Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan kejadian adalah fiktif"
Rumah paling mahal di kompleks terjual pekan lalu.
Aku tidak tahu siapa yang pindah.
Tapi mereka mengirim perabotan bermerek luar selama berhari-hari.
Benarkah?
Lokasi dan lingkungannya jelas bagus,
dan semua barang di rumah dibuat dengan bahan-bahan mewah.
Tidak banyak rumah tersisa.
Dokter Ji, bagaimana jika Anda membayar uang muka?
Beri aku waktu sampai akhir pekan untuk memikirkannya.
- Ini. - Terima kasih.
Kuharap aku mendengar kabar dari Anda.
Halo.
"Episode 7"
- Halo. - Halo.
- Aku tidak terlambat, bukan? - Kamu tiba tepat waktu.
- Kamu habis dari mana? - Keluar saja.
Ayo. Aku akan bersih-bersih setelah kami selesai.
Kamu yakin bisa mengatasinya sendiri?
Apa?
Silakan coba satu.
- Baik. Terima kasih. - Tentu.
- Halo. - Halo.
Ini semua berkat penduduk Gosan.
Baiklah. Sampai nanti.
Hei. Aku mendapatkannya kemarin.
Joon Young, kamu menonton "Good Life"?
Ini bagus sekali.
Tidak.
Kenapa tidak? Ayahmu yang membuatnya.
- Berhentilah berbohong. - Tidak.
Ayah Joon Young adalah produsernya.
- Ayahku berteman dengan ayahnya. - Luar biasa.
Mungkin kamu bisa dapat tiket gratis dari ayahmu untuk kami.
Hei. Kamu tahu dia tidak tinggal dengan ayahnya.
Ya, tapi mereka pasti tetap berhubungan.
Bayar sendiri tiketmu. Apa kamu pengemis?
Dia sombong sekali.
Lupakan saja! Aku tidak mau!
Joon Young.
Hei, itu ayahmu.
- Siapa itu? - Ayah Joon Young.
Dia memproduksi "Good Life".
- Sungguh? - Ya.
- Apa kamu tahu? - Tentu saja tidak.
Masuklah.
Kamu pasti sangat bahagia.
Kudengar film menantumu sangat bagus.
Aku juga menontonnya. Itu bagus sekali.
Itu sebabnya penontonnya lebih dari 10 juta penonton.
Benar.
Suamiku memujinya, mengatakan jika kami tahu
Ayah Jenny sangat berbakat,
kami pasti mendukungnya lebih awal.
Pastinya.
Benar. Dia sangat berbakat.
Kuasumsikan kalian semua akan hadir.
- Tentu saja. - Ya.
Permisi.
Pimpinan! Permisi. Pimpinan!
Halo.
Bukankah kamu dekat dengan dokter Ji?
Suami kami dahulu dekat.
Kami tidak punya alasan untuk bertemu setelah dia bercerai.
Itu terlalu canggung bagiku.
Tentu saja, ini canggung. Aku akan merasakan hal yang sama.
Hei, kamu lihat ini?
Apa itu?
Dia pasti menghabiskan uang yang cukup banyak.
Apa yang dia lakukan?
- Apa dia mengundangnya? - Tidak mungkin.
Halo.
Kamu sudah menonton film ayah?
Belum.
Kamu tahu itu film ayah?
Kenapa Ayah menjadi produser dan bukan sutradara?
Karena produser yang bertanggung jawab atas semua.
Hae Kang bilang itu bagus.
Kamu tidak merindukan ayah?
Ayah
sangat merindukanmu.
Ayah tidak pernah menelepon atau mengirim pesan sama sekali.
Ayah berharap aku memercayainya?
Ayah tahu
kamu melihat ayah melakukan hal buruk.
Dan ayah mengecewakanmu.
Ayah ingin berubah
dan menjadi ayah yang keren
dan kembali sebagai ayah yang membanggakan.
Jadi, kamu tidak akan malu karena ayah.
Itu butuh waktu lama.
Ayah harap kamu mengerti.
Itu hadiah. Bukalah.
Kamu masih bermain bisbol, bukan?
Aku sudah keluar dari tim bertahun-tahun lalu.
Kurasa Ibu menyuruhmu berhenti untuk membuatmu fokus belajar.
Karena aku sudah SMP sekarang.
Ingat Kang Dong Hoon?
Kamu penggemarnya.
Ayah akan atur agar kamu menemuinya.
- Benarkah? - Ya.
Dia akan datang ke rumah ayah nanti.
"Nanti"?
Kamu tidak menerima undangan yang ayah kirimkan?
"Kepada Lee Joon Young"
"Anda diundang ke pesta rumah Jenny"
"Rumah Kota Mewah Premium Gosan"
"24 First Ave, Pyeonghwa-ro Nam-gu, Kota Gosan"
"24 First Ave A-1, Pyeonghwa-ro Nam-gu, Kota Gosan"
Halo?
Halo, Pak.
Joon Young tidak les?
Tidak.
Dia tidak memberitahuku.
Sampai jumpa.
Lama tidak bertemu.
"A World of Married Couple"
Kabarmu baik, bukan?
Kita saling tidak peduli dengan keadaan kita.
Aku bertanya-tanya sesekali, bagaimana keadaanmu
- dan apa kamu berkencan. - Apa maumu?
Kenapa kamu kembali?
Jangan seperti ini. Kita sudah lama tidak bertemu.
Aku kemari bukan untuk bertengkar.
- Lalu? - Aku hanya
ingin melakukan yang terbaik sebagai seorang ayah.
Biarkan aku bertemu dengan Joon Young.
Semendadak ini?
Pikirkan betapa bingungnya dia!
Kenapa dia bingung menemui ayahnya?
Tidak menemuiku selama inilah yang aneh, bukan?
Mulai sekarang,
jangan berniat menemui Joon Young tanpa sepengetahuanku.
Kamu tampak menawan.
Kamu masih hebat.
Ini.
Apa ini klien baru?
Lebih penting terus memperpanjang klien yang sudah ada.
Apa bazarnya lancar?
Ya.
Kudengar
Tae Oh memproduksi "Good Life". Apa kamu tahu?
Aku tidak punya waktu untuk menonton film.
Bagaimana perasaanmu belakangan ini?
Kapan PR kita selesai?
Kenapa kamu mengubah topik?
Aku tidak mau membicarakan dia.
Seluruh lingkungan membicarakan film Tae Oh
dan kembalinya dia.
Jangan pedulikan mereka dan fokuslah kepada kita, ya?
Jika itu mengganggumu,
kita bisa pindah kapan saja.
- Kita punya uang? - Tidak.
Kamu tahu janji temu kita besok, bukan?
- Jangan terlambat. - Aku sudah meluangkan waktu.
Selama kamu dapat nilai bagus di ujianmu,
ibu rasa semester ini sudah berakhir.
Ayah bilang dia mengirim undangan.
Ibu sudah membuangnya.
Kamu kesal?
Tidak. Lagi pula, aku tidak akan pergi.
Benar juga. Ibu lihat kamu belum mendaftar ke kamp bisbol.
Kali ini, ibu bisa ikut denganmu.
Ibu bisa libur dua hari.
Tidak apa-apa. Lagi pula, Ibu tidak tahu banyak tentang bisbol.
Kamu yakin tidak mau?
Lalu selama liburanmu kita ke mana, ya?
Kamu mau berplesiran?
Aku akan ambil beberapa kelas
di Akademi Sunhaeng, yang Ibu pernah bahas.
Bisa daftarkan aku?
Kedengarannya kamu seperti ingin menghibur ibu.
Ibu tidak memintamu masuk Akademi Sunhaeng demi ibu.
Aku mau tidur.
Akan ibu daftarkan untuk Bahasa Inggris dan Matematika saja, ya?
Ibu akan mendaftarkanmu daring malam ini.
Selamat malam, Sayang.
Bawa tongkat pemukulmu saat mengunjungi rumah ayah.
Ayah akan meminta tanda tangan Kang untukmu.
Hei, Joon Young.
Kamu mengunjungi rumah ayahmu.
Jangan mengkhawatirkan pendapat ibumu.
Kamu sudah dengar?
Mantan suami dokter Ji kembali.
Selamat pagi.
Ya, gila sekali. Seluruh kota membicarakannya.
Tentu saja orang-orang membicarakannya.
Mantan suaminya yang selingkuh kembali dengan keluarga barunya.
Selamat pagi.
Selain itu, dia kembali dengan kejayaan setelah sukses.
Aku bisa gila jika menjadi dia.
Aku akan memasukkannya.
Kenapa dia sangat tidak acuh?
Mentalitasnya kuat.
Apa dia tampak baik-baik saja bagimu?
Dia bersikap seperti baik-baik saja karena semua orang memerhatikannya.
Kurasa kamu benar.
Dia lebih memperhatikan riasan dan pakaiannya.
Siapa?
Kami baru saja membicarakan
seorang selebritas.
Aku punya waktu, bukan?
Ya. Anda tidak punya janji temu sekarang.
Kamu lihat itu? Dia juga memakai riasan tebal hari ini.
Aku kasihan kepadanya.
- Kalian sudah selesai. - Baiklah.
Jaga diri.
Masuklah.
Tidak ada pasien, bukan?
Boleh minta secangkir kopi?
Masuklah.
Aku tidak tahu mereka berkonsultasi denganmu.
Kudengar dia kembali.
Kabar itu pasti menghibur bagi semua orang.
Semua orang membicarakannya sepanjang pagi.
Kamu baik-baik saja?
Apa aku tampak baik-baik saja?
Entahlah. Dibilang baik-baik saja, tidak juga.
Kurasa aku berhasil jika kamu bingung.
Bagaimana perasaanmu selain penampilanmu?
Aku memaki dia di dalam hati.
Aku tidak mengerti kenapa dia ingin kembali.
Dia bilang itu karena Joon Young,
tapi kurasa dia tidak peduli
betapa sulitnya itu bagi Joon Young.
Itu mungkin benar-benar karena Joon Young.
Apa dia butuh alasan lain?
Sebaiknya aku pergi. Terima kasih atas kopinya.
Mampirlah kapan pun kamu memikirkannya.
Maksudmu dia?
Bukan, kopi.
"Dokter Keluarga Ji Sun Woo"
"TO Pictures"
"TO Pictures"
"Film 'Good Life' Ditayangkan"
"Lee Tae Oh Berhasil Berubah dari Sutradara menjadi Produser"
"TO Pictures"
"Halo, aku Lee Tae Oh, presdir TO Pictures"
"Kami berencana membangun lokasi film besar di dekat Kota Gosan"
Terima kasih sudah memberiku selamat.
Tidak, kamu tidak perlu membawa hadiah.
Aku sudah senang kamu datang.
Benarkah?
Aku sangat ingin kamu hadir.
Kamu harus datang meski terlambat. Aku akan menunggumu.
Baiklah, sampai jumpa.
Dia tidak pernah mengunjungi mertuanya.
Berhentilah menelepon orang.
Jika tidak mau datang, ya tidak mau.
Halo, Bu. Ini aku.
Suamimu akan datang, bukan?
Ya, tentu saja.
Dia harus datang. Semua orang besar di Gosan akan hadir di sana.
Baiklah, sampai nanti.
Baik, sudah cukup.
Sebagian besar orang penting akan hadir.
Terima kasih.
- Terima kasih, Nona-nona. - Sampai jumpa.
Mari kita lihat.
Kamu harus memakai ini. Pakai sesuatu yang mencolok.
Ini cukup bagus untuk pesta rumah.
Aku tidak mau terlihat berusaha terlalu keras.
Ibu harap tempatnya tidak terlalu kosong.
Bagaimana jika tidak banyak orang yang menghadiri pesta?
Tidak apa-apa. Kita sudah punya cukup tamu yang datang dari Seoul.
Kamu pikir, kenapa ibu berusaha keras membentuk asosiasi?
Tentu saja bukan untuk bisa pamer ke orang di Seoul.
Mereka dahulu menjelekkanku dan bilang aku pencuri suami orang.
Aku tidak peduli jika mereka tidak datang.
Kamu tidak mencurinya.
Mereka cerai karena pernikahan mereka buruk.
Ibu masih marah setiap kali mengingat
perbuatannya kepada keluarga kita.
Dia mempermalukan kita! Astaga, yang benar saja!
Apa pun kata orang,
kamu sudah menjadi istri sahnya.
Tetaplah percaya diri dan tunjukkan siapa dirimu.
Kamu pemenang sesungguhnya.
Sayang, di mana kamu?
Tolong lihat apakah sampanye dan bunganya sudah datang.
Baiklah.
Kami menyiapkan gelas anggur sendiri.
Kamu bisa membawanya masuk sekarang.
Hei, Ye Rim. Ini aku.
Kamu akan datang hari ini, bukan?
Aku berniat mencari alasan dan tidak pergi.
Tapi dia gigih.
Kamu bahkan ditelepon olehnya.
Sepertinya kamu harus datang.
Kurasa mereka mau resmi mengumumkan pernikahan mereka pada semua orang.
Semua orang di lingkungan ini tahu mereka menikah karena perzinahan.
Mereka pikir bisa memulai dari awal atau semacamnya?
Sudah kubayangkan berapa uang yang mereka habiskan di pesta ini.
Kurasa dia berusaha membuat Da Kyung bergabung dengan asosiasi.
- Bagaimana ini? - Bagaimana lagi?
Kamu profesional dalam bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Apa dia gila?
Seharusnya mereka pergi jauh dan tinggal di sana
setelah semua penghinaan itu.
Kenapa mereka repot-repot kembali seperti ini?
Mereka cukup tidak tahu malu untuk mengundang semua orang di Gosan.
Kamu harus pergi dan bersenang-senang.
Untuk apa aku ke sana?
Semua orang yang diundang tercengang dengan hal ini.
Orang-orang berpikir mereka seharusnya lebih sadar diri.
Kebanyakan orang yang diundang mungkin tidak akan datang.
Kamu mau makan malam bersama?
Joon Young akan pulang larut
karena dia ke rumah teman untuk mengerjakan proyek sekolah.
Astaga, aku ada janji dengan teman hari ini.
Kami sudah janjian lebih dari sebulan lalu,
jadi, aku tidak bisa membatalkannya.
- Maaf, ya. - Tidak perlu minta maaf.
Kamu harus menemui temanmu.
Kalau begitu, pergilah.
Jika kamu mau makan denganku, beri tahu aku sedikit lebih awal.
- Aku lebih sibuk dari kelihatannya. - Baiklah.
Dokter Ji, kamu mau pulang?
Aku menemui teman-teman sekolahku hari ini.
- Begitu rupanya. - Ya.
Aku sudah terlambat. Kalau begitu, sampai jumpa.
- Pak. - Ya, masuklah.
"Putraku"
Hei, Bu. Aku di rumah Hae Kang.
Pukul berapa kamu akan selesai?
Mau ibu jemput?
Tidak usah. Aku bisa pulang sendiri.
Teman-temanku memanggilku. Sampai nanti.
Tunggu. Kamu sudah makan?
"Ibu Hae Kang"
"Ji Sun Woo"
Terima kasih sudah mengizinkan putraku ke rumahmu hari ini.
Anak-anak bisa datang ke rumah kami lain kali.
Ada apa?
Tidak, bukan apa-apa.
Apa yang terjadi?
Ada antrean dari sini, Pak.
Selamat datang.
Halo. Aku pesan satu sup.
Baiklah.
Terima kasih.
"Sup Sundae, Sup Pereda Pengar"
- Ini. - Terima kasih.
Sampai jumpa.
Permisi.
Boleh aku minta sebotol soju?
Tentu.
- Selamat datang. Senang bertemu. - Halo.
- Astaga, halo. - Terima kasih sudah datang.
- Halo. - Aku senang kamu di sini.
Halo.
- Senang bertemu denganmu. - Selamat.
- Selamat. - Kamu pasti sangat bahagia.
Astaga, kamu luar biasa.
- Filmmu mendapat 10 juta penonton. - Terima kasih.
Semua orang di Gosan bangga kepadamu.
Terima kasih sudah datang.
Halo. Selamat.
Terima kasih. Silakan masuk.
- Halo. - Hei, kamu datang.
- Terima kasih atas undangannya. - Sama-sama.
Masuklah.
- Kamu di sini! - Hei, Bung!
Lihat dirimu!
Kamu cukup baik untuk datang meski jadwalmu sibuk.
- Selamat. - Terima kasih.
Lewat sini.
- Terima kasih sudah datang. - Dengan senang hati.
- Bu. - Kemarilah.
Selamat datang, Ye Rim. Tunggu sebentar.
Da Kyung.
Da Kyung!
Selamat.
Apa Je Hyuk tidak datang?
Dia sibuk bekerja.
Dia memintaku memberimu selamat.
Sayang sekali. Aku sangat ingin bertemu dengannya.
Bagaimana kabarmu?
Kami baik-baik saja. Tidak ada masalah apa pun.
Syukurlah.
Aku khawatir.
Halo.
Halo.
- Selamat. - Terima kasih.
Hai, Jenny.
Hai. Halo.
Lama tidak bertemu. Terima kasih sudah datang.
Putrimu mirip denganmu.
Tidak. Semua orang bilang dia versi mini ayahnya.
Cilukba.
Da Kyung.
Hai. Kamu datang.
- Di sana. - Baik, Bu.
- Bermainlah dengan Bibi dan Paman. - Baiklah.
- Terima kasih. - Selamat.
- Selamat. - Terima kasih.
- Kamu semakin cantik. - Selamat.
Hei.
- Sudah lama sekali. - Selamat, Bung.
Terima kasih.
Hai.
Ye Rim!
- Kemarilah. - Baiklah.
- Selamat datang. - Halo.
- Selamat datang. - Duduklah.
Kamu datang lebih awal.
Ini.
Bersulang untuk kedamaian di Gosan.
- Bersulang untuk Kakek. - Bersulang.
- Halo. - Halo.
- Aku pesan satu gukbap. - Baiklah.
Waktu yang tepat. Di luar juga turun salju.
Aku ingin minum.
- Pesan sebotol soju, ya. - Baiklah.
Satu sloki lagi juga.
Ini hari Jumat. Kamu tidak ada kencan?
Seharusnya aku yang bertanya karena kamu minum sendirian.
Kamu benar.
Kukira aku sudah berusaha maksimal,
tapi aku minum sendirian di hari seperti ini.
Apa itu "hari seperti ini"?
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
Menurutmu berapa lama
dua tahun?
Bukankah itu terlalu singkat
untuk memaafkan seseorang?
Aku berharap setidaknya dia merasa bersalah.
Aku tidak mengerti bagaimana dia bisa berniat kembali.
Waktu relatif bagi setiap orang.
Dia mungkin berpikir masa lalu sudah berlalu.
Pernikahan kami
mungkin telah berakhir di masa lalu,
tapi bagiku, perceraian kami
masih berlangsung.
"Tae Oh"
Joon Young baik-baik saja dan bersenang-senang.
"Kepada Joon Young"
"Kang"
- Bekerja keraslah. - Terima kasih.
Kamu pasti sangat bahagia.
Kamu pasti senang memiliki ayah yang keren.
- Terima kasih banyak. - Bukan apa-apa, Bung.
Rumah yang bagus.
Selamat atas kepindahanmu, Pak Lee.
Hei. Aku akan mentraktir makan malam kapan-kapan.
Telepon aku.
Hei. Joon Young, kemarilah.
Astaga. Kamu tiba.
Selamat.
Aku menikmati filmnya.
Kamu mau ke mana?
Aku harus menjemput putraku.
Apakah masalah besar dia ada di rumah ayahnya?
Tentu saja. Dia melanggar peraturan.
Sudah kukatakan dengan jelas bahwa dia tidak bisa menemui Joon Young
tanpa seizinku.
Tapi lihat. Dia membawanya tanpa bertanya.
Mungkin Joon Young yang ingin pergi.
Aku tahu putraku.
Dia membenci ayahnya.
Bagaimana menurutmu? Ini cukup besar, bukan?
Sinar mataharinya juga bagus.
- Kamar siapa ini? - Kamarmu.
Bukankah wajar jika seorang putra punya kamar di rumah ayahnya?
Ayah akan mengaturnya agar kamu bisa datang kapan pun, ya?
Kita keluarga.
Ranjangnya di sini. Mejanya akan ditaruh di sini.
Apa lagi yang kamu butuhkan?
Ayah akan membelikanmu komputer dan memasang semua gim terkeren.
Tae Oh, bisa kita bicara?
Tunggu di sini, Nak.
Apa maksudmu, itu kamarnya?
Kamu tidak bilang itu kepadaku.
Toh, kamar itu kosong, jadi, kupikir ini ide bagus.
Kamu harus bicarakan denganku dahulu.
Kenapa kamu memberitahunya lebih dahulu?
Kamu menolak?
Kita sepakat bisa menemui Joon Young saat memutuskan
untuk kembali ke Gosan.
Anak laki-laki itu punya kamar di rumahku, itu lain cerita.
Kuharap kamu tidak memutuskan apa pun tanpa bicara denganku dahulu.
Da Kyung!
Da Kyung!
"Ibu"
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.
"Maaf, tidak ada taksi tersedia"
Kamu tidak akan pernah dapat taksi dalam cuaca seperti ini. Masuklah.
Aku tidak minum. Masuklah.
Terima kasih.
Aku serius.
- Benarkah? - Ya.
Baiklah, semuanya.
- Ini dia. - Selamat, Da Kyung.
Terima kasih.
- Duduklah. - Astaga.
Kamu melahirkan,
tapi masih bugar seperti saat belum menikah.
Kamu pasti sempat kesulitan, tapi suamimu menjadi sukses.
Kamu pasti sangat bangga.
Kamu tidak akan membuat ibumu khawatir lagi, bukan?
Aku sudah tahu sejak awal.
Kedua orang tuaku
akhirnya menghormati keputusanku.
Jika aku takut pada hal yang bicarakan orang-orang,
Jenny dan film laris
tidak akan menjadi bagian dari hidupku.
Baiklah.
Kalian akan menerima Da Kyung sebagai anggota Asosiasi Wanita?
Itu...
Tentu saja.
Kita harus bersulang untuk merayakan itu.
Aku suka itu.
- Ini untuk Ibu. - Terima kasih, Sayang.
Selamat sudah menjadi anggota asosiasi.
- Terima kasih. - Bersulang.
- Bersulang. - Bersulang.
Baiklah.
Permisi sebentar. Kalian bisa melanjutkannya.
- Sampai nanti. - Ayo.
Dia menjadi cukup percaya diri.
Dia bukan lagi gadis muda yang menangis meninggalkan Gosan.
- Dia tidak sopan sejak awal. - Benar.
Dia selalu kurang ajar.
Begitulah caranya mencuri pria yang sudah menikah.
Astaga.
Yang benar saja.
Ada banyak orang untuk ukuran pesta.
Orang-orang yang berpengaruh di wilayah ini
semua diundang.
Astaga.
Sun Woo, sedang apa kamu di sini?
Dokter Kim, kamu juga datang.
- Kamu melihat Joon Young? - Joon Young?
Apa Joon Young datang?
Aku memang seperti melihatnya.
Dia ke mana, ya?
Aku tidak bisa melihatnya.
Ada apa?
Kamu tidak bisa mengendalikan rasa penasaranmu?
Kukira kamu ingin menunjukkannya.
Itu sebabnya kamu mengirim foto itu.
Kamu yakin tidak memakai Joon Young sebagai alasan untuk datang?
Tentu, anggap saja begitu.
Jangan merusak pesta kami dan pergilah.
Aku akan mengantar Joon Young pulang nanti.
Sayangnya aku tidak setuju.
Da Kyung.
- Kita harus pergi. - Tidak.
Aku tidak akan pergi tanpa Joon Young.
Sungguh?
Hei.
Halo.
Aku tahu kamu memang hebat,
tapi aku tidak menduga ini.
Bagaimana kamu bisa berpikir untuk datang ke sini?
Itu yang ingin kutanyakan.
Beraninya kamu
bahkan berpikir untuk kembali.
Kami berhak memutuskan ingin tinggal di mana.
Kamu hal terakhir dalam pikiran kami saat membuat keputusan.
Jadi, jangan khawatirkan itu
dan tolong pergilah.
Ini pesta khusus undangan.
Kukira
kamu mengirimkan ini.
Jika tidak,
siapa yang mengirimnya?
Aku kemari bukan karena penasaran bagaimana kehidupanmu.
Aku tidak tertarik dengan itu, jadi, jangan khawatir.
Aku akan
membawa putraku dan pergi.
Joon Young.
Joon Young.
Da Kyung, kamu baik-baik saja?
Usir wanita itu dahulu!
Sekarang juga.
Joon Young.
Silakan lewat sini.
Entah apa kami boleh melihat-lihat rumah ini.
Melakukan tur adalah bagian menyenangkan dari pesta rumah baru.
Ya. Silakan lewat sini. Lewat sini.
Baiklah.
Terang sekali. Amat tampak bahwa mereka pengantin baru.
Tidak diragukan lagi pasangan tersebut jatuh cinta.
Ini dari Italia, bukan?
Astaga. Ini pasti mahal sekali.
Butuh enam bulan bagi kami untuk menerima semuanya.
Setelah kami memesan, mereka membuatnya untuk kami.
Pasti.
Itu sebabnya orang bilang mebel dari master Italia
bukan perabot, tapi karya seni.
Astaga. Lihat saja warna ini.
Jika dokter Ji melihat ini,
dia akan cemburu.
Aku tahu mereka bercerai karena keadaan tidak berjalan lancar,
tapi masih menyakitkan melihat mereka hidup bahagia bersama.
Aku berusaha keras mendekorasi kamar ini karena mereka pengantin baru.
Kita sudah melihat kamar tidur, jadi, mari kita lanjutkan.
- Kemarilah. - Baiklah.
Ini mengarah ke ruang kerja mereka.
Astaga, lihat itu.
Apa kamu gila?
Sedang apa kamu di kamar kami?
Kenapa kamu kembali?
Kudengar bisnismu berjalan lancar.
Kenapa kamu tidak bisa tinggal di Seoul saja?
Kenapa kamu harus kembali?
Istriku ingin tinggal di dekat orang tuanya.
Kamu pindah kemari karena itu yang mereka inginkan?
Mereka menerimaku saat kamu mengusirku.
Orang tuanya mau kami di sini, jadi, sudah sewajarnya kami kembali.
Kamu masih belum bisa melupakanku?
Kamu pasti sangat kesepian, Sun Woo.
Ini bagus.
Bukankah ini bagus?
Aku bahagia menikah dengan Da Kyung.
Aku bahkan tidak ingat bagaimana kita bersama.
Kamu bersungguh-sungguh?
Bukankah itu sudah jelas?
Kamu tidak berarti bagiku.
Kamu masa laluku.
Satu-satunya wanita yang kucintai sekarang adalah
Da Kyung.
Kamu memakai Joon Young sebagai alasan
untuk datang jauh-jauh ke rumah kami.
Kamu bukan hanya mengirim undangan,
tapi juga mengirimiku foto itu.
Kamu jelas melakukan semua itu untuk memprovokasiku.
Kamu melakukannya karena aku.
Kamu hanya ingin menemuiku.
Apa aku salah?
Ya.
Kamu salah.
Bisa tinggalkan rumahku sekarang?
Sebelum kamu dipermalukan lagi.
Pak Lee Tae Oh dan istrinya, tuan rumah pesta hari ini,
akan memberikan sambutan singkat.
Mari beri mereka tepuk tangan meriah.
Bagus.
Aku pasti akan kesal jika Anggota Dewan Cha tidak memberi kami
perkenalan yang hebat.
Dia sangat suka diperhatikan.
Nanti,
aku bahkan bisa membuatnya bernyanyi.
Terima kasih banyak sudah datang kemari
untuk menyalamati awal baru kami.
Aku tahu kami harus pergi
karena kejadian di masa lalu.
Tapi kami selalu merindukan kampung halaman kami.
Kami
tidak akan pernah
meninggalkan tempat ini lagi.
Da Kyung tetap di sisiku saat aku mengalami yang terburuk.
Dan
hal yang sama berlaku bagi Jenny, putri semata wayangku
dan tuan putri yang berharga.
Kami bertiga akan hidup bahagia di Gosan selama mungkin.
Terima kasih.
Cium ayah.
Menggemaskan sekali.
- Bagus. - Dia manis sekali.
Kamu masa laluku.
Satu-satunya wanita yang kucintai sekarang adalah
Da Kyung.
Bisa tinggalkan rumahku sekarang?
Sebelum kamu dipermalukan lagi.
Dokter Ji Sun Woo.
Terima kasih banyak sudah datang hari ini.
Kamu datang untuk memberi kami selamat dan memberi restu, bukan?
Kita akan sering bertemu sekarang.
Biarkan yang lalu berlalu,
dan mari saling mendoakan kebahagiaan
dan akur.
Kamu bersedia, bukan?
Baik! Bagaimana kalau kita bersulang?
Angkat gelas kalian.
Mari bersulang untuk "Good Life".
Ayahmu pasti menghasilkan banyak uang.
Kamu beruntung.
Dingin. Bukankah kita akan masuk kembali?
Jujurlah.
Kamu juga ingin tinggal di sini, bukan?
Ini jauh lebih bagus daripada rumah ibumu.
Ibu tirimu juga cantik.
- Diam. - Apa?
- Sepertinya kamu akan memukulku. - Hae Kang.
- Apa masalahmu? - Aku muak denganmu.
Hentikan!
Joon Young!
Kemari sekarang!
- Selamat. - Selamat.
Kenapa kamu marah kepada ibu? Kamu yang salah!
Kenapa Ibu harus datang? Ini memalukan!
Ibu datang bersamanya?
Masuklah. Sekarang.
Selamat.
Hentikan itu.
- Semua itu kamu. - Tidak mungkin.
Sayang!
Ayo. Mari bersulang untuk keluarga.
- Ini. - Untuk kebahagiaan keluarga kita.
- Bersulang. - Bersulang.
- Bagus. - Terima kasih.
Keluar.
Jangan terlalu memarahinya.
Jangan ikut campur.
Ibu membuatmu malu?
Bukankah begitu?
Bayangkan apa yang dipikirkan orang-orang.
Jangan menyalahkan orang lain. Katakan pendapatmu!
Apa ibu membuatmu malu?
Jika kamu jujur kepada ibu, ibu pasti membiarkanmu pergi.
Ibu tidak akan ke sana untuk mencarimu.
Berhentilah berbohong. Ibu tidak akan membiarkanku pergi.
Kamu bilang tidak mau pergi.
Itu yang kamu katakan kepada ibu.
Apa? Kamu bersiap untuk ujianmu?
Kamu sangat ingin pergi hingga membohongi ibu?
Lee Joon Young. Jawab ibu!
Ya, aku ingin pergi!
Ayah tahu apa yang kusukai melebihi Ibu.
Dengan tuan putriku, putriku satu-satunya di dunia,
Jenny,
kami bertiga akan hidup bahagia di Gosan selama mungkin.
Terima kasih.
Cium ayah.
Terima kasih
karena sudah menikah denganku.
Aku melihat wanita itu
keluar dari kamar kita.
Apa yang terjadi?
Sejujurnya, aku tidak menduga dia akan bertindak sejauh itu.
Kurasa kembalinya kita sangat membuatnya trauma.
Aku masa lalunya yang tidak ingin dia lihat lagi.
Berkat itu, aku menyadari betapa aku mencintaimu.
Kamu masa kiniku.
Hanya kamu
yang penting bagiku.
Aku akan menarik ucapanku
soal kamar Joon Young juga jika kamu tidak terima.
Dasar gila.
Apa jadwal untuk bulan ini?
Ini dia.
- Astaga, apa sudah selesai? - Ya.
Kamu punya daftar peralatan yang dibutuhkan di UGD?
Kita hanya perlu yang ini.
Bagus.
Dokter Ji.
Tinggalkan ini bersamaku. Akan kuberi tahu setelahnya.
Baiklah.
Ada yang ingin kamu katakan?
Ini soal kemarin.
Aku benar-benar tidak berencana pergi
Benar juga.
Aku melihat pesanan obat yang baru-baru ini kamu kirim.
Aku melihat ada kesalahan dalam data dari kuartal sebelumnya.
Benarkah?
Bisakah kamu memeriksa ulang dan mengirim ulang permintaan?
Apa kamu
benar-benar marah kepadaku?
- Perawat An. - Ya?
Bisa beri aku satu jam rehat dari menemui pasien rawat jalan?
Ada banyak dokumen yang harus kuperiksa.
- Baik, Bu. - Terima kasih.
Apa kamu stres karena sesuatu?
Tidak, aku tidak stres.
Aku hanya lelah.
Bagaimana kalian bisa datang ke pesta itu kemarin?
Kami makan malam bersama.
Dokter Ji bilang dia akan pergi ke pesta
dan aku khawatir dia pergi ke sana sendirian.
Itu sebabnya aku ikut.
Maksudmu
kamu pergi setelah mengantarnya?
Tidak, aku menunggu di luar.
Kamu menunggu Sun Woo?
Ya. Aku khawatir.
Ada apa ini?
Apa mereka sudah berkencan?
Yang benar saja.
"Lee Tae Oh"
Hei, jangan undang aku lain kali.
Posisiku sulit karenamu.
- Halo. - Omong-omong,
aku akan menemui direkturmu malam ini. Kamu harus bergabung.
Lalu kenapa jika kamu menemui Direktur?
Kenapa kamu meneleponku?
Ini akan bagus untukmu.
Sampai jumpa nanti malam.
"SMS"
Joon Young.
Joon Young?
Joon Young.
Joon Young.
Joon Young.
Yayasanmu akan memberikan donasi?
Aku setuju,
tapi ayah mertuaku sangat tertarik
untuk berkontribusi dalam pengembangan regional.
Semua orang di Gosan tahu Pimpinan Yeo adalah
orang yang terhormat.
Tidak masalah jika itu digunakan
bagi lansia yang tinggal sendiri atau anak-anak berorang tua tunggal.
Kami tidak akan pilih-pilih soal penggunaannya.
Aku yakin kamu sempat kesulitan.
Tapi kamu memikirkan mereka yang membutuhkan
pada momen kesuksesanmu.
Aku kagum, Pak Lee.
Sebelum itu,
ada satu hal yang menggangguku.
Mertuaku bukan orang yang suka mengeluh,
tapi seperti yang kamu tahu,
aku malu di depan mereka.
Maksudku Ji Sun Woo.
Haruskah dia menjadi direktur mudamu?
Apa maksudmu...
Maksudmu,
Sun Woo harus mundur jika kami menginginkan donasi?
Ya.
Bukankah ada alasan kenapa aku kembali ke Gosan?
Joon Young.
Jika berutang sesuatu,
aku harus membayarnya kembali.
Joon Young, kamu baik-baik saja?
"A World of Married Couple"
Bukankah itu aneh?
Banyak hal terjadi kepada mereka begitu Tae Oh kembali.
Hubungi aku jika kamu butuh bantuanku.
Berbahaya tinggal di rumah dengan keamanan yang buruk.
Bukannya aku tidak menyukai Joon Young.
Pesta syukuran rumah sudah cukup.
Secara pribadi, menurutku ini berlebihan.
Ini antara kita, para wanita.
Kamu tidak perlu tahu soal ini.
Kamu yakin bisa mengurus ini?
Jika kamu tidak setuju, aku akan membatalkan semuanya.
Hati-hati. Mereka tidak mudah dilawan.
Kamu datang tanpa pemberitahuan dan mengacaukan milikku.
Lalu kamu menerobos masuk dan menyerangku.
Tapi kamu pikir aku akan takut dan kabur?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.