All language subtitles for MovieLinkBD.com - Vagabond.S01E03.720p.Korean.AAC.WEB-DL.HEVC.h265.ESub

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

SAMAEL MENGIRIM SMS

KAU SUDAH MATI.

JANGAN PERLIHATKAN DIRIMU LAGI.

PULANGLAH.

Mesin nomor tiga mati. Tekanan kabin meningkat.

Apa pesawat berlubang?

Mayday! Bravo 357!

Penurunan darurat karena dekompresi drastis!

Kenapa panel tak berfungsi?

Lintang, ketinggian, kelajuan. Tak terpampang, Pak.

Siaga dan ambil kendali.

Tuas tak berfungsi. Ada apa?

Bravo 357, menara kontrol Mohammed 5.

Laporkan situasi.

Menara kontrol Mohammed 5, Bravo 357.

Gagal mengendalikan pesawat karena masalah teknis.

...penurunan. Hentikan penurunan.

Permukaan di bawah posisi Anda.

Bravo 357, menara kontrol Mohammed 5.

Bravo 357, ini menara kontrol Mohammed 5. Laporkan kondisi.

Itu akhir rekaman kokpit.

Tolong isi penuh.

Astaga.

Aku haus dan lapar.

Maaf, tapi...

Bisakah kau ke sana membelikanku sesuatu?

Apa?

- Ada apa? - Masuk ke mobil!

DIA TAK PAHAM PEMBICARAAN KITA.

Menganggap serangan teroris dari percakapan telepon itu tak berdasar.

Itu seperti kode bagiku.

Namun, aku belum paham.

Nona Go.

Lebih dari 90 persen bukti merujuk pada kegagalan pesawat.

Tolong jangan memulai kesimpangsiuran.

Baik.

Aku akan kembali dengan bukti kuat.

Terima kasih bantuanmu.

Waktunya identik.

Lihat. Tanda pertama malafungsi muncul pada pukul 13,15.

- Set ulang peringatan utama. - Peringatan utama, set ulang!

Panel tak berfungsi pada pukul 13,20.

Kenapa panel tak berfungsi?

Malafungsi tuas pukul 13,23.

Tuas tak berfungsi.

Waktu jatuhnya pesawat...

pukul 13,30.

Tolong!

Di mana... Hei!

Hei. Sebelah sini!

Luka tembak...

Hei, sebelah sini!

Luka tembak!

Dia tertembak!

Luka tembak. Senjata.

Dia... terlalu berdarah!

Dia tertembak! Paham?

Baiklah.

Demi para korban tak bersalah,

kita harus temukan kebenarannya.

Tolong bantuannya, Doktor.

ICAO tak akan pernah setuju tanpa ada bukti konkret.

Aku punya rekaman video terorisnya.

Nanti kukirimkan via surel.

Mari lakukan.

Kita selidiki kebenaran kecelakaan ini.

Terima kasih, Doktor.

Ini Go Hae-ri.

Ho-sik tertembak.

Apa? Apa yang terjadi?

Aku tahu rumah sakitnya. Aku pulang dahulu, lalu ke sana.

Tunggu!

Kau benar.

Kami temukan bukti dari kotak hitam.

Pesawatnya...

disabotase.

Biar kujelaskan nanti.

Apa?

Di mana laptopku?

Lepaskan topengnya. Sekarang!

Kau... Petugas kebersihan hotel?

Katakan bahwa dia berkomplot dengan orang yang menjatuhkan pesawat.

Berbalik.

Berlutut.

Siapa yang mengutusmu?

Aku tak tahu.

Aku ditawari 10,000 euro untuk membunuhmu dan membuatnya bak bunuh diri.

Sekalipun kau kubunuh sekarang, itu bisa jadi pembelaan diri.

Bicara jika mau hidup.

Sudah kukatakan. Kami hanya bertelepon.

Keluarkan ponselmu.

Telepon orang itu.

Jika tidak, kutembak.

Halo...

Halo?

Halo?

- Hei, katakan sesuatu. - Dal-geon?

Kenapa ponsel ini ada padamu?

Ho-sik masih di ruang bedah.

Maksudmu, ini ponsel Ho-sik?

Kau yang menelepon.

Dengar baik-baik, Dal-geon.

Pemilik ponsel ini...

baru saja mencoba membunuhku.

Apa?

Tangkap Ho-sik.

Dia memihak teroris.

Jika menangkap Ho-sik, kita bisa bereskan kasus ini.

Hei!

Di mana dia?

Pria dengan luka tembak! Luka tembak!

Pria itu!

Ho-sik? Ini Cha Dal-geon.

Kau tahu tempat Go Hae-ri tinggal?

Kenapa kau bertanya?

Videonya hilang?

Jangan khawatir.

Sudah kukirim salinannya ke rekan BIN-ku.

Kita identifikasi terorisnya besok.

Syukurlah. Kutunggu panggilanmu.

Bicaralah.

Ada masalah di sini.

Aku mendengarkan.

- Jangan mendekat! - Pak Kim.

Kalian lihat ini?

Satu gigitan dan aku mati.

- Jangan menggila. - Gila?

Kau yang gila.

Berhenti omong kosong!

Kenapa kau bunuh keponakanku?

Kenapa kau meledakkan pesawatnya?

Mari tenangkan diri dan bicara.

Jangan sia-siakan hidupmu. Pikirkan istri dan putrimu.

Untuk menyelamatkan istri dan putriku,

hanya inilah caranya.

Pak Kim.

Pak Kim!

Bertahanlah, Pak Kim.

Pak Kim!

Jangan...

Jangan lakukan apa pun.

Mereka...

Mereka mengerikan.

- Pak Kim! - Hei. Kau!

Bicara sebelum mati. Siapa mereka?

- Hentikan. - Bicara, Berengsek!

Siapa pelakunya?

Siapa pembunuh keponakanku?

- Bicara! - Hentikan!

Astaga!

Tolong, cepatlah. Ini darurat.

Aku menghubungi polisi.

- Berikan pistolnya. - Apa? Kenapa?

Tanganmu gemetar. Berikan!

Diamlah.

Kau warga sipil dan aku agen khusus.

Aku tak akan membiarkanmu mati.

Jadi, jangan cemas dan percaya...

Sial.

Hei!

Dasar gila!

Hei!

Ayo!

- Kau mau mati? - Kau sendiri?

Jika kau tertembak, tamatlah riwayatku.

Tunggu di sini.

Kau mau apa?

Kau tahu betapa sulit aku berlatih demi hadapi situasi seperti ini?

Cedera ini tidak... Aduh!

Apa-apaan...

Lihat mobil itu?

Bisa ke sana dalam tiga detik?

Dia gunakan senapan bolt-action.

Dia harus mengokang baut usai tiap tembakan.

Selangnya tiga detik.

Target bergerak makin menyulitkannya.

Peluang membaik jika kita ke sana.

Itu di luar jarak tembak dari atap.

Kita harus berhasil ke sana dalam waktu tiga detik.

Kau bisa?

Empat detik.

Lari!

- Apa? - Kau mau tertembak?

Bahkan sedikit gores bisa membuat dagumu berlubang.

Gawai khusus untuk agen khusus?

Tak ada orang di sini.

Ke mana dia? Sial.

Sial!

MENARA MEMORIAL

JANJI NEGARA

Pemeriksaan keamanan.

Semuanya berdiri.

- Diharapkan kerja samanya. - Mohon bantu kami.

Kenapa?

Apa ini? Ini memalukan.

Kau orang baru, bukan?

Hei, awas tanganmu.

Berhenti merabaku, Berengsek!

Astaga.

Sudah semuanya?

Biar kuambil satu fail video.

Kita satu kampung halaman. Ayolah, Kim!

Ada yang kau rahasiakan?

Itu foto telanjangku.

Matamu bisa sakit.

Tak masalah. Asuransiku akan mengatasinya.

Si bodoh itu. Aku harus mencungkil matanya!

Apa ini?

Ada apa ini?

Ada pelanggaran keamanan dari ruangan ini.

Itu artinya kau bisa menggeledah?

Siapa yang memberi perintah?

Pak Gi Tae-ung, Pak.

Astaga, sial...

Di mana bedebah itu?

Hei, Gi Tae-ung.

Kau beri perintah penggeledahan kantorku tanpa izinku?

Kau lancang.

Tujuh tahun lalu, hari ini,

rekanku tewas.

Aku yakin kau mengenalnya.

Nama kode, Blaise Pascal.

Saat ada pemeriksaan keamanan,

pendahulumu selalu memberi tahu.

Begitulah cara kerjanya, hormati atasanmu.

Operasinya sukses dan dia sempat kabur, tapi...

Tahu kenapa dia tewas?

Karena komando operasi melanggar aturan remeh.

- Itu... - Karena itu...

temanku mati sia-sia.

Biar kuhapus tradisi yang salah

dan mematuhi peraturan.

Dasar bedebah congkak.

Kepala Gang terhormat.

Bisa minta sedikit bantuan?

Go Hae-ri mengirimiku video,

tapi para petugas inspeksi mengambilnya saat penggeledahan.

Kewenanganmu akan...

PRIA

Kepala?

Kepala, tolonglah sekali ini!

Kau tahu benar Pak Gi selalu mendengarkanmu!

Pak?

Ayolah, Kepala!

Sekali ini saja...

Menjijikkan.

Dia pasti mabuk-mabukan semalam.

Muntahkan saja.

Dia sama sekali tak berwibawa.

Menjijikkan.

Jangan...

Jangan lakukan apa pun.

Mereka... Mereka mengerikan...

Hilangnya intelijen rahasia, penggunaan alat tanpa izin, peretasan.

Ada 27 pelanggaran keamanan.

Ini kenaikan 30 persen pada kuartal pertama tahun lalu.

Kini, lihat halaman lima lembar laporan di depanmu.

GO HAE-RI

Nomor yang Anda tuju...

Dia mengabaikan panggilanku lagi.

Baiklah, silakan saja.

Kubuat kau menyesal nanti.

Semua alat tak resmi yang ditemukan selama inspeksi menyeluruh

akan ditindak tegas...

Maaf, aku terlambat.

Tak perlu kemari jika terlambat.

Kau serius?

Berapa kali kukatakan untuk mematikan ponselmu?

Maaf, Pak.

Ya, aku sedang rapat. Dah.

Kecelakaan pesawat...

karena serangan teroris.

Apa?

Aku baru menyingkap rahasia besar dari kotak hitam.

Kita sudah jadi bahan tertawaan.

Namun, jika kau dan aku menangkap teroris ini,

kita bisa membalas

pihak yang mempermainkan kita.

Gang, kau sedang apa?

Matikan, dan...

Jatuhnya B357 karena serangan teroris.

- Apa? - Apa?

Kepala? Halo?

Direktur Umum di sini. Laporkan secara langsung.

GO HAE-RI

Ini An. Apa maksudmu soal serangan teroris?

Ini Agen Go Hae-ri dari Maroko.

Kutemukan percakapan telepon teroris dari fail audio kotak hitam.

Ada kaki tangannya.

Kim Woo-gi, kopilot pesawat.

- Kau yakin? - Ya.

Kuperiksa bersama Doktor Kevin dari ICAO.

Aku mengirimkan rekaman terorisnya kepada Agen Gong Hwa-suk.

Aku akan kembali ke markas dengan detail lebih lanjut.

Go. Kata siapa kau boleh pulang?

Kau harus menuliskan dahulu laporan detailnya, dan...

Kembali sekarang!

Segera, Pak.

Mereka menarikku.

Kita harus lekas ke hotel mengambil bawaan.

Pergilah sendiri.

Teroris dan kopilot entah bersembunyi di mana.

Aku takkan pulang sampai menangkap mereka.

Kau pikir kita di kebun binatang?

Apa mereka akan muncul menurut jadwal yang kau hendaki?

Mereka akan muncul lagi.

Karena mereka ingin aku mati.

Jika kutangkap mereka, aku bisa mengakhiri ini.

Kau harus memahami situasinya.

Mereka memanipulasi kamera bandara hanya dalam waktu dua jam.

Bukankah jelas ada dalang besar di balik ini?

Siapa dalangnya?

Kenapa mereka membunuh orang-orang tak berdosa?

Kenapa keponakanku harus tewas? Kenapa?

Karena itu, kita harus kembali ke Seoul untuk mencari jawabannya.

Tak ada yang bisa kita lakukan di sini.

Nyawa kita pun dalam bahaya.

Negaramu memiliki yang dibutuhkan.

BIN akan menginvestigasi kasusnya,

jadi, jangan cemas, ikutlah denganku ke Seoul.

Tak perlu menunggu.

Siapa mau tangani?

Aku saja, Pak.

Go Hae-ri bawahanku.

Aku akan menanganinya.

Enam tahun lalu, Pak Gang bekerja dengan MI6 Inggris

dan menahan Abu Sayyaf, grup teroris.

- Berkenaan masalah teroris, Pak Gang... - Min bisa menanganinya.

Ya, Pak.

Video Go pasti ada di Departemen Inspeksi.

Periksa itu lebih dahulu.

- Apa? - Tak bisa.

Ada apa?

Virus.

Bagaimana kalian membiarkan virus masuk?

Kami sedang cari tahu.

Masa bodoh. Pulihkan saja videonya.

Berapa lama bisa pulih?

Seorang pakar akan datang.

Kita tak punya waktu. Pulihkan hari ini.

Min, rahasiakan ini.

Ya, Pak.

Berarti aku tak perlu mencemaskan BIN lagi?

Omong-omong, kapan bisa menemuimu?

Kau menolakku lagi?

Kau harus perlakukanku dengan baik,

atau aku mungkin akan mencelakakanmu...

Shadow.

Aku yang membuatnya, tapi itu julukan bagus.

Cara kerja Shadow seperti jet siluman.

Senyap dan tepat.

Aku akan sampaikan Doktor Kevin untuk tak mencemaskan BIN.

Suruh dia lekas menyimpulkan.

- Kegagalan pesawat Dynamic System. - Ya, Bu.

Pak Menteri!

Siapa sangka?

Kabarnya kau pegolf andal.

Mari bermain golf kapan-kapan. Aku akan berusaha maksimal menemanimu.

Aku tak bergaul dengan kontraktor pertahanan.

Dia begitu angkuh.

Sudah kau persiapkan dokumennya?

\Letnan Jenderal Lim Pil-gyu, Kepala Penasihat Kebijakan MND.

\Dia penanggung jawab bisnis Rencana F-X.

\Presiden Jang Dong-gyu dari Institut Analisis Pertahanan.

\Dia menggelar konferensi pers.

\Choi Sang-bae. Penasihat Kebijakan di Kementerian Pertahanan Nasional.

Ketiga orang ini ajudan terdekat Menteri Park Man-yeong.

Mereka amat terlibat dalam Rencana F-X.

Lim Pil-gyu terlibat korupsi, saat dia masih di Komando Logistik.

Jang Dong-gyu menerima sejumlah besar uang untuk mengecualikan wamil

terhadap anak kenalannya.

Saat Choi tugas militer,

dia dituduh melecehkan opsir wanita.

Dokumen Lim Pil-gyu.

Kirimkan ke Jang.

Kirimkan dokumen Jang ke Choi,

dan dokumen Choi ke Lim.

Kita harus lebih cerdas menjebak Menteri Park.

LIM PIL-GYU

Hanya ada boleh seorang wakil.

Jadi, ketiga rekan ini pun rival.

POLISI MILITER UNIT SATU

PETISI

Apa yang lebih seru dari kelemahan rival?

Kirimkan tanda panggilan,

mereka akan bergegas datang.

Kenapa kau kemari?

Aku pun mau bertanya begitu.

Kalian bertiga sudah datang.

Terima kasih banyak telah menerima undanganku.

Izinkan mereka masuk.

Acara hari ini adalah traktiranku untuk kalian.

Nikmatilah.

Apa maksudnya ini?

Bagi yang merasa tak nyaman dipersilakan pergi.

Namun, sisanya akan serius membahas

siapa yang pergi lebih dahulu.

Apa yang sedang kau lakukan?

Terima kasih sudah datang, Pak Menteri.

Di mana mereka?

Silakan lewat sini.

Aku berbisik di telingamu

Dan tetap di sisimu

Tapi aku selalu merasa sedih

Kenapa kau tak menerima

Cintaku

Kau adalah Mona Lisa-ku, Mona Lisa

Kau membuatku sedih

Apa-apaan ini?

Pak Menteri.

Keluar!

Sial...

Jika aku di posisimu,

aku akan berpikir ini waktu yang tepat untuk kita minum-minum.

Menurutmu, aku akan menyerah pada ancaman kotormu?

Menurutmu, ini ancaman?

Padahal aku belum meminta apa pun.

Kau salah memulai perselisihan.

Kau tak bisa mengambil alih Rencana F-X.

Satu untuk korupsi.

Satu untuk penyuapan.

Satu untuk pelecehan seksual.

Kau tak tahu itu, 'kan?

Di permukaan sungai bersih, tapi dasarnya kotor.

Saat kau memilih Dynamic System,

apa yang terjadi di sini dan perilaku buruk bawahanmu

akan disebarluaskan.

Masyarakat sudah terpengaruh akibat kecelakaan pesawat.

Bagaimana caramu mengatasi semua kecaman?

Aku merasa bersalah.

Bukan niatku untuk berselisih denganmu.

Aku tahu banyak rahasia kotor di Kementerian Pertahanan AS.

Aku juga tahu informasi yang mungkin disukai Cheong Wa Dae.

Dengan kata lain,

aku punya banyak hadiah yang bisa kutawarkan kepadamu.

Kau menawariku kesepakatan?

Kesepakatan atas dasar kepercayaan mudah dilanggar,

tapi yang didasari kelemahan itu sulit disingkirkan.

Aku tak tahu kelemahanmu.

Jika begitu,

mari buat satu kelemahan.

Kurasa...

kau bisa menjadi kelemahan terbesarku.

Sudah kubilang kita harus bergegas.

Kau puas? Kita ketinggalan pesawat.

Bahkan kini lampunya mati.

Karena ini kita harus punya rekan yang tepat.

Kau tak makan?

Bisa kuhabiskan.

Jangan mengeluh nanti...

Jika BIN mulai menginvestigasi, kau turut serta?

Pertanyaan itu terdengar menghina.

Tentu saja. Aku yang menyingkapnya.

Kenapa? Kau tak memercayaiku?

Aku ini agen tepercaya.

Usai kupecahkan kasus ini...

Omong-omong,

kau sulit memercayai orang?

Aku bisa menilai orang bak mesin rontgen.

Kau penuh keraguan.

Mudah marah dan selalu bersemangat.

Lantas kau?

Kau kesulitan memercayaiku.

Itu karena pekerjaanku, sementara kau punya masalah.

Tetap saja, kepribadian burukmu itu membawakan kita hasil.

Tak bertepuk tangan untukku?

Aku dapat hal besar hari ini.

Bagaimana kau bisa merawat Hoon?

Kau tampak tak suka anak-anak.

Tidurlah. Aku akan berjaga.

Permisi, Pak Warga?

Tugas berjaga bukan untuk warga sipil sepertimu,

tapi untuk agen khusus sepertiku.

Tidurlah. Aku akan menjagamu.

Tidur...

Melindungiku seperti ini?

Kau bukan lawannya.

Aku lengah saat itu.

BIN menggajiku karena suatu alasan.

Aku tak sembarang tidur dengan wanita. Terserah kau. Aku tak peduli.

Dengar. Kau bukan tipeku.

Aku suka pria jangkung berkulit putih yang cerdas.

Apa? Sembarang wanita?

Kau butuh obat?

Daya khayalmu tinggi.

Yang benar saja.

Baiklah. Kita lihat siapa yang tidur lebih dahulu.

Saat kau mendengkur,

kutancapkan ini ke hidungmu.

Bisakah kau memandang lurus?

Aku yakin mereka mengawasi kita.

Bukankah pria itu bersikap aneh?

Kau yang aneh di sini.

Lihat saja dia.

Arah pukul dua.

Aku melihatnya. Itu gunanya kacamata hitam ini.

Ini sebabnya aku tak bisa bekerja dengan amatir.

Kau benar. Itu aneh sekali.

Aku yakin mereka berhubungan gelap.

Firasat hebat, Pak Cha.

PEMERIKSAAN PASPOR

CHA DAL-GEON REPUBLIK KOREA

Aku bukan pengkhianat.

Aku berusaha mencari kopilot

dan menanganinya sendiri.

Jika bukan karena Cha Dal-geon, aku bisa mengalahkannya.

Samael akan membereskan Cha Dal-geon dan kopilot itu.

Jangan. Biar aku saja.

Kali ini, tak akan ada kesalahan.

BIN akan menangani Go Hae-ri.

Bagaimana Cha Dal-geon?

Rintangan itu untuk disingkirkan.

Kita sudah dalam bahaya.

Cari tahu di mana Lily.

- Dia seharusnya di AS. - Telepon dia sekarang.

Tak ada yang bisa diandalkan selain dia.

Halo?

Astaga, kau seharusnya menghubungiku lebih awal.

Aku baru akan berlibur ke Pantai Miami malam ini.

Sekarang?

Baik!

Aku akan berlibur di Korea.

Sebagai gantinya,

pesankan tiket pesawat kelas satu, ya?

Aku?

Kumohon...

- Jangan bunuh aku. - Aku sedang bekerja.

Kau yakin, Pak?

DIREKTUR UMUM BIN AN GI-DONG

Aku mengerti.

Ya, Pak.

CHA HOON

LEE PIL-YONG

Aneh sekali.

Dia seperti hantu.

Dia ada di pesawat,

tapi tak ada di daftar penumpang?

Mungkinkah itu?

Ada yang tak beres.

Benar, 'kan?

HARRY ROSSI

Mungkin mereka keliru menuduh orang.

Daftar penumpang tak pernah salah.

Dua orang melihat videonya.

Mustahil keduanya salah.

Apakah videonya bisa dipulihkan?

- Tidak, Pak. - Siapa lagi yang tahu selain Go?

Mereka yang menghadiri rapat dan beberapa staf inspeksi.

Batalkan kasusnya.

- Pak. - Video ini tak pernah ada.

Min, bungkam Go. Gi, tangani bawahanmu.

Biar kuatasi para atasan.

Dua ratus orang tewas dalam kecelakaan itu.

Sebanyak 108 orang adalah rakyat kita!

Hanya karena videonya hilang...

Laksanakan perintahku!

Kita baru kehilangan bukti konklusif serangan teroris.

Menurutmu kita tak akan bermasalah jika ini tersebar?

Riwayat kita sama saja berakhir!

ICAO akan menyimpulkan malafungsi pesawat.

Kita lihat saja nanti.

Kita mulai investigasi jika mengacu serangan teroris.

Jangan beri tahu Go Hae-ri detailnya. Berisiko karena dia pemula.

Ya, Pak.

Aku tak paham. Mungkin ada...

Jangan ikut campur.

Lihatlah kita. Semuanya sia-sia.

Kau merusak peluang promosiku.

Hanya itu yang kau pedulikan sekarang?

Apa katamu?

Kau mungkin tak peduli

karena keluargamu kaya dan hidup nyaman,

tapi promosi penting bagiku.

Merawat tiga anak bukan main-main, tahu?

Gi Tae-ung.

Aku penasaran.

Video itu...

Menurutmu, videonya dihancurkan dengan sengaja?

Maksudku, waktunya amat pas.

Fail video disita setelah pemeriksaan keamanan

dan virus merusaknya.

Satu-satunya citra teroris

hilang begitu saja.

Maksudmu, aku pelakunya?

Aku hanya asal bicara.

Siapa yang peduli sekarang?

Kita akan mengakhiri kasusnya.

HAPUS

Astaga!

Selamat datang.

Astaga.

Kurasa kau menghasilkan banyak uang, Jessica.

Namun, kau tampak tua sekarang.

Dia CEO. Hormatilah.

Ayolah, tak perlu hormat di antara kita.

Benar?

Kau masih belum berubah, masih wanita jalang.

Karyawan jalang bagi majikan jalang.

Aku agak lelah, jadi, mari berbisnis.

Cha Dal-geon. Dia pemeran pengganti.

Pemeran pengganti?

Apa ada investasi film yang gagal?

B357. Anggota keluarganya di pesawat itu.

Kau harus memberiku upah besar.

Upah besar? Bukan itu kesepakatan kita.

Kau tak tahu.

Aku menetapkan upah biasa untuk penjahat,

tapi ada upah premium untuk orang baik.

Hei, Lily.

Termasuk layanan lanjutan.

Kubereskan dengan sempurna.

- Jika kau terus... - Mau atau tidak?

Alih-alih, aku ikut tur Korea saja.

Aku suka tempat yang punya banyak makam.

Gyeongju tempatnya!

Tanpa senjata.

Tanpa racun juga.

Maksudku, kau tak boleh meninggalkan jejak pembunuhan.

Perkenalkan koktail kalium klorida.

Jika ini memasuki tubuh melalui pembuluh, jantung sulit menahannya.

Laporan autopsi akan mengatakan itu serangan jantung.

Jadi, kau berencana menyuntikkan ini ke leher Cha Dal-geon?

Mampu lakukan tugas sesulit itu?

Kau coba menghinaku?

Aku Lily.

Malaikat Kematian.

Sepuluh persen di muka. Sisanya setelah beres.

Biasanya aku mendapat separuhnya di muka.

Baik.

Jadi, di mana klien kita sekarang?

Biar kumakan jika kau tak mau.

Selera makanmu sudah kembali? Kau belum makan sejak kemarin.

DIPAKAI

Permisi.

Bisakah kau...

Terima kasih.

Ini akan membuatmu lebih baik.

- Biar kutusuk jarimu. - Aku tak apa-apa.

Turuti kataku dan ulurkan tanganmu.

Astaga, tanganmu dingin sekali.

Aku paham perasaanmu.

Jangan salahkan dirimu.

Aku merasakan hal yang sama saat ayahku tiada.

Menyalahkan diri sendiri membuatmu

sedih dan marah.

Namun, kita akan menangkap terorisnya berkatmu.

Kau bisa berhenti merasa bersalah.

Astaga, lihat darah hitamnya. Lebih buruk dari dugaanku.

- Maaf. - Hati-hati saat berjalan.

Kau tak apa-apa?

Maaf.

- Dal-geon, ada apa? - Biar kuperiksa dia.

- Dal-geon! - Kau tak apa-apa, Pak?

Sepertinya serangan jantung. Panggil ambulans!

Ini darurat. Kirim ambulans.

Ruang Kedatangan Bandara Incheon. Cepat!

Dal-geon, bangun!

AMBULANS

Kita akan menjemputnya

dan menyuntikkan kalium klorida ke pembuluhnya.

Tamat.

Dan tugas sulit menjadi rampung.

Bagaimana?

Dia datang.

Siaga.

Kami baru tiba. Kau di mana?

Baik, mulai.

- Maaf. - Hati-hati saat berjalan.

Siapa kau?

Siapa kau sebenarnya?

Terjemahan subtitle oleh Sahdy Kurniawan

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.