Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PERSEMBAHAN NETFLIX
Itu untuk apa?
Hati-hati, karena kau bisa mati…
tanpa bisa berjuang demi orang yang kau cintai.
Apa?
Kau bercanda? Dia yang baru meninggal.
- Jujur, kau ahli meramal orang. - Tentu saja.
- Banyak orang. - Kau langka.
Lihat, itu si Gadis Kamis.
Sepupu! Kau mau ke mana?
Nona.
- Kau lupa cincinmu. - Cincin pernikahanku.
- Terima kasih. - Apa?
"Terima kasih". Aku berutang budi.
Tak usah, tak apa!
Terima kasih, jaga dirimu.
Apa kata si Gadis Kamis?
- Katanya dia berutang kepadaku. - Berutang?
- Untuk apa? - Aku tak tahu dia kenapa.
- Kau ambil sesuatu darinya? - Entahlah.
- Mau ke mana? - Ayo lihat ada apa.
Sudahlah. Sudah mulai gelap. Paman mencari kita.
- Bukankah itu… - Percuma, ayo pulang.
SATU TAHUN KEMUDIAN
Susu kedelai!
Apa-apaan… Siapa kau?
Pagi, Kak. Aku mau mandi.
Bagus sekali. Kau sangat bertanggung jawab.
Ayah, Marc, bangun!
- Ayo makan! - Kenapa lama sekali?
Akan lebih cepat jika kau membantu.
Kenapa ranjangmu membuat suara aneh tadi?
Itu…
doa pagi.
Sungguh? Doa?
Sepupu, tunggu!
Sepupu! Tunggu, aku juga harus makan.
Kalau soal makan, kau cepat.
Kalau disuruh cari kerja, lama.
Lalu kau? Kenapa di ujung meja?
Apa kau kerabat?
Aku sepupu jauhmu. Itu masih dianggap kerabat.
Jadi, omong-omong…
aku memeriksa kalender Tiongkok
apakah boleh melamar pekerjaan sekarang.
Semua tertutup.
Aku tak mau pindah, tak mau hidup.
Bisakah berhenti mengandalkan kalender itu?
Kita harus mengikuti fengsui.
Walau tak terlihat, kita masih keturunan Tionghoa.
Masakanmu enak. Kau calon istri ideal!
Kalau saudari kalian menikah, kita bagaimana?
Tak terjadi apa-apa.
Kita akan kelaparan. Terutama kau.
Kenapa aku lagi?
Kau menganggur, 'kan?
- Sepupu. - Ya?
Aku harus apa agar punya pacar?
Sayang, kalau aku sesial dirimu dalam urusan cinta,
aku tak akan menunggu keberuntungan.
Ada kesempatan, ambil. Aku tak mau terlalu pemilih lagi.
Aku ingin mencari cinta, tetapi aku masih akan pilih-pilih.
Aku salut dengan percaya dirimu.
Namun, kau tahu? Aku mengerti.
Kau terjebak dengan semua tanggung jawab keluargamu.
Aku tahu berat bagimu.
Tentu, terus saja.
Sepupu, aku cuma ingin bertemu pria yang tampan, penyayang…
Hei!
Kau pikir kau raja jalanan di sini? Apa kau Pak Ongpin?
Gila!
Apa masalahmu?
Kenapa di tengah jalan?
Hai.
Jangan marah, Pak.
Aku hanya ingin kau keluar dari mobil agar aku bisa minta maaf.
Apa?
Maaf, Pak.
- Astaga! - Cepat dilap!
Maafkan kami, Pak.
Aku Stacey Likauko.
Aku sudah tinggal di sini selama 09171434469 tahun.
Aku Nathan, aku harus pergi.
Pak, kau mau ke mana?
Kau mau aku ikut denganmu?
Apa itu tadi?
Dasar genit!
Boo-boo.
Halo.
Boo-boo.
Apa pria itu lebih penting dari bisnismu?
Rasakan detak jantungku.
Berdebar-debar.
Sepupu…
kurasa ini dia.
Aku menemukannya!
Terima kasih, Pak.
Apa aku sudah di surga?
Menurutmu, dia akan kemari?
Dekati dia.
Ya. Akan kudekati dia sekarang.
Aku mudah dibujuk.
Hai, kau.
- Kau lagi? - Senang bertemu lagi!
Pak, kau mungkin ingin membeli dari toko kami. Aku peramal.
- Aku bisa meramalmu. - Kau menyebalkan.
Ayolah. Kumohon.
- Baik. - Baiklah, ikut aku.
- Di mana? Aku buru-buru. - Di stan yang mirip stan Tiongkok.
- Di mana? - Aku orang Tionghoa, jika kau penasaran.
Duduk di sana. Duduk!
Apa yang kau lakukan?
Baik. Berikan tanganmu.
Cepat.
Yang bisa kulihat melalui mata dan telapak tanganmu…
bahwa ada…
sesuatu atau seseorang yang kau inginkan kembali.
Namun, mereka sudah lama pergi.
Lalu…
Kau mungkin juga mencari cinta baru?
Baiklah.
Baik, jika kau ahli, katakan…
apa warna favoritku?
Biru. Untuk kebebasan.
"Biru, untuk kebebasan."
Bagaimana biru melambangkan kebebasan?
Baiklah, lumayan.
Di mana aku bekerja?
Dia bos perusahaan TI.
Kau bos di perusahaan TI. Benar?
- Ya! - Baiklah.
Baik, terakhir.
Kenapa aku ke Quiapo?
Karena di sinilah cintamu mati.
"Karena di sinilah cintamu mati?" Apa?
Kau menguntitku?
Itu menyinggung.
- Penguntit. - Apa?
Bukan itu. Hei, tunggu! Hei!
- Apa yang kau bisikkan kepadaku? - Apa?
Aku belum minta dia berteman di Facebook.
- Aku tak membisikkan apa pun. - Apa?
Dari tadi aku diam. Jangan salahkan aku.
Maaf.
Teman-teman, tolong jangan lupa kiriman kalian, ya?
Pak Nix, De los Reyes Foods mundur dari pengiriman.
Kenapa?
Bos mereka sangat kecewa karena menunggu kita sangat lama.
Serius?
Baik, sekian untuk hari ini.
Pak, tolong tanda tangani cek ini. Tunggu!
Lain kali, jangan minta hari Kamis.
Baik, Pak.
Terima kasih, Pak.
Ke mana saja kau, Kawan?
Gereja Quiapo.
Tak bisa begini terus. Kita kehilangan klien.
Cari yang baru. Uruslah.
Fokuslah ke bisnis lagi.
Sulit menjalankan perusahaan sendiri.
Kau pikir Sara akan senang jika melihatmu begini?
BERUNTUNGNYA AKU DAN KAU TOKO JIMAT
Ayah.
Malam, Paman.
Belum ada yang laku.
Bicaralah dengannya. Biar kuurus ini.
Baiklah.
Ayah…
mungkin keberuntungan belum tiba
karena Ayah tak dianggap serius.
Lihat diri Ayah.
Ayah seperti tokoh kartun.
Kau tak percaya kepada ayahmu sendiri.
Begini, Ayah.
Bukannya aku tak menghormati fengsui,
tetapi…
bagaimana jika kita tak beruntung?
Akankah kita selalu begini?
Akankah aku selalu begini?
Mandek.
Muram?
Tentu saja…
aku juga ingin menemukan keberuntunganku.
Kenapa?
Kau sudah bosan dengan kami?
Karena itu, kau ingin menemukan keberuntunganmu?
Ayah berlebihan!
Ayah harap saat kau sukses…
kau tak melupakan kami.
Tentu saja, Ayah. Bagaimana aku bisa menolak Ayah?
Aku tak bisa menolak kalian.
Ya!
Pesan yang kalian mau, aku traktir!
Itu sebabnya aku menyukaimu.
- Sungguh? - Ya.
- Kenapa kau bisa jualan banyak? - Aku beruntung.
Kau mau siomai, 'kan?
- Aku mau daging sapi, babi. - Berapa?
Katak? Tambah katak.
Jangan, itu sepupumu!
Kenapa? Tak apa. Makan keluargamu.
Jadi, itu cintamu yang mati.
Kau lagi. Kau menguntitku?
Menguntit lagi.
Bukankah sudah kubilang aku tinggal di Binondo 09…
Aku tahu, kau sudah tinggal di sini 09171434469 tahun.
Ya, aku ingat.
Kau tahu nomorku, tetapi bahkan tak kirim pesan…
Apa kau menggodaku?
Jadi, sudah berapa lama pacarmu meninggal?
Istri.
Hampir setahun.
Meninggal karena kecelakaan mobil di Quiapo bersama…
Gadis yang malang…
Ya, dan itu bukan urusanmu.
Meninggal di Quiapo tahun lalu…
Tunggu. Apa istrimu si Gadis Kamis?
"Gadis Kamis"?
Dia tinggi, langsing, berambut hitam panjang…
cantik sepertiku.
Dia selalu di Quiapo setiap Kamis.
Kenal istriku?
- Tidak. - Kalian saling kenal?
Aku biasa melihatnya di Quiapo tiap Kamis.
Menyalakan lilin untuk merayakan setiap Kamis kali pertama bertemu.
"Menyalakan lilin…
setiap Kamis untuk merayakan kali pertama bertemu."
- Kau dengar itu? - Tahu dari mana?
Setelah itu, kita tidur dan melakukan…
"Setelah itu, kita tidur dan melakukan…"
Hei! Tahan.
Kenapa aku dengar erangan? Kenapa ada yang mengerang?
Namun, tolong. Lepaskan aku, Boo-boo.
"Lepaskan aku, Boo-boo"? "Boo-boo"?
Itu nama panggilan kami.
Stacey!
Stacey!
Stacey.
- Kak. - Hei. Hei! Tunggu!
Aku harus pergi dari sini.
Dia masih di sana!
Hei, tunggu! Kau bisa bicara dengan Sara?
Ya! Mungkin! Aku tak tahu!
Tolong jauhi aku.
Kau membawa hantu.
- Pergi! - Tidak.
Dia bilang apa lagi? Yang tak kau beri tahu?
Baik.
Aku menyukaimu sejak pertama bertemu. Sudah!
Bukan itu yang aku tanyakan.
Begitu, ya?
Entah, aku terus mendengar sesuatu. Andai saja, "Penginapan World Manila."
Namun, yang kudengar adalah kalimat utuh, seperti…
Nathan Torres, suami Sara Lustre-Torres…
"Nathan Torres, suami Sara Lustre-Torres…"
Di Unit 6 Griya Tawang…
- Menara Libert 143 BGC Parkway. - "Menara Libert 143 BGC Parkway."
- Bisakah kau melepaskan istrimu? - Bisakah kau melepaskan istrimu?
Sara! Sara! Di mana kau?
- Sara, bicaralah. Bicaralah! - Kenapa aku mendengar ini?
Di mana kau?
Maju selangkah lagi, kau akan rasakan Tiga Jari Maut.
Pergilah, Roh!
Pergilah, Roh!
- Teruskan! - Pergilah, Roh!
- Lebih keras! - Pergilah, Roh!
- Teruskan! - Pergilah, Roh!
Pergilah, Roh!
Pergilah, Roh!
Pergilah, Roh!
Pergilah, Roh!
Pergilah, Roh!
- Pergilah Roh! - Lebih keras!
Pergilah, Roh!
- Halo! - Pergilah, Roh!
- Aku di sini! - Pergilah, Roh!
Katanya dia di sini!
Kalian berlebihan.
Kau di mana?
Kenapa aku tak bisa melihatmu?
Entahlah.
Mungkin karena kalian tak punya mata ketiga?
Yang penting aku bisa bicara denganmu.
Ayah, Sepupu, sepertinya cuma aku yang bisa dia ajak bicara.
Lebih bagus lagi, cuma kau yang digentayangi.
Tidak!
Aku bukan hantu. Sumpah!
Aku tak akan menakutimu.
Katanya dia bukan hantu. Dia tak ingin menakuti kita.
- Dia dengar? - Dia dengar?
Dia bisa mendengar kita!
Tunggu. Kau butuh apa dariku?
Aku cuma ingin kau bantu Nathan melanjutkan hidup.
Katanya aku harus bantu Nathan melanjutkan hidup.
Jangan mau!
Jangan!
Nathan pikir kau jembatannya ke aku.
Jadi, aku yakin dia tak akan berhenti mengganggumu.
Dia akan membawamu ke semua tempat istimewa kami.
Rencananya adalah…
rusak semua kenangan itu.
Kenapa aku?
Kenapa bukan dia saja?
Jangan!
Hanya kau yang bisa kuajak bicara.
Aku coba bisiki banyak orang, tetapi cuma kau yang mendengarku.
Berarti hanya aku jembatanmu ke Nathan?
Nak, jangan mau, ya?
- Jangan. - Jangan mau, Kak.
Baiklah.
Akan kubantu. Akan kubantu Nathan melanjutkan hidup.
Jika aku tahu, kau setuju karena kau menginginkan Nathan.
Benar!
Diam.
Ini peluangku mendekati Nathan.
Setelah itu, kami bisa bersama.
Aku dengar itu.
Maaf!
Aku lupa kau bisa mendengarku. Maaf.
Stacey, aku tak masalah jika kau menyukai suamiku.
Benarkah?
Kau serius? Kau tak keberatan?
Untuk apa kucegah suamiku menemukan cinta baru?
Baiklah, aku siap! Ayo lakukan!
Aku akan bantu Nathan melanjutkan hidup.
Bukankah kami bilang jangan?
Artikel yang kau minta, Pak.
Baik, terima kasih.
Ini keajaiban. Apa ini?
Tunggu, ini serius?
Kau sudah kembali?
- Ya, Kawan. - Tak mungkin.
Dia kembali!
Sara kembali.
- Sara? - Ya.
- Aku menemukan jembatan ke Sara. - Sara kembali.
Siapa jembatan sial ini?
Stacey Likauko dari Binondo.
Aku sudah cari tahu, sudah pastikan, dia bisa!
Kau tahu…
aku ragu.
Aku tidak.
Aku sudah di Lawton, di seberang kantor pos.
Jembatan mana?
Jembatan ke Binondo.
Ada dua jembatan ke Binondo. Yang mana?
KIRIM!
Ada dua? Aku tak tahu.
Sudahlah. Aku harus ke mana?
KLIK, KLIK, KLIK!
Kirim foto penis dahulu.
Lalu, apa katanya?
Sayang, dia tak mau mengirim foto penisnya.
Apa? Berhenti, minggir!
Maaf, tadi Pao yang kirim.
KIRIM!
Pasti. Jadi, kita bertemu di jembatan mana?
Kau marah kepadaku?
Kurasa namanya Jembatan Jones.
Yang menuju ke busur Binondo.
Itu Jembatan Jones. Jalur mana? Utara atau selatan?
Dia kenapa?
Dengan semua masalah yang ada di negara kita,
inflasi, kemiskinan, ekonomi,
dia malah tambahkan dengan semua pertanyaan ini!
Aku tak peduli. Aku cuma mau dia kirim foto penisnya.
Bisakah kau pergi atau ke sana? Kau terus mengatakan hal jorok.
- Cuma foto. Kau berlebihan. - Sana.
Aku di sini untuk mencari angin.
Stacey.
- Hei! - Hei!
- Lihat, kita masih bertemu di tengah. - Hei!
Kukira kau dari area ini.
Kenapa tak tahu jembatan ini?
Kau terus bicara. Maaf!
Jadi, bagaimana? Sara ada di sini?
Ya, aku di sini!
Sara, lain kali, beri tahu. Kau membuatku kaget.
Katanya dia di belakangku.
Baiklah.
Aku harus memastikan, ya?
Aku akan tanyakan hal yang tak kau temukan di medsos. Boleh?
- Baik. - Boleh?
- Ya. - Baik.
Di mana Sara lahir?
Di Tondo, dekat Tutuban.
"Di Tondo, dekat Tutuban."
- Hei, Sara dan aku bertetangga! - Benar!
Ya.
Baik, terakhir.
Di mana aku melamar Sara?
Di Baluarte de San Diego.
Di Intramuros.
"Di Baluarte de San Diego, di Intramuros."
- Kalian romantis. - Ya!
- Ya! - Ya!
Kau jembatanku ke Sara.
- Astaga. - Ya.
Kau menyakitiku.
Ayo, ke rumahku.
Tunggu. Tunggu aku.
Besar sekali tempat ini!
Tirainya terbuka otomatis…
Rumahmu dua lantai!
Sara, kau tak bilang kau kaya.
Dapurmu sangat besar.
Bahkan lebih besar dari rumahku.
Sara tak bilang rumah kalian besar.
Aku kagum dengan rumah kalian.
Boo-boo…
Apa?
Maaf, kukira aku melihat…
Anggap rumah sendiri.
Aku mau cuci muka.
Apa?
Aku tahu!
Aku akan masak makanan favoritnya. Steik!
Sara?
Sara, kau di mana?
Rumahmu bagus sekali.
- Kapan aku punya rumah seperti ini? - Stacey.
Kita harus masak steik.
Aku tak tahu caranya. Kalau mi kanton, aku bisa.
Lebih mudah dibuat dan enak!
Tidak bisa! Harus steik.
Ayo, akan kuberi tahu caranya.
Kau tahu? Beruntung, kau sudah mati.
Kalau tidak, kau sudah kubunuh.
Nathan sangat suka steik.
Setengah matang, tambahkan garam dan lada.
Sangat lezat.
Nathan suka steik porterhouse yang sempurna.
- Ambil steik dari kulkas. - Kulkas.
Itu dia.
Potongan steik terbaik yang kau temukan di Manila.
Panci dan wajan. Di laci pertama dari kanan bawah.
Benar, itu dia.
Bagus.
Yang ini?
- Favoritnya basil, timi, minyak zaitun… - Terserah.
Akan kupakai semua!
Bumbui steiknya. Benar.
Ambil anggurnya.
- Yang mana, Sara? - Yang itu! Ya.
Kau harus bakar steiknya.
Jadi, tuangkan sedikit.
Nyalakan apinya, lalu…
- Astaga! Nathan akan membunuhku! - Siram air!
- Bagaimana ini? Aku tak tahu. - Kau sedang apa?
- Nathan, maafkan aku. - Boo-boo!
Aku tak mau mati!
Berikan! Aku butuh selangnya! Biar aku saja!
Biar aku yang pegang��
Tersenyumlah, Sayang. Tak apa.
Selamat Hari Jadi.
"Tersenyumlah, Sayang. Tak apa."
"Selamat Hari Jadi!" kata Sara.
Kau hampir membakar rumahku.
Kau bukan hanya penguntit, tetapi juga pembakar.
Kau berlebihan. Apinya sudah padam, 'kan?
Aku yang berlebihan?
Ini bersih.
Cium saja.
Mana aku tahu yang kupegang itu bukan pemadam api?
Sebenarnya, bagaimana caranya?
Maksudku, bagaimana kau bisa bicara dengannya?
Apa dia merasukimu?
Tidak.
Dia hanya membisiki aku,
tetapi aku tak melihatnya.
Baik, kenapa dia tak bicara langsung denganku?
Dia sudah coba, tetapi kau tak bisa dengar dia.
Mungkin…
kau tak punya telinga ketiga.
Kau tahu apa itu?
Mata dan telinga ketiga.
Boo-boo, bisa kita bicara?
Tentu, Boo-boo.
"Tentu, Boo-boo."
Aduh!
Sekarang, aku bilang "Boo-boo" karena kalian.
Katanya, katakan saja!
Boo-boo, kau ingat kencan kita di Baluarte de San Diego?
Dengan sangat jelas.
Namun, kita bisa lupakan kenangan itu dan buat yang baru.
"Dengan sangat jelas, tetapi kita…"
Sara terlalu banyak bicara.
Dia bilang lupakan saja.
Sara…
- Bagaimana ini? - Aku tak bisa melupakan itu.
- Sara, aku harus… - Aku tak akan melupakan itu.
Sara, aku harus bagaimana?
Nathan tampan, 'kan?
Tak hanya tampan.
Dia luar biasa tampan.
Dia bagaikan malaikat jatuh dari surga.
Lihat matanya, hidungnya bagus, bibirnya.
Dia sempurna.
Hei, kau terlalu banyak bicara.
Astaga, Sara.
Sekarang aku tiba-tiba mengatakan hal aneh karena kau.
Boo-boo…
Sara, kau dengar itu?
Jika kau bicara langsung dengannya,
kurasa dia akan lebih cepat melupakanmu.
Kurasa tidak. Aku tahu Nathan.
Jika dia melihat atau mendengarku,
akan lebih sulit baginya.
Baiklah.
Ayo tinggalkan dia.
Dia sudah besar.
Aku merasakannya.
Bicara cepat!
Kalian bercinta. Ini berita eksklusif!
Tidak.
Sepertinya ada yang ragu-ragu.
Ya, benar.
Kami tidak bercinta.
Namun, kupegang itunya.
- Bagaimana bisa? - Itunya?
Itunya!
Itunya yang malang dan tak tahu apa-apa!
- Jadi, Sepupu… - Apa?
Gadis itu diam saja?
Siapa namanya?
- Sara. - Sara?
Walaupun ada kejadian itu? Di mana dia?
Halo, aku di sini.
Dia di belakangku.
Gelembung? Dia sudah gila.
Keluargamu terlalu menghakimi.
Tenang, mereka akan terbiasa.
Sara…
kenapa kau mencintai Nathan?
Karena cara dia mencintai berbeda.
Kau sangat beruntung bersamanya.
Andai aku juga beruntung.
Jangan khawatir.
Cepat atau lambat dia akan sadar dia menyukaimu.
Hei!
Kau sungguh aneh!
Apa? Kau tak mau?
Apa kau akan menolak?
Entah denganmu!
Dengar, dia sudah gila.
Dia bicara sendiri.
Terima kasih.
Kau serius kalian suka makan di sini?
Bukankah kalian suka ke restoran bagus?
- Dia tak suka. - Aku tak suka.
Hanya saja, tempat ini agak suram.
Kalian tak cocok di sini.
Aku tak tahu Sara kenapa.
Namun, tiap kuajak ke sini, dia senang sekali.
Makanan di sini enak. Begitu kau makan, rasanya…
sangat autentik.
Seolah kau bisa merasakan semangat dan kegembiraan Manila.
Baginya…
- Pesananmu, Pak. - Terima kasih.
- Satu ceker ayam, satu tahu. - Terima kasih.
Bagi dia, walau tempat ini menyajikan makanan Tiongkok,
dia yakin itu memiliki rasa autentik masakan Manila.
Ya. Kalian memang cocok jadi suami istri.
Kalian banyak bicara.
Sebentar.
Stacey!
- Jangan lupa rencana kita. - Benar.
Pao! Sepupu!
Rencana kita.
Serahkan kepadaku. Tenang!
Pak, pesan mi.
- Cobalah. - Baik, akan kucoba.
Ini dia!
Aromanya enak.
Enak?
- Ya. - Enak?
- Terus makan! Ini sangat enak. - Ya.
Pedas sekali. Air!
Sepupu!
Cuka. Ini cuka!
Karena enak kalau ditambahkan cuka!
Aku tahu niatanmu.
Kau mencoba merusak kenangan Sara dan aku.
Apa maksudmu?
Dengar, aku tidak bodoh. Kau juga tidak.
Aku tahu kau paham maksudku.
Kau tertawa sekarang, Sara?
- Hei! - Kalian tampak serasi.
Apa pun rencanamu, tak akan berhasil.
Kalian berbisik apa?
Istrimu yang merencanakan semua ini.
Dia bahkan bilang kita serasi.
Baiklah.
Pembohong.
Setahuku, dia ingin kau melakukan hal baik
dan kau memilih mengacaukannya.
Untuk apa?
Entahlah.
Untuk memanfaatkanku?
Hei, tunggu!
Kau memang menarik, tetapi aku bukan gadis seperti itu.
Jangan terlalu banyak berasumsi.
Omong-omong, kita akan pergi bersama.
Jika kau mengacau, aku akan marah besar.
Aku sangat takut. Sara, tolong.
Baiklah.
Ini bagus, tetapi kalau tutup, apa gunanya?
Kau cerewet. Pegang ini.
Hei!
Hei! Nathan, kita bisa ditangkap.
- Baiklah. - Nathan!
Kau bisa.
Injak ini, hati-hati tertusuk.
Sekarang kau pikir aku Spider-Man?
Kau bisa.
Ayo.
- Kita bisa ditangkap… - Giliranmu.
- Hati-hati. - Kau menyebalkan.
- Jangan tersangkut. - Kau tahu, kau menyebalkan.
- Awasi penjaganya. - Tidak ada.
Kau sungguh menyebalkan.
Di sini sangat indah.
Tempat ini adalah…
saksi cintaku dan Sara.
Benar, ini tempatmu melamar.
Ya.
Saat bersamanya di sini…
aku merasa bisa meraih bintang.
Aku merasa seperti di surga.
Saat dia meninggal…
aku tak hanya kehilangan separuh hidupku,
tetapi seluruhnya.
Istriku…
bayiku…
keluargaku.
Kalian punya anak?
Ya.
Dahulu.
Kau tahu, hatiku hancur…
kini mereka berdua sudah tiada.
Kau terlalu mencintai, ya?
Kau sangat mencintainya.
Bukankah sudah seharusnya?
Terutama dengan orang yang ingin kau ajak berkeluarga.
Entahlah.
Aku belum pernah punya pacar, hanya suka.
Namun, lalu aku berpikir…
kau tak boleh memberikan seluruhnya kepada orang yang kau cintai,
seluruh cintamu, dirimu, karena…
bagaimana jika orang itu pergi?
Bagaimana nasibmu? Apa yang tersisa untukmu?
Itulah yang terjadi kepada ayahku.
Dia menyerahkan dirinya untuk Ibu.
Jadi, saat ibuku meninggal…
tak ada yang tersisa dari ayahku.
Karena itu, aku harus mengambil alih tanggung jawabnya.
Itu sebabnya…
akulah…
yang tidak punya apa-apa.
Ini gila.
Tiba-tiba aku yang curhat. Malam ini seharusnya tentangmu.
Tak apa.
Setidaknya aku jadi lebih mengenalmu.
Ternyata kau cukup bijak.
Kau meremehkanku.
Aku serius!
Tentu saja aku bijaksana.
Masih yakin aku akan temukan cinta baru?
Tentu saja! Apa maksudmu?
Aku yakin…
dunia tak kehabisan cinta.
Meskipun cinta direnggut darimu,
cinta yang baru akan tiba.
Kau hanya perlu percaya akan cinta.
Hei, tak boleh di sini.
Maaf, Pak. Maaf!
- Maaf. Kami pergi sekarang. - Maaf.
Ayo pergi.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Pilih saja dari tumpukan agar ada yang terjual.
Stacey!
Kenapa kau mengabaikanku?
Stacey!
Hei!
Nathan…
Kau bersikap konyol.
Kau tak merasa canggung dengan kejadian di Intramuros?
Sesuatu terjadi di Intramuros?
Seharusnya kau pesan kamar. Pelit sekali.
Tak terjadi apa-apa di antara kami.
Ini tak seperti dugaanmu.
Kau canggung hanya karena itu?
Kau merasa canggung?
Aku harus bicara dengan Sara.
Sara?
Aku harus bicara dengannya.
Boo-boo.
Apa dia di sini?
Aku harus bicara dengannya. Sara!
Kau sangat ingin bicara dengannya?
- Ya! - Kalau begitu, ikuti aku.
Lihat, mereka pergi lagi. Menurutmu, mereka ke mana?
Stacey, kita di mana?
Kenapa kita ke sini?
Kau mencari Sara, 'kan?
Dia di sini?
Apa?
Kenapa ke sini?
- Ayo cari Sara. - Stacey.
Stacey, cukup.
Aku juga ingin tahu di mana Sara.
Jadi, kita sama.
Mungkin di sini. Ayo cari.
Kau mau periksa? Sara!
Tidak ada.
Mungkin dia bersembunyi di seberang. Kau mau kita periksa?
Sara? Sara!
- Stacey, cukup. - Tunjukkan dirimu.
Tetap tidak ada. Kemari.
Sara?
- Sara, tunjukkan dirimu! - Stacey, cukup. Kumohon!
Stacey, hentikan.
Sara! Tidak ada!
Tak ada apa-apa.
- Dia… - Hentikan.
Kita tak akan menemukan Sara karena dia sudah tiada.
Kita cari ke mana pun, tak akan ketemu, karena dia sudah tiada.
Namun, aku di sini.
Aku membantumu melanjutkan hidup.
Kata siapa aku ingin melanjutkan hidup?
Untuk apa?
Untukku?
Bagaimana jika aku mulai mencintaimu?
Aku sangat bodoh.
Aku bersaing dengan orang mati.
Stacey, kau berharap aku membalas budi?
Karena aku tak bisa.
Baiklah.
Nathan, bisakah kau melanjutkan hidup?
Setidaknya lakukan itu.
Agar yang nanti mencintaimu…
tak akan sakit hati sepertiku sekarang.
Ayah, kami berangkat kuliah dahulu.
- Itu mereka. - Ayo.
Paman!
Hei!
Hei!
Mau apa ke sini?
Manfaatkan putriku untuk bertemu istrimu?
Lalu apa?
Siapa lagi yang akan kau manfaatkan? Aku?
Aku minta maaf atas perbuatanku,
tetapi aku ingin bicara dengan Stacey.
Tidak!
Sepupu.
Mau apa kemari, Nathan?
Stacey, aku sungguh minta maaf jika kau…
Tak apa.
Aku juga minta maaf jika…
itu yang kurasakan.
Aku juga minta maaf karena tak bisa membalas budi.
Namun, maukah kau tetap menjadi jembatanku ke Sara?
Tidak, tentu saja tidak!
- Tidak! - Tidak boleh!
Kak, jangan! Jangan mau!
Kau tahu…
ini sangat sulit bagiku.
Namun, baiklah!
Namun, ada syaratnya!
Paham?
Kau akan tetap bisa bicara dan bersama Sara…
Hei, bukankah dia…
Namun, kau harus menuruti mauku.
Semuanya…
yang juga Sara mau.
Yaitu?
Melanjutkan hidup.
Langkah pertama
melanjutkan hidup adalah melakukan bedah rumah.
Setelah mengubah semuanya,
kau akan merasa berbeda tentang segala hal.
Periksa semua hal di rumah ini satu per satu.
Hei!
SUMBANGAN
Periksa barangmu satu per satu, dan tanyakan dirimu…
"Apa ini memberi kebahagiaan untuk membantuku melanjutkan hidup?"
Kalau tidak, singkirkan.
Bagian dari melanjutkan hidup adalah pindah ke tempat baru
agar kau dapat pandangan hidup yang baru.
Bagaimana mau dapat pandangan hidup baru
jika kita melihat hal lama?
Kau cerewet. Tak bisakah dengarkan aku saja?
Maksudku, dengarkan Sara.
Permisi?
- Ya? - Apakah kau kenal Monico?
Stacey!
Monika!
Monico?
Sekarang, Monika.
Dengan huruf "K".
Monika Lhuillier!
- Hip hip, hore! - Hore!
- Hip hip! - Hore!
Agar mujur dan terhindar dari kesialan, lakukan ini!
Ini akan membantumu melanjutkan hidup.
Hei, bau!
Kita harus memeriksa setiap sudut rumah ini.
Boo-boo?
Apa kita harus melakukan ini?
Dia bilang, silakan.
Kami, di Palácio de Memoria, bangga
menyimpan kenangan terbaik dari masa lalu kami yang berjaya.
Kami tampilkan Manila secara mendalam,
tetapi juga dalam konteks modern.
- Ayo lanjutkan. Lewat sini. - Kau tahu banyak, Monico.
Baik, terima kasih!
Kawan!
Delos Reyes Foods bersama kita lagi. Mereka kembali.
Nathan, Nix!
Ayo, ini untuk keberuntungan!
Jadi, kau melelang barang di sini?
Kau melepaskannya begitu saja?
Nathan, kami tak sembarang melepaskan barang-barang di sini.
Kami berikan kepada juru lelang terbaik.
Lalu kenangannya?
Nilai sentimentalnya?
Apa juga hilang begitu saja?
Nathan, yang berubah hanyalah
cara pemilik baru merawatnya.
Namun, kenangannya akan selalu ada. Tak ke mana-mana.
- Kau hebat. - Kau meragukannya?
Stacey, jangan!
Baiklah. Maaf.
Hei!
Aku tak tahu kau jago bermain piano.
Mainkan lagu untukku. Ayo.
Baiklah.
Aku akan ikut bersamamu
Dengan apa pun yang kau mau
- Aku akan ikut bersamamu - Aku akan ikut bersamamu
- Selama kau juga bersamaku - Selama kau juga bersamaku
- Ini salah. - Ayo, Nathan. Ini langkah terakhir!
Jadi, ini yang kau sebut melanjutkan?
Bukan.
Ini yang disebut melepaskan.
Sekarang, ayo.
Di Teluk Manila inilah,
kau akan temukan matahari terbenam terbaik di dunia.
Dia memintaku ke sini hari itu.
Dia bilang dia punya kejutan untukku.
Kami seharusnya makan malam lezat,
lalu dia bilang dia punya kabar baik.
Andai aku tahu itu akan menjadi berita paling menyakitkan bagiku…
Andai aku tahu, aku yang ke Quiapo, bukan dia.
Maka, dia masih ada di sini.
Aku masih bisa punya keluarga.
Ingat yang kubilang di Quiapo…
tentang bisa berempati denganmu?
Itu karena aku juga tahu rasanya.
Aku tahu rasanya…
berharap.
Berpikir mungkin suatu hari…
semua rasa sakit akan hilang…
dan juga kesedihan.
Namun, Nathan, percayalah…
kau merasa begitu karena…
kau terus menggenggam sesuatu yang seharusnya kau lepaskan sejak lama.
Aku tak mau melepaskan Sara.
Saat kau melepaskannya,
bukan berarti kau menghapus perasaanmu.
Nathan, terkadang…
yang paling menyakitkan, tetapi paling indah dari cinta…
adalah melepaskan.
Nathan, saatnya melepaskan Sara.
Kau layak bahagia.
Layak mencintai dan dicintai.
Aku yakin itu yang Sara inginkan untukmu.
Kau harus hidup lagi, Nathan.
Lepaskan dia di sini.
Di sinilah…
tempat paling menyakitkan bagimu.
Tarik kembali lamaranmu.
Apa?
Apa maksudmu?
Nathan, kita sudah sepakat. Kau lakukan yang aku minta.
Sekarang, berlutut.
Katakan semua yang kau katakan saat melamar Sara.
Nathan.
Tidak.
Ayolah, Nathan.
Nathan, ayolah. Ini kesempatanmu melepaskan Sara.
Sara Lustre…
sepuluh tahun lebih…
kau menjadi cinta sejatiku.
Aku berjanji…
mulai hari ini hingga maut memisahkan,
aku akan memperjuangkan cinta kita.
Maukah kau melepaskanku, Boo-boo?
Baik.
Bolehkah aku…
Boleh aku memelukmu?
Kau tahu, untuk…
untuk Sara.
Baiklah.
Kau tampak bahagia.
Tak boleh?
Kau membawa aplikasi beta yang kita percepat?
Ya.
Setidaknya kau benar-benar kembali.
Namun, jika Sara yang menyuruhmu,
kumohon, jangan berhenti.
Bukan Sara,
tetapi Stacey.
Tunggu. Jadi, aplikasi yang kau percepat itu untuknya?
Ya. Namun, kau tahu?
Kurasa… Sara menuntunku ke Stacey.
Menurutmu begitu?
Aku mulai menyukainya.
Kawan, tetapi kau harus pastikan.
Akan buruk jika kau menyukai Stacey karena dia jembatanmu ke Sara.
Dia lebih dari sekadar jembatan.
Dia seperti Sara, tetapi Sara yang baru.
Kau pembohong besar!
Kau suruh Nathan begitu?
Ya.
Aku bisa mendorongnya melanjutkan hidup.
Tanpa Sara.
Ya. Lagi pula, itu yang dia mau, 'kan?
Agar kami bahagia. Di mana pun dia berada.
Kau gila! Kau bohongi Nathan!
Jika itu demi kebaikan dirinya…
apa salahnya?
Aku bisa merasakannya.
Aku akan beruntung hari ini.
Benarkah, Paman?
Tentu saja!
Lihat kartu Gosok ini! 5.000.
- Bagus, Ayah! - 5.000?
Hai, Nathan.
Kau berpakaian seperti Sara.
Ya.
Aku meminta saran mode dan dia memberikannya.
Kau mau tunjukkan sesuatu?
Nix dan aku mengembangkan aplikasi beta untuk toko daringmu
agar bisnismu bisa berkembang.
Terima kasih makan malamnya, Nathan!
- Nix! - Hei, apa kabar?
- Hei. - Hei. Hai, Semua!
- Apa kabar? - Nix, Nathan, apa ini?
Aku terpikir memperbarui nama tokomu.
Agar promosi dan pemasarannya lebih mudah.
Lalu soal aplikasinya… Nix, silakan.
Kami sudah luncurkan versi lengkap aplikasi Luck On.
Namun, kami butuh bantuan dalam merawat peladennya.
Permintaan pelangganmu sudah meningkat.
Terima kasih, Nathan.
- Ini berarti bagi kami. - Terima kasih juga, Pak.
Mau kuajari cara menggunakannya?
Ya.
Ajari kami!
- Jangan lupa terima kasih! - Berikan nomor teleponmu.
Terima kasih, Nathan. Kau buat mereka senang.
Kau senang?
Ya.
Ini lumayan keren. Setidaknya, aku dapat hadiah ulang tahun lebih awal.
- Ulang tahun? - Ya.
Kenapa tak bilang lebih awal?
Entahlah, kita hanya makan dan…
aku baru ingin memberitahumu.
Lagi pula, ulang tahunku masih Kamis.
Begini saja.
Ayo rayakan besok. Kita lakukan hal spesial?
Apa? Di mana?
Akan kuurus. Akan kujemput kau besok malam.
Kau tak keberatan?
Wah! Kau bahkan punya meja.
Aku cuma meminjamnya. Seseorang membantuku.
Kita akan menonton sesuatu.
Semoga kau suka.
Apa itu?
Kau tahu film ini?
SAYANG, APA AKU DI SURGA?
Ini favoritku! Sayang, Apa Aku Di Surga?
Ini film favoritku.
- Benarkah? - Ya.
Maukah menikah denganku?
Tentu saja! Aku senang sekali bisa menikah.
- Ini dia. - Terima kasih.
Pak! Kita akan tertembak!
Kau bahagia?
Apa? Pertanyaan macam apa itu?
Tentu saja, karena keluargaku bahagia.
Namun, pertanyaanku, apa kau bahagia?
Ayolah, kau bisa cerita.
Katakan.
Pembohong masuk neraka. Jadi, katakan saja.
Mungkin…
aku tak tahu sampai kapan
aku bisa membohongi diri…
bahwa aku bahagia karena keluargaku bahagia.
Baiklah.
Kalau begitu…
apa yang membuatmu sedih?
Agar aku tahu cara membuatmu bahagia.
Kapan giliranku?
Saat bukan tentang keluargaku lagi.
Itu dia.
Seumur hidupku…
aku selalu mengutamakan mereka.
Selama mereka baik-baik saja, aku juga.
Keinginanku tak penting.
Aku menyayangi keluargaku, tetapi terkadang aku berpikir…
aku terlalu menyayangi mereka
sampai seluruh hidupku untuk mereka.
Itu sebabnya, aku tak bisa menjalani hidupku sendiri.
Aku menerima kenyataan bahwa aku mungkin tak akan punya hubungan
dan hanya mengurus keluargaku.
Kalau soal percintaan, aku tak beruntung.
Mungkin kau butuh tipe cinta baru.
Mungkin… sudah saatnya kau punya pacar.
Kau membuatku jatuh cinta kepadamu, ya?
Tentu saja tidak!
Apalagi untuk orang yang membuatku jatuh cinta lagi.
Mari nikmati momen ini saja.
Ini ulang tahunmu.
Bersulang!
Aku lupa ini sedang diperbaiki.
Bisa naik tangga ke griya tawang?
- Tidak. - Kau yakin?
Tentu saja! Ini bukan apa-apa.
Cuma 47 lantai.
- Ayo! - Baiklah. Ayo.
LANTAI 10
Hei! Kau serius?
Baru lantai 10, kau sudah kelelahan.
Ayolah, kau bisa!
Kau masih sanggup?
Tentu saja.
LANTAI 46
Aku yang pertama.
Aku haus.
Tunggu.
Aku harus taruh ini di sini. Nathan, kau membuatku gugup.
Hati-hati. Kau tak apa-apa?
Coba kulihat.
Ini hanya kram.
Tak apa. Lihat, bukan apa-apa.
Kau yakin?
Hati-hati. Aku gendong.
Boo-boo.
KAU SUDAH MAKAN? KAU DI MANA?
AYO BERTEMU DI PUSAT FILM MANILA NANTI.
JANGAN LUPA MAKAN…
Terima kasih!
Dia datang!
- Selamat ulang tahun! - Selamat ulang tahun!
- Stacey! - Stacey!
Nak?
- Kak. - Kak.
Nak.
Ada apa?
Apa yang Nathan lakukan kepadamu?
Tak ada.
Dia tak melakukan apa-apa kepadaku.
Aku yang berbuat salah kepadanya.
Sara tidak di sini lagi.
Aku tak bisa mendengarnya lagi.
Aku berpura-pura mendengarnya,
padahal aku sudah lama tidak mendengar bisikannya.
Aku melakukannya karena tak mau kehilangan Nathan.
Aku mencintainya, itu sebabnya kulakukan semua ini.
Namun, kenapa aku merasa…
aku menghancurkan keluarganya bersama Sara,
walaupun Sara dan anaknya sudah tiada?
Ayah mengerti.
Ayah mengerti karena kau juga pernah membantu Ayah.
Saat dunia Ayah hancur setelah ibumu wafat…
kau mengambil alih semua tanggung jawab yang seharusnya tugas Ayah.
Niatmu baik.
Kau hanya ingin membantu Nathan melanjutkan hidup.
Namun, kau tahu…
setelah apa yang terjadi di keluarga kita,
Ayah sadar melanjutkan hidup itu sulit.
Kau tak bisa memaksanya atau terburu-buru.
Melanjutkan hidup itu bagaikan menyembuhkan luka.
Untuk menyembuhkan luka…
kau harus memberi waktu untuk sembuh sepenuhnya.
Kau masih punya waktu.
Kau masih punya kesempatan untuk memperbaiki semua ini…
serta membiarkan Nathan dan dirimu sembuh.
Kami menyayangimu, Kak.
Stacey Likauko…
aku tahu kau menyukaiku dan…
aku ingin melanjutkan ini ke jenjang berikutnya.
Maukah kau menjadi pacarku?
Hei!
Kupikir kau tak datang.
Kau pergi tanpa pamit.
Kita harus berhenti bertemu.
Apa?
Apa aku berbuat salah?
Kita baik-baik saja semalam.
Aku yang melakukan sesuatu kepadamu.
Aku membohongimu.
Sejak pertama kita ke Baluarte…
Sara sudah tidak di sini.
Aku tak mendengarnya lagi.
Dia sudah pergi.
Baik. Jadi, semua…
yang kau lakukan itu bohong?
Semua karena kau, bukan Sara?
Nathan, kulakukan itu karena mencintaimu.
Baiklah.
Apa yang lucu?
Kubilang, apa yang lucu?
- Hei. - Ini lucu.
Tidak, ini lucu.
Kenapa?
Dengar, Stacey, aku…
Stacey, karena akhirnya aku yakin.
Akhirnya aku yakin bahwa aku mencintaimu.
Tidak.
Ada apa denganmu?
Kau tidak mendengar ucapanku?
Aku bilang… aku membohongimu.
Apa kau pantas menerimanya?
Kau pikir bisa mencintai orang yang membohongimu?
Stacey, aku… Aku mengerti.
Aku mengerti kau membohongiku, tetapi…
tak ada yang pantas dibohongi.
Namun, kebohongan itu…
menuntunku ke sini.
Ya, kebohongan itu menuntunku ke sini.
Menuntunku kepadamu. Paham?
Menuntunku ke kita.
- Bisa berhenti? - Tidak, tunggu.
- Kau tak dengar ucapanku? - Aku tak peduli.
- Aku tak peduli. - Kau tak mengerti!
Tak sadarkah kau takdir menyatukan kita?
- Sara menyatukan kita. - Tidak!
Sara menyatukan kita.
Stacey, yang kupedulikan…
hanyalah aku ingin bersamamu.
Mengerti? Aku ingin bersamamu.
Aku tahu kau mencintaiku dan aku juga.
Hanya itu yang penting bagiku.
Aku membohongimu.
Stacey, kumohon.
Aku tak bisa. Itu salah, Nathan.
Aku sudah kehilangan Sara, aku tak bisa kehilanganmu juga.
Lihat?
Kumohon, akhiri saja ini.
Kau bilang begitu karena melihat Sara dalam diriku.
Kita hanya membodohi diri sendiri.
Sepupu, Marc mengirim pesan.
Lihat.
Ada yang ingin waralaba Luck On di Makati.
Hei, Sepupu, mari kami bantu.
- Wah, mereka akan membantumu. - Kau dengar itu?
Baiklah. Tolong potong ini untukku.
Baiklah, Sepupu, ambilkan kecap dan minyaknya.
Baiklah, ini pilihanmu.
Kau belum menambahkan…
Boo-boo?
Ini sungguh aku, Boo.
Namun, ini hanya mimpi.
Maaf aku pergi begitu cepat.
Aku tahu Stacey adalah hidupmu sekarang.
Aku tahu kau mencintainya.
Terima kasih sudah mencintaiku, Boo-boo.
Terima kasih sudah membahagiakanku.
Semua akan baik-baik saja.
Semua akan lancar.
Stacey, tunggu! Kumohon, tunggu!
Lama tak bertemu!
Aku bisa meramal sekarang.
Boleh kutunjukkan?
Stacey, ayolah. Ya?
Kumohon.
Baik!
Jadi atau tidak?
Sabar!
Baiklah. Baik.
Aku tak tahu cara meramal.
Aku tak bisa meramal masa depanmu.
Namun, satu hal yang pasti.
Aku ingin menjadi bagian dari masa depanmu.
Stacey, aku mencintaimu.
Tak ada Nathan yang melanjutkan hidup di Plaza Miranda jika bukan karena dirimu.
Aku akan berjuang untuk ini.
Aku akan berjuang hingga masa kini dan masa depan kita bertemu.
Kau menguntitku?
Stacey, aku tidak menguntitmu.
Aku mencintaimu.
Namun, menurut fengsui, kita tidak cocok.
Apa kata hatimu?
Sekarang, aku mau ke Makati untuk memeriksa waralaba baru kami.
Kau mau ikut?
Mau!
Mobilku diparkir di sana.
Apa? Jangan parkir di sana lagi. Wali Kota sedang membersihkan kota!
- Baik. - Mobilmu nanti diderek!
Kartuku!
Jadi, itu Toni,
siaran daring dan toko gaya hidup untuk wanita di dalam dirimu.
Brilian! Aku suka.
Kurasa kita sepakat, Pak Torres!
- Baiklah! - Terima kasih. Aku suka!
Semuanya lancar, 'kan?
- Terima kasih. - Terima kasih, Pak Torres!
Terima kasih. Itu sangat bagus!
- Kami permisi. Mari bicara lagi nanti. - Baik.
Terima kasih. Dah!
Dia suka presentasinya!
Ya, kita berhasil!
Baik! Aku akan mampir nanti. Baiklah.
Hei! Kita berhasil!
Kita berhasil! Minggir!
- Ini pesananmu. Terima kasih! - Terima kasih!
- Kita kedatangan banyak pembeli. - Ya.
Banyak yang membeli katak hari ini.
- Daring? - Ya.
Manis sekali!
Boo-boo!
Boo-boo, kau sedang apa? Kenapa kau membeli banyak?
Boo-boo, untuk menarik cinta!
Kalian pasangan?
Kami baru bersama sebulan.
Kami juga!
Kalian mau jimat?
- Pilih yang kau suka. - Yang ini!
Terjemahan subtitle oleh Denisa
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.