All language subtitles for P1H_2019_720p_WEB_x265_10bit-Joker

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish Download
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Berkas Penelitian Virus Alcor Nomor 200.

Sebuah studi menemukan bahwa virus Alcor mampu menyerang...

bagian Almigdala pada otak yang berfungsi sebagai pengontrol emosi.

Bagian ini berperan penting dalam hikompus ....

yang bertanggung jawab atas memori manusia.

dan bahkan dapat berpengaruh terhadap Lobus serebral

yang berfungsi mengontrol koordinasi pada tubuh manusia.

Alcovirus mengubah fungsi otak dengan hanya menyisakan...

perasaan marah dan hasrat untuk membunuh.

Host virus ini adalah drone.

Dan benda terbang ini telah menyebar ke seluruh dunia.

P1H : BEGINNING OF A NEW WORLD

GWANGHWAMUN, SEOUL DI MASA DEPAN

Sekarang. Jeong Sub.

Sebaiknya kau bersikap baik, karena kita akan berpesta.

Kerja bagus.

- Paman, buka bagasi nya. - Kau punya cukup peluru?

- Tiga tembakan cukup. - Luna jangan dipaksakan.

Luna, jangan dipaksakan,

bagaimana jika tembakanmu tadi meleset?

Paman.

Aku ini pernah menang medali emas dalam cabang memanah.

Jika bukan karena virus ini aku sudah mengambil uang pensiunku.

- Apa? Medali perak? - Bukan, tapi Medali Emas.

Apa tidak apa memakan ini setelah kadaluarsa?

itu takkan membuatmu mati.

Bicaralah yang lembut sedikit, dasar kau ini anak nakal.

Aku sangat ingin tinggal di Apartemen.

Asal kau tahu apartemen itu terlalu kedap suara.

Aku tahu itu.

Paman, kopinya.

Hmm...Kopi.

Lumayan.

Tidak buruk, pekerjaan ini bagus juga.

Sudah lama aku tidak melatih tanganku.

Kau lihat? lihat?

Berikan padaku.

Aku ingin mencobanya.

Aku harus melampaui medali perak.

Kubilang itu medali emas.

- Apa kau tahu sulitnya memanah? - Mari coba.

Sudah kubilang.

Memanah itu sulit, kan?

Kurasa haluannya bermasalah.

Hati-hati.

Paman, Kakak.

- Cepat kemari - Apa sudah siap?

Kemari saja dulu.

Kali ini aku tahu, bagaimana cara kerja benda ini.

Si bungsu kita benar benar jenius.

- coba ceritakan lebih spesifik. - Baiklah.

Satu yang belum kita fahami adalah benda ini.

Mereka menyerap energi matahari yang disimpan kedalam....

baterai lithium untuk bisa beroperasi secara otomatis.

Mereka hanya butuh waktu dua jam...

untuk dapat mengisi penuh baterai dengan energi matahari.

Dan ini adalah hard drive-nya.

Mereka memasukkan kecerdasan buatan didalamnya sehingga...

mereka mampu menyerang manusia dengan mendeteksi suara mereka.

Berarti, semua fungsi teknologi ini tergantung oleh siapa penggunanya.

- Benda apa itu? - Mesin Jarum Alcor Virus.

Periksa Apakah sensornya masih terhubung.

Baiklah.

Mari kita lihat ada berapa banyak dari mereka yang tersisa.

Astaga. Titik-titik apa itu?

Ada ribuan dari mereka yang tersebar ke seluruh dunia.

Menurutmu berapa jumlah populasi manusia yang tersisa?

Mari kita bunuh mereka semua.

Bagaimana bisa benda ini mengalahkan manusia?

Baiklah berhenti

Mari istirahat

Theo akan mencari persediaan bensin besok.

- Luna dan Jong Sub akan mencari makanan. - Baik

Kau sedang apa?

Tidak tidur?

Aku tak bisa tidur.

- Disana. Kau lihat bintang biduknya? - Ya

Aku sudah memantaunya sejak lama.

Radar kita juga memanfaatkan ini untuk menentukan arah.

Bintang paling timur dari Biduk disebut dengan Alkaid.

Aku sedang menunggu sinyal dari Alkaid.

- Kau tidak faham maksudku, bukan? - Ya

Babi.

Luna.

Babi ini....

Kurasa mereka berasal dari atas sana.

Apa kau bisa...

membunuh babi-babi itu?

- Aku ingin memakan babi babi itu - Akan kupertimbangkan.

Mau aku yang lakukan?

Itu terlalu menyedihkan. jangan lakukan itu.

- Mereka sudah seperti keluarga. - Aku mengerti.

babi-babi. Apa kabar.

Lihat apakah masih ada coklat atau yang lainnya.

Coklat?

Aku ingin menggemukkan badanku.

Luna, Apa kau serius?

Kau mau makan apa?

Jajangmyeon. Jajangmyeon.

- Aku akan mencari Chunjang-nya - Chunjang?

Chunjang = Saus kacang

- Kakak akan buatkan untukmu. - sungguh?

Semuanya sudah disini.

- Ayo pergi. - Oke.

Tunggu sampai ada aba-aba dariku.

Paman

Paman.

Masuk saja?

Tidak! cari lebih dulu, kita tidak tahu kapan mereka akan muncul.

Bensin?

Kakak.

Hanya itu yang kutahu, maafkan aku.

Sepertinya dia bukan orang korea. Bahasa koreanya kurang fasih.

Jongsub kami seumuran denganmu.

Kalian bisa saling kenal.

Luna, Kau sedang apa? Biar aku bantu.

Namaku Jongsub

Dan yang berada disana, Dia kakakku yang paling keren.

Namanya adalah Theo Aduh, bagaimana ini.

Dan yang ada di dapur adalah kakak perempuanku,

kakakku itu namanya Luna.

- Mengerti? - Itu...aku tidak mengerti.

Ayolah, jangan bicara terlalu formal padaku.

Apa itu bicara formal?

Makanan malam ini adalah Nasi dan Mie.

Nasi untuk Theo, Mie untuk Jongsub.

Dimana sausnya?

- Kemarilah ikut makan. - Ini dia.

Ayo makan.

Rasanya pasti enak.

Bukankah ini soju?

Jongsub menyimpannya untuk kita.

Bukankah aku pintar?

Makanlah yang banyak.

Akan lebih enak jika dimakan dengan mie.

- Tidak apa, - Aku sudah lama tidak minum.

Bagaimana? Rasanya enak?

- Rasanya agak asin. - Ya?

Ini makanan apa ya?

Apa benar begitu? biar kucoba.

Benar rasanya asin, maaf.

Jangan lakukan itu.

Akan kuberi kau pelajaran.

Aku akan melakukannya duluan.

Bagaimana kalau disini?

Kau sudah membawanya?

Mari kita pasang bersama.

Namanya Soul kan? bagaimana kondisinya?

Dia tidak apa, kan?

Dia tidak terinfeksi meskipun terkena oleh jarum virus.

Apa itu mungkin?

Kemungkinan dia memiliki sistem imun yang tidak kita ketahui.

Akhirnya kita menemukannnya.

Apa?

- Aku tidak mendengarnya. - Tidak dengar juga tidak masalah.

Bicaramu sungguh tidak jelas.

Anak anak yang ada disini. Apakah mereka anak yang terpilih?

Kenapa anak sekecil itu bisa bertahan?

Waktunya sudah tiba.

Cara bicaramu seperti pemimpin saja.

Apa maksudmu.

Ada sinyal dari bintang Alkaid.

Apa ini sinyal yang kau maksud?

Sebuah meteor akan segera jatuh.

Kita harus menemukan titik jatuhnya.

Setelah menemukannya....

apakah mimpi buruk ini sungguh akan berakhir?

Entahlah, mungkin saja.

Jawaban macam apa itu?

Bagaimana itu mungkin.

sulit untuk menjelaskannya, percayakan saja pada paman.

Percaya atau tidak,

Aku hanya berusaha melakukan sebisaku.

Jika seseorang menderita penyakit akut, apa yang kau lakukan selain ke rumah sakit?

Kalau kau?

Mencari peramal atau ke Gereja.

Kau benar, karena itu percayakan saja padaku.

Lihat.

Hebat. meteornya sungguhan.

- Jeong Sub. - Ya?

- Caritahu titik jatuh meteornya. - Baiklah, aku mengerti.

Benda itu mengarah ke Timur.

Bawa semua perlengkapannya, kita akan berangkat besok pagi.

Baiklah.

Kita akan berjalan kaki.

Jadi bawalah barang yang penting saja.

Aku mengerti.

Jongsub, kau tidak apa?

Jongsub...

Seberapa jauh lagi?

Sekitar 20 Kilometer.

Cobalah cari jalan yang tercepat.

Baik.

Luna.

Akan ada badai pasir.

Persiapkan diri kalian.

Badai pasir?

Ini sungguh mengganggu.

Kita sebaiknya tiba disana sebelum badai.

Apakah setelah kita tiba disana, semua ini akan berakhir?

Baiklah.

Ini semua untukmu paman.

- Lihat disana - Apa itu?

Semuanya, cepat lari.

Cepat

Jeongsub, Kau tidak apa-apa?

Semuanya, kalian dimana?

Kau ada dimana?

Aku tak bisa melihat apa-apa.

Luna.

Paman.

Semuanya bersembunyi sampai badainya usai.

Jangan bersuara.

Kemari.

- Di atas. - Di atas?

Kau punya peluru?

Tidak.

Aku akan kesana.

Kau ambil juga.

Hei.

Jeongsub.

Paman

Aku mungkin sudah terinfeksi.

Paman.

Jika racunnya menyebar,

berjanjilah untuk mengobatinya.

Berjanjilah padaku.

Paman.

Terima kasih banyak.

Aku...

Percaya dengan ucapkan paman.

Kakak.

Kakak.

- Kakak - Luna sudah tiada.

Hentikan itu.

Paman yang melakukannya?

Apa paman orangnya?

Apa paman yang membunuhnya?

SEOUL DI MASA LALU

Siapa kau?

Dimana ini?

Apa kau mengenalku?

Aku tidak ingat apapun.

Apa ini?

- Dimana? - Apa ini?

Pemandian Matahari.

Kenapa benda itu bisa ada disini?

Ada yang lain?

- Aduh. - Itu?

Permisi.

sedang apa dia?

Permisi.

- Permisi. - Hei.

- Tunggu dulu - Kau kenal kami?

-Tunggu dulu - Permisi.

Kau mau kemana?

Oh, itu Choi Jiung.

Keeho juga disini.

Sedang apa kalian berdua disini?

Aku jadi malu, kenapa kalian bersikap seolah kita baru bertemu?

Kita pernah bertemu?

Apa kau mengenalku?

Tentu saja kenal.

Kamu ini siapa?

Ayolah Keeho, jangan bercanda.

Aku ini Super-woman.

Siapa?

Sup..super-woman?

Permisi, super-woman.

- Kami... - Superwoman apanya.

Panggil saja aku Hee Sun seperti biasa.

Aku jadi malu.

Baiklah, Hee Sun.

kami sedang buru-buru.

Apa kau tahu dimana pemandian matahari?

Ayolah kenapa kalian bercanda.

- itu tidak lucu. - Kami tidak bercanda.

Jiung, bukankah itu pemandian milik pamanmu dulu?

Itu.

Itu disana.

- Terima kasih - Terima kasih Super Woman

Astaga.

Hei.

- kalian mau kemana? - Lama tidak bertemu.

Kami sedang terburu-buru.

Kami mau ke suatu tempat.

Sampai jumpa.

TUTUP

Menyeramkan sekali.

Disana

Loker 17.

- Rupanya kita teman. - Coba kulihat.

Apa kita akan berpergian?

Selandia baru?

Bagaimana bisa aku tidak mengingatnya?

Berarti kita ini teman dekat.

Lantas apa yang terjadi?

Siapa disana?

Sedang apa?

Kenapa kemari selarut ini?

Apa kalian yang merusak pintunya?

Begini. Soal itu...

Apa kabarmu paman.

Mengagetkan saja.

Sebenarnya kami meninggalkan sesuatu di dalam loker.

Jangan bilang kalian memecahkan kaca untuk masuk kedalam.

Lain kali ketuk pintunya lebih dulu.

- Maafkan kami. - Maaf.

Bukankah seharusnya kalian berpergian?

Benar. tapi kami meninggalkan tas dan passport kami.

Semuanya ada didalam sana.

Parpornya tinggal? didalam loker?

Begitu maksudmu?

Benar.

Kalian juga ketinggalan pesawat?

Ya, benar. kami juga ketinggalan pesawat.

Baiklah.

Cepat bereskan ini dan segeralah pulang Anak Nakal.

Kalian membuatku takut tengah malam begini.

- Paman. - Apa?

Sebenarnya...

- Kami lupa sesuatu. - Apa itu?

Entahlah, yang aku ingat ... beberapa orang mengejar kami.

Benar.

Mereka menembak kami.

Kami nyaris saja mati tertembak.

- Dikejar? - Pokoknya mereka sungguh...

Dikejar... Nyaris tertembak.

Itu bukan senjata biasa, itu senapan angin.

Bocah Brengsek.

- Itu omong kosong. - Kami serius.

Pergi tidur sana.

Membangungkan orang dan bicara omong kosong.

Pulanglah dan bekerja besok sebagai ganti rugi. mengerti?

Keluar darisini.

Cepat pergi.

Padahal semua itu benar.

Cepat pergi.

Air panasnya keluar.

Segar sekali.

Ada jam tangan didalamnya.

KH (Keeho).

Lumayan, ini punyaku.

Lihat, ada cincin.

- JW (JiWoong). - ini punyaku.

Masukkan lagi.

Astaga. aku ingin tidur nyenyak.

Tapi...

Apa alasan mereka membunuh kita?

Hei, Apa jangan-jangan kita...

Agen Khusus?

Apa itu?

Apa benar ini toilet umumnya?

Kenapa kalian para agen ketakutan?

Apa benar kami ini Agen Khusus?

Agen?

Itu mungkin saja.

Paman.

Siapapun kau, namun kumohon jangan bercanda.

Bercanda?

Bercanda?

Apaan itu?

Hei, giliranmu.

Pandang objek yang kau inginkan,

kemudian fokuskan pikiranmu kesana.

Astaga. mengagetkan saja.

Astaga. Kenapa kau hancurkan toiletnya?

Astaga.

Ya Ampun.

- Kau yang melakukannya? - Bagaimana ini?

Aku harus pergi untuk urusan bisnis.

Temukanlah jawabannya.

Apa-apaan.

Kau siapa?

Ikutilah hantu bertopeng

untuk menemukan jawabannya.

Hanya ini yang bisa kulakukan.

Harus.

Berhasil.

Semoga berhasil.

Hei.

Ini mimpi, bukan?

Yoon Keeho sadarlah.

hantu bertopeng.

Siapa disana.

Siapa yang memecahkan toiletnya?

Paman, begini... itu.

- Kau pelakunya, bukan? - Bukan begitu.

Paman, aku buru-buru. Aku harus pergi.

- Toiletnya bagaimana? - Maafkan aku.

- Maafkan aku. - Kembali kesini.

- Maafkan aku. - Dasar anak ini.

Astaga. Bagaimana ini?

- Hei, kenapa kau tinggal aku? - Maaf. Aku melihat hantu bertopeng.

Topeng?

- Kemana perginya? - Dia pergi?

Kau lihat?

Disana.

Bukankah itu dia?

Ya, Benar. Itu dia.

Cepat. Kejar dia.

Jangan lari.

- Kenapa tidak kau kejar? - Tidak perlu.

Kenapa berhenti?

Mobilnya mogok.

- Kemana menghilangnya dia? - Dia Hilang?

Aku tidak melihatnya.

Si brengsek itu. Pantas saja mereka menyebutnya hantu.

- Aku akan mencarinya. - Segeralah kembali.

Kenapa pintunya dikunci?

- Tidak kok. - Cepat bukalah.

Kenapa bisa terkunci?

Biar kucoba.

Kenapa ini.

Kenapa menyala.

Apaan ini.

- Apa paman mengenalku. - Astaga.

Sejak kapan di dalam? Mau apa kau?

Dasar brengsek.

Hei kawan, tidak perlu begitu.

Hei, tembak dia, cepat tembak.

Kau sedang apa?

- Ini tidak berfungsi? - Kasihan sekali.

Cepat turun.

- Sial - Kenapa tidak bisa dibuka.

Apa ini?

Apa yang terjadi?

- Pintunya tidak bisa dibuka. - Bagaimana ini.

- Ini terkunci. - Paman.

Cepatlah bicara.

Apa apaan brengsek.

Hei, cepat ke belakang.

Astaga.

- Hei, apa ada sesuatu? - Tidak.

- Mari lakukan saja. - Baiklah.

Ayo.

Itu keren.

Bagaimana ini.

- Jangan mendorongku. - Aduh, aduh Sakit.

Astaga.

- Kenapa kalian mengejar kami. - Kami tidak tahu apa-apa.

- Si Brengsek itu memerintah kami. - Lalu...

siapa hantu bertopeng itu?

Kami juga belum melihat wajahnya.

- Kami hanya pekerja sambilan. - Kami sungguh tidak tahu apapun.

Bintang Timur yang memerintahkannya pada kami.

Bintang Timur?

Bodoh, kenapa kau beritahu.

Lepaskan. Kita sedang sekarat.

Tunggu.

Soal itu...

- Itu... - Woah. Apa ini.

Apa-apaan.

Disana.

Jiung.

Terimalah pengorbananku sebagai bagian dari iman.

Kekuatan mereka. Tidak ada apa-apanya dibandingkan Kuasa-Mu.

Orang itu...

Hei. Bukankah dia si Super-Woman?

Kenapa?

Kenapa dia melakukannya?

Hei, tunggu.

- Hantu bertopeng. - Berhenti.

ALCOR-

Kemana dia?

Hei, jangan lari.

Tempat apa ini?

Kemana perginya dia.

Permisi.

Orang ini...

Susah sekali.

Ini sulit dibuka.

Kau tidak apa?

Tenanglah. Semuanya baik-baik saja.

Kau ini kenapa, mengagetkan saja.

- Lama tidak bertemu. - Kalian mau kemana?

Lihat!

Kekuatan yang kau miliki...

Tidak akan bisa lagi menghalangi rencana besar ini.

Apa alasanmu melakukan hal gila ini.

Gila?

Dunia ini tidak lebih dari sampah.

Semua harus dimulai kembali.

Dan keadilan akan tercipta.

Memangnya siapa kau?

Aku?

Aku ini pamanmu.

Jangan bohong.

Bukankah kau si Bintang timur itu?

Jangan menyebut namanya dengan sembarangan.

Dia sudah tidak disini.

Dia sudah berpergian...

Ke Tahun 2020.

Lalu kenapa kau membawa kami kesini lagi?

Kau benar, itulah yang jadi pertanyaannya.

Kami ingin tahu darimana kemampuan unikmu itu berasal.

Apa dari barang-barang bekas ini?

Mengejutkan sekali.

Kalian hanyalah bagian dari skenario yang kami buat.

Sekarang kau dan benda benda ini...

akan hilang selamanya.

Kau terlalu banyak bicara.

Apa?

Sekarang saatnya.

Jiung, Cincinnya!

Hei.

Keeho.

Yoon Keeho.

Hei

Hei.

Apa-apaan!

Kau kenapa?

Kau tidak apa, sungguh?

Aku tidak apa sampai kau memberikan nafas buatanmu.

Apa kau gila?

Tadinya kupikir kau akan mati.

Bagaimana rasanya? Luar biasa?

Itu melelahkan. Rasanya aku akan mati.

Ayo pergi ke Tahun 2020.

Ayo.

Hei, ini tahun 2012.

Astaga.

Fokuskan perhatian kalian pada soal yang ada didepan.

x² + ax + b = 0

-4 + b - a

MASA SEKARANG

In Tak, kau membayar uang sekolah bukan untuk tidur.

Kalau begitu tidurlah di lantai.

Baik, ibu lanjutkan.

Kemudian kalikan dengan -4.

Sampai jumpa besok.

- Baik Bu. - Terima kasih.

Astaga, kenapa kau menggangu tidurku.

Apa kerjamu semalaman sampai tidur di sekolah?

- Aku lapar sekali, kau punya makanan? - Tidak.

- Bagaimana kalau kita ke toserba? - Buat apa?

- Belikan aku sebotol soda. - Pergi saja sana.

- Ayolah. - Sebentar lagi aku ingin ke warnet.

Apa kau punya kartu kredit?

Tidak ada.

Ini makanan ringanmu.

Apa? Wah banyak sekali.

Hei. Ini.

Ini.

Terima kasih.

Chae Yoon.

Besok kami akan barbekyu-an di sungai Han.

- Kau ikut ya? - Aku?

Iya, kau juga bagian kelompok kami.

Hei, kau beli dagingnya ya?

- Hei, itu dia - Ada yang berdiri disana.

- Hei, tahan. tahan. - kenapa kau melakukannya.

- Astaga, cepat kemari, bantu aku. - Berikan padaku.

Seperti ini.

- Seperti ini. - Woah.

Pelan-pelan. Pelan-pelan.

Hei, ini penipuan namanya.

Kau tidak serius dalam bermain gamenya.

MENYALIN SELESAI

Level 2 Selesai.

Aku juga.

Ada nyamuk disini.

Jangan biarkan dia lolos.

Ada nyamuk.

Tahan.

Yah, begitu. begitu.

Kita menang teman-teman.

Itu luar biasa.

Senang rasanya bisa naik ke level ini.

Kau lihat ponselku?

- Carilah. - Apa kau melihatnya?

- Kenapa bisa ada disini? - Bukan aku pelakunya.

- Aku tidak menyentuh ponselmu. - Lupakan.

Kenapa.

- Mau kemana? - aku harus pergi.

- Bantu aku - Tidak, tidak mau.

Mati sana.

Maaf.

Maaf, tunggu sebentar.

Maaf.

Ada apa?

- Kau bolos? - Ya.

Aula Latihan 1

Kau pergi ke Warnet lagi kan?

Benar.

Aku akan berlatih 2x lebih keras sebagai gantinya,

dan menjadi juara satu.

Bukan itu masalahnya, latihan itu penting buat kemampuanmu, mengerti?

Kenapa kau sensitif begitu.

Ikuti aku.

- Kebiasaan. - Kebiasaan.

Apa bahasa inggrisnya?

Bagaimana bacanya?

Bacaannya habit, habit.

Dada kedepan.

- Kau lelah? - Sepertinya.

Ayo berdiri. luruskan tanganmu dan lakukan seperti ini.

Aku akan ikut kegiatan kelompok dengan teman-temanku.

- Sepertinya menarik. - Dimana itu?

Katanya mereka lokasinya didekat sungai Han.

- Sungai Han? - Ya.

- Bawa aku ikut. - Kau?

- Akan kupikirkan nanti. - Pikirkan apa lagi.

Rasanya aku sudah lama tidak keluar.

Tidak boleh.

- Kenapa tidak. bawa aku ikut. - Kita bicara lagi nanti.

Ayah pulang.

Ayah sudah pulang.

Aigoo. Tadinya ayah akan melakukannya. tapi putriku sudah melakukannya.

Ini.

Ini untukmu.

Ini harus dirapikan.

Ayah makanlah yang satunya.

Astaga. biasanya kau memakannya sendirian.

- Minggu ini kita akan mengunjungi ibu? - Tentu saja

- Penginapannya sudah dipesan. - Benar begitu?

Oh iya.

Ada kerja kelompok dengan temanku. kami akan memanggang barbekyu.

Begitu.

Sekolahmu memang unik,

Berbeda dengan sekolah- sekolah pada umumnya.

Ayah akan mengantarmu.

Tidak perlu.

Aku hanya perlu membeli 10 potong daging.

Segitu banyak ya?

Ayah mengerti.

Ayah akan belikan yang terbaik.

Jangan bawa bonekanya ya?

Akan sulit untuk menaruhnya di Mobil nanti.

Maksud ayah...

Gadis seusiamu biasanya mengemari para idol atau mungkin berdandan.

Aku akan kekamar.

Ayah makanlah dulu.

Baiklah. Selamat tidur.

- Ada apa dengan ayahmu? - Kenapa?

Kenapa ayahmu mengeluh jika kau masih bermain denganku di usiamu?

Apa kau akan terus mengomel?

Kau...

Sepertinya kau butuh sedikit di-omeli.

Kenapa sikapnya seperti itu.

Shiroku Kemarilah.

tidak mau.

- Ayo kemari. - Berisik.

Ayo kemari.

Menyebalkan.

- Brengsek, berikan sini. - Biar kulihat apanya yang seru.

Alcor?

- Apa itu menarik? - Itu bukan urusanmu.

Sebaiknya kau perhatikan bokongmu.

In Tak, Cepat guru memanggilmu.

Guru?

Waktu penyebaran Virus Alcor sudah ditentukan.

- Halo - Halo

Halo.

- Bapak mencariku? - Duduklah

Kenapa tidak mengajak nenekmu untuk berkonsultasi soal karirmu?

Kenapa harus memanggilnya. bicara saja padaku.

Astaga. Kau selalu saja keras kepala.

Suka atau tidak ini sudah aturan sekolah.

Jika tidak aku yang akan menelponnya langsung.

Guru, berjanjilah satu hal padaku.

Apa itu?

Beritahu nenekku aku ingin menjadi seorang hakim.

- Bapak bisa bisa melakukan itu? - In Tak...

Sudah lihat transkrip nilaimu?

Aku sudah melihatnya.

Jika nenekku tahu aku menari dan bukannya bersekolah.

Nenekku akan pingsan, dan jika dia pingsan.

Bapak ingin tanggung jawab?

Astaga. aku tidak tahu harus bicara apa.

Baiklah, aku mengerti. Sana pergi.

- Astaga kau ini. - Pak, aku menyayangimu.

Aku menyayangimu

- Dasar In Tak. - Aku menyayangimu.

JiYeon : Aku sampai.

JiYeon: Ha Ha Ha..

SeoHyun : Kenapa fotonya begitu hahahaha. Kau lihat Chae Yoon?

Yang Mi : Memanggang daging di sungai Han Hahaha.

HaYoung : Bagaimana 10 Porsi dagingnya?

Yoobin : Dia beneran pergi?

Apa kau mau menjual dagingnya padaku?

Karena kami kehabisan daging.

Kalau begitu ambillah.

Satu. Dua. Tiga. Empat.

Lima. Enam.

Tujuh. Delapan.

Hakim Hwang In-Tak.

- Sudah kubilang untuk melatih persendianmu. - Ini merepotkan.

Hakim Hwang yang terhormat.

Ulangi sekali lagi.

- Bu, aku ini terlahir sebagai penari. - Buktikan.

Astaga. Astaga.

- Perutku lapar. - Hei. Gantilah bajumu, kita pergi.

Ya?

- Hidangan ini membuatku lapar. - Makanlah yang banyak.

Terima kasih.

Bersulang.

Terima kasih makanannya.

Rasanya seperti akan mati.

Aku akan membalas kebaikanmu saat dewasa nanti.

Katakan sejujurnya,

Kau diam diam minum bersama teman-temanmu kan?

Apa yang ibu bicarakan.

Aku, Hwang In Tak. memang pemalas, tapi aku tetap mematuhi peraturan.

Oh, itu pasti karena kau ingin menjadi seorang hakim.

Ibu kenapa kau terus mengatakan itu.

Aku ini ingin menari bukannya menjadi seorang hakim.

Kenapa kau tidak mengerti.

Apakah kau tinggal dengan nenekmu?

Kenapa menanyakan itu?

Ibu bertanya padamu, jawablah yang jujur, jangan cerewet.

Bu, Nenekku tidak ada hubungannya dengan menari.

Kau sungguh tidak tahu caranya menari,

tidak tahu cara menghayati tarian, dan banyak bicara lagi.

Ceritakanlah kisahmu padaku.

Ibu akan mendengarkan.

Kisahku tidak istimewa.

Aku mengalami kecelakaan lalu lintas di usia 5 tahun,

saat itu orangtuaku tewas di TKP,

namun ajaibnya saat itu aku selamat.

Jadi mulai saat itu aku hidup bersama nenekku.

dan tumbuh dengan sangat baik.

- In-Tak. - Ya?

Tidak perlu pura pura bersikap kuat.

Itu hanya akan membuatmu semakin sedih.

Bu, apa kau tahu?

Kursi yang kududuki saat itu sampai hancur.

Ibu pernah mendengar soal itu?

Kejadian itu sempat menjadi buah bibir.

- Apa benar begitu? - Ya, itu benar.

Sayang sekali.

Hei, tidak bisakah kau membicarakan hal lain?

Astaga, Ibu membuatku pusing saja.

Kau sudah pulang?

Bagaimana? itu menyenangkan?

Bagaimana dagingnya, enak?

- Chae Yoon. - Aku lelah, kita bicara besok.

Apa kau menangis?

Apa maksudmu?

Apa kau masih belum mengerti? Ada hal yang harus kulakukan.

Chae Yoon sangat menantikanmu. bagaimana caraku memberitahunya.

Bukankah dia putrimu?

Kenapa kau bisa begitu egois?

Katamu kau akan mengasuhnya sendiri. maka rawatlah dia sendiri.

Kau itu juga ibunya.

Boneka yang kau belikan padanya saat dia masih kecil.

 Apa kau lupa soal itu?

Oh, kau sudah datang. duduklah.

Kututup dulu.

Warga sekalian.

Bintang timur akan tiba.

Era baru akan dimulai.

Dunia telah berubah.

Bintang timur akan tiba.

Bintang timur akan tiba.

Pak, kumohon pergilah.

Percayalah, Dia akan tiba.

Bintang timur akan tiba.

FORMULIR PENDAFTARAN KOMPETISI MENARI FNC 2020

Akhirnya. Akhirnya.

- Guru. - Ya?

Aku berhasil sampai disini.

Hari ini aku merasa senang.

Baguslah kalau begitu, Jaksa Hwang.

Mereka semua akan kalah.

Bagaimana kalau itu jadi nama panggungku?

Jaksa Hwang In Tak.

- Bagaimana dengan nama itu? - Itu nama yang bagus.

- Sudah kuputuskan. - Hei, lihatlah kesana.

- Apa itu?  - Sekawanan burung?

Wah, luar biasa.

- Mereka bercahaya. - luar biasa.

Wah, indahnya.

Kurasa itu drone.

- Benda apa itu? - Apa

- Sepertinya itu drone. - Drone?

Yang kau bilang benar. Jaksa Hwang.

Sudah kuduga mereka itu drone.

Benar. benar. kau benar.

- Disana. - Benda terbang apa itu?

Hei, lihat.

Apa?

Wah, hebat.

Ada apa denganmu?

Apa yang terjadi?

- Apa? - Cepat Lari.

Pergi sana.

 Menjauh dariku.

Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi...

Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi...

Cuaca hari ini bagus kan?

Ibu dimana?

Soal itu...

Hari ini ibumu...

Tidak datang?

Tidak. Bukan.

Dia hanya sedikit sibuk.

Begini.

Ada pusat pembelanjaan didepan sana.

Bukankah kau menyukai boneka?

Memangnya aku sudah umur berapa.

Baiklah.

Benar.

- Kenapa berhenti mendadak? - Apa?

Ada apa dengannya.

- Jangan mendekat. - Mobilnya kenapa?

- Ada apa? - Apa yang terjadi?

- Ayah. - Apa yang terjadi?

- Chae Yoon, Larilah. - Ayah.

Larilah.

Ada apa dengan mereka. Kenapa semua mendadak begini.

Apa itu?

Hei, apa-apaan!

Apa yang terjadi, tunggu.

- Ayah - Chae Yoon.

Ayah.

Ayah.

Ayah, bertahanlah. Ayah.

Ayah.

Ayah jangan mati.

Ini salahku.

Maafkan aku Ayah.

Ayah, Ayah, jangan mati.

Ayah, aku mohon Ayah.

Ayah.

Ayah...

Jangan.

Guru, kau ini kenapa.

Berhenti brengsek.

Dasar brengsek.

Sial.

Jangan lari.

- Cepat keluar - Ayah

Chae Yoon.

Ayah masih disana. Aku tidak mau pergi.

Tidak.

Sial.

Mati kau, brengsek.

Mati.

- Matilah brengsek. - Hentikan.

Matilah kau.

Kumohon.

Kumohon hentikan ini.

Mati kau.

Kubunuh kalian.

Kubunuh kalian semua...!

Ayo.

Akibat serangan virus sejumlah polisi dan militer menyerang warga sipil.

Hal ini juga menyebabkan lumpuhnya pemerintahan dan jatuhnya banyak korban jiwa.

Total kerugian yang ditimbulkan...

akibat serangan ini masih belum dapat diperkirakan jumlahnya.

Umat manusia menghadapi tantangan terberat sepanjang sejarah.

Departemen farmasi mulai meneliti andibodi mengobati infeksi ini.

sejumlah orang yang terinfeksi Memiliki gejala serupa yaitu...

hilangnya kemampuan untuk dapat mengendalikan emosi.

Ibu dimana.

Ibu kau dimana.

Ibu.

Ibu ada dimana.

Ibu dimana.

Apa ini semua.

Kau tidak apa?

Siapa namamu?

Luna dan Noona merupakan kalimat yang homofonik.

Luna.

Maksudku siapa namamu?

Namaku Song Luna. Aku ketakutan.

Tolong bantu aku menemukan ibu dan adikku.

Aku harus bagaimana.

Luna, tidak apa, jangan nangis.

In-Tak.

Chae-Yoon jangan bersedih.

Apa yang terjadi padanya, kenapa bersedih.

Chae-Yoon.

Berhenti menangis.

Ayahmu masih bisa selamat.

Dia bonekamu kan?

Kapan dia mulai bisa berbicara?

Itu...

- Dan In-Tak. - Aku tahu.

Ini terasa aneh.

Aku tahu ini sulit diterima.

Namun mulai sekarang dengarkan baik-baik yang kukatakan.

Dia dikenal dengan sebutan Bintang Timur.

Orang Arab menyebutnya dengan Alqo.

Julukan itu diberikan kepada dalang dari virus ini...

Si Bintang Timur.

Ada legenda yang mengatakan siapapun yang melihatnya akan mati.

Umumnya dia disebut bintang iblis.

Aku sudah lama mencari kalian.

namun kini sudah terlambat.

Nyatanya, kalian yang dapat menghentikan bencana ini.

Berserakan di masa lalu, sekarang, dan di masa depan.

Kini semuanya mungkin terasa seperti mimpi...

tapi inilah kenyataannya

Masuklah kedalam.

Luar biasa.

Wah

Wah.

Wah. Apa ini.

Wah.

Ini luar biasa.

Tanamannya tumbuh.

Sungguh kau yang melakukan ini?

Wah.

Aku belum mau mati.

Bintangnya muncul malam ini.

Kita akan memberikan tanda

untuk memberitahu orang-orang yang ada di sekitar.

Wah

Paman.

- Apa itu? - Cantiknya.

Mungkinkah itu bisa menyelamatkan Luna?

Luna akan selamat.

Kini

Takdir yang hilang

akan terlahir kembali.

Wah, cantiknya.

Wah. Luar biasa.

Astaga, lagi?

Apa ini?

Siapa kau?

Kau sendiri siapa?

Namaku Hwang in Tak.

Tahun berapa sekarang?

Tahun 2020

- Oppa. - Kau kemari?

Siapa mereka?

Aku tidak tahu.

Siapa kalian.

Selamat datang.

P1H : BEGINNING OF A NEW WORLD

DITERJEMAHKAN OLEH : MONKMOVIEZ

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.