Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan Oleh: Enrique_deLorenzo
Thanks To: Alisha & Mikhayla
"See the madness.."
"You are alone, I am alone."
"We are having fun, swear, swear.."
Kalian telah mendengarkan 'Raat Baaki Baat Baaki'...
...ini sudah hampir jam 4 pagi.
Namun kami masih setia untuk memutar...
...permintaan lagu dari kalian.
Disini Karan Singh, dan
...inilah permintaan dari Tejal, sebuah lagu super hit..
...dari film 'Tezaab'
Kalian bisa meminta lagu yang ingin diputar...
...tapi untuk itu, kalian harus menelpon.
Tunggu apa lagi...telpon kami.
"The world is asleep. The sky is calm."
"Beckoning destinations have gone quiet."
"The path is all deserted."
"The world is asleep. The sky is calm."
"Beckoning destinations have gone quiet."
Pak, kami tidak melakukan apapun.
Pak... Kemana anda akan membawa kami?
Turunlah. - Ayo.
Turun semuanya. - Ayo.
Pak... kami tak melakukan apa apa.
Pak...
Sok jadi pahlawan? - Pak.
Ayo.
'Seorang Sufi mengatakan..'
'Hidup selalu mengujimu dengan keistimewaan yang ada dalam dirimu'
'Ratusan peribahasa dibagikan pada media sosial tiap harinya.'
'Tapi hanya satu orang dari jutaan, yang memilih hidup dengan prinsipnya'
'Aku pernah bertemu seorang gadis unik seperti itu dalam hidupku.'
'Akira.'
'Dalam bahasa Sansekerta, Akira artinya..'
'..kekuatan dengan keanggunan.'
'Kekuatan yang anggun.'
'Dan hidup telah mengujinya dengan berbagai cobaan.'
"New paths are ahead. New turns are ahead."
"Don't be nervous."
"Keep on going alone on your own strength."
"Determination is your companion."
"What do you care if darkness is filled in the whole world."
"Why should your evenings coax lamps for light."
"Your both eyes are filled with light."
"You are my star."
"You are my star filled with light."
"You are my star."
Bukankah telah kukatakan padamu?
Disini...
...banyak orang desa berkeliaran.
Ayo.
Apa dia tidak datang hari ini?
Benarkan yang aku katakan?
Jalankan motornya. - Oke.
Beraninya kau menolakku!
Rasakan ini!
Ayo... Ayo.
Melaju lebih cepat! - Kakak.
Lebih cepat, Lebih cepat!
Adakah seseorang yang melihatnya?
Aku melihatnya.
Bukan dia.
Bukan.
Itu dia!
Kau...
Masuk ke dalam!
Beraninya kau lapor polisi?
Rasakan ini.
Menyingkir!
"The whole nature is reliant on you."
"You plant moon and stars."
"The sun burns through your heat."
"You are unaware of your miracles."
"You are the ground that holds lakhs of skies.
"You are my star filled with light."
"You are my star."
Hati-hati.
Tidak mungkin!
Tidak mungkin!
Mengapa kau menangis? - Jangan menangis.
Tenang saja! - Kami disini bersamamu.
Tersenyumlah. Semua baik baik saja.
Jangan berkecil hati.
Kami akan selalu bersamamu.
Wajahmu mengerikan tapi bukan berarti hidupmu juga ikut mengerikan.
Tersenyumlah, seperti itu.
Ya seperti itu.
"Wajahmu seperti bunga."
Oh...
Salam untukmu, kekasihku...!
Ini terjadi setiap hari.
Mengapa tak seorangpun berani melawan mereka?
Gadis yang rupawan...
Lihat ini.
Kakak iparmu. - Dia pasti kakak iparmu.
Sayang, lihat ini.
Jadikan aku kekasihmu.
Luar biasa.
Nona.
Kau lihat, nona.
Halo... Halo.
HEI-
Kau..
Tunggu.
Seseorang, bantu dia. - Bantu dia, Tolonglah.
Tolong bantu dia.
Tuan.
'Semua orang melihat apa yang terjadi.'
'Tapi ayah dari anak laki-laki itu memiliki pengaruh yang besar.'
'Yang Mulia, gadis ini menyerang klien saya lebih dulu.'
'Itu adalah serangan yang tak beralasan.'
'Tapi yang mulia, saya punya saksi.'
'Saya bisa membuktikan bahwa Akira tidak bersalah.'
'Tapi para saksi selalu mengatakan..'
'..bahwa gadis gila ini dengan brutal menyerang tiga anak laki-laki.'
'Berdasarkan semua bukti-bukti..'
'..pengadilan memutuskan untuk mengirim Akira ke Panti Rehabilitasi Anak..'
'..hingga kami mencapai putusan.'
'Dan dengan ini... dibutuhkan 3 tahun untuk membuktikan Akira tak bersalah.'
Akira. - Ya.
Dengarlah. - Aku mendengarnya. ada apa.
Kakakmu akan datang dari Mumbai hari ini.
Dia menelpon kemarin.
Kenapa?
Dia menyuruhku pergi ke Mumbai.
Maksudku kau dan aku. Untuk tinggal dengannya.
Mumbai? - Ya.
Aku takkan kemana-mana.
Dengar, Akira, berhentilah berdebat.
Dia datang setelah sekian lama.
Dia pulang sebentar setelah lulus kuliah.
Lalu dia pergi lagi melawan keinginanmu..
...dan menikahi gadis Mumbai itu, Kau bersumpah tak mau melihat wajahnya lagi.
Kini dia khawatir dengan anaknya, itu sebabnya dia mengajak kita.
Dia mengajakmu untuk mengurus anaknya.
Dia tak pernah menelpon selama sekian tahun.
Dan ketika mereka kesulitan mengurus anak mereka, dia menelponmu tiap hari.
Aku takkan meningalkan Jodhpur dan pergi ke Mumbai.
Akira.
Disini saja. - Ya.
Terima kasih, AM. - Ya.
Kita bertemu lagi nanti malam. - Tentu.
Terima kasih.
Nenek, bagaimana kabarmu?
Aku baik baik saja.
Ajay, kau pulang ke rumah setelah sekian lama.
Apa yang bisa kulakukan, Nek? Aku sibuk dengan pekerjaanku.
Sampai jumpa lagi. - Oke.
Bu.
Permisi, Bu. - Ya.
Kepala Sekolah ingin bertemu Akira.
Akan kucoba berbicara dengannya.
Masuk.
Duduklah. - Tidak, disini saja.
Kami sedang membicarakanmu.
Ada berita bagus..
...kakakmu ingin membawa kalian berdua ke Mumbai.
Untuk mengurus kalian.
Mengapa kau menolaknya?
Semester baru... baru saja dimulai.
Dan saya sudah banyak menyia-nyiakan waktuku.
Pak... saya bisa dengan mudah mendapatkan sekolah baru di Mumbai untuknya.
Saya mengenal Kepala Sekolah Kampus Holy Cross Arts and Science..
...dengan sangat baik.
Aku seperti ayah bagimu.
Tak ada universitas di kota kecil seperti ini.
Jika kau pergi ke Mumbai..
...itu sangat membantumu meraih pendidikan yang lebih tinggi.
Buka saja pintunya.
Masuklah.
Hei"
Bu...Akira, ini adalah Shilpa.
Masuklah.
Aku memberkatimu... semua baik baik saja.
Oh, maaf.. - Tak apa. Aku memberkatimu.
Mari, aku tunjukkan kamarnya. Berikan ini padaku.
Mari.
Maaf, salah rumah.
Kau... salah rumah.
Sid. - Hai, kak.
Masuklah.
Itu adikku.
Boleh aku masuk? - Ya.
Dia tinggal bersama kami. - Aku tahu.
Sid.
Halo, Bibi. - Halo, nak.
Dia berencana ke luar negeri..
...untuk mendapatkan gelar Dokter di bidang keuangan.
Docter!
Ya.
Itu butuh kerja keras, bukan?
Dokter sangat dihormati.
Ini bagus. kini kita punya seorang dokter di rumah.
Nak, aku merasakan nyeri di lututku dan sudah berlangsung selama tiga bulan.
Periksalah. - Maaf, Bibi... saya bukan dokter seperti itu.
Saya bekerja di bidang keuangan..
Maksudku... Saya meraih gelar dokter dalam bidang manajemen keuangan.
PhD! Seperti itu tingkatannya.
Wow, itu bagus.
Dokter tak mendapat rasa hormat yang cukup.
Kau dapat menemukan kelompok mereka di setiap sudut.
Ya, Bibi... itulah sebabnya..
Sebenarnya, dia juga bekerja di Organisasi Kesejahteraan Sosial..
...bersama dengan beberapa temannya.
Bernama 'Raindrops' - Aku tahu.
Dia melakukan pekerjaan sosial.
Lupakan itu, mari bermain squash.
Aku tak keberatan, Tapi kau akan kalah lagi.
Aku akan membiarkanmu menang.
Dengar.. - Berhenti bicara. Sid, makanlah.
Akira, Kepala Sekolah memanggil kita jam 11 pagi.
Butuh waktu dua jam untuk sampai kesana.
Kami akan memberikanmu tiket kereta lokal.
Jadi mudah bagimu untuk kesana kemari.
Aku ingin tinggal di asrama.
Mengapa kau memilih tinggal di asrama?
Ya, Akira? Mengapa di asrama?
Asrama harus bayar uang sewa, Kantinnya juga mahal...
Itu pemborosan..
Ajay...
Mengapa kau memaksanya?
Jika ia ingin tinggal di asrama, biarkan saja.
Kita tak boleh mempermasalahkannya.
Dia akan sering mengunjungi kita... selama liburannya.
Akira, Ajay telah memberitahuku segalanya.
Jangan khawatir, kau takkan menyia-nyiakan waktumu kali ini.
Kau...konsentrasi saja pada studimu.
Terima kasih.
Tentang asrama?
Ayah, saya yang berbicara dengan anda tentang kamar asrama lewat telpon.
Ya..
Ya, Ayah.
Suster d'Mello, masih adakah kamar tersedia di asrama?
Tidak, Ayah.
Tadi juga ada empat pelajar dari Nasik, mereka juga meminta kamar.
Tapi kami juga tak bisa membantu mereka.
Apa yang bisa kita lakukan?
Tapi kita punya kamar no. 17, yang tak pernah ditempati.
Ya... tapi.. - Ada masalah apa dengan kamar No. 17?
Tahun lalu, salah satu murid bunuh diri di kamar itu.
Sejak itu... tak ada yang mau tinggal disana.
Kemudian kamar itu ditutup. - Ayah, tak masalah bagi saya.
Saya bisa tinggal disana.
Akira, seseorang bunuh diri disana.. - Tak masalah.
Permisi.
Ayah, bukankah kamu mencari ini? - Dimana kau temukan?
Kau meninggalkannya di dapur saat berbicara dengan ibu.
Aku akan memiliki privasi... Aku akan tinggal disana.
Tapi, Akira, seseorang bunuh diri..
Jangan menakutinya bila ia ingin tinggal disana.
Tidak, Ayah, saya hanya.. - Biarkan saja.
Ajay, ingat perbincangan kita tentang donasi untuk gereja tua.
Ya. - ini dia.
Ya.
Kampus itu luasnya 55 hektar.
Rumah pendeta juga berada di area kampus itu juga.
Ada sebuah gereja tua, yang telah lama ditutup.
Pendeta mengumpulkan donasi untuk merenovasinya.
Ada sekolah disini juga? - Ya.
Hanya untuk anak bisu dan tuli.
Tapi masih dibawah manajemen yang sama.
Mari.
Bu... Iphone ku hilang.
Hilang? - Ya.
Sejak kapan?
Tadinya ada di kamarku, Lalu aku pergi ke kamar mandi..
Saat aku kembali, benda itu tak ada disana.
Selalu kunci kamarmu. Berapa kali aku mengatakan padamu.
Aku muak mendengar laporan pencurian setiap minggu.
Isilah buku register barang 'Hilang'.
Isi secara detail.
Kami akan menginformasikan padamu bila kami menemukan sesuatu.
Ini.
Dengar... jaga barangmu dengan hati hati, dan selalu mengunci kamarmu.
Ya.
Ini kamarmu.
Aku membersihkannya setiap sore.
Barang bagus.. Pasti dari selatan.
Pak... - Ya.
Pak, boleh saya menyetir? - Mengapa?
Anda sedikit..
Bapurao. - Ya, Pak.
Berikan padaku tes alkohol.
Ya.
Pak.
Periksa sendiri, Ini masih dalam batas.
Pak, tapi, ini sesuatu yang lain.
Jika anda kehilangan kendali..
Bapurao. - Ya, Pak.
Dia adalah anggota baru, tapi dia ingin menguji kemahiranku.
Tidak, Pak.
Mari kita tunjukkan kemahiranku.
Biarkan saja, pak.
Pak..
Pak, hati-hati.
Pak, Rane.. Pak Rane, hati-hati.
Hati-hati, Pak.
Ada apa ini?
Oh, Tuhan!
Jangan katakan apapun, Pak.
Wajar aku orang baru, tapi kenapa kau begitu takut?
Ini pertama kalinya dia menginjak rem tepat waktu.
Masuklah.
Semua ciptaannya... adalah dalam bentuk bait.
Dan pokok bahasan utamanya adalah agama, etika dan khotbah.
Niki. - Pak, kami mau demo.
Duduk semuanya!
Demo? Demo apa?
Pak, kantinnya sangat mengerikan.
Banyak sekali tikus disana, Pak.
Semua berharap jika kita komplain bersama..
...mungkin kontraktor akan merubahnya.
Apa kau tak lihat sekarang masih ada kelas?
Tak bisakah kau lakukan ini saat istirahat makan siang?
Kalian ingin bergabung dengan mereka? - Ya, Pak. Kami akan pergi.
Ayo.
Demo ini, demo itu... Semua ingin jadi CM berikutnya.
Jadi, aku mengatakan..
Dari sudut pandang literatur.. - Apa kau spesial?
Jangan mengganggu pada orang yang tak ingin gabung denganmu.
Kalian semua bisa pergi.
Dia gila. - Niki, kita urus dia nanti.
Jadi sampai mana kita?
Apa yang terjadi disana?
Maaf.
Bu, dia masih tidak menyukai makanan kantin.
Manik. - Pak.
Aku yang menyetir? - Tidak, Pak. Biar aku saja.
Dimana korekku?
Bukankah dibawah kursimu?
Hati-hati!
Hei"
Apa yang kau lakukan?
Kau abaikan peraturan lalu lintas.
Hei"
Pertama kau menabrak mobil polisi.
Dan kini kau mengada ada.
Apa maksudmu dengan mobil polisi?
Apakah kalian kebal hukum?
Dan kalian juga tidak memakai sabuk pengaman.
Hei...
Paman, kau bisa saja tergencet seperti kutu.
Ucapkan terima kasih dan pergilah. Akhiri semua omong kosong ini.
Halo, Pak. Saya tidak bicara omong kosong.
Dia mengacungkan jarinya padaku.
Kau ingin aku menjelaskan sopan santun?
Pak... Dia adalah Profesor kampus, tunjukkan sopan santunmu.
Oh, Professor.
Apa yang kau lakukan?
Pak, anda baik-baik saja?
Pak, hati-hati.
Kembali, Pak.
Mereka menyebut diri mereka petugas polisi.
Dan mereka melanggar aturannya sendiri. - Apa anda terluka?
Pak... Saya katakan pada anda, Ini pasti sebuah kesalahan pahaman.
Saya yakin dia tidak tahu anda seorang profesor.
Saya akan membuat laporan sekarang dan mengajukan FIR.
Pak, ini hanya masalah kecil.
Tak perlu dibesar besarkan.
Saya katakan pada anda, tak ada yang bisa saya lakukan.
Pak, mari. Kita akan tunjukkan pada mereka siapa kita.
Ayo.
Semuanya, tanda tangani ini Kita akan bawa ke komisaris.
Polisi menyerang Profesor kita tanpa alasan.
Semuanya tanda tangani ini.
Polisi merasa mereka bisa melakukan segalanya.
Dan mereka menolak menerima komplain.
Kita akan menunjukkan pada mereka kekuatan mahasiswa.
Ayo. Ayo berangkat.
Ayo.
Polisi harus minta maaf!
Polisi harus minta maaf!
Ruang Kontrol! Ruang Kontrol!
Kumpulan massa bergerak menuju kemari.
Kirim bantuan secepatnya.
Polisi harus minta maaf!
Kami ingin... - Keadilan.
Mundurlah.
Mundur. Kalian tak boleh menutup jalan.
Tolong bubarlah. - Kami takkan mentolerir hal itu.
Bangun... Jangan duduk disini! - Kami takkan mentolerir hal itu.
Bersihkan jalan.
Keluar dari sini.
Polisi harus meminta maaf!
Pak... - Manik, apa kau anak kecil?
DTak usah bicara dengan mereka, tendang mereka sebelum Komisaris datang.
Oke, Pak.
Ya, hukum mereka. - Pak.
Biaya... telepon..
Tidak tahu.
Keluar dari sini.
Ayo.
Ayo.
Bangun... Pergilah dari sini.
Tinggalkan kami.
Polisi harus meminta maaf!
Bubarkan mereka.
Bubarkan mereka. Ayo.
Pak, salah satu petugas anda menyerang Profesor kami.
Pak, mereka melempari kita dengan batu, menumbangkan pohon...
Shinde berdarah. - Dan kau panik.
Tidak, Pak. Bukan seperti itu.
Kau takkan dipecat, bila kau tidak panik.
Yang harus kau lakukan adalah mematahkan beberapa tulang. Itu masalah kecil.
Pak..
Dimana botol air minum?
Pak, Bapurao membawanya ke kamar mandi
Rajeshwar. - Ya, Pak.
Aku telah mencampurkan vodka ke botol yang dia bawa.
Pantatnya akan mulai bergoyang. Panggil dia.
Ya.. - Lihat dia melakukannya atau tidak.
Bapurao! - Aku datang.
Kemari.
Sialan... Rasanya seperti terbakar.
Manik, kau tahu apa yang harus dikatakan dalam penyelidikan. - Ya, pak.
Hei"
Gila sekali, Dia pasti akan mati.
Oh tidak...
Dia menabrakkan mobilnya, Pak.
Halo..
Dia sepertinya ingin mati hari ini.
Dia tak memakai sabuk pengaman.
Bannya pecah, Pak.
Kantong udaranya juga tidak terbuka.
Dengan kecepatan seperti itu, Aku yakin dia mati.
Pak... masukkan dia ke jip kita dan bawa dia ke Rumah Sakit.
Buang-buang waktu saja, Rajeshwar! Tak perlu.
Apa yang terjadi? Apa dia mati?
Sepertinya begitu.
Tubuhnya tak bergerak.
Bukankah daerah ini berada dibawah Inspektur Khamkar?
Si botak itu.. - Ya..
Wilayah Panveh Panchayat.
Pak, lihat ini.
Apakah semua penuh dengan uang?
Periksalah.
Ya.
Sepertinya sekitar 70-80 crore. - Banyak sekali.
Menurutmu apa yang harus kita lakukan?
Anda harus melapor, Pak.
Semua aman, Pak! - Tempat sepi seperti ini dan begitu banyak uang!
Apa anda punya nomor Khamkar Pak?
Akan kukatakan ini telah kita tangani.
Bagaimana menurutmu?
Ini adalah rejeki, - Kita akan kidup dengan nyaman.
Tapi, Pak..
Dewa Kekayaan mengetuk pintumu..
...Tapi kau memilih berdiri menunggunya!
Jangan khawatir. Akan kuatur semuanya.
Manik, Ayo. - Pak.
Bapurao.
Ya..
Rajeshwar. - Ya, pak.
Turunkan.
Bapurao.
Hei, berhenti!
Letakkan tas itu!
Semuanya jadi kacau.
Apa...
'Berita tentang melonjaknya angka pencurian di kota ini dalam sebulan terakhir.'
'Dan yang terbaru adalah perampokan pada Ghanshyam Das Jewellers di Kandivali.'
Ada apa? Sedang tidak mood?
Ingin pulang?
Aku berbicara padamu.
Pak ACP, Mengapa kau memakai bajumu?
Lepaskan dan datang kemari.
Aku punya sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan.
Tolong habiskan minumanmu di luar?
Aku akan menelpon.
Ini adalah panggilan penting.
Terjadi ketegangan pada banyak tempat di Maharashtra.
Hal ini dipicu oleh serangan terhadap seorang supir asal India Utara di Pune..
...banyak warga meninggalkan kota.
'Kami mendapatkan lima berita kecelakaan di sekitar Mumbai.
Jumlah korban keseluruhan adalah 4 orang.
Halo. - Pak.
Manik, kau menonton berita? - Ya, Pak, Aku menontonnya.
Masalah kita akan menguap teralihkan oleh berita lainnya.
Sisanya adalah sepotong kue... Perkara mudah.
Dengar, kita melakukan sebuah kesalahan.
Saat aku memukulnya dengan palu, seharusnya aku memukul kepalanya.
Itu akan terlihat seperti kecelakaan.
Tapi aku malah memukul punggungnya.
Sekarang... ikutilah proses otopsinya dan jangan sampai kita terpeleset.
Dengar, jelaskan pada Bapurao dan Rajeshwar...
...apa yang harus dilakukan dengan sisa uangnya.
Ya, Pak.
Dan mulai sekarang, hubungi aku pada nomor baruku.
Catatlah.
Ya, pak.
988...
"...dan jangan sampai terpeleset."
"Dengar, jelaskan pada Bapurao dan Rajeshwar.."
"..apa yang harus dilakukan dengan sisa uangnya."
"Dan mulai sekarang, hubungi aku pada nomor baruku."
"Catatlah."
"988...4205869."
"Selamat ulang tahun untukmu.."
Seperti mendapat lotre - Dan mereka mendapatkannya dengan mudah.
Dimana kau merekamnya?
Di kamarku.
Sekitar 11 bulan yang lalu, aku ditangkap di sebuah hotel.
Dia meminta nomor dan alamatku..
...tapi dia tak pernah mencatat kasusnya.
Dia membebaskanku tanpa meminta uang.
Tapi setelah itu..
...dia mulai datang ke rumah kapanpun dia mau.
Awalnya aku tak menanggapi dengan serius.
Aku hanya menganggapnya petugas polisi biasa seperti lainnya..
...yang suatu hari bisa kumanfaatkan.
Tapi kemudian dia mulai menggangguku. Bersikap romantis dan mengajakku kencan.
Aku ingin menyingkirkan dia.
Dan minggu lalu, Aku memasang kamera ini di kamarku..
...supaya dia akan berhenti melecehkanku.
Anggap saja itu takdir, lihat sekarang yang aku pegang.
Akan kuhubungi kalian secepatnya.
Jika kita punya rencana yang matang, kita bisa mengambil semua uang mereka.
Maya, jika ini tidak melibatkan polisi..
...kita bisa menangani ini dengan mudah.
Tapi pria ini adalah ACP.
Jika dia tahu, Dia akan menuntut kita dengan kasus palsu..
...dan membunuh kita semua.
Jika membuat rencana yang matang..
...Maka kita bisa pulang ke Gorakhpur dan hidup bahagia.
Aku tak mau masuk penjara.
Maya, saat kau menelponku..
...kukira beberapa mahasiswa dari kampus..
...telah mengganggumu.
Lihat, ini sangat beresiko.
Kau takkan bisa mendapatkan apapun dari mereka.
Ayo kita pergi. - Ayo.
Sunโ.
Dengar... Pikirkan semua ini.
Berpikirlah... Dan beri tahu aku esok hari.
Bukankah aku telah memberitahumu?
Dengar, lakukanlah yang kau inginkan.
Tapi jangan bawa kami ke dalam masalah ini.
Ayo pergi. - Kami sudah terlambat.
Tagihan anda, Bu.
Terima kasih.
Dimana benda itu?
Permisi. - Ya, Bu.
Mahasiswa yang tadi berada disini? - Apa mereka sering kesini?
Saya tidak tahu, Bu? Apa yang terjadi?
Ada kamera di dalam tasku, tapi sekarang kamera itu hilang.
Mereka tadi melewati mejaku.
Saya tak memperhatikannya, Bu.
Kau kenal mereka?
Saya rasa mereka mahasiswa Kampus Holy Cross.
Mahasiswa Kampus Holy Cross!
Dan sekarang, sebuah pidato dari Akira.
Selamat malam.
Sebenarnya, Ayah dan para pengajar meminta saya untuk berpidato secara tiba-tiba..
...Jadi saya tidak mempersiapkan diri.
Tapi karena hari ini adalah Hari Penyandang Cacat Dunia..
...ini mengingatkan sesuatu yang diucapkan oleh ayah saya.
Ayah saya
Kami tak bisa mendengarmu!
Sepertinya mikrofon tak berfungsi. - Kami tak bisa mendengarmu!
Kami tak bisa mendengarmu!
Apa yang salah? Kami tak bisa mendengarmu!
Kami tak bisa mendengarmu!
Pak, ada masalah dengan koneksi.
Tunggu sebentar, Pak.
Saya akan melihat apa yang salah?
Kami tak bisa mendengarmu!
Kami tak bisa mendengarmu!
"Penyandang cacat bukan seseorang yang tidak memiliki anggota tubuh.."
"..tapi orang yang tak bisa menggunakan anggota tubuhnya."
"Tangan yang tak bisa membantu orang lain adalah 'cacat'."
"Mata yang mengabaikan kekejaman... adalah 'cacat'."
"Kaki yang pergi meninggalkan orang tua mereka adalah 'cacat'."
Niki, Kita harus melakukan sesuatu padanya.
Berhenti disini.
Berapa? - Tak usah.
Tak apa.
Aku tak bisa meminta uang padamu.
Aku mengerti... Jadi datanglah setiap jam 8 pagi.
Bu..
Itu bukan kendaraan milik pemerintah.
Ini untukmu.
Selamat pagi, Pak. - Nyonya Rabiya...
Kembali lagi?
Apakah anda mencari kasus baru, Bu?
Batang yang lurus kadang juga bisa bengkok, Pak.
Anda datang bersama keluarga, atau... - Tidak, Pak. Saya datang sendirian..
Sendirian?
Masuklah. - Baik, Pak.
Halo.
"Manik, kau menonton berita?"
"Masalah kita akan menguap teralihkan oleh berita lainnya."
"Sisanya hanyalah sepotong kue... perkara mudah."
"Dengar, kita melakukan satu kesalahan."
"Saat aku memukulnya dengan palu,..
...aku seharusnya memukul wajahnya."
"Itu akan terlihat seperti kecelakaan. Tapi malah aku memukul punggungnya."
"Sekarang... ikuti proses otopsinya jangan sampai kita terpeleset."
"Dengar, apa yang akan dilakukan dengan sisa uangnya..."
'Nomor yang anda tuju saat ini tidak dapat dihubungi.'
Kita harus lebih berhati-hati, Pak.
Aku tak berpikir dia berani melakukan hal ini padaku.
Rumahnya terkunci dan dia menghilang.
Bahkan ponselnya juga dimatikan.
Dia seorang PSK; takkan mudah untuk menjebaknya.
Apakah dia minta untuk berbagi uangnya..
...atau meminta semuanya?
Mungkin ada orang lain bersamanya?
Jangan sampai hal ini tersebar. - Ya.
Pak, panggilan untuk anda berasal dari nomor prabayar.
Kartu SIM nya... diterbitkan untuk pelajar dengan ID kampus ini.
Mahasiswa tingkat satu, Kampus Holy Cross.
Dengarkan... mereka memintaku untuk membayar sewa asrama minggu depan.
Tolong katakan pada kakak untuk membayarnya.
Ya, Saya..
Aku harus memakainya untuk panggilan darurat.
Cukup!
Hancurkan wajahnya!
Hei"
Kau lihat gadis berbaju biru?
Jadi? Kau takut sekarang?
Maafkan aku.
Aku telah membuang tiga tahun waktu kuliahku.
Kini jika aku memukul kalian, Aku akan mendapat masalah lagi.
Apa?
Aku tahu... kau bersembunyi disini, Jadi jangan memukul kami.
Berhenti berbicara padanya.
Aku tak ingin bertengkar.
Dengarkan aku.
Katakan pada mereka, apakah kesalahanku?
Kau memusuhiku tanpa alasan.
Kita akan pergi, tunggu sebentar.
David, Pooja berkata kau mencariku.
Tak ada yang penting..
Kau selalu mendengarkan musik lewat ponselmu, menggunakan headphone.
Dimana benda itu? Aku tak melihatnya.
Ponselku telah dicuri.
Aku pergi untuk cuci muka dan ponsel itu hilang.
Aku telah menulis di buku register barang 'hilang'.
Mengapa? Apa yang terjadi? - Tak ada.
Hanya bertanya.
Akan kuberitahu bila aku menemukannya. - Oke. - Terima kasih.
Oke-
Kampus ingin menangkap basah dia, Pak.
Jadi, panggilan yang aku terima berasal dari ponsel yang dicuri.
Artinya... pencurinya masih berada di asrama.
Dan sebelum orang asrama menemukannya, kita harus menemukan terlebih dahulu.
Kalian berdua mengawasi rumah Maya, Demikian juga asrama. - Pak.
Ini ongkosnya.
Halo. - Pak, ini saya.
Dia berada disini.
Masuklah dan ikat dia. - Pak, saya?
Saya datang!
Dimana dia?
Apa yang terjadi?
Kau beraninya merekam pembicaraan telponku dan mengancamku?
Kau ingin memerasku?
Aku? - Tidak.
Bagaimana kau merekamnya?
Katakan padaku bagaimana kau merekam pembicaraan itu?
Dengan sebuah handycam!
Tatap mataku..
Dimana handycam-mu? - Dicuri.
Apa? Dicuri?
Seseorang mencurinya di kedai kopi.
Aku tak melihat wajahnya.
Tapi aku tahu dia seorang mahasiswa dari Kampus Holy Cross.
Apa yang sedang kau lakukan di kedai kopi?
Apa yang sedang kau lakukan di kedai kopi?
Katakan yang sebenarnya, atau akan kuhancurkan wajahmu.
Kau takkan mendapatkan pelanggan atau pacar lagi.
Mengapa kau membawa kamera itu ke kedai kopi?
Aku akan menemui beberapa orang teman.
Kau menunjukkan videonya?
Kau menunjukkan videonya?
Jadi sudah ada tiga orang yang mengetahuinya.
Dia mengacaukan semua ini.
Mengacaukannya!
Dia mengacaukannya!
Maya!
Maya!
Maya!
Maya! Maya!
Apa nama kedai kopi itu?
Kedai kopi..
Celaka.
Apa dia menyebutkan nama kedai kopi itu?
Dia tak mengatakan apapun.
Aku akan mengalami masa-masa buruk.
Ayo.
Bu.
Eyeliner-nya terhapus.
Sepertinya dia menangis sebelum memutuskan bunuh diri.
Benar, Bu. Dugaan saya juga seperti itu.
Dia menangis.
Bu... lihatlah tekanan talinya juga.
Ini bisa dipastikan bunuh diri.
Pipinya juga bengkak.
Mungkin seseorang memukulnya dan membuatnya menangis.
Lalu menggantungnya.
Tapi, bu... pintunya terkunci dari dalam.
Manik, kau begitu naif.
Mengunci pintu dari dalam... Itu teknik yang kuno.
Hard disk komputer ini hilang.
Ponselnya juga tak ada disini.
Charger-nya ada di kamar, apa kau melihatnya?
Maksudmu charger ponselnya.
Ini bukan charger ponsel, Ini adalah charger handycam.
Ada sebuah charger, tapi tak ada kameranya.
Apa ini rumah No. 401-C?
Siapa dia? - Kurir, Bu.
Kemarilah.
Tanda tangani.
Terima kasih, Pak.
Apa ini, bu? - Tagihan kartu kredit.
Perawatan kecantikan, pub, supermarket, kedai kopi.
Dia menggesek kartunya di keempat tempat ini.
Cari tahu dimana dia biasa berkunjung.
Dia pergi sendiri atau bersama temannya?
Cari tahu lebih detil tentang dia.
Simpan ini. - Ya, bu.
Sebaiknya Manik, berikan itu padaku. Aku akan menyimpannya.
Panggil ahli forensik, tanyakan pada mereka saat mereka datang. - Ya.
Aku merasa ada sesuatu yang salah.
Sepertinya ini pembunuhan.
Mungkin dilakukan minimal 3 sampai 4 orang.
Oke, kau cari tahu dulu...
...dan aku juga akan meminta keterangan tetangganya.
Ya, bu.
Rabiya sialan... dia selalu jujur. - Juga pada gajinya sebagai polisi.
Kita tak bisa membungkamnya dengan memberinya uang.
Kau harus mengawasi kasus ini... Dan jangan bertindak sok pintar.
Rabia tak boleh tahu..
...kalau kita terlibat dalam kasus ini.
Pak.
Mari kita lihat sejauh mana dia bisa bertindak, dengan bayi yang ada di perutnya.
Manik. - Ya, Bu.
Kita belum menemukan teman Maya yang bertemu di kedai kopi, kan?
Aku tahu, alamat mereka.
Catat ini. - Ibu?
Catat ini. - Y-Ya, Bu.
Rumah No. 3, Yamuna Nagar, Malad Timur.
Pak... - Kemana anda akan membawa kami?
Jangan khawatir.
Kumohon, Pak. Kami takut. - Akan kami ceritakan nanti.
Pak.. - Ayo. Masuklah.
Tak apa-apa, Ini akan selesai dalam 10 menit.
Mengapa anda membawa kami, Pak?
Masuklah, ayo.
Ya, Manik.
Bu, saya menemukan 2 orang di alamat yang kau berikan.
Mereka ikut bersama kami ke mobil tanpa perlawanan.
Tapi begitu mobil melambat di tikungan..
...mereka melompat dan kabur.
Kami coba menangkap mereka, tapi... - Aku tahu.
Kita bertemu disana, kita bicarakan ini. - Oke, Bu.
Sudah saatnya, panggilan untuk pergi ke kelas.
Lalu pergi ke gereja; Mau aku antar ke suatu tempat?
Terima kasih.
Oke. Sampai jumpa. - Bye.
Akira. Duduklah.
Bagaimana sekolahmu? Semua baik-baik saja?
Bagus.
Apakah, ada orang di kampus yang mengetahui bahwa kau pernah dipenjara..
Maksudku... saat kau menjadi tahan rumah.
Tidak!
Itu bagus.
Siapa tahu sesekali mereka akan mencari tahu.
Tak ada satupun keluargaku yang mengetahuinya.
Suatu hari, Polisi akan datang ke rumah..
...untuk memverifikasi Paspor Sid.
Dan Ayahku merasa sangat tak nyaman.
Jika dia tahu semua ini, lalu..
Kau tetap bisa bertemu Sid, Ngobrol dengannya, berteman..
...tapi jika hubungan kalian lebih dari itu, Maka hal itu akan jadi masalah besar.
Tidak?
Jangan khawatir, itu takkan terjadi.
Kau takkan mendapat masalah karena aku.
Aku tak bermaksud menyakitimu.
Aku tak mudah disakiti.
Bapurao.
Ya, Pak.
Kampus sedang libur. - Ya.
Siapa yang tinggal di asrama saat ini?
Kita berdiri diluar sini seperti orang gila.
Bu, tolong dengarkan. - Siapa kalian?
Bagaimana kalian bisa masuk? Bukankah ada penjaga di dalam?
Kami datang untuk menemui pelajar, yang tak sadar ini hari libur.
Kau sendirian di asrama? - Ya.
Aku tahu.. - Siapa yang ingin kau temui?
L.. - Riya.
Dia belajar di B.Com, tingkat tiga.
Berapa nomor kamarnya?
Bukankah ini jenis ponsel yang kita cari?
Tolong kembalikan, ini bukan milikku.
Berapa kau membayar untuk kamera ini? - Aku katakan padamu ini bukan milikku.
Tolong kembalikan.
Nomor Pak ACP ada di daftar panggilan.
Apa? ACP siapa?
Apa ini tasmu? Ini jatuh di luar.
"Dengar, aku membuat kesalahan."
"Saat aku memukulnya dengan palu.."
Ikutlah bersama kami. - Kemana? Siapa kalian?
Ayo ikut!
"Apa kau tak mendapatkannya?"
"Ini panggilan penting."
"Halo..."
Pak, Dia yang dulu menemui kita.
Saat demo mahasiswa, Dia memberikan berkas pada komisaris.
Apa kau bertanya, apa dia membuat salinan video ini?
Kami menggeledah kamarnya, tak menemukan apapun.
Dan apa dia memberitahu orang lain tentang hal ini? Apa yang dia katakan?
Dia mengatakan hal yang sama..
"Ini bukan tas saya, Saya tak tahu darimana ini berasal."
Jika tiga kacang ini tersebar ke semua orang..
...maka kita akan kehilangan segala yang kita lakukan selama ini.
Kita harus melakukan sesuatu secepatnya.
Ditambah aku harus pergi ke Nasik..
...untuk acara rapat yang membosankan dengan Menteri Dalam Negeri.
Memakan waktu beberapa hari.
Akan sangat berbahaya jika kita membiarkan mereka hidup selama tiga hari.
Aku sarankan... kalian harus mengakhiri hal ini.
Jangan menungguku kembali.
Ingat tempat kita biasanya? - Ayo.
Pak... kami tak berbuat apa-apa.
Ayo, turun. - Kemana anda membawa kami?
Terus berjalan.
Ayo..
Kami tak berbuat apa-apa, Pak..
Pak..
Mencoba jadi pahlawan?
Dimana..
Ayo.
Pak..
Ayo.
Duduklah.
Diam! - Pak..
Berhenti menangis-
Disini.. - Pak... jangan!
Pak, jangan. - Bunuh mereka.
Ambil ini.
Berhenti menangis-
Jangan... - Pak..
Sialan, Rasakan ini?
Jangan jawab sekarang. - Pak ACP memanggil.
Jangan... jangan..
Ya, Pak. - Kau menangkap gadis yang salah, Manik.
Dia bukan gadis itu.
Tapi, Pak..
Pencurian barang di asrama, dan ancaman telpon untukku...
...dilakukan oleh orang lain.
Jangan tembak dia. - Pak..
Pak..
Pak, bateraiku hampir mati.
Panggil dengan ponsel Rajeshwar - Aku tidak membawa ponselku.
Pak... - Apa yang ia inginkan?
Ponselnya mati. Tak ada charger.
Tinggalkan ini.. Selesaikan pekerjaanmu lebih dulu.
Tembak mereka.
Tembak.
Pak, mungkin kita menangkap gadis yang salah. - Apa?
Ya.
Itulah sebabnya dia memintaku untuk menunggu.
Dia bukan gadis yang dimaksud.
Aku tak melakukan apapun!
Mengapa dia mengubah rencana?
Dan baru mengatakannya sekarang.
Tembak dia. Kita akan urus sesudahnya. Tembak!
Pak, saya bingung.
Dia mengatakan "Jangan Tembak", Kau mengatakan "Tembak".
Pak, Bagaimana jika hal ini menimbulkan masalah di kemudian hari?
Kau terlalu bersemangat menjawab telpon.
Aku menjawab karena Pak ACP yang memanggi.
Persetan dengan ACP-mu!
Dia pasti sedang bersantai di rumah.
Dan disini, Kita mengurus kekacauan ini.
Sialan..
Apa yang dia minta?
Lekas telpon dia.
Ayo.
Aku butuh Bapurao bersamaku.
Mengapa?
Pak, untuk menyetir mobilnya.
Ayo.
Ayo, nyalakan mobilnya. - Ya.
Ayo.
Kami diperintahkan untuk membiarkan kalian pergi.
Tapi kalian harus diam sampai mereka kembali.
Pak, ini Manik.
Berdasarkan catatan Bapurao, pencurian dimulai bulan Maret tahun lalu.
Dan gadis ini baru bergabung di bulan Juli
Kau menangkap gadis yang salah.
Rincian ini jelas tertera pada daftar beserta tanggalnya.
Kau hanya menyalinnya, memberikannya padaku..
...tapi tak pernah membacanya, Bodoh sekali!
Lepaskan dia.
Tapi, Pak... kita membunuh seseorang di depan matanya.
Bagaimana bisa kita melepaskannya?
Bunuh mereka semua. - Oke, Pak.
Sekarang apa?
Apa yang terjadi?
Sialan..
Belt-nya putus.
Mobil sampah!
Pak... dia mengatakan bengkel terletak enam kilometer dari sini.
Berikan padaku walky talkie mu. - Ya.
Halo... halo, Pak Rajeshwar.
Halo... halo, Pak Rajeshwar.
Halo..
Dia tidak dalam jangkauan.
Dia sendirian disana.
Aku rasa... jika kita berjalan sejauh dua kilometer kebelakang..
...walky talkie ini akan manjangkaunya.
Ya.
Halo.
Halo... Pak Rajeshwar.
Pak Rajeshwar, bisa kau mendengarku?
Pak Rajeshwar.
Halo.
Apa yang terjadi?
Tali kipas mobilnya putus.
Apa yang harus kulakukan padanya?
Kita diperintahkan membunuh mereka semua.
Halo... Pak, anda mendengarku?
Sialan..
Halo, Pak.
Halo.
Halo... Pak Rajeshwar.
Halo... Pak Rajeshwar.
Pak Rajeshwar.
"Aku harus bertemu Menteri."
Dia bilang dia harus pergi...
Dan mengirim kita sebagai gantinya.
Sehingga dia aman.
Dia penipu keparat.
Tak bisakah dia memeriksa daftarnya terlebih dahulu?
Mengacaukan segalanya dengan menelpon kita ditengah-tengah pekerjaan kita.
Ayo cari gadis itu sebelum dia mengatakan pada semua orang.
Kau mengatakan... Kau pernah melihat salah satu petugas polisi itu sebelumnya?
Ya, Ayah.
Dia ada disana saat demonstrasi.
Halo, Andrew, bagaimana kabarmu? - James, Aku ingin bertemu sekarang juga.
Dimana kau?
Aku di Pune... mengikuti proses pengadilan.
Ada apa?
Ada masalah di kampus. - Lalu... Apa yang terjadi?
Tidak di telepon, Mari kita bicara langsung.
Datanglah secepat kau bisa, besok pagi.
Oke-
Baik, Kita bertemu besok pagi. - Oke, bye. Terima kasih.
Boleh aku pergi, Ayah?
Aku takkan menginap di asrama malam ini.
Aku akan disini besok pagi.
Jika, kau ada masalah, Kau bisa tinggal disini.
Tak ada masalah, Ayah.
Aku akan pergi ke rumah kakakku.
Aku akan berada disini besok jam 7 pagi. - Oke.
Aku akan mengantarmu ke stasiun.
Jaraknya dekat, Ayah. Aku akan kesana sendiri.
Ya.
Ayah, ini adikku, Akira.
Masuklah, Akira.
Itu bukan sari.
Lalu yang mana? Tinggal sisa satu.
Ibu di dalam. - Hitung lagi.
Kalian harus memesannya lebih dulu..
...jadi kalian akan menerimanya tepat waktu.
Bagaimana tempatnya?
Itu, adalah bangunan yang indah.
Kau? Begitu tiba-tiba? Apa yang terjadi?
Siapa orang-orang itu?
Mereka adalah kerabat Shilpa.
Sepupunya akan menikah.
Mereka datang dari Pune.
Kau ingin makan sesuatu?
Apa yang terjadi?
Kau berkelahi lagi?
Tidak, pintu membentur wajahku.
Bagaimana bisa pintu..
Tunggu, akan kuambilkan sesuatu. - Bu!
Aku bilang tak usah, biarkan saja.
Akira, kau sudah membayar sewa asramamu?
Bayarlah besok.
Aku ingin berbicara padamu. - Katakan saja.
Ajay.
Ajay. - Apa yang terjadi?
Cek tagihan ini. Ada yang salah. - Apa yang terjadi?
Kita memilih 12 sari bukan? - Ya.
Mereka menghitung 13 Sari.
Bagaimana mungkin?
Ya... Aku memilih 5 sari sutra, tapi aku tak tahu sisanya.
Tapi aku.. - Kau yang membayar tagihannya.
Ya. - Kau harusnya menghitung sari-nya.
Mungkin aku memeriksa.. - Kau menghitungnya atau tidak?
Tidak, aku lupa. - Kau tidak menghitung sari-nya, Ajay.
Tapi.. - Bagaimana bisa kau melakukannya? - Periksa itu.
Tak masalah.
Bukankah aku terus mengatakan padamu. - Biar kutunjukkan.
Ini sari yang aku hitung.
Ini sari Ritu.
Dan aku sudah memberikan pada Bibi sari-nya.
Benarkah?
Ada dua 'Chanderis' disini..
...dan kelima sari sutra itu aku bungkus sendiri. - Oke.
Berapa totalnya?
12, Ajay... Hanya 12-
Bagaimana bisa kau membayar 13?
Kau melihat gadis ini?
Dia sudah pergi.. kesana.
"Eyes have not been get wet for a long time."
"There is life from this pretext."
"Eyes have not been get wet for a long time."
"There is life from this pretext."
"Slowly slowly rain comes and fills."
Siddharth, ini Akira. - Hai.
Bisa kita bertemu sekarang? - Tidak, aku sedang menyelesaikan pekerjaan.
Aku dalam perjalanan pulang dari Pune.
Ada sesuatu yang mendesak? - Tidak.
Katakan saja. - Tidak, semua baik baik saja.
Halo.
"I am desert, you fill me with water."
"There eyes clouds.."
"There eyes clouds.."
Berikan nasi goreng kepada anak yang berdiri disana.
Oke-
Terima kasih.
Berikan piring itu.
Oke. - Aku tak percaya, ini. - Bersihkan mejanya.
Dia terus menatapku.
Serius, Dia gila.
Kau yang menaruh tas ini di depan kamarku?
Halo... tas apa?
Aku berbicara padamu, Niki.
Dengar, Aku telah menjaga jarakku.
Aku tak tahu tas apapun.
Lalu siapa yang menaruh tas itu?
Dia berkata dia tak tahu apapun.
Jangan sentuh aku.
Aku peringatkan kamu, Niki... Jangan membuat masalah denganku.
Apa kau tahu masalah yang kau timbulkan padaku?
Sialan... beraninya kau memukulku?
Pak, anda telah melakukan kesalahan... - Diam!
Bapurao, Tangkap semuanya dan kurung mereka!
Ayo.
Maaf, Pak. - Ayo.
Apa yang kau cari?
Ayo... Masuklah. - Pak...
Ayo... Masuklah.
Sujata, berhenti menatap..
...kurung gadis itu di sel No. 2.
Masuklah.
Aku ingin menelpon rumah.
Menelpon siapa! Masuk..
Bukankah telah kukatakan padamu, Aku bisa menangkapnya?
Aku menyuruhmu menangkap seorang gadis; tapi kau malah membawa seisi kampus!
Kau hanya merusak permainan!
Pak, aku pikir... - Jangan berpikir, bodoh.
Sekarang aku akan melakukan apa yang harus dilakukan.
Bapurao. - Pak.
Ayo... keluarlah..
Ayo.
Ayo.
Bukan kamu. Kamu disitu saja.
Dengar, semuanya.
Tak ada yang boleh membicarakan dia.
Atau aku akan mengurung kalian lagi.
Kita tak bisa membunuhnya sekarang.
Teman kampusnya melihatnya disini.
Dan tak ada yang tahu dia bercerita pada siapa saja.
Jadi bagaimana sekarang, Pak?
Aku akan memberitahumu.
Hai...
Bagaimana kabar Ibumu?
Semua baik.
Selamat pagi, Ayah.
Isi kedua mobil itu.
Oke, Pak.
Ajay, maaf mengganggumu.
Apakah Akira meninggalkan kampus?
Ya, Ayah, dia meninggalkan asrama kemarin malam.
Mengapa? Apa yang terjadi?
Kamarnya terkunci..
...dan dia tidak mengikuti ujian internal kampus hari ini.
Apa?
Dia tak bilang apapun padamu?
Tidak.
Tadi malam dia mencoba mengatakan sesuatu padaku..
...tapi, dia..
Tanyakan semua orang yang dia kenal.
Dan beritahu aku bila kau berbicara dengan Akira.
Pasti, Ayah. - Jangan lupa.
Jelas, Ayah. Aku akan menelpon sekarang juga.
Aku akan menelponmu kembali.
Kakak ipar. - Akira tak kembali ke asrama sejak tadi malam.
Apa? - Kepala sekolah baru saja menelpon.
Aku akan meminta bantuan relawanku, Untuk mencari tahu keberadaannya.
Kita akan temukan dia.
Ayo kita buat laporan orang hilang.
Kita akan minta bantuan teman pengacara-ku..
...bagaimana untuk memasukkan inspektur Manik, seseorang yang dia sebutkan.
Pak, laporan orang hilang sudah dibuat.
Dan nama Manik masuk di dalamnya.
Aku telah mengatakan kepadamu kita dalam masalah besar.
Aku telah berbicara dengan mereka.
Tapi mereka selalu mengatakan yang sama.
"Akan kami beritahu bila sudah kami temukan."
Halo.
Pak..
Bicaralah.
Pak, kami telah lakukan apa yang anda perintahkan.
Setelah ini... kita takkan menghadapi masalah lagi karena gadis itu.
Semua bersih, Pak.
Berhenti.
Oke, cukup untuk hari ini.
Beri dia suntikannya.
Saat dia sadar setelah empat jam.
Kita akan lakukan sekali lagi.
Ya, dokter.
Aku takkan pernah berbicara padamu lagi. Takkan pernah
Mengerti?
Beraninya kau ambil bonekaku?
Jangan membuat keributan.
Ayo, Kamla. Sekarang giliranmu.
Aku tak mau mandi.
Hanya orang gila yang mandi tiap hari.
Kau tahu, Aku punya shampo yang bagus.
Apa warnanya? - Kuning.
Aku tak suka kuning.
Aku... menyukai warna hijau. - Aku juga hijau.
Jadi... kita akan pergi? - Ayo.
Ayo pergi.
Apa kau seorang dokter? - Tidak, kami bukan dokter.
Jadi kau seperti kami? - Ya, tentu saja.
Lalu mengapa kalian tak memakai baju seperti kami?
Kami memakai warna lain. Kami suka hijau.
Gadis gila. Itu 'merah', bukan 'hijau'.
Sprei...selimut...hijau shampo. - Oke.
Dan aku hanya..
Apa yang terjadi?
Kirti? Apa yang terjadi?
Akira?
Akira!
Akira! - Akira!
Halo.
Tapi, Pak Rane.. - Jangan khawatir, dokter.
Rajeshwar akan segera datang.
Ingat, tak seorangpun boleh mencurigai hal ini.
Oke-
Halo.
Halo.
Halo, Disini Amitabh Bachchan sedang berbicara. - Dengar.
Oke-
Disini Rani berbicara.
Bisakah kau minta sepuluh juta rupee untuk pertanyaan pertama?
Kemari.
Kemari.
Jangan menganggapku gila, Aku hanya bercanda.
Tempat apa ini?
Tempat ini sangat besar.. - Jam berapa?
Siapa yang bertugas disini?
Minggir.
Ayo..
Kembali ke bangsal umum.
Bu, tempat apa ini?
Mundurlah.
Siapa kau?
Duduk.
Apa yang kau lakukan? - Duduk.
Pegang dia.
Apa ini?
Ayo.
Bangun. Lihat kemari.
Akira. - Akira.
Bangun.
Lihat kemari.
Apakah gadis ini pemakai obat obatan?
Obat? - Ya?
Tidak sama sekali.
Tidak, Pak.
Pertanyaan macam apa itu?
Tenang, Sid. Biar aku bicara.
Boleh aku tahu apa yang Akira lakukan?
Apa yang dia lakukan?
Dia melakukan ini.
Dia melempar batu padaku.
Di kantor polisi.
Hampir mengenai mataku jika aku tak merunduk.
Hari apa itu? Dan dimana?
Selasa kemarin sekitar jam 11, Aku sedang patroli.
Aku melihatnya dari jauh.
Begitu melihatku, Dia mulai berlaku aneh.
Dia mendatangiku dan bertanya "Apa kau Manik?"
Mengapa kau berkeliaran disini dan menyamar?
Aku berpikir pasti ada sesuatu yang salah.
Aku turun dari motorku, lalu memarkirnya..
...lalu dia melemparku dengan batu.
Bersyukur aku merunduk, tapi batu mengenai kepalaku dan aku terjatuh.
Aku langssung menangkapnya..
...dan membawanya ke kantor polisi untuk mendatanya dan membuat FIR.
Tapi di kantor polisi..
...dia terus berkata pada petugas..
"Empat orang polisi mencoba membunuhku."
"Mereka membunuh dua orang dan aku melarikan diri."
Aku tahu itu hanya karangan.
Aku rasa dia sakit jiwa.
Bu, apa kepalanya pernah terbentur saat masih kecil?
Atau kejadian lain... yang bisa menjelaskan perilaku ini?
Itu terjadi sudah lama.
Dia menyiram asam ke muka seorang pria.
Dia dikirim ke panti rehabilitasi anak.
Dia pernah tinggal disana. - Itu dia.
Bukankah aku berkata ada yang salah dengan dirinya?
Pasti ada sesuatu yang salah.
Itu sebabnya aku langsung mengirimnya pada seorang dokter..
Maksudku ahli jiwa, untuk perawatan.
Dan hasil tesnya positif.
Apa masalahnya terkini?
Dia mengalami Delusi persisten berulang. Type 2.
Dalam bahasa sederhana, pasien seperti itu..
...selalu mengalami kesulitan membedakan antara khayalan dan kenyataan.
Mereka percaya khayalan mereka jadi kenyataan dan mulai bereaksi.
Akira percaya bahwa polisi sedang mengikutinya..
...dan mereka akan membunuhnya dari belakang.
Berdasarkan imajinasi ini, dia bersikap aneh dihadapan orang-orang.
Tidak... Tak perlu khawatir.
Dia akan sembuh secepatnya.
Tak apa, Bu... Tak apa.
Mereka berkata dia akan baik-baik saja.
Tenanglah, Bu.
Sekarang makanlah.
Kau harus menghabiskannya.
Ayo, makan.
Kau akan tambah lagi, ayo makan.
Kau duduk. Duduklah disini.
Pertama habiskan ini.
Ayo, makan.
Kau akan mendapat minum, tunggu.
Makan dari piringmu.
Hei... pergi Ayo pergi.
Akira.
Kau baik baik saja?
"Seseorang melempar mata iblis padaku"
Halo.
Kau mau sarapan?
Jam berapa ini?
Berapa lama kau berada di Rumah Sakit?
Hampir dua tahun.. Aku terus datang dan pergi.
Terus berlangsung seperti itu.
Apakah sulit untuk keluar dari sini?
Sangat sulit... untuk pergi, harus dengan izin.
Tapi tanpa izin... Itu sedikit sulit.
Bisa kau lakukan sesuatu untukku?
Halo, Ayah. Saya SP Rabiya.
Divisi Kriminal Mumbai.
Duduklah.
Ada... sebuah kedai kopi, di dekat kampus anda.
Sekitar 500 meter jaraknya.
Saya yakin anda tahu. - Ya, aku tahu.
Pada tanggal 25 bulan lalu..
...12 mahasiswa dari kampus anda merayakan pesta ulang tahun di sana.
Dan salah seorang dari mereka mencuri handycam..
...dari tas seorang pelanggan.
Kembali..
Lalu saya melihat rekaman CCTV kedai kopi tersebut.
Berhenti. Berhenti. Berhenti. Berhenti.
Dari 12 mahasiswa..
...hanya gadis itu yang terlihat mengambil kamera.
Tapi kami tak bisa melihat wajahnya, Dia memakai topi.
Jadi saya mencari semua mahasiswa..
...yang wajahnya terlihat di video.
Dia anak tingkat 2, Jurusan komersial.
Dan ini Bharat, tingkat 3 jurusan Matematika.
Dan dia... pelajar tingkat 2 Matematika.
Dan siapakah ini? Gadis ini?
Dia adalah Ana.
Putri kepala sekolah.
Aha?
Saya ingin melihat handycam yang dicuri putri anda.
Hai.
Apa kau pergi ke kedai kopi bersama teman temanmu?
Kapan?
Kedai kopi yang mana?
Kau telah tertangkap basah.
Kau tertangkap basah sedang mencuri. - Pak!
Kau tertangkap mencuri kamera. - Pak... tolonglah..
Kau mencemarkan nama baik dan kehormatanku.
Bagaimana aku bisa menghadapi mahasiswaku?
Temukan handycam yang kau curi di kedai kopi.
Aku ingin melihatnya. - Aku menghilangkan..
Sebenarnya, akulah yang mendorong terjadinya pencurian ini.
Pada setiap pertemuan di asrama..
...aku mengatakan pada mahasiswa, bahwa..
"Siapapun yang melakukan pencurian di asrama harus memperbaiki diri mereka sendiri."
"Dan menjaga semua barang itu tetap utuh di dalam tas.."
"..kembalikan di sebuah tempat di dalam asrama."
"Kami takkan memberikan hukuman lagi kepada pencurinya."
'Aku tak menyangka ternyata pencurinya ada di rumahku sendiri.'
"Pergi, mati saja kau."
'Kampus tutup karena masa liburan...
'...aku akhirnya mengetahui...'
'...bahwa putriku sendiri adalah pencurinya'
'Semua mahasiswi pulang ke rumah. Hanya Akira yang tinggal di asrama.'
'Itu sebabnya aku menaruh tas itu di depan kamarnya.'
'Jadi ketika Akira menemukan tas di depan kamarnya..'
'..dia akan membawanya padaku secepatnya.'
Lalu aku akan mengatakan pada semua bahwa pencuri telah mengembalikan barang curiannya.
Dan aku akan mengembalikan barang-barang itu pada pemiliknya.
Dan masalah ini selesai.
Tapi Akira tidak terlihat malam itu.
Esoknya aku mendatangi asrama, pintu kamarnya terkunci.
Pada malam yang sama, Akira pulang..
...dan berkata bahwa dia menemukan tas di depan kamarnya.
Saat dia membuka tasnya, dua orang polisi datang.
Mereka mengambil handycam dan ponsel dari dalam tas, dan menculiknya.
Dan mereka juga membawa dua pria, dan kemudian membunuh mereka.
Hanya Akira yang selamat.
Setelah Akira pergi, Aku menanyai putriku lagi..
...dan mengaku bahwa dia mencuri handycam dari kedai kopi.
Dan dia juga mengatakan padaku tentang kebodohan yang dia lakukan.
Aku sudah belajar dengan keras... tapi itu tak cukup bagi Ayah.
Dia tak pernah melewatkan kesempatan untuk menghinaku.
Bahkan dia melakukannya di depan teman-temanku.
Akhirnya aku merasa kesal, dan melakukan semua ini untuk melukainya.
Tanpa disadari, ini menjadi kebiasaan.
Maaf.
Kau dengan gampang meminta maaf.
Apa kau tahu berapa banyak nyawa yang hilang karena perilaku kekanak-kanakanmu?
Dia bermain sangat bagus.
Dia memukul setiap bola dengan keras.
Mau bertaruh?
Kita pasti kalah.
Lihat, Luar biasa pukulannya.
Bukankah sudah kukatakan padamu?
HEI-
Berhenti!
Bukankah sudah kukatakan padamu?
Berhenti.
Mengapa kamu...
Berhenti.
Hei, berhenti.
Berhenti.
Ajay...Ajay, apa-apaan ini?
Adikmu berdiri di depan pintu dalam kondisi yang aneh.
Akira!
Akira! Apa yang kau lakukan disini?
Ajay, aku ingin bicara empat mata denganmu.
Akira... apa yang kau lakukan disini?
Kau dalam perawatan, bukan? Bagaimana kau bisa...
Tak ada yang salah denganku, Ibu. - Kami tahu tak ada yang salah denganmu.
Tapi kau harus menyelesaikan perawatanmu.
Tak ada yang salah denganku, mengapa aku harus mendapat perawatan?
Ajay, tolong dengarkan aku. - Baik, katakan padaku.
Selasa kemarin, aku datang. - Bukan Selasa, kau datang hari Rabu.
Ya.. - Sehari sebelum pernikahan.
Aku juga datang hari Rabu.
Tapi aku juga datang sehari sebelumnya.
Kau dan Ibu tak ada di rumah.
Kau dan Ibu tak ada di rumah.
Hari itu, saat kau marah denganku.
Katakan pada mereka.
Tapi, Akira, mengapa Shilpa marah padamu?
Tanya padanya nanti. Lalu saat aku kembali ke asrama ..
...ada sebuah tas di depan pintu kamarku.
Saat aku membukanya, tiba-tiba polisi datang!
Ya, kami tahu. Pendeta mengatakan pada kami.
Itu karena aku bercerita pada Pendeta.
Hari itu, setelah lari dari penyekapan..
...aku menemui pendeta terlebih dahulu.
Baru kemudian aku datang kemari.
Akira, semua ini tidak terjadi.
Itu hanya khayalanmu saja.
Mengapa polisi mencoba membunuhmu, Akira?
Aku rasa... tak ada alasan.
Inspektur yang kau serang, membawamu ke ahli jiwa.
Dokter itu lalu memeriksamu.. - Dokter gila itu... seorang penipu.
Mereka ingin membantumu, sayang. - Membantuku?
Tak bisa dipercaya, Ibu. Mereka ingin membuatku gila.
Katakan padaku bagaimana kau bisa datang kemari.
Tangkap dia!
Dari Rumah Sakit.
Dia menyerang kami dan melarikan diri! Tangkap dia.
Tunggu. - Tidak.
Akira, tidak. - Akira.
Mereka memberiku kejutan listrik.. - Tidak.
Akira.
Tinggalkan aku.
Hati-hati.
Ajay.. Ajay, tidak!
Ibu.. - Akira, dengarkan mereka.
Jangan biarkan mereka membawamu!
Tenang, sayang. - Selamatkan aku, Ibu.
Semua akan baik-baik saja. - Tidak!
Beranilah. - Mereka... memberiku kejutan...
Kejutan listrik...
Dia sudah tenang.
Ambilkan kursi roda.
Berhenti.
Permisi.
Saya SP Rabiya.
Saya ingin menemui pasien bernama Akira.
Dimana ruangannya?
Terima kasih telah menyelamatkanku.
Mengapa berterima kasih untuk sesuatu seperti itu?
Keluargaku sendiri tak mempercayaiku.
Aku yakin semua orang di kampus juga berpikir aku gila.
Memberikanmu kejutan.. dan memberimu suntikan ini..
...ini yang dilakukan oleh dokter itu.
Bila kita menangkapnya, semua akan terungkap.
Pakai ini.
Tunggu disini. - Ya, aku tunggu disini.
Akira.. Nona.
Mengapa kau melakukan sesuatu yang rendah?
Katakan padaku.
Maafkan, aku.
Maaf? - Maaf?
Maaf?
Maaf
Kau ingin meminta maaf?
Apakah permintaan maafmu akan membuat semuanya membaik?
Keluargaku sendiri berpikir aku gila.
Tidak, Tidak... Tidak... Maafkan aku.
Katakan padaku... katakan padaku kebenarannya?
Berapa mereka membayarmu? - Nona... mereka memaksaku melakukan ini.
Itu sebabnya aku melakukannya.
Jika kau dokter yang jujur, mengapa mereka memaksamu?
Beberapa hari yang lalu... seorang pasien meninggal karena kecelakaan..
...saat aku memberinya terapi kejut.
Polisi itu membantuku menutupi kasus itu.
Itulah sebabnya... hanya itu.
Ayo. Bangun.
Pakai bajuku dan ikutlah denganku. - Kemana, Nona?
Katakan pada keluargaku, Kepala Sekolah dan seisi kampus bahwa kau berbohong.
Tolong aku!
Tolong aku!
Tolong aku!
Kumohon, tolonglah aku.
Apa yang dia katakan? - Dia sedang berada di club.
Club.
Ayo.
Seseorang datang.
Rani, kemari.
Apa ini toilet wanita? - Ya.
Maaf.
Mengapa orang ini..
Dia masuk ke toilet yang salah, jadi kami memukulnya.
Maaf, aku agak sedikit mabuk.
Aku akan pergi.
Rani. - Ya.
Angkat dia
Halo. - Kakak, ini aku lagi.
Kau sudah dapat kabarnya?
Belum.
Ini sudah tiga hari. Aku cemas menunggunya.
Belum.
Lagi-lagi, alasan yang sama!!
Dengar.. - Seorang polisi hilang, dan kepolisian tak memiliki petunjuk.
Bagaimana mungkin?
Percayakan padaku. - Aku bisa mempercayaimu?
Pasti. - Benarkah?
Ya.
Pak... Istri Pak Rajeshwar.
Dia menelpon kami terus menerus.
Dia berada di desa, sangat ketakutan.
Dia ingin datang kemari..
...dan membuat laporan 'kehilangan'.
Saya sedang mengurus sesuatu, sekarang..
Tapi Uang ini mengacaukannya..
Aku merencanakan... acara pernikahan putriku.
Jika Pak Rajeshwar membocorkannya..
...pestaku bisa gagal, Pak. - Bapurao!
Bangun! Bangun.
Bagaimana jika dia ketakutan? Apakah dia akan buka mulut?
Kau melakukan sebuah kesalahan. - Apa?
Aku melakukan sebuah kesalahan??
Kalian merubah hidupku jadi lelucon..
...dan kalian mengatakan aku melakukan kesalahan?
Haruskah aku meledakkan isi otakmu?
Hanya karena pengadilan memberiku hukuman tahanan rumah saat aku kecil..
...semua orang memandang rendah diriku.
Dan sekarang... semua menyebutku gila.
Mendapat perawatan di RSJ dapat diartikan hidupmu telah berakhir.
Mengapa kalian melakukan ini padaku?
Mengapa kau salah menuduhku? Katakan padaku.
Bu, angka-angka ini cocok.
Bagus, ajukan ini secara terpisah.
Oke-
Ambil gambar semua ini.
Oke, Bu.
Lihat, bu.
Ya, yang ini juga.
Beri aku rincian data diri pengendara mobil ini.
Yang paling penting, orang yang mengklaim asuransinya.
Oke-
Sejak kita mendapat laporan menghilangnya Rajeshwar..
...tiga polisi ini juga menghilang.
Tak seorangpun di kantor polisi yang mengetahui keberadaan mereka.
Ponsel mereka juga mati.
Kita harus menangkap mereka dan menyembunyikan mereka.
Ya... TV dan pers akan mempermalukan kita.
Tapi kita akan tangani hal itu.
Halo. - Halo, Siddharth. Akira berbicara.
Darimana kau menelpon? - Dengarkan baik-baik.
Baik.
Peringatan ulang tahun Kampus besok jam 9:30 pagi.
Semua orang akan hadir di auditorium.
Bawa Ajay dan Ibu kesana, Aku akan menemui kalian disana.
Inspektur Rajeshwar bersamaku.
Dan dia akan mengatakan pada semua mengapa polisi ingin membunuhku.
Oke-
Siapa yang menelpon, Sid? - Akira.
Akira...Akira, Dimana kau?
Kami sangat khawatir.. - Ajay, aku mengatakan pada Siddarth segalanya.
Ya, tapi.. - Bawa Ibu bersamamu.
Jangan beralasan apapun. - Baik, tapi dengarkan aku..
Akira... halo.
Halo.
Apa yang dia katakan?
Dia..
Ya, Bu. - Saya SP Rabiya, Divisi kriminal.
"Inspektur Rajeshwar bersamaku."
"Dia akan mengatakan mengapa polisi ingin membunuhku."
"Saat mereka tak berhasil.."
"..mereka mencoba membuatku gila dengan bantuan Dr. Santosh Tiwari.."
"..dan mengurungku di RSJ Thane."
"Rajeshwar setuju mengatakan ini.."
"..di depan media, pengadilan dan seisi kampus."
Setuju?
Bagaimana dia bisa setuju?
Aku telah mengatakan padamu, Pak.
Dia pasti sangat takut, benar?
Pak, kami berhasil melacak lokasi ponsel milik Pak Rajeshwar.
Sinyalnya berasal dari pemukiman..
...dekat kampus Holy Cross.
Pak... banyak mahasiswa tinggal di sekitar kampus dengan menyewa rumah.
Jika dia bersembunyi di salah satu bangunan itu..
...butuh waktu lama untuk menemukannya.
Jam berapa perayaan kampus besok dimulai? - 10 pagi.
Apa orang yang berada disana itu kepala sekolahmu?
Ya.
Bersama siapa dia?
Sebenarnya... Dia bersama wakilnya.
Pak.
Pak, Sebenarnya...Dia bersama wakilnya..
...berada di sebuah bangunan gereja tua.
Tak seorangpun diperbolehkan pergi kesana.
Struktur bangunannya sudah lemah. .
Kau sudah periksa bagian belakang gedung? - Belum, Pak.
Kepala Sekolah datang.
Dia duduk di barisan depan.
Kau harus mengatakan pada semua orang... seperti yang kau katakan padaku.
Paham?
Jika kau mencoba berbohong, Aku akan menembakmu.
Rani!
Pak!
Dia kehabisan peluru, Pak!
Diam. -Pak!
Ayo. Bangun.
Berhenti! - Manik.
Berlutut!
Berlutut!
Tangan di kepala! Tangan di kepala!
Bapurao.
Diam atau akan kutembak.
Gadis sialan.
Pergi.
Tinggalkan dia.
Kau seharusnya melakukannya saat dia menculikmu.
Untuk apa kau tunjukkan kejantananmu sekarang?
Pak, anda tahu yang terjadi hari itu?
Jangan bicara omong kosong.
Omong kosong? Aku berbicara omong kosong?
Seorang mahasiswi dan orang gila menculikmu..
...memukulmu... dan membuatmu kacau.
Tak ada yang bisa kau lakukan. Dan kini kau menunjukkan kemarahanmu.
Aku tahu.
Bapurao. - Ya, Pak.
Disini.
Manik. - Pak.
Laporan FIR mu
Dua orang gila mencuri peralatan dari kamar mayat.
Dan... mereka menculik Rajeshwar dan membawanya kemari.
Saat kami menyelamatkan Rajeshwar..
...mereka telah mematahkan tangannya.
Bapurao.
Dan kami tak punya pilihan lain.
Jadi, untuk menyelamatkan Rajeshwar, kami terpaksa membunuh mereka berdua.
Sekarang tembak kepalanya.
Manik... kau yang akan melakukan hal itu.
Kau sangat pintar memanfaatkan situasi.
Kau punya pistol, bukan?
Kau yang harusnya menembak dia! Tembak dia!
Apa tanganmu terlepas dari bahumu.
Sehingga kau selalu memberikan pistolmu pada tangan kami?
Jangan gila.. - Kau telah melakukan hal gila dari awal.
...dan kau menyebutku gila?
Kau tak tahu cara berbicara dengan seniormu? - Hei!
Kau seniorku hanya saat kita berada di kantor.
Di luar sini, aku lebih tua darimu, kau adalah juniorku.
Pembohong, bicara omong kosong.
Hei.. - Tiggalkan aku! - Diam...
Dia yang membuat masalah dengan gadis itu..
...dan meminta kita menyelesaikannya.
Sedang dia sendiri duduk manis di rumah...
"Aku berada di Nasik."
"..dalam pertemuan dengan Menteri."
Dia bicara terlalu banyak.
Manik. - Pak.
Laporan FIR-mu yang baru.
Dua orang menculik Rajeshwar dan membawanya kemari.
Kami mengikuti mereka kemari.
Kami membunuh orang gila itu dan menyelamatkan Rajeshwar.
Lalu menangkap gadis ini.
Kami membawa gadis ini..
...lalu dia merebut pistolku dan menembak Rajeshwar.
Lalu... dia mencoba membunuhku
Sekarang kau..
Mundur 10 kaki dari posisimu.
Dan tembak dia.
Tembak dia, Manik.
Mundur.
Tembak.
Manik.
Angkat tangan!
Manik, turunkan pistolmu.
Dia datang kemari lagi.
Atau kami akan menembakmu.
Rabiya, apa kau tahu yang terjadi disini?
Jangan berlagak tahu yang sebenarnya.
Aku tahu segalanya, Pak.
Mulai dari kecelakaan di Jalan Tol Mumbai-Pune..
...sampai mengirim gadis itu ke RSJ, segalanya.
Aku sudah tahu semuanya.
Kau tak bisa membunuhnya dan menyembunyikan kebenaran.
Bahkan komisaris juga telah mengetahuinya.
Kami datang untuk menahanmu, Pak.
Tolong lempar pistolmu.
Manik.
Lempar pistolmu.
Pak, tolong.
Amar. - Bu.
Ambil pistol mereka.
Mereka membunuh temanku.
Tubuhnya terbaring di belakang.
Rafiq, periksalah.
Ya, Bu.
Kau tahu segalanya? - Ya, aku tahu.
Boleh aku pergi sekarang?
Dari Komisaris?
Halo, Pak. - Dimana kamu?
Belakang kampus Holy Cross, di gereja tua.
Apa yang terjadi? - Kami telah menahan mereka, Pak.
Jangan tangkap mereka, Rabiya. Ada masalah.
Mengapa, pak?
Orang yang mereka bunuh di jalan raya..
...adalah adik dari pemimpin Partai terbesar di India Utara, Bablu Tiwari.
Ingat... dia terlibat provokasi dalam kerusuhan di kota ini sebelumnya.
Tahun ini partainya menjadi tuan rumah..
...acara 'Chhat Puja' terbesar di Mumbai.
Dan saat ini sudah timbul ketegangan diantara partai lokal.
Uang itu sebenarnya dibawa untuk acara tersebut.
Jika berita itu tersebar, bahwa kematian adiknya bukan karena kecelakaan..
...melainkan beberapa polisi Mumbai membunuhnya lalu mengambil uangnya..
...maka Bablu Tiwari akan memprovokasi kerusuhan lagi.
Jadi aku berbicara dengan Sekretariat..
...dan otoritas yang lebih tinggi dan membuat keputusan ini.
Jadi akhiri semuanya dan tutup kasusnya.
Jadi ikuti perintahku. Jangan tahan mereka.
Tapi Pak, dua pembunuhan telah terjadi disini.
Inspektur Rajeshwar dan orang gila tertembak.
Dengar, Rabiya, mereka bisa membuat laporan palsu.
Aku berjanji akan melakukan pemeriksaan terhadap Rane dan anak buahnya.
Mereka pasti akan mendapat hukuman.
Dan bagaimana dengan gadis itu, Akira... - Kau berpikir menyelamatkan seorang gadis..
...dan aku berpikir tentang ribuan orang tak bersalah.
Tolong mengertilah.
Ini akan menjadi masalah nasional..
Jadi... kita harus menjaga kasus ini rapat-rapat..
...hingga 'Chhat Puja' selesai bulan depan.
Tapi, Pak, media sudah berdiri di luar.
Saya tak bisa membohongi mereka.
Rabiya, berikan telponnya pada ACP Rane.
Ya, Pak.
Ya, Pak.
Halo, Pak.
ACP Rane, jadi sekarang posisimu diatas hukum?
Kau bertindak semaumu. - Tidak, Pak, sebenarnya..
Apa kau punya ide..
...yang menjelaskan tindakanmu ini dilakukan berdasarkan hukum.
Sekarang, dengar baik-baik. - Ya, Pak.
Berpura-puralah di hadapan media..
...bahwa Akira adalah pasien RSJ yang melarikan diri.
Dan jangan mengacaukannya. - Oke, Pak. Kami bisa menangani hal ini.
Mengerti.
Ya, Pak. Saya, mengerti.
Bu Rabiya, Kau bisa membawa timmu kembali.
Manik. - Pak.
Telpon RSJ, dan suruh ambulan untuk membawanya kembali.
Pak.
Bapurao. - Ya, Pak.
Dudukkan gadis itu di pojok.
Ya, pak.
Apa yang terjadi, Bu?
Aku bisa pergi denganmu, kan?
Kami tak bisa menangani kasus ini lagi, Akira.
Mereka memintaku untuk melepaskan kasus ini sekarang.
Mereka?
Tapi mereka akan bertanggung jawab atas semua ini.
Bagaimana mereka bisa menangani semua ini?
Bapurao, Jangan hanya duduk dan menatap.
Dudukkan dia di pojok sampai ambulan datang.
Pak.
Mengapa aku harus kembali ke Rumah Sakit?
Maaf, Akira, aku sama sekali tak bisa membantu sekarang.
Tapi... apa masalahnya?
Jika kasusmu didaftarkan, Itu akan menjadi masalah nasional.
Dan kerusuhan bisa..
...menyebabkan ribuan orang tak bersalah kehilangan nyawa.
Hanya kau yang bisa meyelamatkan kota ini dari kekacauan.
Mereka hanya sebentar membawamu ke Rumah Sakit..
...dan setelah itu kau bisa pergi.
Aku minta maaf, tapi... tak ada pilihan lain, Akira.
Bagaimana kau bisa berkata seperti itu?
Mereka mencoba membunuh seorang gadis.
Mereka juga ingin membuktikan bahwa aku gila.
Tangkap mereka!
Apa kau akan mengirimku kembali ke RSJ untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya?
Aku minta maaf, tapi kepolisian pasti akan memberimu kompensasi..
...Dan aku akan coba.. - Bapurao. - Kompensasi?
Apa maksudmu kompensasi?
Ayo.
Maksudmu kau akan membutakan kedua mataku..
...dan kemudian memberiku sebuah kruk yang mahal.
Tolong bekerja samalah dengan mereka.
Percaya padaku, itu bisa..
Apalagi yang akan terjadi?
Kau harusnya sekalian membunuhku saja.
'THari itu tanganku terikat, tapi tidak dengan Akira.'
Bu! Bu!
Bu, pistol mereka? - Simpanlah.
Pak.
Lepaskan. - Lepaskan.
Lepaskan. Lepaskan.
Lepaskan. Lepaskan.
Bu..
Tolonglah, Bu.
'Jika kasusmu didaftarkan, Itu akan menjadi masalah nasional.'
'Dan kerusuhan bisa..'
'..menyebabkan ribuan orang tak bersalah kehilangan nyawa.'
'Hanya kau yang bisa meyelamatkan kota ini dari kekacauan.'
Akira.
Apa... Apa yang dia katakan?
Dia berkata bahwa dia memaku dirinya di salib.
'Laporan yang menyebutkan bahwa Akira sakit jiwa, adalah palsu..'
...aku memastikan tak ada kasus yang didaftarkan terhadapnya,'
'Beberapa hari kemudian, dia dibebaskan dan dia pulang ke rumah...'
'...dia meneruskan jalan yang telah dirintis oleh Ayahnya.'
'Aku ingin semua putri di seluruh negeri, termasuk diriku... menjadi seperti Akira.'
'Seseorang yang belajar untuk hidup dengan kekuatannya sendiri.'
Luar biasa.
"New paths are ahead. New turns are ahead."
"Don't be nervous."
"Keep on going alone on your own strength."
"Determination is your companion."
"What do you care if darkness is filled in the whole world."
"Why should your evenings coax lamps for light."
"Your both eyes are filled with light."
"You are my star."
"You are my star."
"You are my star filled with light."
"You are my star."
"The whole nature is reliant on you."
"You plant moon and stars."
"The sun burns through your heat."
"You are unaware of your miracles."
"You are the ground that holds lakhs of skies.
"You are my star filled with light."
"You are my star."
"You are my star filled with light."
"You are my star."
"You are my star filled with light."
"You are my star."
"You are my star filled with light."
"You are my star."
"Star."
Dibuat oleh: Alif Akbar Badarudien
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.