Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pasien berusia 45 tahun. Tiba-tiba terjatuh di tangga.
Tidak ada nafas dan detak jantung sejak aku tangani.
Ayo angkat dia. Satu, dua, tiga.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Bagus, aku periksa detak jantungnya.
Ini gagal jantung.
- Tidak berdetak. - Siapkan pengejut dan satu mili epinperin.
Hubungi bagian jantung. Kau sudah hubungi keluarganya?
- Aku hubungi sekarang. - Tekanan 150.
- Epinperin sudah digunakan. Mundur semua. Mengisi.
Semua mundur, kejutan dilakukan.
Satu, dua, tiga, kejutkan!
(ANAK HILANG Kim Yoon-su)
Kau tidur di mobil lagi?
Aku lebih pilih di mobilku. Rasanya tidak nyaman berada di motel.
Kau merusak tubuhmu. Kau tidak muda lagi, setidaknya tidurlah dengan benar.
Aku tidur dan makan dengan benar.
Tidak perlu khawatirkan aku.
- Kali ini kau pergi ke mana? - Goseong.
Kau sudah pernah datang ke sana.
Bagaimana jika kembali bekerja?
Kita bisa mencarinya bersama-sama di akhir pekan
Udara di sana menyegarkan.
Tanah di sana juga murah.
Kita harus pindah ke sana dan bertani bersama anak kita.
Dan kau pernah bertani?
Tidak ada yang tak bisa kulakukan selama kita temukan anak kita.
Bukankah itu Seung-hyun? Benar dia.
- Seung-hyun! - Selamat pagi. Senang bertemu denganmu.
Selamat pagi, nyonya. Mereka orang tua Yoon-su.
- Halo, aku ibunya Yoon-su. - Dan aku ayahnya Yoon-su.
Jin-wook!
Hai, senang berkenalan denganmu. Ayo kita bersalaman.
Aku punya anak laki-laki mirip denganmu.
Tapi aku kehilangan dia.
Kau bisa berteman dengan Yoon-su. Sekarang usianya sekitar 12 tahun.
Sekarang usia Jin-wook 10 tahun. Putramu lebih tua darinya.
Aku tidak pernah mengira dia berada di rumah sakit jiwa.
Seung-hyun hampir membawaku masuk ke sana.
Polisi membawanya ke rumah sakit.
Dia bilang, dia memberitahukan namanya pada mereka.
Andai saja mereka mau mencari namanya sekali saja.
Dan saat di rumah sakit?
Mereka tidak berniat membantunya, terlalu sibuk menyembunyikannya.
Satu tambahan orang, artinya dana bertambah.
Dia kembali setelah empat tahun.
Dia harusnya bisa pulang lebih cepat jika seseorang...
...mau membantunya.
Dia berlari padaku dan berteriak ibu dan aku kehilangan kendali.
Dia masih hidup.
Jin-wook.
Apa aku juga boleh mendapat ciuman?
Ibu?
Aku lapar.
Sayang.
Sayang?
Kau kenapa?
Kau lupa dirimu.
Kau pulang cepat kau sudah makan malam?
Belum.
Kita harus pesan makanan?
Bukan begitu, kau selalu makan di luar. Aku akan buatkan sesuatu untukmu.
- Kau ingin makan sesuatu? - Apa ada telur?
- Mungkin. - Bagaimana jika sup kimici dan telur goreng?
Ada apa?
Kita kehabisan nasi.
Itu bagus. Kita pesan mi saja.
- Tidak, aku segera kembali. - Tunggu, Jung-yeon.
Tidak masalah.
Setelah susah payah...
...membesarkan Yoon-su...
...aku inginkan dia pergi selama seminggu...
...agar aku bisa sendiri.
Hal itu pernah terlintas dalam pikiranku.
Rasanya seperti aku menelantarkan dia.
Karena salahku.
Karena itu aku membenci diriku.
Waktu itu kau sedang lelah.
Apa kita bisa kembali seperti dulu?
Setelah dia kembali...
...bisakah kita kembali seperti dulu?
Ya.
Kita semua bisa kembali seperti dulu.
Dan kita akan kembali lagi.
Bantu temukan Song Hye-hee
(Perkumpulan Anak Hilang)
Hai.
- Kenapa kau datang pagi-pagi? - Untuk urusan ini dan itu.
Aku senang kau datang.
Orang tuamu?
Orang tua kandung dan orang tua angkatku.
Aku berpikir siapa yang mengurusmu mereka terlihat sangat tegas.
- Kau mau teh? - Nanti saja.
Semoga mereka semua baik-baik saja.
Sama sepertimu.
Ya, mungkin saja.
Aku mencatat semua pergerakanku saat mencari Yoon-su.
Kau sangat ahli. Aku ingin mendapat bantuan darimu.
Tolong.
Jaga anakku baik-baik.
Tentu saja.
Dan masalahnya..
- Posisi sebagai guru.. - Ya?
- Apa masih ada? - Tentu. Aku baru mendapat telepon untuk itu.
Aku berhutang besar padanya.
Ketamin, hati-hati dengan yang satu ini.
Bisa melumpuhkan bahkan otot yang sehat.
Jangan memberikan obat ini tanpa resep.
Baiklah.
Tetapi, kau memang hebat.
- Maaf? - Kau memang hebat.
Kenapa begitu?
Aku hanya berpikir kau terlihat sangat ahli.
Selalu terlihat pandai dan lebih sehat dari orang biasa.
Orang biasa?
- Maksudku..
Lebih sehat dari mereka yang tidak kehilangan anaknya?
- Maafkan aku. - Tidak perlu. Itulah yang sebenarnya.
- Pergilah lebih dulu. Aku akan istirahat. - Baiklah.
(Yoon-su berjualan roti di tempat peristirahatan Sanjung)
Selamat siang, Pak.
Senang bertemu denganmu.
- Aku Kim Myung-guk. - Kim Byung-su.
- Tidak sulit menemukan tempat ini? - Tentu tidak, sangat mudah.
- Baguslah, silakan duduk. - Terima kasih.
- Seung-hyun banyak cerita tentangmu. - Ya.
Jadi kau sudah lama mengajar?
- Ya, lebih dari 10 tahun. - 10 tahun?
- Kau pantas menjadi guru olahraga. - Aku? Benarkah?
- Sangat tampan juga. - Terima kasih.
- Aku yakin penuh karisma. - Tidak sama sekali.
Guru matematika penuh karisma.
- Para siswa akan tergila-gila. - Sudahlah. Tidak begitu.
Bisnis ini cepat mengalami perubahan.
Pada awalnya akan sulit untuk mengikutinya.
Ya, aku punya banyak pekerjaan rumah.
Matematika adalah dasar dari semua formula.
Terdapat juga suatu pengembangan yang menjadi tren.
Tentu saja.
Mereka semua anak-anak yang baik mendapatkan nilai yang tinggi juga.
- Kau takkan kesulitan mengajar mereka. - Aku mengerti.
- Senang kau bisa bergabung dengan kami. - Tidak, aku yang merasa senang.
Coba lihat kapan kau bisa mulai?
Dalam 100 meter belok kiri.
(Toko rotinya sudah tutup, kau akan datang?)
(Hei, berandal!)
(Kau akan datang menjemput Sho?)
Bagaimana dengan istrimu yang malang?
Kau belum menemukan Yoon-su.
Jung-yeon, semua ini salah. Kau sudah mabuk sebelum itu terjadi?
Semua ini salah.
- Bangun, kita sudah kedatangan tamu. - In-sook, ada yang salah dengan semua ini.
Jung-yeon, aku akan menemukan Yoon-su!
Min-su! Kau berdiam diri, hah?
Aku lelah melakukan semua pekerjaan ini sendiri.
Ya?
Aku bercanda.
Jangan terlalu kasar padanya, mengerti?
Dasar bodoh!
Lihatlah dia berjuang keras.
Pegang ini.
Ayo naik.
Kami kenal orang kaya di kota.
Dia mengingatkanmu pada anak harammu itu?
Angkat kepalamu.
Anak seorang guru SMA menghilang enam tahun lalu.
Dia yang sedang mencari anaknya ke seluruh negeri mengalami kecelakaan mobil yang tragis.
Sayangnya, tanggapan dari kecelakaan itu lebih banyak sebagai ejekan.
Aku merasa bosan. Kurasa dia tidak akan datang.
Berandal itu harusnya kita tangkap saja.
Aku sudah memukuli mereka.
Ini bukan kesalahan mereka juga. Ini kesalahan orang tua mereka.
- Anak Hilang Kim Yoon-su - Lihatlah foto ini.
Dia mirip dengan anak pelayan di Mansun Fishing Spot.
- Mansun Fishing Spot? - Ya, kau tahu itu..
Anak itu, yang terlihat sedikit terbelakang. Siapa namanya?
- Min-su? - Ya, Min-su. Itu dia.
Ya, dia terlihat mirip dengannya.
Tidak juga, anak seusia dia terlihat mirip semua.
Terlihat sangat mirip, perhatikan.
Kau ini!
Dia terlihat mirip dalam foto ini.
Lupakan anak itu dan patroli saja. Kau ini.
Mirip sekali.
Bang!
Apa kau pernah berburu?
- Berburu? - Ya.
Dulu sering menangkap menggunakan jebakan.
Bukan seperti itu. Maksudku menembak hewan di alam liar.
Tidak pernah.
Kau belum tahu rasanya.
Rasanya menyenangkan, sangat seru.
- Benarkah? - Kau ini payah.
Aku akan pergi berburu suatu waktu kau mau ikut?
Tidak, aku tidak suka itu.
Terserah saja.
Dalam perjalanan ini..
Coba lihat itu.
Perhatikan alis matanya terdapat kesamaan.
- Apa mungkin dia? - Tidak. Kulitnya coklat terang.
Sudahlah, foto ini sudah enam tahun lalu. Orang dan kulitnya juga mengalami perubahan.
Boleh angkat kepalamu?
- Kau tuli? Angkat kepalamu. - Hentikan. Jangan pukul dia.
Pendengarannya kurang baik.
Benarkah? Kenapa bisa begitu?
Sekitar dua tiga bulan lalu...
...Tn. Kang memukulnya dengan keras dan sesuatu keluar dari telinganya.
- Kenapa dia harus dipukuli? - Setelah itu pendengarannya rusak.
Sudah hentikan!
Kalian sudah hilang akal. Perhatikan ini.
Kau pandai menggambar.
Dengan gambar itu, dia memang mirip dengan anak itu.
Bekas luka bakar?
Kau Yoon-su, kan?
Dia bilang, dia melakukannya sendiri saat sedang membakar sampah.
Walaupun begitu, mereka terlihat mirip. Ini perhatikan.
Bisa kau hentikan itu? Ini tidak sopan.
Tetapi, bagaimana dia bisa berada di sini?
Benar juga..
Kau ingat Ny. Kim dari pulang?
Dia menitipkannya pada kita karena tidak ada yang bisa menjaganya.
Nyonya Kim? Kapan kejadiannya? Bisa kau menghubunginya?
- Apa? - Dia sudah meninggal.
Enam atau tujuh tahun lalu.
Bagaimana jika wanita itu menculik dari orang tua anak itu?
Mungkin saja. Kau memang bodoh. Berpikirlah yang logis sekali waktu.
Kenapa mereka menculik anak yang tuli? Dia tidak berguna.
Dia bisa bekerja.
Hentikan pembicaraan ini!
Sebenarnya Ji-ho anak siapa?
Sekarang kau akan menyelidiki siapa saja yang bercinta denganku?
Kenapa? Apa seorang janda tidak boleh punya anak?
Sersan Hong.
Apa kau bekerja sama untuk masalah ini?
Jika kau kekurangan uang, bilang saja.
Pak.
Apa aku pernah mengambil uangmu?
Ada apa dengan semua orang sekarang ini?
Dia sudah wafat. Nyonya Kim atau siapa pun itu, dia sudah wafat, titik!
Minta maaf pada mereka semua.
Maafkan aku.
Lupakan saja. Aku takkan duduk di sini dan mendapat label seorang penculik.
Kau membuatku kesal! Nak! Cepat bangun! Cepat sini!
Pergilah sana!
Cepat sini! Ke sini!
Baiklah, pergi sana!
Di sini, Pak.
Dia terlihat mirip sekali.
Petugas Kim, sudah berapa lama kau ditugaskan di sini?
- Sekitar setahun. - Setelah itu apa?
Setelah itu apa yang akan kau lakukan?
Apa kau ingin melepaskan semuanya?
- Melepaskan apa? - Dasar bodoh.
Apa kau tidak mengambil uang dari mereka ini?
Tutup mulutmu dan lupakan. Jangan lakukan apa-apa.
Bukan dunia yang berbeda.
- Apa ini? - Tidak mau?
Bayi membutuhkan banyak biaya.
Tanganku lelah.
- Harusnya aku tidak.. - Ini hasil kerjamu.
(Anak Hilang)
(Ketamin)
Jung-yeon! Ini aku. Buka pintunya!
Jung-yeon, makanlah, kau membutuhkan tenaga.
- Kau juga makan. - Hentikan. Aku bisa makan sendiri. Hentikan.
Bersikaplah yang baik selama aku ada.
- Bagaimana? Apa makanannya enak? - Ya, lumayan enak.
Aku permisi dulu.
Kapan kau akan menanyakan padanya?
Kita bukan butuh uang, itu uang pinjaman untuk pendidikan anak-anak kita.
- Hentikan! - Dia sudah tidak punya siapa-siapa.
Dia harus berpikir keponakannya seperti anaknya sendiri.
Karena itulah kakakmu meninggalkan asuransi jiwa untuknya.
Berikan aku waktu untuk memikirkan hal itu, tolonglah.
Kau akan mati dimakan usia setelah selesai berpikir.
- Lebih baik aku makan dan pulang. - Identitas tersembunyi.
- Angkat saja. - Itu bukan teleponku.
- Angkat! - Ini bukan teleponku!
Lakukan saja!
Ya, halo?
Ini telepon Ny. Suh Jung-yeon.
Ya, benar sekali.
Aku sendiri yang memeriksa bekas luka itu.
Aku tak punya foto-fotonya.
Dia memiliki tanda lahir di belakang telinganya.
Bekas luka bakar dipunggungnya.
Mungkin itu bekas memar.
Mungkin juga, tapi itu seperti tanda lahir yang dimiliki setiap anak.
Terlihat seperti itu.
Seperti penjelasan dari selebaran yang ada, terdapat bekas luka.
Kau berada di mana?
Pernah dengar Pulau Naebu dekat Musan?
Ya.
Carilah seorang anak bernama Min-su di Mansun Fishing Spot.
Terima kasih.
Jika kau memberiku nomor teleponmu, aku bisa memberikan sedikit uang tambahan.
Tidak, aku hanya ingin membantu karena aku juga seorang Ayah.
Bawa saja anak itu secara diam-diam.
Baiklah, selamat malam.
- Kim Yoon-su - Dia meninggalkan ini padaku tadi pagi.
Dia memintaku untuk mencetak selebaran lebih banyak lagi...
...dan aku bisa selesaikan dalam dua hari.
Ini tempat bermainku juga.
Aku masih terlalu muda untuk mengingat...
...tapi mereka bilang aku pernah menghilang di tempat bermain.
Aku takut itu terjadi lagi, maka dari itu aku selalu tersenyum.
Setelah itu aku bertemu orang tua angkatku.
Pada waktu itu, aku merasa..
Merasa dendam?
Aku ingin bertemu orang tua yang menelantarkanku...
...agar aku bisa katakan pada mereka...
...bahwa aku tumbuh dewasa tanpa bantuan mereka.
Aku berpikir itulah satu-satunya rasa dendamku.
Setelah aku kuliah, aku membulatkan tekad.
Aku ingin mencari mereka.
Maka selama libur musim panas aku datang ke Korea.
Aku mendatangi semua panti asuhan.
Lalu aku menerima telepon.
- Dia bilang, dia bibiku. - Kenapa lama sekali?
Ayah dan Ibumu mencarimu ke mana-mana.
Kenapa kau baru datang sekarang?
Apa yang membuatmu menunggu lama?
Mereka menelantarkanku, tapi aku yang terlambat.
- Aku tidak bisa berkata-kata. - Kakak! Seung-hyun telah kembali!
Putramu Seung-hyun telah kembali.
Kakak!
Aku kira mereka membuang aku, tapi ternyata mereka mencariku.
Ibuku melakukan bunuh diri...
...dan ayah sangat sedih dan mati karena kanker.
Kakak!
- Aku datang terlambat. - Aku merindukanmu, sayangku.
Sebab itu, kau tidak boleh menyerah.
Yoon-su akan kembali padamu.
Kenapa Min-su menjadi lemah sekali?
Aku tahu, dia sangat lelah belakangan ini. Terus bekerja keras.
- Turun. - Baiklah.
Selamat sore, Tuan.
Kudengar akan terjadi badai sepanjang pekan ini.
Aku berharap bertemu anggota geng tapi ternyata hanya isapan jempol.
Jangan seperti anak kecil. Kudengar kau mendapatkan kelompok hari ini.
- Kau sudah mendapatkan kelompok? - Benar, Yah. Tapi tidak sehebat itu juga.
Semua itu karena direktur kami yang hebat.
- Aku tidak melakukan apa-apa. - Ya, ini.
- Apa ini? - Ginseng.
- Aku membutuhkan bantuan. - Bantuan?
- Siapa? - Boleh aku meminjam Min-su.
Min-su? Hari ini dia banyak pekerjaan.
Dia juga harus meratakan lumpur di tengah sana.
Kita harus saling bantu satu sama lain.
Aku akan antarkan setelah dia selesai bekerja.
Halo?
Kau membutuhkan uang? Ambil juga uang asuransi.
Gunakan uang itu sekitar 50 ribu dolar.
- Bagaimana aku bisa percaya padamu? - Apa?
Bagaimana aku bisa percaya padamu dan membayarmu?
Kirimkan saja uang mukanya padaku dan lunaskan setelah kau menemukan dia.
Bagaimana aku bisa percaya padamu?
Yon-su memiliki alergi, kan?
Alergi buah persik.
Tahi lalat di belakang telinganya.
Dia mengalami bekas luka bakar dalam perjalanan.
Ibu jarinya retak.
Kuku ibu jarinya terlepas, kan?
Silakan ambil uang Anda.
Nyonya Suh Jeong-yeon?
Di mana Yoon-su berada?
Surat perjanjian pemberian imbalan.
Aku diberitahu untuk mengambil sesuatu darimu.
(Mansun Fishing di Pulau Naebu. Cari anak bernama Min-su)
Mansun Fishing Spot. (Tempat Pemancingan Mansun)
Tepat sasaran. Senjata ini sering macet.
Apa kau ibunya? Rasakan ini.
Bawa semuanya ke sini!
Apa yang kau tunggu?
Kau bantu Ji-ho.
Permisi.
Kau sudah membayar uang masuk?
Aku datang untuk mencari anakku.
Anakku, Yoon-su. Kudengar di sini dia dipanggil Min-su. Di mana dia?
Siapa?
- Sersan Hong, kita istirahat sejenak. - Kenapa tidak?
Ayo kita merokok dulu.
Minggir, Ji-ho.
Duduk yang lurus.
Duduklah.
Tn. Choi, kau orang yang baik hati.
Benar begitu?
Putramu, seusia dengan Min-su?
Ya.
Begitu juga dengan anakku.
Kudengar dia murid yang pandai?
Ya.
Kau pasti bangga dia menjadi pandai tinggal bersama neneknya.
Aku mengirimkan anakku keluar negeri bersama istriku dan tidak ada tangisan dari mereka.
Mereka hanya minta dikirimkan uang saja.
Sepertinya dia mengalami demam.
- Kau baik-baik saja? - Aku akan buka bajunya agar suhunya turun.
Bukankah menyenangkan bermain dengan anak seusiamu?
Mereka sangat baik dan lembut, sangat menyenangkan.
Dasar aneh.
- Ada apa? - Seorang wanita dari Seoul...
-...datang mencari anaknya. - Anaknya? Siapa dia?
Dari mana aku tahu?
Dia datang ke sini membawa selebaran yang dibawa Petugas Kim.
- Bahkan dia tahu namanya Min-su. - Min-su?
Anak tidak tahu diri itu.
Apa mungkin Min-su anak yang hilang itu?
Kau bilang dia itu cucunya Ny. Kim.
Dia memang cucunya, tapi Petugas Kim bilang..
Apa ada pelanggan yang melihat Min-su hari ini?
Sebagian dari mereka yang melihat Min-su sudah pergi. Kenapa?
- Sebagian dari mereka? - Ya.
- Baik. Tenang saja. - Cepatlah pulang.
Bagaimana jika ada orang yang mengatakan melihat Min-su?
Sekarang ini tidak ada orang yang mau ikut campur urusan orang lain.
Ini hanya gangguan kecil. Mereka akan mencari ke tempat lain.
Itu suatu keberuntungan.
Tapi, apa mungkin Min-su adalah anaknya?
Tidak, tidak mungkin.
Benar. Kita merawatnya selama beberapa tahun, dia tidak mungkin anaknya.
Hidup memang seperti itu.
Beritahu semua orang untuk tutup mulut.
Baiklah.
Halo. Ini anakku. Tolong lihatlah.
Ada apa?
Hei, itu lahan pribadi.
Apa kau senang jika ada orang mengintip ke dalam rumahmu?
Menjauhlah dari sana.
Ayo cepat.
Apa benar ibunya Min-su datang ke sini?
Hadiah uangnya sangat besar.
Apa aku harus ambil uangnya dan melarikan diri?
Itu lebih baik dibandingkan bayaran dari Hong pada kita.
Dia memaksaku bekerja keras setiap hari.
Ini menyebalkan, aku lebih baik mengambil hadiah itu...
...dan bekerja dengan orang lain. Bukankah itu lebih baik?
Apa yang kulakukan di sini hanya..
Aku mendengar bola menggelinding, ternyata itu kau?
Apa maksudmu? Aku tidak seperti bola..
Kalau begitu mungkin batu.
Benar. Batu lebih baik.
Kalau begitu harusnya aku membawa palu saja.
Batu tidak pernah bisa bergerak.
Ini.
Aku merawat manusia bodoh seperti manusia sejati, beraninya kau!
Inilah kenapa mereka selalu bilang jangan percaya pada orang lain.
Bukan begitu, Tn. Choi?
Tidak menyenangkan.
Kenapa hanya aku yang mengatakan dia terlihat mirip sekali?
Apa kau pernah melihatnya?
Bukankan ada dalam pemberitaan?
Suamimu mengalami kecelakaan karena ada yang membohonginya?
Benar.
Kecelakaan? Bagaimana kejadiannya?
Dia mendapat SMS bohong dari seorang anak dan mengalami kecelakaan mobil...
...lalu mati di tempat kejadian.
Kasihan sekali. Kau pasti sedih sekali.
- Kau sudah mencari ke semua tempat ini? - Sudah.
Kau Ji-ho, Kan?
Ji-ho, apa kau pernah melihat dia?
Jika kami saja tidak tahu, bagaimana dengan dia? Dia juga tidak tahu.
Apa kau mau minum? Aku akan membuatmu merasa lebih baik.
Dia harus mengemudi saat pulang.
- Kau mengemudi ke sini? - Kau akan kembali ke Seoul malam ini?
Tidak, aku akan berangkat besok.
Aku mengerti.
Kau datang dari jauh, kau harus istirahat malam ini.
Perjalanan malam sangat berbahaya.
- Tuan Choi. - Ya?
Telepon Tn. Hwang dan siapkan kamar untuknya di motel.
- Kamar yang terbaik. - Tentu saja.
Cicipilah ini.
Anak itu sangat baik dan lembut.
Kami menembak rusa yang sedang mengandung dan mengeluarkan anaknya.
Coba aku lihat.
Kau pasti sangat lelah.
Yoon-su memiliki kuku ibu jari yang terpisah sama sepertimu.
Itu seperti pesan yang datang darinya.
"Jangan lupakan aku."
"Jangan menyerah mencariku."
Mungkin seperti itu.
Anakku, Min-su. Kau merindukanku?
Aku sangat merindukanmu.
(Dicari karena pemerkosaan dan pembunuhan)
(Orang Hilang : Kim Yoon-su Hadiah : 20 ribu dolar.)
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan di rumah orang lain?
Kenapa kau datang ke sini di malam hari?
Aku menemukan ini.
Bukankah itu selebaran milikmu?
Aku tidak membawa ini, ini hasil cetakan.
Lalu kenapa?
Kau tahu aku polisi, Kan?
Mungkin nelayan meninggalkannya di sini.
Bagaimana dengan baju ini?
Itu punya anak-anakku.
Dia selalu datang setiap akhir pekan.
Ini baju anak yang datang berkunjung?
Baju kumal seperti ini?
Terdapat sepatu anak laki-laki di dalam rumah.
- Dan pas dengan ukuran Ji-ho - Tunggu dulu.
Apa kau bilang?
Kau sungguh tidak punya petunjuk.
Kau bilang sendiri, kau menerobos masuk rumah orang lain?
Sudah cukup, tolong pergilah.
(Mansun Fishing Spot)
Dia kembali lagi?
Apa? Ada apa lagi sekarang?
- Aku datang untuk berpamitan. - Untuk apa?
- Kenapa dia ada di sini? - Dia datang untuk berpamitan.
Semoga perjalananmu selamat. Semoga kau cepat menemukan yang kau cari.
Datanglah setelah kau temukan dia. Aku akan buatkan makanan yang enak.
Sampai jumpa.
Ji-ho.
Apa kau mau memelukku?
Cepat peluk dia.
Bersikap baik pada ibumu dan selalu jaga kesehatanmu.
Dia bukan ibuku.
Ji-ho, dia harus pergi. Cepat sini.
Sekarang juga!
Jadi kau suka wanita cantik juga?
Dia tinggal di kota, kita tinggal di daerah pinggiran.
Sersan Hong sudah datang.
Selamat sore.
Apa kau akan pergi?
Kami menerima telepon darimu kemarin.
- Telepon apa? - Kau membuat laporan.
- Apa maksudmu? - Ini bukan apa-apa.
Kurasa kita berprasangka buruk padanya.
Kenapa itu tidak masalah? Dia menuduh kita sebagai penculiknya.
- Nyonya, benar begitu? Benarkan? - Sudah hentikan.
Jangan pikirkan keadaan di sini.
Aku pastikan akan mendidik anak buahku.
Perjalananmu masih sangat jauh, sebaiknya kau pergi. Pergilah.
(Anjing hilang)
(Anak Hilang. Hadiah : 30 ribu dolar)
- Astaga! - Apa? Apa aku mengejutkanmu?
Tentu saja, Pak.
Bagus, kau pantas mendapat pukulan keras.
- Pukulan? Apa aku lakukan sesuatu? - Kau masih bertingkah saja.
Kau pantas mendapatkan Academy Award.
Ibunya Yoon-su semalam datang.
Yoon-su.. Maksudmu ibunya Min-su?
Bukan Min-su, ibunya Yoon-su!
- Jadi itu benar dia. - Apa kau bilang?
Kenapa dia anak itu?
Dia sendiri yang memeriksa Min-su.
Kau membuat masalah untuknya dan untukku juga.
Setidaknya sekarang aku tahu kau berpikiran sama denganku.
Aku mengerti. Maafkan aku, Pak.
- Tidak perlu minta maaf. Jangan sentuh aku. - Tapi, Sersan..
Hiduplah selama kau mau, bedebah!
Jadi bukan dia.
Kawan.
Kau penakut.
Jalan sana!
Min-su, ibumu datang ke sini.
Diperkirakan angin dan ombak kencang akan terjadi pekan ini.
- Apa itu? - Apa?
- Mungkin angin. - Aku yakin sudah menguncinya.
Terlalu malam untuk telepon masuk.
Tuan Lee, ada apa?
Apa anak-anak tidak ada di dalam?
- Tn. Lee bilang melihat mereka di luar. - Mereka tidak ada di sini.
Apa maksudmu?
Anak-anak tidak tahu diri!
Bedebah!
Kau melihat anak-anak?
Ya. Aku keluar mencari udara segar dan melihat mereka.
- Mereka memegang selebaran. - Selebaran?
Anak-anak ini merepotkan saja.
Ke mana mereka pergi?
Berandal kecil itu berada di mana-mana, mereka lari ke arah sini.
Tn. Hwang datang dari arah sana, maka mereka pasti berada di sekitar sini.
Aku yakin mereka pasti melihat kita dari dekat.
Min-su, ayo pulang!
Tunggu saja, sampai aku menangkapmu.
Anak-anak nakal!
Min-su.
Min-su!
Bedebah!
Kau lihat saja nanti!
Waktu yang tepat!
- Tangkap dia, bawa dia. - Diam di tempatmu, jangan bergerak.
- Jangan melawan. - Jangan bergerak.
Lebih baik kau jangan melawan, nak.
- Jangan bergerak. - Semua terserah padamu...
...kami akan menemukan ibumu atau tidak.
- Berandal ini berani sekali. - Yoon-su!
Siapa itu?
- Ada apa dengan dia? - Apa yang dia lakukan?
Hei berhenti!
- Tangkap dia! - Cepat tangkap dia! Kembali ke sini!
Tangkap dia! Cepat sini! Hei!
Mau lari ke mana kau?
- Berhenti! - Yoon-su!
Yoon-su!
Kembali ke sini! Berhenti!
- Tangkap dia! - Min-su!
Jangan lari!
Cepat sini!
Kau bodoh! Cepat sini! Keluar kau!
- Mau lari ke mana kau? - Tidak!
Itu berbahaya! Lihat betapa takutnya dia!
Kau ingin mati, nak!
Itu akhir dari bibir pantai. Tenanglah!
- Tidak. - Astaga!
Yoon-su! Ini Ibu!
- Min-su. - Maafkan aku. Ibu datang terlambat.
Yoon-su, ayo kita pulang. Ini Ibu!
Sayang, semua akan baik-baik saja. Ibu ada di sini. Aku di sini. Tenang saja.
Tenanglah. Tenanglah, anakku sayang.
Ibu ada di sini, Nak.
Tenanglah. Apa kau baik-baik saja?
Ibu ada di sini, tenanglah. Anakku.
Ayo kita pergi menemui Ayah.
Ayo kita pulang, Yoon-su.
Yoon-su...
Ibu?
Kau sudah bangun? Ayo makan.
Bangunkan Yoon-su.
Yoon-su!
Aku kedinginan, Ibu.
- Yoon-su. - Tolong, carilah aku.
Tentu saja, Yoon-su.
Anakku, ibu akan mencarimu.
Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?
- Di mana anakku, Yoon-su? - Ya, ampun. Dia sudah hilang akal.
Aku diberitahukan dia berada di sini.
Jangan berpura-pura. Apa dia sedang akting?
Kau tahu, kan?
Kau tahu di mana Yoon-su?
Anakku Min-su sudah mati, apa kau tidak ingat?
Tidak mungkin. Itu hanya mimpi.
Di mana anakku? Di mana Yoon-su berada?
Kau pasti masih terkejut, tolong tenangkan dirimu.
Kami harus menemukan Yoon-su, Maksudku mayat Min-su lebih dulu.
Tidak, itu tidak mungkin.
Tapi kenapa?
Kenapa kau membunuhnya? Kenapa kau membunuh Yoon-su?
- Kenapa kau lakukan itu? - Siapa yang membunuhnya?
- Kau menuduh kami pembunuhnya? - Sudahlah, tenang dulu.
- Nyonya, kau tahu aku seorang polisi. - Borgol.
Dia terikat borgol.
Anakku memakai borgol.
Apa yang kau lakukan padanya?
Apa salahnya padamu?
Hentikan semua ini!
Kau tidak tahu apakah Min-su benar anakmu atau bukan.
Kau tidak pernah melihatnya dari dekat dan siapa juga yang membunuhnya?
Dia lari darimu dan hanyut di dalam laut.
Mereka orang tidak bersalah yang hidup mengikuti hukum berlaku.
Kau tidak bisa menuduh mereka melakukan kejahatan.
Kau pergilah ke Neraka. Pergilah.
Pergi ke Neraka?
Benarkah?
Kau menyebut dirimu manusia?
Aku tidak sanggup lagi.
Kami membesarkan anak terlantar itu, seperti anak kami sendiri...
...beraninya kau menuduh kami?
Kau, kematian Min-su karena kesalahanmu.
- Kembalikan dia! Aku ingin dia kembali. - Hentikan. Bisa kau hentikan?
- Tolong hentikan. - Aku sudah muak dengannya.
- Mau ke mana kau? Kembali ke sini! - Aku bilang hentikan.
Hentikan keributan ini. Bedebah!
Hentikan dan kita berpikir.
Berpikir apa? Apa salah kita?
Apa kita membunuhnya?
Walaupun kita tidak membunuhnya, kita bisa terkena tuduhan menelantarkan dan penculikan.
Jika dia melaporkan kita, aku bisa kehilangan pangkatku dan kita semua akan dipenjara.
Apa? Kenapa kami?
- Ini tidak ada hubungannya dengan kita. - Tidak ada hubungannya denganmu?
Siapa di antara kalian yang memanfaatkan anak itu?
Tempat pemancingan sudah hancur...
...dan dengan reputasi buruk desa turis ini hancur.
Aku masih punya banyak hutang.
Buang saja dia ke dalam laut.
Dia pasti akan mati.
Masalah kita selesai jika dia tiada.
Apa yang kau lakukan? Kau akan bunuh anakku juga?
- Ji-ho, sini! Lepaskan dia. Ji-ho! - Hentikan!
Kenapa keadaan menjadi seperti ini?
Melenyapkannya, benar?
Tanpa wanita ini keadaan akan kembali normal.
Tidak ada toko yang harus tutup di sini.
Mantan Napi sepertiku tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan lain.
Anakku tidak boleh hidup sepertiku.
Anakku harus kuliah...
...dan aku harus dapat uang untuk biaya pendidikannya.
Darahnya sudah mengalir. Kita kuburkan saja. Darahnya sudah mengalir.
- Tapi, Tn. Choi. - Ya?
Sejak kapan kau mengambil keputusan sendiri!
Aku yang memutuskan! Aku bekerja untuk negara ini!
Kau tinggal mengikuti perintahku saja.
Kenapa kau bertindak sendiri?
Kerjakan yang kukatakan! Mengerti?
Bedebah!
- Petugas. - Ya?
- Tutup pemancingan untuk hari ini. - Baik.
Hong, bisa kau lupakan kejadian ini?
Kapan mayatnya bisa ditemukan?
Borgol itu meresahkanmu?
Ombak akan membawanya ke permukaan...
...kau akan temukan makam batu besok pagi.
Benarkah begitu?
Mayatnya tidak akan hanyut...
...semuanya akan terhempas ke bantuan.
Sebab itu disebut makam batu.
Semuanya tersangkut di batuan.
Kau tahu bagaimana perasaannya?
Bagaimana aku bisa tahu?
Bahkan aku tidak bisa merasakan diriku sendiri.
Aku tahu semua yang ada di bawah sini...
...tapi aku tidak tahu pikiran seseorang.
Sersan Hong.
Makhluk hidup harus tetap hidup.
Kita harus tetap bertahan hidup.
Benar, terus bertahan hidup.
Kita harus selalu menutup mulut, mata...
...dan tentunya telinga kita.
Min-su sangat mirip denganmu.
Bulu mata yang panjang dan kulit yang lembut.
Kau kedinginan?
Aku punya baju untukmu.
Apa ini?
Apakah ini bisa membuat mabuk?
Aku sudah pernah mencobanya sejak lama.
Katakan padaku, bagaimana kehidupannya di sini?
Aku akan ceritakan semua padamu bagaimana kehidupannya di sini.
Ahn, Kang dan nenek, mereka sangat jahat.
Mereka selalu mencambuknya dan memukulnya dengan keras...
...hingga cairan keluar dari telinganya.
Tapi aku selalu berbuat baik padanya.
Aku memeluknya agar dia selalu merasa hangat.
Dia sangat senang dengan rasa kehangatan itu.
Bagaimana sikap perilaku dari anak itu?
Dia pandai menggambar.
Dia sering mencurat-coret tabung penyimpanan.
Bersikap baik padaku dan aku akan membiarkanmu hidup...
...dan aku akan memperlihatkan gambar yang dia buat.
Astaga.
Kau sangat seksi.
Tempatnya tidak nyaman.
Apanya?
Lepaskan ikatanku. Nanti akan lebih nyaman.
Astaga! Kau harusnya katakan itu dari awal.
Kau membuatku tergoda. Tunggu sebentar.
Aku lakukan seperti yang kulakukan pada Min-su.
Dengan kematiannya, aku merasa kesepian.
Apa itu?
(Kim Yoon-su)
Aku harus segera menemukan Min-su.
Apa? Kau ingin mencarinya?
Semua itu sudah berlalu.
Tapi aku merasa sangat sedih.
Lupakan saja kejadian ini.
Hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.
Sudahlah, tidurlah. Tutup mulutmu.
Karena rasa kemanusiaan...
...kita harus melakukan tugas kita untuk masa depan.
- Kemarilah, sayang. - Hentikan. Sudahlah.
Sini, cepat sini!
- Apa? - Kemarilah.
- Ada apa denganmu? - Tugas penting. Tugas sangat penting.
Apa ini?
Kenapa kau tega melakukan itu padanya? Kenapa!
Jangan lakukan itu!
Kau bahkan tidak menjaga anakmu sendiri!
Aku sudah katakan, aku akan membunuhmu. Kau wanita bedebah!
Kau wanita gila! Kau pikir kau siapa?
Kenapa kau berani mengujiku?
Katakan!
Aku adalah seorang polisi.
Wanita tidak berguna!
Apakah saya terlihat seperti orang bodoh? Jawab aku!
Aku akan pertemukanmu dengan suamimu.
Ini sakit sekali.
Nyonya. Nyonya!
Ayo pergi.
Menjauh!
Kau mau pergi ke mana?
Aku tidak akan meminta dua kali. Menjauh!
Itu tidak benar.
Aku memperlakukan Min-su dengan baik.
Bukan begitu, Ji-ho?
Lepaskan!
Panggil polisi.
Aku polisi.
Aku ini polisi.
Kau pikir kau ini siapa.
Mau ke mana kau, wanita tidak berguna?
Ayo cepat, lari.
Ayo.
Kau melakukan hal yang bagus, kita akhiri semua ini.
Jangan kehilangan anakmu di Neraka nanti.
Mataku!
Wanita tidak berguna.
Aku akan melenyapkanmu!
Matilah kau wanita tidak berguna!
Matilah kau!
Kau pikir bisa keluar dari sini dalam keadaan hidup?
Matilah kau!
Aku sudah muak! Kau merasa senang?
Pergilah ke Neraka dan temui anakmu di sana!
Lakukan terserah apa yang kau mau.
Kau keterlaluan!
Kau anak tidak tahu diri! Cepat sini! Kemarilah!
Kau anak tidak tahu diri!
Sial!
Cepat sini! Sini kau!
Apa yang kau lakukan? Kau memborgol polisi?
Sial! Lihat padaku!
Kau pikir bisa keluar dari sini dalam keadaan hidup?
Aku akan membunuhmu. Lihat saja.
Kuncinya. Mana kuncinya!
Kunciku! Habislah aku!
Lepaskan aku! Keterlaluan!
Kau keterlaluan!
Tunggu! Tolong!
Tolong! Apa ada orang di sana?
Tolong bantu aku! Semua ini kesalahanku.
Ribuan orang datang ke tempat ini setiap bulan...
...tidak ada yang tertarik padanya. Lalu kenapa aku?
Tidak ada orang yang peduli!
Mereka semua sama sepertiku.
Tolong. Tolong bantu aku.
Jangan pergi.
Aku akan kembali lagi.
Berjanjilah padaku.
Terima kasih.
Anakku..
Yoon-su.. Anakku..
Anakku..
Ini tidak mungkin..
Apa salahku..
(Dua tahun kemudian)
(Ji-ho)
Hei, Nak!
Ibu, kau sudah di rumah?
Belum, ibu masih mengemudi.
Benar, aku lupa kau pergi mencari Yoon-su.
Apa semua baik-baik saja? Ini belum waktu pulang sekolah.
- Aku tahu, aku telepon agar tidak lupa. - Lupa tentang apa?
Aku ingin cerita pada Ibu tentang mimpiku, tapi tadi pagi aku lupa.
Aku telepon agar aku tidak lupa lagi.
Menarik sekali, mimpi apa?
Ini tentang Min-su, aku bertemu dengannya dalam mimpi.
Kau bertemu Min-su?
- Apa kau merasa senang? - Ya, aku merasa senang.
- Apa dia baik-baik saja? - Ya. Dia diliputi oleh birunya lautan.
Dia sedang bermain dengan anak-anak lain.
Mereka semua terlihat sangat bahagia.
Aku memanggilnya dan dia senang bertemu denganku.
Setelah itu kami semua bermain bersama-sama.
Kami sangat bersenang-senang bermain bersama.
Lalu dia harus pergi dan dia memintaku untuk menyampaikan sesuatu padamu.
Jangan lupakan kami.
Jangan pernah menyerah.
Seseorang akan datang menemuimu. Tolong carilah kami.
Dan..
Aku sayang padamu, Ibu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.