Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh apexLingga
[Rehabilitasi Medis]
Selamat Datang.
Sudah lama, sopir Choi.
Beraninya kau...
Sudah sekitar 10 tahun, kan?
Kau sudah semakin tua sekarang.
Kenapa kau ke sini?
Beraninya kau ke sini?
Aku sudah dengar,
Setelah insiden yang menimpa Presdir Lee Jung Soo,
Kau mengadopsi dan membesarkan kedua putranya.
Beraninya kau menyebut namanya,
Dengan mulut kotormu itu?
Kau tidak berhak bilang begitu.
Jika aku tahu hal itu, aku bisa saja membantumu.
Kenapa aku harus menerima bantuan...
Dari preman sepertimu?
Apa yang ingin kau ketahui?
Pergi!
Jangan begini. Ayo kita bicara dulu!
- Bajingan. - Ayah.
Pergi. Pergi sana!
Pergilah! Jangan pedulikan kami.
Jangan pernah kembali ke sini lagi.
Pergi, pergi! Kubilang pergi! Pergilah!
Ayah.
Pergi! Pergi!
Halo.
Kau tidak perlu begini.
Pertama, aku bisa bekerja disini...
Sangat penting bagiku.
Jadi, ini penghargaan kecil dariku untuk kalian semua.
Oh, terima kasih. Terima kasih.
Aku suka sekali ini.
Aku sering sekali bolos kerja.
Ini hadiah terbaik untuk memberikan.
Kalian tahu ini, kan?
Hadiah ini sederhana, dan...
Tidak seberapa.
Kau pasti benar-benar sakit.
Wajahmu terlihat kurus.
Apa maksudmu? Wajah direktur kita...
Memang terlihat tampan.
Eh... aku memang selalu tampan.
Imut sekali...
Soo Young!
Direktur sudah kembali...
Kau pasti sangat senang, Soo Young.
Halo, Direktur.
Ya.
Ayo. Kita lanjutkan ini nanti.
Memangnya kalian tidak punya banyak pekerjaan hari ini?
Ayo kita bekerja. Bekerja.
Ya.
Terima kasih, Direktur. Kami akan membukanya nanti.
- Wow... - Bagus sekali.
Cuaca hari ini bagus sekali.
Kalian berpikir begitu, kan? Hari ini sangat cerah,
Ya, hari ini sangat cerah.
King of High School. [ Episode 13 ]
Ada pertemuan tim pukul 11.
Ada pertemuan dengan klien Spanyol pukul 15:00. Tolong di tinjau dulu sebelumnya.
Setelah sekian lama akhirnya aku bisa bahagia bersamamu di kantor.
Aku mau memberitahumu...
Beritahumu ini.
Sampai kau lulus nanti...
Kita tetap jaga hubungan noona dan dongsaeng kita, oke?
Hah?
Tunggu. Kupikir...
Aku baru saja dengar sesuatu yang salah.
Hubungan Noona dan dongsaeng?
Kau masih di bawah umur.
Hubungan kita harus dibatasi.
Batas apanya? Aku terkejut.
Sekali jadi pacarku, maka akan tetap selalu jadi pacarku.
Kau sungguh ingin melihatku mati? Kenapa kau menyiksaku seperti ini?
Aku benar-benar...
- Kenapa kau begini? - Omo!
Tidak ada kontak fisik. Tidak pernah!
Lalu, aku juga tidak boleh menciummu?
Bagaimana kecupan?
Kecupan...
Kau juga tidak boleh melakukan itu.
Semua ini demi masa depanmu, Direktur.
Aku akan menunggu sampai kau jadi dewasa, jadi...
Tumbuhlah dengan cepat, Direktur anak SMA.
Astaga, memangnya kau tinggal dimana?
Anak SMA jaman sekarang bebas melakukan apapun. Kenapa kau melakukan ini padaku?
Orang lain boleh, tapi kau tidak!
Kenapa kau melakukan ini padaku? Yang benar saja...
Aku sungguh...
Jadi...
Hei, palsu, kau baik-baik saja?
Jika kau bawakan jam tangan palsu, Kau harusnya juga berikan padaku.
Astaga. Oh, aku kan sudah punya.
Oh, palsu ini. Aku bahkan tidak sadar aku sudah punya.
Ketua Tim.
Kau tidak usah begini lagi sekarang.
Dia sudah tahu. Dia sudah tahu aku ini palsu.
Dia sudah tahu?
Dia sudah tahu kau palsu dan anak SMA?
Sekretaris Jung...
Ya, Aku sudah tahu hal itu.
Ketua Tim, karena aku ada dipihak kalian sekarang.
Aku akan melakukan yang terbaik,
Untuk membantu Direktur.
Tolong bantu aku melakukan yang terbaik.
Dan perkataanku tentang berhenti dari pekerjaanku, Tolong lupakan saja.
Oh, itu... Itu tidak terlalu sulit.
Tapi...
Bisa aku benar-benar mempercayaimu?
Tatap mataku dan ucapkan!
Ya, tolong percayalah padaku.
Baiklah.
Baik, aku pergi dulu.
Oh, benar. Aku kesini bukan untuk itu.
Min Suk.
Kau bodoh... kau terluka. Kau pasti sangat terluka.
Kenapa bahumu bisa terluka?
Aku sungguh kesal.
Kau...
Kau jangan khawatir tentang masa depanmu. Jangan Pernah.
Kau tahu, saudara iparku punya klub olahraga anak-anak di Wangsimni.
Aku sudah bercerita panya tentang kau.
Jadi setelah kau lulus, kau bisa mengajar di sana.
Oh, Tuhan. Pasti kau sangat kecewa...
Ketua Tim...oh, tidak...
Paman.
Kau sangat baik. Aku sampai terharu.
Kau hanya bisa bergantung padaku saja, bodoh.
Tapi aku baik-baik saja. Sungguh.
Apa yang kau katakan? kau tidak begitu.
Kau berdedikasi jadi atlet, dan kau orangnya bodoh. Memangnya kau mau apa sekarang?
Eh?
Astaga.
Kau tidak lihat ya? Aku jadi direktur dalam semalam dan lihat kinerjaku.
Aku istimewa. Orang istimewa, kau tahu.
Kau pria sejati!
- Istimewa. - Aku harus apa denganmu?
Hei, si palsu kembali bekerja.
Oh, tidak.
Jung Joo Young.
Mereka sungguh bersengkokol.
Ada apa dengan mereka?
Jadi, aku sungguh bisa mempercayainya?
Jung Young Joo?
Bukan aku yang bilang, tapi palsu bilang dia bisa dipercaya.
Kau mau mati jika dia berbohong?
Ayolah. Percaya padanya.
Apa kau selalu tertipu seumur hidupmu, Managing Director?
Apaan...
Ya, benar.
Aku akan... tidak peduli apa... Direktur, maksudku...
Diganti Min Suk.
Kau bisa percaya padaku.
Tapi...
Managing Director... namaku...
Bukan Jung Joo Young, tapi Jung Soo Young.
Benarkah?
Bukan Jung Joo Young?
Aku pikir itu namamu.
Ya, begitulah.
Aku tahu kau pasti berpikir namaku begitu..
Oh... Jung Soo Hyung...
Baiklah... jadi...
Mari kita fokus.
Sekarang kita...
Kita berempat...
Ada di pihak yang sama.
Mulai sekarang...
Dengan loyalitas...
Kita harus bersatu dengan kesetiaan!
Benar. Loyalitas.
Ya.
Sampai palsu
Menyelesaikan pekerjaannya...
Sebagai direktur.
Loyalitas.
Ayo kita berkumpul semuanya.
Kita tidak boleh ketahuan. Turunlah.
- Ayo. Turunlah. - Aku malu...
Ayo. Kontak mata. Kontak mata.
Satu, dua, tiga.
Loyalitas, loyalitas. Loyalitas.
Yoo Ah.
Kau sudah pulang, Unni.
Kenapa kau ada di tempat tidur?
Kau belum makan?
Aku tidak nafsu makan.
Tapi, kau tetap harus makan.
Kau ingin makan di luar?
Aku akan membelikanmu ayam pedas 'api' yang kau suka. Ayo, ayo kita keluar!
Unni.
Unni, kau...
Tidak peduli makanan pedas, kan.
Kita tunggu sampai hujan berhenti dulu.
Ayam pedas api-nya sangat pedas, ya?
Tentu saja, itu. Jika tidak, namanya ayam pedas air.
Kau bilang ayam pedas air?
Kau punya selera humor yang baik.
Hei, aku hampir bisa dengar matamu bergerak.
Berhenti berusaha menghiburku.
Hah?
Aku baik-baik saja.
Aku tidak akan mati.
Aku memang terkadang membenci kamu, tapi...
Aku juga tidak tahan begitu terus.
Yoo Ah.
SeJika kupikir tentang hal itu...
Aku yang mengikutinya Kemanapun dari dulu.
Min Suk tidak pernah punya perasaan apapun padaku.
Memang gila diriku.
Aku kira...
Mungki...
Aku hanya butuh seseorang yang seperti dia.
Kau tahu, aku di usia segini.
Beberapa gadis jatuh cinta pada guru,
Beberapa lainnya jatuh cinta pada idol.
Unni, kau...
Ingat nama anak yang kau sukai saat kau masih 8 tahun itu?
Tidak.
Beginilah.
Sama seperti itu.
Aku berusia 18 tahun sekarang.
Dunia ini luas...
Dan penuh dengan banyak pria.
Benarkan?
Pasti ada banyak pria yang lebih baik dari Min Suk.
Yoo Ah.
Kau boleh memukulku.
Apa?
Bagaimanapun..
Aku telah melakukan hal yang mengerikan padamu.
Aku akan merasa lebih baik jika kau memukulku. Ayolah, pukul aku.
Kau ini meniru sifatnya ya?
Kau bersikap seperti seseorang yang ku kenal.
Ayo! Pukul aku.
- Aku akan.... - Omo.
Apa ini?
Katamu pukul, tapi kenapa kau menghindar?
Oh, tidak. Tidak, maksudku...
Seperti ini.
Tidak usah. Itu cuma menyakiti tanganku saja.
Tapi, kau bisa melakukannya suatu saat nanti.
Sebagai contoh...
Kau bisa menaikkan uang sakuku.
Uang saku?
Kau mau berapa banyak?
Apa kau akan senang dengan 20% kenaikan gajimu, Nona?
20 persen?
Tapi...
kita kehilangan semua deposito saat ini, jadi, kita harus berhemat mulai sekarang.
20 persen masih sedikit.
Maka...
21...
Bagaimana?
Oh, baiklah, aku akan memikirkannya.
Ayo lepaskan. Panas jadinya.
Aku mencintaimu.
Lepaskan.
Kau harusnya bilang dari kemarin, jadwal ujian bertabrakan dengan pertemuan sarapan.
Lalu, aku bisa lakukan sesuatu, bodoh.
Aku tidak pernah peduli pada ujian selama ini. Dan pertemuan sarapan...
Kenapa diadakan saat pagi Aku bahkan tidak bisa tidur. Bagaimana ini terjadi?
Aku belum pernah melihat orang yang lebih bodoh darimu.
Memangnya ada pertemuan sarapan di malam hari?
Kau bahkan tidak tahu apa itu pertemuan sarapan, kan?
Katakan dengan jelas.
Sarapan... saat makan di pagi hari.
Tunggu.
Itu tidak penting sekarang.
Pertemuannya pukul 8:00, dan ujiannya pukul 09:30.
Jika kita bisa cepat, dia bisa lakukan keduanya.
Ya Tuhan, aku bahkan tidak bawa seragam sekolah.
Jangan khawatir. Hadiri saja pertemuannya, aku....
Sekretaris Jung, akan mengurus yang lainnya.
Ayo. Ayo.
Kau wanita yang modern, Sekretaris Jung.
Sesuaikan lagi rencana yang dibuat saat ini, dan...
Dan sampai bertemu di pertemuan selanjutnya.
Kerja bagus!
Direktur, lewat ini.
Ayo.
Berapa menit lagi?
25 menit tepatnya.
25... Bajuku terlalu sempit.
Halo, Direktur.
Direktur, skutermu ada di sana.
Direktur, kotak pensilmu.
Terima kasih.
Jika kau tidak tahu jawabannya, Pilih saja nomor 3.
Jangan dilompat-lompat.
Kau harus kembali pukul 05:00. Ada pertemuan manajemen, oke?
Halo, Pak.
Dia ada di sini. Di sini.
Min Suk!
Ya, Pak.
Jadi unni popcornmu... maksudku...
Kau memutuskan tetap pacaran dengan kakaknya Yoo Ah?
Walau kau anak SMA?
Dasar monster... Hati wanita...
Kau angkat atas dan ke bawah, atas bawah. Dasar monster.
Kau harus mentraktir kami. Jika tidak, kau bukan manusia, mengerti?
Baik, baik.
Kau harus perkenalkan teman-temannya pada kami, oke?
Sakit. Sakit sekali!
- Kau harus comblangin kami. - Kau ingin mati?
Comblangin kami dengan wanita dewasa, oke?
Hei, kenapa kau memukulnya?
Oh, ada sesuatu yang di kemejanya. Dan ada sesuatu di wajahnya.
Lee Min Suk, bagaimana bahumu?
Ya, baik-baik saja.
Syukurlah.
Baiklah.
Bergembiralah, Lee Min Suk.
Mereka bilang, para pemuda sudah biasa sakit.
Pemuda sudah biasa sakit?
Siapa bilang itu ya?
Aku dulu tahu.
Yoo Ah.
- Hei, Oh Tae Suk. - Hah?
Aku memikirkannya, dan...
Aku putuskan untuk pergi denganmu.
Apa?
Aku bisa apa jika kau bilang kau tergila-gila padaku?
Benarkan?
Aku akan pergi.
Dadah~
Kau mengorbankanku dan lihat apa yang terjadi. Kau tidak lihat akibat perbuatanmu?
Oh, Yoo Ah. Ini bukan seperti yang kau pikirkan.
Situasi apa ini?
Dia beralih dari Suami Lee ke Suami Oh?
Tae Suk. Pergilah dengan dia.
Diterjemahkan oleh apexLingga
Jadi, kau mengerjakan ujianmu dengan baik?
Aku menjawab nomor 3 seperti yang kau bilang, Dan banyak jawabanku yang benar,
Boleh aku menciummu untuk merayakannya?
Tidak boleh. Kenapa kau terus begini?
Bukannya begitu, Kau saja yang terlalu berlebihan.
Ini sama saja seperti kita merayakannya dengan limbo.
Aku tahu kau punya darah muda, tapi kau tidak usah sangat bernafsu begini.
[Lantai 25.]
Kau akan pulang, Soo Young?
Ya.
Kenapa kau sangat peduli saat dia bekerja, libur atau terlambat?
Pikiran saja urusanmu sendiri.
Sebenarnya aku ingin berhenti peduli padanya tapi aku tidak bisa.
Dan aku ingin terus peduli padanya.
Dengar!
Bisa kau..
Rekomendasikan kami makanan enak untuk makan malam.
Kami mau keluar makan malam, dan...
Kau orangnya selalu teliti dan pilih-pilih makanan.
Kenapa kau tidak rekomendasikan buat kami?
Aku tidak pilih-pilih pda makanan, tapi...
Aku pilih-pilih pada orang lain.
Bisa kau katakan padanya aku tidak mau memberinya saran, Soo Young?
Apaan...
Kami pergi duluan.
Ayo pergi.
Sampai jumpa lagi, Soo Young
Jangan peduli padanya lagi.
Sampai jumpa lagi.
Kenapa tiba-tiba hujan?
Ayo kita beli payung.
Kau tahu...
Begini..
Apa aku terlalu kekanakan sebelumnya?
Sangat.
Astaga, aku biasanya tidak seperti itu. Kau tahu itu, kan?
Oh, Tuhan. Yang benar saja...
Aku tidak tahu aku sekekanakan itu.
Berkat seseorang... Aku menyadarinya.
Kenapa menyalahkanku?
Bukankah itu karena kau...
Sedikit terlalu muda?
Oh, Tuhan. Kau kasar sekali.
Bagaimana kau bisa bilang begitu padaku?
Aku akan mengganti namamu di ponselku.
Raja kekanakan? Super Kekanakan?
Oh, benar. Anak SMA super kekanakan.
Oke.
Kau melakukannya. Baik, aku juga akan menggantinya.
Nenek...
Popcorn..
Nenek buyut popcorn.
Nenek super tua!
Kenapa kau melakukan ini? Jangan.
Aku ganti leluhur saja?
Wow...
Unni cantik. Unni cantik.
Oh, Kakek.
Kakek.
- Unni cantik. - Ya?
Omo, kalian berdua berpacaran ya? Hah? berpacaran ya?
Cantik sekali. Unni cantik sangat cantik.
Cantik, pantatku.
Dia itu jelek sekali.
Kau itu...
Jelek sekali. Jelek.
Oh ya,
Jangan sampai kena 'princess syndrom'
Kakekku pasti punya penglihatan yang buruk.
Jika kau melihatku dari dekat,
Aku cukup cantik.
Benar, benar. Cantik, sangat cantik.
Kau sungguh cantik, Unni cantik.
Kacamata. Kacamatamu.
Pakailah dengan cara begini.
Oh, begini.
Cantik sekali. Cantik.
Omo. kau sudah mengantuk, kan?
Pergilah ke tempat tidur, kakek.
Oh, tidak. Aku tidak mengantuk sama sekali.
Dengan unni cantik..
Aku masih ingin bermain dengannya.
Astaga.
Nanti kau ketiduran di sini.
Kakek, ayolah. Ayo ke kamarmu.
Ayo ke kamar.
Ayo.
Ayo kita pergi tidur.
Masuklah.
Tidak apa. Aku bisa melakukannya.
Oh, Hei. Tidak, kau tidak boleh masuk sana.
Ku bilang jangan ke sana.
Kau tidak usah menyembunyikan apa pun. Noona mengerti kok.
Tidak usah bersusah payah menyembunyikannya.
Apa yang kau tahu? Aku cuma menyembunyikan pakaian kotor saja.
Anggaplah saja begitu.
Apa maksudmu, "Anggaplah saja begitu?" Aku sungguh....
Kau jahat sekali.
Lumut!
Lumut!
Omo!
Kau bilang kau membuangnya.
Aku tahu itu berharga bagimu, Jadi, mana mungkin aku membuangnya.
Oh, lumut. Ini aku, ibumu.
Bagaimana kabarmu?
Sudah tumbuh besar, kan?
Ya.
Kau sudah tumbuh sangat besar. Hei, lumut.
Lumut.
Ah...
Jika kau pulang nanti...
Bawalah itu.
Oh, ya.
Aku akan bawakan minuman.
Oh, Tuhan. Panas sekali di sini. Kenapa panas sekali?
Kau sudah memulai hoki dari saat kau masih kecil.
Di mana kau...
Menemukan itu?
Kau sudah memulai hoki dari saat kau masih kecil.
Karena cedera...
Kau pasti sangat sedih.
Atlet pasti selalu dapat cedera.
Tapi, ada banyak sekali atlet yang cedera itu menyerah.
Tapi, bukankah masih ada jalan lain?
Apa yang atlet cedera lain itu lakukan?
Ada beberapa yang menjalani rehabilitasi, tapi...
Aku...
Ku kira aku sedang sial saja.
Jika aku tahu aku akan berakhir seperti ini, Aku tidak akan bekerja keras.
Aku mempertaruhkan semuanya demi Hoki.
Astaga...
Ah, tunggu
Aku melihat foto yang bagus di sini.
Dimana itu?
Ini, ini.
Apa yang kau lakukan, ahjumma?
Memangnya kenapa dengan itu? Ini sangat lucu. Tunggu!
Biarkan aku memilikinya.
Kenapa aku harus memberikan ini padamu?
Kalian berdua kan sama.
Kenapa kau ingin punya foto telanjangku?
Ayo. Berikan aku ini.
- Kenapa harus ini? - Ini sangat lucu.
- Astaga. - Ayolah.
Aku tidak mengertimu sama sekali.
Omo, omo!
Omo. Apa yang kau lakukan padaku?
Tunggu.
Kau baru saja mendorongku...
Aku tidak sengaja melakukannya.
Kau bilang tidak boleh ada kontak fisik, tapi sekarang kau...
Mendorongku ke tempat tidur saat kakek sedang tidur. Kau mau lakukan apa?
Kau salah paham.
Salah paham, pantatku.
Dasar monster penuh nafsu. Dasar monster penuh nafsu.
Nenek monster penuh nafsu. Nenek monster penuh nafsu.
Aku sudah tahu ini sejak ke Namiseom kemarin.
Sekarang kau meminta foto telanjangku dan mendorongku ke tempat tidur.
- Wow. - Hei.
Aku, aku...
Panas sekali.
Omo. Panas sekali disini. Super panas!
Aku harus menunggu...
Beberapa tahun lagi untuk bisa memahami arti sebenarnya dari situasi ini, jadi...
Aku harus keluar.
Kau bercanda, kan?
Kau tidak salah paham, kan?
Kenapa hujannya lebat sekali hari ini?
Kau tahu, apa yang terjadi di tempat tidur tadi...
Aku sungguh tidak sengaja mendorongmu. Aku serius.
Aku tahu kau bercanda, tapi aku takut kau mungkin salah paham.
Tapi aku benar, kau penuh nafsu dari dulu. Dasar monster penuh nafsu!
Oke, katakan saja aku salah paham dengamu sebelumnya.
Jangan bilang begitu. Aku sungguh serius.
Oh, benar.
Lumut. Aku lupa lumutku.
Oh, lumut.
Oh, baiklah. Lain kali saja kau mengambilnya.
Lagian, kita kan selalu bertemu setiap hari.
Benarkah?
Kau benar.
Astaga. Akhir-akhir ini...
Seluruh tubuhku terasa kaku.
Itu karena kau sudah tua.
Kau tahu kan aku masih 20 tahunan. Aku ini masih muda.
Pasti sangat menyenangkan tetap jadi muda ya, noona.
Cukup.
Bisa kau melatihku?
Hah? berlatih apa?
Kau tahu, sekarang kan musim panas, dan...
Aku tidak merasa bugar. Jadi bisa kau membantuku memperkuat tubuhku?
Kau kan ahli dalam olahraga.
Apa?
Aku baru saja berhenti, dan aku mau santai sekarang. Tapi kenapa kau tiba-tiba ingin berolahraga?
Maksudku...
Kau tak bisa membantu pacarmu yang ingin berolahraga?
Wow...
Wow, Jung Soo Young.
Wow, kau seperti...
Yang kutakutkan sebelumnya. Lihat dirimu sekarang.
Tidak apa jika tidak mau. Aku bisa sewa pelatih pribadi.
Kau tahu, dengan pelatih pria gagah...
Kau tahu, pria yang penuh otot.
Aku bisa dekat dengannya nanti, dan...
Mengerti.
Baiklah, setuju!
Aku akan melakukannya. Jadi semakin dekat dan semua itu...
- Biar aku yang melakukannya, aku akan melakukannya. - Tidak usah.
Terima kasih!
Ayo. Ayo pergi.
Kita sudah sampai.
Bawalah payung ini...
Benarkah?
Aku bisa jalan saja nanti.
Aku baik-baik saja.
- Pergilah. - Dah~
Jung Soo Young.
Aku pergi dulu.
Pergilah. Dadah~
Lari!
Oh, ya ampun.
Astaga...
Pecahnya otot rotator cuff...
Tendon... Oh, pada tendon...
Jika ototnya robek pada saat yang sama,
Robekannya akan...
Maka rehabilitasi medis....
Oh, stretching...
Latihan stretching?
Ini?
Oh, benar. Latihan stretching.
Lengan...
Lengan diangkat seperti ini.
Seperti ini.
Oke, oke.
Apaan...
Halo, pelatih.
Kenapa kita harus melakukan ini di jam segini? Kau tidak ingin tidur?
Tidak.
Aku harus apa sekarang?
Oh, betapa canggungnya kau...
Oh, Tuhan.
Gerakan apaan itu? Tunggu aku!
Pelatih.
Aku harus apa sekarang?
Berhenti, berhenti.
Kau pasti telah melihat sesuatu yang sangat aneh.
Oh, baiklah.
Kita harus pemanasan dulu.
Latihan stretching sangat baik untuk pemanasan.
Jadi, ayo kita mulai.
Apa yang kau lakukan?
Kau tidak ingat ini?
Ikuti aku.
Satu, dua, tiga, empat.
Lima, enam, tujuh, delapan.
Dua, dua, tiga, empat.
Lima, enam, tujuh, delapan. Latihan kaki, satu...
dua, tiga, empat, lima, enam,
tujuh, delapan, dua, dua
Ayo. Lagi!
Lima, enam, tujuh, delapan.
Latihan lengan.
Tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Dua, dua...
Tiga...
Lima...
Delapan.
Dua, dua...
Kau menunjukkan segalanya.
Kau dimana?
Tidak boleh ada kontak fisik.
Dilarang.
Aku penasaran kenapa kau begini terus.
Ada sesuatu di sana.
Dimana?
Oh, tidak. Aku pasti keliru.
Kembali ke posisimu.
Kali ini...
Lompatan cantik.
Siap dimulai.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Segar sekali!
Wow, kau syuting iklan anggur beras ya?
Ayo.
Melelahkan sekali.
Kita harus melakukannya sekali lagi?
Satu...
Bagaimana dia bisa begitu?
Kau melihat itu?
Maksudmu, berputar-putar di besi itu?
Ya.
Siapa yang tidak bisa melakukan itu? Siapapun pasti bisa melakukannya.
Aku dulu berputar-putar seratus kali sebelum bahuku terluka.
Saat aku masih kecil...
Aku pernah mencoba berputar di besi begitu, dan...
Aku jatuh dengan muka duluan,
Jadi semuanya lecet-lecet.
- Jadi begitu sebabnya kau sekarang... - Oh, lihat.
Lagi.
- Dia berputar-putar lagi. - Kepalamu yang berputar ya?
Kepala berputar apanya?
Tidak ada.
Pokoknya...
Aku jadi sangat gugup...
Saat melihat besi itu.
Bahkan itu lebih menakutkan daripada film horor atau hantu.
Menakutkan sekali.
Oh, oh, menakutkan.
Apaan..
Kenapa kau takut itu?
Kau sungguh takut itu?
Kau tahu betapa takutnya aku pada serangga.
Tapi, aku lebih takut...
10, tidak, 50 ribu kali dari itu.
Maksudku...
Bahkan jika aku terlahir kembali 50 kali, Aku tetap tidak bisa melakukannya.
Kau melebih-lebihkan.
Oh, kau tahu berapa seriusnya trauma ini?
Jadi, ayo kita mulai lagi!
Ayo kita lari keliling lapangan lalu mulai lagi?
Kenapa kita harus lari?
Kau itu orangnya lemah olahraga. Kenapa kau menyuruhku begini?
Agar bahumu...
Baiklah.
Ayo pergi. Go, go!
Move, move!
Ayah.
Kenapa kau ke sana? Kau bukan anak kecil. Oh, Tuhan.
Ini terowongan bawah tanah. Terowongan.
Oh, ya ampun.
Terowongan bawah tanah ada di bawah tanah.
Ayah.
- Jika kau masuk ke sana, kau akan digigit anjing. - Permisi.
Sungguhan!
- Permisi. - Oh, halo.
Kau ke sini mau laundry?
Oh, tidak.
Ini dia.
Presdir menyuruhku mengantarkan ini padamu.
Presdir? Presdir apanya?
Baiklah.
Oh, tunggu.
Tunggu.
Siapa yang mengirim ini?
[Presdir Comfor, Yoo Jae Gook] Siapa yang mengirim ini?
[Presdir Comfor, Yoo Jae Gook] Kelihatannya enak Ini melon. Melon.
Kelihatannya enak Ini melon. Melon.
Ugh, yang benar saja...
Jika itu investasi bersama,
Maka, aku ingin dengar hal itu secara rinci.
Oh, ya.
Ada perusahaan Jerman bernama Pavo,
Suka dengan proyek Y-Tower Mall yang kita kerjakan.
Mereka bilang mereka ingin membangun Y-Tower Mal di seluruh Asia.
Mereka ingin membuat Y-Tower Mall, jadi merek pusat perbelanjaan internasional yang mewakili Asia.
Merek pusat perbelanjaan internasional yang mewakili Asia?
Ya.
Kedengarannya sangat menarik.
Aku sudah dengar tentang itu dan meninjaunya sendiri kemarin.
Melihat status keuangan Comfo saat ini,
Rencana itu agak sulit untuk dicapai.
Kita harus selesaikan semua proyek yang kita sedang kita kerjakan ini dulu, lalu...
Memikirkan proyek ini nanti.
Direktur Yoo, Kenapa kau jadi pemalas begini?
Jika kita mensukseskan proyek ini,
Kita bisa jadi pemimpin...
Dalam bisnis ritel di Asia.
Kau ingin menyerah begitu saja?
Namun, jika kita melihatnya secara objektif...
Karena mereka duluan yang meminta, berarti mereka mengakui kemampuan kita.
Aku yakin tentang hal ini.
Beritahu mereka, kita akan langsung hubungi mereka. Tinjau proyek ini lebih teliti lagi.
Ya.
Kau tidak boleh ke sini.
Tidak apa.
Dia tamuku. Pergilah.
Ya.
Siapa yang membolehkanmu mengirim ku benda seperti ini?
Sudah kubilang urusi saja urusanmu sendiri.
Sopir Choi.
Baiklah.
Aku memang butuh uang.
Punya ayah yang punya demensia dan anak-anak yang harus dibiayai...
Aku sangat membutuhkan uang.
Namun...
Aku lebih suka mati kelaparan...
Daripada menerima...
Uang sampah darimu.
Aku peringatkanmu.
Jangan pernah...
Masuk dalam kehidupan kami lagi.
Jangan pernah.
Kau mengerti?
- Apa... - Pergilah.
Ya.
Pria itu...
Dia sopir Choi.
Dia sopirnya Lee Jung Soo
Yang dulu bekerja dalam kemitraan dengan Presdir.
[CEO Termuda Tahun Ini, Lee Jung Soo.]
Sebenanya tidak disengaja, tapi...
Dia punya masalah dalam bisnisnya karena Presdir.
Aku tidak pernah menyangka Lee Jung Soo akan bunuh diri karena itu.
Aku tidak tahu apakah itu kejutan lainnya, Tapi istrinya juga meninggal tak lama setelah insiden itu.
Seluruh keluarganya jadi sangat berantakan.
Presdir masih memikirkannya. Dan dia memintaku menemukan lokasi mereka kemarin.
Dia mengetahui...
Kalau sopir mengadopsi dan membesarkan anak-anak mereka.
Ku pikir dia mau menggali masa lalu, tapi..
Malah berakhir di situasi seperti ini.
[Ayo bertemu di sana pukul 20:00 malam ini. ] [Dari Yoo Ah.]
Aku tidak ada kegiatan hari ini. Kau ingin makan malam denganku?
Aku yang teraktir. Bagaimana?
Aku tidak ingin makan, tapi temui aku di taman 30 menit lagi.
Kenapa, Kenapa?
Kita harus berolahraga.
Sampai jumpa 30 menit lagi.
Olahraga apanya? Sekarang sedang hujan.
- Sebentar lagi akan berhenti. - Kupikit tidak.
Hei, hei.
Astaga.
Lagi pula ini tidak akan berkerja. Tapi dia terus mau olahraga.
Sekretaris Jung, kau sedang apa?
Oh, halo, pelatih.
Malam yang indah.
Maksudku, olahraga yang kita lakukan...
Sebelum kita mulai, kita harus lari keliling lapangan dulu.
Go, go!
Move, move!.
Oke, baiklah.
Berlari tidak butuh biaya apapun.
Kau kan juga bekerja pagi. Kau tidak capek ya?
Oh, tidak. tidak sama sekali.
Ayo kita percepat sedikit!
Move, move!
Baiklah, istirahat sebentar.
Oh, tidak.
Jadi, apa lagi selanjutnya?
Selanjutnya apaan? Kau akan mati nanti.
Siapa?
Aku?
Oh, tidak, tidak sama sekali.
Aku baik-baik saja, Pak.
Aku tahu kau melakukan ini untukku, tapi tidak ada yang akan berubah.
Tidak.
Aku melakukan ini untuk kesehatanku sendiri.
Band?
Aku baru saja menemukan band.
Aku tahu kau yang menaruhnya di sana.
Akting yang sangat buruk.
Sedikit lagi,
Oh, ya ampun.
Astaga. Sudah kubilang berhentilah.
Ayo bangun. Bangun.
Kau tidak mau mendengarkanku?
Sini kan tanganmu
Tergores.
Kau pasti kesakitan.
Tidak.
Tidak sama sekali.
Jadi...
Kenapa kita tidak melakukan ini bersama-sama?
Kau pegang ini, Direktur, Lalu aku pegang ini...
Cukup. Hentikanlah sekarang.
Aku tahu semua ini untukku. Aku sangat menghargainya, namun...
Aku tidak bisa bermain hoki lagi walau melakukan ini.
Berhenti buang tenaga.
Itu sesuatu yang sangat mustahil!
Kau saja belum mencoba, Kenapa kau pikir itu tidak mungkin?
Aku sudah sedikit menelitinya, dan...
Atlet dengan cedera yang lebih parah malah akhirnya bisa dapat medali emas.
Hentikan!
Kau kan sudah dewasa. Kenapa kau tidak bisa menghadapi kenyataan?
Direktur.
Setelah ibu dan ayahku semuanya meninggal,
Dan bahkan kakakku satu-satunya juga meninggalkanku Kau tahu apa yang kupikirkan?
Jangan berharap pada sesuatu yang tidak bisa mengubah diriku. Jika tidak, aku hanya akan terluka nanti.
Aku tidak pernah berharap pada sesautu yang tidak mungkin, hah?
Jadi, kumohon berhentilah begini.
Tolong jangan lakukan itu.
Diterjemahkan oleh apexLingga
Ku pikir kita tidak usah saling bertemu lagi.
Apa maksudmu kita tidak usah saling bertemu lagi?
Ini.
Aku bayar uang yang kupinjam untuk RBC.
Kau mengajakku ke sini cuma untuk berikan ini?
Ya.
Tidak usah.
Ambillah saja.
Aku mungkin belum bisa mencarinya, tapi aku sangat ingat tentang uang.
Tidak usah, tidak usah dikembalikan. Anggaplah kau sudah melunasinya.
Aku lapar sekali.
Lapar sekali. Lapar!
- Hei. - Apa?
Bukankah itu si gadis preman?
Mana?
- Dimana? - Sebelah sana.
Siapa pria yang berleher pucat itu?
Kau benar.
Benarkan?
Apaan ini?
Oh Tae Suk.
Siapa kau?
Siapa kau beraninya beri uang pada Yoo Ah?
Kau mau lakukan apa, sampai memberinya uang?
Hei, siswa!
Lepaskan. Apa yang kau lakukan?
Aku mengerti betapa sulitnya dirimu kehilangan Min Suk.
Tapi, kenapa kau melakukan hal seperti ini?
Apa yang kau katakan?
Ahjussi ini dari kantor Unniku.
Mereka bekerja di perusahaan yang sama.
Lepaskan.
Mereka bekerja di perusahaan yang sama.
Apaan...
Bagaimana ini?
Tunggu..
Aku sungguh minta maaf. Aku minta maaf atas namanya, anak ini sudah gila!
Dengan bahu yang luas dan Pikiranmu yang dewasa, maafkan kami.
Maafkan aku. Maafkan aku.
Ahjussi...
[Ahjussi Kue beras.]
[Teman-temanku ingin minta maaf.]
[Maaf, maaf.]
[Maka kesepakatan kita berakhir sekarang.]
[Temuilah wanita yang jauh lebih baik dri unniku dan hiduplah dengan bahagia selamanya.]
[Aku bisa melakukan ini tanpa ketahuan. Kumohon, Ketua Tim, katakan 'oke' ya]
[Ketua Tim.]
[Sebenarnya tidak disengaja, tapi dia punya masalah dalam bisnisnya karena Presdir.]
[Aku tidak pernah menyangka Lee Jung Soo, akan bunuh diri karena itu.]
Oh, ya.
Kau sudah mengetahuinya?
[Surat Kematian]
[Pemakaman Lee Jung Soo, CEO dari Seoin Realty Consulting]
[Keluarga duka: Anak - Lee Hyung Suk, Lee Min Suk.]
Dia sudah gila ya?
Kenapa dia tidak menjawabnya?
Terima kasih.
Ya.
Thank you.
Ji Dae Han.
Asisten Manajer Park.
Selamat pagi.
Halo, Direktur.
Bahkan 1 nyamuk pun tidak bisa masuk ke sana.
Nyamuk?
Halo.
Aku haus sekali. Aku harus minum air.
Aku menelepon tadi malam. Kenapa kau tidak menjawabnya?
Aku tidur lebih awal.
Aku akan bersihkan ini untukmu.
Kau ingin makan siang denganku?
Oh, aku sudah ada rencana. Kupikir aku tidak bisa,
Rencana apa?
Dengan siapa?
Kau bertemu dengan siapa hari ini?
Soo Young, ada telpon untukmu.
Oh, ya, telpon.
Dari siapa?
Apa yang kau bicarakan?
Siapa?
Apa katamu?
Kau tahu Direktur Lee Hyung Suk adalah anak Lee Jung Soo?
Bagaimana kau bisa tahu tentang Lee Jung Soo?
Lalu, kenapa kau bilang begini?
Bagaimana aku bisa tahu, tidaklah penting.
Lee Hyung Suk...
Pasti datang ke Comfo, dengan tujuan lain.
Dia pasti mendekatimu Agar bisa mencelakaimu, Ayah.
Aku tidak tahu dari mana atau apa yang kau dengar itu.
Jangan bilang sesuatu yang tanpa dasar.
Dia menolak semua penawaran kerja walau dari Eropa dan malah memilih Comfo.
Dia sangat mencurigakan.
Dia bisa jadi sosok yang berbahaya.
Jangan menuduh orang. Kembalilah bekerja.
Aku yang akan mengurusnya.
Ayah.
- Asisten Manajer. - Ya?
Kau mau minum vitamin ini?
Oh, terima kasih.
Kau terlihat sedikit lelah akhir-akhir ini.
Tidak terlalu.
Lihatlah dia.
Dia tidak seperti itu pada orang lain.
Dia pasti marah padaku.
[Ku marah padaku karena aku berteriak padamu kemarin ya?]
[Tidak.]
Siapa ini? Aku sedang sibuk sekarang.
Presdir?
Ya.
Makan siang?
Wow, ini...
Enak sekali.
Daebak.
Kau sangat menikmatinya...
Bahkan hanya melihatmu saja, aku sudah merasa kenyang.
Benar.
Aku sangat menikmati makanan yang kusuka, Jadi para orang tua menyukaiku.
Oh ya,
Kenapa kau tiba-tiba mentraktirku makan siang di restoran mahal begini?
Apa?
Apa aku tidak boleh..
Mentraktirmu makan siang tanpa alasan khusus?
Tentu saja tidak.
Aku selalu bersyukur pada makanan.
Orang tua Direktur Lee...
Pasti sangat bahagia.
Mereka punya anak yang menyenangkan sepertimu.
Sebenarnya aku malah akrab dengan ayahku seperti teman saja.
Ayah yang bisa akrab dengan anaknya seperti seorang teman,
Kau pasti..
Sangat mirip dengan ayahmu.
Bahkan..
ayahku...
Sebenarnya bukan ayah biologisku.
Orang tua kandungku semuanya sudah meninggal saat aku masih kecil.
Oh, benarkah?
Memangnya kenapa mereka?
Oh, ayahku...
Dia mengalami kecelakaan, dan...
Ibuku meninggal karena shock...
Setelah apa yang terjadi pada ayahku.
Benar.
Di usia semuda ini,
Pasti sangat sulit bagimu.
Kecelakaan apa itu?
Usahanya tidak berjalan dengan baik, jadi
Kurasa dia pasti punya banyak masalah.
Tapi, aku masih sangat kecil dulu.
Dan ayahku...
Sebenarnya...
Bukan tipe orang...
Yang membicarakan masalahnya pada orang lain.
Jadi, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya.
Tapi...
Ayahku yang saat ini..
Membesarkanku dengan sangat baik.
Aku dibesarkan menjadi...
Orang yang hebat,
Begitu ya.
Makanlah.
Terima kasih.
Kerja bagus, semuanya.
Kerja bagus.
Asisten Manajer Park.
Asisten Manajer Park.
Mereka pikir mereka pejabat pemerintah ya!
Sekretaris Jung baru saja pulang.
Dia bilang dia ada keperluan.
Hah?
Dia pergi tanpa memberitahumu, Direktur?
Oh, ya. Begitulah...
Jadi...
Kau bilang dia sangat marah.
Si unni Popcornmu?
Ya...
Aku akan gila.
Kenapa kau terus memikirkan itu? kKau minta maaf saja padanya.
Minta maaf dan dia akan memaafkanmu.
Maksudku...
Bagaimana aku bisa minta maaf pada orang yang tidak marah?
Dia terus bilang, dia tidak marah.
Lihatlah dirimu, katamu kau tahu semua tentang cinta, tapi kau buta pada pemikiran wanita.
Lee Min Suk, yang berpura-pura jadi Direktur Comfo usia 28 tahun yang bernama Lee Hyung Suk dari Jerman
Minum, minum.
Hei.
Wanita mana yang marah tapi bilang t\idak marah saat di tanya?
Kau ini bodoh ya?
Lalu apa?
Dengar.
Saat wanita sedang marah,
Semakin intimlah dengannya.
Intim?
Semuanya berakhir jika kau beri dia sesuatu yang 'hot'.
Jadi..
Itulah pelajaran awal keintiman.
Berhenti.
Aku pernah dengarkan saranmu dan akhirnya melakukan sesuatu yang bodoh.
Aku melakukannya hal bodoh apa ya?
Kapan?
Oh, insiden selfie di Namiseom.
Kau benar. Duk Hwan selalu sok mengerti perempuan.
Padahal dia bodoh, kenapa dia terus memberikan saran yangtidak beguna...
Memangnya kau harus jatuh cinta agar tahu tentang cinta.
Tentu saja harus!
- Kenapa tidak berguna? - Lalu, kau pernah mempraktekkan saranmu itu?
Bajingan kau!
Aku sangat pemikir dalam setiap ucapanku..
Kau tahu betapa sensitifnya aku dalam hal itu?
Astaga, kenapa aku harus jatuh cinta?
Makanlah, makanlah saja.
mkaanlah terus.
Jangan berhenti.
- Kau mau kemana? - Jangan berhenti makan, walau sebentar.
Ya, Sekretaris Jung.
Kumohon...
Datanglah ke taman sekarang.
Ya.
Kau kenapa? kau bahkan tidak menjawab teleponku.
Kau pergi tanpa memberitahuku.
Aku sangat menyesal.
Aku kemarin kehilangan kesabaranku, dan
Bilang sesuatu yang bodoh.
Aku mau menunjukkanmu sesuatu.
Hah?
Lihat aku.
Kau melihatnya?
Kau melihatnya, kan?
Kupikir aku tidak bisa melakukan itu seumur hidupku,
Maksudku, bahkan setelah dilahirkan kembali berulang kali.
Kupikir tidak akan mungkin.
Tapi inilah yang terjadi.
Di sini hanya ada kau dan aku.
Kau ingin makan siang denganku?
Oh, aku sudah ada rencana. Kupikir aku tidak bisa.
Oh, Tuhan.
Sekretaris Jung baru saja pulang.
Dia bilang dia ada urusan.
Direktur.
Kau ingin melihatnya lagi?
Kau ingin aku menunjukkannya lagi?
Aku benar-benar bisa melakukannya.
Awalnya terasa sangat menakutkan, tapi...
Rasanya baik-baik saja setelah beberapa kali.
Jadi, kau juga, Direktur...
Jangan menyerah dengan latihanmu.
Sudah kubilang tidak boleh ada kontak fisik.
Sekali lagi saja.
Kenapa tiba-tiba hujan?
Oh, ya ampun.
Kau jahat sekali, Jung Soo Young.
Tidak mungkin.
Kapan kau merencanakan untuk berlatih itu?
Wow, beruntungnya aku.
Jangan berlebihan begitu.
Pokoknya...
Kau sangat manis, menggemaskan sekali.
Aku pasti sangat beruntung. Kau menggemaskan sekali.
Jangan lagi.
Tadi kau membolehkanku, tapi sekarang...
Aturan membingungkan apaan itu?
Semuanya punya pengecualian.
Apa yang terjadi tadi adalah pengecualian.
Oke.
Jadi, yang sekarang ini juga pengecualian.
Tidak boleh.
Jika kau merasa tidak adil, Jadi, tumbuhlah dengan cepat.
Aku bisa dapatkan kristal biarawan dalam tubuhku jika kau begini terus.
Oh, maksudmu mie biarawan?
Mie Jjolmyeon?
Itu....
Lelucon apaan itu?
Aku sangat yakin kecupan masih diperbolehkan.
Tidak boleh.
- Boleh. - Tidak
- Boleh. - Tidak boleh.
Maksudku, kalau kecupan boleh..
- Boleh... Maksudku, tidak boleh. - Aku baru saja mendengar boleh.
Tidak boleh.
- Kau bilang boleh tadi. - Tidak, aku bilang tidak boleh.
Aku mungkin bisa mati frustasi nanti.
Tidak.
Noona.
Tidak.
Noona.
Tidak, sudah kubilang tidak.
Ayo. Tarik yang kuat.
Hei, Goo Tae Hyun.
Hei, hei. Seperti ini.
Kubilang seperti ini.
Hei, Min Suk.
Hei, Lee Min Suk.
Lee Min Suk.
Pelatih.
Aku...
Ingin mulai dari awal lagi.
Sebagai pemain hoki untuk SMA Poongjin...
Tolong izinkan aku bermain lagi, Pelatih.
Aku tidak tahu apakah aku bisa atau tidak,
Tapi, aku bisa menjaga diriku sendiri, termasuk buang kotoran dicelana.
Tolong izinkan aku bermain sekali lagi, Pelatih.
Aku akan lakukan semua yang bisa kulakukan...
Lalu aku baru akan menyerah.
Aku mohon padamu.
Min Suk.
Selamat datang kembali, bodoh.
Terima kasih, Pelatih.
Terima kasih!
Jangan jadi cengeng, ya!
Aku akan tetap mengawasimu.
Aku akan lakukan yang terbaik, sunbaenim.
Kami akan bekerja keras.
Halo.
Kenapa kita ke sini?
Aku ingin dapatkan sesuatu untuk merayakanmu. Aku mau belikanmu tas hoki.
Tidak usah. Aku sudah punya.
Anggur baru di botol baru. Kau tidak tahu istilah itu?
Botol apanya? Kau ingin minum anggur ya?
Kau ingin kuomel?
Kenapa kau terus mengejutkanku?
Joker. Aku joker.
Kau tidak tahu apa itu joker?
Lihatlah ini.
Ini.
Kau membelikan tas untuk keponakannya, ya?
Kau pasti bibi yang sangat baik.
Aku bukan bibi nya.
Oh, maafkan aku.
Kau noona-nya, kan?
Aku juga bukan noona-nya.
Lalu apa...
Ibu?
Ingusku hampir keluar.
Noona.
Bibi?
Ayo pergi, oppa.
Pacar.
Ibu.
Ibu, biar aku yang bawa.
Ini kan berat!
Oh, Jin Woo hyung.
Sudah lama tidak bertemu.
Kita baru bertemu lagi setelah kau ke Jerman, kan?
Ya. Aku kelas satu, dan kau senior, jadi...
Wow.
Sudah 10 tahun.
Aku sedang bicara dengan Jae Joon di telepon, dan kami bicarakan tentang kau.
Kudengar kau dapat pekerjaan yang bagus dalam industri konsultasi di sana.
Aku baru saja mulai bekerja.
Wow, kau sungguh hebat...
Kau terlihat seperti Direktur sungguhan.
Benarkah
Ya, keren sekali.
Oh ya,
Kenapa kau ke Korea?
Kau ada urusan bisnis di sini?
Ya, singkatnya begitu.
Jae Joon hyung...
Menyuruhku berhenti disana karena kau ingin tahu tentangku.
Dan aku juga ingin bertemu denganmu.
Aku senang kau ke sini. Aku akan membawamu ketempat yang bagus.
Dan, ada yang ingin kutanyakan padamu.
Kau pasti ingin makanan Korea, kan?
Kau benar sekali.
Aku sangat rindu Dengan rebusan kimchi.
Tapi...
Bukankah Yan Lee...
Maksudku, Lee Hyung Suk ada di sini?
Kalian berdua saling mengenal, ya?
Ya.
Karena aku ada di sini...
Apa aku menyapanya juga ya?
Beberapa waktu yang lalu,
Kami berdua bekerja sama dalam sebuah proyek.
Jadi, kami jadi sedikit dekat.
Jadi, kalian pasti saling mengenal dengan baik.
Oh, tentu saja.
Aku ke sini mau menanyakan tentang Y-Tower Mall.
Kau ada tamu.
Aku akan kembali besok.
Ada apa dengannya?
Bukankah dia Lee Hyung Suk?
- Oh, Yoo Jae. - Benar.
- Oh, Direktur Lee. - Kau belum makan?
Kenapa dia tidak mengenaliku?
Itu aneh.
Ayo makan bersama.
Aku penasaran apa yang kau sembunyikan.
Jadi ini ya?
Direktur Lee Hyung Suk.
Maksudku...
Siswa Lee Min Suk.
Diterjemahkan oleh apexLingga
Bicaralah saja. Bicaralah...
Aku ingin bermain denganmu. Tidak menyenangkan jika langsung kuungkapkan.
Direktur Yoo...
Apa dia akan segera terungkap?
Tolong jangan ungkapkan itu Direktur.
Aku mohon padamu.
Kau ada hubungan serius dengan Direktur Yoo?
Kenapa kau bertemu dengannya? Kenapa?
Kenapa kau bertemu Yoo Jin Woo?
Apa itu karena aku?
Hyungku atau direktur apapun ini! Aku tidak mau melakukan ini lagi.
Kau harus sadar!
Memangnya itu mungkin, ya?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.