All language subtitles for Seethamma_Vakitlo_Sirimalle_Chettu-2013-Telugu-BDRip1_BRRip_HD_DVDRip_DVD-subs_indo_by_varisnova

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Mohon diam.

Yang baju merah, telat 10 menit.

Kalau jalan, jangan berisik.

Petugas, tunjukkan kursinya.

Jangan mengobrol. Film segera dimulai.

Putar film-nya.

'Anda nonton film ini dengan keluarga atau teman.'

'Senyumlah ke orang asing di sebelah anda.'

'Tak hanya selama 180 menit film ini..,'

'..senyumlah ke orang asing di jalan.'

'Itulah hubungan sesama manusia yang baik.'

'Keluarga adalah fondasi warga yang sehat.'

'Keluarga batu fondasi kuat.'

SEETHAMMA VAKITLO SIRIMALLE CHETTU "Tanaman Melati Di Halaman Seetha"

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

--VNR-- varisnova.riskila --VNR--

--VNR-- varisnova.riskila --VNR--

--VNR-- varisnova.riskila --VNR--

--VNR-- varisnova.riskila --VNR--

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Semua orang tak becus.

Hanya Seetha yang pandai membuat ini.

Seetha belum bangun.

- Mau kubangunkan? - Jangan kau.

Kau pasti mau bergosip.

Biar kubangunkan.

Seetha?

Bangun, Nak.

Bangun.

Bangun. Biasanya kau bangun sebelum Bibi.

Kenapa hari ini telat bangun?

Bibi mau buat desain di halaman.

Jangan marah desain Bibi lebih bagus darimu.

Jangan malas. Bibi bilang, bangun.

Hei.

Sejak kapan rapi begini?

Sejak beberapa jam lalu.

Rumah yang dihuni gadis sepertimu, pasti damai.

Berarti Bibi telat bangun.

Babu sudah antar susu?

Aku lupa.

Oh Ibu Pertiwi.

Tiap injakanku, anggap ciuman untuk-MU.

- Seetha. - Ya, Nenek?

Astaga.

- Hati-hati. - Oke-oke.

Hati-hati.

Belum mekar.

- Melati mekar. - Apa maksudmu?

Jika belum mekar, kelak pasti mekar.

Memangnya tahu kapan mekar?

Tak tahu. Tapi dugaanku melati mekar.

Waktu Nenek kecil, nenek buyutmu menanam melati ini.

Entah dia tanam di Hari Berkah atau bukan..,

..melati mekar terus.

Manusia harus berbuat baik.

Tanya nenekmu, sudah berbuat baik apa?

Nenek baik memberi bibimu suami. Maunya apalagi?

Aku minta koran untuk bawa pulang.

- Ini, Pak. Daa. - Daa.

- Salam, Pak. - Darimana sejak pagi?

Aku kerja di dekat Kuil, mau pulang.

- Kami mau bertani. - Oke.

Apa kabar?

Kenapa kau tak menyapaku?

Apa kabar? Oke, daa.

- Seetha. - Ya?

'Gadis ini keponakan pria ini, putri saudarinya.'

'Gadis ini tahu keinginan dan pikiran orang.'

- Saree-mu bagus. - Bagus sekali.

Dimana bibimu?

Oh Dewa, mudahkan kesulitan kami..,

..lindungi kami dari kesombongan.

Apa?

Itu Rama dan Seetha. Seperti kita ini.

Memang kesulitan kita apa?

Lihat, tangan Rama tak menyentuh Seetha.

Tertawalah. 30 tahun kita bersama..,

..tertawamu takkan lama lagi.

- Apa maksudmu? - Kelak ini pasti terjadi.

Waktunya anak-anak nikah.

Bahagia jika rumah ini ada cucu.

Tapi Peddhodu (Yang tua) tak mau dinasihati.

Chinnodu (Yang muda) ambil keputusan sendiri.

- Entah kelak nasib mereka. - Sudahlah.

Mereka harus urus diri sendiri.

Ya. Memang minta bantuan siapa lagi?

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Aakasam viriginattu "Bagai langit runtuh"

Kakudanidedo jariginattu "Tiba-tiba jatuh"

Kim kartavyam ani kalavarapadadam "Bagai bencana tak terduga"

Kondari taraha "Entah ada apalagi"

Avakasam chuskuntu "Carilah peluang"

Atankalodupuga datukuntu "Untuk hadapi kesulitan"

Vatam ga dusukupothe melani "Dengan cara pintar"

Kondari salaha "Dan terima saran"

Edo talavadam vere jaragadam "Takdir tak sesuai harapan"

Sarle anadame vedantam "Jadikan pembelajaran"

Denno vetakadam enno adagatam "Teruslah melangkah, belajar"

Epudu temalani raddhantam "Sampai jadi yang terdepan"

Yem cheddaam "Kita harus apa?"

Anukunte matram em podichestam "Harus wujudkan harapan"

Em chuddam "Apa harapan kita?"

Munumundemundo teliyandi chitram "Yaitu hidup tanpa hampa"

Emandam "Harus katakan apa?"

Mananevaradigarani emani antam "Katakan apapun semau kita"

Em vindam "Harus bersorak apa?"

Tara tarikita taka taka dhoom dhoom taka dhoom

Aakasam viriginattu "Bagai langit runtuh"

Kakudanidedo jariginattu "Tiba-tiba jatuh"

Kim kartavyam ani kalavarapadadam "Bagai bencana tak terduga"

Kondari taraha "Entah ada apalagi"

Avakasam chuskuntu "Carilah peluang"

Atankalodupuga datukuntu "Untuk hadapi kesulitan"

Vatam ga dusukupothe melani "Dengan cara pintar"

Kondari salaha "Dan terima saran"

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Follow paduguri baata "Ikuti arus dunia"

Bolo naluguri maata "Katakan apa kata dunia"

Lolo kalavarapaata "Meski susah"

Daantho gadavadu poota "Beranilah melangkah"

Ita ata ani prathokka "Entah pilih jalan mana"

Darini nilesi adagaku sahodara "Pokoknya jangan tanya"

Ide,, ani pramana purthi ga "Mana jalan yang benar"

Tegesi cheppedelagara "Itu membuat dilema"

Idi grahinchinaree mahajanam "Semua orang tahu.."

Prayasa padi em prayojanam "..percuma usaha sia-sia"

Cement bhutala sahara daridi "Kesulitan, rintangan"

Nilavadam kudarade kadalaraa "Sulit dihadapi, dilalui"

Yem cheddaam "Kita harus apa?"

Anukunte matram em podichestam "Harus wujudkan harapan"

Em chuddam "Apa harapan kita?"

Munumundemundo teliyandi chitram "Yaitu hidup tanpa hampa"

Emandam "Harus katakan apa?"

Mananevaradigarani emani antam "Katakan apapun semau kita"

Em vindam "Harus bersorak apa?"

Tara tarikita taka taka dhoom dhoom taka dhoom

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Enno panulanu chestam "Kita lakukan banyak hal"

Evo parugulu teestam "Dan kejar hal tak pasti"

Sataamatamavutham "Kita persulit masalah"

Ohooo bathukide antam "Kita bilang, inilah hidup"

Adangu teliyani prayaname "Perjalanan ini risau.."

Yuga yugaluga mana ayomayam "..hingga ribuan tahun"

Venakku tiragani pravahame ye "Hidup ini melangkah maju"

Tufanu tarimina prathikshanam "Tanpa menengok masa lalu"

Idi putukku zara zara duvukku mein "Hidup ini misteri"

Adagaku adi oka rahasyame "Jangan tanya rahasianya"

Phalana babulani teleeni prasnalu "Entah ada kesulitan apalagi"

Adagatam,, tagadu ga "Percuma marah bertanya"

Yem cheddaam "Kita harus apa?"

Anukunte matram em podichestam "Harus wujudkan harapan"

Em chuddam "Apa harapan kita?"

Munumundemundo teliyandi chitram "Yaitu hidup tanpa hampa"

Emandam "Harus katakan apa?"

Mananevaradigarani emani antam "Katakan apapun semau kita"

Em vindam "Harus bersorak apa?"

Tara tarikita taka taka dhoom dhoom taka dhoom

Selamat pagi, Pak.

Pak, selamat pagi.

'Selamat' apanya? Hidup ini salah jalan.

Persetan ucapan selamat pagimu.

Baru kini kulihat komputer dipukul.

Dia tak tersenyum.

Kenapa kau kesal? Nikmati harimu.

- Kau kenapa? - Kau tak lihat?

Kata orang Inggris berbahasa Inggris, semua dipecat.

Buat apa kabari dia ini?

Entah kalau orang lain. Kalau dia pasti aman.

Bos kita itu pamannya.

Pak, pamanmu memanggilmu.

Akan kuperiksa benar atau tidak.

Pukulan bagus.

Buat apa tegang, buang waktu nonton ini?

Kita lebih butuh ini.

Kau menyuruhku matikan TV dan fokus kerja?

- Masuklah. - Dia sudah masuk.

Keponakanmu ini bodoh tapi pemberani.

Duduk.

Sampai kapan andalkan kerja kontrak ini?

Harusnya sudah dapat kerjaan lain.

Mau memecatku atau tidak?

Itu urusanmu.

Aku pamanmu tapi tak mau membantumu.

Jangan sampai dinasihati orang. Berubahlah.

Bilang jika ada info baru. Aku kesal.

- Baiklah. - Bilang sambil menatapku.

Paman beritahu sambil menatapmu.

Gaji pemuda umur 23-24 tahun, 1 Lakh per bulan.

Bandingkan dengan gajimu kini.

Gajimu tak segitu, kau malah kesal.

6 tahun ini, Paman mengamatimu.

Kau tak ucapkan 'Selamat pagi' ke karyawan.

Kau bodoh, tak tahu jalani hidup.

Kau dan ayahmu bodoh dan bangkrut.

Anggap ini demi kebaikanmu.

Saat hidupmu sulit, patuhi aturan.

Keluargaku memang bangkrut.

Apa salahku hidup begini? Aku nyaman.

Jangan cemaskan aku yang tak ucapkan 'Selamat pagi'..

..ke karyawan. Cemaslah jika tak kusapa Paman.

Memangnya karyawan memberi Paman uang?

Banyak karyawan undurkan diri, tak dipedulikan.

Persetan dengan kerjaan Paman.

Sudah 3 tahun, kita disini.

30 kali wawancara. Sulit dapat kerjaan di Software.

Chinnodu, aku minta rokok.

Aku gelisah, ingin merokok.

Merokoklah agar cepat mati. Ini.

Dapat darimana pinggang seksi ini?

Kau tampan dan polos. Komentarmu kasar.

Komentar kasar dipengaruhi teman buruk ini.

Komentarmu yang kasar, kami yang dimarahi.

Komentar kasar, biasa di Vijayawada.

Aku dari Vijayawada, rumahku di Benz Circle.

- Kawan, nasihati dia. - Dengar.

Kelak umurmu 60 tahun..,

..akan ingat komentar orang padamu.

Nasihati orang agar semangat.

Jangan membuat orang jadi pemalas.

Sudah telat, sana kuliah.

Dia marah karena lihat tampang kalian.

Tiap keluarga, cukup 1 orang yang kerja.

Abaikan gaji besar atau kecil. Kerja saja.

Ayahku kerja tapi memaksaku kerja.

Entah apa maunya ayahku?

Apa, Kakak?

- Hei. - Apa, Kak? / - Hei.

Aku dengar suara Kakak.

- Kakak... - Kakak kenapa?

Kakak berhenti kerja.

Bagus. Kakakku gegabah lagi.

Sudah dapat kerjaan lain?

Nanti dipikirkan. Sekarang berhenti kerja.

Cepat sekali Kakak ambil keputusan.

Aku tak bisa secepat itu.

Sudah nasib. Semua ada batasnya.

Memangnya mau selamanya begini?

Benar. Cari peluang agar sukses besar.

Jangan bergaji kecil. Pulanglah. Aku tetap disini.

Sudah kabari ayah?

Hanya kau yang baru Kakak kabari.

Kakak mau pergi dari sini.

- Mau bicara apalagi? - Bicara apa?

- Bicaralah. - Oke, daa.

Daa.

Semua ada batasnya, kan?

Memang burung akan selamanya bertengger?

"Oh Manusia, jangan hidup di antara 7 milyar manusia"

"Larilah ke dunia lain, ke dongeng masa depan"

'Dia putranya Kondala Rao.'

'Dia punya nama.'

'Nama panggilannya Goodu Raju.'

'Siapa Kondala Rao itu?'

Hari ini keluargamu masak apa?

'Dia ingin dunia tahu, keluarganya masak ikan.'

'Mereka orang baik atau jahat?'

'Tuhan saja tak peduli mereka.'

'Buat apa pedulikan mereka?'

'Lihat masalah mereka.'

Kau main kartu? Siapa yang dapat kartu Joker?

Tak ada yang dapat kartu Joker?

Memang. Karena kartu Joker ada padaku.

Jalebi tak enak. Makanlah gorengan.

Jangan mengaturku, Kawan.

Katamu mau ke Dubai. Dilarang ke Dubai, ya?

Hanya India yang nyaman dihuni.

Di India, boleh bersin, meludah, tidur, semau kita.

Orang yang menghinamu akan mati.

Atau, orang mati karena menghinamu.

- Kau pembohong. - Aku?

Dia iparku sering bercanda padaku.

- Apa kabar? - Baik, Pak.

Dia datang tersenyum ramah.

Senyumnya mencegah orang bunuh diri.

Jangan sering memujinya. Ubah India agar maju.

Memang senyummu dan putramu seramah dia?

Andai putraku sukses, tak ku komentari orang..

..dan putraku sudah menikahi Seetha.

Boleh saja berharap Seetha jadi menantumu.

Tapi Seetha untuk putra sulung mereka.

Sejak kecil, orangtua Seetha meninggal..,

..Seetha dirawat mereka dengan cinta.

Biar Peddhodu menikahi Seetha.

Saranmu sesuai di posisi ibunya Seetha.

Pikirkan di posisi ayah Seetha.

Keluarga Vijayawada benci keluarga Peddhodu.

Karena keluarga Peddhodu miskin.

Kau puas? Mustahil mereka nikah.

Pak.

Kemari, kita mengobrol.

Kondala Rao.

Cepat sekali sikapmu padanya berubah.

Sikapku tak berubah. Kami memang akrab.

Nyonya, Peddhodu pulang bawa cucian kotor.

Periksa sakunya, pasti ada uang.

Pernah kutemukan 1 Lakh untuk mas kawin putriku.

Beri putrimu uang 1-2 Lakh.

Agar putrimu pakai Saree baru, hidup nyaman.

Nikahkan kakak-adik itu agar dilayani istri.

Kami akan nikahkan mereka.

Saudari mereka kuliah di Anakapalle.

Usai sarjana, saudarinya nikah dulu.

Lalu Peddhodu menikah.

Selanjutnya Chinnodu menikah.

Tak usah cari istri. Seetha dan Peddhodu cocok.

Aku tak mau dengannya. Dia memanggilku 'Hei'.

Tak pernah memanggil namaku.

Jika dia memanggilku 'Seetha', aku mau nikah dengannya.

- Hei. - Ya?

Astaga.

Apa?

Hei, apa ini?

Melati di rambut, Saree, kau mirip Dewi Poleramma.

Minggir.

Paman tahu, dia menganggur lagi?

Tahu darimana?

Aku Tak tahu. Dugaanku dia menganggur.

- Oke. - Seetha, dengarkan ini.

Semalam aku mimpi, Dewi Lakshmi..

..memberi putra kita emas, bejana perak..,

..dan bilang, masalah kita beres.

- Sumpah. - Oke.

Jangan ditertawakan.

Astaga, Peddhodu mau pergi.

Peddhodu, ada kopi untukmu.

Dimana dia? Dia mau kemana?

- Dia ke kantor. - Sepagi ini?

Parkir disini teduh.

Kau menghina Peddhodu?

- Singkirkan tanganmu. - Kita juga menganggur.

Hei. Ada apa ini?

- Kau selamat karena dia. Awas kau. / - Pergi.

Kawan, Goodu Raju dan temannya berulah.

Aku marah lihat ulah mereka.

Jangan terlalu semangat.

Ada apa ini?

Kalian keterlaluan. Kalian gila?

Kalian mengganggu sekolah ini.

Kalian menganggur, jangan main disini.

Pergi.

Akan kulapor polisi agar kalian dipukul.

Mau lapor polisi?

- Mau laporkan gagak berkicau? / - Ya.

- Mau laporkan kereta bising? / - Ya.

Bukan cuma kami disini. Usir juga mereka.

- Usir mereka. / - Harusnya kalian jadi pelawak.

Goodu Raju, ada Peddhodu.

Dia tak main malah larang kita main.

Dia selalu merusak suasana.

- Sejak kapan dia pulang? - Kau terganggu?

- Akan kuhina dia. - Jangan.

- Jauhi dia. - Ayo lihat saja.

Kau bisa dihajar.

Kawan, si bodoh kemari.

Kau pulang dari Vizag?

Kau pulang atau mereka mengusirmu?

Kau cocoknya nikah dan main kartu disini.

Biar ku ajak orang lain main kartu.

Hei, Goodu Raju.

Jika gajiku 1 Lakh, kau dan ayahmu kesal?

Kau iri, kan?

Jika kupukul, kau pasti menangis. Bodoh, pergi.

Tegapkan tubuhmu. Hei, beri dia alamat.

- Aku tahu alamatnya. - Pergi.

- Harus dilawan agar tak dihina. / - Ya.

Kawan. Ini yang kalian sebut kehidupan.

Tidak. Kita harus bangun kehidupan. Ayo bangun.

Seminggu ini, aku memandangmu.

Wajahmu membuat orang suka memandangmu.

Di balik pria sukses, ada wanita pendukung.

Aku tak keberatan kau belum sukses.

Aku mau mendukungmu agar sukses.

Meski Alexander, Bill Gates itu hebat..,

..tetap saja minta dicium istri.

Itu konyol, kan?

Jadi aku mencintaimu. Apa jawabanmu?

Kau gadis India.

Tapi rambutmu tak dikepang.

Kenapa rambutmu tak pakai melati?

Mustahil tahu ciuman tanpa melati.

Perasaanku padamu langsung hilang.

Hei Einstein, kirimkan gadis baru padaku.

Sana belanja bawa tasmu.

'Ini keluarga Vijayawada yang dibahas Kondala Rao.'

'Gadis baru untuk Chinnodu.'

Kenapa masih tidur?

Geetha, bangun. Ini jam 11 siang.

Kau anak sekolah masih tidur. Bangun.

Gadis jangan malas dan tidur terus. Bangun.

Cuma 2 hal yang kusuka.

Yaitu tidur nyenyak dan suami baik hati.

Bagus. Kakakmu segera nikah.

Giliranmu cari jodoh.

Aku tahu suami idamanku.

- Bangun. - Bangun, Kak.

Aaraduguluntada yedadugulesthada "Tinggi suamiku 6 kaki kah?"

Yemadigina iche vaada "Pintaku dipenuhi kah?"

Aasa peduthuntada aata paduthuntada "Suamiku merayuku kah?"

Andariki nachese vaada "Dia dikagumi orang kah?"

Sarigga,,, nilavavenduke "Mengapa bahagia gugup?"

Berugga,, aipoke "Jangan malu"

Baduledi ivvakunda velipoke "Jawab dulu pertanyaanku"

Aaraduguluntada yedadugulesthada "Tinggi suamiku 6 kaki kah?"

Andariki nachese vaada "Dia dikagumi orang kah?"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

Adigina samayam lo "Aku ingin digendong"

Thanu alavokaga nanu moyali "Dia harus menggendong"

Sogasunu pogadadame "Dia harus selalu.."

Thanakalavatipovali "..memuji cantikku"

Panulani panchukune "Dia bantu tugasku"

Manasunte inkem kavali "Sudah cukup bagiku"

Alakani thelusukuni "Saat aku marah"

Andanga brathimalali "Dia meredam amarahku"

Korikedainagani "Dia harus sabar.."

Theerchi theeralani "..memenuhi pintaku"

Athanne,,, chudadaniki "Kutunggu suami idaman"

Vayasse thapisthu untunde "Di masa mudaku ini"

Apudinka vaadu nannu cheruthaade "Kapan dia mau menikahiku?"

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Pak, sambut kedatanganku ini.

Aku sengaja kesini bawa manisan.

Oh, keluarga Vizag juga disini.

Ucapanmu sopan tapi jangan bahas lamaran.

- Sebenarnya... - Kutolak lamaranmu.

Putramu suka berulah seperti Narada.

Itu benar. Atau, kelak pasti dia berulah.

- Ucapanmu bijak. - Ambil manisan.

- Apa kabar Seetha? - Itu... / - Seetha baik.

Karena dia Seetha, kabarnya pasti baik.

Seetha se-ekspresif kau, karena kalian sepupu.

Makan manisan dariku.

Seetha sudah dewasa.

Beri Seetha warisan dan nikahkan dia.

Ingin kuhabiskan masa tuaku dengan Seetha.

Relangi ingin putra sulungnya menikahi Seetha.

Tapi putra sulungnya menganggur.

Jika mereka nikah, entah masa depan Seetha.

Mereka tak berubah, tak tahu tujuan hidup.

Kita tak sempat menghitung uang..,

..mustahil peduli berbuat baik atau buruk.

Berita hari ini penipuan uang miliaran.

Buat apa peduli orang marah atau sombong?

Zaman sudah berubah.

Hidup harus punya tujuan.

Makanya mereka miskin, kita kaya.

Meski kularang, saudaraku menikahi saudari Relangi.

Saudaraku dan istrinya mati saat Seetha putrinya bayi.

Kunasihati kalian.

Jangan sering bersama orang bernasib Sial.

Dan jangan memuji mereka.

Undang Relangi iparmu ke nikahan putrimu.

Beri mereka...

- Beri undangan. - Undangan. / - Ya.

- Beri mereka undangan. - Oke.

- Seetha. - Ya?

- Pelan-pelan. - Ya-ya.

Ini undangan pernikahan siapa? Undangan bagus.

Pasti undangan pernikahan mewah.

Bahas undangan agar bibi dengar, kan?

Ada apa? Memangnya Bibi tak tahu?

Pernikahan orang kaya pasti mewah.

Dasar kaya sombong.

- Karena diundang, apa harus hadir? / - Bibi.

Putra Bibi tak menikahi putri mereka, Bibi sedih?

Memangnya Bibi kelihatan sedih?

Aku tak tahu. Dugaanku Bibi sedih.

Kau tahu apa?

Orangtuamu meninggal saat umurmu 3 bulan.

Kau keponakan mereka malah disuruh tinggal disini.

Saat minta bantuan mereka mengkuliahkan Chinni..,

..Peddhodu disuruh menunggu 4 jam di luar.

Kasihan Peddhodu.

Sikap mereka keterlaluan.

Mereka tak hormati kita sesama manusia.

Kita kesana, mereka pamer Saree dan perhiasan.

Tak sudi diperlakukan begitu.

- Peddhodu. - Lihat.

Peddhodu pulang. Sana mengobrol dengannya.

Kau mau di rumah saja?

Hadiri pernikahan keluarga Vijayawada.

- Pernikahan siapa? - Pernikahan kerabat. Hei.

- Aku tak mau hadir. - Bukan begitu, Nak.

Ayah mau ke Vizag menjemput saudarimu.

Lagipula mereka kerabat dekat kita.

Pasti banyak kerabat kita yang hadir.

Jangan memaksaku hadir.

Aku tak mau hadir. Mereka keterlaluan.

Anggap mereka bukan kerabat kita.

Jangan anggap mereka orang asing.

Jangan bermusuhan. Hormati sesama manusia.

Kami maunya hadiri pernikahan orang..

..yang tak menanyakan kerjaan kami.

- Hei. - Ya?

Aku tak mau hadir.

Peddhodu menolak hadiri pernikahan.

- Kita pun menolak hadir. - Kemari.

- Suruh Chinnodu hadir. - Ya.

Chinnodu pantas ke tempat kerabat begitu.

Permisi.

Permisi.

Apa?

Aku senang memandangmu.

Dia gadis baik.

Wow, mereka kaya, bukan orang biasa.

Kelak pernikahanmu semewah ini?

- Saree pengantin bagus. - Bagus sekali.

Semua orang sibuk. Ayo makan lalu pulang.

Mau ikut makan?

- Sejak kapan datang? Ayo. - Jangan repot-repot.

Jangan menolak. Ayo.

Orangtuamu menolak hadir karena mudah tersinggung.

Syukurlah kau yang hadir.

Yang pantas menikahi salah satu putrimu..,

..ini orangnya.

Tadi aku bertemu dengannya.

Duduk.

- Kau tinggal dimana? Di Hyderabad? / - Ya.

Kakakmu kerja apa?

Kau mengenaliku?

Saat kecil, aku dan nenekmu main bersama.

Tapi wajahmu tidak secakep ibumu.

Jangan cuma mengobrol. Ajak dia makan.

Biar ku ajak makan.

Kau duduk saja. Biar kami ajak makan.

- Kakak yang ajak makan. - Oke.

- Ajak dia makan. - Ya.

Aku Fakultas Teknik di Narasapuram.

Aku peduli kasta dan pengelola grup kasta.

Kuberitahu. Para gadis mencintaimu.

Kau pasti sudah tahu.

Tapi sikapmu seolah tak tahu.

Jika kau tetap disini, aku ingin menciummu.

Aku tergoda rayuannya.

Sudahlah.

Andai aku dicium, tapi aku tak suka.

Sudahlah. Lelaki memang suka mencium.

Kalian mudah tergoda. Biar Ratu Victoria ini beraksi.

- Biar aku beraksi, doakanlah. / - Astaga.

Aku minta rokok.

Pinjam korek api.

Halo, Pak. Kau merokok?

Namaku Geetha.

Siapa juga yang tanya namamu?

Merokok agar tampak jantan di depan gadis?

Orang dan dunia penakut. Merokok ini pemberani.

Ucapanmu bijak.

- Hei, Padal Sathi. - Siapa dia?

Lelaki sepertiku yang tinggal di suatu tempat.

Dia gugup berusaha tenang saat bicara dengan gadis.

Buat apa bahas dia?

Bahaslah, apa perasaanmu saat memandangku?

Jawab.

Pak, kau pergilah.

Kau mengusirnya karena ingin memeluk, menciumku?

- Kau minta kucium? - Tidak kok.

Bohonglah minta kucium agar aku mencintaimu.

- Kakak. / - Ya? - Kakak dipanggil bibi.

- Dipanggil bibi. - Sana. Kau bisa dimarahi.

Ku kendalikan diriku saat memandang gadis.

Dengan membaca 100 syair Bhagavad Gita.

Halo.

Halo.

Halo.

Ponselmu ketinggalan.

Aku ceroboh.

Bilanglah kau orangnya ceroboh.

- Semalam aku sulit tidur. - Kenapa?

Karena aku sibuk memandangmu.

Entah kenapa aku selalu beruntung.

Banyak gadis mencintaiku hanya dalam 2 menit.

Selalu kulihat sisi kirimu, biar kulihat sisi kananmu.

Sisi kanan memang lebih baik.

Dia mulai lagi.

Kita baru bertemu. Kau tak malu ditonton orang.

- Punya ponsel? - Adanya ponsel ayahku.

Jika ku SMS 'Hai', ayahmu mau balas apa?

Ayahmu harus balas 'Hai'.

Ke kiri lalu ke kanan.

- Apa? - Ada kakakku. Pergi.

Kami pernah bertemu tapi lupa dimana.

Sudahlah. Barusan kau merayunya.

Kakak pintar. Tebakan Kakak benar.

Ayo pulang. Kau pandai memuji.

Apa kawan kita masih menganggur?

- Kita tak pernah sibuk. - Dimana mereka?

Mereka menunggu di luar.

Suruh mereka tunggu di luar.

- Ibu? - Jangan masuk dulu.

- Ibu. - Tunggu di luar.

Sudah Ibu bilang, jangan pergi bersama.

Kalian bisa bernasib Sial.

Mustahil bernasib Sial.

Buang nasib Sial di luar, kalian malah masuk.

Biar Ibu buang. Semoga nasib Sial hilang.

- Cukup. Meludahlah. - Kau saja.

Cuci kaki kalian, Nak.

Hai, Nenek gendut.

- Akhirnya ke rumah. - Memang kemana lagi?

Jangan peluk Nenek.

Nenek kurus. Doyan makan, kan?

- Nenek mencemaskanmu. - Oh ya?

Nenek tidak gendut, tapi berbahaya. Kugigit.

Lihat saja kakakmu.

Abaikan kakakku. Bahas Nenek saja.

'Adikku manja ke nenek.'

ANNAVARAM

Persembahan Annavaram seharum daun.

Dibeli biskuitnya.

Ini pelatih kami. Ayo.

- Berikan barangmu, Nak. - Paman disini?

Dia paman Relangi yang pernah kuceritakan.

Meski tak hadiri pernikahan, aku bahagia kita bertemu.

Aku bahagia dia punya mertua baik.

Kalian pun punya menantu baik.

Aku bahagia bertemu banyak orang baik disini.

Kata paman, semua orang baik karena paman yang terbaik.

Lihat, gadis ini baik hati.

- Duduk, Ayah. - Ada apa, Nak?

Aku mau bahas hal penting, Ayah.

Mertuaku mau melamar putri paman Relangi.

Kami bertemu paman saat pulang dari Annavaram.

Lamaran ini cocok. Aku mau ke Amerika.

Jadi Ayah yang urus lamaran.

Ajak mertuaku melamar. Oke?

Jangan mendadak kabari keluarga paman.

Kabari nenek untuk urus lamaran.

Mertuamu hebat. Kenapa buru-buru melamar?

Pamanmu Relangi keluarga miskin.

Kita bisa dihina warga.

Jika malam hari tidur, berharap besok sukses.

Tapi paginya malah takut masa depan.

Mereka takut, cemas mewujudkan harapan.

Mereka cemas 365 hari berturut-turut.

Kita bukan penakut. Kita ditakuti orang.

Itu bedanya kita dan mereka.

Jangan cemaskan mereka. Hiduplah bahagia.

Ayah cuma iri melihat mereka.

Kenapa sikap ayah begini, Ibu?

Kita cuma bisa bantu mereka.

Aku dan putri paman sepadan. Bantu semampu kita.

Chinnodu penakut atau ditakuti orang?

Nenek, wanita tua di TV jago menyanyi.

Nenek juga tua, malah gendut.

Nenek harus jago menyanyi.

Nenek tak berbakat. Bakat Nenek duduk.

Kalian menganggur, ajari Nenek menyanyi.

- Nenek paham maksudku? - Kalian menyanyilah.

Ini kopi Chinnodu.

Cuma tepuk tangan mustahil kopi mendekat. Ambil.

Kopi pasti mendekat sendiri.

Dia malas ambil kopi. Tiap hari buatku repot.

Kalian istimewa dan dimanja.

Nenek cuma pakai 4 gelang.

Karena gelang lain dijual kakek kalian.

Harusnya kalian belikan Nenek gelang..,

..malah nonton TV dan keluyuran.

- Kelak resepsiku ada hidangan kesukaan Nenek. / - Ya.

Nenek suka ikan Hilsa.

Resepsi ada ikan Hilsa, harus jual rumahmu.

- Nenek makin pintar, akan kugigit. / - Nak.

- Diam. - Permisi.

Ada orang di rumah?

- Ada apa? Bisa bahasa Telugu? / - Bisa.

- Berapa orang di rumahmu? - Untuk apa?

Untuk sensus penduduk.

Hitungan dulu, berapa orang di rumahku?

Aku petugas sensus baru 3 hari lalu.

- Hitung pelan-pelan. - Ya, Pak.

- Itu wanita gendut. - Wanita gendut.

Diam. Biar kusebutkan.

Memanggil 'Gendut', jarimu bisa dijepit di pintu.

Dia kejam. Cepat hitung. Aku mau pergi.

Aku, ayah, ibu, saudari, kakak, nenekku.

Jumlahnya 6 anggota keluargamu.

Nomor 6 keberuntunganku.

- Bersalaman. / - Tak butuh keberuntunganmu. Pergi.

Berapa anggota keluargamu?

- Astaga, aku lupa dia. - Berapa orang di rumahmu?

Petugas itu sudah pergi?

Berapa orang di rumahmu?

Akan kupanggil dia kesini.

Tak usah. Kenapa aku dilupakan?

- Aku tak sengaja. - Kau sengaja melupakanku.

- Kau selalu melupakanku. - Kau sok tahu.

Bukan sok tahu. Dugaanku kau melupakanku.

Aku tak dianggap keluarga ini.

- Sudahlah. / - Kau pun tak menganggapku keluarga.

Kenapa bertengkar?

- Sudahlah. - Sudahlah apanya?

Kau selalu bikin ulah.

Nak Seetha?

Kenapa menangis, Nak?

Aku tak dianggap keluarga ini.

Dia tak menyebut namaku di sensus penduduk.

- Dia siapa? - Memang siapa lagi?

- Chinnodu atau Peddhodu? - Aku tak punya keluarga.

Jangan menangis. Ayo kemari.

Lihat tangis wajahmu di cermin.

Tak mau lihat wajahku.

Jangan anggap kau bukan keluarga ini.

Kalian dengar?

Bilang jujur agar ucapanmu didengar. Oke?

- Tak mau bercermin. - Lihat wajahmu.

Mari anthaga maha chinta ga "Jangan menangis sedih"

Moham muduchukokala "Wajahmu jangan gundah"

Panem tochaka pareshan ga "Jangan resah" - Tak mau bercermin.

Gadabida padaku ala "Jangan mengomel"

Mathoyentaga sruthe penchaka "Saat kau menangis"

Vicharala vila vila "Kau hanyut dalam sedih"

Sare chalika ala jaliga "Wajahmu jangan murung"

Tika maka pedithe ela "Harus senyum"

Kannerai kuravala "Air matamu banjiri.."

Mana chuttu unde lokam tadisela "..dunia sekitarmu ini"

Mustabe chedarala "Kau cemberut"

Ninu chudalante addam jadisesla "Cermin pun jadi takut"

Ekkille petti edustunte "Tangismu tak meredam.."

Kashtam pothunda "..kegundahanmu"

Kada marenduku gola "Lalu mengapa menangis?"

Ayyayyo papam ante "Air mata tak bisa.."

Edo labham vastunda "..kembalikan sukacita"

Vrudha prayasa padala "Mengapa menangis sia-sia?"

Mari anthaga maha chinta ga "Jangan menangis sedih"

Moham muduchukokala "Wajahmu jangan gundah"

Sare chalika ala jaliga "Wajahmu jangan murung"

Tika maka pedithe ela "Harus senyum"

Endalanu dandistama "Bisakah kemarau dihukum?"

Vanalanu nindistama "Bisakah hujan dikutuk?"

Chalineto taramestama chi pommani "Bisakah usir musim dingin?"

Kassumanai kalahistama "Reaksi kita marah.."

Ussurani vilapistama "..ataukah menangis?"

Rojulatho raaji padama sarlemmani "Solusinya kita harus apa?"

Sati manushulatho matram "Mengapa tak bermasyarakat.."

Saganani enduku pantham "..dan keras kepala?"

Pootakoka pechi padutu "Apa gunanya bertengkar.."

Em sadhistamante em chebtam "..hari demi hari?"

Ekkille petti edustunte "Tangismu tak meredam.."

Kashtam pothunda "..kegundahanmu"

Kada marenduku gola "Lalu mengapa menangis?"

Ayyayyo papam ante "Air mata tak bisa.."

Edo labham vastunda "..kembalikan sukacita"

Vrudha prayasa padala "Mengapa menangis sia-sia?"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Chamatalem chindinchala "Sudahkah kau berpeluh?"

Sramapadem pandinchala "Untuk kembangkan.."

Pedavipai chigurinchela chirunavvulu "..senyum ramah di bibirmu"

Kandalanu kariginchala "Sudahkah hentikan laut.."

Kondalanu kadilinchala "..atau pindahkan gunung?"

Chacchi chedi sadhinchala "Agar hidup senantiasa.."

Sukha santhulu "..bahagia"

Manushulani pinche rujuvu "Buktikan kita manusia"

Mamatalanu penche ruthuvu "Tiap musim berbagi cinta"

Manasulanu teriche hitavu "Dari pintu hati ke hati"

Vandellayina vaadani chirunavvu "Bunga tanpa layu yaitu senyum"

Ekkille petti edustunte "Tangismu tak meredam.."

Kashtam pothunda "..kegundahanmu"

Kada marenduku gola "Lalu mengapa menangis?"

Ayyayyo papam ante "Air mata tak bisa.."

Edo labham vastunda "..kembalikan sukacita"

Vrudha prayasa padala "Mengapa menangis sia-sia?"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

3 kartu As bisa dapat pinjaman di Bangkok.

Aku harus dapat 3 kartu As.

- Aku berhenti main. - Kenapa?

- Mau ke toilet. - Ke toilet, ya?

- Ayo ke toilet. - Ayo.

Ada polisi membuat ingin ke toilet.

- Ada polisi. - Cepat kabur.

Ini untuk kalian.

Hei, kalian kemari.

Kenapa kalian tak kabur?

Buat apa kabur, Pak? Kami bukan geng mereka.

Jika aku menuduh kalian geng mereka..,

..kalian mau jawab apa?

Kami jawab, kau tak tahu apa-apa.

Kenapa menampar, Pak?

Siapa nama ayahmu?

- Siapa nama ayahmu? - Suryanarayana. / - Apa?

- Suryanarayana. - Suryanarayana? / - Ya.

Kau tak mau berdiri?

Kalian keluyuran, kasihan orangtua kalian.

Siapa nama ayahmu? Ayahmu kerja apa?

Siapa nama ayahmu?

Siapa nama ayahmu?

Jika aku salah, tak apa dipenjara 14 tahun.

Kau juga punya ayah.

Kau ingin ayahmu dihormati, kan?

Paham, kenapa kutampar?

Pak.

- Peddhodu menampar Sub-Inspektur. / - Kok bisa?

- Karena membahas ayahnya. - Apa?

- Karena ayahnya dihina. - Karena ayahnya dihina?

Kau pergilah. Menampar demi bela ayahnya.

- Jangan mengintip kartuku. - Wajahmu tertutup kartu.

- Ayo main. - Ada Chinnodu.

Sejak kapan dia pulang kesini?

Tadi kakakku disini?

Tadi dia disini.

Gadis ini berusaha merayuku.

- Ada apa, Surekha? - Surekha? Siapa dia?

Dia gadis yang tinggal di suatu tempat.

Dia sepertimu yang cemburu.

Aku cemburu? Mustahil aku cemburu.

Bohonglah kau cemburu agar hatiku untukmu.

Dia menelpon seseorang.

Kau tahu?

Di daerahku, 6 lelaki naksir aku.

Mereka lelaki bodoh.

Cinta mereka tak terbalas seperti penyair Yogi Vemana.

Rupanya kau juga cemburu.

Dia pintar juga.

- Siapa yang cemburu? - Kau cemburu.

- Teriaki dia. / - Aku bisa dihajar. Kau saja.

- Bodoh. Ayo tertawa keras. / - Oke.

- Tertawa bisa membunuh bocah. / - Tertawa.

Nenekku merayu kakekku.

Nenek buyutku juga merayu kakek buyutku.

Kau seperti lelaki yang berani merayu.

Kau berani menelpon, mengobrol, merayu lelaki.

Kau memujiku membuatku terkesan.

Kau memang pandai merayu.

- Tutup telpon. - Dosa tutup telpon. Jangan.

Halo?

Lelaki menutup telpon sok menolakku.

- Dia menutup telpon? - Hei.

Gara-gara kita tertawa, dia kemari.

Biar dia kemari. Aku tak takut.

Dia mau pergi naik motor, bukan kemari.

Dia mau pulang. Jangan ganggu dia.

- Pacarmu menelpon, ya? - Kau bodoh.

Bagus. Pacar kakakmu di rumah. Pacarmu di telpon.

- Kita jangan takut. - Kau bodoh.

Goodu Raju, bahumu makin kuat, tapi otakmu lemah.

Kau bodoh. Kalian ajari dia agar pintar.

- Dia pengganggu di daerah ini. / - Hei.

Jangan ajari kami. Ajari kakakmu lari kencang.

Kakakmu tak bisa lari kencang untuk sukses.

Kalian puas menertawakan?

Puas menertawakan?

Puas ketawa pamer gigi?

Jangan tampar orang ini. Tampar dia saja.

Tampar kawanku. Jangan menghajarku.

Cepat lari. Dia mengejar.

Di geng-mu, kau atau dia yang anggota baru?

Dia bodoh tak berguna.

- Kenapa berteman dengannya? - Untuk hiburan.

Untuk hiburan?

- Goodu Raju, ayo main. - Persetan dengan main.

Lari.

Kenapa berhenti lari? Sana lari.

Dia yang kau kejar. Buat apa aku lari?

Dia bodoh sekali.

Makan buah ini.

Aku mau ke Bhimavaram.

Dia di belakang.

- Timur kearah mana? - Kenapa timur? Kesitu.

- Kau mau ke timur? - Ya.

- Hei, Gandhi. - Siapa dia?

Lelaki sepertiku yang tinggal di suatu tempat.

Dia suka memukul orang sebodoh kau.

Berdiri yang tegap.

Makanlah. Jangan kesana.

Makan.

Hei, apa ini?

- Kusuruh semut makan. - Minggir.

Ambil gorengan lagi, cocok untuk sup.

Peddhodu, saudarimu dapat lamaran cocok.

Dilamar keluarga Dasireddy yang dulu warga sini.

Mereka kaya.

Mereka punya 2 putra seperti kalian.

2 putra mereka baik hati.

Lamaran ini saran dari siapa?

Ibu.

Ibu.

Aku mau makan.

Mandi dulu, kau kotor keluyuran.

Akan kubunuh, kumakan Nenek.

Dasar gendut. Ambilkan makanan.

Dengar dulu, saudarimu dapat lamaran cocok.

- Si pelamar kerja apa? - Entah kerja apa.

Tapi mereka keluarga baik.

- Ayahku jawab apa? - Katanya, dia lelaki baik.

Kalian sudah dewasa, beri saran terbaik.

Lamaran ini saran dari siapa?

Lamaran ini saran dari..

..keluarga Vijayawada.

- Sudahlah. - Tolak lamaran.

Kabari mereka, kita menolak lamaran.

Meski kita miskin, bisa cari ipar sendiri.

Mereka menyuruh Nenek kabari lamaran ke kami.

Kita bisa cari ipar sendiri.

Kakak, dengarkan ucapan Nenek.

Sudah Kakak dengar.

Kakak tak setuju. Kau boleh setujui lamaran.

Mana bisa 2 keputusan? Harus satu keputusan.

Makanya ikut keputusan Kakak.

Menjalin hubungan tak semudah menampar polisi.

Kakak bicara kasar. Jadi kita marah.

Jika keputusannya begini..,

..tolak lamaran dari saran keluarga Vijayawada.

Nenek sudah tua. Ini gara-gara Nenek.

Kau menyalahkan Nenek.

Sulit beritahu orang, Pak.

- Dia sulit diberitahu, membuat dia resah. / - Ya.

Kenapa jawaban dia begitu?

Ayah.

- Aku mau ke Hyderabad. - Ada hal mendesak?

- Tak ada. Boleh, kan? - Kapan-kapan saja.

- Oke. Pergilah. - Daa, Ayah.

- Mau diantar kakakmu? - Ya.

- Diantar kakakmu atau Ayah? / - Jangan Ayah.

Mau diantar Ayah?

Diantar kakakku saja.

- Aku pergi, ya. - Ya.

- Kereta datang. - Cepat naik.

Ramai. Orang tak suka di rumah, sukanya bepergian.

Semua orang sibuk.

- Ini gerbong 2? - Ini gerbong 3.

Ayo. Jangan memandang mereka.

Pulang-pergi selalu menyenangkan.

Hidup kita harus menyenangkan.

- Kau punya uang? - Punya.

- Yakin? - Aku punya uang.

Kau tak punya uang. Ambil uang ini.

Aku punya uang.

Sana naik kereta.

- Cepat, kereta berangkat. - Kau memaksaku lari-larian.

Telpon saat disana.

Aku sudah lihat ulah mereka.

Semoga mereka ditabrak kereta.

Lalu ku ucapkan 'Selamat tinggal'.

'Pria itu bilang kasar untuk hiburan.'

'Semoga tak terjadi hal buruk.'

- Kenapa tak pergi? - Aku tak ingin pergi.

Oke, ayo pulang.

Permisi.

Ayah.

- Siapa dia? - Siapa dia?

Warga tak mau mengantarmu ke rumah dia.

Biar ku antar.

- Jangan kau. Biar kami antar. / - Ayo.

Jangan diantar pakai sepeda. Biar ku antar.

Ini daerah aneh.

Tanya rumah 1 orang, banyak yang mengantar.

Pak.

Pak, keluarga pelamar datang.

Ingat? Aku ipar dari saudara Vijayawada-mu.

Oh kau? Apa kabar?

Maaf melamar tanpa mengabari dulu.

Silakan masuk.

Mereka datang melamar tanpa mengabari dulu.

Lebih bagus begini.

Jangan terlalu bahagia.

Ibu yang bahagia, sok melarangku bahagia.

Peddhodu, apa mereka orang baik?

Chinnodu, apa mereka orang baik?

Mereka baik sekali.

Semua setuju lamaran, saranku tak dianggap.

Silakan bertanya.

Nonton film hitam-putih Thodi Kodallu (1957)?

Film tentang 2 saudara punya saudari sepertimu.

Nonton film Gundamma Katha (1962)?

Film tentang 2 saudara seperti 2 saudara disini.

Gadis ini saudari mereka, kau tak usah cemas.

Setujui lamaran.

Ambil persembahan. Pak, ambil.

Mengobrolnya nanti, ambil persembahan.

Demi ambil persembahan, menyuruhku berdiri sejam.

Aku dianggap apa? Aku Dewan MLA daerah ini.

Kau tak hormati Dewan MLA. Panggil atasan-mu.

Jangan suruh Dewan MLA berdiri sejam.

- Jangan marah. Antrian jemaat penuh. / - Ya.

- Ikut aku, Pak. - Ya.

Ambil persembahan.

Kenapa senyum padaku? Kau kenal aku?

Apa kita saling kenal, pernah bertemu?

Tadi aku melihatmu memarahi mereka.

Daripada marah..,

..lebih baik hadapi dengan senyum.

- Jangan mudah marah. - Bukan begitu.

Usahamu jadi pemimpin daerah, pasti sulit.

Tak semua orang dapat posisi pemimpin.

Aku benci aturan disini.

Buat apa menyalahkan aturan, Pak?

Di koran, banyak berita yang terjadi.

Kita manusia cuma bisa berdoa pada Tuhan.

Kita bisa berdoa di Kuil atau di rumah.

Ambil persembahan ini.

Ambil, Pak.

- Asalmu darimana? - Dari jauh, Pak.

Ini undangan nikah putriku.

Akan kutaruh undangan di patung Dewa.

Tiap kesini, rasanya Rama dan Seetha melindungiku.

Hanya Dewa-Dewi pelindung kita manusia.

Ayo taruh undangan di patung Dewa.

Seethamma vakitlo sirimalle chettu "Tanaman melati di halaman Seetha"

Sirimalle chettemo viragaboosindhi "Melati mekar berbunga"

Komma kadalakunda koyyandi poolu "Petik melati tanpa ranting"

Kosinavanni Seetha koppu chuttandi "Hiasi rambut Seetha melati"

Koppuna poolu guppetanthenthukandi "Sehingga rambutnya wangi"

Kodanda Ramayya vasthunnadandi "Agar Kodanda Ramayya hadir"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Meghaallo sannai ragam mogindi "Musik pernikahan gaduhi langit"

Melalu thalalu vinarandi "Dengarkan nada musik"

Siriki Sri Hari ki kalyanam kanundi "Dewa Sri Hari menikahi Dewi Siri"

Srirasthu subhamasthu anarandi "Restui pernikahan mereka ini"

Acha Telugintlo pelliki "Nikah adat Telugu"

Artham cheptarantu "Maknai dengan tulus"

Mechadagu muchata idi ani "Dari sikap, jiwa"

Sakshyam chebutamantu "Tunjukkan maknanya"

Janulantha jai kottela "Rayakan, meriahkan"

Jaripistamandi "Bersama tamu undangan"

Andala kundanapu bommavani "Kau cantik jelita"

Jatha cherukunna a chanduruni "Suamimu ikatkan kalung nikah"

Vandella bandhamai allukuni "Dia pendamping hidupmu"

Cheyyandukovate o ramani "Terima suamimu, Oh Ratu"

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

Inthavarakenno chusam "Percuma pernah lihat.."

Anukunte saripoduga "..banyak barang begini"

Entha baruvante "Ini sungguh berat"

Mose daka teliyaduga "Bawa agar tahu berat"

Inthamundunnam le anipinche "Di balik wajah beranimu"

Binkam chatu ga "Kau gugup"

Kastaina kangaru untundi ga "Ini wajar bagimu"

Neekaithe sahajam teeyani "Agar pancarkan cantikmu"

Baruvai sogasinche bidiyam "Dan tersipu malu"

Panulenno petti ma talale "Kami lelaki harus kerja"

Vanchinde ee samayam "Waktunya kami kerja"

Magalla mama em chestam "Kita manusia"

Santosham ga mostam "Tetap senyum ramah"

Ghana vijayam pondake "Rayakan kemenangan"

Teerigga garvistam "Dengan bangga"

Andala kundanapu bommavani "Kau cantik jelita"

Jatha cherukunna a chanduruni "Suamimu ikatkan kalung nikah"

Vandella bandhamai allukuni "Dia pendamping hidupmu"

Cheyyandukovate o ramani "Terima suamimu, Oh Ratu"

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Andala kundanapu bommavani "Kau cantik jelita"

Jatha cherukunna a chanduruni "Suamimu ikatkan kalung nikah"

Vandella bandhamai allukuni "Dia pendamping hidupmu"

Cheyyandukovate o ramani "Terima suamimu, Oh Ratu"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Aku tak mau menyambut keluarga Vijayawada.

Biar orang lain yang menyambut.

Chinnodu, dimana kakakmu? Hei, kemari.

Agar tamu nyaman..,

..sambut dengan ramah.

Kau menyambut tamu di pintu masuk.

- Aku? / - Keluarga Vijayawada datang?

Mereka di jalan, akan kami sambut.

Kau juga menyambut.

- Kalian menyambut tamu. - Pak.

- Lihat, ada siapa. - Hai.

- Apa kabar? - Baik.

Dia warga sini yang kerja di Hyderabad.

Kau orang baik.

Ini putraku Peddhodu dan Chinnodu.

Kau kerja apa?

Dia berhenti kerja di Vizag.

Ke Hyderabad saja. Banyak temanku.

Mudah kucarikan kerjaan untukmu.

Aku dan ayahmu teman akrab.

Suruh putramu kerja di Hyderabad, Pak.

- Kubantu carikan kerja. - Akan kusuruh. Ayo.

- Antar dia kesana. - Ayo.

Kau ikut aku. Kau sambut tamu, Nak.

Chinnodu, kau tinggal dimana?

- Hyderabad. - Hyderabad dimana-nya?

Dimana pun sesukaku. Ayo kemari.

Kau anak pintar.

Kau pasti Peddhodu. Kerja apa?

Silakan masuk.

- Kau kerja apa? Dulu kau masih kecil. / - Ya.

Apa kabar, Nak? Kau kerja apa?

Kenapa tanya basa-basi, Paman?

- Paman kesini hadiri nikahan. Makanlah. / - Ya.

Layani dengan ramah, dia tamu.

Semua orang tanya kerjaanmu.

Semua orang tanya, aku kerja apa?

- Silakan makan. - Silakan makan.

Dia tak ikhlas menyambut tamu.

Ayahnya mengajari senyum, bukan mengajari sukses.

- Kau lihat dia? - Hadirmu membuat ceria.

Kau hadir menambah meriah.

Kenapa kau kurus? Makan manisanku, kan?

Ayo kemari.

Chinnodu, apa kabar?

Kau keluarga Relangi bermartabat, ramah ke tamu.

Semua orang bermartabat. Kemari.

Kita tak pandai menyambut. Adikmu pandai menyambut.

- Dimana kuncinya? - Aku tak tahu.

Seetha, apa kabar?

Bertahun-tahun tak bertemu.

Aku segera kembali.

- Chinnodu. / - Ya? - Panggilkan bibimu.

Chinnodu, ayo mengobrol.

Itu...

Mau menikahi keponakanku?

Jangan keponakanmu. Nikahilah putriku.

Semua orang rela nikahkan putrinya dan Chinnodu.

Tetap disini, aku segera kembali.

Mereka gendut, putrinya pasti gendut.

Suruh dia nikahi semua gadis disini.

Chinnodu.

Chinnodu.

Kau sok bangga.

Kau tampan dan sombong.

Hei, Chitti.

Siapa dia?

Lelaki yang tinggal di suatu tempat.

Dia sepertiku yang dicintai gadis.

Dia takut ketahuan mengobrol dengan gadis.

Nikahan kita dihias kebun kelapa begini.

Jika hujan, nikahan kita basah.

Kau dengar? Pergi.

Tunggu, aku segera kembali.

Gadis ini pintar, sulit diusir.

- Makan atau sajikan makan? - Keduanya. / - Pergi.

Apa saranmu soal Seetha?

Mereka berencana nikahkan Seetha dan Peddhodu.

Bukan cuma rencana.

Sudah pasti Peddhodu menikahi Seetha.

Apa saranmu?

Mereka bilang sesuatu.

- Tapi aku lupa. - Gorengan manis?

- Kau diamlah. - Bodoh.

Aku lupa mereka bilang apa.

Oh iya, mereka bilang idaman. Harus idaman.

Menurutmu, Peddhodu idaman atau tidak?

- Ya ampun. - Ya ampun.

- Ambilkan minum. - Cepat ambilkan minum.

Peddhodu, cepat ambilkan minum.

Beri dia minum.

Kenapa airnya tidak penuh?

Tindakanmu selalu setengah-setengah.

Jangan bertindak setengah-setengah.

Percuma pernikahan dihiasi kebun kelapa..,

..kau harus bisa melayani tamu.

Kau melayani makan juga setengah-setengah?

Kapan kau bisa berubah? Memalukan.

Makan dan doakan saja pengantin.

Jangan menghina kami.

Setengah apanya? Kau sombong keras kepala.

Kenapa bicara kasar padanya?

Padahal kunasihati dia..,

..dia malah marah dinasihati.

Kau bahas dia akan menikahi Seetha..,

..dan aku sabar dengar bahasanmu.

Memangnya kubilang akan nikahi Seetha?

- Jawab. - Peddhodu, tenang.

Setuju atau tidak, jika kau nikahi Seetha..,

..pria ini akan membasuh kakimu.

Kenapa menolak menikahi Seetha?

Kami membahas kau menikahi Seetha.

- Ayo bahas. - Sudah cukup, Paman.

Dia selalu menghina kami.

Dia tak memahami atau membantu kami.

Jika menghina kami lagi, kuhajar.

Andai tak dibantu putriku, saudarimu belum nikah.

Kau yang harus basuh kakiku..,

..siram air basuhan ke kepalamu.

Kenapa Peddhodu malah marah?

Kawan, saatnya doa memberkati pengantin.

Apa-apaan ini? Semua orang menghinaku.

Kawan?

Chinnodu, kemari.

Dimana Peddhodu?

Pasti dia sedang melayani tamu.

Suruh dia kemari memberkati pengantin.

Kenapa disini?

Mereka menunggu Kakak. Ayo kesana.

Ada apa?

Kenapa Kakak tak semangat? Ayo.

- Kakak harus apa? - Harus apanya?

- Maksudnya? - Kakak harus jadi apa?

Kakak marah tak setuju saudari kita menikah?

Siapa yang membuat Kakak marah?

Ibu? Ayah? Atau aku?

Kakak marah bukan karena itu.

Lalu kenapa marah?

Jangan akrab atau ke rumah keluarga Vijayawada.

Kita dan mereka tak ada hubungan lagi.

Mereka bilang apa?

Akan kutanyai mereka. Sialan.

Semua harus dihormati. Mereka bilang apa?

Semua orang pasti tanya kerjaan.

Bahas hadiri pernikahan, pelayanan tamu..,

..dan bahas pernikahan selanjutnya.

Ini pernikahan saudari kita.

Bukan pernikahan orang asing.

Kakak tahu ini nikahan saudari kita.

Kakak tak mau diatur-atur orang.

Kakak tetap jadi semau Kakak.

Makanya kusuruh Kakak berubah.

Kakak sulit berubah. Ini kehidupan.

Hidup Kakak tak berubah.

Kalau memaksa, Kakak pergi saja.

Semua bahas kehidupan, Kakak pergi saja.

Aku tak mau Kakak pergi. Jangan pergi.

Seenaknya bilang pergi saja.

Kita ditakdirkan hidup bersama selamanya.

Kenapa disini? Bibiku memanggil kalian.

Bibiku memanggil kalian.

Oke, cepat kesana.

Oke, jangan diambil hati. Ayo.

- Kau saja yang kesana. - Ayo.

Kau kesana.

Kakak keras kepala.

Sikap Kakak selalu begini.

Kita sering marah. Sembunyikan amarah.

Ayo.

Kakak sulit sembunyikan amarah sepertimu. Sana.

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Tumpuk kursi. Kau hitung kursi.

Juga kursi itu.

Pak, kubayar pemusik. Sore ini bereskan Pandu.

- Khader bhai. / - Ya? - Darimana kau?

Kau tak hadiri pernikahan.

Kau teman terbaikku.

Aku dari Mekah tanpa mengabarimu.

Aku belum sempat pulang..

..karena keluargaku akan menyambutku.

Senang mendengarnya.

- Dimana pengantin? - Di rumah.

- Apa kabar, Nak? - Sarapanlah. / - Ya.

- Acara nikah lancar? - Lancar, Ayah.

Tak ada masalah?

Kata tamu, acara nikah lancar, meriah.

Sesuai adat mereka..,

..pengantin mau berdoa di Chinna Tirupathi.

Ayah-ibumu mau ke acara lain.

Kau dan kakakmu temani mereka pergi.

Lebih baik kalian temani mereka.

Mau temani mereka, kan?

- Ya. - Dimana kakakmu?

- Di rumah. - Biar Ayah kabari kakakmu.

- Biar kukabari kakakku. - Oke, pergilah.

Hei, Kawan.

Kami beruntung..

..bisa dapat lamaran secocok ini.

Keluargaku berterima kasih.

Ini berkat sikap ramah ayahmu.

Ayahmu selalu ucapkan hal baik.

Tapi kau dan kakakmu pesona di pernikahan.

Kalian pandai mengatur acara nikah.

Kalian tetaplah seakrab Rama dan Lakshmana.

- Suamiku. - Aku datang.

- Apa? - Hei.

Aku dengar suara Kakak. Ada apa?

- Kau... - Aku kenapa?

Kau...

Kenapa kau tendang pot tanaman?

Kenapa kau tendang pot tanaman?

Kakak dimana?

Hei, Kakak dimana?

Tutup telpon, aku datang.

- Sudah makan? - Belum. Aku lapar.

Sana makan.

- Cukup. / - Makan. Entah disana kau makan, tidak?

- Tambah lagi. - Cukup.

Makan, Nak. Entah kapan kau pulang lagi.

Kenapa makanmu buru-buru?

Daripada komentar, kemaskan tasku.

- Seetha. - Ya?

- Jangan kemas semua. - Cukup, Ibu.

Hari itu tidak jadi pergi, percuma kemas baju.

Mulai kini cari kerjaan.

Mau sampai kapan menganggur?

Nak, ajak kakakmu pergi.

Kakakmu disini cuma menganggur.

Dan keluyuran bikin ulah saja.

Pria tamu nikahan, mau carikan kerja di Hyderabad.

Bilang dan ajak kakakmu pergi.

Seetha, ada Peddhodu, ambilkan makan.

- Tambah lagi, Nak. - Aku kenyang.

Peddhodu, minum susu mentega.

Kau dengar obrolan konyol, bisa ketinggalan kereta.

Kakak tak mau ikut kau. Entah Kakak kerja apa?

Jaga kakakku.

4 minggu rasanya bukan 4 minggu.

Saat bulan madu, tak ingat waktu.

Ucapan Kakak benar.

Aku heran dengar ucapan begitu.

Jika dia menganggur, takkan terus dipuji.

Kakak ikutlah. Kita kerja bersama.

Pikirkan nasihat ibu.

- Oke. Kau punya uang? - Punya.

- Ambil uang ini. - Aku punya uang. / - Pergi.

Sana naik kereta.

Kereta penuh. Tak ada bangku kosong.

- Telpon saat disana. - Oke.

- Pikirkanlah. - Pikirkan apa?

- Pikirkan nasihat ibu. - Oke.

Ayo ikut aku.

- Maumu Kakak ikut? - Ikutlah sekarang.

Maumu Kakak ikut?

Kakak hebat.

Ayo naik.

Ini penemuan terburuk abad ini.

Kakakmu hebat, sederhana, tak berulah.

Kepribadiannya istimewa.

Tapi dia menganggur, belum nikah.

Di Hyderabad, pasti dapat kerjaan.

Selalu cemas itu tak baik.

Jangan cemas. Negara bantu atasi masalah.

Geser.

Chinnodu memanggilku 'Hitam'. Akan kubalas.

Chinnodu, aku minta rokok.

Aku minta rokok. Aku gelisah.

Di Vijayawada, 1 rokok dijadikan 2, bilang 'Tangkap'.

Kenapa banyak tingkah demi kerjaan?

Tak ada yang gratis atau puas.

Halo?

- Chinnodu. - Halo?

- Chinnodu. - Halo?

Tak ada sinyal.

- Halo? - Chinnodu.

Ada apa, Sayang? Kenapa kau tegang?

Jalan Necklace itu indah.

Jalan itu menanyakanmu dan menyuruhku..

..kesana hari ini. Kau mau datang?

- Kau di Hyderabad? - Datanglah sekarang.

- Aku marah, cemberut, sakit hati. / - Astaga.

Tiap kusuruh ke Hyderabad, kau tutup telpon.

Kututup telpon, nanti kutelpon.

Siapa yang menelpon?

Kerabatku, ada dimana-mana.

Makan sendiri, pacarmu jangan diberi.

Lelaki ini budak cinta.

Kenapa tiba-tiba ke Hyderabad?

Karena kakakku datang dari Amerika.

Semua keluargaku disini.

Pernah kuceritakan iparku padamu.

Iparku tampan. Kau hadir di nikahan iparku.

- Iparku imut. - Iparmu bisa salto?

Tiap kupuji lelaki lain, kau cemburu.

Karena cemburu, hidungmu merah.

Pada dasarnya, para lelaki baik.

- Ini sihir udara bebas. - Apa?

Orang harus nikmati kebebasan.

Harus tahu mau memberi dan meminta apa.

Sebentar.

Hei.

Kisah cinta Majnun, Devdas, Romeo, ciptakan sejarah.

Dan ciptakan tren.

Berbeda dari mereka..,

..apa beruntungnya lahir jadi gadis?

Apa bagusnya lahir jadi gadis?

Akan kubuat kau beruntung jadi gadis.

Pelukan dan ciuman cuma bonus.

Kemari, peluk aku.

Tak apa ditonton orang.

Lanjutkan obrolan kalian.

Bicaralah.

- Bicaralah. - Kau yang bicara.

Bicaralah.

Bicaralah.

Jangan tanya sekarang. Pasti kujawab bohong.

Oho o abbayi nekai o ammayi "Oh Lelaki, gadis menunggumu"

Untundoi vethukomanannare "Temukan gadis itu"

Indarilo elage aina nenilage "Di antara gadis berkerumun"

Nee jaadani kanukkuntu vachane "Dari jejakmu, kutemukan kau"

Vethike panilo nuvunte "Saat kau mencariku"

Eduruchoopai nenunna "Aku menunggumu.."

Neeke jathaga avalani "..untuk jadi istrimu"

Inka cheppale inka inka "Aku banyak bicara"

Ennenno cheppalinka "Dan banyak bercerita"

Nuvve cheppali inka cheppinka "Kini giliranmu bicara"

Inka cheppale inka inka "Aku banyak bicara"

Ennenno cheppalinka "Dan banyak bercerita"

Nuvve cheppali inka cheppinka "Kini giliranmu bicara"

Oho o abbayi nekai o ammayi "Oh Lelaki, gadis menunggumu"

Untundoi vethukomanannare "Temukan gadis itu"

Indarilo elage aina nenilage "Di antara gadis berkerumun"

Nee jaadani kanukkuntu vachane "Dari jejakmu, kutemukan kau"

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

Memu puttinde "Mengapa kami gadis.."

Asalu meekosam antarila "..terlahir untukmu lelaki?"

Kalavadam kosam "Demi kita bertemu..,"

Inthala iravai ella "..20 tahun ini kutunggu"

Emi chesthave "Agar kau mencintaiku"

Meeku mem baga nachenthala "Aku harus jadi idaman"

Maaradam kosam "Maukah menungguku?"

Ellu gadavale ella "Jadi idaman butuh waktu"

Anthoddoi hyrana "Tenang saja"

Nachestarettunna "Dan jangan resah"

Mee abbayile maaku "Aku mencintaimu apa adanya"

Ade,, thelusthu undhe "Kutahu itu dari sikapmu"

Inka cheppale inka inka "Aku banyak bicara"

Ennenno cheppalinka "Dan banyak bercerita"

Nuvve cheppali inka cheppinka "Kini giliranmu bicara"

Inka cheppale inka inka "Aku banyak bicara"

Ennenno cheppalinka "Dan banyak bercerita"

Nuvve cheppali inka cheppinka "Kini giliranmu bicara"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

va.ris.no.va..ris.ki.la

va.ris.no.va..ris.ki.la

Memu pommante "Kuminta kau pergi.."

Entha saradara meeka kshanam "..itu hanya bercanda"

Meeru veluthunte "Saat kau pergi"

Needa la vastham venaka "Diam-diam aku mengikutimu"

Memu mundosthe "Saat aku datang"

Meeku em thoyyadu le idi nijam "Kau tak tahu harus apa"

Alagadam kosam "Seperti kau marah.."

Karanam undadhu ganaka "..tanpa alasan"

Manchollu mondollu "Keras kepala, baik hati"

Kalipesthe abbayilu "Itu paduan sifat lelaki"

Makosam digochaaru "Lelaki harus patuhi gadis"

Ade,, ala anoddhe "Jangan bilang begitu"

Inka cheppale inka inka "Aku banyak bicara"

Ennenno cheppalinka "Dan banyak bercerita"

Nuvve cheppali inka cheppinka "Kini giliranmu bicara"

Inka cheppale inka inka "Aku banyak bicara"

Ennenno cheppalinka "Dan banyak bercerita"

Nuvve cheppali inka cheppinka "Kini giliranmu bicara"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

- Tenang, aku datang. - Minggir.

- Periksa ini, Ipar. - Ini turun.

Jam 3 sore pasti naik. 30 tahun aku kerja begini.

- Hitung saja. - Ya.

- Pak. / - Apa? - Wargamu mau menemuimu.

Kau janji carikan dia kerjaan.

- Dia kesini? - Ya.

- Aku kenal dia. Suruh tunggu sebentar. / - Ya.

- Hitung ini. - Oke.

- Disuruh tunggu sebentar. - Oke.

Buka perusahaan Ranbaxy.

Pak, sudah sejam dia menunggu.

Mau kusuruh dia kesini?

Aku kenal dia. Suruh dia menunggu.

Buka keduanya.

- Ini jam berapa? - Jam 2 siang.

Tiap makan makanan kesukaan Nenek, teringat Peddhodu.

Entah Peddhodu sedang apa.

Dia selalu makan tepat waktu.

Atau, dia akan langsung marah.

Jangan makan nasi agar tak gendut.

Makan ini agar masalahmu beres.

Sudah selesai? Lanjut buka Ranbaxy.

Kau hebat, Ipar.

Dia menunggu sejak pagi. Ini jam 5 sore.

Bagus. Aku kenal dia. Suruh dia menunggu.

Ipar.

Siapa yang janji carikanku kerjaan?

Mana orangnya? Kau?

Kenapa ingkar janji ke wargamu ini?

Kau puas ingkar janji?

Memangnya aku minta bantuanmu?

Teman sialan. Hargai sesama manusia.

Hidup ini aneh.

Hidup menjauhkan kita sejauh mungkin.

Kita menganggur. Jangan mengharap bantuan orang.

Kerumunan dan kebisingan kota..,

..berbeda dari desa kita.

- Rasanya ingin pulang. - Minta kerjaan lagi.

Percuma. Pria itu membuat Kakak marah.

Kakak tak paham hidup ini.

Meski tak kelihatan, hati Kakak tersakiti.

Dulu, ku ikuti Kakak ke sekolah.

Kakak hanya mau ke sekolah bersamaku.

Aku pergi bersama Kakak.

- Lalu ada Alivelu, Srivadh, Dhanalakshmi. / - Krishnakumari.

Ya. Aku takut Kakak mengabari orangtua.

Jadi kubuat rencana sendiri.

Bioskop Narendra, bioskop Padmasri.

Film, ibu, ayah, bermacam perasaan.

Kenapa masih ingat itu?

Kakak bilang, tak paham hidup ini.

Kini paham, kan? Kita tata masa depan.

Kita akan nikah, sibuk kerja..,

..lalu punya anak.

Anak minta bantuan kita orangtua.

Ingat, kita harus tetap akrab.

Kau siap menata masa depan.

- Halo. - Halo. Apa kabar, Nak?

Dimana kakakmu?

Bagaimana kerjaan kakakmu?

Tanya saja sendiri.

- Siapa yang menelpon? - Ibu. Mau menelpon?

- Kau saja. - Kakak mau bicara. / - Hei.

'Dia memaksaku menelpon.'

- Nak, sudah makan? - Sudah.

- Makanlah tepat waktu. - Ya.

Suka manisan buatan Ibu? Mau manisan lagi?

- Kakak tak berubah. - Kau bilang apa?

Disini ada kolam renang.

Kerja disini, bisa tidur.

Kerja demi tidur itu bodoh.

Siapa yang pakai sandal hak tinggi ini?

Kawan.

Hai, Einstein.

Kau benci makanan dingin. Biar ku ambilkan makan.

Wajahmu suka memandang.

Memandang wajahku.

Belum setahun terakhir kita bertemu.

Pacarmu itu kerja atau jual kacamata?

Maksudmu, dimana kusimpan bunga darimu?

Lelaki itu alergi bunga. Kudapatkan lelaki begitu.

Dia tunanganku.

Sana makan sebelum dingin.

Gadis yang kucintai dan gadis yang mencintaiku..,

..selalu dapat lelaki begitu.

Hati mereka bahagia menari tari daerah.

Ayo masuk. Kita dipanggil.

Tahu kabar ini?

Menantu Raghava Rao norak bawa sapu dari rumahnya.

Suaminya dilarang menyentuh sapu.

Rupanya ada orang norak begitu.

Diam. Kau hobi bergosip.

Kau punya kerjaan, tidak?

Hati-hati dengan menantunya.

Bukan gosip. Ini kabar baik dan buruk.

Kalau kabar 'digoreng', itu baru gosip.

Kau bergosip saat Peddhodu nikah saja.

Bibi, jika Peddhodu menikahiku..,

..Bibi tetap jadi ibu yang membesarkanku..,

..atau jadi ibu mertuaku? Jawab.

Kau akan tanyakan apapun?

Atau, rahasiakan pertanyaanmu?

Dirahasiakan malah bikin gendut.

Pelayanan yang bagus.

Porsi makan kecil, malah lama menunggu.

Dari makanan mahal, dia bangun hotel lain.

Makanlah jangan protes.

Minuman sudah dingin, ya?

Jangan norak. Ini memang minuman dingin.

Kami tak norak kok.

Hei, kemari. Jangan disitu.

Sebentar.

Kenapa baru kabari Kakak?

Sebelum mengabari Kakak, kupastikan dulu.

Sekarang sudah jelas perasaanku padanya.

Dia tampan, putra paman Relangi.

Tapi caramu bicara dengannya?

Biar Kakak bantu bicara dengannya.

- Kami telpon-an. - Oh ya? Kapan?

- Kusuruh dia kesini. - Wow.

Dia belum tahu keluarga kita disini.

Agar jadi menantu idaman, dia harus terkejut.

Jangan kabari kakakku jika dia tanya.

Kakakmu mau tanya apa dan kau mau jawab apa?

Hyderabad memang aneh.

Permisi.

- Permisi. - Permisi lagi? Kemari.

Dimana kakakmu?

Tunjukkan.

Ambil makanan ini.

Keluarganya disini. Dia menjebakku kesini.

Lihat, ada siapa.

- Kalian bertemu dimana? - Hei, Chinnodu.

Kami bertemu di depan.

Kabar orangtuamu baik? Kemari.

Semua keluarga kami disini. Kemari.

Kakak.

Kemari.

Dia keponakanku, putranya Relangi.

Oh ya? Kita bertemu saat kau masih kecil.

Kebetulan kau kesini.

Bukan kebetulan. Kakakku sengaja undang dia.

Apa?

- Sengaja diundang, kan? - Ya ampun.

- Kau pindah. / - Oke. - Kau duduk, Nak.

Duduk.

- Duduk. - Duduk.

Makan.

Jangan senyum.

Nak, kau kerja apa?

Kau kerja atau menganggur?

Dia merencanakan. Dia mengelola. Dia mewujudkan.

Contoh mereka ini.

Kerja kantor-an dari jam 9 pagi sampai 5 sore.

Lalu pulang oleskan balsem ke leher.

Dan bingung nonton acara TV apa.

Lalu cari istri yang memasak di dapur..,

..dan bilang, benci hidup ini.

Keluargamu di rumah bilang begitu, ya?

Tak ada orang yang bilang jujur begitu.

Sudahlah.

Aku paham cara dapatkan banyak uang.

Tapi aku tak memahamimu dan prinsip hidupmu.

Andai hidupku tak sempurna, karena ini.

Yaitu sikap buruk.

Lihat kakakmu.

Kakakmu mengacaukan pernikahan saudarimu.

Kakakmu memberiku minuman setengah gelas.

Bawa kakakmu ke psikiater.

Jangan tinggalkan kakakmu. Nasihati dia.

Kenapa tak kau nasihati kakakmu?

Jika kutahu, kau yang buat kakakku marah..,

..entah terjadi hal buruk apa.

Andai terjadi hal buruk, aku takkan diam.

Aku minta ubah sikap kalian. Jika tak mau..,

..kalian yang rugi.

Ayahku tak menasihati harus hidup begini-begitu.

Buat apa dengar nasihat orang asing bodoh?

Tak sudi dinasihati orang sok pintar sepertimu.

Mulai kini aku diam. Kau juga diam.

Ingat itu.

Jangan campuri urusan keluargaku.

Atau, akan kuhajar kau.

Halo, tunggu.

Kuharapkan pertemuan ini. Kenapa kau mengacaukan?

Kurencanakan agar ayahku menerimamu.

Bodo amat dengan ayahmu.

Kau mau mempermalukanku di depan ayahmu?

Kau tak kelihatan marah, padahal marah.

Kau tampan meski sedang marah.

Bagus.

Kau berkemeja cerah tampak gagah.

Kau dan ayahmu memandang orang dari penampilan?

- Ya. / - Ayahmu mengajarimu semuanya?

Tak semuanya. Kami juga belajar sendiri.

Lalu kenapa kesal?

- Para ayah tak mengajari semuanya. / - Diam.

Apa?

Akan kutampar kau.

Aku sakit hati.

Aku kesal, cemberut.

Lihat, wajahku cemberut.

Kau banyak tingkah.

Tak salah lagi, ayahmu memanjakanmu.

Kenapa bahas para ayah?

Bahas lelucon saja.

Kau tak cemaskan orang karena keinginanmu dipenuhi.

- Aku mau lompat. - Bagus, lompatlah.

Chinnodu, aku mau lompat.

Aku mau lompat.

Ini bukan cinta.

Cinta berarti rayuan, panggilan mesra, telpon-an.

Dia dan keluarganya membuatku bermasalah.

- Kenapa menelponku sekarang? - Ini jam berapa?

- Jam 11 malam. - Memang kenapa?

Malam gelap. Aku takut gelap. Tutup telpon.

Aku tak menelponmu. Ponselku yang menelponmu.

Astaga. Aku dalam masalah, dia malah melucu.

Dimana kakakku?

Dimana Geetha?

Kakak dimana? Kutunggu disini.

Kemari ke balkon.

- Kakak di bus. - Mau kemana?

- Pulang ke rumah. - Kenapa?

Dengarkan penjelasanku.

Semua orang bahagia, kecuali aku.

Harusnya kakakku tanya lalu kujelaskan.

Orang kesal sudah cukup mengajariku hidup.

Harga ponsel ini Rs.7000.

Peddhodu pulang.

Entah kenapa pulang? Sudah kau tanyai dia?

Memang kenapa? Tanya Chinnodu di telpon.

Aku menanyakan Peddhodu, kau suruh tanya Chinnodu.

Aku menanyakan Chinnodu, kau suruh tanya Peddhodu.

Mereka saling menjaga dan memahami.

Itu juga yang kuharapkan.

Semoga Tuhan memberkati pernikahan mereka.

Aku dapat kabar dari Bezawada.

Aku mau ke rumah Vijayawada.

Putri mereka datang dari Amerika.

Jangan lupakan bantuan putrinya ke kita.

Aku mau kesana mendoakan kandungan putrinya.

Kau buatkan manisan untuk mereka.

Seetha, mau hujan, angkat jemuran.

Ya.

Hei, sedang apa ini?

Aku berpose karena difoto dari atas.

Bodo amat dengan foto.

Tunggu. Ayo foto bersama.

- Lihat kesana. - Apa?

Lihat kesana sebentar.

Lihat kesana.

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

VN.R- varisnova.riskila

Vaana chinukulu itta tadipithe "Bila hujan membasahi"

Ettaga aagutundi vayase "Diriku hilang kendali"

Neeti churakalu atta tagilithe "Gemuruh air hujan ini"

Ettaga longutundi sogase "Basahi masa mudaku ini"

Agavammo ammo entha duruse "Tunggu, jangan buru-buru"

Arey abbayante antha aluse "Aku tak jahat padamu"

Neeku kallelu vesi ika "Aku disini meminta.."

Alladinchalani "..dunia bahagia"

Vacha,,, anni telise "Ketahuilah pintaku ini"

Vaana chinukulu itta tadipithe "Bila hujan membasahi"

Ettaga aagutundi vayase "Diriku hilang kendali"

Neeti churakalu atta tagilithe "Gemuruh air hujan ini"

Ettaga longutundi sogase "Basahi masa mudaku ini"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Ni valana tadisa "Aku basah karenamu"

Ni valana chalilo chindesa "Aku menari dalam hujanmu"

Endukani telusa "Kau tahu kenapa?"

Nuvvu chanuvistavani aasha "Sebab kau boleh kudekati"

Jaaru pavita ni "Kujadikan Saree-ku.."

Godugu ga chesanoy "..untuk memayungimu"

Oopiri tho chali kasanoy "Nafasku hangatkanmu"

Hey inthalanna ivvadagga "Akan kuberi apapun.."

Enthadaina ikkadunte "..semaumu.."

Tappakunda ichi teeruthanu chebithe "..sesuai pintamu"

Vaana chinukulu,, itta tadipithe "Bila hujan membasahi"

Ettaga aagutundi vayase "Diriku hilang kendali"

Neeti churakalu atta tagilithe "Gemuruh air hujan ini"

Ettaga longutundi sogase "Basahi masa mudaku ini"

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Siggulatho merisa "Aku tersipu malu"

Gunde urumulatho ninu pilicha "Degup jantungku memanggilmu"

Muddhuluga kurisa "Hujan menciummu"

Ollu harivilluga vanchesa "Dan jadi pelangi langitmu"

Neeku tolakari pulakalu modalaithe "Suara manjamu padaku"

Na manasuki chigurulu todigaye "Tumbuhkan cinta di hatiku"

Nuvvu kundapotha laga vaste "Kau menghujaniku.."

Binde laga unna ooha pattukunna "..kebahagiaan abadi.."

Hayikinka ledu kolathe "..yang takkan berakhir"

Vaana chinukulu itta tadipithe "Bila hujan membasahi"

Ettaga aagutundi vayase "Diriku hilang kendali"

Neeti churakalu atta tagilithe "Gemuruh air hujan ini"

Ettaga longutundi sogase "Basahi masa mudaku ini"

Agavammo ammo entha duruse "Tunggu, jangan buru-buru"

Arey abbayante antha aluse "Aku tak jahat padamu"

Neeku kallelu vesi ika "Aku disini meminta.."

Alladinchalani "..dunia bahagia"

Vacha,,, anni telise "Ketahuilah pintaku ini"

- Hei. - Ya?

Ini lamaran bagus.

Calon suami tampan.

Keluarganya tahu cara jalani hidup sukses.

Ini bukan lamaran biasa.

Jadi kita harus terima lamaran.

Kabari keluarga Relangi agar tak santai menari.

Jauhkan mereka dari malas, itu bagus untuk kita.

Tunggu.

Mau kemana?

Kelak suamimu harus idaman.

Agar pendidikanmu, kesehatanmu, tak sia-sia.

Terserah ucapanmu Geetha dinikahi siapa.

Yang penting Seetha harus nikah dulu.

Meski Seetha gadis. Pedulikan masa depannya.

Nikahkan Seetha. Atau, anggap Ibu sudah mati.

Tenang, Ibu. Biar kakakku bicara.

Dia mau bicara apa? Kalian terus yang bicara.

Ibu tak diizinkan bicara.

Ibu sayang ayahnya Seetha melebihi kalian berdua.

Ayahnya sudah mati. Memangnya kalian peduli?

Memangnya kalian peduli hidup Seetha?

Memangnya peduli masa depan seetha?

Salam, Ipar.

- Pak. - Apa kabar kalian?

Ini manisan untukmu dari bibimu.

Dia berharap anakmu semanis manisan ini.

- Apa kabar? - Baik.

Apa kabar kalian? Aku hampir lupa Bibi.

Apa kabar? Bibi sehat, kan?

- Apa kabar, Nak? - Baik. / - Duduk.

- Apa kabar? - Baik. Duduklah.

- Aku bahagia bertemu kalian disini. / - Duduk.

Kondala Rao, sejak kapan datang?

Kalian sedang bahas dia, kebetulan dia datang.

Pak, mereka sedang bahas Seetha nikah.

Geetha dapat lamaran bagus.

Tapi neneknya ingin Seetha nikah dulu.

Kita sama-sama peduli Seetha.

Ambil keputusan terbaik soal Seetha nikah.

Kau pasti ingin Peddhodu menikahi Seetha.

Tapi Peddhodu..

..tak memenuhi syarat.

Kau tak mau suami Seetha menganggur.

Kaupun peduli apa nanti anggapan orang.

Lihat Kondala Rao ini.

Jika putranya Kondala Rao menikahi Seetha..,

..pasti Kondala Rao bahagia.

Kondala Rao bahagia demi putra bodohnya.

Biar kucarikan lamaran bagus untuk Seetha.

Semua ingin masa depan Seetha bagus.

Tak ada pilihan lain. Karena dia Seetha.

Benar.

Bibi, bagaimana penampilanku?

- Jangan tanya Bibi. - Kenapa?

Kau mau tinggal disini, tidak?

Kita tolak lamaran dari saran kerabat.

Ibu, lihat penampilannya mau dilamar orang.

Aku cuma disuruh pamanku berdandan.

Pamanmu pasti akan menyuruhmu dandan.

Pamanmu bertemu mereka dan setujui lamaran.

Dasar pamanmu.

Peddhodu masih menganggur, percuma tolak saran mereka.

Entah sampai mana pamanku setujui saran mereka.

Lebih baik hormati keputusan pamanku.

Kami keluarga terbuka, bukan kolot.

Jadi kita diskusikan secara terbuka.

Tapi putraku suka gadis berbudaya.

Dia benci gadis lari-larian atau teriak.

Apa maksud Ayah? Aku lebih terbuka dari Ayah.

Ayah yang sering melarang-larang ibu.

- Ya, 'kan, Ibu? Jawab. - Tidak. Ayah terbuka.

Lamaran ini dari saran keluarga Vijayawada.

Rupanya mereka lebih buruk dari keluargaku.

- Tunggu apalagi? Panggil Seetha. / - Ya.

Seetha, kemari.

Ayah, dia cantik.

Kondala Rao, siapa dia?

Putra sulung yang dicintai Seetha.

Jika kalian menolak Seetha, dia menikahi Seetha.

Kalian keluarga terbuka, jadi kubilang terbuka.

Ayah, cepat setujui lamaran. Dia cantik.

Ibu, cepat setujui lamaran.

Kami setuju lamaran ini.

Tak usah acara tunangan.

Langsung saja upacara pernikahan.

Siapkan pernikahan seminggu lagi.

Semoga dia tak memanggilku.

Semoga dia tak memanggilku.

Semoga dia tak memanggilku.

- Hei. - Ya?

Hei, apa ini?

Berikan.

Apa?

Lelaki yang melamarku tampan.

Dia kaya, bisa menjagaku.

Dia lebih baik dariku, nikahlah dengannya.

Tak hanya ayahmu yang bodoh, semuanya bodoh.

Nikahlah dengannya. Tutup telpon.

Akan kunikahi gadis lain.

Gadis yang 30 hari pipinya merah karena dicium.

Tutup telpon.

Bodo amat.

Kukira dunia indah karena ada lelaki dan gadis.

Ternyata bukan.

Gadis sulit dapatkan apapun semaunya.

Gadis mengubah lelaki dan membuat lelaki bersalah.

Gadis suka lelaki pemberani dan humoris.

Ini omong kosong.

Kapan keberanian lelaki muncul?

Saat boncengkan gadis naik motor tanpa kecelakaan.

Ekspresimu menyebalkan, bodoh.

Awas, Nak.

Bagaimana kondisi ayah, Ibu?

- Rutin periksa tekanan darahnya. / - Baik, Pak.

Dia sudah tak kritis. Kondisinya membaik.

Dia dibawa kesini tepat waktu. Dia selamat.

Sudah kubilang, dia pasti selamat.

Dia selamat.

- Berkat doa kalian. - Ya.

Salam.

Chinnodu, ayahmu di ruang berapa?

Ayo kutunjukkan.

- Salam. - Salam. Apa kabar?

Kau cepat sembuh, kau pria tangguh.

Salam, Bu.

- Kondala Rao juga disini? - Ya.

Aku kagum padamu karena sudah menjenguk.

Ya, terima kasih.

Kata pria Vijayawada, kau tak bisa kerja.

Jadi aku terpengaruh ucapannya.

Nyawa lebih penting daripada kerjaan.

Berkorban nyawa demi menolong orang, itu hebat.

Kau berkorban demi menolong orang.

Pemuda yang kau tolong itu keponakanku.

Mereka ingin menjengukmu. Tapi kujenguk duluan.

Aku tak bisa menangis.

Aku tak bisa balas kebaikanmu.

- Aku cuma bisa berterima kasih. / - Sama-sama.

Chinnodu, kau kerja apa?

Kau lebih pintar dari kakakmu.

Kenapa belum kerja? Cepat cari kerjaan.

Hidupmu harus sukses karena ayahmu sudah tua.

Hari itu di kantorku, kunasihati Peddhodu.

Tapi Peddhodu marah pergi.

Lupakan kejadian itu.

Suruh Peddhodu Kerja di kantorku lagi.

- Ibu. - Ibu disini, Nak.

Ibu, besok sore aku ke Hyderabad.

Kenapa buru-buru besok?

Disini aku menganggur.

Aku mau cari kerja disana.

Ajak kakakmu cari kerja disana, Nak.

Tak baik kakakmu kerja di kantor Vizag lagi.

Kakakmu masih marah ke kantor Vizag.

Ajak kakakmu ke Hyderabad.

Ibu saja yang suruh kakakku.

Tak berani menyuruh kakakku?

Sejak aku kecil, Ibu menasihatiku.

Tak ada yang berani menasihati kakakku.

Andai ayah-Ibu melarang kakakku keluyuran..,

..pasti kini kakakku sudah sukses.

Tapi Ibu tak menasihati kakakku.

Ibu ragu, takut, malu.

Ibu malah membebaniku.

Aku tak bisa jawab omongan orang.

Ibu menyuruhku ajak kakakku.

Kenapa ucapanmu begini?

Kakakmu memang begitu. Dia tak pintar.

Dia tak sepertimu yang pandai bergaul.

Ibu dan dia tak pintar. Jadi Ibu menyuruhmu.

Katamu ingin sukses, dan taklukkan dunia.

Memangnya bisa dapat uang tanpa usaha?

Ibu malu pada warga.

Warga tanya, putra Ibu kerja apa?

Kalian sudah dewasa. Dinasihati malah marah.

Maumu Kakak harus apa?

Kakak tak mau ke kantor Vizag.

Mana bisa kesana? Kakak pernah kesana.

Meski mereka berubah, Kakak masih marah.

Pasti ribut lagi jika Kakak kesana.

Memangnya kita tak tahu harus apa?

Katamu, cari peluang agar sukses besar.

Ucapanmu benar.

Kakak percaya ucapanmu itu.

Semua ada batasnya.

Kita takkan selamanya begini.

Jangan selamanya begini.

Hei.

Maumu Kakak kembali ke kantor Vizag?

Jawab jika maumu begitu.

Jawab, Kakak harus apa?

Kakak lahir duluan dari aku.

Kenapa Kakak tak tahu harus apa?

Semua ada batasnya? Ya, ada batasnya.

Batas hidup, hubungan kerabat, kesabaran.

Harus ada batasnya.

Kita tak tahu harus apa.

Orang menanyakan masa depan kita.

Tiap hari kita dinasihati.

Kita malah marah.

Entah Kakak atau aku yang marah.

Jika nasib kita tetap begini..,

..kita takkan berani mati.

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

va ris.no va . ris.ki la

Musire mabbula urumule kaadaa "Inikah petir dan awan.."

Jalajala chinukula kalagaanam "..yang hadir bersama hujan?"

Kasire alakala thera badi radha "Marah, bertengkar, bermusuhan"

Kadhalika marichina abhimanam "Sisi lain dari kasih sayang"

Vadhalani mounam vidanani andha "Apa kebungkaman enggan.."

Kilakila laade anandam "..dengar kebahagiaan?"

Kalathala kaalam kalapanu andha "Apa kekerabatan enggan.."

Mamathala daaram allina anubandam "..satukan kasih sayang?"

Chedayinagani ishtangane "Meski kesulitan pahit"

Thintunnamate adhe Ugadani antam "Sebahagia tahun baru Ugadi"

Ey kashtalayina vachi poye "Jika kesulitan sesingkat.."

Chuttale ayithe sadha "..kunjungan kerabat"

Sukhalatho untam "Bahagia seumur hayat"

Semuanya bagus. Kau memenuhi syarat.

Kau berbakat. Berkasmu tak ada masalah.

Tapi ada yang kurang.

Senyummu palsu.

Apa, Pak?

Senyummu tak tulus. Senyummu palsu.

- Pak, senyumku asli. - Tidak-tidak.

- Menurutmu senyumnya palsu, kan? / - Ya.

Kau harus senyum dari hati.

Aku senyum dari hati, Pak.

Kau akan memimpin 200 karyawan.

Kau harus memimpin dengan senyum.

Harus senyum di situasi apapun.

Kami ingin lihat senyum aslimu.

Coba senyum dengan tulus.

Tidak-tidak.

Kau benar, dia tak bisa senyum.

Sudah kubilang, senyumnya palsu.

Senyum semaumu atau menangis semaumu.

Jangan memaksaku senyum demi uang.

Persetan dengan kerja disini.

- Kau harus usaha. - Paksaan bukan usaha.

Baruvu anukunte baruvu "Susah jika anggap susah"

Suluvu anukunte suluvu "Mudah jika anggap mudah"

Brathukela undaalo nuvve telchuko "Hiduplah sesukamu melangkah"

Anukunnavani avvavu "Tak semua asa tercapai"

Epudu edo kharuvu "Kesulitan selalu menyertai"

Anduki kammani kalalu "Terus kejar mimpi"

Sari chusuko "Agar hidup baik"

Vesaviki maavidi pallu "Kemarau untuk mangga"

Vaanalaku aa harivillu "Hujan untuk pelangi indah"

Chaliki muggula mungillu "Api hangatkan musim dingin"

Kashatalakila chiru navve chalu "Senyum atasi kesulitan"

Chedayinagani ishtangane "Meski kesulitan pahit"

Thintunnamate adhe Ugadani antam "Sebahagia tahun baru Ugadi"

Ey kashtalayina vachi poye "Jika kesulitan sesingkat.."

Chuttale ayithe sadha "..kunjungan kerabat"

Sukhalatho untam "Bahagia seumur hayat"

A l i h .. B a h a s a : Va ris .. No va .. Ris ki la

https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Paman, ayo ke Kuil Bhadrachalam?

- Disana ada hal penting? - Ya.

Karena Paman sembuh, aku janji kesana.

Aku sudah janji.

Lain kali kesana saat masalah sudah beres.

Berdoa disana agar masalah beres.

Tahu darimana jika kesana, masalah beres?

Tak tahu. Tapi dugaanku begitu.

Paman, ayo kesana.

- Bagaimana? - Ya.

Jika kau mau kesana, aku setuju kesana.

Biar kukabari nenek.

- Seetha. - Ya?

Kemari.

Duduk.

- Ayo kesana? - Ya.

- Masalah pasti beres? - Pasti.

Oke.

Kemari.

Duduk.

Peddhodu.

Peddhodu.

Ajak adikmu kemari.

Nanti ambil mutiara Rama. Bilang ke kakakmu.

Lihat pawai Kirab itu.

Halo, Ipar. Apa kabar?

Paman.

Itu keluarga Vijayawada.

- Salam, Pak. - Salam.

Seetha juga disini.

Oh Dewa Rama.

Kemari.

Tak apa, kemari.

- Inspektur, kemari. - Ya, Pak.

- Suruh pria itu kesini. - Oke, Pak.

Oh Dewa Rama.

- Salam, Pak. - Apa kabar?

Kau gotong tandu.

Tak semua orang boleh menggotong tandu.

Oke?

Oh Dewa Rama.

Kau gotong tandu disuruh Dewa Rama, bukan aku.

Oh Dewa Rama.

Oh Dewa Rama.

- Bawa truk-mu pergi. - Baik, Pak.

Pergi.

Ibu.

Jangan panik.

Hancurkan Trafo listrik agar tak menyetrum.

Jangan sentuh kabel agar tak kesetrum.

Kita diam disini, bisa mati.

Ya Tuhan. Ayah.

Ya Tuhan. Tolong mereka.

Ayah.

Peddhodu.

Peddhodu.

Ya Tuhan.

Cepat kirim kesini.

- Oh Dewa Rama. - Oh Dewa Rama.

Jangan panik lagi.

Jangan lari. Duduk.

Geser, Nak.

Dalam sekejap, orang jadi panik.

Dalam 15 menit, ada kecelakaan listrik.

Kalian menolong orang dengan berani.

Bagus begitu.

Itu cukup. Kebaikan akan menyertai kalian.

Lihat mereka.

Orang pengecut, pemberani, kaya, dokter, polisi.

Doa semua orang..,

..'Ya Tuhan, hamba orang baik, tolong hamba'.

Doa mereka tulus, tidak pura-pura.

Manusia pada dasarnya baik hati.

Manusia berarti kemanusiaan.

Ayah sudah memberi kalian apa? Harta?

Ayah beri kalian sayap untuk jaga diri.

Kita manusia harus berbuat apa ke warga?

Yaitu memberi cinta ke keluarga.

Ada yang lebih baik dari itu?

Dia kakakmu cuma di kehidupan ini.

Dia adikmu cuma di kehidupan ini.

Aku ayah kalian di kehidupan ini.

Kita pun tak yakin bisa lewati jalan ini.

Jadi senyum ke tiap orang, lalu lewatlah.

Kita doakan diri sendiri kepada Tuhan.

Atau, kita bisa doakan orang lain.

Ya Tuhan, semoga semua orang hidup jujur..,

..dan buatlah orang selalu senyum.

Begitulah hidup.

Ayo pergi.

- Hei. / - Hei. - Begini...

Bilang padaku jangan ragu.

Aku ingin jadi orang hebat.

Jadi aku mengomel sesukaku.

Aku juga memarahi Kakak.

Jangan anggap serius.

Tidak. Kakak harus dapat nasihat baru.

Katamu, 'Kakak lahir duluan, tapi tak tahu harus apa'.

Itu rasanya Kakak dapat nasihat baru.

Hanya kau yang selalu ada untuk Kakak.

Kau lebih muda dari Kakak.

Kakak kira lebih tahu segalanya daripada kau.

Kakak tak tahu ucapan Kakak membebanimu.

Kau boleh menasihati Kakak kapanpun.

Satu hal yang ku ingat.

Bahwa kita lahir harus jadi hebat.

Hidup harus baik, jadi orang baik.

Kakak tak seperti itu, aku marah.

Bukannya menasihati, aku malah marah.

Tak hanya lebih tua dariku, Kakak orang baik.

Kakak lebih baik dariku.

Kakak lebih baik dari semua orang disini.

Kakak benar, hidupku penuh kebohongan.

Dan penuh kepura-puraan.

Kubohongi Kakak, gadis, semua orang.

Sudahlah.

Kau lebih tahu. Kakak tak tahu.

Kakak tak tahu cara bersikap..

..dan berperilaku semau kita sendiri.

Jadi hidup Kakak lebih banyak kebohongan darimu.

Ucapan ayah benar.

Kau kakakku cuma di kehidupan ini.

Aku adikmu cuma di kehidupan ini.

Cuma di kehidupan ini?

Itu terserah Kakak.

Yekuvalona Godari erupekkindi "Fajar memerahi sungai Godavari"

Aa erupemo gorinta pantayyindi "Merah berpadu warna Mehendi"

Yekuvalona Godari erupekkindi "Fajar memerahi sungai Godavari"

Aa erupemo gorinta pantayyindi "Merah berpadu warna Mehendi"

Pandina chethikenno siggulochi "Tangan dimerahi oleh Mehendi"

Aha siggantha cheerakattindi "Gadis cantik pakai Saree"

Cheeralo chandamama evvaramma "Siapa bulan ber-Saree ini?"

Aa gumma Seethamma "Inilah Seetha cantik"

Kau ingin pergi jauh, kan?

Sudah kuduga sejak dulu.

Aku tahu obrolanmu dan adikmu malam itu.

Paman juga tahu karena kuberitahu.

Kau tahu darimana?

Tak tahu. Tapi dugaanku begitu.

Tahu, kenapa aku menolakmu?

Para suami merawat istri yang sakit.

Kau tak bisa merawat atau merayu istri.

Kau tak usah merawatku yang sakit.

Kau tak usah mengajakku ke bioskop.

Seetha.

Seethamma vakitlo sirimalle chettu "Tanaman melati di halaman Seetha"

Sirimalle chettemo viragaboosindhi "Melati mekar berbunga"

Komma kadalakunda koyyandi poolu "Petik melati tanpa ranting"

Kosinavanni Seetha koppu chuttandi "Hiasi rambut Seetha melati"

Koppuna poolu guppetanthenthukandi "Sehingga rambutnya wangi"

Kodanda Ramayya vasthunnadandi "Agar Kodanda Ramayya hadir"

Rane vachadoyamma aa Ramayya "Inilah Kodanda Ramayya hadir"

Vasthu chesadoyamma edo maaya "Hadir sebarkan pesona sihir"

Rane vachadoyamma aa Ramayya "Inilah Kodanda Ramayya hadir"

Vasthu chesadoyamma edo maaya "Hadir sebarkan pesona sihir"

Seethaki Ramude "Seetha istri Rama"

Sonthamayye chotidhi "Disini mereka menikah"

Nelatho aakasam "Langit dan bumi"

Viyyamudhe velidhi "Saatnya bersatu kini"

Moodu mullu vesthe "3 simpul kalung nikah"

Moodu lokalaki muchatochenamma "Bahagiakan mereka di 3 dunia"

Yedu adugulesthe "7 kali putari api suci"

Yedu janmalaki veedadee Seethamma "Satukan mereka di 7 reinkarnasi"

Seethamma vakitlo sirimalle chettu "Tanaman melati di halaman Seetha"

Sirimalle chettupai "Di tanaman melati"

Chilaka vaalindi "Hinggap beo mungil"

Chilakamma mudduga "Beo ucapkan.."

Cheppindo maata "..kata rayuan"

Aa maata vinnava Rama antundi "Rayuannya buatmu kasmaran"

Rama,, annadi "Lantunkan nama Rama"

- Bicaralah. - Kau yang bicara.

- Kau yang bicara. - Bicaralah.

Kau dapat lelaki yang lebih tampan dariku?

Kau juga dapat gadis..

..yang 30 hari pipinya merah karena dicium?

Ketemu gadis begitu?

Kau lebih pintar dari penampilanmu.

Kau juga pintar, itu kata orang.

Hei.

- 'Hei' siapa lagi ini? - Kali ini aku.

Sudah makan?

Kukira hidup ini mudah, ternyata sulit.

- Kau orang hebat. - Kau lebih hebat.

Kau punya 2 putri penerus keluarga kita.

Kau lebih hebat dari siapapun.

Pak, ini bukan untuk kami, tapi untuk mereka.

Tunggu. Sebut nama kalian, lalu masuk.

- Pengantin wanita dulu. - Pengantin pria dulu.

- Harus kusebut apa? - Sebut.

Aku disini bersama dia.

Sebut namanya.

Aku disini bersama Seetha.

Oke, masuklah.

- Sudah disebut. Masuk. - Giliran pengantin wanita.

- Nama pamanku... - Ya?

- Nama pamanku... - Ya?

- Nama bibiku... - Ya?

- Nama putra mereka... - Ya?

Aku Seetha istrinya.

Aku disini bersama suamiku.

Andala kundanapu bommavani "Kau cantik jelita"

Selanjutnya kau yang menikah.

Jatha cherukunna a chanduruni "Suamimu ikatkan kalung nikah"

Vandella bandhamai allukuni "Dia pendamping hidupmu"

Cheyyandukovate o ramani "Terima suamimu, Oh Ratu"

- Bicaralah. - Bicara apa?

- Sudah cukup. - Oke.

Telpon saat disana. Kau punya uang?

- Punya. - Yakin?

- Aku punya uang. - Ambil uang ini. / - Oke.

'Setetes sifat manusia yang istimewa..,'

'..menyatukan lautan manusia.'

'Manusia bertemu lalu berpisah. Berpisah lalu bertemu lagi.'

'Manusia mengatasi kesulitan dengan senyum.'

'Senyum dan cinta memenuhi keluarga, kota, negara.'

'Inilah India yang menunjukkan..'

'..bahwa dunia ini satu keluarga besar.'

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

--VNR-- varis.nova.riskila --VNNV--

--VNR-- varis.nova.riskila --VNNV--

--VNR-- varis.nova.riskila --VNNV--

--VNR-- varis.nova.riskila --VNNV--

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

V

A

R

I

S

N

O

V

A

Alih Bahasa : Varis Nova Riskila https://subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan pada Anak dan Wanita"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.