Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[ Tayangan berikut mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun. ]
[ Pemirsa diharap bijak. ]
[ Tayangan ini memiliki iklan virtual dan tidak langsung. ]
[ Nama, bisnis, tempat, dan insiden yang disebutkan hanyalah fiksi. ]
Keluar dari penderitaanku.
Apa?
Mari kita
akhiri, Hyun-jae.
Apa maksudmu?
Bagaimana kita bisa putus? Itu tidak masuk akal.
Itu yang paling masuk akal bagiku.
Situasiku
terus membuatmu serba salah.
Lalu kau merasa bersalah padaku meski tidak melakukan kesalahan.
Meski aku tidak melakukan kesalahan,
aku merasa bersalah padamu.
Itu membuatku marah.
Jika tidak menyukai orang lain, kau merusak hubungan.
Tapi jika aku tidak menyukai diriku,
aku akan menghancurkan hidupku.
Jadi,
mari akhiri, Hyun-jae.
Tidak.
Tidak.
Kau selalu membiarkanku menang.
Biarkan aku menang kali ini juga.
[ Pakai sepatu ini ]
[ dan pergi ke tempat bagus dan bertemu orang baik. ]
[ Agar aku tidak bisa berpikir untuk kembali kepadamu. ]
[ Agar aku tidak berani bertahan. ]
[ Temui seseorang ]
[ yang sangat baik. ]
Ada apa?
Aku adik Kakak.
Kau belajar dengan giat?
Berhentilah mencemaskanku.
Kalau begitu, cepatlah dewasa.
Tidak.
Dewasalah perlahan.
Kakak orang dewasa,
jadi kau dewasa perlahan.
Ya.
Mau kudorong?
Tidak.
Ayunan harus dimainkan sendiri.
Ya.
Menurutmu, kenapa hidung Pinocchio memanjang?
Karena dia berbohong.
Tidak. Maksudku, kenapa hidungnya?
Ada fitur lain juga.
Seperti lengan, kaki, atau lidahnya.
Entahlah.
Kau mau?
Ya.
Belikan untukku.
Aku tidak tahu soal hal lain,
tapi hidung Pinocchio bisa dipakai memukul orang secara legal.
Bukankah lebih baik mematahkannya dan mengayunkannya?
[ Episode 14: Hidung Pinokio Menjauhkan Orang ]
[ Episode 14: Hidung Pinokio Menjauhkan Orang ]
Jika ada yang ingin kau katakan, katakanlah. Jangan berdiri dengan gelisah.
Aku?
Berapa banyak air yang kau minum?
Ibu.
Apa?
Aku ingin
bepergian.
Ke mana?
Ke mana-mana.
Tempat yang jauh?
Ke seluruh dunia.
Ke seluruh dunia? Tiba-tiba?
Itu akan butuh lebih dari beberapa bulan.
Bagaimana dengan pekerjaanmu?
Bagaimana membayarnya?
Aku tidak bekerja di kantor fisik,
jadi aku bisa terus bekerja.
Untuk biayanya, aku menabung untuk membuka bengkel.
Aku ingin menggunakan itu.
Apa dia memintamu ikut?
Tidak.
Ya, kami akan pergi bersama, tapi...
Tapi bukan karena dia memintaku untuk ikut dengannya.
Aku sudah memikirkannya selagi menerbitkan buku itu.
Aku sangat suka kaligrafi,
tapi aku masih ingin menulis.
Aku ingin bepergian keliling dunia suatu hari
dan kini aku punya kesempatan.
Aku juga berpikir menulis esai perjalanan begitu aku kembali.
Lakukan sesukamu.
Apa?
Ibu tidak akan menentang?
Ibu tidak akan menjalani hidupmu untukmu. Untuk apa menentangnya?
Kenapa Ibu begitu tenang soal ini?
Kau tidak pernah mendengarkan ibu.
Aku tidak tahu tidak mendengarkan Ibu akan berbuah manis begini.
Tidak semua perkataan ibu benar.
Setelah dipikir,
rasanya ibu menentang semua yang kau suka dan ingin lakukan.
Putri ibu baik-baik saja,
tapi kekhawatiran ibu
hanya menurunkan semangatmu.
Aku tahu Ibu hanya mencemaskanku.
Aku akan mengatakan hal yang sama jika menjadi Ibu.
Bukunya sangat bagus.
Kau melakukannya dengan baik. Terima kasih.
Tentu saja aku melakukannya dengan baik. Aku putri Ibu.
Jangan lupa soal kontrasepsi.
Apa?
Aku tidak mau bicara
sebebas itu dengan Ibu.
- Apa? - Apa?
Astaga, Woo-yeon. Kau mencurahkan hidupmu pada cinta.
Aku tidak hanya mengikuti Soo.
Aku berniat menulis esai perjalanan begitu kembali.
Aku akan tetap mengunggah kaligrafi di media sosialku.
Kau punya rencana, bukan?
Jika begitu, aku senang.
Aku sudah selesai. Bukankah ada yang ingin kalian bicarakan?
Aku masalah penting, aku yang terakhir.
Kau lebih dahulu.
Aku putus dengan Hyun-jae.
Kenapa kalian membeku? Kalian membuatku merasa canggung.
Aku hanya mencari kata-kata yang tepat.
Kau tidak perlu melakukan itu.
Sudah cukup aku merasa tidak nyaman.
Kau ingin kami menghiburmu?
Ya. Aku bilang padanya kami harus putus.
Apa aku berhak dihibur?
Tidak perlu hak untuk dihibur. Terima saja saat kau membutuhkannya.
Tidak, itu membuatku tidak tahu malu.
Aku akan tetap melakukannya.
Kau boleh menangis jika mau.
Ya. Menangislah saja.
Lepaskan aku. Ini terlalu panas.
- Tidak. - Aku juga tidak mau.
Omong-omong, bagaimana denganmu? Apa yang ingin kau katakan?
- Aku? - Ya.
Bukan apa-apa.
Ada apa?
Kenapa kalian putus?
Entahlah.
Kenapa tidak memohon untuk bertahan jika begitu menderita?
Aku tidak mengerti alasan kami harus putus,
tapi aku sangat mengerti
alasan tidak bisa memohon untuk bertahan.
[ Tonight ]
Dia tampak baik-baik saja.
Kenapa kau terus datang ke sini setiap hari?
Young-hee dan Hyun-jae putus.
Aku sudah dengar.
- Kau mendengarnya dari Hyun-jae? - Benar.
Aku penasaran bagaimana kita akan putus.
Kenapa kau sudah memikirkan perpisahan kita?
Aku hanya mengatakannya.
Setelah melihat Young-hee dan Hyun-jae,
aku merasa tidak ada yang bertahan di dunia ini.
Mungkin kita juga akan putus.
Jika ada orang lain di masa depanmu dan itu bukan aku,
kau harus memacarinya.
Tapi,
aku tidak yakin akan merelakanmu.
Kau akan selalu ada di masa depanku. Kurasa tidak akan ada orang lain.
Jadi, bahkan dalam kemungkinan kecil kita putus,
orang yang akan pergi adalah kau. Bukan aku.
Itu tidak benar.
Kau mau bertaruh?
Orang yang minta putus harus mengabulkan permintaan.
Apa gunanya semua itu saat kita putus?
Itu sebabnya kita tidak boleh putus.
Baiklah.
[ Perusahaan Penerbitan Eunyu ]
[ Apa desain sampul untuk hari jadi ke-20 ]
rangkaian sastra dunia lengkap berjalan lancar?
Ya. Kami punya drafnya dan kami sedang mencari juru kaligrafi.
Tidak bisakah kita meminta kepada Nona Kyung Woo-yeon?
Dia ekspresif dan bukunya mendapatkan ulasan positif.
Aku sudah menghubunginya dan dia bilang tidak bisa.
Dia pergi dengan kekasihnya sekitar satu atau dua tahun.
Ada apa?
Kau baik-baik saja?
Tidak.
Seharusnya aku baik-baik saja, tapi tidak. Aku kecewa pada diriku.
Jadi aku tidak baik-baik saja.
Kau akan menemui Nona Kyung?
Apa dia akan mengizinkanku menemuinya?
Ada satu hal yang kau kuasai.
Kau pandai memberinya alasan.
Aku tidak punya alasan bagus untuk kukatakan.
Kali ini harus benar-benar bagus.
"Sebuah Keseharian Bagimu, Sebuah Perjalanan Bagiku."
Kau tahu kita mencetak ulang buku itu.
Pasal 9 Ayat 1 kontrak penerbitan menyatakan
kita harus memberi tahu saat pencetakan ulang.
Aku yakin Bu Jung akan bertemu
dengan Nona Kyung siang ini.
Kami tidak tahu akan mencetak ulang secepat ini.
Selamat.
Sayang sekali kau tidak tahu. Aku tahu.
Terima kasih.
Kau sudah bertemu dengan Nona Kyung?
Dia menemui orang lain.
- Dengan siapa? - Bersama CEO kami.
Kenapa dia?
Dia bilang akan menemuinya langsung.
Di mana mereka bertemu?
Itu yang harus dilakukan penerbit.
Berdasarkan Pasal 9 Ayat 1 dari kontrak penerbitan,
kami wajib memberi tahu soal pencetakan ulang.
Aku ingin memberi selamat soal itu dan juga menyapamu.
Hati-hati di jalan.
Aku ingin memberitahumu secara langsung.
Aku khawatir saat mendengar kau menolak tawaran kami.
Aku senang bukan aku alasanmu menolaknya.
Jika kau harus menolak tawaran,
aku akan mencuri kesempatan darimu.
Saat melihatmu,
kau sangat tenang dan sabar.
Banyak yang harus kupelajari darimu.
Kau seperti orang dewasa sungguhan.
Aku bukan orang dewasa.
Aku kesulitan bertahan
karena aku tidak ingin membebanimu.
Setelah kau kembali dari perjalananmu setelah beberapa waktu,
dan jika kau tidak keberatan,
aku ingin berteman denganmu.
Aku bisa bersikap seperti kita teman sejak awal,
bersikap seperti aku hanya menghiburmu.
Aku yakin bisa melakukannya.
Kau tidak punya teman?
Kau mau aku jadi temanmu?
Traktir aku makan dahulu.
Bagaimana kau tahu aku di sini?
Aku mengikutimu.
Kenapa kau menyukainya?
Karena aku tampan.
Baiklah.
[ Tonight ]
Apa tadi itu kecemburuanmu?
Tidak.
Lalu apa? Kau menyukai Pak On?
Aku menyukaimu.
Kekasihku sangat keren.
Tentu saja.
Kau ingin tetap tenang.
Apa ada sesuatu
yang kulakukan untuk mengecewakanmu?
Tidak, aku tidak pernah kecewa.
Aku suka semua hal tentangmu.
Ada yang membuatmu kesal?
Bagaimana aku bisa tidak kesal saat aku jatuh cinta?
Kau semakin kesal dan terluka karena sedang jatuh cinta.
Tapi karena cinta, kau bisa memahami orang lain.
Kau tidak bisa memberitahuku?
Aku tidak akan memberitahumu. Kau harus menebak.
Baiklah.
Aku akan menebak semuanya.
Aku akan menjawab dengan benar dan menyesuaikan diri denganmu.
Kau mau minum lagi, bukan?
Tidak, aku akan berhenti.
Aku akan meminumnya.
Antar aku pulang jika aku mabuk.
Bahkan lebih baik jika kau membawaku.
Kau tidak keberatan dengan orang tuaku?
Setelah kupikirkan, aku harus tidur di rumah.
Di rumahku. Di ranjangku.
[ Tonight ]
Apa yang terjadi?
Ada apa, Woo-yeon? Apa yang terjadi?
Ada apa?
Jangan mendekat!
Aku tidak mau kau terluka, kataku.
Jin-ju dan Sang-hyeok berpacaran.
Aku tahu betul.
Aku melihatnya sendiri
dan kau sudah bilang 18 kali.
Itu sangat mengejutkan. Kenapa?
Mari berhenti membicarakan pasangan lain. Bicara tentang kita saja?
Seperti apa?
Kapan aku harus bicara dengan orang tuamu?
Untuk apa?
Mereka tahu kau pergi denganku, bukan?
Aku memberi tahu mereka.
Kalau begitu, aku harus menyapa mereka.
Mereka pasti khawatir akan mengirim putri mereka.
Apa itu perlu?
Itu akan membuatku disukai oleh calon besanku.
"Besan?" Kita tidak akan menikah.
Kau tidak akan menikahiku?
Bukan begitu. Pernikahan adalah sesuatu yang begitu jauh.
Berkencan saja tidak masalah,
tapi aku ingin tetap di sisimu selamanya.
Mari kita temui mereka di akhir pekan.
Baiklah.
Halo? Nak? Apa terjadi sesuatu?
Ya. Tidak.
Aku hanya menelepon.
[ Halo? ]
Kenapa Ibu tidak bicara?
[ Karena ibu bahagia. ]
Kau menelepon ibu lebih dahulu saat tidak terjadi apa-apa.
Ini kali pertama.
Ibu senggang hari Minggu ini?
Tentu saja. Meski tidak, ibu harus meluangkan waktu.
Kalau begitu,
sampai jumpa hari Minggu, Ibu.
[ Won-jung ]
Ya? Halo?
Jangan terkejut dan dengarkan ini.
Soo meneleponku dan meminta bertemu di hari Minggu.
Benarkah? Itu berita bagus.
Ke mana kita harus pergi? Kau mau kujemput dari rumah?
Kenapa?
Kau bilang Soo ingin bertemu di hari Minggu.
Benar sekali. Lalu kenapa?
Dia tidak mengundangku?
Tidak.
Aku akan menanyakan itu.
Tidak, itu lebih memalukan.
Tidak perlu?
Kau tetap harus membahasnya.
Baiklah.
Kenapa dia membeda-bedakan?
Sial.
Maaf. Aku akan pergi setelah mengambil barang-barangku.
Kupikir kau tidak akan bisa membuangnya.
Aku berdoa untuk kali pertama
dan itu dijawab.
Aku harus mulai pergi ke gereja
jika doa berikutnya juga dikabulkan.
Tidak bisakah kita kembali bersama
meski aku memohon?
Kenapa kau memohon padahal tidak melakukan kesalahan?
Jika aku tidak melakukan kesalahan,
kenapa kau mencampakkanku?
Sudah kubilang.
Situasiku terus membuatmu serba salah.
Aku berusaha memahaminya.
Aku berusaha keras putus karena kau bilang ini sulit bagimu.
Sekeras apa pun aku memikirkannya, aku tidak mengerti alasan kita putus.
Aku tidak bisa memahamimu.
Kau akan mencampakkanku jika aku dalam situasi sulit?
Ya.
Pasti.
Meski kita berkencan selama sepuluh tahun,
kau tidak akan bisa memahamiku.
Aku mohon untuk kali terakhir.
Aku tidak akan
mempertahankanmu lagi.
Kau masih ingin putus?
Ya.
Aku ingin putus.
Baiklah.
Mari kita lakukan itu.
[ Faneuil Hall, Toko Buku Old Corner ]
[ Atlanta, Hartsfield-Jackson ]
[ Belanda, Belgia, Luksemburg ]
Apa kita akan pergi ke semua tempat ini? Jadwal kita akan padat.
Tidak semuanya, tapi jadwalnya tetap padat.
Itu akan tetap menyenangkan.
Yang ini bagus.
[ Kamar Raja, ranjang double besar ]
Tidak. Ranjangnya terlalu besar.
Aku ingin tepat di sampingmu.
Ini bagus.
- Apa? - Ranjang single.
Ibu bilang datanglah pukul 18.00.
Baiklah, aku tidak akan terlambat.
Masuklah.
- Kau harus melepaskanku. - Aku tidak mau.
Kita tidak perlu berpisah lagi.
Kau benar. Itu akan segera terjadi.
[ Lee Soo ]
[ Lee Soo ]
[ Kyung ]
[ Kyung Woo ]
[ Lee Soo ]
[ Lee Soo-nya Kyung Woo-yeon ]
[ Choi Jung-hyun PD ]
Maaf sudah memanggilmu di hari Minggu.
Tidak apa-apa. Kenapa kau ingin bertemu?
Karakter utama drama kami berikutnya
adalah seorang juru kaligrafi.
Bukankah kau memproduksi film?
Kami memproduksi film dan drama.
Aku akan berterus terang.
Bisakah kau membuat judul dramanya
dan menjadi pengganti tangan pemeran utama?
Maaf, tapi sepertinya aku tidak bisa.
Ini masalah pribadi.
Jika karena kali terakhir, aku minta maaf sekali lagi.
Aku yang mengajukanmu kali ini dan itu tidak akan terjadi lagi.
Memang benar aku masih terluka,
tapi itu alasan yang berbeda.
- Aku bepergian... - Aku tahu ini terdengar dingin,
tapi peluang tidak tahu cara menunggu.
Sejujurnya, ini agak terburu-buru jadi aku ingin segera tahu jawabannya.
[iQIYI Ver] jTBC E14 'More Than Friends' -โฅ Ruo Xi โฅ- Synced with Subcake Android
[ - Hei. ] - Hai, Soo. Kau di mana?
- Aku keluar sebentar. [ - Sendiri? ]
- Tidak, aku bersama... [ - Nak. ]
Begitu rupanya. Kau bersama ibumu.
[ Ya. Kenapa? ]
Lupakan saja. Sampai nanti.
Baiklah.
Astaga.
Kekasih?
Berandal. Jadi, begitu sikapnya kepada kekasihnya.
Lalu? Apa yang harus kubeli?
Bawa ini dan pasti berhasil.
Ini yang kubawa untuk minta izin menikahi ibumu.
Astaga. Kami mabuk berat malam itu.
Tidak.
- Kenapa tidak? - Kakek membenci Ayah.
Aku akan menemui orang tua kekasihku. Apa rekomendasi Ibu?
- Mari kita lihat. - Dia tidak tahu apa-apa.
Apa yang tidak dia ketahui? Ayahku membencimu.
Periksa tempatku dan pakai mobilku sesekali.
Dia memerintah kita tanpa memberikan uang.
Jika kau dibayar, kau seorang pelayan. Jika tidak, kau orang tua.
Pilih. Ayah ingin menjadi apa?
Tapi aku lebih suka orang tua.
- Terima kasih untuk hari ini. - Kau baik-baik saja?
Aku berusaha tidak membenci kalian.
Karena kini ada yang akan memanjakanku.
Aku sudah membuat pemesanan untuk kalian. Nikmati makan malamnya.
Terima kasih, Nak. Aku yakin kami akan menikmatinya.
Ayah traktir saat mengembalikan kartumu.
Pastikan sesuatu yang mahal. Aku akan ajak Woo-yeon.
Putra kita tumbuh dengan baik.
Kau benar.
Dia tumbuh baik meski orang tuanya tidak kompeten.
Aku sangat bersyukur.
- Cicipilah. - Baik.
Ini enak.
Kenapa kau menghela napas panjang?
Hentikan itu.
Nak. Apa ada masalah?
[ "Aku dan putriku yang sudah menikah mengobrol soal masa lalu sambil minum, ]
[ dan dia bilang aku sangat ketat, ]
[ bahwa dia sering terluka saat masih muda. ]
[ Kupikir orang tua hanya perlu memberi makan dan menghidupi mereka, ]
[ tapi jika mengingat kembali, seharusnya aku lebih memercayai anakku dahulu. ]
[ Seharusnya aku menghiburnya. ]
[ Seharusnya aku lebih menyatakan cintaku padanya." ]
Kau tahu apa yang paling ibu sesali karena tidak berpendidikan?
Apa?
Bersikap bodoh terhadap kalian.
Berteriak, marah,
dan membentakmu.
Anak-anak dengan sadar
membuat hati orang tua sakit,
tapi orang tua melakukannya tanpa sadar.
Walau luka di hati anak ibu
jauh lebih menyakitkan dari luka di hati ibu...
Tapi ibu tidak tahu.
Berapa banyak luka yang kubuat di hati Ibu?
Kau tidak melukai hati ibu sama sekali.
Pembohong. Aku sudah bisa membayangkan puluhan.
Menyebalkan sekali.
Itu karena kau ingat hal-hal seperti itu...
Apa yang tertanam di sini
semuanya pecahan kaca.
Mereka memotongmu meski kau menyentuhnya,
tapi kau memegangnya dengan tanganmu dan melukai hati ibu.
Bagaimana kau bisa baik-baik saja?
Dasar bodoh. Kenapa kau tidak melukai hati ibu seperti orang lain?
Kenapa harus pecahan kaca?
Itu juga hanya akan melukai tanganmu.
Kenapa memeluk ibu?
Ibu punya pecahan kaca.
Senang melihatmu dan Soo semakin dekat.
Benar.
Aku lupa.
Kau suka steik.
Aku suka daging.
Setelah ini,
mau pergi ke resital?
[ Resital Piano Solo Elliott Son ]
Kurasa kau menyukai pianis itu.
Bukan dia?
Itu dia.
Aku meminta
bantuan besar untuk dapat...
Kau ingat detailnya sekarang
setelah mencoba mengingatnya?
Apa?
Sejujurnya, aku pernah menyesal meninggalkanmu.
Itu kalimat lampau.
Aku tidak yakin akan tetap berlanjut.
Tapi aku ingin merahasiakannya.
Lebih mudah sesekali bertemu seperti ini.
Di usia kita, kita mudah takut.
Lebih dari hantu yang mungkin ada atau tidak di lemari,
kita tahu emosi bisa lebih menyakitkan.
Aku hanya bisa bilang
maafkan aku.
Kau tidak hanya takut, bukan? Kau juga sudah dewasa.
Tapi kau terlalu lama.
Bahkan saat kita tahu jawabannya,
selalu ada tenggat waktunya.
Aku lupa soal itu.
Kau pikir aku akan menyukaimu karena kau membawa ini?
Kami tidak membutuhkan ini. Perlakukan putri kami dengan baik.
Kenapa kita melatih dialog ini
saat dia mungkin datang dengan tangan kosong?
Kau tidak tahu soal lamaran?
Mau tetap memakai nada drama sejarah?
Ya.
Baik, lakukan.
Cepat jemput anak-anak.
Benar.
Kalau begitu, aku akan segera kembali.
Kenapa kau di sini?
Soo, masalahnya...
Sedang apa kalian di sana?
Masuklah.
Baik.
Jangan buat mereka menunggu.
Tunggu.
Ada yang ingin kukatakan.
Mari bicara di dalam.
[ Kita menyiapkan dialog yang tepat. ]
[ Ini sempurna. ]
Kau pikir aku akan menyukaimu karena kau membawa ini?
Kami tidak membutuhkan ini. Perlakukan putri kami dengan baik.
Aku akan memperlakukan Woo-yeon dengan baik begitu juga kalian.
Bukalah.
Aku akan menukarnya jika kalian tidak suka.
Omong-omong...
- Astaga, ini mahal. - Hei.
Ini untuk kami?
Alkohol ini...
Merek berharga ini...
Astaga...
Hei.
Ada yang ingin kukatakan.
Mari makan dahulu.
Ya.
Aku tidak mau pergi.
Aku tidak bisa pergi.
Kau sudah memutuskan?
Ya.
Kau marah?
Kenapa?
Aku sudah memutuskan dan memberitahumu tanpa bicara denganmu.
Aku tidak marah.
Aku tidak bisa merelakan impianku jadi bagaimana aku bisa marah
bahwa kau juga tidak merelakan mimpimu?
Apa sebaiknya aku juga tidak pergi?
Kau harus pergi.
Kau tidak apa-apa berpisah dariku?
Bagaimana aku bisa baik-baik saja?
Tapi aku tidak bisa mewujudkan impianmu untukmu
dan kau tidak bisa melakukan hal yang sama untukku.
Jika salah satu dari kita menyerah, kita akan saling membenci.
Aku tidak mau melakukan itu.
Kau khawatir?
Bahwa kita akan putus?
Aku tidak mengkhawatirkan itu.
Waktunya tidak tepat.
Aku tidak percaya ucapan yang mengatakan cinta adalah soal waktu
dan hal-hal seperti itu.
Lihat? Kita bersama sekarang.
Aku akan segera kembali.
Segera kembali.
Jangan membuatku menunggu terlalu lama.
[ Keberangkatan ]
Kembalilah dengan selamat.
Jaga dirimu.
Kau bisa ketinggalan pesawat.
Silakan.
Kau lebih dahulu. Lalu, aku baru bisa masuk.
Hubungi aku saat kau mendarat.
Aku mencintaimu, Kyung Woo-yeon.
Aku juga mencintaimu.
[ Soo sudah pergi. ]
- Halo? [ - Bahkan kokleamu cantik. ]
[ Selamat pagi, Woo-yeon. ]
Selamat pagi, Soo-ku.
Aku akan pergi lagi. Selamat pagi, Woo-yeon.
[ Tidak ada yang berubah. ]
[ Soo-ku ]
Kau sedang menyikat gigimu?
- Kau sudah menyikat hingga bersih? [ - Sudah. ]
Aku akan menelepon kembali setelah selesai.
[ Soo-ku ]
Halo?
Aku merasa sangat gugup.
Jangan. Kau selalu yang terbaik.
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
[ Hidup memang seperti bumerang. ]
Apa kegiatanmu besok?
Aku naik pesawat lagi besok.
[ Berapa lama? ]
Cukup lama.
[ Beberapa kali sehari, ]
[ - Soo menghubungiku. ] - Aku sedang bekerja.
[ Jika ombak ada karena lautan ]
Lihat. Banyak yang harus kulakukan.
[ kau adalah harapan. ]
[ Hidup memang seperti bumerang. Dia akan memberi sebanyak yang kau beri. ]
[ Kami berbagi kehidupan sehari-hari. ]
[ Menunggu ]
Kau seperti Samantha.
Siapa itu?
Kecerdasan buatan dalam film "Her."
Kau terjebak di ponselku, jadi, kau seperti kecerdasan buatan.
[ Halo. Aku Soo-mantha. ]
[ Kita masih saling mencintai. ]
Aku akan segera keluar dari sini.
Kyung Woo-yeon. Aku mencintaimu.
- Aku juga mencintaimu. [ - Baiklah. ]
[ Kita mengatasi semua kesulitan ]
[ dan hidup bahagia untuk waktu yang lama. ]
[ Akhir bahagia ]
[ Itu bohong. ]
[ November ]
[ Waktu berlalu lebih lambat dari dugaanku ]
[ dan ini baru dua bulan. ]
[ Soo-ku ]
Halo?
Kau baru pulang?
- Ya. [ - Kau sudah makan malam? ]
- Belum. - Astaga. Kau harus segera makan.
Kupikir kau lelah dan sedang tidur.
Kupikir kau akan sibuk.
Aku menunggu teleponmu.
Aku hampir sampai di rumah.
Baiklah.
Sulit untuk menelepon, bukan?
- Aku agak sibuk. [ - Kau tampak lelah. ]
[ Kau pasti lelah. Tidurlah. ]
Tidak, aku bisa bicara lagi.
Kau akan sibuk lagi besok?
[ Dahulu dia sering meneleponku. ]
[ Lalu dia menelepon pagi dan malam. ]
[ Beberapa hari, dia menelepon hanya sekali. ]
[ Maaf, aku begadang semalaman mengambil foto kemudian ketiduran. ]
[ Tidak apa-apa. ]
[ Dan beberapa hari, ]
[ kami hanya bertukar pesan singkat. ]
Aku merindukanmu.
Aku juga sangat merindukanmu.
Seharusnya aku tidak pergi.
Seharusnya aku tetap bersamamu.
Seharusnya begitu.
Maafkan aku.
Jangan minta maaf.
Tidak apa-apa.
[ Saling merindukan berubah menjadi kebencian. ]
[ Apa yang kau lakukan hari ini? ]
Sama seperti biasanya.
Bagaimana denganmu?
Aku juga sama.
Apa ada masalah?
Tidak.
Semua baik-baik saja?
Ya.
Aku baik-baik saja.
[ Saat kita kehabisan kenangan untuk dibagi, ]
[ kita ]
[ menutup mulut kita. ]
Apa terjadi hal buruk belakangan ini?
Tidak.
[ Aku hanya lelah. ]
Baiklah. Istirahatlah.
Tidur yang nyenyak, Woo-yeon. Aku mencintaimu.
Tidur yang nyenyak.
Aku mencintaimu. Tetaplah bersamaku untuk waktu yang lama.
Itu tergantung padamu.
[ Soo-ku ]
Halo?
Apa yang kau lakukan?
Aku dalam perjalanan pulang.
Begitu rupanya.
Aku akan mengejar pesawat.
[ Aku akan ke area terpencil, mungkin tidak ada sinyal. ]
Tidak apa-apa.
[ Aku bilang tidak apa-apa seperti moto, ]
[ tapi aku tidak pernah baik-baik saja. ]
[ Berbohong menjadi norma. ]
Ada yang ingin kukatakan.
[ Baiklah. Ada apa? ]
Mari
berhenti melakukan ini.
Aku ingin putus denganmu.
[ Kenapa? ]
Tidak apa-apa.
Menurutku,
jika terus begini, aku akan membencimu.
Ini terlalu sulit bagiku.
[ Baiklah. ]
[ Mari kita putus. ]
[ Jangan menangis. ]
[ Makanlah dengan baik. ]
[ Dan tidur yang nyenyak. ]
[ Jaga dirimu. ]
[ Soo-ku ]
[ Banyaknya kebohongan yang kita katakan ]
[ mendorong kita semakin menjauh. ]
[ Pada akhirnya, ]
[ kita putus. ]
[ Jembatan Dajin ]
[ Jembatan Dajin ]
Kenapa kau berjalan denganku?
Karena aku tidak ingin kau menjadi orang aneh.
Karena terkadang, aku merasa nyaman
bukan hanya aku yang aneh.
Kau pandai menghibur orang seperti biasa.
Aku berencana tetap seperti itu.
Kau bisa mendekat jika perlu.
Aku serius.
Kau masih pandai membuatku merasa tidak tahu malu.
Kau ingat ucapanku sebelumnya?
Perkataanmu di telepon sama seperti yang kurasakan saat itu.
Itu sebabnya aku bersimpati.
Saat melihatmu, aku terus melihat diriku di dalam dirimu.
Kurasa
aku mungkin menyukaimu
untuk menghibur diri.
Kukira jika kau bahagia,
aku juga bisa bahagia.
Maksudku adalah ini.
Jika kita bertemu lagi seperti hari ini
dan berjalan di bawah payung setelah hujan berhenti,
aku bisa berjalan denganmu lagi.
[ Satu tahun kemudian ]
[ Kaligrafi Woo-yeon ]
[ Kaligrafi Woo-yeon ]
[ Saat pekan ini usai, pekan depan datang ]
[ Di mana masa lalu dan masa kini bisa berdampingan ]
[ Di mana masa lalu dan masa kini bisa berdampingan ]
[ Kesepian dalam kebahagiaan, musim gugur pergi menjauh ]
[ Beri tahu aku keinginanmu ]
[ Semoga hari-harimu menyenangkan ]
Kau telah mengerjakan judul untuk banyak drama dan film baru-baru ini.
[ Hujan musim dingin turun. Apakah malam cinta lamaku sama seperti malamku? ]
Apa ada proyek khusus yang tetap kau kenang?
Ini bukan film atau drama,
tapi aku pernah menerbitkan buku foto kaligrafi Eunyu.
"Sebuah Keseharian Bagimu, Sebuah Perjalanan Bagiku."
Buku itu selalu terkenang bagiku.
Apa ada alasan khusus untuk itu?
Sebelum itu, aku tidak yakin kaligrafi adalah karier atau pekerjaan sampingan.
Tapi saat mengerjakan buku itu, aku yakin itu karierku.
[ Apa ada proyek khusus yang tetap kau kenang? ]
[ CEO Penerbitan Eunyu adalah orang pertama yang memanggilku seniman. ]
[ Karena itu kali pertama. ]
[ Semua pengalaman pertama itu istimewa. ]
[ Pesawat 201 ke Incheon mulai dibuka. ]
Dengan kaligrafi, menulis dengan emosimu itu penting.
Bu Kyung. Apa yang akan kau tulis?
Entahlah.
"Cinta pertama adalah
air berlumpur?"
Apa?
Kau pikir itu hilang karena kau melupakannya,
tapi jika kau menginjaknya, lumpur muncul di permukaan.
Semacam itu.
[ Kaligrafi Woo-yeon ]
Halo?
[ Kau sedang apa? ]
Kelas baru saja berakhir jadi aku akan mengerjakan proyek.
[ Aku berpikir untuk mampir. ]
[ Untuk mengantarkan sesuatu. ]
Baiklah.
[ Cinta pertama adalah kenangan ]
Hai,
Woo-yeon.
Aku pulang.
Dia sudah sejauh ini.
Aku tahu alasan hidung Pinocchio tumbuh.
Karena jika itu terjadi, dia tidak bisa menghadapi orang lain.
Jika kau berbohong, kau bisa sampai sejauh ini dari orang lain.
Jangan menggosok hidung dengan pria lain. Aku menjadi iri.
[ Mari ]
[ berhenti melakukan ini. ]
[ Aku ingin putus denganmu. ]
Kenapa?
[ Tidak apa-apa. ]
[ Menurutku, ]
[ jika terus begini, aku akan membencimu. ]
[ Ini terlalu sulit bagiku. ]
[ Aku berbohong. ]
Baiklah.
Mari kita putus.
Jangan menangis.
Makanlah dengan baik.
Dan tidur yang nyenyak.
Jaga dirimu.
[ Woo-yeon-ku ]
[ Kebohongan yang membuat jarak jauh ]
[ di antara kita. ]
[ More Than Friends ]
Ibu akan sangat senang kau datang.
[ Bersandarlah padaku meski sebagai teman. ]
[ Atau jika tidak, anggap aku kursi, batu, atau semacamnya ]
[ tempat kau bisa bersandar. ]
Benar juga. Soo sudah kembali.
[ Bagaimana kau baik-baik saja? ]
[ Hanya dalam setahun, orang yang merepresentasikan cinta hilang. ]
[ Apa sungguh berakhir baginya? ]
[ Jika kau akan seperti ini, kenapa kau begitu mudah melepaskan? ]
Tidak bisakah kita kembali ke hari sebelum putus?
[ Kupikir kau egois, tapi kau hanya bodoh. ]
[ Kau melepaskan, ini berakhir. Banyak waktu yang berlalu. ]
Woo-yeon, aku mengadakan pameran hari Sabtu ini. Kau akan datang?
Soo. Hentikan sikapmu. Hubungan kita sudah berakhir.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.