Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Eda Wakare, aku harus bicara denganmu.
Ada orang-orang dari stasiun TV yang datang kemari.
- Sungguh? - Ya.
Tentu kamu bisa tetap di sini, tapi mungkin akan sedikit berisik.
- Kuharap kamu maklum. - Aku sama sekali tidak keberatan.
Benarkah? Terima kasih.
Orang-orang dari stasiun TV akan di sini untuk sementara.
Hidup ini penuh dengan persimpangan.
Dan kini aku berada dalam satu persimpangan.
Karena orang dari stasiun TV akan datang,
aku harus memutuskan apa aku harus ganti pakaian
yang tadi kubeli atau tetap memakai pakaianku yang sekarang.
- Permisi. - Ya?
Kru TV itu akan syuting untuk program apa?
Program "Good Morning".
Jadi, aku harus bersikap seperti biasa saja?
Ya, kamu minum teh saja seperti biasa.
Baiklah. Aku mengerti.
Jujur saja, karena aku tidak pernah bisa tampil di TV,
aku mau ganti baju dengan yang baru dan tunjukkan ketampananku.
Tapi jika kuganti sekarang,
orang akan mengira aku ganti pakaian karena itu
dan itu akan sangat memalukan.
Aku harus berpikir bijaksana
antara bagaimana pendapat orang di sini terhadapku
dan ribuan pemirsa yang menonton acara ini akan melihatku.
Yang mana yang lebih penting?
Shirube, kamu tampak berbeda hari ini.
- Benarkah? - Ya.
Kamu tampak sangat berbeda.
- Ya, kamu lebih formal. - Bukan begitu?
Kamu baru membeli baju, ya?
Tidak, ini sudah lama kubeli.
Ada apa?
Shirube, jangan bilang kamu berdandan rapi hari ini
karena orang dari stasiun TV akan datang.
Tidak.
- Dia begitu, bukan? - Ya.
- Kubilang tidak. - Tidak apa-apa.
Kami akan sangat senang jika kamu memakai pakaianmu yang terbaik
karena toko kami.
Tidak, sudah kubilang tidak.
Aku sudah lama membeli pakaian ini.
Tapi kami belum pernah melihatmu memakainya.
Kamu hanya tidak pernah melihatnya.
Kalian tidak ada saat aku memakainya.
Aku sudah lama mulai memakai ini.
Ini sudah sekitar tiga atau empat tahun.
- Yang Mulia. - Ya?
Memang dia seorang hakim?
Lihatlah ini.
Begitu, ya.
Kamu bilang mulai memakainya tiga atau empat tahun yang lalu.
Tadi kamu bilang begitu, bukan?
Ya.
Apa kamu yakin?
Ya.
Shirube, majalah mode ini adalah edisi bulan ini.
Dan di halaman yang mengulas mode musim dingin,
semua pakaian dan gayanya
sama seperti yang kamu pakai saat ini.
Itu hanya kebetulan.
Kebetulan?
Baiklah, kami anggap itu suatu kebetulan
tapi katamu kamu mulai memakainya tiga atau empat tahun lalu.
- Dan itu suatu kebohongan. - Kenapa kamu berkata begitu?
Pakaian ini adalah produk baru untuk musim dingin ini.
Berarti semua yang kamu pakai ini baru rilis tahun ini.
Bagaimana kamu membeli sesuatu yang belum dirancang
tiga hingga empat tahun lalu?
Kamu bisa berikan penjelasan yang masuk akal?
Tidak ada lagi yang ingin kutanyakan pada tergugat.
Shirube, menyerahlah saja.
Lebih baik mengakuinya.
Shirube, akan kutanya sekali lagi.
Apa kamu beli baju baru ini dan berdandan rapi
karena wawancara yang akan diadakan hari ini?
Ya.
Sidang ditangguhkan.
Sebaiknya aku tidak usah ganti pakaian.
"Episode 4 Pilihan antara uang dan hasrat"
"4 November, pukul 2 lewat 12 siang"
"Stasiun Industri Daiyama"
Cukup, kamu tidak perlu datang lagi minggu depan.
Kamu dipecat.
Ini gaji bulan ini, 10.000 yen.
Sudah cukup, bukan?
Kamu sungguh tidak memahami situasimu, ya?
Pergilah secepatnya.
Tidak ada yang perlu kita bahas lagi. Pergilah.
Aku sangat sibuk.
Hei!
Jangan sampai aku melihatmu lagi.
Jika tidak, kamu akan menanggung akibatnya.
Baiklah.
Asakura, kamu sungguh berhenti kerja?
Dia baru memecatku, bukan?
Tentu saja dia tidak serius.
Pikirkanlah sejenak.
Kamu bekerja di pabrik kecil ini selama hampir 10 tahun.
Kamu sudah seperti keluarga bagi semua yang di sini.
Kenapa dia memecatmu semudah itu?
Dari sisi apa pun kami menilainya, mereka yang rugi telah memecatmu.
Pabrik ini sudah kekurangan tenaga kerja.
Lalu apa yang harus kulakukan?
Akui saja kesalahanmu dan minta maaf.
Dan biarkan insiden itu berlalu.
- Tapi itu bukan salahku. - Aku tahu.
Tapi situasinya tidak akan teratasi jika kamu melakukannya.
Pimpinan juga butuh bantuan untuk mundur secara terhormat.
Aku tidak peduli dengannya.
Sudahlah, ayo minta maaf bersama.
Aku tidak ingin melakukannya.
Aku tidak mengerti kenapa aku harus minta maaf.
Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?
Kamu tidak punya pekerjaan.
Aku akan mencari pekerjaan sementara.
Pekerjaan sementara? Bagaimana dengan istrimu?
Jika kamu sangat kekanakan dan keras kepala,
kamu tidak akan dapat apa pun dalam pekerjaan apa pun.
Sudah cukup, kamu menyebalkan.
Tunggu.
Jika kamu menyesalinya nanti, aku tidak akan menolongmu.
Stasiun berikutnya adalah Stasiun Kaketa.
"Penumpang yang ingin keluar, silakan menekan tombol ini"
Stasiun Pengembangan Perumahan Kakeda"
Apa yang harus kulakukan selanjutnya?
"Pilihan A"
Selamat datang.
"'Good' Informasi kerja paruh waktu terbaik"
Maaf, kami sedang syuting.
Bisa kamu tunggu sebentar? Kami akan segera selesai.
Kamu sedang syuting apa?
Ini sebuah drama.
Judulnya "The Criminal Police".
Baiklah, mulai.
- "The Criminal Police"? - Ya.
Mari mulai.
Adegan ke-15. Cut ketiga.
Mulai!
Bertahanlah, Dokter Forensik Mafia!
Polisi Kriminal,
aku sudah tamat!
Aku mengandalkanmu untuk menyelesaikan kasus ini.
Apa yang kamu bicarakan?
Sial! Semuanya
kesalahan masyarakat yang tidak berguna ini.
Apa yang kamu katakan?
Para petinggi
selalu membatasi kami dengan sidik jari dan DNA.
Yang ingin kukejar bukanlah sidik jari atau DNA.
Yang kuinginkan adalah kebebasan.
Dokter Forensik Mafia!
Bagaimana cerita "Criminal Police"?
Sang polisi adalah orang yang menghadapi kejahatan.
Aku adalah seorang kriminal!
Aku sama sekali tidak mengerti. Siapa yang mau menontonnya?
- Baiklah, cut! - Baik!
- Terima kasih. - Terima kasih.
Bagus sekali.
Maaf dan terima kasih atas kerja samamu.
- Tidak masalah. - Selanjutnya cut keempat!
- Sutradara, apa pendapatmu? - Ini keren.
- Bisa kamu urus ini dulu? - Sutradara...
- Sutradara... - Ya?
Maaf...
Asisten Sutradara, dia memotretmu.
Cepatlah pergi!
"Pekerjaan kantoran"
"Pekerjaan kasar"
"Lotre Deluxe National ke-286"
"Lotre Deluxe"
Benarkah?
Antar saja aku ke bank terdekat.
Baiklah.
"Kembali"
Kita jalan perlahan.
Lalu lintas sangat macet saat ini.
Begitu, ya.
Apa kamu terburu-buru?
Ya, aku ingin tiba di bank sebelum itu tutup jika bisa.
Begitu.
Tapi itu akan sulit.
- Sulit? - Ya.
Saat ini jalanan paling macet dan hari ini semakin parah.
Pasti ada kecelakaan di depan sana.
Ini sudah pukul 3 sore.
Kita tidak akan sampai.
Maaf karena tidak bisa membantumu.
Tidak apa-apa, kita tidak bisa berbuat apa-apa di situasi ini.
- Aku akan pergi besok saja. - Begitu.
- Apa ini hari gajianmu? - Bukan.
Sebenarnya
aku baru memenangkan lotre.
Selamat. Kamu menang berapa banyak?
100 juta yen.
Benarkah?
Hebat, bukan? 100 juta yen!
Benarkah?
Besok juga boleh.
Karena ini tidak terjadi tiap hari, aku hanya ingin memeriksanya.
Sebenarnya, aku baru dipecat dari perusahaanku hari ini.
Penyebabnya karena insiden kecil.
Aku bertengkar dengan bosku. Aku hanya perlu minta maaf,
tapi aku tidak bisa.
Aku sudah menikah dan butuh pekerjaan.
Saat aku kehabisan ide dan benar-benar kacau,
tiba-tiba kupon lotre ini muncul.
- Maaf, Pak. - Ya?
Kupon tiket ini dari tahun lalu.
Kadang aku juga membeli kupon lotre.
Jika kuingat-ingat
undian lotre baru-baru ini adalah undian ke-292.
Kupon ini adalah undian dari tahun lalu.
Berarti aku tidak akan mendapatkan uang?
Tidak juga, itu tergantung tenggat waktu untuk mengambil hadiahnya.
Kapan tenggat waktu untuk kupon ini.
"Dari 5 November 2013 sampai 4 Januari 2014"
Sampai hari ini.
Berarti baru saja kedaluwarsa.
Kita bisa mengambilnya jika pergi 30 menit lalu.
100 juta itu uang yang banyak yang bisa ubah hidup seseorang.
Jika kamu mengemudi lebih cepat...
Kamu keberatan jika kita mencobanya lagi?
Apa maksudmu "coba lagi"?
Jika kamu naik taksi ini lebih awal,
maka kamu pasti bisa mengambilnya tepat waktu.
Lebih awal?
Ini berarti kamu memotong waktu
yang kamu gunakan pada hal lain sebelumnya.
Jadi, kamu hanya perlu kembali dan membuat ulang keputusanmu.
Aku tidak paham yang kamu bicarakan.
Kalau begitu, biar kujelaskan.
Hidup kita penuh persimpangan.
Mulai dari pekerjaanmu,
rumahmu,
hidangan makan malammu,
sampai bagaimana kita menggunakan waktu kita,
kita harus membuat keputusan dalam hidup
dam keputusan yang kita buat akan menentukan masa depan kita.
Taksiku bisa bawa penumpang kembali ke persimpangan keputusan mereka
dan memperbolehkan mereka membuat ulang keputusan.
- Persimpangan masa lalu? - Ya.
Misalnya, jika kamu kembali ke sejam sebelum kamu naik taksi ini,
mengurangi waktu yang kamu pakai untuk hal lain,
dan menaiki taksiku lebih awal,
maka kita bisa tiba sebelum bank tutup.
Maka kamu bisa mengambil uang 100 juta yenmu.
"Taksi Keputusan bisa bawa penumpang kembali ke masa lalu."
"Taksi Keputusan"?
Tapi semakin jauh kamu ke masa lalu, ongkosnya akan semakin mahal.
Jika kamu bisa dapatkan 100 juta yen itu, ongkos ini tidak seberapa.
Jika aku bisa kembali ke masa lalu, kamu benar.
Kamu bisa kembali ke masa lalu.
Tapi ada satu hal yang perlu kamu ketahui.
Kamu tidak bisa bawa kupon itu kembali ke masa lalu.
Kenapa?
Kupon itu akan kembali ke tempatnya semula pada waktu itu.
Begitu.
Bagaimana menurutmu?
Aku harus kembali ke masa sebelum aku naik bus itu.
Yaitu 50 menit yang lalu.
Jadi, bisakah kamu mengurangi waktu yang dipakai untuk capai taksi ini?
Ya, itu bukan masalah.
Baiklah.
Jadi, kamu akan mencobanya lagi dari 50 menit yang lalu.
Ya.
"Waktu"
Kalau begitu, mari cari cara untuk memutar balik dulu.
"Waktu"
Ini seperti sedang bermain game.
Benarkah?
Maaf.
Ya?
Apa kita akan kembali ke masa lalu?
Ya.
Kamu tidak merasa seperti sedang kembali ke masa lalu, ya?
Ya.
Kamu benar.
Memang tidak ada perasaan seolah sedang menjelajahi waktu.
Tapi tidak masalah jika aku memang bisa kembali ke masa lalu.
Tentu saja, kita sedang kembali ke masa lalu saat ini.
Tapi tidak terasa seolah sedang menjelajahi waktu, ya?
- Itu sungguh tidak masalah... - Aku mengerti.
Kalau begitu, duduklah dengan tenang dan pegangan.
Bagaimana?
Kini kamu merasa seperti sedang menjelajahi waktu?
Semacam itu.
Dan kamu merasa kita sedang menjelajahi waktu
saat aku bilang, "Duduklah dengan tenang dan pegangan", bukan?
Ya, kurasa kamu benar.
Apa kita berada dalam terowongan waktu?
Tidak, kita ada di jalan tol.
Dan ini hanya terowongan jalan tol.
Jadi, kita berada di jalan tol biasa?
Ya.
Kini kamu merasa kita sedang berkelana menembus waktu?
Aku senang tidak ada mobil lain.
Jika ada mobil lain, semua upaya kita akan sia-sia.
Ini menyenangkan.
Ini sungguh menyenangkan.
"Taksi Keputusan"
Kita sudah sampai.
Baiklah.
Apa kita sungguh berada di masa lalu?
Bagaimana jika kamu periksa sakumu?
Sudah tidak ada lagi.
Benar, bukan?
Ini fantastis!
Tolong datang ke pintu masuk taman 30 menit lagi.
- Baik. - Baiklah, sampai jumpa.
"Stasiun Industri Daiyama"
30 menit?
Busnya sungguh ada di sini.
Baiklah.
Baiklah.
Ayo mulai.
Adegan ke-15, cut kedua!
Mulai!
Aku tidak tahan lagi!
"Pilihan B"
Maaf, tapi kamu harus menunggu sebentar.
Permisi.
Tunggu!
Luar biasa...
Siapa orang itu? Cut!
Kamu cepat. Kamu menghemat 15 menit.
Aku pasti bisa sampai tepat waktu.
Baiklah, 100 juta yen, aku datang!
"Bank Tozai Cabang Sakuragi"
Permisi.
Bisakah aku menebus kupon ini?
Ya, coba kuperiksa dulu. Mohon tunggu sebentar.
Baik.
- Aku butuh KTP dan stempelmu. - Apa?
Jika ingin menebus hadiah melebihi 1 juta yen
dibutuhkan KTP dan stempel.
Itu...
Aku bawa KTP, tapi aku tidak punya stempel.
Maaf, berarti aku tidak bisa menebus hadiah ini untukmu.
Sungguh?
Bisakah kamu lakukan sesuatu? Tenggat waktunya hari ini!
Aku sungguh menyesal.
Aku sungguh tidak bisa membantumu.
Aku akan segera kembali dan membawakannya.
- Kamu sudah dapat hadiah itu? - Maaf.
Bisakah kamu mengantarku ke rumah dengan cepat?
Ada apa?
Mereka bilang mereka butuh stempelku.
Kita bisa bahas ini nanti, tolong jalan dulu.
Itu tidak baik, ayo cepat.
Selamat datang.
Kenapa kamu pulang cepat?
Nanti saja kujelaskan.
- Ada apa? - Stempelku...
- Ada apa? - Aku butuh stempelku.
Di mana stempelku?
Tunggu dulu. Kenapa kamu butuh stempelmu?
Sudah kutemukan.
Apa yang kamu lakukan? Bagaimana dengan pekerjaanmu?
Maaf, tapi aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya sekarang.
Aneh sekali kamu membawa stempel tanpa mengatakan apa pun.
Aku butuh ini untuk uang.
Uang? Ada apa ini?
Aku buru-buru. Nanti saja kujelaskan.
- Tunggu dulu. - Akan kuberi tahu jika aku pulang.
Sudah cukup!
Kukira kamu pergi bekerja, tapi kamu malah pulang sekarang.
Dan kamu ingin mencari stempelmu tapi tidak menjelaskan padaku.
Kamu hanya bilang itu untuk uang.
Aku tidak bisa membiarkanmu pergi sekarang.
Bukan seperti itu.
Kamu pasti melakukan hal buruk.
Tidak! Bukan itu!
Nanti saja kujelaskan. Aku tidak berbuat salah.
- Tunggu! - Nanti kujelaskan saat aku pulang.
Hei!
Terima kasih sudah memperhatikan kami selama ini.
Aku istri Asakura. Hari ini suamiku...
Apa?
Aku mengandalkanmu.
Baiklah, ayo berangkat.
Ini sungguh seperti sedang memainkan game.
- Benarkah? - Ya.
Baiklah.
Lalu lintas sangat macet.
Ya, kamu benar.
Ini sama sekali tidak baik.
Sepertinya ada kecelakaan yang terjadi di depan sana.
Menurutmu apa lebih cepat
jika aku berlari ke bank?
Mungkin itu lebih cepat.
Aku akan keluar.
100 juta yen!
- Apa kamu baik-baik saja? - Satu, dua, tiga!
Tolong mundur.
Tolong mundur.
- Apa kamu baik-baik saja? - Apa kamu baik-baik saja?
Kenapa ini harus terjadi sekarang?
Permisi. Aku mau lewat!
Maaf!
Apa kamu baik-baik saja?
Tunggu!
Tunggu!
Tunggu!
Hei, tunggu!
Sial!
"Aku tidak bisa bersamamu lagi"
"Aku akan kembali ke rumah orang tuaku"
Apa ini?
Kenapa ini terjadi padaku?
Gagal lagi, ya?
Ya. Kini istriku meninggalkanku.
Apa?
Kamu sudah berbuat apa hingga dapat kesialan dalam waktu singkat?
Aku sungguh tidak tahu.
Kembalilah ke 50 menit yang lalu.
Baiklah.
"Stasiun Industri Daiyama"
Aku harus mengambil stempelku dulu.
Stempelku.
Maaf, tolong minggir sedikit.
"Pilihan C"
Tidak!
Kumohon hentikan.
Bukan begitu. Ini salah paham.
Berikutnya adalah Stasiun Kaketa.
Aku ingin keluar dari bus ini.
Apa kamu baik-baik saja? Apa dia melecehkanmu?
Hei, kamu!
- Aku buru-buru. - Kamu melecehkannya, bukan?
- Sudah kubilang tidak. - Lalu kenapa kamu kabur?
Sudah kubilang aku buru-buru!
Kamu tidak bisa kabur setelah melecehkannya.
Itu karena busnya berguncang.
Berdebat di sini tidak akan menyelesaikan permasalahan.
Kamu harus pergi ke kantor polisi bersama kami.
Kenapa aku harus ke kantor polisi?
Jangan coba-coba lari. Bisakah seseorang menelepon polisi?
Hei, berhenti!
Berhenti!
Ayo mulai. Adegan ke-15, cut kedua!
Mulai!
Aku tidak tahan lagi!
Semua orang hanya menginginkan bukti.
Aku bukan budak polisi!
Aku bisa terbang!
Aku tertembak!
Tidak mungkin!
Tolong biarkan aku lewat!
- Permisi. - Tangkap dia!
Cut!
- Berhenti! - Tunggu!
Kubilang aku tidak melakukannya. Berhentilah mengikutiku!
Tangkap pria itu!
Jangan kabur. Dasar mesum!
Mesum!
Cepat, kembalilah ke stasiun bus.
- Apa yang terjadi? - Jangan tanya, jalan saja.
Aku ingin kembali.
Ada apa ini? Apa yang terjadi?
Yang benar saja. Hentikan itu!
Apa yang kamu lakukan kali ini?
Waktuku tidak pas.
Apa yang kamu perbuat sampai dikejar banyak orang?
Meski kamu buru-buru, kamu juga harus berhati-hati.
Ya.
"Stasiun Industri Daiyama"
Ambil kuponnya setelah bus berguncang.
Setelah bus berguncang.
Ambil kuponnya setelah bus berguncang.
Baiklah, kini aku butuh stempelku.
"Pilihan D"
- Selamat datang. - Aku pulang.
Kamu pulang cepat hari ini.
Aku sedang jeda, jadi, aku pulang mengambil benda yang lupa kubawa.
- Kamu melupakan sesuatu? - Ya.
Aku butuh itu untuk dokumen. Nanti saja kujelaskan.
Aku akan kembali bekerja.
Hei, ada yang ingin kukatakan.
- Sebentar saja. - Ada apa?
Aku harus kembali bekerja.
Ini hanya sebentar.
Lihat. Tanaman tomat ini sudah berbuah.
- Hebat, bukan? - Ya.
Memang masih hijau, tapi akan segera matang.
Benarkah? Itu bagus.
Maaf, kamu harus kembali bekerja, bukan?
Ya.
Kamu tidak perlu menyiapkan makan malam hari ini.
Kita akan makan malam di luar karena aku dapat bonus hari ini.
Baiklah.
Pikirkanlah kamu ingin makan apa.
Baiklah.
Baiklah, aku pergi dulu.
- Sampai jumpa. Jaga dirimu. - Baik.
Aku menyia-nyiakan waktu. Aku harus cepat.
Aku seorang kriminal!
- Cut! - Baik.
- Terima kasih. - Itu hebat.
Selanjutnya kita akan syuting untuk cut keempat.
- Sutradara. - Ada apa?
- Bagaimana penampilanku hari ini? - Kamu keren.
Setelah "Aku seorang kriminal", aku ingin tambah satu kalimat
yaitu "Semua orang adalah kriminal".
Bagaimana menurutmu?
Ini "The Criminal Police"? Aku akan menontonnya.
Apa?
Baiklah.
Aku seorang penggemar. Tapi itu bohong!
Tidak apa-apa.
Lumayan.
"Kembali"
Lumayan, kali ini kamu gunakan waktumu dengan baik.
- Kita bisa tepat waktu, bukan? - Ya.
100 juta yen, aku datang!
"Taksi Keputusan"
Apa lalu lintas macet?
Ya, tapi jalanan akan lebih padat sebentar lagi.
Tapi kurasa aku bisa tiba tepat waktu.
Begitu.
Aku akan keluar di sini.
Aku merasa berlari ke bank akan lebih cepat.
- Benarkah? - Ya.
Benar, aku akan membayar ongkos taksinya.
Apa itu tidak masalah? Ongkosnya mahal.
Kamu bisa membayarku setelah dapat hadiahmu.
Tidak apa-apa, aku sudah menerima gaji hari ini.
- Begitu. - Ya.
Dan setelah aku dapat uang itu
aku akan makan malam di luar bersama istriku.
- Jadi, kubayar ongkosnya sekarang. - Begitu.
- Itu bagus. - Ya.
Terima kasih.
Apa yang akan kulakukan jika punya 100 juta yen?
Awas!
Apa?
Sebenarnya
aku baru memenangkan lotre.
100 juta yen.
Dan setelah aku mendapatkan uang itu
aku akan makan malam di luar bersama istriku.
Jadi, aku akan bayar ongkos taksinya sekarang.
Jalanan semakin macet.
Keputusanmu untuk keluar dari mobil adalah keputusan bijaksana.
100 juta yen? Aku sungguh iri padamu.
Kamu mau pergi ke mana?
- Ke Hinomichi. - Ya, Pak.
Kamu terlihat tegang. Ada apa?
Bukan apa-apa.
Aku mau mendengarkanmu.
Sebenarnya...
Begitu, ya.
Aku syok.
Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.
Kamu ingin mencobanya lagi?
Apa?
"Stasiun Industri Daiyama"
Terima kasih banyak.
Terima kasih!
Begitu, ya.
Berarti tidak ada yang bisa kamu perbuat.
"Pilihan A"
Stasiun berikutnya adalah pabrik Daiyama.
Seharusnya aku minta maaf.
"'Good' Informasi kerja paruh waktu terbaik"
"Pilihan E"
Kita tidak tahu takdir apa yang akan terjadi di hidup kita.
Setelah itu, dia bicara dengan bosnya
dan bisa kembali bekerja.
Bosnya sebenarnya tidak sungguh-sungguh memecat dia.
Meski dia tidak mendapat 100 juta yen,
dia merasa lega.
Lebih baik kehilangan uang daripada mendapat hadiah
dengan mempertaruhkan karier dan keluarganya.
Bekerja keras seperti biasa mungkin lebih membahagiakannya.
Omong-omong,
menebus kupon lotre yang kamu temukan adalah sebuah kejahatan.
Tolong jangan ikuti perbuatannya.
Selamat datang.
Acara selanjutnya setelah iklan adalah tentang pencuci mulut.
Akan tayang setelah ini.
Aku sangat gugup.
Kalian sepertinya tidak pernah tampil dalam program TV.
Kami memang tidak pernah tampil di TV.
Kamu cukup bersemangat selama wawancara.
Apa kamu tidak gugup?
Aku sudah cukup berpengalaman dalam hal ini,
jadi, mungkin aku sedikit lebih berpengalaman dari kalian.
Apa dulu kamu seorang artis?
Ya, saat aku berusia 20 tahun, tapi hanya sebentar.
Itu bagus.
Itu hanya sebentar.
Dulu aku seorang aktor.
- Manajer, apa kamu tahu soal ini? - Aku tidak tahu.
Itu sudah lama sekali.
Omong-omong, tadi dialogku banyak, jadi, tidak tahu bagian mana
yang akan mereka gunakan untuk program TV itu.
Aku bicara pada S bahwa aku akan berbicara sedikit lebih banyak,
jadi, dia akan mendapat lebih banyak materi untuk dipakai.
Begitu, ya.
Mereka tidak akan masukkan semua yang mereka rekam di program itu.
Mereka hanya pakai bagian yang terbaik.
- Apa arti "S"? - Sutradara.
"Residen kelas atas. Bisa menampung sejuta keluarga"
Ini dia!
Kini aku akan perkenalkan kedai kopi terkenal, Choice.
Toko ini punya nuansa retro. Aku merekomendasikan kue kejunya.
Lezat.
Ini lezat!
Apa ini kue keju paling populer dalam menu?
Ya, itu yang paling populer
di antara hidangan lain dalam menu.
Banyak pelanggan kemari untuk makan kue keju itu.
Natsuki, kamu terdengar aneh.
Ya, banyak pelanggan datang kemari untuk makan kue keju itu.
Kamu mengatakan hal yang sama.
Bagaimana rasa kue keju Choice?
Itu Eda Wakare.
Aku selalu datang dari jauh demi makan kue keju di sini.
Suaramu terlalu rendah.
Aku tidak bisa dengar dengan jelas.
Ini tidak terlalu manis.
Aku selalu kemari jika sempat.
- Apa yang kamu lakukan? - Ini enak, aku suka.
Silakan mampir
dan cobalah kue keju kami.
Kalian semua tidak mengatakannya secara bersamaan.
Pasti lebih baik jika serempak.
- Berikutnya, kami perkenalkan... - Sudah selesai.
Wajahku tampak sangat bulat.
Wajahku tampak berminyak.
Kami merekomendasikan Tiramisu untuk cita rasa baru.
Tunggu.
Shirube, di mana bagianmu?
Itu tidak ditayangkan.
Bahkan bagian Eda Wakare ditayangkan.
Dia terlalu banyak bicara, tapi semuanya dipotong.
Aku turut sedih karena kamu sudah berdandan rapi untuk itu.
Sudah kuduga sebaiknya aku tidak memakai baju baruku.
Aku ingin melakukan ulang ini.
- Kita sudah sampai. - Secepat ini?
Tolong perkenalkan dirimu.
Aku Shinozaki Misako, seorang dokter di Tokyo.
Dia bukan wanita biasa.
Aku tersesat.
Aku ingin menghadirinya sekali lagi.
Baiklah.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.