Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Episode 13
Aku beri kau sebuah kesempatan . . .
Untuk memberitahuku kebenarannya.
Bagaimana bisa kau terus berbohong padaku?
Ini . . .
Bukankah ini karya pertama yang kau buat?
Jung.
Yang Mulia.
Apa anda tahu?
Walaupun anda mengetahuinya . . .
anda terus memanggil saya Tae Pyung walaupun anda tahu?
Aku menunggumu untuk mengatakannya.
Kau seharusnya mengungkapkan hal itu oleh dirimu sendiri.
Kau seharusnya mengungkapkan hal itu dengan mulutmu sendiri.
Kenapa aku harus mengucapkannya?!
Saya, yang telah pergi dengan cara itu...
Saya, yang telah membohongi anda untuk percaya bahwa saya telah mati...
Bagaimana bisa saya mengungkapkan hal itu sendiri pada anda?
Jika begitu, maka,
kau harus hidup sebagai orang yang mati sampai akhir.
Kenapa kau muncul lagi?
Karena rasa bersalah bahwa aku tidak bisa menyelamatkanmu,
aku bersedih hingga sekarang.
Jika kau tidak bertemu denganku,
ayahmu tidak akan mati,
dan kau
tidak akan pergi dengan sangat menyedihkan.
Setiap siang dan malam,
aku telah hidup dengan penyesalan.
Yang Mulia.
Saya tidak tahu bahwa anda sangat bersedih.
Saya hanya ingin menjadi seorang ahli keramik.
Aku tidak ingin mendengarnya.
Ini satu-satunya cara untuk bisa masuk Bunwon!
Aku bilang aku tidak ingin mendengarnya!
Bagaimana dengan kau Jung Yi yang membuat ini?
Jung Yi yang aku kenal membuat ini sebagai karya pertamanya.
Dia menggugah hati raja dengan ini, karya paling indah di dunia,
dan menyelamatkan dirinya sendiri
serta ayahnya, ahli keramik Yoo Eul Dam.
Air matanya, hati yang berbakti,
dan bahkan keberaniannya untuk mengatakan pada Yang Mulia Raja bahwa beliau tidak layak duduk di atas singgasana.
Semua itu
terkubur dengan dalam di hatiku.
Kau, yang berdiri di depanku,
sangat pasti bukan anak itu.
Kau tidak mungkin Jung Yi yang sama itu
yang telah mengambil sebuah tempat di hatiku seperti pegunungan.
Kau hanya Tae Pyung, seorang pekerja rendahan belaka.
Mulai dari sekarang,
kau tidak ada hubungannya lagi denganku.
Alih bahasa dipersembahkan oleh The GOF Team @Viki
♫ Suaramu ♫
♫ yang sangat aku kenal ♫
♫ Senyumanmu yang menular mengikutiku tanpa kuketahui ♫
♫Aku tak bisa mendengarnya lagiaku tak bisa melihatnya lagi ♫
Yang Mulia, mangkuk anda telah--- ♫ Bahkan bila kucoba untuk mengatakan pada diriku sendiri, ♫
♫ Aku tak mempercayai itu ♫
♫ Air mata yang mengalir ♫
♫ Hatiku jatuh berantakan lagi dan lagi ♫
Ayah. . . ♫ Meskipun aku yang telah menahannya sendiri aku mengerti tapi ♫
♫ Aku harus, tapi sekali lagi ♫
♫ Aku terpengaruh olehmu ♫
Apakah itu?
Ya, Ahli Keramik Kerajaan.
Apakah dia marah karena porselinnya jadi seperti ini?
Apakah dia mencurahkan amarahnya padamu?
Tidak.
Apa yang dia katakan? Beritahu aku.
Dia tidak mengatakan apapun tentang porselinnya.
Dia hanya bilang mulai dari sekarang
dia akan memperlakukan saya seperti pekerja, Tae Pyung, seperti sebelumnya.
Itu melegakan.
Ya.
Itu melegakan.
Segalanya berakhir dengan baik-baik saja.
Sangat bagus. Kau sudah bekerja keras.
Ini, kau telah menyimpan ini sejak itu?
Aku tidak tahu bahwa kau telah melalui waktu yang sulit karena aku.
Siapa aku ini sampai kau akan begitu...
Aku tahu seperti apa mempunyai hati yang tak berperasaan yang disebabkan kebohongan.
Aku ingin dimaafkan olehmu.
Sampai kemarahanmu mereda,
Aku akan memohon ampunan, lagi dan lagi.
Dalam beberapa hari, akan ada kompetisi di antara para pekerja yang baru.
Sebuah kompetisi di antara para pekerja?
Ini pasti kali pertamamu.
Ini untuk mengevaluasi kompetensi para pekerja.
Apa yang terjadi pada mereka yang gagal lulus kompetisi?
Mereka yang lulus akan terus tinggal sebagai para pekerja, tapi
mereka yang gagal akan dikirimkan pulang.
Apakah anda sudah menentukan tema kompetisi?
Temanya adalah menguleni.
Yang Mulia telah melakukan tugas itu sebelumnya.
Saya dengar anda juga bagus dalam hal itu.
Oh, itu?
Kau harus memegang ini, dan
seperti ini, gunakan gerakan menggoyang...
Seperti ini?
Saya akan memotong ini sekarang, Yang Mulia.
Apa yang bagus dengan tanah liat itu dengan kantung udara yang besar?
Pergelangan tangan saya lemah, itu sebabnya.
Yang Mulia, apakah ada masalah?
Apakah anda tidak menyetujui temanya?
Bukan itu. Bagaimana bisa aku ikut campur dalam hal seperti itu?
Teruskan.
Ya, Yang Mulia.
Orabeoni.
Yang Mulia mengetahui tentang segalanya.
Maafkan aku yang tidak bisa menyimpan rahasia itu darinya.
Jung, kali ini, bukan kesalahanmu.
Akulah orang yang ketahuan. Aku tidak bisa menjaganya dari mengetahui bahwa aku adalah Tae Do.
Aku harusnya lebih berhati-hati.
Jung, selama Pangeran Gwang Hae menjadi Asisten Kepala Bunwon, kau akan terus bertemu dengannya.
Itu sebabnya aku lega.
Ya. setidaknya, aku punya sebuah kesempatanuntuk memohon ampunannya.
Jung.
Aku tidak pernah akan pergi.
Kau tahu aku apa yang sudah aku lalui untuk sampai ke sini.
Aku akan mohon ampunan dari Yang Mulia
dan lulus evaluasi pekerja.
Aku akan menjadi ahli keramik. Aku akan baik-baik saja.
Bagaimana tehnya?
Ini baik-baik saja.
Mungkin karena sudah lama sejak saya bisa duduk minum teh dengan anda, Yang Mulia Ayahanda.
Tehnya sangat lezat.
Ini adalah teh yang sangat baik.
Apakah itu pendapatmu, Im Hae?
Tehnya hambar bagiku.
Mangkuk teh ini... Kenapa begitu mewah?
Kemewahan ini begitu cepat berlalu hingga
membayangi rasa tehnya.
Anda benar!
Abdimu ini juga,
tidak bisa menyebutkan rasa teh ini.
Setiap kali aku mengadakan pertemuan dengan para pejabat istana,
aku selalu menekankan transparansi dan kesederhanaan.
Tapi porselin kerajaan menjadi semakin mewah dari hari ke hari.
Apa yang akan dipikirkan para pejabat tentang aku?
Mereka akan mengatakan bahwa aku hanya tukang bicara!
Anda benar.
Kita, kaum bangsawan, harus berdiri sebagai panutan.
Yang Mulia Ayahanda.
Tidak bisa menyampaikan pemikiran Yang Mulia ke Bunwon
adalah karena kekurangan saya.
Hon, kau . . .
Pergi bawa perangkat teh ibundamu, Gong Bin, yang sangat dicintainya.
Ya, Yang Mulia Ayahanda.
Saya akan pergi bersamanya juga, Yang Mulia Ayahanda.
Gwang Hae.
Raja belum melupakan Yang Mulia Ibunda kita.
Dia masih merindukan
Yang Mulia Ibunda kita.
Hyung-nim.
Apa kau benar-benar tidak tahu mengapa Yang Mulia Raja memerintahkan
kita membawa perangkat teh milik Ibunda?
Siapa peduli?
Jika ini menguntungkanku, itulah hitungannya.
Dia ingin terus memeriksa Pangeran Shin Seong dan In Bin.
Yang Mulia Ayahanda tidak bermaksud menunjuk salah satu dari kita menjadi Putra Mahkota.
Yang Mulia Ibunda kita yang telah lama pergi
akhirnya akan mengenal hatiku yang berbakti padanya.
Jalan untuk menjadi Putra Mahkota semakin dekat!
Bagaimana rasa tehnya, Yang Mulia Ayahanda?
Ini adalah mangkuk yang sederhana dan bersahaja. Ini tidak terlihat sekilas.
Aku bisa menghargai rasa sejati dari tehnya.
Semakin lama aku melihat mangkuk ini, semakin aku menyukainya.
Im Hae,
aku akan menempatkanmu bertanggung jawab atas makam.
Maaf?
Rahmat anda tidak terukur, Yang Mulia Raja.
Namun, berdasarkan apa yang telah aku amati dari kelakuanmu di masa lalu,
aku langsung berkeberatan mengenai penempatanmu bertanggung jawab atas makam.
Itu tidak demikian, Yang Mulia Ayahanda.
Jika anda mempercayakan tugas ini pada saya,
abdimu, akan melakukan yang terbaik yang saya bisa, bahkan jika itu berarti menghancurkan tanah menjadi debu.
Baiklah,
Kalau begitu, untuk sementara waktu, dampingi Gwang Hae
dan awasi tugas-tugas Asisten Kepala Bunwon.
Saya menerima perintah Yang Mulia Raja.
Kepala Ahli Keramik Kerajaan Lee.
Apa yang sudah kau lakukan hingga Pangeran Shin Seong di ambang kehilangan posisinya sebagai Kepala Bunwon?!
Yang Mulia.
Sekarang Pangeran Gwang Hae sudah keluar jalan,
bukankah anda pikir ini adalah taktik politik Yang Mulia Raja
untuk tidak melibatkan Pangeran Shin Seong juga?
Kau seharusnya bahkan tidak boleh memberikan dia tempat untuk memikirkan itu!
Aku tidak percaya dia minta perangkat teh itu, karena kematian Gong Bin yang sudah sangat lama.
Kepala Ahli Keramik Kerajaan Lee, ini adalah salahmu.
Kau harusnya membuat perangkat teh yang bergaya lebih sederhana dan bersahaja.
Apakah kau memilih untuk tidak membuatnya? Atau kau hanya tidak mampu?
Yang Mulia, pendapat saya akan porselin kerajaan
bahwa itu harus berkelas dan mutakhir sesuai dengan standar istana, masih belum berubah.
Saya mohon pengertian anda.
Haruskah aku menanggung malu karena aku harus menghormati pendapatmu?
Mangkuk-mangkuk ini dibuat bertahun-tahun yang lalu,
saat ada sebuah kompetisi untuk posisi Kepala Ahli Keramik Kerajaan.
Ini adalah mangkuk cadangan yang persis sama seperti yang dipersembahkan pada Yang Mulia Raja.
Menurut pendapat kalian, mangkuk mana yang kalian pikir
paling sesuai digunakan oleh Yang Mulia Raja?
Penilaian kalian tepat.
Dengan mangkuk ini,
aku menjadi Kepala Ahli Keramik Kerajaan.
Dan ini adalah mangkuk teh yang dibuat oleh
Ahli Keramik Yoo Eul Dam.
Yoo Eul Dam. Orang itu hanya mampu membuat
tembikar murahan yang biasa ditemui di pasar.
Dia beruntung telah naik tingkat menjadi Ahli Keramik Kerajaan.
Dan dia juga diberikan kesempatan bersaing untuk kedudukan Kepala Ahli Keramik Kerajaan.
Namun, dia terlibat dalam sebuah kejahatan pengkhianatan dan diusir keluar Bunwon.
Menurut kabar angin, dia pergi membuat tembikar dan
hidup hari demi hari sampai
dia menghadapi kematiannya.
Putrinya, juga,
dengan kata-kata licik pernah membangkitkan simpati Raja.
Tapi, pada akhirnya, menemui akhir yang tragis.
Demikian juga, jika kalian tidak membuat porselin dengan benar, Surga akan menghukum kalian.
Bahkan jika kalian bisa menghindari hukuman Surga,
aku, Kepala Ahli Keramik Kerajaan akan menghukum kalian dengan semestinya.
Ahli Keramik, yang membuat porselin, harus camkan ini,
untuk mempertahankan dengan pasti standar tinggi Bunwon.
- Hancurkan mangkuk ini. - Ya, Kepala Ahli Keramik Kerajaan.
Tae Pyung!
Tae Pyung!
Apa kau tidak mendengarku?
Ya.
Bawa ini ke tempat rongsokan dan hancurkan.
Saya ingat hari itu saat anda menang kompetisi dan menjadi Kepala Ahli Keramik Kerajaan.
Untuk mengucapkan selamat pada anda, saya menunggu sampai larut malam.
Itu benar, aku ingat.
Kau bilang telah jatuh tertidur dan baru saja terbangun
oleh suara angin.
Kau bilang sangat bangga dengan ayahmu.
Malam itu, saya
memutuskan untuk menjadi ahli keramik terbaikuntuk mengikuti jejak anda.
Aku juga, malam itu,
memutuskan untuk meletakkan segala hal yang aku punya
dipertaruhkan untukmu.
Yook Do.
Kau harus mengikuti jejakku
dan menjadi ahli keramik terbaik Joseon.
Tidak seperti itu, Guru.
Saat aku melihat porselin Ayah di Bunwon aku merasa sangat, sangat baik.
Gang Cheon... Ahli Keramik Kerajaan Lee itu,
setelah mengumpulkan orang-orang, apa yang dia katakan?
Itu saja semuanya.
Dia bilang dia menang kompetisi,
dan menjadi Ahli Keramik Kerajaan.
Dan mangkuk Ayah itu adalah...
karya tak berharga yang bisa kau peroleh di mana saja
di pasar?
Pasti begitu. Apa lagi?
Bahwa ayahmu seorang pengkhianat?
Tidak apa jika saya orang yang disumpahi, tapi
Ayahku yang disumpahi di...
Lalu apa? Kau tidak tinggal diam dan bicara?
Saya hampir tidak tahan, tapi saya mengepalkan tinjuku dan berusaha menjaga ketenangan saya.
Kerja bagus.
Kau lakukan dengan baik.
Tidak peduli berapa banyak Kepala Ahli Keramik Kerajaan memancing amarah saya.
Pada akhirnya, saya akan melampaui dia.
Itu tidak sopan.
Membuat keramik bukan tentang melampaui seseorang.
Bahkan jika anda, Guru, mencoba menghentikan saya,
saya akan melampaui dia. Anda akan lihat.
Saya keluar untuk suatu keperluan, jadi saya harus cepat kembali.
Baik, teruskanlah.
Ya, Guru.
Alih bahasa dipersembahkan oleh The GOF Team @Viki
Jung.
Fakta bahwa kau adalah putri Eul Dam
jangan sampai diketahui Kepala Lee.
Ya, Guru.
Anda sudah mengingatkan saya berkali-kali.
Walaupun begitu, kau harus lebih berhati-hati.
Ya, Guru.
Saya akan pergi sekarang.
Sampai jumpa.
Aigoo. Itu benar... aigoo.
Demi anak itu, aku sendiri mungkin harus pergi ke dalam Bunwon.
Jadi, kau sudah menanggalkan pakaian berkabungmu dan memakai pakaian istanamu. Bagaimana perasaanmu?
Yang Mulia Raja.
Anda telah memanggil orang jahat ini yang telah kehilangan ibunya. Saya berterima kasih.
Bagaimana bisa aku tidak mengenali maksudmu untuk memenuhi tugas berbaktimu?
Namun demikian, aku memerlukan nasihatmu,
maka aku memintamu untuk jadi mata dan telingaku.
Saya akan memberikan semua yang saya miliki dan melayani Yang Mulia Raja.
Setelah insiden utusan Ming, Gwang Hae sudah tidak diperhitungkan.
Jadi yang tersisa adalah Shin Seong dan aku.
Pada akhirnya, bukankah putra sulung yang menjadi putra Mahkota?
Ah, ya.
Yang Mulia Raja mengatakan beliau akan menugaskan tanggung jawab makam padaku.
Apakah anda tahu itu artinya apa?
Saat aku menjadi Putra Mahkota dan mengambil alih singgasana nanti,
aku akan menjadi lebih bijaksana daripada Yang Mulia Raja.
Seperti yang anda ketahui dengan baik, karena anda melayani beliau dengan dekat,
Yang Mulia Raja serakah, punya banyak anak dan plin-plan.
Bagaimana bisa anda mengatakan hal
kasar seperti itu terkait Yang Mulia Raja?
Apakah aku mabuk?
Jika aku bahkan tidak bisa mengatakan hal seperti ini saat aku mabuk, maka aku akan hidup merasa sangat frustasi.
Jika anda punya keluhan apa saja terhadap Yang Mulia Raja yang telah anda simpan di dalam, utarakan itu sekarang.
Aku orang yang bermurah hati.
Kenyataan bahwa anda sangat dekat pada In Bin adalah fakta yang sudah diketahui.
Apa yang dijanjikan In Bin pada anda?
Yang Mulia.
Kenapa anda tidak bergabung denganku?
Bagaimana bisa anda membandingkan pesonaku, yang setara dengan Raja Yang Agung itu,
dengan seorang wanita?
Jika anda mendesak saya untuk mengemukakan penunjukan Yang Mulia Pangeran Im Hae sebagai Putra Mahkota, maka...
Apakah kau tidak mengerti aku?
Aku mengatakan bahwa masa lalumu bukan masalah!
Biar saya tuangkan anda minuman.
Berapa lama kau akan berpangku tangan dan mengamati?
Jika kau melihat waktu yang tepat, kau harus maju ke depan.
Saya...
Itu adalah...
Beritahu aku.
Itu... karena Pangeran Shin Seong bukan putra sulung,
tidak ada alasan yang layak.
Kau bilang tidak ada alasan yang layak?
Ya, itu benar.
Para cendekiawan akan beramai-ramai naik banding ke depan Raja dan...
Aku harus bertemu dengan para Cendekiawan Kerajaan.
Atur sebuah pertemuan untuk kami.
Sekak.
Wow. Menawan Raja dengan bidak. Seperti yang diharapkan darimu, Yang Mulia.
Orang yang harus ditakuti adalah mereka yang berpangkat paling rendah dan paling sedikit.
Bukankah itu yang anda ajarkan padaku?
Yang Mulia,
sampai kapan anda berencana tinggal di Bunwon?
Itu, akan tergantung pada Yang Mulia, Baginda Raja.
Kalau begitu, haruskah saya mencoba untuk mempengaruhi niat Raja?
Bagaimana dengan mengambil tanggung jawab lain?
Guru,
saat waktunya tiba, saya akan meminta anda berada disisiku.
Saya ingin anda menunggu sampai nanti.
Jadi anda mengatakan ini masih belum saatnya?
Saya mengerti.
Tae Pyung! Saat kau berpakaian seperti laki-laki, kau tidur dengan tangan dan kaki terbuka lebar.
Tapi sekarang, kenapa kau tidur dengan sangat diam-diam?
- Kapan kalian bahkan melihatku tidur? - Jangan pedulikan apa yang dia katakan.
Lakukan pekerjaanmu. Kau bisa teruskan.
Terima kasih.
Hei, lihat Tae Pyung memegang sendok besar.
Kau ingin mencoba sendok besarku?
Hei, hei, apa itu?
Apa kalian bekerja dengan mulutmu?
Kenapa kalian tidak menjawab?!
Maafkan saya, Yang Mulia, mohon selamatkan kami.
Pekerjaan para pekerja harus selesai sebelum tengah hari, bahkan di dalam hari yang terik,
menjadi sangat lebih banyak dari sebelumnya.
Karena mereka bekerja sampai pada titik tangan dan kaki mereka menjadi mati rasa,
mereka mencoba meringankan suasana hati dengan mulut mereka.
Kau berani menjawab padaku?
Bahkan jika anda mengatakan ini kasar, saya tidak lagi punya pilihan.
Saya tidak bisa berbohong lagi.
Tae Pyung, apakah kau baik-baik saja?
Tunggu sebentar.
Berani sekali kau.
Apakah ini tempat di mana pekerja biasa bisa masuk dengan bebas?
Keterampilan memutar anda sangat buruk.
Anda juga kurang berbakat dalam menguleni adonan tanah liat.
Saya juga tidak berbeda.
Oleh karena itu,
saya bermaksud untuk menyimpannya sebagai sebuah rahasia sampai nanti.
Sampai di hari saya bisa duduk di alat putar . . .Sampai di hari saya bisa memegang pisau di tangan saya...
Saya ingin tampil dengan percaya diri di depan anda.
Selama saya berhasil di Bunwon, saya ingin mencapai sesuatu dan mempersembahkannya pada anda.
Bagaimana keinginanmu menjadi ahli keramik ada hubungannya denganku?
Maaf?
Jung yang aku kenal
sudah mati sejak lama.
Hon, apakah ini keramik yang kau buat sendiri?
Aku belum pernah melihat karya yang sangat menarik seperti ini.
Bentuknya, warnanya...Keindahan terpancar dari karya ini.
Ini adalah sebuah karya yang tidak bisa dibuat ahli keramik lain, selain kau yang bisa membuatnya.
Berhenti bercanda, Hyung-nim.
Bercanda? Aku tidak bercanda.
Siapa yang membantumu untuk menciptakan karya agung seperti ini?
Apakah pekerja itu?
Kenyataan bahwa dia bukan laki-laki tapi perempuan, kau sudah mengetahui itu, bukan?
Tidak seperti itu.
Bagaimana kau bisa, tanpa rasa malu, berpikir melibatkan aku, Pangeran, dengan seorang pekerja biasa?
Karena dengan begitu, Yang Mulia Ayahandatidak akan menyetujuimu.
Bukankah itu satu-satunya cara agar aku bisa menjadi Putra Mahkota?
Aku tidak sanggup menunggu lebih lama.
Jika anda terus datang kemari,
Kepala Ahli Keramik Kerajaan Lee tidak akan senang.
Dimana Hwa Ryeong? Kenapa dia tidak kelihatan?
Untuk sementara waktu, Hwa Ryeong tidak akan berada di sini
Apakah sesuatu terjadi?
Itu adalah...
Dia sedang tidak sehat, jadi saya mengirimkan dia pulang untuk istirahat.
Apa yang dikatakan dokter?
Setelah istirahat beberapa hari, dia akan sehat. Jangan terlalu khawatir.
Bagaimana bisa anda sangat tega?
Orang yang berada dibawah perawatan anda sedang sakit sekarang.
Bagaimana itu bahkan tidak membuat anda khawatir sedikitpun?
Di mana kediaman Hwa Ryeong? Tunjukkan jalannya.
Bahkan jika anda pergi ke sana,
ini bukan hal dari mana dia bisa sembuh dengan mudah.
Apakah terjadi sesuatu?
Cepat beritahu aku.
Ini adalah suatu hal yang tidak aku harapkan.
Ayah bertindak hingga kau dikeluarkan dari perdagangan.
Akan menjadi sebuah kebohongan untuk mengatakan saya tidak terganggu.
Hwa Ryeong.
Tapi, saya mengerti.
Bagi seorang ahli keramik, tangannya adalah hidupnya.
Ahli Keramik Kerajaan, anda melukai tangan anda karena saya.
Bagi Kepala Ahli Keramik Kerajaan Lee menjadi semarah itu bisa dimengerti.
Saya hanya...
khawatir jika
hubungan di antara anda dan Kepala Bunwon akan menjadi tegang.
Meskipun ayahku telah sangat kasar padamu,
kau mengkhawatirkan aku dan ayahku sepanjang waktu ini.
Tolong, jangan sebut-sebut saya pada ayah anda.
Memikirkan anda akan kehilangan dukungan karena saya...
Saya akan kehilangan muka hingga saya tidak bisa kembali ke perdagangan.
Apakah itu benar?
Apakah Ayah mendepak Hwa Ryeong
dari perdagangan?
Sudah larut.
Pulanglah.
Tolong biarkan dia bekerja di perdagangan lagi.
Dengar baik-baik. Jika kau akan menjadi seperti ini,
dan jika dia menjadi sangat berani,
aku menghentikannya dengan dia meninggalkan perdagangan. Tapi lain kali,
aku akan mengucilkannya dari Kota. Dan, jika itu belum cukup
dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya
di wilayah Joseon lagi.
Apa kau pikir aku tidak mampu melakukan ini?
Sementara Hwa Ryeong melewati penderitaan,
apa yang anda pikir akan saya lakukan?
Apakah anda pikir saya bisa hanya membuat barang keramik
di Bunwon, seperti yang sedang saya lakukan sekarang?
Untuk gadis tukang sihir itu, kau
berani mengancam ayahmu sekarang?!?
Bagaimana bisa saya mengancam anda, Ayah?
Putramu
tidak begitu naif melemparkan kemarahan hanya untuk memulai suatu hal sekarang bersama Hwa Ryeong.
Di hari ketika anda mengenali bakat saya,
saya akan datang pada anda untuk meminta anda menerima Hwa Ryeong.
Untuk hari itu, saya akan menekankan diri menjadi yang terbaik.
Jadi kau mengatakan bahwa, agar kau bekerja keras,
kau ingin aku membiarkan Hwa Ryeong sendirian?
Saya tidak ingin menjadi putra yang mengecewakan ayahnya.
Yang Mulia, hari ini adalah kompetisi di antara para pekerja.
Jika anda bermaksud datang dan mengamati saya akan memerintahkan orang-orang untuk menyiapkan dengan sesuai.
Tidak apa. Perintahkan Ahli Keramik Kerajaan Lee untuk mengawal kompetisi. Anda hanya perlu memberitahu saya hasilnya.
Ya, Yang Mulia.
Aku bersumpah tidak akan terlibat dalam hal ini.
Tapi kenapa aku terus memikirkan tentang hal itu?Kenapa hal itu sangat menyakitkan?
Kau mungkin juga,
gagal dalam kompetisi ini
dan menghilang dariku.
Adonan tanah liat dan meja harus bersentuhan secara menyeluruh hingga tidak ada kantung udara.
Apa yang harus aku lakukan karena tanganku lemah?
Aku harus latihan dengan tanah liat ini bukan tanah liat putih.
Hei, ayo lakukan seperti apa yang dia kerjakan.
Cepat, cepat.
Tae Pyung.
Ya.
Aku harus menyiapkan sejenis larutan, jadi pergi bawakan aku beberapa kayu Ek.
Apakah anda memberi saya untuk menjalankan tugas?
Terima kasih. Terima kasih, Nyonya.
Apa yang kau lakukan?
Anda menyuruh untuk membawa beberapa kayu ek, jadi saya akan pergi ke tempat penyimpanan untuk mengambilnya.
Yang di tempat penyimpanan tidak tersimpan dengan baik dan tidak bisa dipakai.
Pergi ke gunung untuk mendapatkannya.
Tapi... kompetisi akan segera dimulai.
Apa kau belum dengar?
Kompetisi ditunda sampai jam Mi.
Kau punya waktu cukup, jadi cepat pergi.
Ya, kalau begitu saya akan pergi sekarang.
Tae Pyung.
Tae Pyung.
Ya.
Hei! Kenapa kau berkeliaran bukan berada di kompetisi?
Apa kau tidak menyadari bahwa jika kau gagal kau akan dikirim pulang?
Saya dengar kompetisi diundur sampai jam Mi.
Saya bisa pergi sekarang.
Ditunda? Apa yang sedang kau bicarakan? Mereka sudah mulai sejak lama.
Tentu. Semua yang kau lakukan selalu seperti ini.
Selalu.
Benarkah?
Kau pergi saja mengemasi barang-barang kepunyaanmu.
Ya... Saya...
Kau sudah sangat terlambat! Pergi kemasi barang-barangmu!
Saya telah membawa kayunya.
Tolong berikan saya sedikit tanah liat putih, hingga saya bisa berpartisipasi dalam kompetisi.
Kau idiot...
Kau datang sekarang dan merencanakan melakukan apa?
Nyonya.
Tanah liat putih sudah dibagikan semua dan tidak ada yang tersisa.
Kalau begitu, apa yang harus saya lakukan?
Apa lagi? Karena kau tidak bisa berpartisipasi dalam kompetisi,
kau harus berkemas dan meninggalkan Bunwon.
Nyonya!
Kenapa anda berbohong pada saya dan bilang waktunya telah berubah?
Bukankah itu kau yang berbohong mengatakan dirimu seorang laki-laki?
Dibandingkan hal itu, ini tidak ada apa-apanya.
Kau bertanya mengapa aku berbohong?
Seekor ikan lumpur sepertimu, yang mengacaukan air di Bunwon, harus didepak dengan benar.
Kalau begitu, untuk membohongi saya . . .
Untuk mendepak saya keluar, anda memerintahkan saya mencari kayu itu yang bahkan tidak anda perlukan?
Jika kompetisi ini sangat penting bagimu, maka kau seharusnya melakukan pengecekan waktu kembali.
Dan jika kau lakukan itu, ini tidak perlu terjadi.
Semua ini adalah salahmu.
Hanya untuk membuktikan pada anda,
saya akan ikut berkompetisi dan memperoleh nilai kelulusan.
Sudah tidak ada tanah liat putih yang tersisa. Bagaimana bisa kau melakukannya?
Alih bahasa dipersembahkan oleh The GOF Team @Viki
Wow...
Jadi itu rupanya yang terjadi. Tidak mengherankan...
Dia benar-benar sedang di sisi buruknya.
Tapi, meskipun begitu, itu adalah Tae Pyung.
Apa yang akan terjadi padanya saat Ahli Keramik Kerajaan dan Yang Mulia mengetahuinya?
Itu benar.
Bagaimana jalannya kompetisi sejauh ini?
Kompetisi akan berakhir saat matahari terbenam.
Apakah anda mau menyaksikan saat kami mengumumkan hasilnya?
Tidak apa. Aku tidak harus menyaksikan segalanya.
Anda urus saja, Ahli Keramik Kerajaan.
Ya, Yang Mulia.
Ada masalah apa?
Ada sebuah masalah dengan kompetisinya.
Seseorang memberitahu waktu yang salah,
hingga seorang pekerja tidak menerima bahan yang diperlukan.
Itu terjadi setiap tahun.
Karena persaingan yang ketat, mereka mencuri satu sama lain.
Dan kadang kala, mereka bahkan mencampur air berlumpur ke dalam adonan tanah liat.
Baiklah, siapakah dia kali ini?
Itu... Tae Pyung.
Tae Pyung?
Kenapa anda memperhatikan saya?
Apa yang biasanya kalian lakukan saat hal seperti ini terjadi?
Menjaga bahan-bahan mereka juga tanggung jawab pekerja,
jadi mereka dikeluarkan.
Baiklah.
Kalau begitu lakukan itu saja, kenapa kau bahkan harus datang ke sini?
Meskipun begitu...
Ini adalah Tae Pyung...
Apakah Tae Pyung harus dibedakan?
Betapa anehnya.
Setelah membuat porselin, Yang Mulia benar-benar telah berubah.
Belum lama ini, dia pergi mencari tanah liat seladon biru dan sekarang dia bahkan tidak peduli.
Hei, itu menakutkan, menakutkan.
Mereka bilang, "sebuah batu terpojok bertemu pahat tukang batu."
Lebih baik tidak diperhatikan. 'Panjang dan tipis" adalah cara paling baik.
Tae Pyung.
Ya, Ahli Keramik Kerajaan.
Aku dengar kau tidak menerima tanah liat putih.
Saya bisa mencarinya. Pasti ada sebuah jalan.
Aku ingin membantu, tapi Yang Mulia dengan tegas memerintahkan kami harus mengikuti aturan-aturan.
Aku tidak bisa melakukan apapun.
Yang Mulia tahu tentang hal ini?
Apa kau datang untuk memohon atas ketidakadilan?
Apakah kau akan memohon bantuan?
Bukan begitu, Yang Mulia.
Saat saya dengar anda peduli pada seorang pekerja semata seperti saya tentang tanah liat putih,
saya datang berlari untuk menunjukkan rasa terima kasih saya. Bagaimana mungkin saya berani meminta bantuan anda?
Jika anda sebut ketidakadilan, ini tidak ada apa-apanya dibandingkan nyaris lolos dari kematian untuk mangkuk yang-
-bahkan tidak saya pecahkan -Apa kau bilang?
Apa anda pikir mendapatkan tanah liat putih untuk diuleni menjadi sebuah bola
lebih sulit daripada merekonstruksi mangkuk Raja?
Mereka bilang, "Di mana ada kemauan, di situ ada jalan."
Apakah itu mencurinya atau menggalinya dari tanah,
memperoleh tanah liat putih untuk diuleni menjadi bola hanya sebuah beban seorang pekerja biasa.
Tae Pyung, si pekerja biasa, akan melakukan dengan kemampuan terbaiknya untuk memenuhi tugasnya.
Jadi, Yang Mulia, Pangeran, harus memegang teguh prinsip-prinsip anda dan jangan biarkan diri anda sendiri terlibat.
Kalau begitu, saya permisi karena saya sedang buru-buru untuk mendapatkan tanah liat putih saya.
Cepat, berikan itu padaku.
Aku tidak siap untuk ini.
Oh, Tae Pyung.
Kami mengambil sedikit dari yang kami punya dan menggabungkannya bersama.
Ambil ini dan gunakanlah.
Cepat, ini sangat panas aku bisa mati.
Ini bukan saatnya untuk menjadi bersahaja. Ambillah dengan cepat.
Jika aku lakukan ini, aku akan gagal dalam kompetisi dan kalian semua juga.
Jangan khawatir tentang aku. Pergilah dan dapatkan evaluasi kalian.
Baru beberapa waktu lalu kau larut didalamnya bahkan jika itu berarti hidupmu. Apa kau menyerah sekarang?
Tidak, masih belum.
Aku pergi.
Lihat dia, bergaya seakan kuat...
Dengan ini, hidup Tae Pyung si pembuat onar di Bunwon (selesai).
Hei, apakah kita tidak bisa pergi memberitahu mereka bahwa ini tidak adil?
"Khawatirkan saja tentang dirimu sendiri."
Apa kau sangat ingin mendengarnya?
Apa kau kemari untuk suatu keperluan?
Tidak. Saya sedang mengikuti kompetisi pekerja tapi tidak menerima tanah liat putih.
Bolehkah saya dapatkan sedikit dari sini?
Tanah liat putih untuk kompetisi semuanya sudah dikeluarkan. Kami tidak punya sisa.
Bukankah ini juga tanah liat putih?
Itu adalah tanah liat putih kualitas terbaik yang disediakan hanya untuk kegunaan Raja.
Bukan sesuatu yang bahkan bisa disentuh oleh seorang pekerja biasa.
Ya, saya mengerti.
Kenapa dia masih belum di sini?
Apa yang kau harapkan dia lakukan di sini tanpa memiliki tanah liat putih?
Baiklah, mari kita mulai sekarang.
Kenapa kau sangat terlambat.
Aku tahu.
Berikan itu.
Apa yang akan kau lakukan?
Ah, perutku! Aigoo aku sekarat.
Aigoo perutku!
Jangan buat keributan di sini. Bawa dia ke kamar kecil.
Segera bawa dia.
Saya baik-baik saja sekarang.
Terima kasih.
Maafkan saya, maaf.
Sekarang, mari kita mulai.
Gagal!
Jung Dae! Gagal!
- Lulus! - Sung Cheol! Lulus!
Gagal!
Dong Gun! Gagal!
Lulus!
Tae Pyung, lulus...
Aku lulus.
Tae Pyung...?
Tuan, Tae Pyung datang terlambat sampai dia bahkan tidak menerima bahan.
Itu benar, saya melihat Tae Pyung juga sangat terlambat.
Dengan apa kau membuat ini?
Apa kau mencuri tanah liat putih?
Apa? Mencuri?
Tidak begitu.
Saya berharap pada sisa-sisa tanah liat dan pergi ke ruang penyimpanan.
Tapi tanah liat yang tersisa adalah tanah liat berkualitas terbaik yang disediakan untuk Raja.
Jadi, maksudmu kau mencurinya?
Tidak. Apa yang saya bawa bukan tanah liat putih, tapi batu tembikar.
Batu tembikar?
Bukankah ini bubuk batu tembikar?
Ini digunakan untuk menutup tungku pembakaran.
Ini sudah terlalu lama, jadi saya tidak tahu jika saya masih bisa menggunakannya lagi.
Kalau begitu apakah boleh saya mengambil ini?
Lagipula ini akan dibuang. Tentu!
Terima kasih.
Terima kasih.
Ini.
Jadi kau buat ini dengan menghaluskan batu tembikar?
Ya.
Apa yang harus kita lakukan, Ahli Keramik Kerajaan?
Semua pekerja menggunakan tanah liat putih yang dibagikan untuk melakukan pekerjaan mengulen.
Tae Pyung tidak mengikuti aturan, jadi dia tidak layak untuk lulus, Tuan Ahli Keramik Kerajaan Lee!
Tema dari kompetisi ini adalah untuk melihat seberapa baik para pekerja membuat bola ulenan.
Jadi kau lulus.
Terima kasih, terima kasih, Ahli Keramik Kerajaan.
Tae Pyung.
Ya.
Aku akan meluluskanmu, tapi kau tidak bisa menggunakan bola ini.
Kenapa anda mengatakan ini tidak bisa digunakan?
Kau tidak bisa menggunakannya karena kau tidak bisa membuat barang keramik dengan itu.
Tentu jika anda tidak bisa membuat barang keramik, maka itu tidak lagi sebuah bola ulenan.
Tapi bola ulenan saya bisa dibuat menjadi barang keramik.
Ya, itu bisa dibuat.
Tapi, bahkan jika kau membuatnya, itu rapuh dan akan pecah dengan mudahnya.
Apa kau tidak berpikir ada sebuah alasan mengapa tanah liat putih lebih diinginkan daripada batu tembikar murah?
Tapi aku sangat menghargai usahamu menggunakan batu tembikar daripada tanah liat putih untuk membuat bola ulenanmu.
Jadi kau lulus.
Ahli Keramik Kerajaan Lee. Bola ulenan saya ini berbeda.
Bahkan jika anda membuatnya menjadi barang keramik, itu tidak akan pecah.
Apa kau sudah mencobanya sendiri?
Saya belum pernah melakukannya sendiri, tapi saya pernah melihat ayah saya melakukannya.
Bukankah kau bilang ayahmu seorang pembuat tembikar?
Ya, tapi dia juga membuat barang keramik.
Jika kita membuatnya menjadi sebuah mangkuk dan mengetahui bahwa kau salah,
Apa yang akan kau lakukan?
Karena saya tidak lulus, secara prinsip saya akan meninggalkan Bunwon.
Baik.
Jika kau harus melihatnya dengan matamu sendiri untuk menerimanya, maka itu yang akan kita lakukan.
Gunakan bola ulenan yang lain juga untuk membuat mangkuk.
Ya.
Mereka memanjakan dia dan sekarang dia telah menggali kuburnya sendiri.
Bagaimana bisa dia sangat berani melawan Ahli Keramik Kerajaan yang tidak melakukan hal lain selain membuat barang-
- keramik seumur hidupnya. - Itu benar.
Apa dia punya anak? Atau, bahkan seorang perempuan?
Barang keramik adalah segala-galanya baginya dan dia sudah memicu harga dirinya.
Hei. Tae Pyung.
Aku pikir Ahli Keramik Kerajaan benar-benar marah kali ini.
Bagaimana bisa kau bicara balik padanya seperti itu,di depan banyak orang.
Kau masih bisa pergi menghadap Ahli Keramik Kerajaan dan bilang "Saya salah".
Mengingat apa yang sudah kalian lewati bersama, jika kau mohon belas kasihan, dia akan melepaskanmu dengan mudah.
Bagaimana dengan Pangeran Gwang Hae?
Itu benar, ayo pergi.
Aku tidak bisa, tidak Pangeran Gwang Hae.
Dan lagi, aku tidak melakukan kesalahan apapun. Kenapa aku harus mohon ampunan?
Tunggu dan lihat saja jika aku salah atau benar.
Baik, baik, ayo pergi.
Terserah.
Tunggu aku.
Berkat anda, saya belajar sebuah pelajaran.
Mulai sekarang, daripada percaya apa yang dikatakan orang, saya akan mencari tahu dengan sendiri.
Itu membuktikan bahwa kau terlalu sulit diselamatkan.
Maaf?
Jika kau tidak percaya rekanmu, bagaimana bisa kau bertahan di Bunwon dimana semua orang harus bekerja sama?
Apa?
Alasan kenapa kau berada dalam keadaan bahaya adalah karena kau tidak punya teman.
Apa kau pikir mereka tidak tahu bahwa aku berbohong padamu?
Walau mereka tahu, mereka tidak melakukan apapun karena mereka semua ingin kau pergi seperti halnya aku.
Dasar orang idiot...
Kenapa anda bersikap seperti ini terhadap saya?
Apa yang sudah saya lakukan dengan begitu buruknya?
Pikirkan kembali semua hal yang sudah kau lakukan sementara kau di Bunwon.
Sementara orang lain melakukan kerja keras kau bergaul sendiri dengan para atasan, belajar memutar alat putar.
Dan dengan melakukan lagi dan lagi seperti ini, bagaimana bisa kau tidak sadari semua orang akan membencimu untuk itu?
Ini sangat panas...
Aku ingin bertanya sesuatu pada kalian.
Apa itu?
Kenapa kalian sangat baik padaku?
Awalnya, kalian bahkan memperlakukan aku seperti pencuri dan membenciku karenanya.
Kenapa kalian bersikap sangat berbeda sekarang, hal itulah yang aku tanyakan.
Jika Tae Pyung digigit nyamuk, salah siapa itu?
Itu salah kami.
Jika Tae Pyung tidur dengan tidak nyaman, salah siapa itu?
Itu salah kami.
Jadi itu karena kalian takut pada Orabeoni?
Jadi benar-benar tidak ada seorangpun yang berpihak padaku di sini.
Tidak, untukku, itu bukan karena dia.
Tidak, tidak apa kalau kalian tidak melakukan itu lagi.
Orabeoni.
Jung.
Ini semua berkat Orabeoni.
Apa itu?
Aku mendengar semuanya.
Berkat Orabeoni, aku bisa diperlakukan dengan baik di asrama pria.
"Ketika Tae Pyung jatuh ke air, salah siapa itu?"
Ah, berandal-berandal itu, mereka tidak seharusnya memberitahumu.
Kalau tidak karenamu, aku tidak akan bisa mencapai sejauh ini dan harus pergi sudah lama.
Jung.
Ini semua berkat Orabeoni.
Untuk bisa bermimpi menjadi ahli keramik, bisa masuk Bunwon dan semua hal lainnya.
Terima kasih, Orabeoni.
Sejujurnya Jung,
aku ingin mengatakan sesuatu padamu.
Tidak bisakah kau meninggalkan Bunwon...
Yang Mulia.
Kenyataan bahwa kau adalah Tae Do dan Tae Pyung adalah Jung,
walaupun kepalaku mengerti, hatiku tidak bisa memaafkanmu.
Yang Mulia.
Jadi,
aku akan mengirimkan Tae Pyung jauh dari Bunwon.
Tidak . . .
Sebelum aku melakukannya sendiri, kau harus meyakinkan dia.
Itu lebih baik untukmu,
dan bagi Tae Pyung.
Saya sudah melacak jaringan perdagangan keramik ilegal. Apa anda tahu?
Malam itu, di malam saat Paman Eul Dam tewas,
lelaki yang berkelahi dengan anda dan saya, dia bukan seorang perampok biasa.
Alasan kenapa saya berbohong mengenai kematian Jung adalah karena saya khawatir bahwa lelaki yang sama
akan mencoba menyakiti Jung.
Kenapa kau baru mengatakan hal ini padaku sekarang?
Di hari Jung tewas dan di hari ketika kau bilang dia masih hidup, kau punya kesempatan untuk memberitahuku semuanya.
Kenapa sekarang?!!
Saya masih belum menangkap dia.
Tapi dia punya bekas luka yang saya tinggalkan pada bahunya. Jadi sampai saya menemukannya,
tolong izinkan Jung untuk terus hidup sebagai Tae Pyung.
Kau tidak bisa mempercayaiku?
Setelah bertemu anda, segalanya berubah.
Anda adalah orang yang mengacaukan hidup Jung kalau tidak sebaliknya, kedamaian hidup.
Orang yang melarikan diri tanpa memberiku kesempatan untuk minta maaf adalah Jung.
Saya minta agar anda tidak mengambil kesempatan untuk Jung memohon maaf.
Tulis namamu.
Ya.
[Jung]
[Pyung]
Tuan, bisakah anda meningkatkan panasnya sedikit lagi, aku mohon?
Aku tahu apa yang aku lakukan, jadi mundur saja.
Ya.
Hanya sedikit lebih-
Kau!
Hanya sedikit lebih banyak...
Oh-ho.
Apa kau masih berpikir bahwa apa yang kau katakan itu benar?
Saya masih belum berubah pikiran. Saya tidak berpikir bahwa saya salah.
Saya belum pernah melihat atau mendengar metodemu
sebelumnya.
Hanya karena seseorang belum pernah melihat atau mendengarnya tidak membuatnya salah.
Saat hasilnya keluar, kita akan tahu siapa yang benar dan siapa yang salah.
Kita akan mulai.
Ini adalah mangkuk yang dibuat dari tanah liat putih yang digunakan selama kompetisi.
Ini adalah mangkuk yang dibuat dengan bubuk batu tembikar.
Bagaimana kau tahu?
Saya pernah melihat ayah saya melakukannya.
Ayahmu seorang ahli keramik?
Tidak.
Dia membuat guci-guci.
Tapi sesekali, dia akan membuat barang keramik yang kuat dan berbiaya rendah untuk penginapan terdekat.
Saat itulah saya belajar, dengan melihat dari atas bahunya.
Batu tembikar punya kelekatan yang tinggi, jadi bisa digunakan untuk membuat barang keramik yang tipis dan ringan.
Tapi itu tidak sekuat ini. Bagaimana kau melakukannya?
Untuk memperkuat tanah liat, saya mencampur batu tembikar bersama tanah pasir dengan perbandingan 7:3.
Dan, saya menambah air arang yang disaring untuk menguleninya menjadi sebuah bola.
Jadi kau melakukannya sama persis seperti yang kau pelajari dari ayahmu?
Ya, Kepala Bunwon.
Aku adalah putri Eul Dam, orang yang kau remehkan,
dan aku melampaui putramu yang kau pandang dengan sangat tinggi.
Tuan.
Kau menang.
Kau telah lulus.
Yoo Tae Pyung, lulus.
Terima kasih.
Yoo Tae Pyung? Nama keluargamu Yoo?
Ya, Kepala Bunwon.
Yoo Tae Pyung, Yoo Eul Dam.
~ Preview~
Mengenai putri Eul Dam...
Saya tidak bisa menemukan mayatnya.
Dia mempunyai ini di antara barang kepunyaannya.
Bagaimana bisa kau memiliki porselin Eul Dam dalam barang kepunyaanmu?
Apakah Gang Cheon menyadari bahwa anak ini adalah Jung?
yang mana yang kelihatannya paling cocok untuk menjadi Putra Mahkota?
Ini adalah suap yang saya terima.
Saya takut ini berasal dari Bunwon.
Ada sesuatu yang harus kau lakukan untukku malam ini.
Tarik ulur, itu apa yang dilakukan para kekasih!
Satu-satunya orang yang bisa menarikku keluar dari rasa sakit ini adalah kau.
Hatiku telah sakit juga.
Mengatakan hatimu sakit bukan hal yang bisa kau katakan dengan mudah.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.