Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ini dia.
Kau sudah punya puisi.
Kalau kau ingin menulisnya, kau bisa menulisnya di bukumu ini.
Terima kasih.
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang
Beatrice!
Ada apa?
Pulanglah. Sudah waktunya tutup.
Kau tak usah membayar minumanmu, tapi pulanglah. Kami akan tutup.
- Apa yang kau lakukan? - Aku merenung.
Dengan jendela terbuka?
Ya, dengan jendela terbuka.
Katakan terus terang padaku, apa yang dia katakan kepadamu?
Metafor.
Metafor?
Tak pernah kudengar kata sesulit itu darimu sebelumnya.
Metafor apa yang dia lakukan padamu?
Dia lakukan? Dia mengatakannya!
Dia berkata senyum mengembang di wajahku seperti kupu-kupu.
- Lalu? - Aku tersenyum waktu dia mengatakannya.
Senyummu adalah mawar..
galah tertancap, membentur air.
Senyummu adalah ombak perak mendadak.
Lalu apa yang kau lakukan?
Aku terdiam.
Dan dia?
- Apalagi yang dia katakan? - Tidak, apa yang dia lakukan?
Tukang posmu itu, selain mulut, dia juga punya dua tangan!
Dia tak pernah menyentuhku.
Dia berkata dia bahagia berada di dekat perempuan muda yang murni.
Seperti berada di pantai dengan lautan putih.
Aku suka..
Aku suka ketika kau diam..
seolah kau tak hadir.
Dan kau?
Dan dia?
Dia memandangku, lalu, dia berhenti menatap mataku..
dan mulai memandang rambutku..
tanpa kata-kata, seolah dia tengah berpikir.
Cukup, anakku!
Kalau lelaki sudah mulai menyentuhmu dengan kata-kata..
segera dia akan menggunakan tangannya.
Tak ada yang salah dengan kata-kata.
Kata-kata adalah hal terburuk.
Aku lebih memilih pemabuk di kedai menyentuh pantatmu..
daripada seseorang yang bilang, "Senyummu terbang seperti kupu-kupu"!
"Mengembang" seperti kupu-kupu!
Terbang, mengembang, itu sama saja!
Lihatlah dirimu!
Baru satu sentuhan jarinya saja kau sudah membelanya mati-matian.
Bibi salah! Dia orang yang sopan.
Kalau sudah di ranjang, tak ada bedanya..
penyair, pendeta, atau komunis!
"Telanjang..
"kau sesederhana satu tanganmu.."
"halus, berlekuk, kecil.."
"bulat, jernih".
"Kau bergaris bulan, berlekuk apel".
"Telanjang, kau tipis seperti biji gandum".
"Telanjang, kau biru seperti malam di Cuba".
"Pohon anggur dan bintang-bintang di rambutmu".
"Telanjang, kau sungguh luar biasa dan kuning.."
"seperti musim panas di sebuah gereja bersepuh emas".
Selamat pagi, Romo.
Saya menemukan ini di bh-nya.
Saya ingin minta tolong Romo untuk membacakannya.
Sekarang saya tak akan membiarkannya keluar rumah.
Jadi?
Ini puisi.
Tolong bacakan!
"Telanjang.."
Bunda Maria!
(Menggumam dalam bahasa Spanyol)
Seperti apa rupanya jala? Mario, aku perlu kata sifat.
Jala.. Jala apa? Jala ikan?
Ya.
Sendu.
Sendu.
(Menggumam dalam bahasa Spanyol)
Bagus?
(Berbicara dalam bahasa Spanyol)
- Selamat pagi, Bu. - Selamat pagi.
- Apakah Ibu.. - Ya.
Silahkan duduk, Bu.
Tidak. Ini hal yang terlalu serius untuk dikatakan sambil duduk.
Apa itu?
Sudah lebih dari sebulan..
Mario Ruoppolo berkeliaran di kedaiku..
dan dia merayu keponakannku.
- Apa yang dia katakan? - Metafor.
Lalu?
Metaforanya telah membakar keponakanku seperti oven.
Seorang lelaki yang cuma bermodal jamur di antara jari-jari kakinya!
Kakinya penuh kuman, mulutnya penuh jampi-jampi.
Mula-mula biasa saja: "Senyummu seperti kupu-kupu".
Tapi sekarang dia mengatakan: "Dadamu seperti api dengan dua nyala".
Apakah menurut Ibu..
kata-kata itu cuma khayalannya? Atau itu..
Ya, kukira dia sudah menyentuhkan tangannya pada tubuh keponakanku.
Baca ini. Ini dia simpan di bh-nya.
"Telanjang.."
"Kau indah seperti.."
"Telanjang, kau lembut seperti malam-malam di pulau.."
"dan bintang-bintang di rambutmu.."
Ini indah!
Jadi dia sudah melihat keponakanku telanjang!
Oh, tidak, Bu!
Tak ada bagian dalam puisi ini yang membuat kita bisa menyimpulkan begitu.
Puisi itu mengatakan yang sebenarnya.
Keponakanku telanjang persis seperti yang digambarkan puisi itu.
Jadi, tolong aku dan bilang kepada Mario Ruoppolo..
yang banyak belajar pada Anda..
bahwa dia tak boleh lagi melihat keponakanku seumur hidupnya.
Dan bilang padanya, kalau dia melanggarnya, akan kubunuh dia.
- Jelas? - Ya.
Selamat siang.
Kau putih seperti sekantong terigu.
Di luar saya terlihat putih, tetapi di dalam saya merah.
Kau tak akan bisa selamat dari murka seorang janda dengan kata sifat.
Kalau dia berbuat jahat pada saya, dia akan dipenjara.
Dia akan keluar dalam beberapa jam.
Dia akan bilang kalau dia membela dirinya.
Dia akan bilang kalau kau mencoba merenggut keperawanan anak gadisnya..
Dengan metafor, mendesis seperti belati
tajam seperti anjing, koyak seperti selaput dara.
Puisi akan meninggalkan tanda pada lidahnya yang terluka..
pada puting perawannya.
Penyair Franรงois Villon digantung di pohon..
dan darah bercucuran dari lehernya seperti bunga mawar.
Saya tidak peduli. Dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan. Saya siap.
Hebat! Sayang sekali kita tidak punya..
trio gitaris yang akan..
Wahai penyair dan kamerad..
Anda yang membuat saya terlibat masalah, Anda harus mengeluarkan saya.
Anda memberi saya buku-buku untuk dibaca..
Anda megajari saya untuk memakai lidah tak hanya untuk menjilat perangko.
Salah Anda jika sekarang saya jatuh cinta.
Tidak, tidak ada urusannya denganku.
Aku memberimu buku-bukuku..
Tapi aku tak mengijinkanmu mencuri puisiku.
Kau beri Beatrice puisi yang kutulis untuk Matilde.
Puisi bukanlah milik penulisnya, tetapi milik orang yang membutuhkannya.
Aku menghargai sentimen yang sangat demokratis ini.
Sekarang pulang dan tidurlah.
Kau punya kantong di bawah matamu, besar dan dalam seperti mangkuk sup.
Ini untukmu. Pilih Di Cosimo.
Dua tahun lalu, mereka juga menjanjikan..
air akan mengalir di pulau.
Dua tahun lalu, bukan Di Cosimo yang menjanjikanmu.
Apa yang tertulis di kertas itu adalah jaminan, bukan janji.
Sebuah sumpah, dan Tuhan adalah saksiku.
Hei, Mario!
Tidak kah kau tertarik pada apa yang kukatakan?
Aku akan memilih komunis.
Apa?
Aku akan memilih komunis.
Kudengar kau tergila-gila pada puisi.
Kudengar kau bersaing dengan Pablo Neruda.
Tapi ingat, para penyair bisa sangat merusak masyarakat.
- Berapa harga kerang ini? - Untuk Anda, 300 lire.
Kalau harganya segitu, kau harus menjamin ada mutiara dalamnya.
- Beri aku harga yang bagus! - Saya akan beri potongan.
Nelayan sudah rugi banyak.
Dia bilang 300 lire. Mengapa dia harus memberimu potongan harga?
Aku tak mau bikin rugi lagi. Sampai jumpa.
Mengapa kau tak urus saja urusanmu sendiri?
Aku tadi mencoba membantu.
Mario...
sebagai atasan, aku harus memerintahkanmu mengirim surat yang belum terikirim.
Ya, ya, ya.
Tapi kau masih murung karena gadis itu.
Beatrice sekarang cantik..
tapi 50 tahun lagi dia akan jelek seperti perempuan kebanyakan.
Tidak, Beatrice tak akan pernah jelek.
"Aku menyimpan keindahan matamu.."
"tersembunyi di dalam diriku, wahai Beatrice yang bahagia."
Apa urusannya dengan Beatrice?
Itu puisi.
Dante Alighieri...
Bukan, Gabriele D'Annunzio, penyairku.
Penyairmu menulis sesuatu untuk Beatrice?
Aku tidak suka.
Aneh, kukira kau menghargai himne untuk Beatrice.
Terima kasih. Sampai jumpa.
- Puteri tidur.. - Selamat malam.
Selamat malam. Beri bapak itu minuman biasanya, dan buatkan juga untukku.
Terima kasih.
Keponakanmu makin dan makin cantik.
Kalau saja kau tahu betapa sulitnya menjaganya.
Anak muda sekarang tak seperti dulu.
Mereka punya segalanya dan ingin bulan.
Aku ingat almarhum ibuku. Aku selalu gemetar tiap kali dia bicara.
Selamat malam, Bibi. Selamat malam, Pak.
Selamat malam, Pak.
Beatrice!
Carilah saksi yang pantas, yang bukan komunis.
Kalau Neruda tak percaya Tuhan, mengapa Tuhan percaya Neruda?
Akan jadi saksi macam apa dia?
Tuhan tak pernah berkata seorang komunis tak bisa menjadi saksi pernikahan.
Kalau begitu, saya tak akan menikah.
Kau lebih berminat pada soal Neruda jadi saksi daripada manjadikanku isterimu.
Sayangku..
Neruda adalah seorang Katolik.
Aku tahu dia seorang Katolik.
Di Rusia, orang-orang komunis makan bayi. Bagaimana mungkin dia Katolik?
Dia tidak terlihat seperti itu.
Neruda punya istri yang cantik.
Dia hidup dengannya dan tak punya anak.
Bagaimana kau menjelaskannya?
Jadi menurut Romo, Don Pablo memakan anak-anaknya?
Siapa yang tahu?
Jawabanku, "Tidak!". Dan itu demi kebaikan kalian juga.
Dia menginspirasi mempelaimu menulis hal-hal menjijikkan soal ketelanjangan.
Itu cuma puisi.
Belum lagi yang lainnya.
Dia tidak layak menjadi saksi kebahagiaan kalian.
Istriku mengatakan,
"Aku memohon hidup pada Tuhan Yesus agar bisa melihat anakku punya pekerjaan.."
"istri dan anak dalam pelukannya."
Sayang sekali, dia tak bisa melihatnya..
karena ketika Tuhan memanggilnya untuk kembali..
anakku belum lagi punya pekerjaan.
Hari ini, dari surga, istriku akan melihat bahwa anaknya telah membuatnya bahagia..
Karena setidaknya dia sudah punya istri dan pekerjaan kecil.
Walaupun itu bukan pekerjaan yang diharapkan istriku untuk anakku..
Selamat, selamat, Ayah!
Apa yang kau lakukan, minum wine?
Maaf, Kamerad, saya lupa. Ini baru datang untuk Anda.
Terima kasih.
(Berbicara dalam bahasa Spanyol)
- Kabar bagus? - Untuk pengantin baru!
Dengan hati jernih..
mata murni..
Aku merayakan keindahanmu..
dengan ikatan darah hingga ia hadir..
dan menggambarmu..
saat kau berbaring pada puisiku seperti pada tanah hutan, atau pada ombak.
Pada lumpur harum, atau pada musik laut.
Sekarang..
Saya ingin bersulang untuk teman saya..
Mario...
Sungguh menyenangkan saya bisa berperan, sedikit..
dalam kebahagiannya.
Dan terakhir, saya ingin mengatakan bahwa pada hari yang istimewa ini..
Saya menerima kabar yang sangat bagus.
Status penahanan kami..
telah dihapus...
dan karenanya kini saya dan Matilde..
akan kembali ke negeri yang sangat kami cintai..
Chili.
Tidak, Don Pablo.
Tapi besok kau akan jadi pengangguran.
Tidak, tidak. Saya tak ingin apa-apa.
Aku akan merindukanmu.
Saya akan merindukan Anda.
Tapi Anda akan kirim kabar kan?
Tentu.
Hal-hal berubah sepanjang waktu di negeriku.
Hari ini mereka mengijinkanku kembali..
Besok sesuatu terjadi dan aku harus pergi lagi.
Aku akan meninggalkan beberapa benda di sini..
jika kau bisa menjaganya untukku.
Aku akan memberitahumu kemana harus mengirimnya.
Mungkin saya sendiri yang akan mengantarnya ke Chili.
Itu bagus sekali.
Anda perlu ini?
Ya.
Terima kasih.
Saya menemukan penyair lain yang menulis tentang Beatrice..
namanya D'Annunzio.
Ya, ya, aku tahu.
Jadi Anda bisa menulis satu juga.
Selamat tinggal.
"Karena ini bukanlah benderamu" (poster Partai Kristen Demokrat)
- Ada apa? - Lihat ini.
Dia di Rusia, memberikan penghargaan.
Di Rusia? Kalau di sekitar sini, dia mungkin akan mampir.
Dia orang yang sangat sibuk, Mario!
Dia harus bertemu orang-orang yang tidak dia temui selama dia di pengasingan.
Dan dia juga sangat dicintai di Chili.
Dia tak akan punya waktu untuk datang ke sini.
Ini gambar yang bagus.
- Penyair muda, Milovan.. - Perkovic.
Menerima penghargaan puisi dari Sang Maestro.
- Boleh kusimpan? - Tidak.
Aku akan meletakkannya di sini dengan semua yang lainnya.
Kau bisa melihatnya kapan pun kau mau.
"Pilih Di Cosimo!"
"Yang akan membawa kita kepada jalan baru!"
"Pilih Di Cosimo! Demi hidup baru!"
"Demi pulau kita!"
Apakah orang itu datang ke sini?
- Siapa? - Di Cosimo.
Ya.
Mengapa kalian tersenyum?
Di Cosimo telah memberi kita keberuntungan yang mudah.
Benarkah?
20 keluarga akan datang ke sini untuk bekerja membangun saluran air.
Di Cosimo ingin tahu apa kita bisa menyediakan mereka 2 kali makan sehari?
Dan kita tak bisa.
Kami bilang bisa. Mereka akan di sini 2 tahun.
- Tanpa tanya aku? - Just add it all up.
Uang.
Yang bisa kalian pikirkan cuma uang.
Dimana akan kita taruh 20 keluarga itu?
Jika perlu, kita akan masak dua atau tiga kali!
Baiklah, jika itu keinginan kalian.
Tidak, kau tak akan bisa pergi dengan mudah.
Apakah Anda siap bekerja di dapur, Tuan Suami?
Di dapur?
Ya.
Bersulang untuk Beatrice, perempuan tercantik di sini!
Mario!
Lihat!
- Apa katanya? - Dia di Paris.
"Saya sungguh mencintai Itali.."
"tempat saya menjalani kehidupan yang bahagia dalam kesendirian yang lengkap.."
"dan di antara orang-orang yang paling sederhana di dunia".
"Hal apa yang paling nostalgis bagi Anda?"
"Nostalgia adalah emosi yang hanya bisa saya tujukan kepada negeri saya.."
"tapi saya tak akan pernah lupa.."
"berjalan di sepenjang pantai dan di antara bebatuan.."
"tanaman kecil dan bunga-bunga bermekaran.."
"dalam komposisi yang persis sama dengan sebuah taman yang besar".
Teruskan.
Sudah selesai.
Dia tidak menyebut kita.
Mengapa dia harus menyebut kita dalam sebuah wawancara?
Dia seorang penyair. Penyair berbicara tentang alam..
bukan tentang orang-orang yang mereka temui.
Burung yang sudah kenyang akan terbang dan pergi!
Kuduga ia bahkan tak ingat wajah kita seperti apa.
"Partai Kristen Demokrat meraih kemenangan.."
"di setiap daerah".
"Pemimpin partai menyatakan kepuasannya".
Kepuasannya!
Mereka belum menang.
Apa? Mereka telah menguasai tiap daerah di Itali.
Dengan jumlah pemilih sekecil itu, mereka tak akan bisa berbuat apa-apa.
Mereka memenangi pertempuran, bukan memenangi perang.
Jadi kita yang akan memenangi perang?
Siapa lagi memangnya?
Tapi kita mesti berjuang, dan kita akan berjuang!
Ini satu-satunya cara untuk memutuskan rantai kita dan membebaskan diri!
Ya, tapi di sini..
kalau kita putuskan rantai kita..
lalu apa yang bisa kita kerjakan?
Kalau saja Don Pablo bisa mendengarmu, dia tak akan setuju.
Don Pablo. Don Pablo tak bisa mendengarku.
Siapa yang tahu dia dimana, dan apa yang tengah dia kerjakan?
Kenapa wajahmu cemberut?
Tuan Di Cosimo, ini adalah tragedi bagi kami.
Kami bersabdar pada pekerjaan dua tahun itu.
Kami membuat rencana-rencana, bahkan berhutang.
Aku tahu, memalukan meninggalkan pekerjaan setengah jadi..
tapi kami harap akan segera mulai lagi.
Segera? Kapan?
Aku tidak tahu.
Tergantung.
Tapi kujamin tak akan lama.
Omong-omong, aku ingin segera mencicipi masakanmu.
Tergantung pada apa?
Masalah-masalah perusahaan sangatlah rumit.
Aku tak tahu banyak tentang masalah perusahaan..
Tapi aku tidak gila.
Kami semua tahu begitu Anda terpilih..
Pekerjaan akan berhenti.
Ya, benar.
Sang suami berdarah panas.
"Kalau saja Don Pablo di sini...
"mungkin pemilu akan berjalan lebih baik."
"Mario, ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadamu".
"Aku hamil".
"Benarkah?" "Ya".
- "Kau sungguh-sungguh hamil?" - "Ya".
"Kita harus pergi dari sini".
"Tak ada yang mengerti kita di sini.
"Mereka semua terlalu abai".
"Kita akan pergi ke Chili, jadi Pablito akan besar di sana, bernafaskan puisi".
"Pablito?"
"Tidak kah kau suka?"
"Seperti nama Neruda. Itu akan jadi perlambang yang bagus untuk anak kita".
- Mario? - Tidak. Dia di depan.
Mario, ini kau? Ada surat dari Chili.
Tolong taruh di sakuku.
- Bukalah! - Tunggu.
Mario Ruoppolo. Ini surat pertama yang pernah kuterima.
"Santiago, 15 Oktober 1953".
"Dengan hormat.."
"Saya meminta Anda.."
"untuk mengirimkan beberapa benda milik.."
"Tuan Pablo Neruda.."
"yang ada di rumah yang pernah ditempatinya.."
"selama.."
"tinggal di Itali".
"Terlampir adalah alamat.."
"dan daftar.."
"benda-benda yang disebut di atas".
"Sekretaris.. Sekretaris.."
"Pablo Neruda".
Dan untukmu?
Tak satu pun kata, juga salam, dan dia pergi lebih dari setahun lalu.
Aku sudah bilang, burung yang kenyang, akan terbang dan pergi!
Seseorang bersikap baik pada orang lain hanya jika mereka berguna.
Jangan itu lagi.. "Burung yang sudah kenyang."
Dan berguna untuk apa?
Apa yang telah kulakukan untuk orang ini?
Kenyataannya, selalu aku..
yang meminta, "Don Pablo maukah Anda memeriksa metafor ini?"
"Don Pablo, maukah Anda membacakan saya puisi?"
Aku orang yang mengganggunya.
Dan Bibi bilang aku berguna.
Apa yang telah kulakukan?
Selain itu dia tahu bahwa aku bukan penyair yang bagus.
Dia tahu itu, kalian tahu?
Tapi setidaknya dia memperlakukan aku seperti teman.
Seperti saudara.
Tidak benar kalau dibilang kau tidak bagus.
Dan aku tak akan memanggilnya Pablito.
Apa salah bayi itu?
Kenapa, kau pikir aku seorang penyair?
Apakah aku seorang penyair? Pernahkah aku menulis sesuatu, puisi?
Bukan, Mario, tetapi..
"Bukan, Mario.." bukan apa-apa.
Terimalah.
Mengapa dia harus mengingatku?
Sebagai penyair, aku tak terlalu bagus.
Sebagai tukang pos.. Dia akan susah mengingatnya..
tukang pos yang mengantarkan surat-suratnya ketika dia tinggal di Itali.
Sebagai komunis?
Apalagi soal itu. Aku sangat tidak..
Kukira..
wajar jika dia..
Baiklah.
Besok, kita ke sana dan mengirim barang-barangnya.
(Berbicara dalam bahasa Spanyol)
"Kubilang pada mereka aku di sini bersama seorang teman yang mau memberi salam".
"Dan katakan pada mereka hal yang bagus tentang negeri indah ini".
- "Tidak". - "Ya".
"Selamat pagi".
"Bukan, di situ".
"Selamat pagi".
"Hal yang indah tentang pulau ini?"
"Ya, salah satu keajaiban pulaumu".
"Beatrice Russo".
(Berbicara dalam bahasa Spanyol)
Kau yakin mesin ini bisa juga hidup kalau di luar?
Kalau bisa dipakai di dalam, tentu akan bisa dipakai di luar.
Di sini bisa.
Satu, dua, tiga. Apa lampu merahnya menyala?
Ya, menyala.
Satu.
Nomor satu.
Ombak di Cala di Sotto.
Ombak kecil.
Teruskan!
Nomor dua.
Ombak. Besar.
Teruskan!
Nomor tiga.
Angin di tebing.
Nomor empat.
Angin di antara semak-semak.
Nomor lima.
Jala yang sendu milik ayah saya.
Nomor enam.
Lonceng gereja kami..
Gereja Puteri Duka Cita..
berikut pendeta.
Indah.
Aku tak pernah menyadari keindahannya.
Nomor tujuh.
Langit bertabur bintang di atas pulau.
Nomor delapan.
Denyut jantung Pablito.
Kau bisa dengar apapun!
Sungguh?
Ssst!
Kau bisa dengar!
Kau bisa dengar denyut jantung Pablito!
Aku tak akan memanggilnyaPablito.
(Berbicara dalam bahasa Spanyol)
(Berbicara dalam bahasa Spanyol)
Pablito, ayo sini!
Pablito!
Waktu itu ada demostrasi komunis.
Pablito tak pernah melihatnya.
Dia lahir beberapa hari setelah Mario meninggal.
Aku tak mau dia pergi, tapi dia tak mau dengar.
"Don Pablo akan bangga," katanya.
Terjadi kerusuhan, dan polisi merangsek ke dalam kerumunan.
Dia terjebak.
Ini Mario buat untuk Anda.
Saya seharusnya mengirimnya, tapi saya malah menyimpannya.
"Don Pablo yang baik.."
"Ini Mario".
"Saya harap Anda tak melupakan saya".
"Baiklah.."
"Anda ingat waktu meminta saya.."
"mengatakan sesuatu yang indah tentang pulau saya.."
"dan saya tak bisa berpikir satu pun hal?"
"Sekarang.."
"Saya tahu".
"Jadi saya ingin mengirimi Anda kaset ini.."
"yang, jika berkenan, Anda bisa memutarnya untuk kawan-kawan Anda".
"Jika tidak, Anda bisa mendengarnya sendiri".
Jadi Anda akan ingat saya..
dan Itali.
Ketika Anda tinggal di sini..
Saya kira Anda membawa pergi semua hal yang indah bersama Anda.
Tapi sekarang..
saya menyadari..
bahwa Anda meninggalkan sesuatu untuk saya.
"Saya juga ingin memberitahu Anda bahwa saya menulis sebuah puisi.."
"tapi Anda tak akan bisa mendengarnya, karena saya malu".
"Judulnya.. Lagu untuk Pablo Neruda".
"Walaupun itu puisi tentang laut.."
"saya mempersembahkannya untuk Anda".
"Kalau Anda tak pernah hadir dalam hidup saya.."
"Saya tak akan pernah menulisnya".
"Saya diundang untuk membacakannya di depan umum".
"Dan meski saya tahu suara saya akan gemetar, saya gembira".
"Dan Anda akan mendengar orang-orang bersorak-sorai mendengar nama Anda".
"Kamerad!"
"Kamerad!"
"Sekarang kita undang ke atas panggung tiga orang pekerja.."
"Luigi Tronco, Mario Ruoppolo, dan Antonio De Marco".
"Mereka di sini tidak untuk berpidato, tetapi membacakan puisinya".
"Kita panggil Mario Ruoppolo ke atas panggung.."
"yang mempersembahkan puisinya untuk.."
"penyair besar yang kita semua sudah tahu.."
"Pablo Neruda".
"Ayo, beri jalan untuk Mario Ruoppolo!"
Kau dengar itu?
Mario Ruoppolo.
Dia Mario Ruoppolo. Biar dia lewat.
Minggir.
Kami harus ke panggung.
"Kamerad!"
Mario, dimana kau?
Mario Ruoppolo!
"Kamerad, tenang!"
"Mundur!"
"Kamerad!"
Dan saat itulah puisi datang mencariku. Aku tak tahu, aku tak tahu dari mana..
ia datang, dari musim dingin atau sebatang sungai. Aku tak tahu..
bagaimana dan mengapa. Bukan, ia bukan suara, bukan kata-kata,
bukan pula senyap. Tapi dari jalanan aku dipanggil, dari cecabang malam,
gegas di antara yang lainnya, di antara api menyala-nyala,
atau kembali sendiri, di sana aku tanpa wajah,
dan ia menyentuhku. - Pablo Neruda
Untuk teman kami Massimo
Penerjemah: Antariksa
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.