All language subtitles for Dont.Listen.2020.1080p.NF.WEB-DL.DDP5.1.x264-CMRG-Indonesian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian Download
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

PERSEMBAHAN NETFLIX

Kau tahu alasanku datang, Eric?

Orang tuamu meneleponku karena khawatir.

Ada apa?

Kau bisa memercayaiku. Aku membantu anak-anak sepertimu.

Ada anak lain sepertiku?

Tentu saja.

Hei, biar kutebak…

Kau sedih karena harus meninggalkan rumah dan sekolah lamamu. Benar?

Eric, wajar jika kau marah.

Aku juga tak suka pindah.

Tapi rumah ini sangat indah.

Kau akan punya teman baru dan semua akan kembali normal.

Bicaralah, kenapa kau sulit tidur di malam hari?

Aku selalu terbangun.

Siapa yang membangunkanmu?

Suara-suara itu.

"Suara"? Orang tuamu?

Apa kata suara-suara ini?

Kadang mereka memintaku menggambar.

Eric, kau mendengarnya sekarang?

Ya.

Apa kata suara itu?

Aku tak bisa bilang.

Ada apa dengannya?

Dia punya imajinasi yang hebat.

Bagaimana dengan suara yang dikatakannya?

Putramu sangat cerdas,

dia sudah terbiasa bermain dan berbicara sendiri. Itu saja.

Lalu sulit tidur itu?

Sara bilang kalian membeli dan menjual rumah.

Ya, benar. Kami merenovasinya.

Kemungkinan besar karena ketidakstabilan saat pindahan.

Itu bisa jadi penyebab rasa gugup dan sulit tidurnya.

- Itu masuk akal. - Ya.

…mungkin hujan.

Awan dan suhu dingin minggu ini di seluruh wilayah.

Ada udara dingin yang datang dari Algeciras yang membawa hujan

di selatan Spanyol.

Sial.

Ayah, kau dengar? Ganti.

Ini Ayah.

Kau harus bilang "ganti".

Ganti.

Ini Ayah. Ganti.

Bisa keluarkan bolaku dari kolam?

Bolanya jatuh lagi. Ganti.

Siap. Ganti.

Bagus, Eric.

Jangan pergi sendirian.

Jika jatuh lagi bilang, ya?

- Untuk apa itu? - Ini?

Kau tahu wabah?

Seperti lalat yang ada di perapianku?

Kurasa bukan hanya di perapianmu. Tapi jangan bilang ibumu.

Tamatlah aku jika dia tahu usia rumah ini.

Eric!

Eric, waktunya mandi!

Ayolah, Jelek.

Coba curi dari ayahmu.

Ayo!

Dia membencimu…

Belum membilas rambutmu?

- Sudah. - Ayolah, miringkan kepalamu.

Apa ini?

Eric, kau bermain dengan kucing? Apa kata Ibu?

Jangan mendekatinya. Kau bisa tertular penyakit.

- Ibu. - Ada apa?

Ada apa?

Apa Ayah sungguh membenciku?

Siapa yang bilang omong kosong itu?

Aku bertanya, Eric.

Ayah.

Ayah bilang begitu? Kapan?

Melalui walkie ini.

Jangan bohong, Eric.

Ayah sangat menyayangimu. Kau tahu itu.

Bukan begitu?

Ayo, waktunya makan malam.

Nomor teleponmu ada di kontakku, aku tak tahu…

Ada pria menempel di punggungmu.

Germán Domingo hari ini bersama kita

karena dia segera meluncurkan buku baru. Berjudul…

Suara dari Akhirat.

Bagaimana kau tahu jika suara elektronik itu nyata?

Suara itu berasal dari tempat di mana ada rasa sakit.

Percayalah, begitu kau mendengar suara asli,

kau tak akan melupakannya.

Berapa banyak suara yang kau analisis itu nyata?

Sangat sedikit. Menurutku hampir tak ada.

Sebagian besar berasal dari manusia.

Itu suara dari jalanan atau televisi tetangga.

- Dani? - Ya?

- Kau memarahi Eric atau berkata sesuatu? - Tentu tidak. Kenapa?

Bukan apa-apa. Lupakan.

…dalam bentuk gelombang. Kami masih belum tahu.

Kau dengar psikolognya, Sayang. Dia tak punya masalah serius.

Aku yakin dia akan lupa begitu berteman di sekolah.

Hanya saja kadang dia berkata sesuatu…

Entahlah.

Kurasa dia marah padaku.

Aku akan berusaha teratur dan meluangkan waktu bersamanya.

Itu bagus.

Jangan khawatir.

Sial.

Gerbang sialan.

Jangan sekarang. Biarkan aku tidur. Aku sangat lelah.

- Ada apa, Sayang? - Kumohon!

Tenanglah. Tak apa.

Kumohon!

Eric, tenang. Tak apa.

- Kumohon! - Ada apa? Tak apa.

Eric?

Ada apa?

- Eric? - Entahlah.

Kemarilah, Eric.

Tak apa-apa.

Itu mimpi buruk. Itu saja.

Dani… Tanganmu.

Sial.

Rumah ini menjijikkan.

Sial.

- Sedang apa di sini? Ada apa? - Dia dikeluarkan.

- Apa perbuatanmu? - Tak ada.

Apa maksudmu "tak ada"?

Dia bolos, sembunyi di lemari, menggigit kepsek saat coba menangkapnya.

Menurutmu tak apa-apa?

Kenapa kau melakukan itu, Kawan?

Mulai besok, Dr. Carol akan di sini setiap hari.

Dokter sudah mati.

- Siapa berkata konyol itu? - Suara itu memberitahuku.

Baik, masuk ke kamarmu. Kerjakan tugasmu. Ayo.

Aku tak bisa sendiri, Dani.

Maaf. Aku turut berduka.

Jika ada yang bisa kami lakukan…

Aku mengerti.

Aku paham. Semoga harimu baik.

Apa yang terjadi?

Mobilnya keluar jalur sepulang dia dari sini.

Bagaimana dia tahu?

- Bagaimana dia tahu? - Ada yang memberitahunya di sekolah, ya?

Ada apa dengannya?

Entahlah.

Boleh masuk, Kawan?

- Ini roti lapis. - Aku tak lapar.

Kau harus makan sesuatu. Ayolah.

Hei, Eric. Sebelum aku ke kamarmu tadi malam…

…kau bicara di walkie, 'kan?

- Dengan siapa? - Dengan Ayah.

Aku tak bicara denganmu, Kawan.

Itu suaramu.

Ayo, habiskan roti lapismu.

Apa aku gila?

Kenapa kau gila, Nak?

Kau agak bingung karena…

pindahan dan kekacauan ini. Itu saja.

Aku tak suka rumah ini.

Bukankah kau ingin rumah dengan kolam renang?

Tidak, aku tak mau berenang di sana. Kenapa tak pindah ke tempat lain?

Sebelum merenovasi tempat ini, kami tak bisa menjualnya. Jadi…

Ingat untung kita dengan rumah sebelumnya?

- Kita untung besar. - Benar. Kita untung besar.

Apa Ibu masih marah padaku?

Dia akan lupa. Jangan khawatir.

Ayo, makanlah.

02.37

GLOOM - ÁNGEL GÓMEZ RIVERO

Dani.

Dani.

Gerbang ke kolam.

Ada orang di sana?

Ayolah, sudah larut untuk bermain.

Yang benar saja, lagi?

Eric!

Eric!

Eric!

Eric!

Eric!

Eric!

Eric!

Eric!

ERIC

Kau yakin tak mau ikut denganku?

Beberapa hari jauh dari rumah akan membantu.

Aku harus segera membereskan renovasi.

Kirim salam untuk orang tuamu, ya?

Apa rencana untuk rumah ini?

Entahlah, Sara.

Sekarang, belum tahu.

Aku tak bisa tinggal di sini.

Jadi, apa saranmu?

Aku tak yakin kau sadar…

semua uang kita ditanamkan di sini… Semuanya, Sara.

Jaga dirimu.

Ayo, lari atau kita basah.

Aku suka rumah ini!

Keren, bukan? Bagus sekali.

Besar sekali!

Ayo.

- Wah! Besar sekali! - Ya, tapi butuh banyak perbaikan.

Bisa simpan yang ini?

Untuk sementara, ya. Lalu lihat nanti, ya?

Kau tahu caranya.

Tiga, dua, satu… Ta-da!

Wow!

Ini luar biasa. Besar sekali.

Ini kamarmu.

- Sungguh? - Ya.

Mau dicat warna apa?

Bisa pasang lukisanku?

Seperti rumah lama? Gambar di mana-mana. Di bawah, di dapur juga.

Ayah, bisa kita berenang di kolam?

Sayang, kau lihat airnya? Airnya pasti dingin…

Kita akan membersihkannya!

Atau kuambil kamarnya.

- Tidak! - Tidak?

Hai, Sayang. Apa kabar?

Maaf atas sikapku pagi ini.

Aku tak mau berdebat.

- Sungguh? - Ya.

Bisa ke sana atau…

Kita bicara nanti, ya?

- Bisa buat barbeku? - Tentu.

Aku mencintaimu.

Dia tak suka kamarnya.

- Biar kami saja… - Aku suka!

Tidak, Eric…

- Aku suka kamarnya! - Kau tak suka…

- Ya, aku suka! - Tidak…

Dia tak suka kamarnya! Untuk kita saja!

Kau yakin suka?

- Ya! - Lihat? Kau tak menyukainya.

Robotnya juga tak suka! Dia tak mau tinggal di sini!

Aku mau kamarnya!

Halo?

Ada apa, Sara?

Dani, semua baik-baik saja?

Ya, kenapa?

Aku sama sekali tak mengerti pesanmu.

Yang kudengar hanya suara aneh, teriakan, entahlah. Aku khawatir.

- Kau yakin baik-baik saja? - Ya.

Sinyalku lemah. Mungkin karena itu.

Baiklah.

Hei, nanti kutelepon lagi, ya?

- Baik, aku mencintaimu. - Aku juga mencintaimu.

Hai, Sayang. Apa kabar?

Hai, Sayang. Apa kabar?

Apa kabar?

Ayah, tolong aku!

Untuk Javier.

"Untuk Javier," ya. Terima kasih. Senang bertemu. Aku punya semua bukumu.

SUARA DARI AKHIRAT

Terima kasih.

Sama-sama.

Aku serahkan kepadamu.

"UNTUK ISTRIKU, YANG MENUNGGUKU DI SISI LAIN"

Permisi.

Untuk siapa?

Untuk Daniel.

"Untuk Daniel."

Ini dia.

Apa kau penipu, Pak Domingo?

Maaf?

Apa ucapanmu di bukumu benar?

Dengar…

aku menulis lebih dari sepuluh buku soal fenomena suara elektronik.

Jika aku tak berpikir itu nyata, aku telah menyia-nyiakan hidupku.

Tolong dengarkan sebuah rekaman.

Kirimkan lewat surel. Alamatnya ada di buku.

Tolong dengarkan sekarang.

Kumohon.

Putraku baru meninggal.

Kurasa aku merekam suaranya.

Aku tahu sulit menerima kehilangan orang terkasih,

terutama seorang anak,

tapi kau bergantung pada sesuatu yang tak kembali.

Aku mohon.

Hanya kau yang bisa membantu.

Dengar, bukan begini caraku bekerja.

Bentuk gelombangnya tetap datar selama bagian rekaman itu.

Di bukumu, kau bilang itu bukti fenomena suara elektronik.

Bukan begitu?

Kau pikir nyata?

- Lihat berkas kirimanku? - Ya.

Itu bisa dipalsukan, bukan?

Ruth, kenapa seorang ayah memalsukan suara kematian putranya?

Entahlah, Ayah. Kau bersemangat soal ini. Tapi aku…

Aku punya firasat bagus untuk ini.

Baik.

PENJAGA SIPIL - DILARANG MELINTAS

Turunkan barang?

- Itu ganja? - Ya, tentu saja.

Ini tembakau gulung.

Orang sepintarmu, entah kenapa kau masih merokok, Sayang.

- Terima kasih telah datang cepat. - Sama-sama.

Ruth, ini Daniel…

Velasco, Daniel Velasco. Senang bertemu.

Turut berduka atas putramu.

Mari?

Ya, tentu saja.

Maaf atas kekacauan ini, tapi, seperti yang kau bayangkan,

ini hari-hari yang berat.

Jangan khawatir.

- Ada orang lain? - Tidak.

Istriku bersama orang tuanya.

Apa ada kamar yang agak jauh dari sini?

Ruang bawah tanah tempat aku bisa bersiap?

Tak ada ruang bawah tanah, tapi banyak kamar kosong.

Apa ini?

Katanya ada yang bicara dengannya di walkie.

Sebenarnya, katanya dia mendengar suaraku.

Aku mengerti.

Di rekaman itu, sepertinya putraku berteriak agar aku menolongnya.

Apa dia ingin menyampaikan sesuatu?

Mungkin.

Tapi aku peringatkan pesannya mungkin tak menyenangkan.

Apa maksudmu?

Dengar…

aku yakin

apa yang terjadi setelah kematian bukan yang dikatakan selama berabad-abad.

Apa maksudmu?

Putraku di tempat yang buruk?

Dia baru delapan tahun. Apa perbuatannya hingga pantas mendapatkan ini?

Apa tempat ini tak mengerikan?

Perang,

anak-anak mati karena kelaparan, sakit…

Apa bedanya di sana?

Aku tak bisa bilang putramu di surga dikelilingi malaikat, Daniel.

Aku mengatakan yang kutahu. Kau harus siap untuk apapun

Jika putraku butuh bantuan, aku bersedia melakukan apa pun.

Bagaimana kejadiannya?

Dia tak bisa berenang?

Dia bisa berenang.

Polisi bilang dia mungkin terjerat cabang saat mencoba mendapatkan bolanya.

Tapi aku tahu itu mustahil.

Dia tak pernah datang sendiri. Dia tak suka.

Jangan tanya kenapa, tapi aku merasa hal lain terjadi.

- Semua baik? - Sial!

Maaf, aku tak bermaksud menakutimu.

Jangan khawatir. Aku hanya sedikit gelisah.

Bukan sifat terbaik untuk pekerjaan ini, bukan?

Ini bukan pekerjaanku.

Aku hanya membantu ayahku. Itu saja.

Benda apa ini?

Aku pakai "benda ini" untuk mempelajari suara yang tak didengar telinga manusia.

Suara dari Akhirat, seperti buku ayahmu.

Tidak seperti dia, kurasa suara itu bukan dari orang mati.

Aku yakin suara yang kurekam adalah suara putraku.

Bagaimana?

Semua sudah siap.

Kapan pun kau siap, Bos.

Ayo mulai.

Bidik ke sudut.

Ada sesuatu?

Tak ada sinyal.

Ayah, kita tak akan menemukan apa pun.

Bersabarlah, Sayang.

Pengetahuan tak bisa dicapai tanpa kesabaran.

Kau senang?

Apa salahnya menikmati pekerjaanmu, Ruth?

Bagaimana Ibu bisa bertahan denganmu?

- Ayah. - Ada apa?

Suruh Daniel keluar. Dia membuat gangguan.

- Ruth. - Ya?

Ada apa?

Tak mungkin kau melihat Daniel.

Kenapa? Dia di kamar putranya.

Aku melihatnya.

Aku juga melihatnya, dan dia di luar.

Kau bisa lihat sesuatu di kamar anak itu, 'kan?

Ayah, ini sangat aneh.

- Kau dengar itu? - Ya.

Itu berasal dari atas.

- Aku akan naik. - Berhati-hatilah.

Kau melihatnya?

Apa masih di sini?

Ayah!

- Ruth, aku kehilanganmu. - Ayah!

- Ruth? - Ayah, kau dengar?

Ruth?

Aku kehilanganmu, Yah. Kau dengar aku?

Ayah.

Ayah, dengar aku?

Ya, sekarang dengar. Ada apa?

Keluar dari sana sekarang.

- Ada apa? - Tepat di depanmu.

Ini luar biasa.

Siapa itu?

Andai aku bisa menjawabnya, Daniel.

Kau di sana. Kau tak lihat seseorang?

Tak ada siapa pun. Aku tak melihat apa-apa.

Maksudmu ada makhluk lain di rumahku?

Terimalah, Sayang.

Sebuah fenomena paranormal.

Kau merekam siluet itu.

Siluet panas, Ayah.

Untuk mengukur suhu sesuatu,

kau butuh badan fisik.

Kita mungkin tak mengerti, tapi bukan berarti itu tak nyata.

Kita harus terus mencoba besok.

…mán.

Germán.

Siapa di sana?

Sayang, apa itu kau?

Ayo.

Aku menunggumu.

Halo, Sayangku.

Aku bermimpi.

Apa masih seperti mimpi?

Tebak apa yang kubuat untukmu.

Duduk.

Sudah lama.

Kau merindukanku?

Aku merindukanmu setiap hari.

Kau tak berubah sedikit pun, Sofia.

Aku harus dapat untung.

Aku sudah lama menantikan momen ini, Sayang.

Bukan begitu?

Aku juga.

Tidak.

Kita akan bersama lagi.

Jangan takut, Sayang.

Ayah! Apa yang kau lakukan?

Apa yang kau lakukan?

Apa yang kau lakukan? Daniel!

Ayah, lihat aku! Ayah!

Daniel!

Daniel!

Daniel!

NOMOR TIDAK DIKENAL

Ya?

Halo?

Ibu.

- Siapa ini? - Ini aku, Eric.

Siapa ini? Apa ini lelucon?

Ibu, kau harus menolongku.

Eric?

Eric?

Ibu, kumohon.

Pria itu ingin menyakitiku.

Pria apa?

Seseorang yang dibawa Ayah.

Eric, kau di mana?

Aku bersembunyi di kamarku,

di bawah ranjang.

Kumohon cep…

Eric?

Eric?

Daniel!

Pernah lihat ini?

Tak pernah.

Kurasa aku pernah membacanya.

Apa artinya?

Entahlah.

Tapi kurasa jangan memercayai apa yang kita lihat atau dengar.

Apa pun bisa jadi jebakan.

Dipasang siapa, Germán?

Entah, Daniel.

Dengar,

sepertinya suara yang kau rekam…

mungkin bukan suara putramu.

Aku bisa mengenali suara putraku di kerumunan.

- Sedang apa kau? - Siapa dia?

- Tak menelepon? - Jawab aku. Siapa?

Temanku, Germán. Dia penulis.

Sara, tunggu.

FARMASI

Masuklah.

Ayo.

Kau dari rumah suara, 'kan?

Jangan kembali ke sana.

Suara-suara itu tahu tentang kita. Mereka menipu kita.

Sebelum kau menyadarinya…

sudah terlambat.

Eric.

Eric.

Eric.

Eric.

Maaf, istriku datang tiba-tiba. Dia juga sangat kesulitan.

Ini dia.

Aku tahu aku pernah melihatnya. Lihat.

Apa ini?

- Apa artinya? - Ini ancaman.

Ini peringatan untuk orang yang menerobos wilayahnya di Abad Pertengahan.

- Wilayah siapa? - Seorang penyihir.

Rumah ini, Daniel.

Ternyata, 300 tahun lalu,

tempat ini berfungsi sebagai pengadilan.

Pengadilan, di sini?

Inkuisisi.

Ya, mereka pasti menyiksa dan membunuh lusinan wanita tak berdosa di sini.

Sulit dipercaya ada yang pantas dibakar.

Tapi, sementara hukuman itu tak adil,

kejahatan selalu ada…

Sara!

Ayah, kau baik saja?

Sara! Tunggu!

Sara!

Sara!

Ayo.

Sara!

Sara!

PENJAGA SIPIL

Apa mereka baru bertengkar?

Tidak, sungguh.

Kubilang aku bertemu dia 24 jam lalu.

Ya, tentu saja.

Jika aku ingat hal lain…

Jika ingat sesuatu, hubungi kami.

- Terima kasih. - Terima kasih banyak.

Sayang, aku ingin kau melihat ini.

Kita harus bicara.

Kurasa aku tahu tempat jasad orang-orang yang mereka siksa…

Ayah, dengarkan aku. Kita harus pergi.

- Aku akan berkemas. - Ruth!

Kau juga dengar. Suara-suara itu.

Mereka di sini. Mereka coba mengatakan sesuatu.

Aku sudah mencari ini seumur hidupku.

Jangan pergi dahulu. Kau tak mengerti?

Aku tak bisa pergi.

Kau melakukan semua ini karena Ibu, bukan?

Apa maksudmu?

Apa yang terjadi?

Ayah, ceritakan kejadiannya.

Kurasa aku pantas tahu alasan dia melakukan itu.

Aku bukan anak kecil lagi.

Kau masih putri kecilku.

Sudah selesai. Kita pergi.

Semoga kau akan sadar lari dari segalanya bukan selalu jawabannya.

Ayah, kemarilah.

Ada apa?

Tidak!

- Apa yang kulakukan? - Bukan kau.

Apa itu?

- Daniel! - Sial.

- Apa? - Dia di sini!

- Tenang, Daniel. - Kau tak merasakannya?

- Aku mendengarnya. - Tak ada orang di sini.

Dia di sini, Germán!

Tenang, Daniel! Tak ada orang!

Tak ada orang di sini.

Lihat aku. Tak ada orang di sini.

Tenanglah. Tak ada orang di sini.

Tak apa-apa. Lihat aku.

Tak apa-apa, Daniel. Tenanglah.

Semua baik-baik saja.

Baiklah.

Bagaimana kau bisa hidup seperti ini?

Bagaimana kau hidup mengetahui putramu butuh bantuan dan kau tak bisa apa-apa?

Menyadari kau tak akan tahu apa yang terjadi pada keluargamu?

Bagaimana kau hidup dengan itu?

Tidak mudah, Daniel.

Bisa kupastikan.

Ini semua salahku.

Aku ingin kami kemari.

Sekarang aku sendirian.

Tidak.

Dengar…

kurasa aku tahu tempat kita bisa menemukan…

sumber dari kejadian di sini.

Jika tempat ini berfungsi sebagai pengadilan,

orang yang mereka bunuh di sini pasti tersembunyi di bawah kaki kita.

Kurasa aku tahu cara masuknya.

Sial.

Apa yang mereka lakukan pada mulutnya?

Inkuisisi Suci berpikir hukumannya harus sesuai dengan kejahatannya.

Jika pelanggarannya adalah penghujatan, kebohongan, atau manipulasi,

penyiksaan dilakukan pada mulut korban,

agar mencegah mereka bicara.

Bunuh dia!

Penyihir!

Kau akan membayar pembunuhan itu!

Itu suaranya.

Itu sebabnya mereka berusaha membungkamnya selamanya.

Semua amarahnya dikurung di sini selama ini.

Menurut tradisi, penyihir bisa dihancurkan hanya dengan membakarnya.

Bawa ini.

Itu tak akan cukup.

- Pasti ada lagi. - Aku akan turun. Waktu kita sedikit.

- Di mana Daniel? - Dia akan segera turun.

Tetap di sini.

- Apa? Tak mungkin… - Dengar, Ruth!

Kau meminta kebenaran tentang kematian ibumu.

Kau mau tahu alasan dia bunuh diri. Kau mau jawabannya.

Aku tak punya, Ruth. Andai aku tahu.

Aku menyeretmu ke sini, tak akan kubiarkan aku kehilanganmu juga.

Berjanjilah jika aku tak kembali dalam 10 menit,

kau akan keluar dari rumah ini.

Berjanjilah.

Baik.

Ayah!

Kau baik-baik saja?

Ayah!

Daniel, itu kau?

Anakku.

Kau tak ingat aku?

Ibu, apa itu kau?

Kau sungguh dewasa, Sayang.

Kini kau wanita dewasa.

Kemarilah. Mendekat agar aku bisa melihatmu.

Aku sangat sedih

karena kau tak berpamitan.

Kau tak datang ke pemakamanku.

Ayah tak mengizinkan.

Maaf aku tak bisa bersamamu, Sayang.

Tapi kau di sini sekarang.

Kita bersama-sama sekarang.

Ayo.

Peluk aku.

Kau tak mau memeluk Ibu?

Tidak, kau bukan ibuku.

Teganya kau mengatakan hal buruk?

Ayo, Sayang. Peluk aku.

Tidak!

Jangan biarkan dia melakukannya, Dani.

Jika kau biarkan, kita juga akan hilang.

Aku sangat merindukan kalian.

Aku juga merindukanmu.

Kenapa kau tak mau bersama dengan kami lagi?

Ayah.

Ruth.

Berjuanglah, Ruth.

Kau harus berjuang, Sayang.

Jangan paksa aku.

- Ada apa? - Kau tak apa?

Kenapa kau di sini?

Kau terluka. Ayo!

Baik, Ayah.

Hati-hati. Awas kepalamu.

Ayah, aku harus perban ini, ya?

Ayah.

Apa kabar?

Aku baik, Sayang.

Berhasil?

Kuharap begitu.

Tapi kita tak tinggal untuk mengetahuinya.

Bisa kubayangkan

perasaanmu selama ini.

Tapi aku juga butuh jawaban.

Itu sebabnya kau mulai melakukan semua ini?

Aku selalu percaya…

ada sesuatu yang gelap di balik kematian ibumu.

Saat dia meninggalkan kita,

dengan cara yang mengerikan dan tak masuk akal,

aku tahu kejahatan itu ada.

Dan itu mengintai.

Dan jika itu benar…

mungkin…

roh baik juga di dekat kita, 'kan?

Lalu apa sekarang?

Kini kau bisa melanjutkan hidupmu.

- Atau mungkin… - "Atau mungkin"?

Beberapa hari lalu…

temanku, seorang pendeta, mengirim surel.

Dia ingin aku mewawancarai seorang gadis.

Pengusiran setan?

Mungkin penyakit tak terdiagnosis, tapi kau tak pernah tahu.

Tentu saja.

Saat ini, kau harus istirahat.

Aku butuh libur seminggu.

Ayah, tolong aku!

Tolong lepaskan aku!

Ibu!

Tidak!

Lepaskan aku, Ayah!

Tolong aku!

Tidak!

Daniel?

Ruth!

Daniel!

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau…

Tuhan, dengarkanlah doa kami,

dan jangan biarkan musuh mengalahkan kami.

Luapkan murka-Mu pada makhluk ini.

…sekarang dan saat kami mati.

Kenapa aku di sini?

Bebaskan hamba-Mu Eleanor, agar dia tak lagi menjadi tahanan.

Untuk selamanya.

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Amin.

RIP subtitle oleh Putra

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.