All language subtitles for Baadshah.1999.HDRip.Ganol.si

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

BAADSHAH Raja.

Sebagai gubernur Goa, saya bangga menyebut Ketua Menteri kita,..

..yakni Ny. Gayatri Bachchan sebagai ibu bagi rakyat negara bagian ini.

Umumnya begitu menjabat, politisi merenovasi rumahnya megah dan mewah.

Namun, beliau ini menghibah rumah istananya untuk rakyat.

Silakan. - Terima kasih.

Saya mewarisi istana ini dari ayahku, Maharaja Virendra Singh.

Dan saya percaya,..

..yang berhak menyandang gelar pangeran dan Maharaja adalah rakyat.

Pak, anda bukan hanya suami Gayatri Bachchan, tapi juga ketua partai.

Ada yang ingin disampaikan?

Hanya ingin berkata, saya bangga dengan istriku.

Tn. Thapar? Nyonya beri waktu 10 menit, mari.

Selamat pagi, Nyonya CM.

Selamat pagi, silakan.

Sejak kecelakaan menimpa pabrikku itu,..

..aku tidak bisa tidur.

Mereka yang tewas dan keluarga korban sangat aku cemaskan.

Aku putuskan, jika ingin berbuat sesuatu pada mereka maka..

..terlebih dahulu aku harus memperkuat status Gayatridevi.

Dan balasan yang kau harapkan?

Anda telah menunjuk komisi penyelidikan untuk pabrik kimia Thapar.

Jika anda bisa menarik kembali itu..

Tapi, aku bersedia membayar berapa pun. - Berapa banyak?

10 crore? - Hanya itu?

20 crore? - 40 crore.

Baik, 40 crore. Setuju.

Aku akan membayar 40 crore. - Maaf?

Sebagai gantinya, kau akan memberiku..

..sebuah lengan, kaki dan mata.

Apa maksud anda? - Kenapa?

Kau tak bersedia menjual bagian tubuhmu?

Dan kau kemari membeli nyawa 500 buruh..

..yang tewas akibat gas beracun dari pabrik kimiamu.

Itu bukan kecelakaan!

Tapi akibat hasil penggunaan mesin di bawah standar.

Dan kau yang bertanggung jawab!

Tak hanya pabrikmu yang akan aku tutup.

Aku akan memperkarakanmu untuk pembunuhan 500 orang!

Aku akan mengagendakannya di sidang majelis kami nanti.

Semua pabrik kimiamu akan kupastikan ditutup!

Tuan Thapar?

Gayatri Bachchan harus dicopot dari jabatan CM.

Tidak.

Gayatri Bachchan bukan hanya Ketua Menteri Goa.

Ia juga ibu rakyat negara bagian ini.

Tak ada anggota MLA yang akan memberontak melawannya.

Pemungutan suara bukanlah jalan untuk menyingkirkannya, tapi peluru.

Thapar, tak ada orang di Goa akan memberi suara melawan dia..

..maka siapa yang akan menyarangkan peluru padanya?

Rani saja, Bos.

Tapi itu memerlukan waktu.

Di Mumbai, banyak pembunuh profesional..

..yang bersedia membunuh siapa saja demi uang.

Baik, pergilah ke Mumbai hari ini, Rani.

Dan sewalah seorang pria..

..yang mampu mengerjakan tugas kita.

Larang siapa pun merokok di sini.

Ya, bisa saya bantu?

Jika di sini ada orang berkelahi merusak barang, apa reaksimu?

Kami punya 4 tukang pukul yang akan menanganinya. Lihat!

Itu gumpalan daging banyak!

Kau siapa?

Kau pernah dengar bos mafia Godfather?

Aku bukan dia.

Pernah dengar Godfather II?

Aku bukan dia.

Kau pernah dengar Godfriend? (teman dewa)? - Tidak.

Itu aku.

Senang bertemu denganmu, Godfriend.

Jadi kau ke sini untuk berjudi?

Bukan aku..

..Godfather yang akan bermain judi.

Godfather akan berjudi? Kapan?

Tepat jam 8 malam.

Jam 8? Astaga.

Pak? - Ya?

Ini sarang perjudian. Untuk apa kemari?

Ada orang mencuri berlianku yang berharga.

Hari ini aku akan mendapatinya kembali di sini. - Bagaimana bisa?

Kasusnya sudah kupercayakan pada Badshah, seorang detektif pribadi.

Dia meneleponku di sini.

Bagaimana..?

Siapa itu di mobilmu?

Dia CEO dari perusahaanku.

Bagaimana, berlianku sudah ditemukan?

Jangan kuatir, Pak.

Di atas sana, mereka akan menyelesaikan tugas darimu.

Permisi! - Ya?

Dilarang merokok.

Maaf.

Terima kasih.

Bodoh.

Selamat datang, Pak!

Siapa orang ini? - Dia manajer di sini.

Terima kasih.

Di meja mana, kau mau berjudi?

Tapi itu meja tanpa batas!

Bos tidak mau dibatasi apa pun, mengerti? Dia tak ada batas!

Pak, dia gila, jangan pedulikan ini.

Ayo, cepat!

Bagus. Mari, selamat datang Pak.

Kau ingin uang lebih banyak lagi?

Tentu, duduklah.

Di tangan baru, kartu juga baru.

Baik.

Giliranmu.

Paman, siap-siaplah pulang!

Ini taruhanku.

Paman, bisa kami pinjam uangmu dulu?

Bank buka besok, uangmu dilunasi.

Permainan ini bukan untuk amatiran!

Bila uangmu ludes, pulanglah ke neraka!

Sebentar.

Nilai setiap berlian ini 2 lakh.

Ini 4 lakh.

Bilang apa tadi?

Bukan untuk amatiran?

Ini Rs. 10, ongkosmu pulang naik becak!

Cepatlah pulang. Pergi!

Tunggu.

Jangan takut, aku ambil alih permainan ini.

Kau akan mendapat kembali uangmu.

Jadi, apa taruhannya?

Dua berlian, maksudku 4 lakh.

Setiap berlian ini juga bernilai 2 lakh.

Ini taruhanku 8 lakh.

Pak kumis, berlian itu asli bukan?

Diam!

Kau pikir dia seorang penipu? Dia tampak jujur di wajahnya.

Kumismu menyimbolkan kau orang jujur.

Bukan 8 lakh. Ini taruhanku 16 lakh.

16? - Ya,16 lakh.

Maksudku "show". Tunjukkan semuanya.

Kau salah dengar. Kami tak ada masalah, dia bilang tunjukkan kartumu.

Satu Jack.

Ini jack kedua.. dan ini Jack ketiga.

Dari mana munculnya kartu King ketiga?

Kalau si raja tak mendapat King, apa mungkin dia dapat Jack?

Kartu ketiganya bukan King! Aku lihat dari kacamatamu!

Oh, kacamata?

Ramlal, perlihatkan kacamatamu.

Kacamata ini?

Kacamata ini khusus untuk kasino!

Beli satu sekarang, aku bawa banyak!

Jadi kalian menipuku!?

Mengapa kami harus menipumu?

Kau memang dungu!

Mari kita pergi, Ramlal. - Tunggu!

Pernah dengar nama Manikchand?

Ya, rokoknya kami muntahkan! - Itu bukan nama rokok!

Tentu, kami sudah dengar. Tolong, turunkan senjata!

Mari kita bicara, kau boleh ambil uangnya.

Kau juga boleh ambil arlojiku yang mahal.

Ini kacamataku, kau pun boleh ambil bajuku...

Sedikit lelucon, hanya pamer. Aku akan menyimpannya, oke?

Tapi satu hal..

Ada apa? - Oh, ini cuma jarinya!

Turunkan tangan kalian! Tenanglah.

Sampai jumpa!

Cukup!

Tak hanya pamer, aku bisa memakainya!

Ayo cepat, Ramlal! Kumpulkan uangnya.

Pak, jangan gelisah. Kau pasti akan memperoleh berlianmu.

Hei, tunggu.. tunggu!

Bravo, berikan berliannya! - Ini dia!

Pak kumis, dia orang kami!

Jadi, kalian semua berkomplot!

Maaf, Manikchand!

Badshah!

Saudara ipar! - Saudara ipar?

Apa yang terjadi di sini? Di mana berliannya?

Kau ingin menggandakannya, bukan?

Lalu?

Seorang penjudi bernama Badshah, menipuku dan melarikan berliannya!

Apa?

Bodoh! Badshah bukan penjudi, dia seorang detektif!

Berlian itu aku curi dari atasan kami..

..yang menyewa Badshah untuk mengembalikan berliannya!

Saudara ipar, kau jangan khawatir!

Aku bereskan Badshah! Burung pun tak bisa lolos dari sini!

Dia ada di belakang kita!

Bos, itu hanya manekin!

Kalian lihat wajahnya!

Tapi bos, manekin itu tak ada wajah!

Tentu saja ada wajahnya!

Tak ada wajah, bos!

Ada wajah, kataku!

Tak ada sama sekali, bos!

Apa kalian buta?!

Bos, kau sudah gila!?

Membayangkan hal aneh! - Kau melihat wajahnya?!

Kami tak mau bekerja padamu! - Kau selalu pukul kami! - Sudah cukup!

Hei, dengar dulu..

Ini dia orangnya!

Halo, kantor polisi?

Selamat tinggal.

Anjing baik..

Kau perlu tahu.. aku takut dengan anjing.

Sebentar..

Badshah akan tiba sebelum hitungan ke-8.

Ini dia.

Maaf, Tuan Mahindra.

Aku tiba 5 detik lebih cepat.

Ini berliannya senilai 80 lakh.

Terima kasih.

Dan ini uang tunai 50 lakh.

Terima kasih lagi, Badshah! - Tak apa.

Ini kepala asistenku, Ramlal. - Halo.

Dia yang akan ke kantormu besok. - Ya.

Berikan upahku padanya. - Baik.

Ayo, jalan.

The amalgimation before the fluctuation.

And the ramification of the constitutional.

And the gready and judicial paradoxical.

Position can be a verbal the termoil.

Dia benar!

Aku sudah gila. Main To Hoon Pagal.

Aku sering berkata itu. Yeh Kahoon Har Pal.

Aku sudah gila. Main To Hoon Pagal.

Aku sering berkata itu. Yeh Kahoon Har Pal.

Ayo, lakukan kegilaan. Kare Koi Hulchul.

Biarkan terjadi.. terjadi. Hone De.. Hone De.

Sedikit kekonyolan. Koi Deewangi.

Ama Miyan, Sala Re Jamad Misra.

Abdulah Ki Nagma Sanji Mein.

Masroob Woh Mashoor Hain.

Dawaqte Ke De Gaye Asrawe Jamad.

Misra Asrani Ke Bakiya Akwan Ki.

Ada Hi Farma Rahe Hain, Hain!

Itu puisi dari Ghalib? - Tidak, dariku.

Mulailah belajar berenang. Reit Mein Tairna Seekh Le.

Dan berjalan di dasar lautan. Aur Samundar Ke Upar Tahel.

Sapi-sapi bermain-main suling. Been Bhainsoon Ke Aage Bajaa.

Dan membangun istana di langit. Aur Hawaa Mein Bana Le Mahal.

Bersetelan baju metalik. Suit Lohey Ki Silwa Le Tu.

Berkacamata dan melenggang kaki. Aur Pairoon Pe Chashma Lagaa.

Berarloji mewah di pergelangan tangan. Haath Mein Baand Le Woh Ghadi.

Jamnya menunjuk pukul 13.00. Jis Mein Ho Sade Terah Bajaa.

Aku sudah gila. Main To Hoon Pagal.

Aku sering berkata itu. Yeh Kahoon Har Pal.

Ayo, lakukan kegilaan. Kare Koi Hulchul.

Biarkan terjadi.. terjadi. Hone De.. Hone De.

Sedikit kekonyolan. Koi Deewangi.

Aaye, Pakey Mali Ke Batroo Mein.

Dukg Sharb Kara Ug Kara Gandra Ug Ke.

Oshan Pe Pradhan Ho To Kab Shest Ke.

Dhyaan Narmak Siva Nirda Awashai..

..Prapt Ho Sakte Hain.

Salam.

Aku sudah mendengar itu di TV!

Tangkaplah ikan di pohon. Ped Se Tod Le Machliayaan.

Bantulah kucing bernyanyi. Billiyoon Ko Tu Gaana Sikhaa.

Ubahlah bulan menjadi kotak. Chand Ko Kar De Chakoor Tu.

Dan matahari menjadi segitiga. Aur Sooraj Tikona Banaa.

Oh, kendarailah mobil tanpa roda. O Bina Pahiye Ki Gadi Mein Chal.

Lupa jalan pulang ke rumah? Bhool Ja Apne Ghar Ka Pataa.

Bawalah gajah mengekormu. Le Ke Haathi Ko Moothi Mein Tu.

Saksikanlah kabaret onta. Cabaret Dekh Le Oont Ka.

Aku sudah gila. Main To Hoon Pagal.

Aku sering berkata itu. Yeh Kahoon Har Pal.

Ayo, lakukan kegilaan. Kare Koi Hulchul.

Biarkan terjadi.. terjadi. Hone De.. Hone De.

Sedikit kekonyolan. Koi Deewangi.

Jangan cemaskan biayanya! Suamimu, Ganpat adalah sahabatku.

Dan Badshah meneleponku menjelaskan kesulitanmu.

Tidak. Aku tak mau dioperasi. Aku bisa melihat semuanya!

Terima kasih.

Aku bertemu Badshah sewaktu dia kecil.

Dia sekarang pasti sudah dewasa.

Di mana aku bisa temui dia? - Dia pasti ada di kantornya.

Lalu di mana kantornya?

Kau lihat gang ini? Jangan ke situ! - Baik.

Di sebelahnya juga ada gang, jangan lewat situ!

Jalan lurus dan kau akan bertemu gang lain. - Baik.

Jangan lewat gang itu juga! - Aku mengerti, jangan lewat gang!

Biar kucari sendiri Badshah, sampai jumpa.

Ada-ada saja penghalang jalan!

Siapa lelaki buta itu? - Dia spesialis mata terkenal!

Sial, mencari Badshah sulit sekali.

Bagaimana? Ada apa kau kemari?

Karena anak kesayanganmu, Badshah!

Dengar, aku menaruh hormat sekali pada suamimu, Tn. Ganpatrai.

Ia berjasa besar dalam kepolisian.

Dan itu sebabnya aku diamkan.

Jika tidak, aku akan mencabut izin kantor detektifnya!

Seluruh departemen polisi dibuatnya seperti orang bodoh!

BADSHAH Kantor Detektif

Tas ini kosong?

Di mana uangnya, Ramlal? Kau kehilangan uang itu?

Sudah amblas. - Bagaimana bisa?

Akan kujelaskan.

Kita hancurkan meja judi, bukan? Aku mengganti 10 ribu.

Dua kursi kita patahkan, tambah 2.000.

Total 12.000. Mana sisanya?

Dua gelas pecah, asbak rokok, ganti 900.

Jadi 12.900. Dan sisanya?

Kita rusak lampu kristal, nilainya 20.000.

Itu 32.900, sisanya?

Tambah 1.000 buat kerusakan kecil.

Itu 33.900, sisanya?

Sisanya?

Kau menerjang jendela kaca ala Superman!

Itu barang impor, kuganti 15.500!

Kenapa kau harus pecahkan kaca mahal?

Kau bisa lewat tangga! - Aku juga enggan melompat!

Ada anjing mengejarku! - Lagu lama.

Tapi Ramlal, kau pasti masih ada sisa 600, bukan?

Masih 600? Lihat yang kupakai?

Kenapa? - Aku bisa bugil jalan kemari!

Aku juga bayar 500, jas sewaannya!

Dan ini 100 rupee sisanya, ambil!

Sudahlah, tak usah khawatir!

Mengapa?

Karena hari ini, berita utama di koran menyoroti kita!

Bila orang membaca korannya maka..

..di depan kantor kita, klien akan mengantri!

Itu dia!

Di mana kantor Badshah? - Di atas sana.

Sungguh? Aku sudah 4 kali lewat sini. Tapi tak ada yang tahu!

Terima kasih, Nak. - Sama-sama.

Pintu otomatis?

Menutup sendiri?

Aktifkan sinyalnya!

Bung, di mana kertas mesin tik ini?

Sudah diatur otomatis. - Semua di sini sudah otomatis?

Jangan ganggu dia!

Ada yang bisa dibantu?'

Badshah bekerja di sini, bukan? Di mana aku bisa menemuinya?

Badshah bukan staf di sini. Dia pemilik tempat ini.

Pemilik? Tapi di mana aku bisa temui dia? - Silakan duduk.

Bukan di situ, bodoh!

Kau yang bodoh! - Duduk di sana, Pak.

Tunggu dulu.

Maaf?

Apakah kau Badshah? - Aku Badshah?

Badshah datang, badai akan muncul!

Petir menyambar dan awan bergemuruh!

Bumi berguncang, terkutuklah kau!

Apa yang terjadi?

Jangan keluar! Kembalilah, pergi!

Tolong, ibu!

Apa kabarmu, Tuan Tata?

Aku sangat menghormatimu, Pak.

Tapi aku tak bisa menerima kasus pencurian kapalmu.

Karena keluarga Birla dan Ambani sudah masuk daftar tunggu.

Sedangkan Kirloskar! Dia sudah menyengsarakan hidupku, Pak!

Apa?

Kau membujukku dengan uang, Tn. Tata?

Kau tak tahu?

Aku juga mempunyai jutaan rupee!

Jangan buang waktuku, Tn. Tata! Mengerti? Selamat tinggal.

Jika dia telepon lagi, katakan aku menolak.

Baiklah, Tuan Bashah?

Sekretaris presiden Amerika Bill Clinton, Clint Eastwood tadi menelepon.

Katanya, seseorang telah mencuri bom atom mereka.

Mereka bersedia membayar sejuta dolar untuk melacak kejahatannya.

Amerika? Tidak, kawan!

Kau tahu prinsipku?

Yang datang duluan, dia yang didewakan.

Naiklah!

Apa yang kau lakukan?

Mengapa kursinya meninggi?

Turunkan aku!

Badshah, ini dokumen rahasia yang harus kau tanda-tangani rahasia.

Mana tanda-tangannya?

Diam!

Ini tanda-tangan rahasia!

Silakan utarakan, apa masalahmu?

Masalahnya, operasi benar-benar diperlukan, tapi ibu menolak.

Artinya, aku harus meyakinkan ibu?

Benar, bodoh - Baiklah.

Berapa usia ibu? - Sekitar 50 tahun.

Kalau usiamu? - Aku 55 tahun.

Ibu 50 tahun dan anaknya 55 tahun?

Anak lebih tua dari ibunya?

Menarik sekali!

Aku membicarakan ibumu, goblok!

Ibuku?

Kau meneleponku tadi pagi, bukan?

Ya, apakah.. kau dokter Rustom?

Benar, bodoh!

Dia memelas meneleponku tadi pagi!

Dokter, bisakah aku mencicil biaya operasinya?

Dan di sini, kau berurusan jutaan rupee?

Tapi, kau ingin operasi gratis? Aku tak mau melakukannya!

Di mana dia sembunyi? - Aku di sini, dokter!

Turunkan aku! - Kami salah orang.

Kami kira kau seorang klien! - Turunkan!

Obrolan tentang jutaan, kantor ini, itu semua tipuan!

Turunkan aku!

Cepat turunkan dia, kau sialan!

Dokter, aku menyesal!

Maafkan aku. Tolong, operasikan ibuku!

Sebelum terima maafmu, otak mendidihku harus mereda!

Aku pikirkan setelah kepalaku dingin!

Turunkan aku! - Sudah aman, kau boleh turun.

Apa yang terjadi? Aku tak akan mengampunimu hari ini!

Ibu? - Kau lari kemana!

Ibu, jangan di kantor ini! Orang-orang menghormatiku!

Dan kalian biarkan dia menjadi detektif?

Kalian tak akan lolos dariku hari ini!

Semua anggota keluarga Ganpatrai gila?

Dia memang perlu dioperasi!

Jadilah benar! - Ibu!

Sini, ibu akan usir roh detektif jahat darimu hari ini!

Ibu akan membuatmu jadi polisi!

Tunggu, Ibu ingin aku jadi orang besar?

Ibu ingin aku sukses? - Ya.

Ayah juga inginkan itu? Kalau begitu..

Tolong, beri aku waktu 2 bulan lagi.

Bila aku tidak sukses dalam 2 bulan,..

..kemauan Ibu akan kuturuti. Janji.

Bila Ibu ingin polisi, aku mau jadi polisi.

Ibu suruh aku jadi penjaga, aku pun mau!

Ibu ingin aku menjadi tukang sapu?

Aku juga mau! Sungguh, ibu!

Baik, sekarang pulang dan makan!

Baik.

Ibu sayang menyuruhku, jadi aku mau.

Di mana orang-orang brengsek itu?

Kami di sini!

Shiva!

Uang muka 10 crore.

Sisanya setelah tugasmu selesai.

Siapa targetnya?

Ketua menteri Goa, Gayatri Bachchan.

Lokasi?

Pada peresmian panti jompo.

Untuk masuk, kau gunakan kartu VIP ini.

Kartu itu hanya untuk masuk.

Bagaimana meloloskan senjataku?

Ini kepala petugas sekuriti, yang akan membantumu.

Peresmiannya, tanggal 26 September. Dua minggu dari sekarang.

26 September?

Berarti kita harus berbuat sesuatu pada tanggal 24.

Siapa pelaksana tugas kita?

Kantor detektif Badshah?

Sepertinya seorang klien datang.

Sepertinya dia berkantong tebal!

Kantornya di sana.

Tak mungkin, Pak. Kami tak ada waktu.

Maaf.

Apakah kau, Tuan Badshah?

Tuan Badshah sedang memecahkan kasus rahasia. Harap tunggu.

Tapi ini sangat penting.

Baiklah.

Tuan Rocky? - Ya?

Segera hubungi Tn. Badshah, seseorang ingin menemuinya.

Charile, kirim sinyal! - Baik, Pak.

Dhirubhai, kau tak perlu khawatir!

Kami sudah melacak lokasi kapalmu yang dibajak di tengah laut.

Kapal itu sudah ditaruh di gudang kami!

Kirim saja bayarannya dan kapal akan dikirim kepadamu.

Baik, sampai nanti.

Omong-omong, apa kabar istrimu? Baik? Itu bagus.

Sampaikan salam dariku, oke?

Baik, dah.

Ya, Tuan Jhunjhunwala?

Bagaimana kau tahu namaku?

Kau memakai gelang di tangan kirimu.

Dan di situ terukir nama K. Jhunjhunwala.

Silakan duduk.

Yah, ada apa gerangan?

Ini putriku, Seema.

Aku ingin dia menikah.

Dia cantik.

Dan aku tidak keberatan.

Tapi..

..kau harus berunding dulu dengan ibuku.

Kau salah kira, sudah ada calon untuknya.

Ini Nitin Dharampal, putra mendiang temanku.

Aku tahu.. Kau ingin putrimu menikah dengannya, bukan?

Benar. - Maka carilah pendeta.

Apa yang kalian lakukan di sini?

Putriku terobsesi dengan pernikahan berlandaskan cinta.

Ya, lalu?

Dia sebenarnya menyukai Nitin.

Tapi, dia menolak menikah dengannya.

Oh, mengapa kau harus memaksakan putrimu menikahinya?

Karena aku menderita tumor otak.

Stadium akhir.

Aku harus ke Amerika pada tanggal 26 September, untuk dioperasi.

Tapi siapa yang bisa menjamin hidup? Aku mungkin..

Itu sudah cukup.

Aku telah memahami semuanya, Tn. Jhunjhunwala.

Keinginanmu dariku hanyalah..

..melenyapkan obsesi putrimu menikahi pria idamannya.

Itu benar. - Sebelum tanggal 26 nanti..

..aku harus upayakan dia menikah dengan Nitin.

Tepat, aku tak akan melupakanmu selama hidupku.

Aku siap membayar berapa saja upahmu.

Jika kau perlu uang muka..

Tidak, Pak. Bagaimana kau bisa berkata begitu?

Terima saja..!

Satelit di sini memang bermasalah. Tapi jangan kuatir.

Berapa bayaran yang kau inginkan?

Tn. Jhunjhunwala, kasus begini aku mesti bilang apa?

Tapi jika memaksa, sekitar 10 ribu..

Tambah lagi..!

Bayar saja 10 ribu sebagai uang muka dan..

..40 ribu sesudah tugas ini kuselesaikan.

Baiklah, jika begitu. - Ya.

Terima kasih! - Banyak..

Tn. Jhunjhunwala, kau kini bisa tenang.

Kau bisa anggap tugas darimu berhasil dengan lancar!

Aku bisa pamit sekarang? - Silakan.

Terima kasih banyak. - Sama-sama. Salam!

Hore, kita punya uang!

Di sini, rambut seperti mega. Kahin Zhulf Ka Badal O Ho.

Di sana, selendang berwarna-warni. Kahin Rangili Aachal Aa Haa.

Di sini, bibir merah merekah. Kahin Hoat Gulabi O Ho.

Di sana, diam-diam memabukkan. Kahin Chaal Sharabi A Ha.

Di sini, mata mengandung magis. Kahin Aankh Lagadi O Ho.

Di sana, tubuh yang harum. Kahin Jism Ki Khushboo A Ha.

Di sini, lirikan yang sensual. Kahin Narma Nigahen O Ho.

Di sana, lengan yang mulus. Kahin Gori Bahen A Ha.

Ya, setiap melangkah ke sana-sini.. Haa Yahan Kadam Kadam..

..bertaburan ribuan gadis cantik. ..Par Lakhon Haseenayen Hai.

Tapi aku datang dengan hati ini.. Hum Magar Yeh Dil Ka..

..untuk kuserahkan hanya padanya. ..Tofa Dene Oosai Aaye Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Ya, setiap melangkah ke sana-sini.. Haa Yahan Kadam Kadam..

..bertaburan ribuan gadis cantik. ..Par Lakhon Haseenayen Hai.

Tapi aku datang dengan hati ini.. Hum Magar Yeh Dil Ka..

..untuk kuserahkan hanya padanya. ..Tofa Dene Oosai Aaye Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Ini, dibayar penuh dan terakhir. Tugas beres, boleh bersantai.

Tak ada yang curigai kami? - Tidak.

Jangan kuatir, kita akan urus ini.

Begitu banyak kecantikan di sini. Kitne Hi Jalve Hai.

Sinar bulan memancar ranum di matanya. Aankhon Mein Ghoomti Hai Jaise Chandni.

Begitu banyak yang bisa dikatakan. Kitni Hi Hoo Baatein Hai.

Yang mengalir di telingaku seperti musik.{/i} Kaano Mein Ghoolti Hai Jaise Raagini.

Yang ini berjalan dengan angkuhnya. Yeh Chale Jaise Zaraa Balkhaake.

Yang itu berjalan dengan genitnya. Woh Chale Jaise Zaraa Ithlaake.

Yang ini malu-malu melihatku. Yeh Mile Jaise Zaraa Sharmaake.

Yang itu manis tapi acuh melihatku. Woh Mile Jaise Zaraa Iteraake.

Ya, setiap melangkah ke sana-sini.. Haa Yahan Kadam Kadam..

..bertaburan ribuan gadis cantik. ..Par Lakhon Haseenayen Hai.

Tapi aku datang dengan hati ini.. Hum Magar Yeh Dil Ka..

..untuk kuserahkan hanya padanya. ..Tofa Dene Oosai Aaye Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Dia seperti kuntum di taman. Gulshan Ki Hai Woh Kali.

Kuntum yang berbeda dari lainnya. Jo Sare Phoolon Billkul Hai Judaa.

Apa kata mereka yang bisa melihatnya? Kya Kahin Yeh Hoo Dekha Hai.

Seperti apa indahnya di mata mereka? Een Aankhon Ne Aisa Roop Kya.

Betapa alaminya dia. Kya Ajibsi Taazagi Hai.

Begitu sederhananya. Kya Hasin Si Saadagi Hai.

Sungguh ajaib pesonanya. Kya Ajibsi Dil Kashee Hai.

Mengagumkan daya tariknya. Kya Hasin Si Dil Balee Hai.

Ya, setiap melangkah ke sana-sini.. Haa Yahan Kadam Kadam..

..bertaburan ribuan gadis cantik. ..Par Lakhon Haseenayen Hai.

Tapi aku datang dengan hati ini.. Hum Magar Yeh Dil Ka..

..untuk kuserahkan hanya padanya. ..Tofa Dene Oosai Aaye Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Gadis menawan di tengah kerumunan itu. Woh Ladki Jo Sabse Alag Hai.

Kurang ajar!

Ada apa, nona?

Hidung belang ini hanya berpura-pura menari!

Aku terus diincarnya selama menyanyi.

Dia selalu menatapku.

Itu tidak mungkin!

Anak muda yang malang ini buta.

Di mana kacamataku?

Yang benar saja!

Jika buta, mana mungkin dia bisa menari?

Mana bisa dia meloncat kesana-kemari, tanpa melihat tempat?

Dia seniman yang menggunakan hatinya untuk melihat semua hal, nona.

Untuk nafkah, dia menari dan menyanyi di sini sudah sejak lama.

Dia hapal setiap sudut tempat ini.

Kau menamparnya tanpa alasan.

Tak apa, manajer. Sudahlah.

Takdir sendiri sudah banyak menamparku.

Apa bedanya jika ditampar dia?

Nona?

Aku bukan nona, dia ada di sini.

Nona bercelana panjang? - Ya.

Perbuatan nona itu benar.

Bagaimana lagi,..

..dunia begitu banyak memberi kasih sayang dan simpati padaku..

..hingga lupa diri, aku sudah buta.

Tapi tamparanmu telah membuat mataku melek hari ini.

Kau telah menyadarkan aku, bahwa orang buta tetaplah buta!

Aku sangat bersyukur padamu..

Tuan?

Mantelmu? - Ya, bantu aku memakainya.

Terima kasih.

Tongkatku? - Ini dia.

Mari, aku harus pulang sekarang.

Ada yang menolong mengantarku ke halte bus? Ini sudah jadwal busku.

Mari, biar aku yang mengantarmu. - Kau? Terima kasih banyak.

Selamat tinggal!

Awas! Hati-hati. - Aku tahu jalan.

Dia, orang yang tahu diri!

Dia mungkin akan kelaparan!

Tapi dia tak akan kemari lagi.

Dan dia juga tak akan menyanyi lagi.

Permisi? - Sebentar, dik!

Aku orang buta. Dan aku baru saja ditampar seorang gadis!

Aku gadis yang sama. - Oh, begitu!

Gadis bercelana? - Ya, aku salah.

Tidak, itu bukan salahmu!

Kebutaanku ini yang harus disalahkan.

Kau menerima maafku?

Tentu.

Mari, biar kuantar ke mana pun kau pergi.

Tak dapat kutolak, apalagi kau memaksa.

Mari kita berangkat.

Dia berhasil! - Apanya?

Dia sudah mendapat gadis itu! Dia bawa kemari!

Itu dia, rumahku berada di sini!

Tapi, bagaimana kau tahu?

Peternakan sapi perah ada di sekitar ini. Baunya tak asing.

Baik, aku kini harus pulang. - Oh,tidak..

Kau jauh-jauh datang.

Kau harus mampir minum teh di rumah sederhanaku.

Sudah larut, lain kali saja.

Baiklah!

Biar Tuhan yang memutuskan!

Hujan di musim kemarau?

Sering terjadi di daerah kami.

Sepertinya Tuhan memutuskan kau berkunjung ke rumahku.

Sampai hujan reda. Mari ikuti aku.

Kau sudah pergi? - Belum.

Mari. - Baiklah.

Selamat datang di rumah sederhanaku!

Mari, beruntungnya aku!

Hati-hati. - Maaf, rumahku berantakan.

Biar kutaruh dulu baju ini ke koper.

Bukuku berserakan. Tak ada yang bisa dipelajari di sini.

Maka tak ada yang pedulikan buku ini!

Dan payung ini terkapar di sini, sementara di luar hujan.

Sudah beres! - Mengejutkan!

Kau hapal tempatnya tanpa melihat!

Jangan terkejut.

Sebenarnya, semua sudah aku ukur. Coba perhatikan..

..maju 3 langkah, ini TV. Kembali mundur 3 langkah.

Maju 5 langkah, ini kulkas dan mundurlah 5 langkah.

Wow? - Lapar?

Baiklah. - Tidak. - Tak masalah!

Ini, makanlah.

Astaga, kau pecahkan kenari tanpa memecahkan cermin?

Memang mengejutkan, tapi kau juga bisa.

Ulurkan tangan kananmu, ayolah.

Sekarang tahan kenari dengan 2 jari dan jempolmu.

Putar tangan 45 derajat ke kanan..

Lempar kini dengan bahumu! Lempar!

Menakjubkan!

Tak apa. - Maaf.

Sepertinya kau terkena flu.

Sebentar.

1,2,3,4,5..

Aku tak ingin minuman dingin.

Aku bukan mengambil minuman dingin.

Aku akan memberimu baju ganti.

Minuman aku simpan di lemari.

Ini pakailah!

Silakan ganti baju.

Akan kubuatkan teh panas khusus untukmu.

Kuat, tapi gula non kalori.

1, 2, 3, 4..

Sejurus tadi kukira, kau melihatku.

Aku memang melihatmu.

Apa?

Bukan dengan mataku, tapi dengan hatiku.

Kau buta sejak lahir? - Tidak.

Aku juga tidak miskin sejak lahir.

Ayahku dulu orang kaya dan tampan.

Kau bisa temukan fotonya di tembok sini.

Kami punya pabrik tenun di Honolulu.

Kami punya beberapa vila dan belasan mobil.

Tapi, suatu hari terjadi kebakaran di pabrik kami.

Dan ayahku meninggal karena syok.

Aku juga ditinggal ibu sewaktu lahir.

Kemudian dalam hidupku yang sepi ini,.. datang Meena.

Sudah nasibku tak boleh sedikit senang.

Suatu hari ketika ia berjalan-jalan, datang sebuah truk.

Meena tidak menyadari itu.

Aku sempat berteriak, Meena!

Tapi dia tidak mendengarku.

Truk melaju kencang ke arahnya, dan aku berteriak, Meena!

Selamatkan Meena! Siapa pun, tolong!

Hentikan truk itu!

Tapi tak ada yang mendengarku! Dan truk melaju ke arahnya!

Aku berlari padanya, truk pun nyaris melindasnya!

Aku melompat memeluknya!

Namun..

..lampu truk mencabut penglihatanku! Aku tak dapat melihat lagi.

Dan Meena, bagaimana dia?

Meena.. dia kini..

..dia kini bersamaku.

Dan dia sekarang..

..menjadi ibu dua bayi.

Di mana dia?

Pasti di sekitar ini.

Oh, maaf.

Meena!?

Ada yang ingin bertemu denganmu!

Itu dia Meena-ku.

Ini.. Meena?

Kemarilah, Meena. - Aku kira dia seorang wanita!

Tapi aku kecewa..

..tak dapat melihat Meena-ku lagi.

Jangan patah semangat.

Matamu bisa disembuhkan.

Hanya bila dokter Rustom bersedia!

Tapi dia tarik biaya sebesar 20 ribu rupee!

Dan aku tak punya sama sekali.

Jangan kuatirkan soal uang. - Pergilah kucing.

Aku yang akan membayarnya.

Sungguh? Jika benar, aku ingin mataku dioperasi besok!

Kita berteman, tapi belum tahu namamu!

Siapa namamu?

Namaku Seema. - Baiklah.

Namaku Babulal, tapi panggilanku Raj.

Kau bisa panggil itu. - Baik, jika begitu.

Besok ke klinik dokter Rustom..

..aku akan menjemputmu. - Itu tidak perlu!

..aku akan menemuimu di halte tepat jam 8:02. - Baiklah.

Hujan sudah reda? - Tangkinya pasti kosong.

Apa?! - Maksudku, tengkyu!

Terima kasih telah mengantarku pulang.

Kau kini boleh pulang.

Tunggu!

Ini piyamaku satu-satunya.

Maaf. - Tak apa.

Aku ganti baju dulu.

Baiklah.

'Klinik Mata Dr. Rustom.'

Cepat, kawan! Cepat!

Kita sudah sampai, ini tempatnya!

Aneh, tempat ini mirip rumahmu!

Masa? Mana aku tahu?

Maklum, aku belum pernah lihat rumahku.

Maaf. - Sudahlah.

Seperti inilah kompleks Lokhandwala.

Struktur bangunannya identik.

Mari kita masuk? Sudah jam 8:04.

Tentu saja.

Permisi?

Ya, anda punya janji bertemu? - Ya.

Kami harusnya bertemu jam 8.05.

Tapi, terlambat 1/2 menit.

Tak apa, silakan duduk.

Dokter sedang berada di ruang operasi.

Ia akan segera menemuimu.

Berhasil! Operasinya sukses!

Ini bedah yang rumit!

Aku berikan anak itu, mata katak!

Mata katak? - Ya. Mata katak.

Anak-anak bermata kecil, bukan? Tak ada masalah!

Dokter, kau juga akan memberinya mata katak?

Gilakah aku memberinya mata katak?

Biar kupasang 2 mata berbeda untuknya!

Satu mata kambing dan satu mata burung hantu! - Benarkah?

Ya, siang hari dia bisa pakai mata kambing.

Mata burung hantu bisa bantu melihat jelas di malam hari!

Keuntungan ganda sekali pasang!

Terpujilah dokter Rustom!

Dokter, tak bisakah kau transplantasi mata manusia padaku?

Kau tahu betul, itu tak masalah.

Yang penting, biayanya tambah 5.000.

Pak, aku sudah bawa 25 ribu.

Jangan digubris, Seema.

Aku bisa mengatasi mata kambing dan burung hantunya.

Tidak, Raj! Ini sudah janjiku.

Maka cepat dimulai operasinya!

Karena aku tak bisa melihat, setelah sore!

Mengapa?

Aku bermata kambing!

Ayo, cepat!

Maaf, cepat! - Baik.

Ada apa?

Ini operasi besar! Cepat, berbaring tenang!

Kasusnya berisiko tinggi, paham? Ayo!

Cepat!

Semoga operasinya lancar, Raj.

Tunggu aku..

Seema, tunggu aku!

Bagaimana tadi?

Apanya, dengkulmu!

Sembarangan bicara! Apa itu 2 mata hewan, bodoh!

Aku hanya coba membuatnya terkesan.

Kau akan kena batunya, tolol! Dia bisa tersadar!

Sudah dibilang, aku tak bisa peran dokter. - Peran apa yang kau bisa?

Asisten campuran! - Asisten ngawur!

Aku kerja keras! Dan yang kuterima ejekan?

Pasang perban mataku! - Aku mati-matian kerja!

Berhasil. Operasinya sukses!

Bangunlah, Nak! Sudah mendingan.

Bagus. Lepaskan perbannya!

Dokter, perbannya dilepas secepat ini?

Ini operasi laser, nona.

Kita harus segera melepas perbannya.

Kalau operasi dengan komputer, kita tak perlu pakai perban!

Oh, begitu?

Siapa yang ingin kau lihat dulu, nak?

Aku ingin melihat dewi yang mewarnai..

..hidupku yang hitam-putih dengan film berwarna!

Bagus sekali!

Ayo cepatlah, buka matamu!

Mata yang mana? - Kedua-duanya!

Atau kau akan melihat separuh dewi!

Cepat, buka mata!

Aku bisa melihat lagi! Aku bisa melihat semuanya!

Kau Seema, bukan? - Ya.

Seema, kau cantik sekali!

Dan ini rumah sakit mewah!

Saudari? - Bibi! - Oh, bibi!

Kau juga baik sekali!

Dan untukmu, dokter.

Goyanganmu lumayan!

Aku sedang latihan, nak.

Terima kasih, dokter. - Aku bahagia sekali.

Aku bahagia sekali!

Ayo, kita mulai operasi ketiga!

Seema!

Terima kasih banyak.

Aku senang sekali, Raj. - Aku juga.

Kau mau kenari?

Dunia ini tampak indah sekali.

Untukmu. - Luar biasa!

Kau pecahkan lagi kenari, bukan cermin.

Itu bukan apa-apa.

Bila kau jatuh cinta pada seseorang..

..maka lemparan kenarimu ini akan memecahkan cermin.

Aku tidak percaya. - Tidak?

Sebentar.

Coba sekarang.

Lempar.

Ya.

Berarti kau jatuh cinta pada seseorang.

Dan di matamu aku melihat..

..wajahku sendiri.

Kau melihatnya, bukan?

Aku juga melihatnya!

Apa pun ucapanmu, ikuti kata hati. Kehna Hai Jo, Dil Se Kahoo.

Sayangku, tetaplah di hatiku selalu. Dilbar Mere, Dil Mein Rahoo.

Bukannya aku ingin jatuh cinta. Mohabbat Ki Nahin Hain.

Cinta ini terjadi begitu saja. Mohabbat Ho Gayee Hain.

Bukannya aku ingin jatuh cinta. Mohabbat Ki Nahin Hain.

Cinta ini terjadi begitu saja. Mohabbat Ho Gayee Hain.

Mengapa juga aku harus takut? Abh Darna Bhi Kya O.

Bukannya aku ingin mempermainkan. Shararat Ki Nahin Hain.

Main-main ini terjadi begitu saja. Shararat Ho Gayee Hain.

Bukannya aku ingin mempermainkan. Shararat Ki Nahin Hain.

Main-main ini terjadi begitu saja. Shararat Ho Gayee Hain.

Aku juga harus bagaimana? Abh Karna Bhi Kya Oo..

Apa pun kata dunia.. Duniya Ki Baaton Ko Yeh..

..si gila ini tak menghiraunya. ..Pagla Nahin Maanta.

Di saat cinta ini tumbuh,.. Yeh Pyaar Ho Jaaye Kab.

..tak seorangpun tahu. Koi Nahin Jaanta.

Walau musim bersalju,.. Barfeelay Mausam Mein Bhi.

..bunga api pun bisa menyala. Shola Bhadakne Lagey.

Entah kemana tujuannya.. Na Jaane Kaise Kahan.

..hati ini mulai berpacu kencang. Yeh Dil Dhadak Ne Lagey.

Bukannya aku ingin jatuh cinta. Mohabbat Ki Nahin Hain.

Cinta ini terjadi begitu saja. Mohabbat Ho Gayee Hain.

Mengapa juga aku harus takut? Abh Darna Bhi Kya O.

Hasratmu yang menggebu. Deewangi Ne Teri.

Benar-benar memaksaku. Majboor Itna Kiya.

Tanpa pikir panjang, tanpa ragu. Socha Na Sambha Sanam.

Kuserahkan semua padamu, sayang. Sabh Kuch Tujhe De Diya.

Kehangatan dalam nafasmu. Saanson Mein Garmi Teri.

Pesona dalam debaran jantungmu. Dhadkan Mein Tera Nasha.

Kau pun memiliki sihir.. Teri Bhi Chaahat Mein Hai.

..dalam semangatmu, sayangku. Jaadu Koi Dilruba Aaa..

Bukannya aku ingin mempermainkan. Shararat Ki Nahin Hain.

Main-main ini terjadi begitu saja. Shararat Ho Gayee Hain.

Aku juga harus bagaimana? Abh Karna Bhi Kya O.

Bukannya aku ingin jatuh cinta. Mohabbat Ki Nahin Hain.

Cinta ini terjadi begitu saja. Mohabbat Ho Gayee Hain.

Mengapa juga aku harus takut? Abh Darna Bhi Kya O.

Sini!

Tuan Badshah!

Aku tugaskan kau mengusahakan putriku menikah dengan Nitin.

Dan aku melihatmu.. - Tidak, Tn. Jhunjhunwala!

Kau salah paham.

Sebetulnya, eh.

Yang sebenarnya adalah..

..terkadang untuk menyatukan kedua hati, hati perlu juga disakiti.

Dan orang yang menyatukan hati setelah menyakitinya..

Entah apa sebutannya! Tapi jangan cemas.

Suruhlah Nitin temui aku. Akan kujelaskan padanya.

Kau jangan bicara ngawur. Aku mempercayai Raj.

Percayalah, Seema! Raj hanya menipumu!

Hari ini ulang tahun Raj. Dan aku akan menjumpainya.

Kau ikutlah, akan kusingkirkan semua keraguanmu.

Mari kita pergi. - Mari.

Dia sudah datang!

Mulai!

Ini luar biasa, bukan?

Hari pertama kami kemari, ini rumahku.

Hari kedua, berubah jadi rumah sakit.

Jujur saja, Seema gadis paling tolol yang pernah kutemui!

Dia benar-benar tolol!

Dan dia tanya..

"Bagaimana kau bisa taruh semua di tempatnya, walau tak bisa melihat?"

Dan lihat jeniusnya aku!

Kataku, "Aku sudah ukur semuanya."

Kataku lagi, "Maju 3 langkah, ini TV."

"Lalu mundurlah 3 langkah."

Kami sedang membicarakanmu..

Diam! - Aku akan diam.

Kau cuma penipu! Membohongiku hanya untuk uang!

Kau bicara apa? - Kau permainkan perasaanku!

Berpura-pura buta dan aku tertipu!

Aku yang buta, bukan kau!

Mari kita duduk dan bicara. - Begitu mudahnya aku mempercayaimu!

Baiklah. - Aku juga jatuh cinta padamu.

Semua benar. - Oh, Tuhah! Bodohnya aku!

Aku tidak menyadarinya! - Tak apa-apa..

Hujan di musim kemarau?

Tangki yang kosong?

Dokter Rustom dan operasi lasernya?

Kau juga bilang bisa mengatasi mata kambing dan burung hantu?

Aku benci kau!

Hentikan dia!

Nitin!

Kita berhasil, ayah! - Diam!

Diam, bodoh!

Jangan panggil aku, ayah!

Jika ada yang mendengarmu, dapat merusak rencana kita!

Setelah gadis ini menikah denganmu..

..maka aku akan tahu,..

.. bagaimana dokumen Jhunjhunwala bisa terpegang oleh CBI!

Ayo, masuk!

Perutku mulas akibat Pepsi!

Bereskan semua, tugas selesai.

Terima kasih, Tn. Badshah! - Oh, halo! Tn. Jhunjhunwala.

Kau telah wujudkan impian seorang ayah.

Tak akan aku lupakan budimu selama hidup. - Sudahlah.

Ini sisanya, 40 ribu rupee.

Terima kasih.

Ramlal, simpan ini di rekening Swiss kita.

Baik, Pak!

Tapi Pak, orang yang ajalnya tak lama lagi,..

..sebaiknya tidak membuat janji muluk.

Maaf?

Tumor otakmu?

Tapi, tak perlu kuatir lagi.

Silakan, mengadakan pernikahan putrimu.

Lanjutkan, selamat ya! - Terima kasih.

Seema, gadis yang baik sekali.

Gadis seperti itu, kau beruntung mendapatkannya.

Pulanglah kini.

Dan buatlah dia bahagia? - Tentu.

Semoga sukses. - Tentu.

Mari pulang, paman? - Ya.

Tunggu dulu.

Ini uang 25 ribu rupee yang aku terima untuk operasi mata.

Dan ini..

Semoga sukses. - Terima kasih, mari. - Ya.

Badshah?

Tugas ini, untuk pertama kalinya aku merasa tak nyaman.

Gadis itu tak seharusnya kita sakiti hatinya. Ini pendapatku saja.

Tidak begitu, Ramlal.

Untuk menyatukan kedua hati, adakalanya hati perlu disakiti.

Kalau aku tak menyakiti hati gadis itu..

..maka dia tak akan pernah menikahi calon dari ayahnya.

Kita disewa buat itu, bukan? Ini bayarannya.

Dan baru kali ini, bayaran kita tidak amblas!

Sebelum Seema tahu kebenaran tentang kita, cepatlah..

..menikahinya di pengadilan. Rencana kita bisa dilanjutkan. - Baik, ayah.

Agen CBI, Deepak Malhotra?

Dalam kasus penipuan Bank Dhanlaxmi, aku yang menahan kalian.

Hari ini tanggal 26 September.

Akan menjadi sejarah Goa sebagai hari berkabungnya Gayatri Bachchan.

Tak lama lagi, kita akan dikabari matinya..

..dan lenyaplah semua masalahku!

Bersulang!

Ini dia, kabar baiknya.

Halo?

Aku, Rani.

Hai, Rani!

Menyampaikan kabar baik?

Pak, mobil Shiva mengalami kecelakaan.

Misinya gagal.

Misi gagal.

'Markas Besar CBI - New Delhi.'

Tanggal 26 September di Goa,..

..Ketua menteri, Ny. Gayatri Bachchan memimpin perhelatan umum.

Dan 200 meter dari perhelatan itu, ada sebuah kecelakaan mobil.

Pria yang tewas dalam kecelakaan itu..

..seorang pembunuh bayaran kejam dari Mumbai, bernama Shiva.

Dari mayatnya, polisi temukan pistol dan granat tangan..

..serta tiket pulang ke Mumbai.

Dan untuk masuk ke perhelatan CM,..

..ini sebuah kartu VVIP separuh hangus.

Polisi menggeledah rumahnya dan temukan 1 crore uang tunai..

..dan sebuah foto Ny. Gayatri Bachchan.

Pak, artinya seseorang ingin membunuh CM dengan menyewa Shiva?

Dan Shiva mendapat kartu masuk VIP ke perhelatan itu, yang berarti..

..orang yang menyewanya punya akses tingkat tinggi. - Tepat sekali.

Tapi ingat, yang tewas di kecelakaan adalah pembunuh bayaran.

Bukan orang yang menyewanya.

Sebelum orang ini mencoba cara lain..

..kita harus mengirim agen rahasia ke Goa.

Tak hanya menjaga Ny. Gayatri Bachchan,..

..tugasnya juga menyelidiki kasus ini.

Untuk menangani kasus ini, aku temukan agen cukup handal.

Dia sendiri mampu memecahkan kasus penipuan bank Jhunjhunwala..

..dan menyerahkan berkasnya padaku tanggal 24 September.

Identitasnya rahasia. Di departemen ini, hanya aku yang tahu dia.

Ny. Nathan!

Segera temui agen rahasia kita di Mumbai, dan berikan floppy komputer ini.

Floppy ini berisi informasi tentang semua orang yang kita curigai.

Bagaimana aku menghubunginya?

Semua itu dijelaskan dalam amplop ini.

Baiklah.

Tuan Sharma.

Kursi pesawat No. 1C akan diduduki agen rahasia kita.

Kau sematkan tanda bunga ini padanya dan menjamin keamanannya.

Baik, Pak.

Dan Tn. Chopra.

Kau akan menyambut agen itu di bandara Goa.

Bunga ini sebagai tanda pengenalnya.

Baik, Pak.

Berikan semua akomodasi pada agen itu untuk operasi ini.

Baik, Pak.

Dan akhirnya, misi operasi ini dinamakan 'Operasi Ibu'.

Dan nama sandi agen rahasia kita adalah 'Badshah'.

Thapar, sebuah pertemuan rahasia CBI berlangsung hari ini.

Terima kasih untuk informasinya.

Ada apa, Pak?

CBI di Delhi bisa mengundang masalah.

Mereka kirim agen rahasia bernama Badshah, untuk melakukan penyelidikan..

..dari Mumbai ke Goa.

Rani.

Petugas CBI, Ny. Nathan akan ke Mumbai menemui agen itu.

Kau buntuti dia..

..dan cari tahu siapa Badshah itu.

Ada apa, Tn. Mahindra? Apa yang membuatmu ingat Badshah lagi?

Tak bisa kujelaskan lewat telepon.

Kau.. temui aku segera di Taman Fantasi!

Taman Fantasy? Baik, ganti dan cabut.

Taman Fantasi.

Maaf. - Tak apa.

Aku menunggu untuk melihat,..

..dengan siapa kau akan bertemu?

Di sini, Pak!

Badshah?

Jangan melihatku! Berbalik!

Mari kita bicara saling memunggungi! Tak akan ada yang menaruh curiga.

Jadi, apa gerangan memanggilku kemari?

Putriku berusia 7 tahun yang berada..

..di asrama sekolah Goa, diculik orang.

Kau sudah lapor polisi?

Tidak!

Penculik mengancam membunuhnya, jika aku melapor polisi!

Kapan kau mengetahui ini? - Tadi malam.

Penculiknya meneleponku.

Halo?

Aku Deepak.

Tuan Deepak, aku berada di Akbarally. Di mana kau sekarang?

Aku ada di dekatmu.

Tapi sebaiknya kita bicara lewat telepon.

Ada yang membuntutimu.

Dan aku bisa dikenali.

Katakan, pesan apa untukku?

Kau harus berangkat ke Goa.

Goa?

Ya!

Penculik memerintahkan aku untuk menginap di Hotel Blue Nile, Goa.

Di sana akan kuterima perintah berikutnya.

Dia menuntut apa?

Berlian senilai 5 crore.

Aku siap menyerahkan berliannya.

Tapi aku cemaskan keselamatan putriku..

..begitu berlian diberikan ke mereka!

Kau harus menolongku! Aku mohon di kakimu!

Jangan mohon di kaki kuda. Kau ingin apa tugasku?

Berangkatlah ke Goa mewakiliku.

Dan berurusan dengan penculiknya.

Baiklah.

Kapan aku berangkat ke Goa?

Pada penerbangan besok jam 9 pagi.

Nama sandi operasi ini adalah 'Operasi Ibu'.

Demi alasan keamanan, kau akan langsung menerima tiket..

..kelas eksekutif di konter India Airlines.

Dan kau harus sebutkan nama sandimu.

Apa nama sandinya?

Badshah.

Tak ada waktu, cepat pesankan tiket kereta kami.

Bicara apa? Aku ingin kau naik pesawat!

Bukan begitu, aku juga diikuti 4 asisten.

Tak masalah.

Aku akan memesan semua tiketnya di konter bandara.

Ambil semua tiketnya dengan menyebutkan nama kalian.

Begitu kau tiba di Goa, aku akan menelepon CEO-ku di sana.

Dia akan atur semua akomodasinya.

Ini adalah..

Berbalik!

Ini berlian senilai 5 crore.

Ini foto lucu putriku.

Baik. Di mana berkas kasusnya?

Di dalam floppy komputer ini. Bagaimana aku menyerahkannya?

Taruh ke dalam tas. Dan tinggalkan tasnya di tempatmu berdiri.

Aku akan mengambilnya.

Bagus. Kerja bagus.

Aku berangkat ke Goa dengan penerbangan besok pagi.

Aku akan menelepon Paman Tom. Dia akan menemuimu di sana.

Dia paham Goa dengan baik.

Temui aku di bandara Goa besok.

Perlu diingat,..

..nama sandiku Badshah. Dan namamu Rosy, terima kasih.

Halo?

Rani yang bicara. - Hai, Rani.

Ada info tentang Badshah?

Pak, dia cerdik sekali.

Tanpa menemui Ny. Nathan, dia membawa pergi floppy.

Apa?

Itu satu-satunya kesempatan mengetahui jati diri Badshah!

Dan kau menghancurkannya!

Bos, aku masih ada kesempatan.

Di bandara, ia akan mengambil tiketnya di konter.

Begitu dia sebut namanya Badshah, maka aku akan mengenalinya.

Maka ini tugasmu,..

..cari orang yang pintar kali ini!

Dia sendiri yang akan menghabisi Badshah di bandara itu.

Dan dia ke Goa menyamar Badshah.

Jangan khawatir, Bos.

Moti yang akan kutugaskan untuk mengerjakannya.

Rani, anjing tak bisa bertugas ini!

Pak, Moti bukan anjing. Dia pacarku.

Dia baru dibebaskan dari penjara dan kini bersamaku.

Baik Rani, jika Moti bisa kerjakan tugas dari kami..

..maka aku akan mengguyurmu dengan mutiara.

..jika tidak, dengan air keras!

Pak Thapar, adakah gunanya Moti menyamar sebagai Badshah?

CBI akan menyangka Moti sebagai agen mereka, Badshah.

Dan menunjuknya guna melindungi Gayatri Bachchan.

Dia akan segera membunuh Gayatri Bachchan begitu mendapat celah.

Penjaga yang berbalik jadi pembunuh.

Pemberitahuan untuk penumpang..

..pesawat IC147 tujuan Jamnagar..

..harap ke ruang pemeriksaan keamanan.

Oke!

Kita sudah di bandara, jaga sikap kalian!

Ramlal, bawa barang bagasinya.

Aku hendak mengambil tiket. - Baik, tak masalah.

Angkat bagasinya.

Pak, pakai troli?

Gratis? - Ya, gratis.

Berikan padaku.

Perhatian, diumumkan pada penumpang..

..pesawat IC148 akan segera diberangkatkan..

Terima kasih.

Berikutnya. Tolong, nama anda di tiket?

Namaku adalah..

Walkman! - Walkman? - Aku kelupaan walkman-ku!

Aku segera kembali. Tolong, jangan pergi!

Eh, maaf!

Oh, maaf.

Ini milik anda. Terima kasih.

Cepatlah! Kalau ketinggalan pesawat, kita bisa menginap di sini!

Ramlal, pesawat masih butuh 1-2 jam untuk berangkat.

Jangan kuatir.

Hei, Ramlal. Kau bawa walkman-ku?

Walkman, ada padaku? - Coba cari.

Tolong, tiketnya.

Badshah.

Tn. Badshah, penumpang tujuan Goa..

..harap menuju lobi eksekutif, telepon untuk anda. Terima kasih.

Tiket anda?

'Ruang Tunggu Eksekutif.'

Halo?

Badshah, anakku! Ini ibu!

Ibu?

Peralatanmu tertinggal di rumah!

Peralatan?

Bagaimana kau mencukur tanpa peralatan?

Kau sudah bawa camilan, bukan?

Bagikan pada teman brengsekmu!

Badshah?

Ya, bisa dibantu.

Di mana nona tadi? Lupakan.

Tolong, kau bisa berikan tiketku?

Namaku.. Badshah.

Ini tiket anda, Tn. Badshah.

Terima kasih.

Namaku.. Ramlal. - Rocky. - Jaggy.

Permisi, tiket anda semua di sini.

Baik. Terima kasih.

Tn. Badshah, penumpang tujuan Goa..

..telepon untuk anda. Harap menuju lobi eksekutif. Terima kasih.

Siapa kira-kira?

Permisi!

Permisi!

Halo?

Kenapa?

Overdosis. - Hah?

Kebanyakan minum pil dan bereaksi.

Harus cepat kubawa ke rumah sakit.

Permisi. Hei, permisi!

Tunggu! Kau jatuhkan benda komputermu!

Tuan Badshah, telepon untuk anda..

Aku datang.

Halo, Badshah di sini.

Ibu.

Ibu? Ada apa dengan suaramu?

Operasi Ibu.

Operasi ibu..? Oh, ini Dokter?

Dokter?

Aku merasa ada orang di dekatnya.

Dia terpaksa memakai kata sandi.

Brilian!

Ya, aku dokter yang bicara.

Telepon dari mana? Rumah atau klinik?

Klinik.

Bagus. Katakan, ada apa?

Aku beritahu sesuatu yang penting untukmu.

Kau akan temui anak buahku di pesawat.

Dan ia akan memberimu bunga.

Bunga?

Dokter, kenapa kau harus repot begini?

Tapi keberhasilan operasi ini hanya tergantung padamu.

Ini operasi yang sangat besar bagi kami!

Tapi dokter, penyakitnya ringan, bukan?

Yang kita anggap begitu penting,..

..baginya penyakit ringan! Wah!

Ya, ini penyakit ringan.

Benar, 'kan! - Tapi ingat.

Operasi ini harus selesai dalam 15 hari.

Dokter, 15 hari? Aku akan bereskan kasus ini dalam 7 hari dan pulang.

Jangan khawatir!

Tolong, cukup jagakan ibuku.

Aku sangat menyayangi ibu.

Bukan kau saja, aku juga sayang ibu.

Oh ya?

Seluruh bangsa menyayangi ibu!

Dia bukan hanya ibumu.

Dia ibu bagi kami semua!

Dia ibu bagi seluruh bangsa!

Semoga berhasil, Badshah!

Terima kasih.

Bukan main cerdasnya orang ini.

Kami selesai bicara dan idiot yang mencuri dengar akan mengira..

..ini obrolan antara dokter dan pasiennya!

Aku yakin sekarang..

..'Operasi Ibu' ini pasti berjalan sukses!

Pak, misinya sukses.

Orang kita kini yang datang ke sana sebagai Badshah.

Orang kita kini yang datang ke sana sebagai Badshah.

Permisi, namaku Badshah.

Tuan Badshah, ini tiket anda kelas ekonomi.

Apa maksudmu?

Tiket Badshah di kelas ekonomi?

Kelas Satu! - Ya. Sebelah sini.

Tempat duduk anda no. 1C. - Terima kasih. - Silakan, Pak.

Halo, apa kabar?

Kelas satu, kursi nomor satu. - Permisi.

Tolong, mantelnya. - Baik.

Maaf.

Kau akan mengembalikannya, bukan?

Tentu, Pak. - Baiklah.

Salam. Bisa saya bantu?

Salam. Bantu?

Tempat duduk anda di sana.

Tapi kami berbarengan! - Ya! Kami bepergian bersama!

Tidak, tiket anda untuk kelas ekonomi. Dan kelas ekonomi di sana.

Kami naik taksi yang sama! - Benar, taksi sama.

Berangkat dan naik juga bareng. Kenapa tak duduk bareng?

Tidak, tapi ini kelas satu. Kelas ekonomi di belakang sana.

Kelas tiga di pesawat adalah kelas ekonomi!

Benar sekali, bagus!

Jadi kami ke belakang sana? - Ya, tuan-tuan. - Baiklah.

Terima kasih. Jadi ini kelas satu? - Ya. - Sungguh kelas satu! Baik.

Badshah di kelas satu dan kita ketiban di kelas tiga?

Ini lebih baik daripada kereta Rajdhani Express.

Halo? - Permisi, Pak. Coklat?

Gratis? - Ya.

Bawa lagi lebih banyak.

Silakan duduk.

Maaf.

Aku tahu kenapa orang suka terbang!

Kenapa?

Kondekturnya semua gadis!

Bukan, itu pramugari. Lelaki itu kondekturnya!

Aneh, kondekturnya jualan cokelat!

Jualan wafer tidak?

Permisi, harap simpan bagasi di loker atas.

Jika bagasi di loker, di mana kami akan tidur?

Itu bukan tempat tidur kereta, tapi loker.

Perhatian para penumpang. Pesawat akan segera diberangkatkan.

Permisi, Pak. - Ya, tuan.

Kalau pesawat berhenti di stasiun, bisa panggil penjual teh asongan?

Harap bersabar. Anda juga akan mendapatkan teh dan camilan.

Camilan? Tidak, terima kasih.

Bos kami duduk di kelas satu.

Dia yang bawa uangnya. - Pak, kami tak menarik uang.

Semuanya akan dilayani gratis.

Gratis?

Gratis, ya?

Kalau begitu, kami minta nasi bungkus.

Dan tolong, hangatkan makanan di dalam rantang ini.

Ibu dengan sayangnya menyiapkan makanan itu.

Ini pasti sebuah lelucon. Lumayan juga.

Apa artinya hidup tanpa lelucon?

Jika kau tak tertawa, maka hidup..

Siapa orang ini?

Ini pasti penerbangan pertama baginya.

Aku mau ke toilet.

Badshah?

Badshah?

Aku yang diutus kepala CBI.

Apa ini? - Bunga, untukmu.

Bunga? Oh, ya.

Formalitas dari pihak dokter!

Sampaikan padanya, aku tak hanya menganggapnya dokter, tapi dewa.

Mari duduk. - Tidak, kursiku di sana.

Begitu. - Semoga berhasil.

Baik, semoga berhasil.

Ada apa?

Moti, CBI telah menyesatkan kita.

Kita salah membunuh orang.

Badshah yang asli masih hidup!

Apa?

Ada agen CBI lain bersamanya.

Tapi, jangan kuatir.

Aku akan membunuh mereka berdua.

Kau yakin? - Ya, oke. Pergilah.

Badshah dalam bahaya!

Bisa dibantu, Pak? - Tidak, terima kasih. - Tentu.

Badshah!

Badshah!

Kalau kau main-main dengan Badshah,..

..akan kuhamburkan otakmu, mengerti!

Sampai pesawat mendarat, kau harus tetap di toilet! Paham?

Kurasa si botak itu, komplotan penculik.

Permisi.

Eh, terima kasih. Aku sudah ada.

Boleh aku duduk di sini?

Boleh aku duduk di sini?

Tentu saja. - Terima kasih.

Mari duduk, silakan. - Terima kasih.

Siapa namamu?

Rani.

Namaku Badshah.

Ratu dan Raja? Raja dan Ratu?

Aku suka itu.

Kau hendak ke mana?

Sebentar, aku belum selesai minum!

Maaf.

Bukan, yang kanan itu gelasku.

Ini yang kanan, nona. - Tidak! Kurasa..

..yang kiri, gelasku.

Yang kiri ini? - Tidak!

Tunggu, kasus gelas kiri-kanan ini biar aku pecahkan!

Begini, kau duduk di kiriku, dan aku di kananmu.

Tapi dari tempatnya berdiri, aku di kirinya dan kau di kanan.

Sudah bawaan, orang di kanan lebih dulu mengambil benda di kiri?

Benar, Pak. - Baik.

Jadi, orang di kiri mengambil yang kanan demikian seterusnya.

Yang kiri pindah ke kanan, yang kanan pindah ke kiri.

Karena berada di kanan, kau akan ambil gelas kiri dan menaruh di kiri!

Dan gelas kanan akan ditaruh di kanan.

Benar, Pak.

Jadi, kalian tunggu apa? Pergilah!

Baik. - Ayo, pergi.

Kasus terpecahkan!

Permisi?

Aku pikir, yang kanan itu gelasku.

Aku juga pikir begitu! Gelasmu yang benar ada di kiriku.

Sebenarnya, kau yang betul.

Bersulang. - Terima kasih.

Kita sudah tiba di Goa. Suhu di luar 30 derajat Celsius.

Bagaimana? - Sudah beres.

Aku sudah bunuh mereka berdua.

Bagus sekali. Aku bangga padamu, sayang!

Permisi?

Aku rasa, gelas yang kanan itu milikmu.

Kau punya saudara kembar? - Tidak.

Aku juga tak punya.

Siapa dia, kelihatan akrab?

Dia itu Badshah!

Hai? Baru pertama kali kemari?

Aku baru datang dengan pesawat.

Badshah ada di sana!

Tunggu dulu, Badshah! Badshah!

Ada yang mengikuti Badshah?

Tiarap!

Mengapa mereka semua tiarap?

Jangan-jangan ada gas beracun?

Awas! Kau siapa? Apa maumu?

Aku temanmu, Pak! Atasan mengutusku untuk menemuimu.

Lalu, kenapa kau menembak?

Ada yang mengenalimu, Tn. Badshah!

Badshah?

Paman Tom, ada kesalahpahaman di sini!

Mengapa penipu itu kemari mengatas-namakan Badshah?

Kau kenal dia?

Nama aslinya Raj. Dan dia penipu ulung.

Tiarap!

Cepat! - Ayo!

Aku akan menyelidiki, mengapa dia kemari menyamar Badshah?

Aku harus mengambil bagasiku! - Cepat ikut aku!

Dia masuk ke mobil! Cepat!

Badshah!

Sial!

Kalau bos tahu ini, kita belum membereskan Badshah..

..maka dia akan membunuhku!

Aku penasaran siapa yang pergi dengan Badshah?

Pasti itu anak buah bos yang sewa kita.

Untunglah Badshah lolos dari bahaya.

Kita pergi naik apa sekarang?

Itu sopir dari Mahindra menjemput!

Persiapan yang hebat!? Ayo, berangkat!

Botak brengsek! Dia terus memelototi aku!

Aku balas pelototi dia!

Mau apa?

Dia pikir aku sudah gila.

Memangnya kita orang bodoh?

Halo?

Aku Suleman.

Ya, Suleman?

Sudah kau jemput Baadshah dan temannya dari bandara?

Baadshah ikut orang lain di bandara.

Teman-temannya yang ikut denganku.

Baiklah.

Baadshah pergi dengan orang lain!

Dia pikir dirinya lebih cerdik.

Tapi dia tak tahu, kitalah para penculik..

..dan putri atasanku, tawanan kita di sini!

Berhenti. Hei, berhenti!

Kau gila?

Hentikan dia!

Awas kau!

Saudara ipar.

Anak gadis sekecil ini bisa membuat hidup kita sengsara..

..bayangkan, apa jadinya bila ini Baadshah setinggi 1,8 m!

Kami akan berikan perlengkapan yang akan membantu misimu. - Baik.

Mari.

Ini pakar bidang penelitian kami, Tn. Rusi.

Halo. Dan ini adalah..

Tuan Badshah, orang hebat!

Kau tahu aku? - Tentu saja!

Hanya kabarmu, tapi ini pertama berjumpa. Lumayan muda.

Hari ini, aku akan memberimu perlengkapan istimewa.

Yang sudah aku rakit selama 25 tahun.

Dan ini hasil kerja kerasku setelah 25 tahun.

Ini permen. Permen!

Ini bukan permen biasa. - Bukan?

Kau buka, kulum dan kunyah permennya.

Dan bungkus kembali..

..lalu kau lempar!

Tak ada yang menduga, ini bom permen!

Berikutnya!

Lihat ini sepatu!

Ini juga akan meledak?

Tidak meledak, tapi melekat!

Lihat itu!

Bukan main, sepatunya mirip cicak!

Kau namakan begitu indah. Sepatu cicak!

Berikutnya.

Terima kasih. - Baik.

Ini adalah kacamata X-ray, cobalah.

Baiklah.

Tunggu dulu!

Lily? - Oh?

Kau nakal ya? - Tidak.

Ayo, cepat pakai.

Aku sudah siap!

Kau lihat? Bagaimana menurutmu?

Bagus sekali.

Senjatanya bagus tidak?

Bukan main, senjatamu besar!

Itu belum seberapa!

Kau bisa melihat sekecil apa pun, semua senjata lawan dari kacamata itu!

Bagus sekali!

( Anti X-ray ) Lily? Maaf, aku tidak..

Menyenangkan, bukan?

Mobil ini dirancang khusus dengan peralatan lengkap untukmu.

Hanya untukmu!

Untukku? - Ya, untukmu.

Maksudmu, aku bisa kendarai mobil ini kemana saja?

Kemana pun kau suka! Tak masalah.

Baiklah!

Sebenarnya, setelah melihat semua penemuan hebatmu ini..

..semua di sini seakan bukan bengkel kerja biasa.

Kelihatannya ini seperti bengkel kerja CBI.

Tentulah, ini memang bengkel kerja CBI!

Jadi kau juga.. seorang petugas CBI?

Tentu saja, kau juga petugas CBI!

Bukan!

Sebelum aku terima semua benda ini, aku harus perjelas semuanya dulu.

Aku bukan petugas CBI.

Aku seorang detektif pribadi.

Apa?

Omong kosong apa maksudnya?

Pak, dia dalam misi rahasia.

Dia harus sembunyikan identitasnya.

Begitu, maafkan aku! Ini salahku.

Kau memang bukan petugas CBI!

Betul, dan namaku Badshah.

Badshah!

Kau harus memecahkan kasus ini.

Seperti kasus Jhunjhunwala yang sudah kau pecahkan.

Jadi kau tahu kasus Jhunjhunwala yang aku pecahkan!

Seluruh dunia tahu tentang itu! Bukan rahasia lagi!

Lihat ini, beritanya ada di koran!

Biar aku baca dulu. - Akan kuperlihatkan fitur mobil ini,

Kasus penipuan 80 crore rupee di Bank Dhanlaxmi terbongkar.

Duet Jhunjhunwala, ayah dan anak telah ditahan CBI.

Jadi mereka, ayah dan anak?

Dan Seema, bukan putrinya.

Sorotan dari belakang! Kau sudah mengerti?

Aku mengerti semuanya! - Bagus.

Oh ya, jika kebetulan bertemu Seema..

..tolong sampaikan permintaan maaf dariku.

Minta maaf ke Seema? Aku belum paham.

Kau akan paham jika berada di posisinya!

Moti, itu dia! Ayo, cepat!

Seema? Apa yang dilakukannya di sini?

Moti!

Seema..?

Sial, bagaimana membuka jendela ini?

Seema!

Cepat, dia sudah pergi!

Buka jendelanya, sialan!

Penyeka kaca?

Seema!

Moti, lakukan sesuatu!

Berikan senapan mesinnya!

Tombol ini, persetan!

Dia punya pelindung!

Berikan bazokanya!

Ayo, Moti!

Aku coba saja semua tombolnya!

Apa ini?

Apa itu?

Aku coba saja!

Moti!

Astaga, mobil apa ini? Aku tak tahu tombolnya sama sekali!

Hei, Seema!

Seema, jendelanya sudah terbuka..

Mereka sudah datang, cepat! - Kita baru mulai.

Permainan politik apa ini?

Katanya kita akan menginap bersama Badshah di Hotel Blue Nile! Kenapa di sini?

Jangan sampai mereka curiga, kalau telah diculik. Pergilah.

Halo?

Pak, ini bos, CEO Mahindra.

Selamat datang di Goa, Pak.

Bos, persetan sambutanmu. Katakan, di mana teman-temanku?

Temanmu beristirahat di wisma tamu perusahaan, Pak.

Baiklah.

Pak, kau sudah bawa berliannya, 'kan?

Aku membawanya!

Tapi aku tak akan menyerahkan berliannya kepada penculik.

Aku akan menyelamatkan putrinya.

Tolong, jangan lakukan itu, Pak!

Bos kami punya banyak berlian, tapi anak putrinya hanya satu.

Tolong, selamatkan putrinya dan berikan berliannya pada penculik!

Selamat petang, Pak. - Selamat petang.

Selamat petang.

Bukan kau, ada pelayan di sini.

Kau ke sini!

'Seseorang sedang menunggumu di klub piano lantai bawah.'

Siapa yang menungguku, Pak?

Kurasa, penculiknya ada di sini!

Penculik?

Kita sendiri penculik!

Jadi, siapa penculik lainnya?

Seema?

Jadi kau yang mengirim bunga?

Kita ada kesalahpahaman.. - Tak perlu dijelaskan.

Aku sudah tahu semuanya.

Jhunjhunwala telah membohongimu.

Tidak, Seema.

Aku yang membohongi diri sendiri.

Walau saat itu aku berpura-pura jatuh cinta padamu,..

..sesungguhnya aku mulai mencintaimu.

Aku mulai menyadarinya,..

..ketika aku telah menyakiti hatimu.

Aku sungguh menyesal, Seema.

Mengapa jantungku berdebar? Dil Kyoon Dhak Dhak Karta Hai.

Mengapa ia menginginkanmu? Kyoon Ye Tujhpe Marta Hai.

Mengapa jantungku berdebar? Dil Kyoon Dhak Dhak Karta Hai.

Mengapa ia menginginkanmu? Kyoon Ye Tujhpe Marta Hai.

Hatiku tiada henti merindukanmu. Dil Tujhko Hi Chahe Baar Baar.

Aku dibuatnya gila, sayang. Hum To Deewane Huye Yaar.

Aku tergila-gila padamu, sayang. Tere Deewane Huye Yaar.

Apa kini yang harus kulakukan? Ke Abh Kya Karein Hum.

Bagaimana aku bisa hidup? Kaise Jiyein Hum.

Begitu banyak untuk dikatakan. Itna Bataa De.

Oh sayangku. O Mere Yaar.

Aku dibuatnya gila, sayang. Hum To Deewane Huye Yaar.

Aku tergila-gila padamu, sayang. Tere Deewane Huye Yaar.

Kulekatkan parasmu di dalam mataku. Rakh Loon Nazar Mein Chehra Tera.

Siang malam aku akan selalu merana. Din Raat Is Pe Marta Rahoon.

Sepanjang nafas ini masih berdenyut. Jab Tak Ye Saansein Chalti Rahein.

Aku akan senantiasa mencintaimu. Tujhse Mohabbat Karta Rahoon.

Begitu dalam cintamu, aku bersumpah. Itna Jo Chaahogey, Meri Kasam.

Kupasrahkan diriku untukmu, sayang. Sabh Kuch Lutaa Doongi Tujhpe Sanam.

Aku telah membuatmu gelisah. Tumne Kiya Hai Beqarar.

Gelisah.. gelisah. Beqarar.. Beqarar.

Aku dibuatnya gila, sayang. Hum To Deewane Huye Yaar.

Aku tergila-gila padamu, sayang. Tere Deewane Huye Yaar.

Kau kini telah merapat dipelukanku. Bhar Ke Mujhe, Apni Aagosh Mein.

Terbuai di bawah rambutku. Sou Ja Mere Gaisuoon Ke Taley.

Tiada yang kulihat, selain dirimu. Tere Sivaa Kuch Nazar Aaye Na.

Bawalah aku dalam dekapanmu. Aise Lagaa Le Mujhko Galey.

Aku meyakini sumpah setiamu. Teri Waffaoon Pe Bharosa Karoon.

Aku takkan pernah mengkhianatimu. Tujhse Kabhi Na Dhoka Karoon.

Kau tanamkan keyakinan padaku. Tu Ne Kiya Hai Aitbaar.

Keyakinan.. keyakinan. Aitbaar.. Aitbaar.

Aku dibuatnya gila, sayang. Hum To Deewane Huye Yaar.

Aku tergila-gila padamu, sayang. Tere Deewane Huye Yaar.

Apa kini yang harus kulakukan? Ke Abh Kya Karein Hum.

Bagaimana aku bisa hidup? Kaise Jiyein Hum.

Begitu banyak untuk dikatakan. Itna Bataa De.

Oh sayangku. O Mere Yaar.

Aku dibuatnya gila, sayang. Hum To Deewane Huye Yaar.

Aku tergila-gila padamu, sayang. Tere Deewane Huye Yaar.

Bawa semua.

Dengar, Seema. Aku..

Bukan main!

Tubuhmu mengisyaratkan sesuatu.

Dan kau bergaya yang lain.

Di mana Baadshah?

Namaku ada di bibirmu dan wajahku di dalam matamu!

Dan kau tanya di mana Baadshah?

Jawab aku! Aku tak segan menembakmu!

Kalaupun mau, kau tak bisa menembakku.

Ada masalah sepele.

Apa?

Kau lupa membuka kunci pengaman pistol.

Ada di sini..

Kita pernah bertemu di bandara, bukan?

Ya!

Kau menipuku di sana sehingga salah membunuh orang!

Tapi kini kau tak akan bisa lolos!

Bodoh!

Apa yang kau lakukan? Kau sudah membunuhku!

Aku tak bermaksud begitu!

Anjing!

Anjing baik!

Kau tahu, aku takut anjing.

Aku juga, gigitan mereka sialan ngeri!

Katanya, jika mendengar kau bernyanyi, anjing tidak menggigit.

Omong kosong, aku tak percaya itu!

Aku sudah gila.

Aku sudah gila.

Aku sering berkata itu.

Ayo, lakukan kegilaan.

Biarkan aku pergi..

Aku sudah gila..

Aku sudah gile..

Tolong!

Biarkan aku pergi! Tolong!

Seema?

Moti sayang! Sedang apa di bak sampah?

Kau pikir apa?

Kau sudah bunuh Baadshah?

Bedebah itu lolos! Kalau tak ada anjing, sudah aku mutilasi dia!

Ayo, pergi! - Ke mana?

Rumah sakit!

Aku digigit anjing dan aku perlu suntikan rabies, wanita goblok!

CEO Mahindra ini orang baik. Dia tuan rumah yang ramah!

Aku bisa bangkrut mengurus putri ini..

..dan orang-orang ini menggerogotiku dengan nafsu makannya!

Ada satu cara, telepon Baadshah dan katakan kau penculiknya..

..suruh dia kemari membawa berlian.

Tuan Badshah, telepon untuk anda.

Halo?

Aku si penculik!

Kau pasti heran bagaimana aku tahu Mahindra yang mengutusmu kemari.

Aku tahu kau bisa sampai sejauh ini.

Tapi aku kemari untuk memberimu berlian.

Katakan saja padaku..

..di mana dan kapan aku bisa menemuimu?

Besok jam 4 sore, di sekolah St. Paul.

Tapi bagaimana aku bisa yakin, anak itu masih bersamamu?

Kau bicaralah pada anak itu.

Sayang, ayo bicara padanya. Katakan kau ingin bertemu ayah!

Ayolah, sayang.

Mengapa kau tak mau bicara!

Jangan pukul anak itu!

Kau paham akibatnya bagi anak itu? Jika ingin dia hidup, serahkan berliannya.

Ya, baiklah..

Besok jam 4 sore di sekolah St. Paul.

Baik, aku akan ke sana.

Gelagatnya memang tidak biasa!

Jelas ada motif yang dia rahasiakan.

CBI mencurigai 4 orang ini berencana membunuh Gayatri Bachchan.

Tapi Deepak Thapar tersangka utamanya.

Jika bisa menjangkau Thapar, kita bisa tahu jelas, apa tujuan Raj?

Orang ini seorang industriawan besar.

Dia punya sebuah klub di kota yang sering dikunjunginya tiap malam.

Luar biasa, Tn. Thapar!

Berkunjung kemari, kita merasa muda lagi!

Di sini pun batu bisa hidup, Tn. Advani.

Terima kasih.

Dengan senang hati, Tn. Thapar.

Baru kali ini aku melihatmu d sini.

Aku dari Mumbai yang kemari untuk plesir.

Mengunjungi tempat-tempat terkenal..

..dan berteman dengan orang terpandang..

..itu adalah hobiku.

Maukah kau menjadi temanku?

Tentu, mengapa tidak?

Namaku Rosy.

Rosy atau Seema?

Tidak baik seorang gadis merokok.

Sebenarnya rokok berbahaya bagi orang.

Dan kau yang tua, Pak. Dia seperti puterimu.. bukan, cucu puterimu.

Harusnya kau melarang, bukan menyalakan rokoknya! Itu buruk!

Siapa kau?

Kekasihnya. Badshah.

Badshah?

Permisi! - Kenapa kau?

Ikutlah aku, ayo! Tolong.. - Tidak mau! Ada apa?

Baik, kau boleh beri dia rokok!

Tak masalah, oke?

Paman Tom, kecurigaanku benar.

Raj memang bekerja untuk Thapar.

Kau tidak mengenaliku? Aku si Bos!

Jadi kau adalah Bos.

Kau bukan Bos, tapi 'murahan'!

Sedang apa kau di klub ini?

Berdisko dengan anak muda?

Menyalakan rokok seorang gadis!

Kau tak tertekan soal itu?

Bagaimana dengan anak itu?

Anak? - Ya!

Anak yang membuatku datang ke sini!

Pak, biar tak ada yang curiga, dia menyebut Ny. Bachchan, anak!

Oh, anak!

Badshah, aku tak malu mengatakan..

..saking tegangnya, aku sampai berganti celana 4 kali sehari!

Oh tidak, lupakan itu!

Katakan, adakah yang mencurigaimu sebagai Badshah?

Siapa yang mengangkat dia jadi bos?!

Apa ada orang yang mencurigai Baadshah sebagai Baadshah?

Tak ada sama sekali. - Tepat.

Tapi ada problem kecil.

Problem?

Petugas CBI di sini mengira aku dari CBI.

Justru itu yang kumau! - Oh, ya?

Bereskan masalah anak itu dan.. - Jangan khawatir dengan anak itu.

Dia akan berada di sekolah St.Paul jam 4 sore besok.

Besok? Sungguh? - Ya, sungguh.

Aku akan membereskan masalah ini untuk selama-lamanya.

Besok beres? Badshahku sayang! - Oh tidak, kau merusak jasku!

Selesaikan tugasmu, aku akan memberi semua keinginanmu! - Baik, tak masalah.

Pak, beri dia kartunya.

Ini, kartu nama perusahaan rahasia kami.

Jadi, apa kabarnya Rani?

Rani, siapa?

Rani-nya Badshah!

Kau jelas bukan Bos, tapi 'murahan'!

Untuk Baadshah, Rani bukan kata pantas. Badshah memiliki Begum (nyonya).

Dan Begum-ku.. ada di sana!

Jadi Rani keluar, Begum masuk?

Cepatlah ke Begum-ku dan katakan Baadshah ingin menemuinya.

Dia benar.

Begum! - Hah?

Kenapa kau di sini, nona? Pergilah temui Baadshah-mu!

Kekasihmu!

Kekasih?

Saudara sekalian.

Di tengah kita ada seorang kekasih..

..yang memberi janji cinta muluk, tapi tak pernah terbukti.

Hobinya mempermainkan perasaan dan mengkhianati cinta.

Dia bukan kekasih, tapi penipu.

Seorang pembunuh!

Aku menerima semua tuduhan itu.

Tapi aku juga harus mengakui ini.

Aku seorang kekasih, juga pembunuh. Aashiq Hoon Main, Kaatil Bhi Hoon.

Aku juga terlibat di hati semua orang. Sabke Diloon Mein, Shaamil Bhi Hoon.

Aku seorang kekasih, juga pembunuh. Aashiq Hoon Main, Kaatil Bhi Hoon.

Aku juga terlibat di hati semua orang. Sabke Diloon Mein, Shaamil Bhi Hoon.

Aku seorang kekasih, juga pembunuh. Aashiq Hoon Main, Kaatil Bhi Hoon.

Aku juga terlibat di hati semua orang. Sabke Diloon Mein, Shaamil Bhi Hoon.

Mencuri hati, mengusik tidur. Dil Ko Churana Neendein Udana.

Hanya ini kejahatanku. Bas Yehi Mera Kasoor.

Aku tak pernah melanggar janji. Waadon Se Apne Mukarta Nahin.

Aku tak pernah takut suratan hidup. Marne Se Main Kabhi Darta Nahin.

Raja, Oh Raja! Baadshah O Baadshah.

Raja, Hai Raja! Baadshah E Baadshah.

Raja, Oh Raja! Raja.. Baadshah O Baadshah. Baadshah..

Di segala penjuru, aku jadi perdebatan. Chaaron Taraf Hain Mere Hi Charche.

Namaku sendiri jadi buah bibir. Hoton Pe Hai Bas Mera Naam.

Pagiku terisi nuansa warna. Rangoon Bhari Subha Meri.

Malamku terbenam kesenangan. Masti Mein Doobi Hai Meri Shaam.

Kisah palsu seperti kenyataan. Jhoothi Khahani Sachchi Lagey.

Hidup bertualang memikatku. Aawargi Mujhe Aachi Lagey.

Aku menyanyi dan orang menari. Nagmey Sunana, Sabko Nachana.

Hanya ini kejahatanku. Bas Yehi Mera Kasoor.

Aku tak pernah melanggar janji. Waadon Se Apne Mukarta Nahin.

Aku tak pernah takut suratan hidup. Marne Se Main Kabhi Darta Nahin.

Raja, Oh Raja! Baadshah O Baadshah.

Raja, Hai Raja! Baadshah E Baadshah.

Raja, Oh Raja! Raja.. Baadshah O Baadshah. Baadshah..

Halo?

Aku ingin mengabari tentang Baadshah..

Hai, Rani! Orangmu memang hebat!

Dia pantas bernama Baadshah, bukan Moti!

Katanya, dia akan selesaikan tugasnya di sekolah St. Paul besok jam 4 sore!

Cinta kasih, ini kelemahanku. Hai Yeh Mohabbat Kamzori Meri.

Aku menguasai dunia cinta. Chaahat Ki Duniya Pe Mera Raaj.

Kutundukkan kepala hanya pada Tuhan. Bas Rab Ke Aage Jhookta Mera Sar.

Mahkota dan tahta menyembahku. Jhukte Mere Saamne Tak To Taj.

Gayaku lain dari yang lain. Andaz Mera Sabh Se Judaa.

Aku seorang raja diraja. Main Baadshahon Ka Baadshah.

Membuat mimpi dan gelak tawa. Sapnay Sajaana, Hasna Hasana.

Hanya ini kejahatanku. Bas Yehi Mera Kasoor.

Aku tak pernah melanggar janji. Waadon Se Apne Mukarta Nahin.

Aku tak pernah takut suratan hidup. Marne Se Main Kabhi Darta Nahin.

Raja, Oh Raja! Baadshah O Baadshah.

Raja, Hai Raja! Baadshah E Baadshah.

Raja, Oh Raja! Raja.. Baadshah O Baadshah. Baadshah..

Raja, Oh Raja! Baadshah O Baadshah.

Bos, aku ada kabar baik.

Anak itu akan berada di sekolah St. Paul jam 4 sore besok, bukan?

Anak? Anak siapa?

Itu sandi! Anak berarti Gayatri Bachchan!

Dari mana kabarnya? Acaranya diumumkan 15 menit yang lalu.

Baadshah yang mengabarkan ini padaku!

Dia bukan pembunuh biasa, dia penyihir maut!

Besok di sekolah St. Paul, dia akan menghabisi Gayatri Bachchan!

'Sekolah St. Paul.'

'Hari Anak.'

Bagus sekali.

Sepertinya dia mau menggunakan bahu anak itu untuk menembak!

Dia mengeluarkan pistolnya!

Sebelum dia menembak, kita harus memperingatkan Ny. Bachchan!

Kita tak bisa masuk, jadi waspadakan penjaga keamanannya.

Pak, seorang wanita kemari mengatakan,..

..ada pembunuh mengincar Ny. Bachchan.

Wanita ini tahu rahasia kita, bunuh dia.

Kau bawa berliannya?

Siapa kau?

Aku si penculik!

Begitu, kau sedang menyamar? - Ya.

Di mana anak itu?

Ikut aku.

Manikchand?

Jadi, kau penculik anak itu!

Bukan dia, tapi aku.

Serahkan berliannya!

Baiklah.

Katakan dulu.. di mana anak itu?

Francis!

Botak, beri aku cokelat!

Halo!

Bagus, bagus sekali.

Aku punya kejutan lain buatmu. Tengok ke atas sana.

Hai, kawan! - Badshah!

Bagaimana keadaan kalian?

Kondisi kami fit, oke!

Hebat.

Aku senang kalian juga mengurus baik teman-temanku.

Jadi, mari kita mempermanis lidah dengan permen. Ini dia.

Baik.

Jangan, saudara ipar!

Seperti Charles Sobhraj (pembunuh serial)..

..dia akan menidurkan kita selamanya dengan permen itu!

Tak masalah. Aku akan mempermanis lidahku sendiri.

Maaf! Rasanya mengerikan.

Saudara ipar!

Kau di mana? - Bodoh, aku di sini!

Buang senjata mainan itu, cepat gotong anak ini pergi!

Paman, apa artinya itu?

Cepat lari!

Dia melarikan diri dengan anak itu! - Ayo, kejar mereka!

Ayo, cepat!

Tangkap dia!

Lewat sini!

Di mana dia?

Sebelah sana!

Kau tak apa?

Bagus sekali.

Ayo., sayang.

Sayang!

Sayang!

Sayang?

Paman, ini jalan keluarnya. Kenapa menggelantung di situ?

Aku sedang mencarimu! Ayo, turun ke sini!

Aku turun duluan? - Tidak, aku turun dulu.

Perhatikan ya. Ayo, ikuti aku!

Paman, menyenangkan, bukan? - Oh ya, tadinya.

Ayo, kita lakukan lagi! - Baik, tapi kau duluan!

Baik.

Paman, beruang datang!

Beruang dan kuda nil terkapar.

Bagaimana hasilnya? - Bagus!

Halo?

Bos? Aku Badshah.

Ya, Badshah? Bagaimana kabarnya?

Kabar baiknya, anak itu sudah bersamaku.

Anak itu bersamamu?

Maksudmu, dia masih hidup?

Tak hanya hidup, dia bermain-main di gendonganku!

Aneh benar! Orang ini pembunuh atau penyihir? - Kenapa?

Dia sudah menahan Ny. Bachchan!

Dan dia asyik bermain di gendongannya!

Asyik digendong? - Ya! - Menjijikkan!

Sulit dipercaya, kelakuan politisi sekarang.

Halo? Di mana dia?

Halo? - Ya, Bos!

Aku akan bawa anak itu ke kantormu.

Jangan lakukan itu, bisa merusak semuanya!

Lebih baik bawa dia ke rumahku.

Aku akan ke sana, oke? Cukup.

Ramlal, bawa anak itu ke alamat rumah ini.

Aku akan menyerahkan beruang dan kuda nil ini ke kantor polisi.

Jangan kuatir, aku hanya menolongmu!

Lewat sini!

Tangkap mereka! - Cepat!

Sudah, cepat!

Jangan kuatir. Biar kubereskan.

Apa sih?

Apa? Oh, maaf.

Terima kasih.

Ayo, kita pergi!

Jangan berteriak, sudah beres! Ayo, pergi!

Tolong! Tolong aku!

Apa yang kau lakukan? Dia orangku!

Dia orangmu? Lalu, siapa mereka?

Mereka orang-orangmu! - Tapi Pak, aku sendirian!

Mereka anak buah Thapar! - Thapar? Siapa dia?

Kau bekerja padanya! - Aku bekerja untuk Tn. Mahindra!

Siapa Mahindra? Siapa dia? - Tuan Mahindra..

Jangan coba membingungkan kami! Kami sudah tahu semuanya!

Baik, maka jelaskan padanya biar paham!

Aku tidak perlu penjelasan!

Aku sudah tahu, kau kemari untuk membunuh Gayatridevi!

Membunuh Gayatridevi? Oh, tidak!

Aku kemari untuk menyelamatkan anak itu. - Anak siapa?

Kau bohong! - Buat apa aku bohong?

Karena kau sebelumnya pernah menipuku!

Baik, aku menyesal. Aku menipumu sekali lalu aku akan menipumu lagi?

Ah, masa bodoh! Kau baru saja menipuku dengan ciuman!

Kau di pangkuanku, mana mungkin kulewatkan kesempatan itu?

Dengar! Aku tak bakal mempercayaimu lagi!

Baik, maaf! Aku tak akan menipumu lagi!

Mengapa? - Sebab aku mencintaimu.

Kau bilang apa? - Eh.

Aku tadi bilang apa?

Mana bisa aku bilang begitu di usiaku?

Itu benar, Seema.

Aku tidak berbohong padamu.

Aku benar-benar mencintaimu.

Moti? - Ya?

Kau sudah mengerti? - Aku mengerti semuanya.

Ini dia, kau akan mempercayaiku sekarang.

Mereka ini penculiknya!

Ini..

Dia CEO, bos perusahaan Mahindra di sini! Tuan Saxena!

Paman, tolong jangan bingung lagi!

Mereka ini penculiknya! Bicaralah!

Ah, maaf.

Maafkan aku, saudara Badshah.

Aku memang CEO Mahindra!

Sudahlah, diam!

Diam!

Kau CEO Mahindra? - Ya.

Keparat!

Jika dia bos perusahaan Mahindra di sini..

..lalu siapa orang yang kutemui di klub?

Dan dia mengutusku untuk anak itu?

Siapa dia?

Aku akan memberitahumu siapa dia.

Gadis kecil! Di mana kau, Nak!

Jangan malu-malu!

Kau senang digendong Baadshah!

Kau juga mau kugendong?

Paman, gendong aku! Aku juga mau digendong!

Kau siapa?

Aneh, kau tak mengenali anak itu lagi?

Siapa kalian? Dan anak siapa ini?

Jadi, kau tak bisa mengenali anak itu?

Dia putri atasanmu!

Atasan? Siapa itu?

Siapa itu? Dasar tak tahu diri!

Bagaimana kau bisa lupa orang yang memberimu makan roti?

Roti, roti apa?

Roti dari gandum! Jangan buat kami gila! Kau harus membayar upah kami!

Membayar upahmu apa? Apa-apaan ini semua ini?

Di mana Gayatri Bachchan?

Gayatri Bachchan?

Apakah Bachchan kawin lagi?

Siapa itu Gayatri Bachchan?

Astaga! Tapi, siapa kalian?

Di mana Baadshah?

Bos!

In Badshah yang asli, Moti.

Omong kosong apa bicaramu?

Bos, aku takut padamu, jadi tak kuberitahu yang sebenarnya.

Tapi akan kujelaskan. Orang yang kau temui di klub bukan Badshah kita.

Dia seorang detektif pribadi dari Mumbai.

Dan mereka ini adalah teman-temannya!

Mereka kemari untuk menyelamatkan anak ini dari para penculik.

Dan karena namanya juga Baadshah, CBI salah menduga, dia agen mereka.

Pak, masalah ini timbul karena nama serupa.

Masalah ini sekarang akan memecahkan masalahku!

Aku belum memahami sesuatu. - Apa itu?

Floppy ini diberikan CBI untuk Baadshah.

Bagaimana kau bisa memperolehnya?

Aku menemukannya di bandara Mumbai.

Ini dari pria yang dibawa dengan kursi roda.

Yang terjatuh dari sakunya.

Aku panggil mereka, tapi tak didengar.

Aku lari mengejar mereka ke lift. Tapi kemudian, dokter menelepon..

Apakah ini, pria itu?

Itu orangnya. Ya, dia ini.

Dan orang yang mendorong kursi rodanya..

Seema, aku mengerti sekarang.

Pria yang mendorong kursi rodanya, kenapa menembakku di parkiran hotel?

Dan katanya, 'aku salah membunuh orang di bandara.'

Artinya, petugas yang kulihat di kursi roda itu telah tewas terbunuh.

Ada apa, Seema?

Dia kakakku.

Seema, kau kenakan alat pendengar ini.

Aku memakai mikrofon nirkabel ini.

Jadi, kau bisa mendengar apa pun pembicaraan kami di sana.

Mengerti? Baik. Semoga beruntung.

Jaga diri.

Jangan khawatir.

Oh, Badshah. Mari.

Aku sudah menunggumu.

Kurasa kita ada kesalahpahaman di sini!

Kau keliru menyangka aku orangmu, begitu pula aku.

Aku mengiramu 'murahan', eh bosku.

Ternyata kau sepertinya orang mewah!

Jadi, jika aku telah berkata sesuatu yang menyinggungmu, aku minta maaf.

Aku sudah tahu semuanya kini. - Oh ya? Bagus, itu juga bagus.

Aku mengirim teman-temanku kemari bersama gadis kecil.

Aku tak melihat mereka di sini.

Jangan cemaskan mereka.

Tidak. - Mereka aman. - Syukurlah.

Dan bila kau ingin mereka tetap aman..

..kau harus melakukan sesuatu untukku.

Apa itu?

Besok di hotel 'Holiday Inn', Ketua Menteri Ny. Gayatri Bachchan..

..akan mengadakan perhelatan.

Dia akan dijaga ketat oleh petugas CBI.

Sudah seharusnya, Pak.

Tak ada orang yang bisa mendekatinya kecuali kau.

Aku? Kenapa aku?

Karena CBI mengiramu agen mereka.

Jadi, kau yang bisa melakukan tugas ini!

Tugas apa?

Membunuh Gayatri Bachchan.

Membunuh Gayatridevi? - Ya.

Tidak, Tn. Thapar.

Aku seorang detektif pribadi biasa.

Aku bukan pembunuh dan tidak membunuh.

Aku tidak dapat membunuh orang.

Kau harus membunuhnya.

Karena teman-temanmu dan anak itu..

Thapar!

Jika kau menyakiti mereka, aku tak akan mengampunimu!

Kau tak akan kuberi ampun! Lepaskan mereka!

Itu kepala sekuriti CM, Khanna,.

Dia akan membayangi setiap gerakanmu.

Jika kau melakukan gerakan salah..

..maka teman-temanmu dan anak itu akan kubunuh!

Ini lokasinya, tempat kau akan menghabisi nyawa Gayatridevi.

Pak?

Jangan melakukan muslihat!

Gadis kecil itu ada di van sana.

Moti?

Kami memasang bom di mobilnya.

Dan aku memegang alat pemicunya.

Ini kartu masuk VIP-mu.

Dan ini pistol berisi peluru.

Salam. - Salam.

Pak, keluarkan isi saku anda!

Ini gunting kuku.

Anda dilarang masuk membawa ini demi alasan keamanan.

Tapi bisa apa gunting kuku ini?

Ini peraturan, Pak!

Silakan.

Berikut.

Halo, Pak.

Pergilah.

Terima kasih. - Baik, wanita menarik.

Dr. Surti, mereka berencana membunuh CM!

Makanya kau bertugas di sini, Tn. Baadshah.

Aku bukan anak buahmu. - Tenanglah.

Mereka bersekongkol membunuh CM.

Dia belum sadar kenapa dipanggil Dr. Surti?

Dokter Surti! Dok.. pelayan!

Kau tidak boleh masuk!

Nyonya, tolong.

Biarkan dia masuk. - Tapi, Bu?

Tak apa. - Terima kasih.

Permisi, Nyonya.

Ada orang di sini yang..

Ya, teruskan..

Sebenarnya, Nyonya. Aku ingin bicara sesuatu.

Aku kemari diberi tugas.

Ada seorang gadis kecil, dan anak ini..

Apa katamu tentang anak itu?

Anak. - Ya, katakan..

Anak itu pengagum anda dan ingin tanda-tangan anda.

Siapa nama gadis kecil itu?

Beritahu nama anak itu.

Yah, kami panggi dia 'sayang' di rumah.

Ini dia.

Baik, terima kasih.

Omong kosong apa itu!

Kenapa kau sia-siakan kesempatannya!

Aku akan menembakmu sekarang!

Moti!

Tolong, selamatkan aku, paman! Aku takut, mereka akan membunuhku!

Dia akan menghadiri jumpa pers jam 12.30.

Ingat, kau jangan lewatkan kesempatan ini.

Mau menyelamatkan anak itu?

Jalan.

Kalaupun kau berhasil ke mobil van itu..

..kau takkan luput dari pengawasan Rani.

Lihat ke situ.

Rani mengawasi mobil van itu, sambil menodongkan senjata pada temanmu.

Mengerti?

Masuklah!

Salam.

Waspadai setiap orang yang mendekati CM.

Tahan siapa pun yang kalian curigai.

Paham? Pergilah. - Siap, Pak.

Pak? - Ya?

Aku membawa pistol.

Aku juga bawa.

Tapi kau yang akan menembaknya.

Jangan buang waktu. Cepat kerjakan!

Saya akan terus menentang pemilik industri..

..yang mengutamakan keuntungan pribadinya.

..apa manfaatnya bagi kaum miskin?

Apa tindakan anda terhadap kebocoran gas di pabrik kimia Tn. Thapar?

Laporan komisi penyelidikan telah diterima.

Jangan bicara apa pun. Dengarkan aku dengan tenang!

Aku diutus Thapar untuk membunuh CM.

Sekarang, pelan-pelan berdiri bersamaku.

Lihat ke depan!

Gadis kecilku ditawan olehnya.

Termasuk teman-temanku.

Bila aku tidak membunuh CM, mereka semua akan dibunuh.

Tolong, bantu aku.

Mengapa kau tak lapor ke petugas sekuriti?

Mereka juga komplotannya.

Aku harus memperingatkan CM.

Jika kau tak percaya,..

..kau bisa simpan pistolnya. Ini bawa.

Waktuku sempit.

Tolong, bantu aku.

Aku mohon!

Pak?

Silakan masuk.

Mari.

Ada apa, Sheetal?

Pak, kata orang ini,..

..Tuan Thapar mengutusnya kemari untuk membunuh Ibu!

Apa?

Sekuriti anda yang bertugas juga turut bersekongkol, Pak.

Omong kosong apa ini?

Aku bicara yang sebenarnya, Pak.

Ini bisa anda lihat, meskipun ada pendeteksi logam..

..mana mungkin aku diizinkan membawa pistol berpeluru ini?

Itu terisi penuh.

Kau sudah bicara dengan Gayatri?

Belum, Pak. Dia sibuk di jumpa pers.

Jadi aku membawanya pada anda.

Bagus, kau bawa dia kemari!

Aku akan bertindak sesuatu.

Sulit dipercaya, Thapar berbuat seperti itu?

Jahanam! Keparat!

Dia ingin menggagalkan rencanaku!

Orang bodoh siapa yang kau pilih, Thapar?

Bagaimana jika Gayatri tahu semua ini?

Inikah bukti rencana bodohmu?

Begini caramu agar semua kasusmu ditutup?

Aku memberimu bantuan dan informasi..

..karena aku mengincar kekayaannya! Aku ingin punya kekuasaan sendiri!

Jika Gayatri bisa lolos hari ini, semua hartanya akan diberikan ke kaum miskin!

Tenang, Thyagraj.

Dia akan melakukan perintahku.

Kau merasa dirimu pintar?

Gayatri akan memberi sambutan di ruang konferensi jam 02.00.

Jika kau tidak membunuhnya,..

..maka aku akan menekan tombol pemicu ini!

Kau siapa? Bagaimana kau dapat masuk?

Pak, aku mohon bantuanmu!

Bantuan?

Ini salinan karbonnya. - Baik, kita bertemu jam 02.00.

Kopi, Pak?

Tidak, terima kasih.

Anda yakin, Pak?

'Kau mendapat bantuan dari staf hotel ini.'

Pelayan!

Awasi dia, Pak.

Ini kosong, tak ada tipuan.

Tak ada apa-apa. Dan ini..

..tepat di sini!

Terima kasih. Semoga harimu baik.

Aku hebat, bukan?

Ibu Gayatri..

..Thapar berencana membunuhmu.

Sekuritimu yang bertugas ikut bersekongkol.

Suami anda, dalang dari semua rencana ini.

Dia telah membunuh sekretarismu dan mengutusku untuk membunuhmu.

Jika anda hadir di acara sambutan, maka aku harus menembakmu.

Ya? - Nyonya, aku ingin..

Ya, katakan?

Aku ingin membuatkan kopi.

Gayatri, ini arsip untuk pidatomu hari ini.

Kurasa, aku harus menunda acara hari ini.

Aku merasa gelisah sekali.

Setelah acara hari ini, kau jangan bekerja lagi dulu. Kau harus santai.

Aku akan memberimu cuti panjang.

Baiklah, kau bisa panggil Sheetal?

Aku harus mengoreksi sebagian pidatonya.

Dia pergi keluar.

Ibunya terkena serangan jantung. - Astaga.

Dia tak di rumah, langsung ke rumah sakit.

Jangan cemas, ibunya terhindar bahaya.

Istirahatlah dulu, oke? - Oke.

Gayatri!

Turunlah ke lantai bawah jam 02.00.

Tetap duduk!

Cepatlah! - Baik.

Salah kamar, di sini.. aku kebelet! - Cepat, masuklah!

Cepat! - Maaf, tolong rapikan!

Seema, kau sudah berikan suratnya pada Gayatridevi?

Aku sudah taruh di arsip pidatonya.

Bagus.

Setidaknya, dia belum turun ke bawah?

Aku kini harus menyelamatkan anak itu dan teman-temanku.

Seema, kau bawa tasku?

Ya. Paman, tolong, berikan tasnya? - Baik.

Ada apa?

Kau cantik sekali dengan pakaian itu!

Kita tak ada waktu! Cepatlah!

Kau ini Badshah, bukan Akshay Kumar!

Mami!

Aku harusnya lewat tangga.

Selamat tinggal, bajingan!

Kau?

Jika kau bergerak, aku tembak!

Kalau kau memang lelaki, jatuhkan senjata dan lawan aku!

Memang lelaki? Tunggu sampai kuperlihatkan otot-ototku!

Jatuhkan dulu senjatamu!

Kita jatuhkan senjata pada hitungan ketiga.

Baik. - Setuju.

1,2,..

3!

Sayang, mari.

Tidak Paman, jangan sentuh aku! - Kenapa tidak?

Aku terpasang bom!

Badshah, mereka lilitkan bom pada anak itu!

Bawa ini, biar kutangani.

Kau mau apa? Tunggu, hati-hati.

Apa kau pernah studi sains?

Tidak. - Jadi, kenapa coba-coba? Mari kita bawa saja dia.

Tapi Thapar punya alat pemicunya.

Dan tak satu pun dari kita tahu cara menjinakkan bom.

Sekarang, kerjakan perintahku ini. - Baik.

Apa kerjamu di sini, Khanna? Mana dia?

Dia di toilet. Waktunya tinggal 5 menit!

Suruh dia cepat!

Cepat, waktu kita tinggal 5 menit!

Aku sudah selesai!

Kadang, baunya.. kau tak masalah?

Jangan membacot, cepat jalan!

Kenapa gusar? Kau akan tahu rasa, kalau mengalaminya!

Jangan kuatir, Gayatridevi belum hadir.

Sebagai ketua partai, saya ingin mengucap selamat atas keberhasilan..

..dan tahun perak organisasi ini.

Ucapan selamat ini bukan hanya formalitas..

..tapi juga penghargaan untuk Ketua menteri, yakni istri saya..

Jika dia tidak hadir, apakah semua acara dibatalkan..?

Jangan bicara yang bukan-bukan! Dia akan hadir, pasti!

Itu dia! Dia sudah hadir, bukan?

Pergilah!

Semoga berhasil.

Segera setelah dia menembak,...

..tembak dia!

Kini saya mengundang Gayatridevi untuk memberi sambutan.

Ibu Gayatri..

..Thapar berencana membunuhmu.

Sekuritimu yang bertugas ikut bersekongkol.

Suamimu, dalang dari semua rencana ini.

Dia telah membunuh sekretarismu..

Dia pergi keluar. - Ke mana?

Ibunya terkena serangan jantung.

Jika kau hadir di acara sambutan, maka aku harus menembakmu.

Karena teman-temanku dan seorang anak menjadi tawanan Thapar.

Aku yang meminta tanda-tanganmu di lift.

Tidak!

Beginilah, Gayatri.

Aku benar-benar memberimu cuti panjang!

Mau kemana?

Ini, ambil!

Sudah cukup omong kosongmu!

Rasakan sekarang!

Jayalah India.

Tekan tombolnya.

Jangan, paman. Bom akan meledak! Kita semua bisa mati.

Tidak, Sayang.

Mereka tidak seberani dirimu.

Mereka orang-orang pengecut.

Jika dia tekan tombolnya, dia juga pasti mati.

Ayo, paman. Tekan tombolnya!

Ayo, tekan!

Awas, jangan mendekat!

Jika tidak, aku akan menekan tombolnya!

Jika keluar gedung, dia pasti menekannya!

Aku akan coba menjinakkan bom ini. Ambilkan tas peralatanku.

Tidak.. tidak!

Tidak.

Bom ini tak dapat dijinakkan.

Jaket ini harus dilepas.

Mana dia? - Aku di sini!

Berikan alat pemicunya! Atau aku akan menjatuhkanmu!

Thapar!

Kau harus mengangkatku ke atas!

Syukurlah.

Chopra, kita harus membuang jaket ini di luar jangkauan alat pemicunya.

Sebelah sana, Pak!

Ramlal, Jaggi? Lihat ke sini!

Badshah!

Dia akan jatuh!

Thapar kabur dengan alat pemicunya!

Kami sudah buang jaket keluar!

Persetan dengan jaket!

Selamatkan aku, tanganku merosot!

Tahan, kami akan berbuat sesuatu!

Cepatlah!

Ayo lompat, kami akan menangkapmu!

Paman, dia akan mati kalau melompat!

Lebih baik tarik kain yang ada di situ. Dia jago meluncur.

Ya, cepatlah!

Ke mana arah kalian?

Jangan digeser, tahan tepat di bawah!

Jaggy, Ramlal! Tahan aku!

Awas!

Aku mencintaimu. - Aku juga. - Terima kasih.

Dasar keledai! Kalian selalu mengacau semuanya!

Aku beri kalian satu kesempatan terakhir!

Begitu aku masuk ke mobil, tekan tombol di alat ini!

Gayatri, Badshah dan semuanya akan hancur! Cepat!

Selamat tinggal.

Moti! Bos kita yang meledak! Kabur!

Kami belum ada waktu, maaf Pak!

Halo? - Belum ada waktu.

Siapa, Bata? Dadah..

Telepon balik hari Senin! Telepon Senin!

Bill Clinton? Oh!

Pak, telepon dari Amerika. - Senin! Senin!

Dari Bill Clinton, presiden Amerika. - Hah? Halo?

Pak Clinton? Ya, Pak.

Kasus Monica? Baik!

Satu juta dolar?

Baadshah? Telepon dari Bill Clinton Amerika.

Kasus Monica, satu juta dolar!

Tidak.

Katakan padanya, Badshah sibuk..

..melakukan tugas dengan istri.

Walau disewa sejuta atau ratusan juta dolar..

..aku tak mau menerimanya. Tak mau..!

Terima saja..!

Yah, satelit kami selalu bermasalah.

Merapatlah, Sayang.

Penerjemah & Penyelaras : Loewi - 2013

Disinkronisasi ulang oleh : --- Rizky Orama ---

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.