All language subtitles for The King.Eternal Monarch.E04.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

EPISODE 4

Ini es teh latte.

Terima kasih. Es...

Panas.

Kenapa...

Kenapa esnya panas?

Yang benar saja.

Kau masih mabuk?

Tadi benar-benar panas.

Astaga.

Kau tak apa-apa?

Aku masih tak mengerti selera orang selatan.

Apa bisa meminum minuman sepanas ini?

Lain kali suruh aku saja.

Setidaknya aku harus bisa membuat kopi sendiri.

Tak apa-apa. Biar aku saja.

Pak?

PM Koo tiba di landasan helikopter.

Ini hari Jumat?

Sulit dipercaya.

- Pak. - Kenapa?

Bicara.

Penyelundup di Poin 06 adalah Baginda.

Akhirnya

aku menemukanmu.

Letnan Jeong Tae-eul.

Kau mau ke mana?

Ke duniaku.

Aku raja negaraku. Aku sudah terlalu lama membiarkan istana kosong.

Aku bukannya tak tahu cara pulang.

Aku hanya tak mau.

Jadi, ini dunia paralel?

Mana buktinya?

Buktinya ada di depanmu.

Aku datang

dari dunia yang lain.

KASUS PEMBUNUHAN LEE SANG-DO

Bukti yang menunjukkan bukti lain.

MAYAT LEE SANG-DO DITEMUKAN

SENJATA, LINGGIS

Bukti yang menunjukkan bukti lain.

DETAIL KASUS.

Kenapa kau menjadi polisi?

Kalau pekerjaanku sudah ditetapkan dari lahir.

Raja.

Aku mau tahu bagaimana seseorang bisa punya mimpi.

Kau tahu itu sangat menyebalkan, 'kan?

Mungkin terdengar begitu,

tapi karena itu aku merasakan yang orang lain tak rasakan.

Waktu kecil,

anak-anak lain menonton Snow White dan The Little Mermaid,

sementara aku menonton The Police dengan ayahku.

Pada usia delapan tahun, aku menebak pelaku di acara itu.

Jadi, kau berbakat.

Bukan. Itu siaran ulang.

Karena sering menonton, aku ingin menjadi polisi.

Menjadi polisi itu berbahaya.

Karena itu.

Karena tak semua orang bisa menjadi berani,

aku putuskan untuk memberanikan diri.

Kau keren, Letnan Jeong Tae-eul.

Itu ceritaku.

Kalau kau raja yang bagaimana?

Muda,

tampan, dan kaya?

Atlet dayung, ahli matematika, yatim piatu, tumbuh dewasa dengan baik,

pemilik Pedang Empat Harimau,

dan Raja yang sedang pura-pura tenang

karena ini kali pertamanya

dapat pertanyaan itu.

Bukti yang menunjukkan bukti lain.

Bukti yang menunjukkan bukti lain.

- PM Koo. - Ya, hari ini juga.

Tolong lebih cepat.

Aku tahu mereka menyuruhmu mengulur waktu.

Dia menyebalkan.

Dia pikir istana tempat yang bisa dia datangi kapan saja?

Tim keamanan sudah mencoba mengulur waktu, tapi gagal.

Apa tujuannya ke sini?

Aku mau memberikan laporan dalam negeri kepada Baginda.

Di luar keadaan darurat negara,

kau bisa melapor dengan surat atau dokumen resmi.

Semua orang sudah menyetujui itu.

Kenapa harus menerobos masuk ke istana?

Apa penjagaan istana harus diperketat,

atau kau harus aku ajarkan peraturannya lagi?

Bagaimana jika kau mundur selangkah?

Baginda hilang, 'kan?

Ini yang disebut keadaan darurat negara.

Aku takkan diam saja.

Aku juga takkan membiarkanmu menyembunyikannya terlepas dari posisimu.

Baginda hanya ada di ruang kerja beberapa hari.

Dan sekarang dia sudah tertidur.

- Berarti aku ke kamar tidurnya saja. - Kau melampaui batas!

Beraninya pegawai negeri sipil yang hanya menjabat lima tahun...

Jangan berlebihan.

Aku belum melampaui batas.

Tolong sampaikan ke Baginda. Aku menunggu di kantornya.

- Tolong minggir. - Diam!

Aku tak akan minggir dari sini.

Kalau begitu ini menyusahkan kita berdua.

Orang yang bisa menghentikanku hanya Baginda,

dan aku lebih kuat daripada kau.

Bu!

Astaga.

Bukankah aku sudah bilang laporan pekan ini dikirim dengan surat?

Ya, Baginda.

Aku sudah mengatakannya, tapi PM Koo memaksa.

Karena kau sudah bangun, periksalah laporannya, Baginda.

Baiklah.

Kau boleh keluar.

Aku mengerjakan soal sulit beberapa hari ini.

Maaf jika membuat khawatir.

Kau jadi bekerja lembur.

Begitulah pekerjaan negara.

Jawabannya sudah selesai?

Karena aku tak bisa matematika,

aku selalu jawab nol atau minus satu kalau tak tahu.

Menarik.

Jawabanku...

juga nol.

Aku iri padamu.

Jawaban tebakanku selalu salah.

Tapi sepertinya...

kulitmu agak cokelat.

Kupikir kau hanya di ruang kerjamu.

Benarkah?

Ruang kerjaku di Gwangyeongjeon.

Penuh sinar saat siang, dan penuh bintang saat malam.

Sepertinya ayahku mengeluarkan banyak uang saat membangunnya.

Aku sudah lama tak tertawa karena banyak hal memusingkan.

Laporan hanya alasan.

Aku datang untuk memeriksa apa kau hilang.

Untung aku datang.

Hari ini Baginda

berutang kepadaku.

Coba selesaikan soal ini juga.

Sampai pekan depan.

PM Koo.

Aku mau katakan sesuatu.

Aku tak mau menyakitimu.

Tapi ucapanku akan menyakitkan.

Seluruh momen hidupku adalah sejarah Kerajaan Corea.

Dan aku ingin sejarahku abadi

karena aku raja negara ini.

Tapi itu butuh

lebih dari sekadar perbuatan baik.

Itu artinya

aku tak bisa berutang kepadamu.

Kita lihat bagaimana momen ketiadaanku akan tercatat

di masa depan.

Kau mengerti?

Kalau begitu, sampai pekan depan.

Kapten Jo, keluarlah sebentar.

Jangan.

Tugasmu menjagaku dan negara aman, Yeong.

Kemari kau.

Kau yang seharusnya kemari.

Kalau begitu, diam di situ.

Kau mau lihat nenek tua ini mati?

Astaga.

Aku merindukanmu.

Astaga. Dasar.

Kau sulit dipercaya! Sungguh!

Aku memang salah.

Aku akan berbuat kesalahan lagi, tapi tak akan buat kau khawatir.

Astaga. Aku pikir apa kau akan datang jika aku mati.

Bagaimana kau datang ke pemakamanku

jika kau pergi sangat jauh?

Aku yakin

kau akan hidup lama.

Kau juga cukup kuat barusan.

Itu berdasarkan sains.

Aku tak tahu bagaimana PM Koo bisa tahu dan datang ke sini.

Para wanita istana semuanya mencurigakan.

Aku khawatir akan ada artikel aneh yang muncul...

Astaga. Apa...

Astaga.

Astaga.

Ini... Apa yang terjadi?

Ke mana semua kancingnya?

Itu...

Aku pakai karena darurat.

Mata uang di sana berbeda dengan kita.

Memang dalam hidup ini

tak ada yang tahu.

Astaga, kancing-kancing itu sangat mahal.

Bagaimana bisa kau pakai semua?

Kau bilang pekerjaanku banyak? Ayo.

Biar kubantu.

Kenapa dia diam saja? Menakutkan.

Bu Noh, barusan Yeong menatapku dengan tajam.

Astaga, aku tak percaya kau pakai semua kancing itu.

Aku bilang Yeong menatapku dengan tajam.

Bagaimana bisa ini dihabiskan?

- Apa kau dengar aku? - Astaga.

Astaga, kepalaku.

Bubarkan keamanan Pangeran Buyeong. Kembalikan ke Level Hijau.

Pangeran Buyeong.

Tingkat keamanan sudah kembali menjadi Level Hijau.

Sepertinya Baginda sudah keluar dari ruang kerjanya.

Terima kasih.

Hormat!

Astaga.

Bagaimana bisa...

Apa?

Astaga.

Tidak.

Tunggu.

Apa ini?

KUPON AYAM BARBEKU

Apa ini...

Astaga.

AZALEAS KUMPULAN PUISI KIM SO-WOL

KANTOR KEPOLISIAN SEOUL JONGNO

Tak boleh. Tetap tak boleh.

Kau bahkan belum dengar.

Aku bisa katakan cerita lengkapnya.

Kang Sin-jae! Mana laporan hasil pemeriksaan? Kenapa lama?

Kemarin Letnan Jeong lembur.

Dia sampai masih pakai handuk di lehernya.

- Coba dengarkan saja. - Astaga.

Pertama, ayo isi mental kita. Ini.

Aku tak perlu dengar atau lihat apa pun. Aku tahu kau mau bilang apa.

Lee Sang-do tidak mengakses

situs web judi ilegal sejak tiga bulan sebelum kasus.

Pasti. Karena dia tak punya uang.

Ada kesempatan dia dapat uang.

Kim Bok-man ganti alamat situs webnya

untuk hindari polisi beberapa kali sebulan

dan kehilangan banyak pengguna.

Lalu bagaimana?

Dia berikan banyak poin kepada anggota barunya.

Itu alasan Lee Sang-do membuat akun baru dengan nama istrinya.

Tapi sejak tiga bulan sebelum kasus,

dia tak masuk ke situs web itu.

Padahal dia masih punya poin.

Jangan menuduhnya atas pembunuhan.

Kita tuntut kasus situs web judi ilegalnya dulu.

- Kasus pembunuhan bisa ditambah. - Jangan begini.

Aku banyak mengerti tentang judi.

- Berapa poinnya? - 3.7 juta won.

Letnan Jeong ada benarnya.

Jika punya 3.7 juta, dia tak akan bisa diam saja.

Kalau sedang untung, gandakan tiga kali sudah 30 juta.

Ponsel 2G Lee Sang-do sedang diperiksa.

Katanya butuh dua pekan. Tunggu sampai itu selesai.

Astaga.

Hanya dua pekan.

Kalau dalam dua pekan tak ada bukti,

- kalian akan kupindahkan. - Ya.

Skuad Dua butuh orang untuk tangkap pencopet.

Pergi, aku tak mau lihat kalian.

Baik.

Aku menghormatimu.

Kau menyimpan barang-barang yang ada di jaketku?

Barang di kantong luar, taruh di ruang kerjaku

dan buku yang di kantong dalam...

taruh di kamarku.

Bersiaplah. Tak ada waktu.

Ya, baiklah.

Kemarin malam,

ayah Kapten Choe Gi-tae,

atasanmu di militer,

meninggal dunia.

Aku dengar teman seangkatan militermu juga akan datang.

Ini adalah waktu yang tepat

untuk menghapus berita-berita aneh dan menunjukkan bahwa kau sehat.

Syukurlah.

Aku tak terlambat.

Karena itu, bilang kalau akan pergi...

Pakai ini, dan tahan sebentar saja.

Terima kasih sudah datang, Baginda.

Apa kau sehat?

Aku turut berdukacita.

Semoga dia beristirahat dengan tenang.

Aku putra yang buruk selama dia hidup,

tapi beruntung bisa di sisinya saat dia meninggal.

Sekarang dia pergi dengan tenang.

Aku mengikuti arahanmu dan mengagumimu

karena kau tentara yang baik dan panutanku.

Ayahmu juga pasti bangga kepadamu.

Terima kasih atas semangatnya, Baginda.

Aku lihat kau menang pertandingan dayung.

Harusnya aku menahanmu di militer, dan menjadikanmu tentara.

Tapi karena kau tak bisa bertarung, kau tak akan bisa naik pangkat.

- Kau selalu jadi yang terakhir. - Terakhir...

Aku...

Apa ini belum menjadi rahasia negara?

Aku cemas karena kau tak tinggalkan Gwangyeongjeon.

Tapi sepertinya tak perlu.

Sesekali datanglah ke anjungan.

Kau boleh datang sebagai mantan letnan,

atau sebagai panglima tertinggi Kerajaan Corea.

Baiklah.

Aku akan ke sana.

KATEDRAL BUSAN

Menyetir saja. Itu untuk keselamatan Baginda.

Baik.

Begitu.

Hanya kelihatan ban motornya.

Aku tahu dia akan seperti ini.

Dia selalu turun dari taksi di depan toko

dan membeli bir serta rokok di sini.

Dia juga selalu sedang mabuk.

Untung saja aku orang baik.

Kalau aku jahat, aku sudah curi barangnya.

Sudah kerja berapa lama di sini?

Kau mencurigai aku?

Aku baru bekerja sebulan di sini.

Tahu nomor pekerja paruh waktu sebelum kau?

Penjahatnya tahu kebiasaan dan tempat dompet korban.

Dia juga tahu titik buta CCTV.

Begitu.

Tunggu sebentar, aku punya nomornya karena menggantikannya.

Ketemu. Ini nomornya.

Nomornya muncul di situs web barang bekas.

Dompetnya dijual. Warna merah.

Tae-eul, kau butuh dompet?

Mau transaksi di tempat?

Halo.

Kau yang mau beli dompet?

Benar, itu aku.

Boleh lihat barangnya dulu?

Cantik sekali.

Ini masih sangat baru.

Aku hanya buka bungkusnya.

Begitu.

Aku bisa saja kembalikan ke toko, tapi bonnya hilang.

Kau akan bayar dengan transfer?

Sepertinya dengan hukuman penjara.

Nona Kim Su-jin.

Antara pukul 04.00 dan 05.00 kemarin, kau ada di mana?

Siapa kau?

Menyebalkan.

- Tunggu. - Sakit.

Tunggu.

Nona Kim Su-jin. Kau ditangkap karena tindak kekerasan dan pencurian.

Kau bisa menghubungi pengacaramu,

berhak untuk diam,

dan banyak hal lain.

Ayo pergi.

Baik. Aku ikut.

Detektif Jeong, terima kasih.

Ya. Selamat bekerja.

Baik.

Halo.

Ya.

Sedang apa di sini?

Aku bekerja.

Kita sudah lama tak mengobrol. Aku penasaran.

Bagaimana kabarmu?

Aku sibuk setiap hari.

Bagaimana mimpi burukmu? Sudah membaik?

Apa?

Akhir-akhir ini aku juga mimpi indah.

Tak mungkin bisa membaik secepat itu.

Kau masih suka manisan.

Lebih baik daripada obat.

Tak mungkin.

Kalau manisan sudah tak mempan, silakan datang lagi.

Siapa?

Aku tak pernah lihat kau bicara dengan wanita,

kecuali saksi, korban,

dan tersangka.

Apa kuda bangsawan itu masih di rumahmu?

Kenapa mengalihkan pembicaraan? Siapa dia?

Kau yang mengalihkannya.

Aku dengar dia raja. Tak ada yang hilang di rumah?

Dia pulang ke rumahnya.

Di mana rumahnya?

Aku tak tahu di mana.

Yeong, kau akan terus diam kepadaku?

Apa?

Minta bersalaman?

Berikan ponselmu.

Akan kuunduh aplikasi pelacak GPS.

Karena kau selalu diam-diam...

ada di ruangan kerja, aku hampir dipecat.

Jangan bohong.

Tapi apa kau tahu?

Saat pertama diciptakan,

sering ada kesalahan

antara lokasi di layar dan lokasi asli. Tapi...

Apa nama ID-mu?

Tentunya "Raja".

Tapi sejak kugunakan teori relativitas Einstein

di proses pelacakan...

ID itu sudah dipakai.

Aku rajanya. Siapa berani pakai nama Raja?

Coba "Raja Dua".

Jadi, teori relativitas itu...

ID Raja ada sampai Raja 987.

Lacak alamat IP 988 orang itu.

Segera.

Ini perintah raja.

Kini, perusahaan pembuat kapal kita menawarkan 120 kapal, masing-masing 40,

untuk memenangkan hak transportasi gas alam cair dari Qatar Gas,

perusahaan BUMN milik pemerintah Qatar.

Karena itu, persaingan dengan Jepang tidak bisa dihindari.

Karena kita juga sedang berselisih

dengan pesaing Jepang atas hak paten untuk sistem PRS...

Kau buat presentasi hanya untuk bilang tidak bisa?

Kau pasti suruh anak buahmu yang cerdas untuk membuatkan presentasi itu.

Kerajaan Corea diberkahi logam tanah langka,

dan teknologi terbaik untuk mengolahnya.

Dan karena itu, kita punya sekutu.

Cari tahu negara mana yang harus dikunjungi agar bisa meyakinkan Qatar.

Selanjutnya, Kementerian Pertanian dan Kehutanan.

Kenapa laporan telur berpestisida selalu terlambat?

Ini gila.

- Apa PM ada di dalam? - Ya, tapi...

Aku tahu. Ini penting.

Bu.

Bu.

Aku terlalu lelah untuk makan.

Untuk makan siang, berikan saja ginseng merah.

Kau harus lihat ini. Ini darurat.

Wanita itu terus bilang kita harus naikkan biaya pertahanan nasional,

padahal dia tak tahu apa-apa.

Ini akan membuat Jepang kesal.

Hari ini Anggota Kongres Park hadir di acara reuni Universitas Jeguk.

Sepertinya para reporter alumni kampus itu juga hadir di sana.

Yang benar saja.

Jepang itu sekutu kita. Kenapa mengajak teman berperang?

Aku yakin dia hanya peduli soal riasannya setiap hari.

Dia tahu apa soal politik?

Lihat hidungnya.

Pasti itu bukan asli.

Temanku dokter operasi plastik nomor satu di sini.

Aku sudah tanya semuanya.

Haruskah aku bunuh dia?

Apa?

Lihat hidungku. Apakah terlihat palsu?

Tidak, sangat sempurna.

Benar, 'kan?

Kalau begitu, jangan dibunuh. Buat saja dia mau mati.

Kirim ke Reporter Song. Bilang itu eksklusif.

.Astaga.

Kenapa kau simpan... Maksudku, dari mana foto ini?

Pak Kim. Kau sudah 1,5 tahun bekerja denganku.

Kenapa masih kaget hanya karena foto macam ini?

Kau kenapa?

Apa benar mimpimu politikus? Aku penasaran.

Aku kirim sekarang.

Tapi dari mana kau dapat foto itu?

Ini karena aku penasaran.

Kenapa kau tak minum kopi di luar?

Di kafe dekat kampus.

Dengan seorang pria hebat kalau bisa.

PM Koo.

Lama tak bertemu, Pangeran Buyeong.

Aku senang.

Apa maksudmu?

Baginda menghilang,

tapi kau masih bisa menulis jurnal dengan tenang.

Artinya kau tahu tentang kepergiannya.

Aku tak mengerti maksudmu.

Baginda ada di ruang kerjanya.

Saat terjebak dalam matematika, dia memang tak kenal waktu.

Hal ini sudah beberapa kali terjadi.

Mungkinkah dia keluar setiap kali itu terjadi?

Saat itu terjadi, tingkat keamananmu pasti meningkat.

Aku penasaran.

Kau lahir sebagai anak Raja,

tapi dilarang berpolitik empat generasi, dan tak bisa menjadi petinggi.

Kau hanya bisa menjadi cendekiawan. Anak-anak dan cucumu

semuanya di kirim ke luar negeri.

Kau terima hidup seperti itu?

Orang lain iri dengan keluarga kerajaan.

Bukankah itu tak adil?

Aku tak pernah iri sama sekali.

Benarkah?

PM Koo lahir dari keluarga biasa,

dan dicintai karena karaktermu yang jujur dan ramah.

Memang yang dinamakan strata tak akan pernah hilang

ataupun akan hilang di masa depan.

Kau mengatakan hal yang berbahaya.

Ya. Percakapan kita memang berat.

Jadi, apa yang ingin kau katakan?

Bukankah situasi kita saat ini bisa mengundang rumor?

Ya, memang karena itu.

Satu anggota partai berkuasa baru saja dikeluarkan karena skandal.

SKANDAL SEKS ANGGOTA DEWAN PARK

Kalau kita sedang duduk bersama begini,

apakah orang-orang akan berpikir kau mendukungku?

Aku harap begitu.

Yang Mulia.

Aku datang untuk dimarahi.

Kepala Wanita Istana Noh membuat banyak kue tradisional hari ini.

Kuharap rasanya seperti yang di Utara.

Ini buatan Kepala Wanita Istana Noh, pasti akan sama.

Terima kasih.

Baginda, apakah menyenangkan?

Ke mana kau pergi kali ini?

Kali ini,

aku pergi ke tempat yang sangat jauh.

Perjalanan paling menyenangkan selama aku hidup.

Kalau kau ingin terus berpetualang,

cepat menikah dan lahirkan putra mahkota.

Kau harus melanjutkan garis keturunan kerajaan.

Kau terdengar sangat kuno.

Kukira aku di Dinasti Joseon.

Ada foto yang aku suka,

yaitu foto piknik musim semi waktu SD.

Bunga bermekaran,

dan aku memegang tanganmu

serta tangan Kepala Wanita Istana Noh.

Tangan pamanku yang harus hidup jauh dari keluarganya.

Baginda.

Apa Paman membenciku

karena itu?

Yang benar saja.

Saudara tiri ayahku membunuh ayahku,

dan berusaha mencekikku.

Seluruh keluarga Paman harus ke luar negeri karena aku.

Untuk selamanya.

Karena itu aku ingin tahu.

Apa sepupu ayahku

ada di pihakku

atau tidak?

Apa maksud pertanyaan Baginda?

Itu tak masuk akal.

Haruskah aku penggal leher anak-anakku untuk membuktikan kesetiaanku?

Tak ada orang tua

yang bisa memenggal anaknya.

Jadi, aku larang mereka untuk datang. Selamanya.

Rumor apa yang sebenarnya membuat Baginda datang ke sini?

Rumor apa pun

tak akan menggoyahkanku.

Pertanyaanku bukan itu.

Apa ada yang kau sembunyikan dariku?

Aku memercayai dan mengagumi Paman.

Jangan sembunyikan apa pun dariku.

Ini soal yang sedang aku coba untuk selesaikan.

Aku tak bisa selesaikan.

Kutinggalkan di sini.

HASIL AUTOPSI LEE JONG-IN

Ada apa?

Apa menurutmu

lokasi perpustakaannya sama di dunia ini?

Perpustakaan?

DUNIA PARALEL, KEKUATAN ALAM SEMESTA

Kapan kau datang?

Sudah makan malam? Kalau belum, mau makan di luar?

Ibu dari mana?

Ibu bertemu dengan teman. Para ibu teman-teman SMP-mu.

Ibu pergi ke rumah itu lagi?

Aku larang Ibu pergi lagi...

Berikan tas Ibu.

Tidak, ibu tak ke sana. Ada apa denganmu?

Sin-jae! Jangan.

Hari ini ibu beruntung.

Ibu dapatkan ini semua.

Ini yang terakhir kali. Percayalah.

Ibu, yang benar saja.

Ini lebih dari yang bisa Ibu dapatkan!

Jangmi, aku akan kirim alamat.

Kau ke sana sekarang.

Di mana rumah itu?

Aku tanya di mana rumah itu?

Ibu!

Ayo, mulai!

Baiklah. Ayo!

Ayo!

Jangmi, foto wajah semua orang di sini.

Baik.

Semua!

Berhenti bergerak!

Apa ini penipuan?

- Kenapa? - Apa ini?

Pertama, ambil uang kalian,

dan senyum ke sini.

Delapan gigi.

Baiklah.

Aku mati jika ketahuan lagi.

Kau yang mirip wajah di kartu, perlihatkan wajahmu.

Lihat sini.

- Perlihatkan wajahmu! - Sin-jae.

- Tersenyum. - Astaga.

Memang perasaan buruk tak akan salah.

Aku penasaran siapa yang ambil uangku.

Ternyata...

ibumu, Detektif Kang.

Sudah makan daging dengan anakmu?

Katanya dia kontraktor bangunan. Aku percaya saja.

Aku juga baru sekali bertemu. Percayalah.

Tutup mulutmu dan ikut aku.

Si berengsek ini sudah gila.

Berani-beraninya menyentuh polisi.

Mau pergelangan tanganmu hilang?

Astaga.

Dilihat dari fisiknya, dia sangat cocok dengan komplotan kita.

Aku bilang tutup mulutmu.

Kau sudah terlalu lama bebas.

Akan kupastikan kau mati di penjara.

Tentu saja.

Kalau polisi menangkapku, aku harus ikut.

Tapi apa hanya aku yang ditangkap?

Orang yang dapat uang itu juga harus ikut.

Benar, 'kan?

Ibu.

Lihat aku baik-baik.

Astaga.

Kalau Ibu terima uang dia, kita tak punya harga diri.

Kalau begitu, aku tak bisa jadi polisi.

Aku harus pensiun.

Uang ini sangat banyak!

Ibu, kumohon!

Kami menerima laporan.

Aku yang melapor.

Detektif Kang. Kau tak boleh begini.

Aku tak akan pergi sendiri.

Tangkap semua orang yang ada.

- Sin-jae. - Pak.

Ikut aku.

Sin-jae!

Aku akan pergi nanti.

Ayo, keluar.

Akan kuselesaikan ini bersama mereka.

Hanya sampai situ.

Sin-jae!

Bagaimana dengan ibu jika kau pergi? Ajak ibu!

Dia anakku. Aku ibunya.

Sampai jumpa.

Anakku polisi! Sin-jae!

Sampai jumpa, Pak.

Maafkan aku.

Aku coba ambil, ya?

Tak bisa diambil.

Sudah tenggelam.

Penilaian kinerja,

dan kenaikan pangkatku.

Tak apa-apa.

TIM FORENSIK, GYEONG-RAN

Aku tahu kau tak sengaja.

Cepat pergi.

Tak apa-apa.

Aku serius.

Halo, Gyeong-ran.

Uang apa itu? Kau dapat dari mana?

Kau di mana sekarang?

Ada apa sebenarnya?

Ada apa?

Apa ini?

Apa maksudmu?

Itu selebaran.

Ya, ini memang selebaran.

Tapi ini benar-benar asli.

Ini asli. Capnya juga asli.

Capnya saja tampan.

Apa maksudmu?

Aku tahu ini terdengar gila, tapi ini asli.

Proporsi benang, tinta, sampai cara menghindari pemalsuannya identik.

Ini benar-benar uang yang dikeluarkan oleh bank.

RAJA KEMBALI KE ISTANA

Meninggalkan istana.

Kembali ke istana.

Sudah terjadi.

Akhirnya keponakanku

berdiri di hadapan legenda.

Ayah.

Ayah.

Langit menganugerahi kita hati dan tanah membantu arwah.

Matahari dan bulan terbentuk,

gunung dan sungai terbentuk, lalu petir menyambar.

Orang bijak tergerak mengalahkan kejahatan di gunung dan sungai.

Peganglah dengan bijak dan lakukan hal yang benar.

Ini adalah panggilan Pedang Empat Harimau.

Hanya Raja yang bisa menjadi pemilik Pedang Empat Harimau.

Apa kau yakin bisa mengikuti panggilannya, Gon?

Ya, Ayah.

Kalau begitu,

kau tak boleh menyingkirkan kacang,

dan harus makan bayam.

Kalau begitu, aku akan mengikutinya nanti, Ayah.

Baiklah. Kenapa? Itu terlalu berat untukmu?

PEDANG EMPAT HARIMAU

Sudah dua kali terekam.

Tapi tak bisa ditangkap.

Dia hilang entah ke mana.

Kalau ke arah sini, hanya ada hutan bambu.

Aku tahu.

Kau sungguh datang ke sini?

Kenapa?

JEONG TAE-EUL BADAN KEPOLISIAN NASIONAL

Baginda!

Baginda!

Kepala Wanita Istana Noh kesal lagi.

Dia pikir kau pergi diam-diam lagi...

2.71828182845904523536028747135...

Dia mencari ke mana-mana.

- Kau seharusnya mengabari... - Sebentar. Aku mau periksa berapa detik.

2.71828182845904523536028747135...

Apa yang kau lakukan, Baginda?

Waktunya berhenti. Ini kedua kalinya.

Kau tak merasakannya?

Apa jamnya berhenti?

Tentu, jamnya juga berhenti.

Baginda.

Dari mana kau sebenarnya?

Dunia paralel.

Ya...

"Dunia paralel"?

Di sana ibu kotanya Seoul,

dan Patung Yi Sun-sin ada di Gwanghwamun.

Namanya negaranya Republik Korea.

Jadi, Baginda baru kembali dari dunia paralel,

ibu kotanya di Seoul,

dan nama negara itu Republik Korea.

Bumi itu bulat atau tidak?

Aku akan cari dokter.

Bu!

- Jangan panggil dia. - Kepala Wanita Istana Noh!

Hei, Pedang Abadi!

Kemari!

Dunia di sana seperti apa?

Lebih baik di sini atau di sana?

LOGAM TANAH LANGKA

Buku itu tak ada di dunia ini.

Jika mau bawa sesuatu, seharusnya kau bawa bongkahan emas.

Kau bilang aku juga ada di sana?

Aku tak perlu buku ini.

Pastikan saja tak membedakan aku dan dia saat ini berakhir.

Kau di dunia lain yang menyuruhku berikan buku itu.

Kau yang di sana

punya toko buku.

Katanya kau sering ke kuburan.

Ya, mencari tempatku.

Tak ada yang tahu kapan aku akan mati.

Kalau kau sepertinya tak akan mati.

Kau harus makan sendiri malam ini.

Atau makan di luar.

Kenapa kau seperti ini?

Kenapa kau tak menua dan tetap sama?

Istirahatlah.

HASIL AUTOPSI

LEE JONG-IN

- Ya, Baginda. - Tak ada telepon untukku?

Telepon dari mana, Baginda?

Tidak.

Silakan pulang.

Kenapa kau tak pulang?

Kepala Wanita Istana Noh suruh kau awasi aku?

Ya. Dan di luar jendela ada Ho-pil.

Aku beri tahu agar kau tak canggung saat berusaha kabur.

Baiklah.

Kalau foto dengan baju putih, nanti hanya muncul kepala.

Silakan pakai salah satu jaket yang sudah disiapkan.

Ya, baiklah.

Baik.

- Akan kupotret. - Tunggu sebentar.

Ya.

Senyum sedikit.

Kita mulai.

Satu, dua, tiga.

Sekali lagi.

Satu, dua, tiga.

PENERBITAN KEMBALI TANDA PENGENAL PEGAWAI NEGERI

HILANG SETELAH BERKELAHI DENGAN TERSANGKA.

Ini.

Kira-kira kapan akan selesai?

Pada tanda pengenal itu tertulis tanggal 11 November 2019.

Mungkin akhir Oktober. Akan selesai dalam sepekan.

Benar, kan? Tak akan sampai 11 November 2019, 'kan?

Ya.

Terima kasih.

Barusan, waktu berhenti.

Kau menyadarinya?

Hanya aku yang tak berhenti.

Tapi, berkat itu

aku melihat sisi cantikmu.

Apa yang dia lihat?

Proposal kenaikan gaji anggota kongres sudah dikembalikan ke majelis.

PM Koo menang.

Kau terlihat senang.

Ya, Baginda.

Jika dia menjabat lagi, dia tak akan mengganggumu.

Kenapa? Kau takut aku suka dia?

Sejujurnya,

dia memang cantik, 'kan?

Jangan khawatir.

Aku tahu orang yang lebih cantik.

Kau?

Kenapa, Baginda? Ada yang sakit?

- Aku ingin bahuku diperiksa. - Baik.

Biarkan Yeong saja.

Jangan khawatir, dan jangan lapor Kepala Wanita Istana.

Sudah ada Kapten Jo.

Baik, Baginda.

Jangan berakting. Aku tak bisa dibohongi.

Ini sungguhan.

Coba lihat ini.

Cepat.

Apa ini, Baginda?

Sejak kapan begini?

Baru-baru ini.

Ada apa ini?

Tunggu sebentar, aku akan panggil dokter.

Tak ada catatan telepon dan pesan.

Ini ponsel sekali pakai,

penyimpanannya terbatas dan hanya tersisa tiga pesan suara.

Aku bekerja sama dengan layanan komunikasi dan mendapatkannya.

Butuh waktu dua pekan lebih

karena sulit bekerja sama dengan mereka.

Letnan Park, kau yang terbaik!

- Terima kasih. - Ya.

Terima kasih.

Dari tanggal 1 sampai 4 Agustus, Pusat Medis Global

akan mengembangkan program pelatihan untuk tenaga kesehatan di Thailand.

Untuk keberhasilan bisnis dan penelitian,

obat rehabilitasi Sukhumvit di Thailand...

Ini adalah berita.

Apa ini bukan ponsel Lee Sang-do?

Kepala bisnis ini, Profesor Lee Jong In, mengatakan

melalui pengembangan program pelatihan yang efektif...

Kenapa tanda pengenalmu hilang?

Katanya karena berkelahi dengan tersangka.

Benar.

Itu......

Mungkin waktu berkelahi

dengan temanmu...

Bagus sekali.

Lama sekali kau tanpa tanda pengenal.

Kau tak mau naik pangkat?

Tak lama.

Itu keluar akhir Oktober, tapi aku lupa ambil.

Itu keluar hari ini, bukan 10 Oktober.

Hari ini?

Hari ini...

tanggal 11 November?

Namamu terselip. Mereka minta maaf.

Ya, hari ini 11 November.

Hari garaetteok.

Aku cinta kalian.

Tapi apa kalian sudah dengar?

Apa?

Hari ini, salju pertama akan turun.

Tahun ini sangat cepat.

Sepertinya ini pertanda baik.

Bukannya pertanda akan dimarahi?

Cinta?

Tak apa bilang itu ke Tae-eul, tapi minta maaf kepadaku.

Halo, Divisi Kejahatan Kekerasan Skuad Tiga, Letnan Jeong Tae-eul.

Ini aku.

Ternyata kau belum pulang. Syukurlah.

- Ada apa? - Apa?

Biar aku saja.

Halo.

Kau menutup teleponku lagi.

Kau lembur lagi hari ini?

Kupikir aku akan menemuimu karena mungkin kau menungguku.

Aku pulang duluan.

Kau dari mana?

Duniaku.

Jangan bohong.

Aku serius.

Kau bahkan tak tahu namamu,

tapi kau bisa pulang?

Sudah kubilang, aku bukan tak tahu.

Aku hanya bilang kau tak bisa sebut namaku.

Tapi kenapa datang lagi?

Aku harus bayar utang, dan dapatkan dua cap lagi untuk kuponku.

Tapi karena buru-buru, kuponnya tertinggal.

Aku juga mau tahu

tentang kabarmu.

Aku sudah bayar utangku dan melihatmu.

Sekarang aku harus pulang.

Aku keluar diam-diam.

Kau sungguh punya rumah?

Benar.

Rumahku sangat besar.

Ada banyak kamar, bisa lihat laut,

dan kebunnya sangat luas.

Aku mau tanya.

Pada foto tanda pengenalku yang kau lihat,

rambutku

diikat atau digerai?

Ternyata hari ini.

Saat aku tak ada, tanda pengenalmu hilang?

Itu sebabnya hari ini.

Tanda pengenalmu keluar hari ini.

Jawab pertanyaanku.

Di foto itu,

rambutku diikat atau digerai?

Diikat.

Seperti ini.

Aku pakai baju apa?

Seragam, 'kan?

Bukan.

Hanya jaket biasa. Warna biru tua.

Tak mungkin.

Kau ingin melihatnya sendiri?

Kau bisa ikut denganku kalau mau.

Ke mana?

Ayo pergi bersamaku,

ke duniaku.

Kalau bohong lagi, kau akan mati.

Kita harus ke mana?

Tak bisa naik mobilmu.

Pegang talinya dengan erat.

Aku akan pegang kau.

Aku memang gila.

Kita sudah pernah kemari.

Kubunuh kau.

Kau akan menyesali perkataanmu.

Jangan terkejut dengan hal yang akan terjadi.

Percaya kepadaku.

- Baginda! - Baginda!

Para pengawal, mundur sepuluh langkah.

Yeong, kau juga.

Orang ini sangat syok.

Dia...

Benar.

Dia Eun-sup di duniamu.

Lihat?

Semua perkataanku benar.

Aku Raja Kerajaan Corea,

dan nama yang tak bisa kau sebut itu...

Lee Gon.

Selamat datang di istanaku.

Aku tak mau kau takut.

Ini kesukaanku.

- Apa yang kau lakukan pada Baginda? - Lee Gon.

- Kau pasti tak pernah berpacaran. - Pernah.

Astaga.

Tak boleh foto bersama!

Siapa kau?

Kau mau mengubah kehidupan sialmu?

Kau masih bermimpi buruk?

Dia Kang Sin-jae di Kerajaan Corea.

Kau mau lihat itu berfungsi atau tidak?

Kau tak tahu aku?

Kau juga tahu aku?

Aku membiarkan ini hanya karena kau tamunya.

Siapa yang kau cari di dunia ini?

Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.