Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Jung Yi, the Goddess of Fire
Episode 15Aku perintahkan kau untuk menghancurkan mangkuk ini.
Beraninya kau mengacuhkan perintahku?
Bagaimana bisa porselin ini
ditemukan dalam barang-barang kepunyaanmu?
Apakah kau bermaksud untuk menjual ini
atau apakah seseorang memerintahkanmu untuk membawanya?
Tidak. Saya tidak berencana untuk menjualnya
saya juga tidak diperintahkan untuk menyimpannya.
Saya hanya...
tidak bisa menghancurkan sebuah mangkuk berharga seperti ini.
Sebuah mangkuk berharga ?
Yoo Tae Pyung
Kau mengabaikan perintahku
hanya untuk menyimpan mangkuk jelek seperti ini.
Kau tidak punya alasan untuk berada di Bunwon
Saya bersalah, Kepala Bunwon.
Ini, ambil ini.
Dan, tepat di depanku,
pecahkan itu dengan tanganmu sendiri,
Aku bilang pecahkan!
Kau tidak bisa melakukannya?
Jika kau tidak bisa melakukannya,
maka aku yg akan melakukannya sendiri!
Berhenti!
Bagaimana kau bisa memukul orang dengan sebuah mangkuk?
Apa maksudnya ini?!
Orang ini menyembunyikan sebuah mangkuk yang telah diperintahkan untuk dihancurkan.
Dia mencoba untuk menjualnya.
Saya hanya mencoba untuk mendisiplinkannya untuk menegakkan tata tertib di Bunwon.
Tolong, tutup mata dalam hal ini.
Bukankah ini kepunyaan almarhumah ibundaku, Goong Bin?
Tidak, bukan yang ini Yang Mulia.
Ini bukan kepunyaan istana.
Ini hanyalah sebuah mangkuk cadangan, setelah yang lainnya telah didedikasikan pada Raja.
Bagaimanapun juga, bukankah ini kepunyaan Istana?
Bukankah ini satu lainnya yang dibuat oleh ahli keramik yang sama?
Mangkuk ini yang sangat disenangi oleh Raja . . .
Kenapa kau memerintahkannya untuk dihancurkan?
Maafkan saya. Tapi bukankah mengatur porselin Bunwon
adalah pekerjaan saya karena saya adalah Kepala?
Ini adalah keputusan saya bahwa
mangkuk ini tidak sesuai dengan keanggunan keluarga Kerajaan.
Kepala Lee!
Saya tidak akan mendengar alasanmu.
Pergilah.
Yang Mulia...
Aku bilang pergi!
Apakah ini begitu penting untukmu?
Maaf?
Kau masuk dengan mengganti namamu dan bahkan jenis kelaminmu.
Apakah kau bahkan punya keteguhan hati sebegitu banyak?
Kau harusnya telah memecahkannya. Kau harusnya telah melakukannya untuk membuktikan padanya.
Bagaimana bisa kau mengambil risiko diusir hanya karena tidak mampu menghancurkan sebuah mangkuk?
Ini dibuat oleh ayah saya, Yang Mulia.
Lalu... Bagaimana saya bisa...
menghancurkannya dengan tangan saya sendiri?
Sembunyikan ini dengan baik.
Yang Mulia Raja,
berkata ini adalah mangkuk yang semakin didambakan dan indah semakin beliau memandangnya.
Sampai kau bisa memahami ucapan Raja,
hargailah mangkuk ini.
Tae Pyung, anak itu,
dia menyimpan mangkuk yang diperintahkan untuk dihancurkan?
Bukankan ini sebuah kejahatan yang serius cukup bagi kita untuk mengusirnya keluar?
Apakah kau pikir dia tidak sadar akan kegawatan ini?
Namun, dengan Tae Pyung,
Pangeran Gwang Hae mendukung dia.
Bagaimana bisa seorang pekerja rendah mempunyai Pangeran Gwang Hae sebagai pendukungnya?
Bagaimana mungkin ini terjadi?
Masalahnya sekarang
bukan tentang seorang pekerja rendah.
Seseorang bernama Moon Sa Seung telah masuk ke Bunwon.
Kau mungkin pernah mendengarnya juga.
Moon Sa Seung
adalah Kepala Bunwon terdahulu yang tidak mengakuiku.
Apa yang menjadi alasan Pangeran Gwang Hae
membawa seseorang seperti itu ke dalam Bunwon?
Dia bermaksud untuk
menyingkirkanku, Kepala Bunwon.
Jika aku, ayahmu seorang Kepala Bunwon jatuh,
kau juga akan kehilangan tempatmu di sini.
Warisan dari reputasi keluarga kita sebagai ahli keramik akan berakhir.
Sebelum mereka bisa menyerang kita, kita harus bergerak untuk menyingkirkan
Tae Pyung dan Moon Sa Seung.
Kita akan mulai dari orang
yang bekerja untuk Pangeran Gwang Hae.
Yang Mulia, berkat anda, saya bisa sekali lagi melindungi porselin ayah saya.
Saya sangat senang seakan-akan saya dipertemukan dengan ayah saya.
Alasan kau harus berpura-pura menjadi seorang lelaki.
Alasan kau harus mengubah namamu. Aku memahaminya sekarang.
Maaf?
Hanya karena kau seorang perempuan, kau sudah harus melalui begitu banyak kesulitan.
Jika mereka mengetahui bahwa kau adalah anak perempuan Yoo Eul Dam, hal-hal yang bisa terjadi...
aku sangat khawatir.
Nyawamu lebih penting daripada kehormatanku.
Jadi, dengan pasti,
jangan biarkan mereka mengetahui kau adalah anak perempuan Yoo Eul Dam.
Hidup saja sebagai Tae Pyung,
sampai kau menjadi seorang ahli keramik.
Yang Mulia...
Kenapa kau menangis?
Karena Yang Mulia, sudah begitu mencemaskan saya.
Saya sangat berterimakasih dan
sangat menyesal...saya tidak bisa menahan diri dari menangis...
Maafkanlah saya.
Kau . . .
Kau benar-benar, Jung.
Jung.
Yang Mulia.
Jika aku memerintahkanmu untuk berhenti pada saat ini . . .
Jika aku memerintahkanmu untuk menyerah akan mimpimu untuk menjadi seorang ahli keramik,
apakah kau mau mendengarku?
Ini adalah satu-satunya jalan bagi saya.
Karena saya mengambil jalan ini, saya menemukan porselin Ayah,
dan Yang Mulia memanggil saya Jung lagi.
Sekarang ini, saya merasa seperti seluruh dunia adalah milik saya.
Saya sangat berbahagia dan senang.
Jung,
aku berhutang padamu.
Bagaimana aku harus membantumu mulai sekarang?
Yang Mulia,
cukup bagi saya bahwa
anda memanggil saya Jung kembali.
Mohon jangan khawatir lagi, Yang Mulia.
Mohon hanya
mengawasi saya
karena saya mengambil jalan ini.
Guru.
Guru, mengapa anda di sini?
Kau tidak tahu?
Aku juga di Bunwon sekarang.
Kenapa, Guru?
Kenapa lagi?
Apakah ini karena saya?
Ini hanya terjadi seperti ini.
Bukankah ayahmu yang membuat itu?
Bagaimana bisa kau pergi berkeliling membawa itu?
Yang Mulia memberikannya padaku.
Apa yang akan kau lakukan jika seseorang melihatnya? Berikan itu padaku.
Saya tidak bisa!
Yang Mulia menyuruh saya untuk menyimpannya dengan baik.
Jika Kepala Bunwon melihat ini, apa yang akan kau lakukan?
Berikan saja itu padaku!
Saya bilang tidak, Guru!
Cepat, beri itu ke sini...
Tae Pyung adalah murid anda, tuan Kepala?
Tidak.
Apa maksudmu dengan murid?
Dia adalah saudara jauhku, yg memasak untukku dan mencucikan bajuku.
Dia sangat pembangkang sehingga aku harus mengusirnya.
Sekarang, dia di sini menyebabkan masalah.
Aik! (Komentar memarahi)
Kemari! Apa kau pikir kau bisa lari jauh?
Ayo ikut denganku!
Cepat! ikuti aku!
ini adalah mangkuk ayahku.
Di mana kau mendapatkan ini?
Pangeran Gwang Hae memberikannya padaku.
Kalau begitu,
Pangeran tahu kau sesungguhnya adalah Jung?
Apakah Orabeoni mengetahui itu juga?
Ya. Identitas sesungguhnya Orabeoni terungkap lebih dulu.
Seperti biasanya, aku yang terakhir mengetahuinya.
Tidak, aku bermaksud memberitahumu ketika aku datang ke Bunwon.
Kenapa kau tidak datang ke Bunwon akhir-akhir ini?
Jadi, apa yang dikatakan Yang Mulia?
Dia tidak marah?
Apakah dia mengerti keadaanmu dan menerima kenapa kau harus melakukannya?
Tidak mungkin.
Jangan bahkan menyebutnya.
Kau tidak akan percaya betapa marahnya dia di awalnya.
Sekarang dia sepertinya sudah agak mereda.
Tapi, aku masih merasa tidak nyaman berada di sekitar dia.
Kapan saja aku melihat dia, aku gemetar dalam ketakutan.
Aku menjadi sangat gugup memikirkan aku mungkin membuat sebuah kesalahan.
Saat ekspresinya dilapisi ketegangan, aku bertanya-tanya jika dia marah padaku atas sesuatu yang telah aku lakukan.
Dia membuatku sangat cemas.
Sebaiknya aku pergi sekarang.
Aku punya segunung hal untuk dilakukan, tapi aku keluar sebentar untuk memperlihatkanmu mangkuk ini.
Lain waktu, saat aku sudah selesai dengan pekerjaanku, aku akan datang untuk bertemu denganmu setelah malam.
Tolong jaga mangkuk Ayah.
Jangan khawatir.
Aku pergi!
Tae Pyung adalah murid Kepala Moon.
Apakah kau tahu?
Kalau begitu Moon Sa Seung adalah...
Ada masalah apa?
Saat itu, ketika kami memanggang karya seladon biru,
saya sempat bertemu dengan gurunya Tae Pyung.
Saya pikir dia hanya seorang kakek tua di pedesaan.
Apakah maksud anda dia adalah seorang mantan Kepala Bunwon?
Kau tidak boleh terkecoh oleh penampilannya.
Dia memang terlihat seperti selugu orang tua udik dari pedesaan.
Tapi yang sebenarnya adalah, tak seorangpun tahu apa yang dia pikirkan di dalam.
Oh tidak, tolong...
Kenapa kau melakukan ini?
Bukankah kau adalah ahli keramik kerajaan Bunwon?
Beberapa waktu yang lalu, anda menyelamatkan hidup saya.
Saya tidak pernah berterimakasih dengan layak pada anda. Dan akhirnya saya bertemu anda di Bunwon sini.
Saya mohon maaf karena tidak datang untuk menyambut anda lebih cepat.
Aku hanyalah seorang lelaki tua yang tidak berguna.
Bahwa kau mau memperlakukan aku dengan ramahnya,aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Mohon perbolehkan saya untuk menuang anda sebuah gelas.
Tidak, tidak!
Aku tidak ingin menjadi beban untuk orang sibuk seperti kau.
Pergi lanjutkan saja pekerjaanmu.
Tidak apa. Silakan terima secangkir.
Ya ampun...
Kepala Moon, orang tua itu.
Dia menderita dari tangan gemetaran (tremor). Apakah anda tahu?
Ya, itulah sebabnya pertama-tama dia diusir.
Mintalah dia untuk membuat sebuah karya porselin.
Jika itu jelas bahwa tidak ada perlu baginya untuk menetap di Bunwon, bukankah dia akan pergi dengan sendirinya?
Kepala Moon bukan seseorang yang bisa kau anggap enteng.
Saya yakin bisa menang dalam situasi ini.
Apakah Ayah pikir dia bahkan bisa memutar alat putar secara benar dengan tangan seperti itu?
Ayah, jika anda bisa mengatur sebuah kesempatan bagi saya,
saya akan buktikan bahwa ketrampilan saya lebih baik darinya.
Yang Mulia, karena insiden penyuapan di masa lalu,
Pangeran Gwang Hae telah mengokohkan tangan
mengendalikan seluruh Bunwon.
Betapa tidak kompetennya kau.
Kau harusnya menjadi malu pada dirimu sendiri bahkan untuk menyebutkannya.
Karena ini adalah sebuah masalah mendesak, saya datang pada anda untuk minta pertolongan.
Pangeran Gwang Hae bahkan telah memanggil masuk
mantan Kepala Bunwon, Moon Sa Seung.
Aku kira itu membuatmu berada dalam posisi yang aneh.
Saya tidak berpikir ini adalah masalah saya semata saja.
Jika Kepala Moon menjadi terlibat dalam setiap kejadian kecil,
akan menjadi sulit untuk menarik keluar barang-barang keramik Bunwon secara diam-diam.
Dan, ini akan berarti sebuah hambatan
untuk anda, jika tidak, ambisi besar.
Jadi kalau begitu,
apa yang kau minta untuk aku lakukan?
Saya berencana untuk membiarkan dunia tahu betapa tidak bergunanya Moon Sa Seung di Bunwon.
Saya hanya perlu sebuah alasan yang bisa dibenarkan.
Jika kemudian, saya akan mengambil tanggung jawab penuh,
dan memotong tangan dan kaki Pangeran Gwang Hae. (tidak secara harfiah)
Sebuah alasan yang bisa dibenarkan?
Terima kasih untuk aturan anda yang bijaksana,
setiap hari menjadi damai dan sejahtera.
Kebenaran yang bahkan sudah diketahui surga dan bumi,
diucapkan lewat bibirmu, membuatku sangat bahagia.
Kebahagiaan Yang Mulia adalah kebahagiaan abdimu.
Kawula kerajaan harusnya semua berpikir dengan cara seperti yang kau lakukan.
Tapi setiap hari mereka mengajukan gulungan demi gulungan permohonan banding.
Dan mereka tidak pernah berhenti mengemukakan diskusi-diskusi atas siapa yang ditunjuk sebagai Putra Mahkota.
Tidak terlalu sulit untuk memenuhi tuntutan kawula kerajaan yang bodoh.
Pertama, adakan sebuah perjamuan untuk menghibur kawula yang sepuh,
yang akan mencerminkan dengan baik karakter Yang Mulia.
Sebuah perjamuan!
Itu adalah sebuah ide yang baik sekali.
Pertengahan bulan depan, aku berencana membuat sebuah perjamuan di Istana.(untuk membesarkan hati kawula sepuh kerajaan)
Bagaimana menurut pendapat kalian?
Saya rasa ini adalah sebuah kesempatan baik untuk mengajarkan
ajaran anda bahwa kesetiaan dan tugas berbakti adalah landasan negeri kita.
Suruh mereka menyiapkan minuman anggur kerajaan yang cukup. Undang sebanyak mungkin kawula sepuh
dan perhatikan itu sehingga mereka memiliki waktu yang menyenangkan.
Yang Mulia, untuk hadiah bagi kawula sepuh kerajaan . . .
Seperti sebelumnya, haruskah Bunwon menyiapkannya?
Ya, lakukan saja.
Karena mereka adalah hadiah yang datang dariku, pastikan bahwa persiapannya berjalan sempurna.
Seperti yang telah anda nyatakan, Yang Mulia.
Kita akan membuat barang-barang keramik untuk digunakan pada perjamuan.
Sampai sekarang, Ahli Keramik Kerajaan Lee telah membuatnya.
Kali ini, Kepala Moon yang baru saja bergabung akan membuatnya.
Ketahui fakta ini dan beri beliau bantuan yang diperlukan.
Kepala Moon, lebih dari 20 tahun lalu,
telah membuat barang-barang keramik Yang Mulia. Beliau adalah ahli keramik legendaris.
Tuan Kepala.
Kami, ahli-ahli keramik di sini, semua berharap untuk melihat
bakat anda di tempat kerja. Mohon kabulkan permintaan kami.
Mohon kabulkan permintaan kami.
Ahli-ahli keramik di sini menantikan untuk melihat kerja anda.
Ya, sudah cukup lama sejak saya melihat perkerjaan anda.
Mohon, perlihatkan kami ketrampilan anda.
Kalian semua...
Ketrampilan? Ketrampilan apa?
Orang-orang ini...
Saya hanya lelaki tua yang tidak berguna.
Saya hanya ingin tenang dan makan serta tidur.
Kenapa kalian menyusahkan saya dengan permintaan seperti itu?
Lihat sini.
Apakah saya, memang,
akan dipermalukan dan diusir dari sini, Kepala Bunwon?
"Ahli keramik yang tidak bisa menghasilkan barang-barang keramik tidak bisa menetap di Bunwon"
Kata-kata itu diucapkan oleh anda, Tuan Kepala.
Jika kau berniat untuk menyebabkan aku malu, maka biarlah.
Aku akan coba membuat sesuatu.
Tae Pyung, karena kau adalah muridnya,kau harus membantu Tuan Kepala.
Tidak perlu, Kepala Bunwon.
Tae Pyung!
Jangan ikut campur dan menciptakan lebih banyak pekerjaan untukku.
Kau jangan ikut campur dalam hal ini.
Bagaimana bisa saya hanya berdiri dan menyaksikan saja guru saya bekerja?
Saya akan membantu beliau, Kepala Bunwon.
Terlepas bahwa dia adalah seorang pekerja rendah, anda harus menerima konsekuensi hasilnya.
Lakukan yang terbaik dalam membantunya.
Ya, saya akan lakukan.
Kepala Bunwon, saya juga akan melakukannya.
Saya ingin berduel dengan beliau, sebagai ahli keramik dengan ahli keramik.
Mohon berikan saya izin anda.
Kau ingin berkompetisi dengan beliau? Apakah kau belum mendengar reputasinya?
Berani sekali kau turut campur?
Jika saya kalah, saya akan menyerahkan posisi saya sebagai Ahli Keramik Kerajaan dan meninggalkan Bunwon.
Itu berarti, jika aku kalah, maka aku harus pergi dari sini, juga?
Tentu saja, tentu.
Ini sangat seperti dirimu, Lee Kang Cheon.
Kau bermaksud membuat ini terjadi.Agar aku bahkan tidak punya sebuah pilihan, bukan?
Aku akan lakukan seperti yang kau katakan.
Apa yang sedang terjadi di sini?
Yang Mulia, barang-barang keramik untuk perjamuan,
akan dipilih dari sebuah kompetisi di antara Kepala Moon dan Ahli Keramik Kerajaan Lee.
Kepala Bunwon.
Anda belum berkonsultasi dengan saya. Apa yang sedang anda lakukan ini?
Kepala Moon dan Ahli Keramik Kerajaan Lee ingin melakukan ini.
Dengan berkompetisi, barang keramik dengan kualitas tertinggi akan didedikasikan.
Saya minta anda untuk tenang.
Jadi kau bermaksud mendepak orang yang aku bawa masuk?
Apakah anda mencari saya?
Karena Pangeran Shin Seong sedang sakit di tempat tidur dan tidak bisa meninggalkan istana,
kau pasti tidak punya kesempatan untuk pergi ke Bunwon akhir-akhir ini.
Yang Mulia memberikan saya kebebasan, jadi saya bisa mampir sekali-sekali.
Kau menjadi pengawal agar kau bisa tinggal di Bunwon.
Apakah kau puas hanya dengan itu?
Aku dengar Pangeran Gwang Hae menghabiskan banyak waktunya di Bunwon.
Apakah kau mau terus mengawasi Pangeran Gwang Hae?
Siapa yang dia temui, apa yang dia lakukan
Apakah dia menegakkan tugasnya sebagai Asisten Kepala Bunwon,
apa saja yang bisa dijadikan sebagai sebuah kesalahan adalah baik. Temukan apa yang kau bisa.
Benar-benar kejutan
bahwa anda mau menghubungi saya ke tempat seperti ini.
Yang Mulia, selama ini, saya sudah sibuk
cenderung pada Pangeran Gwang Hae dan Pangeran Shin Seong.
Dengan kemurahan hati anda, mohon maafkan saya.
Hei, aku kenal kau.
Kau bukan semacam orang yang akan pergi tanpa bayaran.
Bayaran? Tidak, bukan begitu.
Bukankah sangat jelas?
Baiklah.
Apa yang kau inginkan?
Guru, silakan bangun.
Apa yang anda lakukan sekarang?
Whew... Apa maksudmu dengan apa yang akan aku lakukan?
Tentu, aku tidak bisa didepak. *terisak*
Hei, jangan resahkan dirimu sendiri atas hal ini.
Pergi tidur.
Apakah anda akan berhenti bahkan sebelum mencoba?
Ini tidak bisa.
Silakan bangun.
Silakan bangun!
Aigoo, kau sangat bodoh.
Bukankah ini jelas?
Tentu, mereka menyebutnya kompetisi. Tapi siapa menurutmu yang akan menyerukan tembakan?
Kepala Bunwon, siapa lagi?
Terlepas dari apa yang aku buat, hasilnya sudah ditentukan.
Jangan katakan itu, Guru.
Jika anda kalah, maka saya akan diusir juga.
Saya tidak pernah akan menyerah.
Kau! Apa kau tidak lihat tangan ini?
Saya akan membantu! Saya bahkan tahu bagaimana memutar alat putar.
Kalau saja bukan karenamu,
aku bisa pergi tanpa melihat semua ini.
Kau harus ikut campur, bukan begitu!
Kalau begitu, anda akan melakukannya, benar?
Saya hanya mempercayai anda.
Siapa yang akan memutuskan pemenang dari kompetisi perjamuan?
Tentunya, anda tidak bisa menjadi satu-satunya juri, benar?
Tidak, bagaimana saya bisa, Yang Mulia.
Kalau begitu, apa rencana yang akan anda lakukan?
Aku akan melakukannya.
Pangeran Shin Seong, yang merupakan Kepala Bunwon seharusnya berada di sini. Namun
seperti anda tahu, dia sedang sakit di tempat tidur. Jadi,
saya meminta Pangeran Im Hae untuk membantu.
Anda meminta Hyung-nim?
Seperti kau tahu, aku adalah orang yang benar dan adil.
Kepala Bunwon dan kau, Gwang Hae,
ditambah aku. Jika kita bertiga bisa bertugas menjadi juri, itu akan menjadi adil.
Kalau begitu, saya akan berada di jalan saya.
Aku dengar pekerja rendah itu, Tae Pyung, membantu si lelaki tua, Moon Sa Seung.
Apa kau khawatir perempuan celaka itu akan didepak keluar?
Hyung-nim. Dia akan menjadi ahli keramik di masa depan.
Tolong jaga perkataanmu.
Tentunya, aku tidak salah.
Kau menginginkannya, pastinya.
Apa? Itu tidak benar.
Tidak perlu menyembunyikannya. Aku sudah mengetahui segalanya.
Hyung-nim!
Melihatmu bereaksi seperti ini, aku melihat bahwa kau masih belum mengenali perasaanmu sendiri.
Baiklah.
Dengarkan baik-baik apa yang aku katakan dan renungkan.
Saat dia tidak ada, bukankan itu membuatmu gelisah?
Tidak benar. Aku gelisah saat dia berada di sekitarku.
Sementara dia melakukan tugas-tugas pekerjaannya,
apakah kau khawatir dia mungkin melukai dirinya sendiri?
atau jatuh tak sadarkan diri dalam suhu panas ini?
Ya, aku akui khawatir tentang hal itu.
Tapi, tidak hanya tentang dia. Aku khawatir tentang tiap-tiap pekerja di sini.
Kau pikir kau begitu.
Ketika kau sedang sendiri bersamanya, kau ingin memegang tangannya.
Dan kau menemukan kesulitan untuk beralih dari memandang bibirnya.
Apakah hal itu telah terjadi sebelumnya?
Itu tidak pernah terjadi sebelumnya!Tolong berhenti mengatakan hal-hal yang tidak berguna!
Tae Pyung!
Ya, Yang Mulia.
Bagaimana jalannya persiapan?
Sebetulnya...
Kenapa kau tidak menjawabku dengan benar?
Kami bahkan belum memutuskan bentuk apa untuk dibuat.
Aku dengar itu, di pihak Ahli Keramik Kerajaan, suara putaran alat putar tidak berhenti untuk sesaat.
Dan, kau masih belum memutuskan bentuknya?!
Ini buruk.
Kami sedang merenungkannya. Kami akan segera tentukan.
Itu tidak bisa. Ayo ikuti aku.
Ke mana kita akan pergi?
Tidak ada apa-apa di kepalamu. Apa yang kau harapkan hanya dengan merenung?
Apa ini semua?
Buku-buku ini adalah koleksi klasik.
Para seniman menggunakan gambar-gambar ini untuk acuan.
Jika kau melihat ini, mungkin akan menginspirasimu. Pelan-pelan saja baca semua.
Haruskah saya melihat semua ini?
Termasuk semua buku-buku di sana itu, kau harus membacanya semua.
Aku menyuruhmu untuk melihat buku-buku. Tapi kenapa kau memandangku?
Yang Mulia.
Saya tidak ingin mengatakan ini, tapi
bagaimana bisa saya membaca buku?
Apa kau tidak membaca buku sebelumnya?
Selagi aku bekerja menguleni tanah liat, bukankah kau membaca buku?
Waktu itu, saya sedang melihat kata-kata, seakan-akan saya melihat gambar.
Kau tidak mengenali satu hurufpun?
Saya tahu bagaimana menulis nama saya, dan
saya mencoba memaksa diri sendiri untuk melihat Seribu Karakter Klasik. Tapi...
Pergi sembunyi ke belakang sana.
Oh, ternyata Yang Mulia di sini?
Ada apa?
Saya datang untuk melihat barang-barang keramik yang digunakan pada perjamuan tahun lalu.
Ada sesuatu yang harus saya temukan sekarang.
Datanglah kembali beberapa saat kemudian.
Ya, Yang Mulia.
Tidak bisa di tempat ini. Ayo tinggalkan tempat ini sekarang.
Wakil Menteri Choi, 700.
Jadi, berapa jumlah seluruhnya?
Seribu seratus...
Yang Mulia, anda telah tiba?
- Apa yang membawa anda ke sini- -- Tae Pyung!
Kenapa kau tidak masuk ke dalam?
Untuk perjamuan,kami putuskan menggunakan barang keramik dari pemenang antara Kepala Moon dan Ahli Keramik Kerajaan Lee.
- Kepala Moon? - Ahli Keramik Kerajaan Lee?
Anak ini akan membantu Kepala Moon, tapi dia belum punya ide apapun.
Saya ingin membuka matanya. Tolong tunjukkan dia koleksi barang-barang keramik yang anda punya.
Jika maksud anda barang keramik, Bunwon penuh dengan hal itu.
Kenapa anda datang jauh-jauh ke sini?
Jika seorang pekerja rendah sering ke tempat penyimpanan porselin, akan menjadi omongan.
Anak ini juga akan merasa tidak nyaman.
Karena ini untuk membantu Kepala Moon,
bagaimana bisa saya menolak?
Hwa Ryeong, kau bisa membantu.
Ya, Nyonya Haeng Soo.
Apakah ini? Apakah kau akan membuatnya seperti ini?
Ini tidak mungkin dengan ketrampilan memutar saya.
Jika kau bahkan tidak bisa membuatnya, kenapa kau repot-repot mengamatinya?
Tolong jangan terus mengawasi saya, Yang Mulia.
Saya tidak bisa fokus pada porselinnya.
Kapan aku bahkan memperhatikanmu?
Baiklah.
Ini, bagaimana menurutmu?
Jika kita akan menyiapkan untuk perjamuan, berapa banyak ini yang harus kita buat?
Paling tidak lusinan.
Dalam desain yang sama, benar?
Jika kita membuatnya dalam pola ini, kita hampir tidak bisa membuatnya semalaman.
Aku bisa membantu membuat sedikitnya satu dari mereka.
Itu tidak apa.
Saya sangat menyadari ketrampilan anda pada alat putar.
Saya harus pergi sekarang.
Apa kau memikirkan sesuatu?
Tidak, masih belum.
Porselin-porselin ini sangat indah
dan sebaliknya, ketrampilan saya belum terukur.
Ini sangat mengecilkan hati sampai saya bahkan tidak bisa melihatnya lagi.
Jadi lebih baik saya tidak usah melihatnya sama sekali.
Alih bahasa dipersembahkan oleh The GOF Team @Viki.
Ke mana saja kau seharian ini?
Saya merenung seharian tentang bagaimana membuat mangkuk minuman anggur,
yang membuat saya sibuk sepanjang hari.
Jadi,
kau telah tentukan bagaimana membuatnya?
Aigoo...*cekk, cekk*
Kau menyia-nyiakan hari saja.
Aku hanya seorang lelaki tua yang bekerja jauh
menggiling tulang tuaku menjadi debu.
Kau bahkan tidak memikirkan aku, bukan?
Tidak, itu tidak benar, Guru.
Wow!
Wow!
Jika anda akan melakukannya dengan cara ini, anda seharusnya sudah memberi tahu bahwa anda melakukan ini sebelumnya.
Jika anda membuat ini semua dengan sendiri secara diam-diam, maka
saya tidak akan bisa menghadapi anda.
Meskipun aku ingin memberitahumu, kau bahkan tidak ada di sekitar sini.
Besok, jangan berpikir untuk menginjakkan satu kakipun ke luar.
Bantu dengan pekerjaan memutar.
Ya, Guru.
Nyonya Yeon Jeong*.(orang yang menggiling tanah dan mencampur larutan)
Kepala Moon. Apakah anda ingat saya?
Kau adalah...?
Saya dulunya seorang pekerja. Nama saya Oh Gok Bi.
Oh, begitukah?
Ya, aku ingat!
Sekarang saya melakukan pekerjaan Yeong Jeong, membuat larutan.
Saya membawa ini, berharap ini bisa membantu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Aku akan menggunakannya dengan baik.
Pada Kepala Bunwon...
Oh, tentu saja.
Tae Pyung, tidak ada orang di sini, bukan?
Oh... ya!
Hanya ada anda dan saya di sini.
Ya.
Guru, tolong tunggu sebentar.
Terima kasih.
Ini tidak ada hubungannya denganmu.
Tapi tetap saja, terima kasih.
Itu hanya
untuk membayar hutang yang aku miliki pada Kepala Lee.
Saya sangat menghargainya.
Apa yang sedang kau lakukan berdiri di sini?
Cepat masuk ke dalam dan bantu.
Ya.
Kalau begitu, sampai jumpa.
Dari semua mangkuk perjamuan, ini akan menjadi yang terbaik.
Apa anda pikir saya bisa menang dengan mangkuk ini?
Kau tidak perlu khawatir mengenai menang atau kalah.
Hasilnya sudah ditentukan.
Bukan sesuatu yang bisa aku putuskan.
Hasilnya harus diakui oleh semua orang.
Wow.
Burung bangau. Pohon pinus. Awan.
Matahari...
Anda menggambar sepuluh simbol umur panjang dalam tinta biru.
Omong-omong, apa arti dari api ini?
Itu adalah tumbuhan obat mujarab.
Untuk kawula kerajaan sepuh yang ingin hidup lama dan sehat,
tidak ada hadiah yang lebih baik dari ini.
Dan, bagaimana Kepala Moon mengangkat barisannya?
Anda tidak perlu khawatir sama sekali di bagian itu.
Mereka bahkan masih belum menentukan
apa yang dibuat.
Hari bagi pria itu untuk berkemas tidak jauh.
Siapa yang membuat barang keramik untuk digunakan pada perjamuan?
Apakah Ahli Keramik Kerajaan Lee?
Masih belum ditentukan, Yang Mulia Ayahanda.
Aku mengeluarkan perintahku sudah sangat lama.
Maksudmu masih belum ada persiapan apa-apa?
Di Bunwon, ada seorang pria bernama Moon Sa Seung.
Dia adalah mantan Kepala Bunwon.
Dia dan Ahli Keramik Lee sedang berkompetisi.
Jika kau bicara mengenai Kepala Moon, bukankah dia meninggalkan Bunwon karena tangannya yang gemetaran?
Seorang pria yang tidak bisa memutar alat putar telah di bawa masuk sebagai seorang ahli keramik?
Ketrampilan Kepala Moon akan segera terungkap.
Tentu.
Dia akan menerima pengakuan jika dia berkompetisi melawan Ahli Keramik Kerajaan Lee dan menang.
Ini akan jadi menyenangkan.
Aigoo!
Bukankah aku menyuruhmu untuk rileks?
Lakukan lagi!
Baik.
Rileks.
Rileks.
Jangan bernapas.
Bukankah kakinya agak tinggi?
Tidak. Ini sangat bagus.
Bagaimana putaran alat putar Ahli Keramik Moon?
Apakah anda melihatnya?
Orang yang duduk di alat putar bukan Ahli Keramik Moon, tapi Tae Pyung.
Kalau begitu...
Apakah saya berkompetisi melawan Tae Pyung?!
Bukankah kau sudah sekali kalah pada Tae Pyung?
Itu... karena saya belum pernah mendengar bubuk batu.
Dalam ingatan orang lain, semua yang mereka ingat adalah kau kalah.
Alasan-alasan adalah hanya dalih.
Itu akan jadi sama untuk kali ini.
Kebenaran bukan hal penting.
Orang hanya akan ingat bahwa
kau mengalahkan sang legendaris Moon Sa Seung.
Itu akan membekas dalam ingatan mereka.
Saya akan ingat ucapan anda.
Yang Mulia, Raja telah tiba!
Yang Mulia, Raja telah tiba!
Aku datang ke sini untuk memberi kalian semangat sementara kalian menyiapkan perjamuan.
Kami merasa terhormat, Yang Mulia.
Aku dengar kalian akan memilih porselin terbaik untuk perjamuan ini melalui sebuah kompetisi.
Apakah itu kebenarannya?
Benar, Yang Mulia.
Ya. Hal-hal berkembang melalui kompetisi.
Kau melakukan pekerjaanmu dengan benar.
Siapa yang berkompetisi melawan siapa dalam kompetisi ini?
Kompetisi ini adalah antara Ahli Keramik Kerajaan Lee Yook Do dan Kepala Moon.
Ini tidak akan jadi kompetisi yang mudah.
Kalian berdua, maju ke depan.
Yang Mulia, orang yang kalah dalam kompetisi ini
akan meninggalkan Bunwon.
Benarkah?
Itu bagus. Kau harus mengikuti standar tertentu.
Tentu.
Kalian berdua harus bekerja
dengan kemampuan terbaik kalian.
Kami menerima perintah anda.
Ahli Keramik Kerajaan Lee Kang Cheon, bawa porselin mereka
ketika mereka selesai.
Saya, secara pribadi, akan melakukan penjurian.
Sebuah kompetisi antara Kepala Moon dan Ahli Keramik Kerajaan Lee...
Ini akan menarik untuk ditonton.
Hei,
siapa menurutmu yang akan menang kali ini?
Saat Kepala Lee yang menilai,
kemungkinannya adalah 80:20 untuk mendukung Ahli Keramik Lee.
Sekarang Yang Mulia Raja yang akan menilai,
aku tidak tahu apa yang akan terjadi.
Kalau begitu, Ahli Keramik Lee mungkin harus meninggalkan Bunwon?
Bagaimana bisa dia tinggal
ketika Yang Mulia Raja sudah mengetahui tentang aturan-aturannya.
Dalam hal itu, bukankah Kepala Bunwon Lee akan membantu Ahli Keramik Lee?
Ya ampun.
Kompetisi ini akan berakhir menjadi di antara Kepala Lee dan Kepala Moon.
Seekor elang tua lebih baik dari seekor gagak muda.
Kepala Moon sudah membuat barang-barang kerajaan selama 20 tahun.
Dia tahu banyak mengenai pola pikir kerajaan.
Kepala Lee, dalam usaha mendepak Kepala Moon keluar,
telah menginjak sebuah perangkap.
Yang Mulia Raja
pergi ke Bunwon?
Ya, Yang Mulia.
Bukan itu saja. Beliau juga memerintahkan
barang-barang di bawa padanya karena beliau akan menilai mereka secara pribadi.
Ini semua terjadi setelah Gwang Hae pergi ke Istana Gangnyeong.
Yang Mulia telah terbujuk oleh Gwang Hae.
Hal-hal telah menjadi sulit.
Dalam kompetisi ini,
jika Ketua Moon menang,
tanah dimana Kepala Lee berdiri
akan menjadi sangat lebih sempit.
Buat dia berpikir akan kompetisi ini sebagai di antara dua kepala
dan katakan padanya untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk menang.
Ya, Yang Mulia.
Hancurkan semua ini dan persiapkan untuk membuat yang baru.
Apakah anda tidak mengatakan ini memuaskan?
Kompetisi ini tidak lagi di antara kau dan Moon Sa Seong.
Saat Yang Mulia mengatakan beliau akan melakukan penjurian secara pribadi,
ini telah menjadi sebuah kompetisi antara aku dan Moon Sa Seong.
Apa yang akan kau lakukan jika Yang Mulia memilih buatan Moon daripada milikmu?
Aku akan membantu, jadi lakukan seperti yang aku katakan.
Kenapa kau terus melakukan itu?
Apakah kau khawatir tentang memperlihatkannya pada Yang Mulia Raja?
Apakah anda tidak merasa gelisah sama sekali?
Hati seorang pembuat keramik
harus selalu sama.
'Masukkan usaha yang lebih ke dalamnya karena Yang Mulia Raja akan melihatnya.'
'Dan jangan terlalu memperhatikan pada barang-barang yang akan pergi ke pasar jalanan.'
Kau,
apakah ingin menjadi pembuat keramik yang semacam itu?
Lupakan bahwa seseorang akan melihat ini.
Kau lakukan saja dengan yang terbaik secara diam-diam.
Ya, Guru.
Teruskan.
Alih bahasa dipersembahkan oleh The GOF Team @Viki
Lagi.
Aku menyuruhmu untuk tidak melakukan itu.
Kau tidak mendengar. Lakukan ini dengan kuasmu.
Ini...
Pegang badannya.
Jangan bergerak, lagi.
Lagi.
Cobalah.
Itu terlalu jauh.
Terlalu jauh.
Apakah Yang Mulia mampir?
Dia datang bersama Jung.
Tentang Pangeran Gwang Hae,
aku pikir dia punya perasaan khusus pada Jung.
Karena mereka punya takdir yang istimewa.
Jung mungkin juga punya
perasaan sama terhadap Yang Mulia .
Belum lama, Jung mengatakan bahwa
saat dia melihat Yang Mulia, dia merasa gugup akan membuat kesalahan.
Dan ketika dia melihatnya denganpandangan tajam,
Jung khawatir bahwa Yang Mulia marah karena dia.
Tak peduli seberapa dekatnya mereka, dia adalah Pangeran.
Jadi, bukankah itu menjadi reaksi yang jelas darinya?
Saat aku bersama Orabeoni,
aku seperti itu juga.
Itu sebabnya aku bisa
mengerti perasaannya dengan baik.
Melihat Yang Mulia memperhatikan Jung,
apakah kau tahu betapa cemburunya aku pada mereka berdua?
Tiba-tiba tertawa, tiba-tiba marah
dan melepasnya dengan mudah.
Yang Mulia tidak bisa mengalihkan pandangannyadari Jung untuk sebentar.
Aku harus pergi sekarang.
Apakah kau mendapatkan apa yang aku minta?
Ya.
Tapi, ke mana kau akan menggunakan ini semua?
Aku ingin menunjukkan pada Jung.
Aku punya sesuatu yang ingin aku katakan padanya juga.
Jangan . . .
Ini jelas bahwa kau akan menjadi satu-satunya orang yang terluka.
♫ Walaupun aku pejamkan mataku ♫
♫ Aku bisa merasakan nafasmu ♫
♫ walaupun aku pejamkan kedua mataku ♫
♫ semua yang kulihat adalah kau ♫
♫ aromamu ♫
♫ dan senyumanmu menjadi jelas ♫
♫ hanya air mata yang keluar ♫
Bisakah kalian melakukannya?
Hyungnim, jangan khawatirkan apapun.
Aku akan bersiul.
Ketika kalian mendengarnya, sulut api pada mereka.
Ya.
Jung.
Apakah kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?
Semua yang mereka perlukan sekarang adalah dibakar dalam tungku pembakaran.
Kau yang membuat semua ini?
Tidak, Guru yang membuat mereka semua.
Aku mengamati dan belajar darinya.
Haruskah kita pergi jalan-jalan?
Ya, ayo!
Kau juga seperti ini terakhir kali. Ada apa?
Jika kau tidak mulai bicara, aku pergi.
Aku berjanji pada ayahmu
untuk selalu berada di sisimu
dan melindungimu.
Apa maksudmu, Orabeoni?
Aku . . .
Aku bermaksud jadi 'pagar'mu.
Apakah kau mungkin...menyarankan agar kita menikah?
Tidak apa-apa jika tidak sekarang.
Aku bisa menantimu selama yang kau inginkan.
Ada seorang senior yang berbagi kamar denganku.
Dia sudah di Bunwon selama 20 tahun.
Tapi dia masih menjadi seorang asisten.
Tidak seorangpun tahu
kapan dia akan menjadi seorang ahli keramik.
Jalan yang telah aku pilih seperti itu juga, Orabeoni.
Aku tahu, Jung. Aku seperti ini karena aku tahu.
Aku tidak ingin kau pergi sendirian dalam perjalanan panjang itu.
Tidak,
aku bisa pergi saat aku sendirian.
Jika aku bersama seseorang, aku akan merasa bersalah pada mereka dan ingin menyerah.
Dan jika orang itu adalah Orabeoni, bahkan lebih lagi.
Apakah hari ini...adalah hari Kepala Moon menjalani proses pembakaran porselin?
Ya, Ahli Keramik Kerajaan.
Mereka sedang mengisi tungku pembakaran sekarang.
Aku ingin memberimu sebuah kesempatan.
Ya?
Siapa menurutmu
yang akan menang dalam kompetisi ini?
Bukankah itu jelas-jelas Ahli Keramik Lee?
Jika ini berjalan dengan baik, aku berpikir untuk mempromosikan Ahli Keramik Lee menjadi Kepala Ahli Keramik Kerajaan.
Jika Ahli Keramik Lee menjadi Kepala Ahli Keramik Kerajaan, siapa menurutmu yang harus mengambil alih kedudukannya?
Kepala Ahli Keramik Kerajaan . . .
Bagimu, ini mungkin sebuah kesempatan
untuk menjadi pekerja api tungku pembakaran pertama yang menjadi ahli keramik kerajaan.
Tapi, untuk membuat itu terjadi, aku ingin kau melakukan sesuatu.
Ya?
Ini.
Hati-hati.
Keberhasilan sebuah porselin tergantung pada api.
Porselin Kepala Moon harus keluar dengan retak beserta glasir yang lepas.
Ayo keluar, kita sudah selesai.
Kerja bagus.
Ya.
Keluar.
Tuan Ahli Tungku Pembakaran, ini sudah siap untuk apinya.
Begitukah, baiklah.
Aku yakin kau sudah tahu. Tolong jaga warna apinya sama untuk mencegah jelaga,
dan supaya glasirnya melekat baik, untuk satu hari.
Kau harus menurunkan suhunya sedkit. Jika kau tidak...
jika tidak, glasir akan lepas dan porselin akan retak.
Saya adalah asisten saat anda di sini.
Tapi sekarang saya adalah Ahli Tungku Pembakaran. Tolong percayakan saya.
Menjadi lebih tua berarti lebih khawatir.
Tuan Ahli Tungku Pembakaran, tolong lakukan dengan baik.
Jika anda ingin saya melakukan sesuatu, panggil saja dan saya akan datang berlari.
Baiklah.
Lihat sini!
Apa yang kau lakukan!
Aku menyuruhmu menjaga apinya rendah!
Tuan Kepala, Ahli Tungku Pembakaran Bunwon adalah saya.
Saya sedang akan merendahkan apinya, jadi silakan menyingkir.
Orang ini!
Itu sudah sangat terlambat.
Itu sudah sangat terlambat!
Tuan...
Semua keramiknya rusak.
Tidak ada satupun yang masih utuh.
Jangan kecewa.
Saya akan menjelaskan ini pada Yang Mulia Raja
dan entah bagaimana, menghentikan anda dari keharusan meninggalkan Bunwon.
Bagaimana anda mengubah sesuatu yang sudah ditetapkan?
Jangan paksa diri anda.
Tidak masalah jika saya harus pergi.
Saya khawatir tentang Tae Pyung.
Karena dia akan diusir dari Bunwon juga...
Keserakahanku dalam memanggilmu
dan memerintahkanmu untuk menjalani semua kesulitan ini membuat hal-hal jadi lebih buruk.
Semua ini adalah kesalahan saya sendiri.
Saya sangat ingin tahu kenapa anda berada di sini.
Apakah kau memerintahkannya?
Apa yang sedang anda bicarakan?
Apakah kau memerintahkan Ahli Tungku Pembakaran untuk menjadikan tungku pembakaran terlalu panas?
Kau sudah tua dan menjadi keras kepala.
Tidak seorangpun bisa memprediksi bagaimana keramik yang ditempatkan dalam tungku pembakaran akan keluar.
Bukankah ini telah menjadi kehendak Dewa Tungku Pembakaran?
Mungkin ini karena Tae Pyung adalah seorang perempuan.
Jadi saat anda meninggalkan Bunwon, pastikan anda membawa dia bersama anda.
Kau belum berubah sedikitpun.
Keramik akan mengambil karakter dari orang yang membuatnya.
Itu sebabnya keramikmu tidak akan pernah menggerakkan hati orang.
Apa yang kau lakukan?
Seperti yang anda katakan, Guru, saya sedang menahan napas dan rileks.
Ini adalah bagaimana cara anda melakukannya, benar, Guru?
Bukankah aku bertanya apa yang sedang kau lakukan!
Saya sedang membuat barang-barang yang akan digunakan dalam kompetisi.
Biarkan itu sendiri.
Ini sudah sangat terlambat.
Tidak. Bukankah masih ada satu kesempatan lagi untuk melalui proses pembakaran?
Ini mungkin.
Apakah kau menyertakan waktu untuk menggambar dalam perhitunganmu?
Jangan paksa dirimu dan menyerah saja.
Jika tidak ada waktu yang cukup untuk menggambar, kita harus menemukan cara yang lain, Guru.
Apa kau pikir porselin polos tanpa gambar apapun bisa menang atas porselin mewah Ahli Keramik Kerajaan Lee?
Tapi tetap saja, saya tidak bisa berpangku tangan dan menunggu untuk didepak keluar!
Bukankah saya harus mencoba segalanya?
Jika ayah saya masih hidup, dia akan dengan pasti mengatakan hal yang sama.
Saat anda menyerah adalah sebuah akhir.
Jika anda mencoba segalanya, anda akan menemukan sebuah cara.
Tolong, biarkan saya meneruskan, Guru.
Pasti ada cara yang lain.
Bahkan tanpa menambah gambar, pasti ada sebuah cara
untuk menambah hidup pada porselin ini, Guru.
Dia tidak makan sama sekali, anda bilang?
Ya, Yang Mulia.
Setelah kejadian hari itu, dia tidak tidur ataupun makan.
Dia hanya menatap keramik-keramik.
Tae Pyung.
Yang Mulia.
Walaupun waktunya sudah habis,
saya tidak bisa memikirkan sebuah metode yang akan berhasil.
Ikuti aku keluar.
Saya tidak bisa. Saya harus menemukan sebuah metode.
Bukankah aku bilang untuk mengikutiku keluar?
Walaupun anda memerintahkan saya untuk menyerah, saya tidak akan lakukan.
Tolong biarkan saya untuk tinggal di sini untuk menyelesaikan keramik-keramik ini.
Apakah aku bilang untuk menyerah?
Yang Mulia . . .
Makan.
Bukankah saya mengatakan pada anda bahwa saya tidak punya waktu untuk hal ini?
Apa kau tidak ingat?
Ah, saya harus makan agar otak saya bisa bekerja dan ingat. Tolong tunggu sebentar.
Bukankah kau bilang kau harus makan agar otakmu bekerja?
Bibi, tolong sajikan sooyook.
Ya.
Makan tanpa menyisakan apapun, ini sebuah perintah.
Bagaimana bisa saya makan saat anda memperhatikan saya seperti itu, Yang Mulia?
Baiklah, aku akan meninggalkanmu sendiri untuk sementara.
Jangan sisakan apapun dan makan semuanya.
Kau tahu rumah Jinsa Kim, bukan?
Jangan jatuhkan seperti waktu terakhir dan bawa dengan baik.
Ya.
Tidak.
Bibi.
Ya?
Ke mana perginya gadis yang sedang makan sup nasi?
Dia pergi.
Anda tidak bertemu dengannya?
Oh ya ampun! Lelaki-lelaki ini!
Mereka terus menatap dia dengan ekspresi aneh.
Tidak mungkin salah. Mereka yang ada di belakang ini!
Oh, Tuhan, mereka adalah para lelaki yang bisa melakukan apa saja.
Ke mana mereka pergi?
K-ke arah itu!
Jung! Tae Pyung!
Jung! Jung, di mana kau!
Dari mana saja kau?
Yang Mulia!
Bukankah setidaknya kau harus mengatakan ke mana kau pergi?!
Tentang itu...
Jangan pernah
melarikan diri dari pandanganku lagi!
Ini sebuah perintah!
Yang Mulia . . .
~ Preview ~
Mulai sekarang, saya akan patuh, Yang Mulia.
Kenapa kau seperti dalam mood yang bagus?
Ini semua karena Yang Mulia.
Apakah persiapan untuk kompetisi berjalan dengan baik?
Keputusan akan berdasarkan pada kepribadian para pejabat.
Ini sebetulnya bagus.
Tidak mungkin untuk membuat itu saja dalam kurun waktu itu.
Porselin Moon Sa Seong tidak akan pernah sampai ke istana.
Tindakan kejinya tidak pernah selesai.
Setiap orang dari kalian, pilih satu yang kalian suka.
Raih perasaan Gwang Hae.
Jika kau jatuh tertidur bersandar padaku, apa yang akan dikatakan orang-orang Bunwon?
Apakah anda tahu betapa gugupnya saya di depan anda Yang Mulia?
Apakah kau harus pergi sejauh ini untuk menjadi seorang ahli keramik?
Tae Pyung, bukankah kau... putri Yoo Eul Dam?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.