Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
EPISODE 10
Apa ini mimpi panjang?
Itu kali pertama aku lihat rumah seperti itu.
Rumah dengan gerbang luar dan sofa.
Dan ada wangi harum dari ibuku.
"Aku harap Kang Hyeon-min
adalah sebuah mimpi."
Aku dulu berpikir begitu.
Bisa saja itu benar-benar mimpi.
Apa yang membuatmu berpikir Kang Hyeon-min adalah ingatan?
Aku sudah bertemu
dengan seseorang dari dunia itu.
Mereka berkata mereka datang dari dunia lain?
Menurutmu ini delusi?
Dari gejalanya...
Coba ceritakan
mimpi indahmu, bukan yang buruk.
Kau cuti hanya untuk ke sini?
Kau tak cuti, tapi ke sini?
Kenapa tak jawab teleponku?
Aku sudah beberapa hari mengintaimu.
Baguslah.
Kau punya banyak waktu.
Berapa semuanya?
Tempo hari kau bertanya,
sejauh apa aku pergi.
Ini fiksi ilmiah.
Kau mau dengar?
Nanti saja, aku masih cuti.
Hei.
Lee Sang-do masih hidup.
Ada kesamaan bukti antara Lee Sang-do dan Jang Yeon-ji.
Mereka berdua
punya dua ponsel.
Kau tahu kenapa?
Ada dunia lain berisi orang-orang yang berwajah sama dengan di sini.
Aku sudah pernah ke sana.
Ada penjahat yang bisa bolak-balik ke dua dunia,
tapi aku tak bisa lapor.
Karena tak ada bukti.
Ada yang harus menghentikannya.
Dan hanya kau
yang terpikirkan.
Tolong aku.
Itu bukan fiksi ilmiah, tapi delusi.
Tak ada dunia lain.
Sadarlah, Bodoh.
Ini...
tak masuk akal.
Mustahil.
Dia...
menunda waktu dengan berada di tempat itu.
Sepuluh hari sampai malam Tahun Baru.
Hanya ada waktu lima jam.
Dan hal lain yang aku lewatkan
adalah tempat aku bisa menemukan
obelisk Lee Lim.
Saat hari semakin gelap di ujung jeram,
aku akan menunggu di gerbang.
Burung dini hari berkicau, dan hari semakin teduh.
Dunia menjadi putih,
sangat tenang.
Sejak pagi yang berkilau datang,
aku memperhatikan seorang musafir.
dan berpikir "Apa itu dia?"
"Apa itu dia?"
Tae-eul?
Apa?
Akhirnya kau tiba.
Kau baru datang?
Kau menunggu di sini?
Kau sungguh di sini?
Aku tak bisa terus di sini.
Aku terlalu merindukanmu.
Aku hampir mati.
Aku hanya mau dengar suaramu, lalu kembali.
Suaraku?
Aku mau meneleponmu dengan telepon umum di depan sana.
AZALEA PUISI-PUISI KIM SO-WOL
Kau benar-benar harus beri tahu sekarang.
Di mana Baginda?
Ini adalah ritual Tahun Baru.
Setidaknya beri tahu apa yang harus kukatakan sebagai alasan dia tak hadir.
Jangan khawatir, perintahkan saja seperti biasanya.
Dia akan kembali pada waktunya.
Tahun Baru Imlek
sudah sangat dekat.
Aku akan segera mati karena khawatir.
Baginda.
Hari ini tanggal berapa?
Aku tepat waktu?
Tahun Baru Imlek seharusnya besok atau lusa.
Ini tanggal 23.
Kau datang tepat waktu.
Baguslah.
Aku lupa hitunganku di tengah jalan.
Keadaan apa ini?
Apa kau melakukan hal keren
seperti bulan madu atau pacaran diam-diam?
Lebih seperti ke negara lain diam-diam,
tapi memang keren.
Sampai besok.
Ini kunci hotelnya.
Terima kasih.
Kita belum pernah makan bersama. Selamat makan.
Aku harus pergi sesudah minum ini.
Keluarga dia akan datang.
Sudah Tahun Baru Imlek.
Kau di tempat jauh saat Tahun Baru.
Memang, tapi Eun-sup juga begitu.
Jangan buat Eun-bi marah. Kau tak akan bisa lepas darinya.
Kau tak perlu khawatir.
Aku khawatir dia terlalu perhatian kepadaku.
Aku pergi dulu.
Selamat Tahun Baru.
Kau juga.
Apa yang kau lakukan?
Diam dulu.
Pamanmu sudah menunggu.
Setiap tahun kau bisa pakai sendiri.
Setiap tahun?
Ini?
Pakaian warna-warni ini?
Apa? Astaga.
Ibu.
Apa?
Aku sudah memperhatikannya,
tapi dia
bukan kakakku.
Apa? Kenapa bukan?
Ayah sudah tunggu di mobil.
Jika Ibu perhatikan, ada beberapa hal yang berubah.
Apa?
Dia jadi keren,
tapi juga jadi menyebalkan.
Eun-sup.
Ini apa?
Jangan sentuh itu.
Ini hadiah selesai wajib militer.
Lihat, 'kan? Ayo kita lapor polisi.
Masalah ini mengancam keluarga kita.
Dia sungguh putra ibu.
Ibu melahirkan pria keren ini untuk keluarga Jo.
Simpan yang benar.
Kenapa orang dewasa bawa mainan?
Semuanya siap-siap.
Republik Korea.
Kenapa bocah tujuh tahun di sini cukup cerdas untuk jadi Pengawal Kerajaan?
Maksudku,
siapa yang bertugas pada Tahun Baru?
Ini semua karena tim kita tak punya kekuatan apa-apa.
Anggap saja kita lakukan karena harus ada yang melakukannya.
Aku senang.
Matahari terbit, kopi, tugas pertama Tahun Baru.
Itulah Divisi Kejahatan Kekerasan.
Dari tiga hal itu,
mana yang berhubungan dengan kejahatan dan kekerasan?
Semuanya melihat kita.
Mereka mau tahu tentang siapa yang bertugas saat Tahun Baru.
"Ternyata mereka."
- Benar. - Menyedihkan.
Mereka melihat kita karena kita seperti sedang syuting iklan.
Posisi kita sekarang seperti dalam iklan.
Kau masukkan sesuatu di tteokguk-nya?
Kalian sudah berusaha keras tahun lalu.
- Tahun ini juga... - Kuno sekali.
- Jangan begitu. Aku akan marah. - Aku suka itu.
Matahari terbit, kopi, dan kata mutiara Tahun Baru.
Abaikan saja.
Kita kalah.
Siluet keren yang sedang berjalan ke sini,
itu Sin-jae?
Aku kembali.
Selamat datang.
Bagus jika kau sudah istirahat.
Ayo masuk dan bekerja.
- Astaga. - Baik.
Ayo bekerja.
Aduh, pinggangku.
Ceritakan tentang ponsel itu. Aku akan dengarkan.
Akhirnya 2020 datang.
Tahun indah lainnya sudah datang.
Akhir-akhir ini aku berpikir tentang tanda tambah di matematika.
Tanda tambah juga merupakan tanda rumah sakit, salib, dan sumbu persamaan.
Tergantung arti apa yang diberikan,
tanda tambah menjadi pengobatan atau doa untuk seseorang,
Bagi beberapa orang,
itu memberi mereka keberanian menghadapi takdir.
Tahun 2020 adalah tahun tikus logam putih yang sangat kuat.
Tikus adalah binatang pertama dalam shio,
yang juga merupakan dewa arah dan waktu.
Pada 2020,
semoga seluruh langkah
dan waktu kalian akan berbuah manis.
Selamat Tahun Baru.
Astaga.
Dia benar-benar keren saat berpidato.
Hidup!
Hidup...
Apa tipe wanita yang Baginda suka?
Kau bahkan tak basa-basi dulu sebelum tanya itu.
Sepertinya kau sibuk.
Sepertinya PM Koo yang lebih sibuk.
Masa jabatanmu tinggal satu tahun.
Satu tahun cukup.
Kau lupa aku menikah dan bercerai dalam satu tahun?
Jika kau mau membantuku,
aku bisa berhasil dalam enam bulan.
Beri aku petunjuk.
Apa yang bisa meruntuhkan hati Baginda?
Biasanya orang bertanya, "Apa yang bisa membuat hatinya berdebar?"
Tapi kau bertanya apa yang bisa meruntuhkannya.
Sungguh ungkapan penuh kekerasan.
Apa Baginda pernah menitikkan air mata di depanmu?
Walau hanya sekali?
Itu alasan aku tak membantumu.
Pidatomu sangat bagus, Baginda.
Apa kau juga akan mendukung semua langkahku?
Aku akan selalu begitu.
Aku harap kau tak salah langkah.
Baginda,
ada telepon.
DETEKTIF KANG
Kau harus jawab.
Dengan suara berat, katakanlah "Aku Jo Yeong."
Aku suka saat dia
menjawab telepon dengan suara berat.
Aku Jo Yeong.
Baginda!
Ada Detektif Kang Jun-hyeok?
Itu...
Itu aku, Baginda!
Aku Kang Jun-hyeok.
Kau...
masih hidup.
Aku pinjam namamu.
Kini namamu tercatat.
Ini bayarannya.
Jangan sampai dikejar,
dan jangan percaya siapa pun.
Kau
harus hidup yang lama,
Luna.
Namanya Luna,
dan sampai dua pekan lalu dia masih di penjara, tapi kini bebas.
Apa alasannya?
Masa hukumannya belum selesai, tapi dia dibebaskan.
Alasannya karena dia sakit parah.
Kau perlu catatan medisnya?
Jika bisa
aku mau bertemu langsung dengannya.
Baik, aku akan cari.
Lapor langsung kepadaku tentang ini.
Dan juga,
aku perlu informasi orang ini.
KIM GI-HAN LAHIR 23 NOVEMBER 1968
INFORMASI PRIBADI
Jika dia memang sudah mati
di dunia ini...
Baginda.
Dia salah satu pelaku pengkhianatan,
dan mati waktu buron.
Dia bunuh diri.
Mereka yang berwajah sama...
mencuri hidup
orang yang berwajah sama.
BUKTI 0631 PENCURIAN SPESIAL
LAKUKAN JIKA KAU PERCAYA ITU BENAR
- Turun salju. - Astaga.
Salju!
Letnan Jeong Tae-eul,
selamat Tahun Baru.
Akhirnya
Lee Lim datang ke Kerajaan Corea.
Baginda.
Tak ada yang lewat barusan?
Tak ada.
Selama ini?
Benar. Kami jaga bergantian selama 17 hari, tapi tak ada siapa pun.
Apa yang aku lewatkan di sini?
Jika mendirikan penjagaan sudah cukup,
kami pasti sudah bertemu.
Dia juga pasti sudah mendirikannya di sana.
Gerbang dia dan aku
ternyata berbeda.
Usaha ini percuma.
Baginda. Maaf, tapi...
Apa ada jalan pintas dari sini ke Haeundae tanpa lewat istana?
Ada jalan sawah tak dipakai di bawah tembok Poin 07.
Itu dia.
Kirim semua Pengawal Istana ke Haeundae.
Berpindah semua dari sini.
Baik, Baginda.
Baik, Baginda.
Sudah aku siapkan.
Hanya perlu diunggah di media sosial resmi kita.
Baik, Baginda.
- Dia suruh iklankan acara itu? - Ya.
Ada apa?
Kenapa dia pergi dan mengadakan acara sendiri di Haeundae?
Dia perlu mengundang seseorang.
Maka itu. Apa maksudnya?
Astaga. Baginda akan ke Haeundae!
JALAN-JALAN MALAM TAHUN BARU DENGAN RAJA
Kapan dia datang?
Pengkhianat,
Lee Lim!
Kau ingat suaraku?
Aku ingat suaramu.
Ya, ini aku, Keponakanku.
Kau sehat?
Kau...
benar-benar masih hidup.
Ya.
Aku hidup dan menanti hari ini, Keponakan.
Setelah aku melewati kesempatan yang sudah aku nanti,
aku menanti lagi di dunia yang lain.
Tunggu sebentar lagi.
Aku
pasti akan menemukanmu.
Barusan kau terdengar seperti Raja sungguhan, Keponakan.
Aku akan menunggumu.
Kau bilang pada dunia aku sudah mati.
Jadi, bangkitkanlah orang mati ini.
Aku sangat menantikan
kebingungan semua orang.
Dia pelaku pengkhianatan. Tangkap dia!
Tahan tembakan!
Tahan tembakan!
Keamanan rakyat yang utama.
Kapten Jo!
Lapor ke polisi, dan evakuasi yang terluka.
Ya, Baginda.
Semua Pengawal kecuali beberapa orang,
lindungi rakyat sampai polisi datang.
Penjahat itu?
Jangan kejar mereka.
Jangan menambah korban.
Kumpulkan semua CCTV dalam radius satu kilometer dari sini.
Turunkan semua video
soal kejadian ini bagaimanapun caranya.
Baik, Baginda.
Eun-sup.
Sadarlah.
Jo Eun-sup.
Baku tembak?
Baginda tak terluka, tapi Kapten Jo terkena tembakan.
Aku tak bertanya soal itu.
Ada apa dengan kata kunci di internet? "Pengkhianat Lee Lim." Ini benar?
Itu...
Banyak yang mengaku melihatnya,
tapi tak ada bukti.
Semua bicara tentang teori konspirasi.
Wajahnya sangat mirip dengan Lee Lim saat masih hidup.
Apa ini?
Sebenarnya apa yang terjadi?
Cari foto atau video kejadian secepatnya,
dan hubungi Istana.
Baik.
Apa Baginda
adalah orang yang jujur?
Apa? Lee Lim?
Pengkhianat Lee Lim?
Ada apa ini?
Busan heboh karena itu.
Baku tembak?
Lee Lim, si pengkhianat?
Lee Lim masih hidup?
Ada apa ini?
Dia masih hidup?
Kurasa begitu.
Yang Mulia, tingkat keamanan diperketat menjadi level merah.
Ada apa? Baku tembak?
Apa itu semua?
Tidak ada patah tulang dan luka dalam berkat jas anti peluru,
tapi ada cedera otot dan ligamen.
Dia harus dirawat sekitar 15 hari sampai pulih.
Dua orang lainnya?
Lukanya sudah dijahit.
Apa kau baik-baik saja, Baginda?
Kepala Wanita Istana Noh meneleponku lima menit sekali.
Aku baik-baik saja.
Tolong rawat orang-orang ini dengan baik.
Kau tak perlu khawatir.
Aku permisi.
Aku akan cuti.
Jika sekhawatir itu, cicipi buah kaleng itu untukku.
Kau baik-baik saja?
Itu pistol sungguhan.
Kau bisa mati karena itu.
Mau bagaimana lagi?
Yeong bilang aku harus melindungimu dengan seluruh tubuhku.
Dan dia juga akan begitu kepada adik-adikku.
Sekarang aku
benar-benar Pedang Abadi, 'kan?
Ya, tentu saja.
Terima kasih
telah melindungiku.
PERINGATAN JANGAN MASUK
Kau baik-baik saja?
Seluruh negara terguncang.
Polisi dan Pengawal Kerajaan mengejarmu.
Kejar siapa?
Pria tua 70 tahun?
Atau orang
yang sudah ditembak mati 25 tahun lalu?
Hari ini, keponakanku akan selalu ingat tentang tanggung jawab
dari kata yang sudah dilontarkan.
Kau tetap harus hati-hati.
Pangeran Buyeong datang.
Dia mengenalimu?
Tidak.
Dia hanya kebetulan datang.
Hal yang terlihat seperti kebetulan biasanya tak terhindarkan.
Hal yang tak bisa dihindari, biasanya disebut takdir.
Tapi jangan khawatir.
Niat baik tak punya guna,
dan takdir tak punya kekuatan.
Aku menantikan
pertemuan kami lagi.
28 19GA-GIL DONGIL-RO JUNGNANG-GU
Kau bertemu siapa? Ibu Ji-hun?
Wanita yang pernah bekerja di rumahku?
Ya, dia. Awalnya aku tak bisa mengenalinya.
Dia seperti orang lain.
Kita memang tak tahu nasib orang.
Dia pasti hidup senang sekarang.
Ayolah.
Dia pasti punya pacar kakek tua kaya.
Bisa saja pria muda yang kaya.
Dulu anaknya dan Sin-jae seumur.
Aku sering beri dia baju bekas Sin-jae.
Cerita lama.
Benar. Bagaimana pinggangmu?
- Kau tak datang sendiri? - Kukira mereka sudah pulang.
Mereka datang bersama, tapi tak pulang bersama.
Aku butuh kalian dalam fiksi ilmiah ini. Jadi, jangan bertengkar.
Paham?
JANGAN GANGGU
Lee Sang-do pindah dari Republik Korea
ke Kerajaan Corea.
Jang Yeon-ji kelihatannya juga bersiap pindah ke Kerajaan Corea.
Kim Gi-hwan pindah ke Republik Korea,
tapi sudah kembali ke Kerajaan Corea.
Kesamaan mereka semua adalah ponsel 2G,
dan ponsel Jang Yeon-ji masih dicari.
Sepertinya perlu ke penjara dia dulu.
Kau sudah bawa orang itu?
Ya, ke tempat seharusnya.
Kenapa kalian tentukan itu?
Sangat merepotkan jika dia dilaporkan hilang.
Kau bisa hukum dia dengan hukum di dunia ini?
Kau bawa untuk selesaikan dengan hukum? Apa salahnya?
Imigran gelap?
Hukum negaraku juga berlaku untukmu.
Apa maksudnya?
Kapan ke penjara Jang Yeon-ji?
Kau mau minum, Detektif Kang?
Beri aku kopi.
Hitam? Latte?
Ada sesuatu yang aku tak tahu?
Kau tak terluka?
Kapten Jo baik-baik saja?
Kami baik-baik saja.
Apa itu benar?
Kau melihat Lee Lim?
Aku mengejarnya.
Aku mengejarnya,
dan melepasnya.
Kenapa begitu?
Sosoknya masih sama
dengan 25 tahun lalu.
Dia tak menua.
Apa maksudmu tak menua?
Lihat ini. Aku tak bisa buat kau percaya.
Aku bahkan tak bisa menjelaskannya.
Itu yang dia inginkan.
Tidak menua,
dan hidup lagi di sini.
Jadi, aku melepaskannya.
Maka itu,
berdoalah untuk kemenanganku.
Aku pasti bisa menang.
Baginda.
Baginda, PM Koo menunggumu di telepon.
Baginda datang.
Perdana Menteri Koo.
Aku baik-baik saja.
Jika tak penting, kita bicara nanti saja.
Aku sudah dengar kabarmu, Baginda.
Syukurlah.
Kau pasti lelah. Jadi, langsung intinya saja.
Apa?
Ada teori konspirasi menyebutkan kau bertemu Pengkhianat Lee Lim.
Maka itu aku telepon karena khawatir.
Aku percaya kau akan jujur.
Apa itu Pengkhianat Lee Lim
atau pengikut Lee Lim?
PM Koo. Kau sudah mulai berkuda?
Apa maksudmu?
Tali kekang kuda harus menjadi penengah antara kuda dan penunggangnya.
Artinya orang lain tak boleh
menarik tali kekang kuda dan mengubah tujuannya.
Hal yang terjadi hari ini
bukan hanya masalah Istana dan pribadi Raja,
tapi sebuah teror.
Seperti tercatat di sejarah, Lee Lim ditembak mati setahun setelah kudeta.
Dan 25 tahun setelahnya,
aku menemukan dan mengejar para pengikutnya.
Jadi, tolong.
Perdana Menteri Koo.
Jangan tarik tali kekang kuda.
Dan jangan buat kata "jujur" sebagai senjata.
Tolong lindungi saja rakyat.
Itu saja.
- Kau sedang siapkan pertemuan, 'kan? - Ya.
Apa perkataanku tadi sudah cukup?
Ya, Baginda.
Aku reporter Harian Haejung, Jo Hye-mi.
Pada 25 Januari malam, Baginda melihat seorang pria
dan memanggilnya "Pengkhianat Lee Lim".
Apakah ada kemungkinan Lee Lim yang sudah ditembak mati masih hidup?
Kami juga dapat pertanyaan ini 25 tahun yang lalu,
dan jawaban Istana masih sama.
Tak mungkin.
Baginda melihat pengikut Lee Lim,
mengejarnya, tapi kehilangan mereka.
Silakan bicara.
Barusan kau bilang pengikut Lee Lim.
Kira-kira apa alasan mereka muncul?
Sebagai juru bicara Istana,
aku tak ingin tahu alasan dari para pengkhianat.
Istana akan terus mengejar mereka, dan menghukumnya.
- Selanjutnya. - Di sini!
- Di sini! - Di sini!
Ponsel?
Ponsel apa?
Ponsel pintar dan ponsel 2G.
Kau punya dua ponsel, 'kan?
Aku tak paham maksudmu.
Kau pasti paham.
Ponsel ini punyamu, 'kan?
Di dalam ponsel ini ada sesuatu yang orang lain tak boleh dengar.
Tapi temanmu mendengar itu.
Jadi, kau membunuh temanmu sesuai naskah yang kau punya
karena yakin seseorang akan membebaskanmu.
Benar, 'kan?
Siapa yang memberikan ini kepadamu?
Aku...
benar-benar tak paham maksudmu.
Bagaimana?
Sepertinya benar.
Dia terpancing dengan ponsel Lee Sang-do.
Tapi di mana ponsel Jang Yeon-ji sebenarnya?
Hei, apa kau dengar perkataanku?
Ada sesuatu di luar?
Kenapa? Kau tahu mobil itu?
Sepertinya pernah lihat.
Aku yang menyetir.
INFORMASI PRIBADI
INFORMASI KENDARAAN
INFORMASI KENDARAAN PELAT NOMOR KENDARAAN
Nol.
Jika itu pelat nomor mobil di restoran daging,
angka terakhirnya nol.
Pak Kepala memang hebat!
MENUNGGU PERSETUJUAN
Bisa setujui ini?
Kenapa kau cari mobil itu? Ada apa?
Ada masalah?
Aku akan cari tahu.
Aku Kang Sin-jae, Skuad Tiga.
Kapan hasil pencarian pelat nomor keluar?
Baik, terima kasih.
Kau harus bertugas berdua.
Bertugaslah bersama Jangmi.
Aku keluar dulu.
Detektif Shim.
Ya?
Kemarin kau minum-minum denganku.
Kenapa? Hari ini giliranku?
Pak, tunggu sebentar.
Tunggu sebentar.
Sebenarnya,
kau mau bertemu siapa?
Kesendirian.
Yang benar saja.
Selamat jalan.
Sudah ada hasilnya?
Hasilnya 30 menit lagi.
Pesan makanan. Aku dolsot bibimbap.
Jika begitu aku nasi steik...
Aku tak bisa makan itu.
Aku juga pesan yang sama denganmu.
Ini negara yang kita lindungi.
Baku tembak pada Tahun Baru?
Dengan para pengkhianat?
Seharusnya kepala keluarga itu kuat,
tapi PM kita seorang wanita.
Para pengkhianat pun muncul
karena ayam betina itu hanya bisa berkotek seharian.
Kami mencemaskan keselamatan Baginda.
Lihat kejadian Park Cheol-ong?
Itu baru benar sebuah teror.
Yang Mulia, Ini sudah waktunya.
Sebagai orang yang paling tua di Keluarga Kerajaan,
- kau hanya perlu berkata... - Kalian!
Yang paling tua di Keluarga Kerajaan adalah Baginda.
Keluarga Kerajaan tak ikut campur dalam politik.
Sudah kubilang berkali-kali.
Keluar kalian semua!
Yang Mulia, Baginda Raja datang.
Baginda.
Baginda?
Jangan salah paham, Baginda.
Mereka tiba-tiba datang.
Aku tak salah paham.
Apa Se-jin baik-baik saja?
Masa residennya sudah selesai, dan ambil spesialis.
Dia masih ceroboh seperti dulu.
Se-jin
pasti bisa melakukannya.
Apa aku
juga bisa melakukannya?
Baginda.
Apa...
Ya.
Pengkhianat Lee Lim
masih hidup
dan tak menua.
Maka itu aku akan tinggalkan istana lagi.
Aku harus mengejarnya.
Aku tak boleh bertemu dia
di dalam Kerajaan Corea.
Jadi, kau yang ada di posisi kedua harus ada di istana.
Kau harus aman
demi aku
dan Kerajaan Corea.
Kau akan mengejarnya sendiri?
Tak boleh. Itu tak boleh dilakukan.
Aku tahu kau khawatir.
Tapi aku janji akan melindungi diriku.
Jadi, kau juga harus melindungi dirimu.
Lindungi dirimu.
Ini perintah Raja.
Baik.
Aku akan melakukannya, Baginda.
Terima kasih.
Mobil 7370 terdaftar
atas nama orang hilang.
Duduk dan makan dulu.
Orang yang memata-matai polisi pasti pakai mobil begitu.
Tapi aku penasaran,
apa dia sudah membuntutimu sejak lama?
Kenapa dia datang ke penjara?
Tak ada yang terpikirkan?
Ceritakan padaku.
Tentang apa?
Tempat yang kau datangi. Fiksi ilmiah.
Ya...
Aku di sana sehari.
Nama negaranya Kerajaan Corea,
dan bukan negara terbagi.
Jadi, kau bisa naik kereta sampai ke Pyongyang.
Ibu kotanya Busan,
dan ada Raja yang dicintai para rakyat.
Aku juga pergi ke kantor polisi kita.
Seragam dan mobilnya semua berbeda.
Aku sangat senang waktu bertemu
Kepala Park dan Detektif Shim.
Mereka juga polisi di dunia sana.
Seperti takdir.
Dan
aku juga pergi untuk mencarimu.
Tapi kau
tak ada di sana.
Kau tak ada di kantor polisi dan Pyeongchang-dong.
Apa kau mewarisi bisnis dan jadi konglomerat?
Atau mungkin tinggal di luar negeri?
Aku iri.
Karena aku ada di sini.
Apa?
Ayo makan
dan pergi ke suatu tempat.
Ke mana?
LEE SANG-DO, JANG YEON-JI KIM GI-HWAN, PANTI JOMPO YANGSUN
KANG HYEON-MIN, KANG SIN-JAE
KANG HYEON-MIN
KANG SIN-JAE
LEE JI-HUN 28 OKTOBER 1987 - 28 DESEMBER 1994
Bagaimana
kau tahu tempat ini?
Gyeong-ran suruh aku sampaikan dokumen kepadamu.
Katanya itu rahasia.
Jadi, aku lihat.
Aku mau tahu yang kau cari,
dan sedang melakukan apa.
Jadi, aku datang,
dan ini tempatnya.
Begitu.
Anak ini
adalah...
Aku tahu.
Maka itu kita ke sini.
Aku tahu alasan kau tak temukan aku
di dunia sana.
Apa itu?
Kau tahu kenapa aku jadi polisi?
Aku harap
aku memegang pistol
saat seseorang memintaku
mengidentifikasi diriku sendiri.
Agar aku bisa menembak diriku sendiri atau orang itu.
Apa maksudmu?
Kau siapa?
Pada hari aku tahu dia bukan Eun-sup,
aku menyebut nama Raja tak beridentitas itu.
Namanya?
Orang tak beridentitas itu
memberi tahu namanya?
Tidak.
Aku memanggilnya.
Nama yang aku ingat.
Lee Gon.
Dan itu benar.
Karena aku di sini...
Di dunia ini
bersamamu.
Alasan kau tak bisa temukan aku di dunia sana
adalah karena aku
Kang Sin-jae.
Ini adalah kenyataannya,
tapi aku masih belum tahu...
siapa aku.
Kau...
ada di sini.
Kau ada di sini.
Kau memang di sini.
Apa seharusnya aku di sini?
Akankah kau...
menyambutku?
Bagaimana kau tahu?
Kau minta aku cari pelaku pengkhianatan,
dan ternyata pengkhianatnya sendiri masih hidup.
Lee Lim. Dia sedang terkenal.
Hati-hati perkataanmu.
Kau terlihat sangat hati-hati.
Ternyata ini benar.
Semua video terkait kejadian sudah hilang.
Bahkan dari server luar negeri.
KU bisa mendapatkannya?
Apa divisi sekretarismu mampu?
Mau apa jika bisa?
Mau tangkap pengkhianat itu, atau mau jadi pengkhianat?
Jawab hanya dengan bisa atau tidak.
Apa aku bebas lebih cepat jika bisa?
Bagaimana jika amnesti menyambut musim semi?
Dalam sejarah negara, tak ada amnesti di bulan Februari.
Yang ada eksekusi.
Bagaimana jika hari kelahiran Admiral Yi Sun-sin?
April?
Itu masih lama?
Bagaimana jika saat Gyeongchip?
Membusuklah di sini.
Baiklah. Aku cari dan simpan untuk diriku.
Ada katak berbunyi, katak bernyanyi
Anak, cucu dan menantu Semuanya berkumpul
Baiklah. Gyeongchip.
Kapan bisa aku dapat?
Kuhubungi nanti.
Aku harus suruh mereka lembur dulu.
Tak ada yang dengar mereka Walaupun bernyanyi semalaman
Walaupun tak ada orang yang dengar
Pangeran Geum!
Kau...
Kau tak menua.
Kenapa kau kaget?
Kau orang yang tahu paling awal, dan tahu paling lama
bahwa aku tak mati.
Ada orang di luar?
Orang-orang di sana
sudah terkena pedangku saat aku mau masuk ke sini.
Jangan kaget.
Aku hanya mau mengambil barang milikku, Jong-in.
Letakkan.
Itu cincin Raja yang tak bisa kita miliki.
Aku adalah anak pertama.
Hanya saja ibuku hanya selir.
Ini memang punyaku
- karena seharusnya dulu punyaku. - Omong kosong.
Kita tak boleh menginginkan itu.
"Kita"?
Kau dan aku tak akan bisa menjadi "kita".
Aku tak bisa disamakan dengan orang
yang bisa mati dicekik sekarang juga.
Kau!
Aku akan mencekik leher keponakan kita seperti ini,
dan mengambil Manpasikjeok.
Agar aku bisa jadi satu-satunya orang yang punya Manpasikjeok.
Kita tak tahu seberapa besar kemampuanku
dengan satu suling utuh.
Untuk itu,
keponakan kita harus putus asa, runtuh, dan hancur.
Agar bisa begitu,
dia harus kehilangan seseorang.
Kehilangan dirimu.
Jangan merasa ini tak adil
karena kau pasti
sudah tahu ini akan terjadi.
RAJA ARTHUR
Kenapa kau tak kaget?
Aku punya rasa ingin tahu.
Aku benci darah.
Kau bertengkar?
Aku sedang bertengkar.
Jalanku masih panjang.
Apa yang kau baca?
Raja Arthur.
Cerita seorang keturunan bangsawan yang menjadi raja setelah mencabut pedang.
Hanya keturunan bangsawan yang bisa jadi raja?
Cerita anak yang buruk.
Yang harusnya mencabut pedang
bukan keturunan bangsawan, tapi orang yang tahu cara memakainya.
Jika orang jahat yang mencabutnya?
Orang yang tak adil.
Bukan keadilan yang membuat pedang,
tapi pedang yang membuat keadilan.
Tampaknya hal-hal di duniamu terus berubah.
Hati-hati di jalan.
Aku penasaran akhir cerita ini.
Kau datang sendiri?
Kau menunggu seseorang?
Aku tahu makanan di sini enak,
tapi mungkin kau mau makan lauk rumahan.
Mumpung kau di sini, tolong lihat ini.
Aku berikan ini ke rajamu.
Ya. Dia memberikannya kepadaku, tapi aku tak bisa melakukan pencarian.
Begitu.
Pantas koin-koin itu...
Tapi kenapa tak bisa? Wi-Fi rusak?
Silakan lihat sendiri.
Aku tak bisa mengatakannya.
Kau mau lihat apa yang aku cari?
Raja tak akan
meninggalkan jejaknya.
Saat ini kau bekerja atau melakukan kegiatan sehari-hari?
Bagiku, setiap momen di duniamu
sangat penuh skandal.
Berkat Letnan Jeong Tae-eul.
Kau tak menghapusnya sama sekali.
Sudah aku hapus. Kau bisa pakai.
Aku pikir akan kau simpan.
Aku mengingat semuanya.
Kita tak boleh meninggalkan bukti.
Kita harus pastikan orang dari dunia lain tak meninggalkan jejak di dunia ini.
Apa kau tahu?
Kau satu-satunya orang yang bisa menghapus tulisan
yang Baginda tulis, selain dia sendiri.
Kau bisa melakukan ini?
- Apa? - Semua yang akan terjadi
setelah menangkap Lee Lim.
Dunia kalian berbeda.
Apa kalian akan bolak-balik?
Baginda adalah Raja sebuah negara.
Dia harus memiliki ratu.
Kau sungguh bisa meninggalkan segalanya
dan menjadi Ratu Kerajaan Corea?
Menutup rahasia dua dunia
selamanya?
Baginda.
Baginda...
Ada masalah apa?
Buyeong...
Pangeran Buyeong...
Pangeran Buyeong...
KERAJAAN COREA
Bu Noh.
Bu!
Bu.
Bu Noh.
- Yang Mulia! - Yang Mulia!
KERAJAAN COREA
Siang ini
mataharinya cerah.
Karena itu,
bisakah kau
berusaha
untuk munculkan tunasmu?
Kenapa aku merasa terburu-buru untuk pulang?
Kau
baik-baik saja?
Kali ini
kau butuh waktu lama.
Karena aku dari tempat yang jauh.
Setelah aku pikir,
aku belum pernah memberimu bunga.
Jadi,
aku melintasi semesta untukmu.
Tapi...
aku harus pergi lagi sekarang.
Kau pergi lagi?
Benar.
Aku belum pernah mengatakan ini.
Aku mencintaimu.
Aku benar-benar
sangat mencintaimu.
Suatu saat,
kau akan melihatku menghilang.
Walaupun begitu,
jangan khawatir saat itu terjadi.
Aku
hanya berjalan melalui waktu yang berhenti.
Lee Gon.
Ini aku,
Jeong Tae-eul.
Aku sekarang
sedang menuju ke istana
dengan secepatnya.
Aku sedang menuju ke sana.
Jadi, tolong cari aku
saat kau dapat pesan ini.
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.