Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
INDOXXI Support dengan like & share :)
๏ปฟ1 Sial.
Sial. Kepalaku sakit...
Siapa itu?
Tn. Chae?
Itu aku.
Miyoung, istrimu, telah dibunuh semalam.
Apa?
Aku Letnan Choi dari polisi distrik Unnam.
Boleh aku masuk?
Tentu.
Silakan masuk.
Tunggu sebentar.
Miyoung... Istriku... Dia meninggal?
Ya.
Sekarang mereka sedang menyelidiki lokasi kejadian.
Aku memiliki beberapa pertanyaan untukmu.
Di mana kau semalam?
Semalam...
Aku minum-minum bersama seorang teman.
Minum.
Terkadang aku tidak bisa mengingat...
Tunggu, bukan begitu.
Hei, apa yang kau katakan?
Ini hanya formalitas.
Detektif memintaku untuk menginterogasimu.
Hanya pekerjaan detektif dasar.
Menanyakan tentang alibi pada waktu kejahatan.
Kami dengar kalian berpisah baru-baru ini.
Apa kalian sering bertengkar?
Apa yang kau katakan?
Kami menjaga semua kemungkinan terbuka.
Biasanya korban mengenal pelakunya.
Apa kau mengatakan aku membunuhnya?
Bukan itu yang kumaksud.
Sial.
Kau kira kau bisa mengatakan apa saja yang kau inginkan?
Ini salah paham.
Ini bukan darah... ya, kan?
Teman yang minum bersamaku kemarin adalah Jinsu.
Dia bekerja di sebuah perusahaan besar.
Kau bisa bicara dengannya di telepon.
Tunggu...
Biar kucari ponselku.
Kau bisa memeriksa ceritaku...
Apa-apaan?
Diam di tempat!
Tidak.
Hei, hei...
Diam di tempat!
Jangan bergerak. Tuan...
Ini salah paham!
Jangan bergerak!
Ini kesalahpahaman!
Dasar bajingan.
Tidak... Tidak mungkin!
(Killed My Wife)
(6 bulan yang lalu)
Keluar.
Sayang.
Keluar.
Sayang, jangan lakukan ini.
Ini tidak akan mengubah apa pun.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku akan mengurusnya.
Tidakkah kau percaya padaku?
Aku bisa segera membayar utangnya.
Bagaimana kau bisa menyembunyikannya dariku?
Bagaimana aku bisa memercayaimu?
Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku?
Sial.
Kemarin...
Semalam aku bertemu dengan Jinsu...
Kami memiliki pembukaan, jadi kupikir kau akan mendapatkan pekerjaan itu.
Hei..
Mengapa mereka mau mempekerjakan seseorang yang dipecat?
Itulah yang kubicarakan pada HR.
Aku ingin mereka tahu kau dipecat tanpa sebab.
Mereka memberi tahuku kau memiliki masalah kredit.
Kenapa kau tidak memberi tahuku?
Kau juga menggunakan semua uang pesangonmu, kan?
Jadi itu sebabnya kalian berpisah.
Tidak, buka begitu. Tidak.
Setelah itu...
Aku tidak bisa ingat.
Sial.
Apa yang terjadi pada ponselku?
Halo?
Jinsu, apa kau sibuk?
Aku sudah memberi tahumu kemarin. Kami memiliki audit pagi ini.
Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu.
Tentang apa?
Aku sibuk sekali sekarang. Datanglah ke kantor nanti. Mari kita makan siang.
- Hei, Jinsu. - Tn. Park.
Auditornya sudah tiba. Sampai nanti.
Hei Jinsu.
Halo?
Aku tidak punya uang...
Hah?
Apa...
Aku harus mengingat.
Apa yang terjadi?
Pembunuhan? Apa yang terjadi?
Wanita yang baru pindah ke kamar 106.
Ada apa dengannya?
Itu pembunuhan.
- Pembunuhan? - Ya.
Suaminya tidak bersama dengannya?
Sudah lama tidak melihatnya.
Mereka sudah berpisah.
Kontrol penghuni apartemen ini.
Baik, pak.
Halo.
Apakah kau mendapatkan sidik jari dari papan tombol pintunya?
Ya, pak. Tim forensik hampir selesai.
Mari masuk.
Sayang.
Sayang, kau belum mengubah kode masuknya?
Sudah kubilang untuk tidak kemari sambil mabuk.
Tunggulah sebentar...
Selalu mabuk.
Kau bahkan tidak akan ingat ini besok...
Aku... Aku di sini semalam!
Ah...
Aku dibuat pingsan oleh gelandangan...
'Ibu Mertua'
Ya, bos.
Tidak mungkin. Aku di rumah suaminya, tapi dia tidak ada di sini.
Jadi, aku bertanya ke lingkungan sekitar.
Ya? Apa itu?
Kau melihat dia keluar semalam?
Oke.
Aku harus menutup teleponnya. Ya.
Tidak bisa ingat karena dia mabuk? Ya, benar.
Apa ini?
(Konstruksi Sejung, Park Jinsu) Park Jinsu?
Ah, Miyoung.
3 bulan yang lalu, Miyoung mendaftar untuk 3 polis asuransi.
Siapa yang terdaftar sebagai penerimanya?
Chae Jungho. Suaminya.
Apa orang sering mendaftar untuk 3 polis asuransi jiwa sekaligus?
Ya. Dengan begitu kau mendapat sekitar 500.000 dolar.
Hanya 1 polis yang hanya akan menutup biaya pemakaman.
500.000 dolar bahkan tidak sebanyak itu jaman sekarang.
Apa kau memiliki asuransi?
Tidak.
Apa?
Kurasa polisi berpikir akulah pembunuhnya.
Kau tahu apa yang lebih menyebalkan?
Aku benar-benar tidak bisa mengingat apa pun.
Aku tidak bisa menjawab pertanyaan petugas polisi.
Aku ingat pergi ke tempat anggur beras.
Ya.
Aku pergi ke tempat lain denganmu, kan? Ke mana kita pergi?
Kau bahkan tidak bisa mengingat itu?
Kau terus memiliki kekosongan ini di ingatanmu.
Oke. Bukan itu masalahnya.
Jadi, setelah minum anggur beras, kita membeli rokok...
Kau mau ke mana sekarang?
Mari ke tempat yang menyenangkan. Kau yang traktir.
Tempat menyenangkan?
Bagaimana jika kau gantian mentraktir aku.
Apa maksudmu? Aku selalu mentraktirmu.
Anak-anak itu...
Hei, hei. Lupakan.
Anak-anak itu akan menjadi penjahat...
Anak-anak jaman sekarang menyeramkan. Berpalinglah.
- Apa-apaan? - Maaf.
Aku akan belikan minuman enak. Ayo pergi.
Minuman enak?
Iya.
Ayo pergi, pergi.
Hei, jangan seperti ini.
Apa yang kau ketahui tentang kehidupan rumah tangga?
Kau bahkan belum menikah...
- Permisi. - Apa yang bisa kubantu?
- Tolong sebotol lagi. - Tentu.
Cinta membutuhkan uang, kau tahu?
Kau tidak tahu apa pun. Jadi diam saja.
Lalu...
Lalu apa?
Tidak... mungkin...
Pulanglah.
Katakan padanya kau menyesal.
Sekarang? Jam segini?
Apa dia benar-benar pulang?
Apa terjadi sesuatu di bar?
Sesuatu apa?
Tapi aku pergi duluan.
Aku mengatakan padamu akan ada audit di pagi hari dan kau menyuruhku untuk pergi.
Aku menyuruhmu?
Tapi, kenapa?
Kau tahu bagaimana aku marah saat aku mabuk.
Tidak ada yang terjadi semalam.
Kau banyak minum, tapi kita hanya bermain panahan dan bersenang-senang.
Seorang wanita berusia 30-an telah dibunuh di rumahnya di Unnam. Polisi...
Hei, kau ada di berita.
Segmen telah berakhir.
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Polisi sedang mencarimu.
Aku harus pergi.
Bos sedang mencariku.
Apa kau memiliki uang?
Ambil ini.
Ambil saja.
Jika terjadi sesuatu, hubungi aku.
Oke?
Aku pergi sekarang.
(Aku Polisi Yoo dari Kepolisian Distrik Unnam.)
(Aku ingin bertanya tentang Chae Jungho. Tolong telepon aku.)
Polisi mengirimiku pesan...
Halo, pak!
Temukan sesuatu?
Tidak banyak.
Forensik sedang mengerjakan sidik jari dan jejak kaki.
Kami sedang memeriksa catatan telepon dan bank.
Oke.
Pak, pak!
Distrik mana ini?
Seragamnya terlihat bagus kau pakai.
Kau meledekku?
Aku tidak bergurau.
Kantor polisi jadi sepi setelah kau pergi.
Kau mau ke mana?
Pergi sana.
Pak.
Selamat tinggal, pak.
Letnan, kenapa kau terlambat sekali?
Ketua sangat marah...
Penyebab kematian?
Sepertinya trauma senjata tumpul ke kepala adalah penyebab kematian.
Kami belum menemukan senjata pembunuhannya...
Detektif Park menduga ini adalah pembunuhan tidak terencana.
Siapa yang akan merencanakan pembunuhan istrinya dengan hati-hati?
Kami akan kembali ke kantor.
Kita tidak bekerja bersama, tapi terima kasih telah datang.
Ayo pergi.
Sialan.
- Telepon aku. Mari kita pergi menu.. - Pergi. Sialan.
Kau harus menenangkan diri.
Restoran kimchi. Restoran!
- Selamat tinggal. - Sialan!
Brengsek.
Dunia ini penuh dengan orang berengsek.
Letnan, apa yang suami korban katakan?
Dia tidak ada di rumah.
Aku mengeluarkan surat perintah, jadi dia akan segera ditemukan.
Kau kenal Park itu...
Park Jinsu?
Apa kau sudah menghubunginya?
Dia tidak menjawab. Aku meninggalkan pesan.
Terus telepon...
Aku akan memeriksa tempat kejadian.
Jika ketua menanyakanku, katakan padanya aku sudah di sini sejak tadi.
Oke?
- Baik, pak. - Bubar.
Aduh... Itu sakit...
Apakah ada salep?
Apa ini?
Kau bahkan tidak akan ingat...
Apa langsung pergi...
Aduh...
Ada apa?
Jamur...
Sial.
Tidak akan terlihat jika kita bersihkan di sini.
Bukankah seharusnya pemilik melakukan ini untuk kita?
Mereka mengurangi banyak harga sewa kita.
Bagaimana kalau kita membeli furnitur bergaya Eropa Utara?
Apa kau pernah ke Eropa Utara?
Mari taruh sofa di sini.
Gantung foto pernikahan dan pacaran kita di dinding.
Tentu.
Mari pasang rak di sini untuk memajang foto-foto kita.
Ini adalah tempat sewa. Bukankah itu berlebihan?
Apa itu di sana?
Maaf. Itu hanya...
Mari lakukan saat kita membeli rumah sendiri, oke?
Kita akan menggunakan gajimu untuk biaya hidup dan menabung sisanya.
Bayarkan pinjaman dengan gajiku.
Kita akan segera menjadi pemilik rumah. Jangan khawatir.
Itu takkan lama.
Aku menemukan sesuatu yang sangat keren...
...saat aku sedang membersihkan di sebelah sana.
Kurasa kau akan menyukainya.
Apa itu?
Ini.
Ini adalah peti harta karun kita.
- Peti harta karun? - Tentu.
Bukalah.
Ini adalah sebuah kejutan.
Ta-da.
Tidak ada apa-apa di dalamnya.
Belum ada.
Aku akan memenuhi tempat ini dengan hal-hal yang kau sukai.
Sungguh!
Ini bisa muat sejuta dolar...
Aku tidak mungkin aku melakukannya...
Apa ini jalan yang benar?
Mari pergi ke sebelah sana.
Permisi.
Hei, kau rupanya.
Kau benar-benar datang.
Apa kau mengenalku?
Apa maksudmu?
Tunggu di sini. Aku akan segera kembali.
Aku punya beberapa pertanyaan.
Tunggu saja di sini.
Jadi...
Kau banyak minum, tapi kita hanya bermain panahan dan bersenang-senang.
Benar! Aku dapat!
Hei.
Maafkan aku. Aku membuatmu menunggu lama.
Tidak apa-apa.
Ke mana kita akan pergi?
Apa?
Terlalu cepat.
Berhenti.
Berikutnya.
Hah?
Apa ini?
Siapa ini?
Ini seorang perempuan.
Ya.
Pria itu.
Apa kau melihatnya?
Hei, itu pasti dia.
- Kembali. - Oke.
Ya, itu dia.
Kami rasa kami mendapatkan dia, jadi kami mengikutinya.
Tidak ada apa-apa.
Apa?
Lihat ini.
Kami mengikutinya hingga pukul 10 pagi, tapi tidak ada apa-apa.
Dia hanya kembali ke rumah.
Biar kulihat.
Apa kau yakin?
Aku yakin.
Halo.
Halo, ada yang bisa kubantu?
Apartemen ini. Apa ada pintu keluar lain selain yang di depan?
Ya. Ada jalan di belakang.
Jalan belakang?
Namun, hanya penghuni yang menggunakan jalan itu.
CCTV yang di sana palsu.
Itu hanya model.
Aku minum-minum dengan seorang teman.
Terkadang aku tidak bisa ingat...
Selamat datang.
- Apa kau bekerja di sini? - Ya.
Pekerja keras.
Ya.
Semalam.
Apa kau melihat seseorang yang mencurigakan membeli minuman alkohol?
- Semalam? - Ya.
Aku tidak bekerja semalam...
Bagaimana aku bisa memeriksa CCTV di sebelah sana?
- CCTV? - Ya.
Aku harus bertanya pada manajer toko.
Kalau begitu, telepon dan tanya dia!
Apa?
Letnan, kami bertemu dengan Park Jinsu.
Ya?
Apa yang dia katakan?
Dia bilang dia bertemu dengan Chae Jungho kemarin.
Lalu?
Mereka pergi ke bar lalu dia pulang.
- Bar? - Ya.
Dan juga...
Jungho meminjam uang pada rentenir...
Itu sebabnya mereka berpisah...
Aku satu-satunya teman dekatnya.
Jadi, aku membelikannya minuman dan menyuruhnya untuk memperbaiki diri.
Kukira itu akan cukup, tapi dia menyerah.
Uang 50 dolar membuat pekerjaan kita jauh lebih mudah.
Apa yang kau lakukan? Tanda tangan di sebelah sini.
Oh ya...
Cap jempol di sini.
Terima kasih.
Apakah kau memiliki uang jaminan lainnya?
Bukankah ini cukup untuk saat ini?
Aku akan segera mengembalikannya padamu.
Tentu saja.
Aku menyuruhnya pulang dan menemui istrinya.
Aku benci mengatakan ini...
Tapi mungkin saja dia membunuh istrinya dan tidak mengingat apa pun.
Jinsu bilang begitu?
Ya.
Di mana bar yang mereka datangi?
Ya? Pergilah. Aku akan segera ke sana.
Letnan.
Apa lagi?
Tentang CCTV...
Bagaimana kau tahu Jinsu terlibat dengan Jungho?
Kapan Anda bergabung dengan angkatan?
Sudah 1 tahun 6 bulan dan 20 hari!
Aku sudah bekerja 20 tahun.
Kau bahkan memberiku tip.
Tip?
Berapa banyak...
Hanya...
Apa aku memenangkan sejumlah uang?
Ya. Kau menang banyak uang.
Aku sial hari ini.
Cepatlah.
Sekali lagi. 100 dolar!
Aku tidak cukup memberimu pelajaran?
Ayo.
Terserah.
Haha...
Jinsu, kau tidak bisa menang melawanku malam ini.
Kau tahu kenapa?
Hari ini adalah hari keberuntunganku.
Sepertinya dia kalah dengan sengaja.
Kau tidak memperhatikannya dan kau sangat senang...
Jinsu, si brengsek itu...
Apa?
Tidak apa-apa. Apa aku pergi setelah itu?
Aku takkan menunggu di sini jam segini jika kau pergi.
Kau tahu apa yang panas akhir-akhir ini?
Tiket lotre dan Porter.
- Porter? - Ya.
Maksudmu truk pengiriman?
Ekonomi buruk, jadi mereka membeli Lotre untuk kesempatan jackpot.
Yang lainnya membeli Porter untuk mencari nafkah.
Apa yang mereka lakukan dengan Porter?
Mereka dapat mengirimkan paket dan pekerjaan pemindahan rumah.
Ekonomi sangat buruk akhir-akhir ini.
Kau takkan mengetahuinya, kan?
Apa?
Berapa penghasilanmu di sini?
Bukankah pekerjaan ini berat?
Melamarlah untuk petugas akuntansi di perusahaan kami.
Kau cantik, jadi kau takkan dipecat.
Apa hubungannya cantik dengan pekerjaan?
Itu adalah segalanya!
Bajingan kotor.
Wajahnya cantik... Tubuhnya...
Apa yang kau lakukan?
Kenapa?
Aku harus memeriksamu untuk melihat jika kau cocok untuk pekerjaannya.
Kenapa kau bersikap berlebihan?
Apa kau baik-baik saja?
Aku tidak baik-baik saja.
Apa kami melakukan sesuatu padamu?
Apa yang kami lakukan?
Bawakan aku sebotol lagi. Kau memecahkannya, kau yang membayarnya.
Itu adalah botol yang mahal. Apa yang akan kau lakukan.
Itu seperti seluruh gajimu, ya?
Kami akan membawakan botol yang baru.
Aku tidak bicara padamu.
Maafkan aku.
Sikap macam apa itu?
Semua orang melihatku. Aku sangat malu.
Hai!
Aku hanya ingin menikmati minuman.
Apa-apaan?
Kenapa kau melihatku seperti itu?
Wanita jalang.
Berlutut.
- Berlutut. - Tuan.
Jangan berisik.
Apa katamu?
Lalu ada pertengkaran besar?
Tidak ada.
Apa kau gila?
Keparat.
Keparat.
Sial.
Kau pikir kau siapa?
Mempekerjakan dan memecat orang!
Dasar keparat.
Ada banyak orang di bar, tapi tidak ada yang membantu...
Mereka hanya menonton, jadi aku sangat takut...
Aku yang traktir, jadi nikmatilah.
Oke.
Bukankah kau seharusnya pergi?
Tadi aku mendengar temanmu.
Katakan padanya kau menyesal! Mencintaimu! Percaya padaku!
Seperti itu.
Ah, benar...
Apa kesalahanmu?
Berapa usiamu?
Aku 20 tahun...
Sudah berkali-kali kubilang aku yang traktir.
Kau tetap memaksa bahwa kau akan membayar...
Tapi itu adalah cek yang diberikan oleh temanmu...
Jadi, aku mengatakan padamu untuk kembali besok siang dan mentraktirku makan siang...
Begitu...
Kukira kau ingat dan datang...
Maafkan aku.
Permisi.
Hai. Aku dari polisi distrik Unnam.
Ya. Apa ada yang bisa kubantu?
Kami sedang menyelidiki kejahatan dan membutuhkan bantuanmu.
Apa kau pernah melihat orang ini?
Apa?
Dia di sini kemarin.
Kemarin? Kapan dia pergi?
Jam 11 atau 12?
Apa dia sering datang?
Iya. Para pengunjung tetap datang setiap saat.
Kami tidak dapat melakukan bisnis tanpa mereka.
Bisakah kau memberi tahu kami jika dia datang lagi?
Akan kulakukan.
- Selamat tinggal. - Selamat tinggal.
Kenapa kau tidak melihat-lihat lagi?
Letnan! Apa kau baik-baik saja?
Pergi. Tangkap dia.
Chae Jungho!
Chae Jungho!
Jangan bergerak.
Chae Jungho!
Chae Jungho!
Chae Jungho!
Chae Jungho!
Pergi. Cepat.
- Bukankah itu petugas polisi? - Apa?
Saya seorang polisi... Misi yang menyamar.
Tapi itu adalah cek yang diberikan oleh temanmu...
Jadi, aku tidak bisa menerimanya begitu saja...
Aku tidak memiliki cek.
Dari mana uang ini...
(3 bulan lalu) Wow~
Kenapa kau melihat dompetku?
Sepertinya kau mendapat pinjaman dari Nn. Kim kemarin.
Apa maksudmu pinjaman?
Aku membutuhkan uang untuk memenangkan uang.
(Kami buka untuk hari ini. Semoga berhasil. Grand Game Land)
Tempatnya buka.
Sekarang sudah malam.
Waktu penyerbuan polisi, jadi mereka harus hati-hati.
Ayo pergi.
Sial...
Kalau saja aku mendapat jackpot.
Tangkap dia. Cepat!
Ingatan...
Tunggu!
Ambil ini.
Kau selalu mencari ini saat kau sedang minum.
Bagaimana kau tahu?
Cepatlah sadar.
Sayang, aku akan sadar sekarang!
Aku akan membuat segalanya baik-baik saja.
Sayang...
Aku akan mendapat uang dan mengembalikan pinjamannya.
Aku... Aku...
Ya?
Aku akan bertanggung jawab penuh dan membuat semuanya beres.
Aku akan mengurusnya.
Percaya saja padaku dan berikan aku satu kesempatan terakhir.
Baik, baik...
Mari bicara besok saat kau sadar.
Baik, bu!
Tidak ada yang terjadi sampai saat itu.
Haruskah aku bicara saja dengan polisi?
Apa isi pesannya?
Bisakah kau turunkan aku di sebelah sana?
Ini ada salep.
Bagaimana kau bisa kehilangan dia?
Maaf, pak. Aku meminta pelacakan oleh pelat taksi.
- Bartender? - Ya.
Kenapa Jungho ada di sini?
Kami akan pergi makan siang bersama.
Tapi dia melupakannya.
Dia lupa?
Ya! Dia bahkan lupa bahwa dia membantuku semalam.
Kenapa kau tidak mengatakan padaku dia ada di sini?
Dia membantuku semalam...
Kukira dia adalah pria yang baik.
Dia adalah seorang pembunuh.
Dia membunuh istrinya!
- Dia membunuh seseorang? - Letnan, dia hanya tersangka...
Benarkah?
Kenapa dia kabur jika dia tidak melakukannya?
Aku tidak punya waktu untuk ini.
Mereka akan mengambil rumah kita.
Apa yang akan kau lakukan tentang itu?
Apa kau sudah bicara dengan agen perumahan?
Ada orang gila yang membunuh istrinya semalam.
Aku sangat sibuk sejak pagi.
Aku akan pergi ke rumahnya lalu ke perumahan...
Bagaimana kau bisa bekerja padahal kita akan kehilangan rumah kita?
Sudah kubilang seharusnya kita tidak mengambil pinjaman.
Lalu, apa yang akan kita lakukan saat aku pensiun?
Kau menyuruhku untuk mempersiapkan diri...
Kau tidak dalam posisi untuk berbicara.
Bagaimana aku bisa tahu bahwa rumahnya tidak laku?
Tiket kepemilikan kaveling hanya bernilai 100.000 dolar.
Kukira itu akan terjual dengan mudah.
Tidak bisakah kau meminjam uang dari suatu tempat?
Aku akan mengurus uangnya. Jangan khawatir!
Bagaimana mungkin aku tidak khawatir?
Jangan khawatir! Aku bisa mengatasinya!
Aku harus pergi sekarang, jadi mari bicara nanti malam.
Apa kau pulang malam ini?
Dari mana dia mendapatkan uang ini?
Ini pasti uang kotor...
Selamat datang.
Bisakah aku mengisi daya ponselku?
Kami tidak melakukan itu...
Kau bisa mencoloknya ke pengisi dayaku.
- Terima kasih banyak. - Ya.
Aku sudah lama tidak ke sini.
Bagaimana aku bisa memberitahunya aku dipecat?
Saat aku mendapat pekerjaan baru,...
...aku hanya akan mengatakan padanya aku berganti pekerjaan.
Oke...
Perusahaan konstruksi akan mengalami restrukturisasi.
Itu tidak akan mudah...
Hei. Berhenti bersikap pesimis.
Brengsek, Keparat.
Datanglah ke toko kami.
Kami membagikan hadiah untuk merayakan pembukaan kami.
Apa ini?
Sayang, aku berangkat kerja.
Tunggu, tunggu!
Kau melupakan tasmu.
Benar... tasku! Aku hampir lupa.
Kenapa?
Apa semua baik-baik saja?
Tentu. Semua baik-baik saja.
Kau tidak terlihat terlalu baik.
Aku terlambat. Aku akan pergi sekarang,
- Ya. - Aku terlambat.
Semoga harimu menyenangkan!
(2018 Konstruksi Haein Pengumuman Pekerjaan Umum)
Aku sudah mengirimkan uangnya.
Terima kasih, Jinsu.
Aku akan mengembalikannya saat aku mendapat...
Tidak apa-apa. Santai saja.
(Upah Bulanan Konstruksi Sejung)
Kenapa kau berangkat kerja pagi sekali? Apa kau sesibuk itu?
Kami memang sangat sibuk.
Kembalilah tidur.
Sayang. Sayang...
- Choi Pilyeon. - Ya.
- Kim Naksu. - Ya.
Masuk.
Chae Jungho.
Ya.
- Park Jiyong. - Ya.
Masuk.
Datanglah ke toko kami.
Kami sedang merayakan. Lihatlah.
Silakan datang ke toko kami.
Kami membagikan hadiah.
Silakan dilihat.
Ayolah.
Ayo.
Sialan.
Tn. Choi memenangkan 2.000 dolar kemarin.
- 2.000 dolar? Sungguh? - Ya.
Kenapa aku tidak bisa mendapat jackpot?
Halo, Nn. Kim.
Nn. Kim, kami sudah mendapat satu.
Kita mau ke mana?
Ikut saja denganku.
Kenapa kita selalu pergi ke tempat seperti ini?
Apa ini?
Para murid ini menemukannya di lokasi kejadian.
Apakah ini benar-benar pertama kali kalian berada di sana?
Ya, pak.
Kakakku mengatakan itu tempat yang bagus untuk didatangi bersama pacar.
Pacar?
Dia adalah pacarku...
Apa putusannya?
Kami sedang memeriksa sidiknya.
Kita perlu menunggu beberapa saat untuk hasilnya.
Tangkap saja suaminya dan bandingkan sidiknya!
Bisakah aku mengambil ponselku?
Ya.
Ini dia.
- Terima kasih. - Ya.
- Semoga harimu menyenangkan. - Terima kasih.
Tidak ada di riwayat panggilan... Pesan teks...
(Kami buka. Maaf atas keterlambatannya. Semoga berhasil. Grand Game Land.)
Aku akan bertanggung jawab penuh dan membuat semuanya beres.
Percaya saja padaku dan berikan aku satu kesempatan terakhir.
Oke.
Mari bermain sekali saja.
Berikan padaku.
Jinsu. Jinsu!
Sial...
Sial...
Sial...
Kalau saja aku tidak pergi ke game land.
(Nn. Kim)
Nn. Kim...
Dia tidak menjawab teleponnya.
Keparat...
Kim Sojin...
Jangan bunuh aku. Kumohon. Lakukan.
Aku akan membayarmu kembali.
Kita bisa mendapatkan 50.000 dolar dalam uang asuransi, bukan?
Urus sisanya, Tn. Hwang.
Baik, bu.
Berikutnya. Silakan ke sini, Chae Jungho.
Tunggu! Dasar bajingan.
Yang itu.
Nn. Kim!
Jari yang lain.
Sialan. Sial...
Itu akan menjadi cacat kelas-4, kan?
Nn. Kim. Nn. Kim!
Sedikit waktu lagi. Aku akan segera membayarmu kembali.
Apa yang kau katakan ketika kau meminjam uang?
Kau mengatakan bahwa itu sudah cukup dan kau akan segera membayarku kembali.
Jadi, jika kau memberiku waktu lagi.
Berapa lama aku harus menunggu?
Lakukan.
Hei, tunggu!
Lepaskan aku. Bajingan.
Mungkin kami bisa menjual istrimu?
Nn. Kim, jangan istriku...
Rahasiakan ini dari istriku.
Rahasiakan saja, aku akan membayarmu.
Istrimu akan sangat tersentuh.
Jangan lakukan.
Maafkan aku!
Aku akan memberimu tepat satu minggu, Chae Jungho.
Oke. Terima kasih.
Kim Sojinโฆ
Hei Jinsu.
Kau di mana? Polisi sedang mencarimu.
Bisakah kau menghubungi polisi?
Tanyakan kepada mereka apakah rentenir bernama Kim Sojin mengunjungi istriku kemarin.
Bisakah kau mencari tahu untukku?
Kenapa? Apa rentenir itu pembunuhnya?
Kenapa kau tidak pergi ke kantor polisi saja dan mengatakan yang sebenarnya?
Aku akan ditahan jika aku ke sana.
Aku akan pergi ketika aku memiliki alibi yang jelas.
Hei!
Kau mau ke mana?
Kami mendapat catatan telepon Miyoung.
Panggilan terakhir sebelum kematiannya adalah dengan karaoke bar.
- Aku akan ke sana. - Begitu?
Apa kau harus membawa mobil ini?
Apa?
Aku akan pergi.
Kau cari tahu lagi tentang Jungho.
Apa? Letnan... Pak...
Apa dia bahkan tahu alamatnya?
Seseorang telah terbunuh!
Aku tidak peduli jika kau muncikari seorang gadis!
Cari di tempat lain sekali ini saja.
Sial.
Sial.
Cepat bicara.
Apa kau ingin menutup toko ini?
Itu sekitar sebulan yang lalu.
Nn. Kim membawa seorang perempuan.
Dia menyuruhku untuk menjualnya.
Selamat malam!
Mari bicara besok! Besok...
Halo?
Miyoung, bisakah kau melakukan pekerjaan sekarang?
Ya.
Urus saja klien ini.
Oke.
Menyebalkan bahwa atasanmu mengajakmu minum di akhir pekan.
Menyebalkan bahwa kau pergi saat dia memintamu...
Aku harus meminum ini... Sebelum aku meminum alkohol.
Kenapa kau pergi sejauh itu untuk minum alkohol bersamanya?
Terkadang kau harus minum, walau kau tidak ingin.
Hari ini adalah satu dari masa-masa itu.
Terserah.
Maafkan aku. Kau tahu keluarganya di luar negeri.
Dia terus mengatakan bahwa dia kesepian.
Bagaimana aku bisa menolaknya?
Hati-hati. Aku sedang memegang pisau.
Aku pergi sekarang.
Cepat pulang, Aku akan terjaga dan menunggu.
Suaminya kecanduan judi.
Dia perlu mendapatkan uang untuk melunasi pinjaman suaminya.
Nn. Kim...
- Kembali. - Apa?
- Mundur sedikit! - A-Apa?
- Kenapa? - Mereka..
Mereka berada di bawah usia legal.
Tidak mungkin... Itu aneh...
Tunggu sebentar.
Oke.
Ya, letnan?
Apa kau pernah mendengar tentang Nn. Kim?
Nn. Kim?
Maksudmu rentenir Kim Sojin?
Ya, rentenir.
Dia dulu bekerja di koperasi kredit sebelum memulai bisnis pinjaman pribadi.
Dia terkenal karena memotong lengan debitur untuk uang asuransi.
Bagaimana kau tahu semua ini?
Aku sudah berada di angkatan selama 1 tahun 6 bulan dan 20 hari.
Diam! Katakan yang sebenarnya!
Sebenarnya, Park Jinsu meneleponku kemarin.
Dia mengatakan bahwa mungkin Nn. Kim mengunjungi Miyoung kemarin.
Dia berkata begitu?
Ya. Juga, kami baru mendapat rekaman CCTV toko serba-ada.
Kau masih di toko itu?
Ya... Manajer toko terus menolak untuk menunjukkan rekamannya.
Jadi, aku membuang banyak waktu.
Dia menjual beberapa minuman dan rokok pada anak-anak di bawah umur.
Mengerti. Oke.
Salin rekaman itu dan kirimkan ke bagian urusan kejahatan.
Sudah dulu!
Jika Kim Sojin mengancam Miyoung...
Chae Junghi datang ke apartemen tengah malam.
40 menit kemudian pada pukul 12:40, dia terlihat pergi di CCTV toko serba-ada.
20 menit setelah itu pukul 1 pagi Miyoung pergi.
Dia pulang pukul 2:37.
Maka suaminya bukan pembunuhnya.
Tapi dia kembali kemudian.
Pukul 4 pagi.
Sudah kubilang. Biasanya suaminya adalah pembunuhnya.
Perkiraan waktu kematian adalah antara pukul 3 dan 4.
30 menit sudah cukup.
Bukankah si rentenir, Nn. Kim, juga ada di sana?
Nn. Kim...
Kami mengira dia adalah penghuni di sini.
Dia datang pukul 3:30 dan pergi 20 menit kemudian.
Jadi, kita memiliki dua tersangka?
Sepertinya masih ada lagi daripada yang kita kira.
Terima kasih.
Hari ini dingin.
Ini dia.
Terima kasih.
Apa yang terjadi dengan wajah cantikmu?
Ada pria gila...
Ada banyak pria gila. Kau harus berhati-hati.
Menyeramkan di malam hari.
Tempo hari, ada pria yang mencoba meraba...
Apa? Kenapa kau bersembunyi?
Itu pria gilanya di sebelah sana.
- Sulit dipercaya dia kembali. - Astaga.. Bagaimana ini?
Halo? Nn. Kim?
Aku melihat pria Jungho itu di sini.
Dia sedang pergi menuju toko.
Dia pasti gila. Beraninya dia datang ke sini.
Kami akan segera ke sana.
Terus awasi dia.
Baunya enak.
Pria itu datang pada kita.
Siapkan senjata kalian.
Kita takkan gagal lagi.
Ini...
Jika kalian gagal lagi, tamat riwayat kalian.
Aku akan mempekerjakan petarung sungguhan untuk menggantikan kalian.
Mengerti?
Baik, bu.
Kami akan segera kembali. Hubungi Tn. Hwang.
Ada pekerjaan untuk dikerjakan malam ini.
Tn. Hwang?
Kita akan mengambil bola mata. Katakan padanya untuk bersiap.
Bola mata. Oke.
Nn. Kim!
Dia di dalam sana.
Bagaimana...
Aku...
Jangan mendekat.
Aku tidak yakin kenapa kau kembali, tapi terima kasih.
Nn. Kim.
Seharusnya kau datang lebih awal.
Sekarang sudah terlalu rumit.
Aku mendapatkanmu.
Kami adalah bisnis berlisensi yang sah.
Kami membayar pajak tepat waktu.
(Tidak ada uang tunai ditukar untuk koin!)
Kami tidak memberikan uang tunai. Itu namanya bunuh diri.
Kami hanya menjalankan bisnis normal, tapi kalian terus menyelidiki.
Ini tidak benar.
- Apa kau mengenal Nn. Kim? - Siapa?
Aku tidak mengenalnya.
Aku tidak tahu. Kami adalah bisnis yang sangat sah.
Nota pengambilan organ, surat ujian fisik, sudah siap?
Ya, bu.
Siapkan semuanya untuk Tn. Hwang.
Kita tidak ingin buka terlambat seperti terakhir kali.
Ya, bu.
Kenapa aku melakukan itu...
Tidak mungkin.
Hari ini adalah hari keberuntungan superku.
Pelayan!
Pelayan!
Pelayan! Tukarkan uang untukku.
Tuan?
Kau harus pulang sekarang, Bangunlah.
Bosku memberikanmu uang untuk pulang naik taksi.
Bisakah kau menukarkan ini?
Apa kau tahu berapa banyak kau sudah kalah?
Kau menggunakan seluruh cek yang kau miliki.
Aku akan mengambilkanmu kopi. Sadarlah dulu.
Aku tidak mabuk.
Dan... istriku memberiku ini.
Aku akan menyimpannya untuk nanti.
Terserah.
Pelayan...
Halo.
Apa Tn. Choi di sini?
Belum ada.
Sial. Dia harus tepat waktu.
Aku benci orang yang tidak tepat waktu.
Orang-orang semacam itu juga terlambat membayar bunga.
Sampah masyarakat...
Nn. Kim.
Kau harus menutup pintunya saat berganti pakaian.
Maaf. Bukan apa-apa yang belum pernah kau lihat sebelumnya.
Tolong tutup pintunya.
- Tangkap pria itu. - Apa? Apa?
Tas uang. Tas uang!
Hei!
Kau!
Diam di tempat!
Hei.. Hei.. Ini semua karenamu!
Beraninya kau...
Berhenti.
Dia tidak melakukannya dengan sengaja.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa. Mereka akan segera membawa dia kembali.
Apa ini jalan yang benar?
- Ya! Sudah pasti! - Di mana dia?
Di mana...
Kemari.
Jadi, kau tikus kecil. Kau bersembunyi di sini.
Apa kau tahu uang siapa ini?
Kembalikan saja uangnya pada kami.
Apa yang kau bicarakan?
Apa yang dia katakan?
Orang gila.
Aku akan menusukkan pisau padamu.
Sial.
Jangan mendekat.
Jangan mendekat. Sial.
Sial. Dia melukaiku!
Apakah Miyoung pulang kerja dengan baik tadi malam?
Tidak ada masalah saat dia pulang.
Apa maksudmu tidak ada masalah?
Ada pertengkaran dan Miyoung sangat kesal...
Itu bukan apa-apa...
Kau memiliki kulit yang bagus.
- Ayo bernyanyi, sayang. - Nyonya.
Aku penasaran.
Berapa usiamu?
Apa suamimu tahu kau ada di sini?
Bagaimana dengan anakmu?
Apa dia tahu ibunya ada di sini?
Aku tidak memiliki anak.
Menurutmu berapa usiaku?
Aku 17 tahun.
Hei, kita sedang bersenang-senang, jadi diamlah.
Tutup mulutmu.
Jika kau menikah usia muda, kau sudah memiliki anak seusiaku.
Kita semua bersenang-senang di sini.
Kau adalah sampah. Sampah masyarakat.
Hei, bagaimana kau bisa membiarkan pelajar masuk?
Pelajar? Ruangan yang mana?
Ruangan 5. Mereka sudah banyak minum.
Bukankah mereka mahasiswa? Apa kau yakin?
Mereka mengatakannya sendiri.
Bagaimana kau bisa menjual minuman keras pada anak-anak?
Miyoung, aku sangat menyesal.
Kami tidak tahu mereka adalah pelajar.
Mereka bilang mereka mahasiswa.
Keparat.
Anak muda jaman sekarang.
Apa yang kalian lakukan di sini?
Matikan musiknya.
Kalian keparat. Kemari. Keparat.
Sial.
Apa kau mengatakan sial?
Siapa sih ini?
Berapa usia kalian?
Sial.
Perempuan tadi pasti mengadukan kita.
Mengadukan? Kalian harus menghormati orang yang lebih tua.
Haruskah kita memanggil polisi?
Polisi?
Apa kau tahu apa yang terjadi jika kau menjual minuman keras pada anak di bawah umur?
Apa yang kau katakan?
Kau akan menjadi tunawisma jika kami mengadu.
- Aku akan menghancurkanmu... - Dasar idiot...
Hei, hentikan.
Pergi.
- Pergilah. Sekarang. - Ayo pergi.
Jangan lempar itu.
Lantainya sangat kotor.
Jangan meludah, Sial.
Anak-anak sialan.
Sial.
Aku sudah menyingkirkan mereka semua.
Tenanglah.
Miyoung, walaupun aku dalam bisnis ini.
Aku tidak serendah itu untuk menjual minuman keras kepada anak di bawah umur.
Minumlah ini dan tenangkan diri.
Aku menyukai aromamu.
Oke. Aku akan berada di luar...
Tenanglah dan pulang.
Aku benar-benar tidak tahu.
Anakku berusia 12 tahun.
Lalu?
Miyoung segera pulang setelahnya.
Sial. Tidak ada yang konkret.
Selamat tinggal.
Ini pertama kalinya kami membiarkan anak di bawah umur masuk lewat pukul 10 malam.
Ini benar-benar pertama kalinya sejak kami membuka pintu.
Kau harus percaya padaku.
Apa yang baru saja kau katakan?
Ini pertama kalinya.
Kami membiarkan anak di bawah umur masuk lewat pukul 10 malam.
Dia menjual minuman keras dan rokok pada anak di bawah umur.
Kakakku mengatakan itu tempat yang bagus untuk didatangi bersama pacar.
Astaga...
Ya. Kurasa ini tempatnya.
Mari awasi tempat ini.
Tunggu seseorang yang masuk atau keluar.
Ya, pak.
Ya, pak.
Semua orang menggunakan ponsel pintar untuk menyimpan buku dan melakukan semua hal mewah.
Kau bahkan tidak bisa melakukan itu?
Maafkan aku. Tadinya aku akan menyimpan buku...
Di mana Tn. Hwang?
Kita harus membereskan ini agar kita bisa membuka toko tepat waktu.
Aku sudah membicarakannya dengan Tn. Hwang.
Ya. Ibu. Bagaimana kabarmu?
Seharusnya aku meneleponmu.
Tentu saja aku akan berkunjung di hari Thanksgiving.
Astaga.
- Tn. Hwang. Tn. Hwang... - Ayo tangkap dia.
Jangan berisik.
Itu dia, kan?
Bukankah dia mirip seseorang yang kita kenal?
Ya. Itu mereka. Benar.
Ya, Itu sudah pasti anak-anak ini.
Mereka datang ke bar karaoke dan mengacau.
Hubungi bagian kejahatan.
Kirim seseorang untuk menjemput mereka.
Baik, pak.
- Terima kasih atas kerja samanya. - Ya.
Selamat malam.
Di sini distrik Unnam.
Detektif Park? Letnan?
Letnan, detektif Park mencarimu.
Ya, bisnisnya berjalan lancar. Tidak usah khawatir.
Ya, bu. Ada yang datang.
Selamat tinggal.
Dia harus tetap diam dan bertobat.
Apa yang dia lakukan?
Apa?
Hei!
Menyingkir!
Dasar tikus sialan.
Keparat.
Aku akan membunuhmu.
Sial...
Aku akan membunuhnya sendiri.
Tadinya aku akan membiarkanmu tetap hidup.
Apa?
Tn. Hwang datang.
Ayo kita keluarkan organnya dulu.
Ambil ini.
Polisi. Jangan bergerak!
Jangan bergerak.
Jangan bergerak.
Kenapa aku harus pura-pura seperti penjahat?
Apa kau membunuh seseorang?
Gawat. Sial.
Jangan bergerak.
Jangan mendekat.
Jatuhkan pisaunya.
Jangan mendekat.
Jatuhkan pisaunya.
Hei, hei!
Sial.
Tangkap dia.
Hei!
Kim Sojin, berhenti di sana!
Tangga. Tangga!
Hei!
Nama!
Chang Sungwoo!
Apa?
- Namaku adalah Chang Sungwoo. - Tidak bisakah kau bicara lebih keras?
Aku sudah bicara dengan keras.
Berhenti menangis.
Detektif. Ini pasti salah. Anakku bukan orang jahat.
Ini pasti kesalahan.
Jawab aku.
Itu bukan kau, kan?
Katakan padanya kau tidak melakukannya.
Tidak tahu? Kau terus mengatakan kau tidak tahu...
Terima kasih.
Bagaimana kabarmu?
Aku baik-baik saja.
Maafkan aku tentang pagi ini.
Tidak apa-apa. Aku juga sedikit kelewatan.
- Omong-omong... - Omong-omong...
Kau duluan saja.
Tidak, kau duluan.
Aku menemukan sebuah tas di rumah istrimu pagi ini.
Aku terlalu mabuk semalam...
Itu adalah kesalahan dalam penilaian...
Aku baru saja ingin memberitahumu tentang itu.
Jika kita menambahkan pencurian pada tuduhan, itu akan menjadi terlalu rumit.
Karena aku menemukan tas itu dan kita tahu di mana tempatnya...
Mari kita rahasiakan...
Aku akan melakukan apa yang kau katakan.
Terima kasih atas pertimbanganmu.
Tidak masalah.
Anggap saja itu perbuatan baik.
Apa maksudmu?
Tn. Chae Jungho.
Silakan masuk.
Miyoung langsung pulang setelah itu.
Tapi...
Sial.
Tadinya aku akan bersenang-senang malam ini. Menyebalkan.
Sial.
Sialan.
Rekanku hebat. Tadinya aku akan menidurinya.
Pelacur di sampingku yang mengadukan kita. Pelacur sialan.
Sial.
Bagaimana kau bisa jatuh dari situ?
Aku tahu kau akan melukai dirimu sendiri. Idiot.
Gila.
Sial.
Hei, di sana.
Bukankah itu si pelacur tadi?
Ya, itu si pelacur.
Kita kacau karena pelacur itu.
Pelacur gila itu.
Pelacur sialan...
Kau mau ke mana?
Kita berkumpul untuk menikmati malam ini.
Ya, kan?
Kenapa kau berteriak?
Mari lanjutkan kesenangan saat kita pergi tadi.
Mari?
Pelacur itu.
Mengapa...
Mengapa dia...
Diam-diam Nn. Kim bertemu dengan istrimu.
Siapa kau?
Apa kau istri Chae Jungho?
Ya. Ada apa ini?
Dia hanya berkunjung beberapa kali dan bahkan tidak mengancam istrimu.
Tapi istrimu memaksa untuk membayar utangnya.
Dia meminta Nn. Kim untuk merahasiakannya darimu.
Nn. Kim merahasiakannya darimu.
Agar dia bisa mendapat uangnya dari kalian berdua.
Kau harus menjual tubuhmu...
Itulah caranya untuk mengembalikan uangnya dengan cepat.
CCTV, sidik jari dari barang bukti...
Pengakuan tersangka.
Semuanya cocok.
Aku tidak tahu harus berkata apa.
Bagaimana aku bisa memberitahunya aku dipecat?
Saat aku mendapat pekerjaan baru, aku hanya akan mengatakan padanya aku berganti pekerjaan.
Silakan dilihat.
Ayolah. Ayolah...
Apa yang aku lakukan untuk melindungi harga diriku...
Semua kebohongan yang kukatakan...
Aku...
Anak-anak itu akan menjadi penjahat...
Kenapa?
Pria tua. Pergilah.
Kembalilah besok siang...
Perempuan-perempuan cantik bekerja malam ini?
Berikan kami perempuan terbaik.
Mari kita lihat.
- Ruangan nomor 5! - Ruangan nomor 5!
(Kami buka untuk hari ini. Semoga berhasil. Grand Game Land)
Mari bermain satu permainan saja.
Satu permainan saja.
Sayang, apa kau tidur?
Hei... Lihat ini.
Kupikir...
Kita bisa mulai dari awal...
Selamat malam.
Aku akan pergi sekarang.
Aku...
(14 bulan kemudian)
Hei, Miran! Sini, sini. Hyosook!
- Hei, bagaimana kau datang? - Astaga!
Apa yang terjadi? Kukira kau tidak akan datang.
Ayah mertuaku sedang dirawat.
Jadi, kami tidak bisa mengunjungi mertua saat liburan akhir pekan.
Aku mengatakan pada suamiku bahwa aku ingin keluar dengan teman-temanku.
Dia bilang dia akan membawa anak-anak dan menyuruhku bersenang-senang!
Wow. Itu bagus sekali.
Suamimu sangat pengertian.
- Kau tahu itu! - Bagus!
Mari mulai mengabsen.
- Bravo? - Ya.
- Napoleon? - Ya.
- Dante. - Ya.
- Rubah Kecil? - Ya.
Rubah Kecil.
Dikatakan kau tidak menyetor biayamu.
Ya. Aku membawa uangnya.
Oke.
Don Quixote?
Apa Don Quixote ada?
Ah, ya. Aku di sini.
Oke.
Sebelum kita berangkat.
Terima kasih telah bergabung dengan tur Gold Star selama liburan akhir pekan.
Aku ingin ingatkan sekali lagi.
Ayo pergi. Kami semua orang sibuk.
Baik, pak.
Apa kalian semua bermimpi indah?
Yah...
Apa kau siap?
Ambil 10.000 dolarmu...
Naikkan 10.000 dolar lagi!
Setuju!
10.000 dolar lagi!
Hari ini...
Hari ini adalah hari keberuntungan superku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.