Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kami tidak mempromosikan takhayul atau ilmu hitam dalam film
Gendrolelek@gmail.com Selamat Menonton, Jepara 17 April 2020
* MIMPI *
Matahari sudah tinggi tapi kamu belum bangun!
Ibunya meninggalkannya untuk merepotkanku.
Jangan cuma duduk saja. Cepatlah!
Bawakan peralatan sekolah saudaramu.
Kamu nanti harus cuci baju.
Atau aku pukul sandal.
Dia pikir dirinya tuan putri.
Tentaraku, aku mimpi anda lagi.
Ibu muslimku sudah tenang di makamnya.
Dia tidak akan kembali lagi.
Semua orang bilang anda sudah hilang.
Anda bukan anak kecil yang bisa tersesat.
Anda bisa tanya orang kalau lupa jalan pulang.
Kumohon pulanglah sebagai ayahku.
Jangan berani tidur lagi atau aku bawakan tongkat.
Bibi sangat galak.
Dia menyuruhku kerja setiap hari seperti pembantu.
Tapi aku tidak merasa sedih.
Ibu muslimku, Aku baru merasa sedih kalau anda yang memukulku.
"Engkau sudah cukup lama bersama Tuhan"
"Aku ingin engkau kembali dalam hidupku"
"Engkau sudah cukup lama bersama Tuhan"
"Aku ingin engkau kembali dalam hidupku"
"Oh Ibu.."
"Oh Ibu.."
"Katakan engkau bintang yang mana, aku akan menjemputmu turun."
"Oh Ibu.."
"Katakan engkau bintang yang mana, aku akan menjemputmu turun."
"Engkau sudah cukup lama bersama Tuhan"
"Aku ingin engkau kembali dalam hidupku"
"kudengar yang meninggal muda akan menjadi bintang-bintang."
"Bagaimana caraku menemukanmu?"
"Ada begitu banyak bintang disana."
"kudengar yang meninggal muda akan menjadi bintang-bintang."
"Bagaimana caraku menemukanmu?"
"Ada begitu banyak bintang disana."
"Aku merindukan disuapi olehmu"
"Ingin aku lilitkan selendangmu di tubuhku."
"Oh Ibu.."
"Oh Ibu.."
"Katakan engkau bintang yang mana, aku akan menjemputmu turun."
"Oh Ibu.."
"Katakan engkau bintang yang mana, aku akan menjemputmu turun."
"Tiada sebanding dengan kehangatan yang dia berikan."
"Dia s'lalu berdoa tuk kebaikan semuanya."
"Dewi pun tak bisa gantikan seorang Ibu."
"Tiada sebanding dengan kehangatan yang dia berikan."
"Dia s'lalu berdoa tuk kebaikan semuanya."
"Dewi pun tak bisa gantikan seorang Ibu."
"Aku kehilangan keimananku."
"Suatu hari aku ingin patahkan hati Tuhan."
"Oh Ibu.."
"Oh Ibu.."
"Katakan engkau bintang yang mana, aku akan menjemputmu turun."
"Oh Ibu.."
"Katakan engkau bintang yang mana, aku akan menjemputmu turun."
"Engkau sudah cukup lama bersama Tuhan"
"Aku ingin engkau kembali dalam hidupku"
Tentaraku, kami akan pergi ke desa lain untuk memanen kapas.
Jika anda pulang saat aku tidak ada, tetaplah di rumah.
Ada abang Pali di penggilingan gandum.
Dia tidak ikut dengan kami.
Manak, abang Dev dan kakak ipar..
Paman dan bibi...
kami semua pergi.
Kami pergi untuk 2 sampai 3 bulan.
Jika anda kedinginan...
...jaketmu ada dalam peti.
Anda bisa ambil dan kenakan.
Kemasi tasmu, Nak.
Pamanmu sudah menggerutu.
Kamu selalu kemari dan melamun.
Dia hilang 15 tahun lalu.
Kalau bisa pulang pasti sudah dari dulu.
Mungkin dia sudah gugur.
Kamu tidak tahu soal tentara.
Ayo cepat.
Ayah pasti pulang, bibi.
Kedua putra Bora, Gora dan Kala sudah masuk kepolisian.
Kenapa kamu tidak sedikit berlari?
Aku sudah lari, Bang. Terus apalagi?
Kalau ada lomba lari, aku pasti juara.
Aku sanggup berlari dua putaran.
Yang dibutuhkan itu uang, Bang.
Berikan 1 juta rupee dan aku bisa jadi PNS.
Itu bukan masalah besar.
Kakak ipar, aku belum selesai.
Sudah cukup.
Lihat anak-anak itu menunggu makanannya.
Entah kenapa hidup kami dikutuk.
Porsi makannya melebihi tujuh orang.
Kalau aku sudah dapat kerja dengan rahmat Tuhan..
...tidak akan kuhitung banyaknya burger atau pizza yang kalian makan.
Makan saja sebanyak-banyaknya.
Meski sekarang kesulitan beli gula...
Nanti kalau Tuhan memberi rejeki, akan kubelikan sekarung cokelat untuk anak-anakmu...
...dan satu troli keripik Kurkure.
Kalian mau yang mana, hijau apa biru?
Yang biru.
Yang hijau, Paman. Yang biru pedas.
Baik, Nak.
Kakak ipar, mulai besok dahulukan makanan mereka.
- Mereka masih anak-anak. - Tidak apa-apa, Paman.
Tapi jangan lupa janjimu.
Ambilkan air!
- H2O air 'kan? - Bukan.
Iya, ketika 2 molekul hidrogen dan 1 molekul oksigen bersatu...
...akan jadi air. Mau bertaruh?
Kalian bicara ngawur.
Hidrogen dan oksigen ada di udara.
Jika seperti itu, seharusnya air ada dimana-mana.
Mana ada H2O jadi air.
Belajarlah dengan baik, Nak.
Atau ayahmu akan jadikan kalian buruh harian.
Kalian akan jadi buruh dengan gaji 18.000 sebulan.
Dengarkan nasihat orang pintar, Nak.
Benar, anak-anakku harus kerja keras dan kamu yang senang-senang.
Dari 2,5 hektar, bagianku 1,25.
Dan anak-anak ini dapat 0,25 per kepala.
Kita tidak punya pilihan lain selain bekerja keras.
Ayah Sema sudah serahkan tanahnya padaku.
Kerja keras, hah?
Kenapa kalian tidak belajar sesuatu dari pamanmu?
Mereka mau merubah udara jadi air.
Berikan sini. Berikan lentil-ku.
Mereka selalu makan tiap hari.
Biarkan sesekali kelaparan.
Ambilkan minum.
Omkar Gill.
Ya, Pak.
Jagjeet Singh?
Hadir, Pak.
Tarsem Singh?
Masih hidup!
Balkar Sharma?
Dia hadir juga.
Jangan pada bercanda!
- Hari ini kita akan.. - Pak?
Pak, apakah H2O itu air?
Ya.
Kamu tidak tahu?
Tentu saja tahu.
Keponakanku saja tahu.
Apakah O2H juga air?
Siapa yang bilang?
2 molekul hidrogen dan 1 molekul oksigen baru bisa jadi air.
Saya tidak paham, Pak.
Meski jumlah air dalam botol miras lebih sedikit daripada alkoholnya maupun sebaliknya,
sama-sama mengandung oksigen 'kan?
- Tentu saja. - Benar?
Dan kita tahu manusia butuh oksigen. Terus kenapa diharamkan?
Keluar!
Anda tidak pertimbangkan lagi?
Keluar!
Pak, jika H dan O jumlahnya sama... pasti airnya jadi keren.
Begitu juga ketika air dan alkohol perbandingannya sama.
Pasti jadi miras oplosan.
Enyah!
Terimakasih, Pak. Terimakasih.
Keluar!
Hei, mau kemana?
Pak, keluargaku vegetarian.
Kami tidak minum tuak.
Saya tidak tahu soal alkohol.
Camilan saya paling keripik bawang.
Tidak adil, Pak.
Anda mengusir mereka keluar...
- ...tapi saya tidak dibolehkan. - Keluar!
Bolehkah? Terimakasih.
Pamanku punya pitt bull. Dia sangat galak.
Ngawur, anjingnya cukup jinak.
Tidak.
Waktu bayi pitt bull-nya di kasih susu.
Setelah besar di kasih makan tawon.
Itu sebabnya jadi ganas. Dulu harganya 4,5 juta.
- 4,5 juta? - Iya.
Aku juga mau beli.
- Apa ayahmu mau ngasih duitnya? - Tidak.
Aku akan memeras pamanku. Akan aku culik anjingnya.
Cari makan yuk? Aku lapar.
Ini, belilah dua minuman dingin.
Kita bertiga dan uangnya cuma 2000.
Aku satu dan kalian minum berdua.
Bagi saja jadi dua gelas.
Seru 'kan? Ayo jalan!
- Oh iya, Sonam Bajwa beli anjing baru. - Benarkah?
Namanya Simba.
- Oh, begitu. - Harusnya dikasih nama Singham.
- Biar makan orang. - Seperti film Punjabi?
Bukan, seperti Ajay Devgan di film Hindi.
- Ya. - "Singham."
Aku sudah belikan pakan.
Lihat saja nanti, perut anjingku akan bengkak.
Aku mau naik troli saja.
Daripada aku nanti dimakan anjingmu.
- Dudukku tidak nyaman. - Ya sudah, sana!
Naiklah dan beritahu kita ada berapa berlian berharga di dalamnya.
Cepat naiklah. Hati-hati.
Jangan sampai jatuh terlindas ban.
Besok jangan lupa beritahu!
Diterjemahkan oleh: Gendrol89 https://subscene.com/u/1278503
Darimana saja kamu sayang?
Siapa itu?
Dasar edan!
Kenapa berak disitu?
Apa tidak bisa pulang tepat waktu? Kami juga butuh tidur!
Kamu jadikan aku paman lima kali gara-gara tidur tepat waktu.
Ada baiknya kamu tidur larut.
Mereka masing-masing hanya dapat 0,25 hektar.
Masih mau membaginya lagi?
Kasihanilah keponakanku.
Ini makan malammu.
Kakak ipar, aku tidak mau. Aku tidak lapar.
kalau kamu tidak lapar nanti akan hujan.
Kenapa aku tidak merasa lapar? Ada apa denganku?
Ada apa denganku?
Tidak merasa lapar juga tidak mengantuk.
Aku merasa hangat di musim dingin.
Ada film!
Ini menyenangkan.
Baiklah, ayo nonton film sampai aku tidur.
Senyummu lebar banget.
Apa lagi yang akan kita lakukan?
Kamu akan pergi ke Kanada.
Tapi Kanada-ku ada dalam dirimu.
Ya ampun! Dialog!
Ucapkan sambil melihat mataku.
Mana aku berani.
Kadang aku merasa kamu yang jadi cewek dan aku yang jadi cowok.
Ya sudah, katakan saja.
Kamu ingin aku mengatakan apa? Beritahu aku.
Kamu ingin pelukan.
Hei, semalam aku nonton film.
Yang benar saja, Paman.
Kita tidak punya pemutar CD, caramu nonton film bagaimana?
Bohong.
Tidak, filmnya dimulai saat mataku terpejam.
Aku berperan jadi Gurnam Bhullar dan dia jadi Sonam Bajwa.
Dia siapa?
Bibimu.
Manjakan terus!
Sudah cukup.
Benar-benar bisa, pejamkan matamu.
Lakukan!
Menyenangkan, bukan?
Tidak paman, filmnya jadi horor.
Sudahlah.
Jeet dimana?
Ayo pergi.
Tidak, perutku sakit.
Sakit perut?
Kamu kemarin bertemu gadis cantik?
Tidak.
Tidak satupun.
Semuanya sudah nenek-nenek.
Tidak ada yang berarti bagi kita.
Baiklah, aku pamit.
Ibu, perutku juga sakit.
Aku tidak berangkat sekolah.
Berdiri dan ambil tasmu!
Kalau tidak, akan kuberi obat...
...biar mencret sekalian!
Ambil karungnya masing-masing.
Petik semuanya, jangan sampai terlewat.
- Tidak berangkat kuliah? - Ambilah.
- Biarkan saja. - Kenapa? Kamu keberatan?
- Aku ingin membantu abangku. - Ayo cepat...
Saudara harus saling bantu.
- Ayo cepat, cepat... - Saudara akan selalu membantumu.
Ambil semua.
Taruh sini. Jangan sampai rusak.
Tidak akan kami kasih lagi.
Apa yang kamu lihat? Ada sesuatu di wajahku?
Gigimu bagus.
Kecil-kecil seperti gigi tikus.
Oh, benarkah?
Benar.
Gigiku susah buat gigit!
Aku bisa rasakan hangatnya.
Dia putih bagaikan kapas.
Dia begitu indah.
Tuhan, lindungi dia dari godaan setan.
- 40. - Itu punya kami, Bichitar Singh.
Bawa sini.
Kemarilah.
- Ambil ini. - Geser sedikit.
Ambil.
Itu punyamu 'kan?
- Yang itu? Iya punyaku. - Ya.
Ini berat.
- 45. - Itu punyaku.
Tambahkan ke akun Bichitar Singh.
- Timbang lagi. Timbang dengan baik. - Masukkan. Oke
Ini.
Mana lihat.
- Ambil yang itu. - 55.
Ayo angkat lagi.
Dia suruh kita mengangkat dua kali.
Tidak bolehkan hanya sekali.
Mereka kenapa?
Minggirlah.
Jangan, Bang. Angkat itu saja!
Lihat adikku. Dia semalam lembur.
Dan kamu terus memarahinya.
Berikan dia selimut.
Dia menendangnya.
Kamu bilang dia ikut kerja.
Menurutku kelakuannya agak aneh.
"Senyummu adalah surga."
"Kalung jimatmu adalah surga."
"Senyummu adalah surga."
"Kalung jimatmu adalah surga."
"Wajahmu adalah surga."
"Semua tentangmu adalah surga."
"Wajahmu adalah surga."
"Semua tentangmu adalah surga."
"Kakimu adalah surga."
"Kotamu adalah surga."
"Akan kuminum racun yang kau berikan, itupun berasa surga."
"Jalurmu adalah surga."
"Pintumu adalah surga."
"Senyummu adalah surga."
"Semua tentangmu adalah surga."
"Sekarang menjadi sulit untuk bertahan hidup tanpamu."
"Aku bersumpah, itu betapa aku mencintaimu."
"Sekarang menjadi sulit untuk bertahan hidup tanpamu."
"Aku bersumpah, itu betapa aku mencintaimu."
"Perkelahianmu adalah surga."
"Sopan santunmu adalah surga."
"Senyummu adalah surga."
"Semua tentangmu adalah surga."
"Senyummu adalah surga."
"Semua tentangmu adalah surga."
"Satu-satunya tabir yang disentuh, takkan terbakar atau mati."
"Kudengar burung yang pernah kau sentuh telah menjadi kekal, kasihku."
"Satu-satunya tabir yang disentuh, takkan terbakar atau mati."
"Kudengar burung yang pernah kau sentuh telah menjadi kekal, kasihku."
"Gelang kakimu adalah surga."
"Atasmu adalah surga."
"Senyummu adalah surga."
"Semua tentangmu adalah surga."
"Senyummu adalah surga."
"Semua tentangmu adalah surga."
Punyaku sudah aku ikat.
Luruskan dari sini.
Bang Sema, buatkan aku tambak ikan.
Kelola duluh tanah punyamu.
Mereka sia-siakan masa muda di ladang kapas.
Halo! Apa ini?
Apa yang kamu lakukan?
Kamu jatuhkan semua. Tidak bisa petik dengan baik?
Sudah baik kok!
Memetik dengan baik apanya? Sini aku tunjukkan.
Ayo sini, kemari.
- Ayo ikut. - Kemana?
Ayo, aku tunjukkan yang disana.
Dua lawan satu?
Berlebihan, kompetisi yang ketat.
Yang itu sudah cukup bagiku.
Halo, sayang?
Kamu mau mentega susu?
Itu tidak cukup. Berikan yang itu.
- Ikut denganku. - Iya kemana?
Ikut saja.
Lihat disana.
Ini bukan bagianku. Bagianku disana!
Aku selalu lebihkan berat kapasmu 15 kilo.
Kenapa?
Cinta.
Aku menyukaimu.
Aku mencintaimu.
Apa ini?
Ayah!
Kita tidak bisa bermesraan di depan ayah.
Lihat, satu kubah adalah ayahku dan satunya lagi ibuku.
Lihat mereka bicara dengan romantis.
Mereka saling berpelukan.
Jika mereka bisa, kenapa kita tidak?
Aku tidak tertarik dengan cinta.
Cintaku padamu melebihi cintaku pada Bikkar.
Bikkar? Ayahmu?
Bukan, Anjingku.
Aku sangat mencintainya.
Jika Victor tahu kelakuannya, pasti dia gigit kepalanya.
Victor? Anjingmu satunya?
Bukan, Ayahku.
Kakekku merantau ke Malaysia.
Itu sebabnya kakek beri nama Inggris ke ayahku.
Dengar...lihat ini.
Gelang.
- Untukmu. - Aku tidak mau.
Ambil saja.
Jika tidak mau patahkan saja.
Biar hatiku ikut patah seperti gelangnya.
Pegang.
Dia tidak menghargai cinta sejati.
Tenang, petik saja sesukamu.
Dia temanku, aku yang menyuruhnya melebihkan timbangan.
Lebihkan saja untuk ibumu!
Aku akan mencungkil matamu!
Bang, cara biar dapat ikan bagaimana?
Ini adalah segitiga siku-siku.
Pekerja tambak yang bisa jawab.
- Ikannya kecil-kecil. - Catat baik-baik.
Kamu perlu dapat sekilo.
Untuk membantu kalian memahami persamaan ini.
Bukan ikan betulan. Maksudku cara dapat gadis.
Gadis?
Ini bukan soal perikanan, dia tanya cara dapat gadis.
Oh, begitu.
Mereka maunya sama pria baik sepertiku.
Kamu harus persiapkan dirimu dengan baik.
"Dia pria baik."
"Pantas gadis-gadis mau dengannya."
Dan pria macam kalian...
...yang buat makan saja susah.
Biasanya gadis dianggap terjebak.
Orang bilang gadisnya terjebak.
Itu asal mula istilah..."Gadis itu terjebak."
Saya akan ada di kantor.
Baiklah, ajari aku cara menjebak gadis.
Kalian meributkan apa?
Kelakuan gadis dan karakternya, Pak.
Di kelas matematika?
Pak, kemungkinan...Peluang.
Berapa persen kemungkinan yang berhasil sesuai harapan.
- Ya. - Ya.
Siapa gadisnya?
Pemetik kapas itu.
Yang dapat paling banyak.
Yang mana?
Yang kecil itu?
Ya. Benar, bang
Cari yang lebih baik.
Wajahnya banyak bintik-bintik.
Aku suka bintik-bintiknya. Keren sekali.
Jangan dia. Matanya jelek.
Aku suka matanya.
Matanya hijau kebiruan. Seperti mata Aishwarya Rai.
Lupakan soal tambak ikan, akan kulempar kau ke kolam buaya.
Lakukanlah satu hal.
Dekati hewan yang sedang bercumbu.
Buatlah 7 simpul di benang sambil lihat mereka.
Lalu ikat benangnya di tempat tidur gadis itu.
Pagi harinya setelah bangun, dia sudah jadi milikmu.
Bang, darimana kita tahu kalau hewan mau bercumbu?
Saat merpati jantan mendekati betinanya, dia akan mengepakkan sayapnya.
Saat kerbau jantan mendekati betinanya...
Dia lakukan ini.
Kalian paham?
Tanduknya digesek-gesek.
Hentikan.
- Nanti tahu sendiri. - Ya, ya, ya.
Cuma itu.
Cara ini pasti berhasil 'kan?
Tentu saja, bro.
Ini sudah terbukti dan teruji.
Ya.
Mereka jatuh ke kolam buaya.
Unta ini akan jadi mak comblang kita.
Mereka akan bantu kita.
Hewan punya aturan yang bagus.
Mereka bebas bercumbu dimana saja.
Lihat bebek itu, dia berani berpoligami.
Dia bebek berpikiran maju.
Dia tidak akan dihajar saat melamar yang kedua.
Aku pernah dengar...
...saudara kambing betina menghajar kambing jantan yang mau melamar.
Hewan mana tahu kata TIDAK?
Kita ini manusia.
Hewan tidak pernah memperkosa.
- Tepuk tangan kawan-kawan. - Ya.
Kenapa tepuk tangan?
- Sudah berhasil? - Belum.
Bang Sema, anjingmu juga bercumbu 'kan?
Tidak. Dia membujang.
Dia anti hal-hal jorok.
Dasar remaja masa kini.
- Ayo, nak. - Hei unta, cepatlah bercumbu.
Tolonglah.
Ya.
Halo, Nak.
- Berkati saya, Paman. - Tuhan memberkatimu.
Bibi dimana? Kakak ipar mengirim chutney.
Dia di dalam. Masuklah.
Disuruh cuci baju sama memasak...
...tapi tidak ada yang beres.
Tidak lekas selesaikan pekerjaan lalu keluarkan dipan.
Suatu hari ibu mertuanya akan menghajarnya.
Bibi, dia bukan tukang angkat dipan.
Dia pencuri hati.
Bibi, biar aku yang keluarkan. Ambil ini.
Terimalah.
Keluarkan saja demi tuan putri.
Sepanjang hari pikiranku hancur karena dia.
Apa kamu tidak tahu malu?
Memangnya kamu bocah? Dasar bodoh!
Memang begitu kelakuannya.
Kalau kerja tidak pernah beres.
Ambil wadahnya. Biar dia keluarkan sendiri.
Berhasil!
Sekarang dia akan jatuh cinta padaku.
Dia akan jadi milikku.
Ada apa? Kenapa tidak minggir?
Kamu tidak keberatan di dekatku saat minum mentega susu.
Aku sudah ikat benang di dipanmu.
Kamu tentu tahu benangnya kuat.
Kita akan seperti ini.
- Bagaikan... - Bang, dia menggangguku.
Aku bukan orang seperti itu, maaf.
Kamu bocah yang baik.
Ibu yang cantik pasti anaknya cantik.
Andai kamu seorang gadis dengan tubuh seindah ini...
...pasti semua pria tergila-gila padamu.
Mungkin aku salah mengikat benang di dipannya.
Pergi sana. Jangan dekat-dekat!
Terima saja cintaku, sayang.
Aku tidak ingin kamu terpeleset dan pinggangmu keseleo, sayang.
Dengarkan aku.
- Kamu mau kemana? - Pergilah.
- Pergi! - Berhenti!
Sudah kuikat jus di pohon untukmu.
Minumlah.
Dan deodoran juga.
Aku tidak mau.
Aku sudah bilang, tidak mau apapun.
Apa hatimu tidak rasakan sesuatu saat bertemu denganku?
Masa muda bukan untuk panen kapas.
Masa muda itu untuk jatuh cinta.
Jatuh cinta.
Aku tidak mau jatuh cinta.
Berapa kali kubilang, aku bukan gadis seperti itu.
Baiklah, jangan meminumnya.
Uangku terbuang percuma.
Setidaknya jadilah temanku.
Teman tapi mesra?
Perlu kujelaskan artinya?
Sema, aku temukan ini di cabang pohon.
Jangan minum. Siapa tahu ada isinya mantra.
Kamu bisa mati, buang saja. Berikan padaku.
Sini, berikan padaku!
Hei!
- Lihat ini. - Apa?
Dia Wamiqa Gabbi.
Dan anjingnya, jenis Doberman.
- Namanya Almond. - Aktris itu?
Bukan, anjingnya.
- Namanya susah amat. - Mau beli buku?
Lihat..
Puisi dari penyair terkenal?
Ini 'Mantra penakluk Wanita'.
Buku ini akan berguna untukmu. Bacalah!
- Siapapun wanita impianmu. - Tidak, kawan.
Kami tidak percaya takhayul.
Buku ini sangat bagus.
Gadis-gadis akan menempel padamu seperti lintah.
Sangat berguna untukmu, ambilah.
Kenapa diam saja. Ambilah.
Bacalah. Semua masalahmu akan beres.
Penulisnya Gurvinder Gill. Dia penulis yang bagus.
- Kita beli, Bang? - Belilah.
Ini salah. Jangan bohong.
Aku tidak bohong. Pasti berguna untukmu.
Kamu punya buku ilmiah?
Apa gunanya buku ilmiah untukmu?
Kalian anak muda, buku ini khusus dibaca kaum muda.
- Bawa pergi! - Tidak.
- Kami tidak mau. Pergilah! - Pergi!
- Baiklah, terserah. - Pergi!
Mereka hanya...
Dia akan buat hidupku lebih baik.
Adikku belajar dengan giat.
'Pada jam 4 dini hari...'
'...mandilah dengan mentega susu lalu ambilah tanah kuburan.'
'Suruhlah orang yang kamu temui pertama kali untuk meniupnya.'
'Lalu sebutkan nama gadis itu dan buang tanahnya.'
'Maka gadis itu akan tunduk padamu.'
- Selamat pagi, Bang. - Ya.
Adikku rajin sekali.
Dia bangun pagi sekali.
Pasti dia belajar semalaman.
Bangun, bocah-bocah tengik. Bangun!
Tidur mereka seperti buaya rawa.
Bangun!
Kamu juga!
Siapa itu?
Mau membunuhku?
Hai, kwan-kawan!
Kamu ingin aku gagal jantung?
Kalian sedang apa disini?
Kami juga ambil tanah...
Yang benar saja.
Seharusnya kita beli buku satu saja.
Hei!
Siapa tadi?
Pasti salah satu dari kita.
Tapi kita sudah lengkap. Ada orang lain.
- Berikan tanganmu, Jeeta. - Ini.
Hei, hei. Apa ini, bang?
Ini tidak berguna untukmu.
Aku akan menolaknya meski dia memohon padaku.
Sema, belum pernah kurasakan ini.
Aku merasa bahagia dalam diriku.
Aku merasa selalu bersamanya.
Selalu muncul film setelah kupejamkan mata.
Aku aktornya dan dia jadi aktrisnya.
- Tebak film apa yang kulihat semalam? - Yang mana?
Semalam aku lihat Namaste London.
Aku jadi Akshay Kumar dan dia Katrina Kaif.
- Benarkah? - Ya.
Baba, tolong tiup.
Kenapa?
Saya menyukai gadis.
Aku ingin dia menerima cintaku.
Coba aku tanya padamu, Nak.
Kamu menikmati perasaan itu?
Sangat.
Semuanya nampak indah 'kan?
Ya, sangat indah.
Ya sudah, nikmati saja.
Kenapa kamu ingin dia menerimamu?
Baba, saya tidak menikmati perasaan apapun.
Setidaknya tiup punyaku.
Kuhajar kau dengan tongkatku!
Jaga perilakumu.
Dia tidak meniupnya malah marahi kita.
Besok kita lakukan lagi.
Sialan!
Tunggu.
Baba, apa perasaan ini cinta sejati?
Nak, dunia ini ibarat pasar malam.
Dan kamu tidak dapat apapun darinya.
Mantramu tidak akan memberimu cinta sejati.
Seperti pepatah: Bukan racun yang kau minum meski mengetahuinya.
Bukan namanya cinta jika kau berpikir sebelum melakukannya.
Berikan hatimu dan cari kerelaan hatinya.
Bukanlah cinta jika kamu serakah.
Ayo.
Jalan.
Diterjemahkan oleh: Gendrol89 https://subscene.com/u/1278503
Lempar punya kalian.
Tunggu, aku lempar dulu.
Ambil ini.
Apa ini? Kenapa selalu menggangguku?
Bukan aku, tapi tanah ini.
Bagaimana jika mencintaiku selama disini?
Aku tidak akan ikuti kamu sampai desamu.
Kita akan akhiri di ladang kapas seperti ketika mulai.
Hanya selama kamu disini, kumohon.
Ini bukan cinta.
Lalu apa?
Dengar, mantra yang kubaca untukmu...
...bisa buat bunga kapas nampak bagaikan mawar bagimu.
Kamu akan mati jika dipeluk orang lain.
Kita akan bersatu dalam satu atau dua hari
Jangan bicara omong kosong.
Aku akan lapor bibi.
Seperti itu.
Dasar! Aku rugi 250 tiap hari karena kamu.
Kenapa tidak pernah lapor bibimu?
Jus, gelang, kenapa tidak lapor bibi?
Aku tidak pernah menerimanya.
Aku juga tidak minum jus-nya.
Tapi aku belinya pakai uang 'kan? Kubiarkan tergantung disana.
Dengar, jika kamu menolakku...
...maka akan kuceritakan soal kamu ke semua orang.
Dan juga ke bibimu.
Kamu sudah bikin aku baper...
...dan sekarang menolakku.
Camkan ini!
Tidak ada yang bisa sabar lagi.
Kamu pikir siapa dirimu?
Sebaiknya kamu terima cintaku.
Kalau tidak, akan kugunakan cara lain.
Ayo semuanya.
- Sampai besok, bibi. - Sampai besok.
- Ayo cepat. - Besok saja.
- Baik. - Simpan di tempatnya semula.
Sudah mulai gelap.
Waktu muda dia tidak pernah membantuku.
Tiba-tiba sekarang berubah?
Dia mencuci baju juga perabotan.
Apa ini?
Tidak apa-apa.
Sedang mengusir serangga.
Oh, begitu.
Kembalikan ke tempat asalnya.
Apa?
Sudah semuanya.
Sejak kapan lakukan ini?
Dari hari pertama.
Kamu pencuri dan aku akan dituduh juga.
Aku bukan pencuri.
Terus apa?
Orang yang suka mencuri disebut pencuri.
Mau kulaporkan orang-orang?
Jangan, jangan, jangan.
Aku pencuri.
Pencuri dan kekasihnya.
Pencuri.
Aku menuangnya ke serangga.
Sumbangan dari Khalsa. Semoga diberkahi Tuhan.
- Siapa namamu? - Tanpa nama saja.
Baik.
Silahkan nikmati manisan dan minumannya.
Kenapa donasinya tidak bernama? Nama kita seharusnya diumumkan.
Kenapa perlu diumumkan, sayang?
Kita beramal karena membuat kita bahagia.
Tidak perlu ditunjukkan ke semua orang.
Jika mengharap pujian, itu namanya tidak ikhlas.
Itu namanya riya.
Kita harus punya cinta seperti Tuhan.
Dia berikan banyak hal pada kita.
Tapi kita sering tidak menyadarinya.
Terlebih lagi, Dia tidak berharap balasan dari kita.
- 57. - Baik, catat di akun kami.
Kamu menguranginya.
Punyaku lebih berat.
Timbang lagi, ayo cepat.
Angkat.
- 60. - Tidak, itu ketinggian.
Khinda, coba cek lagi.
Angkat lagi.
Kurang.
Dia menambahnya.
45 kilo. Silahkan lihat.
- Angkut. - Aku keliru.
Ternyata 45.
Timbang dengan benar.
Nah, itu baru benar.
Kamu gila.
Hari ini aku akan kembalikan jus, gelang dan deodoran kamu.
Sema, di traktormu tumbuh jus.
Bocah manja!
Bocah gila!
Maksudnya apa?
Bukankah itu karungku?
Kamu lakukan banyak hal untukku.
Kamu tidak ingin imbalan?
Aku tidak melakukan apa-apa.
Aku sudah tahu semuanya.
Kamu menambah hasil panen kapasku.
Semangka liar yang aku makan tiap hari...
...aku tahu kamu yang menaruhnya.
Kamu juga menyimpan karungku.
Kamu juga bereskan tugas-tugasku.
- Benar 'kan? - Tugas apa?
Kamu pasti salah.
Aku tidak suka kerja.
Jangan taruh di tempat panas, harusnya di tempat teduh.
Akan kulakukan besok.
Aku suka mengerjakan tugas-tugas itu.
Diriku merasa bahagia.
Aku tidak lakukan demi kamu.
Sungguh tidak mau apapun dariku?
Aku menikmatinya.
Kamu sedang apa disini?
Mencari korek api.
Aku tidak merokok.
Jadi tidak punya.
Alkohol?
Aku tidak minum alkohol.
Bagus itu.
Apa?
Apa?
Aku malu.
Aku tidak malu, Ibu muslimku.
Pak tentara dalam mimpiku sependapat dengannya.
Sumbangan tanpa nama.
Sejujurnya...
Kenapa menendang selimutmu?
Apa tadi kamu makan daging?
Kamu akan menderita jika masuk angin.
Lihat saja kelakuannya.
Dasar aneh, malah sibuk main drama.
Kita selesaikan dulu bagian kemarin.
Baik. Berikan padaku.
Kenapa kamu tertawa?
Jimat yang indah.
Ini punya ibuku.
Ibuku seorang muslim.
Ayahku seorang sardar.
Dan aku hasil dari cinta mereka.
Kenapa?
Ada yang kamu pikirkan?
Orang-orang menyebutku separuh muslim.
Tenang...aku sudah terbiasa.
Bilang saja.
Lihat itu. Desa ini dulunya milik kaum muslim.
Waktu pemisahan tahun 1947 kaum muslim berkata...
..Sardar, jangan hancurkan masjid kami.
Penduduk desa tidak ikut kerusuhan.
Kami tetap melindungi masjidnya.
Tuhan kami sama.
Boleh aku memandangmu?
Jangan konyol.
Seperti tidak pernah melihatku saja.
Tidak, tentu beda jika kamu sudah izinkan.
"Akan kuserahkan kepercayaanku."
"Akan kuserahkan keyakinanku."
"Akan kuserahkan dunia untukmu."
"Dunia ini takkan memberimu apapun."
"Akan kuserahkan hidupku untukmu."
"Kuberikan janjiku padamu, Aku 'kan mati untukmu."
"Akan kuserahkan hatiku untukmu."
"Dunia ini takkan memberimu apapun."
"Akan kuserahkan hidupku untukmu."
"Akan kuserahkan kepercayaanku."
"Akan kuserahkan keyakinanku."
"Akan kuserahkan dunia untukmu."
"Dunia ini takkan memberimu apapun."
"Akan kuserahkan hidupku untukmu."
"Pagi, sore dan malam, aku 'kan bersimpuh di kakimu."
"Ku berjanji 'kan tinggalkan kebiasaan burukku."
"Pagi, sore dan malam, aku 'kan bersimpuh di kakimu."
"Ku berjanji 'kan tinggalkan kebiasaan burukku."
"Jika kau minta, 'kan kuserahkan harga diriku."
"Jika mampu, 'kan kuraih langit untukmu."
"Dunia ini takkan memberimu apapun."
"Akan kuserahkan hidupku untukmu."
Ini terimalah.
- Salam. - Salam.
Ini, gajimu 10.400 rupee.
Potong juga kelebihan timbangannya.
Kenapa? Terima saja semuanya.
Kamu marah padaku?
Maaf.
Aku tahu kamu mencintai Jeet.
Cintailah aku juga.
- Paman! - Hei...
Gadis bodoh.
Senyum ke yang lain tapi bengis padaku?
Kamu tahu apa soal Jeet?
Tanyakan padanya dimana ayahnya.
Dia berniat menjual tanahnya dan berkeliaran.
Dia bermimpi tentang Taj Mahal padahal gubuk pun tak punya.
Orang miskin hanya bisa menikahi orang miskin.
Kamu akan mati kelaparan dengannya.
Bahkan anjingku tidak mau kelaparan.
Semua terserah padamu. Baiklah.
Ini.
Aku hanya berpikir untuk kebaikanmu.
Hei! Halo.
Simpanlah.
Aku sudah pamit abangku. Aku akan mengantarmu.
Aku sudah kumpulkan semangka liar untukmu.
Dimana ayahmu?
Sudah meninggal.
Kenapa?
Itu...
Tarsem bilang dia gantung diri di pohon.
Tidak ada pilihan lain.
Terlilit pinjaman bank.
Karena itu ayahku gantung diri.
Andai masih hidup, pasti ada dia...
abangku dan aku.
Kamu pikir petani mati karena hutang?
Mereka mati karena takut tanahnya terjual.
Ayahmu meninggal di tanah ini, Jeet.
Kamu tidak ingin menebus tanah ini?
Aku dapat uang darimana?
Uang tidak tumbuh di pohon.
Apalagi kami bertahan hidup hanya dari hasil tanah garapan abang.
Abangmu sudah penuhi kewajibannya.
Dia menafkahi keluarga dan juga membiayai sekolahmu.
Kenapa kamu tidak belajar giat kemudian mencari kerja?
Caraku belajar bagaimana?
Aku ini bodoh.
Bahkan keponakanku lebih pintar dariku.
Terlebih lagi, hidupku pas-pasan.
Untuk dapat pekerjaan itu tidak mudah.
Kecuali bagi mereka yang dapat rekomendasi...
...atau yang melakukan penyuapan.
Mana mungkin orang yang tidak memikirkan keluarganya akan mengurusku?
Hei, pekerjaan itu bukan segalanya.
Aku sudah bicara pada Sema untuk membuka tambak ikan.
Dan aku dari keluarga baik-baik.
Kamu akan bahagia hidup denganku.
Ini bukan soal kebahagiaanku.
Kenapa tidak ingin menebus tanah ini?
Kenapa tidak bisa berpikir maju?
Bilang saja kamu ingin menikahi pria kaya.
Sema akan pantas untukmu.
Dia terus menambah berat kapasmu.
Kamu tidak pernah bilang itu salah.
Kamu satu-satunya di dunia ini yang ingin aku miliki.
Seandainya aku egois,
...aku lebih memilih bertemu ayahku...
...dan melepas 1000 pria sepertimu.
Tidak ada yang lebih penting daripada orang tuamu.
Aku harus belajar keras...
...dan menghasilkan uang lalu menikahimu.
Ini tugas yang besar.
Tidak, Jeet...
Jika kamu bisa memahami ini...
Kita sama-sama kehilangan orang tua.
Tolong pahami.
"Aku telah jatuh hati padamu."
"Aku mencintaimu."
"Aku mencemaskanmu, kekasihku."
"Jika aku meninggalkanmu..."
"Biarkan aku Tuhan..."
"Hancur menjadi berkeping-keping."
"Aku telah jatuh hati padamu."
"Aku mencintaimu."
"Aku mencemaskanmu, kekasihku."
"Jika aku meninggalkanmu..."
"Biarkan aku Tuhan..."
"Hancur menjadi berkeping-keping."
# SETELAH 13 BULAN
Taruh disana.
Ini 38 kilo.
Angkat.
33 kilo. Punya siapa?
Punya Tegh, bang.
Kurangi sekilo. Jadikan 32.
Ayo pulang sama-sama.
Kamu kenapa?
Tumitku sakit, masih bengkak.
Benarkah?
Adikmu tidak kelihatan lagi.
- Siapa namanya? Aku lupa. - Jeet.
Ya, Jeet.
Dia tinggal di asrama kampus.
Kemarin hasil ujiannya bagus.
Ini tahun terakhirnya jadi dia belajar giat.
Bagus kalau dia mau belajar giat.
Daripada disini dia kerja di ladang.
Dia ketinggalan apa?
Sini lihat.
Berisik. 'Sini lihat'.
Taruh di samping sambil menulis.
Aku tidak bisa lihat.
Sini berikan lembar jawabannya!
Lembar jawabannya!
Berikan!
Ada apa?
Dimana lembar jawabanmu?
Pak, ini bukan salahku. Dia merampasnya.
- Pak... - Pak...
Pak, tolonglah. Nanti hidupku bisa hancur. Biarkan saya selesaikan.
Kumohon, Pak. Masa depanku bisa hancur.
Pak, biarkan saya selesaikan.
Pak, tolong... Pak, biarkan saya selesaikan.
Lihat tadi, kamu nangis seperti bocah.
Kenapa kutu buku sangat rewel?
Memang kenapa kalau orang lain ikut dapat manfaat?
Bodo amat, nilai tadi tidak disertakan.
Oh, sekarang baru sadar?
Kalau nilainya tidak disertakan...
...terus kenapa tadi meratap?
Aku cuma latihan drama.
Hei, diamlah!
Pak, biarkan saya selesaikan.
Prince, dua minuman dingin!
Aku tidak mau minum.
Kamu yang bayar. Mana ada gratisan.
Aku duit darimana?
Sebentar lagi ulang tahunmu 'kan?
Lihat tunggakan ini.
Keren! Kamu ingat ulang tahunku.
Lihat ini.
Kenapa membawanya kemana-mana?
Bukan ini, bawakan soda.
Aku hanya minum Dosanjh.
Bawakan cepat.
Kenapa bawa gula?
- Mau aku berikan semut. - Benarkah?
Mantra ini sangat kuat.
Dia pasti langsung melahap laddu-nya.
Jangan!
Ayo, ikut aku pulang.
Aku mau apa di rumahmu?
- Kamu sudah bersumpah! - Tidak!
- Ayo cepat. - Tidak.
- Aku ingin sampaikan isi hatiku. - Ogah!
Datanglah padaku.
Semoga kamu diberkati.
Cepat potong. Aku lapar.
Tidak undang orang lain?
Itu orangnya.
Halo. Apa kabar?
Tahu alasanku mengajakmu kemari?
Karena ulang tahunmu.
Menjauhi keramaian. Di dalam lab. Hanya kita berdua.
Lihat, aku memohon padamu.
Jangan menyuruhku menyulut petasan.
Kita bisa ketahuan.
Jangan bercanda.
Tidak, aku serius.
Aku lepaskan poster Dosanj demi kamu.
Akan kupatahkan hidungmu.
Jangan lakukan hal konyol.
Kita teman baik, untuk apa cari ribut?
Kamu menyukai orang lain?
Tidak, aku belum pantas.
Meski kamu mencintai seseorang.
Tidak akan ada gunanya.
Indahnya cinta hanya dalam novel.
Semuanya tentang uang.
Aku tidak ingin berteman dengan orang seperti itu.
Akan kulempar air keras ke wajahmu.
- Ya, Bagge. - Kamu bohong ya?
- Ada apa? - Jangan berlagak pintar di depanku.
Dia sibuk berdoa untukmu dan kamu... Kamu bohong padaku!
Kalian ikut doakan Jeet agar lulus...
...dan dapat pekerjaan bagus.
Oke? Bagaimana tadi?
Jeet lulus dan dapat pekerjaan bagus.
Nanti kalian dapat gula lagi.
Entah dia habis dapat apa.
Dia tidak berhenti tersenyum.
Dia senyum terus, senyum terus.
Ada apa?
Tidak apa-apa.
Setelah itu, rasa kehidupan seakan mati.
Tidak bisa merasakan makan.
Di musim dingin tidak kedinginan.
Ayah bilang, itu suatu kebahagiaan.
Kamu harus hidup untuk orang yang menjadi takdirmu.
Seseorang yang tidak serakah akan cinta.
Dan Tegh mengirimku kemari.
Dia ingin aku belajar.
Itu sebabnya dia tidak mau menangis.
Dan aku menyukai itu.
Lalu aku berusaha semaksimal mungkin untuk belajar dan menjadi sesuatu.
Tanpa kusadari dia membantuku.
Kamu nangis lagi? Dasar cengeng!
Nanti kamu bisa bunuh diri. Jauhilah kesedihan ini.
Ayo, Dosanjh. Siapa lagi yang kumiliki selain kamu?
Di sini ceritanya sangat berbeda.
Maaf.
Minta maaflah padanya. Aku mencabutnya dari tembok.
Ayo minta maaf.
Maaf, bro.
Pulanglah ke desa dan minta maaf.
60?
Timbang lagi.
Timbang lagi. Angkat.
Berikan padaku.
- 60 dikurangi sekilo. - Bantu aku.
- 59 kilo. - Bawalah.
Apa ini?
Muat dengan baik.
Mereka terus saja mengeluh.
Ini tidak bagus, itu tidak bagus. Merusak segalanya.
Lepaskan. Lepaskan.
Dimana karungku?
Aku tidak mau pegang. Taruh saja.
Kenapa?
Nanti diambil orang.
Aku tidak terima barang curian.
Itu bukan curian. Dia mengambilnya.
Darimana kamu tahu?
Jadi begitu caramu mengangkat karung?
Kamu mengangkat 15 kg saja kewalahan.
Akan aku buktikan padamu.
- Baik, kita lihat. - Aku bisa angkat lebih dari siapapun.
- Iya percaya. - Beneran. Lihat saja nanti.
Kenapa kamu pulang? Masih ada banyak waktu.
Fokus saja sama belajarmu.
Aku belajar dengan baik.
Di tahun kedua aku peringkat 4.
Tahun pertama aku lulus dengan nilai bagus.
Jika tidak percaya, aku bisa buktikan.
Baik, sebutkan perkalian angka 7.
7 x 1 = 7, 7 x 2 = 14, 7 x 3 = 21.
Berapa 19 + 12?
31.
Coba di tes ABC.
Sebutkan ABC.
- A, B, C, D. - Kalian masih disini?
Ya, kakak ipar. Tadi ada anak kucing.
Ayo, berangkat.
Salam, bu.
Tadi anda lihat anak kucing?
Tidak lihat, Tegh yang lihat.
Mereka bagus-bagus 'kan?
Yang warna cokelat cantik sekali. Kamu menyukainya?
Kamu punya kambing 'kan? Perah saja susunya.
Mereka akan menunggumu jam 6.
Aku alergi sama kucing.
Mereka tampak seperti anjing.
- Apa ini? - Aku telah salah menilaimu.
Aku hanya sibuk menggodamu.
Aku tidak tahu jika kamu ingin aku belajar.
Bisa pamer sekolahmu pada siapa lagi...
...kalau bukan padaku?
Ujiannya belum berakhir.
Ayo, baca hafalanmu di depan sahabatmu.
Sahabatku orangnya manis.
Giginya bagus.
Tapi selalu disembunyikan.
Dan saat dia tertawa terasa menyenangkan.
Kalung jimat yang dia pakai menambah kecantikannya.
Tapi dia jatuh hati dengan pria gila.
Orang gila itu pantas untuk dipukuli.
Simpan akal bulusmu, bocah sok pintar.
Berani ngomong soal pria gilaku, aku akan menghajarmu!
Aku tidak minta bintang-bintang.
Belajarlah dan dapatkan pekerjaan bagus.
Dan dengar, jadilah anak baik dan kembali sekolah besok.
Hei, sembunyi.
Ada apa dengan dirinya? Kali ini dia jadi anteng.
Salah keluarganya. Dia dinikahkan.
Benarkah?
Siapa yang menjodohkan?
Aku dan Bagge.
Aku jual anjingnya.
Dia menjelekkan keluargaku. Jadi aku menikahkan dia.
Dia temanku, tapi kalau salah tetap salah.
Dia ke ladang punya niat lain.
Dia melirik gadis-gadis.
- Dengar itu. - Kenapa?
Dia selalu mengintip rumah gadis-gadis.
Kalian tidak tahu, dia memotret dengan ponselnya.
- Sejahat itukah? - Ya.
Aku akan membunuhnya.
Aku juga pria, tapi tidak berbuat seperti itu.
Jika di unggah ke facebook bagaimana?
- Ya. - Pasti dia dapat banyak 'Like'.
Dengarkan aku. Ini soal keselamatan para gadis.
- Baik. - Kalian harus bertindak.
Akan kutanyakan padanya.
Persetan dengannya.
Aku habis menang lotre.
- Benarkah? - Ya.
Belilah sembako. Ini.
- Semoga diberkati, Nak. - Semoga Tuhan membalasmu.
Ambil ini.
Kamu pecat kami, tidak apa-apa.
Aku bisa terima.
Kita sama-sama manusia.
Kamu juga jatuh hati pada wanita.
Tapi putramu itu...
...dia memandangiku.
Dia bersiul dan bilang bahwa dia di sana untukku.
Aku melihatnya tumbuh dan dia bersiul padaku?
Aku ingin sekali menamparnya.
Cepat nikahkan saja dia.
Dia selalu merayuku.
Aku tidak terima ini.
Aku akan bilang suamiku.
Dia akan hajar putramu sampai ringsek.
Aku peringatkan kamu.
Kata 'love you' dan 'miss you' tidak berguna disini.
Aku akan membunuhnya jika berlagak sok pintar.
Maka jangan mengeluh kalau kamu dikucilkan.
Omong kosong!
Victor, aku ingin bicara soal putramu.
Dia berbuat apa padamu?
Waktu aku lewat, dia panggil namaku.
Dia bernyanyi.
"Hati s'lalu muda, usia tiada masalah."
Kelakuannya sama seperti kakeknya.
Kendalikan putramu atau dia akan mampus.
"Hati s'lalu muda, usia tiada masalah."
Dasar bajingan!
Setan alas! Aku dipermalukan gara-gara kamu!
Aku akan hubungi makelar jodoh.
Dalam sebulan, akal sehatmu akan pulih.
- Akan kupastikan itu. - Ada apa ini?
Aku kehilangan anjing dan anda bawakan aku istri.
Tragedi apalagi ini?
Ini belum berakhir.
Bawakan dua anjing jika anda ingin beri sesuatu padaku.
Sayang, kendalikan dia. Dia mata keranjang.
Dia selalu menggoda gadis-gadis.
Kamu terjebak dengannya.
Apa kabarmu?
Kamu sudah menikah. Untuk apa lakukan hal ini?
Aku lakukan buat istriku.
Dia seperti monyet lapar.
Dia mengomel terus.
Bahkan tidak biarkan aku bernafas.
Selalu memarahiku setiap waktu.
Sesak nafasku.
- Ya, sayang? - Kamu dimana bajingan!
- Ya, aku pulang. Aku pergi kencing. - Cepat pulang!
Ya, aku pulang. Aku segera pulang.
Aku pulang. Aku pulang.
Ini ilmu sihir.
Benarkah?
Jangan percaya takhayul.
Dia juga lakukan itu padaku.
Akan kuberikan ke serangga.
Tegh, bibi mencarimu.
Kembalilah ke kampus besok.
Oke?
Oke.
- Cepatlah. - Iya.
Ambil ini. Biar kita bisa telfonan.
Kamu dapat darimana?
Uang hasil jual anjing?
Iya, aku beruntung. Jadi dapat uang tambahan.
Tapi aku tidak tahu caranya.
Itu mudah.
Tombol hijau untuk bicara, tombol merah untuk memutus.
Cobalah, mudah kok. Tekan yang hijau.
Selamat ulang tahun.
Ada apa itu?
Kami rayakan ulang tahun dengan kue dan lilin.
Makan kuenya menunggu lilin mati?
Tidak, mereka tiup lalu buang kuenya.
Simpan saja, siapa tahu nanti butuh.
Tidak bisa dimakan, cuma buat pertunjukan.
Wow! Mereka banyak duit semua.
Aku tidak pernah buang kue.
Apa rasanya enak?
Aku kadang sembunyikan kue dari rumah majikan.
Jika ketahuan bibi, dia pasti membunuhku.
Kalau kita sudah punya rumah sendiri, aku tidak mau menyapu sendirian.
Kamu harus membantuku.
Halo. Kamu dimana?
Kamu memikirkan apa?
Tidak, aku berpikir tentang rumah.
Aku tidak akan biarkan kamu menyapu.
Kamu jangan marah.
Aku mendengarkan.
Iya aku tahu. Aku hanya bercanda.
Lakukan saja, memang kenapa?
Tidak perlu kamu jelaskan.
Ayah bahkan tidak tahu kalau aku lahir.
Kami sudah mengirim surat.
Entah dia terima suratnya atau tidak.
Entah dia bahagia atau tidak punya anak perempuan.
Ibu selalu menunggunya.
Ketika ibu meninggal. Penantiannya berakhir.
Saat ibu meninggal, aku belum mengerti apa-apa.
Semua orang mendoakan aku.
Aku tidak memahami yang terjadi.
Aku tidak tahu bahwa doa itu berubah jadi kutukan.
Lalu aku mulai menanti Ayah.
Aku masih yakin bahwa dia akan pulang.
Ayah menikahi ibu di Kashmir.
Bibi Chindo bilang bahwa Ayah dan Ibu saling mencintai.
Dengarkan ceritaku.
Abangku dan istrinya tidak sopan kalau bicara denganku.
Kemudian aku jadi paman.
Jika mereka punya cinta, aku punya banyak keponakan.
Oleskan lemon dan madu di mukamu.
Itu bagus.
Tahu darimana?
Temanku juga menggunakannya.
- Teman yang mana? - Pokoknya teman.
Namanya siapa?
Tasveer.
- Kok bisa jadi temanmu? - Terjadi begitu saja.
Bagaimana bisa begitu saja?
Sesuatu pasti terjadi setelah dia jadi temanmu.
Apa yang kalian bicarakan?
Aku minta mobil padanya.
Aku akan hajar Tasveer.
Jika kamu minta mobil lagi padanya, aku hajar kalian berdua.
Ini sifat aslimu? Aku baru tahu.
Semua gadis punya sisi ini. Sebaiknya orang jangan sampai tahu.
"Cintamu membuatku tak berdaya, kekasihku."
"Kesetiaan terasa begitu jauh."
"Cintamu membuatku tak berdaya, kekasihku."
"Kesetiaan terasa begitu jauh."
"Aku terima, aku terima... Ketidaksetiaan dirimu ku terima."
"Tiada guna, tiada guna... Hidupku tanpamu tiada guna."
"Aku terima, aku terima... Ketidaksetiaan dirimu ku terima."
"Aku terima, aku terima... Ketidaksetiaan dirimu ku terima."
"Tiada guna, tiada guna... Hidupku tanpamu tiada guna."
"Aku akarmu dan kamu rantingku."
"Kita takkan terpisah."
"Akan kuminum racun jika kau minta."
"Aku tak mau minum jika tidak melihatmu."
"Ini aturan, aturan, aturan... Ini aturan cintaku."
"Aku terima, aku terima... Ketidaksetiaan dirimu ku terima."
"Tiada guna, tiada guna... Hidupku tanpamu tiada guna."
"Aku merasa ada di dunia hanya untukmu."
"Aku lupa akan diriku, aku lupa akan Tuhan."
"Aku juga terima kenakalanmu."
"Tapi aku tak terima perpisahanmu."
"Aku dapat, aku dapat... Bersamamu aku dapat surga."
"Aku terima, aku terima... Ketidaksetiaan dirimu ku terima."
"Tiada guna, tiada guna... Hidupku tanpamu tiada guna."
Sudah diputuskan.
Aku juga akan menanggung biaya pernikahan.
Kami akan beri 50.000 rupee tunai.
Putraku tukang buat jalan.
Biasanya orang menanggung biaya sendiri.
Kamu tidak akan dapat perjodohan yang lebih baik lagi.
Kalian pikir kami ini apa?
Putri kami bisa cari 50.000 dalam tiga bulan.
Dia lakukan semua tugas rumah.
Dan kerjaan lain juga.
Wajahnya juga cantik.
- Kurang dari 1 lakh kami tidak mau. - Apa katamu?
Dia seorang gadis, bukan ternak yang bisa kamu jual.
Jangan ikut campur.
Aku layani dia seumur hidupku, tapi dia lebih memilih putrinya.
Akan aku temukan perjodohan lain.
Tapi 1 lakh terlalu banyak.
Aku bisa kasih sekitar 70.000.
Kita ambil tengahnya saja.
Kita tetapkan 80.000.
Tapi aku ingin uangnya sebelum pernikahan.
Berhenti menguleni adonan.
Ada apa, bibi?
Berapa lama lagi kamu akan tinggal disini?
Kamu dapat perjodohan bagus. Anak itu tukang buat jalan.
Dan kamu tidak dapat diandalkan seperti ibumu.
Menikahlah tepat waktu. Biar kami bisa lega.
Kapan kamu mulai kerja?
Aku di tahun terakhir. Jadi sekitar 5 bulanan lagi.
Aku juga persiapkan diri untuk ujian.
Aku kesulitan uangnya. Biayanya sangat mahal.
Aku siap sepenuhnya. Sisanya pasrah dengan takdir.
Kamu bisa ke desaku untuk menemuiku?
Minumlah sepuasnya.
Mereka sudah kenyang.
Kambingmu banyak sekali.
Semua milik bibi, kecuali ini.
Anakku duduknya anteng sekali.
Apa ini?
Isilah formulir lowongan kerja...
...sebanyak yang kamu bisa.
Kamu bisa menjualnya.
Jangan, apa kamu gila?
Jangan jual kenang-kenangan ibumu.
Nanti aku pasti temukan cara lain.
Kenangan-kenangan apa? Aku saja tidak keberatan.
Aku punya kalung jimat ini sebagai kenangan dari ibuku.
Sudah jual saja.
Belajarlah keras biar semua terbayar.
Ayo. Ayo. Ayo.
Ayo.
Cintailah dia seperti Tuhan mencintaimu.
Dia melakukan segalanya untukmu.
Dia tidak pernah utarakan atau mengharap imbalan dari kita.
Lihat apa yang kubawa untukmu.
Kue.
- Maksudku kue lebih besar lagi... - Ya.
...ini hanya potongan kuenya.
Ini disebut pastry. Rasanya sama.
Apa rusak?
Tidak, sekarang aku tidak butuh lagi.
Kenapa?
Jangan khawatir, aku belajar dengan baik.
Aku bertunangan.
Jangan bicara ngawur! Bertunangan!
Ini beneran, Ibu mertuaku juga sudah memberiku lamaran.
Aku akan menikah 6 bulan lagi.
Aku tahu kamu bercanda.
Untuk apa bercanda soal ini?
Pria itu tukang buat jalan.
Bagaimana dengan kita?
Bagaimana dengan kita?
Selama ini kita baik-baik saja.
Sekarang aku akan menikahi pilihan keluargaku.
Dan aku tidak mau di marahi bibi.
Biarkan aku bicara pada keluargaku dulu.
Dan bagaimana dengan pembicaraan kita...
...mengenai rumah dan semuanya, apa tidak ada artinya?
Apa yang sudah kita bicarakan?
Semua orang membicarakan hal ini.
Mereka tidak menjadikannya kenyataan.
Itu hanya omongan bercanda saja.
Aku serius dengan pembicaraan kita.
Aku tidak mau tahu...
...kaburlah denganku.
Kemana?
Setelah kabur kita mau apa?
Kamu akan kerja seharian dan aku bersihkan rumah.
Cinta tidak penting bagi orang miskin.
Kerja yang penting.
Kamu punya pekerjaan...
...dan anak-anakmu akan membicarakan dirimu.
'Kami hidup makmur karena ayah kami.'
Atau bisa juga seperti ini.
'Ayah kami kabur dengan ibu kami.'
'Ibu kami selalu kelaparan dan kami pun sama.'
Sampai sini semua baik-baik saja.
Setelah menikah, hanya akan ada pertengkaran.
Aku belum pernah melihat ayahku.
Setidaknya kamu sudah lihat ayahmu.
Baiklah, sampai jumpa.
Kueku.
"Jangan tinggalkan aku."
"Tanpamu apalah arti diriku, kekasihku."
"Jangan berpaling dariku."
"Tanpamu apalah arti diriku, kekasihku."
"Jangan tinggalkan aku."
"Tanpamu apalah arti diriku, kekasihku."
"Kita berdua membangun rumah."
"Kenapa ada orang ketiga masuki rumahnya."
"Kita berdua membangun rumah."
"Kenapa ada orang ketiga masuki rumahnya."
"Jangan hancurkan rumahnya."
"Tanpamu apalah arti diriku, kekasihku."
"Jangan tinggalkan aku."
"Tanpamu apalah arti diriku, kekasihku."
"Jangan berpaling dariku."
"Tanpamu apalah arti diriku, kekasihku."
"Aku benci matahari dan bintang-bintang."
"Jika kau tak kumiliki, aku benci semuanya."
"Dunia melihat semuanya, berdiri di tepian."
"Air mataku membuat samudera ke delapan."
"Jangan berpaling dariku."
"Tanpamu apalah arti diriku, kekasihku."
"Jangan tinggalkan aku."
"Tanpamu apalah arti diriku, kekasihku."
"Jangan berpaling dariku."
"Tanpamu apalah arti diriku, kekasihku."
"Jangan tinggalkan aku."
"Tanpamu apalah arti diriku, kekasihku."
Kamu sudah selamatkan aku, sekarang katakan ada apa.
Tegh bertunangan.
Kita harus ke rumah mertuanya dan bilang...
- ...kalau dia sudah pacaran. - Oke.
Denganmu?
Tidak...
Dengan kita bertiga.
Apa?
Apa kamu sudah gila?
Aku tidak mau kesana. Persetan dengan persahabatan.
Mereka akan pukuli kita...
...dan istriku akan menghajarku.
Aku tidak mau pergi.
Oke, terserah. Aku akan bilang kakak ipar...
...kamu gunakan ilmu sihir untuk menundukkan dia.
Hei, kamu tidak paham lelucon?
Orang yang mau duduk dengan kita...
...kita juga mendukungnya.
Ayo berangkat!
- Pak... - Ya.
Ada yang bernama Kulwinder?
Itu dia.
Jangan marah, bang.
Kamu juga punya impian.
Tapi gadis itu tidak baik.
- Karakternya buruk. - Apa?
- Ya. - Dia juga memberiku nomornya.
Aku sering lakukan panggilan video dengannya.
Dengar baik-baik, bang. Kami bicara soal istrimu.
Dia bukan gadis baik. Dia bukan cinta sejati.
Dengan siapa?
Dia mencintai kami semua.
Bang, dia bukan gadis yang baik.
Biar aku bicara dengannya.
Dia bilang cinta tidak berguna.
Tapi malah pacaran berjamaah.
Persetan dengan halo!
Apa yang sudah kamu lakukan?
Buruk sekali kamu.
Kamu punya tiga pacar?
Kenapa aku harus tanya nama mereka?
Aku tidak tahu desanya...
...kamu pasti tahu. Mereka bukan teman sekolahku.
Bukan cuma satu.
Ketiganya sedang berdiri di depanku.
Kalau cuma satu, aku bisa mengerti...
...bahwa itu kesalahan masa mudamu.
Keluar dari rumahku!
Anak-anak bagaimana? Lempar mereka sekalian!
Kalian punya anak?
Bukan aku, paling anak kalian!
Ada Kulwinder yang lain disini?
Ya, dia sopir buldoser.
Kalian teman istrinya juga?
Lakukanlah hal lain, kawan.
Kenapa berkeliaran disini?
Dia malas kerjakan tugas. Dia jarang mandi.
Kutu rambut. Mengerikan sekali.
Kebiasaan buruk akan berlanjut.
Kami tidak rela kamu terjebak.
Jika gadis seperti itu kamu nikahi...
...bayangkan apa yang akan terjadi.
Dan dia juga rakus.
Dia habiskan semua minumanku. Kamu akan hancur.
Dia punya tiga akun di Tinder.
Dia juga nonton 'Sacred Games' di Netflix malam hari.
Kamu akan hancur.
Tolong catat bahwa kami akan menemuinya.
Jangan ribut dengan kami. Kita sudah sepakat.
Besok kami akan menemuinya.
- Apa pendapatmu? - Ya.
Ayo kita pergi.
Tugas kita hanya untuk beritahu dia. Ayo pergi.
- Sekarang terserah dia. - Ya.
Sudah aku bilang, jangan bicara denganku.
Aku ingin melemparmu aspal panas.
Kamu sudah lakukan hal buruk. Kamu hancurkan aku.
Apa kalian merusak hidupnya juga?
Oh...maaf, bang. Ada kesalah pahaman.
Kamu dengar itu?
Mereka bilang, kamu juga salah paham.
Kamu dengar itu?
Sargun Mehta sudah beli anjing Moyo.
- Moyo? - Ya, namanya Moyo.
Dia lucu sekali.
Ravi Dubey tidur di sofa, dan anjinya tidur di kasur.
- Di kasur? - Ya.
Oh, Tuhan! Jadikan aku Moyo di kehidupan selanjutnya.
Semua yang kami katakan tidak benar.
Dia bukan gadis seperti itu.
Kami semua tidak punya hubungan buruk.
Masalahnya adalah kami berdua saling mencintai.
Dia gadis yang baik...
Kami bahkan belum pernah berpegangan tangan.
Bibinya pasti akan melarang.
Kamu bisa mencari gadis lain.
Hidup kami bisa hancur.
Tolong bantu aku.
Aku akan berhutang budi seumur hidup.
Tidak masalah, aku akan membantumu.
Aku bisa menikahi gadis lain.
Aku suka dengan karaktermu.
Kalau yang minta pria tidak bertanggung jawab...
...aku pasti menolaknya.
Baiklah, aku sudah selesaikan ujianku.
Sekarang aku hanya perlu...
...selesaikan wawancara lalu bicara dengan keluarganya.
Bicaralah kapanpun kamu siap.
Jangan bilang siapapun aku membantumu.
Tidak, jangan khawatir...
...aku akan selesaikan wawanca lalu bereskan semua.
- Tidak masalah. - Terimakasih.
Minum tehnya.
Terimakasih.
Jeet menemuiku.
Dia cerita semuanya.
Tidak masalah jika kalian ingin bersama.
Katakan apa pekerjaannya...
...dan aku akan mundur.
Kamu pacaran?
Kamu bersemangat untuk pacaran...
...aku akan menamparmu agar mengerti.
Dia datang padaku. Dia memberitahuku tentangmu.
'Dia sangat dewasa dan baik.'
Untuk apa aku tinggalkan jika dia baik?
Semua cintamu akan sirna jika aku menamparmu.
Dia menjadi kekasih?
Berapa kali bertemu dengannya?
Berapa kali bertemu?
Jawab atau aku bunuh kamu!
Dia sudah menyentuhmu?
Sudah?
Bersumpahlah dan jawab aku!
Bersumpahlah demi ibumu!
Dia sudah menyentuhmu?
Pergilah ke neraka!
Hal gila apa yang terjadi!
- Ada apa, Nak? - Ada apa?
Putri kesayanganmu punya pacar.
Kalian ingin bukti?
Perlu aku tunjukkan?
Aku akan memberinya pelajaran.
Adikmu sudah bikin malu malah kamu sibuk memutar kumis!
Gadis gila! Beraninya kamu!
Benar kamu melakukannya?
Gaya rambutmu yang kamu buat ini...
...aku sudah tahu kelakuanmu jauh sebelumnya.
Aku akan memberimu pelajaran.
Kamu pergilah ke dalam dan hajar dia.
Cepat pukuli dia.
Jangan beri ampun.
Aku akan menghapus cintanya.
Tenang saja, bibi.
Nikahkan dia dalam lima hari.
Setelah itu biar aku tangani.
Aku tidak punya uang lagi.
Itu bukan masalah.
Dia tidak batalkan pernikahan...
...itu yang terpenting bagi keluarga kita.
Terimakasih, Nak.
Tuhan memberkatimu.
Dia tidak memiikirkan kita.
Ibunya juga kabur dengan ayahnya.
Pantas dia begitu.
Jika Jeet tahu hal ini...
...dia akan datang dan membawaku pergi.
Aku akan selamat dari neraka ini.
Tapi semua usahanya akan sia-sia.
Dan dia akan menjadi buruh harian.
Jeet bilang...
...jika menganggap seseorang milikmu...
...kita tidak boleh mengharap balasan...
...atau menunjukkannya.
Aku akan dipukuli tiap hari...
...tidak masalah.
Tapi setelah Jeet mendapat pekerjaan..
...dan menebus tanah ayahnya.
Semuanya akan terlupakan.
Apa yang akan dilakukan pria ini?
Paling memukuliku setiap hari.
Biarkan saja.
Aku sudah terbiasa.
Ibu muslimku...
...aku takut.
Bukan karena dipukuli...
...tapi takut menjadi milik orang lain.
"Wahai Kekasihku..."
"Kekasihku..."
- Salam. - Salam.
Pak, saya mau menikahkan putriku.
Saya butuh uang.
Saya akan kembalikan secepatnya.
Kami harus menikahkan secepatnya.
Baiklah, akan aku pinjami.
Terimakasih.
Dia seperti putriku sendiri.
Ya.
Mereka sudah tentukan pernikahannya.
Bagaimana mungkin?
Aku tidak tahu jelasnya. Pamannya tadi ke rumah.
Dia meminjam uang.
Tapi aku sudah bicara dengan pria itu.
Dunia ini tempat yang kejam.
Kamu menangisi dia, aku juga tertipu.
Aku dikasih anjing ini, katanya bisa menyalak keras.
Sampai sekarang dia belum menyalak.
Katanya harus dikasih susu Bull Dog.
Mungkin dia memang bisu.
Bang, bantu aku bicara pada Tegh.
Aku?
Tolonglah aku.
Besok baru diizinkan telfon lagi.
Bang, tolonglah...
Baik.
Mampus aku.
Ayahku menyuruh berkunjung.
Karena ini pihak wanita.
Mungkin mereka butuh bantuan.
Terimakasih sudah datang kemari.
Bagus sekali.
Dengar, jangan.
Ayo pergi.
Jangan lakukan apapun.
Lihat dia.
Dia akan menggoreng kita.
Dihidangkan pada tamu.
Memang kenapa kalau kita digoreng?
Dimana gadisnya? Saya mau beri hadiah.
Tidak usah repot-repot.
Kalian sudah banyak membantu. Masih kurang?
- Ayahmu sudah berikan hadiahnya. - Ya.
Tidak.
Aku juga punya kewajiban.
Kami berdua berbeda.
Apa bibi di dalam?
- Dia di dalam. - Aku akan menemuinya.
Bibi.
Nak, minum tehnya.
- Apa? - Habiskan tehmu.
Ya, Kiran.
Kamu bisa bicara dengannya.
Istriku Kiran.
Diam kalian semua.
Biarkan dia bicara.
- Diam dulu. - Bibi juga diam.
Ini Jeet.
Tolong jangan menikah.
Tunggulah dua hari.
Aku akan datang.
Yakinlah padaku.
Dan apapun kata orang...
...aku tidak peduli.
Kehidupan impian kita akan jadi nyata.
Andai bisa, pasti aku sudah datang.
Tolong tunggulah dua hari.
Tegh, kamu sudah mengantarku sampai sini...
...tunggulah dua hari saja.
Entah bagaimana caranya...
...tolong lakukanlah.
Apa perlu tambah gaun satu lagi?
Di rumah mertuaku...di gudang barang. [ Kode untuk rumah majikan ]
Kamu bisa temui aku mengepel disana.
Datanglah.
Sudah kalian temukan?
Belum.
Sembunyi dimana dia?
Penyihir itu sudah hancurkan hidupku.
Bawa semuanya.
Tidak ada pernikahan disini.
Angkut semua ke truk.
Diterjemahkan oleh: Gendrol89 https://subscene.com/u/1278503
"Kekasihku..."
Tidak, Jeet pergi untuk wawancara.
Kamu bohong.
Dia kabur. Ini tidak benar!
Aku pikir tidak begitu.
Tapi jika benar, aku sendiri yang akan menyeretnya ke hadapanmu.
"Wahai Kekasihku..."
"Kekasihku..."
Baru dua jam setelah aku bicara dengan ibumu.
Aku heran dengan apa yang dia lakukan.
Kalian sudah diberitahu tapi diabaikan!
Aku sudah ingin lakukan hal brutal...
...tapi kalian melarang.
Kalian pasti sudah membagikan manisan.
Tinggal mengawasi dia saja tidak becus.
Kalau di rumahku, dia pasti tidak akan bisa lari.
Dimana kakimu?
Kamu begitu kuatnya!
Apa yang kamu makan saat melahirkan mereka?
Katakan! Apa yang kamu makan?
- Cukup lahirkan satu yang berguna. - Jangan bicara sembarangan.
Kami juga pusing.
Ayo kita duduk sama-sama dan meratapi nasib.
Apa peduliku?
Apa yang dia inginkan?
Apa kurangku dibandingkan dia?
Dia duduk seperti ini di depanku.
Abang... Abang... dia terus bicara begitu.
Tidak ada gunanya kamu berteriak.
Kami juga mencarinya.
Apa kamu tahu prosesi pernikahan dilangsungkan hari ini?
Kerabatku sampai mabuk karena menunggu.
Aku harus bilang apa pada mereka?
Aku beri waktu dua hari...
...bagus jika kalian bisa temukan. Kalau tidak, akan kubawa menantumu!
Ayo pergi!
Ibu mertua, kenapa dia mau bawa kita?
Hei!
Dimana gadisnya!
Kamu bawa kabur gadisnya!
- Bang, kita sudah sepakat. - Kapan? Tentang apa?
Jika aku minta perusahaannya Bakrie, apa dia akan berikan?
Dimana dia?
Dimana dia?
Dimana gadisnya?
Dimana gadisnya?
Dimana gadisnya?
Kenapa melotot padaku?
Kamu pikir aku takut?
Kenapa melotot?
Kenapa kamu...
"Wahai Kekasihku..."
Aku tidak takut padamu!
Ayo maju!
Ayo!
Bu, apa Tegh kerja disini?
Tegh!
Tegh!
Tegh!
Tegh!
'Entah bagaimana caranya...'
'...tolong lakukanlah.'
'Di rumah mertuaku...di gudang barang.'
'Kamu bisa temui aku mengepel disana.'
'Datanglah.'
"Wahai Kekasihku..."
"Kekasihku..."
- Tegh. - Akan kuambilkan air.
Sudah dapat pekerjaan?
Dengan semua pengorbananmu...
...jika aku hanya berpikir tentang pekerjaan...
...aku akan malu pada diriku.
Aku tidak berani menjualnya.
Lagipula aku tidak mengisi banyak formulir.
Aku mengisi cuma satu.
Aku tidak mencari pekerjaan...
...tapi memenuhi impianmu, Tegh.
Kamu dapat melanjutkan untuk tes medis.
Selamat datang di Angkatan Darat India.
Aku ingin membiakkan ikan.
Kamu malah menjadikan aku seorang tentara.
"Kau begitu mencintaiku."
"Kau rela mati untukku."
"Ketika dunia meninggalkanku."
"Kau s'lalu ada untukku."
"Terimakasih...Terimakasih."
"Terimakasih...Terimakasih."
Jika kamu sudah pergi...
...kenapa kembali lagi?
Anda tidak menganggapku putrimu...
...teserah anda, Paman.
Tapi aku tidak ingin melakukan hal...
...yang akan membuatmu malu.
Anda punya hak pada diriku.
Anda telah membesarkan aku.
Tapi menjualku...
Jika harga hidupku 80.000...
...aku akan menggantinya, Paman.
Tapi bebaskan aku dari hakmu.
Relakan aku bersama Jeet, Paman.
Penyihir itu sudah kembali!
Kamu batal menikah!
Mempermalukan kami.
Kamu berdiri seperti orang tolol!
Kamu punya harga diri tidak?
Pegang ini dan pukul dia!
Anak-anak, hajar dia!
Diam! Diam!
Kamu buta ya?
Dia sedikitpun tidak membenci kita.
Lihat itu, takdirnya menunggunya.
Bagaimana kamu merubahnya?
Pria itu mengutuk kita dan pergi...
...kalian hanya membisu.
Dan dia yang datang dengan tangan terlipat...
...kamu ingin membunuhnya?
Ini semua salahku.
- Ini kesalahanku! - Jangan, Paman.
Meski bibi melarangku tidur dengannya...
...setidaknya aku diberikan tempat tidur.
Meski tidak memberiku makanan enak...
...setidaknya aku tidak dibiarkan kelaparan.
Jika dia tidak merawatku...
...mungkin aku sudah mati.
Bibi, bukankah aku sudah bilang?
Tentaraku akan datang.
Tentaraku sudah datang, Bibi.
Relakan aku.
Relakan aku, Bibi.
Relakan aku, Bibi.
Maafkan aku, sayang. Maafkan aku.
Maafkan aku.
"Aromamu ada dalam diriku."
"Kaulah masjid dan kuil-ku, Kekasihku."
"Aromamu ada dalam diriku."
"Kaulah masjid dan kuil-ku, Kekasihku."
"Mendekatlah... Mendekatlah lagi."
"Biarkan... Biarkan ada api."
"Dia tak biarkan rasa sakit mendekatiku."
"Dia tergila-gila mengejarku."
"Terakhir kali..."
"...dia selamatkan aku sebelum mati."
"Terimakasih...Terimakasih."
"Terimakasih...Terimakasih."
"Aku hujanmu dan kau awanku."
"Aku tergila-gila padamu dan kau tergila-gila padaku."
"Tolonglah aku."
"Berjanjilah padaku."
"Kau jangan minum tanpaku."
"Kau jangan makan tanpaku."
"Terimakasih...Terimakasih."
"Terimakasih...Terimakasih."
"Ada banyak bintang disini."
"Ada banyak bintang disini."
"Tapi tak bisa gantikan ibu."
"Tapi tak bisa gantikan ibu."
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.