Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
EPISODE 14
Sin-jae, aku sudah temukan Koo Eun-a
di pembeku basemen dua.
Baik. Aku ke sana.
Sin-jae.
Karena paras Baginda sudah sangat indah,
aku mengurangi saturasi jubah kerajaan.
Dan cahaya di Gwangyeongjeon memperlihatkan keindahan mahkota
- dan ketampanan Baginda. - Kau pergi jauh sampai ke mana?
Apa kau
menuju malam berbahaya itu?
JEONG TAE-EUL BADAN KEPOLISIAN NASIONAL
Jika kau mencari pecut kudaku, kau buang-buang waktu.
Kau harus memberiku salah satu, Baginda.
Antara pecut itu, atau nyawamu.
Lee Lim yang menginginkan nyawamu.
Aku hanya menginginkan pecut itu.
Semua yang ada di sini memang bukan milikku dari awal.
Jadi, aku hanya mau pecut itu.
Tangkap wanita itu.
Kau yang utama.
Pecut itu lebih utama.
Jaket abu-abu kedelapan di lemari.
Kantong dalam.
Detektif Jeong, ini aku.
Sepertinya Baginda diracuni.
Dia harus segera diobati.
Bagaimana keadaannya?
Karena aku sedang di luar kota, aku akan kirim seseorang.
Dia akan segera datang. Ikuti instruksinya.
Bu Kim.
Ini darurat. Ada yang diracuni.
Karena tak punya identitas, dia tak bisa dibawa ke rumah sakit.
Tolong aku.
Bertahan, Baginda.
Sebentar lagi.
Eun-sup, kau tunggu di sini.
Kau detektif yang waktu itu, 'kan?
Dia bawa dua ponsel...
Aku berpikir kalian terlalu mirip.
Ternyata dia keluargamu.
Bagaimana kau bisa ada di sini?
Tadinya aku tak tahu, tapi suamiku punya teman yang baik.
Dia membayar utang kami,
dan memberiku pekerjaan di sini.
Anggota keluarga yang lain tak pernah ke sini?
Tak pernah ada.
Aku disuruh meminta keluarga yang datang untuk menjawab telepon.
Mungkin kau akan dihubungi.
Apa belum selesai?
Bu Kim.
Ya, dia diracuni.
Tapi dia bisa selamat karena Eun-sup cekatan.
Jangan khawatir. Dia akan segera sadar.
Tapi kenapa dia tak bisa ke rumah sakit? Kenapa tak ada identitas?
Maaf,
aku akan jelaskan lain kali.
Apa Kepala Park juga tak boleh tahu?
Ya. Maafkan aku.
Baiklah.
Ini rumah sakit temanku, dan hanya bisa dipakai akhir pekan.
Tak bisa waktu lain.
Baik.
Terima kasih banyak.
Kau tak boleh masuk.
Orang yang meracuni Baginda
adalah orang yang berwajah sama denganmu.
Dan bisa saja kau adalah dia.
Eun-sup, ini aku.
Bawa Eun-bi dan Kka-bi ke rumahku.
Kau, ayahku, Eun-bi, dan Kka-bi
harus selalu bersama.
Jika aku pulang, langsung telepon aku.
Kau paham maksudku, 'kan?
Tidak. Kau pulang, tapi kenapa aku harus telepon...
Apa yang kupikirkan benar?
Ya, benar.
Aku mengandalkanmu.
Bagaimana kau bisa
datang ke waktu itu?
Bagaimana kau bisa menemukanku,
dan menghalangi jalanku?
Baginda.
Kau sudah sadar?
Akhirnya kau sadar, Baginda.
Letnan Jeong Tae-eul tahu tentang ini?
Tadi dia datang ke sini.
Yeong.
Kau mungkin terlalu kejam.
Baginda.
Kita harus kembali ke istana.
Tak ada cara untuk melindungimu di dunia ini.
Beri tahu aku
yang ingin kau bicarakan sambil minum miras.
Ada apa?
Apa aku masih bisa berpikir dengan keadaan begini?
Aku sudah lupa.
Aku tahu kau tak lupa.
Jika kau masih perlu waktu,
kita bicarakan nanti saja.
Kau perlu istirahat.
Sampaikan maafku
karena pergi tanpa pamit ke Jeong Tae-eul.
Kau tetap lindungi Jeong Tae-eul
sampai aku kembali ke sini.
Baginda!
Yeong.
Yang dulu menyelamatkanku adalah aku.
Dan ini harinya.
Aku mulai mendengar suara seruling yang kudengar...
di malam pengkhianatan.
Itu Lee Lim.
Kaukah itu, keponakanku?
Apa kau tahu?
Jika Manpasikjeok menjadi satu di dalam gerbang dimensi,
akan muncul sumbu ruang dan waktu secara bersamaan di dalamnya.
Jika begitu, Manpasikjeok yang utuh itu
akan membawa kita ke masa yang kita ingin selamatkan.
Jadi, ke mana mereka berdua pergi?
Raja dan Pengkhianat pergi ke masa yang sama.
Ke malam pengkhianatan.
Kenapa?
Raja ingin menyelamatkan kedua dunia dari pengkhianat...
COREA 1994 SATU JAM SEBELUM KUDETA
...dan pengkhianat ingin menyelamatkan kegagalan dirinya yang bodoh malam itu.
Apa ini?
Siapa kau?
Setiap malam kau bermimpi untuk melakukan kudeta di sini.
Aku datang untuk menyelamatkanmu
yang tertekan di bawah ayah bodohmu,
juga adik bodohmu yang menjadi raja
hanya karena dia anak sah.
Lebih tepatnya, untuk selamatkan diriku yang bodoh.
Siapa kau sebenarnya?
Kenapa wajahmu sama denganku?
Kau masih belum paham?
Aku adalah kau.
Kau yang datang dari tahun 2020.
Kau datang dari tahun 2020?
Maka, seharusnya aku 70 tahun
pada tahun 2020.
Kau tahu jawabannya.
Semakin jelas jika kau pikirkan.
Dan itu juga alasan kudeta ini.
Ternyata itu.
Ternyata rahasia Manpasikjeok itu memang benar.
Ternyata sungguh ada dunia lain.
Sekarang kau percaya?
Aku akan berikan jalan pintas.
Kau harus ke kamar Putra Mahkota, bukan ke Cheonjongo.
Kau harus bunuh dia dulu.
Jika masa lalunya mati, masa depannya akan hilang.
Putra Mahkota adalah orang yang akan menghentikan konspirasi ini.
Anak delapan tahun yang sekarang sedang tidur
sambil mendengarkan ninabobo itu?
Aku juga dulu pikir begitu.
Jadi, cuma dapat setengah Manpasikjeok.
Maka itu, lakukan yang aku perintahkan.
Bunuh Putra Mahkota, dan bawa Manpasikjeok yang utuh.
Karena apa yang aku punya, juga milikmu.
Jadi, maksudmu
kau gagal?
Ternyata kau tetap bodoh walaupun sudah menua.
Bukan. Maksudku, "aku".
Jika kau memang aku,
pedangmu ada di sini.
Aku yang akan lakukan kudeta, bukan kau.
Dan aku juga yang akan punya Manpasikjeok utuh itu, bukan kau.
Pengkhianat gagal selamatkan dirinya sendiri.
Alih-alih, dia membuat dirinya yang sekarang.
Kenapa kau sangat tahu tentang ini?
Siapa kau sebenarnya?
Kau tinggal di daerah ini?
Aku memberi tahu bahaya
dan mengusir musuh.
Aku juga mau selamatkan diriku, dan menjadi satu seutuhnya.
Ceritamu menarik. Lalu?
Apa yang terjadi dengan Raja?
Dia mengikuti takdirnya.
Bisakah dia kembali dengan selamat tanpa kehilangan arah?
Setengah Manpasikjeok tak punya banyak kekuatan.
Yang Mulia!
Yang Mulia, waktunya sudah habis.
- Kita harus kabur. - Sebentar saja.
Darurat. Situasi darurat di Cheongjongo.
- Darurat. - Yang Mulia!
Kita tak bisa keluar jika pengawal datang.
Ayo pergi.
Keluar dari istana sekarang!
Darurat!
Pengawal Istana, bersiap dan berkumpul di Cheonjongo.
Siapa kau?
Kau pengikut pengkhianat?
Kau...
bertemu aku hari itu?
Walaupun sulit dipercaya, aku adalah rajamu.
Raja? Berani-beraninya kau!
Aku hidup
dengan berutang budi kepadamu.
Dan sesuai perkataanmu,
aku sedang berjalan menuju takdirku.
Maka itu,
tolong biarkan aku pergi.
Kumohon.
Tapi...
Kalian tak ada waktu begini denganku.
Orang yang ikut kudeta, Wakil Kapten Pengawal Istana Yoo Gyeong-mu
dan pengawal Kim Gi-hwan, No Min-ho, Lee Cheol-jin,
Kang Hyeong-uk, Choi Sang-min bersama Lee Lim.
Jika kalian datang dari istana luar,
berarti mereka kabur lewat pintu belakang.
Siapa kau?
Tunjukkan!
Letakkan pistol.
Maafkan aku.
Seung-heon.
Gon.
Kau!
Siapa kau?
Sepertinya kau bukan pengawal.
Siapa kau?
Tak perlu begini jika tertinggal.
Lee Seung-heon.
Ternyata kau.
Ternyata kau yang membantu Lee Lim kabur.
Lee Lim keluar dari istana dengan bantuanmu,
dan pergi ke Republik Korea.
Siapa kau?
RUANG PERAWATAN
Halo?
Ini aku.
Baginda sudah pergi.
Dia minta sampaikan maaf kepadamu
karena pergi tanpa pamit.
Ibu, boleh aku tanya sesuatu?
Apa dulu Ayah
mengurus panti jompo sebelum dipenjara?
Ayah tak mengira kau datang ke sini.
Itu Ayah, 'kan?
Yang mengubah Kang Hyeon-min menjadi Kang Sin-jae.
Kau bertemu dirimu?
Kau bertemu pria itu?
Makanya aku terpilih, 'kan?
Karena Lee Lim perlu panti jompo,
dan dia perlu pembeku.
Apa katanya?
Dia akan bawa kau ke sana?
Bagaimana dengan ayah?
Dia tak bicara tentang ayah?
Jelaskan apa yang terjadi.
Kami diberi tahu Sin-jae takkan sadar.
Ibunya benar-benar sedih.
Tapi pria itu
memperlihatkan fotomu.
Jika kujual panti jompo itu kepadanya,
dia berjanji akan membangunkanmu.
Tolong minta dia
mengunjungi ayah.
Suruh dia datang sekali saja.
Sekali saja.
Kang Sin-jae, kau adalah keajaiban bagi ibu.
KELUARAN TERBARU 1994 LAYANAN PESAN SUARA PENYERANTA
20 DESEMBER 1994
22 DESEMBER 1994
Hanya saat Manpasikjeok menjadi satu,
sumbu waktu akan terbentuk.
Dengan separuh Manpasikjeok, aku hanya bisa berpindah secara lateral.
Jika ingin ke tahun 2020, setidaknya harus menghabiskan
sekitar empat bulan di gerbang dimensi.
Astaga.
Apa aku ada di dunia ini?
Tidak lagi. Dia meninggal pada usia delapan tahun.
PANGGILAN DARURAT 112
Ini kantor polisi. Ada yang bisa dibantu?
Lee Seong-jae, lahir 27 Februari 1951.
Lee Eun-ho, lahir 23 Oktober 1952.
Lee Ji-hun, lahir 28 Oktober 1987.
Song Jeong-hye, lahir 8 Agustus 1965.
Tolong cari keluarga ini.
Seluruhnya akan meninggal kecuali Song Jeong-hye.
Baiklah.
Kau memberikan informasi?
Siapa namamu?
Tolong segera periksa.
Bisa saja mereka sudah meninggal.
Tunggu sebentar.
Apa katamu?
"Lee Ji-hun, lahir 28 Oktober 1987. Meninggal karena jatuh di Danau Paldang."
Pasti ini. Baru terjadi pagi ini.
Halo? Sekarang kau ada di mana?
Ternyata...
semua sudah terjadi.
Penjahatnya sudah ditangkap?
Jangan tutup teleponnya.
Bagaimana kau bisa tahu kasus ini?
Apa kau telepon lewat telepon umum?
Kau keren
pakai seragam militer.
Hanya kau wanita di hidupku.
Kau cepat tanggap.
AHN BONG-HUI
Jeong Tae-eul?
Siapa kau? Bagaimana kau tahu namaku?
Benar-benar lima tahun.
Aku...
datang dari waktu lain.
Aku datang ke tahun 1994.
Jadi, aku harus melalui 26 tahun.
Aku segera ke sana.
Aku sedang menuju
kepadamu.
Aku tahu siapa kau.
Kau tahu aku?
Penculik.
Ternyata sifatmu sama dari dulu,
Letnan Jeong Tae-eul.
Siapa kau?
Aku kenalan Instruktur Jeong.
Terimalah belasungkawaku.
Selamat tinggal.
JEONG TAE-EUL
Kenapa tak tumbuh?
Sekarang sudah musim semi.
Kenapa lama sekali?
TIM FORENSIK, GYEONG-RAN
Ini aku.
Aku menemukan sesuatu yang aneh.
Sepertinya aku pernah dengar suara ini. Coba kau dengar.
Lee Seong-jae, lahir 27 Februari 1951.
Lee Eun-ho, lahir 23 Oktober 1952.
Lee Ji-hun, lahir 28 Oktober 1987.
Apa ini?
Dari mana ini?
Ini benar orang itu, 'kan?
Orang tampan di uang itu.
Ini tak masuk akal.
Orang itu pernah memberikan informasi pada tahun 1994.
Awalnya tidak ada.
Ingat informasi yang kau cari itu?
Tersangka dari kematian keluarga itu adalah orang ini.
Aku datang dari waktu lain.
Jeong Tae-eul?
Aku datang ke tahun 1994.
AHN BONG-HUI
Aku segera ke sana. Aku sedang menuju
kepadamu.
Aku
punya ingatan baru.
Aku ingat itu semua.
Saat usiaku lima tahun,
orang itu datang kepadaku.
Di tempat itu...
Tahun 1994?
Itu adalah tahun terjadinya pengkhianatan.
Dia pergi ke malam itu.
Dia datang ke Republik Korea pada malam itu.
Tapi sekarang...
dia ada di masa lalu.
Kau sudah sampai di mana?
Aku harus tunggu di mana?
Terima kasih sudah membantuku.
Kau bohong waktu kau bilang
dia kembaranmu, 'kan?
Ternyata semua ceritamu bukan mimpi.
Aku benar-benar dokter bodoh.
Yang mana Kang Sin-jae, dan yang mana Kang Hyeon-min?
Aku masih mencari tahu.
POLISI BAIK SELALU MEMIHAK RAKYAT
Tae-eul!
Aku sudah dapat rekaman CCTV
kendaraan yang sering ke Panti Jompo Yangsun.
Baik.
Kenapa?
Kau mencari seseorang?
Tidak.
Jika sebanyak ini, kita harus lembur tiga hari.
Kukurangi jadi dua hari.
Ada yang aku terima di cloud juga,
dan aku sudah pisahkan semua usaha kecil dan mal.
Namanya Yoo Jo-yeol.
Dia yang sering memberikan uang ke panti jompo.
Kita harus cari ke mana dia pergi setelah dari panti jompo.
Aku menemukannya!
Sepertinya ini benar.
Vila Gyuyeong, 31-4 Gwangi-dong, dua bulan lalu.
Di sini juga ada.
Vila Gyuyeong di 31-4 Gwangi-dong, tiga bulan lalu.
Sepertinya itu benar.
Aku akan lapor ke Kepala Park.
Kita tak bisa menghubungi siapa pun di panti jompo.
Bersiaplah.
Song Jong-hye, kau di dalam?
Song Jong-hye, kau di dalam?
Sin-jae, ada bau aneh.
Bau gas. Semua keluar! Cepat!
Terjadi kebakaran di sebuah apartemen yang akan direnovasi di Gwangi-dong.
Penyebab kebakarannya adalah ledakan gas.
Kebakaran ini membakar enam unit di sekitarnya,
tapi untungnya tak ada korban jiwa.
Penyebab ledakan gas masih diselidiki oleh polisi.
Pemadam kebakaran dikirim ke TKP...
Apa kabarmu?
Siapa kau?
Orang yang akan mengembalikan hidupmu mengirimku ke sini.
Hidupmu sebagai cucu dari pemilik Farmasi Hogyeong.
Kau mengenalku?
Siapa aku...
Kau tahu aku yang sebenarnya?
Kau sungguh tahu siapa aku?
Jika orang itu mengembalikan hidupmu,
apa yang bisa kau lakukan untuk dia?
Semuanya akan kulakukan.
Sungguh, akan kulakukan.
Akan kulakukan apa pun.
Tolong...
Tolong bantu aku untuk kembali.
Aku mohon.
Halo.
Ya. Ini ibu.
Ibu baik-baik saja?
Ibu di rumah Bibi?
Ya. Sekretaris Kim mengantar ibu ke sini.
Di sini tak ada reporter. Jadi, ibu akan baik-baik saja.
Bagaimana denganmu?
Kau baik-baik saja?
Kau sudah makan?
Aku hanya dibebastugaskan sementara. Jangan khawatir.
Dan Ibu,
jika aku tanya Ibu makan malam apa,
Ibu harus jawab ikan makerel. Paham?
Apa maksudmu?
Ikan makerel apa?
Aku tak bercanda.
Ibu harus jawab begitu.
Jika tidak, timbul masalah.
Ibu makan malam apa hari ini?
Ikan makerel.
Begitu?
Ya.
Aku akan telepon lagi. Dah.
Sepertinya dia tahu tanda ini.
Kenapa hanya kalian berdua yang bisa membuka gerbang dengan benda itu
dan bahkan tahu tentang rasa sakit yang tak pernah kurasakan?
Aku juga ingin memiliki benda itu.
Benda yang dimiliki oleh Keluarga Kerajaan.
Manpasikjeok.
Belum.
Belum sepenuhnya.
Aku terlalu merindukanmu.
Aku hanya mau mendengar suaramu.
Aku mau meneleponmu lewat telepon umum di depan sana.
Kau sudah di mana?
Sudah hampir sampai?
Hari pemilihan?
Bersulang!
Jika aku dapat gedung lagi, aku mau buka toko teh susu.
Ide bagus.
Beri diskon juga untuk murid-murid taekwondoku.
Tapi apa itu teh susu?
Mau coba denganku besok? Sekaligus riset pasar.
Baiklah.
Bagaimana denganku?
Kenapa tak ajak aku? Waktuku banyak.
Kau tak lanjutkan kuliah?
Berisik sekali.
Cita-citaku yang ke-54 lanjut kuliah. Tapi tahun ini juga sulit.
Aku harus urus adik-adikku.
Omong-omong,
yang meneleponmu nomor ini juga?
Ya.
Sepertinya itu spam. Jadi, aku alihkan ke pesan suara.
Apakah ini mainan pembunuhan?
Orang yang pertama jawab akan mati atau pelakunya.
Aku akan coba mati.
Halo?
Kang Sin-jae?
Siapa kau?
Orang yang perlu bantuanmu.
Aku mau bicara dengan orang di kirimu, Letnan Jeong Tae-eul.
Dia mencari Letnan Jeong Tae-eul.
Kalian makan dulu. Aku akan kembali.
Kau tahu aku, 'kan?
Kau orang yang kutemui waktu kecil, 'kan?
Sabuk taekwondo ibuku.
Itu kau, 'kan?
Ternyata kau ingat.
Siapa kau sebenarnya?
Kenapa bajumu
sama dengan waktu itu?
Suara dan wajahmu juga.
Baju ini hadiah darimu,
dan wajahku hadiah untukmu.
Apa kau gila?
Maaf, aku tak sopan.
Pak, maaf, tapi tolong perlihatkan identitasmu.
Harusnya aku beri tahu lebih dulu bahwa aku tak punya identitas.
Dan aku sudah sering bilang aku tak gila.
Bagaimana kau tahu aku cari ikat rambut?
Karena aku suka saat kau begitu.
Aku tahu kalian akan membantuku apa pun yang terjadi.
Aku senang melihat kalian berkumpul.
Bagaimana kau tahu aku Jeong Tae-eul?
Katanya mau bicara denganku?
Aku kira aku sudah siap,
tapi pada saat kau tak mengenaliku
membuatku sedih.
Karena itu aku datang.
Untuk berbagian dalam memorimu hari ini.
Kita sekarang hidup di waktu yang berbeda.
Jadi, jangan pernah lelah menungguku
sampai aku tiba nanti,
seperti yang pernah kuminta.
Kita akan bertemu lagi di Gwanghwamun.
Aku akan pakai baju dengan banyak kancing,
dan datang bersama Maximus.
Bisakah kau
lebih ramah kepadaku saat kita bertemu lagi?
Dan tolong
luangkan waktumu
lebih lama untukku.
Kita tak punya banyak waktu.
Kenapa kita bertemu lagi?
Karena itu takdir kita.
Alasan aku tak bisa menemuimu setiap waktu
adalah karena keretakan
Manpasikjeok semakin parah.
Aku pergi dulu.
Jika terus denganmu,
aku selalu lupa menghitung.
Sampai jumpa.
Dia
datang lagi.
Dia juga datang
pada tahun 2016.
Tunggu aku
sebentar lagi.
Aku hampir tiba.
Suruh Ho-pil ke lantai dua.
Yeong.
Baginda?
Baginda.
Kenapa kau ada di sana?
Kenapa kau ada di sini?
Bukan kau harusnya ada di garis mulai?
- Kau juga belum ganti baju. - Sudah.
Yeong, kau punya kartu masuk pacuan kuda?
Jangan tanya alasannya.
Diamkan ini di sini. Jangan dipindahkan.
Ini perintah Raja.
Dan ingat semua perkataanku sekarang.
Ada apa?
Suatu saat kau akan pergi ke tempat bernama Republik Korea.
Kau akan ditinggal sendiri di sana,
dan tugasmu adalah mencari Song Jeong-hye.
Mungkin itu hal yang ingin kau bicarakan
sambil minum miras.
Siapa Song Jeong-hye?
Kau tak akan paham jika aku jelaskan sekarang.
Tapi kau akan paham nanti.
Saat itu, minta bantuan Detektif Kang.
Kau tak percaya Letnan Jeong Tae-eul pada saat itu.
Letnan Jeong Tae-eul?
Kau sudah bertemu dia?
Aku sedang berusaha
untuk bisa bertemu dengannya.
Karena itu kau tak boleh hentikan aku sekarang.
Ini juga perintah Raja.
Jika aku terlambat, aku tak akan bisa bertemu dengannya.
Tunggu aku di garis finis. Aku menang hari ini.
Hei, minggir!
KERAJAAN COREA
Tae-eul, ini aku.
Dia baru masuk toko swalayan.
Di dalam ada ayahmu dan Na-ri.
Aku segera ke sana. Jangan sampai kehilangan dia.
Kau bisa, 'kan?
Percayalah. Aku Pedang Abadi.
Mobilmu begitu banyak, tapi kenapa tak bawa mobil?
Mobilku hanya muat dua orang.
Jika begitu, aku dan Tae-eul bisa naik mobilmu.
Masuk akal.
Jika hanya muat satu orang?
Aku yang naik.
Tapi itu mobilku.
Sejak awal semuanya mobilku.
Hei. Mobilmu ada dua, tapi hanya muat tiga orang.
Kenapa selalu bawa mobil begitu?
Kalian
selalu begini?
Jeong Tae-eul selalu hidup sambil mendengarkan
lelucon payah ini?
Kenapa dia?
Pantas saja
aku disuruh beli daging sapi.
Sepertinya dia mulai gila.
Ayah.
Na-ri.
Aku sudah beri tahu
bahwa jika kita bertemu
kau akan mati.
Lepaskan saja.
Sebentar lagi
ayahmu akan pergi berpatroli.
Orang-orang yang berwajah penjahat sepertinya menuju ke sana.
Kenapa?
Kau tak pernah kehilangan seseorang?
Biasakan itu mulai sekarang.
Selama hidup,
aku selalu kehilangan sesuatu setiap hari.
Layanan darurat 112.
Aku Letnan Jeong Tae-eul.
Aku mau minta bantuan
ke daerah Hyoja-ro 13-gil.
Tolong kirim mobil patroli sekarang.
Kau!
Kau yang naik kuda.
Akhirnya...
aku menemukanmu.
Letnan Jeong Tae-eul.
Peluk dia, Jeong Tae-eul.
Cepat peluk dia.
Kau sungguh datang
ke Gwanghwamun.
Dan kau juga pakai baju dengan banyak kancing.
Ini aneh.
Sepertinya kau mengenalku.
Tak ada kebetulan dalam takdir.
Suatu saat, takdir pasti akan datang.
Tapi ketika sudah sadar akan artinya,
semuanya pasti sudah terlalu terlambat.
Lewati saja itu.
Aku akan menyesal
jika tak lakukan ini sekarang.
Aku menunggu seseorang.
Apa tak ada cara bagi kita mengubah takdir?
Maaf membuatmu terus menunggu.
Katakan kau akan kembali.
- Tergantung kepadamu. - Kita...
belum tiba di tujuan kita.
Tak akan kubiarkan. Tak bisa.
Kita tak perlu selamatkan dunia.
Di mana Manpasikjeok?
Di mana Letnan Jeong Tae-eul?
Bahkan jika gerbang itu menutup...
Aku berjanji akan kembali kepadamu.
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.