Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SUBTITLE GENERATED BY SUBTEKS.ME ENGLISH TO INDONESIAN
Lihatlah kalian para fana yang bodoh,
yang duduk di sana dalam kegelapan.
Bangunlah!
Ada seluruh dunia di luar sana
yang bahkan tak kalian ketahui.
Dunia terlupakan yang penuh sihir dan keajaiban,
dengan makhluk kuat di luar imajinasi liar kalian.
Kalian boleh menyebutnya mitos, tapi mereka ada
di alam supernatural bernama Nakalimutan,
Pulau yang Terlupakan,
karena kisah mereka telah lama dilupakan
oleh dunia fana kita.
Dan jika kau mendapati dirimu di alam Nakali,
berhati-hatilah, karena di pulau ini berkuasa
makhluk paling menakutkan di antara semuanya,
manananggal yang ditakuti...!
"Tunggu tepuk tangannya."
Wanita vampir ini memiliki banyak pasang sayap,
- menyemburkan api... - Hei.
...dan bisa membelah tubuhnya jadi dua, begini.
Uh.
- Mesin pembunuh tanpa belas kasihan... - Menjijikkan.
- Yang menubruk mangsanya... - Uh.
...dengan kejam merobek pantat korban yang...
Baiklah, Jo.
Cukup.
Yah, aku bahkan belum sampai ke bagian seru.
Atraksi, pertunjukan, darahnya.
Kotor.
Payah.
Barisan depan berada di zona cipratan.
Bukannya ini maksudku dengan tugas sejarah keluarga, Jo.
Hei.
Jangan tertawa.
Tapi lola-ku pernah ke Pulau Nakali,
dan dia satu-satunya keluarga yang kumiliki di sini,
jadi ini tugas sejarah keluarga.
Bodoh sekali.
Anak baru itu gila.
Reynaldo, sudah cukup.
Neneknya juga.
Cukup!
♪ Three stars and a sun, fire-breather, mother tongue ♪
♪ Energy about a ton... ♪
Tidak...!
Jo!
Dengar, kau bodoh,
Lola pernah ke Nakali!
- Jo! Jo! - Pulaunya nyata!
- Lihat itu! Lihat itu! - Jo!
Ada apa? Untuk apa kau di sini?
Ehm, a-aku?
Nah, setelah Tuan Lopez mengusirmu,
Reynaldo terus membual bahwa Nakali itu tidak ada.
Si dungu.
Ya.
Dan lebih parahnya lagi,
Tuan Lopez malah menyetujuinya,
bahkan sampai bilang
manananggal tidak mungkin bisa terbang.
Saat guru menyebarkan omong kosong di sistem pendidikan
yang bersumpah untuk ia junjung tinggi,
itu tak bisa kubiarkan.
Selain itu, sistem penggerak sayap ganda yang bisa dilepas
membuat jelas bahwa manananggal... -Raissa. Beri...
- ...bisa terbang dan oleh karena itu... - Raissa.
...akan punya sayap yang cukup besar... -Raissa!
- Untuk menubruk mangsanya... - Raissa!
...yang menghasilkan...
Pengembatan perut!
Um, kau anak baru di sini, kan?
Ya, aku ada sedikit perselisihan dengan para biarawati di sekolah lamaku.
Makanya aku di sini.
Aku Jo.
Ehm, aku Raissa.
Aku... aku menantikan pengalaman zona cipratan di masa depan.
Payah.
Aku tidak akan lama di sini.
Ayahku di Amerika.
Dia berjanji akan segera menjemputku dan Lola.
Oh.
Baiklah.
Ha!
Tapi sampai saat itu,
apa kau mau jadi sahabat karibku?
Kau langsung memikatku di bagian "pengembatan perut".
Hebat!
- Mari kita resmikan. - Oh.
Uh, maaf, aku tak bisa sumpah darah.
Apa? Tidak.
Aku bukan psikopat.
Oh.
Baguslah.
Aku belum pernah punya sahabat sebelumnya.
Aku juga tidak.
Mau datang ke rumahku dan mendengar cerita lola-ku?
Ayo pergi. Tayo na.
Tayo na.
Tunggu. Bukannya kita harus menemui kepala sekolah?
Eh. Akan kutinggalkan catatan.
Ehm, bolehkah aku memakai sayapmu?
Tentu saja boleh.
Keren.
♪ Don't stop believin' ♪
♪ Hold on to that feelin' ♪
♪ Streetlights ♪
♪ People ♪
♪ Oh-oh-oh. ♪
Ah, duwende,
prajurit yang bangga.
- Wow. - Tapi jangan pernah
tidak menghormati duwende, atau mereka akan menghajarmu.
Dor, dor!
Saat aku seusiaku kalian,
semua orang tahu kisah makhluk ajaib ini.
Aswang.
Tapi sekarang kisah mereka sudah terlupakan.
Sungguh disayangkan.
Lola Jo, apa kau benar-benar pergi ke Nakali?
Ah. Aku mengingatnya seolah itu terjadi kemarin.
Aku sedang berjalan di pantai...
Hei, Fatima!
Berhenti merusak anak-anak itu, penyihir!
Hei, Agnes, urusi urusanmu sendiri, ya?!
Atau ku patahkan kakimu yang satu lagi!
Tidak! Ay sus!
Okey lang, dia akan mati suatu hari nanti.
Hoo! Sampai mana tadi?
Kau sedang berjalan di pantai...
Ah, ya. Aku menemukan dolar pasir ajaib.
Bentuknya seperti ini.
Sebuah portal cerah terbuka,
membawaku ke Pulau yang Terlupakan.
Dari semua makhluk di sana,
kesukaanku adalah kapre...
...manusia pohon megah yang memperlakukanku seperti keluarga.
Saat tiba waktunya pergi, kapre berkata kepadaku
ini bukan perpisahan,
karena sejauh apapun jarak kita,
kita akan selalu bersama jika kita mengenangnya.
Lola-mu sangat keren.
Kita akan menemukan kunci portal itu.
Tidak, apo, kau tidak mencari kunci portal.
Kunci portal yang mencarimu.
Dan saat kau menemukan Nakali,
bagikan kisahmu kepada dunia.
Jangan berhenti percaya.
Jo, ini sudah mulai!
Jadi, kita akan jadi sahabat selamanya, kan?
Selamanya dan selamanya.
Baiklah. Pilih satu.
Wah, keren.
Dan bersama-sama, kita akan menemukan Nakali.
- Ayo! - Ayo!
DUTCH Dillon.
Kau anak dari...
♪ Don't ask me ♪
Ooh, yang ini?
♪ What you know is true ♪
Uh-uh.
♪ Don't have to tell you... ♪
- Singkir dari jalanku! - ♪ I love your precious heart ♪
- Jo? - Uh...
- Pelan-pelan! - ♪ I was standing ♪
♪ You were there ♪
♪ Two worlds collided ♪
♪ And they could ♪
Tayo na!
♪ Never tear us apart ♪
Uh-oh.
Takuti manananggal!
Yeah!
- - - ♪ We could fly ♪
♪ 'Cause we all have wings ♪
Kau berada di zona cipratan!
♪ But some of us don't know why... ♪
Terima kasih!
Galing!
Gadis-gadis ini di luar kendali! -Bagus.
♪ You were there ♪
♪ Two worlds collided ♪
♪ And they could ♪
- Ayo, istirahat belajar. - ♪ Never tear us apart ♪
Uh...
Tayo na.
♪ I was standing ♪
- Jo! - Whoa.
- Tayo na. - ♪ You were there ♪
Ya ampun.
♪ Two worlds collided ♪
♪ And they could never tear us apart... ♪
Selamat ulang tahun, Lola.
- Cantik. - Ooh. -Hebat.
♪ Worlds collided... ♪
Cari kesibukan, para pecundang.
Reynaldo yang terbaik!
Mau membuat roket yang lebih besar?
Terima kasih, Reynaldo!
- Ah! -Keren! - Wow.
♪ I was standing ♪
♪ You were there ♪
♪ Two worlds collided ♪
♪ And they could ♪
- -Hei! - ♪ Never ♪
- Lihat. - - ♪ Ever ♪
Katakan keju!
♪ Tear us apart. ♪
Apa kau percaya?
Ya. Reynaldo datang dengan cheapney modifikasinya,
masih terus membual, tapi kubalas dia.
Kumasukkan kentang ke dalam knalpotnya.
Uh, mobilnya, bukan dia.
Ya, tetap sama seperti biasa, Lola.
Oh, hampir lupa.
Aku mendapat pekerjaan baru.
Yum Yum Bird!
Sandwich ayam terbaik di kota.
Juga, ini gerai terakhir di pusat jajanan
yang belum memecatku.
Oh, dan Raissa mampir ke tempat kerja kemarin.
Ada berita besar.
Kau tahu kan kau selalu bilang
aku harus merencanakan masa depan?
Nah, aku punya rencana empat langkah untuk masa depan kita.
Langkah pertama: aku mengajukan permohonan pindah
ke Yum Yum Bird di Manila,
tepat di seberang jalan dari kampusmu.
Far Eastern, wow!
Jo. Aku tidak...
Langkah kedua: Aku tidur di sofa asramamu.
Teman sekamar!
Jo, jangan dekat-dekat mikrofon.
- Eh... - Langkah ketiga:
Kita pelihara hewan keren, kucing beruang Palawan.
- Jo, itu takkan berhasil. - Tenang saja.
Aku kenal orang yang bisa dapat kucing beruang tanpa izin.
Tidak, itu takkan berhasil karena...
Kita mungkin harus jadi relawan sirkus beberapa akhir pekan,
- tapi... - Aku mau kuliah di Caltech.
Tunggu, apa?
Di Amerika.
Orang tuaku menyuruhku pergi.
Mereka pikir itu yang terbaik untuk masa depanku.
Oh.
Itu... itu luar biasa.
Ayamnya.
Jadi kau baik-baik saja?
Kau bercanda?
Selamat ya.
Kau mau ke Amerika.
Jo, ayamnya!
Ya ampun, ayamnya!
Yabilang.
Semua orang selalu pergi.
Tapi aku ikut senang untuknya.
Jika aku seorang jenius seperti Raissa,
aku pun mungkin akan meninggalkan diriku sendiri.
Aku merindukanmu.
Baiklah, aku harus pergi.
Anggap pekerjaan baru ini serius.
Sayang kau, Lola.
Jangan berhenti percaya.
♪ Looking in your eyes ♪
♪ I see a paradise ♪
♪ This world that I found is too good to be true... ♪
Dia sangat pintar.
Dan semua kampus menginginkannya.
Pokoknya, makanya aku pilih Caltech.
Universitas itu punya jalur langsung
ke Laboratorium Propulsi Jet NASA.
Bukankah itu hebat?
Jadi, Hollywood, ya?
- Nah... - Ooh.
Mungkin kau akan nikahi aktor seperti Tom Cruise!
Dia sangat tampan.
- Dan kaya! - Eh...
Hei, kau dengar itu? Raissa akan mengenalkan kita
pada Tom Cruise saat dia pindah ke Hollywood!
Eh, Jo sudah datang belum?
Sini, sini, aku turun di sini!
Hei, ini bahkan bukan kendaraanmu!
Wah!
Terima kasih!
Wah!
- Aku tidak apa-apa. - Hore!
- Kak Jo datang! - Hei, Kak Jo!
Ini dia. Bawa semua kesukaan kalian.
- Yum Yum Bird! - Berikan ayam itu padaku.
Kak Jo, tolong ceritakan kisah Nakali lagi.
Duh, aku tak bisa sekarang. Aku harus cari Raissa.
Tolong ceritakan.
Kami takkan takut kali ini, janji.
Tidak, tidak. Aku tak bisa. Aku tak bisa...
Tapi ranjang bayi itu kosong.
Yang tersisa di kamar itu hanyalah
manananggal yang haus darah!
JO Maaf, maaf.
Duh, maaf, Kak.
Hei, Jo, ada lechon.
♪ Let 'em say we're crazy ♪
Raissa?
♪ What do they know... ♪
Yang benar saja? Tak ada yang melihat Raissa di pesta untuk Raissa?
Raissa! Siapa pun!
- Pergilah makan, Jo. Ada lechon. - Kudengar.
Aku dengar tentang...
Lechon.
Mmm, ya.
Ada apa, Jesus?
Apa kau lihat Raissa?
Tetap terima kasih.
Hmm?
Hei, Tita.
Beri restu.
Um, apa kau lihat Raissa?
Maverick bisa lakukan segalanya.
Itu Jo!
Kenapa dia berdandan seperti ayam?
Raissa sangat berbakat.
Dia bagaikan kalkulator berjalan yang cantik.
Oh. Terima kasih.
♪ Flying high up on the wings of ♪
♪ Lo... ♪
Suara bak malaikat.
Kau bisa melakukannya, kawan!
♪ ...ove. ♪
Ya! Baiklah, baiklah.
Permisi. Ayam raksasa mau lewat.
Terima kasih sudah datang ke konser karaokenya.
Canda.
Kita di sini untuk merayakan Raissa,
- si jenius Caltech kita. - Geser.
Otaknya nurun dari ibunya, ya kan?
Dan rambut indahnya juga.
Cantik.
Bagus juga itu, Tita!
Lepas dari candaan...
...kami sangat bangga padamu, Raissa.
Besok jam segini, kau sudah
dalam perjalanan ke Amerika, jauh dari rumah.
Maaf, ada sesuatu di mataku.
- Dan hatiku. - Duh.
Duh, Ayah.
Dan sekarang mari hormati Raissa dengan salindia!
- ♪ We're on the road... ♪ - Duh.
Aduh.
Aku urus ini, kawan.
♪ And oftentimes... ♪
Huh?
♪ I like big butts and I cannot lie ♪
♪ You other brothers can't deny ♪ -GIRL: Go, Jo. Go, Jo.
♪ When a girl walks in with an itty-bitty waist ♪
♪ And a round thing in your face, you get... ♪
Lechon-ku!
Jangan panik, jangan panik!
Uh...
Tapi ini malam terakhir kita bersama.
Aku tidak peduli. Kau tak boleh pergi dengan Jo.
Ibu!
Bagus, sekarang macet.
Apa kau pernah mencuci benda ini?
Ibu, kami cuma jalan-jalan, bukan merampok bank.
Apa kau lupa tentang
insiden militer dengan misil itu?
Roket itulah yang menarik perhatian.
Caltech sejak awal.
Roket, roket.
Intinya, aku ingin memastikan
kau benar-benar masuk Caltech... -
...bukan masuk penjara bersama Jo.
- Yang benar saja, Ibu? - Mmm.
Penjara?
Raissa, kau tahu kami sayang Jo.
Tapi kau... bagaikan roket.
Jo bagaikan... batu.
Tidak, lebih mirip batu besar.
Nah, aku memang tak kuliah di Caltech, tapi katakan:
Seberapa tinggi roket bisa terbang jika diikat batu besar?
Cukup tinggi, sebenarnya,
tergantung pada massa batu tersebut.
Dengar, duniamu makin luas, Raissa.
Teman datang dan pergi.
Kau harus fokus pada masa depan cerahmu.
Baiklah, Ibu.
Kau benar.
Itu baru si jenius Caltech-ku.
Baiklah, aku akan menarik ayahmu dari karaoke...
...kalau tidak dia akan di sana sampai besok.
Hei, Manny!
Biar yang lain bernyanyi!
Jadi...
...siapa yang siap jalani malam terbaik dalam hidup?
Jo, aku tak boleh keluar rumah.
- Apa? - Kata ibuku, dan aku mengutipnya,
"Tiket ke Amerika ini tak ada gunanya
jika kau di penjara bersama Jo, ya kan?"
Maksudmu tiket ini?
- Jo, kembalikan. - Ooh.
- Ayolah. - Aku bawa Cheezin' Flame-O's.
Jo, aku tak boleh keluar rumah.
Dan minuman energi!
Jo, aku tak bisa keluar!
Uh-oh, seseorang keluar rumah.
♪ This is how we do it... ♪
Duar!
Wah!
Apa?!
Sahabat selamanya!
- Ya. Baiklah, baiklah. - Ayolah.
Yes...!
Wah...!
Karaoke dengan Lola sangat menyenangkan.
Ya.
Asal tahu saja, kau sebenarnya tak harus pergi
jauh-jauh ke AS untuk kuliah.
Kita sudah bahas ini.
Ini kemauan orang tuaku.
Seharusnya itu bukan pilihan mereka.
Ini hidupmu.
Lalu bagaimana dengan hidupmu?
Apa yang kau bicarakan?
Aku adalah wajah dari jaringan restoran cepat saji.
Kau tak usah mengkhawatirkanku.
Justru inilah kenapa aku khawatir, Jo.
Kau seniman yang sangat berbakat,
tapi kau tidak menggunakan bakat itu untuk apa pun.
Kau hanya terjebak menggambar hal Nakali yang itu-itu saja.
Kita bukan anak-anak lagi, Jo, dan aku...
Tidak akan ada di sekitar untuk membantumu.
Aku tahu. Kau adalah roket.
Mm, kita harus kembali.
Tunggu. Um, ayo tambah satu jimat lagi.
Jo, aku... aku tak bisa memakai ini.
Ayolah, ikat saja sumbunya.
Sudah kubilang aku tak bisa bawa bahan peledak ke pesawat.
Sini, aku yang akan mengikatnya untukmu.
Aku tak butuh kau mengikatkannya untukku.
Aku butuh kau mendengarkanku.
Aku mendengarkanmu, tapi kau bersikap bodoh.
Tidak, ini yang bodoh.
Bagus.
Ayolah, Jo. Aku benar-benar harus pergi.
Raissa, kau takkan percaya ini.
Lihat!
Mustahil.
Jo!
- Ini nyata? - Ini nyata!
Ini nyata!
Ini terowongan kuantum.
Baiklah, ayo pergi.
Tunggu, apa?
Kita tak bisa. Kita tak...
Kita harus melakukannya.
Saat kecil, kita berjanji mencari Nakali.
Ini takdir!
Tidak. Mustahil.
Tayo na.
Tayo na!
Satu.
Dua.
Tunggu, bisa kita bicarakan ini? -Tiga!
Wild Pack!
- Semuanya, bernyanyilah! - ...kalian tak harus pergi.
" (berputar samar)
♪ When the light gets into your heart, baby ♪
♪ Don't you forget about me ♪
♪ Don't, don't, don't, don't... ♪
♪ Down, down, down. ♪
Wah.
Raissa.
- Aduh. - Kau harus lihat ini.
Apa?
Di mana kita?
Nakali.
Nakali!
Kita berhasil!
Kita sampai, Lola!
Yeah! Whoo!
Aku tak percaya ini!
Aku berlari di Nakali!
Rasakan itu, Reynaldo!
Ya, sayang!
Rambutmu!
Ada apa dengan itu?
Ibu akan membunuhku!
Kau cuma kehilangan sedikit rambut.
Nanti tumbuh lagi.
Aku kehilangan Norke-ku!
Tunggu.
Kenapa pantatmu gosong?
Entahlah.
Kenapa kau dipenuhi sampah?
Ugh.
I-Itu mahkota?
Galing!
Tunggu. Apa ini berarti aku bangsawan Nakali?
Jam 7 pagi?
- Ada yang tidak beres. - Apa?
Jam 7 malam saat kita masuk portal semalam.
Portal.
Terdengar keren.
Jo, kita melewati portal 12 jam lalu,
dan aku tak ingat satu hal pun tentang semalam.
Kau ingat?
Tidak, tapi sepertinya kita sangat bersenang-senang.
Apa itu pantat?
Aku harus mengejar pesawat malam ini.
Dolar pasir.
Itu kunci untuk membuka portal.
Itu jalan pulang. Kita harus menemukannya. -Mm-hmm.
Di mana baterainya?
Ramuan penghilang?
Ramuan tidur?
Apa yang kita lakukan semalam?
Garpu sendok yang keren.
Aku harus memotret ini.
Hei. Di mana kameraku?
Di mana kostum maskotku?
Sial. Itu kostum kedua yang kuberikan.
Jo, fokus. Cari kunci portal itu.
Kunci portal. Kunci portal.
- Ketemu. - Kau menemukannya?
Huh? Tidak. Baterai.
♪ Whoo, y'all gon' make me lose my mind ♪
♪ Up in here, up in here ♪
♪ Y'all gon' make me go all out... ♪
Aku akan ketinggalan penerbanganku.
Bahkan tak ada yang tahu di mana kita.
Tak ada yang percaya Nakali itu nyata.
Mereka takkan pernah menemukan kita!
Hei, hei. Tidak apa-apa.
Dengarkan aku, Raissa.
Aku hanya punya satu pertanyaan untukmu:
Siapa yang melepaskan anjing-anjing itu?
Tidak. Jangan sekarang.
Ayolah. Jawab pertanyaannya.
♪ Who let the dogs out? ♪
BOTH ♪ Who? Who? Who? Who? Who? ♪
Baiklah. Terima kasih.
Kita butuh rencana!
Baik. Agak kasar, tapi kurasa ini awal yang bagus.
Bagus. Sekarang mari kita bersihkan dirimu
dan centang beberapa
daftar itu.
Ya. Masih ada masalah rambutku yang hilang,
tapi itu bukan hal terburuk di dunia, kan?
Tidak, bukan.
Apa?
Singkirkan mereka dariku! Singkirkan!
Aku sedang berusaha!
Berusahalah lebih keras!
Lepaskan temanku.
Selamat datang di Pulau Nakali.
Hei. Bangun. Siapa kau?
- Huh? Apa? - Bagaimana kau tahu kami?
- Kami butuh jawaban. - Apa-apaan, apa yang kau,
apa yang kau bicarakan?
Oh, dia tidak bisa dengar karena lakban.
Oh, benar.
Aduh!
Apaan sih?!
Ano yan!
Wah. Keren.
Baik. Siapa kau? Ada apa ini?
Dan bagaimana cara melepas benda-benda ini?
Hai. Aku Raww.
Um, sepertinya kau telah menculikku.
Dan urusi saja sayapmu sendiri. Maaf.
Baik. Orang ini tidak berguna. Ayo kita pergi.
Jadi kita tinggalkan dia begitu saja? -Ya.
Maaf, Raww. Senang berkenalan denganmu.
Tunggu! Tunggu! Tunggu! Kita berteman!
Kita bersama semalam!
Dengar, Raww. Jika itu nama aslimu.
Kita bukan teman. Kami tidak kenal kau.
Ngomong-ngomong, kenapa kita tak ingat semalam?
Ya. Dan pertanyaan penting lainnya seperti:
Tadi itu sangat keren saat kau berubah bentuk.
Jo, itu bukan pertanyaan.
Maksudku, apa kau sejenis manusia anjing?
Apa kau berubah saat bulan purnama atau sesukamu?
Itu privasi, oke?
Maaf. Aku tidak bisa mengendalikannya.
Bisakah kita berhenti membicarakannya?
Beri kami waktu sebentar.
- Kali ini, jadi polisi jahat yang lebih garang. - Mm-hmm. Mm-hmm.
- Kau terlalu baik. - Polisi jahat. Paham.
Aduh! Aduh!
Wah. Terlalu jahat.
Maaf. Ini interogasi pertamaku.
Pernah lihat kalung dolar pasir ini?
Ini kunci untuk kembali pulang.
Jadi, aku tidak tahu apa yang terjadi pada kuncinya, tapi aku tahu
seseorang yang bisa membantu masalah ingatan kalian.
Lepaskan ikatanku, dan aku akan mengantar kalian.
Baiklah. -Oh, kau pasti suka itu, ya?
Oh, ayolah.
Antara kita saja, aku tidak percaya padanya.
Mm-hmm. Mm-hmm.
Aduh!
- Raissa tidak percaya padamu. - Kawan.
Punya bukti kalau kita bersama semalam?
Seperti kataku, kau Raissa, dia Jo,
dan bersama-sama, kita adalah Wild Pack.
Wild Pack, sayang!
Whoo!
Butuh beberapa kali percobaan untuk memilih nama terkeren,
tapi kita menemukannya.
Kurasa itu terinfeksi.
Jo, jangan sentuh.
Oh, keren.
- Bagaimana denganmu? - Apa?
Sial.
Tak ada satu pun yang bisa dianggap sebagai bukti.
Benarkah? Bahkan tato kembar kita?
Tidak.
Baik, kali ini, bisakah melepas lakbannya lebih
pelan?!
Baik. Kita butuh bukti kuat
kalau kita bersama semalam.
Baiklah, baiklah.
Aku memberimu mahkota manis itu.
Aw. Terima kasih.
Bukti kuat.
Eh, periksa saku ku.
Hei. Itu milikku.
Aku hanya memegangkannya untukmu.
Periksa saku dalamku.
Oh.
Jo, itu sangat tidak higienis.
Kau bukan seniman tato yang memenuhi syarat...
Oh. Sial.
Hanya itu bukti yang kubutuhkan.
Kulihat? Kuharapkan kita akrab.
- Jo, lihat. - Huh?
Di lehermu.
Oh. -
Apa itu?
Pemilik sayap itu.
Kita harus pergi dari sini sekarang.
- Ini. - Terima kasih.
- Yang benar saja? - Lari!
Cepat! Ke sini!
Sembunyi.
Manananggal.
- Aku harus lihat. - Tidak. Jo, jangan.
Tao pencuri.
Di mana kau?
Ayan.
Hai. Ayo.
Wah.
Eh, selamat datang.
Masuk. Masuk.
Ayo masuk. Ya.
Inilah orang yang kubicarakan pada kalian.
Ini Batiba.
Um, terima kasih, Batiba.
Manananggal tadi cukup menegangkan.
Jangan temui pahlawanmu. Benar kan?
Oh, ya. Banget.
Manang memang yang terburuk.
Dan kebanyakan orang berusaha menjauh darinya,
bukan mencuri darinya.
Kalian berdua sangat menyenangkan.
Hai.
- Lumpia pisang? - Itu kesukaanku.
- Kelapa muda? - Itu kesukaan Raissa.
Benarkah?
Jadi, Batiba, aku, eh, aku bilang pada teman-temanku
bahwa kau bisa membantu mereka.
Mm. Ya, ya, ya, ya.
Ceritakan semuanya pada bibimu.
Begini, masalahnya, kami menemukan dolar pasir
yang membuka portal ke duniamu, tapi kami...
- Kami kehilangannya. - Ya.
Yang mana menyebalkan,
karena semalam, sepertinya kami mengalami
malam terbaik, dan kami bahkan tak bisa...
- Mengingatnya? - Ya. Bagaimana kau tahu?
Itu keajaiban pulau ini.
Saat manusia menyeberang ke alam terlupakan, mereka lupa.
Tapi untung bagi kalian, aku aswang ingatan.
Dan mengingat adalah keahlianku.
Wah. Lola tak pernah menyebut aswang ingatan.
Jadi kau bisa membantu kami mengingat semalam?
Ah. Mudah sekali.
- Keren! - Ya!
Tapi mantra itu butuh sedikit pertukaran.
Kenangan untuk kenangan.
Ini dari semua teman yang telah kubantu.
Jadi ini semua kenangan orang-orang?
Mm-hmm.
Hebat.
Jangan, jangan, jangan lakukan itu.
Ah, maaf. Hanya... jangan disentuh.
Cukup dilihat saja.
Kenangan ini sangat istimewa bagiku.
Mereka menemaniku.
Ya, Batiba takut pergi ke luar.
Wah. Kenapa kau, kenapa kau asal bicara?
Apa? Itu benar.
Kau agorafobik.
Yah, a-aku hanya, a-aku kurang nyaman di luar sana,
sebenarnya, begitulah keadaannya.
Tapi di sini, aman.
Dan di sini, aku bisa menjaga kenangan tetap hidup selamanya.
Bagaimana caranya?
Kenangan adalah keajaiban.
Sebuah benda hanyalah benda
hingga benda itu diresapi kekuatan kenangan.
Semakin kuat kenangannya, semakin kuat pula bendanya.
- Mustahil. - Wah.
Ini seperti menonton siaran ulang.
Seperti pernikahan.
Ya, saya bersedia.
Aw. Manis sekali.
Kelahiran seorang anak.
Aw.
Kepalanya sudah kelihatan!
Uh.
Atau persahabatan yang berharga.
Oh, apa kau ingin menukar kenangan ini?
Gelang persahabatan kita?
Oh, tidak. Aku tidak serakah.
Satu saja sudah cukup memiliki banyak keajaiban.
- Hmm. - Raissa.
Apa? Ayo kita beri dia satu hiasan saja.
Tapi itu kenangan kita.
Ayolah. Kita tidak butuh semuanya.
- Sebenarnya... - Aku bahkan tidak ingat yang ini.
Hiasan kaset mixtape? Kau bercanda?
Um... -Itulah tujuan utama punya hiasan itu.
- Supaya kita tidak lupa. - Itu sudah lama sekali.
Sebenarnya, sebenarnya, aku butuh seluruh gelangnya.
Jadi, bahkan saat aku pertama kali bertemu Jo,
a-aku akan kehilangan kenangan itu selamanya?
Ya, tapi kenangan itu akan membawamu pulang.
- Itu pertukaran yang bagus. - Baiklah.
Kenangan dibalas kenangan.
Norke kesayanganku.
Oh.
Ini tiruan edisi khusus.
Wah.
Begitu banyak kenangan.
Semakin kau bicara, semakin aku benar-benar...
Aku tidak menginginkannya. Aku sungguh tidak mau.
Aku tetap pada gelang itu.
Tidak.
Kau bilang kenangan untuk kenangan.
Tapi ini? Ini bukan sekadar satu kenangan.
Ini adalah seluruh persahabatan kita.
Baiklah. Tak perlu terburu-buru.
Oh. Kau suka flan? Kubuatkan nanti.
Semoga kau suka flan berapi.
Oh. Oh, nak.
Tolong kembali.
Oh.
Hei, kawan, tunggu!
Apa yang kaupikirkan membawa kami padanya, Raww?
Dia sangat aneh.
Apa yang kaupikirkan mempercayainya?
Dia sangat mencurigakan.
Hei, aku tidak mencurigakan.
Hmm?
Yah, dia memang menjijikkan dan aneh, ya,
tapi aku tidak akan bilang mencurigakan.
Hei. Aku punya ide.
- Raww. - Huh?
Kau bersama kami sepanjang malam, kan?
Uh... ya, kurang lebih.
Dia bisa menjadi pemandu pulau kita.
Pemandu pulau? Kau serius? Sungguh?
Ya?
Terima kasih.
A-aku akan menjadi pemandu pulau terbaik.
Baiklah. Bisakah kau bantu kami menelusuri kembali jejak kami?
Oh, itu akan seperti sebuah permainan.
Tidak, Jo. Ini bukan permainan.
Kita terdampar di pulau monster
dengan manananggal haus darah yang memburu kita.
Taruhannya nyawa.
Tepat sekali. Permainan Kehidupan.
Kau sedang membahas permainan papan itu, kan?
Aku sedang membahas permainan papan itu, ya.
Ooh. Pernah main Ro-Sham-Bo?
Oh, aku tidak tahu permainan itu.
- Oh, itu sangat seru. - Uh.
Kalian berteriak, "Ro-Sham-Bo," lalu bergiliran
- menendang selangkangan satu sama lain. - Fokus!
Raww, apa hal pertama yang kita lakukan semalam?
Oh, benar.
Semalam, aku sedang menyelesaikan latihan tubuh pantaiku...
9.999.
2.000. Hup!
Tiba-tiba, portal ini terbuka,
dan aku langsung berkata,
"Apa pun yang keluar dari portal itu,
"aku siap bertarung.
Tubuhku sudah siap!"
Tapi ternyata itu hanya dua manusia biasa.
Benar. Itu kalian.
Kalian langsung bilang, "Wah. Ini benar-benar Nakali?"
"Apakah itu manusia serigala keparat?"
Aku bilang, "Ya, manusia serigala. Namaku Raww.
"Dan dua kali ya.
Ini Pulau Nakali."
Lalu kalian berdua bilang,
"Luar biasa. Ayo berikan lima. Wapoosh!"
Dan aku bilang, "Hei, beri aku aksi beri lima itu.
"Wapoosh! Wapoosh! Wapoosh!
"Wa... poosh!
Wapoosh! Wapoosh! Wapoosh!"
- Raww! - Baiklah, ya. A-aku sependapat denganmu.
Jadi Jo langsung bilang,
"Tunjukkan kami berkeliling, bro.
"Kita harus membuat semua orang tahu bahwa Nakali itu nyata
"dan Lola tidak gila.
Kita harus mendapatkan beberapa suvenir."
"Aku siap, kawan.
Kalian pasti ingin pergi ke Pasar Kakaiba."
"Pasar Kakaiba?" "Pasar Kakaiba."
"Apa kau bilang 'Pasar Kakaiba'?"
"Benar sekali. Pasar Kakaiba!"
Baiklah, baiklah. Kami paham.
Kami pergi ke Pasar Kakaiba.
Ya. Menurutmu di mana aku membelikanmu mahkota keren itu?
Dan aku menyukainya.
Baiklah. Agar aku bisa mengejar penerbanganku malam ini,
itu berarti kita punya
lima jam untuk menemukan kunci portal. -
- Wah. - Ada apa ini...
Uh...
Burung raksasa itu kembali.
Oh, ya. Aku lupa.
Dia tunggangan kita semalam.
Bukan hal biasa bisa menaklukkan burung
setan kecepatan!
Ugh!
Ro-Sham-Bo!
Selangkanganku.
Aku lupa. Dia hanya membiarkanmu menyetir, Jo.
Aku?
Keren.
Raissa, aku berjalan di atas burung.
Ya. Aku melihatnya.
Jadi, di mana Pasar Kakaiba ini?
Ini dia.
Ya!
Ya, aku pada dasarnya wali kota tidak resmi tempat ini.
Selamat datang kembali di Pasar Kakaiba!
Lihat!
JO dan RAISSA: Wah!
Ada apa, Eugene?
- Tos dulu. - Ada apa?
Mungkin nanti.
Baiklah, ini gila.
Banyak aswang. Persis cerita Lola.
Ah! Aku akan beli banyak barang aneh.
Mm-mm.
Tangkapan yang keren, Kawan.
- Ya, benar. - Baiklah, kembali bekerja.
Raww, di mana kita dapat botol ramuan ini semalam?
Oh, kutunjukkan. Lewat sini.
Hah?
Semuanya, bangun! Tao gila kembali!
- Hore! - Sialan, ya!
Hei, Raissa. Ada apa dengan rambutmu?
- Kalah bertaruh? - -Hei, jangan ikut campur.
Apa kau sempat melihat ini semalam?
Mm. Tidak. Belum pernah melihatnya.
- Tapi mari kita langsung ke intinya. - Ooh.
Mau bertukar lagi? Kedip, kedip.
Bertukar? Apa yang kita tukar?
Barang bagus!
Crimson Cow!
Kandungan kafeinnya tinggi sekali.
Bagaimana mereka masih hidup?
Ya ampun.
Kau benar-benar menghancurkan masyarakat mereka.
Jadi, apa yang kudapat untuk ini?
Terserah kemauanmu, Kawan.
Ramuan tak kasat mata, ramuan kejujuran, ramuan tidur,
mantra cahaya, mantra pembunuh, mantra pembatal pembunuh.
Terima kasih.
Dadah! Oh, ya!
Ke mana lagi kita pergi semalam?
Di mana kau dapat mahkota Jo?
Eh, ya.
Begini, aku rasa penjual mahkotaku tidak masuk hari ini.
- Hah? Hei, hei. Apa? - Tapi kita harus memeriksa
lorong seni dan kerajinan. Ayo. Ayo.
- Aku balapan denganmu. - Tunggu! Curang!
- Eh, permisi. - Hah?
Apa kau melihat tindik puting ini? -Hmm.
Mm, seseorang mencurinya semalam.
Dan itu barang pusaka keluarga.
Siapa orang-orang sakit ini?!
Jadi, semalam, di situlah kita beli halo-halo.
Oh, ya.
Di situlah kita melihat pertunjukan vulgar.
Oh, ya.
Vampir itu merayuku.
Oh, ya. Dan itu...
- Oh, tidak. - Apa?
Kau lihat area di belakangku?
Kios itu?
Dengan tongkat escrima yang keren?
Ya. Um, kemungkinan besar
kita melewati toko itu semalam.
Dan, yah, saat aku terlalu dekat dengan tongkat, aku jadi...
Berubah total jadi anjing.
- Berubah jadi anjing? - Uh-huh.
Saat itu terjadi, segalanya jadi agak kabur,
dan yang kuingat hanya tongkat.
Tongkat untuk dikejar, tongkat untuk dikunyah,
tongkat untuk diompolin.
Aduh. Kasihan sekali kau.
Tidak, bukan kasihan.
Dia seharusnya jadi pemandu pulau kita.
Bagaimana dia bisa membantu kita mengingat kejadian semalam
ketika dia sendiri tidak bisa mengingat kejadian semalam?!
Jadi, kalian mau beli sesuatu atau...?
BUNGI Hei! Raissa!
Jo! Ke mari!
Apa kau bisa melihatku?
Ooh. Raissa, itu tiyanak.
Itu bayi iblis yang besar.
Oh, bukan popok dekil ini.
Dia hanya menenun apa yang dilihatnya dengan tangan kecilnya yang bodoh.
Uh, hai. Hai.
Selamat datang kembali.
Oh, oh. Lihatlah.
Permadani baru ini sangat laris.
Whoa.
Semua orang suka.
- Tapi yang ini... - Hah?
...tidak ada yang suka.
Kau anjing nakal karena kau sangat jahat pada semua orang.
Apa? Orang ini sama sekali tidak tahu apa yang dia bicarakan.
Raww! Kau tidak seharusnya berada di sini.
Ya! Kau pikir kau bisa masuk ke toko kami
dan mengompoli semua barang kami?
Aku menandainya. Itu milikku.
Untuk apa lagi tempat itu disebut "pasar," Paolo?
Lihat? Lihat? Anjing nakal.
Pembohong!
Katakan aku baik atau akan ku...
Katakan aku baik atau akan robek pantatmu, Bunghole!
Namaku bukan Bunghole. Namaku Bungi.
Aku dinamai dari ibuku yang manis dan cantik, Bungina.
Mabuhay. Aku Bungina.
Aku mencintai anakku.
Dan aku mencintaimu, Ibu.
Kawan, bisa berhenti mencuri pisauku?
Terserah. Kita tidak butuh dia.
Aku bisa mengingat sesuatu.
Ingat.
Me-ngat.
September.
Ngomong-ngomong, Bungi, ingatan kami hilang.
Oh, tidak. Coba periksa saku kalian?
Kalian sungguh malang.
- Bisa ceritakan apa yang terjadi? - Oh.
S-Sebenarnya, aku bisa menunjukkan apa yang terjadi semalam.
A-Aku merekam semua yang kulihat di pasar.
Dan ini, ini salah satu yang seru.
Kau yakin perut fana mu tahan bumbu aswang berapi?
Kawan, aku makan yang super pedas untuk sarapan.
Hadapi saja!
Ha!
Lihat? Tidak masa...
Ini kau?
Kau memuntahkan api ke rambutku?
Oh, tidak. Jauh lebih parah.
Jo, kau tidak apa-apa?
Maafkan aku.
Kau "muntaber api" di seluruh rambutnya.
Klasik.
Oh.
Halo. Ya.
Aku ingin melupakan ingatan ini lagi, kumohon. -Apa?
Itu hal paling seru yang kita alami di sini sejak lama.
Rasanya senang bisa tertawa lagi.
Biasanya saat seseorang terbakar,
itu karena Manang membakar mereka hidup-hidup.
Wajahku meleleh!
Kulitku yang mudah terbakar!
Jadi, ya, kami menghargai api yang lucu itu.
Tuh kan, Raissa? Semua orang bersenang-senang.
Kecuali orang ini.
Hmm.
Oh, ya.
- Duwende itu sangat marah. - Oh, tidak.
Lola selalu bilang jangan tidak menghormati duwende.
Bukan sembarang duwende. Raja duwende.
Dia bilang sesuatu tentang kau yang merenggut harga dirinya.
Jadi dia akan mengambil sesuatu darimu:
Permata Berharga Laut milikmu.
Permata Berharga Laut? Dolar pasir itu.
Dia pasti mencuri kunci portal.
Kita temukan duwende, kita temukan kunci portal.
Baiklah, Raww, bawa kami ke...
Ah! Berubah jadi anjing!
Oh, tidak.
Raww? Kau di dalam sana, Kawan?
Baiklah, Bungi. Mau jadi pemandu pulau kami?
Aku? Uh, a-aku tidak pernah meninggalkan rumah.
Usia ku baru dua...
Ratus tahun.
Lagian, ibuku sangat membutuhkanku.
Sebenarnya tidak.
Tidak, sungguh. Dia sangat melekat padaku.
Pergi saja. Sudah waktunya mandiri.
Mm. Baiklah.
Sekarang diamlah.
Oh, tidak. Mama hanya membawakan 10 kilo tilapia untukku?
Bagaimana jika kehabisan makanan
dan terpaksa saling memakan untuk bertahan hidup?
Aku tidak mau memakan siapa pun.
Lagi.
Jangan khawatir, Bungi.
Begitu kita dapat kunci portal dari duwende,
- kau sudah kembali ke rumah saat makan malam. - Yuhuu!
Dan kita akan kembali tepat waktu untuk penerbanganku.
Aduh. Aku tidak sabar melihat duwende asli.
Kurasa mereka bahkan lebih menggemaskan aslinya.
Oh, tidak, tidak, tidak. Duwende adalah prajurit yang bangga.
Apa pun yang terjadi, jangan panggil mereka menggemaskan.
Ya ampun.
Mereka benar-benar menggemaskan.
Diamlah, Jo.
Permisi.
Apa kau bercanda?
Tao kotor!
Beraninya kalian menunjukkan wajah daging
kalian yang jijik dan berkeringat di sini, setelah ketidaksopanan
kalian tunjukkan padaku, Raja Truffle Wuffle!
Raja Truffle Wuffle,
kami datang untuk memohon pengampunan-gemas.
- Apa yang kau bilang?! - Pengampunan!
Temanku sangat menyesal memuntahkan api ke...
Pantatmu?
Ya. Pantatnya.
Kami tidak memaafkan. Kami tidak melupakan!
Oh, tidak. Dia makin marah.
Dan makin menggemaskan.
Diam!
Kalian takkan pernah mendapatkan kembali apa yang kuambil.
Pema... Per...
Permata Berharga Laut milikmu.
Itu dia. Kunci portalnya.
- Raissa, aku mau memeluknya. - Kendalikan dirimu.
Raja Truffle Wuffle,
- mungkin kita bisa... - Tidak akan!
- Aku akan melakukannya. - Tidak, jangan.
- Selamanya! - Ya, aku akan melakukannya.
- Jangan... - Minta maaflah!
Aku minta maaf!
Kemarilah, si manis kecil!
- Raissa, dia bau seperti maringpao!
Bunuh mereka!
Bunuh mereka!
Persetan.
♪ I see my mom, and my mom sees me... ♪
- Bungi! - Ibu?
Kembali ke atas burung!
Kembali ke atas burung!
Oh, tidak, tidak, tidak.
Cepat! Cepat!
Naik! Naik!
Ini berarti perang.
Baru saja terjadi!
- Ya, benar! - Duh, kawan,
Adrenalinku sedang melonjak sekarang!
Ya, benar!
Perayaan bebas?
Perayaan bebas!
- ♪ Lola always said don't ♪ - ♪ Disrespect the duwende ♪
♪ But respect's a two-way street ♪
♪ So I said to my friende ♪
- ♪ Screw it ♪ - ♪ Grab it ♪
♪ Raissa ran like a rabbit ♪
♪ Portal key's in the box, and we got the box ♪
- ♪ What? ♪ - ♪ Portal key's in the box ♪
- ♪ And we got the box ♪ - ♪ What? ♪
- ♪ Portal key's in the box... ♪ - Tunggu, kotaknya terkunci.
- Apa? - Hantam dengan batu!
Aku tak percaya kita akan pulang.
Ya.
Pulang.
Petualangan berakhir!
Tak sabar pulang dan menyambung kembali tali pusarku.
Terdengar bagus.
Kita akan pulang.
Karena kita mendapatkan...
Kunci portalnya!
Apa itu?!
Basah!
Dia menjilatku! Singkirkan dia dariku!
Singkirkan! Singkirkan! Singkirkan!
Akan kubunuh dia!
Bunuh dia!
Apa-apaan tadi itu?
Eh, kawan-kawan?
Kun-kunci portalnya tidak ada di sini.
Hah?
Ah!
Mmm.
Oh.
Aku di sini!
Jo, Raissa, kalian datang untukku.
Ya ampun.
Lihat kaki kecilnya, Raissa.
Aku tahu. Ini benar-benar membuatku heran.
Wah, jadi kau manusia ikan?
Apa?
Mermahn.
Pangeran Mermahn.
Permata Berharga Lautanmu?
Ehm...
- Kau tidak ingat aku? - Mm-mm.
Ah, humor. Aku suka!
Tidak, sungguh.
Ingatanku terhapus. Kami melupakanmu.
Hmm.
Baiklah, izinkan aku menghibur kalian
dengan Kisah Ekor sang Mermahn.
♪ Tale of the Mermahn's ♪
♪ Tale of the Mermahn's Tail. ♪
Semalam,
kalian menikmati kebersamaanku sambil makan mi.
"Oh, Mermahn. Kau sangat lucu."
"Dan tampan."
Dan saat itulah segalanya mulai memanas.
Raja duwende bersumpah untuk balas dendam.
Balas dendam!
Jadi kubawa kalian pergi
ke kerajaanku di Teluk Mutiara,
tempat para duwende takkan bisa melacak kalian.
Tapi para duwende melacak kalian.
Agar kalian bisa kabur, aku seorang diri menghadapi
pasukan duwende.
Tapi sayang, mereka menangkap Permata Berharga Lautanmu:
aku.
Aku diikat,
kehausan dan dikurung.
♪ The end of Mermahn's Tale. ♪
Tidak apa-apa, Nak.
Baiklah.
- Tuan Manusia Ikan... - Mermahn.
Pangeran Mermahn.
Putra Raja Merdad.
Pewaris Takhta Mutiara.
Dan Penguasa Pemecah Ombak!
Tangkapan bagus, Manusia Bayi!
Suatu kehormatan, Yang Mulia.
Ehm, Pangeran Mermahn,
kami sedang mencoba melacak dolar pasir ini.
Apa kau ingat melihatnya semalam?
Hmm.
Untung bagimu, aku punya memori fotogenik.
Dan aku tahu persis di mana kunci portal kalian.
Perjalanan darat!
- Wah. - Ibu bilang Teluk Mutiara
adalah tempat yang penuh keajaiban.
Oh, memang, Bungi.
Kalian melewatkan malam yang magis.
Jo dan Raissa adalah primadona Pesta Aqua.
Wah.
Kami benar-benar berpesta di kerajaanku? -Hah?
Ya, kalian menikmati waktu terbaik dalam hidup kalian.
- Apa? - Dan kau yakin
- kunci portalnya ada di sana? - Demi kehormatan Pangeran.
Wah.
Sungguh wah.
- Aku menjadi anjing seutuhnya selama... - Hei.
...apa, dua detik dan kau langsung percaya si Muka Ikan pembohong ini?
Tenang, kawan.
Dia tidak punya kunci portal kalian
karena kami bahkan tidak menghabiskan waktu bersamanya semalam.
- Ugh. - Kami pergi ke Desa Kapre.
Di-di situlah kau mendapatkan garpu sendokmu!
Wah. Kita bergaul dengan manusia pohon?
Ya. Ya, benar.
Jo, kita sudah tahu di mana kunci portalnya.
Ini buang-buang waktu.
Ya.
Tapi...
Ayolah. Siapa...
Siapa yang...
Siapa yang akan kau percaya?
Makhluk dari laguna sampah
atau aku, pemandu pulau kalian?
Sebenarnya, mereka memintaku jadi Pemandu Pulau yang baru.
Apa? Orang ini?
Orang di kursi mobil itu?
Maksudku, kau kan jadi anjing seutuhnya.
Apa...
Dengar, penipu.
Ikatan...
Ikatan-ku dengan Jo dan Raissa lebih erat daripada pemandu pulau.
Kawanan Liar, bayi!
Ooh, itu terinfeksi ya?
Entahlah.
Kenapa kau tidak lihat lebih dekat!
Mataku bisa jadi merah!
Dia jahat sekali. Jahat sekali!
Dia benar. Kau anjing yang buruk!
Tahu tidak?
Aku tidak mau jadi bagian dari kawanan bodoh ini lagi.
Aku serigala penyendiri.
Sekarang kau mau ke mana?
Raww, kembalilah.
Ini menyebar ke mataku yang sebelah!
Bagus. Sekarang kita tidak punya pemandu pulau.
Ehem. Jangan khawatir.
Kebetulan aku terpilih menjadi.
Pria Pulau Terbaik selama tiga tahun berturut-turut.
Bukan "pria", "pemandu".
Sekarang sudah kena ke mata-mataku yang lain!
Mm-hmm.
Duh.
Hei, kawan.
Kau mau Cheezin' Flame...
Oh! Apa?
Maaf, aku tidak tahu kau...
Tidak apa-apa.
Sudah selesai juga di sini.
- Cheezin' Flame-O? - Ogah.
Aku tahu tawaranku tidak bertahan lama.
Aduh.
Dengar, aku ingin meluruskan soal pemandu pulau ini...
Ya ampun! Kau ngompol lagi?
- Hanya menandai. - Baiklah.
Kenapa kau berkeliling pulau membuat orang-orang kesal?
Plesetan yang bagus.
Entahlah. Aku anjing.
Aku menandai sesuatu.
Tidak ada yang memahamiku karena aku satu-satunya manusia serigala di pulau ini.
Kurasa aku hanya ingin mengingatkan mereka.
Tentang apa? Masalah kandung kemihmu?
Bahwa aku di sini.
Bahwa aku ada.
Mau membicarakannya?
Dan keadaannya selalu seperti itu!
Mmm. Itu mendalam, kawan.
Tapi itulah kode serigala penyendiri.
Kodenya.
Jika kau tidak mengompol, mereka tidak melihat.
Nah, aku melihatmu.
Aku tahu kau melihatku, tapi ada apa dengan Raissa?
Maksudku, semalam di Desa Kapre,
kami adalah sahabat terbaik.
Lihat kami.
- Duh. - Tapi hari ini,
dia tidak mau berurusan denganku sama sekali.
Mm.
Aku paham maksudmu.
Kau lihat jimat ini?
- Mm-hmm. - Saat kami berumur sepuluh tahun,
aku membuatkan mixtape untuk Raissa, mixtape pertamanya.
Kawan, aku menghabiskan begitu banyak waktu menunggu di dekat radio
untuk merekam lagu-lagu kesukaan Raissa.
Whoa, baik sekali kau.
Ya, benar.
Dan dia menyukainya.
- Siapa yang tidak? - Benar, kan?
Tapi suatu hari aku memutarnya, dan itu hilang.
Raissa merekamnya demi panduan belajar yang payah.
Entah karena Flame-O atau ceritanya,
- tapi aku mau menangis. - Jangan sentuh matamu.
Aduh, mataku!
Dia bilang itu tidak sengaja, tapi entahlah.
Karena tadi pagi, Raissa bahkan tidak ingat
apa fungsi jimat kaset itu.
Mm-mm. Parah sekali itu.
Dan sebentar lagi, persahabatan kita akan mirip kaset itu.
Terhapus.
Tertimpa sekolah baru Raissa,
teman baru, hidup baru.
- Hilang! - Bagai angin lalu.
Aku tak mau jadi angin lalu.
- Kau harus buat jejak. - Kau benar. Aku harus...
Kencingi barangnya! Maksudku, semuanya!
Apa? Tidak.
Kita harus bawa Raissa kembali ke Desa Kapre.
Dan mengingatkannya betapa serunya...
Betapa istimewanya malam itu.
Betapa istimewanya kita!
Ke Desa Kapre!
- Ya! - Ya!
Wapoosh! Wapoosh! Wapoosh!
Ugh! Ibu bilang jangan sampai belekan,
dan kau malah membuatnya belekan.
Bungi bodoh.
Kau tidak akan belekan, Bungi.
Oh, oh, itu bagus.
Ya, sedikit... sedikit lagi.
Oh, lagi. Lagi!
Hei!
Kenapa benda-benda ini tidak mau lepas dariku?!
Eh, mungkin karena kau terlalu baik.
- Apa? - Mm-hmm.
Bayangkan bagaimana rasanya sayap itu
menempel pada vampir iblis itu, Manang.
MANANG Di mana kau?
Begitu banyak amarah.
Di mana kau? Di mana kau? Di mana kau?
Semua orang lari ketakutan darinya.
Satu-satunya teman setianya:
pikirannya yang sengsara.
Saan ká nasaán? Mereka telah merenggut dari kita.
Gema kegilaan yang memekakkan.
Selalu merenggut dari kita.
Mereka telah merenggut dari kita.
Selalu merenggut dari kita.
Akan ku temukan kau. Akan ku temukan kau.
Tak punya teman.
Tak punya keluarga.
- Dan satu-satunya hobinya adalah membunuh. - Akin ka.
Baiklah.
Kau tidak apa-apa?
Ya, hebat. Bisakah kita jalan sekarang?
Akhirnya! Menuju Teluk Mutiara.
Desa Kapre.
Legenda tidak pernah mati!
Eh, bukannya kita harusnya sudah sampai?
Bungi, peta ini akurat tidak?
Hmm? Tentu saja. Ibu yang buat.
Kau bilang mamaku pembohong?
Tidak ada yang membicarakan mamamu.
Maaf, aku mulai rewel.
Ini hampir waktunya tidur siang.
- Bisa kita berhenti sebentar supaya... - Tidak. Tidak ada pemberhentian lagi.
Kita sudah sampai.
Ini bukan Teluk Mutiara.
Ini rawa.
Um, di mana kita?
Desa Kapre.
Diamlah, Manusia Serigala.
Jo, kenapa kita ada di Desa Kapre?
Ini cuma jalan memutar kecil.
Seperti misi sampingan.
Dan kita tahu di mana kunci portalnya.
Kita tahu lokasinya.
Lagi pula, kita masih punya waktu.
Waktunya masih banyak.
Tahu tidak? Kau benar.
Aku lupa, kita mengikuti waktu Jo.
Hei, Bungi, kenapa kau tidak tidur siang saja?
Ooh.
Karena dalam waktu Jo, tidak ada yang penting.
Seperti mengejar penerbangan...
...atau mencuri sayap iblis...
...atau jalan memutar seru yang membuat kita... -
...dihabisi oleh vampir psikopat!
Satu lagi pengalaman tak terlupakan
yang dipersembahkan oleh waktu Jo.
Aku lupa tentang...
Raissa, sekali saja, maukah kau berhenti dan melihat sekitar?
Kita berada di Nakali,
tempat yang kita impikan sejak kecil.
Dan sekarang kita benar-benar menjalani impian kita.
Ini bukan impian, Jo.
Ini mimpi buruk.
Mimpi buruk?
Kita bergaul dengan kapre.
Kapre yang sama yang menyambut Lola.
Dan kita bahkan tidak mengingatnya.
Tidakkah itu mengganggumu?
Oh, payah sekali.
Kalian tidak ingat kami?
- Hah? - Ini aku, Datu.
Kau seekor kapre.
Raissa, Raissa, itu kapre.
Datu, pukul aku di sini.
Ha! Raissa.
- Meleset dari tanganku. - -
Kau mencuri sayap itu, persis seperti janjimu.
Apa? Tidak.
Itu bukan aku. Itu semua ulah Jo.
Tidak!
Itu jelas ide mu, Raissa.
Dia gila.
Kau mencuri sayap Manang?
- Tidak, a-a-aku... - Itu semua ulahmu, kawan.
Tapi aku... Itu... Tidak.
Desa akan heboh saat melihat sayap ini.
Tenang saja.
Ini akan sangat sepadan.
Jo, kita harus kembali... pulang.
Ah, mereka kembali.
- Oh, lihat itu. - Dia mendapatkan sayapnya.
- Selamat! - Hei, kawan.
Jangan Cs berdiri saja. Beri mereka makanan.
- Salamat po. Halo. - Selamat datang!
Kubilang kita di sini semalam.
Ayam Yum Yum?
Kak Jo!
Kak Raissa!
Oh.
Ada apa, kawan kecil?
Kalian dapat sayapnya!
- Bolehkah aku memakainya? - Uh...
Aku menjaga barang paling berhargamu.
Norke-ku! Aku sangat mengkhawatirkan kalian.
Kalian berdua meninggalkan kesan mendalam
di desa kita semalam.
Paman Datu, ceritakan semua tentang semalam.
Terutama bagaimana Raissa mendapatkan sayap itu.
Tapi bagaimana dengan Teluk Mutiara?
- Tidak ada yang peduli! - Ah!
Siapa yang mau dengar cerita?
- Aku! - Ooh, aku. Ceritakan padaku.
Ceritakan!
Itu bayi iblis yang besar.
Baiklah. Sepertinya waktunya bercerita.
- Yippee! - Ya! -Tidak yippee.
Jo, kita tidak punya waktu untuk ini. -
Semalam, kedua manusia ini memberi kita
salah satu kenangan terindah dalam hidup kami
dengan memperkenalkan keajaiban karaoke.
Karaoke.
Energi ceria kalian bahkan membawa aswang
dari seluruh pulau, hal yang langka bagi kami.
Baiklah, Nakali!
Mari kita dengar suara kalian!
♪ Don't stop believin' ♪
♪ Hold on to that feelin' ♪
♪ Streetlights, people ♪
♪ Oh-oh-oh ♪
Itu sangat indah, kawan.
- ♪ Don't stop believin'... ♪ - Terlalu indah.
Itu Manang!
Lindungi anak-anak!
Manang adalah jiwa yang tersesat.
Dia tidak punya desa.
Hanya penderitaannya.
Seseorang harus menyiram air pada penyihir jahat itu.
Nah, Raissa punya rencana lain.
Semua orang lari.
Kecuali manusia gila itu.
Kau membela kami!
Mari kita lihat bagaimana fungsi sistem terbang bersayap banyak ini
tanpa mekanisme dorong utamanya.
Tidak mungkin. Kau mau mencuri sayapnya?
Aku akan mencuri sayapnya!
CROWD Cabut sayapnya! Cabut sayapnya!
Berhasil mencuri sayapnya! Berhasil mencuri sayapnya!
Kak Raissa,
ini untukmu.
Terima kasih sudah melawan Manang.
Aw.
Kau benar-benar mirip sekali dengan lolamu.
Raissa, itu Lola.
Tidak mungkin.
Lolamu adalah
satu-satunya manusia lain yang datang ke desa kami,
dan dia sama gila denganmu.
Aku merindukannya.
Kami para kapre punya pepatah:
"Sejauh apa pun kita terpisah, kita akan selalu bersama."
JO dan DATU: "Jika kita mengingatnya."
Kalian benar telah membawa kami kembali ke sini,
karena kita sedang menjalani impian kita.
Dan aku takkan pernah ingin melupakan ini.
Pilih satu.
Wah.
Eh, Raissa, apa kau yang melakukan ini?
Melakukan apa?
Mereka terbang!
Indah sekali!
Raww, lama sekali!
Raissa, awas!
Oh, tidak.
Raww?
Tenang. Jangan bunuh aku.
Tita Manang, masalah sayap ini
hanya salah paham.
Kami-kami sebenarnya penggemar berat.
Lihat!
Wah. Kau bahkan tidak perlu berbuat apa-apa
dan kau tetap sangat menakutkan.
Kami sangat minta maaf!
Kami tak seharusnya meminjam sayapmu.
Tolong ambil kembali.
Tidak, kau tak bisa tinggal bersamaku.
Pulang.
Jo!
- Kawanan Liar! - Ha?
Ayo!
Pegang erat-erat!
Tolong kami, Ibu!
Hentikan!
Ambil apa pun yang bisa dilempar!
Jangan oleh-olehnya!
- Ramuan tembus pandang! - Hei.
Kau tak bisa menangkap yang tak terlihat.
Sampai jumpa, Manang!
Dia seperti Predator!
- Aduh! - Ooh.
Makanya hati-hati, bodoh!
Jujur saja, aku tak bisa terlalu marah.
Aku pun akan membuat kesalahan bodoh yang sama.
Apa?
- Ramuan kejujuran? - Wah, gawat.
Kau akan tahu kalau aku berbohong semalam.
Berbohong soal apa?
Semuanya. Semuanya!
- Bagaimana dengan Teluk Pearl? - Bohong!
Dan kunci portal?
Kebohongan terbesar!
Oh! Kuduga juga begitu!
Diam! Diam!
Di mana dia?
Kurasa kita kehilangan jejaknya.
Bungi!
Kita harus kembali untuk mencarinya!
Kembali adalah ide yang buruk.
Lalu bagaimana?
Tahan.
- Ini gawat. - Aku tahu!
Mereka bahkan lebih imut di ayam!
Bunuh mereka!
Jo, apa yang kaulakukan?
Oh, kau ingin bermain ayam-ayaman?
Semuanya, bertahanlah.
Sekarang!
- Berhasil. - Jo!
Itu Manang!
Ingat latihan kalian!
Lari!
Jo?
Raissa?
Ibu?
Kuharap Bungi baik-baik saja.
Ya.
Tapi yang penting aku baik-baik saja.
Sialan ramuan kejujuran ini.
Kau. Kenapa kau berbohong pada kami?
Karena... karena aku...
Aku ingin kalian menganggapku keren!
Biasanya, semua orang terkesan dengan ini,
dengan hal-hal ini, dengan mereka.
♪ Us! ♪
Tapi semalam, kalian...
Acuh tak acuh.
Dan lalu kalian meninggalkanku karena kalian bilang
aku sangat dangkal!
Baiklah, tunggu...
Bisakah kalian tidak berisik?
Apa yang akan kaulakukan saat kita tiba di Teluk Pearl
dan ternyata tak ada kunci portal?
Aku tak memikirkannya, oke?!
Aku hanya menjalaninya sedetik demi sedetik.
Ugh. Sekarang kita tak tahu di mana kunci portalnya.
Aku minta maaf.
Aku akan berenang pulang...
Dengan penuh malu!
Lalu sekarang bagaimana?
Sekarang kita keluar dari sini.
Apa kau gila? Manang ada di atas.
Tapi Batiba ada di bawah.
- Jadi? - Dia bukan seperti yang kaubayangkan.
Dia iblis ingatan.
Dia akan melakukan apa saja demi mendapatkan ingatanmu.
Dia bahkan mengambil ingatan Manang.
Dia mencuri dari Manang?
Lalu kenapa kau membawa kami kepadanya dari awal?
Karena aku bekerja untuknya.
Kau apa?
Kemarin, saat kalian tiba di pantai,
pertemuan kita bukanlah suatu kebetulan.
Aku dikirim ke sana untuk menjemput kalian.
Menjemput kami?
Batiba bisa merasakan emosi kuat di dunia kalian.
Dia mengincar manusia,
memancing mereka ke alam kita dengan kunci portalnya.
Itu kunci portal Batiba?
Jadi, ini semua jebakan?
Ya.
Dan karena Batiba takut meninggalkan sarangnya,
tugasangku membawakan manusia terdampar kepadanya
agar mereka menukar ingatan untuk bisa pulang.
Kau membohongi kami?
Apa semua orang di pulau ini pembohong?
Aku mendukung kalian.
Dan selama ini, kami hanyalah korban penipuanmu?
Tidak, itu tidak benar.
Biasanya, manusia sangat ingin
pergi dari pulau ini, me-menjauh dariku.
Tapi kalian berdua berbeda.
Kalian antusias bertemu denganku.
Makanya aku tak langsung membawa kalian
kembali ke Batiba semalam.
Aku malah mengajak kalian mengelilingi pulau.
Itu malam terbaik dalam hidupku.
Kita adalah Kawanan Liar.
Aku belum pernah menjadi bagian dari apa pun sebelumnya.
Dan setelah semua itu, kau tetap membawa kami ke Batiba?
Aku berusaha menjadi teman yang baik.
Ini.
Batiba adalah satu-satunya cara membuat kalian pulang.
Dan ingatan tentang malam kita adalah bayarannya.
Jadi di situlah kamera itu berada.
Sekarang bisakah kita keluar dari sini?
Jo. Raissa.
Aku sudah menunggu kalian "sebentar kembali."
Apa yang dia lakukan? A-aku tak bisa melihat.
Kubiarkan makanan kesukaan kalian.
Kau membohongi kami.
Kau monster egois!
Egois?
Kalianlah yang egois.
Hidup kalian seperti
prasmanan pengalaman sepuasnya.
Cinta, petualangan, persahabatan.
Tapi kalian punya begitu banyak, kalian tak menghargainya.
Aku tak bisa keluar.
Ingatan ini adalah satu-satunya yang kumiliki.
Dan aku menyayanginya.
Yang kuinginkan hanya mencicipinya sedikit.
"Mencicipinya sedikit"?
Kau menjilat piringnya sampai bersih.
Ya! Mencuri ingatan kami dan tak memulangkan kami?
Tak punya kehormatan!
Aku selalu menepati kesepakatan.
Tapi baru setelah kuambil ingatan kalian
aku sadar kalian menghilangkan kunci portal milikku.
Aku tak bisa memulangkan kalian.
Kalian makan malam tapi tak bisa bayar.
Ya, dan saat kalian masih dalam pengaruh mantranya,
dia mengambil tambahan lagi.
Anjing nakal!
Oh, tidak, tidak, tidak!
Raww!
Jadi, saat kami masih pingsan karena mantra itu,
kau menyuruh Raww menyeret kami kembali ke pantai.
Dan karena kami tak ingat malam sebelumnya...
Kau akan menipu kami
untuk membuat kesepakatan kedua.
Tanpa membayar kesepakatan pertama.
Bum! Kesepakatan itu batal demi hukum.
Kau berutang pengembalian pada kami.
Kami ingin ingatan kami kembali!
- Ingatan. - Kami ingin ingatan kami kembali!
Wapoosh!
Kalian benar. Aku serakah.
Ha?
Aku akan mengembalikan ingatan kalian dari semalam.
Apa? Kau mau?
Dan saat kalian dapat kunci portalnya, aku pulangkan.
- Semudah itu? - Semudah itu.
Baiklah, sekarang datangi tita.
Tidak bisakah kau kembalikan ingatan kami langsung?
Maaf, caranya bukan begitu.
Baiklah. Mari kita selesaikan ini.
Mmm. Nyaman sekali.
Tidak mungkin!
Selamat datang di Pulau Nakali.
Ya ampun.
- ♪ Take a million pictures ♪ - Sini. Biar kulakukan.
♪ Paint the way that we got here ♪ -Oh, yeah.
Ayo!
Meluncur!
Oh, ya!
- ♪ You and I ♪ - Ayo buat tato!
♪ Be stuck together ♪
Kawanan Liar!
♪ Fall down and get up together ♪
Hore!
Ya, lihat gerakan ini!
- ♪ A parallel world out there ♪ - Whoa!
♪ Where you're still here ♪
♪ Still here, still here ♪
Baiklah.
Semuanya, bernyanyilah!
♪ You and I ♪
- ♪ Be stuck together ♪ - -Baik.
♪ Fall down and get up together ♪
Ooh!
♪ Laugh so hard ♪
♪ We cry together ♪
♪ You and I ♪
♪ Ride the tide together ♪
Tunggu, tunggu, tunggu!
Kawanan Liar!
♪ That same life ♪
♪ That we life'd together... ♪
Ya! Terbanglah, Raissa, terbang!
♪ Together ♪
Woo-hoo!
- Woo-hoo! Ya! - ♪ A parallel world out there ♪
- Ini malam terbaik sepanjang masa! - ♪ Where you're still here ♪
♪ Still here, still here. ♪
Aduh, kawan, kuharap kalian tak harus pergi.
Terbang, Raissa, terbang!
RAISSA Ya!
Whoo! Whoo! Ya, sayang!
Eh, Raissa, tunggu.
Raissa, aku bersumpah aku tidak tahu.
Ternyata kau.
Kau menjebak kami di pulau ini.
A-Aku tidak ingat. A-Aku bahkan tak tahu kenapa aku...
Aku tahu kenapa.
Karena kau egois.
Ibumu benar tentangmu.
Kau menjatuhkanku.
Kau tak peduli pada masa depanku.
Masa depanmu?
Kau bahkan tak mau pergi ke Amerika.
Itu pilihan keluargamu.
Tidak, itu pilihanku!
Pilihanku sendiri.
Aku ingin pergi.
Aku tak memberitahumu karena kau takkan sanggup.
Baiklah, setidaknya kini aku tahu kebenaran tentangmu.
Dan aku tahu kebenaran tentangmu.
Kau sama saja seperti Batiba.
Sudi menyabotase hidup orang lain
karena kau tak punya kehidupan sendiri.
Aku akan mengambil kuncinya.
Dan saat kita pulang, aku tak ingin melihatmu lagi.
Raissa!
Raissa!
Raissa!
Raissa!
- Oh, tidak. - Apa?
Dia terbang ke wilayah Manang.
Dia takkan berhasil.
Hal yang lucu tentang para fana.
Saat kau mencabik mereka, mereka takkan menyatu lagi.
Kau seharusnya tak mencuri dariku.
Kau seharusnya tak datang ke duniaku, tao.
A-Aku tak ingin datang ke sini.
Batiba menipu kami.
Pembohong! Pencuri!
Tidak! Batiba pencuri sebenarnya.
Dia mencuri dari kami, sama seperti dia mencurimu.
Batiba mencuri dariku?
Apa?
Apa yang dia ambil dari kami?
Apa yang dia ambil?
Apa yang dia ambil dari kami?
Apa yang dia ambil dari kami?
Huh?
Kembali.
Kudapat kau. Kudapat kau.
Batiba, kudapat dia!
Batiba!
Wah. Nyaris saja.
Batiba? Kau menyelamatkan kami.
Yah, itu hal minimal yang bisa kulakukan.
Um, apa kau temukan kunci portalnya?
Kau mau menepati kesepakatanmu kali ini?
Aku selalu menepati kesepakatanku.
Mimpi buruk akhirnya usai.
Jo, ayo berangkat.
Tidak kali ini.
Tunggu, apa maksudmu?
Aku membuat satu kesepakatan terakhir.
Itulah satu-satunya cara menyelamatkanmu.
Kenangan yang mana?
Jo, kenangan yang mana?
Semuanya.
- Tidak! - Aku salah telah menahanmu.
Kau punya masa depan.
Aku tidak.
Lagian tak ada lagi yang tersisa untukku di sana.
Tidak, tidak. Tidak, tidak, tidak. Kau tak boleh.
Ayo berangkat.
Ingatlah, untuk kita berdua.
Ayo berangkat!
- Ayo berangkat! - Raissa!
Raissa!
Oh, tidak. Jo.
Jo! Tidak! Jo!
Tidak! Jo!
Tidak. Jo.
Tidak. Tidak.
Ayolah.
Sudah waktunya.
Jo? Jo? Raissa?
Batiba!
Tunggu! Batiba, kumohon!
Jangan kali ini!
Kau tak boleh mengambil ini dari mereka!
Batiba! Tidak!
Kalian benar membimbing kami kembali ke sini,
karena kami sedang jalani impian kami.
Dan aku takkan pernah mau melupakan ini.
Pilih satu.
♪ Don't ask me ♪
♪ What you know is true ♪
♪ Don't have to tell you ♪
♪ I love your precious heart ♪
♪ I ♪
Kita harus kembali.
♪ I was standing... ♪
Tunggu, um, ayo tambah satu jimat lagi.
Jo, aku... aku tak bisa memakai ini.
♪ Two worlds collided... ♪
Aku ingin kau dengarkan aku.
Aku mendengarmu, tapi kau bersikap bodoh.
Tidak, ini yang bodoh.
♪ We could live ♪
♪ For a thousand years ♪
♪ But if I hurt you ♪
♪ I'd make wine from your tears ♪
♪ I told you ♪
♪ That we could fly ♪
Maafkan aku, Jo.
♪ 'Cause we all have wings ♪
♪ But some of us ♪
♪ Don't know why ♪
Apa?
♪ I was standing ♪
♪ And they could never, ever ♪
♪ Tear us apart. ♪
Raissa?
Apa yang baru saja terjadi?
A-A-Aku tidak tahu.
Gelangnya, tadi mulai bersinar dan...
- Di mana Jo? - Dia di dalam,
tapi-tapi-tapi pintunya terkunci,
dan aku hanya... A-A-Aku...
Raissa, aku minta maaf.
Ini-ini semua salahku.
Setiap kali kau butuh, aku tak berguna.
Semua orang benar.
Aku anjing yang buruk.
Hei. Hei.
Kau bukan anjing yang buruk.
Kau teman yang baik.
Dan aku butuh kau sekarang.
Jo butuh kau sekarang.
Tidak, Raww.
- Apa kau lihat sepotong kayu? - Tidak, kenapa? Memangnya ada?
Tunggu. Aku-aku sedang bicara.
Aku sepenuhnya jadi anjing, dan aku bisa bicara!
Ini benar-benar berhasil.
Kau sengaja berubah wujud!
Benar.
Dan kurasa aku bisa melakukannya lagi.
Tubuhku sudah siap!
Jangan!
Tidak, tubuhku belum siap. Cepat.
Aku takkan bisa menahannya lebih lama.
Pergilah jemput gadis kita.
Batiba!
Kau mencuri dariku?
Tidak.
Tidak, tidak, tidak, tidak. Tidak.
Jo, aku di sini.
Bangun. Ayolah. Ayolah. Bangun, Jo.
Eh...
Oh, Raissaku yang cerdas dan cantik,
belakangan ini kau sangat stres.
Tapi tenang, aku punya sesuatu. Boom.
"Kaset Mixtape Sahabat Sejati Nomor Satu"?
Aku terjaga semalaman sambil minum kopi
dan merekam lagu-lagu kesukaanmu
- dari radio. - Aduh!
Terima kasih.
Aku suka.
Aku datang untukmu, Jo.
Huh?
Pertunjukan bakat?
Uh...
Psst. Kau pasti bisa.
Ayo berangkat.
Takuti manananggal itu!
Tidak. Tidak.
Jo!
Kau berada di zona basah!
Jo, kau tak boleh lupakan ini!
Huh?
Jo!
Ayo berangkat!
Tidak.
Huh?
Kenangan apa ini?
Tidak.
Tidak.
Tidak, tidak. Tidak, tidak, tidak, tidak!
Baiklah.
Baiklah.
Jo, itu tadi ayahmu.
Kita tak jadi pergi ke Amerika, ya?
Aku turut menyesal, apo.
Kau satu-satunya keluarga yang kubutuhkan.
Jo, acaranya mulai!
Tahu tak, teman juga bisa jadi keluarga. Hmm?
Jadi, kita bakal jadi sahabat selamanya, kan?
Selamanya dan selamanya.
Baiklah. Pilih satu.
Wah, keren.
Dan bersama-sama, kita akan temukan Nakali.
- Ayo berangkat! - Ayo berangkat!
DUTCH Dillon! Kau anak...
Tunggu!
Ada apa? Kenapa kau dipenjara?
Hari saat kita bertemu.
- Aku Jo. - Aku Raissa.
Berhenti!
Mulai sekarang, maukah kau jadi sahabatku?
Tidak! Kenanganku!
Aku belum pernah punya sahabat sebelumnya.
Itu bukan kenanganmu!
Itu milik kita!
Siapa kau?
Ini aku, Raissa.
Sahabatmu.
Aku tidak punya teman.
Apalagi orang dewasa yang aneh dan kutu buku.
Kita berteman. Kau harus ingat.
Kenapa?
Karena jika tidak, kau akan lenyap.
Tidak apa-apa.
Tidak akan ada yang peduli.
Aku peduli.
Aku butuh kau, Jo.
Lihat gelang ini?
Ini melambangkan seumur hidup kenangan.
Kenangan kita.
Dan aku menyia-goyahkan semuanya.
Tanpamu, aku bukan apa-apa.
Tanpamu, tidak ada Caltech.
Aku bahkan takkan punya keberanian meninggalkan rumah.
Tanpamu, kurasa aku takkan punya teman,
apalagi sahabat.
Kau tidak menyeretku jatuh.
Kau membuatku terbang tinggi.
Jangan pergi, Jo, kumohon.
Kumohon.
Tetaplah bersamaku, Jo.
Kumohon.
Kumohon.
Tetaplah bersamaku.
Raissa?
♪ I ♪
♪ I was standing ♪
- Jo! - ♪ You were there ♪
Jo.
♪ Two worlds collided ♪
- Siap berangkat? - Siap.
♪ And they could never tear us apart. ♪
Tunggu. Bagaimana kau kembali tanpa kunci portal?
Dengan ini.
Kau mengikat sumbunya.
Tapi a-aku tetap tidak...
Kenangan adalah keajaiban.
Dua dunia kita dihubungkan oleh kenangan bersama seumur hidup.
Jadi maksudmu kekuatan persahabatan kita
membuka portal melintasi ruang dan waktu?
Hanya ruang. Tidak ada penjelajahan waktu.
Aku tak tahu kenangan bisa menciptakan sihir sekuat ini.
Aku...
Kukira aku hanya mengumpulkan hal yang takkan dirindukan orang.
Tapi kenangan ini membentuk siapa dirimu.
Dan tanpa itu...
Pencuri!
Kalian semua melawanku!
Tidak, tidak, tidak!
Lepaskan mereka!
- Tepat sasaran! - Pasukan Liar!
- Yes! - Hu-huj!
Yeah! Pasukan Liar!
Bungi, balik badan.
- Uh. - Kau mempermalukan kami.
Maaf, maaf. Sulit melihat dengan mata belekan ini.
Menjijikkan.
Kau menjijikkan!
Ibu bilang belekan adalah kondisi yang sangat serius.
Ibumu terdengar sebodoh kau!
Kau akan menarik ucapanmu!
Rasakan kekuatanku!
♪ See me after class then, 12 o'clock ♪
♪ See me after class then, three o'clock ♪
♪ All our classmates round and round in a circle ♪
♪ Punch you in the face when the bell rings... ♪
Wapoosh!
♪ It's the size of the fight in the dog, woof ♪
Dia bicara tentang ibuku.
Ibuku tersayang.
Jaga ucapanmu
tentang ibuku!
♪ Heard that you was talking 'bout my mama, huh? ♪
♪ Heard that you was talking 'bout kasama, huh? ♪
♪ Let me see you really ball, man, I hate bullies ♪
♪ I take your lunch money ♪
♪ And I'm taking all your cookies ♪
♪ Salbahe ako, salbahe ako. ♪
Ya ampun, Bungi.
Akulah yang membuat matanya belekan!
Oh.
Berhenti!
Hah?
Batiba, apa yang kau ambil?
Apa yang kau ambil?
Kenanganmu.
Bagian dari siapa dirimu.
Dan aku menyesal atas apa yang terjadi padamu.
Kasihan Manang.
Kak Raww, kenangan indah apa yang Manang hilangkan
hingga membuatnya begitu sedih?
Mana kutahu.
Kira-kira tentang ibunya? -Apa?
Atau-atau saat pertama kali dia naik sepeda?
- Kau pikir Manang naik sepeda? - Mereka datang.
Itu dia, Bungi.
Kau mau tanya kenangan curian mana
yang meninggalkan lubang di jiwanya?
Mm-mm. Mm-mm.
Tak percaya aku mengatakannya, tapi aku akan merindukan sayap itu.
Aku tahu dia mencoba membunuh kita, tapi dia tetap keren.
Kukira dia seksi.
Uh.
Maksudmu dari segi suhu badan?
Dia sakit?
Hei, Tita. Kau telah melakukan hal yang benar.
Terima kasih.
Kau akan baik-baik saja?
Entahlah. Aku iblis kenangan.
Tanpa kenangan orang lain, aku tak tahu siapa aku.
Nah, aku pun tak tahu siapa aku tanpa Raissa.
- Raww. - -Ew. Jangan!
Tapi kurasa sudah saatnya aku mencari tahu.
Dan mungkin saatnya kau membuat kenanganmu sendiri.
Baiklah, aku akan mengatakannya.
Penampilanmu buruk, bau badanmu lebih parah.
Minumlah air.
Aku tidak keberatan dehidrasi.
Rasanya semua kebohongan telah terkuras dariku.
Inilah aku yang baru.
Baiklah, Pasukan Liar.
Mari ambil foto terakhir bersama.
Apa?! Kita mau foto?!
Beri aku air itu! Beri aku semuanya!
Mmm.
Mari ambil di depan laut.
Itu cocok dengan mataku.
Baiklah, rekan-rekan pejuangku.
Kita akhirnya mendapatkan manusia bodoh itu sesuai rencana.
Langkah satu: Kita masuk.
Langkah dua: Mereka benar-benar jatuh cinta
pada ayam kayu raksasa ini.
Siapa yang tidak suka ayam kayu raksasa?
Langkah tiga: Serangan mendadak!
Dan langkah empat: Kita berpesta mayat mereka
dan mandi darah mereka!
DUWENDE Mandi darah mereka!
Mandi darah mereka! Mandi darah mereka!
Mandi darah mereka!
Mandi darah mereka!
Semuanya, diam!
Ada apa?
Batalkan misi! Tinggalkan ayam!
Jadi aku tekan tombol ini, dan itu menangkap jiwaku?
Tentu. -Luar biasa.
Baiklah. Semuanya tersenyum.
Kita Pasukan Liar.
Pasukan Liar selamanya.
Aku akan sangat merindukanmu.
Aku juga akan merindukanmu.
Bagus.
Sekarang aku bertato.
Kau sahabat terbaikku.
Kau siap?
Ya.
Baiklah, Batiba. Ayo mulai!
- Dah! Sampai jumpa! - Selamat tinggal, Jo dan Raissa.
Dan, Jo, terima kasih hadiahnya!
Hadiah apa?
Hanya sedikit hal untuk membantunya
melangkah ke tahap berikutnya.
"Waktu telah berlalu.
"Pertempuran untuk Nakali telah usai,
tapi perang demi hati Raissa terus berkecamuk."
Apa sekarang?
"Dua cinta, tapi dia hanya bisa memilih satu.
"Raww si pemberontak, yang membuat Raissa merasa
bahwa aturan, seperti hati, tercipta untuk dilanggar."
Pilih si bad boy.
Oh, tidak.
"Atau Pangeran Mermahn yang terhormat, yang selalu
membuatnya merasa melayang, bahkan di daratan."
Pilih Mermahn.
Oh, tidak.
"Siapa yang akan dipilihnya?"
Akhir bab.
Terima kasih banyak.
Whoo!
- Dah! - Hei! Minta tanda tangan dong.
Raissa!
Lola pasti sangat bangga.
Tapi banyak mengambil kebebasan kreatif.
Mau kubilang apa? Perut six-pack laku keras.
Jadi, malam terakhir di kota.
Kau siap menyambut malam terbaik?
Ehm, entahlah.
Penerbanganku berangkat pagi sekali besok.
Oh, penerbangan, ya?
Sayang sekali kalau kau sampai ketinggalan.
Benar kan?
Kalau begitu, karaoke Kapre.
Tunggu, bukankah kau ada kuliah pagi?
Eh. Kubuatkan surat izin saja.
Kenangan membentuk siapa dirimu.
Dan saat kau membagikan kenangan itu
kepada seorang teman, kau takkan pernah dilupakan.
Karena kau menciptakan ikatan yang berkata,
"Berapa pun lama waktu berlalu..."
"Seberapa pun jauh jarakmu..."
"Kau akan selalu..."
Ayo berangkat!
"...kembali ke sini."
♪ If you feel a little lost, maybe a little off track ♪
♪ Just remember where you came from ♪
♪ I'll be right back ♪
♪ Don't move ♪
♪ I'll never forget you ♪
♪ Never forget you, never, never forget you ♪
♪ If you lost all the memories ♪
♪ And you can't find your way ♪
♪ I might be gone tomorrow, but I'll be right back ♪
♪ It's okay ♪
♪ I'll never forget you ♪
♪ Never forget you, never, never forget you ♪
♪ Everybody always leaves me, but you're the one who stays ♪
♪ Every time I have a reason to be scared, you're unafraid ♪
♪ It's like you are ♪
♪ Everything that's missing in me ♪
♪ Me ♪
♪ Oh, and days like this, I might be selfish ♪
♪ You're all I have, so I can't help it ♪
♪ Don't wanna be lonely ♪
- ♪ Lonely ♪ - ♪ And you say ♪
♪ If you feel a little lost, maybe a little off track ♪
♪ Just remember where you came from ♪
♪ I'll be right back ♪
♪ Don't move ♪
♪ I'll never forget you ♪
♪ Never forget you, never, never forget you ♪
♪ If you lost all the memories and you can't find your way ♪
♪ I might be gone tomorrow, but I'll be right back ♪
♪ It's okay ♪
♪ I'll never forget you ♪
♪ Never forget you ♪
♪ Never, never forget you ♪
♪ Tayo na ♪
♪ Ooh-ooh-ooh-ooh ♪
♪ Tayo na ♪
♪ Ooh-ooh-ooh-ooh ♪
♪ Tayo na ♪
♪ I'll never forget you ♪
♪ Never forget you, never, never forget you ♪
♪ Tayo na ♪
♪ Ooh-ooh-ooh-ooh ♪
♪ Tayo na ♪
♪ Ooh-ooh-ooh-ooh ♪
♪ Tayo na ♪
♪ I'll never forget you ♪
♪ Never forget you ♪
♪ Never, never forget you ♪
♪ If you feel a little lost ♪
♪ Maybe a little off track ♪
♪ Babalik ako ♪
♪ I'll be right back ♪
♪ Don't move ♪
♪ I'll never forget you. ♪
♪ Three stars and a sun, fire-breather, mother tongue ♪
♪ Energy about a ton, don't you know I'm one of one? ♪
♪ Sun-kissed Filipina, universe is my arena ♪
♪ Grew up in the province ♪
♪ Where the grass was greener, she's a dreamer ♪
♪ Separate myself like manananggal ♪
♪ This girl phenomenal, truth never optional, off the wall ♪
♪ Name all in capital, power up to optimal ♪
♪ Mas matindi pa sa personal, natural ♪
♪ Sino 'tong babae? Nakalimutan nila dati ♪
♪ Ang tapang na ito kasi ako na ang may-ari ♪
♪ Malinaw ang landas, at mas claro ang mensahe ♪
♪ You see I got the spirit, see it sa mga detalye ♪
♪ Folklore storyteller, this is not a myth ♪
♪ Never miss when I come back around like this ♪
♪ Don't ever gotta switch up the lane ♪
♪ Got the grit in the grain ♪
♪ Got my ancestors flame in my name ♪
♪ Salbahe, salbahe ♪
♪ Sabi ko salbahe ako ♪
♪ Salbahe, salbahe ♪
♪ Sabi ko salbahe ako ♪
♪ Let's go ♪
♪ Heard that you was talking 'bout my mama, huh? ♪
♪ Heard that you was talking 'bout kasama, huh? ♪
♪ Let me see you really ball, man, I hate bullies ♪
♪ I take your lunch money, and I'm taking all your cookies ♪
♪ Pass the note around ♪
♪ Don't let the teacher see it, no inviting any snitches now ♪
♪ It's about to go down ♪
♪ Tell your parents white lies ♪
♪ How you got that black eye, dummy ♪
♪ See me after class then, 12 o'clock ♪
♪ See me after class then, three o'clock ♪
♪ All our classmates round and round in a circle ♪
♪ Punch you in the face when the bell rings ♪
♪ It ain't the size of the dog in the fight ♪
♪ It's the size of the fight in the dog, woof ♪
♪ Both of my hands put together looking back, thinking ♪
♪ "Man, I really made it this far?" ♪
♪ Salbahe, salbahe ♪
♪ Sabi ko salbahe ako ♪
♪ Salbahe, salbahe ♪
♪ Sabi ko salbahe ako ♪
♪ Salbahe, salbahe ♪
♪ Sabi ko salbahe ako ♪
♪ Salbahe, salbahe ♪
♪ Sabi ko salbahe ako ♪
♪ You better step back when I take it to the front ♪
♪ I tell how it is, we don't ever gotta stunt ♪
♪ 'Cause this how I live, on a legendary run ♪
♪ This is me, this is now, don't forget me when I'm done ♪
♪ I just wanna thank my mom and daddy ♪
♪ First of all for all they gave me ♪
♪ And the way my lola raised me ♪
♪ There ain't nothing that'll break me ♪
♪ I know I been acting reckless ♪
♪ Bad attendance, contemplating ♪
♪ I know everything they saying about me ♪
♪ It's liberating ♪
♪ Manifesting conversations ♪
♪ Into silent operations ♪
♪ Never needed validation ♪
♪ I'm my only inspiration ♪
♪ Hear my manangs in my cadence ♪
♪ Speaking through the generations ♪
♪ And I swear I'm not the kinda type ♪
- ♪ To start a confrontation ♪ - ♪ You a liar ♪
♪ Saligoso, I'm with the altercation ♪
♪ It's the islands in my mind ♪
♪ That wired my determination, yeah, that's right ♪
♪ It's my name I'm hearing in these conversations ♪
♪ Greatest Filipino rapper here across the nation ♪
♪ Sabi ko ♪
♪ Salbahe, salbahe ♪
♪ Sabi ko salbahe ako ♪
♪ Salbahe, salbahe ♪
♪ Sabi ko salbahe ako ♪
♪ Salbahe, salbahe ♪
♪ Sabi ko salbahe ako ♪
♪ Salbahe, salbahe ♪
♪ Sabi ko salbahe ako ♪
♪ Keep it in mind, I'm coming through this time ♪
♪ Nothing left to prove this time ♪
♪ Better keep it in mind ♪
♪ I'll never lose what's mine ♪
♪ When I got the truth in mind ♪
♪ So keep it in mind, I'm coming through this time ♪
♪ Nothing left to prove this time ♪
♪ Better keep it in mind ♪
♪ Gotta keep it in mind ♪
♪ Salbahe ako. ♪
- ♪ Double up, double up ♪ - ♪ Dalawa, dalawa ♪
- ♪ Double up ♪ - ♪ Dalawa ♪
- ♪ Double up, double up ♪ - ♪ Dalawa, dalawa ♪
- ♪ Double up ♪ - ♪ Dalawa ♪
- ♪ Double up, double up ♪ - ♪ Dalawa, dalawa ♪
♪ I'm up early in the morning, not worried 'bout the drama ♪
♪ 'Cause I'm a brand-new man this umaga ♪
♪ I start another saga and party with the homeys ♪
♪ My girl maganda maxing, the ladies call me pogi ♪
♪ Hopping up out the jeepney, putting "G" in galing ♪
♪ Air under my feet, a sweep, I don't need a walis ♪
♪ Making nothing outta something ♪
♪ For the roof on my home ♪
♪ Now they mad I'm smashing on 'em ♪
♪ Like it's tortang talong ♪
♪ So magkano para sa iyong kaluluwa ♪
♪ Ang sarap kainin when that bag just dropped ♪
♪ What's the price? Say it nice ♪
♪ Don't be cheap, what you got? ♪
♪ Huh? Really? Talaga ♪
- ♪ Double up, double up ♪ - ♪ Dalawa, dalawa ♪
- ♪ Double up ♪ - ♪ Dalawa ♪
- ♪ Double up, double up ♪ - ♪ Dalawa, dalawa ♪
- ♪ Double up ♪ - ♪ Dalawa ♪
- ♪ Double up, double up ♪ - ♪ Dalawa, dalawa ♪
♪ Ay, me and Guap get the bag and double it ♪
♪ We where the trouble is, tita say we makulit ♪
♪ Ducking all them po-pos, no pera, then I won't go ♪
♪ Tell 'em what they don't know ♪
♪ Saucing like adobo ♪
♪ They tell I'm they lodi, gulong how I'm rolling ♪
♪ Pour some for my tito, boy, that's my OG ♪
♪ Manok, I'm getting protein, up there by the nosebleeds ♪
♪ Ask 'em what they mean, too gising, getting no sleep ♪
♪ I'm after pesos, know how dummy they go ♪
♪ Where I'm from, it ain't really sweet like a mango ♪
♪ It take two to tango, gotta double up ♪
♪ 'Bout a bag, rep the flag, the sun is up, huh ♪
- ♪ Double up, double up ♪ - ♪ Dalawa, dalawa ♪
- ♪ Double up ♪ - ♪ Dalawa ♪
- ♪ Double up, double up ♪ - ♪ Dalawa, dalawa ♪
- ♪ Double up ♪ - ♪ Dalawa ♪
- ♪ Double up, double up ♪ - ♪ Dalawa, dalawa. ♪
♪ The end of Mermahn's Tale. ♪
SUBTITLE GENERATED BY SUBTEKS.ME
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.