All language subtitles for Pangeran.dan.108.Raja.Iblis.2014.FRENCH.AUDIO.DVDRip.[Kuning]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

108 RAJA IBLIS

Lihat. Apa yang terlihat di langit?

Sebuah Kuil. Kuilnya melayang.

Tapi itu mustahil. Pasti cuma bayangan.

Sebuah bayangan? Yang terlihat seperti kita?

Benar. Bagi yang mendekati biara ini akan melihat bayangannya di langit.

Fenomena alam ini digunakan oleh para biksu yang dahulu tinggal di sini.

Bayangan itu melindungi mereka dari penjahat dan para penyusup.

Dan bagaimana dengan semua biksu itu?

Sekelompok kaum Tartar Mongol tiba di biara itu.

Awan tebal di langit, ada pantulan bayangan. Terjadi pembantaian.

Bayangan masih tetap memantul di langit...,

...namun biara itu menghilang ke dalam kegelapan.

Putramu pasti sedih dengan tempat jelek ini, Yang Mulia.

Dia harus bisa menerima, Lin Chong.\ Semoga saja.

Tetapi Pangeran mengagumi legenda Kuil Merah dan Raja Iblis.

Selain dari ribuan bayangan dan kuil merah yang terkenal...,

...tak banyak yang bisa dilihat di sini.

Tunggu, ya, ada. Ada bau yang mengerikan.

Komandan Lin Chong, kau harus paham...,

...tempat pemandian lumpur ini bisa meredakan rasa sakitku.

Maaf, Yang Mulia, hanya saja baunya sangat kuat.

Jika begitu biar aku berkubang dulu di lumpur yang bau ini.

Aku tak bisa meninggalkanmu sendiri, Yang Mulia.\ Tak apa.

Kalian akan keberatan dengan bau lumpur ini.

Tinggalkan aku.

Para prajurit kerajaan akan tiba dan kehadiranmu dibutuhkan.

Racun.

Siapa yang mengirim mereka?

Aku tak sempat menanyakannya.

Hanya orang terdekatmu yang tahu kau ada di sini.

Orang terdekatku, setidaknya ada sekitar 200 orang.

Mereka meracuni pengawalmu.

Dan termasuk pelayanmu.

Pengawal dan pelayan setiaku? Mereka semua--?

Betul. Mereka semua tewas.

Tapi aku merasakan sesuatu, Yang Mulia.

Merasa apa? Apa?

Aku tak yakin.

Cuma firasat, tapi--

Ahh, telingaku! Cari anting-antingnya.

Letakkan tubuh Kaisar di kuil merah. Cepat.

Para pengawal akan datang, cepat.

Cepat.

Bawa dia.

Kaisar telah tewas.

Kini kerajaan berada dalam bahaya.

Pasti ini perbuatan Raja Iblis.\ Tidak mungkin.

Tidak, bukan.\ Mereka kembali.

Pastilah Raja Iblis.\ Ini sebuah mimpi buruk.

Ini malapetaka.\ Kaisar telah meninggal.

Ini telah terjadi.

Pangeran Duan. Dengan kematian ayahmu, Kaisar kami yang tercinta...,

...pasti membuat hatimu bersedih.

Meskipun kesedihan melanda, kami harus meminta tuntunanmu.

Prioritas utama, adalah keselamatan Pangeran.\ Ahli sihir Cai Jing benar.

Dia harus dilindungi.\ Seorang pengawas harus ditunjuk.

Marsekal Gao, gelar, peringkat, dan keberanian, membuatmu...

...menjadi kandidat paling tepat.

Dengan rendah hati kuberikan pelayananku pada negeri ini.

Oleh kekuasaan yang ada padaku, aku nyatakan Marsekal Gao yang terhormat...

...menjadi Pengawas Kekaisaran Tiongkok.

Dia boleh ambil semua tindakan yang dianggap penting...

...untuk melindungi calon raja, Pangeran Duan.

Sepertinya aku melakukan tugas yang cukup baik.

Jadi, kau sudah menemukannya?\ Menemukan apa?

Anting-anting emas berukir yang terpasang di daun telinga kanan.

Daun telinga?

Kedua telinganya tak ada masalah.

Tunggu, apa yang kau lakukan padanya?

Aku mencap wajahnya dengan Segel Penghujatan.

Tunggu.

Ini perintah untuk melakukannya.

Perintah ini untuk penjara 47 Barat.

Tapi kita berada di sayap timur.

Aku mencap tawanan yang salah?\ Benar.

Baguslah. Aku jadi membuang waktu di pagi hariku.

Yang Mulia, tolong turun.

Lihat, Kepala Pelayan. Mereka para Roh Terbang.

Mereka sedang latihan formasi Pedang Naga. Kurasa itu sebutannya.

Kumohon, Yang Mulia. Turunlah segera.

Orang bisa melihatmu. Perintah Pengawas Gao sangat jelas.

Tak ada yang boleh tahu kau di sini.\ Oh lihat. Mereka melakukan Palu Surga.

Aaah.

Lepaskan aku.

Aku ingin melihat Roh Terbang.

Kepala Pelayan, turunkan aku!

Kembalikan mejanya segera.\ Jika kau terus memaksa...,

...terpaksa kuberi tahu Pengawas Gao. Kau akan diberi hukuman.

Hei, ini adalah perintah.\ Jangan kekanak-kanakan.

Bagus, aku tak peduli.

Dan kau beri tahu juga, sudah kuputuskan untuk memerintah Roh Terbang.

Mungkin akan kuambil alih infanteri dan kavaleri juga.

Tapi terutama Roh Terbang, yang mana mereka petarung terhebat di kerajaan.

Mereka belajar dari Komandan Lin Chong. Dia mengajari mereka teknik Pedang Naga.

Mereka yang akan membantuku mengalahkan Raja Iblis.

Kini sudah kukuasai semua ini.\ Bukan hanya ini...,

...tapi seluruh negeri ini, termasuk provinsi di barat.

Provinsi itu tak terlalu penting. Bagaimana dengan tawanan kita?

Belum. Dia belum bicara sepatah kata pun.

Disayangkan, tapi tak heran juga.

Tak peduli caranya...,

...lakukan yang seharusnya untuk menghilangkan dia...

...secara diam-diam.

Kau sedang apa? Apa kau mencatat ini semua?

Tentu saja. Kucatat semua hasil rapat.

Bodoh, ini bisa digunakan sebagai bukti.

Segera musnahkan.

Tangkap dia.

Jangan buang tenagamu, Prajurit.

Dia tak berdaya, pasti tenggelam.

Kau siapa?\ Tenang saja.

Aku takkan mencari masalah.

Jadi, kenapa dengannya?\ Dia tergelincir.

Bukan itu, maksudku apa kejahatannya?

Mana kutahu? Pasti dia sudah membuat kesal pejabat berpangkat tinggi.

Tempat yang aneh untuk eksekusi.\ Ya, tapi jalan utama terlalu ramai.

Jadi maksudmu--

Maksudmu, hakim menyuruh dia ditenggelamkan di sungai?

Oh, tak ada proses pengadilan.\ Kenapa kau penasaran?

Ah, sekadar ingin tahu saja.

Bukankah itu...,

...segel penghujatan di wajahnya?

Itu agak aneh, bukannya begitu?\ Kaukira kau siapa, hakim?

Ya, tentu saja. Ini topi hakimku.

Kuyakin hasil curian.\ Hei, dia menghilang.

Waktunya kau pergi. Kami masih harus bekerja.

Tentu, negara di mana seseorang dieksekusi tanpa proses pengadilan...,

...tak boleh ada saksi, bukankah begitu?

Akhirnya kita sepakat soal ini.

Sebagai seorang hakim...,

...kuputuskan kalian bersalah.\ Bersiap semuanya!

Kalian yang mulai membuatku kesal.

Aku hampir melupakanmu.

Ini merupakan masalah sosial, harus diberantas.

Kau sunggguh seorang hakim?\ Seharusnya ya...,

...tapi itu bukan takdirku.

Tak apa, sebab aku tak pernah ingin dibatasi oleh karirku.

Aku lebih memilih menjadi Badai Hitam.

Kurasa kau sudah pernah mendengar namaku.

Jika begitu, ada yang harus kauketahui.

Berlawanan dengan yang telah kau dengar, Badai Hitam tidak memangsa orang.

Itu cuma rumor belaka.

Dimulai dari kesalahan yang konyol. Jadi, jangan cemas, itu bohong.

Dan kau sendiri?\ Tentu tidak.

Maksudmu?

Aku tidak makan orang.\ Lalu kenapa mereka berupaya membunuhmu?

Kusaksikan sesuatu yang tak layak kulihat.\ Apa yang kaulihat?

Tujuh pria... bertopeng...

...membunuh Kaisar.

Hmm, kau terlalu lama berada dalam air, jadinya mengkhayal.

Raja Iblis yang membunuh Kaisar.

Sejak pengumuman dikeluarkan, semuanya hidup ketakutan dan merasa terancam.

Pembunuh yang kulihat bukan Raja Iblis.

Meski itu benar, tak ada yang akan memercayaimu.

Aku tak punya bukti.

Cuma ucapanku.

Itu tak banyak menolong.

Dan dengan segel hujatan di wajahmu, kau akan mudah ditemukan.

Pengawas Gao, Dewan menyarankan kita segera mencari Guru Besar Tao...,

...keturunan Han, Guru Surgawi, Zhang yang Agung.\ Zhang yang...

...Agung?

Cuma seorang pria melawan Raja Iblis?

Dia itu Guru Surgawi, Pengawas Gao.

Pria yang hebat. Bisa melakukan metamorfosis.

Dia sendiri mampu mencari Raja Iblis dan membunuhnya.

Dua puluh.

Sepuluh.\ Tujuh belas.

Tiga belas.

Baiklah, akan kubayar lima belas. Tapi, tolong cepatlah.

Para iblis membunuh pegawai Tuan Feng.

Aku takkan pernah menjadi istrimu. Tak akan pernah.

Tanggal pernikahan sudah ditentukan. Kau tak punya pilihan.

Hanya ada satu masalah, Feng.

Sudah kujadwalkan pemakamanmu sehari sebelumnya.

Kau sudah terima uangmu dan tangani ini.

Tampaknya pertengkaran sepasang kekasih. Ayo pergi.\ Tapi kakinya dirantai.

Ya.

Dan dia mencambuk mereka dengan syal. Mereka berdua orang dewasa.

Ini bukan urusanku.

Kau hakim yang aneh. Kau memilih kasusmu sendiri.

Itulah keuntungannya menjadi hakim lepas.

Bapak dan Ibu, pengadilan ditunda. Semoga beruntung.

Kau takut dengan gadis kecil? Dasar babi besar dan gemuk!

Oh, kau menghina pengadilan.

Kau kubayar untuk menghentikan wanita itu.

Dia sudah dihentikan.

Penawaran yang bagus untuk lima belas perak.

Jangan lupa, setengahnya milikku.

Kurasa kau harus menghamburkan uang untuk mendapatkan uang.

Zhang yang Agung sumber masalah.

Kita tak bisa mengendalikannya, dia tak menerima suapan.

Dia bisa buka rahasia kita.

Kau terlalu sering cemas.

Tenanglah.

Dia akan mengejar iblis itu dan pihak Dewan akan puas.

Sementara dia kenakan sandal surgawi-nya menuju arah yang...

...hanya dia ketahui.

Guru Surgawi sudah di sini, Yang Mulia.

Pengawas Gao, aku ikut angin Barat untuk secepatnya datang kemari.

Langsung bicara.

Guru Zhang, seperti yang kauketahui, negeri ini di bawah ancaman Raja Iblis.

Kudengar kau punya kekuatan untuk menyingkirkan para monster itu.

Tao sangatlah kuat, Pengawas Gao.

Baiklah.

Kau sanggup selesaikan misi ini?\ Itu tergantung.

Apa itu, Guru Zhang?\ Tergantung alam kehidupan...

...dan 108 bintang yang tersembunyi di konstelasi Timur.

Bintang buruk ini akan bisa mengungkap lokasi Raja Iblis.

Akan bersinar terang saat monster melakukan perbuatan jahat.

Namun hingga saat ini, cahayanya belum terlihat.

Kau mendengarku, Pengawas Gao?

Aku mendengarkan, Guru Zhang.

Aku harus menunggu dia menyerang sebelum bisa kutemukan mereka.

Tapi, tentu, Guru Zhang. Kau akan dibayar dengan baik.

Saat ini, aku akan mengambil setengahnya, sisanya setelahnya.

Baiklah. Aku akan mulai memerhatikan bintang timur malam ini.

Guru Surgawi?

Lebih seperti seorang pria penipu.

Apakah Pangeran Duan masih suka kue wijen?

Tentu saja, kalau tidak bagaimana dia menjadi sangat gemuk.

"Prajurit di mana-mana, tapi keadilan tak ada di mana pun."

Kata-kata yang bijaksana.

Betapa aku berharap itu cukup.

Kebenaran pantas memakai pakaian bagus.

Pakaian indah.

Jangan bergerak. Kau ditahan.

Dia berbicara dengan siapa?

Mungkin sebaiknya aku bertanya pada mereka.

Hei, kalian berbicara dengan siapa?

Dengan dia, di sana itu.

Di sana yang mana?

Yang tinggi itu.

Penyair, yang dikenal dengan Muka-Putih.

Kau juga ingin ditahan?

Tidak. Tidak juga. Tidak hari ini.

Kalau begitu, minggirlah.\ Biar kutangani mereka.

"Prajurit di mana-mana, tapi keadilan tak ada di mana pun."

"Kata-kataku menjadi kenyataan."

Tembak!

Penyair yang bisa bertarung.

Aku suka itu.

Lebih seperti penyair yang buruk.

Aku sedang dalam perjalanan menuju ke Rawa Gunung Liang.

Tempat itu dikuasai oleh Wang Lun. Seorang bajingan.

Licin seperti belut di semangkuk nasi ketan.

Aku sudah bertekad menuju ke sana, tapi aku lelah tidur di luar.

Aku setuju.

Aku lebih memilih hidup di pesisir dibanding berkelana melawan Prajurit.

Di rerumputan, di malam hari, ada persahabatan yang terbentuk.

"Bersamalah menuju tempat di mana semua orang berani menunjukkan wajahnya."

Apa? Semua orang tahu puisi itu.

Mematikan dan sungguh sulit terdeteksi.

Kue wijen-nya terlihat enak, apa kau sudah mencobanya?

Di tanaman?

Pangeran tidak terlalu pintar, tapi dia bukanlah tanaman.

Omong kosong. Anak kecil, tanaman, semuanya sama.

Aku ingin mencobanya dengan pelayan tapi dia tidak mau kue wijen.

Racun ditujukan untuk Yang Mulia Pangeran Duan.

8 tetes merkuri, sari jahe.

Apa yang sudah kuberi tahu soal menulis hal seperti ini?

Telan ini.

Tidak ada gunanya melawan, Raja Iblis.

Mata pisauku lebih tajam dari--

Dari--

Pangeran Duan yang perkasa melawan Raja Iblis.

Jangan kaget, Pangeran Muda, ini cuma diriku.

Pengawas Gao?

Aku tidak kaget.

Aku tahu itu dirimu.

Aku baru saja akan menghukum ular yang bermunculan dari rumput.

Inisiatif yang luar biasa.

Benar.

Aku mengambil alih Roh Terbang. Kami bersama akan mengalahkan Raja Iblis.

Tidak usah cemas, Pangeran.

Guru Surgawi akan mengalahkan Raja Iblis.

Guru Surgawi?\ Zhang yang Agung.

Kekuatannya luar biasa.

Tapi di sini membosankan sekali.

Dan sebagai hadiah dari kesabaran Pangeran...

...kubawakan beberapa kue wijen yang sangat kausukai.

Aku senang melihatmu belum kehilangan...

...nafsu makan. Selamat malam, Yang Mulia.

Jadilah anak baik dan makan semua kuenya.

Bagus. Aku tahu kau takkan mengecewakanku, Pangeran Muda.

Sekarang makanlah dan semoga mimpi indah.

Apa yang terjadi dengan telingamu?

Cuma pengorbanan kecil untuk kerajaan.

Kau siapa?

Aku adalah Zhang yang Agung.

Guru Surgawi?

Tapi... tidak. Sungguhkah?

Ayo. Kita harus keluar dari sini.

Dan ini?

Apa ini?\ Apa, apanya?

Yang ini. Ada sinar biru keluar saat aku bicara.

Sinar biru keluar saat aku bicara. Kau tak bisa melihatnya?

Oh, maafkan aku.

Aku tak menyadari kau tak bisa--

Aku sudah terbiasa.

Itu efek samping obat yang kuberikan padamu untuk melawan racunnya.

Seharusnya tidak lama. Ayo. Cepat.

Kau memberiku racun?

Kau memberiku racun?\ Bukan, obat.

Aku memberimu obat. Gao yang memberimu racun.

Gao? Pengawas Gao?

Itu sudah gila.\ Lihatlah sendiri.

Kau ternyata gila. Memberikan kue wijen pada bunga.

Aku akan memanggil pengawal.

Tak ada pengawal di sini.

Hanya wanita dan kasim.

Kalau begitu mereka yang akan memanggil pengawal.

Wow. Lihat itu.

Kenapa dia ingin meracuniku?\ Nanti akan kujelaskan.

Pakai jubah ini. Kau akan bepergian sebagai muridku.

Tidak. Beri tahu aku dulu. Kenapa dia ingin meracuniku?

Untuk membuat orang berpikir bahwa Raja Iblis adalah ancaman.

Tapi itu memang ancaman. Mereka membunuh ayahku.

Bukan. Gao yang membunuh ayahmu. Sekarang, ayo. Cepat.

Gao? Tapi kenapa?\ Nanti akan kujelaskan.

Aku tahu aku banyak meminta, tapi kau adalah pangeran...

...dan kerajaan membutuhkanmu hidup-hidup.

Aku harus tahu sekarang.

Kau harus beri tahu aku.

Beri tahu aku.

Baiklah. Gao membunuh ayahmu...

...untuk mencuri tahtanya. Kenapa aku bisa tahu?

Sebab anting-anting ini ditemukan dekat kuil merah. Sudah senang? Bagus. Ayo.

Gao berupaya membunuhku?

Jadi bukan Raja Iblis?

Bukan. Dan juga bukan monster dari buku cerita mana pun. Hanya Gao.

Pakai jubahnya dan ayo pergi.\ Akan kulawan dia.

Akan kuiris kuping yang satunya.

Kedua pedang kayumu terbalik.

Tapi...,

...kukira kau tak bisa melihat.

Aku hanya melihat apa yang harus kulihat.

Sekarang, mari kita segera pergi.

Kita tak bisa, kita terkunci. Kita tak bisa ke mana pun.

Sudah tidak lagi.

Wow.

Jadi, kau sungguh punya kekuatan sihir?

Tao sangatlah kuat.

Aku tak pernah menyadari Tao sangat luar biasa.

Ini adalah sihir.

Sebelum kita berangkat...,

...ada satu hal lagi.

Aku bingung. Racunnya kuat tapi tak mungkin membuat orang menghilang.

Apa kau makan nasi ketan untuk otakmu?

Seseorang membantu si gendut kecil itu melarikan diri...,

...artinya seseorang tahu apa yang kita lakukan.

Kau temukan dia.

Dan jangan berani kembali jika belum diketemukan.

Baiklah, segera.

Jika mau jujur, sebenarnya...

...aku tak menginginkan pangeran, aku cuma ingin kepalanya... dipotong.

Kau temukan dia. Lalu potong kepalanya. Kau paham?

Potong. Baiklah. Tapi apa yang harus kita katakan ke dewan?

Bahwa Raja Iblis telah menculik Pangeran, tentunya.

Baik, aku paham. Raja Iblis telah menculik Pangeran.

Akan kuingat perintahmu, sebab tak bisa kucatat.

Kenapa dia memotong rambutnya?

Kepala Pelayan menemukan semua rambut Pangeran di lantai.

Para Buddha.

Para Buddha mencukur kepalanya. Mereka berada di belakang ini.

Cari di rumah-rumah Buddha di negeri ini.

Oh, kuil.

Mereka menyebutnya kuil, kurasa begitu.

Berapa jauh lagi?

Kakiku sakit.

Dan aku lapar.

Dan kedinginan, juga.\ Terus mengeluh dan akan kutinggalkan di sini.

Sebenarnya, akulah yang meninggalkanmu.

Kau teruslah, aku tetap di sini.

Guru Zhang, kau di mana?

Guru Zhang?

Guru ZHAAAANGGGG!

Jika kau mau bantuanku, kau harus taat dan mengikuti peraturanku.

Ini, bawa ini.

Kau akan belajar empat jam sehari dan meditasi dua jam dalam sehari.

Kau akan masak semua makanan dan mencuci semua pakaian kita.

Kau akan bicara saat diajak bicara dan jangan mengeluh. Jika tidak--\ Aduh.

Kenapa kau mencukur rambutku?

Barusan kubilang, berbicaralah hanya saat diajak bicara.

Tapi Buddha yang mencukur kepalanya. Aku seharusnya seperti murid penganut Tao.

Itu rencananya. Orang akan mengira kau diculik oleh biksu Buddha.

Dan itu "Aduh, Guru".\ Aduh.

Aduh, Guru.

Aduh.

Aku lapar, mana makan siangku?

Aduh.

Dengarkan.

Ini kisah tentang...

...Raja Iblis.

Mereka bukan sekadar iblis biasa.

Oh, bukan. Mereka itu setinggi pohon.

Mengerikan dan tak terkalahkan.

Sebenarnya, wajahnya seperti mimpi buruk.

Sebesar gunung dengan kumis setebal bambu.

Kulitnya hitam dan berminyak seperti babi.

Mereka menyebutnya...

...Si Badai Hitam.

Monster ini menghabisi korbannya dan menghisap sumsum dari tulangnya.

Jadi kaulah orangnya.\ Orang yang mana?

Orang yang menyebarkan gosip tentangku.

Oh, kau si Badai Hitam?

Si Badai Hitam.

Lari.

Apa si Badai Hitam akan memakannya?

Akan ada pertumpahan darah!

Aku tak pernah makan satu orang pun dalam hidupku. Hingga sekarang.

Kenapa kau mengeluh? Berterima kasihlah padaku, kau itu terkenal.

Menjadi terkenal itu seperti parfum.

Jika sedikit wangi itu bagus, tapi jika terlalu banyak, mengesalkan.

Berarti kau belum terlalu terkenal.

Menurutmu itu lucu?

Begitukah?\ Tenanglah.

Aku hanya menceritakan kisah menakutkan sebagai gantinya makanan.

Anak perempuan harus makan.

Siapa namamu?

Pei Pei.

Di mana orangtua-mu?

Itu kisah yang pantas mendapatkan setidaknya tiga kue kepiting pedas.

Jadi sekarang kita semua berteman, begitu?

Baiklah.

Sebab kisahmu tentang diriku.

Aku harus makan juga.

Lin Chong, kau tak punya nama panggilan,´kan?

Seperti Ular Beracun Kuning dan Muka-Putih.

Cocok dengan mereka,´kan?

Nama yang cocok dengan wajahmu.

Harimau Berwajah Terluka.

Si Iblis Cacat.

Bagaimana jika mengganti namamu dengan Angin-Mengesalkan?

Bagaimana menurutmu dengan Macan Kumbang Bopeng?

Ular Beracun Kuning, Badai Hitam, minta izin kukenalkan sebutanku...

...Kalajengking Besi.

Kalajengking Besi. Nama yang bagus. Sedikit menyolok, tapi masih--

Hei, nama panggilan itu cocok untukku.

Pria itu, dia pasti Kepala Macan Tutul,´kan?

Ya, tepat sekali. Kepala Macan Tutul. Itu nama barumu.

Saat kau menyeringai dengan gigimu itu...

...kau terlihat seperti seekor macan tutul.

Rawa ini seperti labirin.

Kita takkan pernah menemukan tempat persembunyiannya tanpa Huan bersaudara.

Si Kematian Dini dan Kematian Langsung.

Tak ada yang mengenal tempat ini sebaik mereka.

♪ Pria yang terbaik, ♪ ♪ semuanya berpakaian kabut. ♪

♪ Atau makhluk lumpur dan lendir... ♪

Indahnya.

Lagunya, atau nama mereka?

Jadi?\ Baik...,

...tapi harus bayar.

Tapi kita tak punya uang.\ Apa yang kau tawarkan padanya, Badai Hitam?

Hanya kencan... dengan Ular Berbisa Kuning.

Ya ampun.\ Dia pasti marah, dan akan jadi masalah.

Ayolah, ini pasti menyenangkan. Kalian harus melihatnya.

Ayo, dilihat.

Badai hitam, dasar kau si gendut tukang bohong.

Akan kubuat kau membayarnya.

Untungnya si Badai Hitam bertarung lebih baik dibanding leluconnya.

Jangan jangan, kau membuatku geli! Ayolah, hentikan!

Baik, kau menang.

Jadi berarti...,

...Gao akan terus menjadi Pengawas hingga Raja Iblis ditangkap. Tapi...

...karena Raja Iblis tak ada, Gao akan memegang kekuasaan... selamanya?

Benar.

Itu rencananya.

Bohong dan penipuan adalah satu-satunya kekuatan Gao.\ Tapi..

...dengan kekuatanmu, apa kau tak bisa...

...menghentikan dia...

...dengan hantaman sihirmu?

Tapi lalu Raja Iblis akan dituduh...,

...dan sekutu Gao akan menggantikannya...,

...kita kembali lagi dari awal.

Lalu apa yang akan kita lakukan?

Seperti yang kau ketahui, kita cari tempat agar kau aman.

Bersama beberapa petarung yang pantas untuk melindungimu.

Dan bagaimana kita akan mengalahkan Gao?

Memulihkan keharmonisan langit dan prinsip-prinsip duniawi.

Oh?

Aku akan menjelaskannya.

Kau harus melihat dunia kita sebagai suatu alam kehidupan...

...baik itu lebih atau kurang nyata dibanding alam kehidupan lainnya...

...yang akan saling memengaruhi dengan setengah dari kecerdasan...,

...di mana suatu hari mungkin bisa dilihatnya. Sudah kau pahami?

Tidak.

Baiklah. Nanti kita akan membicarakannya lagi.

Untuk saat ini, dengarkan saja apa yang kuceritakan padamu...

...sebab setiap kata sangat penting. Tiap ruang di antara kata itu penting.

Jalan, yang adalah jalan itu... bukanlah jalan itu.

Apa ada yang lain?

Aku bisa menambahkan bahwa berat itu adalah akar dari keringanan...

...tapi kita bisa kehilangan kejelasan apa yang kita dapat dalam ketepatan.

Sekarang diamlah. Sudah waktunya untuk meditasi.

Tapi... jika--

Tidak masalah.

Aku bermeditasi.

Meditasi, bukanlah tidur.

Dicari untuk pencurian, korupsi, penipuan, pemerasan--

Pencuri itu tidak akan pernah melindungimu. Selanjutnya.

Pengantin yang melarikan diri dikenal sebagai Ular Berbisa Kuning.

Dicari karena gagal menghargai pertunangannya...

...dengan Tuan Feng yang terhormat.

Membunuh 12 pengawal Tuan Feng yang terhormat...,

...membunuh karena mencekik Tuan Feng yang terhormat.

Ambil yang itu.

Kau yakin soal itu?

Kau akan butuh orang seperti dia untuk melindungimu.

Li Kui, dikenal sebagai si Badai Hitam.

Dituduh membunuh hakim terhormat Han, Tian Hu dan Fang La.

Juga diduga sebagai kanibo-- Kanibala--\ Kanibalisme.

Simpan dia.

Bagaimana dengan pria ini?

"Dituduh menganiaya dan merampok penduduk dari daerah administrasi--"

Jangan, dia seorang monster. Lupakan dia.

Ini bukan poster "paling dicari".

Itu adalah tabel ahli astronomi.

Menunjukkan tanggal gerhana bulan.

Akan ada gerhana bulan dalam 4 tahun, 8 bulan dan 3 hari.

Aku akan membuangnya.

Aduh! Baik, aku akan menyimpannya.

Wang Lun, menjarah pertanian di daerah Pu Yeng...,

...Wen Shang.\ Buang dia.

Kepala Macan Tutul, nama sesungguhnya tak diketahui.

Bagaimana mengidentifikasinya, wajah tertutup luka berwarna cokelat.

Dicari karena--

Wah, ada enam halaman.\ Nah, Simpan dia.

Guntur yang Menulikan, ahli ledakan, pengrusakan barang milik negara...,

...dan lantas ada pria ini, pemanah yang hebat.

Dia dituduh membantai 24 prajurit dengan satu panah.

Bagaimana mengidentifikasinya, dikatakan bisu sejak lahir?

Kau yakin kau menginginkan orang-orang ini?

Mereka cocok untuk pekerjaannya.

Ingat, kau harus mempertimbangkan berbagai macam keberadaan mistik.

Oh ya, aku ingat. Lingkaran di atas pasir.\ Di atas pasir?

Kau beruntung di luar jangkauan tongkatku. Ingatkan aku besok.

Aku yakin takkan mengingatkan soal itu.

Oh ya, kenapa orang-orang ini bersedia bertarung demi diriku?

Aku akan membujuk mereka.

Benarkah? Bagaimana?

Saat mereka sudah menumpuk bagasi dengan emas ke keretanya...

...para bandit itu melempar para prajurit itu...

...ke wadah besar yang dipenuhi minyak mendidih.

Dan Si Badai Hitam yang menakutkan itu tertawa.

"Ho ho ho ho. Kita akan menggoreng mata mereka dan membakar jari kaki mereka."

Apa kau yakin ini jalan yang benar?

Guru Zhang? Kau di mana?

Oh. Ada belut kecil. Kau datang dari mana?

Belut? Dia bahkan bukan sebuah kecebong. Dia seperti ranting.

Kemarilah, Ranting.

Ini, makan nasi. Kami tak membayarnya, tapi tak mengubah rasanya.

Hari yang panjang. Kakiku sakit.\ Betapa aku berharap ada anggur.

Anggur membuatku memikirkan wanita.

Kalau begitu kau akan memerlukan lebih banyak anggur untuk melupakan mereka.

Mereka ingin melupakanmu.

Jika saja kau tahu cerita sesungguhnya.

Lagi pula, siapa yang ingin melupakan wanita?

Ayolah, hormatlah sedikit, ada wanita di sini.

Orang bodoh. Tidak punya otak. Pemalas.

Kenapa kalian hanya duduk saja? Apa yang sedang kalian tunggu?

Sudah waktunya menyelamatkan kerajaan.

Diam, Kalajengking Besi. Jangan mengganggu saat aku berbicara.

Dengarkan wahai orang dungu.

Dengarkan takdir yang telah diberikan Surga pada kalian.

Inilah kesempatan kalian untuk dapat kekayaan dan kemuliaan.

Kalian harus melindungi anak ini, Pangeran Duan, dari Gao tak berkuping.

Pembunuh yang merebut tahta kerajaan.

Terima takdir ini yang telah diserahkan surga pada kalian.

Dengar! Terima takdir dari surga!

Menurutmu penghinaan ini akan meyakinkan mereka?\ Percayalah.

Aku mendapatkan mereka sebagaimana aku menginginkan mereka.

Hei, Pria tua. Seperti yang bisa kau lihat, kami sedang makan malam di sini.

Kami dengan senang hati mengundangmu tapi harus hentikan teriakanmu, setuju?

Lepaskan pembawa pesan dari Surga, Badai Hitam.

Dia membawakanmu kekayaan dan kemuliaan.

Bintang akan memberikanmu kemenangan.

Lebih baik membawakan anggur.

Kalian akan menyesal.

Apa kau membunuhnya?

Kau membunuhnya.

Apa yang kau lakukan?

Untuk sekali saja, bisa kau pakai otakmu dan bukan ototmu?

Kau membunuh pria yang menawarkan kita kekayaan.\ Dan kemuliaan.

Aku tak bermaksud begitu. Batu-batu itu mengagetkanku.

Itu adalah kecelakaan.

Kau-lah penyebabnya. Tanya saja ke orangtua-mu.

Dasar bodoh.

Aku akan sangat marah.

Coba ini.

Lepaskan janggutku. Lepaskan!

Jadi Zhang bilang Gao yang membunuh kaisar?

Semua orang berpikir si Raja Iblis.

Semua orang salah. Zhang bilang bahwa para pembunuh itu akan melindungiku.

Mereka tidak jahat. Lihat, mereka memberimu semangkuk besar nasi.

Jangan cemas, mereka akan membantumu, kau adalah Pangeran.

Ya, benar. Aku akan berakhir seperti Guru Zhang.

Dengar, makanlah sedikit.

Dan nanti akan kubicarakan dengan kelompok itu, mereka cukup baik.

Ke mana perginya orang tua itu?

Aku tak percaya, dia menghilang begitu saja.

Dia seharusnya membawakan kita kekayaan dan kemuliaan.

Semuanya sudah berakhir, berterima kasihlah pada si Badai Hitam.

Apa yang kau temukan?

Apa ini?

Ini adalah koleksi dari poster kita "Yang Sedang Dicari".

Kecuali ini. Ini adalah tabel ahli astronomi.

Menunjukkan tanggal gerhana bulan. Kau lihat di mana yang paling terlihat.

Di kuil.

Lihat si Badai. Dia terlihat seperti perempuan besar dan gemuk.

Tidak ada kesamaan sama sekali.

Bahkan si kembar tidak terlihat sama. Artis yang mengerikan.

Lihat ini.

Di sini dikatakan kau makan orang.

Jadi orang tua itu pergi ke sana. Si Badai Hitam sudah makan camilan.

Aku tidak makan orang.

Aku tidak makan orang!

Inilah saatnya.

Raja Iblis!

Mereka bersembunyi di rawa-rawa.

Mereka minum darah anak-anak kalian.

Mereka akan memotongmu menjadi kecil dan akan dibuat pai.

Diam, kami mencoba untuk tidur.

Bukan hanya pai, donat juga.

Mereka di rawa-rawa. Kalian semua dalam bahaya.

Raja Iblis datang.\ Raja Iblis?

Raja Iblis. Mereka membunuh Kaisar.

Kau sedang bicara apa, anak bodoh?

Dia melihatnya. Dia melihat mereka makan kepala Guru Zhang.

Apa itu benar?\ Ya.

Oh, tidak. Raja Iblis.

Kau bicara apa? Sudah kubilang kalau Raja Iblis itu tak ada.

Aku tahu. Tapi mereka memberi kita makanan.

Kau lihat, lihat ini.

Wajah yang mengerikan, berkumpul di sekitar api.

Mendadak langit terbuka.

Kemudian hujan batu!

Batu-batu itu jatuh ke tanah.

Semua batunya ada ukiran...

...nama Raja iblis.

Hanya tunggu waktu sebelum Raja Iblis datang kemari.

Mari kita berangkat... sekarang, ayo.

Sadarlah, Kapten, sudah saatnya menggalang orang-orangmu.

Hei, aku belum menghabiskan minumanku.

Oh, tidak. Apa kalian serius?

Kalian juga?

Ditipu ocehan konyol orang tua itu dan lalu kalian akan pergi?

Kau lupa dengan sihir orang tua itu.\ Benar, langit berbatu.

Kita akan menuju pertempuran karena batu jatuh dari langit?

Jangan menyepelekan ilmu sihir.

Aku tak percaya, kami pikir mereka hanya kriminal biasa.

Padahal sebenarnya mereka semua memang iblis.

Raja Iblis.

Raja Iblis, ya? Kita harus bicara.

Lepaskan aku.\ Pangeran, kau harus ikut dengan kami.

Kenapa kau mengirim prajurit untuk mengejar kami?

Bagaimana kau tahu itu aku?

Para prajurit menyebar gosip bahwa kami inilah Raja Iblis...

...yang ingin mengubah mereka menjadi pai daging.

Terdengar seperti salah satu kisahmu.\ Kulakukan untuk membantu Pangeran.

Anak kecil ini sungguh masalah besar.

Setidaknya aku tak berkeliling meremas orang tua ceking hingga meninggal.

Dasar, kau ini!

Apakah-- Maksudku, siapa nama gurumu?

Zhang, Guru Zhang.\ Guru Surgawi?

Dan dia menginginkan kami untuk melindungimu?

Ternyata dia tak sepintar itu.

Sebaliknya.

Siapa yang bisa lebih baik melindungi Pangeran...

...dibanding mantan Komandan Pengawal Istimewa?

Maksudnya kau Komandan Lin Chong? Komandan Roh Terbang?

Ya.

Aku bersama Ayahmu di hari dia--

Tapi sekarang aku tahu siapa pembunuhnya.

Ayahku selalu memujimu.

Pengawal yang paling dipercaya oleh Kaisar...,

...sekarang melindungi ahli waris Kerajaan.

Apa yang dia katakan?

Hanya puisi tentang keadilan.

Maafkan aku tentang Guru Zhang.

Aku akan melakukan apa pun untuk membawanya kembali.

Maksudku, aku tidak bermaksud meremasnya sekuat itu.

Mendekatlah. Maafkan aku.\ Jangan.

Badai Hitam, jangan makan dia.

Aku tidak makan orang!

Dia tidak bisa menerima pukulan. Dia terlihat cukup lemah.

Kita harus mencari makanan panas untuk anak ini.

Aku jadi merasa tidak enak. Aku memakan nasinya tadi malam.

Iblis?

Mereka bukan hanya iblis, mereka Raja Iblis.

Mereka monster. Mereka ada ratusan.

Di mana pun kau melihat, mereka ada di sana. Seperti wabah.

Penduduk desa hidup dalam ketakutan.\ Kami hampir tidak bisa melarikan diri.

Anak ini, dia bersama mereka. Dia membawa kami masuk ke perangkap.

Oh, lihat ini. Kalungnya. Ini pangeran. Pangeran Duan.

Ikan lagi, ya?\ Karena kita tinggal dekat dengan sungai, dasar.

Dengan semua ikan yang kita makan ini, aku merasa tumbuh sirip.

Dan baumu sudah seperti ikan juga.

Sudah berapa lama kau bersama mereka?\ Belum terlalu lama.

Mereka mungkin terlihat menakutkan, tapi mereka tidak jahat.

Maksudku, mereka bukan para kriminal.

Sebelumnya mereka punya kehidupan yang berbeda.

Si Janggut Ungu dulunya seorang prajurit.

Dia selalu marah. Dia selalu menggeram, tapi dia tak menggigit.

Dan yang dengan pisau?\ Kalajengking Besi. Dia koki terbaik.

Terkadang makanannya terlalu pedas, tapi jangan pernah memberitahunya.

Dia tidak tahan jika ada orang yang mengkritik masakannya.

Suatu hari si nelayan kembar, sang Kematian Dini dan Kematian Langsung...

...mengeluh saat si Kalajengking menyajikan ikan dengan saus 7 rempah.

Mereka bertengkar selama tiga hari tiga malam.

Para nelayan menganggap ikan dengan serius.

Tapi mereka orang-orang yang hebat.

Jadi mereka cukup baik...,

...tapi jangan dekat-dekat mereka, bertanya atau mengkritik mereka.

Baik, aku paham.

Dan mereka berdua yang menggunakan bahasa isyarat?

Si Guntur yang Menulikan, tak bisa mendengar apa pun.

Dan Si Pemanah Hebat, tidak bisa berbicara.

Tapi mereka berdua saling memahami.

Saat kau menjadi Pangeran, apa aku boleh mengunjungimu di kota Kerajaan?

Tentu saja bisa. Aku akan menantikan saat itu.

Aku sangat ingin menetap. Aku bisa mencari pekerjaan.

Itu bagus.

Apa yang akan kau lakukan?

Aku tahu, kau bisa menjadi pencicip makanan Kerajaan.

Jangan, lupakanlah. Itu bodoh.

Itu tidak bisa, karena kau akan makan makanan...

...untuk mengetahui apa itu beracun.\ Oh, tunggu.

Bagaimana dengan ini? Aku suka menulis. Aku ingin menulis cerita.

Oh ya, tentu. Kau seorang pendongeng.

Kau harus menuliskan ceritanya.

Akan kuberikan semua yang kaubutuhkan.

Tumpukan kertas. Kau akan punya kamar yang besar untukmu sendiri.

Meja yang besar, dan kuas yang banyak.\ Kau sungguh-sungguh?

Kau akan melakukan itu semua untukku?

Tentu. Kau akan punya semua yang dibutuhkan.

Selama aku bisa membaca ceritamu terlebih dahulu.

Ya, tentu saja.

Tapi hanya ada satu masalah.

Aku harus belajar dulu membaca dan menulis.

Aku bisa mengajarimu menulis.

Kau pintar. Kau akan belajar dengan cepat.

Baiklah.

Ini akan menjadi rahasia kita,´kan?\ Aku janji.

Aku senang kita berteman.

Ini, kuperhatikan telingamu memerah karena kedinginan.

Terima kasih.

Aku tahu kau pangeran yang baik.

Hei, aku lapar. Di mana supku?\ Makan malam sudah siap.

Cepat, aku sudah lapar.

Apakah ini lelucon?

Bukan. Ini sup nasi.

Lebih banyak sup dibanding nasi.\ Dia benar.

Harus berapa lagi?\ Uang tak bisa mengubah apa pun.

Sejak Prefek Li menaikkan pajak, semuanya sama bagi semua orang.

Jika kau ingin makanan yang lebih baik, kau harus diundang ke meja mereka.

Baunya juga tidak enak.

Benar. Sudah waktunya mengunjungi Prefek ini.

Kau mau apa?

Sebaiknya kita periksa ini.

Ayo.\ Apa yang sedang dia lakukan?

Dia sedang apa?

Apa dia sudah gila?

Siapkan kompormu, Tuan. Kami sudah belanja di tempat si Prefek.

Ini pasti enak.

Hei, kau menjatuhkan bawang.\ Ambillah.

Hei kalian, jangan bermain lagi. Makan malam sudah siap.

Akhirnya. Makanan yang sesungguhnya.

Hei, Janggut Ungu, lihat anggur ini. Ini minuman pria. Kau tak bisa tambah lagi.

Hei, Muka-Putih, berikan ladanya.

Kau, ikut denganku.

Seorang pangeran, pasti tahu soal gaun sutra, bantu aku pakai.

Oh, jadi begitu.\ Kurasa begitu.

Ya.\ Kau yakin?\ Kaki depan masuk kemari.

Ini sedikit aneh.\ Bukan itu, kaki yang satunya.

Sudah.

Baik. Tapi aku tak bisa menggerakkan kakiku.

Kurasa kau tak tahu apa yang kau lakukan.

Lagi pula kenapa kau ingin memakai gaun? Kau bukan perempuan.

Maksudku, kau perempuan, tapi--

Aku tahu maksudmu.

Entahlah apa yang merasukiku.

Aku tak mengerti.

Saat dia bicara, saat memandangku, itu menggangguku...,

...tapi saat dia tak memandangku, itu lebih menggangguku.\ Ya.

Sudah jelas kau jatuh cinta dengan si Muka-Putih.\ Diam, kau sudah gila.

Semua orang mengetahuinya kecuali si Muka-Putih.\ Itu tidak benar.

Badai selalu membuat lelucon tentang itu.

Aku akan membunuhnya. Jadinya itu akan berakhir.

Si Badai?\ Bukan. Si Muka-Putih.

Dia tak bercanda tentangmu.\ Apa yang akan kulakukan?

Aku bingung sekali, sungguh bingung.

Karena aku membantumu memakai gaun...

...apa kau bisa mengajariku bertarung?

Tidak berguna.

Ini bukan senjata. Bagaimana aku bertarung dengan ini?

Kau akan melukai dirimu sendiri.

Mundur. Mundur!

Temui si Prefek Li. Si pencuri kotor ini menyamar sebagai seorang wanita.

Penduduk desa melihat dia di daerah pencelupan.

Dia ingin melarikan diri tapi terjatuh di tong pewarna.

Di mana uang kami?

Apa yang terjadi, Prefek? Orang-orang ini yakin kau mencuri dari mereka.

Kami mencari di markasmu dan tak menemukan apa pun.

Di mana semua uang yang telah kau curi dari kami?

Berikan pada kami.\ Biar pencurinya mati.\ Bunuh dia. Bunuh dia.

Bicaralah dan akan kami ampuni nyawamu.

Ikat dia.

Benar. Bersalah atau tidak...,

...dia pantas mendapatkan pengadilan yang adil.\ Sebentar.

Kau seorang hakim?\ Aku mempunyai topi hakim.

Hei, pengadilan ditunda. Para tentara sudah datang.

Prefek.\ Bagaimana dengannya?

Kami meninggalkan dia bersama kerumunan massa.

Jadi, ini yang tersisa dari si Prefek?

Ya, seperti yang sudah kami beri tahukan padamu.

Raja Iblis melahapnya.

Apakah ada remaja lelaki dengan Raja Iblis ini?

Oh, ya. Seorang anak muda. Dia terlihat jahat.

Ada berapa banyak Raja Iblis?

Oh, setidaknya seratus atau lebih.

Berdasarkan legenda, ada 108 Raja Iblis.

Oh ya, 108. Benar, 108.

108?

Bagus,´kan ya?

Apa pilihan militer kita, Letnan?

Kita bisa serang monster ini dengan cara tradisional, dengan tombak dan pedang.

Yang bisa mengakibatkan banyak korban berat.

Kau dengar tentang Prefek Li?\ Aku dengar.

Dia tidak tersisa banyak. Sungguh disayangkan.

Tapi meriam ini--

Dengan ini, kita tak perlu bertarung secara dekat.

Kita cukup mengikuti mereka.

Dari kejauhan, kita hancurkan.\ Kedengarannya rencana bagus.

Tapi, hanya ada satu masalah.

Pangeran Duan tidak boleh terjebak dalam baku tembak ini.

Sebaiknya kau berkonsultasi dengan Pengawas Gao tentang hal ini.

Tidak. Tidak usah merepotkan dia dengan ini.

Dia tidak perlu merepotkan dirinya dengan taktik perang.

Dia hanya ingin hasil.

Aku tak bisa memutuskan, aku menyukaimu saat kau mabuk atau sadar, Kalajengking.

Aku tidak suka kau mabuk atau sadar, Janggut Ungu.

Lalu aku bilang ke hakim...,

..."Apa kau tahu? Kurasa kau bersalah, karena punya wajah berengsek."

Dengarkan ini. Sungguh.

"Jalannya yang adalah jalannya, bukanlah jalannya."

Lumayan,´kan? Dan apa kau mengerti?

Kurasa, aku mulai mengerti.

Apa artinya?

Artinya--

Tunggu. Sepertinya aku lupa.

Tapi aku mengerti.

Tunggu saja. Akan kuingat-ingat lagi.

Si Kalajengking Besi menari seperti saat dia memasak.

Ya, dengan dua kaki kirinya.

Lihat gerakannya yang anggun.

Menyedihkan.

Di mana Pei Pei?\ Mungkin dia sedang bercerita.

Kelihatannya kau suka padanya, ya?

Tidak.

Itu sudah kukira.

Tidak, dia terlalu bawel.

Jangan cemas.\ Aku merasa tak enak.\ Aku takkan memberi tahu siapa pun.

Senjata artileri ini baru bagi kita.

Kami sedang mengusahakan hal-hal detail-nya agar lebih baik.

Ini akan bekerja dengan sempurna jika mereka berhenti bergerak.

Kau tak bisa menyerang mereka saat mereka tidur?

Sedikit sulit melihat mereka dalam kegelapan.

Sebaiknya kau belajar caranya.

Kenapa aku selalu dapat giliran jaga malam? Selalu aku. Ini tidak adil.

Dan saat itulah Raja Iblis menjadi sangat marah.

Meriam sedikit menghentikan mereka. Mereka membuat Raja Iblis lebih marah.

Itulah saat mereka memutuskan menyerang kota Jiang Zhu dan menghancurkannya.

Sudah kami lakukan sebisanya untuk menghentikan mereka.

Kami meledakkan bendungan dan menenggelamkan mereka.

Tapi yang bisa kami lakukan cuma membuat lembah menjadi tenggelam.

Mereka melarikan diri tanpa terluka.

Mereka terlalu banyak.

Mereka terlalu kuat.

Kami bertarung seperti singa.

Tapi kami bukan tandingan naga dengan api tembaga.

Dan macan kumbang terbang dengan cakar baja-nya yang mematikan.

Dan raksasa yang mengerikan yang melahap tentara kita hidup-hidup.

Seorang zombie dengan tangan besi-nya.

Sementara si nelayan memotong kami dengan kabel yang tak terlihat.

Dan pada akhirnya, para Raja Iblis, mengubah...

...dirinya sendiri menjadi monster mengerikan.

Naga berwarna warni yang memekik mengerikan...

...dan mengeluarkan api dari lubang hidungnya.

Cukup omong kosongmu. Simpan kisahmu untuk para menteri.

Ini bukan kisah. Raja Iblis itu memang ada.

Di mana Pangeran? Kau menghancurkan setengah dari kota Jiang Zhu.

Kau tidak paham. Raja Iblis ini tak terkalahkan.

Kemampuan bertarung mereka tak sebanding...

...dengan senjata apa pun. Tak ada habis-habisnya.

Ada berapa Raja Iblis?

Ya, susah diungkapkan...\ Berapa banyak?

Mungkin... sepuluh?

Mereka bersepuluh menghancurkan seluruh kota?

Jadi menurutmu kalau ini sudah direncanakan...

...oleh Zhang sebelum dia meninggal?

Benar.

Kecuali... kurasa dia tak benar-benar meninggal.

Jadi, maksudmu setelah si Badai Hitam membunuhnya, dia tak meninggal?

Jika itu benar, kenapa Zhang ingin semua orang...

...mengira bahwa kita ini Raja Iblis??

Apa kau bisa menjelaskan lagi kepadanya??

Lanjutkan, Muka-Putih.

Hanya ada masalah dengan rencananya.

Pangeran tak bisa menjadi Kaisar jika Raja Iblis belum dibasmi.

Ya, itu jadi masalah.

Tapi karena Raja Iblis tak sesungguhnya ada...,

...tak mungkin bagi mereka untuk membasminya.

Pemikiran cerdas.\ Jadi...,

...karena tak ada yang bisa membasmi...

...sesuatu yang tak ada, Guru Zhang--

Aduh, langsung saja ke intinya.

Maksudku mau bilang--\ Dengarkan saja.

Sebab itu, Zhang harus membuat agar Raja Iblis menjadi ada.

Orang tua itu...,

...dia mengakali kita semua.

Akhirnya dia paham.\ Tutup mulutmu.

Kau tak pernah lelah menggerutu?\ Harus ada yang melakukannya.

Tunggu. Artinya agar Pangeran menjadi Kaisar...,

...kita semua harus mati?

Tepat sekali.\ Atau kita bisa kembali merampok pedagang yang serakah.\ Aah!

Hari-hari itu sudah berakhir.

Sekarang tak ada tempat untuk bersembunyi.\ Jika begitu...,

...aku bersedia mati untuk selamatkan tahta. Bagaimana rencananya?

Ayo, tunjukkan pada mereka lembaran kertasnya.

Tabel ahli astronomi.

Bagaimana tabel ini bisa membantu kita?

Ini menunjukkan akan ada gerhana bulan.

Itu akan menjadi keuntungan kita.

Zhang bilang bintang akan memberikan kita kemenangan.

Dia juga membicarakan tentang kekayaan. Kita...

...belum melihat satu sen pun. Baik... baik... jangan pukul.

Tapi--

Itu artinya kita bisa menang.

Mungkin.

Setidaknya untukmu, Pangeran.

Pei Pei, Pangeran, sudah waktunya kalian meninggalkan kota Kerajaan.

Kenapa aku tak boleh tinggal?

Kau harus bersiap mengambil alih tahta kerajaan setelah...

...kami urus Gao.\ Ini perangku.

Lalu Pei Pei, bagaimana?

Jika Pangeran tinggal, aku tinggal.\ Sudah cukup.

Kalian berdua harus pergi dari sini sekarang.

Tidak, aku harus membalas kematian ayahku.

Ternyata dia tak mau mendengarku. Kau cobalah.

Ini perjalanan yang panjang dan berbahaya.

Kau sudah bisa mencapai titik-- Hei, pelan-pelan.

Kami sudah bersiap-siap mengorbankan hidup kami...

...agar kau bisa merebut kembali tahtamu sebagai Kaisar.

Keinginanmu untuk tinggal dan bertarung membuktikan kau punya hati pejuang.

Tapi jika kau mati, maka pengorbanan kami akan sia-sia.

Ini, untuk di jalan.

Jalan, jalan.

Ayo. Satu, dua. Satu, dua.

Kiri, kanan. Kiri, kanan.

Terus. Ayo. Lebih cepat.

Grup-6, ambil posisi.

Ayo. Ayo. Cepat.

Formasi Perang pelipat-ganda.

Ayo, bergerak.

Spanduk di depan dan tengah.

Ayo, ayo.

Lipat ganda, lipat ganda.

Ambil posisi, Prajurit.

Ini bukan latihan. Bersiap-siaplah untuk bertarung.

Siapkan meriam-nya.

Kau tak perlu hadir, Pengawas Gao. Aku bisa mengurusnya.

Tidak. Aku harus mengurus ini secara pribadi.

Apa ini?

Surat untuk Kepala Pelayan.

Untuk Kepala Pelayan?

Ini adalah perintah.

Kutuliskan padanya, dia harus menjagamu.

Kau akan terbunuh!\ Selamat tinggal, Pei Pei.

Jangan lakukan ini.

Kau akan terbunuh! Jangan, jangan!

Kau sudah berjanji akan mengajariku menulis.

Mereka memenuhi takdir mereka.

Saat fajar, takkan ada lagi Raja Iblis.

"Jalan yang adalah jalannya, bukanlah jalannya." Ingatlah itu.

Lihatlah ke atas, di langit.

- Bunyikan alarm-nya. - Itu Raja Iblis.

Mereka datang. Semuanya, bersiap.

Bersiap-siap untuk perang.

Lari.

Tahan posisi kalian.

Lari.

Bunyikan alarm-nya.

Bersiap-siap untuk perang.

Nyalakan lentera-nya. Nyalakan lentera-nya.

Lari!

Itu para Raja Iblis!

Bayangan di langit berhasil.

Kelihatannya banyak yang mundur.

Mereka yang tinggal, menyalakan lentera-nya.

Mereka menyalakan lentera-nya untuk membuat terlihat lebih banyak orang.

Tipuan itu tidak akan membodohi siapa pun.

Wow, ternyata, mereka ada ribuan.

Apa?

Kudengar, mereka melahap korbannya.

Dan membuatnya menjadi pai.

Dan juga jadi kue donat.

Kalian berdua harap tutup mulut.

Di mana mereka? Kita selesaikan saja.

Aku tidak.

Aku tak mau terburu-buru bertemu mereka.

Jadi beberapa para Roh Terbang itu adalah bekas muridmu, benarkah?

Benar.

Bintang malam menutup matanya...

...agar tidak melihat horor yang akan dibentangkan.

Berapa lama gerhana bulan berlangsung?

Paling lama lima atau enam menit.

Mari berharap itu cukup lama untuk menjalankan rencana kita.

Langit akan menjadi gelap.

Raja Iblis memakan bulannya.

Komando dari surga.

Kita akan dimakan atau tetap hidup?

Bulan berubah menjadi hitam.

Jangan cemas, gerhana bulan takkan berlangsung lama.

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku datang untuk bertarung bersamamu.

Bawa dia keluar dari sini, sekarang juga.

Pergi dari sini.

Ayo. Sudah waktunya bertarung.

Komandan. Tembakkan semua meriam-nya.

Apa yang terjadi? Kita menembak orang kita sendiri.

Sayangnya, Pengawas Gao, sasaran meriam kurang tepat...

...dan gerhana bulan membuat semuanya menjadi lebih buruk.

Hei, kau tidak takut,´kan?

Bagus, tetaplah di dekatku.

Baiklah.

Pangeran di sana, di sebelah monster.

Tangkap dia dan bawa kemari hidup-hidup.

Hei, perhatikan ke mana kau ayunkan senjata itu.

Mereka terus berdatangan.

Hati-hati.

Teknik apa itu?

Ya, itu "Lidah Api Naga".

Surga ada di pihak mereka.

Mereka sungguh bukan di pihak kita.

Entahlah denganmu, tapi aku harus pergi dari sini.

Tunggu. Aku tidak akan tinggal di sini, aku ikut denganmu.

Perangnya sudah kalah.

Lari. Kita hancur.

Di mana Pangeran?

Tepat di sebelahku.

Akan kutemukan dia.

Pangeran Duan, kau masih hidup.

Ini bukan waktunya untuk menunduk.

Kembali ke sana dan bertarung.

Lihat dirimu, kau sudah kurus dan dewasa.

Kau bukan lagi Pangeran yang kukenal.

Aku sudah tidak makan kue wijen.

Temanmu telah mengecewakanmu, Pangeranku yang tersayang.

Sayangnya, kau memilih pihak yang salah.

Sebaliknya, temanku mengorbankan semuanya untuk mengalahkanmu...

...dan membalas kematian ayahku.

Lidahmu sekarang juga sudah berkembang.

Jadi di mana kautemukan Raja Iblis ini?

Jauh di dalam rawa-rawa, terdesak ke sana oleh rezim-mu yang tak adil.

Oh, begitu. Korban dari masyarakat.

Mereka yang percaya rasa lapar memberi mereka hak untuk mencuri.

Dan mereka yang menyesal hanya memotong salah satu telingamu.

Lin Chong?

Si iblis.

Raja Iblis.

Dia melukaiku.

Dasar penakut, itu cuma pisau saku.

Lin Chong?

Lepaskan dia, Gao!

Dasar pengkhianat.

Lari, Duan.

Dia akan bunuh Pangeran, hentikan!

Para Roh Terbang. Kita bersatu kembali.

Kau dari mana saja?

Kau beruntung aku kembali, jika tidak, kau kalah.

Gao ingin membunuh Pangeran.

Pergilah, jangan cemas. Aku tangani ini.

Bakpao daging babi lagi? Berikan padaku, akan kuurus.

Oh, akhirnya kau bangun.

Kau mungkin ingin suruh pelayan untuk sedikit mem-variasikan menunya.

Tapi tunggu dulu.

Apa yang terjadi?

Tapi, bagaimana aku--?\ Dia bilang, obat penyelamat akan menyembuhkanmu.

Zhang? Sebelumnya dia menyelamatkanku. Zhang masih hidup?\ Benar.

Begitu juga dirimu.

Mustahil. Kita semua melihatnya tewas di rawa-rawa tersebut.

A-ha, "Kau lihat, tapi kau tak sungguh-sungguh melihatnya."

Sudah terdengar familiar?

Guru Zhang masih hidup.\ Begini.

Aku kurang yakin aku paham semuanya.

Guru Zhang bilang, dia berpura-pura meninggal...

...agar orang mengira, teman kita para bandit itu adalah Raja Iblis.

Dia menghilang karena dia ingin kita melakukan pertempuran ini sendiri.

Saat keharmonisan dipertaruhkan, dia memberi dorongan.

Tapi setelah itu, terserah kita untuk menyelesaikannya.

Dia menggambar banyak lingkaran di tanah untuk menjelaskan--

Keberadaan alam kehidupan.

Saat dia menggambarnya, semuanya menjadi jelas.

Kau memahami gambarnya?\ Tentu. Sudah jelas,´kan.

Kau tidak paham?

Ya, ya. Ya, tapi--

Pembohong.

Pangeran pendusta. Kau tak paham.

Kau juga sama.

Kau yang pembohong. Pendusta.

Pembohong.

Pembohong!

Bagaimana dengan yang lain?

Di mana mereka?

Itu juga ada kisah selanjutnya.

Jadi, kau saat pingsan.

Si Gao...,

...akan memberimu tusukan yang mematikan--

Saat cahaya terang, Raja Iblis kehilangan keberuntungannya.

Satu persatu...,

...mereka dikalahkan.

Dan segera, riuh terdengar dari seberang dataran.

Menang, menang.

Tubuh para Raja Iblis dibawa ke kuil merah...,

...dan dilempar ke ruang bawah tanah.

Satu persatu dari mereka.

Tapi kemenangan ini meninggalkan rasa kepahitan.

Untuk menyelamatkan sang Pangeran, Gao Yang Adil, Gao Yang Mulia, harus...

...tewas di bawah perlawanan para Raja Iblis.\ Ayolah, Pei Pei.

Para menteri takkan percaya itu.

Kita sudah bahas ini 15 kali dan kau tak pernah puas.

Aku mulai kegerahan memakai ini.

Aku lebih memilih mengatakan yang sesungguhnya.

Tak ada yang akan percaya jika kalian mati.

Jika menteri tahu kami Raja Iblis...,

...mereka takkan pernah berhenti memburu kami.

Banyak prajurit yang tinggalkan perang. Mereka mungkin akan kembali.

Para pengecut itu? Mustahil.

Mereka pasti berpikir ada yang mengalahkan para Raja Iblis.

Saat mereka dengar pengorbanan heroik Gao dan kemenangannya...,

...mereka akan membual itu kemenangan mereka.

Entah bagaimana...,

...aku tak suka dengan ide "Gao menjadi penyelamat negeri ini."

Seorang Pengawas yang kalahkan Raja Iblis...,

...lebih berguna untuk keharmonisan bangsa...

...dibanding pembunuh yang menipu para Dewan.

Dan selama mereka menghalau para Raja Iblis...,

...menterimu akan menerima semuanya.\ Dia benar.

Umumkan, akan ada hujan bebek Peking.

Dan mereka harus ada di halaman membawa mangkuk dan sumpit.

Kapan kita akan merayakan kemenangan Gao yang terhormat terhadap Raja Iblis?

Kenapa? Apa aku salah mengucapkannya?

王子 和 一個零 魔 PANGERAN DAN 108 IBLIS

- Alih Bahasa oleh - \N* H@w-to-kiLL *

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.