Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SINOPSIS | TRAILER | SUB-UPDATE follow Instagram @broth3rmax
Kabarnya ada orang primitif di Gunung Tianmu.
Siapapun yang ke gunung itu
akan tewas,
semua takut padanya.
Dia dikenal dengan Raja Gunung.
Namun tak ada yang tahu
si Raja Gunung ini dulunya anak yang normal.
Penyebab kenapa dia menjadi liar
karena pembantaian 15 tahun lalu.
Pada hari ini, adik perempuannya memasak
daging panggang kesukaan Raja Gunung.
Kak, cepat ambilkan ketumbar.
Siapa sangka daging panggang ini
adalah makan malam terakhirnya bersama adik perempuannya.
Ayah!
Bangun, ayah!
Ayah!
Adik!
Adik! / Kak, sakit...
Adik...!
Adik!
Adik!
15 TAHUN KEMUDIAN
Wakil ketua, apa kau serius mau menangkap si Raja Gunung itu?
Aku tak bercanda. Kalau kalian ada yang kabur
akan kubunuh seluruh keluarga kalian.
Dia datang!
Bunuh dia!
Apa ini si Raja Gunung, yang benar saja?
Ini cuma gorila.
Cepat kalian ke sana, bunuh dia!
Ayo!
RAJA GUNUNG
terjemahan broth3rmax
Kong'er.
Sarang Raja Gunung di pegunungan
hidup bersama gorila yang telah menyelamatkan nyawanya.
Siapapun yang masuk hutan itu
dianggap sebagai musuh baginya.
Sampai suatu hari
seorang gadis cilik memasuki wilayahnya.
Kong'er.
Kenapa kau memandangiku begitu?
Bro... Yo, wajahmu kuning.
Apa akhir-akhir ini kau kecapekan?
"Ginseng merah Korea" ini
bisa menambah Qi dan menutrisi darah. Sebagai ganti, aku ambil beberapa udang.
Bro... Yo, kulit tanganmu terkelupas parah.
Jangan khawatir, 2 kepiting cukup untuk ditukar sama "buah saussurea" ini.
Kau tahu ini transaksi yang adil.
Sampai jumpa, Bro.
Aduh. / Anak nakal!
Lancang sekali kau menipu suamiku terus-terusan?
Ya dewa, jangan begitu, istiku,
kembali sini. Ibunya sudah meninggal.
Dan ayahnya si penjudi pulangnya tiap beberapa bulan.
Biarkan dia pergi, semuanya itu tak ada artinya.
Ayah.
Ayah.
Cepat kemasi barang-barangmu.
Kita harus pergi. / Ayah berjudi lagi?
Apa kau bosnya? Lancang sekali berdiri di depan.
Bos Xiong.
Bos Xiong, wakil ketua tewas terbunuh oleh Raja Gunung.
Old Zhao.
Tenang saja, aku kesini
cuma minta penjelasan.
Kenapa Raja Gunung dan gorila itu
membunuh semua orang
kecuali dirimu?
Bos Xiong, Kong'er tak tahu apa-apa soal ini.
Yang kukatakan itu benar.
Lepaskan ayahku!
Kau... ya kamu!
Dasar bocah tengik.
Lebih berani dari ayahmu.
Saat ayahmu ikut aku sebagai bandit
dia membunuh tanpa berkedip.
Tapi sekarang, lihatlah dia,
jadi pengecut. / Jangan bilang begitu!
Ambil senjata
ayo kita berburu.
Ayah.
Ayah.
Larilah! / Ayah!
Larilah! / Jangan mendekat!
Bos Xiong.
Lalu, mana Raja Gunung yang kau bilang?
Bukankah kau suka ditaburi tepung?
Ha, tak ada tepung! / Kong'er!
Akan kulawan kalian semua!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Adik!
Ayah, jangan mati, ayah!
Bangun, ayah!
Ayah!
Dasar pecundang.
Kubunuh kau!
Bos Xiong. Gadis cilik ini?
Bunuh dia.
Ayo. / Siap bos!
Kaukah si ...?
Bunuh dia!
Bom buah merah!
Bos Xiong, kau tak apa-apa?
Ayo cepat mundur.
Kong'er kehilangan keluarga satu-satunya
dan ditakdirkan membalas sendiri dengan Bom Buah Merah
tapi mencari Bom Buah Merah
berarti harus masuk sendiri ke wilayahnya Raja Gunung.
Akulah, yang selalu mengalahkan siapapun.
Tak ada yang berani melawanku!
Bahkan aku belum selesai ngomong...
dan dihajar kayak begini.
Kalau aku tak bisa membalas, tak akan kusebut diriku Bos!
Bos Xiong.
Sudah kau urus yang kuperintahkan? / Pendekar kungfu yang bos minta
sudah disini.
Kusuruh kau mencarikan pendekar pria.
Kenapa kau nemunya wanita?
Baiklah, suruh dia ke kamarku.
Jangan meremehkan wanita.
Bos, dia peringkat pertama pada kompetisi bulan ini.
Dia dipanggil Shisan.
Tangannya luwes
kecepatannya tinggi. Lebih cepat dari 1000-tangan Guanyin.
Itu sebabnya dia dipanggil begitu.
Baguslah.
Sungguh luar biasa.
Pendekar Shisan.
Kalian semuanya, berlutut!
Berlutut!
Pertama kusampaikan, aku tak pernah membunuh orang tak bersalah.
Aku hanya bunuh penjahat. / Dia itu monster!
Juga membakar, membunuh dan merampok!
Ayo, antar pendekar wanita ini ke gunung itu.
Siap, Bos!
Mundur!
Aku selalu beraksi sendiri.
Jangan ikuti aku, atau darah kalian bisa muncrat.
Aku mengerti.
Aturan dari pendekar.
Setelah membunuh orang biadab itu, akan kukirim merpati pesanku.
Ingat, atas keberhasilanku
namauku harus menggema
di seluruh dunia.
Terima kasih. / Gadis cilik
banyak perangkap di gunung ini
sedang apa kau disini?
Aku nyari buah seperti ini.
Kau tahu?
Bom Buah Merah?
Buat apa kau nyari buah itu? / Ayahku dibunuh bandit.
Kupakai ini buat balas dendam.
Apa dia banditnya?
Namaku Shisan.
Orang primitif, kudengar kau banyak melakukan kekejaman.
Hari ini
akan kutegakkan keadilan atas nama Dewa.
Hai.
Tenanglah, kayaknya kau terluka.
Balikkan badannya.
Aku sedang membantu menolong dia.
Dia dalam bahaya.
Aku lupa kau tak paham ucapanku.
Kau paham ucapanku?
Tarik lengannya.
Hampir kayak begitu sih.
Lebih kuat lagi.
Kayaknya dia keracunan.
Kau obati.
Kau suruh aku mengobati dia?
Dia harus kuperiksa dulu.
Dia memang keracunan.
Kondisinya parah. Kau harus bawa dia turun gunung.
Dokter di lereng gunung mungkin bisa menolong.
Tidak.
Gini, aku pernah baca di buku obatnya ayah
ada tiga jenis bahan obat di Gunung Tianmu.
Dinamai ginseng Diling, jamu Fengkui dan jujube Wuling.
Bubuk ketiga bahan ini
bisa mengobati ratusan jenis racun. / Carikan!
Kalau kuobati dia, kau harus turun gunung bantu aku balas dendam!
Kau ini kuat, mereka tak bisa mengalahkanmu.
Kubilang tidak!
Baik, dianggap sepakat kalau kau bisa memberiku beberapa buah ini.
Biar aku balas dendam sendiri.
Kalau tidak, aku juga tak mau membantumu!
Akan kucari sendiri bom buah merah.
Berhenti!
Kau setuju ya?
Baiklah, kita cari bahan obatnya besok pagi.
Kamu punya selimut tidak?
broth3rmax
Cepat, carikan bahan obatnya.
Nih buatmu.
Ayah pernah bilang ginseng Diling tak mudah ditemukan.
Tapi pasti ada kacang merah tumbuh dekat sini.
Kacah merah itu kecil.
Jebakan ini kau yang pasang?
Apa buat menghalau orang-orang lereng gunung?
Hutan seluas ini, tak bisa bayangkan berapa jebakan yang kau pasang
agar orang-orang lereng gunung tak masuk.
Banyak sekali jebakannya.
Apa nggak kepikiran nanti kau sendiri yang kena jebakanmu?
Begitu ya, kau sudah tandai jebakannya.
Gara-gara jebakanmu pencariannya jadi lamban.
Sekarang sudah mulai malam.
Kita belum nemu apa-apa.
Lihat, kacang merah.
Pasti ada ginseng Diling dekat sini. Cepat!
Ginseng Diling!
Ada apa?
Itu gas beracun! Kita harus bagaimana?
Ginseng Diling dikelilingi gas beracun yang dikeluarkan tanaman ini.
Agak tinggian, agak tinggian. Maju dikit.
Maju lagi, agak turun. Hampir kepegang,
goblok kamu.
Hati-hati dong. Aduh, aku menyentuhnya, bisa mati aku!
Agak tinggian, cepat!
Turun, turun, hampir kena.
Tahan, sedang aku gali.
Sialan, banyak akarnya! Jangan gerak.
Dapat! Cepat tarik aku.
Sasaranku.
Lari! Lari, gas beracun!
Ginsengnya jatuh!
Aku tahu dimana.
Mana ginsengnya?
Kukorbankan nyawa demi ginseng ini.
Dan kau cuma memberiku makanan ini?
Kalau tak kau bantu pengapiannya, tak akan kukasih daging panggang ini.
Aromanya enak.
Aku tak sabar mau makan.
Katamu tak mau makan ini. Kenapa ke sini?
Hey, hentikan!
Kak, tolong ambilkan ketumbar. Cepat!
Lapar ya?
Nih buatmu.
Cuma orang primitif yang makan pakai tangan.
Kau harus belajar cara pakai sumpit.
Hey!
Makanan yang jatuh ke tanah tak boleh dimakan.
Baiklah, sini kubantu.
Nih.
Rasanya enak?
Apa begitu enaknya sampai kau nangis?
Sejak kau tinggal di atas gunung, pasti tak bisa merasakan makan enak.
Aku pernah makan ini.
Kau pernah? Siapa yang bikin?
Ibuku meninggal waktu aku kecil. Saat itu aku tiap hari menangis.
Ayah ngasih aku adonan.
Kuremas-remas adonannya.
Begini membuatku merasa baikan.
Tanah liat mungkin sama fungsinya.
Nih, cobalah.
Remas-remas, begini.
Perasaanmu enakan sekarang?
Akan kuberi dia daging.
Kenapa dia tak menyukaiku?
Keluarganya dibunuh orang-orang lereng gunung.
Kamu sendiri, dimana keluargamu?
Apa ada orang?
Oh tidak, jangan mendekat!
Pergi sana, oh tidak!
Dasar jalang sialan!
Katanya mau kirim pesan pakai merpatinya.
Tak ngirim apa-apa.
Andai aku bisa kungfu,
tak akan kuandalkan si jalang itu.
Semuanya, ayo ambil senjata!
Kita ke gunung.
Bos, kau lupa di sana banyak perangkap?
Kita bisa mati kalau ke sana.
Permisi.
Apa Shisan pernah kemari?
Kau siapa?
Dia pendekar peringkat 1.
Namanya Yidao.
Tempo hari kau juga bilang begitu.
Kali ini aku serius.
Apa kau Yidao?
Ya.
Apa kalian berdua melihat adik perempuanku?
Dimana dia?
Dia adikmu?
Kau terlambat.
Kenapa memangnya? / Adikmu pergi mau bunuh si primitif itu.
Sayangnya...
dia gagal mengalahkannya.
Dan dia terbunuh.
Sekarang, kami mau naik ke gunung itu untuk membalas kematiannya.
Dimana orang primitif itu? / Di atas gunung.
Tunjukkan jalan pada pendekar ini.
Tunggu. Tak usah ikuti aku,
atau darah kalian bisa muncrat!
Ha, adik kakak ucapannya sama saja.
Jamu Fengkui mudah dicari.
Namun selalu di tempat yang tinggi.
Paman, lihat.
Jamu Fengkui.
Hati-hati, jamu Fengkui itu pemalu.
Kenapa kau melihatiku? Aku tak bisa manjat pohon.
Kamu punya ide buruk apa? Lepaskan!
Turunkan aku, aku takut ketinggian!
Turunkan aku!
Turunkan aku!
Paman, sudah kudapat!
Sakitnya...
aku mau mati...
Adik!
Kau amat mengkhawatirkanku ya?
Kenapa? Aku cuma bercanda.
Lihat.
Paman!
Paman.
Kau sengaja ya?
Jangan ketawa!
Jangan ketawa!
Jangan ketawa!
Jangan ketawa!
Pohon bom buah merah!
Paman
kenapa pohon ini tak ada buahnya?
Aku tak tahu.
Baiklah, aku tak lapar kok.
Kita sudah nemu jamu Fengkui. Bagaimana kalau nanti malam makan daging panggang lagi?
Apa ada lagi yang bisa dipanggang di gunung ini?
Menjijikkan!
Apa ini? Jauhkan sana!
Menjijikkan!
Tidak, menjijikkan! Kapan kau masukkan ke kantongku?
Panggilkan kakakku untuk menolongku.
Ayo kita makan merpati saja.
Kau sudah bangun ya?
Kamu nyari ini ya?
Tetap di situ!
Jangan gerak, kami baru baluri obat padamu.
Kenapa kau menolongku? / Kau pernah menolongku, kau lupa ya?
Paman ini orang baik. Dia tak akan menyakitimu.
Apa kau mau membunuhku?
Kau ini sewaan Xiong?
Shisan, aku heran kenapa
kau membantu Xiong?
Si primitif ini banyak melakukan kekejaman.
Semua berhak menghukum dia.
Paman ini bukan penjahat. Xiong-lah yang jahat.
Xiong sudah membunuh ayahku. Sedang paman ini yang menyelamatkanku.
Lihat dia, kau bilang dia orang baik?
Dia memang tak peduli penampilan.
Sebenarnya penampilannya oke juga.
Jangan digigit.
Tunggu sebentar, paman ikut aku!
Sini kuperbaiki penampilanmu.
Ikut aku!
Jangan gerak, sebentar lagi selesai kok.
Panjang banget rambutmu.
Jangan gerak!
Berdiri yang bener.
Jangan gerak-gerak.
Cantiknya.
Apa ini punya adikmu?
Buatmu.
Setelah ibuku meninggal, aku tak pernah punya baju bagus lagi.
Aku selalu pakai
baju yang ditinggalkan oleh bocah tetangga.
Aku juga ingin pakai baju bagus.
Dan ada yang mengepang rambutku.
Pakailah.
Terima kasih, paman.
Berikan!
Cantik sekali.
Shisan, cakepan mana aku atau paman?
Tentu saja kamu.
Aku tak percaya. Mukamu memerah saat melihat paman.
Bagaimana mungkin? Tak mungkinlah bagi pendekar kayak aku.
Hujan!
Lukamu tak boleh basah.
Paman, kenapa kau bengong saja?
Sini bantu!
Baunya enak.
Kondisi di gunung itu terbatas. Setelah kita turun gunung
akan kumasakkan makan spesial buatmu.
Paman, apa selamanya kau akan tinggal di gunung ini?
Kalau aku turun gunung
apa kau nanti merindukanku?
Tak usah kuatir, kalau aku turun gunung
kau boleh mengunjungiku.
Rumahku di lereng Gunung Tianmu.
Bahan-bahan obat bergelantungan di depan rumahku.
Kau boleh mengunjungiku kapan saja.
Setelah kudapatkan bom bunga merah dan menyelesaikan pembalasanku
aku akan pulang membuka restoran kecil-kecilan.
Paman, kau bisa bantu berburu.
Dan aku yang masak buatmu. Bagaimana?
Merpatinya sudah matang. Biar kucicipi dulu.
Hey, kau tak boleh begitu!
Sisakan buatku.
Paman!
Paman nemu banyak sekali bom buah merah!
Kenapa pohon ini tak ada buahnya?
Aku tak tahu.
Paman,
rupanya paman yang mengambili semua buahnya.
Ayah membohongiku, dan kau membohongiku.
Jangan turun gunung.
Aku tetap balas dendam meski tanpa bom buah merah!
Aku tak mau sembunyi di gunung ini dan jadi liar sepertimu.
Adikmu mati karena kau pengecut!
Aku sungguh-sungguh!
Gadis kecil itu sudah pergi. Katanya dia turun gunung untuk balas dendam.
Agar aku tetap di rumah
kakakku selalu menyembunyikan pedangku.
Tapi tak ada gunanya.
Hatikulah yang menginginkanku pergi, bukan pedang.
Kau sudah membunuh adikku.
Kakak! / Adik!
Kau masih hidup?
Kau menyakiti adikku!
Enyah kau ke neraka!
Kak, jangan bunuh dia!
Aku akan pulang bersamamu.
Ayo pulang bersamaku.
Kak, kenapa kau selalu mengikutiku?
Bisa tidak kau lenyap dari mataku?
Jangan pengaruhi aku jadi pendekar.
Orangtua kita sudah tiada, dan aku adalah kakakmu.
Aku bertanggung jawab menjaga keselamatanmu.
Kenapa kau tak mau menurutiku?
Menurutimu? Tinggal di rumah, menyulam, bikin teh?
Di luar itu berbahaya.
Sebaiknya di rumah saja. / Kenapa bisa bahaya?
Aku baik-baik saja.
Cuma beberapa hari saja tak bertemu, kau sudah hampir cacat.
Apa itu tak berbahaya namanya?
Cuma tambahan pengalaman.
Jika aku tak cacat, bagaimana aku tahu separah apa orang lain?
Dasar kau...
Dik, dengarkan aku.
Pulanglah.
Jadilah gadis. Tak usah mimpi jadi pendekar.
Tidak!
Maafkan aku, dik.
Lepaskan totokanmu!
Lepaskan totokanmu!
Kau bisa gila!
Aku membencimu! Selamanya!
Kau sudah gila ya? Kau sudah bertemu si primitif itu tapi tak membunuhnya.
Kau seorang pendekar.
Kau bilang akan membunuhnya bila perlu.
Kau ingkari janjimu.
Kau mengecewakan.
Baiklah.
Akan kuberi kau 50kg perak.
Kau ke gunung itu lagi dan bunuh si primitif itu. / Adikku tak menginginkan dia mati.
Aku tak mau bunuh dia.
Minggir!
Bos Xiong, jangan marah begitu.
Kudengar
Yidao punya kitab kungfu rahasia.
Pendekar itu tak bisa diandalkan.
Kita harus bertindak sendiri.
Bunuh Yidao dan Shisan malam ini.
Lalu ambil kitabnya
maka bos akan menjadi pendekar.
Dalam waktu singkat, pembalasan bisa diselesaikan.
Jujube Wuling.
Akan kucari ketiga bahan obat itu.
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Shisan. / Kenapa kau kemari?
Bantu aku melepaskan totokan, cepat!
Aku bisa bantu melepaskannya. Tapi kau harus bantu aku membunuh Xiong.
Setuju.
Cepetan!
Tapi bagaimana cara membuka totokan?
Paman, aku rebuskan kepiting.
Kak.
Kak.
Ayah!
Kau pintar juga.
Ayo pergi dari sini. Jangan sampai kakakku tahu.
Turunkan aku!
Aku ke sini mau balas dendam.
Kau menipuku!
Siapa yang ganggu mimpiku?
Adik.
Pergilah dari sini, sekarang!
Hah, rupanya dia tak sekuat itu.
Sebentar lagi aku bisa bunuh si primitif itu.
Bagus.
Kita ambil kitab rahasia kungfunya.
"Buku Bunga Matahari"
Panggil semuanya.
Ayo kita naik ke gunung itu. / Bos Xiong, yang kau maksud, semua orang?
Semua orang!
Mana paman?
Tunggulah aku.
Lekas injak!
Lari!
Tak disangka, kalian tak mati dibom.
Bagaimana kau bisa sampai ke sini?
Cukup mengikuti kalian saja, aku bisa menghindari semua jebakan.
Apa kakakku ke sini? / Kau punya kakak yang baik.
Bahkan dia memanggil namamu sebelum mampus.
Tak mungkin!
Dia jago kungfu.
Kau tak mungkin bisa membunuhnya.
Kau lihat sendiri.
Aku mendapatkan buku tak guna ini.
Enyah kau ke neraka!
Shisan, kau tak apa-apa?
Mana si primitif itu?
Paman.
Paman.
Tolong dia!
Paman.
Aku tak bisa mengobatinya.
Topengnya ayahku. Kau sudah ke rumahku?
Ayahmu sudah membunuh adikku.
Aku tak percaya!
Pergi kau dari sini.
Paman.
Pergi kau dari sini!
Lapar?
Nih buatmu.
Ginseng Diling, jamu Fengkui dan jujube Wuling
bubuk ketiga bahan obat ini bisa mengobati ratusan jenis racun.
Cuma orang primitif yang makan pakai tangan.
Kau harus belajar cara pakai sumpit.
Aku tak mau sembunyi di gunung ini dan jadi primitif sepertimu!
Adikmu mati karena kau pengecut!
Kenapa kau belum mati juga kena bom?
Mana adikku?
Sudah kubunuh dia.
Sini balaslah kematiannya.
Kakak!
Kakak!
Syukurlah, kau baik-baik saja.
Kakak, jangan bergerak! Akan kuobati.
Kau selalu bilang aku membatasi kebebasanmu.
Sekarang, kau bebas.
Di luar penuh mara bahaya.
Kemampuanku terbatas.
Aku tak bisa melindungimu lagi.
Kakak...!
Kakak...!
Akan kubunuh kau!
Ah...
Dasar bloon.
Ayo temani kakakmu!
Xiong! Aku kemari mau balas dendam!
Tunggu!
Beberapa halaman terakhir buku itu hilang. Kau masih belum menyelesaikannya 'kan?
Kau bilang apa?
Beberapa halaman terakhir buku itu hilang? / Lepaskan dia!
Akan kuberitahu isi buku yang hilang itu.
Beritahu dulu. / Lepaskan dia dulu!
Katakan dulu! / Lepaskan dia dulu!
Katakan! / Lepaskan dia!
Kau bohong!
Paman?
Maaf, paman.
Akhirnya kau datang juga.
Sudah kusiapkan sebuah hadiah untukmu.
Lebih dari 10 tahun lalu
untuk tujuan menjadi Bos
aku pergi ke gunung dan membantai semua suku.
Ada seorang bocah lolos saat itu.
Bocah itu pasti dirimu.
Iya 'kan?
Perhatikan baik-baik.
Apa di situ ada milik keluargamu?
Kau tak bisa menyakitiku. Aku telah memperoleh kesaktian kungfu.
Rupanya aku meremehkanmu.
Untung, aku sudah jaga-jaga.
Apa rasa obat bius itu enak?
Paman!
Lepaskan dia!
Bom bunuh diri?
Bom buah merah itu masih basah.
Kau pakai itu untuk membunuhku?
Siapa bilang bom buah merah basah tak bisa meledak?
Paman.
Sudah kubalas dendamku.
Paman.
Mau tidak kau berjanji tak akan kembali ke gunung dan jadi Raja Gunung lagi?
Kau ini bodoh banget.
Aku pakai tipuan yang sama.
Dan kamu percaya dua kali.
Aku salah sangka sama kecerdasanmu.
Longgarkan tanganmu, paman, aku hampir kecekik ini.
Apa kau kira aku bisa mati segampang itu?
Kesaktian kungfuku melindungiku.
Hahaha...
Aku akan...
balik ke kubur saja.
Adik.
Aku belum mati.
Aduh, sakit!
Kenapa kau masih bisa ketawa? Lukamu lebih parah dariku.
Berdiri.
Hey, kenapa kau biarkan kakakmu? Dasar perempuan tak tahu terima kasih!
Adik.
Sini bantulah aku.
Minggir sana!
Pelan-pelan jalannya.
Jangan ganggu aku.
Aku ini kesakitan.
Jangan menggelayut di pundakku! / Adik!
Bantulah aku!
Minggir sana!
broth3rmax, 19 Pebruari 2020
no resync/edit/re-upload/delete-credit broth3rmax, 19 Pebruari 2020
SINOPSIS | TRAILER | BISNIS follow instagram @broth3rmax
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.