All language subtitles for fagnekal

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ini adalah seri fiksi berdasarkan kisah nyata.

Karakter, tempat, lokasi, plot, kejadian yang muncul di seri ini

telah dikonsep secara kreatif untuk tujuan dramatisasi.

Kesamaan karakter, tempat, lokasi, dan kejadian

adalah kebetulan dan tak disengaja.

Sattu, seperti kataku...

- Apa maksudmu, Paman? - Kubilang satu mata saja!

Tapi dokter bilang...

"Paman, kedua matamu perlu dioperasi katarak.

Biar kuoperasi keduanya."

Paman,

jika dia tak lakukan itu, kau pasti buta sekarang!

Aku tahu, Nak.

Jangan berpihak pada dokter.

Kau tahu semuanya, Paman.

Halo, siapa ini?

Halo Pak, saya Babita Kaushik dari bank SDI.

Dari bank?

Ya, Pak. Saya senang beri tahu bahwa

rekening Anda menangkan lotre 50.000 rupee.

Berapa?

50.000, Pak.

Untuk terima uangnya, saya perlu konfirmasi detail kartu Anda.

Uangnya akan ditransfer sore ini.

Ya.

Kartunya ada bersamaku. Sekarang aku harus apa?

Pak, tolong sebutkan 16 digit nomor di kartu Anda

dan tanggal masa berakhirnya.

Sattu.

- Pegang kartunya. - Berikan.

Beri tahu nomor kartunya.

Halo, Bu.

Ya, Pak.

Masa berakhirnya sampai November 2024.

Pak, di belakang kartu

ada tiga digit nomor di atas garis putih.

Tolong sebutkan.

Ya, Bu, sebentar.

Hai Paman, dia meminta nomor pengamannya!

Kau tak boleh beri tahu.

Sattu, kau tak tahu apa-apa.

Aku memenangkan lotre 50.000 rupee!

Bagaimana bisa dapat uangnya kalau detailnya tak diberi tahu?

Oh, ya? 50.000?

- Kukira dia mau menipu. - Tak benar. Cepat beri tahu.

Halo, Bu?

Tuliskan...

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Aku sudah tahu soal Sajivan...

Dia terlilit utang.

Sudah tiga kali ajukan permohonan ke bank.

Ketiganya ditolak.

Hubungan antara petani dan utang mirip seperti ular dan manusia.

Ular pasti akan menggigitnya.

Berkat anak-anak ini, kau bisa melunasi utangmu.

Dan kau, menceramahiku.

Kau pasti sudah mati kalau bukan karena mereka.

- Aku tahu. - Ayo, Paman.

Paman, Anda mau dua lakhs?

Ya, Pak.

- Untuk apa? - Dia mau menikah.

Dia putra Anda?

Bukan, keponakan.

Kau pernah kemari. Kau bawa orang yang berbeda.

Ya, jadi? Yang kemarin pamanku yang lain.

- Kali ini berbeda. - Keluargamu banyak, ya?

Lakukan saja tugasmu, Pak.

Tanda tangani.

- Ayo, Paman. - Baik.

Datanglah besok. Kami kehabisan uang.

Kebetulan sekali. Kehabisan uang saat giliranku!

Bocah ini menarik seluruh uangnya.

Ini, Paman. Ambil.

Ajak semua ke pernikahanku sore ini.

Jika ada yang tanya...

Ya, jangan cemas.

KANTOR POLISI KEJAHATAN SIBER

Dolly Sahu?

- Saurav Sharma? - Hai.

Maaf menunggu. Duduklah.

Kukira kau perwira senior.

Saat kudengar nama "Dolly Sahu, SP Jamtara," kukira kau berusia 45 tahun.

Aku tak tua, tapi aku cakap.

Insinyur perangkat lunak IIT Kharagpur dan LLB Uiversitas Delhi.

Aku lulus IAS tahun lalu. Ini penempatan pertamaku.

- Hebat. Mau teh? - Tentu.

Bawakan dua teh dan camilan.

Aku berbelanja, ada diskon.

Tak ada kerjaan di sini.

- Juga tak ada yang datang... - Apa maksudmu tak ada kerjaan?

Cabang kejahatan siber ini mirip seperti kantor gubernur.

Kata orang penting, tapi tak ada pekerjaan.

Menurut aturan presidensial,

kantor gubernur adalah yang terpenting.

Di tempat asalku,

situasinya juga sama.

Aku tahu.

Saurav, kita harus hentikan pengelabuan.

Aku butuh bantuan.

Apa yang kau tahu soal pengelabuan?

Aku tahu apa itu.

Aku tahu pelakunya bocah distrik kami dan aku mau akhiri itu.

Ini adalah seluruh keluhan yang masuk selama enam bulan terakhir.

Tim datang, tangkap mereka.

Setelah itu, tak ada.

Bu, bagian IT negara kita lemah.

Kita tak bisa hentikan mereka dijamin keluar. Apa lagi dihukum.

Itu bahkan tak dianggap sebagai kejahatan.

Itu jadi bagian ekonomi distrikmu. Bagaimana bisa hentikan?

Saurav, aku tahu ada banyak masalah.

Tapi aku ke sini mencari solusi.

Jika kau bisa bantu, itu bagus. Jika tidak, aku kerja sendiri.

Senang bertemu denganmu. Terima kasih.

Bu.

Bukan begitu maksudku.

Sudah kucoba tapi tak ada solusi. Aku agak pesimis.

Saurav, kita tak boleh pesimis. Datanglah ke Jamtara, dan mari bekerja.

Halo, apakah Anda Pak Vijendar?

Ya, bicaralah.

- Pak, Anda punya kartu kredit? - Ya.

Pak, poin kartu kredit Anda akan berakhir minggu depan.

Jadi, kami menawarkan paket liburan lima hari ke Goa.

Bagaimana mungkin?

Pak, itu yang ditunjukkan sistem

Itu sistemmu, apa urusannya denganku?

Pak...

Halo!

Halo.

Ya, Pak, silakan.

Tapi bagaimana mungkin?

Sungguh, Pak. Saya bisa apa?

Tak apa jika tak mau liburannya.

Tidak, tunggu. Aku mau.

Maka Anda harus beri tahu nomor kartu

dan tiga digit nomor di belakang kartu.

Siapa namamu?

Pak, kenapa butuh nama saya?

Karena kau sedang bicara

dengan inspektur polisi Delhi!

Percakapan ini sudah direkam...

Dan lokasimu...

Berengsek!

- Ada apa? - Dia inspektur polisi.

Polisi!

Hei, tenang. Tak ada yang bisa sentuh kita.

Kalian bekerja dengan baik. Pergilah bersenang-senang.

Ini ambil. Kita dapat berapa hari ini?

1,25 lakhs.

Berapa?

1,25 lakhs. Halo. Ya, katakan.

Baik.

Ada apa?

Apa yang akan terjadi?

Pertunjukan kekuatan.

Ya, benar.

Di mana si dua saudara?

Bocah, jangan menyela saat kami bicara.

Ingat batasanmu, Berengsek.

Atau kutusuk pantatmu dan kau takkan sadar.

Kalau begitu aku takkan bisa menikmatinya.

Berengsek.

Ada yang mau rokok?

Hei, Berengsek!

Dia hampir buang air besar di celana. Hampir!

Kau dapat ini dari mana?

Lihat si bodoh ini.

Jatuh dari langit! Apa yang tertulis di sini? R-O-C-K...

Y...

Aku membelinya.

Kita takkan kerja kecil-kecilan lagi.

- Kita akan lakukan hal lebih besar. - Hebat.

Kau punya mobil, dia punya Gudiya. Cuma kalian yang enak.

Yang hebat itu Sunny. Tuan Penting ini cuma membual saja.

Sunny mengincar hal besar.

Persetan! Sunny bukan bagian kita lagi.

Ingatlah. Sunny bukan saudara atau temanku.

Silakan kalau mau ikut dia. Aku takkan bantu jika ada masalah.

Ada apa?

Kenapa kau frustasi?

Tak ada gadis untuk diajak bercinta?

Kami tetap suka Sunny walaupun kau tak suka.

Karena dialah yang beri daftar nomor,

buat rencana dan sebagainya. Sedangkan kau apa?

Tak berbuat apa-apa.

Tak buat apa-apa?

Akan kutunjukkan.

Baik, tunjukkanlah dulu. Baru bicara.

Tuan Penting, singa hanya ditakuti saat memburu mangsanya.

Kau punya, pistol, mobil, dan juga keren.

Tapi Sunny akan menikah.

Nyalakan saja kembang apinya, semua akan mengikutimu.

Pak Menteri mengajak kita ke Delhi...

Menyalakan kembang api dan bersenang-senang...

Dia adalah mempelai wanita tercantik

Pengantin pria tak ada apa-apanya Dibandingkan kecantikannya

Pengantin pria tak ada apa-apanya Dibanding kecantikannya

Tapi dia adalah pria paling beruntung...

Orang-orang diluar mengatakan hal aneh tentangmu.

Kenapa harus peduli?

Semua orang berkata kau akan menikah

karena terjadi hal buruk. Ini akan menodai nama keluarga.

Kita toh bukan keluarga terpandang.

Dengarkan Ibu... pertimbangkanlah lagi.

Dia dari kasta lebih rendah dan lebih muda darimu.

- Anakmu akan... - Aku takkan punya anak.

Kenapa tidak?

Kemaluannya terlalu kecil.

Apa katamu?

Kemari...

Kemari...

Dia bisa terluka!

Apa katamu? Keluar!

Kuhajar wajah bodohmu! Pergi!

Diam, Jalang!

Bu. Sunny beri kita banyak uang.

Mungkin aku akan ke luar negeri nanti.

Aku muak dengan kehidupan menyebalkan ini

dan juga tak ingin anak.

Ayo, semua menunggu di luar.

Sunny menikahi Gudiya.

Bagus. Katakan padaku satu hal.

Ayahmu orang kikir yang tak mau keluar uang sepeser pun.

Tapi pernikahanmu cukup mewah.

- Aku pakai uangku sendiri. - Ya. Pakai uang sendiri.

Kenapa kau menikah begitu cepat?

Kau baru puber tapi sudah menikah.

Mau kuperlihatkan pubertasku? Semuanya normal, mau lihat?

Kau tahu...

aku tahu beda antara kemaluan dan cacing.

Kita kenal sejak kecil. Aku pernah lihat kau menari telanjang.

- Ayo, tunjukkan. - Lepaskan.

- Dengar... - Ya.

Ada apa?

Sudah kau tunjukkan pada Gudiya? Atau kau akan tipu dia juga?

Jangan bicara omong kosong.

Aku cuma tanya.

Lalu kenapa menikah?

- Sebentar. - Hei, kemari.

Katakan, akan kurahasiakan.

Kawan, apa maksudmu?

Katakan, akan kurahasiakan.

Halo, Bibi.

Saudariku!

- Berikan restumu. - Baiklah.

Ambil ini.

Sunny, ambil restunya.

Semoga kau selalu bahagia.

Ini, Kak.

Tidak. Tak perlu.

Tak apa.

Lihat adikmu. Dia tiga tahun lebih muda darimu,

tapi lebih pintar darimu.

Halo, Bibi.

Bu.

Tak ada kompetisi antara aku dan Sunny, Bu.

Aku cuma buta huruf.

Dia pahlawan keluarga kita.

Jangan membual di hari baik ini.

Ayolah Sunny, peluk saudaramu.

- Ya, ayo. - Ayo, Sunny.

Kau bukan anak kecil lagi. Ayo.

- Sampai jumpa, Bibi. - Mau ke mana?

- Di sini banyak kerjaan. - Aku juga punya kerjaan.

- Tinggallah sebentar. - Aku akan kembali.

- Dia tak pernah menurut! - Jangan cemas.

- Masuklah. - Dia selalu begitu.

Hei.

Nak,

itu bukan salah kami. Tolong, lepaskan kami.

Lakukan perintahku, dan akan kulepaskan dia.

- Akan kulakukan, Saudaraku. - Hei...

berhenti merengek!

Lakukan perintahku atau...

Lakukan.

- Dia akan tetap bersamaku. - Baik.

TOKO MINUMAN KERAS

Aku diskors.

Ini bukan liburan, aku tak bisa membawamu berlibur.

Aku tak mabuk.

Karena itu aku tak pulang. Kau terus bicara dan mengganggu...

Tidak, bukan umpatan.

Aku cuma bercanda.

Baiklah, aku serius. Aku akan pulang besok.

Apa?

Baik, akan kukatakan.

Aku...

mencintaimu.

Dengar. Tutuplah.

Ada apa?

Pak, tolonglah aku.

Duduklah.

Pak, bantulah aku.

Ada apa?

Ratusan ribu rupee masuk akun ini tiap bulan dalam setahun ini.

Apa, Paman? Kau lakukan apa selama ini? Nikmati uangnya?

- Kenapa tak buat laporan? - Sunny Mondal mengancamku!

Aku akan dibunuh jika melawan!

Sunny Mondal?

- Bawakan datanya. - Baik, Pak.

Dia warga sini.

Aku pernah tangkap Rocky, saudaranya, karena kasus penipuan.

- Bukan ini. Yang dari pengadilan! - Pak, ini buku ceknya!

Buku cek? Kau seperti orang kaya! Kau bisa baca dan tulis?

Cap di sini, ajukan FIR. Jadikan dia saksi.

Lihatlah ini, Bu.

Ponsel milik Sunny, Rocky, Ponto, Shahbaaz, sudah disita.

Mereka di bawah umur. Tak punya rekening.

Artinya, semua uang penipuannya ada di akun ini.

Itulah kasusnya.

Ayo.

Ayo, Paman.

Rocky menolak teleponnya.

Keterlaluan. Kalau pun dia tak suka saudaranya,

setidaknya dia hadiri pernikahannya.

Ayo, Paman.

Lari! Cepat!

- Kenapa ada polisi? - Bawa dia.

- Hei. - Hei.

Dia orangnya?

- Ya, dia Sunny Mondal. - Tangkap dia.

- Ayo. - Pernikahannya usai.

- Apa yang terjadi? - Ayo.

- Ayo. - Mau bawa dia ke mana?

- Dia salah apa? - Bawa dia juga.

Tunggu sebentar! Apa yang terjadi?

Ayo. Ayo! Cepat!

Mundur.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.