Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[ SUBTITLE BY VIU ] ..::Resync/Edited By Coffee_Prison::..
[ EPISODE 8 ]
Kupikir ini akan membantumu mengembalikan ingatanmu yang hilang.
Pada hari Natal, kita merencanakan sesuatu.
Kau dan aku, berdua saja.
Rencana?
Kau sungguh tidak ingat hari itu?
Bahkan anak itu?
Kaulah..
yang berniat menculik dan membunuh anak itu.
Jangan konyol.
Orang yang membuang jasadnya di waduk
adalah kau.
Aku hanya melakukan perintahmu.
Jika bukan karenamu, dia pasti masih hidup.
Karena kau,
semuanya menjadi kacau, dan hidupku juga hancur!
Kau mengerti?
Itu tidak masuk akal.
Kau bukannya tidak ingat. Kau hanya tidak ingin mengingatnya.
Kau bilang
gadis itu akan selesaikan semuanya.
kau yang membunuhnya.
Jika bukan karenamu,
dia pasti masih hidup dan kembali bersama keluarganya.
Kenapa kau membunuhnya?
Tolong selamatkan aku.
Tolong selamatkan aku.
Tidak. Tidak mungkin.
Itu tidak masuk akal.
Apa aku yang menculik
dan membunuhnya?
Tidak mungkin.
Aku tahu kau kesulitan.
Aku yakin itu sulit diterima.
Kenapa aku melakukan itu?
Untuk menebus anak malang itu.
"Menebus"?
Walau pada akhirnya kita gagal.
Karena kau,
karena gadis itu meninggal...
Kim Moo-Young.
Syukurlah.
Aku senang kau kembali.
Kukira
Kau benar-benar mati.
Aku akan mengatakan ini untuk berjaga-jaga.
Sebaiknya kau tidak melakukan hal bodoh.
Sudah lebih dari cukup
mengambil satu nyawa.
Bukan itu yang kau inginkan.
Aku juga.
Bagiku, hidup sebagai zombi
adalah mimpi buruk yang mengerikan.
Meskipun begitu,
aku belum menyerah sampai sekarang
karena aku yakin
aku bisa menjadi manusia lagi.
"Agensi Kim Moo-Young"
"Agensi Kim Moo-Young"
Setelah mengetahui masa lalunya,
aku harus meminta bayaran bonus.
Cepat angkat.
"Gong Sun-Ji"
Tapi bagi manusia,
aku hanya monster.
Nomor yang Anda tuju...
Kenapa dia tidak menjawab?
Gong Sun-Ji.
Cha Do-Hyun. Sedang apa kau di sini?
kau dalam perjalanan pulang?
Masuk ke mobil.
Waktu yang tepat.
Apa ada kabar baik?
Suasana hatimu sedang baik.
Memang ada hal baik.
Aku sedang senang. kau bisa makan apa pun yang kau mau.
Temanmu akan mentraktirmu.
Kau mau belikan apa?
Apa pun yang kau inginkan.
Masuklah.
[ Babat Daehan ]
Mari makan.
Ini luar biasa.
Ini.
Hei.
Bagaimana kau tahu tentang boneka kelinci itu?
Itu?
Boneka itu tidak di rumah atau TKP.
Kami dapat informasi.
- Informasi? - Ya.
Dari siapa?
Aku tidak bisa mengatakan siapa dia.
Akan kuberi tahu saat ada lebih banyak detail.
kau beruntung dengan Lee Gwang-Sik, kali ini berbeda.
Seorang anak diculik dan dibunuh,
dan seorang saksi diserang. Maksudku,
tidak ada yang tahu kapan waktunya atau siapa korban berikutnya.
Karena itu akan kuberi tahu saat ada lebih banyak detail.
kau tahu aku cenderung cepat menyimpulkan.
Aku tidak bisa membuang waktumu.
Datanglah kepadaku dahulu, ya?
Bisakah kau berhenti mengomel?
Makanlah kue beras ini.
Panas.
Panas? Maaf.
Hei, begini cara memakannya.
Makan jantungnya dahulu.
Lalu ambil kucai,
kimchi, dan sepotong babat dan makan bersamaan.
Buka mulutmu.
Ini.
- Luar biasa. - Benar, bukan?
Hei, seka mulutmu.
Apa bosmu sangat sibuk?
Aku belum melihatnya hari ini.
Aku juga.
Aku penasaran di mana dia dan apa yang dia lakukan.
Bosmu.
Bagaimana bisa kulit pria begitu putih?
Bukan dari dunia ini.
Selembut vas keramik.
Aku suka pria berkulit bagus.
Itu karena krim BB-nya.
Dia sangat memedulikan penampilannya.
Belum lagi pesonanya yang kasar.
Aku begitu ingin melempar diriku ke pelukannya secepatnya.
Sememesona itulah dia.
Dia monster sungguhan.
Kau benar.
Kenapa aku sangat haus?
Kau sangat haus.
Segelas saja tidak cukup.
Na-Yul, ambilkan satu bir dingin lagi.
Hanya kau yang peduli padaku.
Terima kasih.
Penjualan di sini menurun belakangan ini.
Minumlah.
Pesan semua yang kau inginkan.
Aku yang traktir!
- Terima kasih. - Bersulang.
Ini dia!
Aku pantas mati.
Mungkin kematian itu tidak cukup,
itu sebabnya aku menjadi zombi dan harus hidup dalam kematian.
Setelah mengetahui masa laluku yang buruk,
aku tidak mau hidup lagi.
Bagi zombi, otak itu penting.
Ada apa?
Apa karena sudah tua?
Apa?
Bahkan ketika zombi ingin mati,
mereka tidak bisa mati.
Sial.
[ EPISODE 8 ] " Menjadi atau Tidak, Itu Pertanyaannya "
Aku memasukkan kentang utuh.
Makanlah.
Di mana Lee Tae-Kyun?
Dia sudah pergi saat aku bangun.
Dia pasti pergi mencari investasi untuk filmnya.
Kuharap dia berhenti membuat film
dan menemukan pekerjaan lain.
Kenapa dia harus menyerah? Bukan begitu, Lee Joon-Woo?
Benar. Teman-temanku bilang film Ayah sangat menyenangkan.
Tentu saja.
Lee Tae-Kyun jauh lebih maju dari masanya.
Dia tidak pernah tertinggal.
Lalu kenapa?
Biarkan dia melanjutkan...
Maksudku,
akan baik jika Lee Tae-Kyun bisa menjadi orang biasa.
Dia harus hidup di masa kini,
jadi, ke mana dia pergi pagi-pagi sekali?
Selamat pagi!
Dia juga tidak di sini kemarin?
Itu gila.
Apa dia pergi bekerja sendirian?
Semua ayamnya di sini.
"Pak Kim, di mana kau?"
"Kenapa aku tidak bisa menghubungimu?"
"Apa ada masalah?"
Apa terjadi sesuatu?
Kenapa Oh Hyung-Chul..
"Bunga bermekaran"
"Di Pulau Dongbaek"
"Musim semi telah datang"
Kuharap ada kabar menyebar
di seluruh Gangrim bahwa
Kim Moo-Young adalah klien Lee Sung-Rok.
Ini bagus.
Luar biasa.
"Kabut dingin menyelimutiku"
"Itu meliputku"
"Aku berdoa kulitku menjadi halus"
"Aku berdoa"
Dia gila. Hei!
Kenapa kau membuang air dengan menyemprotnya ke wajahmu?
Memangnya kau tanaman? kau rumput liar?
Kau tidak tahu soal penyegar?
Kau harus memulai perawatan kulit di usia 20-an.
Aku butuh lebih banyak perawatan. Berikan itu.
Penyegar?
Tunggu. Dia pegawai Detektif Kim.
Bukankah kau di kantor yang salah?
Kantor Pak Kim di seberang jalan.
Kau yang memotret ini, bukan?
Tidak. Aku belum pernah melihatnya.
Sudut di sini. Lihat.
"Biji labu"
Sebuah biji labu.
Matamu teliti.
Kau sangat tidak profesional.
Maaf.
Bosku mendatangimu, bukan?
Kenapa kau memotret Oh Hyung-Chul?
Aku tidak bisa memberikan informasi klien.
Lee Sung-Rok tidak akan melepas
kredibilitasnya selama 20 tahun.
Jadi, pergilah.
Jadi, kau tidak mau memberitahuku?
Tidak. Jadi, pergilah.
Pernah
mendengar suara tolak peluru?
Sudah. Keluar.
Dahulu aku atlet tolak peluru.
Itu cukup menakutkan.
- Jika kulempar, habislah! - Astaga.
- Astaga. - Seperti ini.
Seperti ini.
Sial.
Dia lebih gila daripada dugaan kita.
Dasar bodoh! Kau pikir kami akan memberi tahu?
Jadi, Oh Hyung-Chul mencuri pemantik dan...
- Bersikaplah profesional. - Maaf.
Pemantik?
"Agensi Kim Moo-Young"
Kenapa Oh Hyung-Chul...
Itu artinya Pak Kim tahu sesuatu.
Kapan dia diserang pelaku?
Sekitar 2 minggu lalu.
Sebaiknya,
hati-hati dengannya.
Tapi kenapa dia tidak memberitahuku?
Kim Bo-Ra, bisa membantuku?
Aku ingin memeriksa catatan medis.
"Akses Terbatas, Jalur Mendaki Ditutup"
Mari kubur tulang zombiku di sini.
Hei, Pak! kau tidak boleh masuk ke sana!
- Baiklah. - Tertulis terbatas.
Bagi zombi atau manusia,
hidup tidak pernah berjalan sesuai keinginan.
Pak Kim.
Pak Kim Moo-Young?
Itu kau, bukan?
Bukan.
- Itu kau, bukan? - Bukan.
Benar. Aku melihatmu.
Jangan bilang bukan. Ini memang kau.
Aku melihat wajahmu.
- Tidak. - Ini kau.
- Tidak. - Ini kau.
Pak Kim.
Pak Kim. Apa kau..
dipukuli?
Matamu...
Aku harus menyamar.
Aku memakai riasan.
Begitu rupanya.
Aku sangat terkejut.
Maafkan aku.
Sebenarnya aku..
ada keperluan juga di sini.
Keperluan apa?
Ini rahasia.
Tapi akan kuberi tahu karena kita punya hubungan baik tempo hari.
Ada zombi tinggal di gunung ini.
Yang lain bilang itu fantasi dan mitos,
tapi aku yakin zombi ada di antara kita.
Di lingkungan kita juga.
Dia berdiri tepat di depanmu.
kau juga harus berhati-hati.
kau tidak boleh sendirian di sini.
Zombi yang lapar bisa memakan pria dewasa sekaligus.
- Begitu rupanya. - Ya.
- Hati-hati. - Baiklah.
Aku sibuk, jadi, aku akan pergi.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Dia ketakutan.
- Aku akan mampir ke kantormu. - Tentu.
Jalan turun di sebelah sana.
Ini jalan pintas.
- Itu gunung botak. - Aku tahu.
Aku harus mencari gunung lain.
"Gunung di dekat Gangrim"
kau mengabaikan pesanku juga?
"Gong Sun-Ji"
Aku pergi menemui Oh Hyung-Chul.
Oh Hyung-Chul?
Sebaiknya kau tidak melakukan hal bodoh.
Sudah lebih dari cukup
mengambil satu nyawa.
Panggilan tidak tersambung...
Beruntung sekali.
Dia selamat dari tembakan.
Untuk apa itu?
Aku ingin memperbaiki rumah.
Sebentar lagi musim hujan. Kita harus bersiap.
Orang..
yang datang kemarin. Itu dia, bukan?
Siapa?
Kau bilang..
dia sudah mati.
Dia tidak mati?
Dia sudah mati.
Jadi, kau tidak perlu khawatir.
Siapa itu?
Halo. Kita pernah bertemu sebelumnya.
Apakah Oh Hyung-Chul ada?
- Begini... - Ada yang ingin kukatakan.
Tidak akan lama.
- Halo. - Halo.
kau ada di rumah.
Jadi,
ada yang ingin kusampaikan.
Tidak akan lama. 5 menit saja.
Baiklah. Masuklah.
- Terima kasih. - Ikuti aku.
Maaf aku datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan.
Ada sesuatu yang harus kukatakan secara langsung.
Ada apa?
Aku dapat informasi tentang kasus Sinterklas.
- Informasi? - Ya.
Aku sudah bertemu orang itu, informasi ini cukup bisa diandalkan.
Orang itu melihatmu diserang,
dan dengan berani memutuskan untuk maju
membantu kami menangkap pembunuhnya.
Aku sangat bersyukur.
Pada hari Kim So-Ri diculik,
kamera dasbor di dekatnya menangkap pelakunya.
Aku membawa fail itu untuk menontonnya denganmu.
Jika kita menontonnya bersama, kau mungkin mengingat sesuatu.
Bagaimana dengan polisi?
Ayolah.
Berita seperti ini harus disiarkan di TV sebelum polisi memegangnya.
Aku sudah melewati banyak kesulitan
menyelidiki kasus Sinterklas.
Begitu rupanya.
Lenganmu tampak pulih dengan baik.
Kudengar itu patah tulang.
Ya. Sudah jauh lebih baik sekarang.
Aku diminta banyak bergerak.
Oh Hyung-Chul.
Kau menyembunyikan sesuatu dariku?
- Apa? - Aku memeriksa rekam medismu.
Dokter bilang itu bukan patah tulang.
Kau ditusuk.
Kenapa kau memakai gips?
Aku tidak paham maksudmu.
Kudengar kau berhenti bekerja di TV
untuk bekerja dengan seorang detektif.
Maksudmu aku berbohong?
Bu. Hubungi polisi. Cepat.
Ada apa?
Cepatlah. Hubungi polisi.
- Cepatlah. - Buka pintunya, Nona Gong.
Ada kesalahpahaman.
Ada apa?
Aku tidak tahu bosmu bilang apa,
tapi bukan seperti itu. Jadi, buka pintunya.
Nona Gong!
Ada apa?
Suamiku melakukan kesalahan?
Akan kujelaskan nanti.
Tolong hubungi polisi. Cepat.
Kau sudah tahu.
Apa?
kau baik-baik saja?
Dia belum mati, bukan?
Maafkan aku, Nona Gong.
Aku tidak berniat menipumu,
tapi bisa bagaimana lagi.
Selama wawancara, kau memintaku menceritakan yang kulihat hari itu.
Mana mungkin aku bisa melupakan wajah pelaku yang kulihat
di waduk?
Aku tidak pernah melupakannya selama setahun terakhir.
Aku bertemu dengannya setiap hari.
Jika kau tidak datang untuk wawancara dengan kami,
ini tidak akan terjadi.
Kau tahu betapa gugupnya aku saat itu?
Istriku..
hanya melakukan perintahku.
kau tidak memercayaiku lagi.
Jalang ini mengetahui semuanya.
Apa lagi sekarang?
Aku sedang berpikir.
Bagaimana jika ada percikan?
Haruskah kumasukkan kantong plastik?
Apa itu masih hidup?
Sudah mati.
Aku tahu.
Pergilah sebelum gelap.
Apa ukuran tas tempo hari cukup?
Ya.
Ambil yang terbesar.
Bagaimana jika pegangannya jatuh lagi seperti kali terakhir
dan menyulitkanmu?
Ibu. Yang benar saja.
Sudah kubilang jangan menyentuhnya dengan tangan.
Kau bahkan tidak bisa memakannya.
Astaga.
Tidak apa-apa, Bu. Makanlah yang lain.
Makanlah.
Makanlah perlahan. Minum air juga.
Aku pergi sekarang.
Makanlah, Bu.
40.
Tidak ada pilihan lain. Kami harus bertahan hidup.
Sakit, bukan?
Itu juga sangat menyakitkan bagiku.
Kau mau ke mana? kau tidak boleh ke mana-mana.
Tolong aku.
Tolong aku.
- Bos. - kau baik-baik saja?
Bos. kau sudah tahu dari awal, bukan?
Kenapa tidak memberitahuku?
Apa manusia ini
mengetahui semuanya?
Oh Hyung-Chul...
Oh Hyung-Chul adalah pelaku kasus Sinterklas.
Aku juga.
Istrinya adalah kaki tangannya.
Kau diminta mencari Kim So-Ri.
Apa maksudmu? Aku diminta?
Kau pengawal pribadi yang disewa ayah Kim So-Ri.
Itu sebabnya kau dikeluarkan dari daftar tersangka.
Aku tidak tahu
dan membiarkan pembunuh tampil di TV.
Ayo ke rumah sakit dahulu. Mari bicara setelah perawatan.
Tidak. Aku baik-baik saja.
Aku punya pengalaman meliput bertahun-tahun.
Aku bukan Gong Sun-Ji yang tidak punya keberanian.
Dahimu berdarah, Bodoh.
Apa?
Gong Sun-Ji.
Bangun. Gong Sun-Ji.
Benar juga. Aku lupa.
Tunggu sebentar.
Kau mau ke mana?
Lepaskan aku.
Lepaskan!
Lepaskan!
"Episode berikutnya akan tayang sesaat lagi"
Kau baik-baik saja?
Kau lupa seharusnya memberitahuku?
Kenapa masuk ke sana sendirian? Bagaimana jika terjadi sesuatu?
Kepalaku sakit.
Kami menangkap Kim Kyung-Mi.
Oh Hyung-Chul melarikan diri.
Kau harus menangkapnya. Harus.
Apa pun yang terjadi, aku akan menangkapnya.
Istirahatlah.
Aku akan kembali saat kau merasa lebih baik.
Tunggu. Bagaimana dengan bosku?
Aku tadi bersamanya.
Aku tidak melihatnya.
Sampai jumpa.
Kau detektif, lalu kenapa? Dia bisa saja dibunuh.
Kau tidak peduli karena kau melakukan apa pun demi uang,
tapi dia,
Gong Sun-Ji berbeda.
Kuperingatkan kau. Jangan mendekati Gong Sun-Ji lagi.
kau mengerti?
Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu.
Bagaimana dengan permintaanku?
Aku sudah memberi tahu keluargamu.
Terima kasih.
Jangan berterima kasih kepadaku.
Kulakukan demi Gong Sun-Ji, bukan untukmu.
Bukan saatnya diam saja.
- Apa yang terjadi? - Apa ini benar-benar perlu?
Kau belum dengar? Detektif Cha bilang dia akan kena masalah lagi
jika dia keluar.
Kak Gong Sun-Young. Buka pintunya.
Kak Gong Sun-Young.
- Tidak. Tunggu. - Tunggu.
Tidak. Masuklah kembali.
Maafkan aku. Tarik lebih kuat.
Gong Sun-Ji.
- Itu rambutku. - Maaf.
- Itu rambutku. - Maaf soal itu.
Kim Kyung-Mi. Kau tahu Oh Hyung-Chul mau ke mana, bukan?
Kau harus cepat menjawab demi suamimu.
Ya?
Hei!
Tahu apa yang telah kau lakukan?
Kau membunuh seorang anak. Seorang anak!
Kalian masih menyebut diri manusia? Lepaskan.
Orang sepertimu menghancurkan dunia.
Dasar binatang...
Pada tanggal 25 Desember 2018,
tersangka kuat kasus Sinterklas
yang menculik dan membunuh Kim So-Ri dengan kostum Sinterklas...
Apa dia berbohong kepadaku?
Kini dalam pelarian.
Oh Hyung-Chul adalah pelaku kasus Sinterklas.
Istrinya adalah kaki tangannya.
kaulah
yang berniat menculik dan membunuh anak itu.
Polisi bilang...
Ibu!
- Putriku. kau di sini. - Ya.
- Mau makan makanan enak? - Ya.
kau diminta mencari Kim So-Ri.
Jika bukan karenamu,
dia pasti masih hidup dan kembali bersama keluarganya.
Ada sesuatu yang tidak kuketahui.
Ada apa?
Halo?
Sudah kubilang jangan lakukan hal bodoh.
Tapi beraninya kau membuatku kesal. Kau ingin melihatku menggila?
Katakan kau menyembunyikan apa.
Apa yang terjadi pada hari itu?
Kau ingin tahu yang sebenarnya?
Sudah kubilang. Sudah lebih dari cukup
mengambil satu nyawa.
Katakanlah.
Kim Moo-Young. Semua yang kulakukan untukmu...
Di mana kau?
Seharusnya kubunuh dia saat itu.
Cha Do-Hyun. Mobil Oh Hyung-Chul ditemukan
di persimpangan Jalan Tol Gangbyeon menuju Gunung Choweol.
Pak.
Aku akan mengurus sisanya. kau harus segera pergi.
Ayo.
Hei. Aku...
Pasti terjadi sesuatu di Gangrim.
Cari tahu.
Baiklah.
Kau butuh waktu lagi?
Aku bisa bicara dengan baik,
tapi aku belum bisa membaca. kau harus mengerti.
Saat dia diculik,
Kau juga ada di sana, bukan?
Kau harus bicara. Katakan sesuatu.
Astaga.
Sesuatu pasti terjadi di Gangrim.
- Pak Hwang. - Ada apa?
Terjadi sesuatu?
Bukan apa-apa.
Tunggu. Wanita itu...
Itu dia. Wanita itu...
Kau mengenalnya?
Tentu saja.
Apa yang terjadi?
Itu yang ingin kuketahui.
Dia tidak mau membuka mulutnya.
- Hei. Apa yang kau... - Kim Kyung-Mi. Usia, 28 tahun.
Golongan darah O. Libra.
Makanan favorit, panekuk Korea. Penyanyi favoritnya, Song Ga-In.
Baru-baru ini berubah menjadi Lim Young-Woong.
Dia satu SD dengan suaminya, Oh Hyung-Chul.
Tapi mereka tidak mendaftarkan pernikahan mereka. Nikah siri.
Menurut Bu Choi yang langganan di salon rambut Gangrim,
mereka mandul. Tidak bisa punya anak,
- tapi mereka masih... - Berhenti.
Mandul?
Kami..
berniat membesarkannya dengan baik.
Kau akan membesarkan anak yang kau culik?
Apa itu ide Oh Hyung-Chul?
Menculiknya setelah melihatnya di TV?
Dia pria yang malang.
Keluarlah. Mari bicara.
Kim Moo-Young.
kau tahu?
Aku tidak merencanakan kejahatan sempurna yang dibicarakan dunia.
Aku merencanakan hidup sempurna.
Keluar saja.
Setelah kau kehilangan hal yang berharga bagimu,
Kau menyadari yang kau miliki sangat berharga.
Bahwa hidupku tidak begitu buruk.
- Kau di mana? - Keluargaku sangat berharga bagiku.
Tapi hari ini,
aku kehilangan keluarga lain.
Kali ini, aku hendak melakukannya dengan baik.
Andai bukan karenamu...
Andai saja kau tidak muncul...
kau ingin tahu kebenarannya?
Itu hadiahku untukmu.
Kematian
akan lebih baik daripada kehidupan.
Kim So-Ri, kau mau apa saat Natal?
- Ayah. - Pasti sangat merindukan ayahmu.
Hari Natal ini, ayahmu akan bermain denganmu.
- Benarkah? - Ya.
Paman, selamatkan aku.
- Kim So-Ri. - Tolong selamatkan aku.
Tolong selamatkan aku.
Tidak...
Darah tidak mengalir di tubuhku,
tapi rasanya seperti mendidih.
Aku tidak punya jantung,
tapi rasanya seperti terbakar.
Apakah itu akhir hidupku
sebagai manusia?
Ibu.
Sudah berakhir sekarang.
Kita akan menjalani hidup baru sekarang.
Sekarang hanya kita
yang tersisa.
Kita harus saling mengandalkan.
Mengerti?
Bagaimana... Bagaimana kau bisa...
Kenapa kau melakukannya?
Kenapa?
Kenapa?
Ingatanmu sudah pulih?
Teganya kau..
membunuh anak tidak berdosa itu?
Andai kau tidak mencarinya,
dia dan aku mungkin saja hidup bahagia.
- Apa? - Aku ingin menjadi ayahnya.
Itu hari Natal.
Hari Natal adalah hari yang ditunggu anak-anak.
Kau gila...
Kau sulit dibunuh.
Ibu.
Ayo pergi sekarang.
Ibu.
Ayo.
Sudah berakhir.
Ayo.
Ayo, Bu.
Kau ini apa?
Kau dan aku
akan hancur bersama.
Kenapa kau tidak mati?
Kenapa tidak?
Kau membunuhku setahun lalu.
Matilah!
Matilah!
Kenapa kau tidak mati? Kenapa tidak?
Kau baik-baik saja?
Min Ho.
Putraku, Min-Ho.
Min-Ho, Jang Min-Ho, saatnya bangun.
Ayo, bangun.
Ada apa denganmu?
Ada apa dengan wajahmu?
- Kau terlibat perkelahian lagi? - Entahlah.
Kapan kau akan berhenti berkelahi?
- Kapan? - Sakit, Bu.
Sadarlah.
Kau akan menggunakan pelatihan atletikmu untuk berkelahi?
Kenapa tidak mencari pekerjaan?
Bisakah Ibu berhenti membicarakan pekerjaan?
Ibu, jika aku menghasilkan banyak uang,
aku akan membuat Ibu duduk di atas tumpukan uang.
Tidak. Setumpuk uang?
Aku akan mengisi 50.000 won,
agar Ibu bisa memakainya sebagai selimut.
Astaga, ibu akan merasa lebih baik
jika kau mengatakan itu setelah mendapatkan pekerjaan.
Pembicaraan soal cari kerja...
Ayo makan.
Ibu membuat kesukaanmu, kuah panas babat sapi.
Kuah panas babat sapi?
Menurutku,
kuah panas babat sapi buatan Ibu yang terenak di dunia.
Ayo.
Lihat perbuatanmu pada wajah tampan ini.
Ibu rasa itu akan meninggalkan bekas luka.
Itu akan jadi bekas luka.
Putraku. Wajah putraku.
Ibu.
Ibu, aku...
Ibu!
Ibu!
Buka mata Ibu.
Ibu!
Ibu!
Keluarganya tewas karena kebakaran saat dia berusia tujuh tahun.
Oh Hyung-Chul satu-satunya penyintas.
Dari semua hari, itu terjadi saat Natal.
Ibu!
Ibu!
- Ibu! - Ibu...
Ibu...
Kenapa putra kandungnya tidak ada di sini?
Kenapa bos yang ada di sini, bukan dia?
Dia orang yang baik.
Saat aku masih kecil...
Aku teringat ibuku yang sudah meninggal.
Dia meninggal saat aku masih terlalu kecil.
Jadi, kami tidak punya banyak kenangan bersama.
Mari beri hormat.
"Rumah Duka"
Nona Lee, perjalananmu pasti panjang untuk kemari.
Ini, minumlah.
Silakan.
Ia buang air besar di depan rumahku.
Jika berkelahi dengan Ho Du, anjing kecil itu...
Mau ke tempat lain setelah ini?
Ada karaoke di dekat sini.
- Kenapa? - Tapi, Sayang...
Kenapa semua bibi penjual yoghurt berkumpul di sini?
Pemakaman harus ramai seperti ini.
Benar, bukan?
Setiap Natal,
kau menjadi Sinterklas menggantikan ayah Kim So-Ri.
kau tidak bisa pergi tahun lalu karena ibumu sakit.
Bukankah sudah kubilang? kau orang yang hebat.
- Lee Tae-Kyun. - Ya?
Terima kasih sudah datang hari ini.
Tidak perlu berterima kasih.
Tentu saja, aku akan datang ke acara sedih seperti ini.
Tapi tadi, saat kau..
menangis ketika memikirkan ibumu,
itu membuatku sedih.
Itu?
Kakakmu mungkin merasakan hal yang sama, ya?
Berita sela.
Tubuh yang diduga tersangka utama
kasus Penculikan dan Pembunuhan Sinterklas, Oh Hyung Chul,
ditemukan di perbukitan lokal Gangrim.
Saat polisi menemukan KTP-nya,
jasadnya mirip Oh Hyung-Chul setahun lalu,
mereka mencurigai jasad ini adalah Oh Hyung Chul.
Tapi jasadnya dimutilasi.
Jadi, identitas jasadnya belum...
Jasadnya dimutilasi?
Polisi Gangrim, yang menangani kasus ini,
akan mengirim jasadnya ke Badan Forensik Nasional.
Guna menganalisis DNA agar bisa mengidentifikasi
dan memeriksa penyebab kematiannya...
- Ini, ambillah. - Panas.
>> Bersambung Ep.9 (17-18)...
[ SUBTITLE BY VIU ] ..::Resync/Edited By Coffee_Prison::..
Aku bukan manusia lagi.
[ PREVIEW EP.SELANJUTNYA ] "Zombie Detective"
Apa mustahil untuk zombi tinggal dengan manusia?
Zombi tidak akan bisa bertahan jika tidak memakan manusia.
Aku harus segera pergi dari sini.
"Selamat sudah jadi nomor satu di Gangrim!"
Pak Lee!
Ada apa denganmu?
Aku juga berpikir jika kau tidak mempertaruhkan nyawamu,
itu bukan cinta sejati.
Aku mengetahui cara mengendalikan naluri zombi.
Kesengsaraan yang bangkit, aku adalah Detektif Zombi.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.