All language subtitles for Jism.2003.720p.DvDRip.CharmeLeon.Silver.RG

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan Oleh : Galank87 AKA Battosai212 www.IDFL.me ๏ฟฝ

Aku sekarat.

Aku bisa mendengar jejak langkah kematian yang mendekatiku.

Bagaimana mungkin aku berharap untuk bisa menjalani hidupku lagi.

Sidharth, sahabatku, kau memang benar.

Aku menuju ke arah kehancuranku sendiri.

Betapa inginnya aku mendengarkanmu dan pulang di malam itu.

Mungkin kehidupanku akan berbeda.

Kabir, ayolah...malam ini sudah hampir berakhir. Apa yang sedang kau lakukan?

Kau juga duduk dengannya? Bangunlah! Ini sudah hampir jam lima.

Apa alasannya!/ Ayo, Kabir.

Kabir, ayolah. Ini sudah sangat terlambat.

Kita harus pergi ke Pengadilan di pagi hari. Apa yang kau lakukan?

Ini akan segera fajar.

Ya, ini akan segera fajar. Marilah kita menunggu sebentar lagi.

Kita akan mengucapkan selamat pagi pada Tn. Matahari dan pulang ke rumah kita.

Kau akan terbangun semalaman untuk mengucapkan selamat pagi pada Matahari?

Lagi pula apa masalahmu? Mengapa kau tak pulang?

Jika aku tahu apa masalahnya, Bukankah aku akan pulang...

Dan menyelinap di bawah selimut seperti orang bodoh lainnya?

Aku tak tahu apa masalahku.

Matilah, brengsek! Matilah! Biarkan saja dia. Ayo.

Bagaimana kita bisa meninggalkannya seperti ini?/ Masuklah ke dalam mobil.

Biarkan saja dia mati! Masuklah!

Datanglah ke Pengadilan di pagi hari!

Menantang dan mengembara...

Obsesi yang aneh menggenggam hatiku.

Setiap saat, aku merasakan gelisah yang aneh...

Hantu apakah yang menyelimuti hatiku?

Matahari terbit untuk dunia di setiap pagi...

Itulah saat di mana hatiku terbentuk.

Menantang dan mengembara...

Obsesi yang aneh menggenggam hatiku.

Di dalam dunia-Mu, ya Tuhan...

Hatiku akan menemukan kedamaian.

Jika ada seseorang yang bisa menghibur hatiku...

Aku tak pernah bertemu dengan orang yang seperti itu.

Aku wanita yang sudah menikah.

Lalu?/ Aku tak sedang mencari tamu...

Teman ataupun pujaan hati.

Jadi katakanlah padaku bahwa pernikahanmu itu bahagia...

Dan sangat memuaskan. / Ya, aku merasa puas.

Tapi apa hubungannya denganmu?

Ini hanyalah kewajiban bagi seorang manusia, Nyonya...

Untuk saling menjaga dari rasa suka dan duka.

Apa kau ingin minum?

Apa kau tak mendengarku? Aku wanita yang sudah menikah.

Dan suamiku.../ Dimana suamimu?

Aku juga akan membelikan dia minuman. / Dia sedang tak ada di kota saat ini.

Oh, benarkah?

Aku suka dengan suami yang seperti itu.

Mungkinkah kita harus merayakan ketidakhadirannya di kota?

Dia sering datang ke sini selama liburan.

Dengar, Nyonya, tawaranku untuk membelikanmu minuman...

Berlaku hanya untuk sesaat. Aku ada di sini hanya selama 1 jam setengah.

Setelah itu, aku akan pergi. Selamanya. Dari kehidupanmu.

Baiklah, belikanlah aku minuman ringan, jika kau memaksa.

Hei pelayan! Tolong berikan aku segelas jus.

Sepertinya kau tak tinggal di daerah sini. / Mengapa kau bisa berpikir begitu?

Wajahmu. Wajahmu yang mengatakan bahwa kau terhubung dengan keluarga yang sangat kaya.

Mereka merawatmu dengan baik.

Ya, mereka merawatku dengan sangat baik.

Terima kasih.

Betapa kuberharap punya seseorang yang bisa menenangkan tubuhku yang lelah...

Seseorang yang bisa memuaskan keinginan dari jiwa dan ragaku.

Kau sudah menikah?/ Sudah Menikah?

Kebutuhan yang kurasakan ini hanyalah untuk semalam.

Sonia, kau memang gadis yang ceroboh.

Jadi, namamu adalah Sonia...? Nama yang indah.

Bisakah kau mengambilkanku tisu dari kamar mandi?

Tentu.

Datanglah...

Biarkan aku membawamu...

Menuju suatu tempat...

Dimana keindahan itu beracun...

Yang telah menanti kita dalam bayangan bintang-bintang.

Datanglah, biarkan aku membawamu...

Menuju langit...

Menuju tempat itu...

Mengikuti irama angin...

Datang padaku... Mendekatlah padaku...

Ini adalah petualangan mimpi kita...

Pusaran hatiku...

Datanglah, selamilah...

Saat ini...

Yang tersembunyi...

Aku telah menemukan...

Menuju suatu tempat...

Dimana keindahan itu beracun...

Yang telah menanti kita dalam bayangan bintang-bintang.

Datanglah, biarkan aku membawamu...

Menuju langit...

Menuju tempat itu...

Suasana hati yang lembut, cahaya bulan yang sedang nakal...

Datanglah padaku...

Walau embun itu menusuk, jalinan kita menjanjikan sebuah aroma...

Jangan pergi dariku...

Sebuah mimpi yang indah...

Akan menjadi nyata bagimu...

Menuju suatu tempat...

Dimana keindahan itu beracun...

Yang telah menanti kita dalam bayangan bintang-bintang.

Datanglah...

Biarkan aku membawamu...

Menuju suatu tempat...

Dimana keindahan itu beracun...

Yang telah menanti kita dalam bayangan bintang-bintang.

Hai.

Apa yang kau lakukan di sini? / Untuk mencarimu.

Kau membuang-buang waktumu.

Nyonya, apakah pria malang seperti kami memiliki pengecualian waktu?

Bartender!/ Ya, Tuan. / Segelas ram yang kecil.

Kabirlal./ Halo.

Mengapa mereka menatapku?

Karena orang lain ingin mencoba untuk duduk di sini.

Dan kaulah orang pertama yang kuizinkan untuk duduk di sini.

Jangan menyalahkan orang malang itu, Nyonya. Ini ada hubungannya dengan caramu berpakaian.

Mereka tertarik padamu. / Pakaianku?

Apa istimewanya pakaian ini? / Tentu saja ada.

Pakaian itu membentuk tubuhmu. Dan itulah istimewanya.

Apa kau sering datang ke sini? Selalu sendirian?

Memang apa bedanya? Aku selalu sendirian di rumah...

Dan selalu sendirian saat datang ke sini. / Jadi kau sepertiku. Kesepian.

Tidak, aku punya lonceng angin. Aku sering menghabiskan waktuku dengannya.

Lonceng angin?

Kau punya cara yang cukup menarik untuk menyingkirkan rasa kesepianmu.

Bolehkah aku melihat lonceng anginmu? Mungkin aku akan mencarinya juga.

Bolehkah aku datang ke rumahmu?

Jadi kau ingin datang ke rumahku? / Ya.

Hanya ingin melihat lonceng angin? / Hanya ingin mendengar lonceng angin.

Tidak lebih. Aku tak berminat untuk berhubungan yang membahayakan.

Jadi kau takut dengan hal yang berbahaya?

Siapa yang ingin kebasahan dengan bermandikan kegelapan?

Aku tak memiliki payung, aku juga tak memakai topi.

Mungkin ini akan terasa aneh bagimu... tapi bisakah kau pergi setelah aku?

Mengapa?/ Aku dan suamiku sering datang ke sini.

Aku tak ingin kita menjadi bahan pembicaraan orang lain di kota ini.

Sekarang dengarlah, Nyonya. Orang-orang akan membicarakan dengan apa yang mereka lihat, kan?

Itu pasti akan sangat sulit untuk menghilangkan debu di mata mereka.

Petunjuk itu sudah cukup bagiku. Lepaskanlah "topi"-mu, Nyonya!

Mirip seperti rumahku!

Katakan...? Apa tak ada pembantu yang melayanimu, di rumah yang sebesar ini?

Aku punya pembantu, namun telah pergi setelah dia menyelesaikan tugasnya.

Aku tak suka dipenuhi dengan para pembantu.

Dan kau ke sini untuk melihat lonceng, bukan?

Ah, lonceng. Maaf, maaf, lonceng.

Ayo./ Silahkan duluan.

Menakjubkan! Musiknya menakjubkan.

Aku bisa mendengarnya semalaman. / Kau menyukai musik?

Apa lagi yang kau sukai?

Haruskah kukatakan apa lagi yang kusukai?

Kau telah melihat lonceng dan juga rumah ini.

Kau harus pergi sekarang.

Aku baru saja datang. / Akan kuantarkan kau keluar.

Apa kau sungguh menginginkanku pergi?/ Ya.

Kau harus pergi sekarang.

Kau pikir kau mampu mengendalikan hasratmu itu?

Ya. Aku mampu mengendalikan hasratku ini.

Buka pintunya! Buka pintunya!

Ada sesuatu yang sangat berbeda di pagi itu.

Rasanya seolah-olah seluruh dunia memancarkan keharuman.

Tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu ada yang bangkit di dalam hatiku.

Apa kabar, Pak?

Bagun pagi sekali di hari ini? Menakjubkan!

Bukankah ini waktunya kau pulang dalam keadaan mabuk?

Mau bagaimana lagi. Saat teman ingin membuatku berhenti bekerja...

Inilah yang harus kulakukan. Aku harus mencobanya dan mencari nafkah.

Kau ke sini untuk bertemu dengan Frankie, bukan?

Ikuti aku.

Katakanlah padaku./ Apa?

Brengsek! Tak bisakah kau bergaul tanpa harus dengan pencuri dan preman?

Apakah semua orang- orang baik di Pondicherry ini sudah mati, Pengacara?

Apa yang telah kau lakukan dengan orang-orang yang baik, kawan?

Bisnismu dan juga bisnisku seharusnya berterima kasih pada pencuri dan penjahat.

Jika bukan karena mereka, Kantor Polisi ini akan tutup, Sidharth.

Kau tahu? Sikapmu yang seperti inilah...

Yang akan membuatmu mati suatu saat nanti. Mengerti?

Sekarang ikuti aku dan temuilah temanmu itu.

Selamat pagi, Frankie. / Selamat pagi, Pak.

Atas tuduhan apa sampai kau membawa temanku ini?

Mereka menyebutku teroris, Pak!

Dan aku tak melakukan apa pun, Pak... Aku bersumpah atas nama Ibuku.

Ada unit film dari Mumbai. Mereka ingin bahan peledak untuk sebuah adegan...

Aku membawanya di saat mereka menangkapku, Pak

Aku tak melakukan apa pun, Pak. Aku benar-benar tak bersalah.

Diam! Itulah yang selalu kau keluhkan sejak kemarin!

Kau ingin dipukuli, ya?

Jangan, Sidharth?

Dia telah membawa 15 kg bubuk senjata untuk syuting...

Dan dia tak bersalah? Aku akan memenjarakanmu atas pasal tindakan anti teroris!

Mungkin aku harus bericara dengan klien-ku secara pribadi?

Itu adalah konstitusional kita yang sebenarnya.

Bisakah meninggalkan kami berdua?

Frankie, kawanku. Duduklah.

Sekarang dengarlah, Frankie. Ingatlah selalu...

Kau boleh berbohong pada siapa pun. Tapi jangan pernah berbohong pada pengacaramu.

Jadi, katakan yang sebenarnya, Frankie. Ada apa ini?

Aku telah melakukan kesalahan, Pak. Aku telah tergoda.

Itu hanyalah hal yang busuk dari kalian.

Sudah sering kukatakan agar kau lanjutkan saja kejahatanmu itu...

Tapi jangan pernah sampai tertangkap. Tapi itu tak bisa masuk ke dalam otakmu.

Kupikir aku ini pintar, Pak

Frankie, jika ada 100 cara untuk melakukan kejahatan...

Ada 101 cara pula untuk menangkapmu juga.

Sekarang aku harus menemukan cara untuk mengeluarkanmu dari sini.

Jangan khawatir.

Apa yang kau lakukan?

Kau adalah Nyonya rumah ini. Bukannya pembantu.

Jika aku telah melakukan kejahatan, aku harus menyembunyikan aib ini.

Jadi kau sangat takut pada suamimu?

Ya, aku memang takut. Aku takut tertangkap basah, Kabir

Untuk meneruskan hidup, kita harus mencari perlindungan dari kepalsuan, Kabir

Kau harus berjanji padaku akan satu hal.

Kau jangan pernah memberitahukan pada siapa pun tentang hubungan kita.

Ini harus selalu tetap dirahasiakan, Kabir.

Kau jangan sampai memberitahukan pada siapa pun tentang hal ini. Kau mengerti?

Jangan berbohong. Kau menyembunyikan sesuatu dari kami!

Lihatlah dia, Sidharth. Dia menyembunyikan sesuatu dari kita.

Apa?

Wajahmu itu menceritakan sebuah kisah di malam yang telah kau lalui.

Berhentilah bicara puitis dan langsung saja katakan.

Apakah aku menyembunyikan sesuatu dari kalian?/ Itulah yang kukatakan.

Mengapa menyembunyikannya dari teman? Jadi, katakanlah padaku.

Apa?/ Dengan siapa kau menghabiskan...

Malammu pada saat ini? / Siapa yang akan bertahan dengan pria miskin?

Pada saat ini wanita hanya melihat jumlah tabunganmu di Bank.

Selain itu, kecuali Sheeba, siapa yang akan mau menemaniku?

Hanya Sheeba saja. / Kau bisa membodohinya, oke?

Tapi setidaknya berbohonglah yang benar pada Polisi!

Kau membicarakan Sheeba!/ Mengapa harus takut, jika kau jatuh cinta?

Kau pikir aku sudah gila? Aku tak percaya pada cinta.

Cinta konyol yang kau bicarakan.

Hai Sheeba./ Hai.

Kau menyakiti perasaanku, Kabir.

Jika memang ada wanita yang lain, katakan saja padaku...

Katakanlah di depan teman-temanmu ini.

Aku terus meneleponmu dan bahkan kau tak pernah mengangkat teleponku?

Teleponku sudah rusak, Sheeba. / Apa?

Baiklah. Tak ada lagi hal yang ingin kukatakan padamu.

Sudah cukup. Terima kasih. Dan aku sungguh minta maaf.

Aku harus pergi.

Kabir.

Pergilah, jika kau harus pergi. Tapi dengarlah apa yang kukatakan.

Jika kau terus berbohong pada teman-teman...

Hal ini bayarannya akan sangat mahal suatu hari nanti.

Kau memang sahabatku, Sidharth.

Tapi suaramu masih belum bisa terjangkau olehku.

Kau tahu kenapa?

Karena apa pun yang kulakukan, aku telah menyembunyikan bukan hanya pada temanku...

Aku sendiri pun tak mau mengakuinya.

Seperti musim baru yang tiba-tiba saja berganti...

Aku tak tahu kapan aku telah jatuh cinta pada Sonia.

Mengapa...? Mengapa hal seperti ini harus terjadi?

Mengapa saat yang paling indah dalam hidup...

Itu terjadi hanya sesaat?

Dalam waktu dua hari lagi, dia akan pulang.

Dan dia akan menyentuhku lagi.

Dia akan memperlakukan tubuhku seperti miliknya dan menggunakannya.

Kuharap...kuharap aku tak pernah bertemu denganmu.

Aku tak tahu kehidupan memalukan apa yang sedang kujalani ini.

Perkataan Sonia membuatku gila. Itu membuatku sedih dan berpikir...

Bahwa tubuh indah yang berada di dalam pelukanku...

Itu milik orang lain.

Pikiran ini meracuni hidupku.

Kehidupanku secara bertahap berbalik menuju ke dalam neraka.

Setiap saat, aku terpaku padanya, aku merindukannya...

Dan aku menuju ke pintu rumahnya.

Sonia.

Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf.

Aku seharusnya tak datang tanpa memberitahumu.

Aku tak bisa menahan diriku, Maka aku datang saja.

Tidak apa-apa, tidak masalah.

Siapa orang itu?

Dia pasti adalah manajernya suamiku.

Tapi.../ Tapi apa?

Kurasa suamiku telah mempekerjakan mata-mata untuk mengawasi istrinya yang masih muda.

Terkadang dia itu tukang AC, atau tukang ledeng...

Teknisi listrik atau yang lainnya.

Seseorang atau yang lainnya terus dikirimkan setiap hari.

Terkadang aku merasa... / Merasa apa?

Orang inilah yang telah kuhabiskan enam tahun terakhir bersamanya...

Orang inilah yang telah aku nikahi...

Dan aku merasa seakan aku tak mengenalnya sedikit pun.

Terkadang aku penasaran siapakah dirinya atau siapakah dia sebenarnya?

Siapa pun dia itu, tentunya dia adalah orang kaya.

Dari mana dia mendapatkan uang begitu banyak?

Aku tidak tahu.

Dia tak pernah membahas masalah bisnisnya denganku.

Setiap kali dia berbicara di telepon, selalu saja tentang sahamnya, stok...

Real estate dan perlombaan. Itu selalu saja tentang uang, uang, uang.

Kau tahu, kabir...?

Terkadang, aku punya pikiran yang sangat jahat.

Aku merasa takut. / Takut? Karena apa?

Pada siapa?

Pada suamimu?

Bukan. Pada diriku sendiri.

Lalu? Apa yang kau pikirkan? Katakanlah, Sonia...

Apa yang kau pikirkan? / Kuharap...

Kuharap orang ini mati saja.

Benarkah? Benarkah itu yang sesungguhnya kau pikirkan?

Tidak, Kabir. Kita tak seharusnya membicarakannya seperti ini.

Ada kalanya perkataan yang terucap itu menjadi kenyataan.

Sonia, jika perkataan yang terucap itu menjadi kenyataan...

Aku pasti telah lama menjadi Raja. Dia orang yang sangat kuat dan mampu.

Agar dia mati begitu saja...? Itu tidak mungkin.

Dan kita memang tak beruntung, Sonia. Kita harus mempersiapkannya lebih matang.

Aku mencintaimu Kabir.

Aku mencintaimu. / Aku mencintaimu Sonia.

Aku mencintaimu. Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu Sonia.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Hei, Tuan! Tuan! Hei! Halo!

Di mana tempat tinggalku?

Kabir, Kabir, bangunlah kawan.

Bangunlah kawanku.

Tidakkah kau ingin mengucapkan selamat pagi pada Tn. Matahari hari ini?

Bangunlah.

Bangunlah. Kami mengantarkanmu pulang dan mari bicarakan tentang pekerjaan kita, oke?

Kita ini adalah orang-orang yang telah bekerja, kan? Bangunlah.

Di sini...? Apa yang kulakukan di sini?

Kau sangat mabuk tadi malam, kau tak bisa menemukan rumahmu sendiri.

Kau telah mengelilingi jalanan Pondicherry.

Untungnya, Petugas Sidharth mangakuimu dan membawamu ke sini.

Atau, kau akan terus mengelilingi jalanan Pondicherry semalaman.

Berputar-putar! / Janganlah memutar balikkan fakta.

Jika aku yang membantunya, aku akan mengusir pemabuk seperti dia dari rumahku.

Apa yang kau bicarakan di pagi seperti ini, Sidharth?

Setidaknya biarkanlah dia meminum secangkir teh dulu.

Akan kutuangkan teh itu di kepalamu! Taruh teh-nya di sini. Cepat!

Orang ini telah bertindak seenaknya di rumahku.

Apa kau dengar, Kabir? Ini adalah rumahnya Polisi...

Ini bukanlah rumah penampungan yang kau boleh pergi kapan pun kau mau.

Dasar pemabuk! Kau harus berterima kasih pada Aarti karena bisa bermalam di sini.

Atau aku akan menamparmu dua kali dengan keras...

Dan melemparkanmu ke selokan. Kau telah menghabiskan malammu di sana!

Dan memangnya siapa aku harus menjelaskannya padamu? Pergilah...

Pergilah!

Aku sudah menyerah padamu. Enyahlah.

Sidharth, janganlah meninggalkanku seperti ini.

Kumohon, janganlah menyerah seperti ini.

Vishal, kemana aku harus pergi? Kakak ipar...

Berikanlah penjelasan padanya. Kemana aku harus pergi?

Pergilah ke neraka! Aku tak bertanggung jawab untukmu!

Sudah cukup. Sidharth, tenanglah.

Mengapa dia bicara seperti itu? Tak bisakah dia mengerti?

Apa aku sudah gila untuk terus meneriakinya? Ini membuat darahku mendidih!

Dan dia tahu caranya membuat darahku mendidih! Bawa dia pergi dari hadapanku.

Duduklah sebentar. Tenanglah. Pergilah.

Ayo, Kabir.

Ayolah.

Dia mau kemana...? Kabir, kemarilah. Kemarilah.

Duduklah di sini. Duduklah!

Duduk.

Aarti, tinggalkan kami berdua.

Sekarang dengarkan aku baik-baik. Aku takkan mengatakannya lagi.

Dulu Ibuku pernah memberitahuku bahwa ada dua jenis anjing di setiap manusia.

Pertama adalah anjing baik dan yang kedua adalah anjing jahat.

Mereka selalu berselisih satu sama lain.

Yang akan kita beri makan itu adalah anjing yang akan menang.

Jadi usirlah anjing jahat di dalam hatimu itu, kawan!

Dan berikanlah makanan pada anjing baiknya.

Apa kau mengerti apa yang kukatakan?

Terus marahilah aku seperti ini. Aku sangat menyukainya, Sidharth.

Tapi jangan pernah membicarakan tentang menyerah lagi.

Aku takkan pernah membiarkanmu untuk menyerah.

Aku tak tahu mengapa, tapi aku merasa sangat takut saat aku melihatmu.

Kabir...Kabir...Kabir, dengarlah, aku harus pergi.

Kabir, cobalah untuk mengerti keadaanku.

Rohit dipastikan akan pulang besok.

Sonia, hanya ada satu solusi untuk masalah ini.

- Ceraikanlah Rohit. - Menceraikannya?

Aku tak bisa menceraikannya, Kabir.

Kau tak mengenal orang itu. Dia sangat berbahaya.

Berbahaya? Jadi apa yang bisa dia lakukan? Membunuh?

Ya. Dia akan membunuhku, dan juga kau.

Orang itu sangat pelit...

Dia telah membuatku menandatangani surat-surat sebelum pernikahan kami...

Bahwa jika aku menceraikannya,...

Dia takkan memberikan satu sen pun dari miliknya.

Itu berarti, setelah menceraikannya, kau akan menjadi miskin sepertiku.

Aku tak suka dengan lelucon seperti itu, Kabir.

Jika aku tak mempunyai uang, Masihkah kau mencintaiku?

Akankah itu ada perbedaanya?

Perbedaannya?...Perbedaannya.

Aku ingin agar kau memiliki banyak uang...

Maka aku akan terus bisa menikmati hidup seperti ini.

Namun sejujurnya,... itu takkan ada perbedaannya.

Tunggu sebentar. Aku punya kejutan untukmu.

Bukalah.

Hei, wow. Indah sekali.

Tak hanya sekedar indah, tapi di saat hidupmu berada dalam kesulitan...

Pakailah, topi ini akan melindungimu.

Aku harus pergi sekarang, oke?

Dah.

Pergilah.

Ini keajaiban, ini sihir, aku terpesona.

Kemana aku bisa pergi meninggalkanmu saat ini.

Cara matamu memandangku.

Di mana aku bisa menyembunyikan diri saat ini.

Saat ini adalah milik kita.

Marilah kita jalani saat ini.

Seperti membara, marilah kita jalani hidup dengan bergairah.

Janganlah menghilang walaupun sekejap.

Biarkan aku menyentuhmu dan mempercayainya.

Siapa yang tahu kapan aku akan merasakan saat-saat seperti ini lagi.

Ini keajaiban...

Sonia, apakah itu kau, Sonia?

Pergilah. / Apakah itu kau, sayang?

So...Sonia, sayangku.

Sonia, kau memang hebat.

Bagaimana kau tahu bahwa aku akan datang sehari lebih cepat?

Dengan menyiapkan sampanye favoritku di lemari es...

Untuk merayakan kepulanganku, kau telah menyenangkan hatiku!

Aku mencintaimu, sayang. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu.

Aku sangat mencintaimu, sayang.

Kau tahu? Aku sangat beruntung.

Aku sangat beruntung telah mendapatkan istri sepertimu.

Yang tak hanya sekedar cantik, tapi juga sangat mencintaiku.

Baiklah, sayang. Bagaimana dengan...ciuman selamat datang.

Mari kita masuk.

Oh sayang. Aku ingin ciuman selamat datangnya, sekarang!

Ada seseorang.

Di sini ada seseorang selain kita.

Di sini ada seseorang.

Kau ketakutan? Kau ketakutan?

Itu hanya lelucon. Itu hanya lelucon, sayang.

Aku hanya bercanda. Maaf, sayang.

Anoushka telah datang. Aku harus membawa serta keponakanku.

Karena kecanduan alkoholnya, Ibunya masuk ke rumah sakit lagi.

Berharaplah agar dia bisa berhenti minum.

Namun, sayang. aku sangat merindukanmu.

Aku sangat merindukanmu. Kita akan mengalami malam yang panjang malam ini.

Kita persiapkan segalanya. Ayo.

Galank87 AKA Battosai212 www.IDFL.me

Kabir!

Kau akan mati jika kau minum terlalu banyak, Kabir.

Siapa yang takut mati, Sheeba?

Aku takut dengan hidup.

Kita harus tetap menjalaninya.

Seseorang telah menghancurkan hatimu?

Aku sudah sangat menyiksamu.

Hanya di saat aku sendiri sedang menderita...

Itulah di saat aku menyadari betapa aku telah membuatmu menderita.

Maaf, Sheeba.

Maafkan aku.

Satu Vodka, satu krat, Sandpiper.

Dua krat Zingaroo.

Berikanlah aku setengah botol rum.

Lima botol wiski Signature.

Dan jangan sampai lupa untuk menuliskan anggur merah.

Dan satu sampanye. Jangan lupakan sampanye.

Kau boleh meneruskan melakukan hal itu, cepat berikanlah aku setengah botol rum.

Tolong tunggulah sebentar, Pak.

Ada pesta di rumahnya Khanna hari ini.

Ini adalah pesanan mereka.

Jika pengirimannya tertunda, maka seluruh pesanannya akan dibatalkan...

Karena setengah botol rum-mu.

Biar kukatakan pada Anda.

Salah seorang yang berinvestasi 20 juta saat ini...

Halo. / Jadi sedang ada pesta di sana?

Halo. / Kau sedang berpesta, bukan?

Minuman keras mengalir dengan bebasnya.

Halo./ Dan kau pasti sedang duduk sangat dekat bersama Rohit Khanna.

Benar 'kan?

Halo./ Dan aku sendirian di sini... merasakan kesepian.

Dan menginginkan dirimu.

Halo./ Jangan bermain-main seperti itu denganku, Sonia!

Apa kau mengerti?!

Sayang...sayang! Ya, sayang?

Telepon untukku?/ Bukan, hanya salah sambung.

Jadi, kemarilah. Kemarilah, sayang.

Kukatakan pada mereka...

Aku tak mendapatkan satu sen pun dari pesta ini.

Pesta itu sungguh hanyalah membuang-buang waktu dan uang.

Pastinya.

Apa ini? Festival lampu?

Anoushka telah membuat semua lampu di rumah ini menyala.

Anak ini sungguh merepotkan.

Dia lupa mematikan air mancur panas, menutup keran...

Dia sedang mendengarkan musik di kamar atas.

Aku akan menidurkannya, atau dia akan bersikeras agar bisa tidur dengan kita.

Baiklah sayang, aku akan mematikan lampunya lalu menyusul.

Lakukanlah. Aku menunggumu.

Cepatlah.

Anoushka...Anoushka, sayang Apa yang kau lakukan?

Kabir! Apa yang sedang kau lakukan di sini?

Lepaskan aku, Kabir. Tinggalkan aku, kumohon!

Lepaskan aku!

Tidak, aku takkan melepaskanmu. Aku takkan melepaskanmu untuk pria itu.

Tinggallah bersamaku malam ini, dan di malam yang selanjutnya.

Sonia, mari kita pergi dari sini.

Kita akan melakukan kawin lari.

Apa kau sudah gila?

Apa yang kau katakan? Itu tak boleh terjadi.

Kabir, pria itu sedang menungguku. Cobalah mengerti.

Apa yang harus kumengerti?

Bahwa dia sedang menunggumu di tempat tidur?

Dan bahkan kaupun terpaksa untuk menghangatkan tempat tidurnya?

Kau sudah gila! Aku harus mendatanginya, Kabir.

Tante. Tante, Tante, Aku menginginkan walkman-ku.

Sayang, dia ingin agar kau menemukan walkman-nya sekarang juga.

Atau menceritakan dongeng padanya sepanjang malam.

Jadi pikirkanlah yang lebih baik. / Ayo.

Kasusnya Kabir telah terjadi siang dan malam.

- Hei, Kabir! - Bangunlah!

Patel memintaku untuk melakukan sesuatu untuknya.

Dia pasti masih tidur.

Dia pasti masih belum tersadar dari pesta kemarin.

Kabir! Kabir!

Apakah dia sedang tidur?

Kurasa dia tak ada di dalam.

Kurasa dia ada di dalam bersama seorang gadis.

Kau sedang bersama seorang gadis?

Kabir, Kabir, apa kau sedang tidur? Kau sedang bersama seorang gadis?

Keluarlah.

Tak ada siapapun di dalam. Dan kita tak bisa mendobrak pintunya.

Kita adalah Polisi. Kita juga mempunyai kasus kita sendiri.

Lupakan saja.

- Abaikan saja. - Tidak, sayang...

Halo...halo...halo...halo...

Siapa...brengsek, mengapa kau tak mau bicara?

Mengapa kau tak mau bicara sekarang, dasar brengsek?

Kau telah mengganggu kami di setiap malam dengan telepon salah sambungmu itu.

Kau belum mengenalku. Aku orang yang sangat jahat.

Aku mengerti semuanya! Aku tidaklah bodoh.

Jika aku sampai menemukanmu, Akan kukuliti kau hidup-hidup.

Mengapa kau tak mau bicara?

Kau telah mengganggu kami dengan telepon salah sambungmu itu.

Halo...halo...

Bahkan memiliki istri yang cantik pun bermasalah.

Berikan handuk itu padaku.

Tenanglah.

"Aku berpapasan dengannya"

"Dan apa yang kutakuti, itu terjadi"

Tn. Lal, Anda?!

Sayang. Temuilah Tn. Lal.

Maaf, aku lupa dengan nama depan Anda.

Kabir.

Tn. Kabirlal, dia adalah Pengacara terkenal di kota ini.

Dia tertarik dengan penjualan properti kita.

Senang bertemu dengan Anda, Tn. Kabirlal.

Tapi aku takkan menjual propertiku. Itu sangat indah.

Itu memang benar. Properti Anda memang sangat indah.

Pernahkah Anda datang ke sini untuk makan malam?

Ya, di saat aku memiliki uang di saku-ku, aku ke sini untuk minum.

Apa Anda datang sendiri, atau Anda membawa teman?

Tidak. Hanya aku sendiri dan kesepianku.

Pria yang sangat menyenangkan, Pria yang sangat menyenangkan.

Ini akan menyenangkan.

Ayo minumlah denganku, dan bawalah serta kesepian Anda itu.

Tidak, Tuan, aku tak ingin mengganggu privasi Anda.

Tidak sama sekali. Tak pernahkah Anda mendengar...

Bahwa di saat pernikahan telah berusia tua...

Itu tak perlu menjadi dua, namun tiga orang lah yang harus dipertahankan.

Benar 'kan, sayang? Ayo.

Aku memiliki keluhan...

Inilah satu-satunya keluhan yang kurasakan bertentangan dengan hatiku...

Apakah itu tak bisa didapatkan...

Mengapa harus mendambakannya...

Inilah satu-satunya keluhan...

Rambutmu, matamu...

Oh, kecantikanmu!

Dan bersinar dengan aroma...

Itulah keelokan tubuhmu...

Aku menyadari...

Bahwa kau adalah milik orang lain...

Inilah satu-satunya keluhan...

Tanpamu,...

Aku takut untuk hidup...

Aku sedikit sekarat di setiap harinya...

Itulah apa yang kurasakan...

Itu sebabnya aku...

Membenci hidupku...

Inilah satu-satunya keluhan...

Halo./ Ini aku.

Jangan berpura-pura bahwa ini adalah telepon salah sambung.

Atau aku akan mendatangi kamar tidurmu!

Dan melakukan segalanya bersamamu itu tak pernah terjadi sampai saat ini.

- Apa kau mengerti? - Aku dengar.

Aku tahu kau ada di mana saat ini.

Kau sedang tidur di dalam pelukan pria keji itu.

Benar 'kan? Tapi aku takkan bisa mentolerir hal ini lagi.

Kabir, berhentilah sekarang. / Kaulah yang berhenti, jalang!

Sonia! Aku akhiri hubungan ini sekarang juga!

Aku sudah tak tahan lagi dengan penghinaan ini.

Ini sudah berakhir, Sonia! Ini sudah berakhir!

Kabir...Kabir, dengarkan aku.

Klakson ini tak bisa berhenti.

- Jadi ini hanyalah akting? - Tidak, Kabir.

Lebih baik kau pergi, atau aku akan mengusirmu!

Apa yang telah kulakukan? Mengapa kau ingin mengusirku dari sini?

Aku tak berdaya.

Kau tak melakukan apa pun, aku yang salah, maafkanlah aku.

Pergilah dari sini! / Kabir, kumohon.

Janganlah memperlakukanku seperti itu, kumohon!

Pergilah dari sini! Pergilah! / Kabir.

Baiklah, Kabir. Kau ingin mengakhiri hubungan ini, kan?

Lakukanlah.

Tapi mengapa kita tak bisa berpisah secara damai?

Mengapa kita harus mengakhirinya dengan sangat tak wajar?

Sonia, hubungan hanya akan bisa berakhir dengan cara tak wajar.

Atau hubungan itu takkan pernah berakhir.

Baiklah...baiklah. Aku akan pergi dari sini.

Tapi biarkanlah aku membersihkan diriku sebelum pergi.

Boleh kupinjam kamar mandimu?

Itu semua hanyalah sandiwara, tak ada hal lain.

Kita takkan pernah bertemu lagi.

Sebelum aku pergi, bolehkah aku menciummu, kumohon?

Kumohon? Kumohon?

Apa yang telah kau lakukan?

Apa yang telah kau lakukan, Sonia?

Akan kuhentikan pendarahanmu. Tenanglah! Tenanglah!

Aku akan kembali! Tunggu!

Sudah cukup, Sonia. Sudah cukup.

Sekarang, takkan ada yang bisa memisahkan kita.

Aku telah memutuskan.

Orang itu harus mati.

Orang itu harus mati!

Itu di suatu pagi yang tak pernah bisa kulupakan.

Ada cahaya terang yang menyelimuti.

Tapi bagiku, itu adalah kegelapan yang menyelimuti.

Aku tak bisa melihat apa pun.

Aku heran mengapa orang bilang bahwa cinta itu murni.

Bagi mereka yang menyukai karena menemukan Tuhan-nya.

Aku berencana untuk membunuh karena cinta pada wanita itu.

Otakku telah menjadi budak atas tubuhku.

Aku telah terobsesi.

Terobsesi agar membuat wanita itu menjadi milikku selamanya.

Sonia./ Ya?

Meskipun bersamaku saat ini, kau masih bersama orang lain.

Kau orang yang sangat berbahaya.

Kau langsung tahu apa yang kupikirkan.

Aku memikirkan tentang hal lain.

Aku sedang memikirkan Anoushka.

Anoushka? Pada saat seperti ini?

Aku berpikir apa yang akan terjadi dengan Anoushka setelah Rohit mati.

Apa yang akan terjadi? Dia akan menjadi pewaris setengah dari kekayaannya.

Dia akan menjadi jutawan di usia yang masuh muda.

Jutawan?

Pada saat dia berusia 18,...

Ibunya akan mengeruk semua uangnya untuk minum dan judi.

Lalu apa yang akan terjadi gadis itu?

Kau berada di sana. Bahkan kau juga akan menjadi jutawan.

Kau akan mewarisi setengah kekayaannya. Kau bisa merawatnya.

Kabir, tolong katakanlah sesuatu.

Apakah tak mungkin bahwa aku akan mewarisi semua properti ini?

Sehingga aku dapat merawat Anoushka nantinya?

Apa maksudmu?!

Tak mungkinkah kita bisa merubah surat wasiat-nya Rohit?

Kau adalah pengacara, kau mampu menemukan caranya.

Apa kau sudah gila? Aku tidak mau!

Kita akan melakukan pembunuhan. Ini bukanlah permainan anak kecil.

Kita jangan melakukan sesuatu yang akan membuat orang mencurigai kita.

Membuat kita menjadi tersangka dengan cara apapun.

Polisi, Pengacara, mereka semua sangat cerdas.

Mereka pasti akan menemukan bukti.

Kau benar. Kita seharusnya jangan melakukan hal seperti itu.

Frankie! Hei, Frankie!

Pak, kau! Disini?

Kau seharusnya memanggilku.

Saat seseorang sedang bekerja, orang itu harus datang sendiri.

Dan di saat hal itu meragukan, orang itu harus datang ke Frankie.

Pak, telah kujelaskan apa yang seharusnya kau lakukan sebelum bom itu meledak.

Tapi apa kau berpikir apa yang seharusnya kau lakukan...

Setelah bom itu meledak?

Aku telah memikirkannya.

Pak, akan kukatakan satu hal.

Bukan urusanku untuk mengatakan ini, jadi tolong jangan tersinggung.

Akan kuulangi dengan apa yang telah kau katakan padaku.

Ada 100 cara untuk melakukan kejahatan.

Tapi ada 101 cara pula untuk menangkapnya.

Kau mengerti?

Mengapa kau mencari masalah? Akan kulakukan pekerjaan ini untukmu.

Tidak, Frankie. Seseorang jangan pernah menembak bahunya orang lain.

Aku yang akan melakukan pekerjaan ini. Tapi kau bisa melakukan satu hal.

Pergilah ke Mumbai. Dan tinggallah di sana.

Kembalilah setelah aku memberitahumu.

Aku yang akan menanggung biayanya.

Baiklah, tapi sebelum pergi, akan kuberikan petuah untukmu.

Lakukanlah kejahatan, tapi jangan sampai tertangkap.

Jika sampai tertangkap, itu berarti kau adalah penjahat.

Dan jika tak tertangkap, maka kau adalah orang kaya!

Selamat siang.

Perkataan Frankie memiliki makna yang dalam.

Jadi Sonia dan aku harus berhenti bertemu di rumah.

Kami harus bertemu secara diam-diam di luar.

Aku telah memiliki benda itu.

Mengapa kau tak mengatakannya melalui telepon?

Apa kau gila? Apakah percakapan seperti itu pantas dilakukan melalui telepon?

Semuanya sudah siap. Kau hanya harus memastikan satu hal.

Malam senin, jam 02:30.

Jam 02:30 tepat, mengerti?

Tidak kurang, tidak lebih. Kau harus membuat dia keluar pada jam 02:30 tepat.

Walau bagaimanapun!

Saat kita bertemu saat ini, Dia tak akan lagi ada di antara kita.

Pergilah, pergilah!

Aku mencintaimu. Aku mencintaimu.

Aku penasaran, jalan apakah yang tiba-tiba kujalani ini.

Mengenai apakah cinta ini?

Sebuah misteri yang belum terpecahkan.

Siapa yang bahagia?

Dan siapa yang hancur?

Siapa yang hidup, dan siapa yang...mati?

Ada apa?

Aku tak tahu kenapa, tapi aku tak bisa tidur.

Aku akan turun untuk mengambil minuman.

Rohit...akupun tak bisa tidur.

Kemarilah...kemari.

Sudah cukup...jangan lagi.

Sayang, apa kau berniat untuk membunuhku?

Kurasa ada pencuri yang telah menerobos masuk.

Bajingan itu sudah bosan hidup.

Rohit, haruskah kita menelepon Polisi?/ Tidak perlu.

Aku akan menghadapinya. Akan kupenuhi semua enam peluru ini ke dalam tubuhnya.

Dari mana kau mendapatkan pistol itu?

Ada banyak hal yang kau tak tahu mengenai aku.

Tapi...

Kau tunggu saja aku, oke?

Akan kubunuh bajingan itu!

Keluarlah! Keluarlah!

Ayo! Ayo, tunjukkanlah dirimu!

Dia memiliki pistol!

Apa-apaan, sayang?!

Siapa kau?

Haei! Apa-apaan....siapa kau?

Kubunuh kau!

Siapa kau?

Mengapa kau menyembunyikan wajahmu?

Kubunuh kau!

Bersihkan tempat ini dengan benar. Dan hapuskan juga semua sidik jari.

Aku akan pergi duluan, Kau susul aku nanti.

Galank87 AKA Battosai212 www.IDFL.me

Kau mengingat segalanya, kan?

Saat ini, kita tak akan bertemu selama beberapa minggu.

Dan ingatlah...jangan menelepon.

Kabir...ada apa denganmu?

Sebelum pergi, tidakkah kau ingin memberikanku ciuman?

Malam itu, setelah kepergiannya Sonia...

Aku tak bisa mendengar langkah kakiku sendiri.

Seolah-olah itu bukanlah aku, tapi sesosok tubuh yang dikremasi.

Rasanya seolah-olah aku telah melakukan dua pembunuhan.

Aku membunuh diriku dan juga Rohit Khanna.

Ketidakpatuhan, ketidakkonsekuenan.

Ada sesuatu yang menggangguku.

Aku merasa gelisah setiap saat.

Apakah yang menggangguku ini.

Jalannya matahari yang membara...

Tak pernah tetap...

Sebuah jalan cinta...

Telah kupilih...

Ketidakkonsekuenan....

Dimanakah kemungkinannya bagi seseorang...

Akan sama untuk semua orang.

Hatiku yang sedikit jahat.

Namun ada juga sedikit kebaikan dalam hatiku.

Ketidakkonsekuenan...

Ya, bicaralah./ Tn. Kabirlal?

- Ya. - Aku adalah Karim Burmawala...

Dari Karim dan Pengacara Karim.

Maaf telah mengganggu Anda, tapi ini adalah hal yang mendesak.

Katakanlah.

Aku mewakili Almarhum Rohit Khanna.

- Aku adalah Pengacaranya. - Lanjutkan.

Tn. Lal, beberapa fakta baru telah terungkap.

Aku ingin bertemu mengenai hubungan itu.

Mengapa aku?

Nama Anda telah disebutkan, jadi aku perlu berbicara dengan Anda.

- Bisakah Anda menemuiku besok? - Ya.

Maka, sampai jumpa besok jam 10 pagi di kantornya Tn. Vishal Pathaks?

Apakah Anda bersedia? / Oh, Vishal...ya.

Aku akan ke sana.

Maka, sampai bertemu besok pada jam 10 pagi./ Oke, sampai jumpa.

Angkatlah...angkatlah... Angkatlah teleponnya!

Yang terpenting bagi Anda untuk diam saja dan biarkanlah aku...

Hai, Kabir!

Masuklah.

Perkenalkanlah semua orang ini. Ini adalah Tn. Karim Burmawala...

Tn. Karim Burmawala, inilah orangnya./ Halo./ Hai.

Ini adalah Ny. Priyanka Kapoor, adiknya Almarhum Tn. Rohit Khanna.

Dan ini adalah Ny. Sonia Khanna. / Hai./ Halo.

Apa kau ingin minum sesuatu? / Tak perlu repot-repot.

Baiklah, Pak...

Terima kasih telah datang, Tn. Kabir.

Kami memanggil Anda ke sini karena surat wasiatnya baru...

Almarhum Tn. Khanna telah terungkap.

Dan sosok nama Anda sebagai Pengacara dari surat wasiat ini.

Lalu?/ Memangnya kenapa jika sosok namanya ada di sana?

Aku terkejut, hanya sebulan sebelum kematiannya...

Dia membuat surat wasiat baru ini.

Semua hal legal-nya ditangani oleh perusahaan kami di Mumbai.

Tapi dia bahkan tak memberitahukan kami tentang surat wasiat ini.

Ada sesuatu yang mencurigakan, Tn. Karim.

Ini tentunya ada sebuah konspirasi.

Bisakah Anda tenang, Ny. Kapoor?

Harap tenanglah dan biarkan aku melanjutkan pekerjaanku, tolong.

Dalam surat wasiat-nya yang lalu, dia telah membaginya dalam 2 bagian.

50 - 50.

Setengahnya akan diberikan pada istrinya Sonia dan setengahnya lagi...

Akan diberikan pada adiknya Priyanka dan keponakannya Anoushka Kapoor.

Jadi, apa yang terjadi sekarang? Semua harta akan diberikan padanya?

Itu tidak mungkin!/ Tolong...

Tolong, bisakah Anda tenang?

Kabirlal, ada banyak pertanyaan datang mengenai kebenaran di balik wasiat ini.

Wasiat ini dapat dilakukan secara hukum namun tak dapat dipertahankan.

Seperti Tn. Rohit Khanna telah meninggal tanpa membuat surat wasiat.

Lalu apa yang akan terjadi dengan kasus ini?

Dengan tak adanya surat wasiat...

Maka seluruh harta suami akan diberikan kepada istrinya.

Tapi hal ini takkan mudah dalam kasus ini.

Aku sarankan, kalian membagi hartanya sesuai dengan wasiatnya yang lalu...

Dan mengakhiri pembicaraan ini di tempat ini dan saat ini.

Atau.../ Atau...?

Atau, aku akan membuka seluruh kebusukanmu!

Untuk inikah Anda meneleponku ke sini, Tn. Karim?

Apakah Anda menyadari trauma seperti apa yang telah kulalui?

Anda mempertanyakan hal pembagian harta di saat seperti ini?

Aku pergi! Maaf, aku sudah tak tahan lagi. Aku pergi!

Dia hanya sedang berakting! Aku juga telah kehilangan kakakku!

Apa Anda melihat bagaimana dia berpakaian? / Apa yang sedang Anda lakukan...?

Halo?

Ini aku. Aku ingin agar kau memahami sesuatu.

Apa yang ingin kau katakan padaku? Kau telah mengubah surat wasiatnya...

Dan bahkan kau tak memberitahuku! / Janganlah marah, Kabir.

Mengapa tak boleh marah? Kau telah menempatkan kita ke dalam bahaya!

Tak akan ada apa pun yang terjadi, Kabir.

Aku akan ke sana dan akan kujelaskan semuanya padamu.

Apa kau sudah gila? Mereka sedang mengawasi kita!

Kabir, aku akan ke sana dan menjelaskan semuanya padamu.

Ini penting bagiku untuk bertemu denganmu.

Sekarang dengarlah, Sonia. Jika kau berpikir untuk datang ke sini...

Aku akan pergi sekarang!

Kabir!

Sekarang, janganlah mengarang cerita... Katakanlah pada kami yang sebenarnya.

Apa?

Apa yang telah kau lakukan dengan Sonia Khanna?

Aku tak melakukan hal apa pun dengan Sonia Khanna!

Sekarang, janganlah mengelak dan katakanlah pada kami yang sebenarnya.

Katakanlah pada kami.../ Apa?

Secara rinci. Cerita mengenai hati itu terdengar indah secara rinci.

Apa kau serius dengannya? / Kau sudah gila!

Kau tahu aku tak suka jatuh cinta. Mengapa kau bicara omong kosong?

Tapi wajahmu mengatakan hal yang lain. / Apa yang dikatakan oleh wajahku? Apa?

Seluruh dunia tahu bahwa aku menyukai keindahan.

Dia adalah wanita tercantik di seluruh Pondicherry.

Itu memang benar. Aku pernah melihatnya dan harus kukatakan...

Tak ada orang yang sepertinya di seluruh India selatan.

Dan dia juga orang kaya. / Kecantikan yang bermasalah.

Baiklah, aku pernah mendengarnya. Aku hanya ingin agar kau berhati-hati.

Dia telah kehilangan suaminya belum lama ini.

Ada kontroversi atas hartanya. Mungkin saja bermasalah.

Hei kawan, apa kau memberlakukan keadaan darurat di Pondicherry?

Tn. Sidharth, ini masih sebuah bangsa yang merdeka.

Baiklah, kawanku.

Mari kita sisakan argumen ini di klub.

Kita takkan mendapatkan meja jika kita terlambat.

Sidharth, Vishal...

Aku tak bisa ikut hari ini. Aku sedang tidak mood.

Sekarang lihatlah dia!

Kau punya acara malam yang rahasia?/ Biarkanlah dia.

Kita berdua pergi duluan.

Dah./ Sampai ketemu.

Kabir, aku adalah sahabatmu. Tapi aku juga adalah Polisi.

Dan Polisi itu seperti anjing. Mereka bisa mencium baunya tikus.

Mereka bisa melihat bahkan hal yang tersembunyi.

Karena aku adalah sahabatmu, Makanya aku memberitahumu.

Janganlah menyembunyikan apa pun dariku./ Ini.

Nyalakan rokoknya dan pergilah.

Dah./ Sampai ketemu dan berhati-hatilah./ Kau juga.

Apa kau sudah gila? Apa kau ingin kita berdua tertangkap?

Sudah kubilang agar jangan ke sini! / Seberapa banyak yang dia tahu?

Dia tak tahu apa pun, tapi aku sangat mengenal Sidharth.

Begitu dia mengincar seseorang, dia mampu menangkapnya.

Barang bukti apa yang dia miliki? / Barang bukti!

Tidakkah kau merasa takut?

Aku takut. Aku merasa sangat takut.

Bukan pada orang lain. Aku merasa takut padamu.

Pada diriku sendiri.

Kita telah banyak melakukan hal agar dapat bersama.

Dan itulah hal yang akan menjauhkan kita saat ini.

Kabir, kau telah sangat berubah. Kau tak mencintaiku sedikit pun.

Aku mencintaimu, itulah sebabnya aku mengkhawatirkanmu.

Maka peluklah aku, Kabir.

Malam itu, Sonia berjanji padaku...

Bahwa dia akan menikah denganku begitu dia mendapatkan harta itu.

Bagaimana aku tahu bahwa kehidupan akan merencanakan lain terhadapku.

Aku pesan segelas bir, kawan. / Oh, tentu.

Hei bartender! Kemarilah... kemarilah brengsek, kemarilah!

Tolong, kuharap kau tak keberatan.

Kemarilah!/ Ya, Nyonya.

Ya, Nyonya.

Aku memesan minuman yang besar. Apa kau pikir aku ini buta?

Minuman ini kecil.

Minuman ini 60 ml, Nyonya. / 60 ml...minuman ini?

Panggilkan Manajernya, sekarang! Panggilkan dia!

Ini sudah tengah malam, Nyonya. Manajer sudah...

Aku tak peduli. Kau panggilkan Manajernya, sekarang juga!

Uang! Uang! Mereka semua adalah pencuri!

Apa kau bisa membawa uangmu setelah kau mati?

Dia adalah penyihir! / Siapa yang kau bicarakan?

Orang yang kau perjuangkan itu!

Aku tidak gila. Aku hanya merasakannya...

Bahwa ada hal yang mengerikan akan segera terjadi.

Kakakku telah meninggal secara tak wajar.

Dia telah dibunuh. Oleh penyihir ini.

Dengar, biarkanlah aku bisa minum dengan nyaman.

Demi Tuhan, dengarkanlah aku! Ini untuk kebaikanmu sendiri!

Aku melihatnya melalui matanya saat kemarin. Pancaran itu...

Aku melihat pancaran itu bahkan di 5 tahun yang lalu.

Saat kakak iparku meninggal. Dia mengalami Pneumonia.

Suatu malam, saat aku bangun dan pergi ke kamarnya...

Aku melihat kakak ipar-ku terserang dengan demam tinggi.

Saat itu malam sedang dingin. Semua jendelanya terbuka.

Selimut dan sarung tangannya terhampar berserakan di lantai...

Dan perawatnya hilang.

Aku berlari dan memakaikan selimut ke sekujur tubuhnya kakak ipar-ku...

Dan di saat perawat itu masuk. Tapi dia tak mengatakan apa pun...

Dia hanya berdiri saja di sana. Dalam tatapan matanya...

Dia memiliki pancaran yang sama.

Apa kau tahu siapa perawat itu? / Siapa dia?

Sonia. Siapa lagi?

Kau tak mengenalnya. Dia juga pasti akan membunuhmu.

Aku tak tahu apa masalahmu itu. Tapi aku harus pergi.

Tidak.

Lepaskan tanganku!

Tidak.

Lepaskan aku!

Jadi dia juga telah memperdayamu!

Tidakkah kau menyadari kebenaran dari yang kukatakan ini terasa pahit?

Ini adalah pekerjaannya!

Tapi aku takkan diam saja!

Aku akan pergi ke Polisi! Aku akan mengadakan konferensi pers...

Dan memberitahu semua orang bahwa kakakku telah dibunuh!

Dan Sonia-lah yang telah membunuh kakakku!

Tembakan yang bagus, Kabir! Tembakan yang bagus. Halo.

Ya, tunggu sebentar.

Telepon untukmu, Kabir

Sudah sering kukatakan agar jangan menggangguku saat sedang bermain?

Ini Sidharth.

Halo. Ya, bicaralah Sidharth.

Oh ya, tak masalah sama sekali.

Baiklah, aku akan ke sana. Dah.

Ada apa?/ Dia menyuruhku untuk pergi ke Klub Lark.

Hanya kau saja?/ Ya. Dia ingin mentraktirku bir.

Kau memang beruntung. D.I.G. meneleponmu untuk meminum bir...

Wanita kaya terpikat denganmu.

Tuhan, jadikanlah aku Kabirlal saat aku terlahir kembali.

Dalam sepuluh tahun di Kepolisian aku tak pernah mengalami...

Saat aku menemukan sesuatu yang mencurigakan dan ternyata aku salah.

Bahkan tak pernah sekali pun. Satu hal yang sangat pasti.

Ini adalah kasus pembunuhan.

Rohit Khanna bukanlah meninggal karena kecelakaan.

Dia dibawa ke sana dalam keadaan sudah meninggal. Ledakan itu...

Bukanlah disebabkan oleh bahan peledak. Kami menemukan adanya partikel dinamit.

Hal yang terpentingnya adalah bahwa kacamatanya telah hilang.

Lalu?

Dia telah terhubung dengan beberapa pekerjaan di pabrik.

Bagaimana mungkin dia bisa pergi tanpa memakai kacamatanya?

Aku ke sini untuk meminum bir dingin. Jadi mengapa kau menceritakan semua ini?

Polisi harus memulai investigasinya dari suatu tempat.

Kurasa aku harus memulainya dari lingkunganku. Namamu yang tercantum...

Sebagai Pengacara dari surat wasiatnya. Dan Sonia Khanna adalah penerimanya.

Kami sebagai Polisi selalu mencurigai orang yang paling dekat dengannya.

Kawan, mengapa kau berbelit-belit? Katakan saja intinya.

Aku akan menanyakanmu untuk beberapa pertanyaan.

Kau berada di mana saat pembunuhan itu terjadi?

Di Chennai. HoteI Regency, Kamar No. 203.

Kau pergi ke Chennai bahkan tanpa memberitahuku?

Apakah itu kejahatan jika pergi ke Chennai? Apakah ini di Pakistan?

Apakah aku membutuhkan paspor dari kalian agar bisa pergi ke sana?

Mengapa kau marah? Aku hanya mengerjakan tugasku.

Aku mengerti apa yang kau katakan padaku.

HoteI Regency, Kamar No. 203.

Kau pergi ke sana dengan cara yang sah, bukan?/ Ya.

Boleh aku meminum bir ini dengan nyaman?/ Silahkan saja, sayang.

Silahkan.

Ada apa?

Sidharth menyuruhku untuk pergi ke Klub Lark hari ini.

Untuk apa? / Karena mereka percaya...

Apa yang dikatakan Priyanka pada mereka. Mereka yakin...

Bahwa kematian Rohits adalah kasus pembunuhan.

Bahwa dia telah dibawa ke sana setelah dia dibunuh.

Lalu?/ Aku memanggilmu ke sini untuk memberitahumu...

Agar kau memberikan setengah harta itu pada adiknya Rohit. Kumohon!

Atau, dia dan pengacaranya akan menempatkan kita dalam bahaya.

Pria macam apa kau ini? Kau takut pada hal sekecil itu?

Mereka tak punya bukti terhadap kita. Mengapa kau tak mempercayaiku?

Bagaimana aku bisa percaya? Kau menyembunyikan kebenaran itu dariku...

Bahwa kau dulunya adalah mantan perawat istrinya Rohit Khanna.

Jadi kau bertemu dengan Priyanka?

Boleh kutahu di mana kau bertemu dengannya? / Aku bertemu dengannya di klub tadi malam.

Aku mengerti. Saat aku sedang lengah, kau mulai merayunya?

Katakan, Kabir. Apa kau sudah tidur dengannya?

Jadi kau bisa mengatakan hal itu? / Bicara apa kau ini?!

Mengapa kau malah menuduhku?

Cobalah untuk mengerti apa yang kukatakan, Sonia.

Lagi pula, apa yang kita inginkan? Kita ingin agar bisa bersama, kan?

Dengarkan aku. Berikanlah dia setengah hartanya dan akhiri masalah ini demi kebaikan kita semua!

Tidak akan pernah! Hal itu takkan pernah terjadi.

Aku lebih baik mati daripada memberikan se-sen pun pada orang lain.

Siapa yang menginginkannya, maka lawanlah aku untuk mendapatkannya.

Terjebak!

Sekarang kau telah terjebak, kawan!

Skakmat!/ Sidharth.

Ini dari Swami dari Chennai. / Tunggu sebentar.

Panggillah aku Grandmaster, jika kau mau!

Berikanlah VishaI agar-agar yang dingin.

Bicaralah, Swami.

Manajernya Hotel Regency?

Apakah informasinya benar? / Ada apa?

Uruslah urusanmu sendiri. Tolong!

Baiklah.

Baiklah.

Ada apa, Sidharth?

Kabir.

Apa yang kau lakukan di sini? / Aku sedang menunggumu.

Oke? Kau terlambat hari ini.

Aneh sekali, kau berolah raga agar sehat dan merusaknya dengan merokok.

Semakin aku memikirkan tentang pembunuhannya Rohit Khanna...

Betapa bahagianya aku bahwa bajingan itu sudah mati.

Karena dia telah membebani bumi ini.

Bagiku, tak ada bedanya antara pembunuhnya dengan yang mendapatkan semua uangnya.

Tapi Sidharth tak seperti itu.

Hidupnya dipenuhi dengan hukum, prinsip dan cita-cita.

Dia takkan mencuci bajunya sampai dia mengetahui bagaimana bajunya bisa ternoda.

Dan Sidharth sekarang sangat marah. Dia sedang berada dalam dilema.

Mengapa?/ Karena dia adalah temanmu.

Dia sangat menyayangimu. Mungkin sayangnya melebihi aku.

Itulah sebabnya dia menyadari bahwa harus membedakan antara persahabatan dan tugas.

Apa maksudmu?/ Kau mengatakan pada Sidharth...

Bahwa kau sedang berada di Hotel Chennai Regency pada tanggal 17 Mei.

Tapi para pegawai di Hotel telah mengatakan padanya bahwa...

Kau tak berada di dalam kamar semalaman./ Mereka berbohong!

Aku sepanjang waktu ada di kamar 203 Hotel Chennai Regency!

Ayolah, sudah kubilang bahwa itu tak ada bedanya bagiku.

Tapi operator itu mengatakan pada Polisi bahwa adanya empat panggilan...

Bahwa kau tak mendapatkannya di malam itu. / Jika aku tak mendapatkan panggilan...

Itu bukan berarti bahwa aku sedang tak ada di kamar.

Kau tahu apa efeknya dari 6 minuman... / Masih ada banyak lagi, Kabir.

Mereka telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk temanmu, Frankie.

Seseorang telah mengirimkan kaca mata-nya Rohit Khanna pada Polisi...

Yang tak berada di mayatnya.

Siapa yang telah memberikannya dan mengapa...

Dan apa yang akan ditemukan oleh Polisi setelah menangkap Frankie...

Hanya waktu yang akan berbicara.

Begitukah?

Berbicara dengan kalian untuk selanjutnya, aku harus segera menyewa pengacara!

Kabir!

Tak bisakah kau mengerti dengan apa yang dikatakan oleh temanmu ini?

Pengacaramu ada di sini, tepat di hadapanmu.

Kami adalah temanmu, Kabir.

Kabir! Kabir!

Halo?/ Ini aku, Sonia. / Ada apa?

Kau harus percaya dengan apa yang kukatakan.

Tinggalkanlah rumah. Tunggulah aku di belakang rumah cahaya tua itu.

Oke, Sonia.

Meninggalkan kota? Untuk apa? Apa yang terjadi?

Memang belum ada yang terjadi, tapi pasti akan ada yang terjadi!

Kita hanya punya sedikit waktu. Kita dalam bahaya.

Bahaya apa, Kabir? Katakanlah ada apa?

Aku tak bisa memberitahumu segalanya melalui telepon.

Tinggalkan rumah itu secepatnya! Kumohon! Aku akan menunggumu.

Baiklah, baiklah! Baiklah, Kabir.

Aku akan segera ke sana.

Aku akan segera ke sana. Kau tunggu saja aku.

Kabir, aku mencintaimu.

Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu.

Dia pasti adalah manajernya suamiku.

Kau tak mengenalnya. Dia juga pasti akan membunuhmu.

Terkejut melihatku, bukan?

Ya, aku berhasil lolos.

Aku adalah korbanmu yang pertama kalinya berhasil lolos.

Rohit Khanna tak berhasil meloloskan diri. Tapi aku bisa.

Bukan aku yang telah membunuh Rohit.

Kaulah yang membunuhnya.

Dengan tanganmu sendiri. Apa kau sudah lupa?

Ya, aku memang membunuhnya. Tapi kaulah yang membuatku membunuhnya.

Seperti kau yang telah membuat kekasihmu itu membunuhku malam ini.

Kau telah merencanakan pembunuhan ini di dalam pikiranmu...

Lalu menggunakan pecundang sepertiku dengan menawarkan tubuhmu itu.

Kau terus menggunakanku. Kaulah yang telah menelepon Polisi.

Kaulah yang telah mengirimkan kacamata itu.

Aku memang gila. Aku telah dibutakan oleh rasa cintaku ini padamu.

Bukanlah cinta, Kabir. Hanyalah nafsu dan kerinduan.

Tubuh ini tak mengerti apa itu cinta, Kabir.

Yang dia mengerti hanyalah kelaparan. Yaitu nafsu.

Jadi kau telah menggunakanku hanya demi kekayaan, Sonia?

Katakanlah yang sebenarnya. Kita telah banyak melewati waktu yang indah bersama...

Apa kau tak pernah merasakan cinta padaku sedikit pun, Sonia?

Yang sebenarnya adalah bahwa aku tak pernah mencintaimu.

Kabir, aku tak pernah mencintai siapa pun.

Yang kucintai hanyalah diriku sendiri.

Setiap orang pasti mencintai dirinya sendiri, Kabir./ Tapi aku...

Aku tetap mencintaimu.

Saat aku datang ke sini, aku mengharapkan atas cintamu.

Tapi sekarang...

Sekarang aku merasa betapa inginnya aku menyakitimu.

Tapi aku akan pergi ke Kantor Polisi.

Aku akan mengakui kejahatanku. Bahwa aku telah membunuh Rohit.

Bahwa kau tak bersalah.

Tidak, Kabir. Kau jangan melakukan hal itu!

Jangan pernah!

Tidak, Sonia. Aku harus pergi ke sana.

Demi kebebasanku.

Dan demi kebebasanmu.

Kau ingin membunuhku, bukan?

Maka, bunuhlah aku.

Tembaklah jantungku dan hancurkanlah sampai berkeping-keping.

Detak jantung ini hanyalah untukmu.

Akhirilah penderitaan ini. Demi kebaikan.

Tembaklah!

Bunuhlah!

Bunuhlah aku!

Maafkan aku, Kabir. Maafkan aku.

Aku bersedia pergi dari sini bersamamu.

Aku mencintaimu. Aku mencintaimu, Kabir. Aku sangat mencintaimu.

Apa kau sangat mencintaiku. / Ya.

Itulah sebabnya kau tak bisa menembakku lagi.

Benar 'kan? Ya.

Tapi tubuh ini tak mengerti apa itu cinta, Sonia.

Yang dia mengerti hanyalah kelaparan. Yaitu nafsu dan keinginan.

Tidak, Kabir...

Apa gunanya tubuh ini jika tak memiliki rasa cinta sedikitpun?

Apakah perbedaannya akan membuat hal itu menjadi ada ataupun tidak?

Itu tak ada bedanya.

Kabir...Kabir, aku mencintaimu.

Aku mencintaimu./ Aku mencintaimu.

Kabir...Kabir...

Halo?/ Sidharth...

Bukankah sudah kukatakan...? Aku takkan pernah membiarkanmu menyerah.

Aku akan segera ke sana.

Ini sudah hampir fajar. Ada satu hal terakhir yang harus kulakukan.

Setelah aku melakukannya... Itu saja.

Kabir...

Aku takkan pernah membiarkanmu kalah, Sidharth. Takkan pernah.

Kabir...Kabir...

Apa yang kau lihat, Sidharth? Tangkaplah aku.

Aku telah melakukan dua pembunuhan, Bukan hanya satu.

Aku selalu memberi makanan pada anjing jahat dalam hatiku.

Untuk kali ini, kuharap aku juga bisa memberi makanan pada anjing baik.

Masukkanlah aku ke dalam penjara.

Vishal, mari kita membawanya ke rumah sakit.

Tidak.

Bawalah aku kemana pun kau mau.

Setelah aku mengucapkan selamat pagi pada Tn. Matahari untuk terakhir kalinya.

Dunia ini dulunya adalah surgaku...

Dunia ini dulunya adalah surgaku.

Aku mempelajari rahasia ini, sekarang aku telah kehilangan segalanya.

Diterjemahkan Oleh : Galank87 AKA Battosai212 www.IDFL.me ๏ฟฝ

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.