Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TMENG
XIANG BROS STUDIOS
Bagus.
Hebat.
Bagus! Bagus!
Tolong! Tolong!
Tolong! Tolong!
Tolong! Tolong!
Tolong! Tolong!
PEMBURU NAGA
Tuan muda!
Tadi itu besar sekali!
Apanya? Apa kau mimpi buruk?
Berapa kali sudah kubilang?
Jangan membangunkanku selagi aku bermimpi.
Aku tak tahu kalau kau sedang bermimpi.
Yang aku tahu, sebagai seorang biksu, harusnya kau bermeditasi sekarang.
Sudah.
Seperti Guru besar Liuzu katakan, ada banyak cara untuk menerima pencerahan.
Kenapa aku harus bermeditasi? / Kau tak tahu apapun soal ini.
Dan lagi, siapa bilang kalau aku ini biksu?
Tuan Muda, kau disini sudah lebih dari setengah tahun.
Akan kubawa pulang jika kau tak dinobatkan.
Secara teknis, aku ini tak punya rumah!
Keluargaku semua sudah dibunuh. Kemana lagi aku harus pergi.
Seperti yang dikatakan ayahmu,
jika kau gagal jadi biksu
aku akan membawamu pulang dan memulai bisnis denganmu.
Gini, katakan pada pamanku
lebih baik aku mati saja, tak perlu mengkhawatirkan aku lagi.
Biksu itu tak punya pelayan 'kan?
Omong kosong, aku akan tetap disini sampai kepalamu benar-benar digunduli.
Aku kesini untuk mencari pencerahan,
bukan untuk potongan rambut baru.
Aku bukan boneka kayu.
Bel kuil baru saja berbunyi.
Sepertinya ada sesuatu yang datang.
Sudah kuduga aku ditakdirkan disini untuk ditugaskan.
terjemahanmahsunmax
Kenapa aku bisa sampai kesini?
Di tempat antah berantah ini.
Bagaimana kalau disini ada orang jahat.
Aku takut, takut sekali.
Ya ampun! Kenapa bisa aku disini?
Lebih baik aku segera pergi.
Gadis kecil, jangan takut. Aku bukan orang jahat.
Kenapa tak kuantar kau pulang saja.
Tidak usah ya! Jangan ganggu aku.
Aku bisa susah payah perginya jika kau tak berhenti.
Diam saja jika kau capek. / Tuan, kenapa kau mengikutiku?
Apa karena aku cantik?
Aku cuma ingin mengantarkan kau pulang.
Seorang gadis cantik di tengah hutan seperti ini
apa kau tak takut aku berubah jadi siluman?
Aku sudah lama bersama siluman.
Sungguh aroma tajam seekor rubah.
Aku telah berjalan ratusan mil untuk menjadi santapanmu.
Sudah kuduga kau bukan manusia.
Mau kemana kau?
Sial aku tersangkut. / Biar aku membantumu.
Siluman sigung!
Yang paling menjijikkan dan bau di dunia.
Aku berkewajiban melakukan sesuatu terhadap ini.
Ewww, bagaimana caraku menghilangkan bau busuk ini?
Sungguh bau sekali.
Siluman sigung ini
yang menimbulkan birahi, banyak wanita yang menjadi korbannya.
Banyak terkandung racun bangkai busuk di dalam didirinya.
Itu menyebabkan bau busuk ini.
Sudah lama aku berniat membunuhnya.
Tapi dia terlalu cerdik.
Kebetulan, kita berencana untuk menggoda dia.
Wanita sungguh bisa memakai riasan.
Sana pergilah segarkan dirimu.
Guru, kau suka penampilanku?
Guru, dengan sigung, kita makin dekat dengan target 100 siluman
dan nanti kau akan tak terkalahkan.
Guru besar!
Cucu perempuanku dibawa oleh siluman.
Dia pergi menggembala domba di gunung,
dan tak pernah kembali.
Aku cuma menemukan 1 sepatunya.
Nyonya, cucumu hilang,
tapi kenapa kau yakin itu perbuatan siluman?
Semacam banteng air besar!
Itu lenyap dalam kedipan mata.
Saat itu aku kerja di ladang,
makhluk itu hilang begitu saja dalam kedipan mata.
Kenapa kau berkedip?
Kenapa kau tak fokus membajak saja tanpa berkedip?
Bukan itu maksudnya. Begini,
hanya satu kedipan mata, makhluk yang sangat besar bisa hilang begitu saja!
Itu pasti siluman.
Pasti! / Aku penasaran kenapa dia harus berkedip?
Oh sayangku!
Walau suamiku kecil,
dia selalu menyentuhku dengan tubuh lembutnya yang ramping
sebelum tidur.
Dan dia akan berbaring di payudaraku
lalu kemudian jatuh tertidur.
Tapi sekarang,
yang tertinggal darinya hanya tempurung yang menyedihkan ini.
Dia bahkan terserap oleh makhluk sekecil ini.
Betapa jahatnya si siluman itu.
Aku tak sadar kalau dia masuk dalam keong goreng.
Suamiku!
Kenapa kau tangisi keong yang hilang, sudahi dramamu, dasar pelacur.
Nyonya! Tak adil bila berkata begitu.
Putrinya masih hidup.
Banteng airnya juga masih hidup.
Tak seharusnya keong ini menebus nyawanya juga?
Setiap makhluk itu sama.
Bukan salah dia memperlakukan baik makhluk kecil ini.
Bukan salah dia membawa makhluk kecil ini.
Bukankah dia pantas dikasihani?
Akan kuberi dia napas buatan.
Kau dokter, kau lakukan dulu.
Aku berdarah! Kau saja.
Tidak! Tidak! Tak usah ya!
Tak kulepas keperjakaanku untuk dia.
Aku punya kekuatan, biar kucoba.
Kamu! Lebih baik pergi saja.
Sudah jangan bertengkar!
Xiuyuan.
Aduh.
Tak pernah kusadari kalau punya empati begitu besar pada orang lain.
Aku hampir meneteskan air mata.
Kau yang akan mengurusnya.
Terima kasih! Guru.
Tuan muda, ayo lakukan!
Lakukan dengan penuh keberanian.
Ada apa ini? Apa siluman datang?
Selamatkan diri kalian.
Aku akan menghajarmu.
Tampaknya mau hujan.
Wow! Guru!
Ini bukan siluman biasa.
Guru, aku bisa mencium baunya dari jauh.
Ayo kita hajar dia.
Hajar dia?
Kamu bercanda? Dasar rubah bodoh.
Siluman ini bahkan belum lahir.
Sebagai janin kenapa dia begitu hebat?
Siluman apa ini?
Ini raja semua siluman yang selama ini kucari.
Kau bisa memberiku kehidupan abadi setelah kau membunuhnya 'kan?
Itu soal gampang.
Kau harus pergi ke Desa Cantong mencari pria yang bernama Li Xiyuan.
Anu... apa istimewanya pria ini?
Bantuan dia sangat penting.
Kau lihatlah apakah ada tanda lahir naga pada dirinya.
Sana pergilah, sekarang. Kembalilah padaku dalam 3 hari.
Tolong.
Tolong.
Tolong! Tolong?
Siapa yang butuh pertolonganmu?
Guru! / Xiuyuan, kau mimpi buruk lagi.
Aku tahu kau sedang menderita. Semoga mantraku bisa mengurangi penderitaanmu.
Kau harus membaca mantra seperti ini?
Xiuyuan, ada kabar penting yang harus kusampaikan padamu.
Pada jaman dahulu
Raksasa Kegelapan,
iblis yang paling hebat di neraka
Buddha membawa dan memenjarakannya di neraka.
Dalam usahanya untuk mencegah Raksasa Kegelapan bisa membangkitkan kekuatannya
dan Buddha menyegel tongkat sakti si Kegelapan di kuil kita,
yang mengubah Kuil Guoqing menjadi sebuah benteng
melawan kekuatan kegelapan.
Tapi aku kalah pada seringnya kebangkitan
banyak siluman. Melukai orang disana dan disini.
Menurut pengamatan astronomiku,
ini bukan monster biasa sama sekali.
Xiuyuan!
Xiuyuan!
Ya? / Kau pergilah ke Kota Lin-an besok.
Tolong panggilkan Jago Pembersih. / Siapa Jago Pembersih ini?
Bagaimana mungkin kau belum pernah dengar nama alat rumah tangga itu?
Aku belum pernah dengar.
Sebenarnya aku juga tak kenal dia.
Tapi guruku bilang, ketika Kuil Guoqing dalam masalah,
carilah Jago Pembersih. Dia akan senang membantu kita.
Xiuyuan, aku yakin kau tak mau mengecewakanku.
Cepat cari dia!
Pegangan! / Seperti apa sih Jago Pembersih itu?
Dunia begitu luas, kemana aku bisa mencari dia?
Jangan pikirkan penampilannya
pastikan saja dia punya tanda lahir macan.
Dimana letak tanda lahirnya? / Tuan, jangan pergi tanpa aku.
Afu, pulanglah.
Sampai ketemu nanti.
Tanda lahirnya tumbuh di bokong kanannya.
Guru! Bukankah sudah telat memberitahu dia soal itu sekarang?
Ya juga ya?
Amitabha.
Kenapa kamu turun? / Kawan, kayaknya lebih cepat aku jalan kaki.
Akan makan waktu lama kita sampai ke Lin An.
Dasar kuda lembek.
Kau sebut dia "kuda lembek"? Nama dia "Si Cepat"?
Si Gledek, Kuda-Kilat.
Tunjukkan padaku kemampuannya.
Kami masih masa istirahat.
Kamu nanti bisa muntah dalam 3 jam.
Oh, yang benar saja. Sekarang sudah 5 jam!
Kenapa kau tak bilang dari tadi? Ayo cepat naik!
Pegangan ya! Sekarang waktunya, ngebut!
Ayo!
Pelan-pelan, Kusir. / Tak bisa!
Mode Terbang diaktifkan.
Sekarang tak bisa dihentikan!
Sayang.
Harusnya kita naik taksi kalau tahu tempatnya terpencil.
Ya, kita memang di tempat terpencil.
Kemana lagi aku bisa cari taksi?
Kau membuatku kaget saja!
Biar kubantu carikan.
Tampaknya ada kereta kuda yang datang.
Kayaknya tadi itu kereta kudanya.
Disini bukan tempatnya kaleeee...
tahan dulu nafsumu.
Apa kau nanti percaya kalau kuberitahu yang tadi lewat?
Tidak.
Pegangan yang kuat!
Bocah
realistislah!
Kenapa? / Tak ada uang jatuh dari langit.
Cuma kotoran saja yang bisa jatuh dari langit.
Katakan lagi, apa yang jatuh itu?
Kita dimana?
Kita disini.
Aku hampir mati ketakutan.
Tapi kita beterbangan! Apa tadi kau ambil jalan memutar?
Itu sesuai navigasi.
Tolong! Li Xiuyuan...
Kayak ada yang memanggil namaku.
Ya ya ya. Mungkin ada yang terluka.
Aku akan memeriksanya. / Li Xiuyuan...
Cepat! Li Xiuyuan datang.
Ayo cepat!
Ayo cepat!
Ucapkan dialogmu.
Aku harus ngomong apa Nona? / Katakan saja kau mau membunuhku!
Bunuh aku!
Harusnya kalian bilang "bunuh siluman".
Bunuh siluman.
Tidak.
Teruskan, jangan berhenti. Kamu sebagai Taoist!
Tidak.
Mohon, jangan bunuh aku.
Mohon, jangan bunuh aku.
Aku bukan siluman. / Bunuh siluman.
Siluman! Kau sendirian sekarang.
Kali ini kau tak bisa lolos.
Enyah kau ke neraka!
Bunuh siluman. / Mohon, jangan bunuh aku.
Biar aku saja, tunggu sebentar.
Tn. Taoist, dia tak mirip siluman.
Aku punya permohonan.
Karena kerja kita di bidang yang sama, demi Dewa ampunilah dia.
Kau pikir kau ini siapa? / Aku Li Xiuyuan dari Kuil Guoqing.
Jadi kamu ini Li Xiuyuan?
Tak pernah dengar namamu.
Dengar, karena bidang kita sama
begini, harusnya kau tak menginjak kakiku.
Kamu minggir! / Begini saja
aku bawa apel ini, penyembahan di Kuil Guoqing selama ribuan tahun.
Ini disucikan oleh Guru Liuzu.
Akan sedikit memberikan kekuatan luar biasa padamu.
Aku serahkan padamu hari ini.
Apel ini sudah kisut. Apa masih bisa dimakan?
Sungguh keras kepala.
Jika kau tak mau memakannya, taruh saja di rumah, bisa memberi keberkahan pada rumahmu.
Bawa saja.
Kau tahu tidak? Aku ini penerus ke-49 umat Maoshan.
Aku sangat bangga menerima sogokan ini.
Makhluk siluman! Pergilah ke neraka!
Lari!
Kejar dia!
Kenapa kalian berdiri saja? / Hey ganteng.
Bagini, kami ini tak dibayar untuk mengejarnya.
Kenapa kau mau repot?
Anu, uh, bagaimana?
Kau benar. Dia tak mebayarku untuk dilempari telur.
Dasar bodoh!
Mereka tak mengejar kita.
Kita lari tunggang langgang!
Kalau tidak bisa mati sekarang. Kau yakin kau ini Liu Xiuyuan?
Aku ragu.
Bagaimana kau kenal aku? / Karena guruku bilang kau orang paling usil di Desa Canglong.
Maksudku yang paling bisa membantu
di desa.
Jadi kurasa kau yang akan muncul dan menyelamatkan nyawaku.
Terima kasih Buddha, aku ternyata benar.
Kenapa mereka berniat membunuhmu?
Kau bukan siluman. / Aku memang siluman.
Tapi kau tahulah, ada siluman baik dan siluman jahat.
Kayaknya kau bukan yang jahat.
Kenapa kamu bisa seyakin itu?
Nona.
Boleh aku memanggilmu "sayang" mulai sekarang?
Tolong jangan panggil aku "sayang". / Sayang.
Karena kau telah menyelamatkan nyawaku, kalau begitu aku bisa jadi istrimu.
Amitabha.
Nona! Apa kau sudah tak waras?
Aku sekarang ini biksu.
Itu tak akan berhasil.
Apa kau jijik dengan penampilan dekilku?
Aku akan mandi, nanti segera kembali.
Aku bisa merasakannya. Jantungku berdegup kencang.
Jantungku berdegup kencang. Sebagian tubuhku kaku.
Sebagian tubuhku kaku. Aku belum pernah merasa begini.
Li Xiuyuan, tetapkan hatimu bila kau berniat menjadi seorang biksu.
Tahan dirimu.
Sebelum aku gundul sebagai biksu
akan kumanfaatkan kesempatan ini.
Dasar kau binatang.
Sungguh memalukan.
Isi adalah kosong, kosong adalah isi.
Mungkin aku lebih baik pergi diam-diam,
sebelum dia kembali.
Sayang, kau hendak kemana?
Sayang, bukalah bajumu.
Tidak! Jangan! Ini tak pantas.
Kenapa kau persulit diri sendiri? Oh apa karena kau tak bisa "tegak"?
Nona, jangan perlakukan kasar padaku.
Bukan karena aku impoten, ini cuma...
cuma... aku tak bisa saja!
Lalu apa bedanya? Dasar lemah! Aku pergi saja.
Tadinya aku mau sentuh sendiri.
Jaga mulutmu! / Apa yang kau lihat?
Jaga mulut kotormu!
Abaikan saja dia. Ayo kita lanjutkan.
Kau tak ingin orang lain meremehkanmu 'kan?
Anak pintar! Bukalah bajumu.
Jangan paksa aku.
Pergilah sebelum aku berbuat yang tidak-tidak.
Ayo coba saja.
Lakukanlah.
Isi adalah kosong, kosong adalah isi.
Dasar kau pengecut, jika aku dalam posisimu
aku pasti mau. / Kamu mau apa?
Kau sudah selesai.
Atas nama penonton yang banyak, tak seharusnya kau menghinaku seperti itu.
Dasar Kasim.
Amitabha!
Kau mengecewakan kami!
Berapa umurmu? Pantatmu harus dipukul!
Sayang tunggu.
Nona, hentikanlah.
Dengar! Aku sedang ada misi mencari Jago Pembersih.
Ini sangat penting. Ini perjalanan yang berbahaya.
Kembalilah saja ke tempat asalmu.
Tolong jangan ganggu aku. / Begini saja
katakan kalau kau punya tanda lahir naga.
Tidak, aku tak punya.
Bukalah bajumu biar aku bisa melihatnya.
(Membaca Mantra Zen)
Buka saja bajumu sendiri.
Kau sudah minta padanya berkali-kali.
Jangan ikut campur.
Kawan, caramu memang kejam!
Dia yang mau sendiri. / Maksudmu cara kalian terlalu kejam bagiku.
Dosa apa aku ini?
Jika kalian tak menghentikan ini,
dalam 4 jam, aku akan mimisan sampai mati!
mahsunmax.wordpress.com
Kau tak akan bisa lolos.
Akan kulaporkan kau pada kepala biara.
Bahwa kau telah tidur denganku, lalu mencampakkanku.
Terserah kau saja.
Kenapa kau penakut sekali untuk buka bajumu?
Kamu!
Yang dia maksud kamu.
Bukan aku.
Kalian semua! Berkumpullah ada pertunjukan.
Biksu ini tak bertanggung jawab!
Aku harus bagaimana ini?
Hajar dia.
Aku tak kenal dia.
Dasar brengsek.
Awas!
Ada yang terbang ke arah kita!
Apa tadi itu yang seperti kilat?
Karena memang itu Kuda Kilat.
Bukan, maksudku angin puyuh romantis tadi.
Tiba-tiba menerpaku.
Aku melihat cahaya pada dirimu.
Aku sungguh hanyut dalam cahaya itu.
Kurasa aku telah luluh padamu.
Merasakan detak jantungku.
Kawan, selamatkan aku dari lelucon ini.
Aku sedang ada misi penting.
Hey, bung. Kapan kau menuju kembali ke Desa Canlong?
Kau sungguh tak tahu aku menderita 'kan?
Jangan menghindariku! / Panggil aku kalau kau kembali ke desa.
Kau boleh menunggangi Kuda Kilat. Diskon 50% untuk boncengan.
Terima kasih, aku akan kembali setelah kutemukan Jago Pembersih.
Siapa Jago Pembersih itu, kenapa kau cari dia? Begini saja...
aku akan lihat tanda lahirmu, sebagai balasannya, akan kubantu carikan dia.
Hey hey hey, apa Jago Pembersih ini yang sedang kau cari?
Pameran Berburu Siluman?
Dimana ini? / Aku tahu tempatnya.
Dasar siluman tengkorak. Kau pikir aku akan terlena godaanmu?
Kalau bukan karena latihanku yang tekun, mungkin aku akan jadi santapanmu.
Dasar siluman tengkorank menjijikkan!
Dari langit ke langit, dari tanah ke tanah.
Tuan, Pabrik Berburu Siluman Jiangnan sudah ditutup.
Tuan, permisi.
Dimana letak stan Jago Pembersih?
Tuan, apa kau mau beli tas berburu siluman?
Tidak, terima kasih. / Aku tak tahu, terima kasih.
Mohon perhatiannya! Ini obat-oles dewa dari India.
Taraa... obat-oles dewa ajaib.
Ini luar biasa!
Semua pria di India memakai ini.
Tuan, kenapa kau tak beli saja beberapa botol?
Ayo naiki ini.
Akan terbang sebentar lagi. / Ya?
Wow, dia terbang!
Mohon perhatiannya sebentar!
Taraaa! Inilah siluman yang kutangkap dari neraka.
Kenapa dia hitam banget?
Karena, dia telah dibakar oleh api neraka,
bahkan ibunya sendiri tak bisa mengenalinya.
Bagus! Hebat!
Kau tak apa-apa?
Berapa rumah yang telah kau hancurkan bersama siluman anjing dan ayam?
Harusnya kalian dibakar di neraka!
Aku akan menghukum kalian demi kebaikan.
Menaruh kalian ke neraka.
Terkutuk kau siluman anjing!
Dan terkutuk kau siluman ayam!
Tak ada yang bisa lolos.
Semua akan mati sekarang.
Bunuh dia, bunuh dia!
Dimana Jago Pembersih.
Tuan, kau mencariku?
Mohon antri.
Siluman nafsu telah kusingkirkan,
mulai sekarang dia kebal terhadap godaan wanita.
Bagus! Terima kasih. / Afu?
Afu!
itu tak benar, apa guru yang menyuruhmu mencariku?
Tuan,
akulah Jago Pembersih.
Aku disangka si Afu, yang kau sebut itu apa nama anjingmu?
Afu, sudahlah jangan bercanda.
Dia bukan Afu, dia ini Jago Pembersih.
Dia Jago Pembersih!
Dialah yang mengobati suamiku.
Jago Pembersih.
Jago Pembersih, terima kasih telah menyelamatkan ayahku.
Gadis pintar. / Jika kau bukan Afu,
pasti kau punya tanda lahir macan.
Bagaimana kamu tahu tanda lahir di bokongku?
Apa dulu kita pernah...
Apa kau mau lihat tanda lahir lainnya?
Ayo kita cari kamar.
Berilah aku kepuasan.
Bagaimana denganku?
Siapa dia? / Aku tunangannya.
Baguslah... aku tak keberatan kok main bertiga.
Oh, sial!
Siluman bebek telah melarikan diri sama siluman ayam.
Minggir! Amitabha.
mahsunmax
Amitabha.
Kabar buruk!
Kabar buruk! Sumurnya Li dan Zhang juga menelan orang-orang.
Kamu yakin?
Xuyuan.
Guru. / Tutup semua sumur di desa ini bersama semua rekan muridmu.
Beritahu semua orang untuk menjauhi air
untuk sementara ini. / Siap!
Guru Xuanzhen,
siluman macam apa ini?
Xiuyuan, kumohon, temukanlah Jago Pembersih untuk kami.
Amitabha.
Ayo kita mulai.
Lepas celanamu.
Aku Jago Pembersih khusus menangani siluman-siluman seks.
Aku tahu ada sesuatu yang ingin kau utarakan, kau boleh jujur padaku.
Benar 'kan? / Tidak.
Aku cuma ingin lihat tanda lahirmu.
Kau tak mau buka baju di hadapanku 'kan?
Tak masalah. Aku senang bisa membantu, selama aku bisa menyembuhkanmu.
Bagus! Lebih baik kalian berdua telanjang.
Suamiku memang sakit parah.
Tapi dia enggan ke dokter.
Pendekar, mohon sembuhkan dia.
Bukan begitu...
Dokter punya hak menyembuhkan penyakitmu.
Tak usah menghindar! / Keluar!
Pacarmu baru saja pergi.
Langsung saja ke urusan kita.
[Bhs. Kanton] Menyingkir kau!
Mari kita mulai.
Keluar!
Jangan cemas.
Aku lihai pakai pisau.
Aduh! Kenapa bisa ada bercak darah? Ayolah!
Aku sudah bertemu ribuan pasien sepertimu.
Jika kau terus main-main, aku akan membuangnya.
Lihat 'kan? Akuilah, kau memang sakit parah!
Tolong! Kembalikan itu padaku.
Kau ini sebenarnya kenapa?
Kau punya masalah kemarahan.
Akui saja kau memang sakit parah! Aku akan menyembuhkanmu sekarang.
Kau tahu, 3 bulan lalu,
aku punya pasien. Bicara soal pasien, kau tahu,
aku memulai dari kepalanya.
Lalu ke kakinya. Itu sudah 1 paket.
Selalu percaya diri. Kakinya
sangat penting baginya untuk cari nafkah.
Karena kau tahu, dia itu kusir kereta.
Wow! Kau memang Jago Pembersih.
Kurasa aku sudah bilang begitu.
Kau saja yang ragu dengan identitasku.
Kau juga ragu dengan kesehatanmu.
Aduh, pacarmu ada di situ,
kayak ulat bulu saja.
Xiaojiu, ada apa?
Jangan pedulikan aku.
Aku ingin pulang.
Siapa yang berbuat ini padamu?
Apa yang telah kau perbuat hingga sampai begini? Akan kubalaskan!
Aku sungguh tak tahu.
Aku ingin pergi.
Ada apa?
Kau tak apa-apa?
Akhirnya, aku bisa pulang.
Guru! Li Xiuyuan memang punya tanda lahir naga.
Aku tak terkejut.
Dia sangat diperlukan untuk menyingkirkan raja siluman.
Selanjutnya kita harus bagaimana?
Ada sebuah Hotel Pembunuh searah jalan dia pulang.
Jangan biarkan dia mati di sana. / Aku bisa jamin.
Dia tak akan kehilangan nyawa bersamaku.
1 meja untuk 2 orang!
Tuan-tuan, silahkan lewat sini.
Whoa.
Tuangkan supnya!
Ini pertama kalinya aku melihat hotpot sebesar ini.
Astaga-naga. Kita harus ambil sendiri.
Tais-toi! Kau pesanlah.
Tuan-tuan!
Babi rebus yang spesial di rumah ini.
Kalian suka?
Maksudmu, hidangan termahal di penginapanmu?
Kami tak mau memakannya. Kami ini vegetarian.
Aku lebih suka terong goreng dan ketimun.
Terong goreng dan ketimun!
Ketimun timun! Terong Terong!
Ketimun timun! Terong Terong!
Ketimun timun! Terong Terong!
Ketimun timun!
Sungguh grup budaya yang mengesankan.
Mau pesan apa lagi?
Tolong, semangkok besar nasi! / Semangkok besar nasi membantu kami
bisa menghindari pertengkaran. / Kau yakin meninggalkan negri yang dijanjikan dengan perut kosong?
Negri yang dijanjikan? Apa kau anggap kami ini tak punya uang kesini?
Whoa!
Kau tak perlu membunuh demi pesanan yang lebih besar.
Grup budayamu cukup menghiburku.
Sekarang ini tengah malam, kedua tamu harus pergi!
Hey! Aku tadinya mau mandi.
Maaf soal itu Jago Pembersih. Tapi orang-orang bisa mati, kita harus cepat.
Apa pacarmu tak apa-apa?
Kau tak mengajak dia.
Dia bukan pacarku, jangan sebut dia pacarku.
Juga, kita akan memburu siluman.
Aku tak mau ada gadis menghalangi kita.
Kau cuma tak mau membahayakan dia.
Aku tahu kau suka membaca buku, kawan.
Kau ini sok tahu. Kami baru ketemu 1 jam lalu,
Bahkan sekarangpun aku tak ingat wajahnya. Jangan bilang-bilang sebenarnya dia itu siluman.
Guruku sangat benci siluman.
Dia juga menggodaku.
Sangat menjengkelkan, tahu? Ayo kita pergi.
Kau jangan membodohiku. Aku ini ahlinya.
Keahlianku mengatasi siluman nafsu.
Aku bisa lihat apa yang terjadi disana.
Ada apa? / Siluman kecilmu hilang.
Apa?
Ada disini.
Tak heran membuat perutku mual tiap kali menatap dia.
Apa ini perut?
Ini jantungmu!
Tak usah pura-pura.
Terserah kau sajalah.
Ayo, kita pergi.
Ada penginapan di sana.
Kita bisa manfaatkan layanannya.
Ya, baiklah.
Guru, semua sumur sudah ditutup rapat.
Tinggal ini terakhir yang belum ditutup.
Kenapa tak kita tutup saja sekarang?
Jangan dulu, sebelum aku periksa yang ada di dalamnya.
Kurasa itu bukan ide yang bagus.
Sebagai pelindung dunia ini,
kitalah yang terakhir yang tak takut apapun.
Guru.
Aku berkewajiban untuk berkorban demi kebaikan.
Turunkan!
Disinilah tempat tongkat itu tersimpan.
Amitabha.
Tongkat Kegelapan.
Tongkat Kegelapan.
Tongkat Kegelapan.
Tongkat Kegelapan.
Dekorasinya sangat kuno.
Memberiku perasaan dejavu yang aneh.
Bukan bercanda, ini auranya mengingatkan pada sesuatu.
Main full-house larut malam begini.
Kita pergi atau nunggu diusir
sebelum ini makin nostalgia.
Mungkin mau minum teh dulu?
Bagaimana. / Tak usah.
Dia menunjukkan keramahan yang bagus.
Silahkan ikuti aku.
Silahkan. / Jago Pembersih jangan buru-buru minum.
Silahkan duduk.
Kenapa orang itu duduk disitu?
Aku cuma tak ingin dia terjatuh.
Ini siluman.
Aku sudah memburu siluman macan ini selama 4 tahun.
Dia tak akan bisa lolos kali ini.
Aku jauh-jauh datang kesini.
Aku tak akan pergi dengan tangan kosong.
Ini macan pribumi.
Orang Jepang tak layak menangkapnya.
Kalian tak usah berdebat. Kita harusnya kerja sama sebagai tim,
memenangkan siluman macan. Gini, aku tak mau serakah.
Aku cuma akan mengambil bulunya. / Jantung macan buat aku.
Jujur saja, aku jauh-jauh kesini untuk mencari penis macan.
Bagian mana yang kau suka?
Tidak, terima kasih. Kami tak butuh.
Kami cuma lihat-lihat saja.
Para siluman sekalian.
Siluman macan ini, apa yang telah dia perbuat
hingga kalian perlakukan kejam begitu?
Apa kau ini besar dalam kotoran? Dasar tolol.
Apa kau punya ide bagus lagi?
Berapa banyak nyawa yang telah dia bunuh? / Seperti yang semua tahu,
manusia tak makan kotoran.
Kau tahu, orang tua kita bilang
kotoran tak dapat dimakan.
Bagaimanapun, memang memalukan kalau macan ini tak diajari orangtuanya
kalau kaum manuisa bukanlah sumber makanannya.
Yang harus kita lakukan adalah merubah dia menjadi vegetarian,
bukannya menguliti dia hidup-hidup,
ataupun mengeluarkan tulang-tulangnya.
Apa untungnya bagi kita jika kita melakukan itu?
Kau setuju denganku?
Terima kasih telah mengatakan itu.
Sangat menyentuh kalbu.
Kurasa kau ini orang yang baik.
Terima kasih. / Omong-omong,
dimana siluman macannya? / Kita sedang melihatnya.
Kau ngompol?
Kau takut? / Kau bercanda ya?
Aku melihat keimutan dalam dirimu sekilas aku melihatmu.
Kau akhirnya muncul juga.
Orang yang napasnya bau pantas merasakan ini.
Jago Pembersih, keluarkan kesaktianmu.
Jangan buru-buru.
Tunggu sebentar.
Bukankah kau menginginkan jantungku?
Kau mau kemana? Bukankah kau ingin buluku?
Tidak, aku tak butuh.
Kau bilang apa?
Tidak tidak tidak. / Orang mati tak butuh penisnya macan.
Amitabha. Amitabha.
Kau boleh ambil penis macan sekarang.
Kau boleh ambil bulu macan sekarang.
Apa lagi yang kalian mau?
Ambil saja.
Astaga-naga, itu sangat mengerikan.
Apa kau masih melihat keimutan dalam diriku?
Berhentilah main-main.
Gelang di lehermu mengatakan yang sebenarnya
kau bukanlah macan sama sekali. Kau cuma jatuh cinta dengan kucing yang berubah jadi macan.
Kau ingin tahu seperti apa kucing itu?
Ya 'kan? Cinta membuat orang gila. Kau harus akui itu.
Aku Jago Pembersih, khusus menangani siluman nafsu.
Aku mampu melihat siluman kecil dalam dirimu.
Kenapa dengan siluman kecilnya?
Berpindah kesini.
Kurasa agak kesasar.
Dia tak sepenuhnya masuk ke tubuh manusia.
Sebenarnya seekor ikan.
Ijinkan aku menyanyikan lagu untukmu.
Li Xiuyuan! / Xiaojiu!
Guruku kesini mencarimu. / Terima kasih.
Xiaojiu, tas siluman! / Ini.
Tidak, jangan!
Tn. Taoist, mohon ampuni dia.
Dia sudah mendapat pelajaran. Kumohon serahkan dia padaku.
Siapa kamu?
Kau boleh memanggilku Jago Sampah. Kedengarannya memang konyol.
Dia tak akan keluar membunuh orang
setelah kuselesaikan proses ini.
Lohan Pemburu-Macan datang ke bentuk akhir.
Jago Sampah, kau tak apa-apa?
Jago Sampah? Kau bicara denganku?
Boleh aku tahu nama panggilanmu saat ini, tuan?
Nama panggilan mentereng.
Kau boleh memanggilku Lohan Pemburu-Macan
Tn. Jago Macan.
Halo, suatu kehormatan bisa berkenalan denganmu.
Kuhargai jika kau lepaskan tanganmu.
Maaf, aku terbawa perasaan.
Hanya saja, banyak yang kualami akhir-akhir ini.
Aku mengalami gangguan.
Tapi tak apa.
Walau tadinya aku mencari Jago Sampah,
tapi bersamamu, juga tak apa-apa tanpa Jago Sampah.
Selama kau bisa ikut aku dan membunuh siluman di desa.
Membunuh siluman di desa?
Tuan, kau serius?
Aku baik-baik saja, saat ini. Tapi nanti tak bisa kujamin bisa menahan kebeletku.
Aku tak peduli walaupun kau Afu, ataupun Jago Sampah atau Penjinak Macan.
Kita tak punya waktu lagi.
Kenapa kita tak bicarakan saja masalah nama ini sambil jalan menuju desa.
Ayo ayo ayo! / Maaf, Tn. Li.
Aku melihat ketulusan di matamu.
Tapi aku diturunkan hanya untuk anak kecil nakal ini.
Aku tahu kita baru kenal, tapi aku tak bisa bicara banyak.
Tugasku memang untuk tutup mulut sebagai seorang dewa.
Aku akan... sampai ketemu lagi.
Da-dah. Naik!
Dia memang bukan seorang teman.
Tabahkan dirimu. Kita sudah punya pahlawan sejati disini.
Sini, kuperkenalkan
pada Taoist Baimei, guruku.
Dia seperti pemburu siluman terbaik di dunia.
Namaku Li Xiuyuan. Murid Guru Xuanzhen dari Kuil Guoqing.
Dalam misi ini guruku menyuruhku mencari Jago Sampah.
Dan kau tahu sendiri yang terjadi. / Aku telah mendengar soal malapetaka itu.
Kekuatan naga melebihi bayangan terliar kita.
Dewa biasa tak bisa menandinginya.
Seberapa tahukah kau tentang siluman ini?
Dia dulunya ular hitam kecil
setelah menelan tongkat kegelapan yang terlindung di bawah Kuil Guoqing,
dia berubah menjadi naga.
Sudah berhibernasi di bawah tanah selama lebih dari seribu tahun.
Akan ada pertumpahan darah pada malam bulan pernama.
Tuan, dengan kesaktianmu,
aku yakin kau bisa membantu kami. / Aku juga bukan tandingannya.
Pria inilah yang bisa memburunya.
Kau terbaik dari yang terbaik.
Siapa yang lebih sakti darimu?
Tapi pria ini secara alami terlahir sebagai pembunuh naga.
Ada tanda lahir naga pada dirinya.
Kamulah orangnya.
Kamu bercanda saja.
Kedengarannya mengada-ada. / Kunci menaklukkan siluman naga adalah mengeluarkan tongkat kegelapan dalam dirinya.
Orang yang sanggup mengeluarkan tongkat kegelapan ini,
hanyalah avatar Lohan Pemburu-Naga.
Tuan, kau bilang kalau
aku ini avatar Lohan Pemburu-Naga?
Hahaha!
Apa kau ini Pendongeng Terbaik Tahun ini?
Dan pada bab cerita ini, kutebak sekarang saatnyalah kau menyalurkan kesaktianmu padaku
yang membuatku menjadi pendekar tersakti,
dan aku akan menghajar si naga.
Li Xiuyuan, kau tak butuh kesaktian tambahan.
Aku tahu kedengarannya ini gila. Tapi memang begitulah seharusnya.
Pergilah ke gurumu.
Xiaojiu.
Tolong antar Li Xiuyuan kembali ke desa Canglong dan tawarkan bantuanmu.
Bawalah tongkat kegelapan padaku setelah kau berhasil mengeluarkannya.
Akan kuajarkan bagaimana menyegelnya.
Kau sungguh yakin akulah orangnya?
Guruku tak pernah salah menilai orang.
Dia sudah lama tahu kau memang ditakdirkan.
Itu sebabnya dia menyuruhku melihat apakah kau punya tanda lahir naga itu.
Dia juga menyuruhku menemanimu untuk melindungimu dari siluman.
Kau punya guru yang hebat.
Guruku berhati emas.
Dia menyelamatkanku dari pemburu siluman,
lalu mengajakku jadi muridnya.
Dia seperti satu-satunya keluargaku. Dia juga mengajariku rahasia jadi dewa.
Dia selalu ada untukku. Aku tak perlu melarikan diri lagi dari para pemburu siluman.
Aku tak punya teman. Kamulah yang pertama menganggapku sebagai teman.
Terima kasih.
Jadi, kau sungguh tak bermaksud...
Ketika kau bilang jatuh cinta
kau cuma ingin melihat tanda lahirku.
Kau memang Avatar Lohan Pemburu-Naga.
Bagaimana kalau kau melesat ke kahyangan menjadi dewa?
Kau pastinya putus pertemanan denganku.
Baguslah kalau begitu. Bisa menghemat nafasku untuk menolakmu.
Jangan khawatir, guruku bilang
setelah dia membunuh naga itu
aku akan memperoleh kekuatan dewaku. Kita berdua nanti akan jadi dewa.
Dewa tidak jatuh cinta.
Jadi, khawatir tidak?
Itu sempurna.
Omong-omong, apa kau pernah bilang
saat kau melihat cahaya bersinar dalam diriku?
Rubah mampu melihat pancaran cahaya dalam diri orang ketika bisa dekat dengan mereka.
Ini pertama kalinya aku bisa dekat dengan orang.
Sebenarnya aku melihat cahaya berbeda di dirimu.
Apa menyenangkan saat dilihat?
Lumayan.
Apa kau mau melihatnya lagi?
Tentu.
Ayo, demi pertemanan kita.
Ya, kenapa tidak?
Tanganku mati rasa.
Tanganmu bagaimana?
Aku baik-baik saja.
Kalian sudah pelukan sekitar 4 jam.
Kamu siapa?
Aku Dewa Bumi. / Bukannya kau ini kusir pedati?
Semua orang pernah menebus yang tergadai.
Kuda Kilatku
telah dimakan oleh siluman macan.
Sekarang aku harus jalan kaki.
Aku turut sedih mendengarnya.
Tadinya aku mengharapkan tumpangan gratis.
Kau harus kembali ke desa Canlong secepat mungkin.
Siluman naga semakin dekat.
Lebih baik kalian segera pergi.
Siluman naga segera datang.
Lebih baik kita segera pergi.
Amitabha. Buddha!
Selamatkanlah kami!
Guru, guru, aku kembali! / Dasar kau lamban! Kenapa kama sekali?
Akhirnya kau berhasil kembali.
Xiuyuan. / Guru! Kau selalu bilang pada kami harus tetap tenang.
Sekarang kenapa panik?
Dulu itu aku pura-pura.
Sebenarnya aku ini ketakutan.
Aku takut gelap saat tidur sendirian.
Aku ketakutan sampai ngompol. Bahkan aku takut makan sendirian.
Siapa gadis ini? Kenapa pulang sama gadis? Mana Afu?
Mana Afu? Afu, Afu! Dimana kamu?
Afu, aku sangat merindukanmu.
Afu, apa dia sudah memberimu peta?
Yang ada alamatnya Jago Sampah?
Mana Jago Sampahnya?
Ceritanya panjang. Untuk menjelaskannya
kurasa Jago Sampah awalnya adalah Afu. Lalu berubah, Afu bilang tadinya Jago Sampah.
Tapi setelah Jago Sampah mengalahkan siluman macan,
dia bilang bukan Jago Sampah. Dia kembali dengan kostum baru dan menyebut dirinya Lohan Pemburu-Macan.
Guru murid sama saja. Dasar kau ini pendusta.
Lalu mana si Lohan Pemburu-Macan itu?
Kembali ke kahyangan. / Kita harus bagaimana sekarang?
Jangan cemas. Xiaojiu adalah rekan yang paling bisa dipercaya.
Gurunya adalah yang paling sakti diantara para pemburu siluman.
Dimana gurunya? / Gurunya sudah dipesan.
Dia bilang aku telah ditakdirkan untuk menaklukkan siluman.
Siluman itu adalah naga.
Dan kebetulan aku adalah avatar Lohan Pemburu-Naga.
Apa kau ini sudah tak waras?
Aku kasih tahu ya,
dunia luar sana sekarang berbahaya. Kau telah dibohongi.
Apa mereka bilang padamu untuk mengirim uang di bank?
Apa mereka menjual jimat terlarang yang mahal padamu?
Sini, biar kulihat.
Tak adil bila mengatakan begitu. / Guru, tak apa jika kau tak percaya orang lain.
Tapi kau harus percaya padaku.
Lihat dirimu, bukankah kau mirip orang yang payah?
Tak ada orang yang percaya padamu.
Lihat! Tikusnya besar banget.
Sekarang kau percaya padaku?
Xiuyuan.
Bukan maksudku tak percaya padamu,
hanya saja, aku melihat ada sesuatu yang unik dalam dirimu.
Aku cuma tak mau kau dianiaya.
Baiklah, tuan Pemburu-Naga, Pendekar Pemburu-Naga.
Apapunlah, kembalilah padaku setelah kau menyingkirkan siluman naga.
Nanti kita bicara lagi! Semoga berhasil! Ayo kalahkan dia.
Hajar silumannya.
Mau kemana, guru?
Selamatkan dirimu.
Dengan senang hati, tuan Pemburu-Naga! Lakukanlah tugasmu.
Li Xiuyuan! Kau mampu melakukannya.
Kamu bisa. / Aku ingin percaya diri.
Tapi lihat makhluk itu.
Aku jadi ragu jika kamu tak PD, kita hanya bisa yakin pada diri sendiri.
Nona, cepat lari.
Guru.
Amitabha. / Guru, kau tak apa-apa?
Xiuyuan, aku tak apa-apa.
Aku takut sekali. Aku pingsan.
Guru. Xiaojiu, tolong jaga guruku.
Aku akan mengalihkan perhatiannya. / Baik, serahkan saja padaku.
Berhati-hatilah, Li Xiuyuan.
Aku pingsan lagi.
Aku disini, ayo bakar aku.
(Baca Mantra Zen)
Memang itu naganya!
Lebih baik mati saja.
Li Xiuyuan.
Lohan Pemburu-Naga berubah ke bentuk akhirnya...!
Akhir, bentuk akhir.
Li Xiuyuan!
Ah!
mahsunmax
Dimana aku ini?
Aku juga tak tahu. Aku tersesat.
Kurasa kita pernah bertemu sebelumnya.
Di mimpimu?
Kamu, kamu si ular hitam kecil.
Uh, aku ingin pulang.
Akan kuantar kamu pulang.
Tapi aku terjebak disini.
Tongkat kegelapan telah menyatu dalam tubuhku.
Inikah tongkat kegelapan?
Ya, aku sudah lama menunggumu.
Cepat keluarkan.
Aku tak bisa, kau akan mati jika kukeluarkan ini.
Aku memang harus mati, agar semua orang bisa hidup.
Guru Xiuyuan. Kaulah penyelamat kami.
Kau telah menyelamatkan kami. Kau telah menyelamatkan dunia.
Kami berhutang sujud padamu.
Mohon berdirilah, semuanya.
Guru, bisa kau ceritakan bagaimana kau bisa mengalahkan siluman naga?
Biar aku saja yang menjelaskan.
Seperti rutinitas siang hari, kami telah memberitahu dia untuk
mengorbankan sesuatu yang lebih besar dari kita
ketika kau dalam bahaya yakinlah untuk maju terus.
Xiuyuan akhirnya mendapatkan pencerahan.
Dia telah belajar pokok dari ideku. Dan itu sebabnya kenapa bisa atasi sendirian
menghadapi siluman naga.
Dia mengarah pada hidungnya naga,
dan mengutuk si naga sampai dia marah.
Lalu naga itu membuka mulutnya yang besar.
Dalam perutnya siluman naga
muridku ini bertarung dengan ruh naga.
Selama berhari-hari
hanya untuk memenangkan permainan. Tak ada yang bisa memenangkannya.
Apa kalian ingin tahu
bagaimana dia bisa menaklukkan naga itu?
Ya!
Tenang! Tenang! Biar kujelaskan rincinya.
Nyawanya terancam
muridku Xiuyuan
mengeluarkan sutra berlian yang aku berikan,
dan mulai merapalkan kitab suci.
Ruh siluman naga mulai tersiksa dari dalam
darah keluar dari 7 lubangnya
dan menguap.
Amitabha.
Katakan sesuatu, inilah giliranmu.
Guru, aku telah membunuh 1 nyawa.
Kau jangan sebut itu sebagai pembunuhan.
Dia itu siluman naga, dan kau adalah pahlawan.
Kau baru saja memusnahkan ancaman terbesar terhadap dunia.
Betul 'kan?
Ya.
Aku kasih tahu ya,
aku telah berusaha keras untuk menjadikan dia pahlawan.
Muridku. / Ada apa dengan Guru Xiuyuan?
Apa dia kelelahan? Apa dia mengalami trauma psikologis?
Kasihan si kecil Xiuyuan.
Aku ingin sekali menghiburnya.
Mari kita rayakan.
Xiuyuan.
Guru.
Ular hitam kecil, keliru memakan sesuatu
dan kerasukan siluman.
Dia sangatlah menderita, dan tak tahan menanggungnya.
Dia ingin aku mengakhiri hidupnya.
Xiuyuan, kau sudah bertindak benar.
Kenapa harus aku yang mengambil nyawanya?
Sebab kau ini avatarnya Lohan Pemburu-Naga.
Kau lakukan ini demi kebaikan.
Semua manusia diciptakan sederajat. Apa tak seharusnya kita tebus nyawa ular kecil itu sebagai balasannya?
Bagaimana kalau kita bicarakan ini nanti saja?
Kewajiban utama kita adalah melindungi tongkat kegelapan.
Aku sudah menyerahkannya pada Xiaojiu. / Kau apakan?
Tongkat kegelapan tak boleh keluar dari Kuil Guoqing, apa kau tak tahu?
Gurunya Xiaojiu bilang dia yang akan melindungi tongkat itu. / Ya ampun!
Patung emas Lohan Pemburu-Naga tersimpan disini.
Dan tongkat kegelapan tak boleh disimpan di tempat lain.
Sudah kuduga Raksasa Kegelapan akan bangkit dari neraka.
Apa jadinya jika tangannya menyentuh tongkat itu?
Tak bisa kubayangkan, banyak nyawa yang akan terbunuh.
Akan terjadi pertumpahan darah.
Guru, kenapa kau tak memberitahuku dari awal?
Aku akan mengambilnya lagi.
Kenapa tak aku saja?
Sial, mohon ampunilah dosaku.
Amitabha... Amitabha... Buddha memberkati.
Hahaha...
Sudah 3000 tahun
akhirnya aku mendapatkan kembali tongkatku.
Guru!
Xiaojiu
kesuksesan terbesar kita akan segera tiba.
Setelah kita membunuh Li Xiuyuan,
dan menghancurkan patung emas Lohan Pemburu-Naga,
kita akan mampu mengeluarkan kekuatan tongkat kegelapan ini.
Dan menjadi penguasa dunia dewa dan siluman.
Sampai akhirnya
kau akan dianugerahi gelar Dewa Penjaga,
satu-satunya bawahan penguasa, dan bisa memerintah semuanya.
Dan tak perlu lagi hidup dalam pelarian.
Hahaha...
Raksasa Kegelapan!
Kau adalah Raksasa Kegelapan!
Guru
selama ini ternyata tipuan.
Li Xiuyuan!
Xiaojiu!
Guruku ternyata Raksasa Kegelapan.
Dia akan membunuhmu, dan menghancurkan patung emas Lohan Pemburu-Naga.
Aku telah dikelabuinya.
Kita semua telah dibodohinya.
Xiaojiu!
Menurutmu kau bisa lolos?
Tenanglah.
Li Xiuyuan!
Sudah kuduga kau akan mengkhianatiku, dasar rubah jalang menjijikkan!
Kau korbankan semuanya cuma demi biksu rendahan ini.
Dasar murahan, bawalah patung emas dari Kuil Guoqing
untuk ditukar dengan rubah ini.
Malam ini, pengorbanan manusia besar-besaran akan diberikan oleh tongkat kegelapan ini.
Makin lambat kau membawa patung itu, makin banyak orang yang akan mati.
Hahaha!
Semoga diberkati... Semoga diberkati...
Guru! Guru!
Kenapa kau kemari? / Dimana patung emas itu?
Patung emas apa? Kamu ini bicara apa?
Guru, kau mengerti maksudku. Mana patung emasnya?
Akan kau apakan patung emas itu? / Guru, aku mohon.
Tolong, katakanlah! Dimana patung emas itu?
Patung emas itu tak boleh keluar dari Kuil Guoqing.
Guru.
Xiaojiu disandera oleh Raksasa Kegelapan,
akan kuberikan patung itu untuk ditukar dengannya.
Xiuyuan, beraninya kau lakukan ini hanya demi seorang wanita?
Baik, aku kasih tahu ya,
patung emas itu tersimpan dalam Buddha ini.
Jika kau bermaksud membahayakan semua orang hanya untuk menyelamatkan nyawa satu wanita
ambil saja dan pergilah.
Jangan panggil aku guru lagi!
Apa yang kau lakukan?
Xiuyuan, jangan!
Raksasa Kegelapan telah memanipulasimu untuk mendapatkan kembali tongkatnya,
dan menghancurkan patung emasmu sendiri.
Apa kau tak tahu itu?
Hahaha!
Lihat saja, apakah Buddha bisa menyelamatkan nyawa kalian?
Xiuyuan, jangan!
Patung emasmu akan hancur bila patung Buddha hancur.
Pergilah ke neraka!
Pengorbanan darah untuk tongkat ini.
Jangan! Jangan!
Guru.
Nyawa dibayar nyawa.
Aku tak mau membunuh 1 nyawa demi banyak nyawa.
Apa gunanya menyelamatkan dunia
jika aku tak bisa menyelamatkan 1 nyawa.
Hahaha!
Raksasa Kegelapan, hentikan!
Xiaojiu! Ini tengkorak patung yang kau inginkan!
Jangan!
Xiaojiu!
Hahaha!
Berubah ke bentuk akhir!
Awas!
Xiaojiu!
Hahaha!
Xiaojiu! Kau tak apa-apa?
Lohan Pemburu-Naga
jangan menangis.
Sungguh memalukan
bila kita tak menjadi teman abadi di kahyangan.
Tetaplah bersamaku, Xiaojiu! Kau akan baik-baik saja, Xiaojiu!
Xiaojiu! / Bisakah kau,
memperlihatkan padaku...
biar kulihat cahaya dirimu.
Xiaojiu!
Kalian bisa hidup bahagia selamanya! Di neraka!
Hahaha!
Bro, aku kembali!
Untuk itulah gunanya teman.
Akan kubalas kau bajingan!
Aku akan menghajarmu!
Tinju Pemburu-Macan.
Dewa Bumi, apa yang kau lakukan disini? / Aku baru sampai, semoga belum terlambat.
Aku tahu, mungkin ini usaha terakhir.
Apa itu?
Bunyikan belnya! Dentangan bel amat keras, merapalkan mantra suci,
langit atas bawah, dan neraka depan belakang.
Ayo kita kirim kembali dia ke neraka, dan menyegel tongkat kegelapan.
Belnya datang!
Belnya datang!
Xiuyuan! Aku telah menggunakan Chakraku.
Hahaha!
Grup orang-orang tolol. / Aku menutupi orang yang salah.
Sungguh konyol! Aku tak akan terjebak dalam bel.
Hwek! Kau cari-cari kesempatan.
Hebat! Kau mendapatkan ciuman pertamaku.
Sudah lupakan saja. Aku mau muntah!
Belnya mau pecah. Lindungi dengan Sutra-Berlian, brengsek!
Tampaknya aku hanya bisa menyegelnya dengan tubuhku sendiri.
Bro, akan kubantu!
Jangan lakukan, kau akan terjebak dalam dunia manusia selamanya.
Xiuyuan!
Jangan!
Aku sudah siap!
Ayo kita mulai.
Enyah kau ke neraka!
Amitabha.
Amitabha.
Guru!
Afu! / Guru!
Afu. / Guru, aku sudah cari kemana-mana tanpa bertemu tuanku.
Xiuyuan sudah kembali. / Apa dia sudah temukan Jago Sampah?
Mana silumannya?
Kau yakin kamu ini Afu? / Ini aku, guru.
Apa aku sduah gila? Bukankah Afitu itu Jago Sampah?
Dia menaklukkan macan.
Dia sebut dirinya Jago Sampah.
Dan setelah berganti kostum, dia menjadi Lohan Pemburu-Macan.
Xiuyuan kemudian kembali ke kota.
Dia adalah pemburu naga, setelah berganti kostum, dia menjadi Lohan Pemburu-Naga.
Mereka kerjasama dan mengalahkan Raksasa Kegelapan,
lalu naik ke kahyangan.
Sifu, kau tak waras?
Afu, kamu memang Afu 'kan? / Ya, guru.
Afu, aku senang kau kembali.
Aku sangat kesepian, kasihan diriku.
Pikiranku jadi kacau balau. / Sama saja kayak disini
saat perjalananku kembali. Aku melihat yang mirip dengan tuan-mudaku.
Tapi dia tak mengaku kalau dia tuan-muda.
Dimana dia? / Menunggu diluar.
Dia bilang kesini untuk mencarimu.
Ajak dia kesini.
Guru, aku ingin jadi biksu,
dan menyelamatkan dunia.
city of heroes, 19 Mei 2017 mahsunmax.wordpress.com
NO RESYNC / EDIT / RE-UPLOAD... mahsunmax.wordpress.com
NO DELETE CREDIT mahsunmax.wordpress.com
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.