Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced @SULTAN KHILAF
Aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku.
Kamu hanya perlu
pergi
mondar-mandir agar aku bisa melihatmu.
Hal yang kamu bilang suka kamu lihat...
Maksudmu...
Aku?
Aku tidak bisa mengatakan apa sebenarnya perasaan ini.
Tapi...
Aku membutuhkanmu.
Bisakah kamu tetap di sini?
Tolong tetaplah di sini.
"A Piece of Your Mind"
Aku harus tetap di sini.
Lalu kenapa? Kenapa kamu mengeluh kepadaku?
Hei. Aku akan meneleponmu lima menit lagi.
Kamu mau ke mana?
- Aku harus pergi. - Lihat caramu berpakaian.
Kamu benar. Jangan sekarang.
Hei. Sadarlah.
Hei. Wanita terus merayuku belakangan ini.
Tadi itu rekan kerja yang semua orang bilang cantik.
Dia menelepon saat mabuk dan merayu seperti orang gila.
Kenapa ini terjadi kepadaku belakangan ini?
Tidak ada yang menyukaiku saat kuliah.
Benar.
Ini sangat mengganggu.
Harus kujawab atau tidak?
Kamu bilang dia rekan kerja, jadi, jawablah.
Jika terjadi sesuatu nanti, itu semua salahmu.
Kalau begitu, jangan dijawab.
Siapa dia, sampai kamu harus keluar untuk menjawabnya?
Jadi...
Seo Woo berlari seperti gadis gila.
Aku mencegahnya dan menyuruhnya pulang.
Apa yang merasukinya di tengah malam?
Aku harus menemaninya.
Bagaimana caranya?
Seo Woo.
Seo Woo!
Han Seo Woo!
Seo Woo!
Eun Joo.
Coba kulihat.
Kemarilah.
Jangan berpikir macam-macam.
Apa maksudmu?
Kudengar kamu berlarian seperti gadis gila.
Tidak.
Jangan berniat bertindak gegabah lagi.
Apa?
Tidak akan. Ayolah.
Aku sangat gugup sekitar saat ini, dengan pemikiran bunuh dirimu.
Bukan begitu.
Aku muak sekali.
Sadarlah, mengerti?
Seo Woo. Sekelompok anak muda datang hari ini,
mengambil foto dan berlibur.
Kelihatannya bagus.
Kamu juga harus berkencan.
Aku tidak tahu di mana barang-barangku.
Haruskah kubawakan untukmu?
Tidak, aku akan turun.
Level B-3.
Aku di sini.
Pergilah ke C48.
Aku ingin memainkan ini untuk kalian,
Ibu,
Ayah.
Kapan kamu selesai bekerja?
"Kapan kamu selesai bekerja?"
Kamu baik-baik saja, bukan?
Aku mengirim pesan karena...
"Apa kabar? Bukankah cuacanya bagus?"
Aku suka saat mendapat SMS seperti itu.
Aku merasa disayangi.
Aku baik-baik saja.
Aku baru saja melihat sesuatu yang kusuka,
jadi, suasana hatiku sangat baik.
Sia-sia saja aku berharap.
Aku sedang memikirkan harus melakukan apa agar kamu merasa
aku "tetap tinggal" denganmu.
Itu sebabnya aku mengirim pesan tanpa alasan.
Kamu butuh sesuatu sekarang?
"Sebelum Fajar"
Biasanya kepalamu ada di meja saat berada di studio,
jadi, mungkin bantal?
Atau sandal.
Aku yakin kamu butuh sesuatu.
Aku baik-baik saja.
Tebak apa yang sering kamu katakan seperti kebiasaan.
Kebiasaan?
Apa itu?
"Aku ingin orang-orang mendengarnya."
Buka pintunya agar lebih banyak orang bisa mendengarnya.
Ini lagu terakhir yang kami rekam di sini.
"Aku ingin orang-orang mendengarnya."
Aku ingin memainkan ini untukmu.
Pak Kang.
Mengenai konser rumah itu, kurasa sudah lama dipesan.
- Kamu ingat, bukan? - Aku lupa.
Sudah kuduga.
Hari ini latihannya.
Jika kamu tidak bisa, beri tahu mereka dahulu.
Soon Ho, bukankah kamu bilang kamu tukang kebun?
Ya, dan masih.
Bagaimana cara membuang tanaman?
Kenapa kamu membuangnya?
- Karena sudah mati. - Begitu rupanya.
Bisa kirimkan fotonya?
Aku akan memeriksa keadaan tanamannya.
"Pak Kang"
Astaga.
Tidak ada yang mati.
Semuanya sudah mati.
Jika tidak bisa menyimpannya,
bisakah kamu mengirimnya ke peternakanku?
- Apa itu ada di balkonmu? - Ya.
Eukaliptus menghilang.
Yang kamu beli untuk istrimu saat itu.
Eucaliptus...
Kelihatannya seperti apa?
Kami punya yang sama di studio kami.
Seo Woo mendapatkannya sebagai hadiah.
Itu terlantar dan hampir mati,
tapi aku menyelamatkannya. Tunggu.
Siapa
yang memberikannya kepada Seo Woo?
Aku tidak bertanya kepadanya.
Ji Soo pergi ke studio
dan memberikan tanaman itu kepada Han Seo Woo.
"Moon Soon Ho"
Ada apa dengan mereka berdua?
Cuacanya bagus sekali.
Aku membencinya.
Dia membuang
tanaman itu.
Aku ingin memainkannya untukmu.
"Harmoni dengan Alam Provinsi Gangwon"
"Jadwal Bus Ekspres"
Seperti yang kalian lihat, bangunan masih terbakar
seolah-olah telah dibom.
Kamu mau ke rumahmu bersamaku?
Tidak.
Aku tidak akan pergi.
Kurasa aku tidak bisa.
Apa seperti pengambilan riwayat?
Ini berbeda.
Kamu bisa meminta dengan lebih santai.
Aku bisa langsung menemukan titik reaksinya.
Tunggu.
Bu Kim Min Jung.
Aku tahu kamu akan segera bereaksi
jika aku membicarakan putrimu.
Di mana kamu?
Kamu di mana?
Di sinilah aku harus tinggal untukmu.
Suatu perkembangan besar kamu pergi ke terminal bus.
Kamu bilang tidak pergi sejak itu.
Benar.
Aku bisa ikut denganmu.
Tidak apa-apa.
Aku menyombong kepada ibuku
bahwa aku akan membawakan apa yang kurekam.
Dia selalu bertanya kapan aku akan melakukannya,
mengatakan dia akan mendengarkannya 1.000 kali jika aku melakukannya.
Begitu hadiahku siap,
aku akan memutuskan akan pergi atau tidak.
Biar kudengar apa yang kamu rekam.
Aku akan pilih yang terbaik untukmu.
Kamu akan tahu jika sudah dengar?
Kamu akan terkejut.
Yang ini...
Brahms.
"Cello Sonata
Nomor Dua."
- Apa selanjutnya? - Berikutnya...
Ini tidak terlalu enak.
Dia pianis yang hebat,
tapi belakangan ini dia mengalami kemerosotan.
Dia memainkan ini saat mengalami kemerosotan. Kamu bisa tahu?
Aku tidak punya pilihan.
Aku harus menunjukkan keahlianku.
Kamu bisa bermain alat musik?
Ibuku seorang guru piano.
Jadi, kamu belajar.
Aku bilang kepadanya aku suka mendengarkan, tapi benci bermain,
jadi, dia tidak mengajariku.
Aku belajar sedikit dari menonton, itu saja.
Lihat saja nanti.
Aku akan datang dengan perlengkapan rekamanku lain kali.
Aku tidak sabar.
Sepertinya kamu baru tidur sebentar,
atau mungkin tidak sama sekali.
Setelah semuanya beres,
kamu akan bisa tidur.
Tubuhmu akan mengirim sinyal.
"Semua baik-baik saja sekarang. Semua masalah sudah berakhir."
Lalu kamu akan tertidur.
Kehilangan seseorang di sebelahmu.
Berat setiap kali kamu mengalaminya.
Tapi jika punya seseorang, kamu pasti akan kehilangan mereka.
Dan kamu butuh cara untuk menahannya setiap kali.
Apa yang kamu inginkan?
Bagiku,
aku hanya butuh satu orang yang mengerti.
"Aku kesulitan. Aku kesepian. Tolong aku."
Satu-satunya orang yang selalu mendengarkan
jika aku langsung memberi tahu mereka tanpa menyembunyikannya.
Siapa itu sampai sekarang?
Eun Joo.
Tapi dia mulai kelelahan belakangan ini.
Tapi memang sudah lama.
Satu persen.
Dan satu orang.
Hanya itu yang kamu butuhkan.
Kamu meninggalkan semua barangmu di studio.
Benar. Aku hanya membawa ponselku.
Aku ikut. Aku juga meninggalkan sesuatu di sana.
Seperti hatimu?
Sepedaku.
Begitu rupanya.
Aku agak khawatir
harus bagaimana untuk tetap tinggal bersamamu.
Bagaimana pesannya?
Apa itu membuatmu merasa ada yang bersamamu?
Bagiku itu berhasil.
Bukannya aku ingin seseorang yang nyata ada di sampingku,
tapi lebih tepatnya seperti udara di sekitarku,
menghangatkan sekelilingku.
Pesanmu efektif.
Senang mendengarnya.
Kalau begitu, aku akan masuk.
Sampai jumpa.
- Sepedaku. - Benar juga.
Sepedamu.
Apa ini?
Apa...
Apa ini?
Dia konyol sekali.
Ini cantik. Aku sangat menyukainya.
Sial, dia sangat mengganggu.
In Wook, boleh aku bekerja?
Aku akan pergi sebentar lagi.
Aku bisa berhenti berpikir saat berada di sini.
Begitu rupanya. Kalau begitu, tetaplah di sini.
Makan dan tidurlah di sini.
Jangan berpikir. Itu yang terburuk.
Berpikir bisa membuat
otak dan jantungmu membusuk.
Baiklah.
Jin Moo.
Ini hanya satu tanaman,
tapi aku merasa seperti disingkap.
"Homestay Eun Joo"
Seo Woo.
Aku tidak terlambat kemarin.
Buka pintunya!
Cepatlah.
Ambil ini.
Astaga.
Aku sangat lelah.
Hei, wajahmu tidak tertutup.
Tutupi kembali. Upacara peringatan ini bukan untukmu.
Terserah, tidak apa-apa.
Tidak, tutupi dengan sesuatu. Apa saja boleh.
Lakukanlah.
Ini dia. Bagus.
Ayo membungkuk.
Bu, Seo Woo tinggal di semibasemen
karena kemauannya.
Aku tidak bisa mengubah pikirannya.
Jadi, jangan kecewa kepadaku.
Sudah tidak apa-apa.
Jika aku tidak mengatakan ini, ini membuatku gelisah sepanjang tahun.
Kamu belum kelelahan.
Apa maksudmu?
Bagaimana dengan Chang Sup? Dia tidak pulang lagi semalam?
Tidak. Kurasa dia sangat sibuk.
Biasanya dia tidak lembur.
Mungkin keadaannya tidak biasa sekarang.
Terima kasih.
Berapa banyak aku harus bicara untuk mengetahui titik reaksinya?
Terakhir aku bicara dengan seseorang
saat usiaku 22 tahun dengan pacarku. Aku bergadang semalaman.
Seberapa banyak itu tergantung.
Aku yakin
putrinya adalah titik reaksi, tapi itu tidak merespons.
Atau mungkin sesuatu yang tidak terduga.
Tidak, aku yakin 100 persen itu dia.
Dia mengidap leukemia.
Saat tahu sakit parah, dia meneleponku
dan membuat janji untuk ibunya.
Karena takut ibuku akan bertindak gegabah.
Emosinya sangat lemah.
Tolong temui dia setidaknya sekali sepekan.
Kamu
sangat manis.
Aku iri kepada ibumu.
Tapi Kim Min Jung tidak pernah membicarakan putrinya.
Akan lebih sehat jika dia melakukannya.
Putrinya melakukan hal yang benar.
Situasinya bisa memburuk jika dia ditinggalkan sendirian.
"Aku kesulitan. Aku kesepian. Tolong aku."
Satu-satunya orang yang selalu mendengarkan
jika aku langsung memberi tahu mereka tanpa menyembunyikannya.
Dia mengeluh, berarti dia punya keinginan untuk hidup.
Jika tidak punya keinginan itu, dia tidak akan bicara sama sekali.
Manusia harus saling mendengarkan dan saling membantu.
Astaga, aku harus bilang apa
agar Kim Min Jung keluar?
Ini sulit sekali.
"Bangsal Umum A"
Bu Kim Min Jung.
Anda boleh masuk sekarang.
- Aromanya seperti makanan di sini. - Maaf.
Aku harus makan di ruanganku
karena mengerjakan makalah.
Maafkan aku.
- Ini. - Terima kasih.
Apa yang terjadi dengan alamatnya? Anda akan pindah?
Aku berencana begitu.
Anda tidak memberitahuku.
Homestay Eunjoo? Itu saja?
- Anda mengenal mereka? - Bagaimana bisa?
Aku butuh alamatnya.
Aku tidak akan menghentikan komunikasi dan menghilang.
Bagaimana aku bisa memercayai Anda?
Bagaimanapun,
kirimi aku alamatnya hari ini.
Baiklah.
Apa yang akan kita bicarakan hari ini?
Dokter. Gigimu.
- Maaf. Ada yang tersangkut? - Kamu makan apa?
Aku ingin tahu kabarmu,
dan bayi-bayi di balkon.
Jika kamu tidak keberatan,
haruskah kubawa semua bayi di balkon?
Lebih menyedihkan jika tanamanmu sekarat.
Tidak apa-apa.
Buang saja.
Letakkan mereka di depan dan aku akan membesarkan mereka.
Penampilnya mengalami kemerosotan dan mengurung diri di rumah,
dan tanamannya sekarat.
Aku tidak tahu cara membantu seseorang keluar dari kemerosotan.
Aku belum pernah melihatnya.
Tapi aku tahu persis cara menyelamatkan tanaman dari kematian.
Setidaknya salah satu dari kalian harus hidup.
- Aku akan mengurus... - Kamu tidak akan mengurusnya.
Kamu hanya bisa kabur.
- Kamu siap? - Ayo.
Aku sudah siap.
Dia dekat dengan istriku.
Aku tidak mau dia mengatakan sesuatu.
Apa kamu benar-benar sudah menikah?
Itu dia balkonnya.
Bisa kita mulai?
Kamu siap?
Astaga.
Aku tidak pernah bilang aku hebat.
- Kurasa tidak. - Kamu tidak menyukainya?
Mau coba sekali lagi?
Tidak. Mix dengan baik dan buat terdengar bagus.
Entah apa aku sehebat itu.
Ke mana tujuan Anda?
Satu ke Yangnyang.
Baik. Yangnyang.
Semoga perjalananmu menyenangkan.
Aku merekam ini.
Aku baik-baik saja.
Jangan cemaskan aku.
Aku pulang.
Ibu.
Ayah.
Kamu melakukan mix dengan baik.
Aku ingin kamu tetap tinggal, jadi, aku harus mengikutimu.
Kamu datang sendirian,
jadi, kamu tidak keberatan untuk kembali bersama, bukan?
Kurasa tahun ini akan lebih baik sekarang.
Terima kasih.
Tinggallah untuk makan malam. Aku ingin makan malam penyambutan.
Kamu bercanda?
Apa? Karena aku kasar kepadanya?
Kami berpacaran. Puas?
Ada apa denganmu? Kamu membuatku malu.
Kamu malu karena aku?
Karena itukah kamu begitu kejam kepadaku?
Kenapa kamu...
Aku sungguh minta maaf.
Tidak apa-apa.
Aku membuat gimbap. Berbagilah dengan yang lain...
Tidak apa-apa. Aku terlambat.
Apa? Tapi...
Aku mau gimbap.
Aku lapar.
Ruang dokter adalah rumahku.
Saat aku berusia 20-an?
Tinggal di penginapan
dan berkumpul berkelompok...
Aku belum pernah mengalami itu.
Mencari informasi
- terkait pengalaman... - Min Jung, hentikan.
Bagaimana Homestay Eun Joo?
Mencari informasi
- terkait Homestay Eunjoo... - Hentikan pencarian itu.
Berhenti dengan Homestay Eun Joo.
Aku pergi menemui Eun Joo.
Siapa Eun Joo?
Pemilik penginapan tempatku tinggal saat di usia 20-an.
Dia penuh energi.
Aku merasa melihatnya akan memberiku kekuatan untuk hidup.
Min Jung, apa itu kamu?
Astaga.
Kenapa kamu tiba-tiba menjadi Min Jung?
Ini aku. Ada apa denganmu?
Min Jung, apa itu kamu?
Sudah kubilang, ya.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.
Melihatmu
membuatku makin depresi.
Terima kasih.
"Homestay Eun Joo"
Aku akan pergi sekarang.
Kasurnya sudah dikirim.
Aku juga membawa sofa itu sendiri.
Kamu memindahkan benda berat itu sendirian?
Ya. Itu sangat sulit.
Aku takut bahuku akan terkilir.
Kamu seharusnya
membawanya denganku.
Satu, dua, tiga.
Perlahan.
- Di sini. - Tidak.
Di kamar tidur.
- Kamar tidur? - Satu, dua, tiga.
Akhirnya, kamar tidur dan ruang tamu menjadi berbeda.
Dia kritis karena sebelumnya itu tidak ada.
Ini pintu menuju mimpi.
Bantalnya nyaman.
Apa ada makanan untukku?
Anda bilang tidak sarapan.
Aku harus makan hari ini.
Aku tidak butuh sup.
Aku akan menyendokkan nasinya untuk Anda.
Orang yang makan harus menyendok sebanyak yang mereka mau.
Chang Sup terlambat karena pekerjaan,
dan Jin Soo tidur...
Aku tidak peduli.
Apa masalahmu?
Aku bilang telepon.
Maaf.
Eun Joo.
Aku pergi ke kampung halamanku.
Anak pintar.
Aku merasa sedih sejak kemarin.
Kamu luar biasa.
Kamu pergi sendirian?
Aku sangat bangga kepadamu.
Aku akan makan dengannya karena kasihan kepadanya.
- Aku akan pulang nanti. - Baiklah.
Ke mana dia?
Apa dia sudah bangun?
Bayi pintar. Kamu tumbuh lebih besar.
Apa? Ya.
Kamu senang punya anggota keluarga baru?
Hei.
Aku punya losion dan krim BB.
- Kamu bisa memakai semuanya. - Terima kasih.
Kamu tidak pulang?
Baguslah.
Studio tidak ada urusan, tapi bagus untukmu.
Di mana kursinya?
Kenapa kita punya kursi?
Orang-orang mendengarkan sambil berdiri?
Ini rumah. Mereka berbaring.
Semua orang membawa bantal.
Karena itu di rumah?
Kamu hampir membodohiku.
Seo Woo,
kenapa suasana hatimu bagus sampai bersikap konyol?
Dia juga penuh energi. Dia membawa semuanya.
Aku pergi ke kampung halamanku kemarin.
Satu hari?
Seo Woo...
Ada apa?
Ada apa? Kenapa aku tidak boleh tahu?
Kamu sudah melupakan traumamu.
Trauma apa?
Hei. Aku juga mau tahu.
Kamu mengendarai sepeda?
Kamu bahkan tidak pernah mengeluarkannya usai tiba di Seoul.
Aku juga menyetir.
Sudah sejauh mana kamu?
Aku mengemudi sekitar lima jam untuk pulang-pergi.
Kenapa kamu melakukan hal yang belum pernah kamu lakukan?
Itu sebabnya kamu pingsan dan tidur.
Kamu menjadi butuh banyak perawatan.
Kamu menyembunyikan sesuatu, bukan?
Istrimu
tidak datang.
Kamu tidak bisa menerimanya.
- Kamu setengah benar. - Benarkah?
Lalu apa yang tidak bisa kamu terima?
Katakan apakah ini yang terburuk.
Dengan begitu, aku bisa membantu.
Yang terburuk
sudah terjadi.
Seo Woo tahu sebanyak apa?
Kenapa dia tidak menjawab?
Perasaanku tidak enak.
Kenapa kamu tidak masuk?
- Kamu tampak kacau. - Aku
hanya terlalu gelisah sekarang.
Bisakah kamu menarik napas dalam-dalam?
Tarik napas yang dalam.
Ada seseorang yang tidak bisa kulihat.
Aku ingin menghindarinya.
Di pertunjukan?
Siapa? Aku akan menyingkirkan mereka.
Kamu terlihat amat gelisah.
Tarik napas yang dalam.
Keluarlah. Aku akan memegangmu.
Keluarlah dan cobalah berdiri.
Letakkan kakimu di tanah.
Ayolah.
Pak Kang. Bermainlah dengan mata tertutup untuk hari ini saja.
Bermainlah hari ini dan berhenti main piano setelah itu.
Duniamu tidak akan hancur meski kamu berhenti bermain piano.
Yang kamu takutkan tidak akan terjadi.
Tunggu sebentar.
Jangan stres soal rekaman hari ini.
Pak Choi bilang jangan merasa tertekan.
Kamu baik-baik saja, bukan?
Kamu baik-baik saja, bukan?
Semua sudah siap.
Hei, kita harus dengarkan ini.
Dia menemukan titik reaksi Kim Min Jung.
Mainkan.
Baik, aku akan menyalakan pengeras suara.
Itu Homestay Eunjoo. Itu Homestay Eun Joo!
Homestay Eunjoo?
Luar biasa.
Aku bekerja di hotel pagi-pagi sekali,
makan siang ringan,
atau makan di restoran cantik dan berfoto,
lalu mengunggah di laman media sosialku sekitar pukul 13.00.
Aku menelepon putriku segera setelah sinetronku berakhir
dan mengobrol dengannya, lalu aku tidur.
Itulah keseharianku.
Bagaimana kamu menemukan titik reaksi itu? Ini sangat acak.
Kurasa itu tidak acak.
Mungkin subjektif, tapi itu terhubung
dengan konsep diri yang positif.
- Positif... - Ini murni pribadi,
semua orang punya ingatan yang memancing keinginan...
Tidak, ingatan yang membuat mereka tetap hidup.
Sesuatu yang membuatmu termotivasi.
Apa itu seperti momen terindah dalam hidup seseorang?
Tidak, ini berbeda.
Ini seperti pengalaman paling sehat.
Sepotong kecil orang itu.
"Konser Rumah"
Kelihatannya bagus.
Ini sangat berbeda.
Enak, bukan?
Aku merasa dia kembali.
Apa dia baik-baik saja?
Kurasa orang yang tidak bisa dia temui tidak datang.
Kurasa kamu lebih baik.
Kamu sangat berbeda.
Aku merasa sangat gelisah,
tapi ini aneh. Itu membuat sesuatu
entah kenapa muncul.
Mungkin kepercayaan diri dan kecemasanmu mirip.
Itu sama bagusnya dengan penampilan terbaikmu.
Aku tidak tahu apa yang kurasakan.
Kerja bagus hari ini.
Kerja bagus hari ini.
In Wook akan mentraktir makan malam.
Sepertinya dia tidak tahu.
Ya, ayo.
- Bagaimana dengan Seo Woo? - Seo Woo!
Kenapa kamu pergi tanpa aku?
Kamu harus ikut dengan kami.
Tapi ada banyak yang harus kusimpan. Silakan. Aku akan menyusul.
Tolong kerjakan
rekamanku ke depannya.
Kamu mempekerjakan Seo Woo secara resmi?
Aku akan melakukan yang terbaik.
Kerja bagus, semuanya.
Kamu tidur di mana?
Tempat aku mengobrol dengannya.
Jadi, itu rumahnya.
Rumah itu sempurna untukmu. Ini mekanik kuantum, tahu?
Sungguh bergantung pada interaksi.
Entah kenapa itu bertautan denganmu.
Sesuatu di rumah itu memiliki massa tertentu...
Ini bukan atom atau foton.
Apa pun itu, itu memotong udara seperti ini
dan meningkatkan energi listrik
di titik sarafmu dari nol
sampai ke kondisi maksimal yang membuatmu bersemangat.
Tentu. Ini situasi yang sempurna untuk mengarangnya.
"Sesuatu, entah bagaimana, entah kenapa..."
Kenapa jalanmu cepat sekali?
Apa aku berjalan cepat?
Ya.
Aku punya rencana.
Ada pertemuan apa?
Hanya... Ini bukan pertemuan, tapi begitulah.
Sampai jumpa besok.
Begitu rupanya. "Hanya"?
Kenapa dia bersikap tidak biasa?
Astaga.
Kapan kamu datang?
Baru saja.
Tapi...
Kamu menonton dari tadi?
Aku merasa diawasi.
Jadi, kamu terlihat seperti ini
saat tidur nyenyak.
Kamu selalu tampak sangat mudah marah.
Tapi aku merasakan hal yang berbeda darimu.
Aku tidur nyenyak setelah sekian lama.
Inilah yang kurasakan.
Aku menganalisis kenapa aku tidur nyenyak sepanjang hari.
Kamu lelah. Kamu mengemudi dan sebagainya.
Itu rumahnya.
Rumah itu cocok untukmu.
Rumah itu sempurna untukmu. Ini mekanik kuantum.
Kumohon, apa pun selain mekanik kuantum.
Seperti frekuensi.
Melihat mekanik kuantum, itu interaksi mutual.
Frekuensi spesialmu cocok.
Itu berubah dari sini ke sana.
Frekuensi spesial di dalam rumah itu
diterima olehmu.
Sesuatu entah bagaimana...
Karena itulah
kamu bisa merasakan aku di belakangmu.
Benar. Rumah adalah alasannya.
Kamu cerdik.
Jadi, ada sesuatu di rumah yang membantuku tidur.
Sesuatu yang pasti itu.
Aku harus tidur di sana mulai sekarang.
Bagus.
Apa tidurmu nyenyak?
Ya. Aku tidur amat pulas.
Kurasa aku tahu alasannya.
Kamu tahu bagaimana selimut baru bisa kusut.
Dan itu terasa nyaman.
Aku langsung tertidur.
- Selimutnya. - Aku yakin.
Aku tidak melihatmu tidur.
- Lain kali? - Tidurlah denganku lagi lain kali.
Maksudku...
Apa "Tidurlah denganku" cara yang tepat untuk mengatakannya?
Semua orang ada di sana, jadi, aku harus pergi.
Kamu mau ke rumah?
Aku ingin tahu apa benar itu lokasinya.
Begitu rupanya.
Kamu lihat apa?
Kenapa kamu canggung sekali?
Saat aku datang ke sini...
Kita tidak membuat rencana,
tapi aku berharap
kamu akan berada di sini.
Itu perasaan yang sangat tidak familier, tapi terasa hangat.
Itu terdengar
sangat bagus.
"Pak Kang In Wook"
Kurasa dia menelepon untuk menyuruhku bergegas.
Permisi.
Halo.
Aku ingin mendengarkan
penampilanku di studio.
Sekarang?
Aku sudah meninggalkan studio.
Ini
sangat tidak biasa bagiku.
Makanan di sini enak.
Mari minum sampai larut
dan bekerja besok sore.
- Baik, Pak. - Makanlah.
Akan butuh 10 menit.
Itu bukan penampilan yang penting,
tapi itu berarti bagiku.
Apa 10 menit cukup?
Baiklah.
Kang In Wook mengalami kemerosotan selama ini,
dan bekerja sangat baik hari ini.
Dia ingin mendengarkan rekaman itu.
Aku akan menunggu.
Kang In Wook.
Benar-benar berbeda.
Ketegangan.
Ada ketegangan yang diciptakan kegelisahan.
Kecemasan yang diciptakan orang yang tidak ingin kutemui.
Kamu melihat orang itu saat konser tadi?
Tidak. Kukira orang itu ada di sana, tapi aku salah.
Kamu gelisah memikirkan orang itu ada di sana.
Begitu rupanya.
Biarkan aku mencoba bermain.
Kamu ingin bermain sekarang?
Aku akan segera selesai.
Apa dia sedang bermain sekarang?
Kurasa dia merasa terinspirasi.
Maaf.
Kita bisa mendengarkan bersama.
Aku akan sering mengirim pesan.
Kamu bilang itu membuatmu merasa seperti aku bersamamu.
Aku membantu, bukan?
Aku membantumu, tapi sepertinya aku yang menerima bantuan.
Memberi terasa seperti menerima,
dan menerima terasa seperti memberi.
Bukankah itu artinya bersama?
Kamu
bantuan besar.
Syukurlah.
Makin aku memikirkannya, makin aku menyukai ungkapan
"berada di udara".
Tetap di sisimu dengan nyaman seperti udara.
Bagus, bukan?
Tidak mengganggu seperti air mengalir.
Senang rasanya ada seseorang di sisimu.
Ini memberikan rasa aman.
Aku bisa tinggal sesering yang kamu mau.
Tidak semua orang bisa melakukannya.
Itu karena aku.
Kenapa kamu bisa melakukannya?
Karena kamu orang yang seperti ini dan seperti itu,
dan aku orang seperti itu. Kurasa karena itulah itu mungkin.
"Seperti ini dan seperti itu" bisa kamu isi sendiri,
tapi seperti kita berbagi
satu hal yang kita harap orang lain pahami.
Aku juga akan melakukannya.
Aku akan menjadi orang yang tinggal
untukmu.
"Epilog"
"A Piece of Your Mind"
Tanganmu.
Dengan singkat dan penuh kasih.
Bagaimana rasanya berada di studio bersama Kang In Wook seharian?
Eun Joo dan pacarnya putus.
Keluar.
Astaga.
Lagi pula, kamu akan pergi.
Aku ingin menetap di sini.
Tiba-tiba?
Apa 1 persenku tumbuh menjadi 20 persen?
Tangan seseorang yang ingin kupegang.
Bukankah menyenangkan
memegang tangan mereka?
Pejamkan matamu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.