlah dengan kami....

kita nonton film bersama yang lain juga.

Aku tak bisa Sanju, masih banyak kerjaan.

Ayolah Samir, kau bisa cuti satu hari saja.

Tak bisa, aku baru bekerja disini.

Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?

Tak ada, aku takkan melihatnya lagi...

...takkan bertemu dengannya. Aku akan melupakannya.

Kau dijalur yang benar.

Jika tak salah itu gadis yang sama...

yang ada dibalik gerbang waktu itu, kan.

Sekarang kau ingin melupakannya, hanya karena dia mencintai orang lain...

Bagus. Itu sangat hebat.

Maaf pak, ada beberapa orang yang jatuh cinta tapi cinta mereka...

...tak terbalas, semua orang tak mempunyai keberuntungan seperti anda!

Aku berdoa setiap hari Karan, agar tak ada yang punya keberuntungan sepertiku...

terutama tak ada diantara kalian.

Samir mencintai seseorang yang bisa dia lihat, yang ketawanya bisa dia dengar...

Aku bahkan tak bisa melakukan itu.

Kenapa pak?

Karena gadis yang kucintai sudah tiada.

Dia sudah meninggal!

Aku tak jatuh cinta padanya karena persyaratan...

dia harus hidup lebih lama dariku...

tak ada persyaratan dalam cinta jadi seharusnya juga tak ada penyesalan.

Jadi bagaimana jika dia tak bersamaku tapi aku tetap mencintainya...

bukan karena aku tak menemukan orang lain, tapi mencintainya membuatku bahagia.

Setiapkali kumerindukannya, kupejamkan mata dan dia bersamaku.

Kau tak boleh jatuh cinta padanya dalam persyaratan dia harus jatuh cinta padamu juga...

jadi hanya karena dia mencintai orang lain kau melupakannya,

Jangan menyerah begitu mudah.

Cinta sama seperti kehidupan,

tak selamanya mudah, dan tak selalu membawa kebahagiaan...

tapi saat kita tak berhenti hidup mengapa kita harus berhenti mencintai.

Maaf atas ceramah panjangnya jika Tuan Narayan Shankar melihat kalian disini...

maka semua kisah cintanya langsung berakhir hari ini juga.

Cinta seperti kehidupan, tak selamanya mudah...

...dan tak selalu membawa kebahagiaan.

tapi saat kita tak berhenti hidup mengapa kita harus berhenti mencintai.

Membuatmu menunggu terlalu lama?

Itu karena kau sudah memelukku waktu itu aku tahu pria seperti apa dirimu...

tapi kali ini kau macam-macam dengan gadis yang salah.

Namaku Ishika Dhanrajgir...

dan aku bisa mempekerjakan seratus pria sepertimu sebagai pelayan dirumahku.

Lain kali, sebelum membodohi gadis lain ingatlah tamparan ini dan aku.

Dengan menamparku kau memberiku pelajaran.

Tapi nyonya, tamparan itu pertama kalinya bagiku...

saat itu aku tak tahu aturan mainnya.

Aku tak tahu kalau harus memamerkan rekening bank dulu sebelum mengajak seorang gadis.

Jika ku tahu, ku akan memperkenalkan diri lebih awal ke dirimu...

Namaku Vikram Oberoi...

dan ayahku salah satu manajer perusahaan negeri ini...

jika mau dia bisa mempekerjakan ayahmu tapi aku begitu bodoh...

Aku tak menyadari betapa pentingnya semua itu.

Yang ku tahu aku hanya melihat gadis cantik...

yang ingin sekali ku kenal, dan menjadi temannya.

Kupikir itu sudah cukup untuk mengajak seorang gadis kencan. Betapa bodohnya aku...

Tapi sekarang ku mengerti. Lain kali aku takkan tertampar.

Kau membuatnya terdiam, dan aku tak tahu kalau temanku anak orang kaya.

Apa maksudmu jika aku anak orang kaya...

- Apa ku mau berteman dengan seorang pelayan? - Apa? Apa maksudmu?

- Ayahku bekerja di bank. - Apa?

Lalu apa arti semua itu?

Aku harus membuat gadis kaya itu terdiam...

jadi kubikin diriku lebih kaya darinya. Dan dia terdiam.

Baik. Lupakan. katakan apa semua gadis cantik itu sesombong ini?

Karena mereka cantik mereka pasti harus terlihat bangga.

- Tidak, Sanjana sangat baik. - Kalau begitu dia pasti sangat jelek.

Aku melihat Kiran pertama kali distasiun ini. Dia baru saja menikah dan datang kesini...

dan saat itu juga terakhir kali aku melihatnya bahagia...

karena suaminya harus pergi malam itu...

karena ada ketegangan diperbatasan, dan dia adalah pilot angkatan udara.

Sejak itu Kiran sering datang kesini...

berharap melihat suaminya turun dari kereta...

tapi semua tahu itu tak mungkin karena dua tahun lalu kita dengar...

kalau dua pesawat telah menghilang diperbatasan itu.

Kurasa bahkan dia sudah tahu kalau suaminya sudah tiada...

tapi dia tetap datang kesini untuk menuruti keinginan seseorang, ayah suaminya.

Mayor Jendral Khanna...

pensiunan tentara dan salah satu orang terkaya dikota ini yang percaya...

kalau sebelum dia melihat mayat dari anaknya, anaknya belum mati...

dia bersikeras kalau Kiran harus patuh melaksanakan semua tradisi dari gadis menikah.

Kakak Ipar Kiran, Nandini, adalah teman satu-satunya.

Dia istri dari anak tertua Mayor Khanna...

yang merupakan insinyur komputer dikemiliteran dan jarang berada dirumah.

Nandini menyayangi Kiran seperti adiknya dan ingin melihatnya bahagia.

Nandini memiliki anak yang nakal bernama Ayush

Dia seperti cahaya terang dikehidupan gelap Kiran...

mereka tertawa, menangis, bermain dan berantem bersama.

Kiran melupakan semua luka dan kesedihannya dan menjadi anak kecil bersama Ayush.

Bagaimanapun Kiran baru 19 tahun.

Itulah Kiran. yang datang kesini untuk tertawa dan mencintai...

kuharap dia akan mendapat kebahagiaannya.

Aku berjanji, Khan Baba. Dia akan mendapat kebahagiaannya.

- Apa yang kau lakukan? - Hal sama yang kau lakukan, pak.

Aku melakukan Suryanamaskar.

Aku juga. Cuma kau melakukan dengan caramu dan aku melakukan dengan caraku.

Aku ingin bertanya, kenapa kau melakukan itu.

Itu membuatku merasa baik menatap langsung ke matahari...

tanpa harus mengedipkan mata.

Ku merasa aku tak lemah dari matahari. Aku menyukai. Bagaimana denganmu?

Sama pak, tapi tak sepertimu,

aku tak sedang bertarung dengan matahari.

Aku hanya menikmati berjemur dimatahari Aku menyebutnya suryanamaskar.

Maaf, pak. Aku ingin memintamu suatu hal.

Ya.

Pak, apa kau sadar sekarang adalah festival Holi...

dan aku ingin para siswa merayakannya.

Tapi kudengar kalau Holi tak pernah dirayakan disini di Guurkul.

Holi tak pernah dirayakan disini karena alasan sederhana karena...

tak ada yang menginginkannya atau tak ada yang memintaku sebelumnya.

Pak, tak ada yang memintamu karena semuanya takut padamu.

Dan kau tidak takut padaku Pak Aryan?

Tidak pak, aku tak pernah takut untuk berbuat kebaikan, selama...

ku tahu aku tak meminta sesuatu yang salah, aku tak takut.

Holi belum pernah dan takkan pernah dirayakan didalam Gurukul, namun...

Aku tak menentang festival ini,

jika beberapa siswa berharap untuk merayakan, mereka kuijinkan melakukannya diluar Gurukul.

Dari tempat asalku ada sebuah tradisi yang memulai hari, dihari ini...

dengan memberikan tika ke orang tertua dalam keluarga...

jika kau tak keberatan, atas namaku...

dan muridku aku ingin meletakkan ini pada keningmu.

Aku akan meletakannya sedikit saja Pak.

Soni soni ankhiyon waali Gadis bermata indah

Dil deja ya deja tu gaali Serahkan hatimu atau maki aku

Soni soni ankhiyon waali Gadis bermata indah

Dil deja ya deja humko tu gaali Serahkan hatimu atau maki aku

Hum tere deewane hain Aku tergila gila padamu

Hum aashiq mastaane hain Kami kekasih yang sejati

Hum tere deewane hain Aku tergila gila padamu

Hum aashiq mastaane hain Kami kekasih yang sejati

Jhoothi jhoothi batiyon waale Ucapanmu lugu

Bholi soorat, dil ke hai kaale Wajahmu naif tapi hatimu penipu

Jhoothi jhoothi batiyon waale Ucapanmu lugu

Bholi soorat, dil ke hai kaale Wajahmu naif tapi hatimu penipu

Yeh aashiq lut jaane hain Kekasih ini akan gagal

Dil sab de tut jaane hain Hatinya akan patah

Yeh aashiq lut jaane hain Kekasih ini akan gagal

Dil sab de tut jaane hain Hatinya akan patah

Jaa kudiye Terserah

Jo kar le Mau apa

Gora badan tera rang diya Tubuhmu sudah kuwarnai

Oye mundiya Hai laki-laki

Vaada raha Aku janji

Suli pe jo naa tujhe tang diya Jika tidak kau kusalib lihat saja

Main suli pe chad jaava Tu bol, abhi mar jaava Aku rela disalib kalau kau mau aku rela mati sekarang

Main tujhse agar darr jaava Jika aku takut padamu

Dil naam tere kar jaava Kuserahkan diriku padamu

Yaad rakhna mera kehna Ingatlah suatu saat

Yeh dil ek din mil jaane hain Kedua hati ini menyatu

Hum tere deewane hain Aku tergila gila padamu

Hum aashiq mastaane hain Kami kekasih yang sejati

Yeh aashiq lut jaane hain Kekasih ini akan gagal

Dil sab de tut jaane hain Hatinya akan patah

Hmm, kyoon mujhse door khadi hai Kenapa kau berdiri jauh

Badi masti tujhe chadi hai Kau sedang mabuk

Kyoon mujhse door khadi hai, dil ke nazdeek badi hai Kenapa kau berdiri jauh, kau sangat dekat dengan hatiku

Aa lag jaa gale tu kisi bahaane se Peluklah aku dengan alasan apa saja

Badi masti tujhe chadi hai, har ladki door khadi hai Kau sedang mabuk setiap gadis menjahuimu

Main aagayi phir bhi tere bulaane se Aku datang karena kau panggil

Soch kar tha tujhe aana Mestinya kau pikir dulu

Aakar vaapas naa jaana Kini jangan pergi lagi

Hum tere deewane hain Aku tergila gila padamu

Hum aashiq mastaane hain Kami kekasih yang sejati

Yeh aashiq lut jaane hain Kekasih ini akan gagal

Dil sab de tut jaane hain Hatinya akan patah

Gham ho ya koi khushi Suka atau duka

Purva ka jhonka hai Hanya bagai hembusan angin

Ek aaye ek jaayega Akan datang dan pergi

Kyoon dil ko roka hai Kenapa menahan hati ini

Is dil ko humne nahin Hamein dil ne roka hai Bukan aku tapi hati yang menahan aku

Koi bataa de zara Kya sach, kya dhoka hai Katakan padaku kenyataan apa yang ada

Ye duniya saari badi hai pyaari Yahi ek sach hai Dunia ini sangat indah ini suatu kenyataan

yeh sab rang bade suhaane hain Bahwa semua warna itu sangat indah

Hum tere deewane hain Aku tergila gila padamu

Hum aashiq mastaane hain Kami kekasih yang sejati

Yeh aashiq lut jaane hain Kekasih ini akan gagal

Dil sab de tut jaane hain Hatinya akan patah

Soni soni ankhiyon waali Gadis bermata indah

Dil deja ya deja humko tu gaali Serahkan hatimu atau maki aku

Jhoothi jhoothi batiyon waale Ucapanmu lugu

Bholi soorat, dil ke hai kaale Wajahmu naif tapi hatimu penipu

Hum tere deewane hain Aku tergila gila padamu

Hum aashiq mastaane hain Kami kekasih yang sejati

Yeh aashiq lut jaane hain Kekasih ini akan gagal

Dil sab de tut jaane hain Hatinya akan patah

Hum tere deewane hain Aku tergila gila padamu

Hum aashiq mastaane hain Kami kekasih yang sejati

Yeh aashiq lut jaane hain Kekasih ini akan gagal

Dil sab de tut jaane hain Hatinya akan patah

Temanku bilang kalau aku sangat kasar padamu di kafe...

waktu itu dan aku harus meminta maaf.

Lalu bagaimana menurutmu?

- Kurasa mereka benar. Maafkan aku. - Tidak apa-apa.

Menurut temanku kau juga salah,

dan harus meminta maaf juga.

Lalu bagaimana menurutmu?

- Kurasa mereka benar. - Baiklah. Aku minta maaf.

Bagus. Sekarang kita imbang.

- Oh tidak, kita belum imbang. - Kenapa?

Karena waktu itu kau menamparku dan aku masih belum menamparmu.

- Jadi, kau mau menamparku? - Ya, seperti itu.

Kau mau menampar perempuan?

Jika si gadis menuntut hal yang berimbang, mau bagaimana lagi.

Baik, aku ingin menyelesaikannya, sampai tuntas.

Tampar aku. Ayo tampar aku.

Sebenarnya, biarkan saja. Tanganku akan kotor.

Temanku benar-benar salah tentangmu dan aku benar.

Kau. Kenapa kau disini?

Aku kesini untuk memberitahumu suatu hal.

Memberitahuku?

Ya, tapi sebelum itu kau harus berjanji kalau kau takkan marah.

Baik. Aku takkan marah.

Aku sudah tahu semua kehidupanmu kenapa kau selalu pergi kestasiun...

tentang suamimu, Mayor Khanna, semuanya.

Aku dibesarkan dengan keyakinan bahwa pria lah yang kuat...

...dan perempuan yang lemah, tapi kau membuatku menyadari betapa itu tak benar.

Kau sangat berbeda dengan perempuan lain dan akan membuatku bangga jika kita...

...bisa berteman, kau berjanji takkan marah.

Aku tak marah. Hanya saja aku tak biasa mendengar hal yang baik mengenai diriku.

Aku perempuan yang sudah menikah.

Tinggal dikota kecil ini pria dan perempuan takkan boleh berteman...

itu dianggap salah, dan aku tak punya kekuatan untuk membuktikan itu memang salah/benar.

Kau menilaiku terlalu tinggi, aku tak sekuat itu.

Memang siapa kau dan aku yang bisa menentukan mana yang salah/benar?

Itu tugasnya. Serahkan saja padanya.

Kita hanya bisa mengikuti kata hati dan itulah yang sedang kulakukan...

sekarang giliranmu, jika hatimu mengatakan kalau...

...ini benar maka ulurkan tanganmu...

..jika salah, pergilah, dan aku janji takkan datang padamu lagi.

Hi! Namaku Karan. Dan kau, Nona?

Teman tidak memanggil nona. Namaku Kiran.

- Baik, ayo. - Hei! kau tidak berdoa.

Tak perlu, doaku sudah selesai. Ayo pergi.

Aku tak percaya ini Samir kau tak bisa cari pekerjaan yang lebih layak?

Sanju, siapa yang mau ngasih Mahasiswa pekerjaan paruh waktu disini?

Lagipula, ibuku selalu bilang kalau tak ada pekerjaan yang besar atau kecil...

jika kau melakukannya dengan sepenuh hati.

- Baik, baik, berhenti menceramahiku. - Aku tak melihat paman Tom, dimana dia?

- Jangan tanya. - Kenapa?

Sudah 3 jam terakhir dia mengunci diri dikamar...

membuka semua koper lama dan lain-lain...

Aku tanya alasannya, dia tak menjawab.

- Ayah, sedang apa kau? - Aku sedang menari, sayang.

Aku bisa lihat, tapi kenapa kau memakai pakaian jadul.

Kenapa? Karena aku akan kencan dengan Jenny.

Tante Jenny akan keluar bersamamu?

Ya, setelah 6 bulan membujuknya akhirnya dia setuju.

Tapi kau belum pernah memakai setelan kenapa sekarang?

Kau tahu, Jenny suka pria bergaya...

itulah kenapa kupkir aku akan membuatnya terkesan dengan setelan ini.

Bagaimana menurutmu?

Kau tak terlihat bagus sama sekali lepaskan ini.

Apa yang kau katakan?

Ini setelan favorit ibumu, kan?

Ayah, itu sudah 20 tahun yang lalu.

Jadi. Apa setelan berganti selama 20 tahun. Bagaimana Samir?

Kupikir kau terlihat hebat Paman, nendang, luar biasa.

Dia tak tahu apa-apa kau tak terlihat bagus...

kau tak pergi seperti ini, mengerti.

Aku pergi sayang. Dah, Samir.

Tenang, Paman, Sanju berkata yang tidak-tidak. Kau mau kentangku?

Angkat tanganmu.

Seseorang harus mencintaimu apa adanya, bukan apa yang dia mau...

Jika seseorang ingin merubahmu maka itu bukan cinta tapi perjanjian...

Dan sayang, tak ada persyaratan dalam cinta, kan.

Aku dan kau terkunci dalam rumah.

Samir, kau sudah gila Samir jangan bertingkah.

Dan kuncinya hilang.

Aku kembali dari rapat besok pagi, pastikan kalau...

...semua baik saja di Gurukul. - Ya, Pak.

Pagi Pak Aryan, perubahan apa yang kau buat di Gurukul hari ini.

Hanya perubahan kecil, Pak. Aku ingin kau memulai hari...

...dengan manisan. Hari ini adalah ulangtahunku.

- Selamat, Pak Aryan. - Terima kasih banyak, Pak.

Maaf aku tak boleh makan yang manis-manis...

Sebenarnya pak, ada yang ingin kuminta darimu.

Aku tahu kau akan meminta sesuatu dariku katakan apa yang kau minta dariku.

Pak, aku berpikir untuk mengadakan pesta kecil untuk para murid...

dengan waktu singkat mereka sudah sangat menghormatiku.

Akan sangat senang bila ku bisa melakukan sesuatu pada mereka Pak. Hanya jika kau mengijinkan.

- Baik, Pak Aryan. Kau boleh mengadakan pesta. - Terima kasih.

Tapi pastikan kau tidak melakukan sesuatu...

...yang akan merusak nama baik Gurukul.

Satu permintaan kecil lagi Pak.

Apa lagi, Pak Aryan!

Pak, hampir semua muridnya belajar musik...

...jadi kurasa akan sangat bagus untuk mengadakan pesta dansa.

Aku bertanya apa kubisa mengundang tetangga kita,

siswi Ibu Monica untuk bergabung... hanya jika kau mengijinkan Pak.

Sampai sekarang gadis tak pernah masuk Gurukul Pak Aryan...

dan aku ingin mempertahankan tradisi itu.

Benar Pak, tapi kami tak bisa mengadakan pesta dansa tanpa gadis Pak...

dan sebenarnya Pak aku sudah berjanji pada para Siswa.

Sebelum membuat janji kau seharusnya meminta ijinku dulu Pak Aryan!

Kau tahu aku tak suka perubahan. Jalan Ram Singh.

Ada seorang gadis lugu.

Dia mencintai seorang laki-laki.

Dia selalu memandang kebawah.

Dan selalu merasa malu...

Ketika melewati Garis/Batas.

Secara diam-diam dia menulis surat.

Jelasnya dia ingin mengatakan sesuatu, tapi aku tidak tahu dia takut pada siapa?

Dimanapun ketika dia berjumpa denganku, dia tanya padaku...

Bagaimana cinta ini terjadi?

Ya bagaimana cinta ini terjadi?

Dan aku hanya mengatakan, memang benar cinta ini terjadi...

Aankhen Khuli ho ho ya Band Deedar unka hota hai Walau mata terbuka atau tertutup hanya dia yang ku lihat

Kaise kahoon main o Yaara yeh pyaar kaise hota hai Bagaimana ku katakan, oh teman, bagaimana rasanya orang jatuh cinta

Hei, Aankhen Khuli ho ho ya Band Deedar unka hota hai Walau mata terbuka atau tertutup hanya dia yang ku lihat

Aankhen Khuli ho ho ya Band Deedar unka hota hai Walau mata terbuka atau tertutup hanya dia yang ku lihat

Kaise kahoon main o Yaara yeh pyaar kaise hota hai Bagaimana ku katakan, oh teman, bagaimana rasanya orang jatuh cinta

Aankhen Khuli ho ho ya Band Deedar unka hota hai Walau mata terbuka atau tertutup hanya dia yang ku lihat

Kaise kahoon main o Yaara yeh pyaar kaise hota hai Bagaimana ku katakan, oh teman, bagaimana rasanya orang jatuh cinta

Aaj hi yaaron kisi pe marke dekhenge hum Teman-teman hari ini akan ku coba jatuh cinta pada sseorang

Pyaar hota hai yeh kaise karke dekhenge hum Bagaimana orang jatuh cinta akan kita coba

Kisi ki Yaadon mein khoye hue khwaabon ko Humne sajaaliya Ada yang kukenang tapi kuhiasi dengan impian

Kisi ki baahon mein Soye hue apna Usse banaaliya Kupeluk seseorang yang kujadikan miliku

Ae yaar pyaar mein koi Wahai teman, dalam hal cinta

Ae yaar pyaar mein koi Naa jaagta naa sota hai Wahai teman, dalam hal cinta tak ada yang tertidur atau terjaga

Kaise kahoon main o Yaara yeh pyaar kaise hota hai Bagaimana ku katakan, oh teman, bagaimana rasanya orang jatuh cinta

Kya hai yeh hai koi Jadoo bas jo tantangan jaata hai Ini bagai sihir yang membuat tak berdaya

Todke pehre hazaaron dil nikal jaata hai Hati menghilang walau ada banyak penghalang

Door Kahin aasmaanon par hote hai yeh Saare faisle Keputusan begini terjadi jauh diatas langit

Kaun Jaane koi humsafar kab kaise Kahan kilometer Siapa tahu entah bagaimana bertemu seseorang

Jo dil pe naam ho likha Nama tertulis di hatimu

Jo dil pe naam ho likha Ikraar isi se hota hai Nama yang tertulis di hati dengan dialah kita berikrar

Kaise kahoon main o Yaara yeh pyaar kaise hota hai Bagaimana ku katakan, oh teman, bagaimana rasanya orang jatuh cinta

Aankhen Khuli ho ho ya Band Deedar unka hota hai Walau mata terbuka atau tertutup hanya dia yang ku lihat

Aankhen Khuli ho ho ya Band Deedar unka hota hai Walau mata terbuka atau tertutup hanya dia yang ku lihat

Kaise kahoon main o Yaara yeh pyaar kaise hota hai Bagaimana ku katakan, oh teman, bagaimana rasanya orang jatuh cinta

Berakhir.

Tidak.

Kumohon.

- Ayo, Ibu Monica! Ayo! - Hentikan!

Monica... Oh sayangku.

Kau harus pergi, Pak Aryan!

Maaf ini harus terjadi, karena aku mulai menyukaimu.

Kukira terlepas dari ide berbeda...

dan cara tidak tradisionalmu kau bisa...

menjadi bagian penting di Gurukul tapi aku salah.

Naluri pertamaku benar...

kau orang yang semaunya sendiri dan tak disiplin...

kami tak butuh orang sepertimu disini.

Aku ingin surat pengunduran dirimu ada dimejaku pagi hari.

Kenapa tersenyum Pak Aryan?

Maaf Pak! Hingga sekarang, Aku sangat menghormatimu

kukira kau pria yang sangat cerdas dan tajam...

orang yang takkan pernah kehilangan segalanya...

tapi kutakut aku akan kecewa.

Apa maksudmu, Pak Aryan?

Kau ingat, saat pertama kukesini melamar pekerjaan,

Kukatakan padamu namaku Raj Aryan...

Sekarang kuingin mengatakan padamu nama lengkapku...

Pak Narayan Shankar nama lengkapku Raj Aryan Malhotra.

Ya, aku Raj Malhotra sama...

yang berani jatuh cinta pada putrimu...

Raj Malhotra sama yang sangat dicintai putrimu...

Raj Malhotra sama yang sangat kau benci sehingga kau usir dia keluar Gurukul...

bahkan tanpa melihat wajahnya tanpa memberinya kesempatan bertemu denganmu...

tanpa mendengarkan apa katanya.

Raj Malhotra sama yang tak bisa lagi diterima

...oleh Universitas manapun...

yang tak bisa lagi mendapat pekerjaan dimanapun tapi tetap bisa bekerja dengan caranya sendiri...

dan sekarang universitas paling bergensi...

...dinegeri telah mempekerjakannya.

Ya, Pak. Orang sama yang berjanji akan menghancurkanku...

telah menyambutku dengan tangan terbuka.

Dan mengenai pengunduran diriku. Maaf, aku tak bisa.

Karena aku masih punya kontrak digenggaman yang jelas menyatakan bahwa...

Aku tak bisa pergi atau diberhentikan...

hingga akhir semester. Ditanda tangani Narayan Shankar.

Dan, Pak Narayan Shankar. Diwaktu semester ini berakhir...

Aku berjanji padamu Gurukul tidak akan sama.

Aku hanya mencintai satu gadis dalam hidupku dan akan tetap mencintai dia selamanya.

Dia menyerahkan hidupnya padamu, percaya bahwa itu akan membuatmu lebih baik...

mengharapkan kau akan membawa cinta ditempat ini dan merubah segalanya.

Kau sudah menolakku bersama kekasihku satu-satunya...

itu kenyataan yang harus kujalani dalam hidupku.

Tapi ada satu lagi kenyataan yang tak bisa kuterima...

yaitu kenyataan bahwa gadis yang kucintai meninggal dengan sia-sia...

nyatanya tak ada yang berubah disini yang membuatku tak bisa menerimanya.

Aku berjanji padamu Pak Narayan Shankar, saat aku pergi darisini...

Aku akan mengisi tempat ini dengan banyak cinta yang...

membuatmu membutuhkan 10 kehidupan untuk menghapusnya.

Aku akan mengisi tempat ini dengan cahaya matahari...

yang membuat orang yang sudah menatap matahari selama 50 tahun, akhirnya harus mengedipkan mata.

Apa yang terjadi pada kita tak boleh terjadi pada orang lain.

Ini janjiku.

Mar Bi Jaye Pyaar Wale Walau yang mencintai mati.

Mit Bi Jaayen Yaar Wale Walau kekasih mereka mati.

Zinda Rehti Hain Unki Mohabbatein Cinta mereka tetap akan hidup

Zinda Rehti Hain Unki Mohabbatein Cinta mereka tetap akan hidup

Selamat pagi, Ayah.

Koran hari ini dan tehmu sudah berada disebelah kursimu.

Aku membuat tehnya 10 menit lalu jadi mungkin sudah dingin,

Seperti yang kau suka.

Aku berangkat kekampus lebih awal sekarang...

tapi aku sudah bilang pada Bahadur untuk menyiapkan sarapanmu...

dan aku juga sudah memberikan bajumu padanya untuk disetrika, dan omong-omong...

hari ini ulang tahunku kau bisa mendoakanku jika mau.

Aku lupa lagi. Kemari.

- Aku minta maaf! - Tidak apa-apa.

Aku pasti ayah terburuk didunia.

Tidak sama sekali, kau ayah terbaik didunia.

Selamat ulang tahun anakku.

Aku berdoa agar kau mendapatkan apa yang kau mau,

dan semua mimpimu terwujud.

Cantik, tapi tak secantik ibu.

Biar kulihat.

Oh kau, ayah kapan kau pulang aku baru...

Tunggu, ayo lihat.

Kupikir putriku lebih cantik dari ibunya. Bagaimana menurutmu?

Kau tahu sejak kau kecil kau bahkan sudah memakai...

mangalsutra dan duppatta ibumu dan berdandan seperti pengantin.

Kupikir sekarang waktunya telah tiba untuk menikahkanmu.

- Hentikan, Ayah! - Kenapa?

Halo, Hai. Aku sibuk sekarang Kutelpon kau nanti, baik... dah!

Siapa?

Priya. Dia terus menelpon, membuatku bosan.

Sekarang pergilah ganti baju dan akan kubuatkan kau kopi panas.

Ayah. Aku kesini untuk meminta maaf padamu.

Maaf? Untuk apa?

Ayah, kau selalu memberitahuku untuk tak pernah berbohong tapi aku berbohong padamu.

Waktu itu saat kau dikamarku dan telepon berdering...

Aku bilang padamu kalau itu Priya tapi itu bukan Priya ayah.

Itu orang lain.

Siapa?

Seorang laki-laki.

Laki-laki yang sudah kukenal cukup lama, seseorang yang telah...

menjadi lebih dari sekedar teman seseorang yang sangat mencintaiku...

seseorang yang sangat kucintai.

Kutahu aku harus memberitahumu lebih awal...

tapi kutakut kau akan marah.

Kau selalu bilang padaku kalau cinta menyebabkan rasa sakit.

tapi aku tak tahu apa yang ada pada dirinya...

yang membuatku tak bisa menahannya.

Saat kau bertemu dengannya kau akan menyadari betapa berbeda dirinya,

Betapa baiknya dia, betapa jujurnya dia.

Kau mengharapkan agar semua mimpiku terwujud...

dia satu-satunya impianku dan...

setelah itu aku tak menginginkan apa-apa lagi.. - Siapa namanya?

- Raj... Raj Malhotra. - Apa pekerjaannya?

Dia mahasiswa di Gurukul.

Kau jangan marah ayah! Ayah, tolong jangan marah.

Aku... Aku mencintainya, Ayah. Ayah, aku mencintainya!

Aku mencintainya, Ayah! Aku mencintainya!

Aku kesini untuk mengatakan...

Raj Malhotra telah dikeluarkan dari Gurukul.

Aku tak bertemu dengannya, aku tak tahu wajahnya.

dan kuharap takkan pernah melihatnya.

Aku sudah mengusirnya jauh darisini,

dan kuingin kau melupakannya.

Aku tahu kau pasti berpikir keputusanku sangat kejam, dan salah...

tapi aku tahu ini adalah hal terbaik untuk masa depanmu.

Selamat pagi, Ayah.

Tehmu sudah disana tapi tukang korannya belum datang...

Ini hari minggu, mungkin dia terlambat. Ngomong-ngomong...

Bahadur sedang kurang sehat.

Jadi katakan padaku kau mau sarapan apa, ku akan membutkannya sendiri.

Kau baik-baik saja?

Aku sangat baik, Ayah. Sangat baik.

Cukup, sudah malam...

dan kau harus bangun pagi-pagi, buka mulutmu.

Kau tahu kau adalah putri terbaik didunia.

Kau bahagia?

- Kau bahagia, Ayah? - Sangat.

Kalau begitu aku juga. Selamat malam, ayah.

Maaf ayah, aku sudah mencoba melupakannya...

Aku berusaha keras untuk tak memikirkannya...

untuk berhenti mencintainya tapi aku tak bisa.

Aku sangat sayang padamu ayah, dan

Aku tak bisa menyakitimu, tapi aku juga sayang padanya...

dan aku tak bisa hidup tanpanya.

Kuharap suatu hari kau akan menyadari bahwa cinta itu sangat indah...

bahkan jika cinta datang dari sedikit rasa sakit.

Maafkan aku, Ayah. Maafkan aku.

Megha!

Bahkan saat Megha menceritakanku tentangmu, aku membencimu.

Aku sangat membencimu sampai aku tak ingin melihat wajahmu.

Aku takkan pernah ingin mendengar suaramu.

dan sekarang kau berdiri dihadapanku.

Jika kumau aku bisa menyeretmu keluar gerbang...

melemparmu keluar tempat ini...

tak ada selembar kertas apapun yang bisa menghentikannya, tapi takkan ku lakukan...

karena kuingin kau tetap disini.

Kau telah memberi seorang berumur 55 tahun alasan untuk bertarung lagi.

dia harus membuktikannya lagi, kalau dalam 25 tahun apapun...

yang dia perjuangkan dan percayai, masih berlaku.

Kau benar tentangku Pak Aryan sepertimu bahkan aku suka tantangan.

Jadi, kau lakukan apa yang harus kau lakukan dan aku akan melakukan...

apa yang sudah kulakukan selama 25 tahun terakhir.

Dasar yang sudah dibangun sangatlah kuat sehingga tak ada Raj Aryan,

dengan biola ditangannya dan senyum diwajahnya...

yang berani masuk kesini untuk merubah keadaan.

Takkan pernah, Pak Raj Aryan, takkan pernah.

Megha, kau benar. Tak mudah untuk menang dari ayahmu.

Dia orang yang tangguh, tapi kita tak kalah.

Vicky, Vicky, kembalikan. Samir kuperingatkan kau.

Diantara kalian ada yang bisa bermain piano?

tak apa-apa, tak apa-apa. Aku butuh orang untuk mengajar...

cucu Mayor Khanna, tapi lupakan mungkin yang lain ada yang bisa.

Vicky kita sudah dengar nama ini sebelumnya, Mayor Khanna

- Jadi, kau bisa mengajar piano? - Ya Pak!

Datang 10 menit lagi banyak yang harus kita kerjakan...

dan datanglah dengan pakaian lengkap.

Ayush, aku ingin kau belajar bermain piano sebelum ayahmu kembali.

Jangan khawatir pak, dalam sebulan dia bahkan akan bermain lebih baik dariku.

Baik Karan, aku pergi kau lanjutkan! Oke Ayush.

Karan, sebentar, ini saudari ipar kita Kiran dan..

ini Karan Chaudhry. Guru piano Ayush.

Karan, jika tak keberatan, bisa kau ajari dia juga, bersama Ayush.

Ipar!

Tunggu, Kiran suka musik bahkan dia telah belajar tarian klasik.

Ipar!

Baik, baik, dia tak mau melakukannya lagi.

Untung tak mau lagi, jika tidak dia selalu menggangguku setiap pagi.

Baik, baik, berhenti, berhenti! Ayush ambilkan aku segelas air.

Kakak, ambilkan air.

Ayush, itu salah, kakakmu lebih tua darimu, kau yang ambilkan air.

Baik! Dirumah ini Aku yang mengerjakan semuanya.

Ramu kaka air!

Kau belum bilang kau pernah menari?

Apa gunanya. Sekarang kan tidak lagi.

Kenapa?

- Kau banyak bertanya. - Karena kau belum pernah menjawab.

Kau kesini untuk mengajar Ayush piano atau mengobrol denganku?

Menurutmu?

Ishika muridku, kenalkan pasangan menari barumu Vikram, bukan Viren! Kan.

Vikram, aku ingin kau tahu bahwa kompetisi menari ini...

...sangat berharga untuk kampus kita dan...

itulah kenapa atas permintaanku, Pak Raj Aryan telah mengirimmu untuk membantu kita.

Ishika, kuingin kau berteman dan dalam sebulan, tunjukkan padaku sesuatu...

yang spektakuler dan istimewa.

Hapus senyuman bodoh diwajahmu itu membuat kau bahkan terlihat lebih bodoh.

Aku sudah memenangkan kompetisi ini selama tiga tahun...

dan aku tak ingin akhirnya kalah tahun ini hanya karena orang bodoh sepertimu

jadi jika kau tak ingin mempermalukan dirimu sendiri pergilah secepatnya.

Tidak, jangan lakukan itu.

Aku sudah menunggu ini selama hidupku,

yang kuinginkan hanya untuk bisa menari denganmu.

Setelah itu bahkan jika kuharus mati aku tak menyesal. Tolong menarilah denganku.

Selera humormu sama seperti orangnya, gila dan menjijikan!

Namaku lshika!

Temanku merasa aku kasar padamu waktu itu saat kau datang untuk meminta maaf.

Bagaimana menurutmu?

Kupikir mereka benar. Aku minta maaf.

Sekarang, bisa lepaskan aku?

- Aku rasa tidak. - Apa kau merasa akan ditampar?

- Jika si gadis tersenyum maka dia sudah milikmu. - Apa?

Tak ada.

- Baik, lepaskan aku. - Melepaskanmu?

- Pak Aryan, anda tak gabung dengan kita? - Tidak... aku hanya....

Aku ingin mengingatkan anda selama anda bagian dari Gurukul...

sudah tugas anda untuk mengikuti tradisi dari tempat ini.

Lain kali aku tak ingin kau berada diluar kuil.

Maaf Pak tapi aku tak ke kuil dulu.

Aku punya skor lama yang harus diselesaikan padanya...

dia sudah mengambil seseorang yang sangat mempercayainya.

Menantang manusia tak cukup bagimu,

sehingga kau memutuskan untuk menantang tuhan.

Tidak Pak, tuhanku suara hatiku.

Aku tak percaya pada tuhan yang lain.

Ambil ini, untuk semua pertarunganmu.

Maaf Pak, tapi aku tak bisa.

Karena untuk mengambil ini aku harus menyentuh kakimu, seperti yang lain...

dan hatiku bilang dia tak mengijinkan ku melakukannya.

Aku tak memaksa seseorang untuk menyentuh kakiku Pak Aryan, mereka melakukannya dengan rasa hormat.

Mereka menyentuh kakimu dengan rasa takut dan kau menyalahartikan rasa takut mereka dengan rasa hormat.

- Tapi aku... - Tapi kau tak takut padaku, Pak Aryan. Aku tahu itu...

Waktu itu kau menaruh tika dikeningku...

...saat itu aku tak bawa apa-apa untuk membalasnya.

Sekarang, terimalah ini sebagai berkat...

dan itu akan menghapus beban dalam pikiranku...

dan membuat kita impas dan ya kau tak perlu menyentuh kakiku.

Jika ini bisa menghilangkan beban di kepalamu maka ku terima.

- Semoga berhasil, Pak Aryan. - Kau juga, Pak.

Samir! Apa yang kau lakukan disini?

Kerja, apalagi?

Dibayar 500 rupee dihari minggu dan kesempatan untuk melihat pesta Singhania...

...hanya orang bodoh yang menolak tawaran itu.

Aku tak percaya, bagaimapun bagus...

...aku menemukanmu. Sekarang tetap bersamaku.

Sanjana, lepas tanganku tak enak dilihat.

Aku cuma bekerja disini, selain itu ini pesta pacarmu jadi kuyakin kau kenal semua orang disini.

Tidak, Mereka semua teman Deepak. Aku tak terlalu kenal mereka.

Maaf Sanjana, tapi aku tak ingin dipecat karenamu, baik.

Ayo biar kukenalkan kau dengan semua. Dimana saja kau, ayo, ayo.

- Ayolah. - Deepak, apa-apaan ini.

Ayolah, Sanjana. Berhentilah menangis. Aku hanya bercanda.

Aku minta maaf. Ayo berikan tanganmu, ayo.

Dengar Sanjana aku minta maaf, ok. Aku seharusnya tak melakukan itu. Mohon.

Cukup Deepak, cukup.

Semua lelaki sama saja.

Kau mengatakan sesuatu?

Kalian para lelaki sangat bodoh.

Sangat mudah bagi gadis manapun untuk menarik perhatianmu.

Apa yang mereka lakukan hanya berpakaian menggoda seperti teman tercinta kita...

Sonia dan dia akan membuatmu melingkar dijari manisnya.

Hanya itu kalian para lelaki pikirkan, kan.

Kau tak pernah pikirkan orang seperti apa gadis itu bagaimana hatinya...

...bagaimana dia bicara, benar?

Kau benar, kita tak pernah berpikir seperti itu, tak pernah!

Kau tahu apa permasalahmu kau iri dengan Sonia.

Aku iri dengan Sonia?

Ya. Karena sebenarnya kau ingin menjadi seperti Sonia,

tapi kau tahu itu tak mungkin hadapilah...

....kau tak bisa menjadi seperti dirinya itu membuat kau semakin membencinya.

Kupikir kau punya masalah yang rumit dan kau harus menghadapinya.

Dengar Tn. Vikram Oberoi, aku tak iri dan membenci siapapun.

Aku sangat senang dengan diriku sendiri, dan mengenai Sonia-mu

aku bisa menjadi dirinya kapanpun, jika kumau.

Tapi ia takkan bisa jadi sepertiku, mengerti.

Percayalah Ishika Kau tak pernah bisa seperti Sonia.

Vicky, aku tak mengerti tarian ini mohon tolong aku.

- Kumohon. - Tentu saja.

Kenapa kau belum siap juga kita harus pergi ke rumah Tn. Sharma.

Aku tak ingin pergi.

Selalu alasan yang sama, kadang sangat baik untuk pergi keluar...

...bertemu orang, berteman.

Kau tak bisa menutup dirimu dari dunia, selamanya. kan?

Baik, bersiaplah...

kita akan telat pastikan Ayush tidur tepat waktu...

tak ada MTV atau ZTV untuknya.

Baiklah, kakak ipar.

Hadiah kecil, untuk seorang gadis, yang tak lengkap jika tanpa ini.

Kenapa? Kau tak suka hadiahnya.

Kau, kenapa kau disini? Kau sudah gila?

Jika seseorang melihatmu, kau tahu apa yang terjadi.

Tenang, tak ada yang melihatku.

Aku tak tahu apa-apa, pergilah darisini.

Baik, aku pergi dengan satu syarat.

Apa?

Kuingin melihatmu menari mengenakan ghungroos ini, sekali saja.

Aku tak bisa.

Hei, kau tak bisa bilang tidak, ini peraturan pertama dalam pertemanan...

kau tak pernah bilang tidak untuk apapun yang diminta seorang teman.

Karan hentikan. Aku jadi sangat takut.

Nandini, Nandini. Cepatlah, kita akan terlambat.

Ya Ayah, aku akan turun.

Karan, tolong pergilah darisini.

Janji dulu padaku.

Aku tak tahu cara menari. Aku pernah tahu, tapi sekarang sudah lupa.

Dengar, kuingin membuat temanku bahagia jadi kuberikan dia hadiah.

Sekarang jika kau ingin membuat temanmu bahagia maka datanglah...

ke teras mengenakan ghungroos ini sangat mudah.

Kenapa kau lakukan semua ini, Karan?

Karena ada temanku ini yang takut akan bahagia...

...kuingin menunjukkan padanya sangat mudah untuk bahagia.

Kenapa ini bisa terjadi Samir bagaimana bisa aku membuat kesalahan besar.

Kau benar-benar ingin tahu?

Ini kesalahanmu ini bukan Sanjana, ini orang lain.

Inilah Sanjuku terlihat gila, urakan, manis.

Kau melupakan dirimu sendiri, saat kau bersama Deepak...

kau menjadi apa yang dia inginkan, ini kesalahanmu.

Dia harus mencintaimu apa adanya bukan apa yang dia mau...

Jika seseorang ingin merubahmu, maka itu bukan cinta, tapi perjanian.

Dan sayang, tak ada persyaratan dalam cinta. Kau lupa aturanmu sendiri.

Ayo.

Samir, bisa kau letakkan tanganmu dibahuku.

Kau menang. Kisah cinta mereka telah dimulai, kau menang.

Kita menang!

Humko humise chura lo Curilah aku dari diriku sendiri

Dil mein kahin tum chhupa lo Sembunyikan aku di suatu tempat dalam hatimu.

Humko humise chura lo Curilah aku dari diriku sendiri

Dil mein kahin tum chhupa lo Sembunyikan aku di suatu tempat dalam hatimu

Hum akele kho naa jaaye Jangan sampai aku tersesat sendirian

Door tumse ho naa jaaye Jangan sampai aku berada jauh darimu

Paas aao gale se lagaa lo Datanglah mendekat dan peluklah aku

Humko humise chura lo Curilah aku dari diriku sendiri

Dil mein kahin tum chhupa lo Sembunyikan aku di suatu tempat dalam hatimu.

Hum akele kho naa jaaye Jangan sampai aku tersesat sendirian

Door tumse ho naa jaaye Jangan sampai aku berada jauh darimu

Paas aao gale se lagaa lo Datanglah mendekat dan peluklah aku

Humko humise chura lo Curilah aku dari diriku sendiri

Dil mein kahin tum chhupa lo Sembunyikan aku di suatu tempat dalam hatimu.

Yeh dil dhadka do Biarkan jantung ini berdebar

Zulfen bikhraa do Biarkan rambutmu terurai

Sharmaake apna Kibarkan selendangmu

Aanchal lehraa do Sambil tersipu malu

Hum zulfen to bikhraa de, din mein raat na ho jaaye Bila kubiarkan rambutku terurai, jangan sampai siang menjadi malam

Hum aanchal to lehraa de, par barsaat na ho jaaye Bila kukibarkan selendangku, jangan sampai hujan turun

Hone do barsaatein Biarkan hujan turun

Karni hain kuch baatein Ada hal yang ingin kubicarakan padamu

Paas aao gale se lagaa lo Datanglah mendekat dan peluklah aku

Humko humise chura lo Curilah aku dari diriku sendiri

Dil mein kahin tum chhupa lo Sembunyikan aku di suatu tempat dalam hatimu.

Hum akele kho naa jaaye Jangan sampai aku tersesat sendirian

Door tumse ho naa jaaye Jangan sampai aku berada jauh darimu

Paas aao gale se lagaa lo Datanglah mendekat dan peluklah aku

Humko humise chura lo Curilah aku dari diriku sendiri

Dil mein kahin tum chhupa lo Sembunyikan aku di suatu tempat dalam hatimu.

Tumpe marte hain Aku rela berkorban untukmu

Hum mar jaayenge Aku sanggup mati untukmu

Yeh sab kehte hain Semua orang mengatakan ini

Hum kar jaayenge Tapi hanya aku yang akan

Chupki bhar sindoor se tum... Kini hiasilah belahan rambutku...

Ab yeh maang zara bhar do Dengan sejumput sindoor

Kal kya ho kisne dekha Siapa yang tahu apa yang terjadi esok?

Sab kuch aaj abhi kar do Lakukan segalanya saat ini juga

Hona ho sab raazi Meski semua orang setuju atau tidak

Dil raazi Hatiku setuju

Rab raazi Tuhan setuju

Paas aao gale se lagaa lo Datanglah mendekat dan peluklah aku

Humko humise chura lo Curilah aku dari diriku sendiri

Dil mein kahin tum chhupa lo Sembunyikan aku di suatu tempat dalam hatimu.

Humko humise chura lo Curilah aku dari diriku sendiri

Dil mein kahin tum chhupa lo Sembunyikan aku di suatu tempat dalam hatimu.

Hum akele kho naa jaaye Jangan sampai aku tersesat sendirian

Door tumse ho naa jaaye Jangan sampai aku berada jauh darimu

Paas aao gale se lagaa lo Datanglah mendekat dan peluklah aku

Paas aao gale se lagaa lo Datanglah mendekat dan peluklah aku

Siapa namamu?

Pak, Vi.. Vi... Vic... Vikram, Pak.

Kau tahu akan aturan di Gurukul?

Ya Pak!

Jadi kau tahu kau telah melanggar salah satu aturan...

...dan kau bisa dikeluarkan karenanya.

Ya Pak!

Jadi katakan padaku Vikram apa alasan akan kecerobohanmu?

Pak, aku tadi, tadi...

Vicky... Kau sampai kestasiun tepat waktu?

Stasiun Pak?

Parsel yang kuberikan padamu sudah diterima kepala stasiun?

Parsel, ya Pak, kepala stasiun sudah menerima parselmu.

Bagus, malam sekali, kau pergilah tidur dan Vicky terimakasih banyak.

Ini sudah malam Pak, kau juga harus tidur,

jika tidak untuk pertama kali...

matahari akan bangun sebelummu. Selamat malam.

Aku memanggil kalian semua kesini karena

aku telah menemukan beberapa murid...

mencoba untuk melanggar kedisiplinan di Gurukul beberapa murid telah...

...sering keluar kampus dan tak kembali tepat waktu.

Aku ingin mengingatkan mereka bahwa melanggar aturan di Gurukul...

...tidak bisa diampuni.

Kurasa kediamanku telah disalahartikan menjadi kelemahanku.

Jadi mulai sekarang, gerbang Gurukul akan ditutup selamanya.

Mulai sekarang tak ada yang boleh keluar gerbang kampus, dengan alasan apapun.

Jika ada yang ketahuan keluar gerbang maka akan langsung dikeluarkan, kuulangi...

...yang ketahuan keluar gerbang akan langsung dikeluarkan. Sekarang kalian boleh pergi.

Pak Aryan, aku tahu semua yang terjadi di Gurukul...

...tak ada yang luput dari mataku.

Ketiga siswa itu harus berhenti keluar gerbang.

Tak ada lagi kerja paruh waktu, mengajar piano, dan menari.

Aku ingin kau yang menyampaikan ini pada mereka.

Baik, Pak.

Senang melihatmu tersenyum Pak Shankar.

Ini pasti pagi yang sangat istimewa.

Pasti Pak Aryan.

Kau lihat hembusan angin ini...

angin ini telah berhembus kearah selatan selama setahun.

Kadang mereka harus mengganti arah hembusan mereka kebarat, tapi sekarang...

...mereka kembali normal.

Hari ini, semuanya kembali normal, Pak Aryan.

Ini pagi yang istimewa.

Selamat Pak Shankar, bahkan angin pun takut padamu.

Bahkan mereka juga tahu kau tak suka perubahan.

Ini telah membuktikan kekuatan dari ketakutanmu.

Kau yang membuatku sadar akan kekuatan ketakutanku Pak Aryan.

Kau yang mengatakan kalau semuanya takut padaku.

kalau mereka mencintaimu, dan takut padaku, kan.

Tapi kuingin kau mengetahui suatu hal Pak Aryan...

...bahwa dalam pertarungan cinta dan takut, takut akan selalu menang.

Tidak, Pak Shankar, sampai sekarang kau hanya melihat kekuatan dari ketakutan.

Kau belum melihat kekuatan dari cinta.

Kekuatan cinta dapat menghancurkan ketakutan.

Aku ingin melihat kekuatan seperti itu, Pak Aryan.

Kubenar-benar ingin melihat itu terjadi.

Sekarang kau pasti akan melihat kekuatan cinta Pak Shankar, itu pasti.

Ini 14 Februari, Hari Valentine, hari kasih sayang.

Hari ini kumulai dengan menceritakan kalian sebuah kisah cinta.

Kisah seorang lelaki, seorang gadis dan sehelai daun.

seorang lelaki dari Gurukul seperti kalian, tapi ada satu perbedaan dia jatuh cinta,

dan dia telah memutuskan kalau pada hari ini,

dia akan menyatakan cintanya pada sang gadis, tak mengkhawatiran akibatnya.

Dia sedang berdiri dihalte bus bersama temannya...

menunggu untuk pergi piknik.

Si lelaki menyelinap keluar dari Gurukul dan berlari untuk menemuinya.

Dia melihatnya sedang menaiki bus.

Dia dengan cepat mengeluarkan pulpen dari sakunya...

...dan mencoba menemukan sesuatu untuk ditulis.

Lalu dia memungut sehelai daun dari bawah dan menulisnya disitu.

"Megha, aku mencintaimu." Dia memberikan itu pada seorang anak dijalan...

...dan suruh mengantarkan padanya.

Anak itu berlari dengan daunnya menuju si gadis...

...yang baru saja akan memasuki bus.

Lalu ada iring-iringan truk tentara yang menghalangi pandangannya...

...dia tak bisa melihat si gadis.

Saat truk terakhir melewatinya...

...dia melihat semua gadis sudah memasuki bus.

Saat dia menoleh, dia melihat anak yang sama berdiri dihadapannya...

...memegang sehelai daun.

Ada sesuatu yang tertulis dibalik daun itu...

"Aku sudah menunggu terlalu lama. Megha."

Tapi, pada saat itu busnya sudah pergi.

Dia berlari mengejar bus dan berhenti ditengah jalan.

Dia berbalik, dan melihat si gadis berdiri dihadapannya.

Itu kisah cinta sejati yang terjadi dihari Valentine.

Pak, apa yang terjadi selanjutnya?

Lalu, mereka menikah dan hidup bahagia selamanya setelahnya, Pak?

Salah! Yang terjadi selanjutnya, kalian semua tahu.

Karena ini kisah dari satu-satunya...

murid yang diusir keluar Gurukul.

Orang yang beberapa dari kalian memanggilnya si kekasih yang nekad.

Apa dia nekad atau dia sudah gila, atau dia hanya seorang lelaki seperti kalian...

aku tak tahu.

Tapi kutahu satu hal bahwa dia telah mendengar kata hatinya sepanjang hidup.

Aku tahu dia telah memberikan segalanya untuk gadis yang dicintai...

dan kutahu bahwa dia tetap mencintainya...

dan setiap hari cintanya semakin mendalam, mendalam, mendalam.

Bagaimana kau tahu banyak tentang dia?

Bagaimana kutahu banyak tentangnya. Bagaimana kutahu banyak!

Namaku bukan Vikram Oberoi, tapi Vikram kapoor.

Ayahku bukan manajer yang kaya tapi seorang akuntan bank.

Dan persahabatan yang kumulai dengan kebohongan...

Akan kuakhiri dengan kejujuran...

dan sejujurnya aku sangat jatuh cinta padamu.

Aku tahu tak mudah mencintai gadis yang keras kepala,

dan manja sepertimu, tapi kutahu kalau...

dibalik gadis keras kepala ini, adalah gadis yang manis...

yang membaca kisah cinta dimalam hari dan memimpikan cinta, bahkan disiang hari.

Dibalik gadis manja ini, terdapat gadis dengan hati nurani...

yang dengan baik mengakui kesalahannya dan bilang "maaf".

Dibalik Ishika Dhanrajgir ini adalah Ishq yang manis,

bodohku yang kucintai dan kutak bisa hidup tanpanya.

Kau banyak bicara.

Jika kau menenangkanku seperti ini, Aku takkan pernah diam.

Kuingin kau pergi, Karan. Selamanya.

Tapi kenapa, apa yang kulakukan?

Kau tak melakukan apa-apa Karan, bahkan, kau hanya memberikanku kebahagiaan.

Kau membawa kembali musik dan memberikanku persahabatan...

yang selalu kusyukuri.

Tapi kau juga telah membawa kembali mimpi, keinginan, dan harapan itu...

yang sudah kututup, dan kusimpan disudut hatiku.

mimpi yang dimiliki Kiran saat berusia 17 tahun...

mimpi yang tak ada di hidup Kiran yang sekarang.

Aku tak bisa menjadi temanmu lagi tolong maafkan aku dan lupakan aku.

Ada sebuah aturan dalam persahabatan Kiran jika sekali kau menarik tanganmu...

maka tak pernah bisa digapai kembali.

Kumohon Karan, pergilah.

Hari ini kukesini untuk mengatakan sesuatu padamu Kiran...

dan aku takkan kembali sebelum mengatakan ini.

Apa yang ingin kau katakan padanya bahkan kuingin mendengarnya.

Pak, ku kesini untuk mengatakan padanya kalau aku mencintainya...

...aku sangat mencintainya dan aku tahu bahkan dia...

Kurasa kau sudah mendapatkan jawabanmu sekarang pergi dan jangan pernah kembali.

Tunggu, Karan!

- Kau mencintai lelaki ini? - Nandini!

Katakan sejujurnya, apa kau mencintainya.

Nandini, kau sadar apa yang kau katakan?

Untuk sekali dalam hidupmu Kiran, dengarkan kata hatimu dan...

katakan padaku kau mencintai Karan.

Nandini, kau sedang berbicara dengan gadis yang sudah menikah.

Tidak, Mayor Jendral Khanna

Aku berbicara dengan seorang gadis yang suaminya sudah meninggal.

Aku berbicara dengan seorang janda Mayor Jendral Khanna

Aku berbicara dengan seorang janda.

Lihat gadis ini baik-baik,

dan sekali saja jangan melihatnya sebagai menantu muda...

dalam keluargamu, melainkan, lihatlah dia sebagai gadis muda,

yang kau bawa kerumah ini...

dengan janji dan mimpi akan hidup bahagia.

Lihat dia sebagai gadis, yang sudah dua tahun...

dengan diam memainkan peran gadis menikah hanya untukmu.

Sehingga dengan melihatnya, kau bisa tetap percaya bahwa putramu masih hidup.

Lihat dia, dan tanya dirimu sendiri,

Apa salahnya jika seseorang jatuh cinta padanya...

Apa salahnya jika dia jatuh cinta pada seseorang, apa salahnya?

Putramu sudah meninggal, setidaknya biarkan gadis ini hidup.

Putraku belum meninggal. Putraku belum meninggal.

Bahkan sejak kita tertawa dan menangis soal hal kecil, aku sudah mencintaimu.

Bahkan sejak kita menari saat hujan aku sudah mencintaimu.

Saat kita menyelinap keteras dan menghitung bintang...

Aku sudah mencintaimu.

Sekarang, aku sendiri, sudah lupa sejak kapan, aku sudah mencintaimu.

Aku cuma bisa bilang, aku sudah mencintaimu dan hanya kamu.

Kau sangat mencintaiku?

Sejak kapan?

Selalu.

Dan hingga sekarang, kau tak pernah mengatakannya.

Idiot. Bodoh. Sekarang kenapa kau hanya berdiri dan menatap wajahku.

Ayo, bawa aku kedalam pelukanmu.

Kakeji, kau pernah memberikanku mawar dan sebagainya. sekarang apa aku tak mendapatkan daun?

Tidak Preetoji, mulai sekarang Kake tidak akan mengganggumu.

Melihat anak-anak ini, aku menyadari bagaimana pasangan yang sempurna itu.

Kau sangat cantik, dan pintar dan aku terlihat bodoh dan tak terpelajar.

Ini semua salah.

Kau tak perlu khawatir, mulai sekarang, kau tak perlu membawa sepatu...

ditanganmu lagi, mulai sekarang Kake takkan pernah mengganggumu.

Ini salam perpisahan.

Dan bagaimana jika setelah ini Preeto yang akan mengganggu Kake.

Apa?

Lalu apa. Makan gula dan mati. Apa yang kau pikirkan?

Kau sudah memberikanku barang-barang aneh, dan mengatakan yang tidak-tidak...

sekarang kau mengatakan, kau takkan pernah menggangguku lagi.

Kenapa kau tak menggangguku kau harus menggangguku.

Karena Preeto, sudah terbiasa dengan omong kosong Kake.

Selain itu, Preeto menyukai Kake.

Suka nona?

Ya, dan siapa bilang kau terlihat bodoh. Kau sangat manis.

Ya, dan bagaimana mereka mengatakannya dalam bahasa Inggris, I Love You.

- Apa? - I love You.

Aku bisa mendengar suara batu bata yang runtuh Pak Shankar, kau mendengarnya?

Angin telah merubah arahnya lagi...

Kekuatan cinta Pak Shankar...

kau sebaiknya mengunci jendela dan pintumu sebaik mungkin Pak karena cinta ada di udara...

dan tak ada yang bisa menghentikannya sekarang.

Pairon mein bandhan hai paayal ne machaaya shor Ada belenggu dikaki, gelang kakiku berbunyi

Sab darwaaje kar lo band dekho aaye, aaye chor Tutup semua pintu, lihatlah ada pencuri masuk

Pairon mein bandhan hai Ada belenggu dikaki

Tod de saare bandhan tu machane de paayal ka shor Putuskan semua belenggu, biarkan gelang kaki berbunyi

Dil ke sab darwaaje khol, dekho aaye, aaye chor Buka semua pintu, hati pencuri sudah datang

Pairon mein bandhan hai Ada belenggu dikaki

Kahu main kya, karu main kya, sharam aa jaati hai Apa yang harus ku katakan, apa yang harus ku lakukan? aku merasa malu

Na yuun tadapa ke meri jaan nikalati jaati hai Jangan membuatku penasaran aku bisa mati

Tu aashiq hai mera sachcha yakin toh aane de Buktikan kepada ku bahwa kau seorang kekasih sejati dan setia.

Tere dil mein agar shaq hai toh bas phir jaane de Jika ada keraguan dalam hatimu lupakan saja

Itani juldi laaj ka ghunghat na kholungi Tidak semudah itu kubuka slendangku

Sochungi phir soch ke kal parson bolungi Akan kupikirkan dan kuberitahu besok atau lusa

Tu aaj bhi haan na boli, oye kudiye teri doli le na jaaye koyi aur Jika tidak di jawab saat ini tandu pengantinmu dibawa orang lain

Pairon mein bandhan hai paayal ne machaaya shor Ada belenggu dikaki, gelang kakiku berbunyi

Sab darwaaje kar lo band dekho aaye, aaye chor Tutup semua pintu, lihatlah ada pencuri masuk

Tod de saare bandhan tu machane de paayal ka shor Putuskan semua belenggu, biarkan gelang kaki berbunyi

Dil ke sab darwaaje khol, dekho aaye, aaye chor Buka semua pintu, hati pencuri sudah datang

Pairon mein bandhan hai Ada belenggu dikaki

Jinhe milana hai kuchh bhi ho aji mil jaate hain Yang mau bertemu pasti akan bertemu

Dilon ke phul toh pathjhad mein bhi khil jaate hai Bunga hati bisa tumbuh di padang pasir

Jamaana doston dil ko deewaana kehata hai Orang berkata hati ini gila

Deewana dil jamaane ko deewana kehata hai Hati yang gila menyatakan dunia yang gila

Le mein saiyaan aa gayi saari duniya chod ke Aku datang meninggalkan seluruh dunia

Tera bandhan baandh liye, saare bandhan tod ke Aku menjadi milikmu dengan memutuskan segala ikatan

Ek duje se jud jaayen, aa hum dono udd jaayen jaise sang patang aur dor Mari kita bersatu dan terbang pagai benang dan layangan

Pairon mein bandhan hai paayal ne machaaya shor Ada belenggu dikaki, gelang kakiku berbunyi

Sab darwaaje kar lo band dekho aaye, aaye chor Tutup semua pintu, lihatlah ada pencuri masuk

Tod de saare bandhan tu machane de paayal ka shor Putuskan semua belenggu, biarkan gelang kaki berbunyi

Dil ke sab darwaaje khol, dekho aaye, aaye chor Buka semua pintu, hati pencuri sudah datang

Sab darwaaje kar lo band dekho aaye, aaye chor Tutup semua pintu, lihatlah ada pencuri masuk

Haan dekho aaye, aaye chor Lihatlah ada pencuri masuk

Dekho aaye, aaye chor Lihatlah ada pencuri masuk

Arre dekho aaye, aaye chor Lihatlah ada pencuri masuk

Duniya Mein Kitni Hain Nafratein Walau ada kebencian didunia

Phir Bi Dilo Mein Hai Chahtein Tapi dihati masih tetap ada cinta

Duniya Mein Kitni Hain Nafratein Walau ada kebencian didunia

Phir Bi Dilo Mein Hai Chahtein Tapi dihati masih tetap ada cinta

Mar Bi Jaye Pyaar Wale Walau yang mencintai mati.

Mit Bi Jaayen Yaar Wale Walau kekasih mereka mati.

Zinda Rehti Hain Unki Mohabbatein Cinta mereka tetap akan hidup

Mar Bi Jaye Pyaar Wale Walau yang mencintai mati.

Mit Bi Jaayen Yaar Wale Walau kekasih mereka mati.

Zinda Rehti Hain Unki Mohabbatein Cinta mereka tetap akan hidup

Aku tahu ini bukan pertama kali...

kalian bertiga merusak aturan di Gurukul.

Aku juga tahu kalian yang bertanggung jawab...

hingga yang lain berperilaku sama.

Kalian tak memberiku pilihan lain, tapi sebelum aku mengambil keputusan,

Aku ingin memberikan kalian satu pertanyaan,

dan aku ingin kalian pikirkan baik-baik sebelum menjawabnya...

...karena apapun jawabannya, akan memutuskan nasib kalian.

Apa kalian melakukan ini atas kehendak sendiri

atau ada orang lain yang lebih bertanggung jawab...

seseorang yang mendorong dan memaksa kalian melakukan ini,

pikirkan baik-baik dan jawablah.

Kami bertiga yang bertanggung jawab atas tindakan kami semua...

tak ada yang lain yang bertanggung jawab atas tindakan kami.

Kami melakukan apa yang hati kami katakan.

Dan kami tak menyesali apapun karena...

kami pikir kami tak melakukan apapun yang salah.

Ini hari terakhir kalian di Gurukul mulailah berkemas barang-barang kalian.

Kalian akan dikeluarkan dipagi hari dihadapan semua orang.

Kau menang, aku kalah!

Tapi jangan hukum mereka atas kesalahanku...

jangan lakukan ini pada mereka, tolong.

Aku tak datang kesini untuk membuat Raj Aryan yang lain.

Aku datang kesini untuk memastikan bahwa tak ada orang lain yang menjadi Raj Aryan.

Maafkan mereka, pertarunganmu denganku dan aku dihadapanmu...

Dikalahkan dan kalah.

Aku akan melakukan apapun yang kau mau tapi maafkan mereka.

Kau menang, aku kalah.

Aku ingin kau hadir besok pagi...

dan katakan pada semua murid, kalau apapun yang kau...

ajarkan pada mereka, dan percayai, adalah salah.

Kuingin kau katakan pada mereka, kalau kau tak percaya pada cinta dan...

...kau meminta maaf karena telah menyesatkan mereka...

...lalu dengan tenang tinggalkan Gurukul...

...dan jangan pernah kembali.

Baik.

Bagus, kau boleh pergi sekarang.

Sudah kubilang Pak Aryan, dalam pertarungan antara cinta dan takut...

takut akan selalu menang.

Kusudah bilang kuakan menang, Pak Aryan, sudah kubilang padamu.

Maaf pak, tapi dari apa yang kulihat kaulah yang kalah.

Karena yang kulihat, aku melihat seorang ayah 55 tahun sedang berdiri dibawah...

foto karangan bunga putri 19 tahunnya.

Kau dulu kalah, dan sekarang kau kalah.

Pernahkah kau bertanya Pak Shankar kenapa aku mau kembali ke Gurukul?

Untuk siapa? Gadis yang kucintai sudah tak ada...

Siapa Vicky, Samir, dan Karan bagiku.

Aku bahkan tak tahu mereka, aku tak kenal siapapun disini.

Aku kembali untukmu, Pak Shankar.

Aku kembali untuk ayah dari seorang gadis yang kucintai.

Aku kembali karena dia selalu bilang padaku kalau kau orang yang penuh kasih sayang...

bahwa kau hanya keras diluar tapi sangat lembut didalam.

Aku datang untuk mematahkan kekerasan itu.

Kau tahu, Pak Shankar, aku tak punya foto Megha...

Aku tak pernah membutuhkannya.

karena aku melihat Megha dimanapun ku melihat cinta.

Kupikir jika aku membuat satu saja kisah cinta mekar di matamu

kau juga akan melihat Megha...

dan kau akan melihat betapa bahagianya dia dan itu akan menghilangkan rasa sakitmu.

Aku datang untuk membagi rasa sakitmu Pak Shankar.

Aku datang untuk menunjukkan cinta.

Aku datang kesini karena menyadari satu hal...

kalau Megha tak lengkap tanpamu...

tapi kau gagal menyadari kalau Megha tak lengkap tanpaku juga...

kita bersama membuatnya lengkap.

Aku datang untuk menyelesaikan apa yang tak bisa kita lakukan dalam hidupnya.

Aku datang untuk melengkapi Megha Aku datang untuk melengkapi Megha.

Kau menang disetiap pertarungan dalam hidup...

tapi kau telah kehilangan semua yang berharga dalam hidup.

Kau dulu kehilangan seorang putri dan sekarang kau kehilangan seorang putra.

Maaf Pak, tapi dari apa yang kulihat ku lihat kau telah kehilangan segalanya..

Karena aku melihat seorang keras kepala sedang berdiri dengan punggung berbalik...

didepan dua orang yang sangat mencintainya.

Maafkan aku Pak, maaf.

25 tahun, aku sudah sangat bangga dengan kenyataan,

bahwa aku menjalankan Universitas ini dengan...

Tradisi, Hormat, dan Disiplin.

Percaya bahwa aku telah membuat muridku...

lebih kuat, lebih keras, dan orang yang lebih baik...

seorang yang selalu keluar sebagai pemenang dalam pertarungan hidup.

Aku sudah sangat bangga dengan kenyataan bahwa disuatu tempat ada...

Narayan Shankar setiap dan semua murid dari Gurukul.

Tapi hari ini, berdiri dihadapan kalian aku tak merasa bangga.

Karena hari ini, aku tak suka dengan Narayan Shankar...

yang sedang berdiri dihadapan kalian.

Karena hari ini Narayan Shankar adalah orang yang tak keluar sebagai pemenang...

dalam pertarungan hidup...

...dia kalah.

Dia seorang yang sedih, keras kepala, dan kesepian...

yang tak mengerti arti dari kehidupan.

Dan hari ini, saat dia menoleh, dia tak bisa menolong hanya merasakan kalau disuatu tempat...

semua muridnya pasti sedih dan kesepian seperti dirinya...

Karena dia tahu, dia tak pernah tersenyum pada mereka saat mereka takut...

dia tak pernah menepuk pundak mereka saat mereka melakukan yang terbaik...

dia tak pernah memeluk mereka, saat mereka sedih.

Karena dia selalu percaya bahwa menunjukkan cinta dan kasih sayang

akan membawa rasa sakit dan dari rasa sakit akan menjadi kelemahan.

Dan dalam prosesnya dia menjadi sangat keras, sehingga lupa bagaimana untuk mencintai.

Dan hari ini dia mengharapkan untuk kembali ke setiap muridnya...

memeluk mereka dan meminta maaf pada mereka.

Dan mengatakan pada mereka satu hal sederhana, bahwa hidup itu tentang...

memberi dan menerima cinta, tak ada lagi, tak ada lagi

Tapi dia tahu dia tak bisa melakukannya dia tak bisa kembali.

Tapi ada sesuatu yang bisa ia lakukan.

Sesuatu yang tak ia lakukan selama 25 tahun...

Sesuatu yang seharusnya ia lakukan sejak dulu...

dan itu adalah perubahan. Dia harus berubah.

Generasi lama harus merubah tradisi lamanya, begitu juga...

dengan generasi baru bisa membuat tradisi barunya.

Sekarang sudah saatnya bagiku untuk mundur

dan memberikan kalian seseorang yang telah menunjukkanku...

...bahwa rasa hormat tak didapat dari rasa takut, tapi dari cinta.

Pak Raj Aryan, kemari.

Aku memintamu untuk tolong gantikan aku...

dan ajari murid-muridku inti dari cinta dan kehidupan.

Jadi dari sekarang aku bisa bangga mengatakannya

bahwa ada Raj Aryan disetiap dan disemua murid dari Gurukul.

Dan kemudian mungkin putriku mau memaafkanku.

Ya, pintu dari Gurukul akan terbuka selamanya.

Dan arah angin akan terus berubah.

Sekarang menyanyi, menari, canda tawa, kebahagiaan akan menjadi identitas bagi Gurukul.

Segalanya berubah, Suryanamaskar juga.

Sekarang kita tidak lagi menatap matahari...

Tapi dengan melebarkan kedua tangan dan merasakan cahaya matahari.

Sekarang, semua yang ada disini.

Musik, persahabatan, cinta dan.... Megha.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.