All language subtitles for The King.Eternal Monarch.E03.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

DRAMA INI KARYA FIKSI TAK BERKAITAN

DENGAN TOKOH, PERISTIWA, ORGANISASI, ATAU LOKASI ASLI

EPISODE 3

SIN-JAE...

Dia seharusnya bilang kalau telat.

Kita jadi menunggu.

Bagian enak seperti sayap dan paha ayam

seharusnya dimakan saat masih renyah seperti sekarang.

Sin-jae, hari ini kau minum berdua dengan Eun-sup saja.

Ada hal yang harus aku urus.

Makan saja. Katanya dia tak bisa datang.

Tolong satu botol soju.

Sebentar.

Tae-eul menolak makan ayam dan bir?

Tumben sekali.

Sulit kupercaya.

Letnan Jeong Tae-eul.

Aku akan

menjadikanmu permaisuriku.

Barusan kau menjadi alasannya.

Alasan aku

harus tinggal di duniamu.

Apa? "Permaisuri"?

Kenapa?

Beberapa hari bersama, kau jadi sadar aku keren?

Sekarang kau benar-benar gila, 360 derajat.

Kalau yang kau maksud itu 360 derajat sudut putaran,

artinya di tempat semula.

Benar, kalau begitu seharusnya 180 derajat.

Jadi,

apa kau serius?

Barusan aku memercayakan dunia kepadamu.

Tidak ada yang lebih serius daripada itu.

Aku mendapatkan dunia.

Memang ini pembicaraan yang pas dilakukan

saat akan pergi makan ayam.

Kau mau mati?

Di antara banyak angka,

aku paling suka nol.

Dan kau punya karakter angka nol.

Begitu?

Siapa yang tahu?

Walaupun biasanya nol dikatakan tak punya arti,

sebenarnya nol punya kekuatan yang hebat.

Angka itu bisa membuat angka lain menjadi tak berarti.

Kekuatan di mata uang bukan angka di depan,

tapi jumlah angka nol di belakang.

Ada dua cara untuk mencari tahu

hasil akar di matematika.

Dengan pangkat, atau mengalikannya dengan nol.

Kau selalu sibuk dan tak peduli padaku.

Karenamu, aku tak punya kekuatan,

tapi tak apa-apa.

Karena kau jauh lebih keren dari yang aku pikir.

Dan kau sekarang ada di depanku,

aku yang terjebak di dalam akar.

Ini jawaban dari pertanyaanmu.

Kini kau percaya?

Percaya apa?

Apa kau akan terus menjawabku dengan jawaban aneh?

Kau benar-benar selamban

beruang.

Beruang?

Beruang?

Karena omonganku masuk akal, kau menyerangku?

Apa raja boleh menikah dengan sembarang beruang?

Kalau dengan beruang, mungkin tidak.

Kerajaan dan kabinet pasti menolak dengan keras.

Baiklah, ayo.

Ayo kita pergi.

Ayo pergi ke dunia paralelmu.

Aku akan ke sana dan katakan bahwa aku adalah ibu negara.

Ke arah mana harus pergi?

Cepat tunjukkan jalan.

Kenapa?

Ini bukan jalan ke duniamu?

Kalau harus ucapkan mantra, ucapkanlah.

Jangan malu.

Aku sedang cari pintu.

Tapi karena datang dengan tangan kosong, pintunya tak terbuka.

Seharusnya kita membawa hadiah, ya?

Kau mau mati?

Walau sulit dipercaya,

seharusnya di situ ada tugu setinggi pohon.

Ceritamu makin detail.

Maksudmu gapura batu seperti di kuil?

Benar. Tugu batas antara Tuhan dan manusia.

Terdengar suara seruling, petir dan kilat menyambar,

lalu muncul tugu besar.

Tapi sepertinya aku tak diizinkan menggunakan pintu itu hari ini.

Kau senggang? Bosan?

Kalau tak diizinkan, kenapa kita ke sini?

Memang harus dicek sesekali.

Untungnya kau mengajakku mengeceknya.

Apa yang kulakukan sehingga pantas menerima ini?

Kenapa kita membicarakan hal gila pada hari yang dingin ini?

Pak Kim Gae-ddong,

dengarkan baik-baik.

Besok hasil DNA akan keluar dari tim forensik.

Bagus jika kami menemukan kerabatmu,

tapi jika tidak,

aku hanya bisa membantumu sampai sini.

Dan jangan hubungi Eun-sup lagi. Mengerti?

Eun-sup juga setuju?

Dia berada di bawah negara. Dia tak punya kebebasan.

Apa DNA Eun-sup dan Yeong akan sama?

Bahkan anak kembar memiliki DNA yang berbeda.

Artinya, walaupun kau temukan kerabat berdasarkan DNA-ku,

mereka bukan keluargaku.

Kenapa kerabatmu bukan keluargamu?

Karena ayah dan ibuku sudah meninggal.

Tugas pertamaku sebagai raja

adalah melangsungkan pemakaman untuk ayahku.

Saat aku delapan tahun.

Itu sudah lama.

Ayo pergi.

Siapa nama orang itu?

Kau anak tunggal, tapi memanggilnya kakak.

Siapa namamu?

Kau bahkan tak tahu namamu. Kenapa tanya nama orang lain?

Aku tak bilang begitu.

Meskipun tahu, kau tak boleh panggil namaku.

Memang kau Kim So-wol?

Siapa dia?

Masih terus berpura-pura.

Karena aku tak akan katakan apa yang ada di pikiranku,

kau juga jangan usik hidupku.

Apa kakakmu itu sepenting hidupmu?

Tunggu.

Lima tiang dari taekwondo adalah

kesopanan, ketekunan, integritas, kontrol diri, dan kegigihan.

Untuk orang tanpa sabuk hitam, ada delapan rangkaian jurus Taeguk.

Untuk orang bersabuk hitam, jurusnya dari Goryeo sampai Ilyeo.

Memang kau pelatihnya?

Artinya, perjalanan pembelajaran taekwondo akan sangat panjang.

Tapi jangan khawatir.

Aku akan membantumu agar bisa sopan, tekun,

berintegritas, bisa mengontrol diri,

serta gigih sampai akhir.

- Sabuk hitam ini sungguhan? - Jangan bicara informal.

JEONG TAE-EUL.

Katanya kau sabar?

Dan juga jangan lengah.

Yang harus sabar itu bukan aku, tapi murid.

Kau buang-buang uang jika hanya ingin berbaring.

Bangun dan belajar dari cara jatuh.

Lewati saja itu.

Aku sudah sering terjatuh.

Untuk kedepannya, kau juga akan sering terjatuh.

Aku akan ajarkan cara terjatuh tanpa terluka.

Hei.

Jangan berprasangka buruk.

Wajahku memang begini, tapi aku bukan orang jahat.

Memang benar itu kau.

Kau tampan.

Kau tak punya identitas, 'kan?

Hei, kau.

Jangan sampai tendang orang.

Aku lihat di resumemu

bahwa seluruh keluargamu tinggal di Kanada.

Apa kau orang kaya?

Apa?

Aku...

dibesarkan tanpa kekurangan.

Jadi, kau tak akan punya masalah dengan uang.

Apa kau punya banyak teman?

Aku baru pindah dari Kanada.

Jadi, hanya ada satu teman TK yang sering kutemui.

Jadi, kau tak akan membocorkan rahasia.

Alasan aku menerimamu...

Apa?

Aku diterima?

Tiba-tiba?

Tidak tiba-tiba.

Ini sudah tahun keempat kau melamar kerja, dan selama itu aku memperhatikanmu.

Kau memperhatikanku?

Bagaimana?

Nona Jogon Jogon,

aku sudah baca cerita penggemarmu.

Aku bahagia di dunia yang kau buat.

Aku mengapresiasi kemampuanmu membuat sesuatu.

Jadi, aku ingin memberimu sebuah pekerjaan yang penting.

Apa kau bisa pakai After Effect dan Photoshop?

Luar biasa.

Maafkan aku.

Aku sudah menyiapkan tempatmu di Pers Istana.

Tolong buat cerita indah

dan tagar menyentuh seperti yang biasa kau buat.

KETAMPANAN BAGINDA TETAP TERLIHAT DARI BALIK TOPENG

Kepala Wanita Istana Noh bekerja keras.

Perdana Menteri,

apa kau orang yang tulus?

Ketulusan itu sebuah keistimewaan yang hanya dimiliki raja

karena dia tak perlu pedulikan tingkat kepuasan publik.

Tapi aku politikus.

Aku mewakili rakyat berterima kasih

karena kau bersukarela membayar pajak.

Karena aku yang politikus ini berusaha mempergunakan ketulusanmu.

Ya, aku dengar pemerintah membatalkan kenaikan gaji anggota Kongres.

Kau yakin bisa menang?

Apa aku jadi Joker di pertarungan ini?

Kau tak tahu kau kartu apa?

Kau adalah kartu raja.

Aku akan berusaha.

Perhatikan aku, Baginda.

Aku selalu memperhatikan.

Dia bilang akan memperhatikan, tapi dia kabur?

Apa?

Semua akan hadir di rapat hari ini?

Ya.

Karena masalahnya sangat penting,

semua anggota yang sedang bekerja di luar sudah kembali pagi ini.

Sudah aku katakan, mereka akan rajin jika diancam.

Ini kali pertama dalam tiga tahun kenaikan gaji dibahas

sejak diskusi di rapat kabinet terakhir.

Selama itu, harga-harga juga sudah naik,

dan sudah sewajarnya gaji naik karena itu.

Tapi kenapa malah dibatalkan?

Yang benar saja.

Bukankah kau anggota partai kami juga?

PM Koo.

Apa kau mencoba menggunakan uang hasil kerja keras kami

untuk mempertahankan tingkat kepuasan publik terhadap dirimu?

Aku tadinya tidak mau bicara begini.

Tidakkah kau merasa posisi itu terlalu tinggi untukmu?

Sejujurnya, kau bisa sampai di posisi itu

karena partai membuatkan citra baik untukmu.

Tapi, hanya riasanmu yang semakin tebal.

Pak, kalau posisi ini bisa didapat dengan berdandan dan berhias,

kau juga berhiaslah dan pakai celak.

PM Koo!

PARTAI COREA

Baginda mulai membayar pajak sejak tahun lalu.

Apa citra partai kita akan baik-baik saja?

"Ada perbedaan penghasilan yang signifikan

antara petinggi seperti politikus, dan rakyat biasa."

Banyak berita seperti itu.

Tentunya pembatalan ini tidak mengurangi perbedaan.

Tapi kita bisa tunjukkan

partai kita bergerak untuk kesejahteraan rakyat.

Jika tahu alasan tingkat kepuasan publik partai kita sangat rendah,

tolong beri tahu ke orang di sebelahmu.

Jangan hanya mengerti sendiri.

Lalu satu lagi.

Aku adalah PM Kerajaan Corea,

bukan perwakilan partai.

Mulutku...

Mulutku terasa segar.

Pak.

Kenapa?

Aku dengar dari Administrasi bahwa mereka menahan gaji Sin-jae lagi.

Lagi?

Kau tak bilang ke Sin-jae, 'kan?

Memangnya aku bodoh? Kalau mau bilang, aku sudah ke kantor.

- Untuk apa aku di depan kamar mandi? - Bagus.

Apa ibu Sin-jae masih berjudi?

Sangat keterlaluan.

Ibunya adalah orang yang selalu hidup mewah selama ini.

Jadi, dia tak tahu dunia luar.

Orang yang tak hidup mewah juga tahu judi itu seru.

Aku sangat kesal.

Kasihan Sin-jae.

Ini daftar toko barang tua di Eunpyeong, Seodaemun, dan Jung-gu.

Pagi ini aku ke Seongbuk, Dongdaemun, Seongdong-gu, tapi tak dapat apa-apa.

Sampai sekarang aku masih harus memeriksa toko barang tua.

Kapan kau akan rekrut orang baru?

Pagi ini.

Sekarang sudah sore.

Matahari sudah terbenam.

Maksudku, dia datang pagi-pagi. Jadi, aku masukkan dia ke Skuad Dua untuk...

Astaga.

Ada yang masuk membawa penjahat.

Apa dia anak baru kita?

Maskulin sekali.

Senang bertemu. Siapa namamu?

Ya!

Aku Jang Michael.

Kau duduk saja.

Jawab pertanyaan detektif itu dengan baik.

Dia detektifnya.

Halo.

Aku Jang Michael yang mulai hari ini bergabung dengan tim ini.

Aku sangat ingin mencoba menangkap dan memborgol penjahat.

Tak akan kuulang lagi.

Satu kali tak apa-apa.

Ada keinginan lain lagi?

Meski ada, jangan kau katakan.

Baik.

Tapi...

- siapa tadi namamu? - Jang Michael.

Itu nama baptisku. Panggil saja aku Jangmi.

Teman-temanku memanggilku begitu.

Jangmi, seperti "mawar"? Astaga.

Aku akan kirim buku panduan, berikan alamat surelmu.

Ya!

Rose93...

Maafkan aku.

R, O, S...

Kami bukan kaget karena kau berbahasa Inggris.

"Rose"?

Aku kaget karena tahun 93, bukan "rose".

Lanjutkanlah.

Ya!

Rose93@unicorn.net!

Aku akan bekerja dengan semangat dan rasa tanggung jawab!

Terimalah aku dengan baik!

Astaga, anak baru kita.

Semangat dan rasa tanggung jawab terlalu banyak.

Kita buang satu.

Kau juga akan kewalahan.

Fotokopi daftar ini, dan ikuti seniormu dengan semangat.

- Baik. - Bisa kendarai mobil manual, 'kan?

Maafkan aku.

Karena aku lahir tahun 1993...

Baiklah, aku yang kelahiran 1987 akan menyetir.

Aku yang kelahiran 1990 saja yang menyetir.

Linggis? Silakan cari.

Kalau kau lurus ke arah kanan, nanti ada besi tua.

Ada beberapa linggis di sana.

Kali ini senjatanya linggis?

Dunia ini sangat menyeramkan.

Kau beruntung.

Karena berat besi tuanya kurang, masih belum dijual.

Silakan cari.

Ayo.

Nona Jeong! Pak Kang!

Aku menemukannya! Sepertinya ini barangnya.

Benarkah?

Noda darah. Benar, 'kan?

Sepertinya benar.

Memang kau dukun?

Berikan ke tim forensik, dan selesaikan berdua.

Kenapa berdua? Harusnya bertiga.

Anak baru ini tahu apa?

Sama saja kau suruh aku melakukannya sendiri.

Baguslah kalau kau mengerti.

Semangat.

Kau mau ke mana? Terima uang suap?

Itu memang kebiasaan baik yang mulai menghilang.

Aku suka cara bercanda kalian.

"Bercanda"?

Kami tidak bercanda.

Kenapa?

Kau hanya bergantung pada gaji?

Bawa dia pergi.

Bawa dia pergi!

Dia percaya itu semua!

Harus aku ajarkan mulai dari mana?

Aku hanya memungutnya di jalan.

Tak ada yang lihat.

Biasanya uang yang dipungut harus diserahkan ke polisi.

Detektif Kang,

tolong cari pemiliknya.

Apa kau pemiliknya?

Beberapa hari ini aku memeriksa latar belakangmu.

Keluargamu kaya, lalu bangkrut saat kelas tiga SMP.

Dan sekarang utangmu sangat banyak.

Ya. Aku dulu tinggal di Pyeongchang-dong.

Kenapa? Iri?

Tentunya.

Aku dulu tinggal di penjara.

Tapi sekarang aku lebih baik.

Apa yang lebih baik?

Apa rumahmu milikmu?

Kalau benar, aku sangat iri. Aku mengontrak.

Aku sangat penasaran.

Kenapa kau hidup dengan jujur?

Kau sangat penasaran, ya?

Aku tak hidup dengan jujur.

Seseorang bilang aku harus jadi orang yang berdiri di ujung kejahatan.

Jadi, aku hidup begini. Kenapa?

Astaga.

Aku tersentuh.

Maka, kau harus hasilkan banyak uang.

Negara tak memberimu sebanyak ini, 'kan?

Kau tak perlu melakukan apa-apa.

Hanya beri tahu sebelum ada penggerebekan,

memberi keringanan kalau tertangkap.

Kalau begitu...

Bolehkah pegawai negeri menghajar rakyat?

Kau tak tahu situasi zaman sekarang?

Laporkan saja. Aku sudah bergabung sejak lama.

- Dasar... - Sudahlah, biarkan saja.

Tenangkan dirimu...

Dasar berengsek. Kau pilih orang yang salah.

Kau harus ada di sini saat penggerebekan.

Aku pasti akan menangkapmu.

Biarkan aku naik pangkat berkatmu.

- Taekwon! - Taekwon!

- Taekwondo! Konsentrasi! - Taekwondo! Konsentrasi!

Semuanya tenang. Aku akan mengabsen.

Yang Seo-jun.

- Hadir! - Hadir!

Jeong Si-ho.

- Hadir! - Hadir!

Jawab pertanyaan dengan sopan dan satu kali saja.

Batu, kertas, gunting.

Jeong Ha-yun.

- Hadir! - Hadir!

Jeong Ji-min.

- Hadir! - Hadir!

Batu, kertas, gunting.

Lima tiang taekwondo adalah kesopanan, ketekunan, integritas...

Anak-anak!

Kalian tak bisa tenang?

Pelatih kalian sedang bicara!

Apa tak bisa dengar?

Kenapa menangis?

Jangan menangis!

Berhenti!

Sin-jae.

Kau...

Berhenti jadi pelatih mulai hari ini.

- Kenapa? - Anak-anak takut kepadamu.

Mereka semua senang saat pulang dan tak akan datang lagi.

Anak-anak zaman sekarang tak punya ketekunan.

Ketekunan? Kau!

Kau yang seharusnya tekun!

Astaga.

Kau tak bisa begini kepadaku.

Kau terima uangku dan bilang akan menghentikanku jadi preman.

Kalau kau usir aku sekarang, bagaimana aku bisa hidup?

Aku hanya bisa jadi preman.

Kalau aku jadi preman, aku akan memerasmu untuk harga jaga gedung.

Jadi, pikirkan lagi.

Seharusnya kau bicara seperti itu ke anak-anak.

Aku akan berusaha.

Aku juga bisa mengajarkan kebaikan.

Aku akan suruh orang lain untuk itu.

Kau lakukan yang lain.

Bukan jadi orang yang mengajarkan kebaikan,

tapi orang yang berdiri di ujung kejahatan.

KUMPULAN SOAL TES KEPOLISIAN

Aku sudah berikan senjatanya kepada tim forensik.

Sangat mendebarkan.

Ada telepon dari tim forensik.

- Kau tinggalkan ponselmu. - Benarkah?

Aku baru beli itu kemarin.

Astaga, Jangmi.

Bisa kau lakukan yang aku suruh?

Yang kau lakukan

adalah hal terpenting sebagai anak baru tim ini.

Apa ada kasus?

Kalau kau tak bisa, ini jadi kasus.

Bereskan semua bon dan kerjakan laporan kerja.

Uang lembur senior-seniormu berada di tanganmu.

Jadi, kerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Lakukan.

Baik!

Kau harus pakai pulpen hitam, Jangmi.

Hitam!

Halo, Divisi Kejahatan Kekerasan Skuad Tiga, Letnan Jeong Tae-eul.

Ini aku. Kau belum pulang?

Untunglah.

Kim Gae-ddong?

Pantas saja telepon genggamku sepi.

Namun, bagaimana kau tahu nomor ekstensiku?

Dari Eun-sup.

- Jangmi! - Ya?

Bawa Jo Eun-sup ke sini.

Borgol tangannya. Kalau melawan, pukul saja.

- Eun-sup. - Sudah hancur.

Bagaimana bisa orang begitu.

Jangan bicara denganku.

Aku tak mau berurusan lagi denganmu.

Enak sekali.

Sebenarnya,

kau bilang apa sampai aku diborgol?

Aku hanya berkata satu hal. "Eun-sup."

Aku sudah bilang itu rahasia.

Bagaimana kau hidup dengan mulut murah itu?

Mungkin kau tak tahu,

tapi tak ada yang murah pada diriku.

Sebagai permintaan maaf,

kau akan kujadikan kepala pengawal istana di dunia ini.

Mulai kini, kau adalah Pedang Abadi. Itu sebuah kehormatan.

- Dasar gila. - "Gila"?

Kau harus ikut bersamaku ke duniaku.

Kau akan dipenggal.

Baiklah.

Karena aku tak punya leher, aku tak bisa beri salam.

Yeong.

Kepala Wanita Istana Noh.

Karena Baginda tak muncul ke publik,

banyak rumor bahwa dia sakit.

Kalau terus begini, artikel spekulatif akan muncul.

Kita dalam masalah sekarang.

Dia tak keluar dari ruang kerja, dan melarang orang lain masuk.

Aku benar-benar khawatir.

Ada jalan keluar.

Saat seperti ini, kita harus mengikuti ombak.

Di mana Jo Yeong, Kepala Pengawal Istana?

Sedang apa di sini?

Bekerja.

Berikan ponselmu kepadaku.

Kepala Wanita Istana bilang kau harus bekerja sama denganku, 'kan?

Apa kau pakai media sosial?

Tidak.

Aku sudah tahu. Siapa tahu kau punya akun rahasia.

Aku lihat galerimu, ya.

Apa kau bertukar ponsel dengan ayahmu?

Itu ponselku.

Aku sudah tahu. Hanya bercanda.

Keren.

Aku akan pakai foto ini.

BUSAN, IBU KOTA BUDAYA

- Akun resmi Jo Yeong? - Jangan menirunya.

Pasangan Gon Jo kini resmi.

- Aku pikir tak akan pernah ada. - Oppa, aku mencintaimu. Bahasa Inggris.

GERBANG UTAMA ISTANA HAEUNGUNG

JEONG TAE-EUL BADAN KEPOLISIAN NASIONAL

Periksa semua tentang dia.

Tentunya secara rahasia.

Apa ini

wanita di tanda pengenal yang dimiliki Baginda?

Bagaimana kau tahu ini?

Baginda suruh aku periksa ini tiga tahun lalu.

Aku sudah mencari di semua basis data, tapi tak ada.

Seperti yang kau lihat, ada yang aneh dengan tanggalnya.

Bisa saja itu tanda pengenal palsu.

Astaga, kepalaku.

Astaga, hatiku.

Dia tetap mencarinya

walaupun sudah aku larang.

Apa mungkin wanita yang Baginda cari

adalah dia?

Tak mungkin tak ada data sama sekali.

Tidak ada catatan imigrasi juga.

Tenang saja.

Wanita ini bukan tipe Baginda.

Mereka takkan akur.

Lihat saja, dia pasti bukan orang sains.

Bagaimana denganmu?

Kau tahu tipe kesukaanmu?

Astaga, kepalaku.

Astaga, hatiku.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

SIN-JAE

Detektif Jeong.

Hai, Yun Sun-kyeong. Hasil DNA sudah keluar?

Ya.

Tapi tak ada yang cocok, bahkan di basis data orang hilang.

Apa? Tak ada?

- Kau yakin? - Ya.

Katanya dia juga tak punya identitas?

Aku baru kali ini lihat orang yang tak punya informasi.

Tunggu sebentar.

Halo, aku Letnan Jeong Tae-eul.

Halo. Aku dari Otoritas Balap Kuda Korea.

Ini tentang dokumen yang kau kirim.

Bisakah aku melihat kuda itu secara langsung?

Jadi, apa benar itu kuda curian?

Sama sekali bukan. Itu bukan kuda curian.

Itu jenis kuda berdarah Spanyol yang sangat berharga,

dan tak ada di dalam negeri.

Kami juga penasaran kenapa kuda ini bisa ada di sini.

Halo? Letnan Jeong Tae-eul?

Ayo minum dulu baru bicara.

Aku perlu alkohol.

Kau perlu alkohol, tapi kenapa mencampur dua jenis alkohol?

Ini bukan mencampur, tapi meracik.

Baru lihat racikan soju dan bir?

Kenapa?

Kudamu berdarah Spanyol, tapi kau tak tahu hal macam ini?

Di duniamu tak ada soju dan bir?

- Ada. - Tapi kenapa tak diracik?

Kau tak tahu MSD?

Kau tahu MSD?

Itu surga duniaku.

Making.

Shaking.

Drinking.

Minum sampai habis.

Kenapa tertawa?

Karena MSD kau dan aku sangat berbeda.

Dan aku bilang sekali lagi,

aku tak minum apa pun yang belum dites.

Jadi, kau sungguh datang dari dunia lain?

Aku sudah sering bilang.

Siapa saja yang bisa lewat pintu itu?

Ini masih perkiraanku,

tapi mungkin ada orang lain yang menggunakannya.

Siapa dia?

Aku hanya bisa bilang kalau kau jadi anggota kerajaanku.

Jangan mengarang!

Kau harus tahu ini.

Kalau aku mengarang,

hal itu jadi hukum.

Kau juga harus tahu ini.

Kalau aku pukul kau,

kau akan benjol.

- Kau memang orang budaya. - Memang.

Biasanya orang budaya berkhayal,

dan orang sains mempraktikkannya.

Tapi sepertinya kau tak bisa dua-duanya.

Kau bilang itu dunia paralel?

Tapi kenapa ibu kotanya Busan?

Busan adalah ibu kota budaya.

Pemerintah pusat di Seoul.

Itu ibu kota politik. Pyeongyang adalah ibu kota ekonomi.

Di sini ada Korea Selatan dan Korea Utara.

Di dunia kami, daerah selatan dan utara.

Raja dan permaisuri tinggal di istana utama di Busan.

- Siapa tahu kau penasaran. - Tidak masuk akal.

Kenapa raja ada di Busan, bukan di Seoul?

Tapi aku tak penasaran.

Sejak 1592, kami berkonflik politik dengan Jepang.

Kami selalu bersiap perang.

Lalu kakekku, Raja Hae-jong,

mendeklarasikan monarki konstitusional tahun 1945.

Parlemen tetap di Seoul, dan istana dipindahkan ke Busan.

Pindahnya ibu kota bermaksud

agar kerajaan adalah yang paling dulu menghadapi perang.

Karena itu

di duniaku, patung Laksamana Yi Sun-Sin ada di Busan.

Patung itu memiliki arti bahwa

tak ada yang bisa masuk atau menyerang Kerajaan Corea.

Kau menulis lagi?

Kurasa kau tak dapat apa-apa dari hasil DNA-ku.

Tapi kau juga tak bisa percaya aku.

Benar, 'kan?

Jadi, menurutmu aku ini apa?

Kau tahu tak ada informasiku di dunia ini.

Aku harap bumimu

segera menjadi bundar.

Aku ke toilet dan membayar dulu. Kau keluar duluan saja.

Kenapa harganya...

Pantas saja

harganya lebih mahal.

Kapan kau pesan ini?

Sebelum kau datang, pekerja di sini

tanya apa ada lagi yang aku butuh. Aku jawab ada.

Hampir saja aku percaya kau.

Apa? Kau raja? Ibu kota?

Aku benar-benar sial.

Tak ada kesempatan lain lagi untukmu.

Aku merindukanmu selama 25 tahun...

- Diamlah! - Kau dipenggal kalau potong omonganku.

Kau sangat egois!

Pergilah dan tulis novelmu.

Astaga.

Kenapa ikuti aku?

Aku tak ikuti kau.

Aku mau ucapkan selamat malam kepada Maximus.

Tapi kenapa dia tak makan wortel yang kuberi?

Apa kuda bangsawan hanya makan yang baru dicabut?

Wortelnya sudah dites?

Kenapa kau tak makan wortel itu?

Nanti kau harus makan.

Walaupun tak suka, gigit saja.

Ini perintah raja.

Kenapa?

Kenapa aku selalu melihat ini?

Ya.

Pangeran Buyeong yang autopsi dia.

Sidik jari dan DNA-nya sama dengan Lee Lim.

Aku tahu. Tapi...

Mayat ini memang Lee Lim,

tapi seperti menandakan ini bukan Lee Lim.

Biasanya untuk memahami sebuah kejadian,

sangat diperlukan matematika dan sains.

Contohnya, tanda tambah tak memiliki arti sendiri.

Konsepnya adalah menambahkan angka yang mengikutinya.

Jadi, bisa saja

mayat yang dikira Lee Lim ini hanya mayat yang digunakan

untuk menandakan dia sudah meninggal.

Tapi kalau begitu ada masalah lain.

Mayat apa ini,

dan kenapa dia punya DNA yang sama?

Sebenarnya apa yang ditambah

oleh Lee Lim?

Di mana kau?

Sebenarnya apa

yang kau tambah, Baginda?

Aku bilang pura-pura saja.

Jangan benar-benar berjualan.

Hati-hati dengan ucapanmu.

Anak-anak bisa dengar.

Anak-anak,

minggir. Itu tempatku.

Konon jika duduk di sini, kau bisa jadi PM.

Aku berhasil karena itu aku.

Aku sudah pernah ke istana.

Wanita ini sering ke istana.

Dia pacar Baginda.

Benar, 'kan?

Kau boleh di sini. Kau pulang.

Berhenti menjaga anak-anak. Ibu menjaga anak sekampung.

Astaga.

Main di sini dulu, dan pulang saat ibumu datang. Tak apa-apa.

- Ya. - Ya.

Ibu, aku mau sup ikan pollack.

Yang pedas.

Apa orang-orang lain di luar juga akan makan?

Hanya Sekretaris Kim.

Tim keamanan akan makan bergantian. Tak usah dipikirkan.

Apa itu?

Ada tamu yang meninggalkannya. Siapa tahu dia mencarinya.

Tidur saja dulu, akan ibu bangunkan.

Baik.

PAMERAN ARTEFAK KERAJAAN COREA

Aku harap bumimu

segera menjadi bundar.

Kenapa ini?

Bensinnya penuh.

Benar, harus dimatikan dulu.

Sebentar.

Ini Akademi Taekwondo Pahlawan.

Halo?

Apa ini Tae-eul?

Kenapa...

Kenapa Kim Gae-ddong yang jawab...

Apa?

Kau menutup teleponku?

Kau juga sering begitu.

Jangan coba-coba.

Kenapa kau ada di sana?

Semenjak aku datang ke dunia ini, aku selalu di sini.

Kau saja yang tak tahu.

Tolong panggil ayahku.

Ayahmu sedang ada tamu.

Ayahmu membuatkan kopi dan mengetesnya untukku. Baik sekali.

Ada pesan? Biar kusampaikan.

Begini...

aku di depan swalayan.

Tapi mobilku mogok.

Aku mau minta tolong jaga mobil sampai montir datang.

Aku bisa pergi naik taksi.

Bagaimana keadaan mobilmu?

Memang kalau aku beri tahu kau...

bisa jadi tahu.

Kau orang sains, 'kan?

Apa yang harus aku lakukan?

Jawab pertanyaanku.

- Baik. - Kau sudah ganti oli?

- Tentu. - Saringan bensin?

Kau harus menggantinya tiap 20.000 km.

Apa itu?

- Benda apa yang kau bawa? - Sebentar.

Air putih,

tisu basah,

makanan kering, dan ikat rambut.

Pertama, ambil air dan ikat rambut.

Sudah. Lalu?

Ikat rambutmu dan buka kap mobil.

- Lalu... - Ya?

Tunggu aku sambil minum air. Aku ke sana.

Kau mau mati?

Biasanya mobil berhenti untuk melindungi mesinnya.

Artinya tak ada yang bisa kau lakukan. Aku tak akan lama.

Tunggu.

Montirnya akan datang sepuluh menit lagi.

Tolong jaga mobilku.

Jangan pegang apa-apa.

Kau...

Rasanya seperti...

Meninggalkan anakku dalam bahaya.

Tolong jaga dia seperti pejabat Peringkat Tujuh Senior-mu.

Benda ini pejabat Peringkat Lima Senior-ku. Mengerti?

Barusan, waktu berhenti.

Kau menyadarinya?

Kenapa berhenti?

- Kau mau jadi lebih aneh lagi? - Hanya aku yang tak berhenti.

Kenapa kau tidak?

Mungkin ini efek samping melewati gerbang.

Tapi,

berkat itu

aku melihat sisi cantikmu.

Baiklah. Lihat terus,

dan lihat mobilku juga.

Aku pergi.

Sekarang, aku jadi memiliki mobil.

TOKO BUKU EOSU

RAJA MENINGGALKAN ISTANA

Yang Mulia.

Sudah lama tak ke sini.

Karena dunia sangat tenang hingga memuakkan,

aku sampai tak tahu waktu berlalu.

Sepertinya sangat banyak tamu yang datang.

Ya. Pada tanggal yang ditentukan, semuanya datang sesuai rencana.

Hari itu...

saat aku memastikan Manpasikjeok adalah kuncinya,

seharusnya aku sadar.

Separuh Manpasikjeok itu ada di tangan Lee Lim,

dan bisa saja dia masih hidup.

Mungkin dia juga sudah datang di dua dunia.

Aku seharusnya tahu

sebelum melihat kecantikan yang kucari.

Manpasikjeok adalah kunci

sekaligus gembok.

Apa kabar kalian?

- Yang Mulia. - Yang Mulia.

Perhatian!

Akhirnya hasil dari tim Forensik keluar.

Darah korban dan tersangka ditemukan di linggisnya.

Tutup kasus Kim Bok-man dengan ini.

Sin-jae, tulis laporan hasil pemeriksaan.

Kerja bagus.

Bagus.

Terima kasih.

"Kerja bagus"? Itu saja?

- Ayo makan-makan hari ini. - Astaga.

Tapi Pak...

- Apa lagi? - Apa lagi?

Kim Bok-man bersumpah itu bukan dia,

tapi semua bukti muncul dengan sempurna. Bukan begitu?

Semua tersangka bilang, "bukan aku,"

tapi dia pelakunya.

Semuanya berkata begitu setelah membunuh.

- Senjatanya ada, motif pembunuhan jelas, - Benar.

dan korban ada di bagasi tersangka.

Mana dari tiga itu yang mengusikmu?

Aku tak bilang ada sesuatu yang spesifik.

Sepertinya ada yang mengatur ini semua.

Astaga.

Kenapa lihat aku? Dia melihatku.

Halo, Kang Sin-jae tahun 2019.

Apa di sana begini juga?

Padahal belum yakin, tapi sudah merayakannya?

Setidaknya sudah 20 tahun berlalu. Pasti ada yang berubah, 'kan?

Itu Cho Jin-woong dari Signal!

Dia bicara aneh, dan anak itu ikut-ikutan.

Kau ini!

Kau...

Kerja bagus.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Istri korban tak menjawab.

Dia menghindari penagih utang.

Mau teruskan kasus ini?

Kim Bok-man memang sampah.

Kita bisa penjarakan dia lebih lama. Untuk apa repot-repot?

Apa polisi pantas bicara begitu?

Kau juga sudah datang di sini.

Kita pastikan dia tak asal dituduh.

Aku datang agar kau merasa adil.

Kalau mau terus, percaya bukti yang ada.

Kalau benar ada yang mengatur, pasti ada bukti pada bukti.

Aku ragu akan ada sesuatu, tapi kuambil ini untuk jaga-jaga.

Coba periksa.

Kang Sin-jae tahun 2019.

Hei, Kang Sin-jae dari Kelas 11-3, Absen 5!

Ada apa hari ini?

Banyak kenangan yang datang.

Sudah lama sekali.

Mungkin sudah tiga tahun.

Kenapa kau di sini?

Gurumu di sekolah?

Bukan, teman sekolah.

Pergi duluan saja. Dia bisa saja membunuhku.

Aku memenjarakan dia tiga tahun lalu.

Sepertinya kau sangat sukses setelah bebas.

Anak buahnya banyak.

Benar juga. Aku hanya punya kau.

Kadang aku berpikir seharusnya tetap di jalan itu.

Percaya padaku.

Kau sekarang Skuad Tiga Divisi Kejahatan Kekerasan.

Halo, Semua.

Kenapa kalian menyeberang sembarangan?

Pacarmu?

Kau juga polisi.

Aku berpikir untuk mengganti pekerjaanku

karena takut kepada polisi wanita.

Apa aku jadi ayah rumah tangga saja?

Kalian berdua berani sekali kemari.

Bertiga.

Bagaimana kau datang ke sini?

Naik mobil. Pejabat Peringkat Lima Senior-mu.

- Mobilmu kencang. - Apa?

Nanti kita bicara lagi.

Jadi, bagaimana kau mau melakukannya?

Kalian bertiga satu tim?

Aku hanya melihat.

Otoritas pemerintah bisa menanganinya.

Membingungkan saja.

Hei, hancurkan Kang Sin-jae, absen 5 dari Kelas 11-3.

Dia banyak utang.

Kenapa kau menjadi polisi?

Menjadi polisi itu berbahaya.

Karena tak semua orang bisa menjadi berani,

aku putuskan untuk memberanikan diri.

Tangkap dia!

Berhentilah.

Aku sangat tidak suka

disentuh orang lain.

Sudah kubilang, 'kan? Aku sering olahraga.

- Untung aku bisa membuktikannya. - Kau bercanda?

Kau gila. Kau menyetir? Memang kau punya SIM?

Raja tak punya SIM.

- Karena aku yang menerbitkan... - Dasar gila.

Bagaimana kau tahu aku di sini?

Saat aku ke kantor polisi,

mereka bilang kau sedang keluar. Lalu aku lihat di GPS,

tempat ini dicari beberapa kali. Jadi, aku ke sini.

Syukurlah kita bertemu di sini.

Hampir saja aku ke gedung forensik.

Kami di sini.

Aku asal membeli. Ayo makan sambil obati luka.

Kita bertemu lagi.

Kau baik-baik saja? Kau sepertinya banyak dipukuli.

Kenapa kau di sini? Sepertinya tadi gengmu.

Kalian kenapa?

Ayo makan dulu.

Kenapa kau beli asal-asalan?

Saat ini juga ada perban yang tahan air.

Itu mahal.

Dan kenapa kau hanya beli satu?

Bagian yang besar untukku, ya?

Kau harus bagi itu dengan adil.

Kau seharusnya beli dua. Ada dua orang, 'kan?

Bertiga.

- Aku bayar dulu. - Aku yang bayar. Tunggu di luar.

Tunggu.

Aku yang bayar.

Aku yang harusnya melakukan itu.

Kau selalu membuatku tertawa.

Dia pasti tak punya dendam.

Dia selalu katakan yang dia mau.

Aku keluar duluan. Ayo. Di mana kau parkir?

Kau ke kantor. Dan kau tunggu.

Kau ikut denganku.

Kau menikmatinya?

Ayo cepat keluar.

Hari ini pulang terlambat lagi?

Kenapa tanya?

Aku mau beri salam.

Aku mungkin harus menunggumu.

Kau mau ke mana?

Ke duniaku.

Aku raja negaraku. Aku sudah terlalu lama membiarkan istana kosong.

Tadi kau hanya makan es krim itu berdua.

Katamu rumahmu di dunia paralel?

Bicaramu seperti akan pergi ke lingkungan lain.

Sekarang sudah ingat mantranya?

Aku bukannya tak tahu cara pulang.

Aku hanya tak mau.

Baiklah. Hati-hati. Aku sudah terlambat.

Aku akan membayarmu lain kali. Dah.

Itu kudamu, 'kan?

Di mana kau buat pelana ini?

Berikan nomornya.

Pertanyaan baru.

Kenapa? Keren?

Beri tahu aku.

Aku tak tahu. Tak pernah penasaran.

Walaupun tahu, kau tak bisa ke sana.

Jangan bicara aneh.

Logo apa ini?

Aku bertanya karena pernah melihatnya.

- Di mana? - Jawab yang benar.

Yang jelas aku tak lihat di pesta.

Di mana pun melihatnya, kau pasti keliru.

Logo itu tak ada di sini,

tapi ada di dunia lain bernama Kerajaan Corea.

Benarkah?

Lalu bagaimana kau tahu?

Karena aku Raja Kerajaan Corea.

Dia juga orang budaya.

Berapa lama identifikasi ini?

Ini penting.

Sangat penting.

Di sini semua penting.

- Mungkin paling cepat dua pekan. - Tunggu, ini...

Di sini juga ada kasus pembunuhan, perampokan, kekerasan.

Aku sungguh serius.

Aku punya keluarga.

Dan aku bekerja 13 jam sehari.

Jangan memaksa.

Semangat!

Apa? Kau pinjami berapa?

Sudah kubilang. 2.007.560 won.

Dia mau lapor keluar, tapi uangnya kurang.

Dompetmu tak ada tutupnya?

Dia bahkan tak punya 7.560 won untuk bayar sendiri.

Kenapa pinjamkan sebanyak itu?

Langkahnya, ucapan, dan cara bicaranya sangat bagus.

Kau tak dapatkan itu dengan pendidikan biasa.

Dia orang kaya. Lihat saja uang itu akan kembali dua kali lipat.

Astaga. Di mana dia sekarang?

Sudah pulang ke dunianya. Tadi katanya dia mau pulang.

Apa?

Dia bilang dia raja negaranya

dan sudah terlalu lama meninggalkan istana.

Dia bilang mau mampir ke suatu tempat lalu pulang.

AZALEAS KUMPULAN PUISI KIM SO-WOL

"Nama yang hancur berkeping.

Nama yang berpisah di udara.

Nama yang tak ada pemiliknya.

Nama yang membuatku mati saat memanggilnya."

PERMOHONAN ORANG MATI

"Aku tak bisa menyelesaikan

kata-kata yang ingin kuucapkan.

Orang yang dulu aku cinta."

"Orang yang

dulu aku cinta."

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Akhirnya Baginda keluar dari ruang kerja.

Dari mana kau sebenarnya?

Akhirnya keponakanku menemukan...

Waktunya berhenti.

Ini kedua kalinya.

Kenapa kau begitu?

Ibu, kumohon!

Seharusnya aku langsung ke kamarnya.

Aku tak mau menyakitimu.

Tapi ucapanku akan menyakitkan.

Lakukan hingga dia ingin mati.

Kau dari mana?

Jangan terkejut dengan hal yang akan terjadi.

Tidak mungkin...

Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.