Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih bahasa dipersembahkan oleh The Ugly Ducklings @ Viki
Kenapa kabut malam tebal sekali?
Ini bukan kabut malam.
Ini asap.
Apa yang terjadi?
Oh, apa yang terjadi?
Oh, hujan.
Aduh, panas!
Bagaimana mungkin aku tahu masalahnya dengan melihat saja?
Aku tidak bisa hubungi siapapun, kecuali aku tahu berada di mana?
Apa tidak ada bangunan di sekitar sini?
Oh, dingin sekali. Tidak ada yang lewat seberapa pun jauhnya aku berjalan.
Bagaimana kondisi pengemudinya?
Siapa Anda?
- Bukankah itu Seong Joon?-Apa itu penting sekarang?
Bagaimana dengan pengemudinya? Bagaimana pengemudinya?
Pak Wakil Pemred?
Apa kau bodoh?
Bagaimana bisa kau keliru bawa mobil? Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu padamu?
Tidak...
Tapi Anda baik-baik saja, kan?
Hujan deras sekali. Bagaimana Anda bisa mengemudi?
Bagaimana Anda mengemudi?
Anda basah semua... Oh, payung saya.
Anda basah kuyup. Apa benar-benar tidak ada masalah? Apa Anda baik-baik saja?
Maksud saya, hujan turun deras sekali. Bagaimana bisa Anda sampai sejauh ini...
Entahlah.
Aku tidak tahu bahwa...
sedang hujan.
♫ Selamanya, cintaku berada di sisiku ♫
♫ Meski kau hanya sekilas terkenang padaku, meski kau terkadang rindukan aku ♫
♫ Meski terkadang kau tertawakan aku,tak mengapa ♫
♫ Sebab meski rindu ini sekadar cinta ♫
♫ Aku tak mampu melepasmu ♫
Ya, Senior Cha.
Maafkan saya karena sudah membuat Anda khawatir.
Mobilnya diderek.
Saya sudah minta maaf pada penulisnya dan mengatur ulang tanggal untuk wawancara.
Dia akan bekerja di Haein-ri, jadi saya akan menemuinya di sana.
Baik. Sampai ketemu besok.
- Ini.- Anda lebih basah dari saya, Pak Wakil Pemred.
- Saya baik-baik saja, jadi Anda sebaiknya ambil-- Tidak apa-apa, ambil saja.
- Tapi, saya benar-benar tak apa-apa...- Ah, yang benar saja, dengarkan...
perkataanku.
Aku sudah nyalakan pemanas, jadi kursimu seharusnya akan segera hangat.
Kenapa kau berkeliaran dengan noda hitam di hidungmu?
Oh, biar saya yang lakukan.
Saya boleh nyalakan radio, bukan?
♫ Saat kupeluk dirimu, kumampu rasakan deritamu ♫
♫ Kumohon rengkuhlah aku ♫
♫ Kumohon rengkuhlah aku ♫
♫ Kumohon rengkuhlah aku ♫
♫ Kupinta kau memelukku ♫
Terima kasih sudah mengantar saya pulang.
Tunggu, Kim Hye Jin...
Beristirahatlah dengan baik.
Sampai besok.
Hati-hati di jalan.
Hye Jin...
Saat kita berusaha mengakui kesalahan dan mengungkap kebenaran, kita pada akhirnya meragu akibat kurang keberanian.
Lalu... keraguan yang lama itu, dalam sekejap,
membuatnya tak mungkin bagimu untuk kumpulkan keberanian demi menyampaikan kebenaran.
♫ Mungkinkah, karena aku tak memahami cinta ♫
♫ Aku terdiam seribu bahasa ♫
♫ Kau selalu di sisiku, perhatianmu selalu tertuju padaku ♫
♫ Kurasa kau masih tak menyadarinya ♫
Seong Joon...
Hye Jin...
Namun, meski kita kumpulkan keberanian dan putuskan untuk mengungkap kebenaran, bisa saja terjadi bahwa ada kebenaran
yang membuat kita merasa lebih tak nyaman dari kebohongan.
Apa telah terjadi sesuatu?
Ha Ri...
Kenapa Ha Ri...
Apa kau baik-baik saja?
Maafkan aku.
Aku tak bisa memenuhi janji.
Aku ingkar janji lagi, Hye Jin.
Ada masalah apa?
Apa terjadi sesuatu?
Maafkan aku.
Aku sungguh merasa bersalah padamu.
Hari ini...
Kau tak keberatan kalau aku langsung naik ke atas dan beristirahat?
Iya, tentu.
Kau terlihat kurang sehat hari ini.
Masuklah dan beristirahat.
Mulai sekarang, aku... mungkin bahkan lebih banyak lakukan hal yang membuatku merasa bersalah padamu.
Aku tak seharusnya lakukan ini padamu, tapi...
Janji untuk tak lakukan apapun yang bisa membuatmu khawatir...
Aku mungkin takkan sanggup untuk menepatinya.
Apa kau tahu bahwa Wakil Pemred kita punya pacar?
Aku dengar dia cantik sekali.
Apa ada yang terjadi selama perjalanan kerjamu?
Sesuatu? Seperti apa?
Aku hanya bertanya-tanya apa kau merasa tidak nyaman akibat Ji Seong Joon...
Selamat untuk kalian!
[Seong Joon]
Ini adalah pemberhentian terakhir.
Nona, apakah kau tidak turun? Ini adalah pemberhentian terakhir.
Maaf?
Ini adalah pemberhentian terakhir.
Kau di mana, Jackson?
Aku tidak tahu.
Ini di mana, atau ini apa...
Aku sedikit pun tidak tahu.
Di mana pasien kecelakaan motor itu pergi?
Aku tidak tahu.
Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau datang ke sini?
Editor.
Kenapa hal semacam ini terjadi?
Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?
Apakah kau akan menuntut sebuah penjelasan dari temanmu dan memilih bertengkar,
atau haruskah kau mengatakan pada Wakil Pemimpin Redaksi semuanya lebih dulu?
Tidak.
Aku pikir aku akan menunggunya sebentar.
Apa maksudmu menunggunya?
Sampai dia dapat mengatakan padaku semuanya...
Dia memintaku untuk menunggu sebentar. Ha Ri melakukannya.
Dia pasti memiliki sebuah alasan.
Seperti aku memiliki sebuah alasan untuk berbohong pada Seong Joon,
Ha Ri pasti memiliki sebuah alasan.
Pasti akan ada alasannya.
Aku iri padanya.
Kenapa? Itu biasanya seperti ini.
"Hei! Bagaimana bisa kau melakukan itu?!"
"Dan kau berani menyebut dirimu temanku? Kau wanita jalang!"
Orang biasanya bersikap seperti itu.
Tapi dia memiliki seorang teman sepertimu yang percaya padanya sampai setingkat hampir gila.
Aku iri.
Dia sangat diberkati.
Karena dia bukan sembarang orang. Dia adalah Ha Ri.
Karena dia adalah temanku, Ha Ri.
Ayo pergi sekarang, Jackson. Ini sudah malam. Aigoo, kakiku.
Ha? Kenapa kakimu?
Aku pasti telah jongkok terlalu lama!
Tapi, ada apa dengan mobil ini? Itu kelihatan mahal.
Oh, aku meminjamnya dari seorang teman.
Ada apa dengan motormu?
Ah, benar. Apa yang terjadi padanya?
Berkat kau, aku pulang ke rumah tidak tersesat.
Terima kasih.
Aku sangat bersyukur.
Aku tidak tahu apa yang sedang kau katakan karena itu sangat tiba-tiba.
Di saat seperti ini, aku memiliki seorang teman sepertimu di mana aku dapat menceritakan semua hal.
Jadi aku sangat bersyukur.
Kalau begitu, seandainya kau tahu, kenapa kau tidak memberiku 10,000 won atau sesuatu? Sebaliknya hanya berterima kasih dengan kata-kata?
Lagi-lagi bercanda! Pergilah.
Terima kasih untuk hari ini.
Hei, Jackson.
Ya?
Saat semuanya kembali ke tempat asalnya, akankah kau mendekati Wakil Pemimpin Redaksi lagi?
Ya, aku mau.
Aku... menyukai Seong Joon.
Dan aku cukup yakin Seong Joon merasakan hal yang sama.
Aku tahu.
Semangat.
Sampai jumpa lagi besok.
Apa yang sedang kau lakukan?
Oh, saat masuk, benda lusuh ini tampak sangat rapuh.
Karena aku tahu kau tidak akan membuangnya meskipun aku menyuruhmu, aku kira setidaknya aku menempelkannya ke bagian belakangnya.
Ini tidak bisa. Aku harus memastikan kau mendapatkan sepasang sepatu baru meskipun aku harus menyeretmu bersamaku.
Kalau aku membeli sepasang untukmu, tolong kali ini memakainya bukan menolaknya lagi.
Oke, Ha Ri. Lakukanlah itu.
Apa yang terjadi? Kau biasanya tidak menyukainya kalau aku mengatakan padamu aku ingin membelikanmu sesuatu.
Kau temanku.
Silakan lakukan itu.
Betapa bagusnya sekarang kalau kau mendengarkan aku? Ayo pergi bersama untuk membelinya kali ini.
Ya, mari melakukannya.
Aku akan menunggu.
Menunggu? Itu tampaknya akan tidak baik kalau tidak menawarkanmu membeli sepasang sepatu!
Sekarang kalau aku memikirkannya, ini adalah pertama kalinya...
Aku tidak memikirkan apa yang terjadi di dalam mobil pada saat hari hujan.
Ini adalah pertama kalinya, Ibu.
Alih bahasa dipersembahkan oleh The Ugly Ducklings @ Viki
♫ Peluklah aku, peluklah aku. ♫
Bagaimana sebaiknya aku melihatnya? Apa yang harus kukatakan? Bagaimana aku harus bersikap?
Kau datang pagi-pagi. Mari kita minum kopi bersama. Aku yang traktir.
Tidak, terima kasih. Saya sudah minum kopi pagi ini.
Kalau begitu minumlah lagi.
Apa?
Ikut aku.
Aku memesan Americano Ristretto 3 shot. Kau mau minum apa?
Apa saja yang manis.
Kalau begitu karena kau sudah minum kopi di rumah, pesanlah yang tidak terlalu kuat.
Tolong beri dia satu krim latte.
Kopi pesanan Anda sudah siap.
Mari minum di sini dan kemudian pergi. Kita punya waktu.
♫ Itulah saatnya itu akan menyembuhkan hatiku. ♫
♫ Oh sayang aku ada di sana untukmu. ♫
♫ Yang aku inginkan adalah kebenaran. Ya ya. ♫
♫ Berapa malam kau berharap seseorang akan tinggal? ♫
♫ Berbaring sambil terjaga berharap mereka baik-baik saja ♫
Apa kau tidur nyenyak semalam?
Ya.
Tidak. Aku terus memikirkan tentang apa yang terjadi kemarin.
Itu adalah Editor Kim.
Saya harus pergi berbicara dengan Editor Kim tentang sesuatu. Permisi.
Editor!
Editor Kim!
Kenapa kau muncul dari sana?
Berpura-puralah kita sedang berbicara dan terus berjalan dengan biasa.
Ha? Apa ada yang salah?
Jangan lihat ke sana! Itu adalah Ji Seong Joon.
Jadi?
Aku tidak tahu harus bicara apa dan
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang kalau aku melihat wajahnya. Ini sungguh menegangkan dan aku rasanya bisa gila.
- Jadi kau ingin aku berpura-pura? - Ya.
Jadi? Jadi apa yang terjadi?
Astaga, benarkah? Wow, selamat!
Kau seharusnya tertawa sekarang.
Itu cukup. Ayo cepat pergi.
- Oh, Gi Tae, lepaskan dasimu. - Apa?
Cepat, cepat, cepat!
Terimakasih.
Kopi sialan.
Tuan David, aku akan senang untuk meliha-lihat lagi.
- Kau sangat baik. Terimakasih. - Sama-sama.
Aku benar-benar menghargainya.
Aku akan mengambil yang ini. Kau begitu manis.
Oh? Bukankah dia tinggal di #2009? Pembeli Amerika?
Yah.Ini adalah waktu untuk pertemuannya, tapi dia jengkel karena dasinya kena noda.
Maka aku pergi berkeliling mengambil dasi dari setiap karyawan pria yang aku lihat.
Ini masih pagi dan sisiku sakit.
Kau benar-benar melakukan olah raga pagimu dengan rajin.
Terlalu rajin.
- Ada apa denganmu? - Ji Seong Joon sendirian di dalam sana.
Kau begitu perhatian tentang dia?
Ya, sampai ke titik akan menjadi gila!
Dalam edisi ulang tahun ke 20, aku pikir kita bisa memasukkan 12 halaman artikel acara terkait.
Untungnya, kita punya banyak wawancara artis yang kita lakukan hari itu.
Pembaca tertarik dalam mengetahui tentang cerita di balik acara maka
kita bahkan bisa membuat bagian yang lebih besar dengan menambahkan beberapa cerita di balik layar.
Baiklah, mari kita akhiri rapat hari ini di sini.
Besok adalah libur akhir minggu kita yang tepat maka beristirahatah dan sampai bertemu minggu depan.
- Bekerja dengan baik! - Ya!
Bekerja dengan baik!
- Ah, Kim Hye Jin. - Ya?
Tolong bawa risalah rapat ke kantorku segera sesudah kau selesai.
Kau bekerja keras.
Alih Bahasa dipersembahkan oleh The Ugly Ducklings@Viki
♫ Tolong peluk aku ♫
♫ Tolong peluk aku ♫
Apa yang kau lakukan? Menggoyangkan kepalamu?
Huh? Tidak.
Ini risalah rapatnya.
Sampai aku selesai membaca ini, duduklah.
Kalau-kalau ada sesuatu yang salah.
Apa?
Ya.
Mengapa kau tidak menaikkan kursimu? Itu sedikit tidak nyaman.
Tidak, saya sangat nyaman.
Mungkin kau sangat nyaman tapi sangat tidak nyaman bagiku.
Itu cukup.
Tentang kemarin...
Ah!
Wa-wartawan Kim meminta saya untuk mencari beberapa... artikel dengan cepat untuk dia.
Cepatlah baca dan jika ada... kesalakan...beritahu saya.
- Itu mengayun ke arah lain. - Oh.
Kalau begitu.
Wakil Kepala, Wakil Kepala Edit-
- Dia tidak ada. - Aku di sini.
Omo! Omo! Mamma mia!
Apa yang kau lakukan di depan pintu?
- AH, ya, aku sedang berpikir. - Berpikir?
- Memikirkan aku? - Bukan itu.
Kau sangat jujur.
Oh itu, pertemuan makan malam dengan perwakilan Bally...
Kau tidak lupa, bukan? Jam 7 di Ara Hotel.
Ini. Pastikan kau memakai setelan ini ketika kau datang.
Hanya pantas untuk datang berpakaian dengan merk mereka.
Ya.
Kau tahu, memikirkan tentang pertemuanmu secara terpisah di luar pada akhir mingu,
bagaimana perasaan kegembiraan ini?
Kalau begitu, sampai bertemu besok.
Halo?
Ini adalah Ji Seong Joon, bukan?
Siapa ini?
Huh? Dia memperbarui statusnya.
- Apa? Sungguh? - Biar aku lihat.
Di mana? Di mana?
'Akhirnya, tampaknya untuk menemui pembaca dalam tiga minggu. Judul dari novel baru adalah "Memory".'
Wow, buku barunya akan keluar dalam tiga minggu!
- Kalau begitu itu akan diterbitkan di Korea dalam beberapa minggu nanti? - Bukan begitu?
'Memory'? Hanya dari judulnya, aku tidak bisa mengatakan itu tentang apa.
Pekerjaan baru Ten disebut 'Memory'?
Kalau begitu USB adalah karakter utama?
Ah, benar-benar.
Oh, itu benar. Penerbit menelepon dan
mereka ingin kita untuk mengulas pekerjaan baru Ten ketika itu keluar.
Itu tugas Sunbae Shin Hyeok lagi.
Sejujurnya, kapanpun dia menulis sebuah ulasan, itu akan menjadi berita.
Aku tidak benar-benar merasa Ten.
Mengapa tidak? Tidak ada penulis dunia terkenal lainnya seperti dia.
Dia mengganggu dengan terlalu terkenal.
Tidak menyenangkan mengulas pekerjaan penulis yang sudah terkenal.
Lebih menyenangkan membiarkan publik tahu tentang penulis baru yang berbakat.
Itu obsesi dengan menyenangkan lagi.
Tapi siapa sebenarnya Ten?
Itu adalah Haruki Murakami.
- Oh sungguh?- Tidak mungkin!
Itu adalah ahjumma Korea dalam usianya yang 40-an.
Allo?
Oui? Lentment s'il vous plait. (Bahas Perancis : Ya? Tolong perlahan-lahan)
Ah! Bonjour Monsieur Le Professeur Jean-Pierre! Tres tres bien et vous? (Ah, Halo Profesor Jean-Pierre. Aku baik dan kau?)
Dia bicara dalam bahasa apa?
- Aku tidak tahu. - Tidak, itu bahasa Perancis. Bahasa Perancis.
Wow, Kepala Editor kita, seperti diduga, adalah yang terbaik!
Aigoo, dia memuji bibinya sendiri.
Bagaimana aku bisa tidak menyadari ketika dia begitu kentara?
Pada acara terakhir juga. Dia bicara dalam berapa banyak bahasa?
Aku pikir dia hanyalah boneka tapi dia benar-benar cakap.
Serius, Kepala Editor kita, apa identitas dia yang sebenarnya?
Baiklah.
Oh, aku lapar. Mari kita pergi makan siang.
Ya.
- Apa yang harus kita makan?- Apa yang kalian inginkan?
Ada toko mie beras merk baru di depan. Bisakah kita makan mie beras?
- Oh, sungguh? - Mari kita makan itu.
Tapi, aku tidak melihat Sunbae Shin Hyeok.
Ah, lupakan orang gila itu. Mari kita pergi saja.
Kalian pergi lebih dulu. Aku akan menelepon dia.
Hye Jin, cepat.
Kami akan kembali.
Ya, Wartawan Kim, di mana...?
Ah, pasiennya masuk untuk membersihkan diri.
Oh, pasien apa? Di mana tempat ini?
Rumah sakit?
Oh, Wartawan Kim!
Oh, Jackson!
Mengapa kau pergi ke rumah sakit?
Apa yang terjadi? Apakah kau terluka?
Tidak ada apa-apa. Mari kita pergi makan.
Kau terluka di mana? Apakah itu buruk?
Oh, aku begitu lapar aku bisa mati. Cepat. Makanan, makanan, makanan. Pergi, pergi, pergi.
Jika kau pergi ke rumah sakit, itu tidak mungkin tentang sesuatu yang sederhana.
Apakah kau terluka parah?
Ayo cepat makan! Aku ingin mie!
Di mana kau terluka?
Mie! Mie!
Kau mengatakan untuk meneleponmu kapanpun untuk membelikan aku sesuatu, bukan?
Hari ini adalah kapanpun itu.
Hari ini adalah hari terakhir ujian tengah semester kami maka aku selesai lebih awal.
Tentu, kau melakukan dengan baik.
Bisakah aku mengambil pesananmu?
Oh, aku bisa memesan?
Ya. Pesanlah apapun yang kau suka.
Aku suka salad Caesar dengan saus balsamic dan
untuk stik, aku ingin T-bone tapi
aku suka tenderloin di sisi besarnya.
- Aku ingin daging setengah matang. - Ya/
Mau segelas anggur?
Tidak.
Kalau begitu, tolong bawakan mojito lemon.
Aku mengerti.
Tapi, kau benar-benar umirip kakakmu ketika dia kecil.
Bagaimana kau terlihat begitu mirip?
Itu sangat menghina bagiku untuk didengar.
Orang-orang mengatakan kau harus mengatakan apa yang kau pikirkan. Kau tidak bisa membandingkan aku dengan Kim Hye Jin! Aku jauh lebih cantik!
Kim Hye Jin itu tidak cantik sama sekali. Dia hanya kuat...tapi...
tetap, dia adalah orang yang baik.
Tidak banyak untuk dilihat tapi banyak yang mengatakan bahwa dia memiliki kepribadian yang baik.
Benar. Kakakmu baik dan orang yang menyenangkan.
Apa yang kau katakan?
Tidak ada. Mari kita makan.
- Tapi, bagaimana kakakku di perusahaan...? - Tunggu sebentar.
Aku harus menjawab ini karena ini berhubungan dengan pekerjaan.
Jangan menghiraukan aku. Jawab teleponmu dengan nyaman.
Maaf.
Ya, ini Ji Seong Joon.
Ya, saya sudah mengecek orang itu tapi
saya rasa ada perbedaan besar dalam opini.
Ya.
Ah, lenganku. Lenganku, lenganku.
Tidak bisa begini. Kita tidak punya pilihan. Kau harus menyuapiku.
Tapi, sungguh. Kau sebaiknya memberitahuku bagaimana kau bisa terluka.
Ah ini terciprat. Bersihkan ini untukku.
Ah, yang benar saja.
Tapi, sungguh, bagaimana kau bisa terluka?
Apa kau terjatuh saat sedang bermain-main lagi?
Apakah begitu?
Jika bukan, apakah kau berkelahi dengan seseorang?
Ah, apakah begitu?
Ah, yang benar saja. Jangan bercanda.
Haruskah aku mengambil air sendiri sambil menyeret lengan yang terluka ini?
Ah, yang benar saja! Diam di sini. Aku akan mengambilkannya.
Ada ketidakmampuan nyata untuk makan sendiri.
Berikan aku sepotong acar lobak.
Ini lezat, Jackson.
Sungguh, kenapa kau bisa terluka?
Aku hanya terjatuh saja saat mengendarai sepeda motorku.
Sungguh?
Tidak heran. Aku berpikir itu terlihat berbahaya kapanpun kulihat kau mengendarai itu kesana-kemari.
- Serahkan itu.- Apa.
Apa maksudmu apa? Kunci motormu.
Cepat berikan padaku. Jangan kendarai itu lagi mulai sekarang.
Coba lihat pria ini!
Cepat berikan padaku.
Jackson, apa kau akan mengencaniku?
Apa?
Jika tidak, maka jangan lakukan itu. Membuatku berharap tanpa alasan.
Hei, lagi-lagi bercanda! Hei, wartawan gila!
Kenapa kau selalu bercanda?
Aku tidak sedang bercanda.
Kau sebaiknya kembali bekerja. Terima kasih untuk makan siangnya.
Aku pamit, Ajusshi.
Mari kita pergi bersama. Aku akan mengantarkanmu pulang.
Aku bukan anak kecil, kau tahu. Aku bisa pergi sendiri. Jadi kau pergi bekerja saja.
Kau tak boleh memberi tahu kakakku bahwa kita bertemu hari ini, ya?
Baiklah.
Aku pamit dulu, Ajusshi. Dah~
Oh, hati-hati di jalan.
Pegawai hotel yang mana?
Pembeli yang kau berikan dasi pagi ini,
dia merasa tersentuh akan pertolonganmu.
Berkatmu, rapatnya bisa sukses sehingga dia merekomendasikanmu.
Itu sungguh bukan apa-apa.
Aigoo, dia ternyata merupakan Direktur Utama dari sebuah perusahaan IT yang sangat besar.
Dia bahkan membatalkan pelatihan yang direncanakan untuk bulan depan di Hong Kong karena
dia ingin menginap di hotel kita dan sudah mereservasi kamar.
Ini semua berkat usahamu.
Nantikan hadiahnya.
Ah, kenapa ini... kenapa ini masih di sini?
Ini yang harus dikenakan oleh Wakil Pemimpin Redaksi ke rapat Bally besok.
Saya rasa beliau lupa dan meninggalkannya.
Lupa-- Hubungi Wakil Pemimpin Redaksi.
Ya.. Ya.. Ya.. Ya!
Beliau pasti masih berada di tengah rapat. Ia tidak menjawab.
Mamma.
Semuanya! Bisakah salah satu dari kalian tolong
bawa barang ini ke rumah Wakil Pemimpin Redaksi?
K...kk...k...koleksi pakaian perlu diurus.
Halo? Ya, ya!
Oh, kau yang memegang bawang. Kemari. subtitles ripped and synced by riri13
Saya?
Nih. Berangkat sekarang, saat ini juga,
bawa anak ini dengan selamat ke rumah Wakil Pemimpin Redaksi. Mengerti?
Apa? Saya?
Benar. Pada rapat makan malam besok dengan Bally,
tak peduli hambatan atau kesulitan apapun yang menghalangi jalanmu,
absolutemente, (pastikan) beri tahu Wakil Kepala Direktur dia harus mengenakan ini dan
beri tahu padanya hingga dia tuli. Pastikan untuk memberitahukannya, ya?
Bagaimana ini?
Tolong berikan saja ini pada penghuni apartemen #502 dan
Anda hanya perlu memberi tahu dia bahwa seseorang dari perusahaan, bernama Han Seol, membawakan ini kemari.
Beri tahu dia bahwa ini dari Han Seol. Han Seol.
Apa kau sudah mengganti namamu?
Pemimpin Redaksi menyuruh saya membawakan ini kepada Anda.
Dia sudah menghubungiku.
Kalau begitu, sampai ketemu hari Senin.
Minum teh dulu sebelum kau pergi.
Tidak usah, tak apa.
Apa aku membuatmu merasa tidak nyaman?
Tidak.
Kalau begitu, minumlah teh bersamaku.
Bukannya saya tidak mau...
Kalau begitu, mari masuk ke dalam.
Aku membuatnya ringan.
Itu benar-benar panas.
Tidak, saya baik-baik saja. Perut saya sangat kuat jadi terima kasih untuk minumannya.
Duduk. Ada sesuatu yang harus kusampaikan padaku.
Ya.
Minumlah secangkir lagi tapi jangan meminumnya seperti air dingin kali ini.
- Kemarin...- Saya tahu. Bahwa Anda datang karena Anda khawatir, sebagai seorang kolega.
Seandainya saya tahu bahwa salah satu rekan tim saya mengalami kecelakaan, saya juga akan bergegas pergi.
Aku tidak begitu.
Aku bergegas datang hanya karena itu dirimu.
Pada awalnya, aku merasa sedikit jengkel,
tapi, pada satu saat, aku tidak tahu kapan,
selagi kita bicara berdua,
aku jadi menikmati waktu yang kita habiskan bersama.
Semakin aku memedulikanmu, aku merasa seperti menjadi orang yang buruk sehingga
aku bahkan berusaha untuk tidak menyukaimu namun
aku telah menyadarinya semalam.
Sampai pada titik di mana aku tak lagi bisa menyangkalnya,
aku terusik olehmu, Kim Hye Jin.
Amat sangat.
Apa kau melepuhkan dirimu?
Saya baik-baik saja.
Tidak bisa begini. Jangan kemana-mana. Tunggu sebentar.
Gantilah dengan ini.
Tidak, tak apa.
Bagaimana bisa kau pergi seperti ini? Berganti pakaianlah.
Aku baru kembali dari wawancara!
- Kau sudah datang?- Hai, Sunbae.
Piza, piza. Tapi, aku tidak melihat Jackson.
Sekitar sekarang, dia seharusnya berada di rumah Wakil Pemimpin Redaksi.
Apa maksudmu? Kenapa juga dia pergi ke sana?
Pemimpin Redaksi mengirim dia bertugas untuk membawakan sesuatu.
Kalau aku membayangkan pergi ke sana seorang diri! Oh!! Aku tak bisa!
Jangan coba-coba mengatakannya. Aku bahkan tak bisa membayangkannya. Itu akan memberi kita gangguan cerna.
Benar-benar akan.
Alih bahasa dipersembahkan oleh The Ugly Ducklings @ Viki
Apa ada masalah? Kenapa kau tidak keluar?
Tidak, saya akan keluar. Saya akan keluar.
Bajunya benar-benar kebesaran untukmu.
Maaf karena membuatmu merasa tidak nyaman.
Niatku memberitahumu bukan supaya kita bisa melakukan sesuatu mengenai itu.
Aku hanya ingin memberitahumu bagaimana perasaanku.
Pada awalnya, aku terus memperhatikanmu karena kau mengingatkanku pada seseorang yang dulu kukenal.
Tidak ada alasan untuk itu tapi
kau tampak seperti seseorang yang sudah kukenal sejak lama.
Aku menjadi jujur akan kekuranganku saat aku bersamamu.
Aku bertemu seseorang yang tanpa sadar membuatku terus memperlihatkan diri yang sebenarnya,
bertemu seseorang yang membuatku ingin bicara mengenai diriku sendiri...
Ada apa?
Apa aku membuat kesalahan?
Tidak. Sesuatu masuk ke dalam mataku.
Aku akan pergi.
Tetap di sinii. Aku akan mengantarmu. Biar aku ambil kunciku dulu.
♫ Kadang-kadang meskipun kau berpikir tentang diriku, ♫
♫ kadang-kadang meskipun kau merindukan aku ♫
♫ Kadang-kadang meskipun kau menertawakan aku, tidak apa-apa. ♫
♫ Karena bahkan perasaan rindu ini ♫
♫ terasa seperti cinta ♫
♫ Aku tak dapat membiarkanmu pergi ♫
♫ Aku tak dapat membiarkanmu pergi ♫
Kenapa kau pergi tanpa mengatakan...?
Kenapa kau datang lagi?
Benar? Entah bagaimana aku hanya akhirnya datang ke sini lagi.
Aku hanya singgah dan merasa haus.
Aku ingin minum bir.
Kamu masih punya bir yang aku tinggalkan? Oh, masih ada di sini.
Siapkah kau? Apakah kau wali dari Kim Hye Jin? Kenapa kau selalu mengikutinya kemana saja?
Yah, aku rasa kau bisa memanggilku seorang wali karena kami mempunyai hubungan oppa dan dongsaeng. Bagaimana denganmu?
Siapa kau untuk Kim Hye Jin? Kesatria Hitam yang datang untuk menyelamatkan dia melalui hujan lebat ketika dia dalam bahaya?
Kau tampak sangat keren.
Aku pikir kau sedang membuat adegan film.
Tidak seperti seseorang, aku tidak mengemas perasaanku ke dalam lelucon, seperti seorang pengecut.
Aku akan minum birnya di rumah. Sampai lain kali.
Mari kita katakan bahwa tidak apa-apa dia tidak bertindak seperti dia adalah anak dari keluarga kaya.
Namun, haruskah kita datang ke tempat seperti ini sepanjang waktu? - Oh, pedas.
Aku rasa kau tidak bisa makan makanan pedas. Adalah buruk aku telah memilih tempat ini. Aku biasa di sini.
Aku harus datang ke sini dengan orang lain mulai dari sekarang.
Apa maksudmu? Aku pembunuh capsaicin! Lihatlah!
Lihat!
Tidak, aku pikir tidak begitu. Hidungmu mengalir karena semua yang pedas ini.
Hidungku selalu banyak mengalir.
Lihat, kan? Aku suka kuahnya.
Aku memakannya dengan baik, kan? Lain waktu datang denganku juga bukan dengan orang lain.
Baiklah.
- Kau sudah selesai?- Sudah.- Bisa kita pergi sekarang?
Ayo .
Apa yang kau lakukan? Itu kotor.
Kenapa itu kotor?
Tidak apa-apa. Ini punyamu.
Kami menikmati makanannya!
Apa maksudmu dengan "Tidak apa-apa, ini punyamu"? Apakah kau suka padaku?
Iya. Kau tidak tahu?
Kalau begitu, kita ini apa? Apakah sekarang kita berkencan?
Tentu.
Kalau begitu, cium aku.
Tentu.
Genggam tanganku.
Baiklah.
Alih bahasa dipersembahkan oleh The Ugly Ducklings @ Viki
Tahukah kau bahwa dari jauh kau terlihat seperti orang buangan?
Ini bukan gayaku untuk menjadi usil tapi
biarkan aku ikut campur hanya sekali lagi.
Dia sudah tahu segalanya.
Hye Jin.
Dia bilang dia akan menunggumu
hingga kau bisa memberitahunya lebih dulu dan bahwa kau harus mempunyai alasan yang bagus untuk itu.
Apa yang kau lakukan?
Hanya...
Kau sudah makan?
Kalau begitu, jam berapa sekarang?
Hye Jin.
Besok...
Aku akan kembali ke tempatku.
Tunggu saja sampai besok. Hanya satu hari lagi.
Maka,
aku akan benar-benar kembali ke tempatku.
Hye Jin, terima kasih.
Untuk menungguku.
Untuk membiarkan aku mengatakan sendiri kepadamu,
Terima kasih.
Iya, maka, hari ini kita akhiri sampai di sini.
Terima kasih untuk wawancara hari ini. Ini semua benar-benar menyenangkan.
Aku juga senang. Pertanyaan-pertanyaan juga, mereka begitu menyegarkan dan aku menyukainya.
Kau tampaknya memiliki banyak pengetahuan tentang dongeng.
Kau tentu sudah mempelajari banyak untuk wawancara ini.
Jujur, impian saya adalah menjadi seorang penulis buku anak-anak ketika saya masih kecil.
jadi saya sangat iri Anda menulis seperti ini.
Omo, benarkah?
Oh, maka teruslah menulis.
Ah, bagaimana bisa aku memulainya sekarang?
Aku mulai menulis hanya setelah aku mempunyai bayi.
Aku akan memberimu sebuah buku sebagi hadiah.
Benarkah?
Ini tidak terjual dengan baik tapi...
sebagai memento.
- Ini. - Terima kasih.
Kisah Patji.
Semoga kau akan terus pada impianmu. Lee Yi Eun.
Renoir Auguste Renoir
Oh!
Oh!
Kau datang untuk lukisannya?
Iya. Saya sedang dalam perjalanan kembali dari melakukan wawancara di Haein-ri dan saya berpikir tentang poster dari yang waktu itu.
Bagaimana dengan wawancara pertamamu? Apa kau bisa melakukanya dengan baik?
Apakah saya melakukannya dengan baik? Ah, dalam hal apapun, saya akan mencoba dan menulis artikel yang baik.
Oh? Ahjussi itu syalnya sama seperti punya kita!
Itu benar!
Ahjussi, Anda memakai itu karena hidung Anda ingusan juga?
Anak-anak, aku tidak berpikir kalian menyadari tapi dia mengenakan pakaian yang sangat modis.
Itu hanya terlihat bagus karena dia. Kalian tahu itu?
Noona, kenapa Anda memihak dia?
Apakah Anda mencintainya?
Anda mencintai dia!
Oh leli koleli!
Apa maksud kalian cinta? Pergi! Pergi!
Maaf. Ayo kita melihat pekerjaan berikutnya.
Keluar!
Sekarang saya pikir-pikir, Anda selalu memakainya seperti itu.
Ah, benar-benar...
Saya bercanda. Itu terlihat bagus.
Maafkan saya, tapi bisakah Anda mengambilkan foto kami berdua?
Ah, ya. Berikan pada saya.
Sekarang.
Satu, dua, tiga.
Baik, saya akan ambil sekali lagi.
Satu, dua, tiga.
- Ini dia.- Terima kasih.
Saya juga akan mengambil foto untuk kalian.
Maaf? Tidak, tidak apa-apa.
Ini.
Saya akan ambil sekarang.
Satu, dua, tiga.
Kenapa Anda tidak tersenyum? Saya akan mengambilnya lagi.
Satu, dua, tiga.
Jika kau akan pulang, aku akan mengantarmu. Lagi pula, itu searah dengan tempat pertemuan.
Anda duluan saja.
Saya akan mampir ke perpustakaan sementara saya berada di luar dan berpikir untuk mampir ke kantor juga.
Saya harus memilah dan mengatur semua catatan saya dari wawancara tadi.
Baiklah kalau begitu. Sampai bertemu hari Senin.
Maaf, Wakil Pemimpin Redaksi.
Saya akan menemui Anda besok.
Besok?
Tapi, besok hari Minggu.
Kita tidak bekerja besok.
Meski begitu, sampai bertemu esok.
Halo?
Oh, Seong Joon.
Apa barangkali, kau punya waktu malam ini?
Hari ini? Tapi aku akan pergi ke pertemuan sekarang.
Ah, kalau begitu, jam berapa rapatmu berakhir?
Kurasa itu akan sedikit terlambat.
Kalau begitu, daripada hari ini...
Tidak.
Mari kita bertemu hari ini meskipun itu terlambat.
Aku juga ada sesuatu yang harus kukatakan padamu.
Produk terbaru Bally dari musim ini sangat mengesankan.
Terima kasih. Karena pengenalan yang baik oleh The Most, tanggapannya cukup bagus.
Kami sangat peduli.
Saya dengar Anda sudah memulai bekerja pada koleksi terbaru.
Ya, itu benar.
Silakan makan.
Wartawan Kim!
Kurasa dia juga datang untuk bekerja pada akhir pekan.
Ah!
Senior Poong Ho.
Anda sudah kembali dari perjalanan bisnis dengan selamat?
Oh, aku hampir mati karena mengunjungi semua resor mewah itu.
Tapi Hye Jin, apa yang kau lakukan di sini saat tidak ada tenggat waktu?
Saya melakukan wawancara hari ini.
Sementara saya berada di luar, saya pikir saya harus mengatur beberapa catatan.
Ah, sesuatu yang tidak bisa kau lakukan terakhir kali? Penulis Yadong-dong itu?
Ya.
Kami pikir kau mengalami kecelakaan. Kami sangat khawatir.
Tapi setidaknya si bodoh Shin Hyeok pergi menjemputmu. Itu bisa saja jauh lebih buruk daripada dengan mobil yang rusak.
Shin Hyeok pasti sudah kesepatakan besar untuk datang. Bukankah dia meminta banyak gratisan lagi darimu?
Apa yang Anda bicarakan?
Anda bilang Wartawan Kim pergi ke mana?
Ah, terakhir kali, Shin Hyeok pergi menjemputmu di Yadong-dong.
Dia pikir kau mendapat kecelakaan, jadi dia berlari keluar dari sini lebih cepat dari Usain Bolt (*seorang pelari berasal dari Jamaika). Kalian tidak bertemu?
Apa yang terjadi pada motor Anda?
Entahlah. Apa yang bisa terjadi padanya?
Aku hanya terjatuh saat mengendarai motorku.
Aku punya sedikit makanan enak dari-
Kau mau ke mana? Kau tidak akan makan ini?
Wartawan Kim!
Jackson, kau sedang apa? Kau datang untuk bekerja pada akhir pekan?
Apa Anda datang malam itu?
Aku tidak yakin apa yang sedang kau coba katakan.
Yadong-dong.
Saya dengar Anda datang hari itu.
Apa barangkali, itu di mana Anda mengalami kecelakaan motor?
Apa Anda terluka sementara mencoba menjemput saya?
Ya, rapatku berakhir lebih awal, jadi aku akan pergi.
Kau di mana?
Ada beberapa pekerjaan yang harus kulakukan, jadi aku keluar. Tapi aku akan menemui nanti tepat waktu.
Ya, sampai bertemu nanti.
Baiklah. Sampai bertemu nanti.
Jawab saya.
Apa Anda terluka karena saya? Benarkah?
Ya, itu benar.
Aku terluka sementara menjemputmu, Jackson.
Kenapa? Kau merasa terbebani?
Baiklah, merasa terbebanilah.
Merasa terbebani dan merasa menyesal terhadapku.
Aku juga...
Aku juga ingin kau peduli akan diriku.
Tapi, Wartawan...
Saya, Kim Hye Jin, tidak peduli apapun berjanji untuk memenuhi tiga kali permintaan Kim Shin Hyeok.
Ah, ini.
Permintaan terakhir...
Aku akan menggunakannya hari ini.
Permintaan terakhirku...
adalah ini.
Aku tidak menganggapmu sebagai teman.
Aku tidak pernah bisa berteman.
♫ Kau tak melihatku ♫
- Sampai jumpa.- Terima kasih.
Ha Ri, kau sudah bekerja keras pada hari liburmu.
Pulanglah dengan hati-hati.
Tentu saja saya harus berada di sini.
- Pulanglah dengan selamat.- Tentu.
Min Ha Ri.
Ya!
Seong Joon.
Saat kita hampir mengakui kebohongan kita dan memberitahu yang sebenarnya, kita menjadi kurang berani dan berakhir dengan ragu-ragu.
Dan di saat-saat, keraguan yang panjang itu...
bahkan tidak akan mengijinkanmu sesaat saja untuk mengatakan yang sebenarnya.
Min Ha Ri.
Siapa kau?
Alih bahasa dipersembahkan oleh The Ugly Ducklings @ Viki
Cantiknya Dia~ Cuplikan ~
Min Ha Ri. Siapa kau?
Jika kau ragu-ragu dan tidak bisa pergi, datanglah padaku.
Hari itu, aku datang untuk bertemu denganmu.
Jika saja aku tidak menyembunyikan jati diriku, itu akan jauh lebih menyenangkan.
Aku merindukanmu. Kim Hye Jin.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.