Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
EPISODE 13
Bagaimana akhir perang itu?
Perang yang terjadi bulan Juni tahun 1950 itu.
Bagaimana kau tahu
perang itu?
Apa yang kau pikirkan benar.
Pada suatu dini hari yang tenang,
bersamaan dengan bunyi tembakan yang mirip bunyi petir,
terbukalah pintu neraka.
Aku sedang bersedih
karena kehilangan orang tua dan saudaraku dalam perang itu.
Tiba-tiba seorang pria datang,
dan mengajakku pergi ke dunia tanpa perang.
Aku datang hanya membawa satu buku ini,
tanpa tahu aku tak akan pernah kembali ke kampung halamanku.
Pria itu adalah kakek Baginda,
Raja Haejong.
Setelah itu,
bagaimana sejarah dunia sana?
Ada gencatan senjata tiga tahun setelah perang.
Sekarang negara terpisah menjadi Utara dan Selatan.
Jadi, kita tak bisa pergi ke Hwanghae dari Seoul.
Maafkan aku
memberikan kabar buruk ini.
Tak apa-apa.
Aku hanya mau dengar kabarnya.
Walaupun banyak hari yang menyedihkan,
sekarang aku paham.
Semua ini adalah takdirku.
Sama seperti takdir kau datang ke sini juga.
Baiklah.
Kita mulai dari hal itu.
Jika tidak, kita tak bisa bicara.
Semua berita itu benar.
Dia wanita yang aku cintai.
Wanita yang bisa membuatku
melangkah dan melalui waktu.
Kau selalu jujur, Baginda.
Bahkan di saat seperti ini.
Wanita itu mantan napi.
Kau mau menipu semua rakyat?
Aku tak mau kau ikut campur urusan ini.
Tidak, Baginda.
Bukan begitu.
Aku suka berada di sampingmu.
Karena dari situ aku bisa melihatmu dengan jelas.
Tapi karena kau bilang itu bukan tempatku,
aku harus bagaimana?
Apa aku harus menentangmu
agar kau melihatku?
Hentikan, PM Koo.
- Jika kau melewati batas... - Aku...
merangkak dari tempat terendah
ke tempat tertinggi mendekati Raja.
Tapi karena kau punya segalanya,
yang menggerakkanmu hanya cinta.
Kini, apa yang bisa membuat hatiku berdebar?
Tentu bukan kejujuran dan kesetiaan.
Sepertinya aku belum sembuh sepenuhnya.
Aku pergi dulu.
Sampai bertemu saat laporan negara.
Tanyakan Tim Forensik Nasional apakah hasil autopsi Kim Gi-hwan
sudah keluar.
Sejak tanda pengenalmu sampai di Baginda,
kau telah membimbingnya kepada takdirnya.
Tolong
banyak bantu dia.
Kita bertemu lagi.
Ya.
Kita bertemu di Gwangwamun, 'kan?
Kau juga membeli sepatu,
Koo Eun-a.
Maafkan aku.
Baru sekali ini ada yang salah sebut namaku di sini.
Kita hanya pernah bertemu di depan Gedung KU.
Bukannya kau harus tahu PM Koo Seo-ryeong
jika mau tinggal di sini?
Kau buat negara heboh karena Raja melamarmu
Apa yang kau lakukan sebelum dan sesudah bertemu aku?
Tak mungkin hanya beli sepatu.
Berhentilah berlagak dan minggir.
Kau tak bisa menghentikanku.
Kau yang datang, dan berhenti sendiri.
Hatimu terasa berat?
Rasa bersalah memang akan membuat hatimu berat.
Mau tahu yang aku lakukan waktu itu?
Tentunya tak hanya beli sepatu.
Maksudku, waktu kita bertemu di Gedung KU.
Baik. Aku ke sana sekarang.
Maaf, kau tidur saja duluan.
Forensik menemukan sebuah tanda dari hasil autopsi Kim Gi-hwan.
Aku mau memastikannya.
Koo Seo-ryeong juga punya tanda itu.
Kau juga lihat?
Aku bertemu dia di koridor.
Koo Seo-ryeong juga sudah melewati gerbang.
Aku lihat dia di Republik Korea, dan memastikannya tadi.
Maka itu dia membuatku tak bisa bergerak.
Untuk menentangku, menjadi pengikut Lee Lim.
Apa tak masalah Koo Seo-ryeong tahu
aku tahu soal ini?
Para penjahat berlaku brutal jika terpojok.
Lebih baik begitu.
Tak ada yang bisa menang dariku
jika aku berlaku brutal.
Percaya padaku. Istirahatlah.
- Walaupun kau mau ikut... - Ya.
Aku tahu tak ada baiknya jika aku terekspos.
Aku akan cepat, tapi mungkin akan pulang pagi.
Aku akan datang bersama Eun-sup.
NFS TIM FORENSIK NASIONAL
Baginda.
KIM JU-HYEON PUSAT MEDIS FORENSIK
HASIL AUTOPSI KIM GI-HWAN
Seperti yang kau lihat, sisi kiri bawah dadanya
ada luka seperti luka terbakar yang tak beraturan.
Kau bilang pernah lihat
luka seperti ini sebelumnya?
Ya.
Sebenarnya, tak ada yang percaya ini sebelumnya.
Aku bekerja 11 tahun, dan pernah lihat luka yang sama pada tiga mayat.
Tepat saat turun hujan seperti ini.
Tapi yang aneh,
ketiganya pernah dipenjara karena membunuh keluarganya.
Orang yang membunuh dirinya
lalu pindah dunia akan mudah ketahuan oleh keluarganya.
Tolong pastikan apa ada kasus yang sama lainnya.
- Ada jawaban yang harus aku cari. - Baik, Baginda.
Apa?
Itu suplemen?
Lepaskan pisau ini.
Menjauh.
Haruskah aku katakan rahasia sebelum kau mati?
Baginda akan segera sampai.
Aku yang akan periksa.
Yeong melakukannya seperti ini.
Di tanah yang indah Dengan sungai dan gunung
Dangun memilih tempat ini.
Membangun negara yang bertujuan Agar bermanfaat bagi semua
Juga punya keturunan-keturunan Yang hebat
Raja Dongmyeong dirikan Goguryeo Raja Onjo dirikan Baekje
Dan Hyeokgeose yang lahir dari telur
Raja Gwanggaeto yang Agung melewati Manju
Dan Jendral Silla, Isabu
Ya, Baginda. Besok aku keluar rumah sakit.
Selamat tidur, dan sampai bertemu besok.
Mati.
Itu lagu 100 orang berjasa di sejarah Republik Korea.
Sebenarnya tak sampai 100.
Kau hebat.
Terima kasih.
Lain kali, tolong bukakan pintu mobil.
Kerajaan Corea bisa apa tanpa aku?
Kapan Tae-eul dan aku pulang?
Mungkin besok dini hari.
Sudah saatnya dia mau pulang.
Di sini sangat sering hujan.
Kau tak apa-apa?
Tak ada luka atau rasa seperti terbakar?
Umurku masih 20-an.
Aku bukan orang tua yang sakit karena hujan.
Kau dan Tae-eul tak ada, tapi aku ada.
Ada apa?
Tanda orang itu membunuh dirinya sendiri.
Apa ini?
Luka apa ini?
Amnesti Pimpinan Choe sudah disetujui.
Dia bebas saat Gyeongchip.
Baiklah.
Tolong buatkan jadwal ke dokter.
Dokter kulit.
Bukan.
Apa psikolog?
Kau tak ke rumah sakit saat cuti?
PM Koo.
Kau tak mau beri tahu apa yang kau lakukan saat itu?
Sepertinya aku menyukaimu.
Bahaya jika kau tahu. Jangan tanya.
TOKO BUKU EOSU
Tadinya aku mau percaya kau anak Lee Lim yang disembunyikan.
Tapi wajahmu terlalu mirip,
dan sama dengan wajah yang kulihat di buku pelajaran.
Siapa kau sebenarnya?
Kau yang mengirimkan ini?
PRESIDEN TRUMP MENGINJAKAN KAKI DI KOREA UTARA
Setidaknya dulu orang tuamu menghormatiku.
Mereka takut, patuh perkataanku, dan menunduk di hadapanku.
Jadi, kau bukan anak yang disembunyikan, tapi memang Lee Lim?
Kau akan dapat jawaban dengan cepat karena pertanyaanmu banyak.
Jika masih hidup, seharusnya kau 70 tahun. Kenapa masih sama?
Trump adalah presiden Amerika?
Apa ini?
Siapa wanita yang sama denganku ini?
Aku harus jawab yang mana dulu?
Seperti yang kau lihat, aku belum mati.
Wanita itu adalah kau dari dunia lain.
Sidik jari, DNA, wajah, dan tanggal lahir. Semuanya sama.
Ada dunia paralel bernama Republik Korea.
Apa aku sedang diancam sekarang?
Jika jawabanku salah,
apa wanita ini akan mengambil tempatku?
Aku sudah bertemu sangat banyak orang.
Tapi kau orang pertama yang paham tanpa diberi tahu.
Apa yang akan kau lakukan?
Kau akan jawab pertanyaanku?
Orang yang bisa membuatku tertawa memang hanya pria Keluarga Kerajaan.
Kau harus buktikan kemampuanmu dulu.
Coba bawa aku ke sana.
Ke dunia lain,
ke Republik Korea.
Kau sudah memutuskan ke mana aku harus pergi
dengan sepatu ini, Baginda.
Dia keluar?
Tamuku?
Ya. Dia minta ditemani pengawal yang kuat.
Jadi, kukirim Jang Mi-reuk, siswa latihan terbaik Pengawal Istana.
Aku juga sudah memberinya ponsel.
Kau benar-benar mirip dengan Jangmi.
Kau siswa latihan terbaik?
Ya, benar.
Maaf, tapi bagaimana kau tahu nama panggilanku?
Benarkah?
Namamu Jang Michael?
Namaku Jang Mi-reuk.
Tetap saja namanya mirip.
Senang bertemu denganmu.
Ada sebuah tempat yang aku cari.
Sebuah pabrik kue atau roti yang berada
dalam radius satu jam dari tambak garam.
Tempat itu adalah daerah terlarang.
Jadi, tak ada pabrik.
Hanya ada hutan.
Benarkah?
Aku sadar sebentar waktu sedang diculik.
Aku mencium bau manis seperti permen gulali.
Mungkin tempat itu benar jika kau cium bau itu.
Tempat itu habitat pohon kayu manis.
Pohon kayu manis?
Ya, dua pohon saja bisa menyebarkan bau manis yang kuat.
Mungkin itu benar. Ayo ke sana.
Berapa nomornya?
Seharusnya pergi bersamaku. Kenapa...
Baginda punya banyak hal yang harus dilakukan.
Jadi, dia pergi sendiri.
Hal yang mendesak dulu.
Hal mendesak ada banyak. Mari mulai dari yang paling penting.
Kapan kau akan menikah?
Keadaan sangat berisik karena berita Ratu.
Sepertinya kita harus buat pengumuman resmi.
Haruskah percepat, atau tunda?
Tunda dulu.
Aku belum dapat jawaban dari lamaranku.
Dia jahat, 'kan?
Benarkah?
Pemberhentian tugas PM Koo lebih mendesak sekarang.
Coba pergi ke penjara dulu.
Minta Pimpinan Choi dari KU untuk kirim seseorang mewakili dia.
Hari ini.
Minta dia pilih antara perusahaan
atau mantan istrinya.
Dan bilang aku tak mau perwakilannya datang dua kali.
Ya, Baginda.
Di mana Kepala Wanita Istana Noh?
Sudah lama tak kelihatan.
Itu dia datang.
Ada dua alasan kau tak kelihatan.
Kau sedang menaruh jimat, atau ada pekerjaan istana.
Ya, Baginda. Yang kedua.
Sebenarnya, aku sudah menangkap penyelinapnya.
Dalam proses penangkapannya, aku mengetes makanan ke ayam.
Seseorang menggunakan racun?
Pegawai istana bernama Park Suk-jin adalah pelakunya.
Aku dengar bahwa Park Suk-jin ke toko buku pengkhianat itu.
Setelah keluar dari sana, dia membakar foto ini.
Waktu ketahuan, dia langsung muntah darah di tempat.
Jadi, orang tuanya yang dimanfaatkan.
Aku bahkan belum mengembalikan uangnya.
Bagaimana keadaannya? Dia kritis?
Tidak. Dia sudah sadar.
Tapi dia ingin bertemu secara pribadi denganmu.
Kau mau menemuiku?
Kau membohongiku selama ini.
Aku melihatmu
bersama anakku,
Kang Sin-jae.
Itu foto terakhir yang diberikan Lee Lim kepadaku,
dan aku menerima foto itu
bersama dengan racun.
Kau belum memenuhi peranmu.
Ini foto terakhir yang akan kau terima.
Karena itu, aku bertaruh.
Aku meminum racunnya
alih-alih meracunimu.
Jika aku mati, berarti itu bayaran kesalahanku.
Jika aku hidup,
aku mau minta bertemu secara pribadi denganmu.
Aku memang tak punya hak,
tapi aku menyerahkan hidup dan mati anakku
kepada Baginda.
Anak itu tak berdosa.
Tolong dia.
Kumohon.
Lindungilah anakku, Baginda.
Nama ayah mertua, Yu Heung-ik, 510727.
Nama ibu mertua, Choe Ok-seon, 530305.
Nama suami, Yu Hyeon-jun, 770614.
Nama kakak ipar, Yu Hyeon-seo, 791112.
Anakmu adalah bayi paling beruntung di Kerajaan Corea.
Begitu lahir, ibunya seorang pewaris, dan ayahnya direktur.
Aku tahu itu.
Nama ayah mertua, Yu Heung-ik, 510727.
Nama ibu mertua, Choe Ok-seon, 530305.
Apa ini?
Di mana aku?
Kenapa aku di sini?
Sabar, Anakku.
Jangan begini.
Apa yang terjadi?
Kenapa aku ada di tempat seperti ini?
Ada apa di halaman?
Kenapa kau hari ini?
Kau mau mengintai kelab malam?
Kau mau keluar atau masuk?
Sudah makan? Kalau belum makan dulu.
Ibu Jeong-hun memberi ayah taoco sebanyak ini.
Taoconya enak.
Kuahnya juga sepertinya enak sekali.
Kenapa melihat ayah begitu?
Tak puas dengan lauknya?
Jangan begitu.
Lauk hari ini sudah sangat sempurna.
Ayah.
Kenapa?
Apa aku anak yang baik?
Tentu.
Kau baik sekali sebulan.
Tanggal 29. Tanggal gajianmu.
Gajian sepekan lagi.
Sesudah makan, taruh di wastafel. Ayah pergi dulu.
Rasi bintang Gemini.
Menyebalkan.
Kenapa kita datang ke sini lagi?
Karena tak ada tempat lain.
Kau selalu memperhatikan aku.
Aku bisa ke mana?
Dulu aku bekerja di rumah itu.
Saat Ji-hun masih kecil.
Mau aku berteriak
dan buat orang-orang datang?
Bu Min.
Kau siapa?
Kau tak kenal aku?
Aku ibunya Ji-hun.
Astaga. Ya, ini kau.
Bagaimana bisa bertemu begini?
Astaga.
Sepertinya kau hidup senang sekarang.
Kau baik-baik saja?
Masih tinggal di rumah itu?
Kau belum tahu?
Kami sudah pindah saat Sin-jae SMP.
Sebenarnya...
aku jadi ART di daerah ini.
Bu Min, ayo makan denganku.
Makan?
Kita sudah bertemu. Aku tak mau langsung berpisah.
Bu Min, ayo naik.
Ya, baik.
Aku sangat kaget.
Bagaimana bisa bertemu di sana?
Kau ingat keluarga Jong-hun, presdir bank itu?
Aku bekerja di rumahnya.
Sebelumnya aku ragu apa aku bisa bekerja di sana.
Tapi untunglah aku bekerja di sana.
Aku bisa ringankan beban Sin-jae.
Biaya rumah sakit Sin-jae pasti sangat mahal.
Apa?
Sin-jae sudah sadar. Dia sangat sehat.
Kurasa kau tak dengar berita lagi sejak itu.
Dia sudah sadar?
Seperti keajaiban, dia sadar satu tahun setelah kecelakaan itu.
Kami pindah karena usaha suamiku bangkrut.
Lihat.
Sin-jae sudah jadi polisi.
Tak akan ada yang percaya jika dia dulu sakit.
Ji-hun dan Sin-jae seumuran, 'kan?
Apa kabar Ji-hun?
Bu Min.
Aku senang bisa bertemu denganmu.
Kadang aku sering teringat kau.
Kau memperlakukan aku dengan baik dulu.
Aku sangat berterima kasih.
Ini...
makanlah makanan yang enak.
Astaga.
Aku pergi dulu.
Astaga. Tunggu.
Tunggu!
Astaga.
Ibu Ji-hun!
Apa ini semua?
Astaga.
Mau ke lantai berapa?
Ke lantai yang sama.
Kau di mana?
Kau bilang sudah dekat,
tapi kau tak ada.
Segera datang ke sini.
Gendong dia dan berlarilah.
Kalian tunggu di sini.
Maafkan aku, Baginda.
Aku khawatir
karena kau pergi minta ditemani pengawal.
Kenapa ponselmu?
Aku tak bisa jawab telepon
karena selalu ada telepon masuk ke ponsel dia.
Aku pergi dengan pengawal karena tahu kau akan khawatir.
Ayo pergi ke tempat yang tenang.
Aku mau katakan sesuatu.
Kurasa aku akan menemukan hutan bambu Lee Lim.
Ada petunjuk yang aku ingat. Jadi, aku mencarinya.
Aku menemukan hutan di mana aku tersadar.
Jangmi dunia ini akan terus mencari hutan bambu di sekitar sana.
Jika sudah ditemukan, kita bisa jaga tempat itu.
Kenapa?
Tidak begitu?
Waktu akan berhenti
saat gerbang terbuka.
Semakin sering terbuka,
waktu akan berhenti lebih lama.
Sekarang, waktunya berhenti lebih dari satu jam.
Jadi, jika kau taruh penjaga di sana, mereka dalam bahaya.
Karena hanya Lee Lim yang bisa bergerak.
Benar.
Dia pasti pernah berpikir begitu.
Tapi waktu sungguh berhenti selama itu?
Selama waktu itu berarti kau sendirian.
Beberapa kali
kau bersamaku saat itu terjadi.
Apa ada cara untuk kita
untuk mengembalikan ini semua?
Sepertinya waktu berhenti karena Manpasikjeok terbagi dua.
Kekuatannya yang dipakai hanya setengah. Jadi, dimensi mulai runtuh.
Maka bisa jadi,
semua akan membaik
jika suling itu menjadi satu.
Bagaimana bisa menjadi satu?
Mengambil yang Lee Lim punya,
atau yang kau punya diambil.
Salah satu itu.
Atau hentikan Lee Lim sebelum dia mengambil setengah suling itu.
Tapi dia sudah terlanjur memilikinya.
Hal ini bisa dilakukan jika di dalam gerbang itu
ada sumbu waktu, bukan hanya sumbu ruang.
Itu menjelaskan alasan aku mendapatkan tanda pengenalmu 25 tahun lalu.
Sumbu waktu benar ada?
Itu belum pasti.
Aku sudah berlari dalam gerbang itu.
Tapi, aku tetap tak bisa sampai ke ujungnya.
Tapi ada yang pasti. Aku melempar koin di sana,
dan itu mengapung.
Bibit bungamu waktu itu tenggelam.
Sepertinya sesuatu yang hidup akan tenggelam.
Benarkah?
Aku beli bibit bunga lagi.
LILI AJAIB
Kau sungguh percaya
bahwa bunga bisa tumbuh di sana?
Aku paham yang kau khawatirkan.
Jika Manpasikjeok menjadi satu,
kau takut gerbang itu akan tertutup.
Benar, 'kan?
Syarat kesepuluh dari 17.
Tak khawatir tentang hari nanti.
Hal itu belum terjadi.
Kau benar.
Tapi itu yang kesembilan dari 17.
Itu yang kesembilan?
Kau berkata seperti sudah menaati delapan syarat sebelumnya.
Harusnya kau menepuk punggungku saat begini.
Sudahlah. Sampai besok pagi.
Pengawal, selangkah ke depan.
Mari lihat matahari terbit.
Pria mana yang bilang begitu untuk bersama pacarnya?
Seharusnya bagaimana?
Katakan dengan ketulusan.
Kurasa aku mengatakannya dengan cara lain.
Cara apa?
Ketidaksabaran.
Astaga.
Bawa sendiri lain kali.
Pelit sekali.
Sial.
Astaga.
Hei, Nak!
Jangan merokok di sini.
Apa yang kalian lakukan tengah hari begini?
Di tempat lain boleh?
Maksudku, matikan rokok kalian.
Jika tidak, aku yang matikan.
Coba jika kau bisa.
Dari tatapan kalian, kalian akan menjadi preman atau polisi.
Terima ini.
AKADEMI TAEKWONDO PAHLAWAN BANYAK MURID KAMI JADI POLISI
- Jangan tipu kami. Kau bohong, 'kan? - Dia tak bohong.
Kau sudah pulang kerja?
Ayah.
Ayah.
Kali ini aku benar hampir mati.
Kini Ayah sangat khawatir karena aku tak pulang, 'kan?
Apa maksudmu? Kau selalu di rumah.
Kau juga kirim pesan.
Kau mabuk?
Kenapa? Ada apa?
Pinjam ponsel Ayah.
Kenapa?
Ada apa ini?
Lee Gon tak memberimu uang?
Kalian memeras PNS Republik Korea.
Aku belajar dari Letnan Jeong.
Aku suka cara ini.
Tapi...
KIM GI-HWAN, KANG HYEON-MIN
KANG HYEON-MIN
Siapa Kang Hyeon-min?
Kau boleh minum itu setelah tertembak?
Aku terluka ketika melindungi, dan ada yang terlindungi saat aku terluka.
Sombongnya.
Begitulah seharusnya kau bertarung.
Kau belum jawab pertanyaanku.
Apa namamu Kang Hyeon-min di Kerajaan Corea?
Ya, sepertinya begitu.
Bisa kau cari waktu ke sana?
Ada lagi yang ingin kau tahu?
Atau yang ingin kau cari.
Mungkin ibumu?
Apa pun.
Ibu, kakak, adik, apa pun.
- Kau panggil aku untuk ini? - Kenapa tak beri tahu dia?
Kau suka Letnan Jeong Tae-eul, 'kan?
Aku yakin kau tahu jika aku saja tahu.
Ternyata karena ini kau ditembak.
Lain kali aku yang tembak.
Baginda dan Jeong Tae-eul tak bisa bersama.
Dua dunia terlalu jauh.
Jika alasannya itu, lebih baik kau diam.
Ada hubungan di satu dunia yang lebih jauh daripada dua dunia.
Jika kau pergi, artinya itu benar.
Ya, memang benar.
Kau cuti hanya untuk begini?
Kenapa tak menjawab telepon? Apa yang kau lakukan?
Tahu dari mana tempat ini?
Kau tak apa-apa? Kau sakit?
Apa yang...
Ini ayahku. Tunggu.
Sin-jae!
Kau ada di sini?
Lokasi ponselku di sekitar sini.
Jeong Tae-eul.
Mungkinkah kau...
Kau bertemu aku?
Maksudku, orang yang berwajah sama denganku.
Kau bertemu dia?
Kau baru datang?
Ya, benar.
Benar begitu? Wajahnya sungguh sama denganku?
Dia juga punya ponselku.
Sepertinya dia punya kartu identitasmu. Dia ambil cuti.
Lekas ke kantor dan batalkan cutimu.
Kartu identitasku yang hilang ada di tangannya.
Kau jawab teleponku?
Kau tahu aku, 'kan?
Tentu.
Letnan Jeong Tae-eul.
Di mana kau sekarang? Kita harus saling bertemu.
Kau mau bertemu aku, 'kan?
Omonganmu menakutkan.
Jika kau menemuiku, kau mati.
Bersyukurlah karena kita tak bertemu.
Jika kau ganggu orang di sekitarku...
Jika aku mau ganggu, sudah aku lakukan saat kau tak ada.
Aku memang datang untuk menemuimu. Sampai jumpa.
Terima kasih ponselnya.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak...
Tujuanmu memang aku.
Bahkan suaranya sangat mirip denganku.
Apa kabar?
Kau makan dengan baik?
Tak ada masalah?
Kau tak bertemu PM Koo?
Bagaimana kau tahu itu?
Bekas luka yang ada di bahuku
juga ada di PM Koo.
Jangan khawatir tentang dia.
Dia tak akan bisa pergi ke tujuannya.
Aku hanya mengikatnya, tapi dia akan merasa kehilangan sayapnya.
Kita bertemu setelah enam tahun, Baginda.
Apa kau sehat?
Aku ingat.
Di kantor mantan PM enam tahun lalu.
Hari ini kau datang sebagai wakil Pimpinan Choe dari KU?
Orang-orang menyebutku pelobi. Tapi menurutku, aku adalah buruh.
Agar jelaga tak menempel di tangan petinggi,
aku menempelkan jelaga itu di tanganku.
Kali ini kau juga bisa pergunakan aku dengan baik.
Haruskah aku begitu?
Aku mau dengar apa yang dia pilih.
Dia tentunya memilih perusahaannya.
Mantan istrinya sudah diberi banyak tunjangan.
Ini jawaban Pimpinan Choe.
Itu pengkhianatan, Baginda.
Aku sudah menduga bahwa KU punya segalanya.
Yang lebih mengagetkan adalah bukti ini
berasal dari rumah pribadi PM Koo.
Keamanan istana harus diperketat.
Suaramu juga ada banyak di dalamnya.
Kau bilang kau tak bisa berutang kepada PM Koo.
Aku tak mengenal PM Koo sepenuhnya.
Berita terkini.
SBC baru saja mendapatkan dokumen rekaman suara
Pimpinan Choe Min-heon dari Grup KU
dan PM Koo Seo-ryeong, mantan istrinya.
Mari kita dengar bersama.
Lacak orang-orang yang terlibat di pengkhianatan 25 tahun lalu.
PM dengan sisa jabatan satu tahun mengejar pengkhianat?
Jika ada rumor itu, karierku selesai.
Semua video terkait kejadian sudah hilang.
Bahkan dari server luar negeri.
KU bisa mendapatkannya?
Apa divisi sekretarismu mampu?
PIMPINAN KU MENYELAMATKAN PERUSAHAAN DENGAN MENGEKSPOS MANTAN ISTRINYA
Tidak bisa, Wakil PM. Aku akan lapor dulu kepadanya.
Mulai saat ini, PM Koo Seo-ryeong dibebastugaskan.
Semasa bebas tugas,
aku sebagai Wakil PM akan menggantikanmu.
Kembalikan ponsel untuk kerjamu,
dan masukkan barang pribadimu ke sini.
Siapa yang menyuruh?
KU? Partai oposisi?
Kerajaan?
Kalian semua seakrab itu?
- Berikan. - Tak usah.
Tak ada yang perlu kubawa.
Ambil ponselnya.
Aku hanya perlu ini.
Kau tak ikut aku?
Tempatku selalu di sini.
Aku memang sudah tahu bahwa para pria hanya setia di mulut.
Sungguh menyebalkan.
Kapan dan siapa yang masuk ke rumah pribadiku?
Sudah terlanjur.
Nasi
sudah menjadi bubur.
Baiklah.
Teruslah berada di tempat itu.
Aku tak pernah ada di tempatku.
Aku selalu terbang lebih tinggi.
Ayo pergi.
Apa kau juga tak menurutiku?
Tidak. Ayo kita pergi.
PM Koo menerobos sistem keamanan istana.
Nanti kau dengar sendiri caranya. Aku tak mau bicarakan itu.
Rasa ayam ini memang sangat enak.
Bagaimana kau tahu aku di sini?
Apa kau pasang aplikasi GPS di ponsel Jo Eun-sup?
Eun-sup pasang itu di ponselku.
Kau tak ketahuan adik-adik Eun-sup?
Tentu saja.
Eun-bi.
Kau tahu kakakmu punya SIM?
Orang itu bukan kakakku.
Benar, 'kan? Dia aneh, 'kan?
Eun-bi tak mungkin salah.
Eun-bi, coba dengar aku...
Kakak!
Adik-adikku!
Barusan katanya itu bukan kakaknya.
Jo Eun-bi!
Kau bilang dia bukan kakakmu.
Orang ini benar kakakku.
Apa maksudmu?
Kenapa dia...
Sepertinya memang benar?
Myeong Na-ri. Kau pasti rindu aku, 'kan?
Aku sangat merindukanmu.
Kemarin kita bertemu.
Sedang apa kalian? Anak-anak melihat.
Semua alasan untuk tak bertukar dengannya ada di sini.
Peluk aku!
Siapa
yang berani
mencuri ponsel seorang polisi?
Apa benar dicuri? Barusan akun ponselmu ditutup.
Ditutup?
Ya. Kau juga yang menutupnya langsung.
Jadi, artinya sudah tak bisa ditelepon.
Aku pergi dulu.
Aku harus beli ponsel baru.
Semangat!
04D 7283
Kukira Na-ri.
Apa? Kau sudah merindukanku?
Kau ingin aku bukakan pintu.
Sungguh?
Di mana Yeong? Suruh dia mengantarmu.
Ini Republik Korea.
Aku mau belikan perusahaan itu, tapi dokumennya merepotkan.
Aku tak punya KTP Republik Korea.
Jadi, aku belikan ini saja.
Kau bisa menyetirnya sendiri
karena ini milikmu.
Kau bicara apa?
Ini milikku?
Yeong sudah dapat SIM.
Aku berterima kasih
atas bantuanmu.
Astaga.
Ini sungguhan?
Tapi...
Aku tak bisa membalasmu.
Ini cukup.
Aku penasaran apa itu karena kau terus membawanya.
Jika kau bilang, aku bisa belikan satu boks.
Itu menambah stamina.
Aku menantikannya.
Aku ingin melihatmu menyetir, tapi aku harus pergi.
Rawat mobil ini.
Sampai jumpa.
Dia keren bahkan saat pergi.
Baik, Pak!
Ayah, kunci pintu yang benar karena hari ini aku pulang telat.
Jangan buka pintu
terlebih untuk orang yang Ayah kenal.
Kau kerja hari Minggu?
Ya.
Aku sudah taruh ponsel Ayah di meja makan. Telepon aku jika ada masalah.
Ayah telepon jika mau.
Silakan makan.
Terima kasih.
Pemilik kuda ini datang setelah beberapa lama.
Karena itu ayah ajak dia makan bersama.
Katanya kau mau pergi?
Bukannya
ini daging babi yang aku beli?
Kau menumpang di rumah ayah selama 33 tahun.
Tapi kau pakai apa di wajahmu? Kulitmu berkilauan.
Kau punya pacar?
Ayah,
ini wajah tanpa riasanku...
Ya.
- Apa? - Aku punya pacar.
Itu orangnya.
Apa?
Aku berencana untuk memperkenalkan diri dengan lebih formal.
Tapi jadinya begini.
Tapi walaupun begitu, intinya tetap sama.
Aku menyukai putrimu.
Namaku Lee Gon.
Mohon bantuanmu.
Ayah terlalu kaget...
Ayah,
ini sudah matang.
Ya, sudah matang.
Ini matang karena kompornya panas.
Silakan duduk.
Cepat makan. Silakan makan.
Silakan.
Kau selalu menggulung makananmu.
Kau membawa ini?
Rasanya sama dengan kimchi di istana.
Tapi...
aku penasaran akan satu hal.
Apa pekerjaanmu?
Ayah.
Ayah tak tahu?
Itu sudah tertulis di wajahnya.
"Orang yang keren."
Sepertinya ayahmu sangat kaget
karena anak tersayangnya berpacaran dengan orang tak beridentitas.
Aku berniat menemuimu malam ini.
Aku tak tahu kau akan datang begini.
Sekarang aku mau memeriksa jejak Koo Seo-ryeong.
Jika aku tak datang sekarang, aku takut tak bisa berpamitan.
Kau mau pulang? Hari ini?
Sekarang?
Haruskah aku tak pergi?
Haruskah aku di sini
hari ini?
Jika aku menghentikanmu, apa kau tetap di sini?
Kau mau aku begitu?
Aku akan menemuimu sesudah ini.
Aku beli ini beberapa waktu lalu.
Aku membelinya dengan niat
menggunakannya untuk menahanmu tak pergi.
Aku belikan sesuatu berwarna hitam dan polos
agar tak ada yang bisa mengenalimu.
Kau hanya punya baju yang mencolok.
Jika aku pakai, pasti mencolok.
Terima kasih. Aku akan pakai dengan baik.
Tapi kau tak boleh mencolok.
Aku bilang itu sulit.
Tapi sepertinya...
aku pernah melihat baju ini.
Ya. Aku memang membeli yang begitu.
Coba pakai. Nanti kita bertemu. Selalu jawab teleponmu.
DIVISI KEJAHATAN KEKERASAN SKUAD TIGA
Sin-jae, aku punya permintaan.
Tolong bantu aku.
Mencari dirimu?
Dia akan datang sendiri. Ada yang lebih mendesak.
Koo Eun-a.
Sepertinya dia tak pulang empat hari.
Maka itu kita harus cari dia.
Koo Seo-ryeong datang ke dunia ini, dan sudah pasti mencari dirinya.
Jika sudah menemukannya, dia tak mungkin membiarkannya.
Sepertinya sidik jari ponsel 2G itu sudah keluar.
Halo, aku Kang Sin-jae.
Ya, Jangmi.
Benar.
Ya, terima kasih.
Kami akan segera kembali.
Koo Eun-a
dilaporkan hilang hari ini.
Sidik jarinya sudah keluar.
Dia mantan napi.
Dia dipenjara selama tiga tahun 19 tahun lalu
karena mencuri fasilitas Panti Jompo Yangsun.
Itu tempat Lee Seong-jae mati.
Orang yang berwajah sama dengan Lee Lim.
Koo Seo-ryeong datang dengan Lee Lim,
dan jika Koo Eun-a mati bukan hilang...
Dia pasti di Panti Jompo Yangsun.
Kau tahu orang ini, 'kan?
Aku tak tahu dia.
Boleh aku cari di sini?
Tidak. Kau punya surat perintah?
Tak ada. Kau boleh melapor.
Kenapa banyak kamar yang tak bisa dimasuki tanpa kartu pengenal?
Ini kartunya, 'kan?
KUNCI MASTER
Aku pinjam dulu. Kau lantai genap,
- aku ganjil. - Baik.
Tak ada urusan lagi di sini?
Tak ada.
Aku berniat tak tinggalkan jejak apa pun.
Apa itu?
Seseorang ingin aku tak mencolok di dunia ini.
Baginda.
Kau mau minum denganku?
Miras?
Ada apa?
Aku keluar sebentar
untuk beli soju.
Aku belajar ini dari Letnan Jeong, dan enak.
Anak itu tak berdosa.
Tolong dia.
Kumohon.
KAKAK JEONG TAE-EUL
Nomor yang Anda tuju sedang tidak...
Semuanya hitam.
Kenapa? Kau lupa kartunya?
Tak kusangka kau secepat ini.
Kau bolos?
Bolos juga sebuah kemampuan.
Boleh aku masuk?
BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG
PAMERAN ARTEFAK KERAJAAN COREA
Mana Jo Yeong? Lebih baik minum bersama.
Aku cari cara menanam bunga lili.
MERAWAT LILI AJAIB
Aku mau menanamnya.
Tapi sepertinya sulit.
Kau tahu arti bunga lili?
Artinya "cinta yang tak bisa terwujud".
Kenapa melihatku begitu?
Aku pikir tak akan tertipu,
tapi kurasa wajah itu kelemahanku.
Apa maksudmu?
Ada ketakutan di tatapanmu.
Jeong Tae-eul tak begitu.
Kau
bukan Jeong Tae-eul.
JEONG TAE-EUL BADAN KEPOLISIAN NASIONAL
Ternyata kau Luna.
JEONG TAE-EUL BADAN KEPOLISIAN NASIONAL
Ternyata begitu.
Dia tinggi,
pandai menembak,
tahu struktur Cheonjongo.
Dia tahu pasti siapa musuhnya.
Saat itu dia mempertaruhkan segalanya, dan bertarung untukku.
Yang menyelamatkanku...
Ternyata kau, yang menyelamatkan dirimu.
Ternyata aku.
Dengan ini
semuanya sempurna.
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.