All language subtitles for The.Mentalist.S06E15.White.as.the.Driven.Snow.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sebelumnya dalam "The Mentalist".

Jangan!

Kami yakin pembunuh bayaran itu adalah orang yang sama...

Yang membunuh jaksa Osvaldo Ardiles...

Dan mantan Biro Penyelidikan California, Agen J.J. LaRoche.

Senang bertemu kalian.

Aku diberitahukan FBI mempekerjakan kalian sebagai konsultan kasus.

Kalian yang pertama mengetahui kami dilacak.

Kalian mengetahui kasus ini lebih baik dari siapa pun.

Ada informasi lain soal ketujuh tersangka?

Beberapa petunjuk, tak ada pemecahan.

Berarti hanya tinggal Haibach.

Aku ketiduran.

Maaf, aku hanya ingin tahu kabarmu. Aku sedang minum bersama teman.

Apa yang terjadi dengan Hutten?

Bukan dia orangnya. Aku akan jelaskan nanti.

- Kau harus kembali tidur. - Kau bersenang-senang?

Ya, tentu saja.

- Aku senang. Itu bagus untukmu. - Terima kasih.

Aku mencintaimu, Sayang. Kau tahu itu, 'kan?

- Aku juga mencintaimu. - Baiklah, sampai bertemu nanti.

Selamat malam.

Dia sependapat denganmu.

Dia bilang aku harus pergi minum dengan kalian.

Katanya, itu bagus untukku.

- Dia wanita pintar. - Ya, benar.

Aku pria beruntung. Dia yang terbaik.

Lebih berharga dari permata.

- Untuk Grace. - Untuk Grace. Terima kasih.

Grace dan aku...

Kami selalu berpikir kau dan Lisbon akan bersama.

- Jane dan Lisbon. Ya, benar. - Aku hanya mengatakannya.

Ingat saat kau menghadiahinya kuda poni?

Ya, tentu saja. Aku sangat mengingatnya.

Aku ingin tahu kabar kuda itu.

Baiklah, dua lagi bir Lone Star dan air soda.

Pria di meja biliar ingin main denganmu.

Tidakkah dia lihat aku bersama teman-temanku?

Dia tampak sangat bersikeras. Katanya dia akan gandakan taruhannya.

Pergilah dan ambil uang pria itu.

- Aku akan kembali ke istriku. - Ini malam yang menyenangkan.

- Selamat malam. - Doakan keberuntunganku.

Semoga beruntung.

Ayo kita cari makanan.

Kurasa aku melihat drive-thru di perjalanan kemari.

Mereka menjual chimichanga.

Masih Rigsby yang sama.

Pernahkah terpikirkan olehmu bekerja untuk FBI?

Kau bercanda?

Aku sudah melamuninya selama enam bulan terakhir.

Lalu, kenapa tidak bergabung?

- Mereka akan pekerjakan aku? - Aku yakin itu.

Abbott ingin aku menanyakannya pada kalian berdua.

Sungguh? Kami berdua?

Entahlah.

Itu tipe pekerjaan 24 jam.

Harus ada yang mengurus anak-anak.

Kau harus membahasnya dengan Grace. Tawarannya sudah ada.

Bagus sekali. Baiklah.

Kau ingin mampir untuk minum dan membahasnya dengan Grace?

Tidak. Sebaiknya kalian bicarakan sendiri.

Benar. Ya, kau mungkin benar.

Tunggu.

Kenapa pintu kamarmu terbuka?

Entahlah.

Grace?

Grace?

Grace?

Kuncinya masih ada di meja. Begitu juga dompetnya.

Ada penjelasan masuk akal untuk hal ini, 'kan?

- Tolong katakan bahwa ada. - Jangan langsung menyimpulkan.

- Apa yang kau lakukan? - Menelepon ponselnya.

Di mana kau, Grace?

Halo?

Apa ada orang di sana?

Halo?

Rigsby dan Jane bersama tim memeriksa sekitar kamar motel.

Tapi kami belum temukan apa pun.

Ada banyak sidik jari dan DNA berbeda di semua barang.

Aku benci kamar motel.

Bagaimana pekerjaan Wylie dengan kamera pengawas di sekitar kota?

Wylie sedang melacak keberadaan Grace sebelum tiba di motel.

Ada informasi yang berguna?

- Tidak ada? - Apa lagi?

Sebuah mobil SUV meninggalkan area motel...

Pada perkiraan waktu penculikan Grace Van Pelt.

Apakah Wylie dapat melihat pelat nomornya?

Tidak.

Baiklah, Semuanya. Dengarkan.

Kita sudah tahu tersangka utama kita.

Richard Haibach.

Kita telah mencarinya atas pembunuhan...

Mantan Agen CBI, J.J. LaRoche dan Jaksa Osvaldo Ardiles.

Kini, Grace Van Pelt menghilang.

Di mana? Kita tidak tahu.

Tapi kita berasumsi bahwa Haibach yang bertanggung jawab.

Permisi, Agen Abbott.

Kita melakukan pencarian. Kita sudah menyiagakan media.

Tapi Haibach telah menyadap kita di Colorado.

Dia menghilang.

Dia tahu kita mencarinya. Dia tak akan mudah ditemukan.

Agen Abbott, seseorang ingin bertemu.

Tapi kita akan temukan dia.

Apa pun yang terjadi.

Kegagalan bukan pilihan.

Temukan Richard Haibach.

Agen Wylie, apa keperluanmu?

Seorang pria datang ke meja resepsionis di lantai bawah.

- Seorang agen mengantarnya ke atas. - Lalu?

Katanya pria itu adalah Richard Haibach.

Panggil Jane kemari sekarang.

Halo?

Apa ada orang di sini?

Halo, Agen Lisbon, Tn. Jane. Silakan duduk.

Kenapa kau di sini, Tn. Haibach?

Apakah ini semacam lelucon?

Aku ketakutan sejak aku tahu kalian menguntitku lagi.

Kami tidak menguntitmu, Tn. Haibach.

Aku tahu saat kau mulai bertanya tentang aku...

Kepada rekan kerjaku tanpa sepengetahuanku...

Kau sedang mencariku.

Aku sudah minta maaf padamu untuk hal itu.

Kau minta maaf...

Tapi itu tak menghentikan rencanamu, 'kan?

- Kami punya pertanyaan untukmu. - Sungguh?

Jadi, aku bukan tersangka nomor satu kalian.

Apa ini permainan?

Tidak ada permainan, Tn. Jane.

Seperti yang kukatakan, aku ketakutan.

Pikirkan apa yang kau lakukan.

Mereka adalah orang-orang yang aku pedulikan.

Ya atau tidak...

Surat perintah telah dikeluarkan untuk penangkapanku, 'kan?

Bagaimana kau tahu itu?

Seseorang memberi tahu.

Aku menyebut perintah eksekusi itu...

Sebagai surat izin untuk menembakku di jalan seperti anjing.

Jadi, aku kemari untuk buktikan aku sungguh tidak bersalah.

Apakah kau tahu yang terjadi pada Grace Van Pelt?

Tidak, aku tak tahu.

- Bagaimana aku bisa tahu? - Tebaklah untuk kesenangan.

Baiklah, tentu.

Aku bisa buat banyak tebakan tapi tetap saja itu hanya tebakan.

Ayo kita lihat.

Aku menebak dia...

Berada di tempat yang jauh, di luar pertolongan kalian...

Di luar pertolongan siapa pun.

Sendirian dan terperangkap...

Dengan waktu yang hampir habis.

Itu tebakanku.

Tampaknya ini pertanda buruk.

Biasanya, kemungkinan 90 persen korban sudah mati.

Aku tak melihat alasan untuk menyimpulkan itu.

Kau juga pernah mengikuti program pemrofilan di Quantico.

Aspek performatif pria itu menyiratkan dia telah membunuhnya.

Dia hanya akan tertawa di sini saat kita temukan mayatnya.

- Di mana istriku? - Rigsby!

Apa yang telah kau lakukan padanya?

Jika kau menyakitinya, akan kubunuh kau, Binatang!

Menyakitinya? Lihat aku! Bagaimana denganku?

- Aku akan membunuhmu! - Tidak! Jangan di sini!

Aku disiksa karena kalian pikir aku pantas mendapatkannya.

Dan aku tak melakukan apa pun!

Jempolku dipotong karena kalian! Kalian binatang!

Duduklah, Tn. Haibach.

Rigsby, dengar.

Aku mengerti perasaanmu sekarang. Percayalah padaku.

Tapi kau seorang ayah dan punya anak yang harus kau lihat tumbuh besar.

Selain itu, kurasa Grace masih hidup.

- Benarkah? - Ya.

Rencana balas dendam Haibach diganggu oleh Grace...

Saat Grace memecahkan peretasan di ponselnya.

Haibach menyadari itu hanya masalah waktu...

Sebelum kami melacaknya.

Dia memanfaatkan situasi ini.

Lalu, kenapa dia datang kemari?

Untuk tertawa dan melihat kita gelisah.

Dia buat rencana agar kita melepaskannya saat dia selesai.

Kami tak akan lepaskan.

Aku ingin tahu apakah kau tak keberatan...

Memberi tahu kami di mana saja kau selama 24 jam terakhir.

Apakah kau punya mobil SUV berwarna abu-abu?

Tidak, aku tak punya.

Tapi ini video diriku di bus dari Denver ke Austin.

Ini tiket bus milikku.

Ini nama dari ketiga penumpang lain dan sopir bus.

Mereka bisa memastikan aku berada di bus sepanjang perjalanan.

Dan amplop ini berisi semua yang kalian perlu tahu...

Di mana keberadaanku selama waktu pembunuhan...

Osvaldo Ardiles dan J.J. LaRoche.

Itu ditulis dengan tabel dan diberi petunjuk kata lain.

Pengacaraku dijadwalkan untuk datang kapan saja.

Baiklah.

Pengacara Haibach akan datang sebentar lagi.

Dan kita tak punya alasan menahannya.

Ini alibinya.

Aku ingin ini dibawa ke dalam dan dihancurkan.

Cari tahu ke mana petunjuknya mengarah.

Bagaimanapun juga, bukti menunjukkan Haibach bekerja dengan anteknya.

Temukan siapa anteknya.

Seseorang yang berteman dengannya di tempat kerja.

Seseorang yang bertemu dengannya di internet.

Teman lama, teman baru.

Temukan anteknya.

Dan lakukan dengan cepat. Kita tak punya banyak waktu.

Sial!

Baiklah, ini rute bus dari Denver ke Austin.

Berapa kilometer jaraknya?

Biar kulihat.

Sekitar 1.474 km.

Apakah Ayah akan pulang?

Tidak lama lagi, Nak.

Kau bersenang-senang dengan ibu, 'kan?

Kurasa dia banyak bekerja.

Apakah Grace di sana?

Tidak, dia tak ada di sini sekarang.

Dia selalu bercerita untukku sebelum aku tidur.

Cerita?

Tentang banteng yang harus bertarung.

Ferdinand. Dia harus pulang.

- Dan mencium bunga. - Ya.

Dan dia sangat bahagia, duduk di bawah pohon besar.

Ya.

Baiklah, dengarkan.

Ayah harus pergi, Nak.

Kita akan bicara lagi nanti.

Ayah menyayangimu.

Aku juga menyayangi Ayah. Sampai jumpa, Ayah.

Sampai jumpa, Nak.

Permisi.

Pengacara Haibach datang.

Abbott akan mencoba menahannya selama yang dia bisa.

Tapi kemungkinan kami harus lepaskan Haibach.

Kami tak punya cukup bukti konkret untuk menahannya.

Baiklah.

Jane.

Apa pun yang terjadi, aku memohon padamu.

Kita harus bawa Grace kembali.

Aku seharusnya langsung dihubungi saat klienku datang ke kantormu.

Dia datang atas kemauannya sendiri.

Kami bertemu dengannya seperti yang dia minta.

Aku ingin bicara berdua dengan klienku.

Lihat aku. Kau kenal aku. Kau tahu kemampuanku.

Jadi, jika kau lakukan apa pun kepada Grace Van Pelt...

- Aku akan buat kau membayarnya. - Permisi.

- Hukum mengatakan... - Jangan pikirkan soal hukum.

Kau harus pikirkan aku.

- Apakah pria ini gila? - Ke mana pun kau pergi...

Aku akan menemukanmu dan membuatmu membayarnya.

Agen Abbott, sepanjang pengalamanku, aku tak pernah menyaksikan...

- Baiklah, itu sudah cukup, Jane. - Baiklah.

Apa yang kau tak pahami tentang aku, Rich, aku tak peduli.

Aku tak akan kehilangan apa pun.

Aku telah bertaruh selama bertahun-tahun.

Jika aku harus dipenjara atas perbuatanku padamu, aku tak peduli.

- Ayolah, sudah cukup. - Jika temanmu mati, itu salahmu.

Kau tak bisa salahkan aku.

Aku tak ada sangkut pautnya.

Apa yang kau lakukan?

- Hal tak terduga. - Ya, tentu saja.

Kita harus keluarkan Haibach dari zona nyamannya.

Jadi, kita harus tekan dia agar membuat kesalahan.

Baiklah, kita berdua tahu aku memberimu keleluasaan...

Tapi kau baru saja mengancam tersangka...

Di depan pengacaranya dan direkam.

Itu dapat dipertimbangkan dalam pengadilan.

Dia datang dengan rencana.

Kita tak tahu apa rencananya, tapi dia tahu.

Jadi, dia tahu pola ke depannya.

Kita harus patahkan pola itu.

Bisa bicara sebentar?

Aku sedang menunggu klienku. Silakan bicara.

Kami hanya butuh waktu sedikit lagi.

Sungguh?

Firmaku sedang berusaha mendapatkan pernyataan penumpang dan sopir bus.

Kami akan mendapatkannya malam ini.

Keberadaan Richard Haibach selama penculikan rekanmu...

Dapat dinyatakan dengan kepastian mutlak.

Kau tak punya alasan untuk menahan klienku.

Belum...

Tapi alasannya ada.

Bahkan kau harus melihatnya.

Dia menculik wanita itu. Kami tahu dia pelakunya.

Kalau begitu, buktikan.

Jika tidak, kau harus biarkan klienku pergi.

Begitulah caranya hukum bekerja.

Dia akan membunuhnya jika kami biarkan pergi.

Apakah kau menyadarinya?

Jangan coba membuatku merasa bersalah.

Aku telah lama bekerja sebagai pengacara untuk melindungi klien.

Untuk itulah orang membayarku.

Kau bisa berikan cerita apa pun yang kau mau...

Tapi kita berdua tahu kau tak punya.

Ada yang tidak beres dengan pikiranmu.

Itu tidak benar, tidak profesional, dan tidak menghormati.

Aku melakukan pekerjaanku. Jangan buat aku lakukan pekerjaanmu.

Halo?

Apa ada orang di sini?

Apa ada orang di sini?

- Kau baik-baik saja? - Kau punya ponsel?

- Apakah kau habis kecelakaan? - Aku hanya butuh ponsel. Kau punya?

- Baiklah, ini. - Terima kasih.

- Apakah ada jangkauan di sini? - Tempat ini agak terpencil.

Kau hampir membeku. Di mana mobilmu?

Di mana kantor polisi?

Ada di Taos. Sekitar 45 menit ke utara dari sini.

Tapi ada kantor penjaga hutan sekitar 30 menit ke selatan.

Di mana ada telepon terdekat.

- Kurasa di pondokku. - Baiklah.

Bisa kau bawa aku ke sana? Ini penting.

Ya. Baiklah. Masuklah.

Baiklah.

- Kau pasti kedinginan. - Ya.

Aku sudah menyelidiki rekan-rekan Haibach.

Itu daftar yang pendek.

Dia penyendiri di tempat kerja dan di kehidupan pribadinya.

Dia punya saudari bernama Hazel, tapi tak bisa kuhubungi.

Aku mengirim polisi setempat untuk memeriksa alamatnya.

Kita akan segera dengar kabar.

Dubin tahu kita tak punya cukup bukti untuk mendakwa Haibach.

Kita harus biarkan dia pergi.

- Aku akan beri tahu Rigsby. - Buat dia tenang.

Menurutmu jika aku bicara pada pengacara itu sebagai wanita...

Apakah akan memberikan pengaruh?

Jangan sia-siakan waktumu.

Baiklah, kita tiba. Rumahku, surgaku.

Ayo kita masuk ke dalam untuk memberimu sesuatu yang hangat.

Baiklah, terima kasih.

Perhatikan langkahmu karena ini licin.

Tutup pintu agar tidak dingin.

Ponselnya ada di kamar. Aku akan mengambilnya.

Tidak ada listrik?

Astaga, apakah kau bodoh? Tak ada tiang listrik di sini.

Lalu, bagaimana kau punya telepon?

Aku tidak punya.

Aku berbohong.

Baiklah, Anak-anak. Waktu habis. Turunkan pensil kalian.

Kami sedang memproses klienmu sekarang.

Aku akan suruh sopirku untuk kemari.

Baiklah, seperti itu. Kencangkan.

Gunakan gigimu.

Baiklah.

Kau tetap di sini dan jangan buat masalah.

Richard akan tahu harus lakukan apa padamu saat dia tiba.

Apa kau punya sesuatu yang panas untuk diminum?

Aku punya kopi yang bisa dipanaskan.

Itu bagus sekali. Terima kasih.

Tidak ada tipuan?

Tidak ada tipuan.

Omong-omong, namaku Grace.

Jangan coba berteman denganku karena aku tidak bodoh.

Baiklah.

Maaf.

Richard saudaramu, bukan?

Kalian hanya berdua, 'kan?

- Tidak ada saudara lainnya? - Ya.

- Kau lebih tua? - Tiga tahun.

Sesuatu terjadi saat kalian masih kecil, 'kan?

Sesuatu yang buruk.

Richard kesulitan tumbuh dewasa.

Kalian tidak mengerti.

Itu bukan salahnya.

Apanya yang sulit?

Ibuku kabur bersama pemabuk itu, meninggalkan kami.

Dan pemabuk itu melakukan sesuatu pada Richard.

Sesuatu yang seharusnya tidak dia terima.

Itu bukan salah Richard.

Aku tidak melindunginya.

Kakak perempuannya...

Tidak melindunginya.

Kau hanya gadis kecil. Itu bukan salahmu.

Jangan kau pura-pura bersimpati!

Kalian sama buruknya dengan ayahku. Kalian jahat kepada Richard.

Dia tak menyakiti siapa pun, tapi kau terus mendesaknya.

Dan kini, Nona Cantik, kau yang akan disakiti.

Karena hanya itu cara yang adil.

Langkahnya selanjutnya adalah membawa FBI ke pengadilan.

Kita punya dasar yang kuat.

Akankah mereka kehilangan pekerjaan?

Tentu saja, tapi ada kemungkinan pembayaran yang besar juga.

Mungkin sampai puluhan juta.

Aku tidak peduli soal uang.

Aku hanya ingin pastikan Patrick Jane menderita.

Aku ingin dia sangat menderita.

Kau salah arah. Ini jalan yang salah.

Tidak, kau tak harus berhenti. Kau bisa belok kanan di depan.

Halo lagi, Haibach, Konselor.

Jane dan Rigsby menghilang.

Kami menemukan sopir Dubin terkunci di lemari di lantai bawah.

Pak, sejujurnya, aku tak tahu apa pun soal hal ini.

Kami tidak terlibat.

Tapi kami akan melibatkan diri jika mereka meminta.

Aku yakin kau menemukan keberanian dan kemuliaan.

Tapi ternyata tidak.

Kalian agen FBI dan aku berharap kau bersikap semestinya.

Jika tidak, aku tak ada gunanya untuk kalian.

Sekarang keluarlah dari ruanganku.

Fischer.

Temukan mereka sekarang.

Keluar.

Kalian gila. Kalian tak akan bisa pergi.

Dengar, dia menculik istriku.

Apa pun yang dia dapatkan, dia pantas menerimanya.

Sekarang pergilah.

Konselor.

Ini.

Kau mungkin sebaiknya memikirkan pilihan klienmu...

Saat berjalan kembali ke Austin.

Terlihat bagus.

Aku seorang ibu.

Aku punya bayi perempuan. Namanya Maddy.

Hentikan itu. Aku tak ingin mendengarnya.

Kami menamainya dengan nama nenekku.

Sebenarnya nama nenekku Madeleine.

Tapi nama Maddy lebih cocok untuk putriku.

Dia tak seharusnya tumbuh besar tanpa ibunya, 'kan?

Kau tidak mengerti?

Ini bukan tentang dirimu. Ini tentang aku dan Richard.

Semua orang merendahkan kami. Kami seolah tidak ada.

Tapi kini mereka akan melihat.

Hazel dan Richard akan dapat perhatian yang patut diterima.

Tunggu sebentar.

Apa yang baru saja kau lakukan?

Angkat tanganmu.

Angkat ke atas.

Kau bajingan!

Kau hanya berpura-pura baik.

Dan selama ini, kau hanya berbohong padaku.

Hazel, itu terlalu erat. Kau menyakitiku.

Kau pantas menerimanya. Bukan begitu, Pembohong Besar?

Dan saat Richard tiba, aku akan adukan hal ini padanya.

Dan dia akan sangat marah.

Apa kau tahu?

Aku tak mau mendengar lagi kata-katamu.

Di mana dia? Di mana istriku?

Kau menyia-nyiakan waktu.

- Di mana dia? - Aku tak akan mengatakannya.

Kau bisa membunuhku. Itu tak ada bedanya.

- Aku akan mati. - Kau berubah pikiran?

Jangan! Hentikan!

Jawab aku. Di mana dia?

- Rigsby. - Di mana istriku?

Rigsby, tenang. Berhitunglah sampai 10.

- Di mana istriku? - Berhitunglah sampai 10.

Tidak. Kita jangan bunuh dia. Kita harus buat dia bicara.

Aku punya rencana.

Ini bukan salah satu rencanamu.

Kau harus hentikan ini dan bicara padaku.

Bicaralah padaku, Rigsby. Ada cara lain.

Aku akan buat dia bicara.

Jangan, Rigsby.

Kau jangan lakukan ini.

Aku tak punya waktu bermain-main. Aku ingin jawaban.

Jawab aku.

Di mana istriku?

Kesempatan terakhir.

Baiklah, kau harus biarkan aku menanganinya.

Tidak, tak ada waktu. Aku harus temukan Grace.

Kau akan bakar satu-satunya orang yang tahu di mana Grace?

Apa maksudnya semua ini? Apa yang akan dibuktikan?

Kau menjatuhkan sesuatu?

- Jatuhkan suar itu! - Baiklah.

Berikan jaketmu.

Masukkan rompinya ke bagasi.

Jane, kau yang mengemudi.

Ayo kita pergi.

Pelan-pelan.

Pria yang penasaran dengan istrinya.

Aku akan memuaskan rasa penasaranmu.

Masuklah.

Mereka temukan Dubin di jalan raya lama 29.

Mungkin mereka akan ke pegunungan.

- Haibach mungkin punya tempat. - Kurasa tidak.

Aku suruh agen periksa tiap inci dari negara bagian ini...

Kurasa mereka sudah keluar Texas.

Aku punya ide, mungkin.

Di New Mexico. Di pegunungan Sangre de Cristo.

Kenapa kau berpikir begitu?

Aku coba berpikir dari sudut berbeda.

Semua orang terus bilang Haibach orang yang berhati-hati.

Jadi pertama-tama aku cari di mana Haibach lahir dan dibesarkan.

- Biar kutebak, di New Mexico? - Tidak, tapi kakek-neneknya di sana.

Saat kecil dia di sana, dia suka, dan suka ke sana kapan dia bisa.

Bahkan, dia tulis tesis di kuliah tentang budaya rakyat Pueblo...

Pusatnya di New Mexico. Tesisnya kurang bagus.

Aku tak perlu tahu itu.

Baiklah.

Kemudian, aku mencari profil belanja yang fokus pada...

Penjelajahan, buku, perlengkapan berkemah, semacam itu.

Ada barang yang didesain untuk cuaca dingain dan salju.

Tapi dia tinggal di Colorado. Di sana dingin dan bersalju.

Benar, tapi dia juga beli buku penjelajah...

Tentang Taos dan Albuquerque, keduanya di New Mexico.

Kau mungkin mengarah ke petunjuk. Periksa itu.

Tunggu, itu belum semuanya. Berdasarkan firasatku...

Aku telepon penghuni yang pindah ke apartemen baru Hazel Haibach...

Aku tanya apa dia lupa sesuatu, apa perlu dikirim...

Ternyata ada, alamatnya di P.O. Box, Santa Fe.

- New Mexico. - Kaki pegunungan Sangre de Cristo.

Bagus. Atur agar satelit mencari di area itu.

Akan kuminta agar direkam.

Bila mereka di sana, kurasa kita bisa temukan mereka.

Dia berhasil kabur. Itu baru gadisku.

Itu tak masalah, kurasa aku bisa temukan dia.

Kembali ke mobil.

Richard akan datang.

Menurutmu hanya kebetulan aku mendapatkanmu?

Suara itu beri tahu aku kalau kau kabur.

Aku datang untukmu, Bodoh.

Kami rasa kami mungkin temukan tempat Grace Ven Pelt ditahan.

Itu kabin musiman di tepi garis tumbuh pohon.

Kau punya bukti hunian itu? Bukti pasti?

Asap keluar dari cerobong enam minggu lalu.

Waktu yang sama saat Hazel Haibach tinggalkan Sacramento.

Ada mobil SUV abu-abu diparkir sebelah bangunan itu.

- Semuanya cocok. - Pasti inilah tempatnya.

Aku telepon helikopter, akan tiba di sana dalam waktu satu jam.

Menepi dan berhenti.

Kita sampai. Keluar.

Di sini tempat Grace?

- Keluar dan periksa. - Saudarimu Hazel, 'kan?

- Dia juga di sini? - Apa?

Kau kira kami tidak tahu? Kami sebodoh itu bagimu?

Diam dan keluar dari mobil.

Tidak.

Keluar dari mobil, sekarang.

Kau kira kau pria tangguh?

Kau kira akan kubiarkan kau lepas setelah apa yang kau lakukan?

Akan kutembak kau bila kau tak patuh, percaya padaku.

Silakan saja. Kurasa kau tak berani.

Sekarang siapa yang terlihat bodoh?

Peluru yang ditembak Rigsby sebelahmu adalah satu-satunya di pistol itu.

Bukan tipuan yang hebat, tapi kami berhasil.

Yang kau lakukan sekarang, suruh saudarimu keluar rumah.

Dan suruh taruh tangannya di kepalanya.

Ayo, keluar.

Ayo.

- Pergi. - Panggil saudarimu...

Suruh dia lepaskan Grace dan datang ke sini.

Hazel!

Polisi tangkap aku, katanya lepaskan gadis itu dan keluarlah.

Semuanya akan baik-baik saja, Hazel.

Lakukan sesuai yang dikatakan saudaramu.

Tidak, kau diam sekarang. Diam!

Panggil dia lagi.

Hazel.

Aku tak tahu dia di mana. Mungkin dia keluar.

Mobil SUV-nya ada di sana.

Hazel.

Aku tidak tahu dia di mana. Aku tidak tahu.

- Itu Grace. - Rigsby.

- Itu Grace. - Jangan panik.

- Kau, jalan. - Hati-hati.

Tetap di sana.

Grace, tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja.

Akan kukeluarkan kau.

Di mana dia?

Di belakangmu.

Tembakan bagus, Hazel.

Jangan bergerak.

Semuanya akan baik-baik saja, aku janji.

- Wayne! - Ini bukan pistol tipuan ya?

- Tidak. - Jika kutembak ini...

Akan keluar peluru sungguhan, bukan?

Tidak.

Tidak! Wayne!

Wayne.

Paling tidak ada satu.

Mari bersenang-senang.

Lepas dia dan bawa.

Wayne.

Ayo.

Berjalan ke kiri.

Kiri lagi.

Kenapa kau diam sekali, Tuan Sok Pintar?

Ada yang potong lidahmu?

Kau biasanya selalu punya jawaban untuk segalanya, bukan?

Ayo. Berlutut.

Tepat di sini. Ayo.

Kurasa kita bisa main permainan kecil.

Seperti acara kuis.

Aku beri pertanyaan.

Dan kau bisa pertahankan tiap jari untuk tiap jawaban benar.

- Aku tak ingin. - Pertanyaan pertama.

- Siapa yang lebih pintar sekarang? - Aku tidak mau...

- Kau atau aku? - Aku tidak mau.

Tak ada jawaban? Baiklah.

Wayne. Ya Tuhan, Wayne.

Kita perlu bawa kau ke rumah sakit.

Lalu Haibach menembakmu untuk kedua kalinya?

Ya, yang kedua kalinya sakit.

Tapi kau bangkit, lumpuhkan saudarinya dan hentikan Haibach.

- Kerja bagus, Wayne. - Dia bilang akan selamatkan aku.

Dan dia melakukannya.

Kau sadar kau ditembak dengan pistolmu sendiri?

Tolong, Cho, jangan bercanda. Terasa sakit kalau aku tertawa.

Aku hanya ingatkan, jika kau cerita ulang...

Sebaiknya tak kau ceritakan bagian itu.

Aku serius, jahitannya bisa rusak.

Kami sebaiknya pergi, kalian istirahatlah.

Aku tak tahu apa yang akan kami lakukan bila kami kehilanganmu.

Aku tahu kalian akan datang.

Sampai jumpa.

Kalian berdua harus sangat saling menjaga.

- Aku tak bermaksud mengganggu. - Kami baru saja mau pergi.

Aku ingin berkunjung dan lihat keadaan kalian.

Terima kasih.

Kami ingin kau tahu, kau membuat kami sangat terkesan.

Tidak semua orang bisa lakukan apa yang kau lakukan.

Terima kasih, sungguh.

Kami senang kalian berdua baik-baik saja.

Dan bila kalian terpikir untuk kembali ke pekerjaan...

Hubungi aku.

Kurasa tidak.

Kehidupan rakyat sipil, kami akan datang.

Sayang sekali. Omong-omong, penawaran kami masih terbuka.

Terima kasih.

Baiklah, aku juga akan pergi.

Jangan pergi sekarang, Teman.

Ada makan siang. Aku bisa pesan untukmu.

- Makan siang rumah sakit? - Tidak seburuk itu.

Ada kue ceri.

Aku sangat marah padamu karena hal yang kau lakukan.

Lalu kupikirkan lebih baik lagi.

Itu ide bodoh tapi berhasil.

Bodoh? Tidak bodoh juga. Sederhana. Tidak bodoh.

Aku masih marah padamu karena kau tidak cerita...

Apa yang akan kau lakukan. Kukira kau gila.

Ayolah, aku pernah menculik orang sebelumnya.

Itu tidak lucu, aku sangat ketakutan.

- Aku menyesal. - Kau tidak menyesal.

Aku tahu kau tidak tulus.

Jelas kau tidak bisa, karena aku sungguh menyesal.

Aku bisa tahu hanya dengan melihatmu.

Kau tak bisa melihat apa yang aku rasakan.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.