All language subtitles for King.of.High.School.E12.140722.HDTV.H264.720p-LATTE

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan oleh apexLingga

Pulanglah dengan selamat.

Kumohon bicara denganku.

Aku tidak punya apapun untuk dikatakan.

Maka, dengarkan saja.

Dia bilang dia tidak mau.

Kenapa kau tetap memaksa walau dia tidak mau?

Kenapa?

Siapa kau mau ikut campur begini?

Kau tidak punya..

Hak untuk seperti ini lagi.

Apa yang kalian berdua lakukan?

Desaku ini berbeda dari Seoul. Di sini sangat kecil.

Jika ada yang melihat ini,

Aku akan ada masalah besar.

Aku tidak akan bisa menikah.

Jadi, tolong pergilah.

Selamat tinggal.

Sekretaris Jung.

Jung Soo Young.

Apa tujuanmu ke sini?

Kenapa kau ke sini?

Kan aku sudah peringatkan padamu,

Aku akan mengungkapkan perasaanku.

Hei, hei.

Hei.

Bajingan bang*** itu. Dia sengaja melakukan ini.

Brengsek bang***. Bajingan anj*** itu!

Brengsek ta* itu. Bang** itu sengaja melakukan ini, dasar anj***!

King of High School. [ Episode 12 ]

Ini aku.

Kau mau apa?

Ibu..

Menyayat tangannya sendiri.

Dia sudah melewati tahap kritis, tapi...

Terserah kau mau datang atau tidak,

Dia ada di RS Jawon, kamar 307.

Kau menikmati makananmu, Ayah?

Hah?

Ini.

Ini ham yang kau suka, Min Suk.

Ya.

Aku tidak bisa membuat sup tadi.

Aku ketiduran.

Aku tidak perlu apa pun.

Nasi hangat,

Dengan sepotong ham sudah cukup.

Tidak usah yang lain.

Kau ambil hari libur hari ini, kan?

Setelah selesai nanti,

Tolong cuci piringnya ya.

Aku mau mengantar...

Cucian sepatu kets segera.

Selamat siang, Ayah.

Aku akan mampir ke toko Jika sempat nanti.

Ya.

Selamat siang, Ayah. Aku akan mampir.

Nikmati makananmu.

Cepat habiskan, kakek.

Astaga. Ini sangat menyebalkan. Menjengkelkan sekali!

Aku ingin menikamnya dengan ini, sial!

Ugh, aku harus bagaimana?

Dia menyebalkan seperti musang. Apa aku bunuh saja dia? Oh, astaga.

Kakek, ambilkan aku air.

Kakek.

Ada air di sebelahmu. Berikan aku segelas air.

Air...

Kau tidak ke Seoul hari ini?

Kau pasti sudah dipecat.

Kau dipecat, kan?

Tidak, aku tidak dipecat, Nn. Park.

Astaga, dia sangat keras kepala.

Dia tidak pintar memasak, tapi kenapa dia buat semua hidangan ini?

Unni cantik.

Unni cantik-ku.

Kakek.

Oh, tunggu.

Kau tidak tersesat hari ini, kan?

Tidak.

Kakek.

Kau yakin kau tahu jalannya?

Ya.

Apa ini jalan yang benar?

Ya.

Rumahku... Rumahku..

38

- 4.

13 /

4.

Kau sangat cerdas.

Kupikir kau bisa dapat gelar Ph. D.

Ph. D

Berarti doktor.

Dan dokter artinya dokter medis.

Wow, bahasa Inggrismu menakjubkan juga.

Daebak.

Daebak, daebak.

Kita sampai.

Disini rumahmu?

Ya

Kakek, yang benar saja.

Kami di sini.

Kakek.

- Kakek, dari mana saja kau? - Min Suk.

Min Suk.

Kau tahu..

Unni cantik..

Membelikanku..

Es krim.

Ini Unni cantik.

Ayo kita ke rumahku. Kita makan semangka.

- Hah? Kakek... - Ayo, ayo.

Ayo.

Ayo ke rumahku.

Semangka, semangka.

Semangka.

Kakek terus bicara tentang Unni cantik.

Aku penasaran siapa dia.

Itu aku.

Aku kira benar. Dia Sekretaris Jung.

Kau baru saja pulang?

Kau tahu...

Kemarin..

Yoo Jin Woo...

Bukan seperti itu, kan?

- Dia hanya... - Tunggu.

Berhenti membahas itu..

Hubungan kami tidak pantas dicemburui atau apapun.

Aku pergi.

Tapi, aku ingin kau tetap bekerja.

Kau tidak usah berhenti, dari pekerjaanmu karena aku.

Kau bisa berhenti kapan saja, tapi jangan begitu caranya.

Bukankah kau wanita modern, yang bisa membedakan urusan pribadi dan kantor?

Kau bilang kau sudah dewasa.

Aku sudah bilang Ketua Tim Kim, kalau kau sedang berlibur.

Jadi...

Kembalilah bekerja.

Apa...

Unni cantik.

Kau terlihat seperti komedian yang kocak.

Komedian. Komedian.

Kakek, nikmati semangkamu. Aku pergi dulu.

Kupikir kau akan ditinggal di sana lebih lama.

Aku tidak bisa tetap di sana karena ibu mengomel terus.

Hei, kau makan apa saja selama ini?

Pasti selalu makanan yang sama.

Kau pasti makan ramen dan hamburger terus?

Jadi...

Kau sudah memutuskan pilihanmu?

Apa?

Kau pergi ke sana untuk berpikir memilih pilihanmu kan.

Jadi kau sudah memutuskan sesuatu?

Astaga. Tidak ada yang mau kuputuskan.

Aku tidak ingat apa- pun, Nona?

Aku periksa kamar mandi dulu.

Halo.

Ahjussi kue beras, ini aku.

Aku tahu. Kenapa melepon sepagi ini?

Astaga..

Cara bicara mu jahat sekali.

Aku harus meneleponmu karena ada berita pagi ini.

Unniku sudah kembali.

Dia bilang dia akan berangkat kerja.

Kau tidak usah berhenti, dari pekerjaanmu karena aku.

Kau bisa berhenti kapan saja, tapi jangan begitu caranya.

Bukankah kau wanita modern, yang bisa membedakan urusan pribadi dan kantor?

Kau bilang kau sudah dewasa.

[Itu benar.]

[Karena urusan pribadi,]

[Aku seharusnya tidak usah keluar dari pekerjaanku.]

[Tanpa pemberitahuan apapun.]

[Itu tidak bertanggung jawab.]

[Oke.]

[Aku bisa.]

[Aku bisa menghadapainya.]

[Bilang saja padanya langsung, kalau aku dan dia tidak bisa berkencan.]

[Buat dia memahami..]

[Kalau dia cuma anak SMA, dan aku wanita dewasa.]

[Kenapa?]

[Karena aku Jung Soo Young,]

[Wanita modern yang penuh percaya diri,]

[Yang tidak akan menghindari kenyataan.]

Rasanya sepi tanpamu, Soo Young.

Tidak ada yang mengurus cangkir kertasnya.

Benar.

Kukira kita sudah terbiasa cuma mengomel.

Oh ya, kenapa kau jadi kurus begini, padahal sudah makan masakan Ibumu?

Kau harusnya jadi lebih gemuk.

Ibuku tidak terlalu hebat dalam memasak.

Begitukah?

Kupikir setiap Ibu pasti pintar memasak.

Benar.

Telat, telat.

Maaf aku terlambat.

Kenapa kalian berdua terlambat? Piala Dunia kan sudah berakhir.

Omo.

Yoon Joo Unni.

Kau tidak pulang kemarin?

Kau mengenakan pakaian yang kemarin.

Kau tidur di tempat lain ya?

Tidak mungkin. Aku punya banyak pakaian yang sama.

Ya, benar.

Kau tidur di tempat lain.

Jadi, kau beli baju yang sama, jika kau menyukainya?

- Omo. - Hei, hei.

- Hidungnya berdarah. - Oh, tidak.

Omo, omo.

Omo, Ji Dae Han.

Menunduk.

Kau baik-baik saja?

Ya, aku baik-baik saja.

Selamat pagi.

Halo, Direktur.

Halo.

Kau mimisan?

Dia di sini.

Kau datang bekerja.

Selamat Datang. Pilihan yang bagus.

Kita periksa jadwalmu dulu sekarang.

Kau ada pertemuan manajemen pukul 11:00.

Kau ada pertemuan dengan Romanson pukul 2 siang.

Kau harus memeriksa info ritel Smartmore Land.

Dan kau disuruh menghubungi Gubernur dari Singapore Investment Corporation.

Cuma itu.

- Dan... - Dan apa?

Dan?

Dan aku ingin tahu selanjutnya apa. Dan apa itu? apa itu?

[Tidak.]

[Aku harus tegas.]

[Dia cuma anak SMA.]

[Anak SMA.]

Aku pergi bekerja karena kewajiban pada tugasku, tapi...

Dan itu hanya sampai kau dapat sekretaris yang baru.

Dan...

Jika...

Kita berdua saja bersama,

Kau harus memanggilku noona.

Mengerti?

Omong kosong. kau bilang apa?

Noona, pantatku.

[Dia cuma anak SMA.] Hei.

Apa?

Memangnya kenapa dengan noona?

Kenapa kau tidak mau memanggilku noona?

Jika tidak, Aku tidak mau bekerja untukmu lagi.

Aku tidak nyaman.

Tapi tetap saja, Sekretaris Jung.

Noona.

Panggil aku noona.

Coba.

Noona.

Ayo.

Harus kau biasakan.

Noona.

Sekretaris noona.

- Ayo. - Tunggu sebentar.

Apa?

Sekretaris noona.

- Bagaimana? - Ketua Tim...

Mau pergi ke pertemuan Romanson juga?

Jadi, kau sudah nikmati malam liarmu dengan menontonnya?

Tidak.

- Aku tidur nyenyak. - Ketua Tim.

Aku bawakan informasi Y-Tower Mall yang kau minta.

Sini.

Duduklah. Permisi.

Kau, bodoh...

Halo. bicaralah.

Direktur, aku dapat panggilan, katanya pertemuan di ubah dari pukul 2 ke pukul 3.

Sudah kubilang panggil aku noona.

Noona.

Ayo. Noona.

Ji Dae Han.

Lihatlah lingkaran hitammu.

Kau terlihat jelek. Kau melakukan apa tadi malam?

Terlihat jelas?

Kau melakukan apa, sampai terlihat begini?

Omo.

Panggil aku noona.

Oh, ya ampun.

Kau tidak mau meneleponku noona?

Hei.

Noona, pantatku. Aku lebih suka mati daripada memanggilmu noona.

Oh, Tuhan. Kau mengagetkanku.

Oh, Tuhan. menakutkan sekali.

Aku lebih suka mati.

Kau tahu Aku mau bicara sesuatu...

Aku noona.

Jangan panggil aku, 'kau tahu.'

Aku kan noona-mu, kenapa kau tidak mau memanggilku noona?

Ayo. kau bisa ulangi aku?

Noona.

Ulangi.

Aku tidak mau pergi bekerja lagi, kecuali kau memanggilku noona.

Noona.

Terlalu pelan.

Katakan lebih keras.

Noooo....

Na...

Tidak jelas.

Noona.

Noona, Noona, Noona, Noona.

Omo, omo!

Kenapa kau berteriak padaku?

Kau sungguh ingin aku memanggilmu noona?

Memangnya kenapa jika aku tidak mau memanggilmu noona?

Apa aku terlalu muda untuk mengenal cinta? Hah?

Seberapa mudanya aku, sampai kau bilang aku terlalu muda?

Jadi, semua cintaku padamu..

Terlalu muda juga bagi mu?

- Benarkah? - [Sadarlah, Jung Soo Young.]

[Dia anak SMA.]

[Dia cuma anak SMA.]

Kau...

Apa gurumu mengajarkanmu begini?

Diterjemahkan oleh apexLingga

Kau mau kemana? Kita bicara dulu.

Aku tidak punya apapun untuk di katakan.

Aku sangat marah sekarang.

Ayo, kita bicara. Ada banyak hal yang mau katakan.

Kumohon kita bicara dulu. Aku mohon..

Direktur Yoo.

Kau mau mentraktirku makan malam?

Ayo kita pergi.

Kupikir kau kedinginan...

Udara dari AC mobil.

Oh ya, apa aku cuma...

Kau manfaatkan saja, Soo Young?

Maafkan aku.

Tidak apa.

Kau bisa gunakan aku, saat kau mau.

Tapi, 'kembalikan' aku..

Di tempatku, setelah kau selesai.

Aku minta maaf.

Aku pastikan hal seperti ini, tidak akan terjadi lagi.

Kau tahu..

Kau bisa turunkan aku, disana saja.

Sebaliknya,

Kau juga harus membantuku.

Agar adil.

Ibu.

Kau di sini.

Kau harusnya lebih banyak istirahat.

Aku baik-baik saja.

Aku bawa seseorang.

Masuklah.

Halo.

Dia bekerja di perusahaan.

Aku memintanya membuatkanmu bubur kacang merah,

Karena katamu kau tidak mau makanan rumah sakit.

Kau suka bubur kacang merah, kan?

Kau pasti tidak bisa istirahat karena aku ya?

Maafkan aku.

Ini enak.

Kau cantik juga,

Tidak, tidak sama sekali.

Kau yang sangat cantik, Ibu.

Sungguh menakjubkan.

Ini pertama kalinya Jin Woo membawa gadis bersamanya.

Oh, bukan seperti itu.

Hubungan kami bukan seperti itu.

Kami cuma bekerja di perusahaan yang sama saja.

Aku dengar darinya kalau kau tidak suka makan makanan di sini.

Ibu, kau masih mau..

Buburnya lagi?

Sudah cukup.

Aku mau ke kamar kecil dulu.

Dia imut.

Dia juga lucu.

Sudah lama aku tidak melihatmu tersenyum, Jin Woo.

Jadi...

Dia bilang apa?

Dia bilang dia menyukaimu?

Tidak.

Aku tidak mau dia jadi bingung. Waktuku tidak tepat.

Jadi..

Cintamu bertepuk sebelah tangan?

Sungguh menakjubkan, melihat anakku yang cintanya bertepuk sebelah tangan.

Aku lega.

Aku...

Khawatir...

Kau mungkin akan menghindari perempuan dan cinta karena aku.

Aku sangat berterima kasih padanya.

Namun...

Bubur ini..

Sejujurnya tidak enak.

Aku tahu.

Dia tidak pintar memasak.

Aku sangat terkejut.

Ibumu masih sangat muda dan cantik.

Dia aktris terkenal saat aku masih kecil dulu.

Dia pensiun dini dari entertain karena ayahku.

Sebenarnya, aku ingin menunjukkanmu pada ibuku.

Bubur itu cuma alasan saja.

Kau tidak usah mengantarku.

Aku bisa naik taksi.

Biarkan aku mengantarmu.

Tidak, tidak usah.

Kembalilah ke ibumu.

Maka, aku mau membantumu mencari taksi.

Ada apa?

Oh, tidak.

Baiklah.

Apa yang kau lakukan?

Arah lawan. Pindah ke sisi yang berlawanan.

Dekati lagi. Lebih dekat!

Apa yang terjadi padanya?

Itu kan cuma luka kecil, tapi kenapa dia dibawa ke ruang operasi?

Oh, itu...

Lukanya tidak ada yang serius, tapi..

Sesuatu terjadi pada bahunya.

Bahu?

Ini ayahnya.

Halo.

Oh, halo.

Ada apa dengan bahunya?

Seberapa buruk?

Jung Yoo Ah...

Jangan buat keributan. Suami-mu Lee itu tidak akan mati.

Dokter bilang dia akan dioperasi dengan endoskopi dalam 1 jam saja.

Benarkah?

Suamiku Lee.

Ku baik-baik saja, Suamiku Lee?

Min Suk, kau baik-baik saja?

Hah?

Kau mengenaliku?

Astaga, ini sangat memalukan. Aku ini tidak sekarat ya!

Aku cuma operasi bahu saja.

Keributan apa ini..

Bajingan ini.

Kau pikir tubuhmu terbuat dari batu?

Cukup.

Bagaimana bisa kau...

Mulutnya masih hidup.

Kau mau mati?

Oh, ahjumma.

Ini penyewa di Gocheokdong.

Ya, kau benar.

Gadis kurus tinggi itu...

Kau tahu kan masa sewa kami hampir habis.

Aku ingin pindah.

Ya.

Astaga...

Oh, Hei.

Apa yang terjadi padamu?

Kenapa kau belum datang bekerja?

Operasi?

Bahumu terluka? kenapa?

Kalian tahu..

Direktur tidak bisa datang hari ini.

Dia sakit flu.

Jung Soo Young.

Oh, dia sungguhan sakit?

Padahal kemarin dia baik baik saja.

Kau tidak dengar apapun tentang Direktur Lee?

Apa?

Tidak.

Jadi, ada apa dengan kalian? Bukankah kalian sudah baikan?

Kau baik-baik saja, Direktur?

Aku bertanya sebagai sekretarismu,

Yes, sajangnim. [Sajangnim adalah panggilan formal pada pemilik bisnis.]

Kupikir sejauh aku pilih rumah itu.

Harganya juga masih wajar.

Oh ya,

Kau bilang aku bisa pindah kapan saja, karena rumah itu sudah kosong kan?

Yoo Ah.

Kau tidak menjawab teleponku. Dari mana saja kau?

Oh, kau meneleponku?

Aigoo.

Kau menelponku ternyata.

Aigoo.

Cepat cuci tanganmu. Waktunya makan malam.

Benar.

Tidak.

Oh, benar.

Kita akan pindah.

Aku sudah dapat rumah baru.

Kenapa kita tiba-tiba pindah?

Kupikir kita akan memperpanjang sewanya.

Hei.

Kita pindah saja ke rumah baru.

Bukankah kau sudah bosan dengan lingkungan sini?

Oh, apa itu..

Anggur baru di botol baru...

Kita bisa dapatkan awal yang baru, di rumah baru nanti.

Bukankah itu bagus, Yoo Ah?

Awal baru, pantatku.

Berpikir pindah ke rumah baru saja, Sudah membuatku senang,

Tae Suk.

Bagaimana Suamiku Lee? Dia baik-baik saja?

Dia baik baik saja. Dia sedang menonton TV sekarang.

Oh, syukurlah.

Ingat dia itu masih sakit. Jangan buat dia kelelahan, ya?

Kalian di sana tidak bersenang-senang, kan?

Kalian mengobrol seperti orang gila ya?

Yoo Ah.

Hah?

Aku mau beli daun bawang dulu. Di rumah sudah habis.

Ya, pergilah.

Aku akan kembali.

Halo.

Kau masih di sana?

Dia akan keluar dari rumah sakit kan besok?

Aku peringatkan padamu sekali lagi ya!

Jangan buat suamiku Lee kelelahan.

Aku sangat khawatir padanya.

Baiklah.

Jangan khawatir.

Oke, dah~

Ayo kita lihat bersama!

- Astaga. - Kau tidak punya celana yang nyaman?

Semangka...

Wow...

Anak SMA mesum ini!

Ada orang tua sedang tidur,

Maafkan aku.

Oh, perutku sakit. Apa itu? aku mau lihat.

Ini untuk 18+ dewasa.

Cukup.

Ada orang tuu di sini.

Padahal dia tidak terlihat sakit kemarin.

Apa dia tidak masuk kerja Karena benar-benar sakit?

Atau...

Karena aku?

Dia merasa sengsara karena aku terus memaksanya memanggilku noona?

Tapi...

Sangat aneh, dia tidak masuk kerja tanpa memberitahuku.

Omo.

Dimana aku?

Gila. gila.

Memangnya kau kuda Jenderal Kim Yoo Shin?

Kau ke sini tanpa di minta pemilikmu?

Kau sungguh gila!

Aku mau ikut.

Astaga. Tinggal saja di rumah.

Tidak mau.

Kau tidak dengarkan aku!

Tidak, aku juga mau ikut ke sana.

Aku mau ikut.

Baiklah, baiklah,

Kau..

Kau sudah 70 tahun.

Tapi, kau tidak mau dengarkan siapapun,

Min Suk sakit. Sakit parah.

Astaga.

Baiklah.

Jadi,

Karena kau tidak dengarkan aku,

Aku tidak akan dengarkanmu,

Begitu juga dengan Min Suk.

Oh, Tuhan.

Jung Soo Young.

Kau baik baik saja sejauh ini.

Tapi, kenapa kau malah berpikir begini?

Kau tidak boleh melakukannya.

Oh, sajangnim.

Maaf menelponmu semalam ini.

Rumah yang ku lihat kemarin,

Apa bisa aku segera pindah ke sana?

Geser, geser.

Kau cuma tinggal beberapa hari saja, Tapi, lihat barangmu.

Aku tahu.

Memangnya kau pakai semua itu, Min Suk?

Itulah maksudku. Ototnya robek saat terjatuh.

Tapi, di pikirannya cuma patah hati.

Dia kacau karena hal yang tidak berguna. Dasar norak, kampungan!

Jangan bilang begitu.

Min Suk sedang sakit. Sakit.

Itu sakit.

Beginilah kakekku. Tidak apa.

Mereka begini karena mereka khawatir padaku.

- Benarkah? - Ya.

Oh ya,

Kenapa pelatih dan Ayahku lama sekali?

Apa mereka..

Bicara dengan dokter? Sudah kubilang jangan lipat begini.

Tunggu..

Apa yang kau bicarakan?

Maksudmu dia tidak akan bisa bermain hoki lagi?

Kau bilang operasinya berjalan dengan lancar.

Dokter, tolong jelaskan lebih jelas lagi.

Selain di daerah operasi,

Aku juga menemukan daerah lain yang rusak kornis.

Lengannya kalau untuk hidup normal biasa sudah sangat bagus, tapi...

Kalau hoki sedikit sulit...

Tapi, dia pemain rising star nasional.

Dia salah satu pemain yang terbaik.

Kupikir ini juga sangat disayangkan.

Tapi, jika dia terlalu keras bermain hoki, dia tidak akan bisa menggunakan lengannya lagi.

Dokter.

Min Suk-ku,

Tolong sembuhkan dia...

Anak itu...

Tidak pintar dalam apapun..

Selain hoki.

Aku mohon.

Jika lengannya separah itu,

Kau bisa ambil lenganku, dan pasang padanya.

Ya?

Aku...

Tidak butuh lengan.

Jadi,

Tolong lakukan sesuatu...

Untuk membantunya.

Kenapa seperti ini?

Aku harus bagaimana?

Aku mohon, Dokter?

Aku pinjam ini.

- Berikan. - Ayolah.

Astaga

Oh, Pelatih. Ayahku mana?

Dia ada di luar.

Kapan aku bisa kembali? Aku ingin berlatih lagi, sumpek sekali di sini.

Kalian sudah mengepak barangnya?

Ya. Sudah siap.

Ayo.

Ayo berangkat.

Min Suk.

Aku mau bicara denganmu sebentar.

Apa?

Kenapa dia serius sekali? Ada apa?

Oh, Tuhan. Dia pasti mendengar kalian tadi.

Tidak mungkin. Dia tidak bisa mendengar itu.

Hah?

Dia tidak pernah marah begitu, kan?

- Karena aku sakit... - Cepat.

Min Suk.

Ya, Pelatih.

Dokter bilang...

Lenganmu tidak masalah bila digunakan di kehidupan sehari hari, tapi

Tapi, dia bilang...

Kau tidak bisa bermain hoki lagi.

Kau mau bilang apa?

Kau tidak akan menembakku kan?

Ketua Tim.

Aku mohon maaf,

Mau mengatakan ini.

Anggap saja aku Oppamu.

Bicaralah dengan nyaman.

Tapi, jangan tentang uang.

Aku tidak punya uang.

Kau tahu kan aku bagaimana.

Aku punya bayi yang baru lahir. Aku harus belikan dia susu formula.

Dan juga sewa apartemenku.

Untungnya, Ini bukan tentang uang.

Pekerjaan sekretarisku,

Kupikir aku akan bekerja sampai minggu ini saja, dan

Selanjutnya akan berhenti.

Kenapa?

Aku ada urusan darurat,

Dalam keluarga.

Aku harus...

Bilang padamu lebih awal, dan menyerahkan tanggungjawabku.

Aku sungguh minta maaf.

Tapi, banyak sekali orang ingin bekerja di sini.

Kami bisa rekrut orang lain.

Aku merasa sedih, karena kau akan pergi.

Jung Soo Young.

Kupikir kau sangat suka pekerjaanmu sebagai sekretaris.

Aku sangat suka bekerja sebagai sekretaris di sini.

Karena itu pekerjaan permanen pertamaku.

Aku sangat senang di sini.

Tolong beritahu Tim General Affair...

Dan rekrut orang lain, Ketua Tim.

Maafkan aku.

Apaan ini...

Kenapa tim retail aneh sekali belakangan ini?

Oh, Ketua Tim.

Direktur tidak...

Bekerja lagi hari ini?

Hah?

Ya... Kenapa?

Dia bilang dia akan masuk kerja. Dia belum datang?

Belum.

Dia pasti sakit parah. Apa aku telpon saja dia?

Tidak, tidak usah.

Biar aku saja.

Memangnya kau berteman baik dengan direktur?

Aku teman baiknya.

- Ayo, angkatlah. Angkat teleponmu. - Halo.

Hei, hei. kau, palsu.

Ada apa denganmu?

Kau bilang kau keluar dari RS.

Kenapa kau belum masuk kerja?

Kau...

Jika kau tidak masuk lagi hari ini,

Kau akan dalam masalah besar.

Kupikir aku tidak bisa masuk kerja lagi hari ini.

Kenapa?

Kenapa? Kenapa?

Hei.

Kenapa kau tidak bisa masuk kerja?

Kau bilang jika dikompres saja, kau akan cepat sembuh,

Bajingan ini, aku sudah cukup sabar. Kenapa kau jadi kurang ajar begini?

Kau...

Kau mau melawanku?

Aku sudah baik padamu selama ini.

Maafkan aku.

Aku akan meneleponmu.

Oh, tidak. Tidak Kumohon, jangan tutup telponnya.

Oh, tidak. Jangan tutup telponnya.

Dia menutup telepon. Baiklah, dia menutupnya.

Bajingan itu..

Dasar anak kurang ajar!

Mungkinkah cederanya lebih buruk dari yang dia pikirkan?

Tidak, katanya operasinya berjalan dengan lancar, dan akan segera masuk kerja lagi.

Lalu, kenapa?

Ada apa? Hei.

Bajingan ini keterlaluan..

Apa lagi kali ini?

Aku hampir kena serangan jantung, setiap kau melakukan ini.

Managing Director, kita ada masalah darurat.

Ini aneh. Si bajingan itu...

Apanya yang aneh dengan dia?

Siapa yang kau bicarakan?

Maksudku si bajingan palsu itu. Si anak SMA.

Si bodoh itu...

Dia bilang dia tidak bisa masuk kerja karena lengannya terluka.

Dia juga bilang tidak bisa masuk kerja lagi hari ini.

Menurut pendapatku,

Dia bohong kalau lengannya terluka.

Kupikir dia tidak mau lagi masuk kerja.

Lalu, bagaimana dengan kita?

Tentu saja itu tidak boleh mungkin.

Kita harus buat dia masuk kerja.

Benar.

Pergi ke rumahnya.

Aku lagi?

Lalu, kau ingin aku?

Beli sekeranjang buah, dan..

Cari tahu apa yang terjadi.

Rayu dia dan buat dia masuk kerja.

- Sekeranjang buah? - Ya.

Sekerapa besar?

Maksudku, sebesar ini.

Dengan melon?

Astaga, dia bukan direktur sungguhan. Memberinya melon terlalu berlebihan.

Hei.

Kenapa kau bergegas mengosongkan lemarimu?

Tidak usah buru-buru.

Benar, bodoh.

Kau membuat kami merasa aneh.

Hei.

Aku baru saja beli ini.

Duk Hwan, ambillah.

Punyamu sudah usang.

Buatmu, Tae Suk

Ambil ini.

Kenapa aku harus memakai ini? Memangnya aku pengemis?

Astaga, pakailah saja.

Kau menjengkelkan sekali.

Kau seharusnya lebih berhati-hati.

Aku benci semua tentangmu, tapi itulah yang aku benci paling darimu.

Kau ceroboh dan sembrono,

Dan bodoh.

Suamiku Lee.

Kau baik-baik saja?

Astaga, apa lagi?

Hoki bukan sesuatu yang besar.

Benar, hoki bukan segalanya.

Ya.

Suamiku Lee sangat hebat.

Ayo kita keluar. Aku akan mentraktirmu makanan enak.

Kau perlu makan dan hiburan untuk saat ini.

Tidak usah.

Hei, ayo kita ikut.

Kita tidak akan mati jika bolos 1 latihan.

Benar. Ikutlah dengan kami.

Hei, sakit.

Hei, tidak usah.

Aku baru saja dapatkan kebebasan. aku telah menghabiskan seluruh waktuku bersama kalian, dan kalian ingin aku bersamamu lagi?

Aku tadi...

Sudah izin ke perusahaan kalau aku tidak masuk kerja.

Jadi, aku mau..

Pulang, makan dengan santai, lalu tidur.

Aku tidak tidur nenyak selama di rumah sakit dan aku capek.

Dan sangat dingin di sini.

Aku pergi.

Hei, suamiku Lee, aku ikut.

Diterjemahkan oleh apexLingga

Bajingan...

Bagaimana kau bisa melakukan itu pada seseorang...

Dan bisa hidup nyaman begini?

Tidak..

Aku tidak bermaksud begitu.

Bajingan.

Kau pantas mati.

Pergilah ke neraka.

Tidak.

Mati kau.

- Tidak, tidak. - Kau juga harus mati..

Mati.

Mati kau!

Ini aku.

Ya, Presdir.

Kau kemarin menyuruhku, mencari lokasi sopir Choi.

Aku akhirnya menemukannya.

Ya.

Dia menjalankan usaha laundry di Gocheokdong.

Tapi...

Choi sopir..

Mengadopsi...

Kedua putra Lee Jung Soo.

Benarkah?

Min Suk...

Tidak merasa sedih dan bicara dengan dinding, kan?

Dia mungkin bicara seperti orang gila.

Apa dia akan suka jika kita bawakan ini?

Tapi, dia pasti tidak nafsu makan sekarang.

Tapi pada saat seperti ini,

Dia akan merasa lebih baikan, jika bersama orang lain daripada sendirian.

Kita jangan buat dia merasa tertekan.

Kita harus cerahkan harinya, dan..

Beri dia makan, lalu...

Buat dia bermain game atau sesuatu.

Benar. kita cuma menyiksanya saja kalau cemas, dan...

Benar.

Dia pasti akan melupakan masalahnya, kan?

- Benar. - Baiklah, mengerti.

Ini pesanan anda.

Terima kasih.

Ayo kita pergi.

Kau di rumah Ayah.

Kau tidak pergi ke toko laundry?

Kenapa kalian ke sini..

Di jam segini?

Oh, kau ada tamu.

Oh, dia dari perusahaan...

Tempat Hyung Min Suk akan bekerja.

Dia kebetulan lewat sini, dan..

Dan mampir sebentar.

- Halo. - Oh, halo.

Min Suk masih tidur?

Apa kami bangunkan dia saja?

Min Suk tidak ada di rumah.

Dia belum pulang dari sekolah.

Apa?

Teleponnya dimatikan.

- Ku pikir dia bersama kalian. - Jika Min Suk...

Maksudku...

Dia adik Hyung Suk, ya?

Ya, ini teman-temannya.

Apa ada sesuatu yang buruk terjadi padanya?

Tidak...

Si bodoh itu..

Pemain hoki.

Dia terluka, dan..

Tidak bisa bermain lagi.

Apa?

Oh, benar, benar. Aku hampir lupa.

Min Suk bilang padaku, dia mau ke warnet untuk jual item game online.

Oh, benar, benar.

Astaga, jadi di mana dia? apa dia ke warnet?

Hei, siswa.

Ya.

Min Suk... kalian bahas Min Suk kan?

Aku kira kalian tidak tahu...

Di mana dia, padahal kalian temannya.

Ku pikir dia sedang tidur. karena dia tidak jawab teleponku.

Apa kau Ketua Tim Kim?

Kau tahu aku?

Kau orangnya,

Kami semua sudah tahu. Kau tahu, si palsu.

Kami sangat dekat dengannya.

Kami sering dengar tentangmu.

Dia sering membicarakanku?

Satu, dua, tiga.

Memangnya dia bilang apa..

Tentangku?

Ya...

Awalnya, kau seperti anjing gila, dan..

Membuatnya gila.

- Tapi, dia bilang sebenarnya kau sangat baik. - Benarkah?

Selain itu...

Dibandingkan dengan usiamu,

Kau terlihat sangat tua.

Memangnya aku terlihat tua?

Ya, sedikit.

Dia ini yang terlihat lebih tua. mana mungkin dia anak SMA.

Kenapa kau bilang begitu padaku? Aku masih 18 tahun.

Kau terlihat seperti 30 tahun saja.

Aku 18 tahun.

Cara bicaramu juga unik.

Min Suk seperti...

"Min Suk, kenapa kau melakukan ini padaku?"

Kapan aku melakukan itu?

Min Suk menirukannya.

Diam.

Ke sini kalian.

Kalian..

Jika kalian bertemu Min Suk,

Suruh dia telpon aku segera, ya?

Banyak sekali kerutan di sekitar matamu.

Aku masih 18 tahun.

Dan juga...

Berhenti memanggilnya selama jam kerja.

Kalian mengalihkan perhatiannya.

- Ya. - Oh, oh.

Kartu kredit Perusahaan, kartu kredit perusahaan!

Kalian... kartu kredit perusahaan.

Kalian selalu gunakan kartu kredit perusahaan, Aku saja tidak bisa!

Tolong biarkan kami gunakan kartu perusahaan untuk terakhir kalinya.

- Memangnya aku bicara seperti itu? - Ya.

Begitulah.

Aku benci anak SMA, sungguh!

Oh, dia sangat menyebalkan.

Kita harus mencarinya kemana?

Aku mulai khawatir padanya.

Oh, baiklah..

Dia pasti ada di sekitar sini.

Dia tidak akan pergi, ketempat yang tidak kita ketahui.

Ini Yoo Ah.

Hai, Yoo Ah.

Min Suk?

Aku tidak tahu. Dia menghilang.

Kalian sudah periksa ke warnet?

- Dia tidak ada? - Tidak ada.

Bagaimana di taman atau lapangan basket?

Tidak ada.

Ke mana dia pergi?

Mungkinkah...

Dia pergi ke jembatan..

- Sungai Han? - Hei, tutup mulutmu.

Jangan bilang hal yang bodoh.

Jangan bilang begitu.

Min Suk tidak lemah begitu.

Aku khawatir sekali padanya.

Astaga...

Apa ada tempat yang kita lewatkan?

Tidak ada...

Mungkinkah..

Kenapa dia ada di sekolah sesore ini?

Dia pasti tertidur di suatu tempat dan tidak sadar sudah jam berapa.

Kita periksa saja dulu.

Hei, Suamiku Lee.

Suamiku Lee, kau sedang apa di sini?

Kami mencarimu kemana-mana.

Bajingan ini... sudah berpaa putaran kau berlari?

Dasar pria gila.

Orang bodoh selalu mulai belajar setelah ujian berakhir.

Kau harusnya sudah lakukan ini sejak dulu, bodoh.

Aku tahu.

Kau baik-baik saja?

Memangnya kenapa aku?

Aku telah berhari-hari di RS, dan..

Seluruh tubuhku terasa kaku.

Lenganmu belum sembuh betul.

Cukup. Ayo kita pergi.

- Ayo kita pergi sekarang. - Ayahmu khawatir padamu.

Tidak.

Aku ingin lari lagi.

Aku belum...

Mati kecapekan.

Mati kecapekan, pantatku.

Hei, kau sungguh ingin mati?

Aku akan berlari, sampai aku sekarat.

Hei, suamiku Lee.

Berhentilah berlari, Suamiku Lee.

Biarkan saja dia.

Apa lagi yang bisa dia lakukan?

Lebih baik kita biarkan saja dia begitu.

Mana mungkin aku meninggalkannya sendirian?

Ke sinilah.

Dia lebih baik sendirian di saat seperti ini.

Ke sinilah!

Suamiku Lee akan kehujanan nanti.

Astaga.

Hei.

Ahjussi.

Selamat Datang.

Ada apa? Hah?

Sendirian saja...

Si bodoh ini... Benar-benar..

Hei.

Kau kebasahan di tengah hujan?

Kau mencoba terlihat sedih ya?

Kau sedang apa sendirian di sini? Bagaimana dengan kakek?

Kau ke sini tanpa dia? Egois sekali.

Kakek?

Dia tidur lebih awal hari ini.

Astaga.

Kau kira aku bisa habiskan semua ini di jam segini? Semua ini?

Kenapa kau tidak bisa habiskan ini, bodoh?

Saat aku seusiamu,

Aku bahkan makan batu dan menelan mereka.

Perut orang itu harus kenyang.

Memangnya lukamu masalah besar dalam kehidupanmu?

Memang.

Tapi, kau juga bisa bangkkit dari luka itu..

Makanlah.

Ayo. Makan.

Oke.

Ayo kita makan. kita habiskan semuanya sampai mati.

Bagus.

Hari ini..

Kita akan makan.

Ya, habiskan. Habiskan!

Hei.

Kau tahu..

Benar..

Hoki bukanlah segalanya.

Saat kau menjalani hidupmu,

Memangnya kau akan mati,

Kalau tanpa hoki?

Bukankah begitu?

Tentu saja.

Hoki itu apa?

Apa sesuatu untuk dimakan?

Aku sangat suka..

Sikapmu begini.

Kau sangat optimis.

Kau...

Mirip seperti ku begitu.

Min Suk.

Kau kan juga pintar menyanyi.

Kau bisa jadi penyanyi.

Atau kau bisa jadi idol nanti.

Tidak ada yang tidak bisa kau lakukan, kan?

Benarkan?

Dengarlah, anakku.

Kenapa kau tidak mulai..

Belajar keras mulai sekarang?

Tidak mau.

Benar.

Kau kan idiot.

Saat aku memikirkan otak hyungmu,

Kau pasti tidak sebodoh itu. Mungkin kau tidak belajar saja.

Astaga. Jangan bandingkan aku dengan si brengsek itu.

Baiklah, baiklah.

Kau bisa ambli alih laundy-ku nanti, dan..

Lalu, kau harus beri makan..

Kakek dan aku.

Hei.

Kau bisa lakukan apapun,

Untuk mencari nafkah.

Jangan khawatir sama sekali.

Jangan khawatir, bodoh.

Ya?

Kau...

Akan baik-baik saja.

Semuanya..

Akan..

Bisa kau lakukan.

Kau mengagumkan, anakku.

Oh ya,

Kau satu-satunya...

Orang yang menghiburku saat aku ada masalah.

Kau seperti ayah sungguhan bagiku,

Selain itu si brengsek Lee Hyung Suk,

Aku tidak butuh dia. Aku hanya perlu Ayah.

Astaga, si bodoh ini.

Kau lihat itu? Nilai-ku sempurna!

Aku harusnya jadi penyanyi.

Bantu aku jadi penyanyi!

Aku sungguh pintar menyanyi,

Kau senang?

Kau bahagia?

Kenapa memangnya?

Kita akan pindah ke rumah baru...

Aku sudah muak dan bosan dengan rumah ini.

Tidak ada keberuntungan padaku di rumah ini.

Kau sedang apa? Pergi berkemas. Jangan salahkan aku jika kau ketinggalan sesuatu,

Kenapa kita harus mendadak pindah begini?

Memangnya masalah, Sista?

Kita sudah menandatangani kontraknya, dan rumahnya sudah kosong.

Aku sangat ingin pindah dari sini.

Mari kita buat awal yang menyenangkan di sana, oke?

Unni.

Ya.

Tidak jadi.

Kau tidak akan menyesal..

Jika kita pindah nanti?

Kenapa aku harus menyesal.

Yoo Ah, bicaralah padaku.

Dalam kamusku, ada kata "mundur", tapi..

Apa yang tidak ada?

Cepatlah. Berkemas.

Pergi sana.

Baiklah.

Solomon..

Pernah bilang begini.

"Masalah akan bisa...

Di lalui. "

Pria itu sungguh...

Bagaimana dia bisa punya ide yang brilian?

"Masalah akan bisa dilewati."

Entah itu baik atau buruk,

Semuanya akan berlalu.

Semuanya akan berlalu.

Yang penting apa yang akan kau lakukan selanjutnya.

Dan yang paling penting dalam hidup adalah...

Kau tahu...

Kakek bisa ketiduran di jalan nanti.

Ayo cepat, Ayah.

Ayah.

Kita pulang lalu tidur.

Jika kau tidur di luar rumah,

Kau akan mimisan nanti.

Mimisan, kakek.

Ayah.

Aku akan mengSMS-mu alamat baru kita.

Jika kau tersesat, telpon saja aku.

Aku pergi.

Apa?

Kau ketinggalan sesuatu?

Pergilah ke Min Suk.

Apa?

Kubilang, Temuilah Min Suk.

Dia cedera.

Dia cedera saat pertandingan, dan dia tidak bisa lagi bermain hoki.

Dia melalui waktu yang sulit.

Dia bahkan melalui waktu yang lebih sulit karenamu.

Bahkan teman-temannya dan aku pun tidak bisa menghiburnya.

Ini sangat menyebalkan sekali, dan..

Sebenarnya aku sungguh tidak ingin bilang ini.

Tapi, ku pikir hanya kau yang bisa menghiburnya sekarang.

Jadi, cepat temui dia sekarang.

Mengerti, nenek?

Ayo kita pergi, ahjussi.

Ya, kita berangkat sekarang.

Direktur.

Kau sedikit menjengkelkan.

Aku bilang begini karena aku temanmu.

Lihat dia, dia tidak punya hormat pada direkturnya sendiri.

Oke.

Aku akan biarkan ini, karena kau temanku.

Ayo kita berteman mulai sekarang.

Bajingan..

Ahjussi. Ahjussi.

Aku akan terlambat jika aku ketinggalan bus itu.

Jung Soo Young, kau mau kemana?

Ikut aku. kau mau kemana?

Itu bukan bis yang tepat. Itu bukan bus yang tepat.

Oh, Tuhan.

Astaga. Kita sering saling bertemu karena kita tinggal di daerah yang sama.

Kau mau pulang?

Dua, tiga.

Aku sungguh tergila-gila padamu, Jung Soo Young.

Sangat tergila-gila..

Abaikan saja semuanya.

Percaya saja kalau perasaanku ini sungguh padamu.

Tidak peduli bagaimana pun situasiku,

Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Jung Soo Young.

Ahjussi, aku minta maaf, tapi..

Bisa kita ke kembali ke tempat awal?

Aku ada ketinggalan sesuatu.

Ayo kita pergi sekarang.

Agassi, kau mau kemana?

- Agassi. - Ahjussi.

Aku tidak jadi pindah.

Apaan ini... Agassi!

Kau tidak masuk kerja hari ini?

Bantu aku.

Tidak apa.

Tidak apa.

Saat aku sangat terluka,

Aku merasa jauh lebih baik jika aku bilang 'mantra' itu.

Perasaan sedihmu mengacaukan wajah tampanmu.

Kau seharusnya lebih berhati-hati.

Dasar idiot.

Aku tidak tahan lagi.

Aku tidak boleh bersantai lagi sekarang.

Aku harus berada di sampingmu dan melihatmu.

Aku harus melakukan sesuatu.

Kau bahkan tidak bisa mengurus dirimu sendiri.

Jadi, aku harus...

Aku rindu padamu.

Aku tidak peduli apakah kau Lee Hyung Suk...

Atau Lee Min Suk.

Aku tidak peduli apakah kau 28 tahun,

Atau 18 tahun.

Aku sangat menyukaimu.

Aku merasa mau mati jika aku tidak melihatmu.

Aku...

Juga merindukanmu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.