All language subtitles for The.King.Eternal.Monarch.S01E08.Episode.8.NF.WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN

DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

EPISODE 8

Apa benar aku tak ada di duniamu?

JEONG TAE-EUL. BADAN KEPOLISIAN NASIONAL

Aku mau beri tahu sesudah kupastikan,

tapi sepertinya ada wajah

yang sama denganmu di duniaku.

Wajah yang sama.

Identitas yang sama.

Dunia paralel.

Saat aku kehilangan tanda pengenal hari itu,

seharusnya aku sudah tahu.

PENGGUNA KAMAR TAMU

JEONG TAE-EUL. BADAN KEPOLISIAN NASIONAL

Yang Mulia, itu bukan barang dari dunia ini.

Ternyata sudah terhubung.

Bukan aku yang taruh barang ini.

Wanita itu terkenal di dunia ini.

Namanya Luna.

Jika dibayar, dia bisa mencari orang dan bahkan mencuri.

Dia lakukan apa pun demi uang.

Temukan dia. Aku harus membawanya ke sana.

Baik.

Jika begitu...

apa aku bisa mengejarmu?

JEONG TAE-EUL.

Lee Lim masih hidup,

dan kedua dunia semakin tercampur.

Setidaknya saat aku merasakan kekuatan supranatural

yang coba mengembalikan keseimbangan...

seharusnya aku tahu

sebelum kami menghadapi ini.

Bahwa ini semacam takdir.

Kita bertemu lagi. Kita pernah bertemu, 'kan?

Kita selalu bertemu di tempat yang tak dikira. Ya, 'kan?

Itu rokok terakhirku.

Kau akan bagaimana?

Karena kita sudah pernah bertemu, bicaramu jadi informal.

Sebagai PM negaramu, aku pikir lebih baik kau berhenti merokok.

Jangan berkampanye di sini.

Aku tak memilihmu.

Katanya kau penggemarku.

Kau pura-pura tak kenal karena identitasmu ketahuan?

Terserah kau saja.

Aku tak pernah bertemu denganmu.

Kau sombong sekali.

Benar kau.

Gedung KU.

Turis?

Seperti dalam dongeng?

Ini istanamu?

Dengar, Pegawai Negeri.

Ada dua jenis orang yang mengajakku berbicara.

Orang yang mengambil barangku,

atau yang barangnya aku ambil.

Keduanya tak akan berakhir baik.

Minggir.

Kau sungguh tak tahu aku?

Jika sentuh aku lagi,

akan kupukul tanpa peringatan.

Apa orang itu juga tahu kau mantan napi?

Aku juga akan pukul jika pertanyaanmu terus tak masuk akal.

Kau benar-benar...

bukan orang yang aku dan dia tahu.

Ternyata kau bukan wanita yang aku temui di Gedung KU.

Kau punya kembaran?

Apa katanya aku begitu?

Jika kau tahu tanggal bebasku, mencegahku, dan bicara begini,

mungkin kau lebih tahu aku daripada aku.

Beri tahu aku jika temukan dia.

Karena aku juga penasaran.

Ajak ibumu agar cepat pergi.

Sebentar lagi aku akan membunuh pria itu.

Aku hanya menunggu kau keluar.

Kenapa?

Karena pria itu mengkhianatiku sampai aku masuk penjara,

tapi pria itu

malah makan es krim dengan enak.

Ayo pergi, Min-jae.

Kau...

Kenapa kau...

Kenapa kau bisa bebas?

Kau...

tahu untungnya aku tak punya rumah dan harta?

Aku tak punya kelemahan.

Kau punya istri cantik,

dan anak jelek yang mirip denganmu.

Jangan ganggu anakku. Tolong.

Aku akan berikan semua uangmu.

Semuanya. Aku serius.

Aku tak paham

kenapa orang sepertimu menikah dan membuat kelemahan.

Uang asuransi 20 juta won dan bunganya.

Semua akan kuberikan.

Saat itu aku benar-benar khilaf.

Aku mohon.

Dia anakku yang tersayang.

Jadi, aku mohon...

Berengsek.

Siapkan uangnya.

Uang dengan wajah Raja.

Jangan macam-macam,

atau anakmu akan benar-benar

dalam bahaya.

Permisi.

Halo.

Aku dari Kantor Polisi Jongno, Letnan Jeong Tae-eul.

Aku kepala administrasi di sini.

Kau mencari pasien dari tahun 1995?

Ya. Dia meninggal di Panti Jompo Yangsun.

Namanya Lee Seong-jae.

Tahun 1995? Semua catatan masih ditulis dengan tangan.

Sudah tak ada.

Sistem pengolahan data juga berubah tiga kali.

Sekarang hanya ada catatan sampai sepuluh tahun lalu.

Apa sekarang sudah tak ada orang seperti perawat

atau dokter yang bekerja pada waktu itu?

Aku sudah 19 tahun di sini.

Orang sebelumku sudah pensiun.

Mungkin selain aku, ada direktur panti jompo.

Bisakah aku bertemu dia?

Mungkin dia ingat pasien ini

karena pasien ini sakit polio.

Dia ada di luar negeri.

Direktur memang tak perlu merawat pasien,

dengan kekayaannya...

Jika berhubungan dengan kasus,

kau harus membawa surat resmi atau surat perintah.

Ada apa sebenarnya?

Ini pemeriksaan yang berhubungan dengan kasus lain.

Terima kasih bantuanmu.

Ya, baik.

Dia minta surat perintah?

Dia memang pandai bekerja,

atau hanya sering melakukan ini?

Akhir-akhir ini foto Raja dan PM Koo menjadi pembicaraan.

Ya, benar.

Foto mereka berbisik di pacuan kuda menjadi pembicaraan hangat.

Benar. Konon mereka berkencan, dan orang-orang di Yeouido

tak bisa membantah bahwa itu hanya rumor.

Ya. Profil PM Koo sangatlah hebat.

Dia termasuk kelas elite.

Setelah lulus dari SMA Seojin dan Universitas Corea,

dia diterima di stasiun televisi sebagai penyiar berita.

Empat tahun setelahnya, dia diangkat menjadi penyiar berita inti,

dan tiba-tiba menikah dengan anak kedua Grup KU.

Yang lebih mengagetkan lagi,

dia bercerai pada tahun yang sama.

Benar. Dia memang pembuat isu sejati.

Sesudah bercerai dan masuk ke dunia politik...

- Dia menjadi PM dalam tujuh tahun. - Dia menjadi PM

dalam tujuh tahun.

- Astaga, seperti cerita di film. - Seperti cerita di film.

Ibu akan ajak kau ke tempat indah.

Sa-rang, sekarang kau punya bibi.

Seorang PM.

Salam kenal.

Aku penggemarmu.

Itu rokok terakhirku.

Kau akan bagaimana?

Siapa wanita gila itu?

IBU

Ya, Ibu.

Tumben kau langsung jawab.

Tak ada masalah, 'kan?

Jangan sampai tak ada masalah.

Jika tak ada masalah, aku tak digaji.

Kenapa?

Tak apa-apa.

Kemarin malam ibu mimpi buruk.

Jika menyetir sendiri, kau harus hati-hati.

Jangan sampai kehilangan barang.

Mimpi Ibu selalu tak masuk akal.

Jangan khawatir.

Pernah lihat barangku diambil orang?

Tapi Ibu, koran apa yang Ibu kirimkan?

Koran?

Koran apa?

Ibu tak kirim apa-apa.

Ada yang kau terima?

Nanti ibu telepon lagi. Ada tamu.

Ya, baik.

Selamat datang.

Mau pesan apa? Makerel dan sauri Pasifik masih segar.

Payungku pernah tertinggal.

Apa masih ada?

Ya.

Aku masih simpan karena mungkin kau akan cari.

Pantas aku seperti pernah lihat.

Ternyata pernah bertemu.

Sebentar, ya.

RAJA ARTHUR

Kau sudah bebas?

Gayamu berubah.

Aku pungut ini waktu kabur.

Cuaca makin dingin.

Pakailah kalau tak mau mati.

Kenapa kau tinggal di mobil van?

Kau sering mencuri, tapi tak punya uang?

Uangku banyak.

Tapi musuhku juga banyak.

Kau tak perlu tahu.

Taruh di mana saja.

Terima kasih.

Terima kasih.

Minuman cokelat?

Katanya kau suka yang manis?

Kepala Park bilang itu waktu mabuk.

"Sin-jae suka yang manis, Tae-eul suka daging,

Detektif Shim suka makgeolli."

Kudengar anak baru itu suka makarun.

Makarun?

Dia sudah gila.

Hasil autopsi Ha Eun-mi.

Kau beruntung ada aku.

Terima kasih.

Ini.

Mungkin kau sudah lihat di TKP.

Dia mati perdarahan dari dua tusukan di leher.

Di darahnya terdeteksi zolpidem,

dan itu alasan tak adanya bekas perlawanan.

Tadinya bukti CCTV-nya lebih mengarah ke pacarnya,

tapi sekarang ke arah teman sekamarnya.

Ya.

Akhir-akhir ini teman sekamarku juga aneh.

Detektif Kang, bukan kau, 'kan?

- Apa? - Orang yang panggil suamiku.

Kau jadi alibinya. Haruskah aku cari tahu lagi?

Aku harus apa?

Itu aku.

- Aku... - Baiklah.

- Silakan pergi. - Baik.

Tangkapan bagus.

Apa katanya?

Kau sering hilang sekarang.

Kau menerima suap?

Itu memang budaya baik yang sudah langka.

Ada zolpidem di darahnya.

Dia dibius, lalu ditusuk.

Jika pelakunya Park Jung-gu, waktunya tak cukup untuk membius,

menusuk, dan kabur.

Waktunya pasti kurang.

Jang Yeon-ji.

Jika tangkap dia sekarang, waktunya hanya 48 jam.

Lihat catatan medis Jang Yeon-ji, dan dapatkan bukti pasti.

Keluarkan dulu pacarnya dari daftar tersangka.

Bagaimana caranya?

Tangkap dulu pacarnya.

Selamat bekerja.

Aku tukar jadwal dengan Jangmi.

Kenapa?

Kenapa kau hilang juga?

Bisa aku bantu?

Aku wali Min Hwa-yeon.

Kau anaknya?

Silakan duduk.

Tanda tangan di sini.

Mungkin kau sudah tahu.

Dia bilang kau polisi.

SURAT JAMINAN

Letnan Kang Sin-jae, Kantor Polisi Jongno.

Ternyata benar.

Aku kira dia bohong.

Kau tahu dia sering tertangkap, 'kan?

Ya, aku tahu.

Dia selalu bebas dengan jaminan.

Tapi dia datang lagi.

Lain kali sudah tak bisa begini.

PENJAMIN KANG SIN-JAE

BUDAEJJIGAE

Di dunia ini ada makanan bernama "budaejjigae".

Konon itu dibuat saat Perang Korea.

Penemuan terbaik setelah "setengah-setengah."

Ini tempatnya.

Siapa ini?

Kita bertemu musuh di depan restoran.

Saat itu kau bertiga, 'kan?

Aku bengkak karena dipukuli waktu itu.

Hari ini hanya berdua?

Kami berdelapan.

Aku jadi tak bisa makan makanan ini lagi.

Aku datang dengan Yeong.

Yeong.

Jangan bunuh mereka.

Mereka rakyat biasa.

Astaga.

Aku tak tahu ini akan terjadi.

Apa ini?

Sejak kapan kau Eun-sup?

Mana Pedang Abadi-ku?

Dia menyuruhku untuk diam saja dan makan denganmu.

Ada apa ini?

Mundur.

Sembunyi yang jauh.

Yeong akan muncul...

Semangat!

Dia kabur?

Lihat kerja tim mereka.

Kau tak apa-apa?

Aku datang sendiri.

Kalian cukup berdelapan?

Habisi dia hari ini.

Ayo balas dendam.

Aku harus bilang Tae-eul.

Astaga!

Astaga.

Terima kasih makanannya.

Terima kasih.

Astaga.

- Ada yang bertengkar? - Astaga.

Bodoh.

Apa?

Lihat.

Lihat orang keren di sana. Itu Eun-sup?

Berhenti, Semuanya.

Berhenti.

Apa yang kalian lakukan tengah hari begini?

Lari!

Aku bilang berhenti.

PARK MUN-SIK BADAN KEPOLISIAN NASIONAL

JEONG TAE-EUL BADAN KEPOLISIAN NASIONAL

Kau sedang layanan wajib militer?

Ya.

Sini kau.

Akan kutangani.

Eun-sup. Kau hebat sekali tadi.

Lompat dan terbang. Kau berlatih itu?

Aku jadi malu.

Aku tak mau ketahuan.

Bukan apa-apa.

Mereka memukuli orang-orang yang lewat.

Jadi, kuhukum sedikit.

Kalian dalam masalah.

Aku yang harusnya telepon polisi.

Aku dipukuli.

Si Berengsek ini aneh. Aku lihat dia kabur tadi.

Kau lihat dia kabur,

kau bergerak dengan kelompokmu, dan tertangkap.

Jadi, kau harus ke kantor polisi,

dan menulis laporan.

Tapi siapa dia? Kenapa dari tadi melihat Eun-sup begitu?

Aku harusnya berkenalan, aku...

Diam kau.

Orang tua sedang berbicara. Jangan dipotong.

Temanku dari Busan.

Ini kali pertamanya di Seoul. Si Bodoh ini tak bisa apa-apa.

Tak bisa makan tanpa aku.

Kalian belum makan?

Cepat makan.

Dan tulis laporan sebelum kau pulang.

Baik, Pak.

Ayo jalan.

Lihat ke depan yang benar. Kakimu panjang tapi sia-sia.

Dia sudah gila.

Temanmu juga selamat makan.

Aku yakin orang itu bukan orang yang kabur tadi.

Tapi pria tinggi itu katanya datang sendiri, ternyata berlima.

Kau rapper?

Ayo jalan.

- Eun-sup. - Bukan. Aku Yeong.

Bukan. Kau Eun-sup.

Tadi kau dia.

Yeong tidak akan...

Bodoh? Tak mungkin.

Yeong tahu

kaki panjangku untuk apa.

Maafkan aku. Aku berimprovisasi di keadaan darurat.

Jadi, kau Yeong?

Ya, Baginda.

Maka kau akan dipenggal mengikuti hukum negara.

Mungkin aku Eun-sup.

Jika kau dia, kau dipenggal dengan Hukum Orang Asing.

Namun,

aku mau jadi raja yang baik dan bijak.

Kau dihukum dengan cara lain.

Sini kau.

Ingat.

Kalau ini dihapus, kau dipenggal.

Terima kasih atas kebaikan hati Baginda.

Baguslah.

Ini aku.

Kau di mana?

Ada masalah?

Kau menyuruhku menghubungimu jika pergi.

Aku sedang pergi. Jadi, aku hubungi kau.

- Kau mau ke mana? - Ke ruang tamu.

Rumah Eun-sup tak sebesar itu.

Aku pindah ke hotel.

Liburan adik-adik Eun-sup sudah selesai.

Sekarang aku pergi ke depan kulkas.

Waktunya minum kopi.

Bukan saat seperti ini, tapi saat pindah dari rumah Eun-sup ke hotel

harusnya kau telepon.

Apa?

Ada apa?

Halo? Kenapa? Kau terluka?

Tidak, hanya kaget.

Kopi yang Yeong pilih sama dengan yang ada di Istana.

Rasa awalnya enak, dan akhirnya tak pahit.

Republik Korea menjualnya di pasaran?

Aku bunuh kau.

Aku tahu hotel itu, dan aku akan lewat.

Turun dalam 10 menit.

Hipotesisku benar.

Aku harus buat dia marah, maka dia datang kepadaku.

Dia bilang tak akan lama-lama.

Mungkin 20 menit.

Jangan ikuti aku.

8 menit 40 detik.

Aku langsung turun.

- Karena Yeong mau ikut... - Saat pertama datang ke sini,

apa kau akan menyukaiku

jika aku tak menolongmu?

Aku akan paham.

Dan pemahaman itu

akan membuatku menyukaimu.

Apa kau akan tetap menyukaiku jika aku menyebalkan?

Kau memang begitu.

Aku tetap akan suka.

Kenapa?

Karena pasti ada alasan kau begitu.

Setelah waktu berlalu, aku tahu.

Tak ada kebetulan

dalam sebuah takdir.

Walaupun takdir ditentukan dari pilihan kita,

tapi terkadang

takdir itu juga memilih kita.

Kenapa bertanya?

Kau harus tanyakan semua hal di awal.

Kita melewatkan banyak hal.

Aku mau pergi mengintai.

Aku akan pergi.

Apakah ada masalah?

Tak ada.

Ini hari

yang tenang dan damai.

Langit sangat biru saat ini.

Mungkin karena kau datang menemuiku

di tengah kemacetan itu.

Aku sangat sensitif karena belum makan.

Tambahan 1 dari 17 syarat.

Dilarang merayu sebelum makan.

Syukurlah tak ada apa-apa. Aku pergi.

Pada saat ini juga

hal yang seharusnya terjadi sedang terjadi.

Dan ada rasa sedih karena hari biasa seperti ini tak akan selamanya.

Aku memilih untuk mencintai

takdirku yang seperti ini.

Aku mencintaimu.

Jo Yeong ada di dalam, 'kan?

Tunggu.

Aku masih kaget

dengan perkataanmu sebelumnya.

Yeong keluar.

Dia lewat belakangmu barusan. Dia sudah hafal...

Bukan.

Itu tak penting.

Jadi,

barusan kau...

Dia tak boleh keluar.

Cepat jemput dia.

Jeong Tae-eul.

Aku juga.

Aku tahu kau dengar.

Jangan khawatir soal Yeong.

Dia tak akan ketahuan lagi karena sudah berpengalaman.

Hei, Jo Eun-sup!

Berbahaya.

Sepertinya wanita.

Jangan kabur. Kau sudah mau lari!

Wajah Myeong Seung-a.

Siapa dia?

Bukankah seharusnya kau di kantor polisi?

Tapi bajumu...

Kau mau berkencan?

Maaf.

Kau habis melayat?

Rambutmu rapi.

Aku tak boleh menarik perhatian.

Kau panggil aku?

Dengan jarimu?

Dia sudah gila.

Kau mati jika hal ini tak penting.

Dia kuat.

Hanya ada satu cara.

Ada yang ingin kutahu.

Apa aku menyukaimu?

Atau kau yang menyukaiku?

Di dunia ini.

Pantas kau tak punya pacar.

Jangan begitu.

Apa itu di wajahmu? Rumput laut?

Jangan dihapus...

Apa? Bisa bermasalah.

Aku sudah buat japchae. Ambil nanti.

Jika aku bisa bertarung...

Aku sebenarnya bisa.

Satu, dua...

Kau mengagetkanku. Ada apa denganmu?

Tae-eul bilang kau hanya bisa keluar malam hari...

Siapa wanita ini? Dia cantik...

Jo Yeong. Benar-benar dia. Luar biasa.

- Matanya sangat cantik. - Na-ri.

- Naik mobil sport. - Myeong Na-ri.

Kau bertemu Na-ri?

Kalian bicara apa? Beri tahu aku.

Katanya mau buat masalah denganmu

dan disuruh ambil japchae.

Japchae? Masalah? Denganku?

Jelaskan dengan benar.

Sebelum itu kau bicara apa?

Kenapa tiba-tiba japchae?

- Kau suka dia? - Tentu saja!

Aku tak bisa pergi sekarang.

Telepon dan bilang aku akan ke sana lain kali.

Aku tenangkan diri dulu.

Ini japchae pertama kami.

Kau menyedihkan.

Berapa lama? Sepuluh menit cukup?

Seratus tahun!

Menyebalkan.

Kau kembali?

Ya. Ada yang baru?

Tak ada.

Enak sekali.

Kau pandai memilih kimchi.

Apa itu semua?

Detektif Shim bilang itu diperlukan untuk mengintai.

Kau mau berkemah?

Ada apa dengan Sin-jae?

Kenapa dia tukar jadwal?

Aku tak tanya.

Jika dia mau bicara,

pasti dia sudah bicara sebelum ditanya.

Bagus. Maka itu aku juga tak tanya.

Kenapa?

Kau jatuh cinta dengan kepintaranku?

Bukan itu.

Barang apa yang kau pakai di bibir dan wajahmu itu?

Pepatah lama selalu benar.

Tak bisa pakai lip balm serbaguna di depan teman.

Buatmu saja.

Satu bisa untuk semua.

Terima kasih.

Astaga.

Kau yakin Park Jung-gu tak pulang?

Ya. Sudah kupastikan.

Baiklah.

Bagus.

Tapi, korbannya...

Dia pasti tak tahu jika akan mati begitu, 'kan?

Jangmi.

Kau baru pertama tangani kasus pembunuhan?

Ya.

Kau tahu banyak polisi bunuh diri?

Apa?

Kasus seperti ini akan banyak ke depannya.

Ini pekerjaan kita.

Kita harus menyelidiki sekuat tenaga,

dan jika kasus selesai, harus melupakannya sekuat tenaga juga.

Jika tak begitu, kau bisa cepat berhenti.

Baik.

Kita harus apa jika mau kasus selesai?

Harus tangkap pelakunya, 'kan?

- Ya. - Maka, perhatikan yang benar.

Baik.

Itu dia, Park Jung-gu.

Jangmi, ayo turun.

Pak Park Jung-gu?

Sial.

Astaga.

Tae-eul! Sudah aku tangkap.

Sepertinya aku tangkap pelakunya.

Baiklah.

Tapi sepertinya dia tak bernapas.

Tak bisa. Borgolnya hanya satu.

Pak Park Jung-gu.

Bangunlah.

Jangmi menangkap Park Jung-gu.

Pak Park Jung-gu!

Aku baru saja sampai rumah.

Aku akan ke sana.

Tae-eul, dia tak bernapas...

Aku harus apa?

Sin-jae, jangan pura-pura tak baca.

Pak Park Jung-gu!

Banyak pelanggan, ya.

Ibu.

Apa itu menyenangkan?

Maafkan ibu.

Ibu tak akan ulangi lagi.

Saat ibu duduk di sini, ibu rasa semua akan baik-baik saja.

Ibu jadi tak memikirkan hal lain.

Sekarang ibu tak bisa judi karena tak ada uang.

Kau sakit dalam waktu yang lama.

Sesudah kau sadar,

rasanya ibu punya segalanya.

Ibu pikir kita akan bahagia, tapi tiba-tiba ayahmu jadi begitu.

Ibu jadi tak waras.

Ayah...

baik-baik saja?

Mungkin.

Ayahmu berkata

kau kirim uang ke tahanan tiap bulan.

Apa...

Ibu bahagia saat aku sadar?

Tentu saja!

Kami pikir kau sudah mati.

Saat kau koma setahun bagai neraka bagi kami.

Jika ingat saat itu, ibu sangat takut.

Aku juga bahagia.

Aku sadar,

dan Ibu memelukku.

Ada bau harum dari tubuh Ibu.

Itu kali pertama aku tahu

bahwa bisa ada bau harum

dari tubuh seseorang.

Ibu.

Aku...

sangat senang karena aku anak Ibu.

Aku tahu

aku bukan anak baik untuk Ibu.

Maafkan aku...

karena aku melaporkan Ibu.

Jadi,

tolong jangan begitu lagi.

Maafkan ibu.

Harusnya ibu tak berjudi walaupun keadaan sulit.

Maafkan ibu, Putraku.

Ibu

payah dan menyedihkan,

ibu bahkan merasa bersalah bicara begini.

Tapi Kang Sin-jae,

kau

adalah keajaiban bagi ibu.

Selamat makan.

KANTOR KEPOLISIAN SEOUL JONGNO

Bukan aku.

Kenapa aku harus bunuh dia?

Saat aku ke sana, dia sudah mati,

dan darah itu tertempel saat aku pastikan dia hidup atau mati.

Begitu.

Aku berniat untuk mandi di rumah teman dan melapor.

- Tapi kau tak lapor. - Benar.

Kalian tak pernah dalam situasi itu.

Aku tak bisa memikirkan apa-apa.

Dilihat dari pesan, kau pinjam lima juta won kepada korban.

Kau bunuh dia agar tak perlu bayar?

Ini gila.

Aku telepon dia karena pesan itu, tapi dia tak jawab.

Jadi, aku ke rumahnya.

Eun-mi tak punya uang sebanyak itu untuk pinjami aku.

Dia bahkan tak bisa bayar cicilan.

Yang benar saja.

Jang Yeon-ji kini tersangka utama kita. Mari periksa dia.

Meski menangkapnya, kita hanya bisa tahan dia 48 jam.

Kita tak punya bukti kuat.

Memang kita punya bukti?

Akan ada bukti.

Aku baca naskah yang Jang Yeon-ji baca.

Cara membunuhnya sama dengan yang ada di naskah.

Baju berbekas darahnya di bakar di atap.

Judulnya bagus.

Keinginan Magma.

Sepertinya seru. Judulnya saja sudah buat penasaran.

Telepon siapa itu?

Ya.

Ini Jang Yeon-jin.

Jawab. Cepat.

Halo, aku Letnan Jeong Tae-eul.

Jang Yeon-ji

mau menyerahkan diri.

Astaga.

Pemeriksaan selesai. Silakan masuk.

Akhirnya aku bisa makan makanan ini.

Siap memesan?

Min-hui, bersihkan Meja Tiga.

Isi botol kosong lalu...

Bagin...

Aku

tak bisa makan ini lagi.

Yeong.

Kita harus pergi dari sini.

Ada apa sebenarnya?

Pemilik toko itu mengenali aku dan kau.

Bagaimana orang di dunia ini bisa...

Artinya dia bukan orang dunia ini.

Jika dia kabur, artinya dia kenal kita.

Jika memang begitu,

kau harus tangkap dia.

Bagaimanapun.

Jangan khawatirkan aku.

Baik, Baginda.

Lima orang yang akan membantuku

dalam keadaan apa pun.

MONARKI KONSTITUSIONAL DAN KELUARGA KERAJAAN

PANGERAN GEUM LEE LIM

Payungku pernah tertinggal.

Apa masih ada?

Ini bajumu, 'kan?

Ada bekas darah Ha Eun-mi di sini.

Dan ada sidik jarimu di tong sampah.

Kenapa kau bunuh dia?

Karena aku benci dia.

Kenapa kau kirim pesan ke Park Jung-gu?

Aku juga benci dia.

Kau sudah menyerahkan diri,

dan kau ditangkap karena membunuh Ha Eun-mi.

Sejak awal aku sudah curiga.

Wanita mengerikan. Bagaimana bisa dia bunuh temannya?

Aku tahu kau kehilangan pacarmu.

Aku turut berduka, tapi dengarkan perkataanku.

Jangan sampai ini terjadi lagi,

tapi jika terjadi, kau harus lapor.

Aku tak mencintainya.

Hanya memainkannya.

Yeon-ji memang calon aktris,

tapi dia pakai dua ponsel.

Dia pasti bekerja di bar.

Kau

bilang apa barusan?

Dia bawa dua ponsel...

Jang Yeon-ji punya dua ponsel?

Apa salah satunya ponsel 2G?

Aku tak tahu.

Anak yang mati itu bilang begitu.

Astaga, harusnya dia mati beberapa hari kemudian.

Tadinya aku sudah mau putuskan dia.

Sial.

Kau sudah gila?

Kau gila?

Polisi pukul warga di depan kantor polisi?

Dengar.

Bicara yang sopan tentang mendiang.

Dan pergi sebelum aku pukuli.

Karena aku juga harus lupakan kasus ini.

Ada.

Jika ada pengisi baterai, pasti ada ponselnya.

Pas sekali.

Untuk Tae-eul.

Dia minta profil ini. Katanya rahasia.

Katakan saja data tambahan Lee Ji-hun, 8 tahun.

HASIL AUTOPSI NAMA: LEE JI-HUN

Tae-eul cari anak yang sudah meninggal

25 tahun lalu?

Kau tak tahu?

Mungkin benar rahasia.

Berikan kepadaku.

Aku tahu.

Pasti fiksi ilmiah itu lagi. Aku pergi.

Baiklah.

Apa ini sebenarnya?

BUDAEJJIGAE

Ternyata benar.

Kau tahu aku, dan mengenali Baginda.

Lebih baik kau diam

jika kau tak mau mati.

GEDUNG DISEWAKAN

Siapa kau?

Aku mau tahu bagaimana rakyat Kerajaan Corea

bisa ada di sini.

Kau juga ada di sini, Baginda.

Sepertinya kau tak peduli dengan nyawamu.

Kau pasti sudah dilatih

sebagai pengikut Lee Lim.

Di mana Lee Lim sekarang?

Kau sangat mirip ayahmu.

Akankah hidupmu juga berakhir dengan cara yang sama?

Kau pasti salah satu yang berdiri di atas darah ayahku.

Kau bunuh ayahku, dan datang ke sini.

Itu keseimbangan.

Adil dan pantas.

Kau lahir dengan segalanya. Jangan merengek

hanya karena tak punya ayah.

Yeong.

Hanya Tuhan yang membuat "keseimbangan".

Yang kalian lakukan

adalah pembunuhan.

Ingat itu.

Bawa dia ke Kerajaan Corea.

Bunuh aku.

Bunuh saja aku!

Tak ada satu pun nomor di sini.

Artinya fungsi ponsel ini

hanya untuk terima telepon.

Dan pasti akan ada satu yang masuk.

Bunuh dirimu sendiri.

Ini perintah bunuh diri.

Tahanan 1834, kunjungan.

Kenapa ini?

Ikuti saja.

Kenapa menyerahkan diri?

Dengan begitu kau datang.

Aku tak punya cara lain.

Kau menghindar, dan aku tak ada tempat sembunyi.

Tak ada cara lain.

Ponselmu di mana?

Ini semua sudah berakhir.

Kembalikan ponselnya.

Sudah kusembunyikan. Itu satu-satunya harapanku.

Kapan kau bebaskan aku?

Disembunyikan di mana?

Itu rahasia.

Kapan aku bisa ke dunia sana?

Harusnya kau tak membunuh jika mau ke dunia sana.

Tak ada cara lain.

Eun-mi

sudah dengar isi ponsel itu.

Bebaskan aku sebelum ponselnya kuberikan ke polisi.

Bisa, 'kan?

Apa kau

pernah dengar mati listrik di penjara?

Apa

maksudmu?

Ini bukan mati listrik?

Bisa kunyalakan dan kumatikan sesuai kebutuhan.

Untuk apa pun.

Klik.

Coba ingat lagi

letak ponsel 2G itu.

Hubungi aku jika ingat.

Untuk sementara gedungmu aku sewa.

Terima kasih.

Katakan saja jika kurang. Jika lebih,

boleh aku minta ini?

Astaga.

Akan kuberikan dua gelas untukmu.

Kau tahu tren real estat.

Kau memang butuh dua.

Tae-eul datang.

Pengintaiannya lancar?

Kudengar pelakunya sudah ditangkap.

Mustahil.

Jo Yeong ikuti aku lagi?

Ya, hanya sebentar.

Sekarang tak bisa lagi. Dia sibuk.

Jadi, kau harus selalu bersama temanmu.

Aku sudah pikirkan itu.

Kau pikir aku begini karena Jo Yeong?

Memang bukan?

Seharusnya kau datang sendiri, bukan kirim orang.

Aku juga mau begitu,

tapi aku tak bisa sembunyi.

Aku terlalu bersinar.

Di mana pun aku, tempat itu jadi terang. Di sini juga begitu.

Na-ri! Apa masih lama? Beri aku yang dingin.

Ini minumanmu.

Jangan diaduk, langsung minum.

Rasakan manisnya, baru diaduk.

Walaupun mungkin di sini sudah terlalu manis.

Nanti bawa pulang japchae.

Kenapa Jo Eun-sup tak datang ambil japchae?

Aku tahu sebuah hal penting.

Sepertinya dia suka Eun-sup.

Salah.

Eun-sup yang suka dia.

Tak mungkin.

Bagaimana bisa aku kerja sama dengan orang sepertimu?

Aku sudah selidiki.

Namanya Lee Seong-jae.

Dia meninggal di panti jompo tahun 1995.

Dia terakhir terlihat di sana, tapi tak ada catatannya.

Alasan kematiannya, kematian alami.

Catatan medis polio bawaan?

Ada juga.

Keluarganya?

Apa aku ada

di dunia ini?

Tidak lagi.

Dia meninggal di usia delapan tahun.

Jadi, dia membunuh dirinya,

lalu membunuhku.

Apa ada keluarga lain?

Adiknya, atau istri adiknya.

Adiknya sudah meninggal,

dan istri adiknya...

masih hidup.

Kau tak apa-apa?

Jika Lee Lim dan orang ini punya keluarga yang sama,

artinya

istri adiknya berwajah ibuku.

Namanya Song Jeong-hye.

Kau punya waktu besok siang?

Aku mau pergi ke alamat Song Jeong-hye.

Kau harus ikut.

Baiklah.

Ternyata benar.

Apa?

Tempat ini jadi terang.

Ayah...

Raja Lee Gon yang sudah dilantik

memulai tugas pertamanya dengan melakukan

upacara adat berduka selama 26 hari.

Pria itu datang melihat Ji-hun.

Sepertinya mulai ketahuan.

Apa dia teman Ji-hun?

Sepertinya umurnya sama.

Lapor saja.

Aku tak peduli.

Aku tak akan mati.

Tak bisa mati.

Mati pun kalian akan hidupkan aku lagi.

Ayo pulang

Aku ingin pulang

Kenapa ini ada di dalam sini?

Tadinya aku hanya mau coba pakai jasnya.

Astaga, tampan sekali.

Dia pasang fotonya dan atasannya menjadi latar belakang layar.

Dia sudah gila. Pasti ada yang salah dengannya.

Siapa?

Aku kaget.

Hai, Sin-jae.

- Kau mau pulang? - Ya, sudah pukul 18.00.

Hari ini pulang tepat waktu.

Besok pulang selamanya.

Wajib militermu selesai besok?

- Ya. - Selamat.

Berikan aku ponselmu.

Ponsel?

Kenapa? Aku beli baru.

Aku lihat sesuatu aneh.

Berikan padaku.

Itu...

Raja Arthur kembali lagi dan...

Jangan bergerak.

- Aku berfoto dengan dia... - Aku tak bisa bicara panjang.

Terserah kau.

Beri tahu saja dia di mana.

Di hotel.

Dari rumahku dia pindah ke hotel

karena adikku datang.

Pergi denganku untuk dapatkan kunci.

Kenapa kunjungan dijadwalkan malam?

Sangat menyebalkan.

PM Koo, ada kiriman Laporan Kerja Pemerintahan 2019 dari Sekretariat.

Kenapa kalian semua datang saat aku sedang pakai ini?

Apa ada sensor

yang bunyi jika aku pakai ini?

Tentu tidak.

Banyak undangan karena akhir tahun.

Aku tak pernah datang, tapi kenapa selalu diundang?

Dan jika tak datang pasti diumpat.

Ada kiriman dari rumah ibumu juga.

Lagi?

Baiklah. Kau boleh pulang.

Baik.

PRESIDEN TRUMP MENGINJAKAN KAKI DI KOREA UTARA.

Ini koran yang sama.

Halo?

Ibu.

Ibu sungguh tak mengirimkan apa-apa?

Tak mengirim koran?

Koran?

Siapa yang baca koran zaman sekarang? Semuanya lewat ponsel.

Ibu juga tadi mau telepon...

Ibu, nanti aku telepon lagi.

Pola yang berulang adalah tanda.

PRESIDEN KOREA DAN AS KUNJUNGI POS OULETTE DI DMZ

BTS MENGGUNCANG DUNIA

NAGA TELAH BANGKIT

Apa ini?

Aku harus baca bagian...

KONTAK JEONG TAE-EUL

HASIL AUTOPSI

OLEH LEE JONG-IN

KERAJAAN COREA

Logo apa ini?

Aku bertanya karena pernah melihatnya.

Di mana pun melihatnya, kau pasti keliru.

Logo itu tak ada di sini...

Ini hari keenam pemakaman mendiang Raja.

Raja Lee Gon yang sudah dilantik...

tapi ada di dunia lain bernama Kerajaan Corea.

Jo Eun-sup.

Tadi kau di lobi...

Siapa kau?

Kau bukan Eun-sup, 'kan?

Ada apa ini?

Dia mencari sesuatu di kamarmu.

Kau penasaran dengan lambang ini dari dulu.

Tapi kau tak tahu ini apa. Benar, 'kan?

Apa itu?

Lambang kerajaanku.

Jangan bicara aneh.

Kau hanya orang tanpa identitas.

Si Berengsek ini punya pistol?

Siapa kalian sebenarnya?

Jika aku beri tahu,

apa kau akan percaya?

Aku sudah pernah beri tahu

tentang siapa aku.

Bicara yang benar.

Di mana

kerajaanmu?

Di tempat lain, bukan di sini.

Lebih tepatnya,

di dunia lain.

Aku sudah beri tahu semuanya.

Sekarang giliranku.

Siapa kau?

Siapa?

Kau

Lee Gon?

Letnan Jeong Tae-eul

beri tahu kau tentang itu?

Tae-eul juga

tahu ini?

Kau bukan tahu dari dia?

Rakyat melihat dengan sedih upacara adat raja kecil ini.

Ayah...

Anak yang menangis itu

benar-benar kau?

Kau benar-benar

Lee Gon?

Dia dengar tangisanku.

Sudah banyak orang

yang datang ke dunia ini.

Jawab aku.

Lepaskan, kecuali kau mau mati.

Aku yakin sesuatu.

Kau alasan aku harus kembali ke duniaku.

Mungkin saja aku

adalah rajamu.

Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.