Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by IQIYI Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Episode 1"
Apakah ada...
Bagaimana ini?
Astaga.
Dia baik-baik saja?
Aku mendapatkannya!
Dia keluar.
Kau baik-baik saja?
Bisa tolong urus anak kucing ini?
- Aku terlambat. - Baiklah.
Aku hampir sampai. Maafkan aku.
Aku bisa melihatmu!
Aku terlambat sekali!
- Saet-byul! - Jung Saet-byul!
Dia datang.
Hei, Wonder Woman.
Hei.
Dasar kalian.
Temanku!
Hei, kau. Ambilkan aku air.
Hei!
Aku terengah-engah karena berlari, tapi kuanggap itu pemanasan.
Itu artinya kalian dalam masalah.
- Kalian takut, 'kan? - Ya, 'kan?
Ini makin seru.
Kalian tahu bunga China pink melambangkan apa?
Yang bisa jawab dengan benar, akan kuampuni.
- Ketidaksopanan? - Salah.
- Facebook? - Salah.
Berhentilah menebak.
Jangan membuatku malu. Jumlah kita lebih banyak.
Teman-teman, bentuk formasi burung jenjang.
"Formasi Burung Jenjang"
Apa itu formasi burung jenjang?
Itu sejenis formasi, Bodoh.
Formula? Aku tahu itu.
Lima, empat,
- tiga, dua... - Mereka semua sudah datang.
- Benar. Kau bebas. - Asyik.
"Bunga China pink melambangkan penolakan"
Hei. Serang!
Teman-teman, jangan takut. Mereka bukan apa-apa.
Fokus!
- Rasakan ini! - Astaga!
Hei!
Baik, hentikan. Mari kita sudahi.
Aku takkan memintamu bergabung dengan kru kami lagi.
Sesama wanita tidak boleh saling pukul.
Mari bicara. Aku mengerti, kau pandai berkelahi.
Tidak, wanita sejati bicara dengan tinjunya.
Kau keren sekali.
Saet-byul, aku sungguh belajar hari ini.
Aku gadis tercantik, dan kau gadis terkuat!
- Kau bercanda? - Aku serius.
Kau lihat gadis-gadis itu tadi?
Kau lihat kaki-kaki gemuk itu?
Pendek sekali!
- Apa pula formasi burung jenjang? - Apa-apaan itu?
- Apa itu maksudnya? - Formula!
Apa? Kau kenal orang ini?
Dia sangat tampan. Dia tampak seperti selebritas.
Diam. Aku sedang memperhatikan bunganya.
Tatapanmu jelas bukan ke arah bunganya.
- Kau pasti sedang melihat pria itu! - Ayolah.
Akan sangat menyenangkan mendapatkan buket seperti itu.
Aku yakin wanita lebih menyukai buket uang.
Aku lebih suka bunga. Aku ingin membuka toko bunga dan menjalani hidup elegan.
Panggil aku Jung si Penjual Bunga.
- Omong kosong. - Maka aku Penjual Bunga Bank.
Kau tak mencium bau apa pun?
- Sedikit. - Benar, 'kan?
- Dae-hyun, - Ya?
haruskah kau bersikap begini di hari seperti ini?
Ada apa hari ini? Anak anjing? Atau mengobati kaki burung layang-layang?
Bagaimana kau tahu? Itu anak kucing.
Anak kucing?
Dia jatuh ke selokan.
Kau pria yang hebat. Kau hebat,
tapi kau bukan untukku.
Tidak, menurutku kita sangat cocok.
Tidak, itu menurutmu.
Menurutku?
Aku harus mengembalikan bayimu, 'kan?
Tunggu.
Kudoakan yang terbaik untukmu. Selamat tinggal.
Jung-eun,
jangan pergi.
Yang benar saja.
- Berikan satu untukku. - Baiklah.
Aku ingin mengisap rokok mentol hari ini.
Setuju. Hei, kau punya rokok mentol?
Kemarin sudah.
Sial. Kenapa kau mengisapnya sendirian?
- Apa yang dia lakukan? - Apa itu?
Kau seperti mentertawakanku.
Kau pria yang hebat.
Kau hebat, tapi kau bukan untukku.
Jika pria hebat bukan untukmu,
apakah pria jahat yang cocok untukmu?
Begitukah?
Dia mabuk?
Selamat tinggal.
Dia sangat tampan.
Jiwa-jiwa yang menyedihkan.
Kurasa
aku yang paling menyedihkan.
Pria tampan seperti dia sepertinya polos dan mudah dikendalikan.
Apa yang harus kulakukan? Pergi saja?
Haruskah aku berputar?
Aku bisa mengendus aroma pria bodoh darinya.
- Siap atau tidak, bersuten! - Bersuten!
Ya! Sempurna.
Maaf,
bisa luangkan waktumu?
Bisa belikan kami tiga bungkus Soboro Menthol dari toserba?
- Tolong, ya? - Tolong, ya?
Anak-anak,
apa kalian gila?
Bicara apa kalian.
Kau tampak seperti pria yang baik.
Aku bukan orang baik.
Pria tampan, tolonglah.
Hei! Dasar berandal.
Kalian pikir aku bercanda?
Kalian pikir ini lelucon?
Beraninya kalian memintaku membelikan rokok.
Sekali saja, ya?
Sekali saja.
Cobalah berhenti jika bisa. Itu buruk untuk tulang kalian.
- Apa ini? - Astaga!
- Apa ini? - Ada apa dengan pria itu?
Nak, kalian bisa merokok saat sudah dewasa.
Jangan sia-siakan masa muda kalian. Mengerti?
Berhenti.
Berhenti, apanya yang berhenti.
Terima kasih sudah mencemaskanku.
Kau yang pertama menyuruhku berhenti merokok.
Berapa nomormu? 010...
- 736-5186. - 736...
Tidak, tunggu. Itu bukan nomorku.
Kenapa kau bertanya?
Kau bilang jangan sia-siakan masa mudaku.
- Baiklah. - Jangan simpan nomornya.
Apa yang kau lakukan?
- Hei, - Apa?
- berhati-hatilah. - Hati-hati dengan apa?
Ada apa?
Aku tak tahu
apa yang akan kulakukan kepadamu.
Apa maksudmu?
Aku hanya bercanda. Kau lucu sekali.
Kau takut?
Sama sekali tidak.
Aku akan meneleponmu nanti malam.
Jadi, jangan blokir nomorku.
Aku sangat sibuk. Jadi, sampai jumpa.
"Backstreet Rookie"
"Tiga tahun kemudian"
Selamat datang!
Totalnya sepuluh dolar. Butuh kantong belanja?
Tak usah.
Foto? Kalian mau berfoto?
- Ya! - Kalau begitu,
bolehkah ini ikut difoto? Ini sedang promo.
Tentu saja! Boleh kuunggah di media sosialku?
Ya, itu bagus.
Aku pasti akan mempromosikannya di media sosial!
Tunggu sebentar.
- Pastikan produknya terlihat. - Satu, dua, tiga.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Sampai jumpa!
"Dengan pemilik toserba tampan"
Kami juga!
Kami hanya membeli permen karet ini,
tapi apa kau masih mau berfoto dengan kami?
- Kumohon! - Kumohon!
Tentu saja.
Senyum, ya.
- Satu, dua, tiga. - Dua, tiga.
- Terima kasih. - Terima kasih!
- Dah. - Terima kasih.
- Kak, - Ya?
kau sangat tampan. Aku akan kembali lagi.
- Terima kasih! - Jangan lupakan aku!
Maafkan aku.
- Belajarlah dengan giat. Semangat! - Pasti!
- Semoga berhasil! - Semangat!
- Dae-hyun, - Ya, Ayah?
- hanya itu yang mereka beli? - Apa maksud Ayah?
Anak-anak seperti mereka berbagi foto di media sosial,
itu cara bagus untuk mempromosikan toko kita.
Benar.
Kita bisa membayar listrik berkat para penggemar remajamu.
Benar.
Ayah masih merasa tak sehat?
Menjaga toko semalaman tidak mudah.
Berat bagiku untuk kembali bekerja.
Hei, carilah pegawai paruh waktu.
Dengan begitu, aku takkan terlalu menderita.
Ayah! Tunggu.
Ayah baik-baik saja? Ada apa?
Ayah.
Dia mengidap gastritis akut karena stres,
dan kita menggunakan MPO
dengan terapi hidrasi agar dia merasa lebih baik.
Dokter, aku tak memahami ucapanmu. Tolong permudah agar kami mengerti.
Itu gangguan pencernaan.
Astaga. Gangguan pencernaan?
Kau baik-baik saja di rumah seharian,
tapi kau sakit seperti ini begitu mulai bekerja?
- Aku permisi. - Baik, Dokter.
- Dae-hyun. - Ya?
Kau sudah menutup toko?
Kantor pusat mungkin akan memberi peringatan lagi!
Aku menjaga toko. Kalian kembali nanti.
- Kau bisa bekerja besok pagi. - Sial.
Tusuk ibu jarimu jika mengalami gangguan pencernaan.
- Ibu, tenanglah! - Kau akan langsung sembuh.
- Omong kosong. - Ayah.
Dasar berandal!
- Apa-apaan? - Dia bilang apa?
Dia pikir dia siapa?
Kamu.
Baiklah.
Baiklah. Mari kita lakukan.
Kau bilang wanita sejati bicara dengan tinjunya.
Kau tahu mawar liar melambangkan apa?
Kenapa dia menanyakan omong kosong itu?
Ada maksudmu?
Apa mawar liar menusuk hatimu atau membuatmu menangis?
Mawar liar melambangkan apa?
Tanya saja kepada Malaikat Maut.
Kau yang akan menemui Malaikat Maut.
"Mawar Liar melambangkan cinta antar saudara"
Ayah, jangan lupa minum obat.
- Baiklah. Kenapa sakit sekali? - Astaga.
Mengagetkan saja!
Kau tertangkap basah.
Kau pergi ke mana pagi ini? Kenapa kau tak mengajakku?
- Ada apa? Kau tak punya lauk? - Astaga.
Letakkan makanannya di meja. Atau kutelepon polisi.
Polisi? Silakan.
Aku akan melapor ke polisi bahwa kau tak membayar investasiku.
Sudah kubilang akan kubayar di akhir bulan!
Ayah, lengan Ayah kenapa? Lengan Ayah terluka?
Ayah tak boleh sakit demi kebaikanku.
Hanya kau yang menjagaku.
Aku baik-baik saja sekarang.
Ayah yakin? Ayah yakin tak apa-apa?
Tentu saja. Kau tak tahu siapa aku?
Aku, Choi Yong-pil, adalah pria sejati dari Busan.
Ayah berlebihan. Ayah baik-baik saja. Tapi tetap saja aku takut!
Sakit!
Kukira Ayah takkan bisa membuat kimci.
Apa? Kimci?
Ayah, cepat buatkan kimci.
Menantumu membuat keributan karena ingin makan kimci segar.
- Ayah, gunakan bubuk cabai Korea. - Dae-soon.
Hei, kembalikan semuanya.
Jangan ambil semua rumput laut berbumbu itu!
Dasar pencuri!
Dae-hyun.
Istirahatlah. Aku dan Ibu akan bergantian menjaga toko.
Maafkan aku. Kau tak bisa tidur gara-gara aku.
Tak apa-apa. Istirahatlah.
- Dah. - Dah.
- Dia tampan. - Lihat dia.
"Pukul 07.30"
Ibu.
Permisi. Ibu.
- Hei, kau. - Bangun. Ibu harus bekerja.
- Pukul berapa ini? - Ini pukul 07.30.
Pukul 07.30? Astaga, punggungku sakit.
- Astaga. Ibu menjual banyak? - Punggungku sakit.
Aku hanya kedatangan satu pelanggan.
Satu pelanggan?
Pelanggan itu mengajukan pengembalian uang.
Aku tak tahu caranya. Jadi, kutaruh stokingnya di sana.
Ini? Tunggu, aku sudah mengajari Ibu caranya.
- Cara mendaftarkan pengembalian dana. - Kapan aku diajari? Dah.
Yang benar saja. Aku mengajari Ibu setidaknya sepuluh kali.
"Pukul 16.20"
Bagaimana bisnismu?
- Bisnis sedang buruk. - Begitukah?
Semua orang juga begitu.
Astaga, anak-anak sekolah sudah keluar.
Halo, selamat datang.
- Halo. - Hai.
Kelasmu selesai lebih awal hari ini.
Pak, kudapan mana yang menawarkan beli satu gratis satu?
Stik cokelat.
- Aku mau stik cokelat. - Stik cokelat.
Aku harus bagaimana?
"Pukul 01.00"
Kenapa ada banyak sekali?
"Kedaluwarsa"
"Penjualan toserba Dae-hyun, Rata-rata penjualan di Jongno-gu"
Astaga. Penjualan sangat buruk.
"Pukul 08.00"
Lihat dia. Hei, bangun!
Bangun sekarang. Hei, bangun.
Astaga. Pelanggan bisa saja masuk. Hei, bangun.
- Bangun. - Gantikan aku sekarang, Bu.
Apa maksudmu? Aku membawakanmu pakaian dalam.
- Kenapa? Kenapa Ibu membawa ini? - Aku akan pergi ke Busan.
Kenapa Ibu ke sana?
Sepupuku ingin membeli polis asuransi.
Tentu aku harus pergi. Penjualanku buruk bulan ini.
Ibu. Aku sudah bekerja dua hari tanpa istirahat.
Cari pekerja paruh waktu.
Pekerja paruh waktu apa? Kita hampir kelaparan karena tak menghasilkan uang.
Berapa pelanggan yang datang?
- Satu? - Satu?
Untuk stoking yang dikembalikan, kubeli dengan warna yang tepat.
Tapi pelanggan tetap pergi. Aku pergi.
Kenapa Ibu pergi?
Ibu. Ini milik Ayah!
Itu juga tampak seksi. Pakai itu.
Kenapa aku harus terlihat seksi di sini? Ini sama sekali tak terlihat seksi!
"Pukul 14.00"
- Halo! - Hai.
Beli satu gratis satu. Harganya dua dolar, 'kan?
- Ini. - Astaga. Lihat dia.
Bisakah kau berfoto dengan kami?
- Tentu. Acara promosi. - Mari berfoto.
- Itu untuk acaranya. - Baiklah.
Satu, dua, tiga.
- Terima kasih. Kami akan kembali. - Terima kasih.
Satu, dua, tiga.
Astaga, aku harus merekrut pekerja paruh waktu.
"Mencari Pekerja Paruh Waktu"
"Pukul 20.00"
Dia bekerja sendirian tanpa istirahat selama 36 jam.
Siapa kamu?
Maksudku, selamat datang. Ada yang bisa kubantu?
Aku datang untuk pekerjaan paruh waktu.
Pekerjaan paruh waktu? Pekerjaan paruh waktu apa?
Benar juga. Maafkan aku. Bisakah kau duduk di sini sebentar?
Biar kuambilkan minum untukmu.
Aku merinding.
Rasanya seperti ada belati yang menusuk jantungku.
Bisa belikan kami tiga bungkus Soboro Menthol dari toserba?
Dia...
Aku baik-baik saja.
"Choi Dae-hyun"
Kau baik-baik saja? Aku tak enak badan.
Apa maksudmu?
Aku sudah bawa minum.
Begitu rupanya. Itu minuman.
"Resume"
"Nama, Jung Saet-byul"
Dia sepertinya tak mengingatku.
Syukurlah. Aku harus segera membuatnya pergi.
- Posisi itu untuk sif larut malam. - Aku aktif di malam hari.
- Tapi wanita berjaga sendirian... - Aku pandai berkelahi.
- Rumahmu jauh. - Aku tak perlu pulang.
Sial. Aku keceplosan.
Itu keceplosan?
Dari caranya bicaranya
dan plester di wajahnya yang merupakan simbol kekerasan,
aku takkan merekrutnya untuk pekerjaan ini.
Dia gagal. Selesai. Dia tak lulus.
Tak lulus.
Pak, kau tampak sangat lelah.
Cobalah ini.
Teh herbal ini dapat memulihkanmu dari rasa lelah.
Ada apa? Kau pikir aku memberimu teh yang tak bisa diminum?
Aromanya cukup harum.
Rasanya lebih enak daripada aromanya.
Begitu rupanya.
Boleh aku ke toilet?
Kuncinya ada di sana. Cari saja toiletnya.
Baik. Minumlah tehmu.
Ada yang mencurigakan.
- Pak. - Ya?
Kenapa kau bangun? Kembalilah tidur. Tak apa-apa.
Kau makan apa? Sedang apa kau di sini?
Ini? Entahlah.
Pekerja paruh waktumu membuatkan ini untukku. Enak sekali.
Kau memilih orang tepat.
Apa?
Apa yang terjadi?
Astaga. Tunggu.
- Hei. - Selamat menikmati.
- Apa ini? - Terima kasih.
Tunggu. Apa yang terjadi?
Pak, aku bisa mulai besok, 'kan?
Tunggu. Aku ada wawancara lain besok.
Aku akan meneleponmu nanti.
- Astaga. Aku merasa dikecewakan. - Apa yang terjadi?
Kenapa kau menangis?
Tunggu. Aku ada wawancara lain besok.
Aku akan meneleponmu nanti.
- Astaga. Aku merasa dikecewakan. - Apa yang terjadi?
Kenapa kau menangis?
Si pelamar itu takkan dapat pekerjaan ini.
Malah aku yang mendapatkannya.
Seharusnya saat itu aku memecat si bom waktu ini.
- Halo. - Ini Jung Saet-byul.
Dia pegawai paruh waktu baru untuk sif malam?
Dia pegawai temporer. Dia pemagang. Dia bukan pegawai tetap.
Namaku Jung Saet-byul. Kuharap kita bisa bekerja sama.
Kau cantik seperti nama cantikmu. Jadi, namamu Jeung Saet-byul?
Ibu, namanya Jung Saet-byul.
Benar. Jeung Saet-byul. Astaga.
Ibu, bukan Jeung Saet-byul, tapi Jung Saet-byul.
Maksudku memang itu.
Astaga, kau cantik sekali.
Tunggu, kau bukan kakaknya? Kau benar-benar ibunya?
Kukira kalian kakak-adik.
Aku sering mendengarnya. Orang mengira aku kakaknya.
- Apa-apaan? - Benarkah?
Dia sudah tahu cara menyanjung orang. Usianya baru 22 tahun.
Tapi tak ada pegawai temporer atau pegawai magang di toserba.
Tidak. Kau tak tahu tentang industri ini.
Kau menjalani masa percobaan 3 bulan.
Berdasarkan kinerjamu,
jika tak dipecat, berarti kau menjadi pegawai tetap.
Apa yang harus kulakukan untuk menjadi pegawai tetap?
Itu cukup sederhana.
Meningkatkan penjualan, melayani, menjaga sikap,
bersih-bersih, cari pelanggan, memajang produk,
mengatur gudang, dan membuang makanan kedaluwarsa.
Jika tak memenuhi persyaratan ini, kau akan dipecat.
Kau mengerti, 'kan?
Itu sangat sederhana.
Ini sudah selesai.
Mari kita lihat.
Pertama, akan kutunjukkan cara mengatur mesin kasir, POS.
POS singkatan dari point of sales.
Jadi P, O...
Kau tak bisa asal melakukan itu.
Kau pernah bekerja di toserba?
Ya, sebentar.
Sebentar? Kau tahu semua merek rokok, 'kan?
Tidak.
Kenapa tak tahu? Kau perokok.
Aku bukan perokok.
Hei, kau...
Hei.
Pikirmu aku akan tertipu dengan kebohonganmu?
Kau memintaku membeli rokok tiga tahun lalu.
Kenapa kau menatapku?
Tidak, bukan apa-apa.
Toserba menjual lebih dari 2.000 produk berbeda.
Hanya rokok yang tak bisa diakses pelanggan.
Kau mengerti apa artinya?
Jadi, aku harus seperti ini?
Kenapa kau memegang tanganku? Apa yang kau rencanakan?
Astaga, kau tak menyenangkan. Aku hanya bermain.
Kita baru bertemu. Kenapa kau melakukan itu?
Pikirmu ini lelucon?
Lihat rak itu dan hafalkan semuanya.
Aku akan membeli minuman. Mengerti?
- Baiklah. - Hafalkan semuanya.
Dia pikir dia siapa?
Pak, aku akan kembali nanti.
Dia sudah mau pergi?
Hei, kau mau ke mana? Kau sudah mengingat semuanya?
- Pak Choi. - Apa?
- Kau tak mau mencopot itu? - Apa? Ini?
Tentu, aku harus mencopotnya saat mendapat pekerja paruh waktu.
Kau akan segera mencopotnya.
- Aku akan kembali malam ini. - Baiklah.
Hei, uangmu hampir jatuh dari saku belakangmu.
Jika itu jatuh, akan kusimpan.
Sepeda motormu bagus.
Astaga. Ada yang mencurigakan.
Ada yang aneh.
Kejutan apa ini? Kau sudah bangun.
Aku akan bekerja paruh waktu.
- Dah. - Aku sudah memasak.
Pastikan kau makan itu dan menaruhnya di kulkas.
Baik. Bersenang-senanglah di tempat kerjamu.
Pak, tunggu. Aku di sini.
Hei, dari mana saja kau?
- Aku harus mengantar pesanan. - Begitu rupanya.
Baiklah.
Mau pesan apa, Pak?
- Ini yang kubutuhkan. - Ya, apa itu?
- Ini. - Baik, coba kulihat.
- Bisa tukar pecahan uang? - Apa...
- Baiklah. Kau mau pecahan satu dolar? - Ya, sepuluh lembar.
Baiklah.
- Ini. - Terima kasih.
Tak masalah. Sampai jumpa.
Astaga.
Apa-apaan... Apa?
Aku yakin sudah menghitung uangnya dan memasukkannya ke dalam mesin.
Tak ada yang membayar tunai setelah itu.
Meskipun ada yang bayar tunai, ini seharusnya tak kosong.
Ke mana uangnya? Apa yang terjadi?
Hei, uangmu hampir jatuh dari saku belakangmu.
Tak mungkin. Jung Saet-byul, dasar...
Aku akan membunuhnya.
Apa? Kenapa aku tak bisa melihat apa pun?
Tunggu sebentar. Apa ini... Apa...
Melakukan ini takkan membantuku melihat lebih baik.
Nomor yang kau tuju tak aktif. Anda akan dialihkan ke kotak suara.
Astaga, kenapa... Kenapa ponselnya dimatikan?
Ada apa? Kau pikir aku memberimu teh yang tak bisa diminum?
Astaga, dia benar-benar menipuku.
Aku tak percaya ini. Jung Saet-byul, berandal itu.
Tunggu.
"Uang tunai dicuri oleh pegawai toko paruh waktu"
Halo, aku Pakar Toserba, orang yang hidupnya
di sekitar toserba.
Aku sudah bekerja di toserba selama 15 tahun,
dan akan kuberi tahu bagaimana pekerja paruh waktuku
mencuri uang dari toko pekan lalu.
"Kasus perampokan pekerja paruh waktu"
Dengarkan aku, J!
Kau tiba-tiba muncul dan bilang ingin bekerja paruh waktu!
- Beraninya kau mematikan ponselmu - "J"?
- dan memberikan alamat yang salah? - Tunggu sebentar. "J"?
- Jika kau mengelola toserba, - Jung Saet-byul.
pastikan kau memeriksa alamatnya jika pekerja paruh waktu tampak mencurigakan.
Jika ternyata salah, maka itu penipuan.
- Sekian untuk hari ini. - Alamatnya. Tunggu sebentar.
Jung Saet-byul, habislah kamu.
Tunggu. Bagaimana jika dia tak sendirian?
Tak ada kredit. Khusus tunai.
Kau datang untuk mati?
Maaf.
Tubuhku masih ingat cara berkelahi.
Keluarlah.
- Astaga! - Kau mau membayar uang untuk seks?
- Tidak, tunggu. Apa-apaan... - Hei, hentikan.
Kau ditangkap.
- Atas apa? - Silakan sewa pengacara
- dan bicara di kantor. - Soal apa?
- Kau pesan untuk pukul 19.00? - Tidak.
Kau datang tepat waktu.
Tidak, bukan begitu. Aku kemari untuk mencari Saet-byul.
Aku punya banyak nama.
Pink, Cherry, Tsubasa, dan Mika.
Mereka memanggilku semau mereka. Kurasa dia menyukai Saet-byul.
Apa maksudmu?
Pekerja paruh waktu di tokoku namanya Saet-byul!
Bisa tolong lepaskan aku?
Jangan bergerak, Pak.
Tidak, tunggu. Pak Polisi.
Tolong lihat isi sakuku.
- Di sini? - Ya.
Astaga, kau memasukkannya begitu dalam.
Lihatlah. Aku berkata jujur.
Ini alamatnya, dan namanya Saet-byul.
Apa kubilang? Dia pegawai paruh waktu baru kami.
Dan dia lari dengan 500 dolar saat aku mengikuti pelatihan.
Aku menelepon, tapi ponselnya dimatikan. Jadi, aku ke rumahnya.
Tapi tempat apa ini?
- Apakah sakit? - Rasanya sangat sakit.
Halo? Ibu di toserba?
Apa? Tidak, aku di rumah. Saet-byul datang dan mengambil alih.
Apa? Saet-byul sudah kembali?
Ya, dia datang lebih awal untuk menata rokok.
Apa? "Menata rokok"?
Menurutmu apa hal pertama yang dicuri pekerja paruh waktu? Uang.
Dan hal kedua adalah rokok. Kau tahu kenapa?
Karena harganya mahal dan ringan. Rokok mudah dijual.
Tidak. Tak mungkin. Astaga.
Terima kasih.
Apa-apaan? Kenapa dikunci?
Tidak! Rokokku!
Astaga, aku tak percaya ini.
Ayah! Ayah memegang kunci toserba di rumah?
Ya, aku membutuhkannya sekarang!
Ayah!
- Ayah! - Hei! Dae-hyun!
Di sini! Berikan kuncinya!
Ini.
- Berikan itu. - Ada masalah apa?
- Nanti saja. Nanti kuberi tahu. - Ada apa?
Pak Choi, kau sudah datang.
Hei! Kemari!
- Apa kau... - Aku menata semuanya.
Aku menemukan satu pak Camel Blue dan dua pak Essence Soo.
Totalnya tiga pak. Aku hebat, 'kan?
- Apa-apaan... - Aku hebat, 'kan?
Hei, apa... Bagaimana...
Ada apa?
Kenapa dibiarkan terbuka? Nanti berdebu.
- Ini bukan penanak nasi. - Itu mirip.
Tapi kenapa kau kemari selarut ini?
Apa? Aku ingin datang saja.
Omong-omong, apa kau di sini karena...
Karena apa?
Kau berlari kemari karena merindukanku?
Kurasa kau berlari karena merindukanku. Astaga, kau begitu mudah jatuh cinta.
Aku tak percaya ini.
Pasti ada yang salah dengan kepalamu.
UGD buka 24 jam sehari seperti toserba kita.
Ayahku baru dipulangkan. Jadi, ranjang mereka kosong.
Aku yakin sulit baginya untuk tetap tersenyum.
Rencananya hancur karena aku datang.
Astaga, lihat ini.
Dae-hyun, ini tipmu!
Aku bahkan tak ingin memikirkannya.
Syukurlah aku datang tepat waktu.
Hei, kau pemilik toserba yang kutemui tadi, 'kan?
- Jadi, kurasa ini milikmu. - Ya.
Apa yang terjadi pada pekerja paruh waktu itu?
Apa namanya Saet-byul?
- Begini... - Kau mengenalku?
- Bukan apa-apa. - Kau Saet-byul?
- Tidak, itu bukan dia. - Ya, ada apa?
Bukan apa-apa.
- Dia bilang kau mencuri 500 dolar. - Tidak.
- Tidak, jangan. - Tapi alamatnya salah...
Apa? Kau datang ke rumahku?
- Tidak... - Kenapa alamatnya salah?
Kami sedang melakukan pengintaian di Unit 1000.
Aku tinggal di Unit 1006.
- Dia tinggal di Unit 1006. - Tunjukkan yang tadi kau bawa.
- Apa? - Kontrak kerja.
- Untuk apa aku membawa itu? - Ada di saku belakangmu.
Tidak. Hei, jangan sentuh aku.
Lihat. Ini Unit 1006.
Astaga, sulit mengetahui angka terakhirnya 0 atau 6.
Ya, kau benar.
Jadi, dia mencuri uangmu atau tidak?
Astaga.
Saet-byul, ini tak seperti yang kau pikirkan. Tidak, tunggu.
Saet-byul. Hei.
Hei, berhenti. Saet-byul, tunggu.
Ibumu mengambil uangnya karena dia sangat membutuhkannya.
Setidaknya kau bisa memberitahuku.
Ibumu bilang akan bicara sendiri.
Dan aku tak mencampuri masalah keluarga orang lain.
Ini bukan masalah keluarga.
Andai kau memberitahuku, tidak akan ada kesalahpahaman.
Kau sama seperti yang lain.
- Apa maksudmu? - Kau terlalu cepat menyimpulkan
tanpa bertanya kepadaku.
Tak apa-apa. Aku sudah terbiasa.
Saet-byul, tunggu.
Jangan mengikutiku jika kau tak mau mati.
Kau hebat, Dae-hyun.
โซ Aku lebih suka badut yang tersenyum โซ
Skor: 100, jangan terlalu terkejut.
Bagus!
Aku hebat, 'kan?
Aku pantas jadi penyanyi, 'kan?
Tentu saja. Suaramu bagus sekali.
Aku akan mentraktir kalian minum karena skorku sempurna!
- Kalian mau apa? - Sider!
- Sider! - Sider!
Pak, bisa bawakan sider ke Ruang 19?
- Eun-byul. - Ya?
Dapatkan nilai sempurna untuk kelasmu.
Bukankah kau senior?
Kami sudah selesai sekarang. Jadi, aku baru mau belajar.
Ikut aku.
Kau tak bergaul dengan sekelompok perisak, 'kan?
Kau menganggapku apa?
Orang-orang mudah curiga pada orang seperti kita
meskipun kita tak melakukan banyak hal.
Eun-byul.
Menurutmu siapa yang akan sedih jika orang mulai mencurigai kita?
Apa terjadi sesuatu?
Tidak, tak terjadi apa-apa.
Ayo.
Saet-byul.
Jung Saet-byul.
Dia tak ada di rumah?
Saet-byul.
Hari ini, kita menyapu area ini.
Tempat ini dikenal cukup sulit.
Kau tak mengenalku?
Aku selalu menepati janjiku.
Baiklah.
Kalau begitu, aku melindungimu.
"Manse, Obat Pengar"
Kau memenangkan koktail bir!
- Minumlah, Pak! - Minumlah, Pak!
Ini.
- Ini sangat ampuh. - Terima kasih.
Ini.
- Boleh minta juga? - Berikan sedikit.
Tentu. Cobalah.
Jika menyukainya, kalian bisa membelinya di toserba.
- Ini bagus. - Di sini!
- Aku akan ke sana. - Kemarilah.
Ini.
- Habiskan! - Habiskan!
"Manse, Obat Pengar"
Kita hebat hari ini!
Saet-byul, kau memang ratu penjualan.
Ayo makan malam. Aku akan mentraktirmu makanan enak.
Aku harus bekerja paruh waktu.
Aku akan membelikanmu daging sapi.
"Daging sapi"?
Namaku Han Dal-sik.
Impianku adalah menjadi penulis komik daring terbaik di Korea.
Meskipun aku bermimpi mendapatkan insentif,
aku bahkan tak mampu membayar sewa.
Aku ingin menulis tentang romansa,
tapi aku malah menulis erotika.
Hiduplah.
Rasanya gatal sekali. Sudah seperti ini berbulan-bulan.
Karena itu, seperti biasa, aku duduk dan menggambar
tubuh telanjang.
Rasa sakit...
"Nama samaran: Fire Volcano"
...kreativitas.
Rasa sakit kreativitas
adalah momen saat kita menjadi satu.
Saat kita bertemu.
Saat itulah kita bersatu.
Penulis harus terangsang
untuk menghasilkan ilustrasi yang bergairah.
99,8.
99,9.
100!
""Her Reggae Boy" Episode 38"
""Her Reggae Boy" Episode 38, Mengunggah"
Pekerjaanku selesai.
Dae-hyun.
Ada apa denganmu? Kenapa kau selalu datang tiap kali aku makan?
Hei, bukannya aku datang tiap kali kau makan.
Kau yang sedang makan tiap kali aku datang.
Sama saja.
Kau bahkan menambahkan sosis.
- Bagaimana harimu? - Jangan bertanya.
Aku hampir mengakhiri hidupku saat kau sibuk bekerja.
Kenapa? Apa yang terjadi?
Dengarkan aku.
Kau tahu bagaimana...
Pekerja paruh waktu datang kemari dan...
Jadi, dia melakukan ini...
- Lalu dia pergi... - Dia datang dan kemudian...
Itulah yang terjadi.
Jadi, kau menuduh pekerja paruh waktumu mencuri.
Tapi dia tahu, marah, lalu pergi?
- Ya. - Kau benar-benar...
Manusia sejati.
Siapa pun bisa berpikir begitu.
- Aku mengerti. - Benar, 'kan?
Dia bahkan seperti itu saat masih muda. Aku mengenalnya.
Firasatku mengatakan dia takkan kembali.
- Siapa namanya tadi? - Saet-byul.
Jika Saet-byul kembali, aku akan menggantung--
Hei, Saet-byul.
Pukul berapa ini?
Kau tak melihat jam?
Kau datang lebih awal.
Aku tak mau dianggap lalai, aku bahkan rela menolak daging sapi gratis.
Dia temanku.
Pergi dari sini.
Hei, Saet-byul.
Ini bekal daging sapi. Kau mau?
Astaga, daging sapi.
Ada banyak daging sapi di dalamnya.
- Itu Saet-byul? - Ya.
Tenangkan dirimu, Berandal.
Pergi dari sini.
"Minuman Hangat"
Apa kau mengawasiku
karena tak tahu apa yang mungkin kucuri?
Saet-byul, ada apa denganmu?
Biar kuperjelas.
Dengar.
Kau tahu aku ahli membersihkan microwave?
Aku membersihkannya dengan mudah. Lihat ini. Perhatikan baik-baik.
Astaga, lihat ini.
Ini menjadi sangat kotor seperti ini.
- Tembak! - "Tembak"?
Ayo! Tembak!
Bagus!
Sial.
Aku melakukan ini bukan karena merasa bersalah, tapi karena suka.
Ini menunjukkan bahwa aku sangat suka kopi.
Aku pandai dalam hal ini.
Kopinya akan terasa enak karena aku membersihkan mesin kopinya.
Bersiaplah melayani banyak pelanggan.
Filter AC-nya tampak sangat kotor.
Saet-byul!
Baiklah. Aku memang mencurigaimu.
Wajar saja aku curiga
setelah menyadari uang itu hilang di hari pertamamu.
Kau turut bersalah. Kenapa kau mematikan ponselmu?
Baterainya habis.
Bagaimana dengan alamatnya?
Tulisanku memang tak rapi.
Orang macam apa yang menulis enam seperti nol?
Orang macam aku.
Baguslah.
Bukankah seharusnya kau minta maaf, bukannya marah kepadaku?
Maafkan aku.
Itu cukup cepat.
Aku cenderung cepat dalam bertindak.
Kau ingin aku berhenti mendiamkanmu?
Tentu saja.
Baik, aku akan melupakannya jika kau menata gudang
dan mengisi lemari es dengan semua minuman. Sepakat?
Saet-byul, kau bercanda?
Aku suka melakukan itu. Akan kulakukan.
Butuh bantuan?
- Tidak. - Kenapa tidak?
"GS Retail"
Yeon-joo!
Dae-hyun.
Halo.
Seharusnya kau menelepon. Bagaimana jika kita tak bertemu?
Maka aku akan menunggu sampai kau lewat.
Yeon-joo, ayo makan siang bersama. Aku kelaparan.
- Makan siang? - Ya.
Nona Yoo, kami akan menunggumu di sana.
Nikmati makan siang kalian. Sampai jumpa.
Maafkan aku. Aku ada rapat makan siang.
Tak apa-apa. Aku baik-baik saja. Kau harus menghadiri rapat.
Bertemu denganmu saja sudah cukup bagiku.
Tapi kurasa aku punya waktu malam ini.
"Malam ini"?
Bagaimana jika kita bertemu malam ini di Hotel Kosirado?
Hotel?
Sampai nanti.
Astaga.
Hei, Saet-byul. Kau tak tahu selama apa aku menunggumu datang. Cepat.
Pak Choi.
Pak Choi, kau memakai parfum untuk membuatku terkesan?
Aku suka aroma ini.
- Tidak. - Jangan bohong.
Aku berjanji. Pacarku yang membelikan ini. Dia memintaku memakainya saat kencan.
Aku menyemprotnya di pergelangan tangan dan leherku.
Kau punya pacar?
Tentu saja aku punya pacar.
Tapi kenapa kau terdengar marah?
Jangan bilang... Astaga, kau cemburu?
Tidak, aku hanya kasihan kepada pacarmu.
Kenapa kau mengasihaninya?
Karena kau harus bertemu denganku tiap hari sekarang.
Pada akhirnya, kau akan jatuh cinta kepadaku dan muak dengan pacarmu.
Jangan lupa bilang kepadanya bahwa aku minta maaf sebelumnya.
Astaga, kondisimu sangat parah.
Bukankah kau terlalu muda untuk mengidap demensia?
Saet-byul, sadarlah. Kau pasti bisa.
Tetaplah fokus dan bekerja keras, ya? Kalau begitu, sampai jumpa.
- Sampai jumpa. - Baik. Kau harus tahu aku mengawasimu.
Hari itu, seharusnya aku tak memberi tahu Saet-byul
tentang Yeon-joo.
Yeon-joo, akan kutunjukkan
pria macam apa aku hari ini.
Kau ingin bersenang-senang denganku malam ini di sini?
Ya, ini buka 24 jam.
Jadi, ini yang ingin kau lakukan agar berkeringat?
- Kau ingin berolahraga. - Benar.
Ada apa? Apa yang kau bayangkan?
- Dae-hyun. - Ya?
- Berpikirlah lebih jernih. - Baiklah.
Kau tampak sangat lelah saat aku melihatmu tadi.
Kau tak bisa beraktivitas tanpa stamina. Kau bahkan merekrut pekerja sif malam.
Kau harus tidur nyenyak di malam hari dan berolahraga sesekali.
Mari lakukan pemanasan sebelum kita mulai berolahraga.
- Kau baik-baik saja? - Tentu saja, Yeon-joo.
Boleh aku ke toilet?
Kenapa bertanya kepadaku? Pergi saja.
Karena aku tak ingin kau curiga.
Aku takkan bertanya lagi jika kau berjanji takkan curiga.
Kau sedang apa, Pak Choi? Aku sedang bekerja.
Kau mengabaikanku karena sibuk? Kenapa kau sibuk?
Ada pelanggan membeli sebungkus rokok.
Dia memberiku 5 dolar tunai. Jadi, kukembalikan 50 sen.
Ini foto untuk membuktikannya.
Astaga.
Siapa yang kau kirimi pesan teks?
Si pekerja paruh waktu.
Hei, Dal-sik.
Dae-hyun, kau ingat karyawisata kita saat SMP?
Itu di Gunung Songni.
Kita harus tidur di hostel anak muda,
tapi kita terjaga semalaman karena orang-orang berisik.
Ya, tapi ada apa dengan itu?
Aku mengalami hal yang sama.
Pekerja paruh waktumu mengundang teman-temannya ke toserba
dan mengadakan pesta sialan di meja berpayung.
Aku merasa seperti berada di festival lumpur di Pantai Daecheon.
Apa?
Saet-byul, kenapa kau terus membawa satu?
Bir tak terasa enak kalau hangat.
Pak Manajer mengisi kulkasnya. Jadi, jangan khawatir.
Manajermu yang melakukan itu?
Siapa lagi yang akan melakukannya? Aku menyuruhnya merapikan gudang.
Kau memang hebat.
Atau menurutmu Feng shui tempat ini bagus?
Haruskah kuminta ayahku membeli gedung ini?
Astaga, mari bersulang untuk itu.
- Punya sesuatu yang ada kaldunya? - Sesuatu yang hangat.
Pergi dan ambillah yang kalian inginkan.
Tempat ini adalah kulkas kalian. Jagalah kulkas kalian.
Saet-byul, dasar berandal. Aku mulai sangat menyukaimu.
Inikah maksudmu?
Tidak, maksudku yang baru.
- Apa ini? - Ya, itu dia.
Apa... Astaga, wanita itu memang gila.
- Apa? Tunggu sebentar. Mereka... - Ini bagus.
Cobalah berhenti jika bisa.
Aku ingat gadis-gadis itu.
Ya, kau benar.
Apa aku tidak salah lihat? Astaga, baiklah.
Apa dia mencoba memorotiku? Bukan main.
Aku akan menghabisi kalian hari ini.
Dasar parasit sialan.
Biar kuambilkan bir untuk kalian.
Apa itu cukup?
Silakan minum minuman keras karena ini akan menjadi makan malam terakhir kalian.
Pak Choi?
Sub by IQIYI Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.