Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA DAN INSIDEN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
POLISI
KANG GI-BEOM
EPISODE 11
Halo.
Selamat datang.
Ya, halo.
- Halo, Pak. - Halo.
- Halo. - Ya.
- Apa? - Tak berhenti?
Pak, aku mau turun. Tolong buka pintunya.
Pak, berhenti. Aku mau turun.
Pak!
Ada apa dengannya?
Pak, kubilang aku mau turun.
Kenapa dia tak membukakan pintu?
- Tempat apa ini? - Di mana ini?
- Lihat. - Ada apa?
- Kenapa ini? - Apa yang terjadi?
- Astaga! Apa... - Ada apa ini?
Apa ini? Coba lihat.
- Kau mengagetkan kami. - Apa itu?
- Bunga? - Astaga.
Itu senapan asli!
KANG GI-BEOM
Kau sangat menyedihkan. Ganti.
Apa ada yang mengenalimu? Ganti.
Kupikir kau akan gunakan Ko Yong-deok untuk mengulur waktu.
Ada apa ini?
Kau tak membunuhnya, 'kan?
Jadi, dia targetmu?
Dia salah satunya.
Bagaimana ruang penelitian?
Sepertinya sudah rusak parah.
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Apa kau punya gedung atau bisnis atas namamu sendiri?
Semua anak buahmu bahkan ditangkap dan kau akan dipenjara.
Kau pikir bisa menang setelah kuajak main?
Maaf mengecewakanmu.
Kau ibarat anjing yang telantar.
Aku ini Kang Gi-beom.
Kau pikir aku akan goyah?
Mendiang istrimu pasti sedih melihat dirimu yang sekarang.
Kau bahkan tak pernah bertemu dia.
Kini banyak orang yang merekam diam-diam.
Kau tak akan bisa melakukan apa pun.
Ruangan ini dipenuhi pengacau sinyal elektronik.
Sistem macet? Itu salah paham.
Kau tak bisa apa-apa saat pandanganku mati.
Karena itu aku latihan seperti ini agar bisa tetap berjalan tanpa melihat.
Mematikan komputer tak berarti mematikan papan induknya.
Aku tak memiliki prinsip periode hidup sama sekali.
Apa maksudmu?
Kau punya rencana lain?
Walau bisa berbeda,
aku bisa menganalisis gelombang elektrik walau ada gangguan kuat
dan ambil kontrol secepat mungkin.
Namun, aku membutuhkan waktu.
Itu rencanamu?
Tergantung tipe.
Diamlah.
Karena sedang berlatih, aku memanggil si Bodoh untuk membantu.
Belajarlah darinya.
- Hei. - Hai.
- Kau sudah siap? - Ya.
Apa hal pertamanya?
Baik.
Hal pertama.
Tebak lokasiku.
Astaga.
Apakah ini sepadan
untuk melindungi hal yang kau inginkan?
Diamlah. Ayo buat videonya sekarang.
Di mana skripnya?
Tak ada skrip?
Apa aku harus buat dialog sendiri?
Dasar pria tak beretika.
Apa karena kau lihat dunia dengan kamera,
kau pikir dunia ini film?
Perlu bocoran?
Coba kudengar.
Kau akan mati sebagai penjahat terburuk sepanjang masa.
Teman-temanmu akan berada di ruang penelitian baru.
Kami akan mencincang, menggiling,
dan mengambil organ mereka.
Menggunakan tubuh mereka hingga tak bersisa.
Akhir yang mudah ditebak, tapi tak menyentuh.
Film itu akan gagal.
Argos tak merasa dirugikan. Kenapa?
Karena kami memang begini.
Kami hanya melakukan apa yang biasa dilakukan.
Kalau begitu, siapa yang akan menjadi target kritik?
Mereka yang tak bisa melindungi orang lain.
Mereka sangat tak berkompeten dan menyedihkan.
Terbiasa berbohong untuk menghindari tanggung jawab.
Negara yang memalukan.
Negara tempat kau tinggal.
Mereka yang kau bela setengah mati telah membuangmu.
Para petinggi sedang sibuk mencuci tangan mereka dari kasus ini.
Mereka memanfaatkanmu.
Kau adalah kambing hitam.
Aku hanya ingin mencapai tujuanku dalam kekacauan ini.
Menanamkan rasa takut terhadap Argos.
Hentikan omong kosongmu dan turunlah.
Atau aku yang ke sana?
Aku bisa pastikan ini.
Kalian tak bisa menangkapku.
Orang yang lebih buruk dariku
adalah atasanmu.
Dia pergi sendiri?
Dia tak seperti seniorku saat ini.
Kita juga harus pergi.
Bukan begitu?
Semua tragedi yang terjadi.
Semua kasus yang ada dan dilemparkan kepada kami sebagai kambing hitam.
Argos akan mengulang semuanya untuk orang tersebut.
Satu sisi, aku merasa bersalah.
Aku merasa sangat bersalah
dan rasa itu sulit kuhadapi.
Jadi, video Hwang Deuk-gu hanya salah satu dari kekacauan yang akan datang?
Video ini berbeda dengan video Direktur Gu yang disebar di kalangan tepercaya.
Itu aneh.
Walau berusaha terlihat adil,
mereka tetap orang yang mengancam polisi dari belakang.
Mereka ingin lebih dari sekadar melumpuhkan Gi-beom.
Kita harus hentikan itu.
Apa kau keluar semalam untuk berpikir sendirian?
Lagi pula, target Hwang Deuk-gu adalah aku.
Belum tentu.
Meskipun sedih, aku tak bisa menangis.
Itu membuatku mempertanyakan aku sungguh sedih atau tidak.
Aku juga.
Aku tak ingat kapan tanganku berkeringat.
Kau pasti juga akan melakukannya
jika ada di posisiku sekarang.
Namun, berbeda.
Kau tentang pengorbanan.
Sedangkan aku hanya ingin membayar kesalahan masa lalu.
Namun, akhirnya tetap sama.
Karena aku juga akan menghentikanmu.
Jadi?
Kau tetap ingin pergi sendiri?
Bila Hwang Deuk-gu tetap mengejar Rugal walau aku sudah berkorban,
kau harus menghentikan dia.
Kita punya tugas masing-masing, hanya itu.
Benar.
Kita memang punya
tugas masing-masing.
Berhati-hatilah.
Baik.
Jangan takut.
Ayolah. Lenganmu bisa membunuh orang.
Aku akan kembali.
Ini semua belum berakhir.
Video Hwang Deuk-gu di berita kemarin
tidak disebar ke masyarakat luas.
Apa?
Bukankah kita bersama menonton berita itu?
Sebelum video Direktur Gu selesai,
mereka meretas intranet polisi.
Karena itu, video Hwang Deuk-gu hanya muncul di kalangan polisi.
Masyarakat luas hanya mendengar tentang video Direktur Gu saja.
Kenapa dia harus sampai seperti itu?
Tujuannya agar publik mencaci maki polisi dan Gi-beom.
Dengan begitu, identitasnya tidak akan ketahuan.
Ini bisa juga peringatan.
Polisi yang memakan uang Argos
bisa menghindar atau terkena akibatnya.
Hwang Deuk-gu akan fokus dengan Gi-beom.
Target berikutnya adalah bus itu.
Polisi yang membagi isu kasus ini pun sedang menunggu waktu tepat.
Tak ada polisi sama sekali.
Aku menyetir sampai perintah berikutnya.
- Kita harus kejar bus tersebut. - Diam-diam polisi sedang menyelidiki bus.
Bila kita bertindak sendiri, keberadaan kita bisa terungkap.
Mereka dapat menggunakan Rugal untuk ciptakan ketakutan yang lebih besar.
Karena Gi-beom maju seperti permintaan Hwang Deuk-gu,
kau ingin kita semua menunggu waktu yang tepat?
Benar. Bersiap dan tunggu waktunya.
- Baik. - Baik.
Mereka harus selamat.
Kang Gi-beom dan penumpang bus itu.
Kurasa
ini dari Choi Ye-won.
Sepertinya kau selamat karena bisa menjawab telepon.
Apa yang terjadi?
Bukankah kau yang lebih tahu?
Siapa kau?
Satu sisi memanggil dan satu sisi menelepon.
Dasar gila.
Ada wanita juga dalam tim itu?
Bukankah kau juga wanita?
Tak masalah, 'kan?
- Aku penasaran siapa kau. - Tak usah.
Hal buruk terjadi setelah berurusan denganmu.
Astaga, seburuk itukah aku?
Tunggu saja.
Kita akan bertemu nanti, jadi, tak usah hubungi kami lagi.
Kukira kau akan mengorek informasi,
- tapi hanya memperingatkan. - Bagus jika dia merasa begitu.
Kita beraksi dengan tindakan,
bukan perkataan.
Bila dia menelepon lagi...
Selama 30 tahun belakangan ini...
KANG TAE-HUN
aku tidak goyah
SURAT PENGUNDURAN DIRI
karena tekanan dari luar.
Aku sedang menulisnya, jadi, kau tak perlu mendikteku.
Kau perlu siaga karena kau masih Kepala Polisi.
Bila tak memuaskan, ini akan jadi teror yang besar.
Aku mengikuti dengan baik, jadi, jangan khawatir.
Cepat selesaikan kasus ini
dan hentikan media agar tak membuat masyarakat gelisah.
Aku harus mengambil jalan membahayakan selama di posisi ini.
Walau begitu,
aku ini...
KEPALA POLISI KANG TAE-HUN
harus melindungi diri.
Kau harus tingkatkan pengawalanmu.
Jangan terlalu banyak keluar.
Baiklah, kalau itu maumu.
Bagaimana caranya kau bisa paham situasi kedua pihak?
Kenapa kau ingin tahu?
Aku hanya bertanya.
KEPOLISIAN METROPOLITAN SEOUL
Kepala Choi!
Sial. Bagaimana ini bisa terjadi?
- Kau disuruh menunggu? - Ya.
Bukankah kita harus lebih menginvestigasi Argos?
Tapi...
kau sudah dengar?
Kang Gi-beom adalah Kang Gi-beom yang kita kenal.
Apa maksudmu?
Maksudku Detektif Kang, temanmu.
Omong kosong macam apa itu.
Dia berkeliling dengan masker untuk menangkap pembunuh istrinya.
Dia bahkan melakukan kejahatan.
Orang yang menyerahkan Bong Man-cheol juga pakai masker.
Bagaimana dengan itu?
Benarkah?
Siapa yang harus kupercaya?
Kau detektif, tapi lebih percaya majalah.
Kau sudah lacak pengirim video Direktur Gu?
Masih dalam proses.
Apa yang terjadi?
Cari tahu.
Bila kau pergi,
kau bisa jadi tersangka.
Walau kau mengancamku, kau takkan bisa jadi kepala polisi.
Itu berubah bila insiden bus diselesaikan.
Kenapa kau lepas Bong Man-cheol?
Kenapa tanya aku?
Salahkan kantor polisi Yuyeon.
Merekalah kekuatan di balik Argos.
Tak cukup menyerang sedikit,
kau malah melepaskan dia. Apa ini bentuk bantuan?
Melihat sikapmu yang tajam ini membuatku ingat masa lalu.
Sepuluh tahun lebih.
Kematian seorang wanita dan balas dendam seorang pria.
Sepertinya, itulah awal mula Rugal.
Hentikan omongan yang tak berhubungan.
Bila kau cari alasan dan intinya,
kau akan dapat jawabannya.
Lempar semua masalah ke Kang Gi-beom.
Pembunuhan, kekerasan, percobaan mengerikan itu, semuanya.
Kau sama saja dengan Deuk-gu.
Ternyata kau sama saja.
- Apa? - Argos
bukan hal yang bisa ditawar.
Apa kau sekarang ingin menyerangku dari belakang?
Kita yang dapat hak pemerintah
tak bisa selamatkan nyawa pria muda yang habis tercabik.
Apa masuk akal untuk begini padanya?
Masyarakat adalah yang utama. Ingat itu!
Gi-beom!
Dia juga masyarakat kita.
Pak, polisi datang ke depan markas.
Ternyata
polisi ke markas kami.
Benarkah?
Jangan
cari masalah dengan Rugal.
Kalian akan menjadi buronan jika tim ini dibubarkan.
Bila mau digunakan, mereka harus berguna sekarang!
Aku akan urus kasus ini.
Aku juga akan tangkap pembunuh Kepala Polisi.
- Tapi... - Apa?
"Bubar"?
Jangan katakan itu di depanku.
Masa depan Rugal
ditentukan olehku.
Tae-woong. Situasi menjadi lebih rumit.
Ya, kami melihatnya.
Walau sudah kuduga, identitasmu bisa ikut terbongkar.
Kau tak perlu mengkhawatirkanku.
Aku bisa maju untuk ini.
Kau tak perlu bertanggung jawab untuk apa pun.
Polisi akan berbalik dari kita.
- Gunakan cara kita dan bergerak maju. - Baik.
Semua yang berkaitan dengan Argos...
akan dihabisi.
Kita jadi lebih banyak pekerjaan.
Jangan tertangkap sebelum menangkap mereka.
Baik, Pak.
Bawa masuk.
Bukankah kita semua bekerja untuk makan?
Apa kau benar gila?
Baru tahu sekarang?
Tak usah khawatir, aku tak gunakan racun.
Proses pengaturan ulang sudah selesai.
Baik.
Jadi...
kita mulai sekarang?
Baguslah.
Entah kenapa,
aku tak pernah suka dengan steik.
Kalian yang makan.
Kunyahlah.
Kang Gi-beom. Maukah kau bekerja denganku?
Apa?
Hidup semua tentang mencari hal yang baik.
Kau tahan emosi saat istrimu mati.
Kau tahan lagi emosi untuk menyelamatkan orang lain.
Bila terus seperti itu, kau bisa terkena kanker dan hidup merana.
- Lalu? - Kau tetap lakukan seperti yang sekarang.
Kau sembunyikan identitasmu, menguntit, dan memberi peringatan kepada orang.
Terkadang kau juga bisa membunuh orang.
Bila menjabat tanganku, kau pasti menemukan kesenangan.
Kau dapat bekerja dengan santai dan menikmati yang ada.
Aku tak suka berjabat tangan dengan pria.
Dengar.
Sebenarnya, aku ingin dengar ceritamu.
Namun, ternyata aku sama sekali tak tahan denganmu.
Walau kau seperti itu,
apa temanmu bisa selamat?
Tae-woong, percayakan padaku.
Apa rencanamu?
Kau merasa tak enak mengganggu polisi, 'kan?
Bahkan polisi korup.
Kau tak begitu?
Karakterku sangat luwes. Percaya padaku.
Ini masalahku. Aku yang harus menyelesaikannya.
Bagaimana caranya?
- Kita periksa lokasi. - Baik.
Memasuki lokasi.
POLISI
Angkat tangan!
Kau ditangkap karena menghalangi polisi.
Sebelum aku datang, jangan mencariku!
Tangkap dia.
Tae-woong!
Mau apa kau?
Mereka pasti tahu akan ada bantuan setelah ini.
Walau Direktur Choi telah hentikan ini, ini tak bisa dibiarkan.
Bagaimana mereka tahu markas kita?
Kita tak ada pilihan.
Terserahlah. Kita harus bisa menyerang balik.
Kini Rugal yang kulindungi
dan para korban Argos.
Aku bahkan tak bisa berkata tidak.
Gwang-cheol, kemudikan mobil itu.
- Buat apa? - Kita harus antar mereka ke rumah sakit.
Baiklah.
Sial. Di mana dia menanamkannya?
Sial!
Lepaskan aku!
"Kehilangan kewarasan?"
Kau pikir itu hanya alasan?
- Kuberi waktu satu hari. - Hwang Deuk-gu!
Bila kau bunuh salah satu, kau selamat.
Akan kukeluarkan itu bila kau bunuh keduanya.
Kudengar ada keributan kemarin.
Apa keributan itu berhubungan dengan...
Hwang Deuk-gu gila itu?
Perkataan itu seperti melempar tanggung jawab pada kami.
Dia bukan orang yang mudah dibaca.
Melihat gayamu saat ini,
sepertinya Presdir Choi juga sudah berpihak kepadanya.
Kau ingin jawaban?
Pak Bong.
Ya?
Malam ini,
kau ada janji makan malam dengan Hwang Deuk-gu, 'kan?
Ya, benar.
Bereskan dia saja saat itu.
Baiklah.
- Kau sudah yakin? - Sebelumnya,
aku harus pastikan tidak ada pengkhianat di sini.
Informasi yang hanya kau dan Hwang Deuk-gu ketahui.
Apakah itu?
- Apa? - Adakah hal yang kau sembunyikan?
Kalian berdua bekerja sama?
Nyonya Jang, aku kecewa.
Apa maksudmu?
Aku bertanya karena mendengar sesuatu.
Apa kau yang memberi tahu mereka?
Kau mengkhianatiku?
Jawab, Bong Man-cheol!
Apa yang kau lakukan?
Salah satu dari kalian
harus kubunuh.
Ini dia orangnya.
- Dasar pengkhianat. - Diam kau!
Apa Hwang Deuk-gu yang menyuruhmu?
Tenanglah.
Tenang dan dengarkan aku.
Kau juga sama dengannya.
Kau menyuruhku bertindak, tapi nyatanya...
Malam ini?
Malam ini?
Hei, Choi Ye-won.
Dengarlah.
Perang telah dimulai.
Bila ingin selamat,
kau bisa bekerja untukku
atau menghilang.
Hei.
Ini juga berlaku untukmu.
- Mi-joo. - Apa?
Diamlah di sini.
Apa kau gila?
Bong Man-cheol...
Kau mau aku tinggal bersama mayat itu?
Mayat atau pun orang,
sudah aturan bahwa kita yang harus menyelesaikan urusan ini.
Awasi dia sementara.
Apa peraturan masih penting saat begini?
Habislah kita bila salah jalan.
KLIEN
Sudah kukatakan jangan telepon lagi.
Apa kau bisa datang sekarang?
Kau harus lindungi aku.
Beraninya kau tiba-tiba memerintahku.
Anggap ini sebagai barter.
Kau tak mau lewatkan kesempatan menangkap Argos, 'kan?
Apa yang bisa kau berikan?
Datang dan dengar.
Kau mau aku berikan harga sebelum lihat barang?
Kirimkan alamatmu.
Bila kesepakatan ini buruk,
kau yang kutangkap.
Itu tak mungkin terjadi.
Cepat kemari.
Kau bilang tindakan lebih berarti, 'kan?
Dia sepertinya terdesak dan meminta bantuan.
Haruskah kita terima?
Itu Choi Ye-won?
Tentu kita harus pergi.
Sepertinya akan menyenangkan.
KEDIAMAN KO YONG-DEOK
Dia di rumah Ko Yong-deok.
Orang luar diminta
oleh Choi Ye-won masuk ke markas Argos.
Sepertinya akan ada yang terbunuh.
Atau sudah terbunuh.
Kau ingin membunuhku hari ini, 'kan?
Walau sudah tahu, kau tetap datang kemari?
Kamera itu diatur untuk mengambil gambarku di sini.
Videoku nanti mungkin...
akan digunakan untuk nama baik Argos lagi.
Karena dengan itu, kau berhasil menangkap pembunuh terhebat.
Kau pasti dapat tepuk tangan, 'kan?
Namun,
babak final yang harus ada...
adalah ini.
Kau tak bisa
gunakan dia di sini.
Hei, aku yang tahu betul barang yang kumiliki.
Masuk akal memang bila orang lain menginginkan mata ini.
- Ini benar-benar luar biasa. - Benarkah?
Katanya senyum adalah hal termahal di dunia.
Cobalah tertawa, Hwang Deuk-gu.
Siapa tahu aku bisa memaafkanmu.
Aku akan cabut matamu setelah membunuhmu nanti.
Satu dari kita harus mati untuk menyelesaikan ini.
Aku akan mengalah untukmu. Kau saja yang mati.
Dasar bedebah sombong.
Banyak juga.
Kenapa tak menangkapnya?
Dasar bodoh.
Lihatlah! Cobalah lagi.
Mana yang harus kutembak?
Haruskah kutembak matamu itu?
Selamat tinggal.
Kang Gi-beom.
Siapa kau ini?
Seol Min-jun?
Apa yang sedang kau lakukan?
Hentikan.
Kenapa mereka saling berkelahi begitu? Senang melihatnya.
Pantas Choi Ye-won yang tanpa kekuatan setakut itu.
Haruskah kita masuk?
Istana ini dulu sangatlah kokoh.
Tak kusangka runtuh seperti ini.
Sepertinya...
takdir tak berpihak pada kalian. Bagaimana ini?
Kejar mereka.
Pergilah ke sana.
Pak Kepala, aku berhasil kabur.
Terjadi masalah di dalam, tapi Seol Min-jun membantuku.
Seol Min-jun?
- Bagaimana dengan Hwang Deuk-gu? - Dia sepertinya diarahkan ke luar.
Dia pernah mengirimiku pesan
setelah kita melihatnya di waduk.
Sepertinya dia kembali normal.
Dia tidak seperti sedang dikendalikan.
Dr. Oh mungkin juga membantunya.
Bila dia sampai menemukan jati dirinya kembali,
situasi yang dia hadapi bukan main-main.
Aku akan cari Seol Min-jun.
Baiklah.
Kuharap dia bisa bertahan.
Jangan terlalu sedih.
Gwang-cheol.
- Dia tewas. - Ini bukan ulah Nyonya Jang.
Dia tak cukup berani.
Mungkinkah Choi Yong pelakunya?
Mungkin saja.
Setelah Hwang Deuk-gu, dia pasti singkirkan Choi Ye-won.
Ini benar-benar mengerikan.
Kamar ini belum aku cek.
Aku izin masuk.
Mari dengar apa yang bisa kau berikan.
Kau benar-benar telah menipuku.
Bagaimana kau bisa begitu?
Kupikir kau setia padaku.
Apa kau terus menunggu kesempatan?
Peluru pun tak layak untuk dirimu.
Kau yang menolak kerja sama dengan Dokter Oh.
- Bukan aku. - Apa?
Apa dokter berengsek itu
mengecek kepalamu?
Aku padahal ingin menahan diri lebih lama lagi.
Namun, perbuatanmu itu
sangat menjijikkan bagiku.
Kau melakukan semua hal yang kusuruh
dan sekarang aku menjijikkan?
Kau tak bisa dapat yang kau mau.
Kau tak bisa mati semaumu.
Kau pikir aku akan biarkan kau mati dengan tenang?
Aku tak melihatnya.
Akan kucari lagi.
Karena kau tak mati, target selanjutnya adalah bus.
Tak ada waktu lagi, pergilah ke sana.
Baiklah.
Siapa kau ini?
Aku tak tahu bisa bertemu banyak orang dengan satu panggilan.
Terima kasih sudah datang.
Aku harap bisa melihat kalian dengan Gi-beom lain kali.
Hidup tak menyenangkan bila kau dapat yang kau inginkan.
Kami akan urus mayat di kamar itu.
Sepertinya kau membuang bukti penting begitu saja.
Bukan ini rencanaku, tapi kurasa kita impas.
Kalau begitu aku bermasalah.
Namun, itu piala untuk kami.
Kesepakatan belum berakhir.
Sampai bertemu lagi.
Walau kita sudah melihat wajah satu sama lain,
lebih baik kalau kita tak banyak bertemu seperti ini.
Bong Man-cheol.
Bereskan dia dengan motif kecelakaan.
Aku tak mau terlibat.
Tae-woong.
Tunggu sebentar.
- Kau terluka? - Tidak. Kau di mana?
Kami di rumah Ko Yong-deok.
Bong Man-cheol dibunuh dalam markasnya.
Ternyata di sana terjadi kehebohan juga.
Benar.
Aku punya banyak cerita.
Aku juga begitu.
Aku ke sana dengan yang lain.
Sebelumnya aku antar jasad dulu.
Sudah kuduga, dasar pengkhianat.
Jangan memukulnya.
Pak!
Dia bukan orang yang bisa kau sentuh.
Apa yang kau lakukan sekarang, Wakil Presdir Argos?
Sepertinya terjadi hal yang membuatmu peduli dengan keberadaanku.
Choi Yong membunuh Bong Man-cheol di depan mataku.
Astaga.
Sudah kukatakan dia harus mati bersama yang lain. Dasar bodoh.
- Apa? - Lalu apa yang terjadi?
Mustahil Choi Ye-won yang hebat takut akan hal seperti itu.
Jasadnya direbut orang.
Sepertinya orang Kang Gi-beom.
Omong-omong.
Kenapa kalian berkumpul di sana tanpaku?
Karena kau selalu sibuk sendiri.
Bagaimana dengan Gi-beom?
Agar aku bisa melihat Presdir Choi bertahan lama,
aku ingin menghancurkan dia selamanya.
Ternyata garis hidupnya masih panjang.
Bila dia mengganggu organisasi,
kau harus bereskan semua dengan baik.
Sekarang kau beraksi seperti presdir sejati.
Cepat kemari.
Baik. Aku segera ke sana.
Aku sudah baca dokumennya.
Namanya Rugal?
Jangan berlebihan.
Rugal bekerja dengan baik. Untuk apa membuang mereka?
Bila mereka tak bisa menghasilkan uang sama sekali,
aku harus segera mengambil keputusan.
Sepertinya...
perkataan itu untukku.
Masalah berita, kepala kepolisian,
hingga akting dengan penculikan yang ada!
Bila kau terus begitu, aku tak akan bisa menutupinya lagi.
Benarkah? Bagaimana kalau ini?
Pembunuhan massal dengan teror gas beracun.
Pembantaian yang dilakukan oleh senjata manusia.
Aku tak ingin kehilangan masa depan hanya karena orang yang kurawat.
Beli semua dengan uang.
Aku siapkan uangnya untukmu.
Akan aku pikirkan dulu.
Aku tak perlu pemikiranmu lagi.
Hei.
Ada apa?
Apa kau merasakan sakit?
Kau akan baik-baik saja. Tenanglah.
Kalian tak apa-apa?
Walau kalian melakukan rekaman untuk hal ini,
kami akan melakukannya secara langsung.
Kalian lihat apa yang kalian lakukan?
Apakah membajak bus hal yang benar?
Sialan!
Apakah menyiksa orang dengan gas beracun hal yang benar?
Dengar baik-baik.
Titik awal rencana kalian, jalur gerak, alat yang kalian gunakan, dan lain-lain.
Kami sudah tahu semuanya.
Kami tahu apa yang kau makan saat siang
dan siapa yang kau temui saat malam.
HEWAN-HEWAN TERNAK
INFORMASI PERSONEL RUGAL HAN TAE-WOONG TEWAS
INFORMASI PERSONEL RUGAL KANG GI-BEOM TEWAS
INFORMASI PERSONEL RUGAL SONG MI-NA TEWAS
INFORMASI PERSONEL RUGAL LEE GWANG-CHEOL TEWAS
Hei, sampah manusia.
Bersiaplah dicambuk.
Saatnya kalian menerima hukuman.
Aku warga tak bersalah yang meminta perlindungan polisi.
Aku sudah menyuruhmu menghentikan omong kosong ini.
Kenapa semua orang yang kau cari ada di sekitarku?
Aku hanya mendengar soal kematian Yeo-jin.
Sebenarnya, apa yang terjadi malam itu dan apa yang kulewatkan?
Ada orang lain sebelum kami masuk.
Siapa itu?
Bagaimana rasanya menghadapi kenyataan?
Istrimu masih hidup.
Terjemahan subtitle oleh Betari Andika
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.