All language subtitles for Missing.2009.WEB-DL.X264.AAC.FMZM

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Jangan begitu.

Yang benar saja. Jangan.

Kau seksi. Kau terlihat seperti aktris.

Ikuti apa kataku.

Baiklah, baik.

Dengan minumannya.

Bagus.

Kau luar biasa.

Lagi, lagi. Lakukan yang aku suka.

Begitu yang aku suka.

Kak, aku mencintaimu.

Aku juga.

HILANG

Perlahan-lahan.

Tetaplah lurus.

Sedikit ke arah sini.

Perlahan.

Kau bedebah.

Jika kau tak punya uang, pergilah saja.

Tubuhku ini bukan untukmu.

Berengsek itu. Berhenti.

Makan ini, berengsek.

Ke sini kau, berengsek.

Berengsek.

Perlahan, tetap lurus.

Sedikit ke kiri.

Ada halangan apa ini?

Kenapa datang ke desa dengan mobil besar dan menghalangi jalan?

Apa kau lihat-lihat?

Apa?

Belum pernah lihat gadis pengantar kopi sebelumnya?

Nasib sial.

Apa yang mengganggunya?

Kita harus pergi, ayo pergi.

Sudah cukup.

Kota ini penuh orang aneh.

Kenapa?

Tak apa, jalan saja.

Halo?

Dasar anak ingusan.

Kenapa kau menghindari teleponku?

Di mana kau? Dengan siapa?

Apa? Bukan urusanku?

Kau tak bilang pergi ke mana atau kenapa tak pulang tadi malam.

Apa itu perilaku yang pantas untukku?

Kak, aku bukan anak kecil lagi. Aku sudah dewasa.

Jangan campuri urusanku.

Itu kakakmu yang terkenal ketat?

Pak, kau harus memberikanku peran itu.

Kalau tidak, aku mati.

Baiklah, aku mendengarmu.

Mengabaikan teleponku lagi?

Sebaiknya kau pulang dengan memohon.

Hei, apa kau mengisi semuanya?

Hampir selesai, ini kloter terakhir.

Tolong siapkan bahannya saat aku ada di gudang.

Baiklah, jangan khawatir, akan kuselesaikan.

Sampai jumpa nanti.

Baiklah, sampai nanti.

Dasar tampan.

Dia terlihat bagus. Seperti tipeku.

Sayangnya, kau menatap mataku.

Dasar lubang neraka. Ini membuatku kesal.

Dasar lubang neraka. Ini membuatku kesal.

Kau akan dapat sinyal bagus di luar pagar sana.

Dan kau akan membuat panggilan itu setelah kita makan.

Aku merasa tak ingin makan sup ayam lagi.

Kenapa?

Karena pemiliknya.

Pemilik? Apa maksudmu?

Apa kau tak sadar? Dia menatap kakiku.

Dasar orang tua aneh.

Bahkan orang tua juga lelaki.

Kau gila jika tak terpana akan kaki yang indah ini.

Kalian sama saja.

Mau ke mana kau?

Ke mana saja.

Lagipula kau tak tahu rasa sup ayam sesungguhnya.

Hei, sutradara Hong.

Ya, ada apa? Tak mungkin sudah siap.

Aku ingin meminta bantuan.

Bantuan? Bantuan seperti apa?

Bukan apa-apa, hanya memindahkan beberapa karung.

Punggungku terkilir kemarin.

Seharusnya aku tak meminta.

Tidak, aku punya banyak waktu. Lagipula aku harus olahraga.

Tapi kau harus membayarku.

Baiklah, aku akan menggratiskan makanannya.

Benarkah?

Ke arah sini.

Kak, ini aku.

Maaf aku menutup telepon seperti tadi.

Kami berhenti dekat Yang-pyung untuk mencoba sup ayam lokal.

Kita akan ke jalan raya setelahnya.

Aku tahu perasaanmu, jangan terlalu khawatir.

Aku tak akan sepertimu tapi aku mencoba jadi adik yang baik.

Dan, kak, aku mencintaimu.

Berapa karung yang kau butuhkan?

Lima karung.

Sebanyak itu?

Aku harus memanfaatkan orang sepertimu di sini.

Sepertinya aku dikerjai..

Ya, kau benar.

Tentu, kenapa tidak.

Sutradara Hong.

Ke mana dia pergi?

Sutradara.

Di mana kau?

Yang terakhir.

Pak, apa kau di sana?

Pak?

Apa kau melihat pemandangan?

Apa aku terlihat..

Masuklah.

Apa aku menakutimu?

Ke sini.

Anjing itu tak patuh.

Ke sinilah.

Kandang ini miliknya.

Haruskah aku memasukkannya malam ini?

Kalau begitu mendekatlah.

Jadilah gadis baik.

Begitu.

Seperti itu.

Berikan tanganmu.

Apa?

Tanganmu.

Jangan sia-siakan itu.

Ayo pergi.

Berapa lama aku harus di sini?

Berapa lama.

Keluarkan aku.

Tolong buka pintu ini.

Tolong keluarkan aku.

Keluarkan aku.

Antaran telur.

Selamat siang.

Tiga piring.

Telur-telur ini bagus.

Aku memberi mereka makan secara berbeda.

Apa yang kau berikan untuk membuatnya terasa enak?

Kau mau tahu?

Tentu, katakan padaku.

Kalau begitu bagaimana aku berbisnis?

Jaga dirimu.

Suasana hatinya bagus karena sesuatu hari ini.

Itu gadis baru di kafe Star?

Sudah 2 hari.

- Sial, dia tampak cantik dan ramping. - Antaran kopi.

Memangnya kenapa, dia di luar jangkauan.

Tak terbayang menjadi tua dan miskin semenyedihkan ini.

Tak akan menggangguku jika aku tak memikirkannya.

Ada kembar ini untuk disalahkan.

Hei, Pan-gon, sudah lama.

Ada apa dengan minumannya?

Kita tak membedakan waktu.

Aku akan menuangkanmu satu.

Duduklah.

Satu saja.

Sudah lama tak melihatmu, kau terlihat baik-baik saja.

Ada berita bagus?

Berita bagus?

Tentu, aku punya.

Apa harga tanahmu naik?

Apa maksudmu?

Rumah Duk-Goo, kudengar itu tanahmu.

Jadi?

Kudengar ada jalan ke sana, artinya kau akan jadi kaya.

Itu hanya gosip. Tak semudah itu.

Tak seperti itu.

Aku harus beli sesuatu.

Apa itu benar? Tentang tanah bedebah itu.

Tentu saja. Aku mendengar langsung dari makelar Choi.

Dia hanya bersikap rendah hati dan bohong.

Tuhan tak adil. Kenapa beri keberuntungan pada idiot itu?

Kenapa si bodoh pikun itu?

Itu maksudku.

Berengsek sial.

Kak, aku sangat takut..

Tidak, tidak.

Ini.

Kau senang melihatku?

Haruskah aku mematikan lampu dan pergi?

Tidak, tolong jangan.

Kau buang air kecil?

Seperti anjing.

Lepaskan pakaianmu.

Lepaskan semuanya dan lemparkan ke sini.

Kau mau dikurung selamanya?

Kalau begitu, lakukan yang kusuruh.

Tiup itu.

Apa yang kau tunggu? Tiuplah.

Tiup.

Tepuk, ayo tepuk tangan.

Sempurna. Bukankah terasa enak?

Enak dan nyaman.

Omong-omong, apa kau tahu kenapa ada 3 lilin?

Itu artinya kau yang ketiga.

Jangan takut. Kau hanya harus mematuhiku.

Seperti anjingku.

Semudah itu.

Baiklah, ayo mulai.

Ini, makanlah.

Coba ini, ini sangat enak.

Kau pasti lapar.

Coba ini, ini sangat enak.

Kau pasti lapar.

Apakah enak?

Katakanlah.

Ya.

Tidakkah kau bersyukur?

Aku membiarkanmu hidup dan memberimu makan enak?

Ya.

Itu dia.

Tunggu, aku akan memberimu hadiah kecil.

Aku akan menyanyikan rayuan musik, duduklah dan nikmati.

Tes, tes.

Aku terlihat menyedihkan sekarang, tetapi aku bermimpi menjadi artis.

Ini hari yang spesial jadi aku akan menyanyikan lagu spesial.

Lagu yang kutulis.

Kau yang pertama mendengarnya.

Kau tak suka?

Bukan, bukan begitu.

Tak apa, lagunya tak begitu bagus, bukan?

Bukan, sungguh. Aku hanya salah menelan.

Kalau begitu tertawalah.

Apa?

Tertawalah jadi aku bisa memercayaimu.

Kau sebut itu tawa?

Berengsek sial.

Kau membalas hadiahku dengan menertawakanku?

Apa kau menertawakan dia juga?

Mati kau.

Tak ada jalang yang akan merendahkanku.

Berbaringlah.

Dengan tangan berlutut seperti anjing.

Sekarang.

Kak..

Ini sangat menyakitkan.

Kenapa kau tak melihatnya?

Bukankah kewajiban polisi untuk memeriksa kecurigaan?

Berapa kali aku harus memberitahumu?

Tak ada bukti dirinya hilang.

Tentu saja ada.

Dia terakhir menelepon dari daerah ini dan makan di sini.

Aku bilang mereka tak begitu bagus.

Jika laporan diisi dengan setiap wanita yang keluar dan tak kembali,..

Maka polisi tak bisa melakukan apa pun selain mencari mereka.

Kau benar-benar tak bisa melakukannya?

Kami tak bisa. Jika kau ingin kami terlibat, berikan bukti.

Apa itu?

Aku ingin minta maaf.

Kau repot-repot ke sini tapi kami memiliki aturan.

Tak apa, kau hanya mengikuti aturan.

Aku akan mencarinya sendiri.

Tunggu sebentar.

Silakan telepon jika darurat.

Aku akan segera datang jika kau butuh bantuan.

Baiklah.

Terima kasih.

Kartu namamu..

Sial, aku tak dapat nomornya.

Bangunlah.

Aku bilang bangunlah.

Berputar.

Bisakah kita tidak melakukannya hari ini?

Apa?

Aku merasa tak enak badan.

Apa yang kau katakan?

Tolong, aku sangat sakit. Aku juga datang bulan.

Aku mohon.

Selamat datang.

Selamat siang.

Apa kau sudah lama bekerja di sini?

Ya, benar.

Benarkah? Bolehkah aku bertanya?

- Tentu, ada apa? - Sekitar 10 hari yang lalu,..

Apa kau lihat gadis ini di sekitar sini?

Anjing menggigit pemiliknya.

Setelah gigitan pertama, dia tetap menggigit.

Lalu apa yang harus kulakukan?

Menyebalkan.

Bunuh saja atau pastikan dia tak akan menggigit lagi.

Bukalah mulutmu.

Bukalah.

Halo? Apa ada orang?

Sebentar saja. Halo?

Tunggu sebentar.

Ada apa?

Bolehkah aku bertanya?

Apa maumu?

Apa ada rumah yang memelihara anjing?

Tanyakan saja yang tidak memelihara, itu lebih cepat.

Bukan, seperti peternakan anjing.

Aku tahu.

Harusnya kau bilang sebelumnya.

Hanya ada satu di kota ini.

Benarkah? Di mana?

Kau lihat jalan di sana?

Di sana?

Ya.

Ikuti jalan keluar desa dan kau akan sampai jalur bukit.

Itu rumah pertama di jalur.

Baik, terima kasih.

Hei.

Hah?

Aku tak tahu kenapa kau ke sana, tapi kau harus berhati-hati.

Kenapa begitu?

Ada bedebah yang lebih parah dari anjing.

Sial.

Sial.

Dia terlihat cantik.

Jadi, apa kau pernah melihatnya?

Tidak, belum pernah.

Seharusnya dia ke sini beberapa hari yang lalu, aku pikir..

Apa aku seperti idiot desa yang melihat orang datang dan pergi?

Pergi sekarang, Mereka akan gila karena mengendus perempuan.

Tunggu.

Apa kau tahu toko sup ayam sekitar sini?

Sup ayam?

Ada satu di sana tapi itu sudah lama tutup.

Baik, terima kasih.

Bokong yang indah. Itu akan membuat hariku..

Ada apa lagi denganmu?

Makanlah.

Kau benar-benar mau mati?

Kau tak berkedip ketika aku menyelamatkanmu dari pukulan.

Kau tak tahan melihat anakmu hidup seperti pria, bukan?

Tidak, tak akan terjadi.

Kau harus hidup dan melihat anakmu hidup dengan baik.

Halo? Apa ada orang?

Ada seseorang?

Siapa kau?

Aku pemilik rumah. Dan kau?

Maaf, aku masuk tanpa izin.

Jangan khawatir, tak masalah.

Tapi kenapa kau di sini?

Aku mencari seseorang.

Apa kau pernah melihatnya ke sini?

Pernahkah?

Ini pertama kali melihatnya.

Begitu.

Siapa dia?

Adikku.

Kenapa kau mencarinya di sini?

Dia bilang dia ke sini untuk sup ayam beberapa hari lalu.

Tapi aku tak bisa menghubunginya setelah itu.

Kau salah tempat. Sudah lama tutup.

Cari di tempat lain.

Tunggu.

Aku melihat tanda masuk. Apa orang bisa salah masuk?

Tentu, dari waktu ke waktu. Tapi akhir-akhir ini tidak.

Seharusnya diturunkan.

Wanita itu lagi.

Apa kau berhenti karenaku?

Satu pertanyaan lagi, sepertinya kau sering ke sini.

Apa kau pernah melihatnya?

Sangat seksi.

Pernahkah?

Tidak, aku rasa tidak.

Benarkah?

Siapa dia?

Adikku.

Kenapa kau mencarinya di sini?

Ceritanya panjang, terima kasih.

Aneh.

Tunggu.

Apa dia datang dengan pria?

Ya, mungkin.

Sekitar minggu lalu? Mungkin 10 hari yang lalu..

Itu benar.

Mengemudi mobil impor, tubuh yang indah ramping.

Ya, aku ingat sekarang.

Di mana kau melihatnya?

Di sana, di depan rumah anjing yang kukatakan padamu.

Kau yakin?

Aku bodoh matematika tapi ingatanku sempurna.

Terima kasih, terima kasih banyak.

Ada apa?

Bedebah itu melakukan sesuatu?

Penculikan?

Atas dasar apa? Kau ingin ditahan karena fitnah?

Akan kuambil kesempatan itu, tolonglah selidiki.

Bahkan ada saksi mata.

Dengar,..

Kau tak tahu orang seperti apa Pan-gon itu.

Dia anak yang berbakti merawat sendirian ibunya yang sakit.

Bahkan tak bisa membunuh lalat. Curigai orang yang mencurigakan.

Pak, apa kau tak melihat berita?

Orang yang sangat normal bisa melakukan hal yang kejam.

Cukup. Tak ada intinya untuk berdebat. Kita selesai.

Pak, tolonglah.

Tunggu sebentar. Mari lakukan seperti ini.

Apa?

Aku akan memeriksa tempat Pan-Gon dengannya.

Hah?

Aku akan bertanggung jawab penuh jika ada yang salah.

Kau idiot.

Kita hanya pergi karena kau. Kau yang menerima kesalahannya.

Jangan khawatir, tak masalah.

Tutup mulutmu.

Apa yang aku lakukan?

Omong-omong..

Apa?

Kenapa dia masih sendiri? Dia terlihat cukup normal.

Dia bukan sesuatu untuk dimulai. Dia hanya tak beruntung dengan wanita.

Apa maksudmu?

Istrinya kabur beberapa tahun yang lalu.

Kabur? Kenapa?

Bagaimana kutahu, mungkin selingkuh atau ada sesuatu.

Itu bukan candaan setelah dia pergi.

Dia meratap, datang bertanya untuk mencarinya..

Jadi apa dia menemukannya?

Apa dia akan hidup sendiri? Kami mengarsipkannya dan pindah.

Kau bilang ruang bawah tanahnya kosong, lalu apa masalahnya?

Lanjutkan ini dan kita akan sangat mencurigakan.

Pan-gon, aku tahu ini tak terasa benar tapi lupakan saja.

Jangan persulit hal mudah.

Hei, Pan-gon. Sial.

Kau periksa.

Hei.

Pan-gon.

Hei.

Ke mana dia pergi?

Hei.

Ada pintu lain di sini.

Apa dia benar-benar melakukan sesuatu?

Sebelah sini.

Ada apa?

Ada sesuatu..

Apa itu?

Benda ini sangat busuk.

Rusa?

Apa itu yang kau takutkan?

Itu tertangkap dengan jebakan. Bukankah itu ilegal?

Kau tak menyerahkan kunci untuk itu?

Dasar orang penakut.

Aku akan menggilingnya dan memberikannya pada ayam.

Maafkan aku.

Lupakan. Tak apa.

Bedebah itu curiga pada siapa pun.

Hei, petugas Kim. Keluar ke sini sekarang.

Apa kau tak ikut?

Apa ada yang lain?

Aku ikut.

Aku belum pernah menggiling tubuh yang utuh sebelumnya.

Makanlah. Ini pesta.

Maafkan aku, Pak Kim.

Aku akan selesaikan minggu ini.

Tak akan lama untuk menyiapkan 200 gaun.

Karirku sedang naik, jadi kita harus membicarakannya.

Baiklah.

Apa kau tak apa?

Apa-apaan?

Pak?

Oh, itu kau.

Apa kau terluka?

Seharusnya tak apa.

Semua telurnya pecah..

Maafkan aku.

Ini juga salahku.

Kita harus ke rumah sakit dulu.

Rumah sakit? Ini benar-benar tak apa.

Kita harus memeriksanya untuk berjaga-jaga.

Kubilang tak apa. Biarkan saja.

Sial.

Omong-omong, apa adikmu memakai kalung?

Kalung? Kalung perak berbentuk hati maksudmu?

Ya, seperti itu.

Kenapa dengan itu?

Aku menemukannya beberapa hari lalu di depan rumah peternak anjing.

Benarkah?

Aku akan memberitahumu tapi sepertinya aku lupa.

Pak, apa kau memilikinya sekarang?

Kenapa begitu? Ada di rumahku.

Bisakah aku mampir dan memeriksa untuk memastikan?

Sepertinya aku harus kembali untuk telur-telurku.

Terima kasih.

Kau tahu rumahnya?

Tentu saja.

Mampir saat jam seperti ini?

Tak ada orang di sekitar?

Semuanya libur dan aku bekerja malam.

Apa ini?

Aku datang untuk mengambil obat untuk ibu dan berpikir..

Kau tak seharusnya..

Aku masih malu pada apa yang terjadi kemarin.

Tak apa, hal seperti ini terjadi.

Kalau begitu aku pulang.

Selamat malam, Pak.

Gadis dari Seoul itu. Apa dia menemukan adiknya?

Tak tahu, belum mendengarnya sejak itu. Mungki dia pulang.

Malang sekali.

Bisa saja melihatnya lebih jauh jika ada nomornya.

Kau pasti menyukainya.

Apa?

Bukan seperti itu.

Aku pulang.

Sampai jumpa.

Dia memang cantik, benar-benar tipeku.

Jangan melawan, hanya akan menyakitimu.

Aku tak mau menggores gadisku.

Yang ini, bukan?

Aku tak menyangka akan semudah ini.

Kukira kau lebih pintar.

Di mana dia? Adikku.

Ada yang mau dikatakan?

Di mana dia? Adikku.

Di mana dia? Adikku.

Apa dia masih hidup?

Tidakkah terlalu sesak untuk dua orang?

Lalu?

Aku sudah membunuhnya.

Apa?

Kau berengsek. Aku akan membunuhmu.

Bedebah kau. Mati kau.

Bedebah kau. Mati kau.

Aku akan membunuhmu.

Sangat kencang.

Sial, sangat kencang.

Diamlah, manis.

Aku memperhatikanmu sejak pertama melihatmu.

Lihat di dalamnya, tak hanya di luarnya.

Kau akan menyukaiku.

Petugas Kim di sini.

Apa? Stasiun Chuncheon?

Trage Perak?

Aku tak yakin.

Kartu namaku?

Baik, aku segera jalan.

Hei, cantik.

Yah, lihat siapa ini. Itu sesuatu yang indah.

Pak, aku harus turun ke Chuncheon sebentar.

Chuncheon, untuk apa?

Wanita Seoul kemarin.

Ada apa dengannya?

Mobilnya ditemukan terbengkalai di sana.

Jadi apa urusanmu dengan kendaraan miliknya?

Mereka menemukan kartuku di dalam. Meneleponku untuk memastikan.

Itu aneh, dia tak menuju ke sana.

Apa maksudmu?

Aku melihat mobilnya kemarin pagi.

Dia menuju desa di Yangchon, bukan Chuncheon.

Benarkah?

Aku cukup yakin.

Dia sangat terburu-buru. Aku melambai tapi dia tak lihat.

Dia hanya mengemudi ke kota.

Apakah begitu? Baiklah.

Aku akan ke sana.

Baiklah, cepat kembali.

Malam. Kembali lagi?

Ya, putriku sangat menyukainya.

Bagus. Apa yang bisa kubantu hari ini?

Sama seperti yang terakhir.

Gaun malam bernada perak.

Benar?

Kau memiliki ingatan bagus.

Tentu saja, tak ada yang membeli gaun mewah seperti ini di sini.

Kecuali kau.

Dia bilang itu indah.

Bagaimana jika kali ini warnanya berbeda?

Warna apa?

Apa kau punya warna ungu?

Tentu saja, sebentar.

Tunggu dulu.

Satu ukuran lebih kecil.

Kenapa, yang terakhir tak muat?

Tidak, dia turun berat badan.

Bak, seharusnya di sini..

Di sini, kendaraan ini.

Benar-benar rusak.

Sebuah keajaiban malingnya tak terluka.

Akan menjadi bencana jika tak segera temukan pengemudinya.

Ada pernyataan korban dan laporan.

Kau yakin pengemudinya pria?

Sepertinya pencurinya mabuk dan tak berpikir jernih.

Tidak, bukan itu.

Pernyataan dari ketiganya sama, jadi sepertinya benar.

Meninggalkan kuncinya dan pergi, jadi anak-anak itu mengambilnya.

Ada deskripsi laki-laki itu?

Itu gelap jadi mereka tak ingat apa pun.

Begitu ya.

Halo?

Apa ada orang?

Tak ada orang di sini?

Ada apa?

Kau masuk.

Ada apa kau datang?

Sayang sekali kita tak menyediakannya lagi.

Bagaimana bisa?

Tak ada yang memasak, ibuku sudah meninggal dunia.

Aku turut prihatin. Dia sehat 3 tahun yang lalu.

Benar. Maaf kau repot-repot datang ke sini.

Tidak, tak masalah. Kami permisi.

Hati-hati.

Idiot tua tahu bagaimana rasa ayam yang sebenarnya.

Jadi apa itu bisa ditaham?

Kau ganas. Kau belum mengotori dirimu selama 2 hari.

Sangat langka.

Jadi lebih menggairahkanku.

Apa ada yang ingin kau katakan?

Jangan teriak seperti kemarin. Mungkin aku akan sangat marah.

Katakan saja.

Aku akan membunuhmu.

Kau anjing, anjing gila.

Jangan berpura-pura manusia.

Anjing harus hidup seperti anjing.

Itu masalah cara pandang. Terima nasibmu dan tinggal denganku di sini.

Kau mulai bau.

Mari bersihkan kau besok. Aku membelikan baju bagus.

Kau akan merindukanku nanti.

Kau akan memohon, "Jangan pergi, tetaplah di sini."

Aku tak memaksa. Tak ada yang bertahan 4 hari seperti ini.

Sampai jumpa besok.

Satu ini kuat.

Aku membawakan ukuran yang lebih kecil dari adikmu.

Seharusnya muat. Itu ungu.

Mati kau, berengsek.

Kau harus lebih baik dari ini.

Anjing menggigit pemiliknya?

Pukul dia sampai berdarah.

Mereka tak tahu perasaanku.

Pak Jang, apa kau ada?

Jalang ini tak akan bertahan 3 hari.

Apa-apaan ini?

Aku membunuhnya.

Apa aku mengejutkanmu?

Kau..

Aku datang dan melihat semuanya.

Sepertinya kau bersenang-senang.

Aku kira kau bodoh pikun tapi kau melakukan hal gila.

Kau tak memanggil polisi?

Untuk apa? Tak ada apa-apa untukku.

Bagaimana kau tahu?

Dia datang dengan mobilnya tapi kau pergi dengan mobilnya.

Kurasa itu aneh.

Apa maumu?

Kau punya banyak tanah.

Tanah?

Aku tak ingin banyak, hanya tanah yang kutinggali.

Aku membawa kontrak dan segalanya.

Jadi yang kau lakukan hanya berikan izinnya dan tanda tangani.

Mudah.

Apa yang kau lakukan?

Berikan.

Tak bisa berikan begitu saja.

Apa katamu?

Aku tak bilang tak akan memberikannya padamu.

Bantu aku saja.

Bantu?

Aku harus bunuh jalang itu di sana.

Kau orang tua bodoh. Mencoba membuatku terlibat?

Ini 500 ribu atau dapatkan hidup yang jujur.

Kau tak mau? Bunuh aku dan ambil.

Tunggu, tunggu sebentar.

Jadi.. Apa yang kulakukan?

Aku akan memotong lehernya, kau hanya membuang mayatnya.

Hei, Duk-goo.

Apa itu?

Tolong aku.

Tolong selamatkan aku.

Tolong selamatkan aku.

Tunggu, aku akan melepaskanmu.

Baiklah, kita harus keluar dahulu.

Dia adalah pembunuh.

Kita harus membunuh bedebah itu.

Tenang. Mari keluar dari sini dulu.

Dia membunuh adikku.

Apa-apaan ini?

Sebelah sana.

Matilah kau.

Malang, mungkin kita tak jodoh.

Ini giliranmu.

Tak bisa kabur dari sini. Tak ada yang pergi hidup-hidup.

Berengsek sial.

Di mana kau?

Di mana jalang itu.

Di mana jalang itu.

Jadi dia ingin bermain..

Jalang gila.

Hei.

Hei.

Di mana kau..

Sayang, kau di mana?

Keluar sekarang.

Di sini, bedebah.

Dia berani.

Apa yang akan kau lakukan?

Jatuhkan kapaknya dan berlutut atau aku akan membunuhmu.

Bunuh? Apa kau pernah membunuh seseorang?

Tak semua orang bisa membunuh.

Diam dan tiarap.

Apa kau tahu?

Pembunuhan pertamaku adalah ayahku, saat aku 16 tahun.

Aku buang mayatnya ke kandang babi. Mereka berpesta dengan mayatnya.

Babi-babi itu menyisakan kepalanya untuk yang terakhir.

Peluru palsu?

Mati.

Mati kau.

Mereka pikir ada yang jual peluru asli di sini?

Kau..

Sial, pukulan langsung.

Bedebah.

Katakan padaku.

Apa kau benar-benar membunuh adikku?

Jalang gila.

Sudah kukatakan, dia sudah mati.

Apa..

Apa yang kau lakukan padanya? Di mana kau meletakkan Hyun-Ah?

Dia mati, apa yang ingin kau tahu?

Jawab aku. Atau aku akan membunuhmu.

Itu terdengar bagus..

Aku harap.. Seseorang akan membunuhku.

Ayo, bunuh aku.

Katakan padaku, apa yang kau lakukan pada adikku?

Lihat penggiling itu?

Aku menggilingnya dengan itu.

Jangan bohong padaku.

Lalu kuberikan potongannya pada ayam.

Kau berengsek gila. Kau bohong.

Satu lagi?

Dia masih hidup ketika dia melaluinya.

Dia masih hidup saat kau datang.

Sayang, aku suka dia. Bisa lebih seru lagi dengannya.

Bisa lebih seru lagi dengannya.

Kau membunuhnya, adikmu.

Dia mati karena kau datang.

Apa kau baik-baik saja?

Kau akan berada di kantor kejaksaan dalam beberapa hari.

Baik, haruskah kita mulai?

Kau menembak Jang Pan-gon sebagai pembelaan diri.

Tapi masalahnya adalah apa yang terjadi pada tubuhnya.

Yang tak bisa dipertimbangkan sebagai bagian dari pembelaan diri.

Untuk membuktikan kau tak bersalah kita harus katakan kau tak stabil.

Kita harus mengatakan kau tak stabil secara mental.

Apa kau mengerti?

Apa yang kau katakan?

Saat kau menggiling tubuh Jang.

Pak, aku bukan diriku saat aku menembak dia.

Tapi aku pasti diriku saat memasukkannya ke penggiling.

Maaf?

Jika bertemu orang seperti dia lagi, aku akan menggilingnya ribuan kali.

Nona Kang.

Nona Kang.

Boleh aku bertanya sesuatu?

Tentu.

Apa kau punya seorang putri?

Ya, aku punya.

Ada perahu di sana.

Tolong, sekali saja?

Kakek.

Bolehkan kami menumpang perahumu?

Apakah tak masalah?

Naiklah.

Jalang gila.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.