Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
CORN DOG CHEONG-MYEONG
Ini.
Kau bukan datang karena tak punya rumah, 'kan?
- Sungguh tak ada masalah? - Sudah kubilang, tak ada.
Aku hidup dengan sangat baik.
Lemak badanku hanya sembilan persen. Aku sehat,
juga punya rumah dan mobil sendiri.
Tahun lalu gajiku 200 juta dan bonus 1,5 miliar.
Aku juga punya investasi lain. Puas?
Sudah menikah?
- Belum. - Itu masalah.
- Kenapa begitu? - Usiamu 35 tahun. Tak ada pacar?
- Aku sibuk bekerja. - Konyol.
Bekerjalah jika sibuk. Kenapa ke sini?
Aku berniat…
kembalikan uang dan bunganya.
Uang apa?
Uang yang aku bawa kabur.
Jika aku bayar uang itu dengan bunganya,
kau tak perlu berjualan di sini.
Kau bisa membuka toko.
Itu uangmu. Kenapa membayarku? Tak perlu.
Pergilah. Jangan bicarakan hal aneh.
- Pergi! - Baik, aku pergi.
Kalau begitu,
terima ini.
Apa ini?
- Begini cara lihatnya. - Ya.
Ini kartu namaku.
Telepon aku kapan pun kau butuh ke nomor ini.
Aku akan lakukan semua untukmu.
Kubilang aku tak butuh.
Sudah tua pun masih keras kepala.
Jangan hubungi aku jika sukses. Aku tak mau merasa iri.
- Tapi… - "Hubungi aku jika kau susah."
Benar, 'kan?
Ya.
Jadi, kau harus tetap di sini.
Jangan ke tempat lain.
Baiklah.
Pergilah.
- Aku akan bawa ini. - Ya.
Ini juga.
- Pergilah. - Ya. Hubungi aku.
Baiklah.
- Enak sekali! - Sungguh?
- Ya. - Bagus!
GENIUS MATEMATIKA NAM DO-SAN MENAKLUKKAN OLIMPIADE
EPISODE 2
Aku sangat lelah.
Apa itu semua?
Aku akan menemukan Do-san.
Akan kuajak dia ke pesta relasi.
BERSAMA IBUNYA, PARK GEUM-JEONG
Nek, saat tulis surat,
Do-san menggunakan bahasa baku. Pasti dia tinggal di Seoul, 'kan?
Lupakanlah.
Kau tak pernah bisa menemukannya. Kenapa cari lagi?
Sudahlah.
Anggap Do-san kenangan indah, dan lupakan.
Kenapa lupakan kenangan indah? Lupakan kenangan buruk.
Bisa saja kini dia tak sebaik dulu.
Bisa saja dia sudah berubah drastis.
Bisa saja perubahannya baik.
Bisa saja hatinya sudah berubah.
Ya, 'kan?
Kalau begitu, aku akan minta tolong hanya untuk hari itu.
Minta ditemani ke acara In-jae.
Kami bertukar surat setahun. Pasti dia mau lakukan itu.
Dal-mi.
Do-san pasti masih pintar dan hebat, 'kan?
In-jae tak akan bisa merendahkannya.
Kau begitu tak mau kalah dari In-jae?
Ya. Tak mau.
Kenapa? Kadang manusia bisa kalah.
Aku tak boleh kalah.
Aku akan terlihat kalah
karena memilih Ayah.
Aku akan tampak menyedihkan dan menyesali pilihanku. Tak boleh begitu.
Aku…
bahagia bersama Ayah.
Aku bahagia,
dan tak pernah menyesal.
In-jae harus tahu itu.
Namun, keadaanku begini.
Menyebalkan.
Dal-mi.
In-jae akan kembali ke Amerika.
Jadi, aku hanya butuh sehari.
Sehari itu, aku mau berpura-pura hebat
dan tak iri kepadanya.
Apa aku minta menjadi konglomerat? Atau memenangkan lotre? Tidak, 'kan?
Hanya sehari. Hanya berpura-pura.
Apa tak boleh? Hanya sehari.
Ya?
MANAJER SENIOR HAN JI-PYEONG
- Pak, ada tamu… - Park Dong-cheon.
Waktunya tepat. Apa ini?
Ini proposal bisnis yang masuk ke surel kita.
Kau sudah lihat? Sepertinya bagus.
Terbesar di pasar, dan CEO yang hebat.
Kenapa mereka selalu kirim surel promosi?
Jika benar reputasi mereka begitu, harusnya banyak investor yang tertarik.
Belum cek retensi pelanggannya? Tingkat pembeliannya juga rendah.
Kau baru sekali melihat perusahaan yang menulis begini?
Maafkan aku.
Tapi bisa saja ada yang bagus di antara itu semua.
Seperti harta karun.
Berikan saja yang begitu untuk investor malaikat.
Apa ada pelatih nasional cari atlet di kompetisi amatir?
Tak ada. Tapi bisa saja ada yang hebat.
Pergi begitu saja? Bukankah ada perlu denganku?
Ya, benar. Kau kedatangan tamu.
"Tamu"?
Apa aku ada janji rapat?
Tidak. Dia belum buat janji, tapi dia keras kepala.
Dong-cheon, apa aku pernah bertemu orang tanpa janji?
Tak pernah sekali pun.
Tapi kau juga tak pernah berikan kartu nama sendiri.
MODAL USAHA SH HAN JI-PYEONG
- Di mana dia? - Di luar.
- Pintu masuk? - Ya.
Nenek, ada apa ke sini?
Begini…
Aku datang membawakan ini. Makanlah dengan temanmu.
Kau datang hanya untuk ini?
Sebenarnya, aku juga mau minta tolong…
Apa itu?
Kau akan kabulkan permintaanku, 'kan?
- Kau bilang tak punya. - Tadinya begitu. Tapi aku punya sekarang.
Apa itu? Kau membuatku takut.
Tak perlu takut. Ini mudah.
Kau bisa menemukan seseorang?
Bisa. Aku harus cari siapa?
Kau ingat Nam Do-san, 'kan?
Nam Do-san?
Ya, tentu. Surat itu.
Temukan Nam Do-san.
Apa? Tapi Nenek…
Dia hanya karangan. Mana bisa menemukannya?
Itu maksudku. Temukanlah, meskipun harus membuatnya dulu.
Astaga, aku tak percaya ini.
Siapa nama cucumu?
Dal-mi.
- Seo Dal-mi. - Dal-mi.
Kenapa dia yakin bisa menemukannya?
Tentu saja dia yakin.
Dia percaya Do-san benar-benar ada.
- Nyatanya tak ada. - Sebenarnya ada.
- Kita mengambilnya dari koran. - Koran?
Bagaimana dengan dia?
Pintar, baik hati, dan terlihat beruntung.
Do-san. Nam Do-san.
Wajahnya juga tampan.
Baiklah. Kita pakai nama ini saja.
Kau mau aku cari anak kecil 15 tahun lalu itu?
Itu bahkan lebih sulit.
Karena itu aku minta bantuanmu. Aku pasti lakukan sendiri jika mudah.
Namanya Dal-mi? Berapa umurnya?
Dia pasti pernah berpacaran. Pilih saja salah satu…
Dia tak pernah berpacaran!
Tak pernah? Kenapa?
Do-san selalu mengganggunya jika dia hendak punya pacar.
Dia bahkan tak ada. Bagaimana bisa ganggu?
Ya, bisa. Meskipun dia tak ada.
Apa kau punya waktu hari Sabtu?
Aku sudah beli tiket…
Aku tak ada waktu. Nantinya juga begitu.
Kenapa tak mau? Kau bilang mau menonton itu.
Dia tak sopan. Dia beli tiket seenaknya tanpa bertanya.
Lihatlah Do-san. Sangat hati-hati saat mengirim sebuah surat.
Kenapa tiba-tiba bicarakan Do-san?
Padahal An Ok-yun dan Hawaii Pistol sangat romantis di akhir film.
Itu puncaknya. Namun, mereka hanya berciuman sebentar.
ASSASSINATION
Apa itu bisa disebut berciuman? Begitukah?
Berciuman itu…
Seperti ini dan ini.
Bertemu dengan alami.
Saling bercampur.
Terus, dan terus lagi.
Bergerak ke sana kemari. Menjadi seperti fantasi.
Itu baru berciuman. Benar, 'kan?
Kategori filmnya untuk 15 tahun.
Jadi, harus ada batasan…
Mari kita juga berhenti
sampai di sini.
Apa?
Dia tak setuju denganku.
Lihatlah Do-san. Dia selalu di pihakku.
Tuhan, ini cobaan untuk kesabaranku, 'kan?
Baiklah. Aku akan bersabar.
Nenek! Aku tak mau bertemu dia lagi.
Kasih itu sabar
Lihat ini. Dia bilang mau membuatku menjadi pagarnya.
Bukan "pacar", tapi "pagar".
Dia mau membuatku menjadi pagar, bukan pacar.
Lalu "membuat"? Apa dia pikir aku kue atau apa?
Lihatlah Do-san.
Sejak SD, tulisan dan ejaannya tak pernah salah.
Kasih itu sabar
Dan selalu sabar
Kenapa kau masih membohonginya sekian tahun ini?
Aku tak tahu dia tetap akan percaya.
Kau juga bersalah!
Kau membuat standar pria pilihannya menjadi tinggi.
Jadi, dia tak bisa suka pria lain.
Nenek, sepertinya kau lupa.
Kau juga ikut membuat surat itu.
Kau yang memulai semua kebohongan ini. Aku hanya membantumu.
Ya! Ini memang salahku.
Aku hanya kasihan karena dia tak punya teman.
Ternyata keinginanku menolongnya adalah hal yang salah.
Langit akan menghukumku.
Katanya mau kabulkan permintaan dan balas budi.
Harusnya jangan bilang begitu. Kenapa kau berbohong kepada nenek tua ini?
Baiklah, Nek. Tunggu.
Akan kucoba cari.
Kapan batas waktunya?
Waktunya sempit. Sampai hari Jumat pekan ini.
Hanya lima hari.
Apa katamu?
Maafkan aku.
Lima hari?
ALARM
Samponya masuk mata!
ESKALATOR RUSAK
Halo?
Ya, aku sedang menuju ke Cabang Jeonggok.
Ya, baik.
Ya, Ayah.
Aku akan bujuk dia. Jangan khawatir.
Baik.
Dal-mi! Ayo kabur.
- Kenapa? - Lebih baik kita menghindar.
Kenapa banyak sekali orang?
- Ada orang asing juga. - JKN bilang akan adakan konser jalanan.
Jadi, para penggemarnya datang untuk melihatnya.
Ayo kita bersantai dulu di sekitar sini,
dan masuk setelah konser dimulai.
Saat itu, mereka pasti sudah pergi.
Baiklah. Aku paham.
Dal-mi, jangan ikat rambutmu.
Jangan!
Ayo.
Saatnya memecahkan rekor penjualan.
Kenapa kita harus begitu?
Itu hanya akan menyakiti badan.
Kita pura-pura tidak tahu, dan pergi. Ya?
Kau saja yang begitu. Biar rekor hari ini menjadi milikku.
Bersiaplah semua.
- Mau ditambah lagi? - Ya.
Bagaimana pendapatmu?
Kami sudah tak bertemu selama setahun,
tapi dia malah sibuk bermain ponsel selama 30 menit terakhir.
Itu…
Suamiku juga begitu.
Dia masa bodoh kepadaku, dan sibuk dengan ponselnya.
Buah tak jatuh jauh dari pohonnya.
Tidak. Dia bukan anak kandungnya, tapi kelakuannya sama.
Memuakkan.
- Mau kutambah juga? - Ya.
Bagaimana pendapatmu?
Ibuku meninggalkan rumah, dan malah tinggal di hotel.
Kini, banyak orang yang bermalam di hotel saja…
Tapi ada yang bermalam sampai setahun seperti Ibuku?
Tentang itu…
mungkin saja ada.
Kau berada di pihakku. Terima kasih.
- Cepatlah! - Ayo!
- Aku telah menunggu sejam! - Permisi!
- Mana kopiku? - Tunggu sebentar.
Tolong tunggu sebentar.
Bu, sepertinya urutannya tertukar.
Apa?
Kenapa dia lebih dulu?
- Mana croque monsieur-ku? - Tak tahu!
Kenapa mesin ini?
- Bagaimana ini? - Dal-mi!
Tolong bantu kami. Aku sangat pusing.
Sebentar.
Maaf atas keterlambatannya.
Apa yang bisa kubantu?
Satu-satu, ya.
- Tolong satu-satu. - Aku tak dengar.
- Sebentar. - Catat pesananku!
- Tunggu. - Kenapa lama sekali?
Tolong mengantre.
PILIH SEMUA
ARTIS JKN
Senyummu, tatapan matamu
Masih teringat jelas
Apa aku tak bisa memelukmu lagi?
Aku menangis seharian
Menunggu dirimu…
Aku juga selalu mendengarkan lagu JKN.
Ini hari yang spesial.
Aku akan putarkan seluruh lagu JKN.
Baik.
Tolong buat satu baris!
Tolong buat satu baris.
Apa yang bisa kubantu?
Di mana siropnya?
Siropnya ada di meja belakang sana.
Kau lupa menambahkan krim kocok.
Maafkan aku. Akan segera kutambahkan.
- Apa kata sandi Wi-Fi? - Coffee01. Terima kasih.
- Apa ada minuman lassi? - Maaf, tak ada.
Tapi ada yoghurt yang rasanya mirip.
- Di mana toiletnya? - Toiletnya
ada di ujung koridor lantai dua.
- Sialan. Hei! - Astaga.
Aku sudah minta cucikan botolku.
Pak, orang yang mengumpat tak pantas menjadi tamu. Keluar!
Ada yang bisa kubantu?
EARL GREY DARJEELING
Aku sudah perbaiki urutan pesanannya.
Terima kasih.
Kau hebat.
AKU MENUNGGUMU JKN AKU MENCINTAIMU JKN
PENJUALAN HARIAN 10.000.000 WON
REKOR PENJUALAN HARIAN 10.000.000 WON
- Selamat! - Bagus.
- Selamat. - Terima kasih!
Ini penjualan harian terbanyak toko kita sejak buka. Kalian hebat!
- Terima kasih. - Terima kasih.
Pasti tak ada yang bisa pecahkan rekor kita.
Benar, 'kan, Dal-mi?
- Apa? - Tak ada yang bisa pecahkan
rekor kita.
Ya. Pasti tak bisa.
Rekor kita.
Ayo kembali bekerja.
- Baik. - Baik.
Dal-mi.
Ya?
Aku cemas karena kau terlalu hebat.
Aku akan cuti mengasuh anak.
Aku tak dibutuhkan lagi jika kau begini.
Astaga. Aku masih jauh di bawahmu.
- Sungguh? - Sedikit.
Selamat, Nona Seo!
Ya, terima kasih.
- Siapa dia? - Kepala SDM.
Kali ini Dal-mi pasti diangkat menjadi pegawai tetap.
Aku mau hari Jumat cepat datang.
Hari Jumat? Kenapa? Ada apa hari itu?
HARI H
Kau tak bosan di hotel?
Sebagus apa pun pasti membosankan.
Aku senang di sini. Bisa berenang dan nikmati spa setiap hari.
Juga tak lihat wajahnya.
Kau bisa begini berkat uang Ayah.
Ada barang Ibu yang bukan dari uang Ayah?
"Ayah"?
Dia berselingkuh. Kau masih memanggilnya "ayah"?
Aku tak bisa memahamimu meski kau anakku.
Aku juga tak bisa memahami Ibu.
Kau memakai uangnya, tapi mengumpat padanya.
TEH SORE BERSAMA IBU
Benar, semua salahku.
Aku membuang ayah kandungmu demi dia.
Ibu, hari Jumat ini ada waktu?
Ada pesta relasi di kantorku.
Aku tak tertarik dengan pekerjaanmu.
Dal-mi akan datang.
Ibu tak penasaran
pada hidup Dal-mi sekarang?
Kapan acaranya?
Hari Jumat pekan ini.
HARI H
PESTA RELASI OLEH WON IN-JAE
KELUARGA, TEMAN, ORANG BODOH
KELUARGA, TEMAN, ORANG BODOH ADALAH TIGA INVESTOR PERTAMA PERUSAHAAN RINTISAN
EPISODE 2
Park Dong-cheon, kenapa tak pulang?
Aku sedang menjadi Manusia Penyaring.
Aku berusaha tak tertipu proposal bisnis, dan sedang mencari data.
Carikan orang ini.
"Juara termuda Olimpiade Matematika se-Korea".
Ini 15 tahun lalu? Siapa dia?
Cari saja, jangan bertanya.
Aku harus tahu sebelum mencari.
Aku hanya tahu namanya Nam Do-san, dan juara kompetisi 15 tahun lalu.
Bagaimana bisa menemukannya? Aku bukan detektif.
Aku bisa mendengarmu.
Ya.
Nam Do-san?
Sepertinya aku pernah dengar.
NAM DO-SAN
KOTAK MASUK DARI NAM DO-SAN
Kenapa? Kau tahu dia?
Ya. Orang yang mengirim proposal bisnis lewat surel promosi.
Bisnisnya masih sangat baru, tapi tak tahu diri dan terus kirim.
Latar belakang pendidikan dan idenya tak jelas.
Mungkin namanya sama.
Tidak. Dia juara termuda Olimpiade Matematika se-Korea.
- Ada nomor ponselnya? - Ya, ini.
Nomor ponsel Nam Do-san.
Kirimkan padaku.
Kau mau ke sana selarut ini?
Ya. Kirimkan nomor teman-temannya juga.
Mereka baru mulai. Masih amatir.
Pak Han!
PARTNER PERUSAHAAN RINTISAN
INVESTOR SEPERTI SHERPA
KOMPETISI PENGENALAN GAMBAR SKALA BESAR
HASIL AKHIR
Kapan pengumuman CODA?
Jangan bermimpi.
Katanya, semua ahli di bidang pengenalan gambar
ikut kompetisi ini.
Mana mungkin kita yang terpilih?
Tak akan bisa.
Do-san, beri aku nomor paspormu.
Hei! Do-san!
Bos! Do-san!
Sedang apa dia?
Sebutkan nomor paspormu.
- Apa? - Nomor paspormu.
AYAH
- Nomor paspor? Kenapa? - Kita harus beli tiket pesawat.
Padahal sekarang sedang mahal.
Tiket pesawat untuk apa?
Acara penghargaan CODA diadakan di San Francisco.
"CODA"? Kau baru saja bilang kita tak akan terpilih.
Benar. Tadi aku memang bilang begitu.
Misalkan saja.
Misalkan saja kita menang, coba pikirkan sekarang.
Tiba-tiba kita yang menang. Tapi kita tak punya tiket pesawat.
Investor dari Google, Amazon, dan perusahaan lain ada di sana.
Mereka mau investasi, tapi kita tak ada.
Astaga, mengerikan.
Jadi, maksudku kita harus tetap bersiap-siap.
Nomor paspormu.
Apakah itu akan terjadi?
- Kenapa? - Ada apa?
Hei, matikan lampunya.
Mereka datang lagi?
SAMSAN TECH
- Do-san! - Dia datang.
- Nam Do-san! - Diam.
Do-san!
Lebih ke dalam lagi.
Do-san!
Kau tak bisa terus menghindar.
Aku tahu kau di dalam. Cepat buka pintunya.
Anak sialan.
Kuhitung sampai tiga.
Satu…
Dua…
Sayang, kita pastikan dulu apa dia memang di dalam.
Ayo.
- Lututku sakit. - Diam.
Bersembunyilah.
Hei, senternya!
Mundur lagi. Senternya!
Hindari sinarnya.
Sepertinya tak ada. Ayo tunggu di rumah.
Anak sialan.
Turun dengan hati-hati.
Lututku sakit sekali.
Sungguh sangat sakit.
- Cepat matikan! - Cepat!
Punyaku.
Sudah kumatikan.
- Sial. - Siapa itu?
Telepon siapa ini?
Astaga.
Dingin.
Tak dijawab. Nam Do-san, Lee Chul-san, Kim Yong-san. Tak ada yang jawab.
Sebentar.
Apa nama perusahaannya Samsan Tech karena nama mereka semua "San"?
Mereka menamainya seenaknya.
Ya. Kirimkan aku alamatnya. Aku mau ke sana.
SAMSAN TECH
Baju kalian bertiga sama.
Tidak, Bu. Warnanya berbeda.
Lihatlah. Kita sungguh seperti RGB.
"RGB"?
RGB adalah tiga model warna.
Ada merah, hijau,
- dan… - Kau pikir aku tak tahu?
Baiklah. Sebagai investor Samsam Tech…
Yang benar Samsan Tech.
Sudah setahun sejak kami berinvestasi di Samsan Tech.
Kalian sudah janji
untuk memberikan hasil yang baik dalam setahun.
Sebagai investor,
aku ingin tahu
apakah uangku dipakai dengan benar
dan apakah sudah ada hasilnya.
Pertama-tama, uang investasimu
dipakai untuk biaya sewa, server,
dan beberapa keperluan kantor.
Kami pakai uangnya dengan benar dan hemat.
Terkadang kami kelaparan.
Ada banyak barang baru.
Tak cukup minum kopi instan saja?
Seperti yang kau tahu, banyak pengembang yang obesitas.
Kami harus minum kopi rendah kalori, jadi, kami beli mesin kopi.
Tapi di situ ada sirop.
Jika memikirkan kalori, harusnya kau minum tanpa sirop.
Kau benar.
Terima kasih sudah mengkritikku.
Maaf. Akhir-akhir ini kami menyedihkan, ya?
Kalian sudah menyedihkan sejak lama.
Lebih baik kalian kalian yakinkan aku daripada minta maaf.
Jelaskan kepadaku.
Jawabanmu menentukan apakah aku akan terus berinvestasi
atau mencabut investasiku ke depannya.
Kenapa sempit sekali?
- Ya, Nek. - Bagaimana?
Kau sedang mencari Nam Do-san?
Ya. Aku sedang di jalan untuk menemuinya.
Sudah ketemu? Bagaimana bisa begitu?
Tentu saja dengan GPS.
Anak Baik, kau memang hebat.
Apa pekerjaan Nam Do-san?
Pendiri perusahaan rintisan.
"Perusahaan rintisan"? Bukankah itu bagus? Aku sering lihat di berita.
Ya. Setidaknya jabatannya bagus.
Syukurlah.
Jangan khawatir. Tunggu saja.
Aku akan coba bicara dengannya.
Perusahaan rintisan?
Anda sudah dekat tujuan.
Sudah dekat?
Apa ada kantor di perumahan?
Ibu, Bapak.
Ada yang belum kami katakan karena belum pasti.
- Yong-san. - Tak apa-apa.
- Tak apa. - Ada apa denganmu?
Biarkan saja.
Jangan kaget. Kali ini kami akan ikut…
kompetisi CODA.
Ya, CODA.
Bukan hidung.
CODA…
Itu adalah perusahaan global yang sangat terkenal.
Ada kompetisi kecerdasan buatan.
Jadi, mereka mengadakan semacam Olimpiade Kecerdasan Buatan.
Kau tak punya mulut?
Coba jelaskan perlahan.
Ayah pernah dengar Kecerdasan Buatan, 'kan?
Tentu. Semacam flu burung.
Bukan.
Itu hal yang berbeda.
Kami membicarakan inteligensi artifisial.
Dengan kecerdasan buatan itu, kami buat pengenalan gambar…
Jelaskan lagi dengan lebih mudah.
Sambil melihat mata ayah.
"Lebih mudah"?
Apa ini?
Tisu.
- Kalau ini? - Mi instan.
Lantas,
apa ini?
- Pengangguran? - Bu Park.
Jadi, pengenalan gambar adalah membuat komputer
bisa melakukan hal yang Ibu lakukan tadi.
Lantas?
- Perlihatkan. - Perlihatkan.
Lihat ini, Ayah.
Ayah, jika kau tunjukkan tisu ke kamera begini,
maka akan terdeteksi sebagai tisu toilet, 'kan?
Biar aku coba.
"Instant noodle"
berarti mi instan.
"Jam."
Begitu. Sepertinya bagus.
Banyak yang membuat peranti lunak pengenalan gambar,
tapi tak ada yang setepat kami.
Yang terpenting dari ini
adalah kecepatan dan ketepatan deteksi.
Dengan cepat!
"Toilet"?
Bukankah artinya kloset?
Sial. Kenapa aku toilet?
Seharusnya tak begini. Berikan kepadaku.
WAJAH
- Wajah. Sudah benar. - Coba lagi.
Masih toilet.
Pasti sedang eror.
Ada apa dengan ini?
Sebentar.
Ternyata ini.
- Hanya prototipe. - Benar.
Kami sudah temukan alasan erornya.
Ini semua karena pencahayaan.
Lihat. Lihat ini.
Dahimu bersinar putih seperti kloset.
Karena itu terdeteksi menjadi "toilet".
Matikan itu.
Kami akan perbaiki eror…
Kubilang matikan!
Anda sudah sampai di tujuan.
Petunjuk arah segera dimatikan.
Sepertinya benar di sini.
Ayah!
- Ayah, tunggu! - Kemari kau!
Ada apa ini?
- Kenapa mereka? - Berhenti!
- Apa ini semua? - Berhenti!
- Diam kau di sana. - Ayah!
Ayah, tunggu!
- Tak mungkin. - Sebentar.
Itu hanya prototipe, bukan versi asli.
Bisa-bisanya kau bohongi ayah.
Astaga. Aku lelah.
Sayang, mari kita batalkan acara ulang tahun ke-60 kita.
Bagaimana kita harus perkenalkan dia?
Umurnya hampir 30, tapi pekerjaannya tak jelas.
Tak mungkin.
Aku beri dia uang untuk berbisnis,
tapi dia malah membuat alat aneh yang menyebut wajahku toilet.
- Kenapa… - Mesin…
- Jangan. - Ayah.
- Tak boleh. - Bicara dengan tenang.
Nanti semua tetangga bangun.
Suruh semua bangun!
Semuanya! Sebelum aku mati…
- Tenanglah. - …akan kupastikan
- putraku sadar. - Tolong hentikan.
Hei, anak sialan! Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Kau anak sulung, tapi tak punya pekerjaan.
Bisnismu berantakan!
Siapa yang mau menikah denganmu?
Sepertinya sudah tak ada penerus keluarga Nam kita!
- Jangan berteriak. - "Keluarga Nam"?
- Kemari kau! - Tidak.
- Ayah! - Namanya "Nam"?
- Ayah, jangan! - Katanya, "Nam"?
- Siapa yang parkir di sini? - Astaga.
- Lepaskan! - Ayah.
Tangkap anak sialan itu, akan kuberi pelajaran.
- Kemari! - Sayang!
Kemari kau!
Ke mana anak itu?
Di mana dia?
- Hei, Berandal! - Ayah, kumohon.
Maaf, akan kucucikan mobilmu nanti.
Maafkan aku.
Nam Do-san!
- "Nam Do-san"? - Mau bayar cuci mobil?
Ini pasti mimpi. Pasti.
Lepaskan dia.
CORN DOG CHEON-MYEONG
GENIUS MATEMATIKA NAM DO-SAN
- Kau bilang jabatannya bagus. - Ternyata tidak.
- Sifatnya? - Sangat buruk.
Bukankah dia pebisnis?
Aku sering lihat orang seperti dia.
DIa tak akan berhasil.
Astaga. Kupikir hidupnya akan beruntung.
Umurnya 20-an tahun.
Keberuntungan bisa saja hilang.
MEDALI EMAS
Apa ayahmu…
sungguh akan menarik investasinya?
Ya.
Biaya sewa bisa diambil dari deposit,
tapi bagaimana dengan biaya server dan pemeliharaan?
Tak ada jalan keluar.
Haruskah aku kerja sambilan?
Berapa harga itu jika dijual?
Kita tinggal di atap.
Kita akan mati di musim panas jika itu dijual.
Benar.
Kita bisa dapatkan investor sebelum mati.
Kita bisa minum kopi instan,
dan pakai papan tombol membran.
Tak usah bermain gim sampai dapat investasi.
UNTUK NAM DO-SAN
Ada yang harus disyukuri.
Kecil kemungkinan Dal-mi menemukan Nam Do-san.
Kudengar zaman sekarang bisa menemukan
orang lewat Instagram dan Facebook.
Dia tak mungkin bisa.
NAM DO-SAN
TIDAK ADA HASIL
NAM DO-SAN
INDUSTRI NAMDO
KEKHASAN NAMDO
DIARI NAM DO-HYEON
Aku sudah mencari nama Nam Do-san,
tapi tak ada satu pun.
Aku beruntung dan hebat, maka bisa menemukannya.
Orang lain tak akan bisa menemukannya.
Nam Do-san?
"Empat belas tahun lalu, Park Chan-ho…"
Bola ini ditandatangani dan diberikan langsung oleh Park Chan-ho.
Kondisinya masih bagus,
dan Nam Do-san yang ada di bola adalah namaku.
Jika segera membelinya, aku bisa beri diskon.
Jika mau foto bukti, berikan alamat surelmu.
Aku akan kirim fotonya.
Ini alamat surelku. Aku mau foto buktinya.
Apa?
OLAHRAGA
DUNIA BARANG BEKAS
BOLA BISBOL YANG DITANDATANGANI PARK CHAN-HO
KOMENTAR
Apa?
INI ALAMAT SURELKU
AKU MAU FOTO BUKTINYA
Sudah ada?
ADA SUREL BARU
Kumohon.
Tolonglah.
FOTO BUKTI TANDA TANGAN PARK CHAN-HO
GENIUS MATEMATIKA NAM DO-SAN
Setelah kulihat keadaan Nam Do-san,
lebih baik mereka tak pernah bertemu.
Imajinasinya selama ini akan hancur,
dan dia akan malu di depan kakaknya.
Begitu?
- Astaga, aku tak percaya… - Diam dulu.
Ya, kenapa?
Benarkah?
Ternyata begitu.
- Baik. - Astaga. Pasti sulit.
Ya. Makan siangmu?
Dia harus makan banyak.
Begitu. Baguslah.
Baik.
- Dia pasti kesulitan. - Cucuku, Dal-mi,
ternyata seberuntung dan sehebat kau.
Tentu. Apa?
Dia menemukan Nam Do-san.
- Apa? - Mereka akan bertemu nanti.
Astaga.
Kapan? Di mana?
Bagaimana dia menemukannya?
Mana kutahu?
Astaga.
Kau mengagetkanku.
UNTUK NAM DO-SAN
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh…
delapan, sembilan, sepuluh.
Jika laku secepat ini,
besok kita bisa membayar biaya server dan pemeliharaan.
- Kita akan bertemu pembeli lagi? - Ya. Dia beli bola Park Chan-ho.
"Seo Dal-mi"? Dia beri tahu nama aslinya?
Ya. Dia bicara kasual, padahal kami baru kenal.
"Aku Seo Dal-mi.
Aku sangat merindukanmu. Ayo segera bertemu."
Kau yakin baru kenal?
- Tentu saja. - Katanya dia merindukanmu.
Kenapa menyentuh begini?
Mungkin dia penggemar berat Park Chan-ho.
Sepertinya tidak. Seo Dal-mi?
Sepertinya aku pernah dengar namanya.
Lihat! Itu Sand Box!
TEMPAT IMPIAN
MENCARI ANGGOTA BARU
TEMPAT IMPIANMU TERWUJUD
Tempatnya bagus sekali.
Apa pegawai di sini boleh bawa anjing saat kerja?
- Iri sekali. - Jika masuk ke sini,
kita tak perlu cemaskan biaya server dan pemeliharaan.
Kau benar.
TEMPAT IMPIANMU TERWUJUD
Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Aku sudah sampai. Aku pakai baju biru.
Kau masih di jalan?
Aku akan sampai 30 detik lagi.
Kenapa pakai bahasa formal?
Apa karena lama tak bertemu?
Dia pakai baju biru.
- Benarkah? - Ya.
- Do-san. - Ya?
Ayo kita berpisah di sini.
- Kenapa? Bersama saja. - Berpisah lebih efektif.
Ya, benar. Ayo berpisah agar lebih efektif.
Dasar tak peka. Kau harus ikut aku.
Semoga berhasil. Semangat!
Kenapa aku tak peka?
Aku sangat peka!
Ikuti saja aku!
Hei! Apa-apaan ini?
Tunggu. Astaga.
Ada apa denganmu? Siapa kau?
"Partner"?
Tunggu.
PARTNER PERUSAHAAN RINTISAN
"Partner"? Astaga!
Kau benar dia.
Kau Nam Do-san, 'kan? Salam kenal, aku Han Ji-pyeong.
Ya, kau dari Modal Usaha SH.
Aku sering kirim surel ke sana. Kau mencariku karena itu?
Ya, mirip. Bisa bicara sebentar?
Tentu. Lama pun bisa.
Astaga. Aku beruntung sekali.
Ayo berbicara di kafe atau kantormu.
Kantor? Ayo ke kantorku.
Jika ke sana, aku bisa perlihatkan barangnya.
Ternyata ini yang dinamakan investor malaikat.
Kau bak malaikat.
Bukan begitu. Aku bukan menemuimu untuk berinvestasi.
Bisa kau tunggu lima menit sebelum kita pergi?
Biarkan aku bertemu seseorang lima menit saja.
Sebentar.
Kau mau bertemu Seo Dal-mi, 'kan?
Ya.
- Bagaimana kau tahu? - Akan kujelaskan di jalan.
Sebentar saja. Hanya berikan ini.
- Hanya ini. - Aku paham.
- Hanya berikan bola ini. - Tak masalah.
Sudah lewat dari 30 detik.
Padahal aku hanya butuh lima menit. Aku hanya perlu berikan ini.
Ada banyak surat di laci mobil. Tolong keluarkan.
- Laci mobil? - Laci…
- Bukan di belakang. Di depan. - Baik.
Itu bukan hal aneh.
"Nam Do-san"? Sama dengan namaku.
DARI SEO DAL-MI UNTUK NAM DO-SAN
"Seo Dal-mi"?
Apa ini?
Ceritanya panjang.
Nam Do-san memang namamu, dan Seo Dal-mi
wanita yang hampir kau temui tadi.
Aku tak pernah terima surat ini.
Aku juga baru kenal Seo Dal-mi hari ini.
Aku tahu. Coba baca surat itu dulu.
Maaf. Aku tak bisa tepati janji karena hal mendesak.
Dal-mi, kepala SDM mencarimu.
Kenapa?
Waktunya tiba.
Kau akan menjadi pegawai tetap.
Tak mungkin. Aku tak berharap.
- Kau pasti berharap. - Cepat ke sana.
Aku harus undurkan diri?
TIM SDM
Jangan salah paham.
Ini karena aku tak mau kehilangan orang sepertimu.
Aku mau perpanjang kontrakmu, tapi kau harus berhenti dulu.
Jika diangkat jadi pegawai tetap, aku tak perlu berhenti dulu.
Sulit melakukan itu.
Kualifikasimu masih kurang.
Kau bahkan bukan lulusan universitas.
Dua tahun lalu kau berkata kepadaku
bahwa aku bisa menjadi pegawai tetap jika bekerja dengan baik.
Biasanya memang begitu.
Tapi akhir-akhir ini, memperpanjang kontrak pun sulit.
Jika kau belajar lagi dari seniormu…
Lantas, jika aku melakukannya?
Pengalamanmu akan makin banyak, dan kau akan menjadi lebih baik.
Lantas, jika aku sudah begitu?
Itu hal yang baik.
Baiklah. Undurkan diri pekan depan, dan masuk lagi bulan depan.
Ya?
Benar, aku hampir lupa.
Ini adalah hadiah pencapaian sepuluh juta won kemarin.
Pergilah bersama Seo-hyeon.
KUPON HADIAH LUCCA THE PASTA
Terima kasih.
Kau baik-baik saja, 'kan?
Tentu saja.
Baik. Baguslah.
Dua tahun lagi,
aku pasti angkat kau menjadi pegawai tetap.
Kau percaya aku, 'kan?
Ya.
Kau pikir aku akan tertipu lagi? Dasar berengsek!
KAU BERHENTI!
Besok kau akan datang, 'kan?
Ibu juga akan datang. Dia sangat merindukanmu.
Baru sekarang?
Jadi, sejak 15 tahun lalu, Seo Dal-mi menyukai Do-san
dan bertepuk sebelah tangan? Begitu?
Tapi Dal-mi sangka mereka saling menyukai.
Orang itu memakai nama Do-san dan mengirim surat kepada Dal-mi.
Ini penyalahgunaan.
- Lantas, dia mau apa? - Dia mau Do-san
pergi ke sini menemui Dal-mi
- dengan berdandan keren. - "Keren"?
- Apa bisa begitu? - Tentu tidak.
Jadi, kau tak ke sini untuk berinvestasi.
Maafkan aku. Aku tahu ini terdengar konyol.
Aku berutang budi kepada neneknya.
Hanya satu jam. Berpura-puralah menjadi orang dalam surat itu.
Tunggu.
Lantas, apa yang akan kau beri kepadanya?
Hidup adalah memberi dan menerima.
Beri tahu apa yang akan kau beri jika dia melakukan itu.
Tak perlu bicara panjang lebar.
- Langsung saja? - Tentu aku akan beri imbalan.
Kau mau berapa?
Apa…
kau sudah baca proposal bisnis kami?
Ya, kurang lebih.
Bagaimana pendapatmu tentang itu?
Perusahaan kalian masih terlalu dini. Kami tak bisa berinvestasi.
Apa itu dini? Artinya tak pantas?
Artinya, perusahaan kita masih terlalu awal.
Intinya tak pantas karena level kita dan dia berbeda, 'kan?
Apa itu karena terlalu dini,
atau karena tak ada harapan?
Maaf.
Aku tak datang untuk investasi.
Aku mau minta tolong, dan akan kuberi imbalan.
Aku harus beri berapa?
Acaranya memang sejam.
Tapi persiapannya bisa sampai sehari.
Harga Do-san sangat mahal.
Paling tidak, sehari…
- Dua… - Dua juta won cukup?
- Benar-benar. - Dua juta won?
Biar kami pikirkan dulu.
Kami akan diskusi sebentar.
Ikuti aku.
Duduk saja dulu di situ.
Cepat berkumpul.
Aku merasa posisi kita diuntungkan.
- Kita untung? - Bukan! Posisi kita lebih tinggi!
- Sadarlah! - Aku mengerti.
Mudah sekali beri dua juta won. Pasti dia kaya.
Padahal hanya satu jam.
Tunggu. Lihat ini.
Bacalah. Perusahaan modalnya yang terbaik.
Bonusnya 1,5 miliar won? Dia sangat hebat.
Hei, ayo kita naikkan harganya.
Ayo.
Kita tak akan rugi. Mari menjadi besar.
- Aku? - Ya, kau.
- Baik. - Baik!
SAMSAN TECH
Dia pasti bisa, 'kan?
Dia harus bisa.
Ini masalah kelanjutan bisnis kita.
Apa kata Nam Do-san? Dia mau?
Dia mau pun bisa menjadi masalah. Aku tak yakin dia bisa membantu Dal-mi.
TUNGGAKAN BIAYA PONSEL
Sepertinya kepalanya kosong dan tak akan sukses.
Seburuk itu? Bagaimana ini?
Jangan khawatir. Aku bisa pinjamkan baju dan mobilku.
Jika begitu, tak akan ada yang tahu.
Sepertinya dia baik. Pasti akan dengar perkataanku.
Mirip sepertimu, Anak Baik.
Hentikan, Nek!
Aku hubungi lagi nanti. Dah.
- Kau sudah memutuskan? - Ya.
Akan aku lakukan.
Terima kasih. Mohon bantuanmu.
Tapi sepertinya ada masalah dengan harga.
Apa uangnya masih kurang?
- Ya, benar. - Ya.
Tidak.
- Tidak? - Tidak?
Aku takkan terima uang itu. Sebagai gantinya…
Tolong izinkan Samsan Tech bergabung dalam Sand Box.
Aku bersedia jika kau menyanggupi itu.
Aku tak bisa membantumu masuk ke Sand Box.
Aku tak bisa mengubah standar Sand Box.
Aku tak minta kau mengubah itu.
Aku minta kau mengubah kami. Kau berkata begini.
"Tahu Sherpa, 'kan? Suku yang membantu pendaki Pegunungan Himalaya."
Hentikan itu.
"Aku mau menjadi investor seperti Sherpa.
- Aku mau… - Itu bukan perkataanku.
- Reporter yang… - …membimbing para pebisnis baru,
- dan menjadi partner…" - Aku bukan partner!
Reporter yang menulis ini seenaknya.
Aku bahkan tak tahu apa itu Sherpa!
Imbalan uang saja.
Ini.
Kalian butuh uang, 'kan?
Kami mau masuk ke Sand Box.
Kami tak butuh uang.
Sayang sekali.
Sand Box bukan kekuasaanku.
Kau pergi begitu saja?
Ya, maaf.
Tadi kau tanya pendapatku, 'kan?
Aku sudah meninjau sekitar 1.000 perusahaan rintisan
dan berinvestasi lebih dari 30 tempat.
Dari itu semua, empat yang investasinya kuhentikan.
Tingkat gagalnya rendah sekali.
Ya. Mungkin yang terbaik di bidangnya.
Perusahaan rintisan yang tak mendapat investasiku
tidak ada yang sukses.
Tak ada sama sekali.
Aku tak mau merusak rekorku ini.
Karena itu,
aku takkan investasi pada kalian.
Bukan karena masih dini.
Pria sialan.
Dia mengejek kita. Tapi perkataannya sangat meyakinkan.
Ya. Terlalu meyakinkan.
Itu hanya pendapatnya, bukan kenyataan.
JANGAN BIARKAN PENDAPAT SESEORANG MENJADI KENYATAANMU, LES BROWN
PARTNER PERUSAHAAN RINTISAN
INVESTOR SEPERTI SHERPA
Yeong-sil, nyalakan lampu.
Baik. Kau mau lagu apa?
Tak ada satu pun yang lancar hari ini.
Mau diputarkan lagu apa?
Sepertinya aku tak bisa menepati janjiku kepada Bu Choi.
Jadi, perasaanku sangat buruk sekarang.
- Putarkan lagu yang… - Biar kupilihkan lagunya.
Semoga kau suka.
Persetan denganmu
Persetan denganmu
Pilihan lagumu hebat.
Aku baik-baik saja
- Bunuh saja aku. - Jadi, kenapa aku tak dapat?
Masa sulit akan berlalu.
Mau kucarikan pusat pencegahan bunuh diri?
Cuaca sangat bagus
- Kau berhasil membuatku tertawa. - Jadi, kenapa aku demam?
Hei! Lama-lama aku bisa suka padamu.
Lagunya bagus.
Aku sewa per tahun.
- Iri sekali. - Kau juga tinggal di apartemen.
Dia berdiri. Duduklah.
Bagaimana ETF akhir-akhir ini?
Apa lebih baik?
#HITAMPUTIH #FOTOJALANAN #MERASAKANWARNA
TEH SORE BERSAMA IBU
Berkatnya, aku bisa beli hadiah untuk orang tuaku.
- Kau punya saham? - Beruntungnya.
- Aku akan beli mobil tahun ini. - Aku kebalikan darimu.
- Itu ide bagus. - Kau juga harus coba saham.
ESKALATOR RUSAK
PENGENALAN GAMBAR DAN KECERDASAN BUATAN ADALAH MASA DEPAN
KEMENTERIAN UMKM DAN RINTISAN BERI DUKUNGAN LIMA TAHUN
KESEMPATAN BAGI PERUSAHAAN RINTISAN KECERDASAN BUATAN
AKAN BERINVESTASI 1,5 MILIAR UNTUK KECERDASAN BUATAN DAN PENGENALAN GAMBAR
Astaga.
Sudah coba bajunya?
Aku membelinya karena sangat cantik.
Berapa harganya? Kelihatan mahal.
Tak mahal.
Aku punya banyak uang.
Katakan jika ada baju yang kau mau. Akan kubelikan semuanya.
Makanlah sebelum supnya dingin.
Hari ini kau akan bertemu In-jae?
- Ya. - Kau belum temukan Do-san.
Sebagai gantinya, aku akan ke sana dengan baju cantik itu. Pasti bagus.
Dal-mi.
Ya?
Kau bak bunga kenikir.
Sekarang masih musim semi.
Jika menunggu,
kau akan mekar dengan cantik pada musim gugur.
Jadi, jangan terlalu khawatir.
Baik.
Saat ulang tahun kesembilan, ayahku memberiku kotak musik yang cantik.
Ayah bilang akan ada bunyi musik jika aku buka kotaknya.
Tapi aku tak pernah membukanya sama sekali.
Konyol, 'kan?
Bagaimana jika aku buka kotak cantik itu,
lalu…
bunyi musiknya aneh?
Atau tak mengeluarkan bunyi?
Karena kekhawatiran konyol itu…
SEO DAL-MI
…aku tak pernah membukanya.
Kau bingung aku bicara apa, 'kan?
Maksudku…
Do-san, kau seperti kotak musikku yang cantik.
Kita bertemu atau tidak…
AKU AKAN BERTEMU KAKAKKU HARI INI. BISA DATANG?
…keberadaanmu saja cukup bagiku.
Kuharap kau tahu itu.
Apa kalian…
punya setelan jas?
Kau pasti kotak yang mengeluarkan melodi indah.
Aku yakin itu.
Selama ini kau menenangkanku,
dan akan selalu begitu.
PESTA RELASI
PESTA RELASI
PESTA RELASI
OLEH WON IN-JAE
Maaf.
- Kau datang? Terima kasih. - Halo.
- Terima kasih. - Terima kasih sudah datang.
- Nicole! - In-jae.
Kita akan bertemu sebelum aku ke AS?
- Ya, kapan kau ke San Francisco? - Selasa depan.
Sebentar lagi.
Bagaimana…
Aku baik-baik saja. Kau?
- Aku juga. - Baik? Bagus.
Kau berangkat besok? Bersama?
Selamat malam.
Halo. Apa kabar?
- Pak Han. - Halo, Pak.
Kau terlihat baik.
Kau bersalah? Kenapa sembunyi?
SAAT ANGIN MULAI BERTIUP… PENYIHIR DARI NEGERI OZ
Kau sudah menunggu lama?
Ya.
Sangat lama.
Aku merindukanmu.
Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Sepertinya nilai presisi rata-rata di 41 menang, ya?
Tapi apa ini masuk akal?
Ada satu di 43.
Bahkan 43,2.
43,2!
Mungkin kecepatannya jelek,
karena kecepatan memengaruhi ketepatan dan hal lain.
Tidak. Tingkat bingkainya juga tercepat.
- Ya, benar. - Hebat.
Misalkan saja.
Misalkan saja kita menang, coba pikirkan sekarang.
Dari negara apa tim itu?
Amerika? Tiongkok? India?
Tiba-tiba kita yang menang…
Namanya Mountain Technology dari Korea Selatan.
Sang… Sam…
San Tech.
Korea Selatan? Mengagetkan.
Siapa nama pengembangnya?
Namanya Do-san Nam.
Salah, yang benar Nam Do-san, bukan Do-san Nam.
Di Korea, nama keluarga di depan.
Benarkah?
Kita harus perhatikan itu saat memberinya penghargaan.
Tapi Korea Selatan cukup jauh. Apa dia bisa hadiri acaranya?
Nam Do-san ini?
…tapi kita tak punya tiket pesawat.
Pastikan aku bertemu mereka saat mereka ke sini.
Investor dari Google, Amazon, dan perusahaan lain ada di sana.
Tentu. Tapi setelah ini, pasti banyak orang
yang mau bertemu mereka.
Mereka mau investasi, tapi kita tak ada.
Astaga, mengerikan.
Jadi, maksudku kita harus tetap bersiap-siap.
Ya, skor mereka tertinggi.
- Kurasa mereka cukup baik. - Ya.
Kecepatan mereka tak secepat harapanku.
Nam Do-san?
Dia membuatku penasaran.
Aku penasaran. Aku ingin tahu segalanya tentangmu.
Terima kasih. Aku tak pernah dapat pesan dari wanita.
- Kenapa ini terbuka? - Tampaknya mereka bersenang-senang.
Aku menuju ke alamat yang ada pada kartu nama.
Aku mengikuti jejakmu.
Aku sudah berhenti.
Jika awalnya mudah, maka akan mudah hilang.
Ini soal potensi.
Hanya 40 orang yang akan menjadi CEO.
- Kenapa dia… - Maaf aku membohongimu, Dal-mi.
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.