All language subtitles for The.Sheriff.in.Town.2017.All-HDRip.x264.AAC-NWB

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~

Mantel kulit, kacamata hitam, korek api di mulutnya...

Dia menyelamatkan temannya saat mereka semua diculik.

Chow Yun Fat (aktor china). Bagaimana kita lupa tentang dia?

Lagu terakhir hari ini...

berasal dari film Hong Kong yang legendaris.

Inilah 'Mark's Theme' dari 'A Better Tomorrow'.

Bukan dia.

Hari ini juga sepertinya gagal.

Apa Il-sik benar akan muncul di sini?

Sudah kerjaan kita mengurus omong kosong ini.

[Daejeon, 2011] Seandainya ada belut panggang dan Soju disini, cocok sebelum tidur siang.

Belut panggang terdengar enak.

Target Shin Il-sik terlihat! Kirim bantuan!

Ayo pergi!

Tuan!

Mari kita tunggu bantuan saja!

Kita tidak bisa menangkap mereka semua sendiri.

Bantuan akan segera datang!

Setelah semua kerja keras kita?

Jika kita menangkap Popeye melalui Il-sik, kita akan segera naik pangkat!

Ayo masuk!

Sial!

Il-sik! Lama tidak bertemu!

Letakkan itu!

Letakkan!

Kau membawa kapak?

Il-sik!

Berhenti!

Berhenti!

Maaf, detektif Choi, mungkin lain kali, oke?

Tetap duduk, bajingan!

Aku agak sibuk sekarang, kau tahu?

Aku harus pergi!

Hati-hati!

Berhenti!

Diam!

Tuan! Il Sik!

Tahan dia!

Selamat tinggal!

Detektif Cho!

Jong-chul!

Tetap bertahan!

Jong-chul!

Tunggu!

Aku minta maaf.

Tolong jangan bunuh aku.

Aku minta maaf. Aku tidak tahu apa-apa.

Tolong aku...

Katanya dia tidak tahu itu narkoba.

Tidak ada catatan kriminal.

Dia melaut selama 3 tahun terakhir.

Orang malang itu lagi sial.

Kau yakin tidak pernah melihat mereka sebelumnya?

Pernah dengar tentang Popeye?

Aku tidak tahu apa-apa, Pak.

Aku hanya diberitahu untuk mengantarkan tas...

(IDENTITAS)

Kijang kota asalmu?

Aku kenal semua orang di sana.

Aku tinggal di sana sampai usia 7 tahun.

Dua putri dan seorang putri...

Kenapa makanmu banyak sekali, padahal kau upahmu sedikit?

Jadi kau menafkahi 5 orang, termasuk istrimu?

Dia meninggalkanku 3 tahun lalu, dan belum pernah dengar kabarnya lagi.

Ada ibuku tinggal bersama kami.

Berapa usianya?

Dia berusia 72 tahun ini, pak.

Dia diabetes dan tidak bisa bergerak dengan baik.

Pak... bisakah kau membantuku sekali saja?

Jika aku masuk penjara, bagaimana dengan anak dan ibuku?

Aku tidak bisa pergi...

Tolong bantu aku.

Aku merasa tidak enak padamu.

Tapi polisi ditikam. Ini kasus yang serius.

Jika kau mengaku seperti yang kukatakan, kau akan keluar dalam 2 tahun.

Ya, pak.

Jangan katakan sesuatu yang bodoh, bisa membuatmu dituntut lebih lama.

Paham?

- Ya, pak. - Pak?

Busnya sedang menunggu, mereka buru-buru.

Ayolah. Biarkan dia selesai makan dulu!

Tidak bisakah mereka menunggu 5 menit?

Tidak apa-apa. Makanlah.

Ya, pak.

Masuklah.

Bisakah aku meminta bantuanmu, Pak?

Apa itu?

Aku tidak sempat mengucapkan selamat tinggal pada ibu dan anak-anakku...

Baiklah. Jangan khawatir.

Aku tidak akan melupakan kebaikanmu. Terima kasih, Pak.

Bagaimana kabar, Jong-chul?

Dia sudah dioperasi, tapi masih koma.

Komite disiplin ingin bertemu denganmu.

Inspektur Choi Dae-ho mengabaikan perintah...

dan kehilangan tersangka utama karena kelalaiannya.

Dengan begitu, ia diberhentikan.

Untuk keluargaku tercinta...

Aku harap kau baik-baik saja, Ibu.

Aku rindu saat-saat ketika kita bersama.

Aku sangat menyesal karena tidak bisa merawat ibu dan ayah dengan baik.

Sesuatu terjadi, dan aku harus pergi 2 tahun.

Beritahu Seung dan kedua putriku aku sangat menyesal.

Sungguh hari yang indah sekali.

[The Sheriff in Town]

[Kijang, Busan. Tahun 2016]

(RESCUE 911)

Apa itu?

Biarkan dia.

Kau akan sakit kepala jika berurusan dengannya.

- Kau harus salam padanya nanti. - Siapa dia?

Tidak ada yang bisa dilakukan di sini tanpa melalui dia.

Dia seperti sheriff (kepala polisi) kota kita!

Dengar, Pak Choi.

Kang-gon ini hidupnya sudah susah.

Penyewaan parasol tahun lalu dan sekarang penyewaan ban!

Para nelayan menguasai semuanya!

Tentu saja dia harus minum (alkohol) sedikit, karena hidupnya menyebalkan.

Lagipula, dia tidur satu jam setelah minum.

Izin usahanya dicabut? Itu keterlaluan!

Dia mengantar air untuk mencari nafkah. Bagaimana dia bisa berbisnis sekarang?

Sejak kapan orang Kijang jadi sangat tidak berperasaan?

Kau berada dalam masalah besar.

Aku minta maaf.

Aku tidak tahu mengapa melakukan itu.

Pak, aku tidak bermaksud membebanimu.

Lee Kang-gon.

Tahu apa kesalahanmu?

Kau dapat masalah, tapi tidak langsung menemuiku.

Itu adalah kesalahan terbesarmu.

Sudah lama sejak aku berhenti dari kepolisian,

Tapi yang seperti ini masih bisa kutangani.

Benar.

Bergembiralah, sobat.

Ya, pak. Terima kasih!

Ini dia!

Dia akhirnya tersenyum.

Terima kasih.

- Kau pahlawan kami. - Aku mau pergi!

Sampai jumpa lagi!

Apa yang kau lakukan di mobil orang?

Astaga!

Mobil ini terlihat agak mencurigakan, itu saja.

Apa itu?

Ini ekstrak knotweed. Mencegah kerontokan rambut.

Kita harus mulai bersiap untuk itu.

Bukan aku, sobat!

Tidak ada yang kebotakan di keluargaku!

Hanya dahi yang melebar.

Benarkah? Lupakan saja.

Tinggalkan saja! Aku akan memberikannya pada Deok-man.

Baiklah, kalau begitu.

Ingat! Ini untuk rambutmu, dan bukan untuk perutmu!

(DEOK-MAN)

NC telah memenangkan 7 pertandingan langsung melawan Lotte.

Bagaimana mereka bisa kalah lagi?

Sudah berakhir peluang mereka tahun ini!

Beralihlah ke NC. Itu akan membuatmu senang.

Jika tidak ingin, maka jangan!

Wow!

Kimchi baunya enak!

Aku lapar.

Dimana daging rebusnya?

Daging apa? Tidak ada.

Kemana kau kabur seharian tanpa menjaga toko?

Dia tidak pernah membantu di toko. Tidak adil!

Kenapa hari ini panas sekali?

Sayang? Ada makanan?

Ayah! Pakai bajumu!

Hati-hati, sobat! Ledakan! Pow!

Tahan!

- Maukah kau menyelamatkanku seperti dia? - Tentu saja! Aku laki laki sejati!

Omong kosong...

Bang! Bang!

Bang, bang, bang!

Chow Yun Fat! Tolong!

Siapa yang menjatuhkan ini?

Ini! Tangkapan bagus!

Tangkapannya besar!

- Pak Choi! - Sampai jumpa lagi!

Teri itu terlihat bagus!

Halo, Pak.

Dimana Deok-man? Kenapa dia tidak bekerja?

Dia bilang dia pergi ke bank sebentar.

Bodoh itu. Lagi lagi!

Sini.

Kau tidak bisa dapatkan yang begini di manapun. Cobalah.

Tidak, kau saja.

Dang! Minum di siang bolong?

Penipu!

Kenapa kau tidak menjaga toko?

Aku baru saja akan pergi.

Penipu.

Sophie Marceau-nya Kijang.

Ada apa dengan wajahmu?

Hee-soon yang malang!

Dia memulai sebuah bar dengan tabungannya, tapi bisnisnya gagal!

Aku tidak bertanya padamu. Lepaskan tanganmu darinya! Kenapa kau?

Kenapa kau...

Bukannya bar sedang musim. Kenapa gagal?

Kau tahu, aku harap ada seseorang yang membantuku.

Aku akan gila.

Beberapa orang baru membuka bar Karaoke.

Mereka punya gadis Rusia di sana.

Juga punya koneksi di Balaikota.

Jadi bisnis bar mereka lancar.

Mereka juga mencuri semua pelangganku,

jadi bagaimana mungkin gadis malang sepertiku bersaing dengannya?

Mau minum?

Dimana?

Kamar 9 di belakang.

Kau yang beraksi malam ini, pak?

Misi suci!

Ada apa? Dimana surat perintahmu?

Surat perintah apa? Bajingan!

- Detektif Lee! Ayo pergi! - Ayo, Detektif Bae!

Ya, pak!

Pesta apa ini?

Duduk semuanya!

Kami adalah detektif khusus dari Dept.7 Kepolisian Busan!

Ada dua di sini!

Pergi duduk.

Ayo, apa yang kau lakukan di sana?

Selamat malam, tuan!

Mari kita bicara.

Bukankah mereka pendatang ilegal?

Tidak, mereka punya paspor dan asuransi.

Tahu Pak Jang di Balaikota?

Tentu saja.

Kami seperti saudara.

Hei, haha!

Pelacuran, penyelundup asing, dan penyuapan juga!

Kalian melihatnya memberi uang!

- Uh, itu... - Benar?

Benar - Iya.

Sementara kami bicara, tolong ikuti detektif ini keluar.

Bergeraklah, tolong.

Bergerak!

Diam di sana!

Apa itu? Pergi dan ambil itu!

Sebentar!

Ayo, ayo!

- Diam! - Aduh!

Kepala! Aku sudah menelponmu daritadi. Kenapa datang lama sekali?

Kau sedang beruntung dan dapat tangkapan besar?

Beruntung? Ini hanya bisa dilakukan polisi berpengalaman, pak.

Aku veteran dalam menyelidiki narkoba.

Kepala?

Aku akan mengirimkan bukti ke Badan Narkotik.

Baiklah.

Untuk apa?

Pak.

Ini adalah barang Popeye! 100%!

Dimana bajingan itu sekarang?

Rumor mengatakan dia bekerja di Jepang sekarang.

Tapi siapa yang tahu? Narkoba ada dimana-mana.

(KIJANG, POLISI BUSAN)

Menurutmu siapa yang berhasil mengungkap kasus ini, hah?

Aku tahu, pak.

Tapi jika Chief Kang tahu, aku bisa mati.

Ini milik Popeye kan?

Apa yang kau lihat?

- Ya... - Aku tahu itu!

Mereka bilang barang itu bahkan diselundupkan ke Jepang dan China.

Ekspor ke tempat asalnya? Ekonomi kreatif, ya?

Dan Shin Il-sik, pengedar eksklusif Popeye...

muncul di Incheon baru-baru ini.

Apa kau mengatakan, Shin Il-sik?

Iya.

(Narkoba beredar di Korea?)

Terlihat baik hari ini!

Bagaimana kabar anak kecilku?

Sayang!

Apa kau tidur?

Beraninya kau!

Berhentilah membuang staminamu pada hal lain!

- "Beach Town"? - Angkat!

Siapa pemiliknya?

Seorang pengusaha asal Seoul. Kudengar dia kaya raya.

Bangunannya dibuat bagus juga.

Mungkin dia seperti pemilik supermarket baru yang sukses dalam 6 bulan.

Kami khawatir dia akan menyedot semua uang disini lalu pergi.

Mall itu akan tetap dibuka, sudah diputuskan.

Tapi kau harus jadi co-op President agar meyakinkan para pengecer.

Itu dibahas nanti saja.

Kita tidak bisa membiarkan mereka datang kesini dengan mudah.

Benar - Minumlah, pak.

Kalian semua tahu tentang pengusaha baru itu, kan?

Mereka tidak mudah untuk ditangani!

Ini semua tentang mengintimidasi mereka!

Lihatlah mereka tepat di matanya!

Mengerti?

Itu akan lebih baik daripada membuang-buang uang Anda.

Jawablah!

Ambil alat kalian!

Serahkan pada mereka!

Untuk apa ini?

Ini semua orang kita? Apa yang bisa kita lakukan dengan mereka?

Dan ada manula di siang bolong begini?

Kita butuh lebih banyak orang. Mereka datang karena dibayar $10.

- Siapa yang bilang begitu? - Sun-chul.

Gila.

Semua orang pergi mencari nafkah.

Ini tidak akan berhasil!

Orang-orang Beach Town datang melalui gerbang belakang!

Sial! Ini akan kacau.

Tunggu di sini!

- Ikuti aku. - Ya pak.

Ayo pergi!

- Hari ini tegang sekali! - Diam!

Choi Dae-ho!

Jangan kau lagi!

Kami sudah punya izin.

Pikirmu ini akan berhasil?

Apa yang kau lakukan?

Diam!

Lupakan izin sialan itu!

Orang-orang tidak menginginkannya!

- Itu benar! - Ya!

Cukup omong kosong itu.

- Keluar dari sini! - Pergi!

Mengapa kau...

Sekolah lagi sana!

Hentikan! Jangan!

Letakkan kamera itu!

Apa yang sedang kau lakukan?

Itu adalah halangan keadilan!

- Kataku, hentikan! - Kenapa kau ini!

Ya, gubernur. Terima kasih.

Hati-hati, pak.

- Tunggu! - Itu adalah hambatan keadilan!

Aku minta maaf. Seharusnya aku mampir tadi untuk menyapa.

Senang bertemu denganmu. Saya adalah Koo Jong-jin.

Disini panas. Mengapa kita tidak masuk...

Maaf, tapi apakah kau Detektif Choi?

Detektif Choi!

Kemari!

Untuk menemukanmu,

aku mencari semua kantor polisi di negara ini.

Tapi kita bertemu di sini?

Pertama, izinkan aku memberi salam.

Apa yang kau lakukan, pak? Setelanmu akan kotor!

Kau pasti salah orang...

Kau tidak ingat aku, pak?

5 tahun yang lalu... Di Daejeon?

Bagaimana aku menjelaskannya, ya?

Sup daging sapi!

Kau membelinya untukku, untuk menghiburku.

Kau...

Jadi... itu kau?

Iya.

Pengantar tas?

Ya, itu.

Detektif!

Terima kasih padamu, aku baik-baik saja.

Astaga!

Tuhan! Terima kasih!

Bagaimana kabarmu?

Kau jadi CEO Samho Food?

Itu benar, pak.

Aku belajar pengobatan dan masakan Oriental di penjara.

Kemudian kacang kedelai fermentasiku lolos uji jual.

Jualanku laku besar.

Aku beruntung.

Senang melihatmu begitu sukses.

Minumlah!

Kau punya lingkaran hitam dan dahimu gelap.

Bolehkah aku melihat lidahmu?

Lidahmu. Seperti ini.

Bisakah kau tahan? Aku perlu cek, pak.

Eh!

Aku perlu melihat ke dalam.

Hanya sedikit lagi.

Tunggu sebentar, pak.

- Apa yang sedang kau lakukan? - Sakit, kan?

Sepertinya kau terlalu bekerja keras. Hatimu sepertinya tidak sehat.

Jadi makanan seperti ini tidak cocok untukmu.

Tidak apa-apa. Itu wajar kalau sudah menua.

Kau sudah terlalu tua, pak.

- Hei, hei... - Ototmu sangat tegang.

- Apa yang sedang kau lakukan? - Pak.

Aku akan memastikan anda sehat!

Jangan khawatir, pak.

Aku hanya perlu mengendurkan otot-otot ini.

Hentikan!

Sebentar.

Tunggu, pak.

Ya, Pak Gwak?

Oh, benar! Saya lupa.

Baiklah, aku akan pergi.

Aku sangat menyesal, pak.

Apa itu?

Aku lupa bertemu dengan beberapa klien.

Jam segini?

Mereka adalah orang Jepang. Agak mendesak.

Mereka bilang barang itu diselundupkan ke Jepang dan China.

Aku akan segera kembali. Maukah kau menungguku?

Masih ada hari lain. Pergilah!

Aku sangat menyesal, pak. Aku akan pergi.

Baiklah.

(CEO SAMHO FOOD, KOO JONG-JIN)

Narkoba beredar dan pengedarnya ada disini?

Kebetulan sekali.

(Narkoba ditemukan di Bar Busan)

(Jenis Emerald? Apakah Popeye kembali?)

(Shin, Pengedar Narkoba Sedang Beraksi)

(BEACH TOWN, CEO KOO JONG-JIN)

Kenapa larut malam begini?

Hai, Jong-jin.

Apa kau pulang dengan selamat, pak?

Meninggalkanmu seperti itu, aku tidak bisa fokus pada pekerjaan.

Biarlah, pekerjaan itu penting.

Aku tidak pernah berpikir kita akan bertemu seperti ini.

Aku akan membalasmu kebaikanmu.

- Baiklah. Uh, omong-omong... - Ya, pak?

Uh...

Aku sedang tidur.

Benarkah? Aku sangat menyesal, pak. Aku membangunkanmu?

Kalau begitu, aku akan meneleponmu besok, pak.

Sampai jumpa - Selamat malam.

(CEO KOO JONG-JIN)

Jadi kaya raya dalam 3 tahun karena menjual kedelai fermentasi?

Hanya mata-mata dan pengedar narkoba yang bisa begitu.

Itu gila. Kembali saja ke tokomu.

Deok-man tidak bisa membedakan daging babi dan daging sapi.

Lupakan restoran.

Narkoba jenis Emerald tiba-tiba beredar lagi! Bukankah itu aneh?

Astaga.

Tuan!

Kenapa dia di sini?

Dia bahkan makan siang bersama dewan kota kemarin.

Mengapa seseorang seperti dia bandar narkoba?

Kau melihatnya. Dia pakai lengan panjang di cuaca panas ini!

Aku yakin lengannya ada bekas jarum suntik!

Dia pebisnis! Pikirmu dia akan berpakaian seperti gelandangan?

Baiklah, aku akan melaporkannya ke Badan Narkotik.

Apa?

Mereka akan langsung bertindak cepat.

Kenapa kau?

Kalau begitu bawakan buktinya!

Bekas jarum atau apalah! Aku butuh bukti untuk memulai!

Janji?

Jangan tarik kata-katamu.

Baiklah.

Halo - Halo, Pak.

Terima kasih atas pelayananmu.

Pak Koo!

Detektif Choi! Kau masih di sini?

- Sibuk? - Hanya sedikit.

Bagaimana kelanjutan Beach Town?

Ini lebih sulit dari yang kuduga. Masyarakat tidak mempercayaiku.

Sulit untuk mendapatkan kepercayaan orang.

Bagaimana kalau bermain sepak bola dengan kami?

- Sepak bola? - Iya.

Kenali komunitas kami.

Jadilah salah satu dari kami, kau tahu?

Kita bisa main bola, lalu pergi ke sauna sesudahnya?

- Sauna? - Ya.

Aku akan pergi kemanapun kau mau, pak.

Terima kasih sudah memikirkanku.

Aku mencintaimu, pak!

- Orang harus saling membantu. - Benar.

Sampai jumpa hari Minggu.

Ya pak.

- Selamat tinggal. - Hati-hati, pak!

Panas diiluar, jadi pergilah!

Semoga harimu menyenangkan!

Tarik nafas, Pak!

Mengapa pengusaha itu datang?

Apa yang dia lakukan?

Pak Choi menyuruhnya datang.

Kudengar mereka makan sushi mahal tadi malam.

- Sushi? - Ya.

Apa yang dia pikirkan?

Minggir!

Pak Choi - Iya?

Aku tahu kau tidak akan melakukannya, tapi aku akan tetap bertanya padamu.

Apa kau bekerja sama dengannya?

Apa yang sedang kau kerjakan?

Aku Choi Dae-ho, pak!

Hentikan!

Itu dia!

Kesana! Sun-chul!

Oper!

Oper!

Oper! Kau bodoh!

Jangan main bola sendiri, oper bolanya!

Oper!

Oper, Pak Koo!

- Bagus! - Disini!

- Oper! - Pak Choi!

Oper, oper!

Goal!

Goal!

Goal!

Apa yang kau lakukan?

- Goal! - Pak!

Mereka pasti bekerja sama.

Iya!

Kau lihat Detektif Choi.

Dia bermain seperti Messi!

- Kau sendiri juga bagus. - Aku?

Badanmu tinggi dan bugar.

- Apa kau rutin olahraga? - Tidak.

Sebuah penjepit lengan?

Aku melakukan sedikit tinju sebagai hobi.

Tinju? Itu olahraga petarung sejati!

Judo adalah yang terbaik untuk bertarung. Bodoh!

Jika Pak Choi memegang tangan lawannya, sudah pasti kalah lawannya!

Tentu saja! Anda benar.

Detektif Choi adalah petarung yang dikenal. Aku tidak punya kesempatan.

Jong-jin?

Apa itu di lenganmu? Apa ada yang terjadi?

Sikuku sedang sakit. Ini membantu menyembuhkannya.

Benarkah?

Lenganku juga sedang sakit. Itu membantu? Bisakah aku mencobanya?

Aku akan memberimu satu, pak.

Biarkan aku mencobanya dulu, untuk melihat apakah berhasil.

Apa? Kau tidak bisa melepasnya untukku?

Hanya saja ini sudah bau keringat, pak.

- Tidak apa-apa. Coba lihat. - Aku akan memberimukanmu yang baru.

Ada di rumah.

- Tunggu! Itu geli! - Diamlah!

Itu geli!

- Aku akan memberimu satu! - Tunggu!

Pemandangan yang indah! Hentikan!

Serius!

Kenapa kita di bak mandi sama dengannya?

Benar!

Aku minta maaf jika membuat kalian marah.

Aku sangat senang bertemu dengan kalian. Dan kami memenangkan pertandingan...

Bolehkah aku mentraktir kalian minuman?

- Benarkah? - Ayo mandi cepat dan pergi.

Ayo pergi. Aku yang traktir.

- Pak Koo. - Iya?

Aku tinggal di Kijang seumur hidupku.

Investor datang, menghasilkan uang, lalu pergi.

Mereka tidak pernah melakukan kebaikan untuk kota kami.

Katakan padanya.

Maaf menyela, tapi aku juga dari Kijang.

Ini kota asalmu?

Iya. Aku tinggal di sini sampai usia 7 tahun.

Maukah kau menjelaskannya, Pak?

Itu yang tertulis di dokumennya.

Jadi kenapa kalau kau lahir disini?

Kau harus tinggal di sini baru disebut sebagai kampung halaman.

- Benarkan? - Itu benar!

Dan Pak Choi.

Jangan mencampuradukkan bisnis dengan urusan pribadi.

Uh... ayo kita berhenti disini, oke?

Aku tidak mau Detektif Choi merasa canggung karenaku.

Jika tidak menginginkannya, aku akan menyerah soal Beach Town.

Lagipula itu bukan bisnis utamaku.

Aku tidak akan dapat banyak hasil dari sini.

Aku akan pergi ke gubernur besok.

Aku akan membatalkan kesepakatan, jadi mari kita tidak membicarakannya.

Choon-mo? Kudengar kau punya usaha AC.

Itu benar.

Aku butuh beberapa untuk pabrikku. Bisakah kau membantu?

Benarkah? Berapa banyak yang kau butuhkan?

Pabrikku tidak begitu besar. Mungkin 100?

100?

Apa itu terlalu sedikit?

Tidak, tidak apa-apa.

Aku akan melihat dulu.

- Ini kartu namaku. - Terima kasih.

Semoga aku punya milikmu.

Ada di dalam mobil. Aku akan memberikannya kepadamu nanti.

100? Wow!

Choon-mo! Kau hanya menjual 10 tahun ini!

Pabrikmu pasti cukup besar.

Tidak begitu besar, pak.

Kalau begitu...

Apa kau butuh pemurni air?

Tentu saja.

Bagus! Kang-gon menjualnya.

Aku menjalankan sebuah toko pemurni air.

Aku sebenarnya sudah punya klien soal itu, tapi akan kubatalkan.

Aku akan meneleponmu besok.

Terima kasih.

- Bolehkah aku minta kartu namamu? - Tentu saja.

Dang! Aku harap aku punya bisnis juga!

Boleh aku pergi ke kamar mandi?

Silahkan.

- Aku akan mengambil kartu namaku. - Tentu.

Choon-mo dapat jackpot!

Apa?

Mengapa?

Ini gila. Memblokir semua toilet!

Apa yang akan kau lakukan dengan urin Tn. Koo?

Jika mencurigainya, laporkan saja dia!

Aku butuh bukti dulu.

Ini kasus narkoba.

Mengamankan bukti sangat penting.

Kita adalah tim, Deok-man.

Tidakkah kau melihat mata Hee Soon? Dia jatuh hati pada Tn. Koo.

Dia bukan tipenya.

Hee Soon menyukai tipe pria Seoul dengan uang. Apa kau tidak tau?

Mantan suaminya seperti itu.

Jangan sampai kehilangan dia kali ini.

Aku akan membantumu.

- Baiklah! Jangan lakukan itu. - Tunggu!

Jadi kau akan melakukannya?

Ini berarti dia bersih kan?

Aku tahu dia menyembunyikan sesuatu.

Deok-man.

Kita perlu mengubah strategi kita.

Mari kita minum kopi.

Tentu.

Ini adalah cara terbaik untuk mengedarkan narkoba.

Sekotak narkoba pasti ada di suatu tempat.

Aku akan mengecek truk ini. Kau yang satunya itu.

Mengerti?

- Keluar sekarang? - Ya pak.

- Berkendara dengan aman. - Terima kasih.

- Apakah kau minum kopi? - Ya pak.

- Bekerja keras. - Iya.

Deok-man!

Tetap fokus!

Jangan sampai tertangkap.

Aku tidak peduli...

[SEOUL]

Kau gila?

Dimana kau minum semalaman?

Dimana Deok-man?

Kau bodoh!

Apa yang kau katakan pada Pak Koo?

Balai Kota kacau karenamu!

Apa yang kau bicarakan? Aku bahkan belum buka.

Gubernur memohon Pak Koo untuk tidak membatalkan Beach Town.

Beach Town dibatalkan?

Kota ini membutuhkan Beach Town!

Ha?

Brengsek itu!

Bajingan itu sudah gila.

Penipu!

Jika kau melakukannya lagi, kau akan mati!

Tuan!

- Halo. - Apa yang membawamu kemari?

- Ini... - Oh, benar

- 600? - Iya.

Jika kau melihat ke sini...

Ini sudah jadi hit besar di Jepang.

Tukang pijat.

Aku harap Anda menyukainya.

Baiklah kalau begitu…

Aku belajar semua yang kubisa untuk menjadi ayah tunggal yang baik.

(Duta Pariwisata Kijang)

Jempolan!

Tidak ada premium dan tidak ada pajak untuk pembeli.

Kita bisa menghemat uang dengan menjalankan bisnis disini.

Tidak ada yang datang ke tempat yang suram ini, Bu!

Bisnis Anda akan lebih mudah jika Anda pindah ke Beach Town.

Itu ada sebuah kesepakatan bagus. Sebagian besar pedagang membeli.

Pikirkan itu, pak.

Kita tidak bisa kalah dengan Beach Town.

- Aku akan melakukan yang terbaik. - Kami percaya, Pak Koo.

Terima kasih sudah membantuku.

- Terima kasih! - Silahkan!

- Mari kita lakukan! - Bagus.

Charles Talleyrand dari Perancis mengatakan ini tentang kopi.

Hitam seperti iblis.

Murni seperti malaikat.

Panas sekali, tapi manis seperti cinta. '

Hee Soon? Apa kau suka beruang teddy?

Maaf?

Ini art latte!

(Pembukaan Beach Town)

(Kijang, Sekarang Mengglobal)

Akhirnya tempat ini tetap buka juga.

Aku tidak tahu harus berkata apa, Pak Choi.

Hei!

Siapa yang tahu warga akan menyetujuinya?

Aku juga ingin tahu kenapa warga tiba-tiba berubah pikiran.

Mungkin karena gadis-gadis yang menyukai Pak Koo pergi meyakinkan warga.

Deok-man bilang dia punya daging enak hari ini.

Mari selesaikan ini, lalu pergi minum.

Jangan khawatir.

Baiklah semuanya,

hari ini kita akan menunjuk ketua komunitas yang baru, seperti yang diumumkan.

Ada yang mau menominasikan?

Nominasi apa?

Pak Choi yang harus jadi ketuanya.

Benar - Apa?

Tidak, diamlah.

Siapa yang tahu kota kita lebih baik dari dia?

Dan dia membantu kita secara sukarela dengan segala macam cara.

Benar - Iya.

Aku menunjuk Choi Dae-ho untuk menjadi Ketua.

- Aku setuju! - Aku juga!

Terima kasih. Pak Choi Dae-ho dinominasikan.

Ada yang lain?

Tahan!

- Bagaimana dengan Pak Koo? - Tidak.

Dialah yang membangun Beach Town.

Dia seorang pengusaha dengan koneksi yang hebat.

Tolong! Tidak! Aku tidak tahu banyak tentang kota Kijang.

Kurasa Detektif Choi yang harus jadi ketua.

Dia menolak. Pak Choi harus menjadi ketua.

Kalau begitu Pak Choi jadi satu-satunya calon.

Ayolah!

Aku mencalonkan Pak Koo!

- Apa yang sedang kau lakukan? - Tolonglah!

Demi prinsip demokrasi, kini kita punya 2 kandidat.

Sekarang, mari kita dengarkan pidato dua kandidat itu.

Pidato apa? Kita semua sudah saling mengenal.

Kita semua seperti keluarga.

Pilih saja siapapun yang ada dipikiran kalian.

- Kalau begitu mari kita mulai votingnya. - Tunggu!

- Majulah berpidato. - Jangan begitu!

- Katakan sesuatu! - Ayolah.

Semua orang mengenalnya, tapi mereka tidak mengenalmu.

Ayo maju, kalau begitu.

Terima kasih.

Saya merasa terhormat dan bersyukur dinominasikan.

Tapi pidato? Tidak apa-apa, Pak?

Lanjutkan.

Saya pernah mendengar ini.

Kalian semua tahu kata 'Change'. Kan?

Dalam bahasa inggris...

Ini berarti memodifikasi atau membuat yang baru.

Dari sini...

Jika kita menghapus ini...

Berubah menjadi 'Chance' (Kesempatan).

Pikirkan tentang itu.

Pantai Haeundae ada didekat kota kita.

Itu bisa menjadi tempat wisata kelas dunia.

Jadi kenapa Kijang tidak bisa maju?

(Choi Dae-ho)

(Choi Dae...)

(Koo Jong-jin)

Sudah semua?

Ini amplop hasilnya.

Saya akan mengumumkan hasilnya!

Pemenangnya adalah...

Hasilnya beda tipis!

Kau pasti menang!

Dia mengenal warga dengan baik, dan saya juga mengenalnya dengan baik.

Menurut pendapat pribadiku, dia kandidat yang tepat.

Ketua komunitas yang baru adalah...

Saya yakin dia akan bekerja keras untuk warga kita.

Berhenti mengulur dan umumkan pemenangnya!

Sekarang, saya akan benar-benar mengumumkan pemenangnya.

Ketua komunitasnya adalah...

Pahlawan Kijang FC!

- Bagus! - Ia menang!

Iya!

Dia menang, dia menang!

Pak Koo Jong-jin! Beri tepuk tangan!

- Berdiri Pak Koo! - Tolong beri tepuk tangan!

Hore!

Perubahan!

Benarkah?

(Koo Jong-jin)

Tolong, berhenti menggodaku.

Ayo pergi perayaan kemenangan!

Restoran Deok-man, oke?

Bagaimana kalau makan ayam untuk malam ini?

Aku akan memesan tempat yang bagus.

Ayam terdengar enak.

10 orang.

Aku minta maaf. Restoran sudah dibooking. Silakan datang lagi lain kali.

- Tapi kami ber-10. - Ayo pergi.

Ayo pergi!

Mengapa mereka tidak angkat?

- Minum, pak. - Terima kasih, Pak Koo.

Bergabunglah dengan kami. Kau membuat suasana tidak enak.

Lupakan!

Ayolah.

Hasilnya beda tipis saja! Tau berapa banyak selisihnya?

Hanya satu suara.

Aku sangat terkejut! Siapa yang tahu 1 suara akan mengubah hasilnya?

Bukan karena Pak Koo yang hebat.

Orang-orang memilihnya karena dia dekat denganmu.

Jadi minum saja dan lupakan.

Berani-beraninya kau, brengsek!

Jangan memberiku perintah ini-itu!

Ini masalah.

Ada apa dengan Pak Choi?

Kalian tahu dia dulu orang yang bagaimana?

Dia...

Dia itu...

Hentikan, Pak Choi. Kau mabuk.

Ayo, Chun-moo. Bawa dia pulang.

Ayo! Aku tidak mabuk!

Kataku lepaskan! Aku tidak mabuk!

Ayolah!

Pak Choi!

- Aku baik-baik saja! - Apa kau baik-baik saja, Pak Choi?

Pak!

Pak Gwak, tolong siapkan mobil untukku.

Aku harus mengantarnya.

Tidak, biarkan aku membawanya pulang.

Jangan khawatir.

Choon-mo akan membawanya. Tetaplah di sini, Pak Koo.

- Tapi aku harus pergi... - Tidak apa-apa.

Kembali ke tempatmu.

Bagaimana kalau bersulang untuk Ketua baru kita!

Tepuk tangan!

Dasar orang-orang tolol!

Aku akan menunjukkan siapa dia sebenarnya!

Perhatikan baik-baik!

Ada apa denganmu?

Ini tidak mungkin.

Dimana bekas jarumnya?

Pak Choi...

- Oh. Apa ada di kakimu? - Pak!

Pak!

Ya itu benar!

Aku adalah mantan narapidana.

Tapi untuk mencari nafkah. Aku minta maaf.

Tapi...

Tahu betapa sulitnya hidup sebagai mantan narapidana?

Aku hampir melompat dari jembatan 5 kali.

Aku memotong nadiku 3 kali! Tapi setiap saat...

Tapi kau tahu apa yang selalu menghentikanku?

Sup daging sapi yang kau belikan!

Apa kau tidak ingat?

Jika tidak ingat, maka aku akan...

Hidup lebih baik di kehidupan selanjutnya!

Aku akan mati saja!

Berhenti berakting, bajingan!

Kau mungkin membodohi orang lain, tapi kau tidak bisa membodohiku!

Ingat! Aku selalu memperhatikanmu!

Pak Choi...

Ayo pergi, pak.

Mengerti?

Lepaskan, sobat!

Aku baik-baik saja. Aku...

Aku harap kalian tersendak tulang ayam!

[Restoran Mokwon]

Cukup dengan ceritamu.

Dia pekerja keras dan baik hati. Mengapa terus membesarkan masa lalunya?

Ingat pemilik toko binatu yang botak?

Ayahku ditipu olehnya 3 kali.

Pria botak itu! Dia menipu ayahku 3 kali!

Apa kau tahu apa kata-kata terakhirnya?

Pertama...

Orang tidak mudah berubah.

Kedua...

Jangan pernah percaya orang botak.

Deok-man!

Sekali pelaut...

Tetap pelaut!

Sekali pengedar narkoba, tetap pengedar.

- Tolong! - Hati-hati!

Tapi...

Apakah ini benar-benar aman?

Percayalah naluriku!

Tapi aku pikir ini berlebihan.

Orang laut tidak penakut!

Deok-man.

Jika seekor tikus menggali lubang...

dia akan mendapat banyak makanan.

Lihat disini?

Ini adalah lubang tikus.

Kau terlalu banyak menonton film! Jika kau makan itu, kau bisa...

Narkoba murni...

akan berubah jadi kristal kalau dipanaskan.

Tapi ini hanya terbakar biasa.

Artinya bukan obat.

Tinggal 2 jam lagi.

Astaga!

Air!

Kau bodoh!

Apa apaan!

Apa yang sedang kau lakukan!

Pemadam Api!

Cepat!

Pemadam Api!

Panas!

Sial!

Cepat! Padamkan itu!

Berikan itu padaku!

Tuan!

Haruskan kita panggil 911 (SAR)?

Kau gila?

Apa ini?

Apa yang terbakar?

Pak Choi?

Apa karena saya menjadi ketua?

Tidak.

Kalau begitu aku mundur saja.

Tidak. Bukan itu sebabnya.

Aku akan jelaskan.

Aku pasti sudah kehilangan akal karena Il-sik.

Siapa Il-sik?

Dia berada di motel denganmu saat kau ditangkap.

Bajingan jelek dengan mata sipit itu.

Yang punya tato di lehernya?

Itu benar.

Dia sedang berbisnis dengan Popeye lagi.

Secara kebetulan, narkoba muncul di kota ini saat kau datang.

Aku tidak tahu. Pasti sulit bagimu.

Kenapa kau tidak jujur saja denganku?

Si brengsek itu merusak hidupku.

Partnerku yang malang juga meninggal.

Aku benar-benar ingin menangkapnya dengan tanganku sendiri.

Tapi kurasa aku terlalu berlebihan.

Tidak apa-apa. Aku benar-benar mengerti.

Apa kau tidak terluka?

Tidak, aku baik-baik saja.

Aku sangat menyesal soal rumahmu.

Jangan khawatir, pak. Aku bisa membersihkannya.

Pak Choi?

Aku membawakanmu hadiah kecil. Aku harap kau menyukainya.

Apa ini?

Aku sedang mencari waktu yang tepat untuk memberikannya padamu.

Lupakan. Bagaimana aku bisa menerimanya?

Tapi kau membantuku masalah Beach Town dan sebagainya.

Aku harus berterima kasih, pak.

Pak Choi?

Aku ingin melakukan hal yang lebih besar untukmu.

Tahu apa yang kurasakan?

Tentu...

Maukah kau mencobanya?

- Tidak. - Cobalah.

- Tidak. - Aku harap ini sesuai.

Seperti ini...

Nah!

Pas!

Kacang kedelai fermentasi, dalam cuaca panas ini?

Aku tidak mau.

Kenapa kau?

Sekarang kau mengeluh tentang makanan?

Jangan makan kalau begitu!

Kau berkeliling seperti itu?

Mengapa tidak bugil saja sekalian?

Hanya ke perempatan didepan.

Diam di sana!

Apa ini?

Ini bukan tato. Ini hena. Hilang kalau dicuci.

Kapan kau melakukan ini? Minggu lalu belum ada!

Semua orang melakukannya akhir-akhir ini!

Siapa? Perlihatkan padaku!

Dimana obeng?

Kau membiarkan dia melakukan itu? Kapan dia mendapatkannya?

Itu akan hilang dalam seminggu!

Jangan lari.

Yang punya tato di lehernya?

Sampai jumpa!

Benar.

Il-sik tidak punya tato 5 tahun yang lalu.

Il-sik dan Pak Koo bekerja sama.

Kenapa dia pergi sejauh ini?

Itu karena dia perlu menyembunyikan bau busuknya.

Bagaimana kabarmu?

Mereka hanya akan memancing.

Apa aku bisa bertanya sesuatu padamu?

Perahu itu disana, tahukah kau kemana arahnya?

Pergi ke pulau terpencil. Pulau yang banyak ikannya.

Apa mereka sering datang kesini?

Mereka mungkin pemancing. Mereka menginap di sana semalaman.

Bisakah kau membawaku ke sana?

Untuk apa?

Itu jauh. Biayanya mahal.

Benarkah?

Tunggu.

Tunggu! Dimana dompetku?

Di mana aku menaruhnya?

[Detektif Choi Dae-ho]

Apa di dalam mobil?

- Pergi cek mobil... - Kau polisi?

Polisi seharusnya tidak ceroboh dan kehilangan barang.

Oh, kau menemukannya.

- Aku akan minta $ 300, pulang-balik. - $ 300?

Kurangi $ 100, bagaimana?

Sampai ketemu nanti, pak!

Hati-hati!

Siapa mereka?

Jika kau melihat sesuatu yang mencurigakan...

Tolong hubungi aku di nomor ini.

[Manajer Restoran Mokwon, Lee Deok-man]

Restoran Mokwon?

Bukankah kau polisi?

Ini penyidikan rahasia. Itu agen rahasiaku.

Baiklah.

Kapten? Ayo pergi ke sisi lain.

Sisi kanan! Oke!

Aku mencium bau obat.

[Tidak ada layanan]

Sangat dingin!

Halo?

Bajingan, apa kau tertidur?

Hai pak.

Kau tertidur, kan?

- Tidak, tidak. - Ya, kau tertidur!

Kenapa kau tidak meneleponku sebelumnya?

Dimana para pecandu itu?

Mereka akan pergi.

Kirim kapal sekarang!

Apa?

Kirimkan aku kapal, cepat!

Sekarang!

Mengapa mereka pergi sejauh ini untuk memancing?

Ada banyak tempat bagus di sekitar Ulsan.

Mereka tidak memancing. Mereka menyintesis obat.

Obat berbau busuk selama disintesis.

Jadi mereka melakukannya di tempat-tempat terpencil.

Ini adalah norma.

Sekarang apa?

Panggil geng.

Kepala! Ini waktunya bergerak!

Mari kita menangkap beberapa pecandu!

Hubungi Badan Narkotik, sekarang!

Semua orang diam ditempat!

Unit Investigasi Khusus.

Pak Choi - Apa ini?

Kau tahu mengapa!

Kau di sana!

Diam!

Kami mendapat laporan penyulingan obat.

Narkoba?

Tapi di mana surat perintahnya?

Tidak apa-apa Pak Gwak. Mereka menerima sebuah laporan.

Kami akan bekerja sama.

- Mulai cari! - Pindahkan!

Cepat!

Mulai dari dalam!

Ini kan?

Aku tidak berpikir benar.

Periksa dengan seksama. Ambil sampel untuk forensik.

Lihatlah dia!

Mengapa berpakaian seperti ini untuk membuat kacang kedelai fermentasi?

Kau akan mencium bau busuk sepanjang hari.

Itu berbau busuk!

Ini di sini!

Jangan ruang fermentasi!

Minggir!

Minggir!

Apa yang...

Ini semua fermentasi kacang kedelai!

Dia bersih.

Pak Kang?

Apa yang sedang kau lakukan?

Ayo keluar!

Tidak! Tunggu!

Aku melihatnya!

Mereka mensintesis obat di sebuah pulau!

Dae-ho, ayo kita hentikan saja.

Kau bajingan!

Di mana kau menyimpan obatnya? Katakan padaku!

Aku tidak tahu apa maksudmu, pak.

Kau bajingan!

- Kau bajingan! - Ada apa denganmu, pak.

Awas!

Sudah cukup!

Kau telah menyebabkan cukup banyak masalah.

Dan kenapa kau membuka ruang fermentasi? [Fermentasi gagal jika terkena udara luar]

Kau membuat mereka rugi $ 30.000!

Bisakah kau membayarnya?

Bukan itu yang penting.

Kau harus menyelidiki Pak Koo!

Dia punya koneksi ke Il-sik!

Kau gila.

Ayo, hentikan!

Kemari! Kau bajingan!

Dimana obat itu?

Dia benar-benar kehilangan akal.

Setelah kalah dalam pemilihan, dia kehilangan akal sehatnya!

Pak Koo,

Jangan biarkan dia lolos!

Tidak, pasti ada salah paham.

Aku berutang nyawaku padanya.

Aku pasti telah melakukan kesalahan.

Berutang nyawa?

Kau brengsek!

Choi Dae-ho!

Sudah cukup!

Jika bukan karena Pak Koo, kau akan dipenjara!

Tuan?

Kau! Ikuti aku ke sekolah!

Ikuti dia.

- Kau pantas dipukul. - Diam.

Apa itu?

Dengarkan!

Kau bisa menipu orang lain, tapi kau tidak bisa membodohiku.

Aku melihat kau membuat obat di pulau terpencil itu.

Aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan, pak.

Pikirmu aku hanya bercanda?

Yah, sepertinya aku membuatmu marah,

jadi pukul saja aku, pak.

Dengan senang hati aku akan menerimanya.

Kenapa kau ini?

Berdiri tegak!

Tunggu.

Tentang pukulanmu, pak.

Waktu di pabrik juga.

Bahumu tegang, pak.

Rilekskan bahumu dan gunakan tanganmu untuk memukul.

Rilekskan bahumu dan gunakan tanganmu untuk memukul.

Cobalah.

Kau ini!

Bukan begitu!

Tidak bisakah kau melakukannya dengan benar?

Sebuah pukulan cepat!

Cobalah.

Ayolah.

Lagi!

Sadarlah!

Kau brengsek!

Kemana kau pergi?

Sudah menyerah? Ayolah!

- Dia keren. Permainan berakhir. - Permainan berakhir.

Ayo pergi.

Peraih medali perak apa?

Kemari.

- Sudah kau rekam? - Iya.

Ambil gambar kita. Dia dan aku bersama.

- Potret wajah kami dengan jelas. - Ya pak.

Ayo lihat.

Tidak terlihat dengan jelas.

Lagi.

Lihatlah kamera.

Baik.

Sini.

Ayo pergi!

Apa yang aku lakukan salah?

Semua orang menghasilkan uang berkatku!

Jangan melihat hal-hal yang baik atau jahat.

Dunia tidak hitam dan putih. Kebanyakan abu-abu.

Mengerti?

- Persetan. - Ayo pergi, pak.

Edit itu!

(Yang makan di sini hidupnya damai)

Sial, Dae-ho!

Aku mati tanpa pesanan 100 AC itu!

Kau bukan satu-satunya.

Lihat! Inilah sheriff lama kita.

Dia pembawa masalah!

Aku benar!

Dia adalah dealer narkoba!

Dalam masa sulit ini, kita harus tetap bersama dan...

Narkoba! Narkoba! Sudah cukup!

Sial!

Apa yang salah denganmu?

Lihat.

Pak Koo bilang dia akan membatalkan Beach Town dan pergi!

Kesalahan siapa itu?

Beach Town bukan alasan dia datang kesini.

- Dia datang untuk menjual obat! - Dae-ho!

Itu sudah cukup!

Mengapa kau tidak bertemu dengannya dan mencoba meminta maaf?

Jika dia pergi, semua orang di Kijang akan miskin!

AC Choon-mo, pemurni air Kang-gon...

dan bahkan perahu Sun-chul! Mereka semua akan bangkrut!

Itu akan menjadi salahmu!

Aku mengerti bagaimana perasaanmu.

Dia datang dan mengambil alih wilayahmu. Kau pasti membencinya.

Aku mengerti.

Apa yang kau katakan?

Kau pikir aku melakukan ini karena dendam pribadi?

Sial!

Mari kita luruskan ini, ini juga bukan wilayahnya.

Kau lahir di Chang-won.

Aku dengar kau pindah ke sini usia 6 tahun.

Brengsek...

Penipu!

Jangan menyebarkan rumor bodoh!

- Kau bajingan! - Ayo! Pukul aku!

Berhenti!

- Biarkan aku pergi. - Hentikan!

- Kataku, biarkan aku pergi. - Hentikan mereka.

Diam.

Biarkan aku pergi!

Apa kita pindah saja?

Kenapa tiba-tiba?

Aku khawatir ibu tinggal sendirian.

Dan kehidupan di sini sudah berubah.

Tuan! Cepat datang!

Deok-man berkelahi!

- Apa yang dia lakukan? - Kau mati!

Deok-man!

Apa yang sedang kau lakukan?

Jangan ikut campur.

Kau menyebut dirimu manusia?

- Apa yang kita lakukan? - Berhenti.

Kau bajingan!

Deok-man!

Deok-man!

Apakah kau baik-baik saja?

Lepaskan, bodoh!

Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk...

Ambil ini untuk perawatannya.

Aku memperingatkanmu tadi malam...

Bisakah seseorang menelepon 911?

- Panggil 911! - Pak Koo? Apa kau baik-baik saja?

- Iparnya sama saja! - Dia mempermalukan kita semua!

Apa itu?

Kenapa kau tidak mau cerita?

(Dia harusnya malu)

(Kakak dan iparnya yang bodoh!)

Apa kau tidak marah?

Kau akan diam saja?

Semuanya tidak ada gunanya.

Deok-man.

Ayo tinggalkan Kijang.

Bukankah seharusnya pria itu setia? Sialan para pengkhianat itu!

Kuharap mereka bangkrut!

Halo?

Tuan? Ini Detektif Kim.

Apa itu?

Kami menangkap Shin Il-sik pagi ini.

Kami meminta Anda jadi saksi, pak.

Lupakan. Kau gantikan saja aku.

Aku mau saja,

Tapi kau satu-satunya saksi dari 5 tahun yang lalu, pak.

[Kantor Polisi Daejeon]

Aku hanya butuh tanda tanganmu.

Aku minta maaf untuk membuatmu datang sejauh ini.

- Lalu sudah selesai? - Iya.

Kami bukan pengedar narkoba!

Siapa orang-orang itu?

Mereka kena tipu.

Mereka tidak tahu kalau sedang mengangkut dan berjualan narkoba.

Popeye dan Il-sik mengacaukan kota mereka.

Ini terlalu buruk, tapi akan dikenakan biaya.

Dia membuat kami melakukannya!

- Detektif Kim? - Iya?

Bisakah aku berbicara dengan Il-sik?

Lama tidak bertemu!

Pasti sudah jadi Kepala sekarang. Selamat!

Berhenti omong kosong.

Tahu siapa dia?

Tidak.

Dia pria di motel 5 tahun yang lalu.

Oh! Anak baru itu!

Aku mengenalinya sekarang. Kepala besar.

Pernah ketemu dia sejak saat itu?

Tentu saja tidak.

Aku pergi ke China 2 minggu setelahnya.

Popeye mengirimiku surat agar membawa obat-obatan itu ke China.

Sebuah surat?

Iya.

Dia selalu memberi lokasi dan waktu melalui surat.

Siapa Popeye sebenarnya?

Tidak tau. Aku tidak pernah melihatnya.

Kau sudah tau dia sejak lama. Kau pasti tahu sesuatu.

Baiklah...

Kudengar dia memanfaatkan warga untuk membuat dan mengangkut obat-obatan terlarang.

Siapa ini?

Bajingan itu.

Berkat bajingan ini, aku disini sekarang.

Dia mengambil AC yang ada narkobanya, dan...

AC?

Iya.

Narkoba dimasukan ke AC.

Kami harus segera mengirimnya ke jaksa.

Sudah?

Aku bahkan belum makan.

Tapi Popeye memiliki selera humor yang aneh.

Dia memasukkan dua lembar cek $50 ke dalam surat dan menyuruhku melarikan diri.

Dua cek $50?

Iya! Bagaimana aku menggunakannya di China?

Apa yang kau lakukan dengan surat itu?

Tentu saja kubuang. Itu bukan juga surat cinta.

Sampai jumpa.

(Pada tanggal 7, Kapal Dangseong di Pelabuhan Incheon)

Bajingan itu.

Dia Popeye!

Bagaimana pak Choi?

Sepertinya dia sedang dalam perjalanan dari Daejeon.

Dia ada dimana-mana, kan?

Mungkin kita harus menunda kesepakatannya, pak.

Barang-barang Il-sik disita. Tidak ada cukup waktu.

Kepercayaan adalah segalanya dalam bisnis.

Bekerja 24 jam! Rekrut penduduk setempat, jika harus.

Jepang menginginkannya melalui kapal.

Gunakan kapal nelayan mereka!

- Mereka akan keluar memancing. - Mereka bisa istirahat dulu.

Kami tutup.

Kami menjual tokonya.

Orang tua gila.

Apa itu?

Dia bicara tentang agen rahasia dan apalah itu.

Tunggu! Berikan padaku.

Halo?

Hai, Detektif.

Banyak kapal yang mengelilingi pulau terpencil itu.

Mereka kapal dari Kijang, tapi mereka tidak memancing.

Benar-benar mencurigakan.

Siapa yang peduli jika dia menjual obat?

Mereka mengusirmu dari kota! Mereka!

Mereka semua senang dengan trip gratis.

Trip?

Semua orang di komunitas akan pergi.

Pak Koo menyewa sebuah resor untuk mereka.

Trip ini...

Dia mengirim semua orang untuk melakukan kesepakatan di sana.

Deok-man.

Semua orang di Kijang akan menjadi pengedar narkoba.

Para nenek dan orang sakit sekalipun!

Hee Soon juga!

Deok-man.

Meskipun mereka tidak percaya kita...

Kita tahu dia adalah Popeye! Kita harus melakukan sesuatu!

Ini gila.

Apakah kau di jalan?

Aku hampir sampai. Sudah periksa semua?

Kau benar, ada yang tidak beres.

Cepat datang. Aku sangat takut!

Tunggu! Aku akan menghubungimu lagi.

- Mengapa? - Tidak sekarang! Aku akan meneleponmu!

- Mengapa? - Tutup teleponnya!

Brengsek...

Maaf!

Sial! Itu menyakitkan!

Masa kau tidak mengenaliku dari belakang?

Aku tidak bisa melihat baik di malam hari...

Tuhan, kau bikin masalah saja.

- Mari kita bongkar. - Ya pak.

Awas punggungmu - Baik.

- Ayo cepat! - Baik!

Ayah!

Oh tidak. Semuanya tumpah.

Sial.

Apa ini?

Apa itu?

Apa kau tahu apa ini?

Semua kapal pergi ke festival di Ulsan.

Polisi juga pergi ke sana.

Lihat.

Itu perahu ayah Sun-chul.

Itu adalah perahu Chang-wan.

- Pak Koo membelinya. - Aku tahu itu.

Mereka berdagang lewat laut!

Apa yang ku katakan?

Hari trip adalah hari kesepakatannya!

Dimana geng kita?

Tidak tahu Tidak ada Jawaban.

Sial.

- Terima kasih untuk semuanya, Pak Koo. - Dengan senang hati.

Sayang sekali kau tidak bisa kut kami dalam perjalanan.

Aku harus pergi bisnis. Aku akan segera bergabung dengan kalian.

Sayang sekali.

Tapi di mana Sun-chul? Aku tidak melihatnya.

Dia meninggalkan sesuatu di Beach Town.

Dia akan menyusul nanti. Pergilah!

Masuklah - Iya.

Sampai jumpa lagi.

- Terima kasih, Pak Koo. - Tentu.

Berkendara dengan aman!

Ya pak!

Mereka sudah siap ke Jepang.

Tenang semuanya!

Semua orang sudah duduk, kan?

Ayo pergi, sopir bus!

Tuan? Tuan?

- Apa? - Kita menuju arah yang salah.

Apa maksudmu?

Lihat! Kita kembali.

Benar! Hei, supir!

Kau salah arah!

Tuan?

Tuan? Busnya...

Deok-man?

Apa yang sedang kau lakukan?

Deok-man?

Ini benar-benar Deok-man?

Apa yang sedang kau lakukan?

Ini benar-benar dia!

Kau tidak bisa mengemudikan bus.

Aku mengendarainya waktu wajib militer.

Dan kita di jalan raya!

Jangan membuatku marah!

- Apa yang terjadi? - Tenang.

Pegang erat-erat!

Semuanya selesai.

Cuaca bagus.

Pengiriman sudah siap - Bagus.

Hei!

Kesepakatannya selesai.

Selamat jalan kembali.

Aku sudah mengurus polisi laut. Jangan khawatir.

Apa itu benar?

Ayah...

Berangkat!

Bukankah itu bus kita?

Apakah kau gila, Deok-man?

Apa yang kau lakukan?

Lihat ke sana!

Apa itu?

- Bukankah itu Pak Koo? - Iya.

Bukankah dia akan pergi bisnis?

Bisnis? Dia menjual narkoba!

Apa?

Dia menaruh obat-obatan di kapal kalian untuk dijual ke Jepang.

Narkoba?

Deok-man! Kemana kau pergi?

Lihat? Sun-chul dan yang lainnya ditahan!

Tuan! Tolong!

Dia benar!

Bajingan sial!

Apa yang kita lakukan?

Menyebalkan sekali.

- Sekarang apa? - Dae-ho benar.

Apa yang sedang terjadi?

Jangan khawatir dan pergi saja.

Naiklah ke kapal.

- Apa yang kita lakukan? - Tahan.

Mereka datang!

Ayo! Ambil alatnya!

Deok-man...

Hee Soon, kau tetap di dalam. Berbahaya di sini!

Apa itu?

Tuan!

Tuan!

Hei, pecandu!

Kau kena sial kali ini.

Masih belum mengerti juga kau?

Kapten! Tolong sekarang!

Sekarang pengedar narkoba dalam perangkap!

Tuan?

Aku akan menangani di sini. Pergilah.

Mobilmu sudah siap.

Serang!

Mati kalian!

Kau bajingan! Berhenti!

Apa ini?

Sial.

Pindahkan truknya.

Tidak bisa.

Tidak bisa?

Diam!

Tuan!

Semuanya beres di sini.

Kita dapat barangnya, dan polisi akan segera datang.

Bagus. Kerja bagus!

Kalian bisa pergi.

Dia dan aku perlu bicara.

Ya pak!

Aku tidak percaya ini.

Berhenti di sana, bodoh!

Semuanya sudah beres di pelabuhan.

Sekarang hanya kau dan aku!

Popeye!

Apa yang kau lakukan?

Jadi, kau datang kesini sendirian?

Kau luar biasa.

Detektif memang menakutkan. Aku meremehkanmu, Chief.

Aku sangat menyesal, pak.

Sekarang kau mengerti siapa yang kau hadapi?

Tentu saja. Penyelamat hidupku.

Aku keluar penjara dalam 2 tahun, bukan 20 tahun.

Aku berutang budi padamu!

Diam, bodoh.

Siap kali ini?

Aku mengajarimu di sekolah itu.

Bergerak cepat.

Meraih jasku lagi?

Nah, cengkeramanmu semakin kuat.

Apa kau olahraga akhir-akhir ini?

Lagi!

Sial.

Detektif Choi,

Kau tidak bisa mengalahkanku, selama kau hidup.

Kau bodoh.

Lagi?

Wow, sudah lama tidak ada yang membantingku!

Apa?

Dasar bajingan!

Aku bertanya-tanya mengapa kau disebut Popeye!

Kenapa kau?

Kau botak!

Walau tidak punya rambut kau harus hidup bangga!

Mengapa menyembunyikannya?

Ayahku selalu benar.

Kau seharusnya tidak melakukan itu.

Matilah Kau!

Cermin...

Berhenti!

Berhenti! Tolong!

Itu menyakitkan! Sangat menyakitkan!

Aku tidak bisa bernafas!

Jangan bunuh aku.

Bajingan!

Ini baru berkelas.

Penyalur narkoba sial. Itu cara rendahan!

Menang adalah segalanya dalam peperangan!

Sampai jumpa!

Ugh... Sialan!

Brengsek.

Mari kita lihat ya, bodoh!

Bangun!

Brengsek.

Dunia ini abu-abu, katamu?

Tolol.

Bagiku...

Tersenyum untukku!

Ini hitam dan putih.

Seorang dealer Narkoba terbesar di Asia...

yang menjual narkoba di seluruh Korea, Jepang, dan China...

dikenal sebagai 'Popeye, ' telah ditangkap.

Menurut polisi, Koo, menyamar sebagai pebisnis...

Senang?

Tentu saja.

Silahkan masuk.

Halo!

Itu dia.

Hai, Mi-sun.

Hai, Chief.

Ini tidak banyak.

Itu banyak - Oh, apa begitu?

Tetap saja, simpan untuk nanti.

Kepala? Apa kau baik-baik saja?

Ini adalah yang terbaik untuk memar.

Jangan ambil. Tidak akan manjur.

Tapi sulit didapat.

Aku akan meletakkannya di sini.

Kami mohon maaf atas segalanya.

Mereka bilang setelah badai pasti cerah kan?

Setelah badai datang lubangnya!

Pernah dengar tentang lubang pembuangan?

Kau orang kijang. Jangan begitu!

Apa begitu? Aku dari Chang-won!

Itu salah, pak.

Bukan masalah di mana kau lahir, tapi di mana keluargamu berada.

Itulah rumah yang sejati.

Berhenti basa-basi.

Ayolah, Chief Choi. Mohon maafkan kami.

- Kami minta maaf. - Memaafkanmu?

Untuk apa?

Apa yang harus dimaafkan?

Bencilah dosanya, bukan orang berdosa.

Dia memaafkan kita!

Kepala!

- Terima kasih. - Kami mencintaimu!

Kenapa kalian kemari?

Keluar!

Deok-man? Bawa mereka keluar dari sini!

- Deok-man! Kami minta maaf! - Deok-man, kau laki-laki kami!

Chief Choi?

Chief Choi?

Kau menganggapku gila, dan sekarang datang dengan keranjang buah?

Reputasi kami benar-benar diinjak.

Apa yang polisi lakukan? Jika warga biasa yang menangkap pengedar narkoba?

Ada begitu banyak kritikan.

Apa hubungannya denganku?

Semuanya tergantung padamu.

Kami telah menyiapkan semuanya.

Yang perlu kau lakukan adalah datang. Kami urus sisanya.

Chief Choi? Pernah dengar tentang agen rahasia?

[Agen rahasia Chief Choi menangkap geng Narkoba]

[Detektif Choi menangkap Popeye]

[Raja Obat Asia ditangkap]

[Warga Kijang membantu menangkap geng narkoba]

Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~

[The Sheriff in Town]

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.