Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tidak kusangka ada siput dalam sayuran yang kubeli.
Yang benar saja.
- Sekarang siputnya kuternakkan. - Sungguh?
Maaf membuatmu menunggu. Ini kopi panasmu.
Terima kasih.
Apa?
Selamat menikmati.
Natsuki.
- Maaf. - Sebentar.
- Permisi. - Sebentar.
Pesananmu sudah tiba.
Maaf membuatmu menunggu.
Manajer, tolong kemari sebentar.
Tentang tempat yang biasa kududuki, boleh aku ke sana jika kosong?
Tentu.
- Maaf sudah merepotkan. - Tidak apa-apa.
Hidup ini penuh dengan persimpangan.
Dalam kehidupan sehari-hari,
kita menemui berbagai persimpangan dan harus membuat pilihan.
- Manajer. - Ya?
- Mejanya sudah kosong. - Baik, tolong tunggu sebentar.
- Maaf sudah mendesakmu. - Tidak apa-apa.
Kanna, bisa tolong bersihkan meja itu?
Baik.
Keputusan ini tidak akan bawa dampak yang besar di masa depan seseorang.
Ini bukan urusan hidup dan mati.
- Selamat ulang tahun! - Selamat ulang tahun!
Kalian sungguh mengejutkanku. Terima kasih.
Ayo berfoto.
- Bisa tolong potret kami? - Tentu saja.
- Ini kesempatan yang langka. - Benar.
Kamu harus memotret sebelum lilinnya padam.
Akan kupotret sekarang. Tersenyum.
- Sekali lagi untuk jaga-jaga. - Baiklah.
Kupotret sekarang.
Tersenyum.
- Baiklah. - Terima kasih.
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
Kanna, mejanya sudah dibersihkan?
- Sudah. - Baiklah.
Mejanya sudah kosong, kamu boleh pindah ke sana.
Manajer, tunggu.
Soal foto mereka yang kamu potret beserta kuenya,
bukankah lebih baik jika kamu potret usai aku pindah ke meja itu?
- Apa? - Aku tidak keberatan,
tapi aku merasa malu berada di belakang mereka.
- Aku mungkin ikut terpotret. - Kamu ada di foto itu.
Jika kamu menunggu sebentar,
aku pasti sudah ke sana dan tidak ikut terpotret.
Aku tidak memikirkan itu.
Tidak apa-apa.
Kamu boleh pindah sekarang. Silakan.
Aku adalah tokoh protagonis dalam cerita ini.
Aku bisa kembali ke masa lalu saat orang membuat keputusan penting.
- Selamat ulang tahun! - Selamat ulang tahun!
- Selamat ulang tahun! - Terima kasih!
- Bisa tolong potret kami? - Tentu.
Aku akan memotret. Tersenyum.
- Sekali lagi. - Baiklah.
Tersenyum.
- Apa fotonya bagus? - Terima kasih.
Terima kasih banyak.
"Episode 3 Pilihan cinta dan manusia"
- Kozai Marina. - Ya.
Kini kami akan menyerahkan piala pada pemenangnya.
Berikutnya, ada sang suami, Nonoyama Takehiko,
yang akan menerima piala.
- Selamat. - Terima kasih.
Nonoyama Takehiko dan Akiho, selamat.
Aku Nonoyama dari Going Next
yang merasa terhormat bisa menerima hadiah ini.
Aku sangat tersanjung berada di sini memegang hadiah ini.
Semua ini berkat istriku, Akiho, yang mendukungku,
meski dia bekerja sebagai model.
Aku sangat bangga bisa menerima
hadiah yang sangat berharga ini.
Aku akan berusaha mempertahankan kebahagiaan pernikahanku.
Terima kasih.
Kalian adalah pasutri terbaik. Kalian berencana punya anak?
Aku suka anak-anak dan tentu ingin memilikinya.
Tapi semua ini tergantung pada takdir kami.
Kamu benar. Akiho, apa komentarmu?
Begini...
Aku akan sulit mengendalikan bobotku setelah melahirkan.
Aku akan mempertimbangkannya jika karierku sudah lebih stabil.
Dia model terkenal saat ini.
Itu tidak akan memakan waktu lama.
Kita akan segera mengadakan pertemuan makan siang, ya?
Aku ingat tempatnya di restoran Mandarin di lantai 22.
Kita akan makan bersama presdir Naked Pillows, bukan?
Ya.
- Aku akan pergi usai ganti pakaian. - Ya, Pak.
Kalau begitu, aku pergi duluan.
- Aku akan menghubungimu nanti. - Baiklah.
Kozai, sisanya kuserahkan padamu.
Jaga dirimu, Bu.
Sampai nanti.
Tunggu.
- Kamu sangat agresif. - Kamu tidak suka?
Aku bukannya tidak suka.
- Tunggu, berhenti. - Apa?
Aku harus bicara denganmu dulu.
Bisakah itu menunggu sampai kita selesai?
Tidak. Kita harus bicara sekarang!
Ada apa?
Begini...
Ceraikanlah istrimu dan menikahlah denganku.
"Pilihan A"
- Apa? - Aku mau pulang.
Tunggu, tidak adil jika kamu pergi begitu saja.
"Tidak adil"?
Ini yang harus kukatakan.
Apa?
Kamu tetap ingin menjadi pacarku, meski kamu tahu aku sudah menikah.
Hanya itu yang ingin kamu katakan?
Aku mencintaimu dan tentu saja aku ingin menikah denganmu.
Tapi aku sudah muak dengan pernikahan.
Impianku akan pernikahan sudah sirna.
Kalau begitu, kenapa kamu tidak bercerai?
Tidak semudah itu. Kamu harus mengerti.
Tunggu.
Aku bersamamu hanya untuk melarikan diri dari kenyataan.
Kenapa kamu menarikku kembali dalam kenyataan?
Aku senang kamu bersandar padaku. Tapi aku juga seorang wanita.
Aku ingin menikahi orang yang kucintai.
Bukankah itu sangat normal?
Meski kita tidak bisa menikah sekarang, tapi suatu hari nanti...
Wanita berubah setelah menikah.
- Aku tidak akan berubah. - Pasti berubah.
Dia juga mengatakan hal sama.
Aku berbeda. Aku tidak akan berubah setelah kita menikah.
Kamu akan berubah.
Semua wanita akan berubah setelah dapat ketenaran dan uang,
Aku bukan wanita seperti itu.
Tidak, kamu akan berubah.
Bisakah kamu dengar aku?
Ada apa?
Begini...
Aku...
Aku hamil.
Hamil?
Benarkah?
Aku tidak akan berbohong soal hal seperti ini.
Para wanita biasa berbohong.
Apa?
Semua pacar yang pernah kumiliki
berbohong karena uang.
Aku tidak menginginkan uangmu.
Kenapa kamu tidak memahamiku?
Maafkan aku.
Kenapa ini terjadi padaku?
Kamu butuh tumpangan, Nona?
Ya.
- Tujuannya ke mana? - Jalan saja.
Baik, Nona.
"Kosong"
"Isi"
Aneh.
Pasti ada di saku celana panjang yang kucuci.
Maaf. Aku tidak punya saputangan.
Tidak apa-apa.
Sudah kutemukan.
Tidak usah. Tidak perlu mencemaskanku.
Apa?
Apa kamu baik-baik saja?
Ya, terima kasih.
Baiklah.
Seharusnya aku tidak memaksanya untuk menikahiku, ya?
Tapi kamu juga harus memikirkan bayi itu.
Apa karena waktunya tidak tepat, ya?
Apa rencanamu selanjutnya?
Apa yang harus kulakukan?
Jika ini hanya perselingkuhan di luar nikah yang biasa,
aku akan menyarankanmu meninggalkan pria itu.
Lebih baik merasakan cinta yang biasa.
Tapi mengingat bayi yang kamu kandung,
ini kasus yang berbeda.
Aku tidak tahu harus berbuat apa.
- Apa kamu ingin pergi ke pantai? - Tidak usah mencemaskanku.
Benarkah?
- Maaf. - Ya?
Mengenai yang baru kukatakan tadi...
Bagaimana cara mengatakannya, ya?
Aku bukan ingin membawa wanita yang sedang sedih ke pantai
untuk menunjukkan kebaikanku.
Apa?
Begitulah.
Saat aku mengajakmu pergi ke pantai tadi,
jika kamu menolak karena kamu merasa curiga,
kamu salah paham dengan niatku.
Aku tidak berpikiran begitu.
- Benarkah? - Ya.
Aku menjadi lega.
Tentang usul ke pantai tadi,
memang sulit untuk menjawabnya.
Tapi kamu belum berkata ingin pergi ke mana.
Kamu benar.
Karena itu aku bertanya apa kamu mau ke pantai
karena aku mencemaskanmu.
Aku tidak ingin mengajakmu ke pantai tanpa bertanya dulu
atau mencoba berusaha bersikap romantis.
Aku mengerti.
Menawarimu kaus kaki daripada saputangan tadi
tidak disengaja.
Aku tidak bermaksud melakukan itu.
Aku tidak bermaksud bersikap bodoh untuk mendapat perhatianmu.
Aku mengerti.
Aku menjadi lega.
Tiba-tiba aku merasa itu memalukan
saat usulku pergi ke pantai ditolak.
Sebenarnya, pergi ke pantai bukan ide yang buruk.
Aku menjadi merasa lebih baik setelah mengobrol denganmu, Pak.
Terima kasih sudah mencemaskanku.
Tolong kembali ke tempat kamu menjemputku tadi.
Maksudmu hotel itu?
Aku tidak bisa kembali ke sana, meski kamu ingin.
Kalau begitu,
bagaimana jika kamu kembali ke hotel yang kamu bisa datangi kembali?
Apa?
Taksi ini...
Tunggu.
Aku tidak punya maksud lain.
Meski yang tadi kukatakan
bisa ditafsirkan sebagai ajakan ke hotel,
aku tidak bermaksud begitu.
Aku sama sekali tidak berpikiran begitu.
Syukurlah.
Kalau begitu, biar kujelaskan.
Hidup ini penuh dengan persimpangan.
Apa kamu paham konsep ini?
Ya.
Mulai dari pekerjaanmu, rumahmu,
hidangan makan malammu,
hingga waktu di mana kamu meminta kekasihmu untuk menikahimu,
kita membuat ragam keputusan dalam hidup
dan keputusan yang kita buat itu akan menentukan masa depan kita.
Ya.
Taksiku bisa bawa penumpang kembali ke persimpangan pilihan mereka
dan membuat mereka bisa mengulang kembali keputusan mereka.
Ke masa lalu? Apa maksudmu?
Kamu bisa membuat keputusan berbeda
dan membuatnya berjanji untuk menikahimu.
Itu tidak mustahil.
Aku tidak ahli menjelaskan secara detail. Baca saja ini.
Ini brosurnya.
Aku kram.
Maksudmu yang ini?
"Taksi Keputusan"?
Semakin jauh kembali ke sama lalu, semakin mahal ongkosnya.
Bagaimana menurutmu?
Aku sungguh bisa kembali ke masa lalu?
Bisa.
Meski kamu bisa kembali ke masa lalu,
bukan berarti kamu bisa dapatkan yang kamu inginkan.
Semua bergantung pada pilihan penumpang.
Ini berarti aku bisa kembali ke masa lalu
dan mengubah waktu aku membahas pernikahan dengannya, ya?
- Benar. - Aku mengandalkanmu.
Kamu ingin kembali ke pukul berapa?
"Masa kini, masa lalu"
Kembalilah ke masa saat aku pergi ke hotel tadi.
Sudah berapa lama itu?
Sekitar tiga jam yang lalu.
Tiga jam, ya?
Bisakah kamu beri aku sedikit waktu lagi? Untuk berjaga-jaga.
Berarti 3 jam 10 menit, cukup?
Itu sudah cukup.
"Tanggal, Waktu"
Maaf, kenapa kamu harus memutar musik ini?
Agar penumpang merasa sedang menjelajahi waktu.
Merasa sedang menjelajahi waktu?
Kurasa ini bisa menciptakan suasana yang lebih baik.
Apa mungkin bisa kembali ke masa lalu?
Ya.
Kalau begitu, kamu tidak perlu memutar musik ini.
Baiklah.
Kita sudah sampai.
Ongkosnya 60.120 yen. Tapi bayar saja 60.000 yen.
- 60.000 yen? - Ya.
Kita memang benar-benar menjelajahi waktu.
Ini cukup masuk akal.
- Aku sungguh ada di masa lalu? - Tentu saja.
Kamu tidak merasa sudah menjelajahi waktu, ya?
Aku tidak merasakan apa pun.
Wajar jika tidak merasakan apa-apa.
Lihatlah wajahmu.
Kamu bisa lihat?
Tidak bisa.
Benar, bukan?
Apa mungkin jika aku kembali
dan mengubah waktu saat aku membahas pernikahan dengannya?
Tentu saja.
Aku mengandalkanmu hari ini.
Selamat pagi, Bu.
Itu piala yang bagus. Aku menantikannya.
Permisi sebentar.
Halo? Baiklah, aku ke sana.
Semuanya, kita akan mulai sejam lagi.
Lakukanlah yang terbaik.
Apa? Dia juga berselingkuh.
Dan dia bahkan melakukannya di tempat ini.
Berikutnya, sang suami, Nonoyama Takehiko,
akan menerima pialanya.
- Selamat. - Terima kasih.
Nonoyama Takehiko dan Akiho, selamat.
Aku sangat tersanjung berada di sini memegang hadiah ini.
Semua ini berkat istriku, Akiho, yang mendukungku,
meski dia bekerja sebagai model.
Aku sangat bangga bisa menerima
hadiah yang sangat berharga ini.
Aku akan berusaha mempertahankan kebahagiaan pernikahanku.
Terima kasih.
Kita akan mengadakan pertemuan makan siang sebentar lagi, ya?
Ya, Pak.
Aku ingat tempatnya di restoran Mandarin di lantai 22.
Kita akan makan bersama presdir Naked Pillows, bukan?
- Ya. - Aku ingat itu.
- Aku akan pergi usai ganti pakaian. - Ya, Pak.
Kalau begitu, aku pergi duluan.
- Aku akan menghubungimu nanti. - Baiklah.
Kozai, sisanya kuserahkan padamu.
Jaga dirimu, Bu.
Tunggu.
- Kamu agresif sekali. - Kamu tidak suka?
Aku bukannya tidak suka.
Sebentar!
Apa?
Ada yang ingin kukatakan padamu.
Bisakah kita mengobrol setelah ini?
Tapi kamu harus mendengar yang nanti akan kukatakan.
"Pilihan B"
Baiklah.
Kamu sungguh akan mendengar yang akan kukatakan?
Tentu saja.
- Sudah masuk dalam berita. - Ya.
"Berita, Hiburan, Olahraga"
Aku menekan tautan yang salah.
"The Criminal Police"?
Bukan yang ini.
- Bukan ini? - Ya.
Baiklah.
"Upacara penyerahan Pasutri Terbaik 2014 akan dimulai"
Akiho, apa pendapatmu?
Begini...
Aku akan sulit mengendalikan bobotku setelah melahirkan.
Aku akan mempertimbangkannya jika karierku lebih stabil.
Dia seorang model terkenal.
Itu tidak akan memakan waktu lama.
Boleh aku berterus terang padamu?
Ada apa?
Sebenarnya, aku menginginkan seorang anak.
Aku selalu kesepian, jadi, aku sungguh butuh keluarga.
Begitu.
Karena itu aku menyuruhnya berhenti kerja setelah kami menikah
dan hamil.
Dulu dia setuju.
Tapi kini dia semakin sibuk
setelah kami menikah dalam industri ini.
Yang dia inginkan hanyalah ketenaran dan uang.
Benarkah?
Maaf, seharusnya aku tidak bahas ini saat berduaan denganmu.
Tidak apa-apa, kamu bisa membahas apa pun denganku.
Terima kasih.
Dan maaf aku tidak terlalu memberi perhatian padamu.
Tidak apa-apa, kamu sudah menghadapi kesulitan selama ini.
Aku tidak ingin kamu merasa lelah saat kita sedang bersama.
Omong-omong, apa yang ingin kamu bicarakan?
Mungkin ini bukan waktu yang tepat bagimu.
Ada apa?
Istrimu juga mungkin selingkuh.
Apa?
Kebetulan aku melihatnya tadi.
Istrimu mengobrol secara intim dengan seorang pria tidak kukenal.
Entah siapa pria itu.
Entahlah. Usianya sekitar 30 tahun.
Mereka mengobrol dengan riang.
Begitu.
Sebenarnya, aku sudah mencurigainya.
Benarkah?
Kurasa ada sesuatu yang dia rahasiakan dariku.
Aku curiga dia menemui orang lain saat dia berkata sedang bekerja.
Kurasa pria itulah yang dia temui.
Maaf, seharusnya aku tidak memberitahumu ini.
Tapi aku juga merasa tidak baik jika merahasiakannya darimu.
Tidak apa-apa, terima kasih sudah memberitahuku.
Dan...
Apa?
Tidak ada, nanti saja kuberi tahu.
Begitu, ya. Setelah semuanya beres,
- kita akan bahas masa depan kita. - Apa?
Tentu saja itu akan membutuhkan waktu.
Tidak apa-apa, aku akan menunggumu.
Ini sungguh melegakan.
- Apa? - Bukan apa-apa.
Dasimu miring.
Marina.
Shougo.
- Kamu kenal dia? - Ya.
Kenapa kamu di sini?
Aku Shibada dari majalah "Route".
Nonoyama, kamu selingkuh, bukan?
- Apa? - Tunggu.
Maaf jika aku lancang.
Nonoyama, aku mengatakan ini bukan sebagai wartawan.
Sebagai mantan pacarnya, aku ingin minta tolong padamu.
Bisakah kamu putus darinya?
Kenapa kamu mendadak muncul dan membahas ini?
Aku belum bertanya tentang yang kamu lakukan.
Apa?
Aku tahu kamu ingin putus karena kamu mencintai pria lain.
Tapi tidak sepantasnya kamu merusak rumah tangga orang.
- Ini tidak ada kaitannya denganmu. - Tentu saja ada.
Apa yang kamu bicarakan?
Kamu tidak punya akal sehat, ya?
Ayo pergi.
Ini adalah foto yang kupotret Sabtu lalu
saat kalian berdua pergi dari sebuah hotel.
Tunggu, bisakah kamu berhenti melakukan hal yang menjijikkan?
Aku tidak mengikuti kalian berdua.
Aku kebetulan berada di sana untuk bekerja.
Itu hanya kebetulan.
Nonoyama, aku tidak berniat untuk menyebarkan ini ke publik.
Jika dia bisa akhiri hubungan ini dan jalani kehidupan normal,
aku bersedia menghancurkan semua foto-foto ini.
Jika kalian terus berhubungan,
meski aku tidak ingin, aku akan menyebarkannya.
- Tolong tenang. - Aku tenang.
Berikan foto-foto itu.
Aku akan berikan jika kalian putus.
Berikan padaku sekarang juga! Berikan padaku!
Awas!
Takehiko.
Kenapa?
Kenapa ini terjadi padaku?
Pak!
Ayo kembali, cepat!
Kamu ingin kembali ke pukul berapa?
Aku tidak tahu, sebelum saat ini.
- Apa yang terjadi? - Dia mati!
Tolong tenang.
Bagaimana aku bisa tenang? Kembalilah ke masa itu.
Baiklah, kita akan kembali ke masa itu.
Tapi kamu harus putuskan waktu kamu ingin kembali.
Ternyata mantan pacarmu tiba-tiba muncul.
Ini semua salahnya, semua menjadi berantakan.
Omong-omong, kenapa kamu putus dengannya?
Aku jatuh cinta dengan orang lain.
Dan orang itu sudah menikah.
Ya.
Tentu saja dia tidak senang.
Tapi istrinya juga selingkuh.
Jika mereka berdua selingkuh,
kenapa mereka tidak bercerai saja?
Soal ini...
Mungkin mereka punya alasan untuk mempertahankan pernikahan.
- Pak. - Ya?
Tolong bawa aku ke masa setelah upacara itu.
Apa yang ingin kamu lakukan?
Aku berencana bicara dengan istrinya.
Tentang apa?
Tentang apa dia berselingkuh.
Apa itu tidak apa-apa?
Ya. Aku akan bicara dengannya secara baik-baik.
Akan lebih baik baginya jika istrinya ingin bercerai.
Tapi uang yang kamu bayarkan tidak akan kembali.
- Tidak apa-apa. - Baiklah, tidak masalah.
"Waktu"
"Taksi Keputusan"
Kita sudah sampai.
Baiklah.
Kamu harus berhati-hati.
Aku tahu.
Kamu juga harus memikirkan bayimu.
Jika mungkin, pikirkanlah istrinya sebelum kamu membuat keputusan.
Kamu harus berhati-hati.
Aku tahu.
Ada perhentian waktu di posisimu yang awal.
Ulangilah lagi dari waktu itu.
Perhentian waktu untukku?
Kamu akan tahu jika melihatnya.
Kita akan segara mengadakan pertemuan makan siang, ya?
Ya, Pak.
Aku ingat tempatnya di restoran Mandarin di lantai 22.
Kita akan makan bersama presdir Naked Pillows, bukan?
- Ya. - Aku ingat itu.
Aku akan pergi usai ganti pakaian.
Ya, Pak.
Kalau begitu, aku pergi duluan.
- Aku akan menghubungimu nanti. - Baik.
Kozai, sisanya kuserahkan padamu.
Jaga dirimu, Bu.
Sampai nanti.
Bu.
"Pilihan C"
Permisi. Bisakah kita mengobrol sebentar?
Aku akan pergi duluan.
Ada apa?
Meski sulit bagiku untuk mengatakan ini
Bu,
apa ada sesuatu yang kamu rahasiakan dari suamimu?
Apa?
Tadi aku melihatnya.
Begitu.
Ini adalah permasalahan antara kalian berdua.
Aku tahu tidak layak jika orang asing membicarakan ini.
Tidak apa-apa.
Aku berencana memberitahunya
jika semuanya sudah beres.
Begitu.
Ini bukan sesuatu yang bisa kubicarakan,
tapi entah untuk presiden, atau kalian berdua,
kurasa kamu harus memberitahunya secepatnya.
Kurasa kamu benar. Terima kasih.
Maaf aku ikut campur dalam masalah ini. Maaf.
Tidak apa-apa.
Kamu sudah seperti anggota keluarga, Kozai.
Kamu ikutlah denganku.
Apa?
Ini kesempatan yang langka.
Mengenai ini, bisakah kita tunggu sampai minggu depan?
Baiklah, tidak masalah.
Permisi, bisa tunggu di luar sebentar?
Ya, Bu.
Takehiko,
bisakah kamu beri waktu sebentar?
Ada apa?
Sebenarnya, aku ingin beri tahu ini nanti.
Ada apa?
Sebenarnya
aku hamil.
Kita punya bayi!
- Apa? - Apa?
Kamu? Bayi?
Aku mendapat perawatan untuk kesuburanku.
Kesuburan?
Aku tidak ingin kamu cemas.
Dan kuharap kamu bisa konsentrasi dalam pekerjaanmu.
Itu sebabnya kamu kadang keluar dengan alasan ingin bekerja.
Kamu tahu kalau aku sebenarnya pergi ke rumah sakit?
Atau kamu mengira aku selingkuh?
Tidak.
Aku tidak punya energi untuk itu.
Aku berniat memberitahumu setelah semuanya beres.
Dan aku menerima hasilnya hari ini.
Aku juga terkejut.
Dan pria yang tadi kamu temui di lobi?
Dia dokterku.
Aku meninggalkan sesuatu di sana dan dia mengembalikannya.
Maaf aku tidak memberitahumu ini.
Aku akan mengurangi pekerjaanku mulai sekarang. Jangan cemas.
Tubuh ini bukanlah milikku lagi.
Kamu benar. Terima kasih.
Aku akan menemuimu nanti.
Kozai, sisanya kuserahkan padamu.
Terima kasih.
Marina...
Aku harus berkata apa?
Aku mengerti.
Itu hanya salah paham.
Aku tidak akan menyalahkanmu jika kamu benci aku seumur hidupmu.
Dengar.
Boleh aku bilang sesuatu?
Aku merasa semuanya menjadi buruk.
Aku tahu ini tidak beralasan, tapi kita putus saja.
Marina...
Maaf karena membuat keputusan sepihak.
Selamat tinggal.
Sampai jumpa.
Kamu ingin kembali ke pukul berapa?
Pak.
Ya?
Tolong bawa aku ke pantai.
Agar aku bisa mengosongkan pikiranku di sana.
Baiklah.
Satu hal lagi, Pak.
Ya?
Kaus kaki itu...
Baiklah.
Bagaimana jika kita pergi membeli tisu di toko?
Terlalu merepotkan. Ini sudah cukup.
Baiklah.
Jadi, kamu yang memutuskan hubungan kalian?
Ya.
Aku merasa akan sangat menyedihkan
jika dia yang mengakhirinya.
Karena itu aku memutuskannya lebih dulu.
- Kamu keren. - Benarkah?
Perselingkuhan bukan hal yang baik.
Kurasa kamu benar.
Seharusnya kamu tidak putus dengan mantan pacarmu.
Tapi aku sungguh jatuh cinta dengan orang lain.
Aku harus menghubunginya nanti.
- Maksudmu mantan pacarmu? - Ya.
Jika tidak, dia akan menyebarkan foto-foto itu.
Begitu.
Aku akan bilang padanya kalau aku sudah putus
dan tidak perlu mencemaskan itu.
Apa kami akan bersama lagi jika aku melakukan itu?
Aku penasaran.
Tidak mungkin. Tidak dengan wanita sepertiku.
"Taksi Keputusan"
Apa kamu berencana membesarkan bayi itu sendirian?
Tolong jangan terkejut jika kukatakan kebenarannya.
Apa?
Ada apa?
Itu bohong. Aku tidak hamil.
Maafkan aku!
- Tapi... - Tunggu.
Aku memang pergi ke rumah sakit bersalin.
Itu karena aku terlambat haid dan kukira aku hamil.
Rupanya tidak.
Kenapa kamu bohong?
Itu karena aku ingin dia menceraikan istrinya.
Wanita sangat menakutkan! Mereka sangat menakutkan.
Kalau begitu, bagaimana dengan wanita ini, Pak?
Kamu yang terburuk.
Tadi kamu bilang kalau aku keren!
Aku menarik ucapanku kembali.
- Aku akan berbaikan dengan pacarku. - Tidak mungkin. Itu mustahil.
Kamu kejam sekali! Sial!
Kamu kejam.
- Kamu kejam. - Kamu kejam.
- Jangan kabur! - Kamu sangat kejam.
Terlalu kejam.
Kejam!
"Taksi Keputusan"
Wanita memang menyeramkan.
Setelah itu, sang istri melahirkan tanpa ada masalah.
Presdir Nonoyama memperlakukan istrinya dengan baik
seolah ingin menebus semua yang dia lakukan.
Marina ingin berhenti kerja, tapi presdir merasa bersalah padanya
dan memindahkannya ke departemen lain.
Sekarang dia bekerja di sana.
Ini cerita yang rumit...
Eda.
Ya?
Apa yang kamu ocehkan?
Bukan apa-apa.
Eda, kamu tahu ini hari apa?
Ini hari apa?
"Selamat ulang tahun!"
"Selamat ulang tahun!"
Eda, selamat ulang tahun!
Selamat!
Ini menakjubkan.
"The Criminal Police Zero"
Sebenarnya ulang tahunku bulan lalu.
Tapi aku tidak bisa jujur pada mereka dalam situasi ini.
"Tiket lotere 100 juta yen ditemukan!"
Aku mendapat jackpot!
- 100 juta yen! - Kamu bercanda!
"Tapi dia diburu dengan kendala waktu!"
Hei, tunggu! Kamu merabanya, ya?
Berhenti!
Apa yang telah kamu lakukan?
Mereka bilang mereka dari sebuah program TV.
Silakan coba kue keju dari toko kami.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.