All language subtitles for The.King.Eternal.Monarch.S01E15.Episode.15.NF.WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN

DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

Kau sungguh datang ke Gwanghwamun.

Dan kau juga pakai baju dengan banyak kancing.

Ini aneh.

Sepertinya kau mengenalku.

Lewati saja itu.

Aku akan menyesal

jika tak lakukan ini sekarang.

Tak ada kebetulan dalam takdir.

Suatu saat, takdir pasti akan datang.

Tapi ketika sudah sadar akan arti itu,

semuanya pasti sudah terlalu terlambat.

AYAH

- Ayah. - Tae-eul.

Ayah terima teleponmu, dan sudah tangkap semua orang itu.

Kau di mana?

Ayah menerima telepon dariku?

Ada apa dengan suaramu?

Tunggu. Polisi datang. Mereka memanggil ayah.

Nanti ayah telepon lagi.

Itu orang?

Astaga.

Apa kau baik-baik saja?

Dia berdarah. Kita harus panggil ambulans.

Jadi, ibuku bertemu ibu Lee Gon...

maksudku, ibu Lee Ji-hun?

Ya, di Hotel Grace Heritage.

Kita bisa tahu Song Jeong-hye ke mana jika lihat CCTV dari hotel itu.

Apa kau bisa bantu?

Kenapa kau membuntuti ibuku?

Apa kau akan bantu aku?

Halo.

Lama tak bertemu. Namamu Hyeon-min, 'kan?

Kang Hyeon-min.

Kau kehilangan ibumu?

Aku akan temukan dia.

Apa kau sebenarnya?

Kenapa wajahmu masih sama?

Ya.

Karena itu tadinya aku pikir masih punya banyak waktu.

Setelah aku pikir lagi,

waktu itu adalah keretakan pertamaku.

Setelah itu, keponakan kecilku

tumbuh besar, dan mulai mencekik leherku.

Cukup dengan cerita keluargamu. Kenapa kau meneleponku?

Kau harus membayar kebaikanku yang telah mengubah hidupmu.

Ibu yang dibohongi seumur hidup,

dan ibu yang berbohong seumur hidup.

Hidup dan mati kedua ibumu

ada di tanganmu.

Beri tahu aku intinya.

Apa yang kau mau?

Kau adalah orang terjauh, tapi juga terdekat dengan keponakanku.

Ini adalah kesepakatan yang mudah.

Bawa pecut Lee Gon dengan cara apa pun.

Lebih baik jika kau bisa bunuh dia juga.

Tak ada kesepakatan yang lain?

Aku bukan putra yang baik.

Aku tak seberbakti itu.

Kau harus berbakti.

Rasa itu akan segera muncul, dan kau akan luluh.

Hyeon-min.

Ayo mati dengan ibu.

- Ayo mati bersama. - Aku tak mau.

- Hyeon-min. - Ibu!

- Ibu! - Maafkan ibu.

Sungguh maafkan ibu!

Ini tak akan lama, Hyeon-min.

- Maafkan ibu. - Hentikan...

Sungguh maafkan ibu.

Jangan ikut campur, pergi saja.

Namamu Min Seon-yeong.

Dan putramu Kang Hyeon-min.

Ini cap jarimu, 'kan?

Aku bilang akan bayar besok.

Hari ini masih belum besok.

Kau berdoa?

Bagaimana jika berikan hidup kalian yang akan dibuang untukku?

Aku akan berikan hidup baru kepada kalian berdua.

Kau menjadi Park Suk-jin, pegawai istana,

dan anakmu menjadi anak orang kaya.

Siapa kau? Jangan berbohong.

Bagaimana bisa kau begitu?

Kau...

Apa kau...

Pangeran Geum?

Seharusnya kau sudah mati.

Kau hanya perlu mengangguk

untuk keberuntungan yang datang di depan matamu.

Kenapa?

Apa garis tanganku aneh?

Garis tanganmu menarik.

Luka ini bercampur dengan garis takdirmu, dan akhirnya menjadi garis takdirmu.

Takdir apa itu?

Aku akan beri tahu, tapi jangan dianggap serius.

Takdirmu adalah melakukan pengkhianatan pada masa lalu.

Apa aku berhasil?

Itu masalahnya.

Takdirmu adalah dipenggal jika hidup di masa lalu.

Jadi,

maksudmu kau gagal?

Jika kau memang aku,

pedangmu ada di sini.

Takdir itu sudah berlalu.

Aku sendiri yang memenuhi takdir itu.

Tentunya, aku bodoh saat itu.

Seharusnya aku percaya diriku,

dan membunuh Putra Mahkota lebih dulu.

Putra Mahkota?

Na-ri. Myeong Na-ri.

Kenapa kau berpegangan tangan dengan orang itu?

Norak sekali.

Aku ikut klub membaca garis tangan.

- Kau juga mau dibacakan? - Ya.

Sepertinya pernah lihat.

Di mana aku pernah lihat dia?

Dia pelaku pengkhianatan.

Tangkap dia!

Tetap di belakangku.

Benar, di Haeundae.

Bisa kau sampaikan ini kepada keponakanku?

Aku tak tahu dia bersembunyi di mana,

tapi kuharap dia bisa datang pada hari peringatan kematian ibunya.

Aku akan datang ke acara peringatan itu.

Jika dia tak datang ke sana,

aku akan mendatangi teman peramalmu lagi.

Siapa dia? Kau kenal dia?

Jangan ke mana-mana.

Aku harus telepon Tae-eul dulu.

- Tae-eul ada di sana. - Apa?

Tae-eul!

Ada apa ini?

Barusan Lee Lim datang ke sini.

Lee Lim.

Dia datang? Ayahku di mana?

Ayahmu jemput anak-anak. Dia tak bisa batalkan kelas sore.

- Siapa dia sebenarnya? - Kuberi tahu nanti.

Astaga. Ada apa dengan dahimu?

Kau terluka. Kenapa di sini?

Kau terluka? Kenapa?

Ada sedikit masalah. Ayo kita pergi, Sin-jae.

Jeong Tae-eul.

Kau tertusuk di sebelah kiri.

Benar.

Aku tak kidal.

Apa ini sebenarnya?

Eun-sup, jaga Na-ri.

Kenapa dahimu?

Aku sudah tanya,

- tapi dia tak jawab. - Diam kau.

Jo Yeong.

Jangan melihatku begitu.

Kita satu kampung.

Aku sudah mati jika aku melihatmu di sana.

Siapa yang menyuruhmu?

Apa Lee Lim yang menyuruhmu

meracuni Baginda?

Analgetik narkotik.

Obat untuk penderita kanker stadium akhir.

- Kau sakit kanker? - Ya.

Aku akan segera mati.

Tapi jangan terlalu senang dengan itu.

Bisa kalian tinggalkan kami sebentar?

Aku mau bicara dengannya.

Panggil aku.

Cari aku jika ada masalah.

Jadi,

karena kau sakit kanker,

kau mau membunuhku?

Apa yang kau butuhkan?

Lever? Ginjal?

Karena itu kau tak tusuk aku di bagian itu?

Dia benar.

Di dalam matamu

tak ada ketakutan.

Kau yang menelepon dan memberi tahu ayahku, 'kan?

Kenapa kau tak tusuk aku sampai aku mati?

Taoconya enak.

Kuahnya juga sepertinya enak sekali.

Karena sepertinya ayahmu akan sedih.

Kau bicara apa dengan ayahku?

Katanya kau ada di rumahku saat aku tak ada.

Tentang makanan,

keuangan,

pekerjaan,

dan semua cerita tentangmu.

Aku benar-benar

seperti sedang melihat cermin.

Ceritakan tentang dirimu.

Kau mudah tersentuh.

DIVISI KEJAHATAN KEKERASAN SKUAD TIGA

Astaga!

Ada perlu apa?

Apa Jeong Tae-eul tak ada?

Sekarang bulan April tahun 2020?

Maaf, tapi apa hubunganmu dengan Letnan Jeong?

Akhirnya aku sampai di tahun 2020.

Di mana Letnan Jeong?

Namaku

Lee Gon.

Dari mana kau sebenarnya?

Kau tak boleh banyak bergerak.

Dan seharusnya kau langsung ke ruang rawat inap.

Kenapa kau ada di sini?

Aku menunggu seseorang.

Dia datang.

Itu dia datang.

Kau

baik-baik saja?

Kau menungguku?

Aku merindukanmu.

Aku merindukanmu.

Maafkan aku.

Aku terus membuatmu menunggu.

Aku sungguh minta maaf.

Maafkan aku.

Maaf.

Jangan pergi.

Aku tak akan pergi.

Besok juga.

Aku tak akan pergi.

Istirahatlah.

Perawat bilang kau tak boleh banyak bergerak.

Kurasa kau akan pergi jika aku tidur.

Aku sungguh tak akan pergi.

Mau aku buktikan?

Kau masih pakai jaket itu.

Aku mau ganti baju,

tapi tak ada uang untuk beli.

Kasihan.

Aku senang kau datang kepadaku.

Saat aku umur lima tahun

dan saat aku umur 27 tahun.

Aku senang waktu kau memelukku

waktu kita pertama bertemu di Gwanghwamun.

Dua kali aku pikir kau orang gila.

Dua kali aku pikir pertemuan kita akan menyentuh.

Tapi kau tetap minta aku menunjukkan identitas.

Kau ingat

apa yang terjadi selanjutnya kepada kita?

Beda dengan pertama bertemu,

aku setengah percaya bahwa dia adalah Raja Kerajaan Corea,

lebih cepat mengerti dunia paralel,

dan lebih cepat mengunjungi dunianya.

Aku juga membeli dan menabur bibit bunga,

dan mencintai takdirku lebih cepat.

Tapi hal yang harusnya terjadi tetap terjadi.

Dan ironisnya, tragedi datang dengan lebih cepat.

Takdir

tak berubah.

Apa tak ada cara

bagi kita mengubah takdir?

Tak mungkin.

Mengubah takdir

memang tak akan mudah.

Makin besar takdir itu, makin panjang jalan yang ditempuh

untuk sampai tujuan.

Kita hanya belum sampai di tujuan.

Tidurlah.

Tak mau.

Yeong.

Baginda?

Kang Sin-jae.

Aku mau bicara dengan orang di sebelah kirimu,

Letnan Jeong Tae-eul.

Benar, 'kan?

Kau meneleponku empat tahun lalu di depan restoran ayam.

Yeong.

Itu sungguh kau yang berada di tempat lomba dayung?

Sepertinya aku tiba di tahun yang benar.

Kalian menjadi tua.

Sekarang kau bahkan pergi ke masa lalu?

Syukurlah kau baik-baik saja.

Song Jeong-hye sudah ditemukan.

Letnan Kang banyak membantuku.

Utangku kepadamu makin banyak.

Terima kasih sudah bantu.

Maka bayarlah.

Biaya makan, tumpangan mobil. Bayar semuanya.

Apa yang kau mau?

Nyawamu.

Kau pasti bertemu Lee Lim.

Dia mengancammu dengan kedua ibumu,

dan suruh kau membunuhku?

Bisakah kau mati? Jika bisa, di duniamu.

Akan sulit membunuh raja.

Orang tanpa identitas akan lebih mudah dibunuh.

Aku suruh begitu agar banyak pelayat yang datang.

Hubungi aku waktu kau pergi.

Baginda.

Mana Song Jeong-hye?

Itu rumahnya.

Tapi Lee Lim belum terlihat.

Perhatikan dan jaga terus

sampai tahu jalan Lee Lim ke hutan bambunya.

Baik.

Jo Eun-sup menghubungiku dan berkata

bahwa dia bertemu Lee Lim.

Lalu Lee Lim

berbicara tentang peringatan kematian mendiang Ratu.

Song Jeong-hye ke gereja 20 menit lagi.

Selalu dengan penjaganya.

Sepertinya kau salah waktu.

Lepaskan aku.

Kau dalam masalah jika aku berteriak seperti orang gila sekarang.

Ternyata kau.

Keponakan Lee Lim.

Orang yang berwajah sama dengan Ji-hun.

Ternyata jika Ji-hun masih hidup,

dia akan tumbuh sepertimu.

Tapi Ji-hun mati

karena kau.

Dan sepertinya kau akan mati karena aku.

Itu alasan Lee Lim menyelamatkan aku.

Letnan Kang, ini aku. Aku butuh bantuanmu.

Kau akan baik-baik saja?

Sebentar lagi peringatan kematian ibuku.

Sepertinya hari itu

Lee Lim akan membawa kau ke sana.

Jika kau ke dunia lain,

kau tak akan bisa kembali.

Aku akan membantumu.

Kau mau bantu aku?

Datang dua hari sebelum peringatan.

Aku juga tahu tanggalnya.

- Tentang anakmu... - Tak perlu bicara.

Kematiannya karenamu tak akan berubah.

Kau jangan mati karena aku.

Aku

bukan ibumu.

Aku akan mengantarmu.

Kapan kau akan pergi?

Wali dari pasien Jeong Tae-eul? Pasien sudah selesai.

Aku. Aku walinya.

Yeong. Hanya hari ini.

Hanya sampai dia bisa mencuci wajahnya sendiri.

Aku harus terima kasih kepada Luna.

Karena aku terluka, kita bisa bersama.

Jangan bicara begitu.

Paham?

Aku sangat kaget waktu itu.

Rapikan lagi rambutku.

Aku cantik karena rambutku.

Biar aku lihat.

Kau berdoa apa?

Aku tak berdoa. Aku mengancam.

Aku minta agar Dia hentikan ini semua,

bertanya apa sebenarnya salah kita,

dan bertanya

apa benar Tuhan merestui kita.

Aku tak pernah lihat orang dewasa tak bisa pesan makanan.

Ada pesan khusus buat pemilik toko?

Apa itu harus?

"Terima kasih atas makanannya."

Selamat menikmati.

Apa ini?

Kau bilang kau mau makan makanan minimarket.

Kau sudah tahu makanan ini bisa dipesan?

Sangat mudah dan nyaman.

Aku lihat kau dimarahi anak 12 tahun.

Dagingnya sangat banyak.

Anak kecil itu hanya bersuara keras.

Silakan.

Bagaimana ini?

Aku tak boleh banyak bergerak. Jadi, tak bisa angkat sendok.

Kau ini.

- Daging. - Ya.

Enak?

Enak.

Menyenangkan.

Kehidupan biasa ini.

Ayo kabur

setelah makan ini.

Perawat! Pasien Jeong Tae-eul...

Kenapa?

Makan yang banyak, dan jangan berpikir untuk kabur.

- Ayo kabur. - Perawat!

Yeong,

hanya hari ini.

Izinkan aku berpamitan.

Ya, Baginda.

Aku juga.

Terima kasih bajunya.

Sudah kucuci kering.

Aku sudah bilang ini untukmu.

Terima kasih atas bantuanmu.

Jaga dirimu.

Tak perlu khawatirkan aku.

Kau jangan tertembak, dan hiduplah yang lama.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Selamat jalan. Aku tak antar ke luar.

Kau harus dapatkan SIM.

Jika sudah dapatkan itu,

apa cita-citamu yang ke-65?

Cita-cita?

Sekarang,

aku

sudah tak punya cita-cita.

Sepertinya ada.

Baiklah.

- Aku pergi. - Sekarang?

Ada.

Aku punya cita-cita.

Aku mau bertemu kau lagi.

Kita

harus bertemu lagi.

Berjanjilah.

Kau harus datang lagi.

Kau bilang posisi ini hanya enak dilihat, tapi sebenarnya tak nyaman.

Waktu itu aku belum coba.

Aku hanya asal bicara.

Ternyata sangat nyaman.

Di kemudian hari...

ayo kita lakukan semua hal yang sudah kita lewatkan.

Pergi berlibur bersama,

menonton film,

berfoto,

- dan... - Jeong Tae-eul.

Jangan bicara apa pun.

Jangan katakan kepadaku

bahwa kau akan pergi.

Aku tak akan biarkan kau pergi.

Jangan

selamatkan dunia ini.

Kita bisa bolak-balik ke dua dunia,

dan hidup hanya untuk hari ini.

Aku tahu apa yang kau mau lakukan.

Pergi ke masa lalu, 'kan?

Pergi dan menangkap Lee Lim sebelum dia datang ke sini.

Jika begitu,

aku jadi tak bisa mengingatmu.

Jika kedua dunia berjalan dengan berbeda,

aku akan hidup tanpa tahu keberadaanmu.

Kedua dunia

sudah banyak tercampur.

KREMASI PANGERAN BUYEONG LEE JONG-IN

Tapi Ji-hun mati

karena kau.

Ada begitu banyak alasan

untuk perbaiki masa lalu.

Tapi hanya ada...

satu cara.

Maka itu,

tolong suruh aku pergi.

Suruh aku meninggalkanmu.

Aku mohon.

Ini kali pertama dalam hidupku,

aku meminta izin dari seseorang.

Jika kau yang menahanku,

aku tak akan bisa pergi.

Berjanjilah kau akan kembali.

Itu syarat kesepuluh.

Kau akan kembali, apa pun caranya.

Itu syarat kesebelas.

Tangkap Lee Lim,

dan walaupun gerbang itu tertutup,

kau akan buka semua gerbang di semesta,

dan datang menemuiku.

Berjanjilah.

Itu syarat ke-12.

Baiklah.

Aku akan buka semua gerbang di semesta,

dan aku pasti

akan kembali kepadamu.

Jika kau panggil aku ke tempat seperti ini,

bukannya kau harus datang lebih dulu?

Aku khawatir kau akan merasa kesal.

Ternyata itu tak perlu.

Takhta ratu sudah tak mungkin,

dan kau dibebastugaskan.

Kau sudah makin tak bisa ke tempat tinggi.

Maka itu aku berniat ke tempat luas, bukan tempat tinggi.

Sepertinya punyamu ada di dalam payung.

Jika begitu,

di mana punya Lee Gon?

Aku mau mengambilnya.

Bukankah itu bagus?

Kita bisa saling berbagi.

Ada cara lebih baik.

Kau juga boleh memiliki ini.

Apa yang sedang kau...

Aku sedang menunjukkan amarahku kepadamu.

Yang aku mau darimu sederhana.

Dapatkan Lee Gon atau Kerajaan Corea.

Tapi kau tak bisa dapatkan keduanya.

Sekarang jalanmu untuk hidup hanya satu.

Sebentar lagi hari peringatan kematian ibu Lee Gon.

Berikan jalan agar aku bisa ikut bergabung di acaranya.

Tiga tempat untuk kau, aku,

dan Ratu yang hidup kembali.

Saat itu, aku akan umumkan keberadaan dua dunia.

Republik Korea dan Kerajaan Corea.

Apa akhirnya keponakanku datang?

PAMERAN ARTEFAK KERAJAAN COREA

Ke mana dia?

Apa ini?

Baginda. Ada apa dengan bajumu?

Astaga. Wajahmu...

Baginda.

Terima kasih sudah lepaskan aku

waktu itu.

Aku tahu.

Aku tahu, Baginda.

Bagaimana peringatan 49 hari Paman?

Semuanya pasti bingung karena aku tak ada.

Sudah diadakan dengan tertutup,

dan kami umumkan bahwa kau masih berduka dalam kesendirian.

Keluarga mendiang meninggalkan negara,

dan Lee Seung-heon akan pergi empat jam lagi.

Apa kaki Seung-heon pincang?

Ya. Kenapa?

Cari tahu di mana dia sekarang.

Aku yang akan mengantarnya.

Orang gila.

Menyebalkan.

Baginda?

Apa belum cukup mempermalukan kami dengan tak menghadiri upacara kedukaan?

Mau apa lagi kau mendatangiku hingga berbuat begini?

Kau tak ingat aku? Pada malam pengkhianatan.

Di pintu belakang istana.

Pria yang menembak kakimu.

Ini...

Bagaimana kau bisa...

Hal terbaik yang pernah kau lakukan

adalah menyembunyikan itu dari pamanku.

Jika tahu kau ikut berkhianat,

dia pasti bunuh diri.

Sekarang kau tak akan bisa kembali ke Kerajaan Corea sampai kapan pun.

Tunggu.

Tolong dengarkan aku.

Anak Pangeran Buyeong, Lee Seung-heon, mulai sekarang diasingkan dari Corea.

Baik, Baginda.

Baginda, sebentar!

Gon!

Baginda!

Gon!

Gantilah bajumu. Ini perintah Raja.

Apa kau sungguh

Hyeon-min?

Ini ibu. Kau bisa kenali ibu?

Waktu itu,

tak ada cara lain.

Ibu sungguh minta maaf.

Kau kehilangan aku,

atau membuangku?

Tanganku terlepas,

atau kau lepas tanganku?

Agar kau bisa hidup.

Hidup dengan baik.

Aku tak bisa

hidup dengan baik.

Jangan

berharap apa pun,

dan jangan minta maaf.

Aku hanya mau

lihat kau sekali.

Aku mau terbangun

dari mimpi burukku.

Jaga kesehatanmu.

Kali ini,

aku yang membuangmu.

Bukannya biasanya raja makan sembilan lauk berbeda dan lainnya?

Tergantung orang yang datang.

Ini sepertinya cocok untukmu.

Kau ada miras lagi, 'kan?

Terima kasih untuk hari ini.

Ibumu tak akan terluka.

Aku bayar biaya makan dengan ini.

Terima kasih lagi.

Kini kau mau ke mana?

Tetap di sini,

atau akankah

kau kembali?

Kau ke mana?

Kau akan kembali ke malam itu?

- Ya, harus. - Jika kembali,

kau yakin bisa menangkap Lee Lim?

Bisa jika hanya fokus ke Lee Lim.

Pada saat Lee Lim mencekik leherku.

Saat itu, Lee Lim sedang tak berdaya karena terlalu marah.

Kenapa tak kau lakukan?

Kau akan menyesali pertanyaanmu.

Waktu itu aku memecahkan kubah kaca,

dan membuat semua orang berfokus kepada diriku

karena aku mau selamatkan diri kecilku.

Jadi, maksudmu sekarang kau tak mau selamatkan dirimu?

- Jika begitu kau akan hilang. - Jika aku berhasil...

Seluruh waktumu di Republik Korea juga akan hilang.

Semua akan kembali ke saat Hyeon-min belum bertemu Lee Lim.

Jadi, kau juga harus putuskan pilihanmu.

Jika kau mau bunuh aku,

ini kesempatan terakhirmu.

Harusnya aku racuni minumanmu.

Tae-eul tahu rencanamu?

Dia tak boleh tahu.

Kau lengah.

Bu Baek!

Wanita gila.

Berani-beraninya kau.

Pria bodoh.

Apa kau berdoa?

Aku berdoa setiap hari agar aku mati.

Akhirnya...

aku akan mati.

Aku...

akhirnya mati.

Aku bahkan sudah hindari kematian.

Tapi kenapa aku selalu ditakdirkan untuk tak bisa menghindar darimu?

Bagaimana kau bisa menemukanku di sini?

Akan baik jika hanya aku seorang.

Tapi

bukan hanya aku.

Seseorang menghitung hari,

seseorang mengejar,

seseorang berdoa agar kau tertangkap,

dan seseorang

sedang berhadapan denganmu.

Beraninya kau gunakan

hari peringatan kematian ibuku.

Seharusnya kau ke sana.

Seharusnya kita bertemu di sana.

Tak bisa begini.

Ini tak bisa berakhir begini.

Masih ada sedikit waktu

sampai waktu berjalan lagi.

Awalnya hanya selama 22 langkah.

Tapi kau memberhentikan dunia

yang akan aku miliki ini.

Kau menunda kematian

selama 25 tahun menggunakan Manpasikjeok.

Kini dunia yang mati.

Maka itu, sekarang pertarungan ini harus diselesaikan.

Ini tak mungkin.

Ada yang salah?

Kau tak bisa buka gerbangku. Mungkin kau sudah kira itu.

Darahku sudah mengalir di Manpasikjeok itu.

Kalian berdua tunggu di sini.

Itu obelisk ayahku.

Akhirnya aku melihat momen ini.

Saat yang aku tunggu sudah tiba.

Suara Manpasikjeok tak terdengar.

Sulingnya tak berbunyi.

Di tanganmu sudah ada keabadian dan kesempurnaan.

Kau menyedihkan.

Suling itu tak akan berbunyi karena sudah menjadi satu.

Lupakan malam pengkhianatan itu,

dan ayo kita masuk.

Berdua.

Sulingnya tak berbunyi.

Jika tak berbunyi,

aku tak bisa kembali ke malam itu.

Kita harus

membuat keretakan lagi.

Maksudmu kau harus kembalikan bagiannya?

Tak perlu itu lagi.

Itu sudah menjadi satu dan utuh.

Di dalam sana ada keabadian dan kesempurnaan.

Apa kau hanya akan pakai itu untuk kembali ke malam pengkhianatan?

Aku tak butuh keabadian dan kesempurnaan.

Pada akhirnya

kau tak akan bisa lihat,

ataupun memiliki ruang itu.

Orang bodoh.

Jika begitu, coba saja.

Perintahkan aku untuk pergi dan mati.

Kau memang bisa buka gerbangmu,

tapi kau akan butuh seseorang untuk masuk ke gerbangku dengan aku.

Siapa dia?

Siapa yang akan kau suruh untuk mati di sana?

Diam kau.

Kau bukan menghindari kematian,

tapi menunda hukuman Tuhan.

Ditambah dengan ejekanmu tadi,

kau akan mati dengan menyedihkan.

Aku akan di sini, lalu pergi bersamanya.

Aku saja. Aku hanya perlu pergi dengannya?

Baginda, aku akan selesaikan Pengkhianat Lee Lim dengan tanganku.

Aku sudah sering katakan, kalian harus kembali ke dunia kalian.

Berikan. Kapan aku harus pergi?

Sampai mana aku harus pergi?

Sampai mana?

HANYA YANG BERKEPENTINGAN

- Kau sudah sembuh? - Apa yang terjadi?

Bagaimana kau bisa tangkap Lee Lim?

Aku mengikuti Song Jeong-hye.

Song Jeong-hye sudah mati.

Kulaporkan dia sebatang kara.

Seharusnya kita ke sana.

Kita harus menginterogasinya. Masuk.

MENDIANG SONG JEONG-HYE

Sekretaris Mo.

Besok pagi,

umumkan Se-jin sebagai penerus takhta Kerajaan Corea.

- Baginda. - Jika sesuatu terjadi kepadaku,

cucu Pangeran Buyeong, Lee Se-jin

akan naik takhta Kerajaan Corea.

Baginda.

Di mana Manpasikjeok?

Tidak,

Manpasikjeok itu di siapa?

Kau juga mau mati?

Kau akan pergi dan mati?

Jawab pertanyaanku.

Di mana Manpasikjeok itu?

Harusnya kau takut!

Kenapa kau juga begini? Kenapa kau memilih itu?

Kenapa?

Aku takut.

Aku takut orang itu kesepian.

Aku juga takut

jika kedua dunia ini terus begini.

Jadi, kau juga pilih.

Bukannya masuk denganku lebih baik?

Ini kesempatan terakhirmu.

Manpasikjeok ada pada siapa?

Jika itu rasa takut kalian,

caraku menakuti kalian salah.

Aku sudah kirimkan neraka baik untuk keponakanku dan PM Koo.

Cucu Pangeran Buyeong, Lee Se-jin yang tinggal di LA,

meninggal karena kecelakaan hari ini.

Tersangka kecelakaan ini

adalah pemilik Farmasi Hogyeong, Park Ji-yeong.

Fakta Park Ji-yeong yang hamil tua membuat orang-orang makin kaget.

Sebelum melahirkan,

Park Ji-yeong berkunjung ke LA untuk...

Dia menggunakan Ji-yeong untuk ini?

Gedung Putih menyatakan...

Ibu?

Ibu.

Ibu makan malam apa

hari ini?

Makan malam?

Kau belum makan malam?

Kau sangat sibuk?

Ibu, cepat jawab aku.

Ibu makan malam apa?

Ibu tadi makan jjajangmyeon.

Kenapa? Ada yang mau kau makan?

Apa ini?

Di sini aku juga dilepaskan karena akan mati?

Aku masih bisa hidup beberapa lama.

Hiduplah yang lama.

Jika tak begitu, ayahku akan sedih.

Aku tak mengerti maksudmu.

Aku harus pergi ke suatu tempat. Bisa saja lama.

Selama itu, jaga ayahku sebagai Jeong Tae-eul.

Sebelum itu, curi sesuatu untukku.

Kau sudah sehat? Kau baik-baik saja?

Mereka sudah mengobatiku.

Kau ini!

Apa yang terjadi?

Pintunya tak apa-apa. Bagaimana dia kabur?

Aku melepasnya. Barusan.

Kenapa?

Manpasikjeok ada padamu, 'kan?

Berikan kepadaku.

Tak ada. Apa itu?

Aku akan membawa Lee Lim.

Kenapa kau tangkap dan bawa Lee Lim?

Padahal kau tahu dia tak bisa dihukum dengan hukum di Republik Korea.

Itu pasti karena kau sudah berjanji

untuk tahan dia 48 jam.

Lalu sesudah 48 jam,

kau bawa Lee Lim, dan bertemu di hutan bambu.

Berikan Manpasikjeok itu.

- Aku harus pergi. - Tidak.

Kau mau ke mana?

Jika kau pergi,

kau bisa saja tak bisa kembali.

Sepertinya aku

tak akan bisa bertahan sendiri.

Jangan suruh aku begitu.

Aku mohon.

Berikan kepadaku.

Kau tak mengerti perkataanku?

Aku tak bisa membiarkanmu pergi.

Tadinya aku mau diam saja sampai mati,

tapi kurasa aku harus mengatakan kebenarannya.

Aku menyukaimu, Jeong Tae-eul.

Selama hidupku, aku hanya menyukaimu.

Sampai satu detik lalu,

aku juga masih menyukaimu.

Mana bisa kubiarkan kau pergi?

Aku tak bisa melihatmu mati.

Jangan bicara aneh. Pulang.

Tolong...

berikan itu kepadaku.

Aku tak akan minta maaf

karena tak tahu perasaanmu.

Jika kubilang kasihan kepadamu,

aku munafik.

Tapi

sama seperti kau menyukaiku,

aku menyukai seseorang.

Aku akan membayar semua rasa sakitmu setelah aku kembali.

Jadi, berikan itu kepadaku.

Tolong selamatkan aku.

Jika aku tak pergi,

sepertinya aku akan mati, Sin-jae.

Tuhan pasti sudah tahu.

Aku takkan menyelamatkan diriku,

tapi memilih untuk membunuh Lee Lim.

Baginda akan pergi ke tempat yang indah?

Kau memakai pakaian yang sangat bagus.

Maka itu, Dia sudah memberi tanda di bahuku sebelumnya.

Dan menyuruhku mengikuti takdirku.

Sebuah keegoisan.

- Baginda. - Jangan khawatir lagi.

Aku akan bicara lebih dulu.

Apa?

Kau pasti

sangat kesepian.

Kau menyimpan rahasiaku,

juga rahasiamu sendirian.

Buku puisi itu

adalah hadiah untukmu.

Lagu ninabobo

yang kau nyanyikan kepadaku

ada di buku itu.

Aku sudah curiga,

dan khawatir.

Tapi kenapa kau tak berkata apa pun?

Aku takut kau akan kembali

ke duniamu.

- Baginda... - Berkatmu,

aku membaca puisi indah.

Dan aku mau minta tolong.

Tolong lepaskan aku

sekali lagi.

Jika aku lepaskan kau,

apa kau akan kembali?

Kau harus

selalu sehat.

Ini perintah terakhirku.

Baginda.

Kau mau ke mana kali ini?

- Yeong. - Jangan bermimpi.

Kau tak akan bisa pergi sendiri.

Aku akan ikut denganmu.

Ke mana pun,

ke medan perang apa pun.

Terlebih jika tak ada jalan untuk kembali.

PEDANG EMPAT HARIMAU

Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.