Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sultan303.xyz Agen Judi Online Terpercaya
Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Penduduk dunia kurang lebih sama.
Meski kita berasal dengan bentuk dan warna berbeda,
Kita semua mewarisi hal yang sama,
Dan kita semua memiliki cerita latar,
Dan rahasia-rahasia kita.
Contohnya pria ini, kita panggil dia Henry,
Berusaha temukan jalannya di pulau terpencil Yunani.
Meski evolusi mungkin terlihat mendewasakan kita,
Masih ada bagian-bagian dari otak kita yang berasal dari leluhur reptil kita.
Walau kita meyakinkan diri kita bahwa kebencian,
Balas dendam dan musuh abadi berada di masa lalu,
Darah leluhur kuno kita masih mengalir di nadi kita,
Terlepas kita menyukainya atau tidak.
Halo?
Halo?
Henry Maertens?
Tn. Henderson.
Panggil aku Alex.
Kau temukan jalannya.
Terima kasih banyak.
Mungkin kau lebih suka minuman dingin?
Tidak... Teh juga tak masalah. Terima kasih banyak.
Mercusuar? Ini benar-benar sesuatu.
Aku suka memandu orang.
Jika mereka menjadi terlalu dekat, aku mematikan lampunya.
Aku lebih suka menyendiri. Aku tak suka tetangga.
Beberapa berkata aku benci orang, dan itu sangat benar.
Berarti ini pasti tempat yang sempurna.
Tepat sekali.
Dan semua ini milikku.
Dan kebun zaitun di belakang kita.
Beberapa pohonnya berusia 500 tahun.
Itu sudah di sini ketika Columbus menemukan Amerika.
Lalu ada kapel kecil di sisi lain, dan itu juga milikku.
Disanalah aku akan dimakamkan...
Ketika ajalku datang.
Jadi, penerbitku meneruskan suratmu.
Aku tak ingat yang kau tulis,
Tapi aku anggap kau ingin tahu cara menjadi seorang penulis.
Sebenarnya, tidak.
Ini sebenarnya lebih tentang cerita.
Buku yang kutulis, jika itu bagus atau cukup menarik.
Ada semacam keterkaitan dengan "Gilliam's Temptation."
Aku tidak membaca itu sejak aku menulisnya.
Tentu, tentu, tentu... Karena kau sudah jauh-jauh datang ke sini.
Ini tentang pasangan...
David dan Eva.
Bisa dibilang tentang hubungan mereka.
David seorang penulis yang cukup terkenal.
Dan Eva guru SMA, tak memiliki anak.
Kau tak akan bacakan seluruh bukunya, 'kan?
Perpaduan tiap bab agar kau bisa memahami ceritanya.
Lanjutkanlah.
"Mereka pergi pada 15 Agustus,"
"Melakukan perjalanan dengan mobil bersama, berduaan."
"David merasa dia sangat mencintai dia."
"Mereka sudah menikah selama hampir 8 tahun."
"Tentu saja mereka memiliki hambatan,"
"Tapi David tak pernah merasa begitu kuat sebelumnya."
"Ditengah perasaan gembira ini, ada ketidakcocokan."
"Seolah ada senar salah satu kort yang tidak tersetem."
"Sulit menunjukkan dari mana tepatnya perasaan itu berasal."
"Tapi dia tampaknya temukan kejanggalan pada istrinya..."
"...yang tak pernah dia sadari sebelumnya."
"Apakah perubahan sebenarnya berasal dari istrinya, atau darinya,"
"Dia tidak tahu."
Mau aku nyalakan radio?/ Lebih baik tidak. Terima kasih.
Gabber menyarankan gasthof di selatan Burghausen,
Dan itu seharusnya bagus.
Edelweiss, tampaknya makanannya enak.
Setelah jalan pintas, kita akan langsung masuk ke jalan raya lagi.
Jadi kita seharusnya sampai di sana sekitar...
...pukul 19:00, 19:30.
Perjalanan besok akan lebih pendek.
Aku penasaran berapa banyak gasthofs hingga disebut Edelweiss,
Pasti ratusan./ David, aku bertemu orang lain.
Oke.
Situasi yang ada selama setahun terakhir ini,
Aku tak punya pilihan dan aku akan meninggalkanmu.
Aku kenal orang itu?/ Itu Mauritz.
Mauritz Winkler?
Astaga, kenapa semua wanita harus jatuh cinta dengan terapis mereka?
Kita sama-sama tahu itu tak ada artinya.
Lalu kenapa kita melakukan perjalanan ini?
Dengar, aku ingin mencobanya, tapi tampaknya sia-sia.
Aku benar-benar minta maaf, aku hanya ingin jujur denganmu.
Tn. Schwartz?
Madame H./ Selamat datang.
Aku harap perjalanannya menyenangkan.
Jalanannya sangat menawan./ Bukan begitu?
Mau kupanggil seseorang untuk membantumu dengan tas-tasmu?
Tidak, aku tak apa./ Kau tak perlu repot-repot.
Sama sekali tidak.
Senang kau datang ke sini./ Senang bisa berada di sini.
Ini yang terakhir.
Kau tak mungkin serius.
Aku serius, David.
Kau milikku, Eva.
Aku mencintaimu.
Kau butuh oksigen?
Disini.
Duduklah.
Ini.
Kau mau minum?
Tidak, aku tak apa. Terima kasih.
Aku tak apa. Terima kasih.
Apa kau mengerti itu akan berlalu?
Kau tahu, kau hanya bingung.
Aku tidak bingung.
Kau tahu, aku punya wanita lain.
Kenapa kau mengungkit itu?
Karena aku mau kau tahu mereka tak berarti apa-apa.
Itu berbeda.
Apanya?
Aku hanya punya satu, David.
Dan dia berarti segalanya.
Jika hidupmu begitu gelap...
Lalu kemudian pintu tiba-tiba terbuka, makam...
...kau harus melangkah maju.
Tidak, itu tanggung jawabmu.
Kurasa kau berutang itu pada dirimu sendiri.
Itu terdengar seperti bualan yang Mauritz Winkler katakan.
Maksudmu hidupmu, atau hidup siapa yang kita bicarakan di sini?
Hidup kita. Hidup kita bersama.
Omong kosong. Bualan.
Kita tidak berkomunikasi lagi.
Kita tidak saling menstimulasi lagi.
Jadi kau memilih bicara dengan dia tentang hubungan kita?
Kau tidak lihat, David?
Itu sangat jelas sekarang.
Jika kita terus seperti ini, kita akan benar-benar terpuruk.
Itu hanya kata-kata tanpa makna. Itu tak menandakan apapun.
Itu menandakan semuanya.
Hei!
Apa yang kau lakukan?
Maaf. Tapi kau tak bisa meninggalkanku seperti itu.
Aku hamil.
Apa? Sejak kapan kau tahu?
Ini bukan anakmu, David.
Aku paham jika itu membuatmu merasa tidak bahagia.
Kau tahu aku merasa belum siap.
Aku tak mampu melihat diriku dengan seorang anak.
Kau hanya tak menginginkan seorang anak bersamaku.
Ini tidak semudah itu.
Akui saja.
Ini tentang aku. Hanya aku.
"24 jam kemudian, Mauritz Winkler datang."
"Mesan kamar hotel di lembah tak jauh dari sana."
"Keesokan paginya, Eva membawa mobil,"
"Untuk menemuinya, Mauritz Winkler."
"Jadi dia membiarkan Eva pergi."
Begitu saja? Pria menyedihkan.
Wanita itu sangat murahan. Aku suka dia.
Kau mau komentarku sekarang, atau setelahnya?
Mungkin aku sebaiknya melanjutkan./ Terserahlah.
"Dia putuskan untuk pergi berjalan ke gunung."
"Dia tak merasa ingin berada didekat orang lain."
"Dia tak menginginkan apapun, selain dari Eva."
"Ketika jiwamu terluka, aktivitas fisik bisa pulih."
"Dan selagi dia duduk di sana, dia tak bisa berhenti berpikir..."
"...tentang kulit di sisi dalam paha Eva."
"Seandainya sentuhan halus sensitif dari ujung jarimu..."
"...bisa temukan titik tertentu itu."
"Kemudian tentu saja Mauritz Winkler memasuki pikirannya."
"Jarinya, tubuhnya menyatu dengan tubuh Eva."
"Mungkin saat itu juga dia membuat keputusannya."
"Setelah itu, ingatannya mengecewakan dia."
"Tapi itu pasti menghampirinya pada saat itu,"
"Pada waktu itu juga."
Tn. Schwartz./ Halo.
Kau tahu jika istriku sudah kembali?
Maafkan aku.
Aku belum melihat dia atau mobilmu sejak pagi ini.
Baiklah. Terima kasih.
"Bagaimana dia bisa membuat batinnya mengerti..."
"...bahwa percintaan mereka telah berakhir?"
"Dia ingat ketika pertama bertemu dengannya..."
"Bagaimana dia dengan segera tahu bahwa ini adalah wanita..."
"...yang dia ingin untuk habiskan hidupnya bersama."
"Dia ingat ciuman pertama mereka..."
"Pertama kalinya mereka bercinta."
"Dia masih mencintainya dengan seluruh tulang di tubuhnya."
"Dan dalam beberapa bulan,"
"Eva akan melahirkan anak yang bukan anaknya."
"Hampir dibutakan oleh kecemburuan,"
"Pada waktu yang sama, dia dikejutkan..."
"...oleh rasionalitasnya sendiri."
Tapi dia jelas memiliki rencana./ Benar.
"Setelah sarapan keesokan paginya,"
"David bilang akan membawa mobil."
"Dan Eva menyetujuinya."/ Jadi dia pergi...
Membunuh Winkler, cerita berakhir, benar?
Tidak, tidak terlalu. Tapi...
Mungkin itu yang seharusnya dirasakan ketika kau membacanya.
Tapi bukan itu yang terjadi./ Beri aku kejutan, Henry.
"David telah mempelajari peta secara saksama,"
"Agar dia tahu pasti."
"Jalanan berliku menanjak dari desa Graues."
"Disana, sekitar 500 meter di bawah lembah berikutnya,"
"Berada waduk Lauern."
"Dia membaca tentang itu di brosur wisata."
"'Air hijau yang pekat.'"
"Kapasitas penuh, itu bisa menahan miliaran meter kubik..."
"...dari salju dan es mencair."
"Saat dia mencapai puncak, dia mengendarai mobil sepanjang jalan..."
"...tanpa sekalipun menginjak rem."
"Tapi ketika dia mencapai tikungan tajam saat jalan menurun..."
"...menuju lembah berikutnya dia baru menginjak rem."
"Tepat seperti yang ia bayangkan."
Permisi?/ Ya?
Bisa aku pesan anggur lagi?/ Ya.
"Mereka makan dengan hening."
"Kata-kata mereka tiba-tiba menjadi berkurang,"
"Seperti malam perang ketika seluruh negosiasi tidak terwujud."
"Dan yang tersisa adalah aksi terang-terangan."
Aku akan membawa mobil.
Aku sudah mengisi bensinnya kemarin.
Aku akan pulang untuk makan malam.
"Dia meletakkan tangannya di bahu David..."
"Meletakkannya di sana cukup lama."
"Tapi David tidak menoleh."
"Tak pernah menatap matanya."
Jadi...
Mobil itu benar-benar hancur,
Tak ada yang bisa tahu remnya telah diganggu,
Seandainya itu ditemukan.
Mungkin itu menghilang di danau itu.
Waduk Lauern./ Waduk Lauern.
Ya, Henry, itu terperinci.
"Itu hari yang indah,"
"Dan dia putuskan untuk berjalan menyusuri sungai."
"Dia berjalan ke hulu selama beberapa jam sebelum dia putuskan kembali."
"Dia lapar, dan tak begitu sempat sarapan."
"Itu terasa seolah keberadaan waktu menghilang."
"Jam berlalu begitu saja, tapi menit merangkak dengan lambat."
"Pada waktu yang sama, dia merasa sangat tenang."
Tidak, aku belum melihat dia.
Terima kasih.
"Itu kamar yang kosong,"
"Berpikir bahwa Eva takkan pernah berada di sana lagi..."
"...untuk menemuinya ketika dia pulang."
"Hanya kehampaan besar."
"Keesokan paginya tak banyak yang bisa dibacarakan."
"Dia turun dan bicara dengan Madame H di resepsionis,"
"Mengajukan laporan orang hilang dengan kepolisian setempat,"
"Pergi berjalan di Graues."
"Baru keesokan harinya dia kedatangan pengunjung."
David Schwartz?/ Ya.
Inspektur Kepala Mort.
Biar aku pertegas ini.
Kau dan istrimu menginap di hotel ini,
Tapi istrimu menghilang kemarin lusa.
Itu benar./ Oke.
Pasti ada alasan mengapa istrimu pergi begitu saja.
Kabar yang beredar di hotel...
...bahwa kalian jarang habiskan waktu bersama.
Kami memiliki ketertarikan yang berbeda.
Dia suka pergi berkendara,
Aku suka berjalan kaki menyusuri sungai.
Aku rasa sesuatu telah terjadi kepadanya.
Seperti apa contohnya?/ Aku tidak tahu.
Kalian bertengkar, 'kan?
Kenapa kami bertengkar?
Apa yang kau siratkan?
"Siratkan"?
Kau menyiratkan aku memiliki kaitan dengan menghilangnya Eva?
Aku pergi berjalan menyusuri sungai,
Dia pergi berkendara.
Ketika kau sudah menikah selama masa pernikahan kami,
Kau diizinkan untuk saling memiliki semacam kebebasan.
Sungguh?
Aku butuh kopi.
"Dan itu berjalan selama lebih dari satu jam."
"Dan tidak, mereka tak temukan mobilnya atau jejak apapun."
"Mereka sudah mencari di seluruh jalanan area tersebut."
"Mereka keluarkan peringatan,"
"Tapi ada saksi mata yang maju."
"Eva menghilang."
"Tiga tahun setengah telah berlalu."
"Dia mengingat Graues. Dia tak pernah kembali."
"Dia mengingat baju hijau Inspektur Kepala Mort..."
"...dan noda keringat di bawah ketiaknya."
"Dia ingat percakapan dengan para sahabat..."
"...dan petugas kesejahteraan."
"Berbulan-bulan di rumah sakit setelah rasa terpuruknya."
Oke.
Ini akhir ceritamu?
Kau pasti bercanda.
Ini sebenarnya baru permulaan.
"Itu awal Maret."
"Musim semi masih belum tiba."
"Hembusan angin merobek di jalanan dan gang-gang."
"Suhu menurun dari beberapa derajat menjadi nol."
"Berlin menjadi sangat dingin."
"Pada akhir Cello Concerto No. 2 karya Haydn,"
"Itu terjadi."
"Salah satu penonton batuk."
"Bagi David, itu terasa seperti tersetrum."
"Itu adalah dia. Itu adalah Eva."
"Enam bulan sebelumnya,"
"Dia pasti duduk di aula konser di Maardam."
"Itu tidak biasa, tapi ia mampu membedakan..."
"...karakteristik batuk orang tertentu,"
"Diantara jutaan lainnya."
"Pada saat itu, dia yakin Eva masih hidup."
Wow.
Aku akui sangat mengesankan.
Perputaran yang spektakuler.
Bagaimana menurutmu...
Jika kita istirahat untuk makan siang, David?
Ya.
Aku sangat suka itu.
Aku tak sempat sarapan pagi ini.
Atau itu Henry?
David?
Henry?
Kurasa aku menjadi sulit membedakan.
Kau memang cerdik, David.
Memutus sambungan rem pada mobil modern, aku terkesan.
Bukan hanya pandai menulis,
Tapi mekanik yang terampil.
Itu pasti menghantuimu.
Gambaran Eva yang terjun menuruni jurang kematiannya,
Aku hanya bisa membayangkan...
...seberapa sering kau terbangun dengan keringat dingin saat malam.
Dan kau di sana, tiga tahun kemudian...
Mendengarkan suara batuk di radio.
Itu sangat menakjubkan.
Pertanyaannya adalah...
Apa itu memberimu rasa cemas, atau kelegaan?
Kau takkan pergi ke mana-mana.
Kita masih belum selesai.
Kau datang ke sini, menyita waktuku.
Aku tak bisa menulis novelku sendiri pagi ini.
Aku ingin mendengar seluruh ceritamu.
Apa itu jelas?
Dan kau tertarik ke Maardam,
Seperti ngengat terhadap api. Karena apa?
Suara batuk di radio.
Benar.
Bisa dikatakan begitu.
Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri jika itu bisa siapa saja...
...yang memiliki batuk sesuai dengan penonton itu,
Dan aku hampir berhasil.
Kemudian aku menerima proposal,
Atau harus aku katakan, sebuah kesempatan.
"Aku kirimkan naskah terbaruku kepadamu,"
"Untuk diterjemahkan dan diterbitkan."
"Aku melarangmu menghubungi penerbitku di Maardam..."
"...atau orang lainnya yang terkait."
Ini satu-satunya salinan.
Tentu saja aku harus meragukan kewarasanku sendiri,
Tapi aku tak bisa keluarkan itu dari pikiranku...
...bahwa dia entah bagaimana berhasil menghilang dari Graues...
...tanpa jejak dan memulai hidup baru.
Aku merasa tak punya pilihan, aku harus mencari tahu.
Menerjemahkan buku terbaru dari Germund Rein...
...bisa membawaku ke Maardam dengan biaya ditanggung penerbit Jerman.
Itu hampir seperti anugerah dari atas,
Dan aku diyakinkan.
Jika Eva tinggal di sana, aku akan temukan dia.
Bersulang./ Bersulang.
Dan ya, aku bukan penulis. Aku penerjemah.
Aku hanya terjemahkan karya dari penulis sebenarnya...
...ke dalam Bahasa Jerman.
Dan karyaku mungkin tak diketahui oleh semua orang,
Kecuali untuk penerbitku, dan mungkin satu atau dua pembaca.
Tapi aku tahu nilaiku, dan aku bangga dengan keterampilanku.
Keterampilan yang bisa membawaku dekat kepada Eva,
Itu jika dia masih berada di sana.
Ya, aku ditarik ke Maardam, seperti ngengat ke api.
Aku tidak tahu bagaimana akan menemukan Eva.
tapi aku bertekat melakukan apa saja untuk mencari tahu.
Aku yakin dia berada di aula konser di Maardam 6 bulan lalu.
Pertanyaannya adalah, apa dia tinggal di Maardam?
Aku menyewa apartemen dari arsitek yang ditugaskan di luar negeri,
Termasuk bertugas menyiram tanaman dan mengurus kucing.
Punya alergi?/ Tidak.
Aku pernah terjemahkan beberapa buku Rein,
"The Red Sisters" dan "Kroull's Total Silence."
Kurasa aku mungkin menguasai gaya menulisnya.
Bukan tugas yang mudah,
Tapi sama sekali tidak melebihi kemampuanku.
Lagi pula, aku tahu aku punya banyak waktu.
Aku tidak membuka naskahnya...
...hingga aku membuat diriku nyaman di perpustakaan...
Konsekuensi dari menerjemahkan menurut modelnya Darke.
Aku bawakan kau teh./ Terima kasih banyak.
Metode Darke dibangun berdasarkan fakta...
...bahwa kau tidak tahu tes sebelumnya.
Kau terjemahkan kalimat demi kalimat,
Paragraf demi paragraf.
Agar kau menghargai teks yang muncul untukmu,
Seperti pembaca yang tak tahu apa yang akan terjadi.
Aku harus melakukan pencarianku untuk Eva di saat waktu senggangku.
Mengingat dia terobsesi dengan musik klasik dan opera,
Aku mulai sering mendatangi Nieuwe Halle dan Concert Hall.
Aku selalu berusaha membeli kursi didepan beranda,
Memberiku titik paling strategis untuk mengawasi audiens.
Aku yakin bisa melihat Giselle setidaknya empat kali.
Ini menjadi rutinitas yang sangat mahal.
Terkadang aku hanya berdiri di seberang jalan...
...mengawasi penonton konser yang datang atau pergi.
Itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
Tentu saja, aku juga mengejar setiap tempat lain yang ada...
...agar bisa temukan Eva atau bahkan Mauritz Winkler,
Meskipun tinggal di kota ini, semua itu sia-sia.
Maaf.
Saat perpustakaan buka pukul 14:00,
Aku akan duduk di sana hingga mereka tutup,
Lalu melanjutkan pencarian sia-siaku,
Memisahkan tugasku seperti minyak dan air.
Maafkan aku./ Mengubah siang menjadi malam.
Apa yang sebenarnya kita ketahui tentang kerabat kita berikutnya...
...dan motif terdalam mereka?
Ceknya, tolong./ Baik. Segera.
Aku mulai bertanya-tanya tentang seluruh kerahasiaan ini.
Kenapa dia mengirim naskah kepada Kerr dan Amundsen,
Penerbit Jerman-nya,
Bukannya penerbit langganannya Otto Gerlach di Maardam?
Itu jelas terlihat aneh.
Dan apa itu memang benar jika ini satu-satunya salinan?
Aku hanya tahu dari apa yang Judit Kerr katakan padaku,
Dan dia terlihat begitu bersemangat atas prospek dari kesepakatan sebenarnya,
Untuk pertanyakan sesuatu tentang latar belakang situasinya.
Wanita ini...
Pengintaian atau orang hilang?/ Orang hilang.
Itu bagus. Aku lebih suka orang hilang.
Kapan kau terakhir melihat dia?
Tiga tahun lalu, mungkin lebih.
Kau sudah meng-Google dia?/ Dia tidak ada.
Nama gadisnya?/ Leuwe.
Seluruh informasi tertulis di belakang foto.
Kau yakin ingin temukan dia?
Kau tahu, tiga tahun...
Kebanyakan orang sudah melanjutkan hidup sekarang.
Tapi tidak denganmu.
Tidak, tidak denganku.
Kupikir penyidik swasta sudah punah.
Jelas belum.
Kita butuh anggur lagi...
Jika aku ingin untuk bisa mendengarkan ini lebih lama.
Lanjutkan. Aku mendengarkan.
Melangkah maju.
Aku tak mau habiskan sisa hidupku mendengarkan cerita kekacauanmu.
Ini tidak semudah itu./ Cobalah.
Aku sudah membuat perkembangan dengan novelnya Rein.
Itu memiliki dua sisi. Satu seperti mimpi dan introvert...
Sisi lainnya sinis dan realistis.
Aku membacanya.
Aku masih merasa sangat tidak nyaman.
Terlalu mirip dengan ceritaku pribadi. Dan pada waktu yang sama...
Kurasa "frustrasi" adalah kata yang lebih tepat.
Tapi itu bukan karena novel tersebut. Meski jika itu mempengaruhiku.
Ini semakin membaik dan membaik.
Aku mulai percaya bahwa buku itu tentang Germund Rein sendiri...
Dan tentang Mariam, istrinya.
Dan tentu saja aspek yang paling aneh dari semuanya adalah,
Kesamaan dengan hidupku pribadi. Situasiku bersama Eva.
Aku dibuat frustrasi oleh faktanya...
...bahwa pencarianku untuknya tetap tak menemui hasil.
Aku tak bisa jelaskan alasanku...
...menghubungi istrinya Germund Rein, Mariam Kadhar.
Mungkin itu karena aku tak bisa temukan Eva,
Hingga aku putuskan untuk menemui Mariam.
Aku tahu itu tidak logis.
Mungkin isi dari buku itu menyatu dengan alam bawah sadarku.
Entahlah.
Tapi suaminya menghilang tanpa jejak,
Begitu juga Eva.
Alex Henderson, salah satu dari beberapa kolega...
...yang sangat dihargai suamiku.
Benar, dia layak untuk dibaca.
Silakan duduk./ Terima kasih.
Kau sudah menerjemahkan buku-buku suamiku?
Hanya dua buku terakhirnya,
"The Red Sisters" dan "Kroull's Total Silence."
Kau tahu jika itu terjual laris di bahasamu?
Bukan edisi besar.
Tapi dia dianggap oleh kebanyakan orang berwawasan...
...sebagai salah satu penulis modern terbaik.
Selalu digadang-gadang untuk penghargaan Nobel.
Aku kebetulan didekat sini dan ingin sampaikan belasungkawaku.
Itu pasti beban yang berat.
Aku masih belum terbiasa dengan itu...
Meski sudah beberapa bulan berlalu.
Tapi di sisi lain, aku tak tahu kenapa...
...seseorang harus terbiasa dengan itu.
Maaf aku menanyakan ini,
Apa kau tahu jika dia menulis sesuatu sebelum ia meninggal?
Ya, dia menulis. Dia selalu menulis.
Tapi kami tak tahu apa yang terjadi dengan itu.
"Terjadi dengan itu"?
Dia sibuk dengan sesuatu.
Aku tak tahu apa. Dia tidak beritahu aku apa-apa.
Tapi begitulah dia.
Kurasa dia dipuaskan dengan apa yang dia tulis.
Aku bisa melihat itu di dirinya.
Tapi tak ada yang tersisa.
Seperti yang aku katakan...
Mungkin dia mengubur itu, mungkin dia...
...membawa itu bersamanya.
Aku benar-benar tidak tahu.
Mariam Kadhar...
Aku merasa kasihan dengannya, meski aku sangat mengerti...
...jika aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membantunya.
Tapi yang terpenting, aku sekarang mengerti...
...jika selain dari Judit Kerr,
Aku mungkin satu-satunya orang...
...yang memegang buku terakhir dari Germund Rein.
Kenapa aku?
Sejauh yang aku tahu, Mariam Kadhar bahkan tidak tahu buku itu ada.
Aku menjadi begitu disibukkan oleh pikiranku,
Hingga aku tidak menyadari bahwa seseorang mengikutiku.
Aku tidak tahu jika kau pernah dibayangi,
Tapi entah bagaimana kau bisa merasakan itu di tulangmu.
Itu bukan perasaan yang menyenangkan.
Pikiran pertamaku tentu saja itu ada kaitannya dengan...
...dengan kunjunganku kepada Mariam. atau lebih tepatnya,
Dengan naskah Germund Rein.
Tapi setelah dipikir-pikir lagi, itu tidak terasa kredibel.
Mengapa seseorang ingin melakukan hal merepotkan seperti itu?
Jujur, semua pengaturannya cukup amatiran.
Untuk sesaat, aku berpikir untuk memberikan Kerr saran...
...agar mengabaikan model Darke...
...dan cukup membaca naskah Rein hingga selesai.
Tentu saja ada beberapa hal di naskah...
...yang membuatku berpikir.
Seolah cerita sebenarnya dari buku itu...
...tersembunyi diantara baris, seperti yang aku katakan.
Tapi Darke menyatakan bahwa hal-hal seperti itu...
Makna tersembunyi dan dimensi terdalam...
Beresiko hilang jika kau melewatkannya.
Aku mengerjakan teksnya,
Dan aku menjadi semakin dibuat takjub.
Tiba-tiba aku menemukan sesuatu yang sangat tidak biasa.
Kenapa dia menggaris bawahi kata-kata ini?
"Barat, laut, matahari, beruang, tombol penyetel."
Dan mengapa aku tidak perhatikan ini sebelumnya?
Tidak bagus. Sama sekali tidak bagus.
Tak peduli bagaimana aku berusaha,
Aku tak bisa hasilkan sesuatu yang masuk akal dari itu.
Mengapa dia menggaris bawahi kata-kata itu dengan tinta merah?
Permisi?
Hei!
Tunggu.
Tunggu!
Tn. Schwartz.
Sultan303.xyz Agen Judi Online Terpercaya
Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Aku tak tahu harus berpikir bagaimana.
Itu dia. Orang yang sama lagi. Tidak diragukan.
Aku tak tahu siapa dia dan kenapa dia mengikutiku.
Tolong, Tn. Schwartz./ Aku benar-benar minta maaf.
Maaf.
Dengar. Permisi.
Kau tahu siapa orang tadi, orang yang berlari keluar?
Kau tahu siapa dia?
Maaf.
Dimana tepatnya dia terlihat, dan oleh siapa?
Di salah satu daerah pinggiran, Wassingen, blok 184.
Kau melihat dia di sana?/ Tidak secara langsung.
Itu salah satu orangku.
Kapan?/ Kemarin.
Dia melihatnya di kereta bawah tanah,
Mengikutinya. Dan dia turun di Wassingen,
Lalu memasuki salah satu gedung tinggi.
Dia tak sempat melihatnya pergi ke lantai berapa.
Orangmu yakin itu dia?/ Tidak terlalu...
Tapi tanda lahirnya jelas,
Berikut seluruh deskripsimu yang lainnya,
Jadi itu tidak perlu dipertanyakan lagi.
Jadi...
Eva masih hidup,
Bangkit keluar dari waduk seperti Venus.
Benar. Kelihatannya begitu.
Jujur, itu perasaan yang ambigu.
Kau mungkin merasa ambigu...
Tapi hukum tak begitu.
Membunuh atau usaha membunuh.
Maaf?
Niat yang sama, hukuman yang sama.
Ya, entahlah. Apapun yang kau katakan.
Wassingen.
Ini seperti neraka yang berada pada masa kita...
Didalam pikiranku yang terobsesi,
Aku sudah memikirkan momen ini ribuan kali,
Tapi apa yang sebenarnya terjadi jika aku melihat Eva di sana?
Apa yang akan aku lakukan?
Setelah melihat tempat ini, aku tak bisa bayangkan...
...apa yang merasukinya untuk menetap di sini,
Di tempat terpencil ini,
Daripada menjalani kehidupan layak bersamaku.
Aku menghitung ada 142 nama,
Tapi tak ada Schwartz, Leuwe, atau Winkler.
Aku mulai merasa putus asa.
Aku mulai membayangkan melihat dia di mana-mana.
Aku ambil semua ini.
Ini? Oke./ Ya.
Lima.
Satu, dua, tiga, empat, lima majalah yang sama?
Ya, aku ingin berikan itu kepada orang yang membutuhkan.
Kau tahu Yesus datang dan Ia ingin bertemu denganmu?
Bagus untukmu. Tapi aku tidak tertarik.
Aku tidak... Ini, cukup... Aku tidak tertarik.
Terima kasih... Tidak./ Ini gratis.
Kau tahu Yesus datang...
...dan Ia ingin bertemu denganmu?/ Keren.
Saat hari berakhir, aku berhasil menjual dua majalah Enlightenment.
Aku membunyikan 142 bel pintu,
Tapi sama sekali tidak melihat Eva,
Atau bahkan Mauritz Winkler.
Seseorang telah membuka 93 pintu apartemen, sisa 49 lagi.
Aku habiskan minggu berikutnya menghubungi orang-orang,
Dan menanyakan Eva.
Aku anggap tak ada satu batuk pun?/ Nihil.
Tak ada satupun petunjuk jika dia tinggal...
...di gedung menyedihkan di Wassingen itu...
Atau jika dia memiliki keterkaitan dengan itu.
Tentu saja, ada garis kesalahan terbesar di sini.
Jadi kau menyerah?
Hampir.
Aku juga harus mengakui aku kesepian,
Dan apartemen arsitek itu mengingatkanku akan kesepianku.
Aku habiskan sedikit waktu dari tempat yang kusebut rumah.
Terima kasih./Aku menjalani, seperti yang aku katakan...
Selamat menikmati./ ...mengubah siang menjadi malam.
Terima kasih./ Dan jelas terlalu banyak minum.
Aku tak bisa tidur tanpa obat-obatanku.
Itu menjadi lingkaran buruk, antara obat dan alkohol.
Dan pencarianku atas Eva telah menjadi rutinitas obsesif,
Terus menerus tergoda untuk kembali ke tempat yang sama...
...berulang-ulang, menunggu di luar.
Untuk apa?
Ketika aku melihat janda Germund Rein di Nieuwe Halle sendirian,
Aku tiba-tiba merasakan dorongan untuk selamatkan dia.
Apakah dia sama kesepiannya seperti aku...
Atau mungkin dia yang justru selamatkan aku?
Aku datang ke Maardam karena kebodohanku.
Aku berpikir jika...
...aku akan menemukan Eva.
Eva?/ Maaf. Istriku.
Itu seperti mencari jarum ditumpukan jerami.
Dia menghilang?/ Menghilang. Mungkin tewas.
Aku benar-benar tidak tahu.
Berapa lama dia menghilang?
Ini sudah lebih dari 3 tahun.
Aku tadi dalam perjalanan pulang,
Tapi aku melihatmu berada di luar gedung konser.
Mungkin itu pertanda.
Kau sangat cantik.
Maaf aku terlambat./ Tidak. Tak apa.
Ini David Schwartz./ Otto Gerlach.
Senang bertemu denganmu.
Biar aku ambilkan jaketmu.
Terima kasih.
Aku ingin menemuimu lagi.
Maaf.
Aku tidak tertarik.
Entah apa yang kuharapkan.
Seperti yang kubilang, aku banyak minum beberapa minggu terakhir.
Itu harus berubah sekarang.
Aku juga harus fokus pada naskahnya Rein.
Itu diperlukan.
Aku tertinggal urusan kerja. Aku mengabaikannya belakangan itu.
Terlepas dari situasi itu,
Aku menjadi semakin fokus terhadap pekerjaanku.
Kurang dari tiga hari,
Aku merampungkan terjemahan dari bukunya Rein.
Tapi aku tak bisa melupakan kata-kata yang digaris bawahi.
Kata-kata yang muncul satu demi satu,
Awalnya tidak secara berurutan.
Mungkin sebenarnya ada pesan tersembunyi.
"30 centimeter barat dari..."
"...jam matahari di beruang-laut..."
"Behrensee."
Kesadaran yang tiba-tiba itu membuatku ketakutan.
Saat itu, aku bisa dengan mudah naik pesawat pagi untuk pulang,
Tapi pencarianku terhadap Eva...
...saat ini memasuki titik baru dan sangat berbeda.
Aku tak berani mengirim email naskah terjemahannya,
Yang ada aku temukan mesin cetak di apartemen sang arsitek,
Mencetak salinan kerasnya,
Lalu mengirimkan via kurir kepada Judit Kerr, sang penerbit.
Kau lewat jalan di sana, lalu belok kanan.
Aku tahu jika Rein dan Mariam punya rumah musim panas dipinggir laut,
Tepat di luar desa keci bernama Behrensee.
Nama rumah itu adalah Kebun Ceri,
Dan itu dikenal sebagai tempat menakjubkan.
Surga terpencil dimana Germund Rein...
...menghasilkan kebanyakan karyanya, menurut rumor.
Lokasi terpencil yang dari hasil pemahamanku,
Akan sulit ditemukan.
Tapi aku menemukannya.
Dan aku juga temukan jam mataharinya.
Suara batinku memintaku untuk melupakan semuanya...
...dan kembali ke kota.
Tapi entah kenapa, aku tak bisa melupakan itu.
Aku harus mencari tahu.
Aku menunggu hingga malam.
Dan sekali aku diam-diam memasuki kebun.
"30 menit centimeter barat..."
...dari jam matahari di Behrensee.
Aku temukan apa yang Germund Rein kuburkan.
Esok harinya aku menemui polisi.
Aku tak punya pilihan lain.
Jadi, Tn. Schwartz,
Kau menerjemahkan buku terakhirnya Germund Rein?
Ya.
Buku itu adalah alasan...
...kita semua berkumpul di ruang pengadilan hari ini?
Aku rasa begitu, ya.
Menurutmu kenapa Germund Rein...
...hanya ingin buku itu untuk diterbitkan sebagai buku terjemahan?
Aku pikir itu sudah jelas.
Otto Gerlach adalah penerbitnya.
Bisa kau jelaskan maksudmu?
Aku anggap Rein takut bukunya...
Naskahnya akan menghilang, tak pernah diterbitkan.
Kenapa itu menghilang?
Karena isi dari buku tersebut.
Informasi mencurigakan./ Mencurigakan untuk siapa?
Aku benar-benar tak ada kaitannya dengan ini.
Aku akan gambarkan padamu jika ini informasi mencurigakan...
...bagi tertuduh...
Mariam Kadhar dan Otto Gerlach.
Aku rasa begitu./ Yang Mulia,
Nama klienku bahkan tak disebutkan didalam buku tersebut.
Itu...
Biarkan saksi menjelaskan pernyataannya.
Awalnya itu hanya petunjuk-petunjuk kecil.
Tapi semakin aku baca, itu menjadi semakin jelas.
Maksudmu ada bagian-bagian dari buku yang digaris bawahi...
...terhadap teori tuduhan?
Kurasa bisa dibilang begitu.
Bisa kau berikan contoh ini kepada pengadilan?
Jika aku boleh meminjam bukunya.
Aku mengutip dari halaman 37.
"Suatu pagi dia pergi ke alun-alun untuk membeli sayuran."
"Sayuran ini harus selalu tidak lebih dari satu hari,"
"Memento mori-nya."
"Dia memeriksa barang-barangnya."
"Wanita itu tahu dia takkan pernah melakukan ini,"
"Jadi dia tak pernah repot-repot menyembunyikan apapun."
"Pria itu temukan surat. Empat surat. Ketiga surat adalah penjelasan,"
"Surat keempat adalah tentang konspirasi."
"Mereka jelas ingin melihatnya mati."
"Dia masukkan surat itu ke amplop, lalu pergi ke kota untuk menyalinnya."
"Dia berpikir dia punya banyak waktu. Wanita itu mungkin mencumbu G,"
"Menerima spermanya diantara kakinya yang terbuka lebar."
"Dia letakkan yang asli diantara laci lemari sepatunya,"
"Lalu memasukkan hasil salinannya ke dalam kantong plastik."
"Pergi ke pondok, mengambil skop,"
"Mencari tempat yang memiliki tanah lembut,"
"Lalu mengubur harta karunnya."
Bisa kau beritahu aku apa yang kau lakukan setelah membaca ini?
Aku pergi memeriksanya.
Berdasarkan kode tersembunyi yang aku beritahukan kepadamu.
Jadi kau temukan surat-surat...
Seperti yang dijelaskan pada kode tersembunyi didalam naskah?
Surat hasil korespondensi antara Mariam Kadhar dan Otto Gerlach?
Benar./ Apa kau membaca isinya?
Pada akhirnya.
Dan aku membuat kesimpulan...
...bahwa informasi didalam buku itu benar.
Dan apa tepatnya, Tn. Schwartz,
Yang dikatakan didalam buku Germund Rein?
Itu berkata jika M dan O berencana membunuh Germund Rein.
Terima kasih.
Tak ada pertanyaan lagi.
Tn. Neumann-Hansen.
Kau temukan catatan dan surat tulisan tangan...
...yang dikuburkan di arah barat dari jam matahari di Behrensee?
Benar./ Itu tak terlihat janggal bagimu?
Dalam hal apa?/ Selama penyelidikan,
Polisi memeriksa seluruh surel antara Otto Gerlach dan klienku.
Dan, benar, ada korespondensi yang sangat banyak.
Tapi semuanya bersifat profesional.
Tidak seperti yang kau temukan didalam surat-suratmu.
Janggal, bukan begitu? Maksudku,
Itu jauh lebih mudah untuk berkirim surel pada masa sekarang.
Maaf, aku ingin ingatkan kepadamu,
Aku hanya melakukan tugasku sebagai warga sipil.
Aku menemui polisi dengan materi yang kebetulan aku temukan.
Hal yang sama akan kalian semua lakukan.
Tak ada lagi pertanyaan.
Terima kasih.
Masih ada waktu, David.
Ini belum terlambat.
Kau tahu ini belum terlambat.
Rein...
Kau adalah Rein, 'kan?/ Tidak, tidak!
Kita punya waktu.
Sekarang giliranku...
Untuk membunuhmu.
Halo./ Judith Kerr.
Selamat pagi.
Maaf, tapi kau harus pergi sekarang.
Tolong pergilah.
Apa itu benar jika kau pewaris tunggal...
...dari properti dan hak-hak buku suamimu?
Benar.
Apa kau mencintaimu suamimu, NY. Kadhar?
Ya.
Apa kau memiliki hubungan intim dengan pria lain?
Keberatan./ Tolong ubah pertanyaannya.
Apa kau melakukan hubungan seks dengan penerbit suamimu,
Otto Gerlach?
Benar./ Sudah berapa lama itu berjalan?
Lima tahun.
Kenapa kau tak setua dengan suamimu, jika kau mencintainya?
Aku tak mau menjawab pertanyaan itu.
Kau dituduh membunuh, Ny. Kadhar.
Apa kau membunuh suamimu?
Aku tidak membunuh suamiku.
Meski dia membuatku ketakutan,
Aku temukan diriku merasa sangat takjub.
Aku tak bisa membantah itu.
Aku tak bisa menghasilkan...
...pemikiran bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang begitu...
Entahlah. Aku hanya ingin mendekap dia...
Meski dia secara terang-terangan sudah menolakku.
Apa yang membuatmu yakin wanita seperti Mariam Kadhar,
Bisa tertarik dengan pria sepertimu?
Persamaan yang menarik dengan istrinya, omong-omong.
Kau membuat dirimu cukup sibuk,
Membalaskan dendam terhadap wanita yang mencampakkanmu.
Pertama Eva, kemudian Mariam.
Aku melihat pola yang muncul.
Bukan begitu?
Dan juga, dengan seluruh perhatian media yang kau dapatkan,
Jika istrimu, Eva...
Jika dia masih hidup dan tinggal di Maardam,
Dia jelas menjadi sangat mengetahui...
...tentang statusmu yang dikenal secara luas saat ini?
Mungkin.
Tapi pada titik itu, aku sama sekali tidak memikirkan dia.
Terima kasih.
Pikiranku berada di tempat lain yang sangat berbeda.
David Schwartz,
Apa menurutmu tentang kalimat kemungkinan?
Mariam Kadhar dan Otto Gerlach./ Tak ada yang aku...
Dan juga, karenamu mereka mungkin berakhir dipenjara.
Apa pendapatmu tentang itu?
Pengadilan menyatakan tertuduh bersalah atas pembunuhan tingkat satu.
Terdakwa Otto Gerlach dan Mariam Kadhar...
...masing-masing dihukum 12 tahun.
David.
David Schwartz?/ 12 tahun dibalik jeruji besi.
Bagaimana rasanya menjadi pahlawan, David?
Tak ada komentar./ Kedua pengacara pembela...
...mengajukan banding. Ada komentar?
Sekian laporan dari kami.
Aku hanya ingin menjauh dari tempat itu,
Dan tatapan menuduh Mariam membakar batin didalam diriku.
Itu terasa seolah aku akan hancur berkeping-keping.
Jadi kau benar-benar yakin kau yang terpilih?
Kau tidak menyadari jika...
Siapa saja bisa menggali surat-surat itu cepat atau lambat?
Apa?/ Kau bukan siapa-siapa, David.
Aku paham jika ini bukan tentangku.
Aku sangat sadar itu.
Maksudku, faktanya jika kau terperdaya oleh Mariam Kadhar,
Itu menunjukkan betapa pemaksanya kau sebenarnya.
Maksudku, kau memegang seluruh kartunya.
Kenapa kau tidak membakar surat-surat itu?
Benar.
Mungkin aku harusnya lakukan itu.
Atau mungkin kau hanya tidak secerdas itu.
Maksudku, sesaat kau orang yang serba tahu segalanya,
Berikutnya kau hanyalah pecundang.
Aku terlalu tua untuk bualan seperti ini.
Jadi, kau tokoh terpandang sekarang.
Terima kasih. Terima kasih, Doris.
Pria itu. Dia mengikutiku, pada beberapa kesempatan.
Aku yakin. Dia berjalan pincang.
Itu tidak mungkin salah./ Kau tahu kenapa?
Aku takkan menemui jika aku tahu sebabnya.
Kau bisa bantu aku dengan ini?
Kau tahu siapa dia?
Kau tokoh masyarakat sekarang.
Kau tak pernah beritahu aku profesimu sebenarnya.
Karena itu tak ada kaitannya dengan Eva.
Kau tahu siapa dia?
Begini saja.
Aku akan lihat apa yang bisa aku lakukan.
Tapi kau harus keluarkan biaya mahal.
Dan aku tak bisa janjikan hasil apapun.
Aku akan menghubungimu?
Satu lasagna untuk dibawa pergi, tolong.
Pria pincang.
Judul yang menarik untuk novel kecilmu.
Tidak, serius, siapa dia?/ Kita akan ke tahap itu.
Hal lain terjadi diantara itu.
Jadi dia diberikan pena dan kertas?
Hanya pensil kecil./ Lalu apa yang terjadi?
Ketika kunci pintu terbuka,
Dia ditemukan berbaring tengkurap di lantai.
Ketika dia dibalikkan,
Ada genangan darah kecil di lantai,
Berasal dari matanya.
Dia menusukkan pensil itu ke matanya.
Seluruh pensil?/ Benar.
Itu sangat jarang terjadi, tapi untuk kasus ini...
Terima kasih.
Kamu ulangi bahwa Mariam Kadhar,
Istri dari almarhum penulis, Germund Rein,
Baru-baru ini dihukum penjara 12 tahun,
Bunuh diri di penjara Burgislaan.
Mariam Kadhar berumur 39 tahun.
Tiga tahun sebelumnya, aku terjatuh...
Dan itu jatuh yang keras.
Siang dan malam di rumah sakti,
Dan kebencian diri merobekku berkeping-keping.
Rahasia yang harus aku sembunyikan jauh didalam.
Tak pernah mampu ungkapkan yang sebenarnya...
...atas perbuatanku terhadap Eva.
Tak pernah mampu untuk beritahu seorang pun.
Kau sebenarnya orang pertama yang mendengar ceritaku.
Mimpi buruk tanpa akhir. Pengaturan pengobatan.
Minuman untuk membantuku tidur, obat untuk membangunkanku.
Pemulihan yang lambat.
Sekarang, aku berada di ambang jurang lagi.
Sebagai pembelaan, aku ingin bilang,
Aku sangat rasional pada waktu diikuti.
Metodis, tidak tergesa-gesa.
Aku membiarkan alkohol menentukan eksistensiku...
...tanpa ada tujuan lain...
...selain untuk mencapai tingkat ketidaksadaran yang berkelanjutan...
Tanpa pernah berada di puncak.
Aku pernah alami itu sebelumnya, dan aku sangat mengenal itu semua.
Permasalahan minum yang bersifat klinis,
Dimana aku menjaga proses tetap terkontrol sepanjang waktu.
Halo?
Astaga, David Schwartz.
Tentu saja awalnya aku berpikir itu ada kaitannya dengan pekerjaanmu.
Penerbit itu sama sekali tidak menganggap keberadaanmu.
Itu bukan dia? Lalu siapa?
Kenapa orang itu mengikutiku?/ Satu per satu.
Aku mengenali orang di foto itu.
Dia mantan komisaris polisi. Sekarang pensiun,
Dan sebenarnya bekerja lepas di bidang bisnisku,
Jadi aku menghubungi dia.
Dan dia memang disewa untuk mengikutimu.
Dan jelas dia tak ingin ungkapkan identitas kliennya.
Tapi?/ Semua memiliki harganya.
Dan kurasa uang bukan masalah dalam hal ini...
Aku sudah katakan itu kepadamu.
Tapi tampaknya kalian berdua ingin untuk saling menemukan.
Siapa?
kau dan Eva.
Eva yang menyewa dia?/ Tepat sekali.
Ketika orangku melihat dia di Wassingen,
Dia bukan dalam perjalanan pulang.
Dia memiliki apartemen, tapi itu di sisi lain kota.
Dia saat itu dalam perjalanan menemui kolegaku.
Dia memiliki kantor di sana pada waktu itu.
Eva melihatmu di Maardam,
Menyewa orang itu untuk terus mengikuti keberadaanmu.
Edita Sobranska?
Kurasa dia mengganti namanya.
Tetap di sana.
Jadi kau putuskan untuk datang sekarang?
Ya.
Aku di sini.
Halo./ Halo.
Kau sudah lama tinggal di sini?
Tiga tahun.
Sejak.../ Sejak saat itu. Benar.
Ayo.
Kita akan tidur siang sekarang.
Tidur yang nyenyak, sayang.
Aku akan biarkan pintunya terbuka.
Aku baru membuat teh.
Berapa kau akan menetap?
Maaf?/ Di Maardam.
Berapa lama kau akan menetap?
Tidak lama.
Tugasku sudah selesai./ Begitu yang kudengar.
Kau benar-benar yakin mereka membunuh dia? Rein?
Ya.
Lalu kemudian dia bunuh diri.
Aku sudah melupakan semua itu sekarang.
Siapa namanya?
Paula.
Dia hampir 3 tahun sekarang.
Sudah kuduga.
Apa semua baik-baik saja?
Dia hal terbaik yang pernah terjadi kepadaku.
Apa yang terjadi, Eva?
Apa yang terjadi di Graues?
Kurasa kau sebaiknya pergi sekarang.
Aku ingin tahu apa yang terjadi./ Kau tanyakan aku apa yang terjadi?
Kau tak berhak tanyakan itu!
Tak berhak?
Mungkin itu bagian terburuk dari semua...
...yang kau sendiri bahkan tidak mengerti.
Kau tahu berapa kali aku memikirkan tentang ini, David?
Bagaimana jika kita suatu hari berpapasan, kau dan aku?
Bahkan jika itu hal terakhir yang aku inginkan.
Tapi meski peluangnya satu banding sejuta itu terjadi,
Itu tetaplah kemungkinan.
Di trem, atau di salah satu bandara di dunia.
Tiba-tiba kau berdiri dihadapanku dan bertanya...
"Apa yang terjadi?"
Apa yang terjadi?
Apa yang harus aku katakan?
Apa yang harus aku lakukan?
Setelah ratusan malam kesulitan tidur, David...
Aku putuskan jika aku takkan memberitahumu.
Kau harus hidup dengan ketidakpastian itu...
...selama sisa hidupmu.
Kau bisa anggap itu sebagai hukuman, jika kau mau.
Eva./ Dan aku mau kau pergi sekarang.
Aku takkan memberitahumu, David.
Takkan pernah.
Apa kau sudah gila?
Kau datang ke sini,
Menerima sambutan dan saran dariku,
Dan sebagai imbalannya, kau tawarkan aku...
Tak bisa dimaafkan...
Untuk mengacaukan ceritanya seperti itu.
Bersin di radio.
Batuk./ Batuk. Apa-apaan?
Kau tak bisa membuat itu menghilang di pasir seperti air kencing.
Kau hanya meninggalkannya di sana...
Tanpa petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Apa kau familiar dengan gagasan-gagasan sederhanaku...
...di buku panduan kehidupan?/ Ya.
Tentu saja.
Tapi itu bukan milikmu, bukan?/ Kau selalu memiliki pilihan.
Antara kau menulis naskahmu sendiri...
Atau kau hidup menurut naskah orang lainnya.
Bagaimana kau mengetahui tentang aku?
Aku sadar kau tidak begitu menyanjungku.
Seorang penerjemah biasa.
Tapi aku sudah membaca dan menerjemahkan kata-katamu.
Aku habiskan berbulan-bulan, bertahun-tahun...
Aku mengenal gaya penulisan dan pemilihan kata-katamu,
Itu jelas...
Entah kau menyukainya atau tidak,
Entah kau menyebut dirimu Germund Rein atau Alex Henderson.
Apa intrik serumit ini benar-benar diperlukan?
Tidakkah itu jelas?
Apa yang kau pikirkan?
Kecurigaan harus berkembang secara perlahan-lahan.
Menurutmu semua ini akan bekerja,
Jika mereka terlalu cepat berada di pusat sorotan?
Mereka tak pernah berencana membunuhmu, 'kan?
Kau tahu soal ini sepertiku.
Seperti ini ceritanya harus berakhir.
Akhir berbicara dengan sendirinya, benar?
Bagaimana dengan kematian Mariam?
Itu tak ada kaitannya dengan ini.
Dia menulis bab itu sendiri.
Itu tak ada didalam naskahku.
Kau siapa untuk menghakimiku?
Kau berusaha membunuh istrimu sendiri.
Tapi dia berhasil selamat,
Menjalani kehidupan harmonis bersama Morris Wanker... Winkler...
Siapapun namanya.
Bukan seperti ini menurutmu ceritamu akan berakhir...
'Kan?
David?
Bahkan tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi?
Aku butuh minuman sebenarnya.
Jadi, bagaimana itu terjadi?/ Apa?
Penerbangannya?
Tidak ada penerbangan.
Alex Henderson sudah ada sejak lama dari masa itu.
Bahkan kau harusnya menyadari itu sekarang.
Dia naik pesawat ke Athena. Itu saja.
Kau tidak mabuk malam itu di Behrensee, 'kan?
Mungkin sedikit mabuk.
Berarti kau beruntung.
Omong kosong.
Kurasa kau berutang ucapan terima kasih padaku,
Bukan begitu?
Aku yang melakukan pekerjaan kotormu.
Aku? Berterima kasih?
Haruskah dalang berterima kasih pada bonekanya untuk tariannya?
Kurasa ini waktunya aku pergi.
Aku harus temukan jalan kembali sebelum hari terlalu gelap.
Kau tahu tak ada yang bisa diperbincangkan lagi.
Identitasku sangat kuat, dan itu terjadi sejak lama.
Aku mengerti.
Bagus.
Menjadi pecundang besar juga bisa menguntungkan.
Hanya saja...
Aku merasa sangat sulit menerima takdir Mariam.
Kau tidak membunuh dia, begitu juga aku.
Bagaimana dengan Germund Rein?
Dia sudah mati.
Sultan303.xyz Agen Judi Online Terpercaya
Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.