Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Di sini amat menyeramkan saat malam.
Aku merasa tak nyaman.
Ide siapa mengadakan uji nyali di sini?
Bagaimana jika hantu muncul?
Sudah terlambat untuk mengatakan itu, 'kan?
"Jangan menoleh di tangga."
Rumor itu untuk menakuti para junior.
- Kau percaya? - Tampaknya benar!
- Bagaimana gadis itu mati? - Dibunuh.
- Omong kosong. - Diam! Sudah dimulai.
Perhatian, Para Junior.
Tahun ini, uji nyali
diadakan di tempat terlarang di Universitas Tung Hu,
Jembatan Hantu Wanita.
Kalian akan mulai dari sini.
Saat mendengar loncengnya,
buka kain merah
dan kelilingi danau.
Ayo.
Tolong ingat.
Apa pun yang terjadi,
jangan pernah menoleh di tangga.
Satu, dua.
Sedang apa dia?
- Kenapa hitung anak tangga? - Tiga.
- Bukankah sepakat tak hitung? - Empat, lima.
- Biarkan dia. - Enam.
- Ini lebih menarik. - Tujuh, delapan.
- Tidak boleh. - Sembilan.
- Wen-yao, berhenti menghitung! - Wen-yao!
- Sepuluh, sebelas, dua belas. - Wen-yao!
Tiga belas.
- Wen-yao! - Empat belas.
Ke mana dia pergi?
Tunggu.
Apa kita baru saja berbalik di tangga?
- Tidak. - Benarkah?
Apa itu tadi?
28 FEBRUARI, 2020
Cek suara.
Satu, dua, tiga, empat.
SIARAN LANGSUNG
CATATAN KISAH GAIB DI KAMPUS-KAMPUS
Banyak cerita hantu beredar
di tengah mahasiswa di banyak kampus.
Seperti lift angker di Universitas Budaya Tiongkok.
Danau Moon di Universitas Taiwan.
Kampus Lixing di Universitas Cheng Kung.
Sementara itu, Universitas Tung Hu yang didirikan 62 tahun lalu
adalah sarang untuk cerita hantu.
Tempat terlarang paling terkenal
adalah Jembatan Hantu Wanita.
Ini dibangun demi kemudahan para mahasiswa.
Dahulu tidak ada namanya.
Kemudian, ada rumor
seorang gadis dicampakkan pacarnya.
Dia menunggunya sampai tengah malam.
Akhirnya, dia tak terima dan menenggelamkan diri di danau.
Sejak itu, anak tangga ekstra akan tiba-tiba muncul
di tangga
saat tengah malam.
Hari ini 28 Februari 2020.
Tahun yang sangat istimewa.
Tahun kabisat.
Empat tahun lalu, hari ini,
sebuah klip uji nyali diunggah di internet.
Sebuah bayangan putih muncul di akhir.
Mari kita cari tahu apakah itu...
hantu legendarisnya.
Yang paling mengerikan kelima mahasiswa di video sudah mati.
Jenazah mereka ditemukan tersebar di sekitar kampus.
Seharusnya ini kasus yang mengejutkan seluruh negeri,
tapi tak ada yang menindaklanjuti.
MEMBAHAYAKAN NYAWA DEMI UJI NYALI
Apa karena tekanan dari universitas
hingga polisi menutupinya?
Atau sang hantu
mendorong mereka bunuh diri?
Biar kucari tahu kebenarannya.
Katanya pada tengah malam,
anak tangga ekstra akan muncul
pada 13 anak tangga di Jembatan Hantu Wanita.
Saat itu, jangan pernah menoleh
karena hantunya mungkin ada di belakangmu.
Hari ini 28 Februari, tanggal insiden itu terjadi.
Mari kita lihat berapa banyak anak tangga pada siang hari.
Satu, dua, tiga, empat, lima,
enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh,
sebelas, dua belas, tiga belas...
Maafkan aku. Sekali lagi.
Kau tak apa-apa?
Tak apa-apa.
Kau pembaca berita.
Kenapa disuruh melakukan ini?
Jangan dibahas lagi.
Lagi pula, tidak ada yang menonton berita pagi.
Setidaknya, ini sungguhan.
Kejadian nyata.
Jadi, menurutmu ceritanya benar?
Hantu membunuh orang?
Selalu ada kebenaran dalam sebuah kisah.
Jangan percaya yang terlihat di permukaan.
Aku pasti akan temukan sesuatu.
Jangan cemas. Akan kudapatkan lagi pekerjaanku.
Harga yang kau bayar untuk bertahan sangat tinggi.
Di sini.
Siap?
Tunggu.
Mari mulai saat kau siap.
Lima, empat, tiga, dua...
Mari kita lihat bagaimana Sung dan Yu-ching
mengurus properti.
Hei, tidak bisakah kau meminjam kelas normal?
Aku hanya punya kunci ruang kelas di departemenku...
Banyak mata menatapmu!
Kau merasa nyaman?
Sebenarnya, aku menikmati perhatian seperti ini.
Baik, mari lihat hasil kerja keras kita!
Ayo!
Astaga.
Mungkinkah itu fenomena gaib?
Gaib apanya!
Itu artinya kau harus lakukan lagi!
Akan kurekam yang lain.
Kalian terus saling menggoda.
Kau belum mewawancaraiku!
Tidak ada yang mau!
Atau kau bisa mewawancarainya!
- Ayo wawancarai aku. - Tidak!
- Menyebalkan sekali! - Berhenti bermain-main!
Aku lupa mulai menyiarkan.
UNIVERSITAS NASIONAL TUNG HU MULAI SIARAN LANGSUNG
Halo, Para Junior.
Aku Hsin-chiao, mahasiswa pascasarjana di himpunan mahasiswa.
Uji nyali akan dilakukan besok.
Mari lihat yang dilakukan kapten dan petugas jaga.
Ayo!
Mau ganti tempat?
Jembatan Hantu Wanita terlalu berbahaya.
Kenapa tak bilang dari awal?
Kita masih bisa ganti.
Tentu saja tidak.
Kau tahu hanya sedikit yang mendaftar acara ini.
Tapi banyak yang mengikuti uji nyali
di Universitas Budaya Tiongkok.
Mereka lebih dahulu.
Kita harus dapat lebih banyak orang!
Apa kau bodoh?
Keselamatan yang utama!
Kau tak bahas waktu itu. Semua sudah siap.
Apa semua mahasiswa hukum sama bodohnya denganmu?
Aku?
Te-chuan, lihat dia!
Jahat sekali!
Ini kaptennya, Meng Po-ju.
Panggilannya "San-nu".
Hai.
Apa ini?
Chi Te-chuan.
Sungguh keterlaluan!
Aku siaran langsung.
Jadi, apa yang harus kukatakan?
Jangan keras kepadanya.
Kalau begitu, wakili dia.
Biar aku saja.
Ini Te-chuan, mahasiswa tingkat tiga Komunikasi Massa.
Dia petugas jaga tahun ini.
Hiburan favoritnya
adalah menakuti para gadis!
Karena itulah, uji nyali diadakan
di Jembatan Hantu Wanita.
Aku tak memilihnya.
Bukan aku.
Jadi, siapa yang pilih?
Kau.
Tidak, aku ingat...
Tak perlu bahas hal seperti ini.
Mari periksa apa semua sudah siap untuk malam ini. Ayo!
Aku sangat penasaran siapa yang memilih tempat ini.
- Kau sangat menyebalkan. - Sangat angker.
- Menakutkan sekali! - Tidak.
Kau yang menakutkan. Paling menakutkan.
Aku menakutkan?
Sebaiknya...
Tunggu.
Apa?
Tolong berhenti merekam.
UNIVERSITAS NASIONAL TUNG HU SIARAN LANGSUNG BERAKHIR
Apa harus seperti ini?
Bisakah kita bicara baik-baik?
Sudah kukatakan yang harus kukatakan.
Jaga saja dirimu.
Kau masih tak mau kembali kepadaku?
Kuberi satu kesempatan lagi.
Bisa tak membuat keributan?
Kalian sedang apa?
Tidak ada. Semua sudah siap.
- Te-chuan, di sini gelap! - Baiklah.
Kalau begitu, pergilah ke neraka.
Kita sepakat merahasiakan wajahku.
Berhenti merekam.
Jangan membuatku dipecat
hanya karena sedikit uang.
Maafkan aku.
Sudah tak direkam.
Kalian sangat mengganggu.
Yakin aku tak terlihat?
Aku berjanji.
Bicaralah sekarang.
Sekelompok mahasiswa mengalami kecelakaan.
Bunuh diri di tempat yang sangat aneh.
Semua di tempat berbeda?
Itu pernyataannya kepada publik.
Yang paling mengerikan
mereka semua tenggelam.
Jembatan dan asrama
sudah ditutup bertahun-tahun.
Tapi anak-anak itu tak mau dengar.
Bagaimana menurutmu?
Menakutkan, 'kan? Kemarilah.
Kenakan ini dan sembunyi di balik pohon.
Saat mendengar aba-abaku, keluar.
Kenapa kau tak memakainya dan menunggu aba-abaku?
Kau lebih menakutkan!
Apa? Aku menakutkan?
Kau yang menakutkan.
Bahkan hantu pun akan takut!
Aku tak sekejam itu, 'kan?
Aku tak bermaksud begitu.
Jangan marah.
Jika aku jadi hantu, kau yang pertama di daftarku!
Kujadikan kau hantu sekarang?
Jangan pukul sekeras itu! Serius?
Kalian siap?
- Aku akan rekam yang lain. - Baik.
Tinggal sesuaikan sedikit.
Ayo, cepat!
Apa yang kau lakukan?
- Kau sudah mulai menyiarkan? - Belum.
Aku sedang mengecek cahaya.
Kuserahkan tugas merekam
kepada kalian berdua, mahasiswa komunikasi massa!
Akan kurekam di balik layar dengan kamera ini.
Duduklah. Aku tak bisa mulai sampai kau duduk.
Aku tak mau duduk di sini!
Astaga, duduklah.
Kita semua di sini. Tak perlu takut.
Akan kulindungi jika terjadi sesuatu.
Ini hampir tengah malam.
Akan kumulai siarannya.
Kalian yang di belakang! Siap?
- Ya, siap! - Ya, siap!
Aku yang tinggal. Kau tak peduli perasaanku!
Bukankah kau mahasiswa TI? Kenapa takut hantu?
Menurut mekanika kuantum,
hantu memang ada!
Kami belajar seni liberal. Aku tak paham ucapanmu.
- Apa? - Tunggu.
Sial! Kenapa kau menutup mataku?
Kau mempermainkanku atau para junior?
Kita harus melakukannya dengan serius.
Kau ingat susunannya?
Tidak!
Kita akan mulai menyiarkan di jembatan!
Lonceng yang di kursi adalah aba-abamu.
Buka penutup mata dan jalan ke jembatan.
Ingat, jangan hitung anak tangga!
Setelah selesai, kembali ke Kamar 414!
Kenapa lama sekali?
Apa sudah mulai?
Berhenti bermain-main.
Perhatian, Para Junior.
Tahun ini, uji nyali
diadakan di tempat terlarang di Universitas Tung Hu,
Jembatan Hantu Wanita.
Kalian akan mulai dari sini.
Saat mendengar loncengnya,
buka kain merah
dan kelilingi danau.
Ayo.
Tolong ingat.
Apa pun yang terjadi,
jangan pernah menoleh di tangga.
Satu, dua, tiga, empat...
- Sedang apa dia? - Enam.
Bukankah sepakat tak hitung?
Biarkan dia.
Ini lebih menarik.
Tidak, tak boleh. Wen-yao!
Wen-yao, berhenti menghitung! Wen-yao!
- Wen-yao! - Sebelas.
- Wen-yao! - Wen-yao, berhenti menghitung!
- Empat belas. - Wen-yao!
Benar-benar ada 14 anak tangga.
Siapa yang melakukan itu?
Bukankah kita semua di sini?
Ke mana dia pergi?
Di mana Wen-yao?
Kalian sangat kekanak-kanakan!
Tunggu.
Apa kita baru saja berbalik di tangga?
- Itu tak dihitung, 'kan? - Tidak.
Kau juga melakukannya?
Bukan aku.
Ayo!
Kau mencoba menipuku?
Aku akan menakutimu, Berengsek!
TE-CHUAN: KURSI ITU TIPUAN YANG BAGUS
JANGAN LUPA MENGEMAS KAMERA
Kursi apa?
Itu tak termasuk menoleh, 'kan?
Lupakan soal kamera.
Hei, Siri.
Hei, Siri.
Ya?
Ubah layar jadi paling terang.
Ya, ini yang paling terang.
Kenapa makin redup?
Hei, Siri.
Ubah layar jadi paling terang.
Hei, Siri. Ubah layar jadi paling terang.
Ini yang paling terang.
Ini yang paling terang.
- Apa-apaan ini? - Ini yang paling terang.
Hei, Siri.
Nyalakan senter.
Sudah nyala.
Sial.
Kurasa ada seseorang.
Aku di sini.
Apa yang baru saja terjadi? Apa itu kau?
Tidak, bukan aku!
Lalu, kenapa kita mulai berlari?
Seseorang berlari, yang lain hanya mengikuti!
Apa yang terjadi?
Tenanglah, ya?
Bukankah kita kembali ke asrama dahulu?
Ayo kembali ke asrama dahulu.
Wen-yao tak balas pesanku.
Haruskah kita mencarinya?
Kau dan Wen-yao menipu kami. Benar, 'kan?
Aku tak akan mengakuinya tanpa bukti.
Aku bisa mencium bau kejahatan.
Jadi, siapa kau?
Hakim atau cenayang?
Ini buktinya!
Kalau begitu, aku sudah mengambil kembali buktinya!
Dasar bodoh!
Turunkan aku atau mereka akan melihat kita.
Maka, kita akan umumkan.
Tapi ini hanya hubungan sesaat.
Sakit sekali.
Itu demi kebaikanmu, ya?
Aku tahu.
Lagi pula, jika dia mendengarnya,
sulit bagimu untuk menghadapinya.
Jangan khawatirkan itu.
Kami tak putus baik-baik.
Maafkan aku.
Aku bahagia selama kita bisa bertemu.
Aku hanya bahagia saat bersamamu.
Baiklah.
Ayo cari Wen-yao.
Dia sama sekali tak balas pesanku.
Menyebalkan sekali!
Di mana yang lain?
Kenapa kita repot-repot mengadakan uji nyali di jembatan?
Aku mau karaoke nanti.
Ini sudah larut!
Kita ada acara besok pagi.
Aku tak mengerti kenapa kita ditugaskan ke asrama yang sepi.
Di sini menyeramkan sekali!
Jangan takut. Aku akan segera kembali untuk menjagamu.
Baiklah.
Aku mau ke toilet. Tunggu sampai aku kembali.
Tidak apa-apa.
Wen-yao!
Wen-yao!
Ke mana dia pergi?
Ditonton lebih dari 10.000 kali!
Kenapa banyak sekali?
Apa arti komentar ini?
"Mereka bahkan menunjukkan hantu di iklan itu."
Tunggu.
- Itu dia, 'kan? - Coba kulihat.
HSIN-CHIAO: KAU MELIHAT SAN-NU?
Hanya noda di layar.
Apa itu Wen-yao?
Bukan.
Mereka tanya apa kita sudah menemukan Wen-yao.
Dia belum kembali ke asrama?
JANGAN BERPIKIR TERLALU BANYAK
Kurasa tidak.
KITA BICARA SETELAH ACARA
Sudah larut. Ke mana dia?
Aku satu-satunya temanmu.
Kau mengobrol dengan siapa?
Omong kosong.
Aku punya banyak teman.
Lalu kenapa mengikutiku ke Universitas Tung Hu?
Kau bisa pergi ke tempat yang lebih baik.
Kembalikan kepadaku!
Bilang saja kau bicara dengan Sung.
Aku hanya penasaran kenapa dia pergi lama sekali.
Aku hanya bertanya.
Tunggu.
Ada sesuatu di antara kalian, 'kan?
Tidak, terjadi sesuatu di jembatan!
Siapa itu?
Apa itu kau, Sung?
Siapa itu?
Lihatlah.
Bukan apa-apa.
Itu angin.
Halo?
Kau akan sedikit terlambat?
Baiklah.
Yu-ching?
Jadi, Yu-ching peduli padaku.
Pong!
Lima puluh ribu.
Lima puluh ribu.
Tak perlu memilih.
Semuanya jelek.
Sial!
Ada orang! Kau dengar?
Sial! Ada apa denganmu?
Sial!
Sial. Biar kulihat siapa dia.
Sial!
Lepaskan aku!
Lepaskan aku! Sial!
Lepaskan!
Apa-apaan ini?
Apa-apaan ini?
Sial!
Tidak.
Sial!
"Tim Tung Hu berusaha keras."
"Mereka sudah habis-habisan."
"Kau bisa lihat hantu bahkan di promo."
"Ada bayangan putih di belakang. Lari, cepat!
Ini komentar yang diunggah setelah siaran hari itu.
Kita bisa lihat semua orang heboh
tentang rumor Jembatan Hantu Wanita.
Baiklah. Cut!
Apa gunanya merekam ini? Kita bisa sisipkan.
Tim B mengirim klip.
Bukankah mereka merekam biksu Tao?
Master, apakah kecelakaan tahun 2016
terkait Jembatan Hantu Wanita?
Hantu harus mencari penggantinya.
Mereka yang mati di tahun kabisat terjebak di neraka.
Tragedi yang sama
mungkin terjadi lagi tahun ini!
Ada orang di jembatan.
Aura buruk paling kuat hari ini.
Lima orang lainnya akan mati.
Jangan pergi! Pergilah sekarang!
Jadi, rumor Jembatan Hantu Wanita
benar?
Biar kuperiksa lagi siarannya.
Bukankah lima murid pernah mati?
Dan akan terjadi lagi?
Kurasa aku melihat sesuatu.
Putar ulang.
Lihat!
Dia bahkan tak mengemas kamera.
Ke mana Wen-yao pergi?
Entahlah.
Tak ada tanda-tanda darinya
seolah-olah dia hantu.
Jangan bilang begitu.
Apa? Jangan terlalu percaya takhayul.
Jangan mengambil risiko di saat seperti ini.
Jangan skeptis.
Jadi, kau percaya rumor jembatan itu?
Lalu kenapa mengadakan acara di sini?
Aku menentangnya.
Jadi, ide siapa?
Kurasa Wen-yao sudah kembali.
Dia akan mengirim pesan jika sudah.
Akan kutelepon.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Haruskah kita periksa rekaman CCTV di kantor keamanan?
Baiklah.
Masuk. Jangan ada yang melihatmu.
Aku tak yakin berkasnya masih utuh.
Tak ada catatan tersimpan sebelum tahun 2012.
Cari saja sendiri.
Cepatlah.
"Asrama Pria 11."
Tahun 2012.
Tahun 2013, 2014, 2015.
Tahun 2016, ini dia.
Februari.
28 Februari.
Aku mengerti.
Satu, dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Ini pasti lima mahasiswa yang tewas.
Ini rekaman mereka kembali ke asrama.
Cek mereka menginap di kamar mana.
Baik.
Halo?
Berkasnya sudah datang?
Baik, akan kusuruh orang ambil.
Aku harus mengopi. Ambilkan sesuatu di gerbang depan.
Baik.
Baiklah.
Tak ada orang di sini.
Kurasa mereka berpatroli di kampus.
Kita periksa sendiri monitornya?
Itu ilegal.
Kau bisa terus mengawasi.
Kenapa aku harus menjadi kaki tanganmu?
Kita tak tahu kapan penjaga kembali.
Jika sesuatu menimpa Wen-yao,
bukankah kita akan dituntut atas pembunuhan?
Pembunuhan?
Sangat persuasif.
Itu sebabnya kau jatuh cinta padaku.
Kita belum tahu siapa yang jatuh cinta kepada siapa.
Sung tak menjawab telepon?
Ini tak berhasil.
Nona.
Bisakah kau berhenti mondar-mandir?
Kalau begitu, temani aku ke toilet.
Baik.
Ayo.
Lihat kemari.
Apa yang kau lakukan?
Biasanya, aku yang takut.
Sekarang giliranmu.
Memohonlah kepadaku.
Terserah!
Cepatlah.
Kau mau ke mana?
Toiletnya di sana.
Sung ada di sana. Aku ingin pergi ke sisi lain.
Kau yakin tak mau lari?
Tidak. Akan bocor jika aku berlari cepat.
Ini yang paling cepat.
Berhenti tertawa!
Tak bisa kutahan jika tertawa!
Yu-ching, ayo!
Lihat? Kau juga ingin buang air kecil, 'kan?
Kau tak merekam, 'kan?
Yu-ching.
Yu-ching?
Kenapa kau datang dari luar?
Kau juga tak di toilet?
Tidak.
Sudah selesai?
Apa?
Ada orang di dalam sana.
Apa yang kau lakukan?
Biar kuperiksa.
Jika tidak, tak akan ada yang bisa tidur malam ini.
- Tidak, jangan. - Tidak apa-apa.
Aku menakutimu, 'kan?
Jangan menyebalkan!
Pergilah ke Sung tersayangmu!
Chao Hsin-chiao, tunggu aku!
Kenapa jadi kotor sekali?
Hsin-chiao!
Hsin-chiao, tunggu aku!
Hsin-chiao!
Hantu yang menghantui kampus.
Ada banyak cerita hantu
Gedung Daren di Universitas Budaya Tiongkok, 'kan?
Bangunan ini dibangun dengan bentuk Pa Kua terbalik.
Tempat sempurna untuk hantu.
Lift angker yang paling terkenal.
Lift angker?
Ya, seorang dosen pergi memeriksa.
Dia tekan lantai pertama,
tapi liftnya tak berhenti.
Terus turun dan tak pernah naik kembali.
Cerita Universitas Budaya Tiongkok sangat menakutkan.
Cerita Jembatan Hantu Wanita lebih menakutkan.
Apa yang sebenarnya terjadi di jembatan?
Bukankah dia menenggelamkan dirinya di danau?
Sama sekali tidak.
Itu tak benar.
Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?
Tahun itu,
seorang mahasiswi memutuskan kawin lari dengan pacarnya.
Mereka setuju bertemu di jembatan.
Gadis itu terus menunggu sampai tengah malam,
tapi pacarnya tak kunjung datang.
Pada saat itu, seseorang muncul di tangga
dan melambai kepadanya.
Saat dia menginjak anak tangga ke-13,
dia dibawa ke hutan dan diperkosa lima orang.
Tak peduli sekeras apa dia melawan dan memohon,
mereka menolak melepaskannya.
Pada akhirnya,
dia didorong ke danau dan tenggelam.
Sejak saat itu,
tiap hari pada tengah malam,
satu anak tangga ekstra akan muncul
pada anak tangga ke-13.
Pada saat itu,
- jangan pernah menoleh. - Dua belas, tiga belas.
Jika kau melakukannya,
hantu
- akan muncul di depanmu. - Empat belas.
Kau jahat sekali!
Kenapa serius sekali?
Jika kau mencampakkanku seperti pria dalam cerita,
aku takkan menunggumu di jembatan.
Jangan menungguku.
Sebaiknya kau bereinkarnasi.
Habislah kau! Akan kucekik sampai mati!
Baik, aku menyerah!
Sepertinya ada orang lain di sini.
Tak ada apa-apa.
Ya, benar.
Itu aneh.
Kau tak melihatnya?
Kepalanya bergerak.
Kepala apa?
Ada sesuatu.
Apa?
Aku melihat sesuatu.
Tapi seharusnya tak ada orang saat ini.
Pasti Wen-yao.
Ayo ke ruang kelas tata rias.
Ayo.
Ayolah.
Kenapa lama sekali bersihnya?
Apa aku berlebihan?
Hsin-chiao!
Tunggu aku!
Apa-apaan ini?
Tolong...
Sung?
Apa itu kau?
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Apa yang terjadi padamu?
Pintu menutup.
Apa yang dilakukan Wen-yao?
Aku penasaran yang lain sedang apa.
Te-chuan.
Ini B1.
Bukankah kita tekan lantai empat?
Apa yang terjadi?
Pintu menutup.
Kenapa tak naik?
San-nu.
Ada apa?
BenarTadi ada sesuatu di sana.
Tak ada apa- apa.
Kenapa kau tak memercayaiku?
Ya. Itu...
Jangan takut. Aku akan melindungimu jika terjadi sesuatu.
Bisakah kita kembali?
Kita kembali setelah menemukan Wen-yao, ya?
- Ayo. - Baiklah.
Ini Kamar 414.
Saat insiden itu terjadi, lima murid bermalam di sini.
Di...
Ada apa?
Aku tak enak badan.
Di sana bau.
Sialan kau, Yu-ching.
Apa kau harus begitu menyebalkan?
Kau masih bersembunyi?
Apa yang kau lakukan?
Siapa di sana?
Hsin-chiao!
Hsin-chiao!
Hsin-chiao!
Hsin-chiao!
Hsin-chiao!
Tidak, bukan ke sana!
Aneh.
Kenapa Wen-yao kembali ke kelas?
KAMERA 1
Wen-yao.
Wen-yao.
Jangan masuk ke sana.
Tunggu aku di sini.
Biar kunyalakan lampu.
Aku akan memeriksanya.
Tak bisa.
Biar kucari sakelar lain di belakang.
Cepatlah!
Wen-yao.
Wen-yao!
Te-chuan...
Wen-yao.
San-nu.
Wen-yao! Kau mau ke mana?
Te-chuan, di mana kau?
Te-chuan.
Te-chuan.
Keluarlah sekarang, Te-chuan.
Te-chuan.
Berhenti bermain-main!
Te-chuan, kau di sana, 'kan?
Te-chuan!
Berhenti bermain-main!
Tak lucu!
Te-chuan!
San-nu!
Ayo!
Telepon seseorang!
Tak ada sinyal.
Cepat!
Cepat!
Tunggu.
Kenapa kau berhenti?
Bukankah itu aneh?
Kita sudah menuruni banyak lantai.
Aku tak peduli! Aku hanya ingin keluar!
Yu-ching!
Bangun.
Bagaimana kita bisa berakhir di sini?
Habislah kita.
Ya, habislah kita!
Jangan khawatir.
Kita akan cari jalan keluarnya.
Shih-ching!
Sadarlah!
Aku akan melindungimu.
Seharusnya kita tak bermain.
Kita tak akan bisa lolos.
Kita tak bisa keluar.
Aku tak mau mati.
Aku tak mau mati.
- Pasti ada jalan. - Aku tak mau mati.
Aku tak mau mati.
Aku tak mau mati.
Yu-ching, bangun!
Aku tak mau mati.
Kita bisa...
RUANG HIMPUNAN MAHASISWA
Sedang apa kita di sini?
Ini ruangan mahasiswa yang telah meninggal.
Cari apa saja. Aku periksa berkas.
Sudah empat tahun.
Petunjuk apa yang kau harapkan?
Periksa semua.
Baik.
UNIVERSITAS NASIONAL TUNG HU
Bagaimana kau dapat pernyataan dari polisi?
Lebih baik kau tak tahu.
Te, ayo rekam ini.
"Li Wen-yao.
Dia ditemukan tenggelam di bawah jembatan.
Meng Po-ju.
Juga tenggelam di sebuah sudut kampus.
Cheng Lin-en, Li Tien-ming."
Keduanya juga tenggelam.
Hanya Chao Hsin-chiao
yang menghilang.
Kenapa mereka semua tenggelam di tempat yang aneh?
- Apa? - Lihat.
Ada enam orang.
KAMERA 6
Biar kuputar ulang.
Tapi hanya ada lima mahasiswa dalam pernyataan.
Di sini.
Ada enam orang hari itu.
Hanya lima yang disebutkan dalam berkas polisi.
Hanya lima yang masuk berita.
Bagaimana dengan mahasiswa keenam?
Jangan mendekat.
Ikuti aku!
Hsin-chiao? Ayo.
Tak apa-apa.
Apa yang baru saja terjadi?
Tunggu.
Kenapa kita berjalan menuju jembatan?
Ayo! San-nu, ayo!
San-nu!
San-nu!
Yu-ching.
Yu-ching!
Kenapa aku kembali ke sini?
Yu-ching!
Apa itu kau?
Sedang apa kau di sini?
Bukankah kau bilang akan melindungiku?
Bukankah kau bilang akan melindungiku?
Ya.
Kubilang aku akan melindungimu.
Bukankah kau bilang
kau akan akan melindungiku?
Yu-ching.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Ada apa?
Di mana dia?
Kukira kau pergi?
Kenapa kau kembali?
Kurasa kita harus melihat ini.
Foto himpunan mahasiswa beberapa tahun terakhir.
Lalu?
Kita bisa memeriksa dan mencari tahu siapa mahasiswa keenam.
Itu aneh.
"Meng Po-ju."
"Li Wen-yao."
"Li Tien-ming, Cheng Lin-en."
"Chao Hsin-chiao."
Hanya Chao Hsin-chiao yang ada di foto grup.
Kenapa yang lain tak mirip Meng Po-ju atau Li Wen-yao?
Siapa kelima orang yang belum pernah kita lihat ini?
Foto ini diambil pada tahun 2012.
TUNG HU YANG PALING BERANI!
Tapi yang kita selidiki terjadi pada 2016.
Aku pasti melewatkan sesuatu.
Maksudmu sesuatu juga terjadi
pada tahun 2012?
Bukankah uji nyali di Jembatan Hantu Wanita bermasalah pada 2016?
Jadi, dihentikan setelah itu.
Aku ingat artikel aneh di BBS.
Mungkin harus kau periksa.
JEMBATAN HANTU WANITA, UNIVERSITAS TUNG HU
"Lima orang tewas di jembatan.
Penyensoran berita dilakukan.
Tidak dilaporkan."
Tapi tak ada penyensoran berita.
Ini diunggah pada tahun 2012.
Pada tanggal yang sama pada tahun 2012,
uji nyali juga diadakan di jembatan.
Kalian terus saling menggoda.
Kau belum mewawancaraiku!
Tidak ada yang mau!
Atau kau bisa mewawancarainya!
- Ayo wawancarai aku. - Tidak!
- Menyebalkan sekali! - Berhenti bermain-main!
Halo?
Di mana kau?
Aku lupa mulai menyiarkan.
28 FEBRUARI 2016
Halo, Para Junior.
Aku Hsin-chiao, mahasiswa pascasarjana di himpunan mahasiswa.
Uji nyali akan dilakukan besok.
Mari lihat yang dilakukan kapten dan petugas jaga.
Ayo!
Aku akan rekam yang lain.
Tinggal sesuaikan sedikit.
Cepat! Kau sangat lamban.
28 FEBRUARI 2012
Apa yang kau lakukan?
Bukan apa-apa.
Kami siap. Ayolah.
Cepat!
Ini hampir tengah malam.
Kalian harus bergegas!
Baiklah.
- Kau sudah mulai menyiarkan? - Belum.
Aku sedang mengecek cahaya.
28 FEBRUARI 2016
Kalian yang di belakang! Siap?
- Ya, siap! - Ya, siap!
Aku yang tinggal. Kau tak peduli perasaanku!
Bukankah kau mahasiswa TI? Kenapa takut hantu?
Apa yang terjadi pada mahasiswa tahun 2012?
Hsin-chiao!
Shih Yu-ching!
Sadarlah!
Aku akan melindungimu.
Maafkan aku.
Chao Hsin-chiao selamat.
Empat tahun kemudian, dia mengikuti acara itu lagi.
Empat orang tewas lagi.
Orang seperti apa dia?
Apa yang dia alami
yang membuatnya kembali?
Pasti ada hubungannya.
Kumohon, ampuni aku.
Akan kulakukan apa pun.
Kau masih tak mau kembali kepadaku?
Kuberi satu kesempatan lagi.
Bisa tak membuat keributan?
Kalian sedang apa?
Tak ada. Semua sudah siap.
Kalau begitu, pergilah ke neraka.
Ingat.
Apa pun yang terjadi,
jangan pernah menoleh.
Satu, dua.
Sedang apa dia?
Bukankah sepakat tak hitung?
Biarkan dia.
Ini lebih menarik.
Bukankah kita baru menoleh?
Chao Hsin-chiao!
Kenapa kau lebih memilihnya daripada aku?
Yang terjadi pada kita tak ada hubungannya dengan dia!
Kau dalang di balik semua tipuan ini, 'kan?
Kalian semua pantas mati!
Aku memberimu kesempatan.
Kukira kau akan melindungiku.
Aku ingin melindungimu.
Tapi kita tak ditakdirkan bersama!
Kumohon, lepaskan aku!
Tolong lepaskan San-nu. Kumohon!
Jangan sakiti San-nu!
Te-chuan.
Tolong!
San-nu...
Maafkan aku.
Te-chuan.
Tolong!
Aku yang tinggal. Kau tak peduli perasaanku!
Jika kau mencampakkanku seperti pria dalam cerita,
- aku takkan menunggumu di jembatan. - Kalian semua pantas mati!
Tolong!
Aku akan melindungimu.
Jangan takut. Aku akan melindungimu jika terjadi sesuatu.
Akan kucekik sampai mati!
- Kenapa kau tak memercayaiku? - Hantu memang ada.
- Kalian semua pantas mati! - Hentikan!
Kau bilang akan melindungiku!
Maafkan aku.
Jangan bunuh aku.
Aku tak mau mati.
Kau sungguh takut mati?
Kau membunuh Wen-yao dan yang lainnya, 'kan?
Kau juga harus mati.
Jangan bunuh aku.
Akan kulakukan apa pun yang kau minta.
Kau pikir aku tak pernah mencobanya?
Dia tak akan melepaskanku.
Seharusnya aku tak mematahkan mantranya di jembatan.
Aku tak bisa mati meskipun aku mau.
Tapi aku ingin terus hidup!
Berhenti bicara!
Tidak ada gunanya
melanjutkan hidup.
Selama empat tahun, tiap kali aku menutup mata,
aku melihat kelima wajah itu.
Kau yakin ingin terus hidup?
Itu harga yang tinggi.
Pasti ada jalan.
Pasti ada jalan, 'kan?
Pukul kepalaku dengan itu.
Hari ini,
lima orang harus mati.
Bunuh aku.
Bunuh aku!
Mudah membuat dirimu tetap hidup.
Kau mau membunuh agar tetap hidup?
Ayolah.
Ayolah.
Ayo!
Bunuh aku dan kau akan hidup!
Mereka Meng Po-ju, Chao Hsin-chiao, dan Li Wen-yao.
Di mana foto grup yang diambil tahun 2016?
Kau menemukan sesuatu?
Tak ada apa-apa di sini.
Mungkin lebih awal?
Seberapa jauh?
Kapan rumor jembatan itu dimulai?
Kurasa lebih dari 30 tahun lalu.
Halo?
PENCARIAN: KEMATIAN DI KAMPUS, JEMBATAN
Orang-orang untuk reka ulang sudah tiba.
Aku akan bersiap di jembatan.
Apa benar-benar harus syuting adegan tengah malam?
Kau mau terlihat nyata, 'kan?
Kejadiannya tepat empat tahun lalu hari ini.
KEMATIAN TAK DIKENAL, MAHASISWI DITEMUKAN DI BAWAH JEMBATAN
KEMATIAN DI KAMPUS, MAHASISWI DITEMUKAN DI BAWAH JEMBATAN
KALENDER RRT 29 FEBRUARI, 1969
Tanggal 29 Februari lagi.
Jadi, sesuatu pasti terjadi
pada 29 Februari tiap empat tahun?
Pukul 23.50.
Astaga. Te ada di jembatan.
Sulit untuk melanjutkan hidup.
Aku sudah banyak menderita untuk bertahan.
Jika aku ingin hidup,
lima orang harus mati hari ini.
Kudengar orang-orang tewas di jembatan ini.
Itu pasti berita palsu.
Tapi para senior bilang memang benar jembatan itu angker.
Sungguh? Kau benar-benar percaya?
Aku tak peduli selama kita dibayar.
- Semuanya. - Ya?
Aku ingin kalian menaiki tangga dan menghitung anak tangga.
Lalu, berbaliklah.
Mengerti?
- Ya. - Ya.
Siap.
Lima.
Empat.
Tiga.
Dua.
- Satu, dua, tiga, empat, lima, - Satu, dua, tiga, empat, lima,
- enam, tujuh, - enam, tujuh,
- delapan, sembilan, sepuluh, - delapan, sembilan, sepuluh,
- sebelas, dua belas, tiga belas, - sebelas, dua belas, tiga belas,
- empat belas. - empat belas.
Aku butuh bantuanmu
untuk menghancurkan siklus ini.
- Lima. - Lima.
- Empat. - Empat.
- Tiga. - Tiga.
- Dua. - Dua.
- Satu. - Satu.
Sekarang giliranmu.
Terjemahan subtitle oleh Ais Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.