Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
LOKASI, KARAKTER, ORGANISASI, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
EPISODE 6
Aku tak tahu bagaimana film itu.
Aku sama sekali
tidak ingat.
Apa?
Sepertinya...
aku sangat menyukaimu.
Aku harus pergi.
Yeon-woo, awas!
Awas.
Kau tak apa-apa?
Apa yang aku lakukan?
Dasar gila.
Kenapa dia mundur begitu di jalanan?
- Apa dia mabuk? - Tunggu.
Kau menjadi basah kuyup.
Hei, Pak.
Pak, buka jendelamu.
- Mereka bisa melihatku? - Apa ini?
Kenapa dia? Sepertinya dia benar-benar mabuk.
- Sial! - Pak?
Pak! Tunggu!
Hei, nomor pelat 1780!
Sialan.
- 1780. - Kau tak apa-apa?
Nomor pelat 1780. Ini hampir tabrak lari.
Ingat itu, 1780.
Bedebah itu merusak suasana hatiku.
Haruskah kita laporkan dia?
Tapi untung kita tak apa-apa. Hampir saja kita terluka.
Badanku memang baik-baik saja, tapi hatiku terluka.
Sudah lama sejak hatiku menikmati emosi semacam itu,
tapi bedebah itu merusak momen tadi.
Benar.
- Sudah malam. Ayo, pulang. - Ae-jeong.
Apa?
Ini untukmu.
MEMIKIRKANMU, SEGALANYA BAGIKU
Kuharap perasaanmu lebih baik setelah membaca ini.
Butuh 14 tahun bagiku untuk memberikan ini kepadamu.
Bacalah saat kau ingin.
Tak perlu terburu-buru.
Pak Oh...
Apa?
Ke mana dia saat aku membutuhkannya?
Hebat, dia sangat rapi.
KELAS PENGASUHAN UNTUK MAHASISWA
UNTUK ANAKKU NANTI
AYAH: OH YEON-WOO IBU: NOH AE-JEONG
KELAS PENGASUHAN UNTUK MAHASISWA
Ha-nee, kau sedang lihat apa?
Itu...
Apa itu?
Ini?
Ini tugasku waktu kuliah.
Kenapa?
AYAH: OH YEON-WOO IBU: NOH AE-JEONG
Jadi...
bukan kau orangnya.
- Ha-nee, itu... - Tak perlu.
Kau tak perlu jelaskan.
Aku sudah mengerti.
Selamat istirahat.
Ha-nee!
Noh Ha-nee, kenapa kau turun dari sana?
Itu...
Ha-nee...
Astaga.
Ada telepon. Akan kujawab.
Aku akan masuk kamarku.
- Tapi... - Selamat tidur.
UNTUK ANAKKU NANTI
Kenapa halaman depannya robek?
Ternyata usahaku sia-sia.
Nona Noh, sudah bertemu Pak Cheon?
Siapa? Pak Cheon?
Belum. Kenapa?
Dia bilang dia akan menemuimu.
Pak Cheon berhasil buat janji dengan Joo A-rin.
Hebat. Kau serius?
Kabar ini bagus sekali.
Bagaimana bisa dia berhasil?
Pak Cheon sangat hebat.
Benar sekali.
Dia terus tanya kau di mana,
jadi, aku beri tahu dia kau sedang menonton film.
- Ternyata kalian tak bertemu. - Sungguh?
Harusnya langsung pulang sesudah menonton film.
Sedang apa mereka di sana?
Terlebih dengan suasana begitu.
Siapa ini?
NOH AE-JEONG
Baru sekarang kau meneleponku?
NOH AE-JEONG
Panggilan tidak dapat tersambung. Anda dialihkan ke pesan suara.
Yang benar saja.
Anda akan dikenai biaya setelah nada berikut.
Tadi dia telepon berpuluh kali, tapi sekarang tak menjawab?
Orang yang aneh.
MEMIKIRKANMU, SEGALANYA BAGIKU
Butuh 14 tahun bagiku untuk memberikan ini kepadamu.
UNTUK AE-JEONG
Sepertinya aku sangat menyukaimu.
Tidak.
Aku...
tak akan membacanya.
Benar, 'kan? Aku tak boleh membacanya.
Aku tak akan baca ini. Ingat!
Ya. Selamat pagi, Anak-anak.
Selamat pagi.
Halo.
- Halo. - Ya, hai.
- Halo, Pak. - Ya. Cepat masuk.
- Selamat pagi, Pak. - Pagi.
- Hae-jin! - Apa kabar?
Kenapa tak menjawab teleponku?
- Sungguh. - Aku menelepon kalian.
- Ayo, masuk. - Cepat, masuk.
- Selamat pagi. - Pagi.
Apa yang aku lakukan?
Apa yang harus kukatakan kepadanya?
UNTUK ANAKKU NANTI
Ha-nee, sedang apa?
Kenapa kau pagi-pagi ada di sini?
Tak apa-apa.
Kenapa kau buang? Ini barang penting.
Sudah tak berguna lagi.
Itu semua tipuan.
Pak Oh bukan ayahku.
Benarkah? Dia bilang sendiri?
Ya.
Kurasa begitu.
Orang sehangat itu tak mungkin ayah yang meninggalkanku.
Minum ini, Ha-nee.
Sudah kuduga kau akan kesal.
- Sial. - Ha-nee, jangan!
Aku tak mau melihat pria itu. Jangan pernah beli ini lagi. Selamanya!
BAWA DAN PELIHARALAH
Apa ini?
BAWA DAN PELIHARALAH, TERIMA KASIH
Kenapa ada anak anjing di tempat ini?
Sepertinya dibuang.
Dibuang?
Kita akan terlambat. Ayo pergi.
Lalu dia bagaimana?
Seseorang akan mengambilnya. Sekarang kita ke sekolah dahulu.
- Ayolah. - Jika tak ada yang ambil?
Bagaimana jika tak ada yang mengambilnya?
TUTUP
- Halo. - Halo.
Bibi, maaf, bolehkah aku titip dia beberapa hari?
Kami sedang agak sibuk.
Benar. Kami akan dapat masalah jika terlambat.
Poin kami akan dikurangi.
Tempat ini baru buka pukul 18.00.
- Pergilah. - Tunggu.
Bibi, kau tak kasihan padanya?
Lihatlah wajahnya.
Kau yang pelihara jika kasihan.
Tak mungkin.
Untuk biaya sehari-hari saja pas-pasan.
Ibu dan nenek selalu bertengkar karena uang.
Bagaimana bisa aku membawanya pulang?
Lalu kenapa menyerahkannya kepadaku?
Kumohon.
Bisakah kau merawatnya sampai kami menemukan tempat tinggal baginya?
Kau saja yang pelihara.
Di rumahku...
juga banyak masalah.
Dia akan membersihkan kotorannya
setiap hari, pagi dan sore.
Kenapa aku?
Kenapa? Tak mau?
Tidak. Aku suka.
Tak boleh.
Aku tak suka hewan peliharaan.
- Kumohon. - Tolong bantu kami sekali saja.
- Lihat anjing ini. - Ya?
"Sudah sampai di tujuan."
Dia tak menjawab telepon, dan tak bisa dihubungi.
Dia sampai membuatku datang karena khawatir.
48M 1780
1780?
1780.
Hei, nomor pelat 1780!
1780!
Hei, 1780!
Kau orangnya?
Aku dengar kau sudah buat janji dengan Joo A-rin.
Terima kasih banyak.
Benar.
Aku berusaha keras.
Kau hanya dengar tentang itu?
Aku juga diundang di Malam Cheonmyeong.
Aku belum lama tahu bahwa itu acara mewah.
Malam Cheonmyeong?
Acara besar
yang akan dihadiri semua orang penting dalam industri film?
Kau benar-benar hebat.
Kau sungguh bekerja keras. Terima kasih banyak.
Tak perlu berterima kasih. Ternyata itu tak sulit.
Aku sudah berterima kasih,
sekarang minta maaflah kepadaku.
Apa?
Apa kau psikopat?
Kau menggila jika melihat air atau hujan?
Karena itu, kau cipratkan air kepada kami dan kabur kemarin?
Itu bisa saja terjadi
jika menyetir saat hujan...
Tapi kau sengaja mundur!
Apa aku mundur? Kenapa aku begitu?
Untung saja tak ada mobil lain.
Pasti sudah terjadi tabrakan jika ada mobil lain.
Kau bisa saja terluka,
begitu juga aku, Yeon-woo, dan orang lain yang di sana.
Itu akan menjadi pembantaian.
Pembantaian?
Lalu bagaimana denganmu? Kau merusak moral.
- Apa? - Alih-alih bekerja,
kau malah menonton film dengan pria itu.
Kenapa itu merusak moral?
Apakah menonton film merusak moral?
Aku melihat tatapanmu.
Tatapan matamu waktu melihatnya.
Aku tahu kapan tatapanmu seperti itu.
Ada apa dengan ekspresimu? Dia menyatakan cinta?
Apa kalian berpacaran?
- Kau kenapa? - Apa?
Kenapa kau melewati batas dan ikut campur?
"Melewati batas"?
Kau seperti akan memukulku.
Dasar bedebah menyebalkan...
Astaga, kau mengagetkanku.
Jangan berbuat hal aneh
jika tak mau kupukul sampai mati.
Apa maksudmu dengan "hal aneh"?
Aku sedih jika kau bicara begitu.
Tak bisa dibiarkan.
Aku harus buat peraturan karena kau terlalu banyak ingin tahu.
Peraturan?
Sampai jumpa.
"Peraturan selama produksi."
Dia membuatku terdengar seperti bencana.
Baiklah.
Aku akan tepati semua yang ada di daftar ini.
Bu Joo, kau terlihat murung.
Apa ada masalah?
Sepertinya...
hidup ini sangat membosankan.
Astaga. Kau yang memiliki segalanya berpikir hidup membosankan.
- Lalu bagaimana dengan kami? - Benar.
Aku tak punya segalanya.
Kau CEO Cheonmyeong Entertainment
dan direktur yayasan.
Kau juga punya putra yang baik dan bisa diandalkan.
Memang putraku begitu.
Aku hampir lupa.
Kudengar Yeon-woo punya pacar.
Pacar?
Kata anakku, Yeon-woo sudah punya pacar.
Ternyata karena itu kau menolak putri kedua Anggota Majelis Kim.
Aku pikir ada alasan lain.
Kira-kira dia anak siapa hingga bisa begitu?
Aku iri dengannya.
- Aku iri sekali. - Aku juga.
- Siapa pacar Yeon-woo? - Entahlah.
IBUNYA NOH HA-NEE
- Halo, Pak Oh. - Halo, Bu.
- Halo, Pak Oh. - Halo.
- Halo. - Apa kabar, Bu?
Halo.
- Hai. - Sudah lama, ya.
Halo, Pak Oh.
Selamat datang, Bu Noh.
Halo, Pak Oh.
Ibunya Ha-nee?
Mulai hari ini, ibu dari Ha-nee kelas 7-3
akan ikut berpartisipasi dalam komite orang tua murid.
Halo. Aku ibunya Noh Ha-nee.
Salam kenal.
- Selamat datang. - Salam kenal.
- Aku dengar banyak tentangmu. - Kenapa ada dia?
Silakan duduk di tempat kalian.
- Bu Noh, silakan kemari. - Baik.
Halo.
Aku adalah Oh Yeon-woo yang akan menggantikan Bu Kim
untuk memimpin rapat. Salam kenal.
Hari ini kita akan diskusi tentang rencana kegiatan komite orang tua murid.
Silakan baca kertas itu.
Di halaman pertama, ada daftar kegiatan yang diadakan
komite orang tua murid tahun lalu.
Di baliknya...
DAFTAR KEGIATAN KOMITE ORANG TUA MURID TAHUN LALU
Kalian bisa lihat foto-foto kegiatannya.
KAU PASTI BISA, AE-JEONG
Setelah melihatnya, aku berharap kalian bisa memberikan opini kalian.
Berikan opini kalian sebanyak mungkin.
- Bagaimana dengan bazar? - Ide bagus.
Bagaimana dengan acara tentang camilan anak-anak?
Bisa juga.
- Bagaimana dengan aktivitas bertani? - Bertani?
Aku setuju dengan itu.
Semangat!
Tapi Pak Oh,
sepertinya bertani akan melelahkan untuk anak-anak kami.
Program pertukaran dengan sekolah internasional
terdengar lebih baik.
- Ide yang bagus. - Aku setuju.
Itu lebih baik.
- Aku setuju. - Aku juga.
Bu Noh!
Pak Oh.
Bagaimana rapat hari ini?
Ini kali pertama untukmu, 'kan?
Ya, benar.
Kau punya waktu hari ini?
Jika ada, mari pergi bersama Ha-nee.
Pak Oh,
terima kasih sudah baik kepadaku.
Tapi...
aku merasa tak nyaman.
Itu dia.
- Ibunya Ha-nee? - Halo.
Ayo minum teh bersama.
- Minum teh? - Ya.
- Sampai jumpa. - Tentu.
- Dah, Pak Oh. - Dah.
- Hati-hati di jalan. - Kau juga.
- Menyenangkan, ya? - Ya.
Tempat itu sungguh bagus.
Ya, aku akan segera bertemu Joo A-rin.
Benar.
Kau buat dahulu daftar nama staf dan timnya.
Baik.
Halo.
Kau datang lebih awal, Nona Noh.
Ada apa denganmu? Kau salah makan?
Kita sudah sepakat untuk saling menghormati.
Jika kau bicara tak sopan kepadaku, aku menjadi bingung.
- Aduh! - Apa?
- Bagaimana ini? - Kenapa?
Jariku tak sengaja menyentuhmu.
Beraninya kau!
Dia orang yang penting. Hati-hati!
- Maafkan aku. - Kau...
Jika kau ingin mempermainkanku, berhentilah.
Apa maksudmu aku mempermainkanmu?
Kau merasa begitu? Maafkan aku.
Apa aku harus menjahit mulutku?
Kau...
Ikuti aku.
Kita sudah sampai.
- Gwang-su. - Apa lagi?
Riasanku terlalu tebal. Aku terlihat galak.
Aku sudah bilang tak mau riasan yang tebal.
A-rin, aku mohon.
Gwang-su, kau marah kepadaku?
Mana mungkin begitu.
Bukan kelahiran 1987, tapi 1991
Namanya bukan Ko Hyo-sim, tapi Joo A-rin
Bukan orang jahat, tapi malaikat
Kau hanya perlu mengingat itu.
Sepertinya kau terlihat lebih muda hari ini.
Benarkah?
Kau tak tampak dua tahun lebih tua dariku,
tapi dua tahun lebih muda.
Dasar.
Kau sungguh seperti anak kecil.
Kau berbicara tak sopan kepadaku.
Ini menyenangkan bagimu?
Tentu saja tidak.
Tapi...
Bagus.
Karena hari ini aku adalah A-rin sejak lahir.
Terlahir menjadi Joo A-rin.
- Ayo pergi. - Ya, ayo.
KO HYO-SIM
Pak Cheon.
Halo. Aku agen Joo A-rin. Namaku Do Gwang-su.
Salam kenal.
Aku adalah produsernya, Noh Ae-jeong.
- Halo. - Di mana Nona Joo?
Halo.
Halo, Nona Joo.
A-rin, ayo ke sini dan beri salam.
Silakan duduk.
Duduk di sini.
- Sebentar. Dia memang pemalu. - Baik.
A-rin.
Apa dia sepemalu itu?
Bagaimana mungkin mereka masih bersama?
Pak Oh, terima kasih sudah baik kepadaku.
Tapi...
aku merasa tak nyaman.
Seharusnya tidak begitu.
Itu dia.
Kenapa dia murung begitu?
Apa benar dia punya pacar?
- Astaga. - Tidak, biar ibu saja.
Aduh.
Aku akan melakukannya.
Kenapa kau merapikan ini semua sendiri?
Apa guru olahraga di sini hanya kau?
Aku yang pakai waktu kelasku, jadi, aku yang rapikan, Direktur Joo.
"Direktur Joo"?
Baiklah.
Bagimu aku bukan ibu, tapi hanya Direktur Joo, 'kan?
Ibu harus menjadi direktur agar kau mau bicara dengan ibu?
Yeon-woo, belakangan ini kau berpacaran?
Kau punya pacar?
Bukan begitu. Ibu bertemu teman-teman ibu,
dan mereka bilang kau punya pacar.
Tapi ibu tak tahu itu sama sekali.
Ibu sangat amat malu.
Dia anak siapa?
Dia wanita yang pantas denganmu?
Jika kau berpacaran, kenapa tak mengenalkan...
Ibu, ini sekolah.
Benar.
Ibu pasti lupa dan menjadi terlalu heboh.
Maaf.
Jangan ikut campur urusanku lagi.
Yeon-woo.
Aku sibuk. Silakan pergi.
Kau mungkin tak tahu, tapi ibu sangat sibuk.
Jangan pikir ibu memikirkanmu setiap hari.
Ibu juga punya pekerjaan.
UNTUK OH YEON-WOO
Kau harus datang.
Ibu akan menunggumu.
Ibu sungguh menunggumu. Jika tidak, ibu akan menangis.
Ibu benar-benar menunggumu.
Ibu percaya kau akan datang. Paham?
Datang, ya.
JOO A-RIN, TANGGAL LAHIR: 14 MARET 1991
Aku dengar rumor bahwa film ini sudah dinanti banyak orang.
Begitukah?
Tentu saja.
- Tentu. Ya, benar. - Ya.
Apa ini karya yang akan dibuat film?
Ini sudah sangat lama. Bagaimana kau mendapatkan ini?
Film kali ini akan diangkat dari novel yang berisi
cerita cinta pertama Penulis Cheon Eok-man.
Sepertinya kau suka membacanya.
Lebih dari suka. Menurutku, buku ini sangat bagus.
Sebenarnya aku penggemar berat Penulis Cheon Eok-man.
Ternyata aku bertemu penggemar beratku di tempat seperti ini.
Bagaimana kalian bisa bertemu?
- Maksudmu, kami? - Ya.
Aku ingin tahu bagaimana kalian bisa bekerja sama dalam film ini.
Sebenarnya ceritanya panjang.
Singkatnya...
Kami hanya kolega biasa. Kami bertemu karena pekerjaan.
Seperti sutradara dan produser lainnya dari sebuah film yang bagus.
Begitu.
Ternyata itu hubungan kami.
Kami membawa skenario untukmu, Nona Joo.
Silakan dibaca dahulu.
Ini skenarionya.
Berikan kepadaku.
Tolong dibaca.
Aku harap kau bisa memainkan perannya.
Jadi, maksudmu tokoh utama wanita di sini harus A-rin?
Seberapa besar?
Apa? Apa maksudmu?
Aku mau tahu.
Seberapa besar keinginanmu untuk bekerja sama denganku.
Film ini akan memberimu kesempatan menunjukkan sesuatu yang jauh berbeda
- dibandingkan peran... - Aku ingin dengar dari Pak Cheon.
Kau sungguh ingin bekerja sama denganku?
Aku akan jujur padamu.
Menurutku hanya kau yang cocok memainkan peran ini, Nona Joo.
Apakah ini nyata?
Jika kau sangat yakin...
Baik.
Aku mau.
- Apa? - Apa?
Apa kau sungguh-sungguh?
Benar kau akan bekerja sama dengan kami?
Kau sungguh akan bermain di film kami, 'kan?
Benar, 'kan?
- Terima kasih, A-rin. - Tapi aku punya permintaan soal peranku.
Aku mau itu ditulis kembali dari awal.
Apa?
Apa maksudmu?
Apa maksud perkataanmu?
Aku tak suka dengan tokoh wanita di dalam novel itu.
Bisa dibilang, dia bukan hanya aktris. Dia juga ingin menjadi sutradara.
Tapi kenapa kau begitu kesal?
Kau juga mengkritik novelku.
Aku? Aku tak kesal.
Aku sungguh tak apa-apa.
Tapi wajar saja kau kesal karena kau baru saja dikritik.
Tunggu.
Tunggu sebentar.
Apa menurutmu Joo A-rin baru saja mengkritikku?
Karya ini adalah cerita tentang kau dan aku.
Jadi, sudah jelas
Joo A-rin memang mengkritikmu.
Dia tidak mengkritikku.
Joo A-rin adalah pihak ketiga.
Dia memberikan pendapat sebagai pihak ketiga.
Artinya, menurutnya karyamu kurang memuaskan.
Begitulah.
Sepertinya kau tak tahu,
tapi aku menulis cerita ini berdasarkan pengalamanku.
Cerita kau dan aku.
Jadi, jika ada masalah pada tokohnya,
bukankah artinya ada masalah dengan orang aslinya?
Maksudmu, aku masalahnya?
Lihat saja sifatmu.
Kau tak pernah menerima kritik.
Baiklah.
Aku adalah wanita buruk itu. Puas?
Tapi sungguh aneh.
Kenapa dia suka wanita buruk seperti itu?
Tokoh utama pria novel ini sangat aneh.
Karena punya daya tarik.
Karena itu aku menyukaimu.
Kenapa panas sekali?
Aku yang panas, atau cuacanya?
Cuacanya benar-benar panas.
Kau makan es lagi.
Kepalaku sangat panas karena cuacanya begini.
Kepalamu akan lebih panas jika melihat ini.
BON
"Makanan anjing, bantalan latihan..."
Apa ini? Aku tak memelihara anjing.
Mulai hari ini, ya.
Apa maksudmu? Bagaimana bisa aku memelihara anjing?
- Bibi. - Bibi.
Hei! Anjing apa ini?
Kubilang mulai hari ini kau memelihara anjing.
Bibi.
Dari mana anjing ini?
Kenapa tiba-tiba kau bawa anjing?
Kenapa Ibu bertanya?
Tentu saja aku memungutnya.
Apa? Kau memungutnya?
- Dasar... - Bibi! Pukul aku saja.
Kau...
Minggir!
Sudahlah, biarkan saja aku.
Aku akan pelihara dia. Aku akan bertanggung jawab.
"Bertanggung jawab"?
Apa kau tahu bertanggung jawab adalah hal yang sulit?
Tidak. Akan ibu bawa ke kantor polisi atau penampungan. Berikan.
Tak mau.
Kenapa Ibu begitu? Ibu paham rasanya menjadinya?
Kasihan.
Ia tak punya ibu dan ayah. Bagaimana bisa kita membuangnya?
Kau...
Ha-nee, kau...
Kau...
Kau mau ke mana?
Pulang.
Kenapa Ibu berteriak kepadanya?
Ibu tanya mau ke mana dia sendirian larut malam begini.
Ternyata akhirnya membahagiakan.
- Dong-chan. - Ya?
Bagaimana Ha-nee di sekolah?
Apa dia punya banyak teman?
Atau ada yang mengganggu dia?
Tidak ada.
Dia paling kuat di kelas kami.
- Benarkah? - Ya.
Sudah sampai.
Dong-chan, kau boleh bermain dengan Ha-nee.
Tapi jangan sampai terlalu malam.
Ibumu akan mengkhawatirkanmu.
Kau mengerti?
Ada apa denganmu?
Tak akan. Karena aku tak punya ibu.
Jika begitu, aku yang akan khawatir.
Aku tak bisa tenang jika kau belum sampai di rumah dengan selamat. Kau mengerti?
Ya.
Kau tampan jika tersenyum.
Cepat masuk.
Halo, Pak Koo.
Kenapa kau di sini?
Dong-chan bermain dengan putriku
sampai larut malam, jadi...
Dia mengantarku pulang.
Bukumu banyak sekali.
Kau sangat hebat, Bos...
Maksudku, ayahnya Dong-chan.
Kau membaca buku sebanyak ini.
Memang tak mudah membesarkan anak sendirian.
Tentang itu...
Aku baru saja tahu itu dari Dong-chan.
Dong-chan pasti sangat senang
karena punya ayah baik sepertimu.
Aku bukan ayah yang baik.
Aku hanya ayah yang menakutkan, jahat,
dan memalukan.
Tidak. Dong-chan pasti tahu
bahwa ayahnya adalah orang baik.
Akan ada pertemuan komite orang tua murid di sekolah.
Kau ingin pergi bersamaku?
- Apa? - Itu...
adalah perkumpulan orang tua murid dari semua kelas.
Selama ini aku selalu sibuk bekerja hingga tak bisa ikut.
Saat mengobrol denganmu tentang merawat anak,
aku merasa kita telah menjadi teman.
Mau berteman denganku?
Kita sama-sama tak punya siapa pun.
TAN ZIYI
KOO
Silakan pulang.
Ya, sepertinya sudah larut.
Aku pulang dahulu.
Kami berdua orang tua tunggal? Apa salahnya berteman?
Kenapa wajahnya malah tiba-tiba serius?
Benar! Joo A-rin!
Aku mau bicarakan itu, tapi lupa.
Ini semua karena dia marah.
Karena dia marah aku lupa segalanya.
Sifatnya sangat aneh.
Ada apa ini?
Halo, Yeon-woo.
Halo, Ae-jeong.
Kau sibuk? Lanjutkan saja pekerjaanmu.
Sampai jumpa.
Kau mau ke mana?
- Apa? - Rumahmu di sini.
Ya, benar.
- Pegang yang kuat. - Ya.
Sisi ini sudah selesai.
Astaga. Kenapa ibuku menyuruhmu memperbaiki ini?
Aku yang mau kerjakan ini. Tak apa-apa.
Kau terlalu baik.
Karena itu...
aku merasa bersalah.
Aku merasa bersalah lagi.
Ae-jeong, jangan merasa tak nyaman karenaku.
Jangan terbebani dengan perkataanku kemarin.
Aku sudah katakan, baca saja perlahan.
Aku tak buru-buru.
Tapi Yeon-woo, aku...
Satu syarat.
Aku tidak peduli butuh berapa lama.
Aku ingin berada di sisimu pada akhirnya.
Aku hanya perlu itu.
Kau sudah memegangnya?
Ya.
Sudah kupegang erat.
Sudah selesai.
MEMIKIRKANMU, SEGALANYA BAGIKU
UNTUK AE-JEONG
MEMIKIRKANMU, SEGALANYA BAGIKU
CATATAN HARIAN KEHAMILAN
KELAS PENGASUHAN UNTUK MAHASISWA
Kita belum menikah dan punya anak.
Bagaimana bisa aku menulis catatan harian kehamilan?
Benar. Tugasnya susah.
Kau...
Aku kesulitan, kenapa kau tersenyum?
Aku tak tersenyum.
Omong-omong, kau mau menjadi ibu seperti apa?
Ibu seperti apa?
Aku ingin menjadi ibu seperti ini.
Perasaan seorang ibu sepertinya akan begini.
- Puisi ini bagus. - Ya, 'kan?
Puisi ini seperti hatiku.
Hatiku yang selalu memikirkan dia.
Apa? Yeon-woo, kau menyukai seseorang!
Astaga. Siapa dia?
Beri tahu aku.
Cepat beri tahu aku. Aku penasaran.
- Lain kali saja. - Cepat, aku penasaran.
Ae-jeong.
Apa dia akan menerima cintaku
jika aku menyatakan perasaan dengan puisi ini?
Apa?
"Sebutir pasir membuatku memikirkanmu.
Selembar daun membuatku memikirkanmu.
Segalanya di dunia ini
membuatku memikirkanmu.
Memikirkanmu,
segalanya bagiku."
MEMIKIRKANMU, SEGALANYA BAGIKU
HYE-OK
Tapi sungguh aneh.
Kenapa dia suka wanita buruk seperti itu?
Tokoh utama pria novel ini sangat aneh.
HARI INI, 17 TAHUN LALU
Apa ini?
HARI INI, 17 TAHUN LALU
Bagus. Begitu mengunggah bahwa aku tutor yang mencari murid,
aku diminta menuliskan esai lamaran
untuk Jurusan Teater dan Film Universitas Hankuk.
Apa aku genius?
Kenapa aku tak berubah sama sekali?
Setelah presentasi, aku bersantai di kampus.
Aku lihat mahasiswa Jurusan Teater dan Film sedang syuting.
Di antaranya, aku melihat seorang wanita.
Kami sedang syuting. Tolong berjalan lebih cepat.
Terima kasih. Tolong jalan lebih cepat.
Tolong jalan lebih cepat.
- Maafkan aku. - Hei, kau.
- Ada apa ini? - Tolonglah. Satu adegan saja.
- Hanya satu adegan? - Sepuluh menit?
- Benar, ya? - Ya, sepuluh menit.
Terima kasih. Kau akan diberkati.
Terima kasih.
Ayo, kita mulai.
- Bersiap. - Cepat ke sini.
- Maaf. - Di mana peran mayatnya?
Hanya ini kemampuanmu?
Astaga.
Kenapa dia bayar mahal untuk kuliah,
tapi malah melakukan hal itu?
Cari orang yang mau memerankan mayat.
- Sialan. - Maafkan aku.
Tapi tiba-tiba wanita itu berdiri di hadapanku.
Hei. Apa kau sibuk?
Tidak. Kenapa?
Tunggu.
Mau masuk ke jurusanku? Kau anak SMA? Atau mengulang tes?
Jika begitu, tolong aku sekali saja.
Aku pastikan kau akan masuk jurusanku.
Tidak. Aku akan berikan seluruh cinta senior kepada juniorku.
Bagaimana? Ya?
Baiklah. Aku hanya butuh sepuluh menit.
- Bagaimana? Sepuluh menit saja. - Apa? Ke mana?
Mayat Nomor Satu dan Dua!
Ya!
Aku Nomor Satu, kau Nomor Dua.
Kami siap!
- Kenapa aku harus melakukan ini? - Kita sedang syuting. Diamlah.
Tutup matamu dan diam.
Baiklah. Semua siap, 'kan?
Bersiap, mulai!
Ada dua jasad berusia 20-an.
Dia pelakunya. Akan kukejar.
Ayo!
Hei.
Astaga, aku kaget.
Terima kasih.
Tutup matamu.
Ibu pikir aku tak bisa memelihara anjing?
Aku akan kaya dan menjadikan anjingku anjing terkaya di lingkungan ini.
Apa yang kau lakukan di situ?
Apa?
Tak ada apa-apa. Aku mau buang ini.
Astaga. Kenapa kau tiba-tiba sok rajin?
Lupakan. Pergilah dari sini.
Mau ke mana kau malam-malam begini?
Nenek, apa ayahku membuangku?
Apa maksudmu?
Seseorang berkata begitu.
Katanya pasti ada alasan ayahku meninggalkanku.
Itu sebabnya dia tak muncul selama ini.
Siapa yang bilang?
Siapa yang berkata seperti itu?
Tidak. Jangan dipikirkan.
Kenapa akhir-akhir ini dia bicara tentang ayahnya?
UNTUK ANAKKU NANTI
AYAH: OH YEON-WOO IBU: NOH AE-JEONG
Alasannya hanya satu.
Kesetiaan.
Karena rasa setiaku kepada teman-teman di Universitas Hankuk,
aku melepas debut Hollywood-ku.
James, jika kau mau bekerja sama denganku,
kau harus lulus dari Universitas Hankuk,
bukan Harvard.
RYU JIN MELEPAS DEBUT HOLLYWOOD
Ayah.
Ayah.
- Siapa itu? - Apa?
Memang benar kau ayahku.
- Apa? - Sungguh?
Namaku memang Ryu Ha-nee.
- Apa? - Itu benar?
- Apa ini? - Dia putrinya?
Aku...
Tidak.
- Mustahil! - Ini benar.
Sang pacar nasional. Dia ayahku.
- Apa? - Ryu Jin, apa ini benar?
Apa kau sudah menikah?
Kau melepas Hollywood karena ini?
Siapa ibu anak ini?
Aku tidak tahu.
Bukan aku.
Selama ini kau menipuku?
- Ada apa? - Apa?
Bagaimana kau bisa begitu padaku? Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa?
Bukan begitu. Itu adalah kesalahan. Sungguh.
- "Kesalahan"? Jin! - Siapa dia?
Siapa dia?
Apakah putri cantik kita
hanya kesalahan kita dari malam itu?
- "Malam itu"? - Jin!
"Malam itu"?
Kesalahan malam itu?
Teganya kau.
Kau ayahku, 'kan?
"Kesalahan"?
Putri cantikku adalah kesalahan?
- Jin! - Ayah!
- Ayah. - Kenapa kau begini padaku?
- Bagaimana bisa? - Jin!
- Jin! - Jin!
Ryu Jin, teganya kau padaku!
- Jin! - Bagaimana bisa?
Astaga, kaget sekali.
Astaga.
Jin, kami berhasil merekrut Joo A-rin.
Kami juga diundang ke acara Malam Cheonmyeong.
"Joo A-rin"?
Kwae-nam, tolong ambilkan air.
Kwae-nam.
Benar. Dia tak ada di sini.
Walaupun membenciku, kau tetap harus makan.
Hati-hati dengan duri ikannya,
dan makan sayurannya.
Dari Kakak Myeong.
Kwae-nam, tunggu!
Sudah kubilang, jangan membelakangiku.
Kenapa kau mengejarku?
Aku bukan siapa-siapa.
Aku bermimpi buruk, dan kau tak ada.
Aku juga dapat pesan mereka berhasil merekrut Joo A-rin.
Kupikir...
Kupikir aku telah gila.
Itu sebabnya aku datang.
Sekali saudara,
tetaplah saudara.
Kwae-nam!
Jin!
Jin!
- Kau berniat ke mana? - Tak tahu.
SF9?
Ha-nee pasti akan sangat menyukainya.
Andai saja Ha-nee di sini.
Benar.
Aku lihat daftar tamu hari ini dan itu sangat bagus.
Tapi Ryu Jin juga akan datang.
Ryu Jin? Kenapa dia datang?
Aku belum memberitahumu?
Tokoh utama pria di film Pak Cheon adalah Ryu Jin.
Kau tak pernah bilang tentang itu.
Seperti ini lagi. Kau tak pernah mendengarkanku.
Aku tak mau.
Aku tak mau bermain film bersama dia. Itu mustahil.
Lalu bagaimana? Kau mau melepaskan karya Pak Cheon?
Kenapa harus Ryu Jin?
Aku tahu hubunganmu dan dia tak baik.
Tapi jika kau mundur dari film karena Ryu Jin...
Aku tak suka ini semua, Gwang-su.
Sejak awal aku juga tak suka Noh Ae-jeong.
Jika harus membuang salah satu dari mereka...
Entahlah. Mungkin kita bisa ganti produsernya.
A-rin.
Lama tak jumpa. Kau makin cantik.
Bagus.
Pak Cheon.
A-rin.
Sepertinya Nona Noh belum datang.
Sudah. Dia ada di sekitar sini.
Tak apa-apa.
Ada yang mau kubicarakan denganmu.
Ada apa?
Aku mau bicarakan ini dari kemarin.
Benarkah? Apa itu?
Film ini diangkat dari novel Cheon Eok-man
yang diakui di dunia.
- Benar. - Semua film yang kuperankan
menjadi film sukses.
- Tentu. - Dan ada salah satu aktor terhebat
yang pantas bersanding denganku, Ryu Jin.
- Bagus sekali. - Tapi...
soal Nona Noh...
Apakah ada alasan kita butuh dia untuk film ini?
Maksudku, ini karya film pertamamu.
Menurutku lebih baik memakai
tim produksi agensi kami daripada produser tak berpengalaman.
Aku tak tertarik membuat film ini tanpa Nona Noh.
Apa?
Mungkin dia tidak terkenal,
tapi dia sangat kompeten.
Dia orang yang tahu benar nilai karyaku,
dan menyukai karyaku lebih dari siapa pun.
Pendapat Nona Noh sangat penting
bagiku.
Maksudku bukan begitu...
Aku harus mencari Nona Noh.
Selamat bersenang-senang. Kue kejunya enak.
A-rin.
Ternyata kau di sini.
Terima kasih sudah mengundangku.
Terima kasih banyak.
Ya.
A-rin.
Apa kau ada masalah?
Maaf. Aku sungguh minta maaf.
- Maafkan aku. - Astaga.
Kau tak apa-apa?
- A-rin, hati-hati. - Maaf.
Kau bisa terluka.
- Kau tak apa-apa? - Ya.
- Bangun. - Apa? Tunggu. Bagaimana ini...
Astaga. Bagaimana ini?
Pakai ini.
- Aku tak apa-apa. - Pakai saja.
Tunggu...
- Tapi... - Ayo.
Tunggu. A-rin...
Tunggu sebentar.
Lepaskan aku.
Jangan pergi seperti ini. Kau membuatku gila.
Joo A-rin pasti bingung.
Dia kaget karena aku.
Kita harus menenangkannya.
Astaga.
Bukan waktunya mencemaskan orang lain.
Lihat dirimu.
Aku bisa cuci baju ini nanti.
Tapi Joo A-rin sangat kaget.
Apa kau bodoh? Kau menikmati kerugian ini?
Kau suka terus diremehkan?
Astaga. Ada apa lagi?
Apa masalahmu hari ini?
Aku marah
karena semua kesialan ini terus menimpamu.
Aku marah.
Sudahlah.
Kau tak perlu cemas, Pak Cheon.
Coba pikirkan, kita terus lupa kesepakatan
untuk tidak saling ikut campur.
Jadi, walaupun aku terjatuh di sampah atau pun kotoran,
jangan pernah pedulikan aku.
Maaf,
tapi aku tak bisa begitu.
Peraturan?
Peraturan sepele itu?
Taati saja sendiri.
Mulai sekarang, aku akan mengikuti hatiku.
Aku...
Aku masih mencintaimu.
Ha-nee!
Lihat, di sana! Ada SF9, kesukaanmu. Lihat.
Kau lihat?
Apa? Ya, aku melihatnya.
Ibu keren sekali.
- Halo, kami SF9. - Halo, kami SF9.
Salam kenal.
- Terima kasih. - Apa lagu baru kalian?
Ibu tak keren.
Di sini,
ibu hanya orang payah.
Kau bicara apa?
Benar, Ibu tak payah.
Tak ada ibu teman-temanku
yang berpesta dengan selebritas.
Dia benar, Ae-jeong. Kau kurang apa?
Kau punya ibu dan anak.
Kau punya segalanya, kecuali uang.
Baiklah. Tunggu saja.
Sepuluh tahun lagi, semua orang di sini
akan mencariku.
Tunggu saja. Aku bisa!
- Tentu! - Aku bisa!
Kau benar.
Lihat ke sana.
Sampai bertemu di rumah.
Aku sayang kalian.
PENAMPILAN TAMU OLEH SF9
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Aku Joo Bo-hye, CEO Cheonmyeong Entertainment.
Lalu ini putraku, Oh Yeon-woo.
Awalnya aku tak yakin,
tapi kurasa, dahulu kau yang menyakiti Ae-jeong.
Kau pikir kau tahu apa?
Karena itu, takkan kubiarkan.
Kau seorang guru. Rawatlah dirimu dengan lebih baik.
Kenapa kau begitu membenciku jika tak bisa mengingat apa pun?
Bagaimana bisa aku berhenti saat baru mulai punya perasaan padamu?
Tidak bisa.
Kenapa putus jika begitu saling cinta?
Mungkin karena cinta mereka telah berakhir.
Seseorang menyarankan aku harus datang.
- Siapa yang memberitahumu? - Temanku.
Kau selalu ada untukku.
Ada yang ingin kutanyakan.
Inikah hal yang kau rahasiakan dariku?
- Hei! - Ha-nee!
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.